Home Blog Page 14680

Kebakaran di Penjara, 6 Napi Tewas

BAGHDAD- Api tampak menyelimuti sebuah penjara di Baladiyat, Irak. Enam orang narapidana dikabarkan tewas dalam peristiwa kebakaran di tempat itu. Kebakaran yang melanda menjelang pagi ini, menyebabkan kepanikan di dalam penjara. Beberapa dari narapidana tampak perawatan akibat menghirup asap yang diakibatkan oleh kebakaran.

Petugas medis memastkan enam orang tewas dalam insiden ini. Namun petugas medis yang bekerja di RUmaha Sakit Kindi dan rumah sakit Ibin Nafees, menolak untuk memberi keterangan. Demikian diberitakan Associated Press, Senin (19/9).
Hingga kini tidak jelas apa penyebab kebarakan tersebut. Pihak berwenang pun masih terus melakukan olah forensik di lokasi kejadian. Sementara petugas pemadam kebakaran dikabarkan membutuhkan watktu sekitar satu jam untuk memadamkan api. Kini tidak ada api lagi terlihat di sekitar lokasi kebakaran. (net/bbs)

WNI Ditangkap Gara-gara Bendera Malaysia

JOHOR BARU- Pemerintah Malaysia menahan awak kapal dari sebuah kapal milik Korea Selatan. Kapal itu kedapatan mengibarkan bendera Malaysia terbalik. Jalur Gemilang yang menjadi kebanggaan Malaysia, dikibarkan dengan posisi tidak sesuai di kapal yang bersauh di lepas pantai Tanjung Piai, Pontian.

Polisi Maritim Malaysia (MMEA) yang menyadari bendera negara mereka dikibarkan terbalik, langsung memeriksa kapal tersebut dan melakukan penyelidikan terhadap kapal tersebut.

“Cara mereka mengibarkan bendera nasional, mengundang petugas untuk menyelidiki kapal itu,” ungkap Kepala Polisi Maritim Laksamana Zulkifli Abu Bakar seperti dikutip The New Straits Times. Zulkifli menambahkan, awak kapal tersebut lalai memberitahu pihak berwenang mengenai kedatangan mereka di perairan Malaysia. Mereka pun akhirnya diselidiki karena mengibarkan bendera Jalur Gemilang dalam posisi yang tidak pantas. Kapal ini sendiri diawaki oleh 10 WNI yang menjadi awak kapal. (net/bbs)

Bom Bunuh Diri Hantam Polisi

Karachi – Lagi-lagi serangan bom di Pakistan. Sedikitnya delapan orang tewas setelah seorang pengebom bunuh diri Taliban menabrakkan mobil berisi bom yang dikendarainya ke rumah seorang pejabat senior kepolisian di Kota Karachi. Dari 8 korban tewas tersebut, enam di antaranya adalah polisi.

Saat kejadian, keenam polisi tersebut sedang berjaga di rumah pejabat kepolisian Karachi, Chaudhry Mohammad Aslam, yang menjadi target pengeboman. Aslam sendiri selamat dari pengeboman tersebut.

Selain menewaskan enam polisi, seorang wanita dan seorang anak juga tewas dalam kejadian itu. Menurut kepolisian setempat, bahan peledak seberat 300 kilogram digunakan dalam aksi pengeboman itu. Kepada wartawan, Aslam mengatakan, sebelum pengeboman itu dirinya menerima ancaman-ancaman dari kelompok-kelompok militan termasuk Taliban.

“Saya sedang tidur ketika mereka melakukan tindakan pengecut ini dan menabrakkan kendaraan yang dipenuhi bahan peledak ke rumah saya,” kata Aslam seperti dilansir Reuters, Senin (19/9). Kelompok Taliban Pakistan mengklaim bertanggung jawab atas serangan bom tersebut. Disebutkan bahwa Aslam telah menangkap dan membunuh banyak pejuang Taliban.

“Kami akan menyerang perwira-perwira kepolisian lainnya serta mereka yang mengambil tindakan terhadap rakyat kami,” cetus juru bicara Taliban Ehsanullah Ehsan. (net/bbs)

Masih Tahap Penyelidikan Awal

MEDAN-Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) mulai mengusut dugaan penyimpangan dana operasional di RSUD dr Pirngadi Medan, senilai Rp19,142 miliar yang ditemukan oleh BPK Sumut.

