23 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 14540

Gempa 5,6 SR Guncang Oklahoma

SPARKS – Serangkaian gempa bumi mengguncang Negara Bagian Oklahoma, Amerika Serikat (AS), akhir pekan lalu. Bagi sekitar 3,7 juta penduduk yang lebih akrab dengan tornado tersebut, dua guncangan utama pada Sabtu waktu setempat (5/11) cukup menimbulkan trauma. Kendati demikian, gempa tak sampai menimbulkan korban jiwa.

Gempa pertama dengan kekuatan 4,7 Skala Richter (SR) mengguncang negara bagian di wilayah selatan AS itu pada Sabtu pagi. Konon, getarannya terasa sampai ke Negara Bagian Texas dan Missouri. Malamnya, gempa kembali mengguncang di negara bagian yang sama dengan kekuatan lebih besar. Yakni 5,6 SR. Kali ini, pusat gempa berada di sekitar Kota Sparks yang penduduknya paling padat.

“Getaran gempa yang kedua terasa dampai ke Negara Bagian Kansas, Missouri, Arkansas, wilayah utara Texas dan sejumlah lokasi di Illinois dan Wisconsin,” terang Jessica Turner, pakar geofisika pada Lembaga Survei Geologi AS (USGS) kemarin (7/11). Pasca gempa pertama dan kedua itu, sejumlah getaran berskala lebih kecil yang lazim disebut gempa susulan juga mengguncang Oklahoma dan sekitarnya.

Hingga kemarin, tak ada laporan korban jiwa baik dari Oklahoma maupun dari negara bagian lain yang juga merasakan gempa. Namun, kerugian fisik akibat gempa yang jarang mampir ke Oklahoma tersebut cukup parah. Sebagian besar gedung retak dan beberapa bangunan bertingkat ambruk. Beberapa akses jalan putus karena retaknya aspal jalan atau tertimpa pohon yang roboh.(afp/ap/rtr/hep/mik/jpnn)

Korban Tewas Capai 500 Jiwa

Tiga Bulan Banjir Thailand

BANGKOK – Pemerintahan Perdana Menteri (PM) Yingluck Shinawatra tampaknya masih harus lebih lama mengurusi banjir. Sejak akhir Juli lalu hingga sekarang, air masih menggenangi sebagian besar wilayah Thailand. Bahkan, ibu kota pun lumpuh akibat banjir yang kian mendekati kompleks pemerintahan.

Sampai dengan Kemarin (6/11), korban tewas akibat banjir di Negeri Gajah Putih itu dilaporkan melebihi angka 500. Jumlah tersebut dikhawatirkan masih akan terus bertambah karena ketinggian air yang bercampur sampah dan bahkan mungkin bangkai binatang serta mayat manusia itu tetap tinggi. Di beberapa lokasi, banjir memang surut. Namun, akses ke berbagai fasilitas vital masih terputus.

“Meski banjir tak bisa kami hindari, pusat bisnis dan politik Thailand hanya terimbas dampak minor saja,” ungkap Yingluck. Dia berharap, segala macam cara yang dilakukan untuk mempertahankan daratan kering di kompleks pemerintahan berhasil mempertahankan eksistensi zona ekonomi negara tersebut. Untuk itu, pemerintahannya kembali mem pertinggi tanggul darurat di sebelah utara Bangkok.

Karena ancaman yang masih sangat nyata, Gubernur Bangkok Su khumbhand Paribatra kem bali menginstruksikan eva kuasi. Kali ini, giliran warga Distrik Chatuchak yang harus meninggalkan rumah-rumah mereka. “Perintah evakuasi ini tidak bersifat wajib. Tapi, demi keselamatan Anda semua, sebaiknya perintah ini dilaksanakan,” kata politikus 59 tahun tersebut.

Sejauh ini, Sukhumbhand sudah memerintahkan evakuasi di 11 distrik. Dia meminta seluruh warga di 11 dari total 50 distrik di Bangkok itu untuk mengosongkan kampung halaman mereka. Sedangkan, evakuasi sebagian diberlakukan di tujuh distrik yang lain. Di tujuh distrik ini, pemerintah tidak memberlakukan pengosongan distrik. Karena itu, warga boleh tetap bertahan meski evakuasi lebih dianjurkan.

