26 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 14650

Kini Hidup dengan Satu Ginjal

Fahri, Korban Salah Tembak Oknum Polisi Ngadu ke Propam Poldasu

T Fahri (27), merasa masa depannya sudah hancur dan tak berguna akibat kecorobahan oknum polisi yang bertindak ala koboy. Kini, Fahri hanya berharap dari tegaknya hukum dengan melaporkan personel Sat Sabhara Polresta yang bertindak ala koboy ke Propam Polda.

Rusdi Nasution, Medan

Fahri yang seharusnya bisa meringankan beban orang tuanya, kini tak bisa berbuat apa-apa lagi. Kini Fahri malah tergantung kepada kedua orang tuanya dan dia harus menerima nasibnya hidup dengan satu ginjal.

Kepada wartawan Sumut Pos, TM Abzal Azad (63), ayah Fahri menceritakan, mereka terpaksa membawa Fahri keluar dari rumah sakit dengan usus masih terburai.

“Saya takut biaya makin bertambah dan utang saya semakin banyak di rumah sakit itu. Soalnya yang jadi jaminan kepada pihak rumah sakit adalah surat tanah keluarga saya,” keluh Abzad yang mengaku masih berhutang Rp44 juta di RS Mata Friska.

Sementara Fahri yang ditemui Sumut Pos setelah membuat pengaduan di Propam Polda Sumut, terlihat keletihan. Tangan kirinya memegang perut. Sesekali Fahri  terlihat sulit untuk menarik nafas.

Fahri mengaku, akibat luka tembak yang dialaminya, hidupnya menjadi serba salah. Bila duduk, pinggang merasa sakit. Bila berjalan, nafas terasa sesak dan kepala terasa pusing.

“Nggak tahu harus bagaimana Bang. Semuanya nggak bisa kulakukan. Kalau duduk tidak bisa lama. Pinggang terasa sakit. Kalau jalan tak bisa jauh, terasa capek, nafas sesak. Tidur hanya bisa telentang. Miring Sedikit, sakit,” ujar Fahri sambil memperlihatkan bekas operasi di perutnya dan nampak usus terlihat terburai  dibungkus dengan plastik.

Fahri mengaku sangat menyesalkan dengan penegakan hukum di negara ini. Karena polisi yang dianggap Fahri telah membuat hidupnya menderita. Tidak sedikitpun tersentuh hukum.

Lebih lanjut, Fahri mengatakan, ia dan keluarganya merasa telah dibohongi oleh polisi yang menembak dirinya. “Kami telah dibohongi dengan janji manisnya. Katanya nanti biaya rumah sakit dia yang nanggung. Tapi kenyataannya apa? Terpaksa ayahku minjam surat tanah orang untuk jaminan utang di rumah sakit,” keluh Fahri. Sambil menunjukan surat pengaduannya dengan Nomor STPL/164/X/2011/Propam.

Akibat ulah polisi ala koboy itu, ayah Fahri mengaku, hingga saat ini keluarga sudah menghabiskan uang kurang lebih Rp100 juta. Karenanya, mereka berharap ada dermawan yang mau meringankan beban mereka.

Menurut Fahri petaka ini berawal pada 5 Juni 2011 lalu, sekira pukul 03.30 WIB bersama tiga orang temannya yang pulang dari warkop dengan mengendarai mobil.  di Jalan Putri Hijau, tepatnya di depan Gedung Capital Building, mobil mereka menyenggol pengendara sepeda motor.

Melihat teman-teman pengendara sepeda motor itu ramai dan ngamuk. Rekan Fahri yang membawa mobil tancap gas. Mereka langsung diteriaki rampok. Hingga petugas polisi mengejar mereka dan menembak ban mobil yang ditumpangi Fahri. Mobil pun berhenti. Seketika itu juga, saat Fahri turun dari mobil bersama teman-temannya suara tembakan pun terdengar.