Kepala Seksi Penyidikan Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara Jufri Nasution SH MH mengaku, mereka sedang mempelajari soal penyimpanga dana opersional tersebut.

‘’Lagi dibuat penyusunan mulai penyelidikan. Saat ini kita sedang menelusuri untuk mencari tahu kebenaran soal penyimpangan dana operasional di rumah sakit itu (RSU dr Pirngadi Medan),’’ tegas Jufri.
Jufri Nasution mengaku untuk mengungkap kasus dugaan penyimpangan anggara operasional di RSUD dr Pirngadi Medan, membutuhkan kerja yang tidak sebentar.

‘’Kita berupaya akan mengungkap kasus ini. Penyelidikan yang kita lakukan dari tahap bawah. Dengan mengumpulkan bukti dan informasi begitu juga kita akan memanggil pejabat yang terkait dalam perkara tersebut, termaksud meminta informasi dari instansi yang mengaudit,’’ beber Jufri. Jufri Nasution juga menegaskan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan penyelidikan atas dugaan penyimpangan operasional di RSUD dr Pirngadi Medan.

Sebelumnya Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Sumut menemukan banyak penyimpangan yang berpotensi merugikan keuangan daerah di RSUD dr Pirngadi Medan.  (rud)

Kapolri Restui Briptu Norman Mundur

JAKARTA-Mabes Polri menyatakan Briptu Norman Kamaru masih punya sisa kewajiban dinas empat tahun lagi. Sebagai seorang tamtama polisi, Norman minimal harus bertugas selama 10 tahun.

“Dia masih enam tahun, jadi sebenarnya masih ada kekurangan masa tugas,” ujar Kadivhumas Polri Irjen Anton Bachrul Alam, usai menemui keluarga Norman yang datang dari Gorontalo di Mabes Polri, kemarin (19/9).

Pertemuan berlangsung akrab dan santai di ruang dinas Kadivhumas. Idris menyampaikan alasan bahwa Norman ingin berkonsentrasi dengan karir barunya sebagai penyanyi. “Jadi, kami minta restu dari Bapak,” katanya.

Selama ini, konsentrasi Norman, lanjut Idris bercabang dua. Selain masih sebagai polisi anggota Brimob Polda Gorontalo, Norman juga menerima banyak order sebagai artis baru. “Karena itu, lebih baik dia mengundurkan diri saja,” katanya.
Di Istana, Kapolri Jenderal Timur Pradopo memberi sinyal akan merestui pengunduran Norman. “Kalau mencari karir yang lebih baik tidak apa-apa,” katanya. Kapolri akan memerintahkan Kapolda Gorontalo untuk menindaklanjuti permintaan Norman. “Saya cek ke Kapoldanya,” kata jenderal alumni Akpol 1978 itu. (rdl/fal/jpnn)

Dapat Gelar Angku Majo Sadeo

Mahfud M.D

Ketegasan Mahfud M.D. sebagai ketua Mahkamah Konstitusi (MK) mendapat apresiasi dari masyarakat Magek, Sumatera Barat. Dia pun mendapat gelar Angku Majo Sadeo dari mereka.

“Saya sangat menghargai pemberian gelar itu. Bagi saya, itu merupakan apresiasi masyarakat Magek atas tugas yang saya emban selama menjadi ketua MK,” kata Mahfud.

Angku Majo Sadeo merupakan gelar adat kebesaran Ninik Mamak Nagari Magek Sumatera Barat yang diberikan kepada seseorang yang berjuang menegakkan kebenaran. Penganugerahan gelar untuk Mahfud itu dilakukan dalam acara Ninik Mamak, Alek Nagari Batagak Pangulu. (ris/jpnn/c5/nw)

Nazaruddin Sebut Peran Anas

JAKARTA- Muhammad Nazaruddin terus bermanuver terhadap Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Tersangka kasus suap Wisma Atlet tersebut membeberkan peran Anas dalam kasus dugaan korupsi proyek PLTS di Kemenakertrans.

