Home Blog Page 14661

Kemendagri Paksa Gatot Anulir Kebijakan Mutasi

Pergeseran Eselon II dan III di Pemprovsu

JAKARTA- Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) tidak sekadar gertak sambal. Penjabat Wali Kota Pekanbaru, Syamsurizal, yang telah memutasi terhadap 134 pejabat di sana, kemarin (23/9) tidak berkutik setelah bertemu Sekjen Kemendagri, Diah Anggraeni.

Syamsurizal kepada wartawan menyatakan siap mengevaluasi kebijakan yang telah diambilnya. Para pejabat yang telah dinonjobkan dijanjikan akan segera diberikan jabatan eselon yang setara dengan jabatan semula.
Nantinya, giliran Plt Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho untuk ‘dipaksa’ mencabut kebijakan melakukan mutasi besar-besaran di jajaran Pemprov Sumut, terutama terhadap para pejabat yang dinonjobkan.

Menurut Kapuspen Kemendagri Reydonnyzar Moenek, saat ini Gatot sedang melakukan pemetaan jabatan, sebelum mengambil langkah seperti dilakukan Syamsulrizal. “Untuk Sumut, tidak kurang-kurangnya kita melakukan langkah korektif. Gubernur (Gatot, red) sudah menghadap. Saat ini gubernur sedang melakukan pemetaan juga,” ujar Reydonnyzar Moenek saat menggelar keterangan pers bersama Syamsulrizal dan Sekdaprov Riau, Moh Sardan, di gedung kemendagri.

Jadi, Gatot sudah mematuhi permintaan Mendagri Gamawan Fauzi agar menganulir mutasi? “Sudah, sudah, sedang dilakukan, hanya tak terpublikasi,” ujar Donny, panggilan Reydonnyzar.

Langkah pencabutan mutasi, seperti kasus di Pemko Pekanbaru, menurut Donny, tahapannya adalah dilakukan terlebih dahulu pemetaan jabatan. Jika sudah terpetakan, maka dicarikan posisi jabatan untuk pejabat yang telah dinonjobkan dan diturunkan jabatan eselonnya (demosi).

“Jadi, dikembalikan bukan pada jabatan yang sama, tapi pada eselon yang sama. Kalau dikembalikan ke jabatan yang sama, sulit (karena sudah terisi orang lain, red),” ujar Donny Syamsulrizal sendiri menyatakan siap menjalankan perintah kemendagri. “Kami akan kerjasama dengan Pemprov Riau dan BKD Provinsi, supaya tidak ada yang demosi dan non job,” ujar mantan bupati Bengkalis itu dengan wajah suntuk.

Dijelaskan, pemberian jabatan kepada pejabat yang sebelumnya dinonjobkan dan didemosi, diusahakan tetap di lingkungan Pemko Pekanbaru. Jika ternyata formasi sudah penuh, baru akan dicarikan jabatan di Pemprov. “Kita usahakan tidak sampai nyebrang ke kabupaten/kota lain,” ucapnya.

Donny menjelaskan, setelah melakukan pemetaan dan memeberikan jabatan pada pejabat yang dinonjobkan dan didemosi, kemendagri akan terus melakukan supervisi.

PTT Jangan Berharap Diangkat jadi CPNS
Berbeda dengan tenaga honorer yang sudah bekerja sebelum 1 Januari 2005, para Pegawai Tidak Tetap (PTT) tidak akan diangkat menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Jika ingin menjadi CPNS, para PTT harus mengundurkan diri dari PTT dan mengikuti seleksi tertulis masuk CPNS seperti pelamar umum.

Ketentuan tersebut termuat dalam Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) tentang PTT, yang rencananya juga akan diterbitkan dalam waktu dekat ini. “Yang PTT, jangan angkat lagi lah. Nanti akan ada PP yang khusus mengatur PTT. Itu nanti yang akan mengatur,” ujar Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menpan-RB) EE Mangindaan saat menyampaikan sosialisasi RPP tersebut di Jakarta.

Bukan hanya hanya itu, RPP juga mengatur, tidak semua pemda boleh merekrut PTT. Pemda yang memiliki Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tinggi saja yang boleh merekrut PTT. Dan dibatasi maksimal hanya 30 persen dari PAD yang boleh diperuntukkan untuk membayar PTT.

