28 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 14574

Warga Aceh Digelandang ke Rumah Sakit

Bawa 131 Gram Sabu dalam Dubur

MEDAN-Bea Cukai Bandara Polonia Medan berhasil mengagalkan penyelupan narkoba dengan jenis sabu-sabu 131 gram yang disembunyikan dalam dubur, Kamis (27/10) pagi sekitar Pukul 08.30 WIB. Pelaku diketahui bernama Burhanuddin (30).

Terungkapnya kasus ini berawal dari kecurigaan petugas terhadap tersangka, yang tercatat sebagai penumpang pesawat AirAsia bernomor penerbangan AK 450 dari Kuala Lumpur ke Medan, saat melintas di mesin X-Ray.

Barang haram tersebut tersimpan dalam 3 kapsul karet. Dan pemilik paspor bernomor A1110138 hanya bungkam saat diinterogasi. Namun ia tak lagi bisa berkilah, setelah petugas memastikan benda yang tersembunyi di dalam tubuhnya merupakan sabu-sabu.

Petugas menangkap pelaku serta dilakukan ion scan, terdektesi positif methamphetamine di dalam dubur. Pria yang mengenakan baju kemeja berwarna biru ini digelandang ke RSU Santa Elisabeth untuk proses pengeluaran sabu. Dalam pemeriksaan awal petugas hanya bisa mengeluarkan 2 kapsul karet. Sedangkan satu kapsul lagi terpaksa menggunakan bantuan medis.

“Ya, tadi anggota kita di Bandara Polonia Medan berhasil menggagalkan penyeludupan narkoba dengan jenis sabu-sabu yang dibawa Burhanuddin dari Kuala Lumpur Malaysia. Dan, kita langsung melakukan proses pengeluaran barang bukti yang disembunyikan dalam dubur pelaku,” ujar Agung Kuswandono, Direktur Jendral Bea Cukai, Kamis (27/10).
Agung Kuswandono, menambahkan proses penyelundupan narkoba dari luar negeri ke tanah air, terus meningkat dan bervariasi. Tidak hanya melibatkan kurir dalam negeri, juga melibatkan orang-orang asing dari berbagai negara.
“Kalau dulu melibatkan kurir umumnya orang Indonesia, namun sekarang terus mengalami peningkatan dan lebih variasi. Ada orang Asia, Afrika bahkan Eropa yang sebelumnya tidak pernah kita duga,” terangnya.

Selanjutnya, tersangka beserta barang bukti berupa sabu-sabu seberat 131 gram akan diserahkan kepada Direktorat Narkoba Polisi Daerah (Polda) Sumut untuk diproses. Pelaku dijerat dengan UURI NO 35 Tahun 2009 tentang Narkoba dengan Ancaman Kurungan Penjara selama 20 tahun.(mag-7)

KPK Janji Percepat Proses Hukum JR Saragih

MEDAN- Desakan agar Bupati Simalungun JR Saragih untuk segera diperiksa oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terus digaungkan.

Heru Herman, Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Solidaritas Anak Bangsa (SAB) ketika dikonfirmasi melalui seluler oleh Sumut Pos dari Medan, Kamis (27/10) menyatakan, pihaknya dengan berbagai elemen masyarakat lainnya telah mendatangi dalam rangka melakukan aksi damai ke Kantor KPK, untuk menuntut agar KPK serius menangani kasus-kasus dugaan korupsi, yang dilakukan JR Saragih dan bila perlu KPK menahan JR Saragih.

“Tadi kami diterima oleh Pak Guswanto, Direktur Pengaduan Masyarakat (Dumas) KPK. Saat pertemuan itu, Pak Guswanto mengaku dan berjanji, akan mempercepat proses hukum terhadap semua laporan dugaan korupsi, dugaan suap dan termasuk pula dugaan pengalihan dana insentif guru non PNS yang dialihkan ke pembelian mobil dinas anggota dewan Simalungun. Kita akan mengawal terus janji dari pihak KPK itu,” ungkapnya.