Selain permukiman warga, banjir juga mengancam jalur kereta api di pusat kota. Setidaknya tiga rel kereta api bawah tanah yang melintas di kawasan utara Bangkok sudah mulai digenangi air banjir. Demikian juga, beberapa ruas jalan raya yang terletak di bawah jalur skytrain. Salah satunya adalah jalan padat lalu lintas di bawah Stasiun Skytrain Mo Chit di Chatuchak.

Terminal Bus Mo Chit yang menjadi terminal utama di kawasan utara Thailand juga terendam banjir. “Tapi, terminal dan jalanan di sekitarnya masih tetap beroperasi normal meski jumlah masyarakat yang memanfaatkannya berkurang banyak,” ujar Kepala Polisi Lalu Lintas Chatuchak, Uthaiwan Kaewsa-ard. Belakangan, air banjir juga mulai bergerak mendekati distrik ramai Lad Phrao.

Masuknya Chatuchak ke dalam daftar distrik yang harus dievakuasi menunjukkan bahwa ancaman banjir sudah sangat payah. Pasalnya, distrik yang paling ramai itu hanya berjarak beberapa kilometer dari pusat bisnis Bangkok. Karena mulai digenangi banjir, beberapa pertokoan dan taman yang menghiasi distrik wisata tersebut terpaksa tutup.
Kemarin, Chatuchak Weekend Market masih tetap buka. Tapi, pasar yang menjadi jujukan para wisatawan asing itu sepi. Sebagian besar pedagang yang biasa menjajakan suvenir di sana absen. Jumlah konsumen pun menurun drastis jika dibandingkan dengan beberapa pekan lalu, saat air banjir masih belum menjebol tanggul-tanggul darurat di sekeliling Bangkok.(ap/afp/hep/mik/jpnn)

Oposisi Tolak Campur Tangan PM Yunani

ATHENA – Dialog politik para pemimpin Yunani untuk menghindarkan Negeri Para Dewa itu dari ambang kebangkrutan memasuki hari ke-2 kemarin (6/11). Pembentukan pemerintahan koalisi pun menuai ganjalan dari oposisi. Ketua Partai Demokratik Baru, Antonis Samaras, menolak bekerja sama dengan Perdana Menteri (PM) George Papandreou yang sudah menyatakan bakal mundur.

Menjelang pertemuan kemarin, Samaras menegaskan bahwa pembentukan pemerintahan koalisi harus bebas dari pengaruh Papandreou. Karena itu, dia enggan terlibat dalam dialog yang kemarin masih melibatkan pemimpin 59 tahun tersebut. Alih-alih berkoalisi, dia malah mendesak pemerintah untuk meng gelar pemilu lebih cepat. Dengan demikian, pemerintahan baru yang lebih representatif di mata para pemimpin Eropa akan terbentuk.

Namun, Papandreou menentang keras ide oposisi untuk menyelenggarakan pemilu dini. “Mempercepat pemilu hanya akan mendatangkan bencana bagi Yunani,” tandasnya menanggapi gagasan Samaras. Selain meningkatkan ketegangan politik di dalam negeri, pemilu dini juga akan membuat citra Yunani di mata Eropa kian buruk. Sebab pemilu dini yang pasti diwarnai dengan berbagai konflik bakal membuat Uni Eropa (UE) beranggapan bahwa Yunani enggan bertahan dalam zona euro.

Padahal, saat ini, Yunani sedang berusaha memberikan kesan positif bagi UE. Apalagi, hari ini (7/11), para menteri keuangan Eropa akan berkumpul di Kota Brussels, Belgia, untuk membahas krisis finansial Yunani. Jika para pemimpin Yunani yang kemarin berkumpul di Kota Athena tak segera menyelesaikan kemelut politik dalam negeri, tak menutup kemungkinan UE akan batal mengucurkan dana talangan yang sudah disepakati. Hari ini, PM pengganti Papandreou sudah harus terpilih.

