Home Blog Page 14744

La Liga Primera Segera Bergulir

MADRID-Setelah tertunda sepekan akibat pemogokan, kompetisi La Liga akhirnya akan dimulai pekan ini. Klub dan para pemain pun siap-siap berlaga, salah satunya adalah Cesc Fabregas yang akan menjalani musim penuh pertamanya bersama Barcelona.

Fabregas, yang kembali membela klub masa kecilnya itu setelah delapan tahun bersama Arsenal, berkesempatan melakoni debutnya bersegeram Barca di La Liga Primera ketika menjamu Villarreal. Sang juara bertahan sejatinya akan memulai musim dengan menghadapi Malaga akhir pekan lalu, tetapi pemogokan dari asosiasi pemain (AFE) terkait gaji membuat kick-off musim ini akhirnya tertunda selama satu pekan.

“Kami hanya ingin semuanya segera dimulai sehingga kami bisa kembali bermain di dalam pertandingan-pertandingan,” tegas Fabregas di Reuters.
Sementara itu El Real, yang berambisi untuk mengakhiri dominasi El Barca di La Liga Primera selama tiga musim terakhir, akan mengawali usaha itu dengan melawat ke markas Real Zaragoza di La Romareda.

Malaga, klub kaya penuh ambisi, yang sudah sedemikian aktif di bursa transfer juga dinantikan debutnya setelah merekrut pemain bernama besar seperti Joaquin, Jeremy Toulalan, Ruud van Nistelrooy dan Santi Cazorla. Lawan berat menanti Malaga, yakni Sevilla di Ramon Sanchez Pizjuan.
Julio Baptista, salah satu bintang Malaga, menegaskan kalau klubnya sudah membidik finis di posisi enam besar . “Dengan kerja keras kami bisa sampai ke sana. Jika kami tidak bisa melakukannya maka kami tidak akan mencapai target kami,” seru Baptista. (net/jpnn)

Kemenangan Kesepuluh

Liverpool  vs Bolton

LIVERPOOL-Usai kalah 0-3 atas Galatasaray pada laga persahabatan yang berlangsung 28 Juli lalu, anak asuh Kenny Dalglsih terus meraih hasil positif pada lima pertandingan setelahnya.

Tiga kali meraih kemenangan, masing-masing atas Valencia (2-0), Arsenal (2-0) dan Exeter (3-1) serta dua kali meraih hasil imbang saat berhadapan dengan Valeranga (3-3) dan Sunderland (1-1) pada laga pembuka Premier League lalu.
“Kami harus lanjutkan tren positif ini dengan meraih kemenangan,” bilang Kenny Dalglish, tactician Liverpool.

Terkad King Kenny (julukan Kenny Dalglish) untuk meraih kemenangan saat menjamu Bolton tadi tentunya terkait dengan rekor The Kop (sebutan lain Liverpool) jika berhadapan dengan Bolton.
Dalam sepuluh pertandingan terakhir Liverpool justru meraih sembilan kemenangan beruntun.

Terakhir kali Steven Gerrard kalah atas Bolton adalah saat melakukan pertandingan away pada 30 September 2006. Saat itu The Kop takluk dengan skor 2-0. Artinya, jika pada pertandingan nanti anak asuh King Kenny mengalahkan lawannya, maka itu adalah kemenangan kesepuluh beruntun yang diraih The Kop atas Bolton.

Memang, pada laga nanti King Kenny belum bisa menurunkan kapten tim Steven Gerrard, Glen Johnson dan Raul Meireles yang mengalami cedera saat membantu timnya mengalahkan Exeter, tiga hari lalu.

“Tidak ada perubahan mendasar pada starting eleven besok (hari ini, red). Kami masih menempatkan Jose Enrique dan Martin Kelly untuk membatu lini pertahanan yang dikordinir duet Jamie Carragher dan Daniel Agger,” bilang King Kenny.

Untuk lini tengah, Dalglish menempatkan Lucas Leiva dan Charlie Adam di sentral permainan, guna menopang kinerja Stewart Downing dan Dirk Kuyt di sisi kiri dan kanan permainan.
“Tak ada yang lebih hebat dari duet striker Andy Carroll dan Luis Suarez. Bersama kedua pemain ini kami yakin akan meraih hasil maksimal,” pungkas King Kenny.

Lantas bagaimana persiapan Bolton menatap laga ini?   Gelandang elegan Tuncay Sanli yang masuk sebagai pemain cadangan saat The Trotters (julukan Bolton) menjungkalkan Macclesfield Town di ajang Carling Cup lalu, tampaknya akan menjadi andalan.