Sebelumnya, ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi Berantas Korupsi yang merupakan gabungan dari berbagai elemen antara lain AMPUH, Gerak, dan SAB melakukan aksi di depan kantor KPK dengan menuntut agar KPK segera menangkap dan mengadili Bupati Simalungun JR Saragih dan Ketua DPRD Simalungun Binton Tindaon, atas dugaan beberapa kasus dugaan korupsi.

Antara JR Saragih dan Binton Tindaon, disinyalir telah memberi kerugian negara atas APBD Simalungun 2010 sebesar Rp48 miliar lebih. Diantaranya adanya selisih Dana Alokasi Umum (DAU) sebesar Rp31 miliar lebih, selisih Dana Alokasi Khusus (DAU) sebesar Rp8 miliar lebih, selisih Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak sebesar Rp5,9 miliar lebih, tunjangan profesi guru sebanyak 69 orang sebesar Rp1 miliar lebih, dan dugaan pengalihan insentif guru non PNS sebesar Rp1,2 miliar.

Selain itu, massa juga meminta dan menuntut agar KPK juga menyelesaikan kasus-kasus lainnya, yang telah menyeret nama JR Saragih dan sudah dilaporkan ke KPK, dimana sejauh ini belum ada kejelasan atas kasus-kasus tersebut antara lain, kasus dugaan suap terhadap Ketua Pokja KPU Simalungun Robert Ambarita sebesar Rp50 juta, serta kasus dugaan suap ke salah satu hakim Mahkamah Konstitusi (MK).(ari)

Banjir Tambah Parah, Warga Dievakuasi

BANGKOK – Banjir parah yang melanda Thailand telah membuat ribuan warga terusir dari ibu kota negeri tersebut. Genangan air bah mengakibatkan kemacetan di Bangkok karena warga antre untuk mengungsi.

Terminal bus, stasiun kereta, dan sejumlah jalan utama kemarin (27/10) terus dipenuhi oleh warga yang bergegas meninggalkan ibu kota untuk mencari lokasi lebih aman. Warga di sejumlah distrik di utara Kota Bangkok, yang 90 persen wilayahnya terendam air bah, telah diperintahkan untuk dievakuasi segera.

Hingga kemarin, tercatat 360 orang tewas akibat banjir terburuk dan terparah di Thailand selama beberapa dekade terakhir tersebut. Bencana banjir kali ini merupakan ujian awal bagi pemerintahan Perdana Menteri (PM) Yingluck Shinawatra yang menjabat sejak Agustus lalu. Dia dikritik kurang serius dalam menangani banjir parah kali ini.
“(Banjir) ini adalah krisis. Sebab, jika kita melawan air bah ini, yang merupakan kekuatan alam, kita tidak akan menang,” kilah Yingluck. “Tapi, jika kita membiarkannya untuk mengalir dengan bebas, semua warga harus siap,” tambahnya.

Akhir pekan ini banjir yang menenggelamkan sejumlah wilayah di Thailand diperkirakan akan bertambah parah. Hal itu terkait dengan kemungkinan tingginya curah hujan di sebagian wilayah ibu kota.

Pemerintah Thailand telah menerapkan lima hari libur di Bangkok dan 20 provinsi terdampak banjir mulai kemarin. Ketentuan libur itu akan berlangsung hingga Senin (31/10). Waktu libur tersebut digunakan untuk merelokasi warga.
Gubernur Bangkok Sukhumbhand Paribatra juga telah mengeluarkan peringatan evakuasi untuk warga di Distrik Don Mueang, Bang Phlad, dan Thawi Wattana di utara Bangkok.”Ini pertama kalinya saya menggunakan istilah evakuasi. Juga, pertama kalinya saya meminta Anda untuk mengungsi,” ujarnya.

Terminal bus kota di distrik Mo disesaki calon penumpang. Sebagian di antara mereka menunggu berjam-jam menaiki bus meninggalkan Bangkok. Sebagian penduduk dilaporkan pergi ke resor di pesisir selatan dan timur untuk menghindari banjir.