“Ini menjadi penting karena kesepakatan yang hendak kita capai bersama ini merupakan persyaratan wajib agar kita tetap bertahan di zona euro,” kata Papandreou usai menemui Presiden Carolos Papoulias Sabtu waktu setempat (6/11). Selain mendapatkan dana talangan sebesar EUR 130 miliar (sekitar Rp 1.601 triliun), Yunani juga akan menuai beberapa keuntungan lain. Salah satunya adalah penghapusan utang yang nominalnya mencapai EUR 100 miliar (sekitar Rp 1.229 triliun).

Papandreou yang Kamis lalu (3/11) membatalkan rencananya menggelar referendum, akhirnya sepakat dengan sebagian besar anggota parlemen untuk menerima dana talangan UE. Sebelumnya, dia juga sempat diundang ke Resor Cannes, Prancis, untuk menghadapi kemarahan sejumlah petinggi Eropa yang tak berkenan dengan referendum gagasannya. Manuver itu membuat ketua Partai Pasok (Panhellenic Socialist Movement) tersebut selamat dalam mosi tidak percaya Jumat lalu (4/11).

Kendati demikian, demi terbentuknya pemerintahan koalisi yang representatif di mata UE, Papandreou siap mundur dari kursi PM. Dengan demikian, Yunani akan selamat dari ancaman bangkrut. Karena itu, dia mengimbau seluruh komponen pembentuk pemerintahan bersatu. (ap/afp/bbc/hep/mik/jpnn)

Tak Terbukti Menyihir, TKI Lolos dari Hukuman Mati

JAKARTA-Satgas TKI Humphrey Djemat membawa kabar positif dari Arab Saudi. Dalam keterangan tertulisnya, Humphrey menuturkan persidangan Warnah binti Warta Niing, TKI asal Karawang, Jawa Barat dan Sumartini binti Manaungi Galisung, TKI asal Sumbawa, NTB, harus diulang.

Padahal, santer dikabarkan jika vonis pengadilan sudah menetapkan jika dua TKI tadi harus dihukum mati dengan cara dipancung. Pemicunya, Warnah dan Sumartini dituduh menghilangkan nyawa Ibtisam (19), anak peremuan majikan mereka dengan sihir. “Menurut Undang-Undang Pidana Arab Saudi mereka berdua terancam hukuman mati,” jelas Humphrey. Vonis ini diambil setelah dua TKI tadi mengakui telah menggunakan sihir.

Tapi, akhirnya terungkap fakta baru jika Warnah dan Sumartini berada dalam tekanan ketika mengakui perbuatan sihir mereka. “Adanya pernyataan baru Sumartini dan Warnah, bahwa pengakuan melakukan sihir dilakukan karena adanya paksaan ancaman senjata api dari majikan,” terang Humphrey.

Dugaan sementara, keluarga majikan Warnah dan Sumartini nekat menuduh dua TKI tadi menggunakan sihir untuk menutupi aib keluarga. Saat ini, Ibtisam sudah kembali ke rumah. “Sehingga tidak ada korban jiwa dalam kasus ini,” kata Humphrey. (wan/nw/jpnn)

Bom Bunuh Diri di Afghanistan, 8 Tewas

KABUL – Ledakan bom mewarnai perayaan Idul Adha di Afghanistan kemarin (6/11). Seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan diri di masjid yang terletak di Hassin Tal, sebelah timur Kota Tua Baghlan ketika jamaah bersalam-salaman, usai Salat Id. Akibatnya, delapan orang tewas dalam insiden di kawasan utara Afghanistan tersebut.

Selain menewaskan delapan orang, ledakan juga menyebabkan sedikitnya 18 orang terluka dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Dua dari tujuh korban tewas adalah komandan polisi yang sedang menjalankan tugas pengamanan di lokasi kejadian. “Salah satunya adalah Komandan Abdul yang cukup disegani di wilayah ini,” kata Kamen Khan, kepala polisi setempat.

