25 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 14566

BEM se-Kota Medan Gelar Dialog Kebangsaan

Dalam memaknai Hari Sumpah Pemuda tahun ini, Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Kota Medan tidak melakukan aksi turun ke jalan. Namun, mereka lebih cerdas dalam memperingati 83 tahun Sumpah Pemuda ini dengan menggelar Dialog Kebangsaan di Hotel Garuda Plaza Medan, Jumat (28/10).

Menurut Irwan selaku ketua panitia kegiatan ini, dialog kebangsaan kali ini mengambil topik kondisi energi nasional, khususnya di Sumut. Mereka mengaku perihatin dengan kondisi Sumut yang kaya akan energi, tetapi masih ketergantungan dengan energi dari negara asing.

“Mahasiswa dan pemuda tidak harus melulu demo, malainkan harus memberikan pencerahan malalui dialog dan forum-forum kajian,” ujar Irwan, sembari menyatakan, Aliasnsi BEM Kota Medan siap berjuang mempertahankan kedaualatan energi di Sumut.

Dialog kebangsaan yang dimoderatori Presiden Mahasiswa UISU Ary Sugana menghadirkan narasumber diantaranya Ugan Ganda Manager Eksternal Comunication Pertamina Pusat sekaligus Presiden Serikat Pekerja Pertamina Pusat. Anggota DPRD Sumut Marahalim Harahap, Kadis Pertambangan dan Energi Pemprov Sumut Untungta Kaban dan Ketua PP Kota Medan Boyke Turangan. Sedangkan Key Not Speaker dalam dialog ini adalah Deputi Direktur Petroleum Prodak Pemasaran dan Niaga Pertamina Pusat Ikbal Hasan Saleh.

Anggota DPRD Sumut Marahalim Harahap menyambut baik langkah mahasiswa menggelar dialog kebangsaan tersebut. “Ini langkah positif mengenang kembali pergerakan pemuda 83 tahun lalu. Idealisme pemuda jangan berkurang dan jangan kendur menghadapi persoalan bangsa,” katanya.
Dalam uraiannya, Marahalim menyayangkan keuntungan kekayaan Sumut yang dikeruk asing. Diantaranya, Batang Toru yang terdapat tambang emas. “7,5 ton setiap tahun emas keluar dari sana. Tapi, mana untuk kita? Hanya lima persen saja untuk Pemerintah Indonesia, sedangkan 95 persen lagi dibawa ke Hongkong,” kata Marahalim.

Sementara Presiden Serikat Pekerja Pertamina Pusat, Ugan Ganda menyebutkan, keterpurukan energi nasional diakibatkan skenario global. “Kami mengajak adik-adik untuk membicarakan energi. Karena kita tidak ingin menjadi penonton di negeri sendiri. Penghianat negara sebagian besar adalah anak bangsa yang tidak ingin kekayaan alam dikelola sendiri. “Saya tantang kalian, jadikan Medan sebagai inspirasi mengembalikan ketahanan energi nasional,” kata Ugan. (mag-5)

Telkomsel Resmikan Pematang Siantar sebagai Broadband City

Meningkatkan Kenyamanan Layanan Data

Telkomsel meresmikan Pematangsiantar sebagai Broadband City Telkomsel yang menjadikan kota ini sebagai bagian dari 40 Broadband City di Indonesia. Hal ini semakin mengukuhkan posisi Telkomsel sebagai pemandu perkembangan industri telekomunikasi selular di Indonesia dalam memasuki babakan baru era layanan mobile broadband.

Peresmian yang digelar di Siantar Hotel, Jumat (28/10), ini dirangkaikan dengan workshop dan seminar tentang dunia IT dan internet menghadirkan narasumber Roni Yunis Dosen STMIK STIE Mikroskill dan seorang ful time blogger Helda Waty Sihombing.

Peresmian broadband city ini merupakan upaya Telkomsel menggelar High Performance Network, khususnya mobile broadband secara menyeluruh melalui peningkatan kapasitas jaringan guna menghadirkan kenyamanan akses layanan data bagi masyarakat di Pematangsiantar.

Pada 2011 ini, Telkomsel memperluas jangkauan full access layanan mobile broadband menjadi 40 kota. Perluasan jaringan broadband di 15 kota tambahan ini didasarkan pada semakin meningkatnya kebutuhan penggunaan layanan data di kota-kota tersebut, antara lain Pematangsiantar, Lhokseumawe, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Jambi, Bengkulu, Karawang, Tasikmalaya, Jember, Kupang, Bontang, Palu, Kendari, Ambon, Jayapura.