Penerbangan dari Bandara Internasional Suvarnabhumi telah mulai beroperasi normal. Masalah lain juga mulai mengancam Bangkok. Sejumlah toko di kota berpenduduk sembilan juta tersebut dilaporkan mulai kekurangan stok kebutuhan pokok. (afp/ap/cak/dwi/jpnn)

Salju Turun, Ribuan Orang Frustasi

ANKARA- Ribuan keluarga di Turki kehilangan tempat tinggal akibat gempa bumi yang mengguncang negeri itu. Banyak dari mereka yang belum mendapatkan tenda untuk tempat berlindung. Warga frustrasi karena mereka telah lama mengantre.

Selain salju turun, hujan deras turun, Rabu (26/10) malam waktu setempat dan diikuti dengan turunnya salju pada Kamis pagi waktu setempat. “Semua orang jatuh sakit dan kedinginan. Kami mengantre selama empat hari seperti ini dan masih belum mendapatkan (tenda). Saat tiba giliran kami, mereka bilang mereka kehabisan tenda,” cetus Fetih Zengin yang rumahnya rusak parah akibat gempa.

Dia mengaku tidur di bawah plastik yang direntangkan di beberapa batang kayu. Selanjutnya, 10 anak dalam keluarganya sekarang sakit. “Kami kekurangan alas tidur, anak-anak saya jatuh sakit,” kata pria berumur 38 tahun itu seperti dilansir kantor berita Reuters, Kamis (27/10).

Fetih menambahkan, kini semua orang membutuhkan tenda, salju sudah datang. Hal inilah yang semakin menyulitkan bagi warga di Kota Ercis, kota berpenduduk 100 ribu jiwa yang paling parah terkena gempa.

Pemerintah Turki telah meminta bantuan kepada sejumlah negara untuk menyediakan tenda-tenda dan rumah-rumah mobile untuk para korban gempa. Sementara operasi pencarian korban terus dilakukan meski harapan untuk menemukan korban selamat semakin tipis.

Sejauh ini, korban tewas akibat gempa tercatat sebanyak 523 orang dan jumlah korban luka-luka mencapai 1.650 orang. Jumlah korban tewas masih akan terus bertambah mengingat masih banyak warga yang belum ditemukan. Gempa terjadi, Minggu (23/10) berkekuatan 7,2 Skala Richter dan merupakan gempa terdahsyat di Turki selama lebih dari satu dekade. (net/jpnn)

Semur Diklaim Berasal dari Malaysia

JAKARTA – Setelah rendang diklaim sebagai masakan khas Malasyia, kini giliran masakan semur mulai dilirik negeri Jiran itu. Bukti semur mulai dilirik terekam dalam dua buku yang diterbitkan negara itu.

Demikian disampaikan Anggota Komunitas Kuliner, Arie Parikesit, Kamis (27/10). Dia menyebutkan dua judul buku itu adalah Flavour of Malaysia dan Complete Asian Cookbook. Kedua bukut itu merupakan buku masak yang mencantumkan resep masakan semur.

Dia mengungkapkan kondisi ini perlu mendapat perhatian dari masyarakat Indonesia. Sebab, jangan sampai Semur diklaim asli Malaysia. Hal inilah yang semestinya diantisipasi bukan hanya sekedar rasa emosional saja, tetapi perlu langkah konkrit dari seluruh masyarakat Indonesia.

Arie mengajak, masyarakat Indonesia sebaiknya jangan memunculkan rasa emosional, melainkan harus melahirkan langkah konkrit yang dimaksud yakni menyebarkan informasi tentang semur sebagai identitas nasional.
“Biarkan Malaysia mengenalkan semur sebagai masakannya, tapi yang namanya pecinta kuliner tentu akan mencari tahu asal muasal semur itu,” paparnya.

