28 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 14649

PSMS Tolak Pelatih Asing

MEDAN-Pelatih asing yang disarankan pihak konsorsium untuk mengarsiteki PSMS ditolak mentah-mentah oleh pengurus. Pasalnya, kehadiran pelatih asing dinilai takkan mampu membangkitkan semangat kedaerahan tim  Ayam Kinantan.

Pelaksana Teknis PSMS Idris menuturkan, PSMS menolak nama pelatih asing yang ditawarkan konsorsium seperti Roberto Bianchi. “PSMS tegas menolak nama pelatih yang disodorkan konsorsium. Tidak perlu pelatih asing, PSMS butuh pelatih lokal,” ungkapnya, Senin (17/10).

Tidak hanya itu menolak pelatih, pengurus PSMS juga menampik  lima pemain dibawa sang pelatih, karena dianggap akan merusak tatanan tim yang sudah dibentuk oleh tim pemandu bakat PSMS Suharto dan Roekinoy.

Karenanya, musim ini  PSMS dipastikan kembali menggunakan Suharto sebagai pelatih kepala. Soal sertifikat kepelatihan level B milik Suharto yang tidak sesuai peraturan PSSI, Idris menyatakan, pihaknya akan mencari sosok arsitek untuk melengkapi persyaratan tersebut. “Yang menangani tim nanti Suharto. Soal legalitas pelatih, kami sedang mencari sosok pelatih yang lisensinya A sebagai memnuhi syarat formalitas saja,” terangnya.

Dengan begitu, peran pelatih kepala di PSMS nantinya hanya akan menjadi boneka, sementara Suharto yang di atas kertas berposisi sebagai asisten pelatih justru bertindak sebagai pelatih kepala.

Tidak hanya menolak pelatih, PSMS juga menolak nama Chief Executive Officer (CEO) PSMS yang dirujuk konsorsium yakni Pio Paulus Sembiring.

Idris menyatakan, CEO harus diisi oleh pengurus PSMS, bukan orang luar. Meski Pio merupakan seorang pentolan klub suporter PSMS, PSMS Fans Club (PFC).

“CEO juga harus orang PSMS, bukan orang luar. Kami rasa, untuk sekarang ini PSMS belum butuyh sosok CEO. Yang dibutuhkan PSMS hanya  sosok manajer  tim,” katanya lagi.

Soal siapa manajer PSMS? Idris belum bisa memastikan. Ia menyatakan, Wali Kota Medan yang juga Ketua Umum PSMS yang nantinya akan memutuskan. “Belum tahu siapa, yang pasti Pak Wali Kota  yang memutuskan,” ujarnya.

Sementara Pio yang dikonfirmasi membenarkan penunjukannya sebagai CEO PSMS oleh konsorsium. “Memang benar dari pihak konsorsium menawarkan aku untuk jadi CEO. Kenapa aku tertarik dengan tawaran itu? Karena pembentukan tim mengarah ke professional. Di sana pelatih merangkap manajer, sedangkan CEO konsentrasi pada masalah pendanaan yang sudah tentu tidak mudah untuk dilakukan,” jelasnya.

Ia juga tengah membujuk beberapa nama mantan pemain PSMS untuk bergabung. “Sebenarnya bukan melobi, karena semua masih belum jelas, aku hanya tanya anak-anak Medan yang sudah punya nama. Sekarang main di mana, dan berapa nilai kontraknya, cuma sejauh itu. Karena kalau sampai melobi nanti malah bisa salah kaprah,” tutur Pio.
Pio sendiri tak mau menimbang sebesar apa peluangnya menjadi CEO. “Kalau peluang, aku enggak memikirkan itu, karena siapa pun yang menjadi CEO PSMS nantinya harus mampu membawa PSMS ke arah yang lebih baik,” tambah Pio.

“Harapanku siapa pun itu, yang penting yang terbaik untuk PSMS, karena saat ini nama PSMS sudah semakin tak diperhitungkan lagi. Slogan suporter yang menyatakan berani mengorbankan nyawa demi PSMS, hendaknya tertanam di jiwa pengurus ke depan,” pungkasnya. (saz)

Gumarang Kalahkan PS Bank Sumut

Turnamen Piala Wali Kota Medan

MEDAN-Turnamen Piala Wali Kota Medan diharapkan bisa menghasilkan talenta-talenta yang bisa dipakai untuk memperkuat tim sepak bola kebanggaan masyarakat Medan, yakni PSMS.