Seperti halnya kota-kota lain yang didaulat sebagai broadband city, infrastruktur Pematangsiantar juga sudah dilengkapi dengan wireless broadband berkecepatan tinggi. Berbagai infrastruktur penunjang seperti transmisi, backbone, dan radio access dalam kondisi prima, sehingga memungkinkan masyarakat Pematangsiantar untuk memanfaatkan layanan data di titik-titik di kota ini.

GM Sales and Customer Service Telkomsel Regional Sumbagut, Fillin Yulia mengatakan, seiring dengan trend komunikasi di Pematangsiantar yang telah banyak memanfaatkan layanan data, Telkomsel berupaya menjamin kualitas layanan jaringan yang handal dengan menetapkan Pematangsiantar sebagai broadband city. Telkomsel telah melakukan penambahan  kapasitas jaringan layanan data dari teknologi HSDPA berkecepatan 7,2 Mbps ke HSPA+ yang dapat melaju hingga 21 Mbps.”

Disebutkannya, tingkat pertumbuhan mobile broadband di Sumbagut dari tahun ke tahun terus meningkat. Dan komitmen kuat Telkomsel menyukseskan kehadiran layanan 3G dan mobile broadband di Indonesia sangat jelas terlihat, mulai dari suksesnya uji coba layanan 3G pertama di Indonesia 26 Mei 2005 yang dilanjutkan peluncuran secara komersial pada 14 September 2006, rollout jaringan 3G secara cepat, serta banyaknya ragam konten layanan 3G.

Di wilayah Sumbagut Telkomsel telah memiliki lebih dari 3,697 BTS dan lebih dari 548 Node B, dan secara keseluruhan Telkomsel memiliki infrastruktur pendukung layanan berkualitas, di mana kini lebih dari 44.000 Base Transceiver Station (BTS), termasuk lebih dari 9.000 Node B (BTS 3G) telah beroperasi, sehingga menjadikan Telkomsel sebagai operator yang memiliki jaringan terluas dan kualitas terbaik yang telah menjangkau hampir 100 persen wilayah populasi Indonesia. (*/sih)

Bentuk Kata Ulang

BENTUK ulang ditulis dengan menggunakan tanda hubung di antara unsur-unsurnya.
Misalnya:
anak-anak     mata-mata
berjalan-jalan     menulis-nulis
biri-biri         mondar-mandir
buku-buku     ramah-tamah
hati-hati     sayur-mayur
kuda-kuda     serba-serbi
kupu-kupu     terus-menerus
lauk-pauk     tukar-menukar

Penemu Kertas

CAI Lun merupakan penemu kertas berkebangsaan Tionghoa yang hidup di zaman Dinasti Han, abad pertama dan kedua Masehi. Lahir di Guiyang (sekarang di wilayah provinsi Hunan), ia bernama lengkap Cai Jingzhong dan sering pula dipanggil Jingzhong ia adalah seorang kasim (orang yang kehilangan kesuburannya).

Awalnya Ia membuat kertas dari kulit kayu murbei. Bagian dalamnya direndam di air kemudian dipukul-pukul sehingga seratnya lepas. Bersama dengan kulit, direndam juga bahan rami, kain bekas, dan jala ikan.
Setelah menjadi bubur, bahan ini ditekan hingga tipis dan dijemur. Lalu jadilah kertas. Hanya saja  mutu kertas yang dibuat Cai Lun belum sebagus sekarang ini. (wikipedia)

Tak banyak catatan tentang Cai Lun, selain ada yang menyebutnya orang kasim. Ia adalah seorang pegawai negara pada pengadilan kekaisaran. Pada tahun 105 M ia mempersembahkan contoh kertas pada Kaisar Han Hedi. Catatan tentang penemuan kertas ini terdapat dalam penulisan sejarah resmi Dinasti Han.(wikipedia)

Butuh 3.500 Sarjana untuk Mengajar

Unimed Dapat 250 Kuota

MEDAN-Sebagai upaya penye-diaan guru di daerah tertinggal, Kementrian Pen-didikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)  membuka program Sarjana Mendidik 3T (SM-3T) yakni daerah terdalam, tertinggal dan terluar di Indonesia.
Program tersebut membutuh-kan 3.500 sarjana pendidikan yang akan diterjunkan untuk mengajar di daerah terpencil.