Menurut Jubir Kepolisian Regional Baghlan Utara, Lal Mohammad Ahmadzai, sebenarnya ada dua pelaku bom bunuh diri. Tapi, seorang yang lain keburu tertangkap sebelum sempat menarik pemicu bom. Saat ini, pelaku sudah diamankan di kantor polisi dan menjalani interogasi. “Mereka memang menarget jamaah yang menunaikan ibadah Salat Id di masjid tersebut,” terangnya.

Sejauh ini, tak ada individu atau kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut. Namun, dugaan mengarah pada Taliban. Padahal, dua hari sebelumnya, Pemimpin Taliban Afghanistan Mullah Omar merilis imbauan kepada seluruh pengikutnya untuk meminimalkan korban sipil dalam segala jenis serangan yang mereka lancarkan.
Secara politis, ledakan bom bunuh diri kemarin kian menjauhkan Presiden Hamid Karzai dari rekonsiliasi. Apalagi, serangan itu terjadi di Baghlan yang relatif pesimistis terhadap rekonsiliasi nasional. Sebagai wilayah yang berdekatan dengan sarang Taliban, warga di sana hampir selalu menjadi korban serangan kelompok militan radikal itu. Mereka tak yakin pemerintah bisa berdamai dengan Taliban. (ap/afp/hep/jpnn)

Bupati Langkat Kurban Sapi 600 Kg

Ribuan Umat di Sejumlah Daerah Salat di Lapangan

LANGKAT – Dalam momentum hari raya Idul Adha 1432 H, sejumlah jamaah di berbagai daerah secara bersamaan menggelar salat sunat Idul Adha di lapangan. Pada perayaan hari raya itu, setiap kepala daerah berharap setiap warga menjadi lebih baik dan mampu untuk berkurban.

Seperti keinginan Bupati Lang kat H Ngogesa Sitepu menyatakan hari raya Idul Adha menjadi momentum untuk menggugah keikhlasan lebih peduli dan berbagi untuk mencapai keridhoan Allah SWT. Selain itu, berperan membangun kebersamaan mewujudkan Langkat lebih baik.

“Kita berharap momentum Idul Adha mampu menggugah keikhlasan untuk peduli dan berbagi guna mencapai keridhoan Allah, juga membangun kebersamaan agar Langkat yang lebih baik,” katanya seusai salat Idul Adha 1432 H di Masjid Silaturrahmi Dusun V Sei Limbat Kecamatan Selesai, Minggu (6/11).

Ngogesa didampingi segenap keluarga serta Wakil Ketua DPRD Kabupaten Langkat Surialam, Camat Selesai M Ikhsan Afriza dan Kabag Humas H Syahrizal, sebelum menyerahkan hewan kurban seekor lembu berbobot 600 kg merasa bersyukur menyusul meningkatnya kesadaran masyarakat memenuhi anjuran agama melaksanakan kurban.
Sebelumnya, Ngogesa baik secara pribadi dan keluarga besar menyerahkan bantuan 25 ekor lembu ke sejumlah Masjid Raya se-Kabupaten Langkat. Dilanjutkan penyerahan bantuan Rp500 ribu per kelompok wirid Yasin se Kecamatan Bahorok yang berjumlah 135 kelompok.

Dalam pelaksanaan Salat Idul Adha di Sei Limbat, Al-Ustadz Khairuddin bertindak selaku imam sekaligus khatib. Di khutbahnya menguraikan, umat Islam diingatkan melaksanakan ibadah kurban sebagai wujud syukur atas nikmat karunia Illahi. Sebab, kurban pada hakekatnya sangat berarti guna mewujudkan semangat solidaritas sosial melalui kemampuan untuk berbagi.

Terpisah, di Labuk Pakam, Deli Serdang. Ribuan umat muslim mengikuti Salat Idul Adha 1432 H yang  digelar di tanah Lapangan Segitiga, Lubuk Pakam. Dalam salat itu, H Ahmad Fadlan S Pd selaku imam dan H M Ali Azmi Nasution MA sebagai khatib.