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Medan Rahudman Harahap, saat memberi kata sambutan pada pembukaan Turnamen Piala Wali Kota Medan, di Stadion Kebun Bunga, Senin (17/10).

Ia juga menyatakan, dengan digelarnya kompetisi ini diharapkan untuk kemudian para peserta kompetisi bisa dibina. “Dengan begitu, nantinya kita tak perlu mencari-cari lagi pemain untuk direkrut PSMS. Tinggal memberdayakan yang ini saja,” ungkap Rahudman.

Sementara itu, Ketua Panitia Yongky Haurissa didampingi Wakil Syafril menerangkan bahwa turnamen ini diikuti 34 klub dari 40 klub anggota PSMS. “Kompetisi ini digelar untuk menghidupkan kembali turnamen PSMS yang sudah selama 16 tahun tak di gelar. Kompetisi ini juga diprakarsai langsung oleh Pak Wali Kota,” jelasnya.

Pembukaan even ini ditandai tendangan perdana oleh Pangdam I BB, yang dilanjutkan dengan pertandingan antara Gumarang versus Bank Sumut, yang dimenangkan Gumarang dengan skor 2-1.  (saz)

Seleksi Pemain PSDS Jr Makan Korban

LUBUK PAKAM-Ketatnya persaingan pada seleksi tahap ke-2 pembentukan tim PSDS Junior menelan korban. Itu setelah, kemarin (17/10) di Stadion Baharuddin Siregar, salah seorang peserta seleksi mengalami patah tangan, serta seorang pemain lainnya mengalami cedera lutut.

Adanya pemain cedera bisa terjadi karena sepanjang gelaran seleksi tahap kedua ini, seluruh pemain berusaha menampilkan kemampuan terbaiknya.

Imbasnya, seorang peserta seleksi Dian Maulana mengalami cedera retak tulang tangga kiri akibat terjatuh.
Peristiwa naas juga menimpa Budi Riksi Nanda Prawiro. Pemain ini mengalami cedera lultut. Namun, Nanda tidak melaporkan cederanya itu kepada panitia. “Nanti diurut dirumah saja bang,” bilang Nanda.

Terkait cedera yang dialami para pemain, Sekretaris Panitia Seleksi pembentukan Tim PSDS Jr, Syahrial mengatakan bahwa para pemain yang cedera mendapat bantuan pengobatan dari panitia.

“Ini kan masih seleksi, jadi belum sepenuhnya tanggungjawab panitian. Tapi, jika nanti sudah berada dalam tim, maka sepenuhnya mereka menjadi tanggung jawab kami,” bilang Syhrial.

Untuk meminimalisir  cedera, Syahrial berharap agar seluruh peserta menjunjung tinggi sportifitas. “Kami berharap agar pemain tidak berniat mencederai kawnnya,” pinta Syahrial.   (btr)

Medan Helvetia Domionasi Ring Tinju

MEDAN- Kecamatan Medan Helvetia berhasil memenuhi ambisinya untuk merebut gelar juara umum tinju Porkot Medan III/ 2011 dalam kejuaraan yang berlangsung di Pusat Latihan Tinju Pertina Jl Jaya Medan, Minggu-Senin (16-17/10).
Medan Helvetia yang ditangani pelatih berpengalaman Amir Hasan Siregar menyabet gelar bergengsi tersebut dengan perolehan 3 medali emas, 1 perak dan 2 perunggu.

Pada hari pertama cabor tinju Minggu (16/10), Medan Helvetia sudah memastikan 1 medali emas melalui pertarungan di kelas (91kg) putra. Sudrajat yang menjadi andalan di kelas berat ini mengatasi perlawanan petinju Medan Selayang, Andre dengan kemenangan angka.