Dalam hal ini Universitas Negeri Medan sebagai lembaga pend-idikan tenaga kependidikan (LPTK) mendapatkan kuota 250 sarjana, dari  17 program pen-didikan untuk mendidik di dua Kabupaten yakni Simeulue dan Aceh Barat.

“Sebenarnya ada delapan kabupaten yang mejadi sasaran program ini, namun untuk quota Unimed akan dikirimkan 150 calon pendidik di Simelue dan 100 orang calon pendidik di Aceh Barat,” ungkap Pembantu Rektor I Unimed, Khairil Ansari di ruang rektorat Unimed, Jumat kemarin.
Untuk sistem pelaksanaannya, bilang Ansari, sebelum di-berangkatkan para calon pendidik nantinya akan men-dapatkan pembekalan selama 12 hari sesuai prodi yang di-milikinya.

Selain itu para peserta juga diberikan penyiapan psikologi dan melatih karakter dan kepra-mukaan. “Harapan peme-rintah ke depannya, setelah melakukan pendidikan di daerah yang telah ditentukan untuk sarjana pendidik selama set-ahun, selanjutnya para pendidik ini juga nantinya akan mendapat-kan pendidikan prof-esi guru selama satu tahun. Yang mana setelah mengikuti pendidikan profesi guru, peme-rintah akan berupaya membuat kebijakan agar para pendidik ini nantinya akan tetap mengabdi di kabupaten tersebut dalam jangka panjang,” paparnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Pelaksana Program Sarjana Mendidik di Daerah 3T (SM-3T) di Sumut, Lisyanto, menam-bahkan, program ini dibuka untuk 17 program studi sejak 24 Oktober sampai 5 November 2011.

Program ini juga dilaksanakan karena banyak sekolah yang ada di beberapa kabupaten terde-pan, tertinggal, dan terbelakang masih kekurangan guru, bahkan tidak ada gurunya..
“Untuk pelaksanaan program-nya, pemerintah menyiapkan beasiswa sebesar Rp2 juta per-bulannya untuk biaya tempat tinggal. Mereka akan ber-koordinasi dengan dinas pendidikan setempat. Setelah setahun mengikuti program ini, maka guru-guru itu akan mengikuti kuliah atau pen-didikan profesi guru selama setahun yang secara langsung akan menjadi Pegawai Negeri Sipil dan mendapat tunjangan dua upah gaji karena dianggap telah mengabdi di sekolah yang terletak di daerah tertinggal,” katanya.

Untuk mengikuti program tersebut lanjutnya, ada beberapa syarat yang harus dilengkapi. Para calon pendidik diantaranya yakni, Sarjana Pendidikan lulusan 2008-2011, serta termasuk dalam 17 prodi yang ditentukan. Menyiapkan foto copy ijazah dan transkrip IP minimal 2,5, Surat Sehat Dokter, foto copy KTP, pas foto warna 4X6 dua lembar, belum menikah dan tidak boleh menikah selama mengikuti program. Selain itu memiliki Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK), tidak terlibat narkoba dan untuk pendaftarannya langsung ke-pada Pembantu Pektor I Unimed. (uma)

50 Ribu Guru Sumut akan Disertifikasi

MEDAN- Direktorat Jenderal Pendidikan Mutu Pendidik Tenaga Kependidikan (PMPTK) Depdiknas akan menambah kuota bagi guru yang belum mengikuti sertifikasi untuk tahun 2012. Berkisar 40 ribu hingga 50 ribu guru akan disertifikasi untuk mengejar target proses sertifikasi yang akan berakhir pada 2014 mendatang.
Hal ini disampaikan kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Sumatera Utara (LPMP) Drs Bambang Winardji, Sabtu (29/10).

Namun Bambang mengaku hingga kini pihaknya belum menerima surat resmi tentang jumlah pasti penambahan kuota sertifikasi guru di Sumut. “Kita belum ada menerima surat resminya tapi berdasarkan dari hasil informasi yang disampaikan pihak Dirjen PMPTK dan pertemuan beberapa waktu lalu, kuota sertifikasi guru secara nasional akan mengalami peningkatan. Untuk kuota Sumut disebut berkisar antara 40-50 ribu,” ungkap Bambang.

Penambahan kuota sertifikasi guru di Sumatera Utara yang mengalami peningkatan signifikan itu, lanjut Bambang karena saat ini masih ada sekitar 150-an ribu lagi guru yang belum disertifikasi dari 207 ribu total jumlah guru di Sumut.