Untuk formasi dan pengadaan PTT, seperi diatur di RPP, terintegrasi dalam formasi PNS, yang diusulkan masing-masing instansi sesuai kebutuhan. Formasi PTT ditetapkan oleh menpan-RB.  Penempatan PTT berdasarkan Surat Keputusan Pejabat Pembina Kepegawaian, dengan masa penugasan paling lama setahun dan dapat diperpanjang lagi. PTT dapat bekerja hingga usia 56 tahun, kecuali untuk jabatan spesifik dan tertentu, setelah mendapat persetujuan menpan-RB.

Mengenai tempat instansi PTT bekerja, RPP juga mengatur bahwa tempat bekerja PTT adalah instansi pemerintah yang memiliki PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak), Sekretariat Lembaga Negara, perwakilan pemerintah RI di luar negeri, instansi pemda, dan Badan Layanan Umum Pusat dan Daerah yang memiliki PNBP/PAD yang memadai. Bagi instansi pusat tertentu, pembiayaan PTT dapat dibebankan pada APBN berdasarkan keputusan menkeu setelah mendapat pertimbangan dari menpan-RB. (sam)

Tambang Emas Batang Toru Gandeng USU

Serap 70 Persen Pekerja Lokal

MEDAN- Proyek Martabe yang memakan biaya investasi senilai 600 juta dolar AS, dengan prediksi menghasilkan emas sebanyak 250.000 troy ounce emas dan 2 sampai 2,5 juta troy ounce perak per tahun. Potensi produksi ini digaungkan PT Agincourt Resources selaku perusahaan penambang emas di Kecamatan Batangtoru, Tapanuli Selatan (Tapsel). Proyek yang dikenal dengan nama Martabe G-Resources ini akan mempekerjakan 70 persentenaga local dari Batangtoru sekitarnya.

Pernyataan itu dikemukakan Chief Executive Officer (CEO) PT Agincourt Resources Peter Albert, menjawab Sumut Pos,  usai penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak Universitas Sumatera Utara (USU), di ruang Rektor USU Lantai III Gedung Rektorat USU, Jumat (23/9) “Dibutuhkan 1.500 karyawan. Dan 70 persennya adalah tenaga kerja lokal. Tahun lalu saat masih dalam tahapan konstruksi, telah bekerja sebanyak 2.500 orang tenaga kerja, yang bekerja selama 24 jam nonstop. Sabtu dan Minggu tetap kerja,” terang Peter Albert.


Peter Albert yang kemarin didampingi Communications Manager Katarina Hardono, Linda Sianpiar dan Washington Tambunan sebagai konsultan serta staf lainnya, yakin perusahaan ini akan memberikan efek ganda (multiplier effect) yang menguntungkan masyarakat dan tentu saja perusahaan. Selain ada sejumlah perusahaan pendukung yang menyangga segala kebutuhan PT Agincourt yang tentu saja menyerap pekerja, kegiatan ekonomi riel di wilayah produksi. Terutama saat proses produksi mulai berjalan perlahan di akhir kuartal pertama tahun depan.

Meski demikian manajemen PT Agincourt menyadari peluang konflik antara perusahaan dengan masyarakat yang bisa saja terjadi di lokasi tambang. Hal ini lah salah satu alasan PT Agincourt melakukan kerja sama dengan USU yang dikomandoi Prof Urip Harahap dari Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM) USU.

“Diharapkan nantinya ada kerjasama untuk menjembatani antara perusahaan dengan masyarakat dengan menjalin hubungan dan komunikasi yang baik,” paparnya.
Selain menjadi mitra independen yang akan memberi rekomendasi maupun menjalankan community development (CD) dari perusahaan untuk masyarakat, USU diharapkan bisa mengarahkan bentuk dan penyerahan CD yang tepat sasaran.

Tak cukup hanya menggandeng USU, perusahaan yang terdaftar di pasar saham Hongkong ini juga sudah menggandeng Universitas Negeri Medan (Unimed) dan sejumlah lembaga independen lain. Sejumlah lembaga independen tersebut diharapkan bisa menjadi jembatan yang baik antara perusahaan dengan masyarakat dan pihak-pihak lain yang terkait.
Secara khusus, pria yang sudah sekitar 30 tahun merasakan manis pahitnya industri logam mulia ini meminta semua pihak bersama-sama mewujudkan komunikasi yang sehat dan bermanfaat. “Seperti upaya MoU ini, diharapkan nantinya ada kerjasama untuk menjembatani antara perusahaan dengan masyarakat dengan menjalin hubungan dan komunikasi yang baik,” paparnya.