Tambahan dua medali emas untuk kecamatan Medan Helvetia dipersembahkan Deru M Siregar dalam pertarungan final di kelas 52kg putra. Deru yang tampil dominan membuat pertarungan hanya berlangsung satu ronde karena lawannya terpaksa Fadli B Ginting dinyatakan kalah outclass wasit Binner Dabuke. (jun)

Medan Amplas Dominasi Senam Ritmik

MEDAN-Kontingen Medan Amplas berhasil mendominasi senam ritmik Pekan Olahraga Kota (Porkot) III dengan meraih empat medali emas, dan dua perak pada perlombaan yang dilangsungkan di GOR Prof Jepta Hutabarat, Senin (17/10).

Medali emas Medan Amplas dipersembahkan Thasya Selivya yang turun di nomor gada ritmik dengan nilai 7,50. Sedangkan Yolanda dari Medan Johor meraih medali perak dengan nilai 4.00, dan perunggu direbut Reneta (Medan Tembung) dengan nilai 3, 10.

Medali emas lainnya didulang Tata Miranda  di nomor simpai ritmik putri dengan nilai 4.00, disusul Dinda Permata dengan nilai 3,05, dan Rosalinda dengan nilai 2,83. Mutiara Octavia melengkapi keberhasilan Medan Amplas dengan meraih medali emas pada nomor bola ritmik putri. Sedangkan Stevani Olivia Siregar (Medan Denai) meraih perak, dan Soraya A Syam (Medan Johor) meraih perunggu.

Pesenam lainnya yang berhasil meraih medali emas yakni regu ritmik putri Medan Tembung (Reneta Heavenly, Regina Gita Valentine, Revinta Dita Valentine), Regina Gita Valentine (Medan Tembung) di nomor serba bisa ritmik putri. Kerenha Manurung (Medan Kota) nomor pita ritmik putri juga meraih medali emas.

Dengan hasil itu, Kontingen Medan Kota memastikan diri sebagai pengumpul medali emas terbanyak cabang senam Porkot 2011, karena menambah satu medali lagi sehingga total medali emas sudah dikumpulkan menjadi tujuh emas.
Penyelenggaraan Pekan Olahraga Kota (Porkot) cabang senam ditutup oleh Ketua Umum KONI Medan, Drs Zulhifzi Lubis dan didampingi oleh Kabid Binpres KONI Medan, Drs Bambang Riyanto.

Ketika menutup Porkot cabang senam, Zulhifzi Lubis mengatakan, Pekan Olahraga Kota (Porkot) III 2011 tak sekadar gelaran rutin KONI Medan. Lebih dari itu, even multicabang terbesar di kota ini merupakan ajang pembinaan atlet.”Porkot berfungsi sebagai wahana pembinaan atlet dan juga sebagai persiapan menghadapi even-even regional nanti,” terang Opunk Ladon ini. (jun)

Cabor Biliar Diikuti 16 Kecamatan

MEDAN-Ketua Umum Pengprov POBSI Sumut Salomo TR Pardede SE memberikan apresiasi yang tinggi kepada KONI Medan yang selalu konsisten menggelar Pekan Olahraga Kota (Porkot) Medan.

Hal itu dikatakan Salomo saat pembukaan Porkot Cabor Biliar, Senin (17/10) di Pusat Latihan (Puslat) Pengprov POBSI Sumut Jalan Pattimura Medan.Hadir dalam acara pembukaan itu Wakil Ketua Umum KONI Medan Eddy H Sibarani, Ketua Panitia Porkot III/2011 Safaruddin Lubis,Sunardi Ali mewakili Ketua Pengcab POBSI Medan serta pengurus POBSI Sumut dan Medan lainnya.

Ketua Panitia Cabor Biliar Ferry M Simanjuntak melaporkan, peserta diikuti 44 atlet (32 putra dan 12 putri) dari 16 Kecamatan.Pertandingan cabor biliar akan berlangsung sejak 17-20 Oktober 2011. (jun)

Tim Bla Bla Bla Motorsport Andalkan Kekuatan Dua Generasi

Final North Sumatera Rally Championship 2011

BlaBlaBla Motorsport akan memanaskan persaingan di partai final North Sumatera Rally Championship (NSRC) 2011 yang dilaksanakan Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia Sumatera Utara (Pengprov IMI Sumut), 28-30 Oktober ini.

