Home Blog Page 14703

Tiket Mahal, Fans Chelsea Mogok Nonton

Harga tiket nonton pertandingan kandang Chelsea dikenal salah satu yang termahal di Eropa. Harga termurahnya mencapai 40 pounds atau sekitar Rp500 ribu lebih. Belakangan harga itu mulai dikritik para fans.

Di musim ini karcis pertandingan Chelsea di Stamford Bridge jika main di Eropa naik 33 persen. Di laga pertama mereka melawan Bayer Leverkusen kemarin, tiket termurah untuk penonton dewasa adalah 40 poundsterling atau Rp 500 ribu lebih.

Akibatnya, pertandingan yang dimenangi tuan rumah dengan skor 2-0 itu hanya disaksikan tak lebih dari 34 ribu suporter.

Sebagai bentuk protes atas kenaikan tersebut, kelompok suporter Chelsea mencetuskan gagasan tidak meramaikan stadion pada pertandingan-pertandingan kandang berikutnya, yang terdekat adalah melawan klub Belgia, Genk, bulan depan.

“Satu-satunya cara mengirimkan sebuah pesan kepada klub adalah dengan menurunkan jumlah penonton di pertandingan melawan Genk,” cetus wakil presiden kelompok suporter Chelsea, Michelle Shaw, dikutip Telegraph.
Di tahun 2007 Chelsea juga sempat “ditinggalkan” suporternya yang merasa keberatan dengan kenaikan harga tiket pertandingan liga Champions. Kala itu termurahnya 48 pounds. Pihak klub lalu memotong setengahnya, dan jumlah penonton naik lagi. (net/jpnn)

Tanpa Bintang, Samba-Tango Kacamata

CORDOBA – Argentina dan Brazil merupakan dua raksasa Amerika Latin dengan sejarah rivalitas sengit. Namun, bentrok kedua tim di Estadio Mario Alberto Kempes di Cordoba kemarin berlangsung garing alias tanpa greget. Skor akhir kacamata (0-0) makin mempertegas apabila pertandingan sepertinya tidak menghibur.

Bukan tanpa alasan apabila duel bertajuk Superclasico de las Americas itu berjalan biasa-biasa saja. Itu mengingat absennya bintang-bintang Eropa dari kedua tim. Dengan kata kain, baik Argentina maupun Brazil hanya mengandalkan pemain dari klub lokal.

Brazil memang masih memiliki kombinasi superstar muda Neymar dan bintang lawas Ronaldinho. Namun, rekan setim keduanya hanya deretan pemain muda dan debutan. Argentina malah lebih parah. Nyaris tidak ada nama ngetop kecuali mungkin Mauro Boselli, striker Estudiantes yang pernah berkarir di Eropa bersama Wigan Athletic dan Genoa.
Tapi, pelatih Argentina Alejandro Sabella justru menyikapi positif ketidakhadiran bintang Eropa Tango seperti Lionel Messi, Sergio Aguero, Angel di Maria, maupun Javier Mascherano. “Saya memang ingin menjajal kemampuan wajah-wajah baru,” ungkapnya seperti dilansir di situs resmi AFA.

“Secara keseluruhan, saya cukup puas dengan tim saya hari ini (kemarin, Red) karena mereka mampu mengalirkan bola dengan baik dan mengontrol permainan, khususnya di babak pertama,” sambung pelatih yang baru menangani Argentina sebulan terakhir itu.

“Saya ingin memaksimalkan uji coba sebelum kualifikasi Piala Dunia 2014 bulan depan,” tutur Sabella. Argentina akan memulai kualifikasi zona Conmebol menghadapi Cile (7/10) disusul Venezuela (11/10).  Berbeda dengan Argentina, Brazil tidak akan tampil di kualifikasi karena berstatus tuan rumah Piala Dunia 2014.
“Kami memang tidak pernah sebagai tim, tapi kami  tim baru. Kami berjanji akan lebih baik,” kata Ronaldinho. (dns/jpnn)

PSSI Bertindak Asal-asal

MEDAN-Suasana panas mulai mewarnai persiapan musyawarah daerah luar biasa (Musdalub) PSSI Sumut yang akan berlangsung Minggu 18 September di Hotel Asean Medan.