“Aku dengar suara tembakannya, tapi saat itu aku hanya merasakan seperti ada benda yang masuk di pinggangku. Terus aku coba lari dan baru beberapa langkah aku jatuh,” terang Fahri.(*)

PPKD Jamin Ekonomi Lebih Baik

Pemerintah provinsi rencananya akan membentuk Perusahaan Penjamin Kredit Daerah (PPKD). Perusahaan ini nantinya akan menjamin kredit mikro. Sehingga ke depannya, petani dan nelayan akan lebih mudah untuk mendapatkan pinjaman dari bank, karena sudah ada jaminan dari pemerintah. Untuk membangun perusahaan ini dibutuhkan dana sekitar Rp25 M, dan dana tersebut diambil melalui dana APBD (Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah). Walaupun sudah direncanakan, tetapi masih ada kendala dalam pembentukkannya, salah satunya adalah SDM yang belum dimiliki oleh Sumut.

Bagaimana pendapat Dosen Ekonomi Unimed dan Peneliti di SEPPSs (Sumatera Economy and Public Policy Studies) M Ishak terkait rencanan pembentukkan PPKD tersebut? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos, Juli Ramadhani Rambe dengan M Ishak, belum lama ini.

Bagaimana menurut Anda pembentukkan PPKD ini di Sumut?
PPKD ini sudah berhasil di Jawa Timur, hal ini dikarenakan industri perbankan yang lebih teratur, sehingga di daerah tersebut PPKD nya lebih berkembang. Berbeda dengan di Sumut, perbankannya bagus, kita lihat dari NPL yang sedikit lebih rendah, atau dengan kata lain kredit bermasalah yang merisaukan perbankkan masih sedikit. Karena itu, setidaknya kebijakan ini dapat dikaji ulang, karena SDM kita yang bisa dibilang belum sebaik Jatim.

Ada apa dengan SDM di Sumut?
SDM di sumut sangat kurang. Maksudnya untuk personal yang menguasai persoalan ini belum bisa dikatakan ada. Sebenarnya ada, tapi mereka juga sudah terikat pada perbankan, tidak ada yang bebas. Untuk SDM nya yang dibutuhkan adalah orang yang memiliki kapasitas untuk mengetahui dan memantau managemen resiko dan kemampuan mengintimasi kontitui sebuah perusahaan. Nah, SDM yang memiliki kapasitas ini hanya ada di perbankan. Karena itu, kebijakan untuk membuat PPKD ini harus di kaji ulang, perihal SDM nya yang kurang.

Bagaimana kalau kita menciptakan SDM tersebut?
Bisa, tapi dalam hal ini pemerintah dan perbankkan harus saling bekerja sama. Karena begini, nantinya diharapkan untuk PPKD ini, tidak hanya menampung kredit yang bermasalah, tapi harus lebih jauh, misalnya untuk menampung kredit yang lebih besar lagi. Nah, masalahnya pihak perbankan tidak suka dan mau terusik dengan masalah ini. Jadi, kerjasama ini yang paling penting untuk menghadapi persoalan daerah.

Apa dampak pelaksanaan dari PPKD ini?
Sangat besar, tetapi yang pasti pertumbuhan ekonomi daerah akan lebih baik. Mengingat ada dana untuk usaha. Selain itu, akan lebih mudah untuk menarik investor dalam dan luar negeri. Karena pada umumnya, investor akan melihat kinerja perbankan lebih dulu sebelum memutuskan untuk menanamkan modal. Jadi bila perbankan berjalan positif, maka investor akan lebih mudah untuk menanamkan modal.