Sedangkan untuk masa pelaksanaannnya hanya tersisa 3 tahun lagi.
Meskipun sertifikasi guru secara nasional berakhir pada 2014, dirinya yakin jika 150 ribu guru yang belum disertifikasi itu akan siap mengikuti sertifikasi.

Masih menurut Bambang, untuk kuota sertifikasi guru di Sumut pada 2011 sebanyak 23.900 orang plus 450 untuk anggaran APBN.
Penambahan itu dilakukan juga untuk mempercepat penyelesain pelaksanaan sertifikasi guru, sebab ada kabupaten yang daya serapnya kurang.

“Sedangkan anggarannya su-dah masuk APBN, makanya dilimpahkan ke provinsi lain yang masih memungkinkan bagi kabupaten yang gurunya masih banyak belum mengikuti sertifikasi. Belum lagi tambahan bagi guru-guru yang belum lulus, masih menumpuk untuk mengi-kuti ulang sertifikasi,” ungkap Bambang diakhir perte-muan.(uma)

Banyak Guru tak Penuhi Standar

MUTU guru pengajar sangat menen-tukan dalam membentuk murid-murid yang berkualitas. Berkaitan dengan itu perlu dilakukan program Kependidikan Nasional Tambahan (KKT) bagi guru-guru di Sumatera Utara (Sumut).

“Program ini sangat perlu bagi guru-guru di Sumut sesuai yang dicanangkan Kementrian Pendidikan Nasional Direk-torat Jenderal Pendidikan Tinggi,” seru Pembantu Rektor I Universitas Negeri Medan (Unimed), Khairil Ansari kepada wartawan kemarin.

Kahiril menganggap masih banyak guru di Sumut sekarang ini tidak memiliki stan-dar atau latarbelakang pendidikan. Umumnya hal ini terjadi pada guru di tingkat SD dan SMP. “Dari data yang ada di, 16,22 persen guru di Sumut mengajar tidak sesuai dengan latar belakang pendi-dikan.

Unimed yang ditunjuk Kementrian Pendidikan Nasional Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi melaksanakan KKT ini akan memberikan pelatihan serta mem-berikan sertifikat kepada guru-guru sela-ma dua semester,” ungkap Khairil.

Khairil juga menyebutkan, Kemen-dikbud akan menampung 4.000 orang yang akan mengikuti program KKT. Dari jumlah itu, katanya, Unimed mendapat quota sebanyak 300 orang.
Selain itu, bagi guru yang ingin bidang studi ajarannya pindah bisa juga meng-ikuti program ini. Kendati begitu, tambah Khairil, tetap mengutamakan guru-guru dengan latarbelakang tidak sesuai dalam mengajar. “Misalnya, ada guru yang selama ini memiliki ijazah bahasa Indonesia namun dia mengajar PPKN cukup lama sehingga dia men-dapatkan kesem-patan untuk mengikuti program KKT untuk mendapatkan sertifikasi agar bisa mengajar sesuai bidang yang diingin-kannya,” paparnya.

Hal ini dilakukan, kata Khairil, meng-ingat ada kewajiban jam mengajar guru yang menjadi 24 jam dalam seminggu. Selain itu, sambungnya, semenjak diber-lakukannya peraturan tahun 2005 bagi guru yang mengajar harus sesuai dengan latar belakang pendidikan, maka program ini dilaksanakan sebagai langkah strategis bagi guru-guru tersebut. “Untuk pendaf-taran peserta bisa men-daftar langsung ke dinas pendidikan kabupaten/kota setempat,” bilangnya (uma)

Telkomsel Resmikan Pematang Siantar sebagai Broadband City

Telkomsel meresmikan Pematang Siantar sebagai Broadband City Telkomsel, yang menjadikan Kota ini sebagai bagian dari 40 Broadband City di Indonesia. Hal ini semakin mengukuhkan posisi Telkomsel sebagai pemandu perkembangan industri telekomunikasi selular di Indonesia dalam memasuki babakan baru era layanan mobile broadband.

Peresmian broadband city ini merupakan upaya Telkomsel dalam menggelar High Performance Network, khususnya mobile broadband secara menyeluruh melalui peningkatan kapasitas jaringan guna menghadirkan kenyamanan akses layanan data bagi masyarakat di Pematang Siantar

Pada tahun 2011 ini Telkomsel memperluas jangkauan full access layanan mobile broadband menjadi 40 kota. Perluasan jaringan broadband di 15 kota tambahan ini didasarkan pada semakin meningkatnya kebutuhan penggunaan layanan data di kota-kota tersebut, antara lain: Pematang Siantar, Lhokseumawe,Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Jambi, Bengkulu, Karawang, Tasikmalaya, Jember, Kupang, Bontang, Palu, Kendari, Ambon, Jayapura. Saat ini Telkomsel terus berupaya meningkatkan kapasitas dan kualitas jaringan broadband di 40 kota tersebut agar pelanggan semakin nyaman dalam memanfaatkan layanan mobile broadband Telkomsel.