Itu terjadi setelah kemarin (15/9) perwakilan Pengcab Tebing Tinggi, Labuhan Batu Utara dan Serdang Bedagai mendatangi sekretariat panitia yang berada di sekretariat KONI Sumut Jalan Willem Iskandar Medan, guna mempertanyakan prihal tidak disertakannya mereka pada Musdalub mendatang.

Sayangnya, saat ketiga perwakilan tadi ingin mempertanyakan nasibnya, mereka tidak mendapat jawaban yang memuaskan karena seluruh panitia yang mendapat mandat dari PSSI tidak satupun yang berada di sana .
“Nampaknya sekretariat panitia ini hanya kamuflase saja, karena orang yg ditugaskan disini bukanlah orang yang berkompeten untuk menjawab dan menyelesaikan permasalahan yang terjadi,” sungut Dr Ivan Dalimunthe, Ketua Pengcab PSSI Tebing Tinggi kepada wartawan.

Selanjutnya Ivan mengungkapkan bahwa sejak terbentuk Pengcab Tebing Tinggi pada 31 Juli 2010 dengan SK yang ditanda tangani Drs Risuddin selaku Ketua PSSI Sumut dan Coking Susilo Sakeh sebagai Sekretaris, pihaknya telah menjalankan roda organisasi dan memutar roda kompetisi pada 23 Mei 2010.

Karenanya Ivan menyesalkan sikap Wakil Ketua Panitia Sarluhut Napitupulu yang terkesan “buang badan” dan tidak berani datang ke sekretariat panitia guna menyelesaikan masalah, padahal ketiga perwakilan Pengcab tadi telah menunggu hingga dua jam.

“Disuruhnya kami melakukan protes ke PSSI, padahal mereka kan orang PSSI yang diberi mandat dan tanggung jawab demi suksesnya gelaran Musdalub PSSI Sumut,” bilang Ivan.

Parahnya lagi, ketika Pengcab Tebing Tinggi dan Labuhan Batu Utara tadi minta dilakukan berita acara penyerahan berkas agar diproses panitia, alangkah terkejutnya perwakilan kedua Pengcab tadi, karena setelah mereka menanda tangani berkas acara tadi, pihak panitia justru tidak memiliki stempel kepanitiaan.
“Kepanitiaan ini terkesan asal-asal dan ecek-ecek (tidak serius, Red). Jadi jika melihat kondisi seperti ini, kami khawatir apa yang mereka lakukan dengan membuat peraturan yang tidak sesuai dengan statuta PSSI merupakan sebuah upaya untuk memenangkan salah satu kandidat calon Ketua PSSI Sumut,” tandas Ivan lagi.
Hal senada juga diungkapkan oleh Marwansyah SH, Wakil Ketua Bidang Kompetisi PSSI Labuhan Batu Utara.
Kondisi ini juga diyakini akan menjadi bom waktu yang akan menghancurkan sistem orgaisasi dan sistem pembinaan sepak bola di Sumut
Sebelumnya lewat pemberitaan di berbagai surat kabar , Sarluhut Napitupulu, Wakil Ketua Panitia Musdalub PSSI Sumut membeberkan peserta Musdalub PSSI Sumut adalah pengcab yang memegang SK yang ditanda tangani Drs Chaerullah SIP MAP, mantan Ketua PSSI Sumut  2006-2010, bukannya Pengcab yang disahkan lewat SK yang ditanda tangani Drs Risuddin (Alm) selaku Ketua PSSI Sumut periode 2010-2014. (jun)

Mengejutkan, Persik Lolos Tim Profesional

KEDIRI- Kabar bagus sekaligus mengejutkan muncul dari kandang Macan Putih. Betapa tidak, sejumlah media online kemarin ramai-ramai memberitakan lolosnya Persik dan lima tim lainnya sebagai salah satu tim profesional musim depan berdasarkan hasil verifikasi AFC-PSSI.

Bahkan, Persik disebut menjadi salah satu tim dengan nilai verifikasi tinggi. Yakni dengan nilai 95,6 poin. Selain Persik, tim lain yang dikabarkan lolos verifikasi FIFA adalah Persibo Bojonegoro (95,6 poin), PSIS Semarang (92,3 poin), Persikota Tangerang (96 poin), Persis Solo (96,7 poin), dan Persebaya Surabaya (95,7 poin).