Apa harapan ke depannya dengan adanya PPKD ini?
Sangat besar, setidaknya PPKD nantinya dapat menjalankan fungsinya dengan baik sebagai penjamin kredit daerah, dengan adanya PPKD ini nantinya dapat mencegah kredit tidak bermasalah. Juga untuk meminimalkan kebijakan perbankan. Karena seperti diketahui, untuk penyaluran kredit dibutuhkan agunan.(*)

Johor Regency Dua Lantai, Rp300 Juta

MEDAN- Perumahan bergaya klasik saat ini menjadi tren. Hal ini terlihat dari berbagai perumahan yang dibangun di sejumlah lokasi di Medan. Paduan gaya klasik, terus bermunculan guna memenuhi keiinginan masyarakat yang ingin mendapatkan rumah.

salah satu perumahan yang mengadopsi gaya klasik yaitu, perumahan Johor Ragency yang terletak di Jalan Sidodadi Gedung Johor.

Bergaya klasik Eropa, perumahan ini menawarkan berbagai type dengan variant harga. “Kita menyediakan perumahan dengan bangunan yang saat ini menjadi pilihan masyarakat, karena itu bangunan klasik menjadi pilihan kita,” ujar Marketing Platinum Group, Harrys.

Phonix dan Colibri, merupakan 2 type perumahan dengan 2 lantai. Untuk type Phonix, dilengkapi 2 kamar tidur di lantai 2, dan 2 kamar mandi di tiap lantai. Rumah juga dilengkapi dengan taman belakang dan taman depan, dan teras juga dibangun di tiap lantai rumah.

Tak beda jauh dengan type Phonix, type Colibri juga memiliki 3 kamar tidur dan 2 kamar mandi. Rumah yang memiliki 2 lantai ini, semua kamar tidur terletak di lantai 2 rumah. Rumah juga dilengkapi dengan teras depan dan belakang, serta bagasi mobil. Untuk type Colibri ini, memiliki 2 jenis rumah dengan perbedaan pada luas tanah.

Sesuai dengan type bangunan perumahan yang mengangkat tema klasik, maka perumahan ini dibiarkan terbuka tanpa pagar, guna menunjukkan ke klasikkannya. Sebagai pengaman, ditempatkan petugas keamanan (satpam) yang menjaga setiap waktu pintu masuk kompleks. “Kalau tanpa pagar akan lebih terlihat kebersamaannya, kan tema perumahannya klasik,” tambah Haryys.

Untuk setiap pembelian rumah, akan mendapatkan gratis biaya, mulai dari biaya bank dan biaya legalitas notaris. Untuk harga rumah dimulai dari Rp280 juta hingga Rp350 juta.(mag-9)

Penyertaan Modal Dipertanyakan

MEDAN- Penyertaan modal Pemko Medan kepada pihak ketiga, dinilai tak banyak memberi manfaat. Karenanya, Pemko Medan diminta menjelaskan feedback yang diperoleh dari penyertaan modal kepada pihak ketiga tersebut.
“Pemko Medan harus bisa memperjelas apa saja feedback yang diterima pemko dari penyertaan modal ke pihak ketiga. Jika tidak ada manfaatnya, lebih baik tidak usah,” kata anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Medan, Jumadi usai rapat paripurna dengan agenda Nota Pengantar Wali Kota Medan terhadap Ranperda tentang penyertaan modal Pemko Medan kepada pihak ketiga, di DPRD Medan, Senin (17/10).

Dikatakannya, penyertaan modal yang diajukan Pemko Medan sering kali tidak ada manfaatnya, karena dana tersebut tidak bisa juga dipakai saat dibutuhkan. “Misalnya saja saat ada dana mendesak dibutuhkan pemko, seringkali dana yang sudah disertakan ke pihak ketiga itu tidak bisa dipakai oleh pemko,” ujarnya.