Demikian disampaikan pembalap BlaBlaBla Motorsport Harun Nasution yang ditemui di Bandar Udara Polonia Medan, Senin (17/10). Selain Harun, juga tampak Ijeck dengan navigator Uche, juga Jhon Lubis di antara rombongan. “Kita tetap optimis tampil di podium juara. Itu lah reli, semua bisa terjadi di sini,” tutur pemilik julukan Harimau Madina ini.
Dari dua serie NSRC 2011, BlaBlaBla Motorsport tetap memberi perlawanan melalui Marzuki Desky/Fakhri Siddik. Mengandalkan mobil Mitsubishi Evolution IX, keduanya finish di urutan kedua umum dari dua serie Langkat (April) dan Medan (Juli). Menempel ketat pimpinan sementara dengan 32 point.

Selisih delapan point dari Dian AP Harahap/Edwin Nasution (40 poin), Kiki/ Fakhri berpeluang menyodok ke depan. Persiapan khusus pada mobil Mitsubishi Evo IX dilakukan serius. Dukungan dari tim pun menjadi motivasi keduanya di partai final nantinya.

“Untuk mobil sudah siap. Suspensi kita kirim ke Belanda dan penyesuaian di kaki-kaki. Mudah-mudahan dari dua serie sebelumnya kita sudah ketemu komponen ban yang pas. Mungkin minggu depan saya coba track. Kita akan main total nantinya,” beber Kiki yang dihubungi melalui telepon.

Marzuki Desky/Fakhri Siddik tidak sendiri. BlaBlaBla Motorsport sendiri sudah menyiapkan dukungan melalui pereli gaek Harun Nasution/Julio Nurrachman dengan mobil Mitsubishi Evo IV. Mekanik asal Inggris Terry Stenpart kembali didatangkan untuk memaksimalkan mobil Subaru Impreza andalan Ijeck/Uche.

Tim berlogo Taz Mania ini pun dikabarkan menurunkan kekuatan dua generasi untuk meramaikan grup GR2. Adalah T Andy Jachmoon/Arjie yang merupakan pendatang baru. Keduanya mengandalkan mobil Proton yang persiapan dipercayakan pada RFT milik Rizal Sungkar.

“Lebih kepada pembinaan lah. Kita berharap dari event ini tercipta transfer ilmu dari pembalap senior ke generasi muda. Dengan demikian keberlangsungan cabang reli ini tetap terjaga dan melahirkan bibit berbakat,” pungkas Harun. (jul)

Bayar Rp10 Juta Langsung Tempati

Golden Sumarsono

MEDAN- Dekat dengan pusat kota, menjadi salah satu keunggulan dari perumahan Golden Sumarsono, di Jalan Sumarsono Kampung Baru Medan. Karena letaknya dekat dengan pusat kota, berbagai fasilitas umum, seperti, rumah sakit, apotek, sekolah, dan masjid, sangat mudah dijangkau penghuni komplek.

“Fasilitas menjadi daya tarik dan penunjang untuk penjualan rumah, karena fasilitas membuat masyarakat lebih mudah dalam melakukan kegiatannya,” ujar Hanny, Marketing Trans Management, selaku pengembang perumahan Golden Sumarsono.

Perumahan dengan 3 type, Verbena, viscaria dan Vervano, dibangun 2 lantai dengan luas tanah yang berbeda.
Harga rumah mulai Rp380 juta hingga Rp530 juta. Bagi calon pembeli, cukup membayar Rp10 juta, maka bisa langsung KPR.

Fasilitas yang telah tersedia seperti, SHM (Sertifikat Hak Milik), PLN, PAM, lampu penerangan, con block dan pos Satpam. (mag-9)

Contempo Regency Warga Tunggu Reaksi Lurah

Penimbunan Lahan Perumahan

MEDAN- Warga yang resah terhadap dampak penimbunan lahan perumahan Contempo Regency di Jalan Brigjen Zein Hamid Km 6,2, Kelurahan Titi Kuning, Medan Johor, kembali melayangkan surat pengaduan ke Lurah Titi Kuning. Namun, upaya warga tersebut kembali terkendala tanda tangan kepling.

“Surat pengaduan sudah kita antar ke kantor Lurah Titi Kuning sekitar pukul 11.00 WIB. Tapi, begitu sampai kantor lurah, kami disuruh lengkapi tanda tangan kepling,” kata warga yang
meminta namanya tidak disebutkan, Senin (17/10).