Tugas masyarakat Indonesia, lanjut dia, menyiapkan informasi utuh tentang semur. Misalnya, bumbu-bumbunya, bagaimana ragam semur di daerah-daerah dan informasi lainnya. Dengan demikian, pecinta kuliner mancanegara akan menyimpulkan bahwa semur merupakan khas masakan Indonesia. (bbs/jpnn)

Tentara Bayaran Afsel Jaga Putra Kadhafi

JOHANNESBURG – Meski berstatus buron dan berada dalam pelarian, putra kedua mantan pemimpin Libya Muammar Kadhafi, Saif al-Islam (39), tetap mendapat perlindungan ketat. Sejumlah tentara bayaran asal Afrika Selatan (Afsel) diduga membantu upaya pelarian Kadhafi, sebelum tewas di Kota Sirte, dilaporkan terus mengawal dan melindungi pria berkepala pelontos tersebut.

Harian Beeld melaporkan kemarin (27/10) bahwa tentara bayaran Afsel itu sengaja disewa perusahaan yang selama ini dekat dengan Kadhafi. Perusahaan tersebut melatih para pengawal dan menangani sejumlah perdagangan yang bergerak di bidang kelautan milik Kadhafi.

Surat kabar berbahasa Afrikan itu menulis para tentara bayaran tersebut membantu memindahkan harta Kadhafi (dalam bentuk seperti emas, berlian, dan mata uang asing) ke Niger atau negara tetangga di selatan Libya. Mereka membantu pelarian Safia Farkash, istri kedua Kadhafi; adik perempuan Saif, Aisha; serta putra Kadhafi yang lainnya, Hannibal dan Mohammed, dari Tripoli.

Beberapa pesawat sengaja menunggu di bandara Johannesburg dan Sharha di Uni Emirat Arab (UEA) untuk menerbangkan tentara bayaran Afsel itu dari Libya. Para centeng asal Afrika Selatan tersebut terdiri dari mantan tentara dan polisi. Beberapa di antara mereka ikut tewas dalam sebuah serangan pasukan pemerintahan sementara Libya (NTC) terhadap konvoi kendaraan di Kota Sirte, yang akhirnya menewaskan Kadhafi pada 20 Oktober lalu.
“Mereka adalah tentara asing musiman dan sepertinya hanya bekerja atas permintaan pihak-pihak  tertentu dengan bayaran dolar Amerika dalam jumlah sangat besar,” tulis Beeld. (afp/rtr/cak/dwi/jpnn).

Bisnis Online Makan Korban

Ratusan Juta Uang Member Dibawa Kabur

MEDAN-Empat warga mengaku jadi korban penipuan bisnis online masing-masing Tina, Nurbakti, Fatma Nur dan Arya melaporkan Amarianto, warga Perumahan Royal Sumatera di Jalan Jamin Ginting Medan ke Polda Sumut, Kamis (27/10).

Keterangan para korban saat ditemui Sumut Pos di gedung Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu Polda Sumut mengatakan, Amarianto merupakan orang yang pertama kali mempromosikan bisnis online bernama Speed Returns.
Mereka menjelaskan awal terjerumusnya mereka di bisnis ini berawal pada bulan Juli lalu. Amarianto menjanjikan keuntungan 8 persen per hari dari modal yang ditanamkan. Amarianto juga menjanjikan bagi para member yang bisa mendapatkan anggota yang mau bergabung menanamkan modal juga diberi komisi 10 persen.

“Dengan iming-iming janji tersebut, ditambah dengan adanya situs Speed Returns di internet. Membuat peminat yang mau menanamkan modal makin banyak hingga ratusan juta,” terang Nurbakti yang mengaku telah menanam modal Rp42 juta.

Namun, katanya, selang waktu berjalan, tanpa ada pemberitahuan ke para member, Amarianto mulai membuat ulah. Keuntungan komisi yang sebelumnya dijanjikan 8 persen hanya boleh  ditarik nasabah 4 persen dan Amarianto pun sudah mulai mengelak setiap para member mau mempertanyakan tentang pencairan uang.