Menurut Jumadi, penyertaan modal ini ibarat menabung. Jadi, seharusnya saat dibutuhkan bisa saja diambil kembali. Tapi, kalau ternyata tidak, lebih baik pemko tidak ikut serta dalam hal penyertaan modal. “Untuk kebutuhan dasar saja, pemko masih kekurangan dana. Jadi, tidak perlu dulu ikut menyertakan modal kecuali sudah diperjelas apa saja yang bisa diberikan pihak ketiga ke pemko dengan penyertaan modal itu,” tegas Jumadi lagi.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin mengatakan, pihaknya berharap pemko dan DPRD Medan bisa melakukan pembahasan bersama ranperda ini sesuai draf yang telah disampaikan sebelumnya untuk meningkatkan kemampuan keuangan daerah oleh Pemda.

“Salah satu upaya meningkatkan sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah melalui pemanfaatan potensi kekayaan daerah untuk diinvestasikan kepada pihak ketiga melalui penyertaan modal,” katanya. Menurutnya, ranperda ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan daerah melalui penggalian sumber-sumber penerimaan daerah yang saling menguntungkan dan menjadi stimulan bagi perekonomian daerah.

“Perda ini juga diharapkan menjadi daya tarik bagi tumbuh kembangnya kerjasama investasi antara pemko dengan pihak ketiga,” ucapnya.

Selainj itu, kata Eldin, ranperda ini diharapkan bisa meningkatkan fiskal pemko untuk pembiayaan pembangunan yang mendasar yaitu kualitas infrastruktur, pendidikan, kesehatan, penanggulangan kemiskinan dan pelayanan umum lainnya serta mendorong percepatan dan perluasan pembangunan kota.(adl)

Pasar Tradisional Harus Bersih

Target Raih Adipura 2012

Kebersihan pasar-pasar tradisional di Medan masih jauh dari harapan. Hal itu terbukti dari menumpuknya sampah di Pasar Petisah Medan. Bila kondisinya tidak segera diantisipasi, maka keinginan Medan untuk meraih penghargaan adipura jauh panggang dari api.

Demikian hasil inspeksi mendadak (Sidak) Wali Kota Medan, Rahudman Harahap di Pasar Petisah, Senin (17/10). Dengan kondisi itu, Rahudman meminta seluruh jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk ikut terlibat sehingga tahun ini Pemko Medan dapat meraih adipura.

“Tahun ini Kota Medan harus dapatkan adipura, makanya sebelum saya bentuk tim kecil saya lihat dulu di lapangan. Ternyata masih banyak sampah dan batu-batu kecil dibiarkan di jalan, itu tentu menurunkan nilai. Pasar Tradisional harus bersih, bobot nilai pasar itu 9, pasar inilah kuncinya jika mau mendapatkan adipura, makanya kalau pasar tidak bersih maka tidak bisa kita mendapatkan adipura,” katanya di sela-sela sidak ke Pasar Petisah Medan.

Rahudman berpendapat dengan melakukan sidak ini, pihaknya dapat mempersiapkan segala sesuatunya, sehingga adipura tahun ini bisa menjadi milik masyarakat.

“Kita mau mendapatkan adipura yang bisa dimiliki masyarakat, sehingga jangan penghargaan adipura yang pura-pura, makanya semuanya harus dipersiapkan,” sebutnya.

Saat disinggung apakah Pemko Medan akan mengeluarkan anggaran khusus untuk meraih penghargaan adipura ini, Rahudman mengatakan semua SKPD sudah memiliki anggarannya masing-masing.
“Jadi tidak usah ditunggu-tunggu, soal penataan taman di Pasar Petisah ini, Camat sudah bisa melakukannya, kalau tidak ada cat bisa diminta sama toko cat. Kalau cuma lima kaleng untuk keindahan tidak mungkin mereka tidak memberikan. Asal jangan minta yang lain-lain, yang penting kita berbuat dulu, kita tunjukkan komitmen dulu, makanya ikut berperan,” tegasnya.

Dijelaskannya, untuk menata pasar Petisah Medan, Dinas Pertamanan harus menata pohon-pohon yang ada di sekitar Pasar Petisah Medan. Dinas Bina Marga diminta segera mengaspal jalan lintas ke Pasar Petisah yang kondisinya sudah banyak berlobang.