Salat yang dihadiri Bupati Deli Serdang Amri Tambunan dan Wakil Bupati Zainuddin Mars, Kapolres Deli Serdang AKBP Wawan Munawar SiK, Kepala Kementerian Agama Deli Serdang Drs H Dur Brutu serta Sekdakab Azwar.
H M Ali Azmi Nasution MA menceritakan keteladanan nabi Ibrahim dan keluarganya dalam mewujudkan kehidupan bermartabat. Bahwa banyak hal yang harus diteladani dari Nabi Ibrahim beserta keluarganya, sembari mengambil hikmah dari pelaksanaan ibadah haji yang sedang berlangsung di tanah suci. Setidaknya, ada 4 keteladanan penting yang dituntut bagi kaum Muslim untuk mewujudukan dalam kehidupan berkeluarga, bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.

Usai salat Idul Adha, rombongan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dan warga menghadiri bersilaturahmi di rumah dinas bupati. Dalam peringatan itu, Pemkab Deli Serdang menyembelih sekitar 30 ekor sapi.

Di Kota Tebing Tinggi, ribuan masyarakat berkumpul untuk salat Idul Adha di Lapangan Sri Mersing. Usai salat,  ada sebanyak 470 ekor lembu dan 95 ekor kambing di kurbankan di Kota Tebing Tinggu. Semua hewan yang dikurbankan itu sudah melewati pemeriksaan dari instansi Pemko Tebing Tinggi.

“Kami mendata ada sebanyak 565 ekor hewan yang disembelih untuk dikurbankan, mudah-mudahan dagingnya bisa dinikmati kepada orang yang membutuhkan,” Wali Kota Tebing Tinggi, Ir Umar Zunaidi. (btr/mag-4/mag-3)

Idul Adha, Ribuan Warga Kebanjiran

Hujan 7 Jam, Dua Sungai Meluap

TEBING TINGGI- Saat hendak merayakan hari raya Idul Adha 1432 Hijriah, dua sungai di Kota Tebing tinggi yakni Sungai Bahilam dan Sungai Padang meluap, akibatnya ribuan warga di lima kecamatan di Kota Tebing Tinggi direndam banjir kiriman sedalam 1,5 meter.

Lima kecamatan yang direndam banjir itu, Kecamatan Rambutan, Padang Hulu, Bajenis, Padang Hilir dan Tebing Tinggi Kota. Dua kecamatan yang direndam banjir itu, Kecamatan Tebing Tinggi Kota sekitar 984  Kepala Keluarga (KK) direndam banjir sedalam 50 sampai dengan 150 cm, sedangkan di Kecamatan Padang Hulu sekitar 600 KK direndam banjir sedalam 50 sampai dengan 80 cm. Kedua kecamatan tersebut direndam  banjir akibat luapan Sungai Bahilam.
Sedangkan di Kecamatan Ram butan ada sebanyak 170-an KK di rendam banjir sedalam 20-40 cm. Banjir itu diakibatkan luapan Sungai Padang dan kiriman dari Sungai Bahilam.

Banjir itu terjadi, Sabtu (5/11) sekira pukul 22.00, warga akhirnya mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Di tengah warga hendak menyiapkan perayaan Idul Adha, warga kembali ke rumahnya masing-masing setelah air surut, Minggu (6/11) sekira pukul 04.00.

Wali Kota Tebing Tinggi, Ir Umar Zunaidi mengajak seluruh masyarakat di Kota Tebing Tinggi mendoakan warga agar terlepas dari bencana banjir kiriman yang melanda tiga kecamatan yakni  Kecamatan Tebing Tinggi Kota dan Kecamatan Padang Hulu serta Kecamatan Rambutan.

“Ada ribuan warga kita yang terkena bencana banjir, marilah sama-sama kita mendoakaannya agar cepat terhindar,” ucapnya saat hendak salat Idul Adha di Lapangan Sri Mersing, Minggu (6/11).

Dia mengingatkan kepada war ga yang terendam banjir untuk tetap bersabar dalam menghadapi bencana ini. Pemko Tebing Tinggi terus mencari solusi untuk menghindari banjir yang ada di tiga kecamatan tersebut.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Tebing Tinggi, H Irham Taufik SH MAP didampingi Kadis PU, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Kadis Sosial, Kaban Kesbangpol Linmas, TAGANA, Camat dan Lurah mengatakan diakibatkan hujan deras yang cukup lama, Sungai Bahilang dan Sungai Padang meluap. Apalagi, kedua sungai itu sudah terjadi penyempitan dan pendangkalan.