“Nah tadi ditanyakan bagaimana peran Anas di PT Anugrah, jadi lebih pada posisi Anas di PT Anugrah. Saya ditanya siapa saja pimpinannya, saya bilang pimpinan PT Anugrah, Anas Urbaningrum. Selain itu, saya Dirut Keuangan, Yulianis. Itu dalam posisi keterlibatan dalam PLTS,”jelas Nazaruddin usai pemeriksaan, di gedung KPK, kemarin (19/9).

Selain itu, Nazaruddin yang kemarin diperiksa sebagai saksi menuturkan, dirinya juga ditanya soal dana kongres Partai Demokrat di Bandung. Dia menguraikan kronologinya. Menurut dia, biaya kongres dari bulan Januari sampai awal Mei 2010 dikelola seseorang bernama Eva. “Waktu itu ada uang yang mau dibawa ke Bandung. Saya bilang mas Anas diserahkan ke Eva saja, tapi Anas mengarahkan agar uang itu dipegang Yulianis,” jelasnya.

Ketika ditanya sumber dana Kongres, Nazaruddin memaparkan dana tersebut berasal dari proyek Hambalang dan proyek E-KTP senilai Rp 40 miliar. Menurut dia, dana proyek tersebut diserahkan kepada Yulianis. Tidak hanya itu, Nazaruddin juga menyebut, dana kongres juga bersumber dari proyek BOS dan proyek pembangkit PLN di Riau. “Proyek pembangkit PLN yang di Riau, yang dimenangkan oleh PT Rekin. Dan pembangkit yang di Kaltim. Waktu itu Adhi Karya. Waktu itu yang menyerahkan ke Yulianis adalah ibu Wila. Nah itu yang saya jelaskan,” paparnya.

Terkait kasus suap wisma atlet, Nazaruddin juga mengaku dicecar penyidik KPK tentang keterlibatan Anas. Dia juga ditanya soal peran Angelina Sondakh, Wayan Koster hingga Mirwan Amir.  Termasuk uang Rp9 miliar yang dituduhkan diterima Wayan Koster dan Angelina. Lantas, uang tersebut diserahkan Mirwan Amir kepada Pimpinan banggar lain. (ken/jpnn)

Satu Lagi Pekerja SPBU Tewas Korban Ledakan Butuh Darah

MEDAN-Satu orang lagi meninggal dunia akibat terkena ledakan tabung gas Di Stasiun Pengisian Bahanbakar Umum (SPBU) 14.214.280 di Rantau Prapat. Korban diidentifikasi bernama Legimin, pekerja di SPBU di Jalan Sisingamangaraja, Simpang Mangga, Kecamatan Rantau Selatan, itu.

Legimin tewas di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Rantau Prapat, Senin pagi. Korban tidak terselamatkan karena luka-lukanya yang demikian parah. “Iya, korban tewas bertambah satu lagi,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Labuhan Batu, AKP Tito Hutauruk.

Sedangkan korban luka serius akibat ledakan, Risma Khairani (16), warga Jalan Pendidikan, Rantau Prapat kini dirawat secara intensif di Ruang Santa Maria Lantai II, Kamar 48, RSU Elisabeth, Medan, Senin (19/9). Tohap (48), ayah Risma mengaku, anaknya dibawa ke Medan agar dirawat lebih intensif lagi.

“Saat ini kami sedang membutuhkan darah sebanyak 750 CC dan darah yang kami butuhkan itu golongan darah O. Darah itu kami butuhkan untuk operasi anak kami,” sebut Tohap.

Tohap menuturkan, Risma dibawa dan dipindahkan dari RSU Rantau Prapat Senin (19/9) sekitar pukul 08.30 WIB, karena kondisinya sangat memprihatinkan. Sementara peralatan di rumah sakit tersebut kurang lengkap. “Hingga saat ini kami sudah mengeluarkan Rp4.130.000 untuk biaya perawatan, belum termasuk Rp6 juta di rumah sakit ini,” ucapnya.

Saat kejadian, siswi SMU N 2 Rantauprapat ini sedang mengisi bahan bakar di SPBU. Ketika SPBU itu meledak, api langsung menyambar pompa bensin yang sedang mengisi BBM ke tangki sepeda motor Yamaha Xeon milik Risma Khairani hingga timbulkan ledakan.