“Kita minta besok jalan yang berlobang ini sudah mulus. Ini sangat membahayakan bagi pengendara. Kita lihat saja, kepala seksi perparkiran yang hingga sekarang masih koma, tidak sadarkan diri hanya karena terjatuh dari sepedamotor di jalan berlobang di Jalan Gajah Mada,” ujarnya.

Selain itu, Rahudman juga menemukan tumpukan sampah yang belum diangkut petugas kebersihan. Padahal, sampah tersebut sebelum pukul 10.00 WIB sudah harus diangkut. Tumpukan sampah itu ditemukan di Tempat Penampungan Sampah Sementara (TPS) di Pasar Petisah di Jalan Rotan. Selain tumpukan sampah, sejumlah gerobak sampah juga teronggok di tepi jalan tidak beraturan sehingga mengganggu lalu lintas.

“Saya minta kepada Kepala Dinas Kebersihan untuk segera mengangkut sampah di TPS ini, proses kontainer ke TPS harus segera berjalan, dan menata letak sejumlah gerobak agar tidak mengganggu lalu lintas,” sebutnya.

Menurutnya, peninjauaan ini dilakukan sebagai upaya untuk menumbuhkan kepedulian semua instansi terkait, sehubungan dengan penilaian adipura tahun ini. Oleh karena itu, Rahudman mengharapkan agar semua SKPD dapat mengerti dan memahami lebih luas apa saja yang harus dipersiapkan untuk meraih adipura. (adl)

Kebakaran dan Teror SMS

Perceraian dua tahun lalu, masih menyisakan luka di hati S (25) alias Kancil. Karenanya, untuk mengobati luka hatinya itu, dia diduga nekat membakar rumah mantan mertuanya, Minggu (16/10) dini hari pukul 04.00 WIB.

Pagi dini hari itu, Sudiarno (63), warga Jalan Bunga Cempaka Nomor 44, Pasar III, Padangbulan, Medan Selayang, dikagetkan dengan kobaran api di teras rumahnya. Penasaran, ia pun langsung melihat dari jendela kamarnya. Melihat api membakar sofa din teras rumahnya, pria berkaca mata itu pun langsung minta tolong  ke warga sekitar.

Melihat api mulai merembet ke pintu rumahnya, bersama warga dia berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya. Untung api masih dapat dipadamkan. “Waktu itu saya habis nonton bola, waktu liat ke jendela, kok macam kobaran api, eh nggak tahunya sofa di depan rumah sudah terbakar. Untung saja ada warga sekitar yang menolong, kalau nggak habis juga,” katanya.

Setelah api dipadamkan, sekira pukul 05.28 WIB, anak keempat Sudiarno, Arningsih  (20) yang merupakan mantan istri Kancil, menerima SMS dari mantan suaminya itu. Isi SMS itu, “Itulah balasan dari sakit hatiku”. Awalnya, Arningsih tak menganggap SMS dari mantan suaminya itu.

Namun sekira pukul 05.37 WIB, SMS kembali masuk ke ponsel perempuan berkacamata ini. “Hoii mimpi apa tadi malam, enak kan?”. Selanjutnya, mantan suaminya itu pun terus mengirim SMS kepada Arningsih sampai sepuluh SMS dan semuanya menjurus pada kebakaran itu.

“Pertama dia SMS maki-maki saya, abis itu smsnya mengarah pada kebakaran itu. Berarti kuat dugaan dia yang mau bakar rumah kami,” ujar Arningsih kepada polisi.