Mengenai wacana permintaan peningkatan share saham dari 5 persen yang diberikan kepada pemprovsu dan pemkab Tapsel, Peter Albert melalui Katarina Hardono menyatakan belum memikirkan hal itu. “Pemberian saham 5 persen merupakan inisiatif perusahaan saat penandatanganan kontrak karya 1997 lalu. Dari saham itu, akan ada deviden yang diharapkan dapat dinikmati masyarakat,” jawab Peter.

“Perusahaan ini telah menandatangani kontrak karya sejak 1997 lalu, dan saat ini merupakan generasi ke enam. Mengenai 5 persen saham itu, merupakan yang diberikan manajemen kepada pemda setempat. Dari share saham itu, diharapkan akan dapat deviden dan itu kembali ke masyarakat,” terangnya berdiplomasi.


Sebelumnya, Rektor USU Prof Syahril Pasaribu seusai penandatanganan MoU tersebut mengingatkan, ciri sebuah perusahaan yang baik adalah perusahaan yang bermanfaat bagi masyarakat.

“Perusahaan yang baik itu yang bermanfaat bagi masyarakat. Di Sumut ini, salah sedikit saja akan terus-terusan disalahkan atau dikritik. Yang terpenting adalah dengan munculnya proyek ini,bisa memberi perubahan nyata kepada masyarakat. Jangan seperti di Aceh, kaya dengan pupuk dan sebagainya tetapi terjadi kesenjangan,” tegasnya. (ari)

Percepatan Pembangunan Kluster Industri Hilir CPO Sei Mangke

Menperin: Saya Pasang Badan

MEDAN- Menteri Perindustrian, MS Hidayat mengungkapkan posisi strategis Kawasan Industri Kluster Kelapa Sawit merupakan andalan dalam Master Plan Pengembangan Percepatan dan Perluasan Ekonomi Indonesia (MP3I). Karena itu, Kementerian Perindustrian akan memperjuangkan secara penuh (all out) agar kawasan ini segera dioperasionalkan dan menjadi sektor prioritas dalam Kawasan Ekonomi Khusus wilayah Sumatera. Di sisi lain, Pemprovsu menyatakan akan melakukan upaya maksimal untuk pengembangan industri hilir kelapa sawit tersebut.

Hal ini terungkap saat pertemuan sejumlah pihak terkait pengembangan kluster industri hilir CPO pertama di Indonesia tersebut, saat kunjungan MS Hidayat beserta Ketua Komisi VI DPR RI Erlangga Hatta serta Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho, di Kawasan Industri Sei Mangkei, Kecamatan Bosar Maligas, Kabupaten Simalungun, Jumat (23/9).

“Saya siap ‘pasang badan’ untuk mewujudkan kluster industri ini. Sebab, potensi yang dimiliki untuk produksi industry kelapa sawit di Sumut ini sudah seperti bayi yang harus dilahirkan. Karena itu, saya siap memperjuangkannya. Paling lambat tahun 2014 kluster ini sudah seratus persen operasional,” kata MS Hidayat.

Disebutkannya, kehadiran Kawasan Industri Sei Mangkei akan menjadikan nilai tambah dari komoditas unggulan Sumut ini semakin besar. Hal ini mengingat, selama ini secara nasional ekspor kelapa sawit didominasi bahan mentah, yakni sekitar 60 persen. Industri ini, sebutnya, diharapkan mampu mengubah kecenderungan tersebut, sehingga ke depan 70 persen komoditas yang diekspor merupakan produk turunan dari CPO. Produk tersebut antaralain, minyak goreng, beta carotene, acid, alcohol dan produk turunann lainnya.

“Perjuangan yang akan kami lakukan di tingkat pusat antaralain menjadikan kawasan industry ini mendapat perlakuan khusus, sehingga tidak semua ketentuan nasional harus diterapkan, tapi dibuat ketentuan khusus untuk memudahkan investor, namun dalam koridor untuk peningkatan perekonomian,” lanjutnya.

Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho mengatakan, Pemprovsu terus memaksimalkan peranannya dengan berkoordinasi dengan kabupaten/kota sekitar, khususnya produsen kelapasawit di Indonesia untuk percepatan. “Untuk infrastruktur, kami juga sudah menyiapkan sejumlah program pengembangan infrastruktur, baik itu yang bersumber dari pembiayaan APBN maupun APBD. Bahkan untuk sejumlah ruas jalan, sudah diusulkan untuk pendampingan dari APBD Sumut berupa Bantuan Daerah Bawahan (BDB),” jelasnya.