Sayang, belum ada pihak manajemen dan pengurus yang mengkonfirmasi hal itu. Manajer Persik Sunardi mengaku masih rapat saat ditelepon Radar Kediri (Grup Sumut Pos). “Maaf, saya masih meeting,” kata Sunardi diikuti tanda telpon ditutup. Sunardi sendiri bersama sejumlah anggota manajemen sedang rapat dengan pihak konsorsium untuk membahas kerjasama antara Persik dan Minangkabau FC di Jakarta.

Namun, berita tersebut sebenarnya tidak terlalu baru. Beberapa waktu lalu, Ketua Umum Persik Samsul Ashar mengaku mendapatkan “bocoran” dan memberikan konfirmasi kepada Radar Kediri bahwa timnya menduduki peringkat tertinggi hasil verifikasi dari AFC.

“Dari berbagai item yang disyaratkan oleh PSSI dan FIFA, Persik berkasnya paling lengkap. Tidak ada tim yang sebagus itu,” kata Samsul. (jie/jpnn)

Njanka Ikut Latihan Perdana PSMS

Pada hari keempat seleksi pemain PSMS yang digelar di Stadion Kebun Bunga, hanya 19 orang pemain dari keseluruhan jumlah pemain proyeksi 23 orang yang hadir. Ikpefua M Osas Saha yang pada Rabu (14/9) dikatakan sudah tiba di Medan, belum juga tampak pada latihan kemarin (15/9).

Pemain asing yang tampak baru Pierre Njanka Beyaka, dan Stephen Menoh juga dikabarkan sore ini (16/9) baru tiba dari Jakarta. Sedangkan pemain proyeksi yang baru hadir pada hari keempat yakni M Agus Salim dan Kery Yudiono.

Pada latihan kali ini, pemain seleksi PSMS ditanding dengan PSMS U-21. Sepanjang dua babak pertandingan, permainan terlihat sangat keras. Seperti mengulang pertandingan melawan PSMS Junior pada hari kedua, hasil kembali imbang 1-1.
Apakah hasil pertandigan tersebut mengecewakan? Menjawab pertanyaan tersebut, Suharto mengatakan, belum ada rasa kecewa hingga saat ini. “Mereka rata-rata bermain lumayan. Saat ini kita juga belum mengarahkan para pemain untuk bermain seperti apa mau kita. Mereka masih membawakan permainan individu masing-masing,” terangnya.
Hingga saat ini, sambungnya, pemain masih dilatih untuk memantapkan kesiapan fisik dan fundamen skill. “Kalau mereka sudah kita latih untuk bermain dengan gaya yang kita arahkan, dan permainan mereka tak juga berkembang, baru kita pantas mengkritisinya,” jelas Suharto.

Untuk kelengkapan pemain proyeksi hingga saat ini PSMS masih menunggu dua orang pemain lagi, yakni Ferdiansyah yang masih berlaga di Piala Champion Asia membela Persipura dan Irfan Raditya yang masih di Arema.

Untuk jumlah skuad PSMS, Suharto menerangkan minimal dibutuhkan 23 pemain dan maksimal 25 pemain. Sedangkan yang memutuskan siapa-siapa saja yang nantinya akan menjadi tim solid di PSMS, ia menjelaskan, itu menjadi keputusan mutlak Pelatih Kepala. “Saat ini beliau (Pelatih Kepala, Red) belum bisa sama-sama memantau pemain. Saat dia tiba, dan melihat beberapa kali  akan cukup untuk menentukan siapa yang layak  memperkuat PSMS,” tandasnya. (saz)

Webber Menyerah

MONZA-Mark Webber mengaku kalau peluang dirinya menjadi juara dunia kini sudah tertutup. Di enam balapan tersisa dia hanya menargetkan untuk bisa menyudahi musim di posisi dua klasemen.