“Dam yang ada di Kampung Buah, Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, Kecamatan Rambutan tidak efektif lagi untuk mengendalikan air sungai, inilah yang akan dicari solusinya,” sebutnya saat mengunjungi korban banjir di Kelurahan Mandailing, Kecamatan Tebing Tinggi Kota.

Lebih lanjut, dia menyatakan pihaknya sudah mengevakuasi korban banjir dan sudah mendirikan tenda-tenda darurat, bahkan telah memberikan bantuan makanan kepada para korban banjir.

Seorang warga di Kampung Kurnia, Kelurahan Mandailing, Tebing Tinggi Kota, Ena (39) mengaku banjir yang terjadi dikampungnya diakibatkan hujan tidak henti-hentinya satu harian, dan saluran drainase yang tergenang air meluap, tak mampu menampung saluran air dari Sungai Bahilang Kota Tebing Tinggi.

Sementara itu, Rubiah (43) warga Jalan Pulau Samosir, Kelurahan Persiakan, Padang Hulu, Kota Tebing Tinggi pasrah terhadap banjir yang dating, karena resiko tinggal di daerah dataran rendah.  “Ya capek dan lelah, inilah nasib kami yang tinggal di dataran rendah, setiap air Sungai Bahilang dan Sungai Padang meluap rumah rumah kami pasti tergenang air. Kami berharap Pemko Tebing Tinggi tanggap dan segera mengatasi banjir ini,” pintanya. (mag-3/awi/smg)

Elakkan Lobang, Dua Pengendara Tewas Tabrakan

SERGAI-  Menggelakkan lobang, dua pengendara sepeda motor Samsul Bahri Pohan (17) warga Dusun II, Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Tanjung Beringin dan Taufik Hidayat (23) warga Desa Suka Jadi, Kecamatan Tanjung Beringin tewas setelah sepeda motor, yang dikendarai bertabrakan saat melintas di jalan umum Tanjung Beringin Sialang Buah persisnya di Dusun VI, Desa Nagur Kecamatan Tanjung Beringin, Serdang Bedagai.

Seorang saksi mata,  Wandi (19) menuturkan insiden itu terjadi, Sabtu (5/11) sekira pukul 20.30 WIB. Dua pengendara itu bertabrakan ketika Samsul pengendara sepeda motor Yamaha Mio Soul BK 4354 XAH dating dari arah Tanjung Beringin menuju Sialang Buah dengan kecepatan tinggi.

Tiba-tiba ada lobang, Samsul dengan sigap membelokkan ke kanan sepeda motornya untuk mengelakkan lobang. Tak disangka, dari arah berlawanan Taufik pengendara Suzuki Smash BK 2793 XS datang dari arah berlawanan. Akibatnya, kedua pengendara itu langsung bertabrakan. Akibat peristiwa tersebut warga berhamburan menuju lokasi kejadian.

Seperti dituturkan saksi mata, Wandi (19) saksi mata di lokasi kejadian menuturkan Samsul yang mengndarai sepeda motor  Yamaha Mio Soul BK 4354 XAH datang dari arah Tanjung Beringin menuju Silang Buah dengan kecepatan tinggi.
Petugas unit laka Polres Serdang Bedagai tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Petugas membawa keduanya ke RSU Sultan Sulaiman untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun, setiba di Rumah Sakit, ternyata keduanya telah tewas.
Kasubag Humas Polres Sergai AKP ZN Siregar membenarkan insiden tersebut, kini kasusnya telah ditangani Sat Lantas Polres Sergai. (lik/smg)

SPBU Isi Air ke 4 Truk

LABUHAN- Konsumen stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) 14.202.148, Jalan KL Yos Sudarso, Simpang Aloha, Medan Labuhan perlu hati-hati, karena empat truk trailer, Sabtu (5/11) mogok karena yang diisi bukan minyak solar, melainkan air.