Direktur Utama PTPN3 Amri Siregar mengungkapkan sudah banyak investor yang menyatakan minatnya untuk masuk dalam pengembangan berbagai produk hilir CPO di kluster Sei Mangkei. Karena itu, katanya, perlu dukungan semua pihak untuk percepatan pengembangannya. “Jika sudah seratus persen, maka diperkirakan sedikitnya 1,5 juta ton transaksi produk hilir CPO di kawasan industry Sei Mangkei,” paparnya.

Sementara itu Ketua Komisi VI DPR RI Erlangga Hatta mengingatkan, agar segera disiapkan pengelola kluster industry tersbut. Alasannya, jika dikelola oleh PTPN3 yang notabenenya adalah BUMN, maka dikhawatirkan birokrasi menjadi lebih sulit saat akan mengikat kerjasama dengan investor.  “Misalnya dibentuk PT yang penguasaan sahmanya seratus persen oleh PTPN3 atau formula lainnya. Selain itu, perlu digagas one stop service, sehingga semua urusan bisa dilaksanakan di sini, tidak perlu lagi ke Jakarta,” sarannya.(ari)

Diteror Tiap Hari

Denada Tambunan

Sejak dulu Denada Tambunan selalu menolak bercerita soal kisah asmaranya. Katanya dia tetap happy tanpa ‘teman
seranjang’.

Memasuki usia ke-32 Denada belum juga mendapatkan pendamping hidup. Sang ibunda, Emilia Contessa, bahkan tiap hari mengingatkan anak sulungnya itu untuk segera naik ke pelaminan.

“Usia saya memang sudah cukup untuk menikah. Saya akui, ibu saya sudah hampir setiap hari tanya kapan (menikah), tapi kenyataan sekarang belum ada hari pernikahan,” kata Denada saat ditemui, Kamis (22/9) malam.
Meski hampir tiap hari diteror sang ibunda pelantun lagu Sambutlah ini masih cuek. Menurut dia, jodoh sudah ada yang mengatur. Sebab itu, Denada merasa tidak perlu terlalu khawatir soal jodoh. Di usia yang tidak lagi muda, Denada kini memasrahkannya kepada Tuhan.
“Target udah lewat melulu, aku percaya masalah jodoh udah ada yang ngatur. Kita cuma bisa berdoa tiap hari,” ujar Denada.

Apakah tidak kesepian? Perempuan kelahiran Jakarta, 19 Desember 1978 ini mengaku beruntung karena selalu dikelilingi teman-teman yang selalu memberi dukungan.
“Pendamping itu ada, dikelilingi oleh pendamping saya yaitu sahabat-sahabat saya. Alhamdulillah selalu dapat support dari mereka,” ungkapnya.

Saat ditanya apa benar sedang menjalin hubungan spesial dengan fotografer Jerry Aurum, Denada hanya tersipu malu.
Pemilik nama lengkap Denada Elizabeth Anggia Ayu Tambunan ini pun berjanji jika sudah punya teman dekat pasti akan diumumkan.
Memang sejak dulu Denada selalu menolak bercerita soal kisah asmaranya.
“Maaf, kalau soal asmara aku selalu tertutup dari dulu. Dari awal karier, aku nggak pernah share ceritanya,” tukasnya.
Kendati demikian, Denada berjanji bahwa jika tiba waktunya menikah, dia akan mengabarkan ke media massa tanpa harus ditanya-tanya.

“Aku perempuan satu-satunya di rumah. Kalau aku menikah, itu pasti kabar gembira buat keluarga dan akan diberitakan ke kalian,” katanya.

Daripada pusing mikirin jodoh, Denada mengaku sedang sibuk membentuk tubuhnya agar makin langsing dan singset.
“Sebetulnya, mindset-ku sudah diubah. Tujuanku sekarang untuk hidup sehat. Memilih atau membatasi makanan karena ingin hidup sehat, bukan untuk jadi kurus. Kalau jadinya kurus, itu bonus. Ya, alhamdulillah,” katanya, panjang-lebar.

Makan secara sehat bagi Denada bukan berarti pantang terhadap makanan tertentu atau diet lemak. “Aku nggak pantang makanan apa pun. Kita kan perlu menikmati hidup. Apalagi bapak saya Batak, ibu saya Jawa Timur, merayakan apa pun dengan makanan. Jadi, kalau aku mau makan steak, kenapa nggak? Mau makan sop kambing, kenapa nggak? Tapi… ya, ini ada tapinya,” ucapnya.