Para member yang juga memiliki beberapa anggota member yang ikut menanam modal bersama korban pun menuduh korban melakukan penipuan. “ Kami bingung soalnya member yang ikut menanamkan modal melalui saya menuduh saya yang macam-macam. Jadi saya membuat laporan ke polisi supaya Amarianto ditangkap,” terang Fat ma yang mengaku menanam modal hingga Rp800 juta.

Yang membuat para member cemas Amarianto tak bisa lagi dihubungi. Para korban mencoba mendatangi rumahnya di Royal Sumatera, namun rumah tersebut sudah kosong.

Menurut mereka, setiap mengumpulkan uang dari para member yang mau menanamkan modal, Amirianto selalu mengajak bertemu di hotel. Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Heru Prakoso mengaku pihaknya akan serius menanggapi laporan dari para korban penipuan bisnis online. (mag-5)

Ricuh, Direktur RS Haji Medan Mundur

MEDAN- Direktur Rumah Sakit Haji Medan MP Siregar akhirnya mundur dari jabatannya, setelah ricuh di lobi RS Haji Medan sejak pagi hingga sore, Kamis (27/10).

Kericuhan itu dipicu adanya pemecatan sepihak yang dilakukan MP Siregar terhadap Kepala Personalia RS Haji Medan Hasby Tanjung. Pemecatan secara sepihak itu, langsung disikapi oleh para staf RS Haji Medan untuk berdemo di depan ruang Direktur RS Haji Medan MP Siregar.

“Saya diberhentikan saat pengajian dan di hadapan para Direksi RS Haji, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya dan tanpa surat. Jadi pemecatan ini secara sepihak,” tegas Hasby Tanjung, ketika dikonfirmasi wartawan di depan ruang Direktur RS Haji Medan.

Khairuddin, staf akuntansi RS Haji Medan sempat menyatakan, MP Siregar merupakan orang yang munafik. Karena Selasa (25/10), MP Siregar telah menyatakan akan mundur, walau hanya 5 sampai 6 orang saja yang memintanya mundur.
Hasby yang didampingi pihak direksi dan Kapolsek Percut Sei Tuan menyatakan, berdasarkan mediasi tersebut, akhirnya Direktur RS Haji Medan bersedia mengundurkan diri dalam kurun waktu satu sampai dua minggu ke depan. Untuk itu, MP Siregar akan segera mempersiapkan semua laporan, baik administrasi dan laporan keuangan ke Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho. Bahkan, MP Siregar akan datang me nemui Plt Gubsu, tanpa diundang oleh Plt Gubsu. Pada kesempatan itu pula, dikatakan Hasby, MP Siregar telah menan datangani surat untuk pengunduran dirinya.

Sementara itu, Polsekta Percut Sei Tuan yang menjaga jalannya aksi meng amankan seorang pria diduga provokator yang menyusup kerumunan karyawan RSU Haji Medan yang saat itu melakukan aksi meminta Direktur Utama RS Haji Medan Dr MP Siregar mundur dari jabatan.(ari/mag-7)

Lulusan Program IT Makin Dibutuhkan

MEDAN – Kepala Dinas Pendidikan Sumut Drs Syaiful Syafri MM mengemukakan pentingnya penguasaan Informatika Teknologi (IT) sebagai kebutuhan mendasar bagi kalangan PNS dalam rangka persiapan teknologi admninistrasi, program dan perangkat keras dalam menunjang kinerja pegawai.

Saat ini, menurut Syaiful, bukan saja Dinas Pendidikan Sumut tetapi instansi pemerintah dan swasta lainnya akan memburu tenaga kerja siap pakai di bidang IT. Untuk itu, ia berharap AMIK Polibisnis Medan harus segera mencetak lulusan berkualitas di bidang IT.

Hal ini dikemukakan Kepala Dinas Pendidikan Sumut saat menyampaikan kuliah umum di kampus Akademi Manajemen  Informatika Komputer (AMIK) Polibisnis Medan di Jalan Jamin Ginting Medan. Hadir dalam kuliah umum ini Ketua Yayasan Karya Jasa/ AMIK Polibisnis Prof Hj Sri Suistyawati SH MSi PhD, Direktur AMIK Polibisnis Hartono Ginting SKom MSi, dosen dan mahasiswa.