Dengan begitu, kini warga menyerahkan kepercayaan sepenuhnya kepada kepling mereka untuk mengantarkan surat  pengaduan tersebut ke Kantor Lurah Titi Kuning agar keluhan mereka segera ditindaklanjuti oleh lurah.

“Kami tidak tahu apakah surat yang kami titipkan ke kepling sudah sampai ke lurah atau belum. Namun, kami akan berterima kasih kepada lurah bila mau memperjuangkan nasib kami. Jadi kita tunggu reaksi dari lurah,” katanya lagi.
Dia juga menyebutkan, sampai saat ini sudah 38 orang yang menandatangani surat pengaduan tersebut.

Sementara Direktur Perumahan Contempo Regency DR Ray Raja Rimba yang dikonfirmasi melalui telepon selulernya mengatakan, seluruh keluhan yang disampaikan warga selama ini terkait penimbunan perumahan tersebut tidak benar dan mengada-ada. “Nggak betul itu. Itu hanya dikarang-karang warga saja. Manalah mungkin kami kerja selama 24 jam. Lihatlah sekarang ke lapangan, kita tidak kerja,” katanya.

Sementara, beredar informasi kalau pihak Kelurahan Titi Kuning sudah memanggil developer untuk didengar segala penjelasannya terkait keluhan warga di Kantor Lurah Titi Kuning, Senin (17/10) siang. Namun hingga sore, Lurah Titi Kuning Drs A Muhzi belum bisa dikonfirmasi wartawan koran ini. Saat dihubungi ponselnya, A Muhzi tak mengangkat ponselnya. Bahkan saat dihubungi kemarin sore sekira pukul 17.00 WIB, ponselnya tak aktif.(adl)

Guru Agama Tuntut Tunjangan Sertifikasi

MEDAN- Ratusan guru agama yang tergabung dalam Forum Komunikasi Guru Sumatera Utara (FKGS) menggelar aksi di halaman kantor Kementerian Agama Wilayah Sumatera Utara, Senin (17/10). Aksi tersebut dilakukan dikarenakan para guru belum menerima tunjangan sertifikasi selama tiga tahun.

Kordinator yang juga Ketua FKGS, Maruli Siringoringo mengakui, diperkirakan ada ribuan guru agama yang belum mendapat tunjangan sertifikasi yang terhitung dari 2008 hingga 2011.

“Sejak 2008, ada sekitar 150 guru yang tidak menerima tunjangan selama setahun. Dan pada 2010, sekitar 800 guru yang tidak menerima tunjangan sertifikasi selama enam bulan. Sedangkan pada 2011 ini, sudah ribuan guru dari Januari hingga sekarang belum menerima tunjangan sertifikasi,” ungkapnya.

Hingga kini, kata Maruli, dari jumlah guru yang ada, baru sekitar 600 guru yang memiliki NRG (nomor registrasi guru), sebagiannya yang tidak memiliki NRG sama sekali belum menerima tunjangan sertifikasi.

“Karena tidak ada kejelasan dan tidak ada titik temu antara guru dan Kepala Kemenagnya, kami akan berupaya menempuh jalur hukum. Dari pada proses belajar mengajar terganggu dan siswa terlantar, lebih baik kita serahkan nanti kepada pihak yang berwajib,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Wilayah Sumatera Utara Syariful Mahya Bandar didampingi Kepala Bidang Mapenda Yulizar menerangkan, salah satu persyaratan guru untuk dikeluarkan tunjangan sertifikasinya harus memiliki NRG.

Sedangkan sejauh ini masih ada sekitar 3000-an guru agama yang NRGnya bermasalah. “Jadi bagaimana kami mau membayarkan uang itu mengingat secara prosedural memang tidak bisa dicairkan tanpa memiliki NRG,” ujarnya.
Masih menurutnya, Kementerian Agama sebenarnya sudah mengeluarkan NRG, tapi tidak diakui oleh Mendiknas setelah Mendiknas mengeluarkan aturan. “Dengan keluarnya peraturan Mendiknas, NRG yang dikeluarkan dari Kemenag batal. Inilah ketidakpahaman dari para guru, mereka berpikir dana dari Mendiknas dikirim ke Depag,” ungkapnya.(uma/dri)