Denada melanjutkan, “Tapi, kita harus batasi diri. Saya tak mau menikmatinya sampai terlena, mau makan lagi dan lagi. Oke, siang ini kita makan daging, minum teh manis. Tapi, malam dan besoknya, kita jangan makan daging lagi. Kita makan sayur, atau yang berserat untuk mengimbanginya.” (bcg/jpnn)

Korban Kebakaran Teteskan Air Mata

11 Ruko Ludes

MEDAN-Pasca kebakaran belasan rumah di Jalan Bahagia Kelurahan Sukaraja Kecamatan Medan Maimon, para korban dibantu warga sekitar membersihkan puing-puing rumah mereka, Jumat (23/9). Sementara di Perdagangan, kemarin, si jago merah mengamuk dan melahap 11 unit rumah toko (Ruko).

Pantauan Sumut Pos di lokasi kebakaran di Sukaraja, warga berkumpul di lokasi kebakaran sejak pagi. Wajah-wajah mereka terlihat sedih. Seorang gadis terlihat memuluk ibunya sambil menangis memandangi rumah mereka yang sudah tak mungkin dihuni lagi.

Sebahagian warga lain terlihat mengumpulkan seng-seng yang berserakan, mengais-ngais di reruntuhan rumah mereka, mencari barang-barang yang masih bermanfaat.

Sementara itu, di Kantor  Lurah Sukaraja yang jadi penampungan sementara para korban kebakaran, aparatur kelurahan dibantu warga terlihat sibuk membuat dapur umum. “Sebagian korban masih ada yang tinggal (di lokasi kebakaran), ada juga yang menumpang di rumah saudara-saudara mereka,” terang Siswoyo, Lurah Sukarajan
Siwoyo membeberkan, kebakaran di Jalan Bahagia Gang Sederhana Lingkungan VII, terdata  11 unit rumah.

Para korbannya masing-masing Ayen, Chandra, Lie Sei Wong, Jhoni, Husin Tahir,Rajali Lubis,  Yuri Hamdani, Edu, Dedek, Juliana dan Acek Gondrong. Di  Jalan Bahagian Gang Amal Lingkungan V, yang terdata 9 rumah hangus. Rumah masing-masing miliki Amoy (yang diduga asal api), Hendri, Mami, Amiril, Evi, Lie Cat, Buyung, Nana dan Adisan.

Kapolsek Medan Kota, Kompol Sandy Sinurat, yang turun ke lokasi saat ditemui mengatakan, pihaknya lebih melakukan pengamanan di sekitar loksai kejadian. “Menempatkan beberapa personeil Babinkamtibmas dan Patroli untuk pengamanan di lokasi kebakaran untuk pengamanan,” terang Sandy.
Sandy mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran. “Kita akan lakukan olah TKP dan minta keterangan saksi-saksi atas kejadian ke bakaran tersebut,” ujar Sandy.

11 Ruko Terbakar
Sebanyak 11 rumah toko (Ruko) yang rata-rata masih berbahan utama kayu di Kota Perdagangan ludes terbakar, Jumat (23/9). Asal api diduga dari hubungan arus pendek di apotik Medistra milik orang yang bermarga Situmorang. Kerugian di taksir hingga mencapai miliaran rupiah.

Informasi dihimpun dari lokasi kejadian menyebutkan api yang tiba-tiba marak sudah terlihat dari ruko yang baru sebulan di sewa korban R Nainggolan. Korban sendiri saat kejadian sedang tidak berada di ruko yang dijadikan tempat usaha sekaligus tempat tinggal bersama istri serta 2 anaknya.

Beberapa saksi mata warga sekitar jalan Sisingamangaraja Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar Kabupaten Simalungun mengatakan, api dengan cepat membumbung tinggi mulai tampak kelihatan sekira pukul 17.45 WIB. Padahal ketika itu secara bersamaan hujan deras mengguyur kota Perdagangan.

“Habis sudah semua ruko dan barang dagangan kita,” bilang Surianto, pedagang prabot yang usahanya ikut terbakar.

Sempat terjadi ledakan dari sebuah tabung gas elpiji milik restaurant Tahiland, hingga terlihat sangat menyulitkan petugas pemadam kebakaran Pemkab Simalungun unit Perdagangan. Setengah jam kemudian, mobil pemadam milik PT STTC ikut membantu memadamkan api. Api baru bisa dikendalikan setelah kebakaran berlangsung sekitar 5 jam.
Kapolres Simalungun, AKBP Agus Fajar Harkam SIk di dampingi Kapolsek Perdagangan, AKP TP Butarbutar SH yang memimpin anggotanya tampak kewalahan melakukan pengamanan.