GM Sales and Customer Service Telkomsel Regional Sumbagut, Fillin Yulia mengatakan, “Seiring dengan trend komunikasi di Pematang Siantar yang telah banyak memanfaatkan layanan data, Telkomsel berupaya menjamin kualitas layanan jaringan yang handal dengan menetapkan Pematang Siantar sebagai broadband city. Telkomsel telah melakukan penambahan  kapasitas jaringan layanan data dari teknologi HSDPA berkecepatan 7,2 Mbps ke HSPA+ yang dapat melaju hingga 21 Mbps.”

Pembentukan broadband city merupakan bagian dari tanggung jawab bisnis sebagai pemimpin di industri selular Indonesia dan juga sebagai wujud kepedulian Telkomsel untuk selalu siap memandu industri telco dalam menghadapi perkembangan evolusi teknologi seluler terkini.

“Tingkat pertumbuhan mobile broadband di Sumbagut dari tahun ke tahun terus meningkat. Dengan bertambahnya kapasitas jaringan data di sejumlah kota-kota besar di Sumbagut ini membuktikan bahwa Telkomsel mampu menyediakan kapasitas jaringan yang memadai untuk layanan data serta melakukan evolusi dengan melanjutkan roadmap ke teknologi HSPA dan HSPA+” , jelas Fillin.

Komitmen kuat Telkomsel dalam menyukseskan kehadiran layanan 3G dan mobile broadband di Indonesia sangat jelas terlihat, mulai dari suksesnya uji coba layanan 3G pertama di Indonesia 26 Mei 2005 yang dilanjutkan peluncuran secara komersial pada 14 September 2006, rollout jaringan 3G secara cepat, serta banyaknya ragam konten layanan 3G.

Dan tentunya yang utama adalah konsistensi kelanjutan roadmap teknologi 3G, HSDPA, HSPA, HSPA+, serta uji coba Long Term Evolution (LTE) pada pertengahan tahun 2010 lalu, di mana dengan teknologi ini layanan data dapat diakses dengan kecepatan hingga 100 Mbps.

Seperti halnya kota-kota lain yang didaulat sebagai broadband city, infrastruktur Pematang Siantar juga sudah dilengkapi dengan wireless broadband berkecepatan tinggi untuk memudahkan sekitar 12 juta pelanggan Telkomsel yang ada di Regional Sumbagut.

Berbagai infrastruktur penunjang seperti transmisi, backbone, dan radio access dalam kondisi prima, sehingga memungkinkan masyarakat Pematang Siantar untuk memanfaatkan layanan data di titik-titik dikota ini.

Di wilayah Sumbagut Telkomsel telah memiliki lebih dari 3,697  BTS dan lebih dari            548  Node B, dan secara keseluruhan Telkomsel memiliki infrastruktur pendukung layanan berkualitas, di mana kini lebih dari 44.000 Base Transceiver Station (BTS), termasuk lebih dari 9.000 Node B (BTS 3G) telah beroperasi, sehingga menjadikan Telkomsel sebagai operator yang memiliki jaringan terluas dan kualitas terbaik yang telah menjangkau hampir 100 persen wilayah populasi Indonesia.

Rekening Listrik Naik

06176370xxx
Kenapa  rekening listrik terkadang jauh lebih besar dari bulan sebelumnya?

Bayar Sesuai Pemakaian
Sebenarnya besar atau kecilnya rekening listrik yang harus dibayar pelanggan akan tergantung dengan jumlah pemakaian listrik (KWh) pelanggan pada bulan bersangkutan. PLN sendiri mencatat jumlah pemakaian listrik pelanggan langsung dari KWh meter/meteran yang berada di rumah pelanggan. Kontrol pemakaian listrik dengan membiasakan mengamati angka KWh meter setiap hari agar tahu pemakaian listrik Anda.