Curiga terhadap mantan suaminya, dia pun memberitahukan pada ayahnya. Merasa tak senang, Sudiarno pun langsung membuat pengaduan ke Mapolsekta Medan Sunggal dengan membawa barang bukti berupa sofa yang sudah terbakar, guna untuk melaporkan, peristiwa yang dialaminya.(mag-7)

Hajar Lagi

Real Madrid vs Lyon

MADRID-Real Madrid dan Olympique Lyon kembali berjodoh di Liga Champions. Keduanya dipertemukan musim ini di fase grup atau bentrok di musim kelima dalam tujuh musim terakhir.

Pertemuan terakhir terjadi di Santiago Bernabeu (16/3) yang dimenangi Real dengan skor 3-0. Hasil itu mengantarkan Los Merengues (sebutan Real) lolos ke perempat final dengan agregat 4-1. Itulah sebabnya, Real difavoritkan kembali menghajar Lyon dini hari nanti.

“Setelah kemenangan musim lalu, kami yakin akan mengalahkan mereka (Lyon) lagi,” kata Casillas, kiper  Real.
Casillas begitu optimistis karena Real memang didukung modal bagus. Di dua laga fase grup sebelumnya, Real tidak menyapu bersih kemenangan, masing-masing atas Dinamo Zagreb dan Ajax Amsterdam. Gawang Casillas juga masih belum kebobolan.

Tidak hanya itu. Real juga memenangi semua home domestik musim ini dengan torehan 14 gol hanya dalam tiga laga. Gonzalo Higuain adalah sorotan untuk produktivitas gol Real saat ini. Striker Argentina itu tengah on fire setelah mengemas dua kali hat-trick dalam dua laga terakhir Real. Dari delapan gol yang dikoleksinya musim ini, lima di antaranya ditorehkan di Bernabeu.

“Saya ingin meneruskan tren positif itu melawan Lyon,” kata Higuain.

Sepak terjang Higuain membuat Karim Benzema belum tentu tampil starter malam nanti. Benzema memang paham bagaimana membongkar pertahanan Lyon karena dia mengawali karir di sana.

Terlepas siapapun yang akan dimainkan, entraineur Lyon Remi Garde menganggap semua pemain Real berbahaya. “Benzema, Higuain, (Cristiano) Ronaldo, Kaka, atau siapa saja yang mereka turunkan. Anda tidak bisa hanya menjaga salah satu dari mereka,” ungkap Garde kepada L’Equipe.

Bicara performa di Liga Champions, Lyon tidak njomplang dari Real. Les Gones (sebutan Lyon) belum terkalahkan dengan sekali menang dan sekali seri dan membayangi Real di puncak klasemen grup D. Di atas kertas, Lyon difavoritkan mendampingi Real lolos ke babak 16 besar.
(dns/jpnn)

Mou Dapat Dukungan dari Anak

LAGA melawan Olympique Lyon merupakan laga ketiga Real Madrid di Liga Champions musim ini. Namun, tidak bagi Jose Mourinho. Entrenador Real itu  baru bisa mendampingi Real saat menghadapi Lyon setelah selesai menjalani skors dari UEFA.

Mourinho menuai sanksi itu karena mengritik wasit yang terlalu memberikan keuntungan kepada Barcelona dalam leg pertama semifinal musim lalu. Dia semula diskors lima laga, tapi dikurangi menjadi tiga laga setelah banding. “Itu cerita lama. Sekarang Liga Champions 2011-2012,” kata Mourinho.

Mourinho enggan mengungkit apa yang terjadi musim lalu dan memilih fokus membicarakan laga lawan Lyon. “Ini serasa menjalani debut. Tapi, Lyon memang bukan lawan asing karena saya sudah berhadapan dengan mereka semasa masih di Porto. Sekalipun pemainnya berubah, kekuatan mereka masih sama,” jelasnya.

Saat menghadapi Lyon, Mourinho juga mendapat dukungan spesial dari Jose Mario atau kerap disapa Jose Jr. Dia adalah anak Mourinho. Jose tidak akan datang sendirian, melainkan bersama rekan setimnya di Canillas, sebuah tim satelit milik Real.