Pihak Dinas Sosial langsung menyediakan tenda darurat dan memasangnya persis di depan ruko mereka. Para korban mengatakan, untuk sementara mereka akan memilih tinggal di rumah kerabat di seputaran Kelurahan Perdagangan I. (mag-5/bim/smg)

Mengintip Bekas Kantor Mindo Rosalina Manullang

Dulu Tempat Main Bola Uang, Sekarang Sarang Nyamuk

Puluhan miliar rupiah uang kontan mengalir setiap harinya di kantornya. Tiga brankas besi berukuran besar pun pernah menjadi penguhuninya. Lalu seperti apa kondisi kantor Rosa
saat ini?

DIMAS RYANDI, Jakarta

SIANG itu suasana Gedung Tower Permai Jalan Warung Buncit Raya No 27 Mampang, Jakarta Selatan tampak sepi. Tak ada aktivitas para pekerja ataupun satpam yang siaga di pos jaganya. Dua gembok berkarat berukuran sedang pun terlihat kuat mengunci pagar besi setinggi 1.5 meter bercat hitam bergaya minimalis itu.

Dari balik pagar yang sebelumnya biasa menjadi gerbang masuk bangunan berlantai 6 itu hanya tampak tumpukan debu yang mulai pekat menyelimuti lantai dan kaca cendela lobi.

Pos jaga yang berada dipojokan depan pintu utama gedung-pun tampak terkunci. Hanya ada galon air meneral kosong, gelas kotor, beberapa hangar (gantungan baju) dan antena miring. Tumpukan kardus tak beraturan dan genset besar berselimut terpal biru, juga tampak jelas menjadi penghias bagian belakang parkiran gedung yang dulu sempat menjadi markas terpidana kasus suap pembangunan Wisma Atlet Sea Games Mindo Rosalina Manullang dan bosnya, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin.

Di gedung yang didominasi cat warna putih dengan garis merah serta kaca-kaca besar berwarna biru itulah, Rosa (panggilan Mindo Rosalina Manullang, Red) aktif menjalankan semua perintah bosnya dari lantai tiga. Sementara untuk lantai lima, dikhususkan sebagai ruangan para notaris yang disebut-sebut menjadi otak pembuat perusahaan fiktif yang selama ini digunakan untuk kepentingan tender dan proyek Nazaruddin.

Mantan pengacara Mindo Rosalina Manulang mengungkapkan, dari gedung tersebut semuanya dioraganisir secara sitematis. Dilantai paling atas, lantai 6, Nazaruddin mengendalikan kegiatan di gedung itu untuk melakukan kegiatan ilegalnya.

“Dia mengendalikan kegiatan yang diduga kuat kental aroma korupsinya. Sementara di lantai 5  berkantor para notaris yang juga dikendalikan oleh Nazaruddin. Dari para notaris ini, Nazaruddin menciptakan perusahaan-perusahaan fiktif dan identitas palsu,” paparnya.

Hal itu  diperkuat dengan temuan tim penyidik KPK yang berhasil menemukan 155 daftar perusahaan dimana disebutkan ada 20 perusahaan yang sudah menghasilkan. Tidak hanya itu, dari kantor itu juga didapat 3 brankas yang mempunyai fungsi masing-masing. Ada pula 1 brankas yang khusus menyimpan keuntungan atau fee dari proyek-proyek itu. “Saya melihat ada brankas itu,” ujar sumber INDOPOS (Grup Sumut Pos) yang mengaku pernah bekerja di gedung tersebut.

Selang beberapa saat INDOPOS mengelilingi kantor tersebut, tak diduga ternyata ada satu orang yang mengaku Satpam keluar dari pintu lobi bangunan itu. Pria tak berseragam bertubuh ceking bercelana biru tua itu langsung menghampiri INDOPOS yang kebetulan masih berdiri di balik gerbang. Dirinya mengaku baru ditempatkan di gedung ini setelah terjadi penggeledahan KPK.

“Sekarang sudah tidak ada apa-apalagi Mas. Pos satpam saja sudah jadi sarang nyamuk, jadi saya mending jaga di dalam saja,” jelas pria yang mangku bernama Akmal (30 tahun).

Akmal mengatakan, saat ini kondisi gedung yang sempat berganti nama beberapa kali itu  sudah sangat tidak layak untuk ditinggali. Semua fasilitas yang ada sudah mati, listrik, AC, air dan lift sudah tidak ada yang berfungsi. “Begitu juga CCTV-nya Mas,” imbuhnya.