“Ledakan tersebut membuat pecahan tabung gas dan lantai beton yang panas itu mengenai tubuh Risma dan sejumlah orang di sekitar SPBU yang menewaskan 2 orang saat itu juga,” terangnya.
Risma mengalami luka serius dan dirawat intensif.

“Dokter mengatakan, kedua kaki anak saya, Risma, patah tebu dan salah satu diantaranya harus diamputasi. Tapi saya bermohon agar jangan diamputasi. Kepala robek 10 cm dan daging di pipi kirinya lepas,” ujar Tohap.
Tohap berharap agar pengusaha SPBU bertanggung jawab mendanai biaya perobatan anak keempat dari enam bersaudara, karena hingga saat ini dia telah mengeluarkan dana sebesar Rp10.130.000 untuk pembiayaan.(jon/ari)

Staf SPBU tak Miliki Jamsostek

Para staf SPBU No 14.214.280, korban tewas maupun luka-luka, ternyata tidak dilengkapi fasilitas Jaminan Sosial Tenaga Kerja (Jamsostek). Hal itu dibenarkan Kepala Jamsostek Sumut Ramdoni yang dikonfirmasi Sumut Pos mengenai hal itu, kemarin.

“Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari Kepala Cabang (Kacab) Jamsostek Kisaran Krista Nurhayat, benar,” katanya.

Menyikapi hal itu, anggota Komisi E DPRD Sumut Siti Aminah dengan tegas mengecam pihak SPBU yang tidak memfasilitasi para karyawannya dengan Jamsostek.

“Saya sudah tanyakan ini ke pihak Jamsostek Sumut. Dan setelah dicek ke lokasi kejadian, ternyata pihak Jamsostek Sumut membenarkan hal itu. Kita sangat kecewa, dengan pihak perusahaan yang seolah hanya ingin mencari keuntungan namun tidak memikirkan keselamatan karyawannya,” tegasnya.

Ditambahkannya, untuk persoalan ini, harus ada sikap dan tindakan tegas, dari pihak terkait yang berwenang. (jon/ari)

4 Wartawan Dilarikan ke Ruang Gawat Darurat

Bentrokan Berdarah Wartawan-Pelajar di Bulungan

JAKARTA- Tercatat empat fotografer dan seorang wartawan terluka dalam bentrokan dengan ratusan pelajar SMA 6 Bulungan Blok M Jakarta Selatan pada Senin siang (19/9) kemarin. Untuk meredakan bentrokan, polisi terpaksa melepaskan beberapa kali tembakan peringatan ke udara.

Empat korban fotografer yang terluka diketahui dari Media Indonesia Panca Sukarni, Kompas Image Banar Fil Ardhi,  Harian Kontan Fransiskus Simbolon dan fotografer Koran Sindo, Yudhistiro Pranoto. Sedangkan reporter Sinar Harapan Septiawan juga terluka. Rata-rata para korban terluka memar akibat lemparan batu dan hantaman tangan kosong. Sedangkan yang lukanya tergolong parah adalah Yudhistiro yang kepalanya dihantam batu oleh pelajar SMA 6. Ia terpaksa dilarikan ke ruang Gawat Darurat RS Pusat Pertamina dan masih menjalani perawatan hingga berita ini diturunkan.

Sedangkan diketahui satu unit mobil operasional Trans TV juga ringsek dan pecah kaca dirusak pelajar, termasuk belasan motor milik wartawan tak luput dari pengrusakan para pelajar yang kalap itu.

Bentrokan diawali saat sekitar dua puluhan wartawan berunjuk rasa di depan pintu gerbang SMA 6 menuntut pelaku pemukulan terhadap rekannya wartawan Trans 7 Octaviardi yang dikeroyok para pelajar di sekolah itu menyerahkan diri ke polisi. Unjuk rasa damai dilakukan para wartawan dengan menggantungkan ID Card mereka di gerbang sekolah. Bahkan menjelang kejadian, dua orang perwakilan wartawan, Widi dan Firardi masih menggelar pertemuan dengan pihak sekolah, sementara teman-temannya menunggu di depan sekolah.  Namun bentrokan mendadak meletus sekitar pukul 14.00 ketika bubaran sekolah berlangsung. Saat itu puluhan pelajar menyerang para wartawan yang bergerombol di depan sekolah mereka. (ind/jpnn)