Jose menjanjikan kepada rekan setimnya itu untuk menonton laga Real versus Lyon apabila Canillas menang atas rival utama mereka Pozuelo. Dan, Canillas menang 4-2 dalam laga yang berlangsung akhir pekan lalu. Itu adalah kemenangan pertama Canillas atas Pozuelo setelah dua tahun.

“Jose Jr mengeluarkan 12 juta euro (sekitar Rp147 juta) untuk membelikan tiket VIP pertandingan Real versus Lyon kepada teman-temanya di Canillas. Tapi,  uang itu dari saku ayahnya,” kata Eladio Parames, juru bicara keluarga Mourinho. (dns/jpnn)

Saksi Berbelit-belit, Hakim Berang

Sidang Dugaan Korupsi Master Plan Kota Medan 2016

MEDAN- Sidang lanjutan perkara dugaan korupsi dana master plan Kota Medan 2016 kembali digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, Senin (17/10). Sidang lanjutan dengan agenda menghadirkan saksi-saksi ini langsung dipimpin ketua majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan, Johny Sitohang SH.

Dalam sidangan lanjutan ini, majelis hakim Johny Sitohang SH, sempat berang kepada saksi yang dihadirkan, Edi Dharma Tarigan selaku ketua panitia pengadaan barang dan jasa atas proyek tersebut. Pasalnya, Edi Dharma Tarigan berbelit-belit dalam memberikan keterangan.

“Saudara, dalam memberikan keterangan jangan berbelit-belit, ini membuat suasana persidangan jadi melantur. Apa yang ditanyakan hakim, itu yang saudara jawab,” tegas Johny Sitohang.

Johny juga mengancam saksi akan dikenakan pasal memberikan keterangan palsu, karena keterangannya cukup menyulitkan persidangan.

“Saudara bisa diancam pidana 7 tahun penjara, karena memberikan keterangan palsu. Jadi, saudara harus proaktif dalam menyampaikan keterangan di depan persidangan,” kata Johny.

Setelah memberikan keterangan atas terdakwa mantan kepala Bappeda Kota Medan Ir Hermes Jhoni, sidang kembali dilanjutkan. Dalam memberikan keterangan, Edi Dharma Tarigan terkesan menutupi sesuatu dalam proyek tersebut.
Hal ini terlihat dari pengakuannya yang mengatakan, tidak mengetahui atas proyek tersebut dan menjawab sudah lupa dan tidak ingat.

Edi beralasan, dia hanya tiga kali mengikuti proyek tersebut. Selain itu, menurutnya, semua keterangannya di dalam BAP merupakan informasi yang diperolehnya dari anggota panitia yang melapor kepadanya.
Setelah mendengarkan keterangan, akhirnya hakim menutup persidangan, dan dilanjutkan minggu depan dengan agenda yang sama.(rud)

Syarat Menerbitkan STNK Baru

085372068xxx

Bapak Kadis Pendasu kami mau tanya apakah untuk menerbitkan STNK baru karena STNK lama hilang wajib melunasi tunggakan pajak kenderaan bermotor {PKB} terlebih dahulu? Mohon berikan jawaban berdasarkan aturan perundang-undangan yang diatur. Trima kasih atas jawabannya.

Lunasi Tunggakan

Terimakasih atas pertanyaannya. Untuk menerbitkan STNK baru yang disebabkan kehilangan harus melengkapi syarat berikut: Foto copy BPKB (aslinya dibawa), Foto copy KTP (aslinya dibawa), Pasang iklan di media cetak, radio, dan TV, Surat kehilangan dari polsek, Lampiran hasil cek fisik nomor mesin dan rangka dari polsek (jangan lupa dilegalisir di samsat kota/kabupaten), dan BAP (Berita Acara Pemeriksaan).
Bila terdapat tunggakan hendaknya melunasi terlebih dahulu.

H Sjafaruddin SH MM
Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Sumut