Penelusuran INDOPOS menyebutkan, gedung tersebut sudah berganti dengan nama Menara Lintas. Hal itu diketahui ketika satpam menjelaskan bahwa atasannya menyuruh untuk menjaga gedung Menara Lintas. Namun salahsatu office boy yang kebetulan sempat bekerja di situ mengatkan kalau gedung tersebut sebelumnya bernama Gedung Tower Permai.

“Ya benar itu Tower Permai, Mas. Tetapi namanya sudah dicopot sekitar satu bulan yang lalu,” kata pemuda yang enggan menyebutkan namanya itu.

Tidak hanya saat terjadi penggeledahan oleh KPK, Gedung Tower Permai juga sempat menjadi perhatian masyarakat ketika sebuah tali yang menopang gondola itu putus kala petugas akan memasang papan nama di gedung itu, Rabu 7 Juli 2010 silam.

Bahkan, cerita lain dari gedung itu kalau bosnya Rosa, Nazaruddin, memiliki cara tersendiri dalam menangani keuangan. Hampir setiap sore, ada acara “main bola” di kantornya. Tidak tanggung-tanggung, yang jadi bola itu buntalan uang cash yang digulung-gulung.

Setiap sore Nazaruddin memerintahkan ada cash opname alias uang tunai, yang disiapkan untuk dipakai mendadak. “Jumlahnya bisa sampai Rp30 miliar setiap hari,” kata Abdullah Hehamahua, Ketua Komite Etik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Uang dari sekitar 15 perusahaan milik Nazaruddin itu dikumpulkan setiap sore, sehingga Nazaruddin bisa mengambil berapa saja, kapan saja, untuk diberikan kepada siapa saja. Untuk mengatur uang-uang itu, para pegawai Nazaruddin sampai harus menggunakan kaki sehingga mereka mengistilahkannya sebagai main bola. “Uangnya dibundel-bundel dari bank sehingga bisa ditendang-tendang seperti bola,” kata Abdullah.(*)

Usai Geng Motor, Giliran Betor Dirazia

MEDAN- Kapolresta Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga berjanji menindak terminal liar dan becak bermotor (bettor) plat hitam. Tapi, penindakan terhadap dua objek itu dilakukan setelah selesai dilaksanakan sosialisasi lalulintas kepada para pelajar SMA.

“Setelah sosialisasi geng motor dan lalulintas, kami akan menertibkan betor dan terminal liar,”kanya di Mapolsekta Medan Timur, Jumat (23/9).

Untuk penertiban bettor dan terminal liar,  pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Perhubungan Kota Medan, KPUM, Organda, dan Habsu. “Penertiban betor dan terminal liar dilaksanakan setelah penertiban geng motor, sebelum melakukan penertiban betor dan terminal liar akan dilakukan sosialisai kepada masyarakat, sehingga masyarakat tahu. Barulah kami tertibkan,” ucapnya.

Hasil penertiban geng motor di sejumlah sekolah hingga Jumat (23/9), polisi menjaring 283 sepeda motor dari sejumlah sekolah di wilayah Polresta Medan.  (mag-7)

Bahu Membahu Jaga Keamanan

Mayjen TNI Lodewijk F Paulus mengatakan tugas negara yang diembannya sebagai Panglima Kodam I Bukit Barisan,  merupakan jabatan yang diamanahkan pada dirinya dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Berkaitan dengan itu Lodewijk berjanji akan memperketat keamanan di empat provinsi yang dipimpinnya, mengingat letak geografis kekayaan alam ada dibawah naungan Kodam I Bukit Barisan.

“Kepercayaan yang diberikan pucuk pimpinan TNI Angkatan Darat kepada saya untuk menjaga keamanan teritorial di wilayah hukum Kodam I Bukit Barisan yang meliputi Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau,” ujar Pangdam yang baru dilantik ini.

Untuk itu, kata Lodewijk, dibutuhkan kesadaran seluruh komponen bangsa untuk mengelola potensi tersebut sebagai keunggulan wilayah, agar potensi-potensi yang ada dapat dikelola dengan baik.

“Karena itu dibutuhkan stabilitas pertahanan dan keamanan yang kondusif,” ucapnya.
Lebih lanjut dikatakan Pangdam, kondisi ini akan tercapai apabila seluruh komponen bangsa di wilayah ini bahu-membahu mendukung pembangunan di wilayah Kodam I/Bukit Barisan.