Keempat truks trailer yang menjadi korban penipuan itu yakni, truk trailer BK 8834 BK, BK 8172 BU, BK 9902 BB dan BK 8827 BK. Keempat truk itu ketika mengisi solar malah diisi campuran air ke tangki mobil truk trailer tersebut.  Akibatnya, keempat truk tersebut mogok di depan SPBU itu dan menuntut pertanggung jawaban kepada pihak pengelola SPBU.
“Tadi saya isi minyak 67 liter, ternyata baru keluar SPBU truk kami mogok dan diperiksa di ternyata berisi air, sekarang truk  rusak,” ucap seorang sopir, Robin.

Keributan itu akhir tenang ketika pihak kepolisian dari Polsekta Medan Labuhan menyelesaikannya secara musyawarah dengan pemilik SPBU.  (ril/smg)

Tidak Ada Tanda Kontes, Hanya Ada Tumpukan Kardus

Menelusuri Kantor Yayasan N7W di Museum Heidi Weber, Zurich

INFO lewat SMS yang di-forward ke HP itu bertulisan demikian: Hoschgasse 8, Zurich, Museum Heidi Weber. Memang, pesan pendek tersebut sangat singkat. Itu adalah alamat N7W yang sekarang menjadi pergunjingan di tanah air. Saya lantas membuka peta Swiss berukuran besar.

Menurut keterangan peta, Hoschgasse tidak jauh dari Zurich Bahnhof (stasiun utama Zurich). Saya yang kebetulan siang itu berada ke Kota Interlaken langsung meluncur ke stasiun Zurich dengan kereta Intercity  yang hanya butuh waktu sekitar satu jam.

Turun di halte Hoschgasse, saya langsung bertanya alamat Hoschgasse ke seorang calon penumpang trem yang menunggu di halte. Namanya Stockli Hans. “Anda lurus saja, kemudian di traffic light itu, arah ke timur dan barat. Itulah Hoaschgasse,” kata Hans.

Waktu itu sekitar pukul 14.00, suhu 5-10 derajat Celcius. Saya pun menyusuri Jalan Hoschgasse yang memang terputus oleh trafficlight. Bentuk bangunan di sepanjang jalan Hoschgasse mirip bangunan lama. Bahkan, ada bangunannya yang tertulis tahun pembuatannya pada 1890.

Satu dua orang yang saya temui hanya menggeleng sewaktu saya tanya Museum Heidi Weber. Mereka rata-rata tidak tahu. “Museum Heidi Weber yang dibuat markas kampanye New Seven Wonder,” tanya saya kepada seorang pejalan kaki bernama Gurner Arpart. “Ini Swiss. Di Swiss banyak sekali museum dan galeri seni. Karena banyak, saya tidak hapal satu per satu museum. Cari saja alamatnya, jangan cari dan bertanya nama museumnya. Di mana alamatnya?” tanya Arpart.

Benar juga, ketika saya tunjukkan alamatnya di Hoschgasse 8, dia langsung tanggap. “Alamat di sebelah kirinya jalan ini, nomornya genap semua. Yang sebelah sana nomor ganjil. Kalau nomor genap yang kecil, Anda lurus saja ke arah sana,” papar Arpat. Saya pun langsung mengikuti petunjuk pria yang kumisnya sudah memutih itu.
Saya pun menemukan alamat Hoschgasse 8. Alamat ini ternyata hanya sekitar 50 meter dari danau Zurich yang terkenal itu.

Saya melihat banyak sekali mobil parkir berjajar di sepanjang jalan dekat alamat tersebut. Semula saya mengira bahwa itu mobil tamu atau pengunjung di Hoschgasse 8. Ternyata, perkiraan saya salah. Ternyata, itu adalah mobil para pengunjung danau Zurich dan juga mobil pengunjung Museum Bellerive  yang lokasinya persis di seberang jalan depan Hoschgasse 8.

Sebelum masuk ke alamat yang saya tuju, saya sempat bertanya kepada pengunjung danau Zurich yang baru saja memarkirkan mobilnya. “Apakah itu museum Heidi Weber?” tanya aku. “Saya tidak tahu,” jawab dia. “Museum Heidi Weber yang dibuat markas kampanye The New Seven Wonders itu,” tanya saya lagi. “Saya belum pernah mendengarnya. Langsung saja tanya  ke dalam,” jawab dia lagi.