Nasib buruk mendatangi Webber di GP Italia akhir pekan kemarin. Untuk kali pertama sejak GP Korea tahun lalu pembalap asal Australia itu gagal finis setelah bersenggolan dengan Felipe Massa saat berupaya menyalip pembalap Brasil tersebut.
Gagal dapat poin membuat selisih poin Webber dengan Sebastian Vettel di posisi teratas kembali melebar. Dengan tinggal enam seri tersisa di musim ini, ada 117 poin menjadi jurang pemisah.

Inilah yang kemudian membuat Webber mulai mengalihkan targetnya dengan menjadi runner up di akhir musim balap nanti. Peluang yang terbuka sangat lebar karena dia punya poin sama dengan Jenson Button (167) di posisi tiga dan cuma tertinggal lima angka atas Fernando Alonso di posisi dua.

“Vettel kembali memenangi balapan, meski dia belum kembali menjadi juara dunia, kami semua tinggal memperebutkan posisi kedua,” tulis Webber dalam kolomnya di BBC.

Terkait kegagalan di GP Italia, Webber masih sulit untuk melupakan hasil buruk tersebut. Apalagi dia yakin bisa meraih hasil baik dalam balapan tersebut lantaran kondisi mobil yang oke.

“GP Italia adalah salah satu balapan yang mengingatkan Anda betapa menyebalkannya gagal finis. Sudah lama saya tidak merasakannya, tapi itu membuat frustrasi – untuk diri sendiri dan untuk tim setelah segala upaya yang dilakukan gagal. Itu sangat mengecewakan di Monza karena mobilnya terasa lebih baik dibanding sepanjang tahun,” lanjut Webber seperti diberitakan Autosport. (net/jpnn)

Tahan Gong Matua Siregar

Warga Batubara Sampaikan Tuntutan di Mapoldasu

MEDAN- Ratusan warga Batubara menamakan Gerakan Masyarakat Menuju Kesejahteraan Batubara, mendatangi Markas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Mapoldasu), Kamis (15/9) meminta Wakil Bupati Batubara Gong Matua, tersangka kasus penjual limbah PT Indonesia Aluminium (Inalum) Segera ditangkap.

Massa yang datang dengan menggunakan 7 bus  L300  terdiri dari ibu-ibu, mengecam Gong Matua sebagai pemecah belah masyarakat Batubara dan meminta Poldasu segera menahan Gong Matua yang dianggap merusak masyarakat Kabupaten Batubara.

Dengan alat pengeras suara yang mereka bawa, massa  dalam orasinya meneriakkan yel-yel “Tangkap Gong Matua, tangkap penipu, tangkap orang yang melakukan pelecehan terhadap wanita, tangkap pengkhianat masyarakat Batubara,” teriak pendemo.

Koordinator aksi Safrizal Elbatubara, kepada wartawan mengatakan, aksi  mereka tersebut merupakan aksi moral, karena telah jenuh dengan Gong Matua.  “Kita kecewa dengan Gong Matua, dia adalah pemimpin yang busuk, dia seorang yang sangat bejat, suka membuka aib orang, padahal aibnya sendiri lebih banyak,” kata Safrizal.
Lebih lanjut dikatakan Safrizal, Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro diminta agar Gong Matua segera ditahan sesuai dengan prosedur hukum. “Kalau mau jadi Kapolri harus tegas. Tahan Gong Matua, buktikan hukum itu ada, kami tidak rela di tanah kami Kabupaten Batubara Gong Matua kembali memimpin. Bila Kapoldasu ingin citranya baik, kami minta  untuk segera menahan Gong Matua, dan jangan sampai dilepas,” ketus Safrizal.
Safrizal juga mengancam, akan menurunkan massa sepuluh kali lipat, bila pihak Poldasu tidak menahan  Gong Matua yang sudah bersetatus tersangka.

“Kami minta hukum itu betul ditegakkan, jangan ada kata beking, ataupun tebang pilih yang bisa merusak tatanan hukum di negara ini.,”tegas Syafrizal.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Poldasu Kombes Pol Raden Heru Prakoso yang menerima perwakilan massa mengatakan, Poldasu tetap mengusut kasus tindak pidana penipuan dilakukan Gong Matua.
“Tidak ada kata tebang pilih dalam hukum, Poldasu  serius dalam menangani penyidikan kasus Gong Matua. Tidak ada yang  perlu khawatir, kami (Poldasu) berjanji akan menyelesaikan kasus ini secepatnya,”tegas Heru.(mag-5)

3 Hektar Ladang Ganja Ditemukan di Madina

MEDAN- Sebagai wujud nyata terciptanya Partnership Building, Polda Sumut bekerjasama dengan Polresta Madina dibantu masyarakat, berhasil menemukan tiga hektar ladang ganja dan beberapa pucuk senjata api rakitan saat melakukan oprasi di Madina, Rabu (14/9).