“Sebagai komponen utama dalam sistem pertahanan negara bertanggung jawab untuk menjaga stabilitas nasional di daerah sesuai dengan Undang-Undang Republik Indonesia No 34 Tahun 2004 dengan melaksanakan Operasi Militer Perang dan Operasi Militer, selain Perang. Era globalisasi yang membawa isu demokratisasi, hak azasi manusia, terorisme dan lingkungan hidup menjadikan pengelolahan wilayah ini semakin kompleks,” paparnya.

Dia juga berharap kepada Pemda, Polri, unsur TNI lainnya, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama serta berbagai pihak lainnya tetap memberikan dukungan dan kerjasama yang harmonis kepadanya, sebagaimana yang telah diberikan kepada Mayor Jenderal TNI Leo Siegers, SIP. “Keberadaan Kodam I/Bukit Barisan tidak berarti apa-apa tanpa dukungan infrastruktur dan suprastruktur yang ada di daerah ini,” pungkasnya. (rud)

RSU Pirngadi Krisis Ruangan Isolasi

MEDAN- RSU Pirngadi Medan mengaku krisis ruangan isolasi khusus anak, akibatnya setiap anak yang memiliki penyakit menular tertentu harus dirujuk ke rumah sakit lainnya.

“Memang benar kami hanya punya satu ruangan sosialisasi khusus anak untuk penyakit tertentu.  Jumlah ini memang kurang, tapi kami harus menunggu usulan dari dokter anak, baru ditanggapi dan dirapatkan. Kita tidak mungkin asal buat begitu saja, karena waktu itu sudah ada blue printnya,” kata Direktur RSUD dr Pirngadi, dr Dewi F Syahnan SpTHT, Jumat (23/9).

Di tempat yang sama, Kasubag Humas RSU Pirngadi, Edison Perangin-angin SH menuturkan pasien anak yang harus diisolasi akan ditempatkan ke ruang isolasi, tapi apabila ruangan telah terisi maka rumah sakit akan merujuknya ke rumah sakit lainnya.

Menanggapi itu, Anggota Komisi B DPRD Kota Medan, Khairuddin Salim mengatakan  RSU Pirngadi harus melakukan pembenahan secepatnya, apabila ada pasien anak yang harus diisolasi atas penyakit tertentu lebih dari satu pasien, maka akan menyulitkan perawatan nantinya. “Untuk itu, RSU Pirngadi harus memiliki ruangan isolasi untuk anak minimal 5 ruangan,” ucapnya. (jon)

Senpi Ilegal Gagal Naik Garuda

MEDAN- Petugas Sekuriti Angkasa Pura II menggagalkan penyeludupan senjata api (Senpi)  jenis air soft gun dari dalam kotak. Senjata api itu terdeteksi (X-Ray) Cargo Bandara Polonia Medan, Jumat (22/9) sekitar pukul 18.45 WIB.

Keterangan yang diperoleh, awalnya, pada pukul 11.45 WIB, barang yang dibungkus kotak dengan pengirim pusat Koperasi Kartika A, Bukit Barisan unit Toko perlengkapan TNI, Polri, Sipil, Satpol PP, Satpam, Ormas, dan lain-lain yang beralamat di Jalan Jenderal Gatot Subroto nomor 71 I, Kecamatan Medan Petisah.

“Barang yang dibungkus dalam kotak lengkap dengan alamat pengirim. Sedangkan untuk  isi kotak yang diketahui dari PT Pos Indonesia dengan surat pemberitahuan berisi kain,”ujar Kepala Pos Bandara Polonia Medan, Aiptu S Sihombing.
Dia menyebutkan, pada pukul 18.45 WIB, barang yang berbentuk kotak saat di X Ray oleh anggota security AP 2 alat menunjukkan ada benda yang dicurigai didalam kotak. Petugas yang curiga langsung membongkar isi kotak tersebut.

Ditemukan senjata genggam jenis air sof t gun yang akan dikirim dengan pesawat garuda GA 195 pada pukul 19.50 WIB dengan tujuan Jakarta, ke Wiwin Winarsih yang beralamat di Jalan Satya V nomor 23, Komplek Kopasus CijantungIII, Jakarta Timur.

Lebih lanjut, Sihombing mengatakan persoalan ini diserahkan ke Polsek Medan Baru untuk penyelidikan. Tapi, sudah ada dua saksi yang diperiksa. Keduanya merupakan orang yang mengantar barang ke cargo Bandara Polonia.
Kapolsekta Medan Baru, AKP Donny Alexander yang dikonfirmasi wartawan koran ini enggan memberikan berkomentar. (adl)