AMIK Polibisnis Medan, lanjut Syaiful, harus menangkap kebutuhan ini menjadi peluang sebab pendidikan berbau IT  sangat digandrungi.

‘’Pemprovsu sendiri kini menyadari kepentingan itu, sehingga Plt Gubsu H. Gatot Pujonugroho sudah  mengirimkan 97 unit mobil elektronik ke 33 kabupaten/kota se Sumut sehingga memudahkan akses daerah terpencil sekalipun mendapatkan informasi,’’ katanya.

Bahkan, untuk menulis laporan kegiatan kepada Gubsu sudah memakai email. ‘’Seluruh daerah, termasuk yang terluar Sumut seperti Nias, juga sudah diterapkan Sistem Informasi Teknologi Kepegawaian, ‘’ujar Kadisdik.
Syaiful menegaskan, pihaknya sangat antusias mendorong perkembangan institusi pendidikan berlatar belakang IT seperti  AMIK Polibisnis. ‘’Seluruh pegawai di Disdik Sumut perlu diberikan pembekalan tentang IT dan Disdiksu siap  bekerjasama dengan AMIK Polibisnis,’’ ucapnya.

Ketua Yayasan AMIK Polibisnis Prof Hj Sri Sulistyawati SH MSi PhD yakin program pendidikan IT di AMIK Polibisnis akan semakin diminati masyarakat.

‘’Kalau dulu memimpin universitas yang banyak program studi, kini fokus memimpin akademi yang program studinya memiliki kekhususan. Saya suka dengan tantangan ini,” ujarnya.

Sri menyadari tanpa dukungan berbagai pihak, AMIK yang dipimpinnya tidak akan berarti apa-apa. “Kita bersyukur tadi  Kadisdik sudah membantu fasilitas papan tulis elektronik. Dukungan ini sangat berharga. Selanjutnya, kami akan menjajaki kerjasama lain seperti dengan Dinas Pertanian dan lainnya termasuk untuk perluasan kampus,” ucapnya.
Ia pun mengutarakan dukungan Rektor Universitas Gunadarma yang memfasiitasi sarana dan prasarana di AMIK Polibisnis. Sehingga kedepan, lanjutnya, lulusan AMIK Polibisnis sama kualitasnya dengan lulusan Gunardarma. (*/rel/sih)

DPRDSU Lacak Dugaan Korupsi Disdiksu

MEDAN-Komisi E DPRD me nyatakan siap melacak kasus dugaan pengondisian proyek APBN 2011 di Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdiksu). Setidaknya hal ini diungkapkan anggota Komisi E DPRD Sumut Eichard Eddy M Lingga kepada Sumut Pos.

Eichard Eddy M Lingga menegaskan, dia dan terlebih lagi Komisi E DPRD Sumut, setelah mengetahui hal ini maka tidak akan menunggu waktu lama akan sesegera mungkin untuk membahasnya. Dari pembahasan di Komisi E DPRD Sumut tersebut, akan mendorong anggota Komisi E untuk turun langsung ke lapangan, guna mem buktikan kebenaran atas kasus tersebut. “Yang namanya proyek, harus dilakukan secara transparan atas aturan yang ada. Harus diumumkan, disosialisasikan. Jadi, kalau ini dikondisi-kondisikan jelas ini penyelewengan. Komisi E DPRD Sumut siap, untuk turun ke lapangan,” tegasnya, Kamis (27/10).

Kasus di Disdiksu  tak lain adalah dugaan pengondisian atau ‘kerja sama’ dalam rangka ‘bagi-bagi’ jatah sejumlah proyek Bantuan Sosial (Bansos) yang bersumber dari Ang garan Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2011, senilai Rp25,9 miliar. Sinyalemen yang berkembang, diduga dilakukan oleh salah seorang pejabat Disdiksu yakni, Kepala Bidang (Kabid) Dikdas Disdiksu Henri Siregar.(ari)