Kapolda Sumut Irjen Wisjnu Amat Sastro didampingi Direktur Binmas Kombes Hery Subiansauri, Kamis (15/9) mengungkapkan, hasil operasi ini merupakan suatu wujud nyata Partnership Building antara masyarakat dengan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan di daerahnya.

“Hasil operasi ini merupakan wujud nyata Partnership Building, sehingga apapun yang ditemukan masyarakat berkaitan dengan keamanan, selalu di informaskan kepada Polri,” terang Irjen Wisjnu Amat Sastro.

Dalam operasi itu, polisi berhasil menemukan tiga hektar ladang ganja di Desa Huta Tinggi,  Kecamatan Panyabungan Timur, Mandailing Natal. Polisi juga mengamankan 500 batang pohon ganja serta 121 Kg daun ganja kering siap edar.
Bersamaan dengan barang bukti tersebut, Polres Madina juga berhasil menangkap empat orang tersangka, salah satunya merupakan pemilik ladang bernama Ferry.

Disamping terungkapnya ladang ganja tersebut, Polres Madina juga berhasil menyita sembilan pucuk senjata api rakitan dari beberapa rumah penduduk yang berada disekitar ladang ganja tersebut.

Diduga, senjata api rakitan tersebut digunakan para petani untuk menjaga ladang ganja milik mereka. Selanjutnya, Polres Madina berhasil mengamankan 8 unit sepeda motor tanpa dokumen diduga  hasil  kejahatan. (mag-5)

Yamaha Incar Menang Lagi

ARAGON – Yamaha masih terus menjadi penantang utama bagi Honda dalam persaingan MotoGP musim 2011. Kemenangan Jorge Lorenzo di Misano, San Marino dua pekan lalu, mengakhiri puasa kemenangan Yamaha dalam empat balapan sebelumnya. Modal besar itu dibawa Yamaha ke MotoGP Aragon di Spanyol, akhir pekan ini.

Dengan lima balapan tersisa di musim ini, persaingan perebutan gelar kian panas. Lorenzo berada dalam situasi harus menang di tiap balapan tersisa itu. Jika tidak, rival terberatnya, pembalap Repsol Honda Casey Stoner yang kini berada di puncak, bakal makin jauh meninggalkannya. Sejauh ini, Lorenzo masih tertinggal 35 poin dari Stoner (224-259).
Kubu Yamaha melihat selisih poin antara Lorenzo dan Stoner tersebut sebagai tantangan besar di akhir tahun. Kemenangan di Misano sebagai titik balik kebangkitan. Terlebih dengan karakter lintasan Aragon yang akur dengan motor YZR-M1, membuat Yamaha kian optimistis untuk terus mencuri kemenangan.

Direktur Tim Yamaha, Massimo Meregalli, mengungkapkan karakter sirkuit Motorland Aragon sangat unik dan sangat cocok bagi YZR-M1. Jadi, sudah sepantasnya Lorenzo dan rekan setimnya di Yamaha Factory Racing Ben Spies kembali membawa pulang hasil memuaskan.

“Terlepas dari satu tikungan yang cukup merepotkan, layout sirkuit Aragon sangat bagus untuk kami dan akan serasi dengan YZR-M1, jadi harapan kami sangat tinggi untuk lomba akhir pekan ini,” ungkap Meregalli kepada situs resmi MotoGP.

Salah satu kunci untuk membangkitkan optimisme di akhir musim ini, menurut Meregalli, salah satunya dengan tak terlalu memikirkan jarak poin. Mereka tinggal fokus pada setting terbaik untuk motor di tiap balapan.
“Usai balapan terakhir lalu kami meninggalkan Misano dengan mood yang hebat setelah hasil yang fantastis. Apalagi masih ada lima lomba untuk dijalani dan 35 poin untujk dikejar. Jadi, kami datang ke Aragon sudah siap untuk kembali bertarung,” sambungnya.