Saya kemudian masuk ke lokasi alamat tersebut, yang ternyata betul Museum Heidi Weber. Dari informasi yang saya peroleh, Heidi Weber ini saudara tua Bernard Weber, pendiri kampanye N7W yang disebut-sebut mantan pilot tersebut. Bernard Weber berinisiatif mendirikan Yayasan N7W setelah pensiun dari profesinya sebagai pilot.
Saya melihat museum yang mirip dengan kantor pemasaran perusahaan properti yang semipermanen ini tutup. Sepi, tidak tampak aktivitas apa pun.  Luasnya bangunan sekitar 150 meter persegi. Bentuk dan model yang didesain teman Heidi Weber, Le Corbusier, ini sangat berbeda dengan beberapa museum dan galeri seni di Swiss yang rata-rata menempati bangunan permanen dan kuno.

Ada pengumuman dengan tinta merah, menjelaskan bahwa museum ini tutup hingga musim panas 2012. Oh, saya baru tahu bahwa museum ini memang tidak buka setiap hari. Bukanya hanya pada musim panas, yakni Juni, Juli, dan  Agustus, mulai pukul 14.00-17.00.

Saya sempat melongok ke dalam dari balik dinding kaca. Tidak ada barang yang istimewa di dalam museum tersebut. Yang terlihat hanya beberapa tumpukan kardus, deretan kursi dan meja yang tidak tertata rapi. Jauh dari kesan bahwa ini museum pada umumnya di Swiss.

Kebetulan, museum rakyat di Zurich lainnya yang sehari sebelumnya saya kunjungi memamerkan baju dan senjata warga Dayak, Kalimantan, yang diperoleh warga Swiss pada tahun 1900-an.

Setelah hampir satu jam mengamati museum, saya akhirnya keluar dari kompleks tersebut. Saya kemudian menggali informasi terkait keberadaan museum Heidi Weber dari seorang petugas Museum Bellerive yang berlokasi tepat di depan museum Heidi Weber bernama Pichard Alain.  “Apakah Anda pernah mendengar kontes keajaiban dunia N7W? N7W memakai alamat museum Heidi Weber,” tanya saya, yang langsung dijawab Pichard, “Apa? Saya baru mendengarnya itu. Kalau kontes dunia, pasti kantor di sini ramai sekali untuk persiapan dan segala prosesnya,” sambung Pichard.

Namun, ketika diberi tahu bahwa kontes N7W hanyalah ajang kontes keajaiban dunia via vote di internet, pria yang bahasa Inggrisnya masih belepotan campur bahasa Jerman itu baru langsung mengangguk. “Kalau memang lewat internet, ya mungkin tidak perlu setiap hari ada di kantor. Tetapi, saya baru mendengar ada New Seven Wonders yang berpusat di Zurich,” jelasnya.

Dubes RI di Swiss Djoko Susilo mengatakan, sejak awal dirinya yakin bahwa N7W adalah ajang bisnis semata. Sebab, yang dia tahu, orang Swiss memang paling jago membuat semacam event organizer (EO) atau kegiatan apa pun yang bisa menghasilkan uang.

Seperti N7W, di Swiss kegiatan semacam itu sah-sah saja dan tidak bisa dikategorikan penipuan.
“Kegiatan seperti N7W itu biasa saja dilakukan di Swiss. Misalnya,  pemerintah mau membayar hingga USD45 juta, mungkin acaranya juga jadi digelar di Indonesia,? kata Djoko.

“Cuma ini menjadi tidak bagus karena melibatkan emosi masyarakat Indonesia yang harus berkirim SMS. Padahal, ini kontes-kontesan yang dilakukan yayasan biasa saja, yang tidak kredibel. Dan, tidak ada hubungannya dengan UNESCO, lembaga resmi PBB di bidang heritage. Ya, mungkin seperti LSM-LSM yang tidak kredibel itulah. Yang kerjanya cuma membuat dan mencari proyek,” sambungnya. (*)