Raidir Sigalingging, SE
DM Komunikasi PT PLN (Persero) Wilayah Sumut

Bertepatan dengan Momen Sumpah Pemuda

Final North Sumatera Rally Championship 2011

Jumat (28/10) sore kawasan Lapangan Merdeka Medan semarak oleh warna. Sedikitnya 34 mobil berbaris segaris, menghadap gerbang start. Di badan mobil penuh dengan stiker, bernomor, hingga rollbar (rangka besi pengaman mobil) tampil mencolok. Suasana reli benar-benar terasa.
Begitulah keadaan Lapangan Merdeka ketika acara pelepasan final North Sumatera Rally Championship (NSRC) 2011 Senyum ketua pelaksana, Musa Rajeckshah pun mengembang, semacam ada kebahagiaan  tak terkira.

“Ini momen penting, hari ini bertepatan dengan peringatan Sumpah Pemuda. Lalu, pada 2012 nanti kita akan melaksanakan Kejuaraan Nasional untuk persiapan menjadi tuan rumah Asia Pasifik Rally Championship (APRC) di tahun berikutnya. Dengan menjadi tuan rumah APRC dan reli dunia akan mengangkat dunia pariwisata daerah,” ungkapnya, Jumat (28/10).

Musa Rajeckshah yang akrab disapa Ijeck inipun tampak makin bahagia ketika momen pelepasan reli dan Sumpah Pemuda bertepatan dengan hari jadi anaknya, Musa Arjianshah. Apalagi anaknya yang genap berumur 13 tahun itu akan tampil sebagai navigator mendampingi pereli senior Andi Jachmoon di grup GR2. “Lomba akan digelar Sabtu (29/10) di areal perkebunan Lonsum Rambong Sialang berlanjut Minggu (30/10) di Sirkuit Cemara Abadi dan berakhir di Lapangan Merdeka.

Panjang lintasan di serie III ini 134 Kilometer,” urai Ijeck yang juga Ketua Pengprov IMI Sumut itu.
Menurut Ijeck, NSRC 2011 merupakan agenda Pengprov IMI Sumut bidang pembinaan generasi muda. Dua serie sebelumnya digelar di Kabupaten Langkat (Maret) dan di Kota Medan (Juli).

Untuk final ini, Ijeck yang juga seorang pereli kelas nasional akan start di urutan keenam. Podium kehormatan Serie III NSRC 2011 pun jadi incaran. Apalagi mobil Subaru Impreza STi yang menjadi andalan sudah memperlihatkan performa terbaiknya saat ujicoba, Kamis (27/10). “Sebagai tuan rumah saya pasti tampil full. Mobil sudah fit, tinggal lihat di lapangan saja,” ucap Ijeck.

Tak beda dengan Ijeck, pembalap Sumut lainnya pun tak mau kalah. Dalam dua seri terakhir, Dian AP Harahap/Edwin Nasution dari Net Motorsport memimpin dengan total 40 poin. Diikuti Marzuki Desky/Fachri Siddiek dari BlaBlaBla Motorsport dan Taufik Harahap dari MNRT Motorsport. Di grup GR2 Eddy WS/Syariful Adil masih kukuh dengan 36 poin. “Kita akan berusaha maksimal untuk masuk lima besar,” tekad Eddy WS.

Sebuah tekad yang tidak berlebihan. Pasalnya, reli kali ini diikuti beberapa pembalap nasional seperti Subhan Aksa, Sadikin Aksa, dan Akbar Hadianto. “Untuk itu dari kegiatan ini kita berharap dapat menjadi multiplayer efek. Selain menjadi ajang mengasah potensi khususnya dunia otomotif, juga destinasi dunia pariwisata Sumatera Utara,” ucap Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho yang hadir dalam pelepasan.

Selain Gatot, turut hadir pada Open Ceremony, Kapoldasu Irjen Wisjnu Atma Sastra, Pangdam I/BB Mayor Jenderal TNI Lodewijk F Paulus yang wakili Kasdam I/BB, Ketua KONI Sumut Gus Irawan, Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM, Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin, Ketua DPRD Medan Amiruddin, dan Muspida serta Muspika.

egiatan diawali dengan atraksi drumband Cantra Diparadarma dan Barisan Koloni Senapan oleh Yon Zipur I Diradarma. Beberapa formasi yang digelar mendapat apresiasi dari masyarakat yang menyaksikannya. Hiburan lainnya datang dari Dinas Pariwisata Kota Medan yang menampilkan kesenian Melayu: Tarian Persembahan.

“Diharapkan seluruh peserta untuk mensukseskan pelaksanaan dengan menjaga ketertiban selama kegiatan. Hal itu dapat dilakukan dengan menjunjung tinggi semangat sportivitas selama menjalani lomba,” ungkap Wali Kota Medan, Rahudman Harahap. (*)