Tren positif yang ditunjukkan oleh Yamaha dan Lorenzo juga diakui Stoner yang mengaku mengalami kendala fisik di Misano, dua pekan lalu. Baginya, akan sangat berbahaya bagi dirinya jika tak segera mendapatkan kebangkitan. Apalagi, dia merasa Aragon tak begitu difavoritkannya, meski tahun lalu dia menjadi juara di sirkuit itu bersama Ducati.

“Sayamenjalani balapan dengan baik di sana tahun lalu, terutama terkait fakta bahwa kami mengambil langkah besar dalam setingan motor. Tahun ini saya datang dengan motor yang benar-benar beda, jadi banyak hal yang harus dipelajari sejak free practice pertama, setting tepat dan hal lainnya secara umum,” sahut Stoner. (ady/jpnn)
Selain mewaspadai Lorenzo, pembalap Australia itu pun mewaspadai rekan setimnya Dani Pedrosa. “Akan sangat menarik pergi ke sana menunggangi Honda, Dani kompetitif di sana tahun lalu dan saya pikir kami juga bisa bekerja baik di sana, dan berharap meraih hasil baik. Kami akan ke sana dan melihat apa yang bisa kami lakukan,” lanjut Stoner. (ady/jpnn)

Floyd Mayweather-Victor Ortiz Saling Serang

LAS VEGAS –Perang mulut sebelum duel antara Victor Ortiz dan Floyd Mayweather Jr terjadi. Kedua petarung itu tak henti saling serang bahkan masih berlangsung sampai konferensi pers semalam.

Bermula dari pelatih Ortiz, Danny Garcia yang mengecam gaya bertarung kotor yang kerap diperagakan Mayweather,: “Floyd, setidaknya untuk pertarungan ini, bertarunglah dengan bersih untuk publik. Kami semua tahu bagaimana anda bertarung,” kata Garcia, seperti dilansir LA Times, Kamis (14/9).

“Jangan gunakan siku anda. Hal itu menyatakan bahwa anda takut bertarung,” lanjut Garcia.

Sesaat, Mayweather yang sebenarnya belum mendapat giliran berbicara, langsung memotong,: “Ya, saya takut bertarung. Karena itulah saya mendominasi di kelas ini selama 16 tahun. Saya takkan mencemaskan anda. Anda hanyalah pelatih. Biar petarung anda saja yang membuktikan,” seru Mayweather.

Layaknya gayung bersambut, Ortiz pun tak mau kalah untuk menyerang balik ke kubu The Pretty Boy (julukan Mayweather): “Anda memenangkan 41 perterungan, tapi tidak satu pun di antaranya melawan saya. Saya mencium aroma kegelisahan. Saya pemegang gelar WBC dan saya akan mengajari bagaimana rasanya mengalami satu kekalahan,” tukas The Vicious (julukan Ortiz).

Lagi-lagi, Mayweather tak sabar ingin langsung membalas lontaran kata-kata Ortiz,: “Pelatih anda mengatakan saya petinju yang kotor. Well, Ini olahraga yang kotor. Olahraga ini adalah bisnis yang saling menyakiti. Bagaimana bisa sampai ada pertarungan yang bersih?”.

“Jangan takut soal saya akan terus merangkul dalam pertarungan. Saya akan mendatangi anda langsung. Pertarungan takkan terjadi dalam jarak jauh. Ketika saya memukul anda, jangan rangkul saya. Karena saya ingin langsung menghabisi anda,” tandas Mayweather lagi.

Terakhir, Ortiz kembali menyerang. Dia akan membuat Mayweather mengingat bahwa Sabtu esok akan menjadi Sabtu yang paling menyedihkan bagi Mayweather. “Terserah anda mau bilang apa. Yang saya tahu, saat anda sedang menang, semua orang akan menjadi teman anda dan saat anda terjungkal ke lantai, semuanya akan melupakan anda. Pertarungan nanti akan menjadi momen yang menyedihkan untuk anda,” pungkasnya. (net/jpnn)
petinju Southpaw ini. (net/jpnn)