Sayangnya, meski Sanli siap dimainkan, namun The Trotters kehilangan beberapa pemain seperti  Gretar Steinsson, Ricardo Gardner, Marcos Alonso, Sam Ricketts, Stuart Holden, Chung-Yong Lee dan Tyrone Mears.

“Ini pertandingan yang sangat sulit. Kami harus menghadapi lawan tangguh di saat kami membutuhkan kemenangan,” tandas Owen Coyle, tactician Bolton. (jun)

Jalin Sinergitas Pemerintah dan Masyarakat

Wali Kota  Safari Jumat di Masjid Ar Rahman

Wali Kota Medan Rahudman Harahap, kembali melaksanakan Safari Jumat di Masjid Ar Rahman Jalan Brigjen Hamid, Gang Perbatasan, Kelurahan Kampung  Baru, Kecamatan Medan Maimon, Jumat (26/8).

Kegiatan Safari Jumat yang sudah menjadi program Pemko Medan ini, bertujuan untuk menciptakan kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.

Safari kali ini, merupakan yang terakhir dilaksanakan di bulan suci Ramadan, karena umat muslim akan merayakan Idul Fitri 1432 H. Dengan itu, seluruh program Pemko Medan dalam menciptakan kebersamaan (sinergitas) antara pemerintah dengan masyarakat di bulan baik ini, hendaknya dapat dibangun dalam jembatan hati.

“Safari Jumat ini telah dilakukan jauh sebelum datangnya bulan suci Ramadan. dan diharapakan mampu mendukung seluruh program pembangunan, selain menjalin silaturahmi,” ujar Rahudman.
Dikatakan Rahudman, program pemerintah yang sedang berjalan tanpa dukungan penuh dari masyarakat pasti tak berhasil. Atas dasar itu, Pemko Medan terus menjalin silaturahmi dan komunikasi sehingga tercipatanya sinergi dan kebersamaan dengan masyarakat.

“Selain mendengar langsung keluhan masyarakat, Safari Jumat ini juga dilakukan untuk menyerap langsung aspirasi dari masyarakat. Terbukti, upaya ini ternyata cukup efektif. Dan semua masukan maupun keluhan dapat ditindak lanjuti,” ungkapnya.

Berhubung lebaran Idul Fitri 1432 H sebentar lagi, Rahudman tak lupa meminta maaf kepada seluruh jamaah yang hadir dan menggelar doa bersama agar diberi kesehatan dan kekuatan sehingga dapat menjalankan ibadah puasa di tahun yang akan datang.

Usai menyampaikan sambutannya, Rahudman memberikan bantuan tali asih sebesar Rp25 juta kepada Badan Kenaziran Masjid (BKM) Ar Rahman. Diharapkannya, bantuan itu bisa dipergunakan untuk pembangunan masjid.(adl)

Suarez Kejar Fowler

LIVERPOOL –Striker asal Uruguay Luis Suarez berpeluang menyamai prestasi yang telah ditorehkan seniornya Robbie Fowler saat timnya Liverpool menjamu Bolton pada lanjutan English Premier League (EPL) yang berlangsung di Stadion Anfield, malam ini. Luis Suarez diharapkan menjadi pemain Liverpool yang mampu mencetak gol pada tiga pertandingan pertama EPL, yang terakhir kali terjadi pada musim kompetisi 1993/94.

Peluang Luis Suarez untuk menyamai pencapaian prestasi Robbie Fowler terbilang sangat besar jika melihat data dan fakta yang ada. Pasalnya, dari  57 kali menjamu Bolton di Stadion Anfield, tuan rumah menang 32 kali, Bolton menang 10 kali, sedang 15 pertandingan lainnya berakhir imbang.
Secara keseluruhan, The Anfield Gank pun terlihat lebih superior dibanding sang tamu. Lihatlah, dari 114 pertemuan yang telah terjadi,  Liverpool menang 52 kali, Bolton menang 34 kali, sedang 28 pertandingan berakhir imbang.

Pada pertemuan terakhir yang terjadi di Stadion Anfield, tuan rumah The Reds menang 2-1 atas Bolton. Dua gol bagi tuan rumah dicetak Fernando Torres dan Joe Cole, sedang satu-satunya gol Bolton diciptakan kapetn tim Kevin Davis.

“Saya tahu bukan pekerjaan yang gampang untuk menyamai prestasi yang dilakukan Robbie Fowler. Tapi dengan dukungan dari teman-teman, saya yakin mampu melakukannya,” bilang Luis Suarez.
Ya, prestasi yang telah ditorehkan Robbie Fowler bersama The Reds memang sulit dipecahkan pemain manapun. Selain mampu mencetak gol pada tiga laga awal Liverpool, ternyata Fowler pun menjadi salah satu dari  empat pemain The Reds yang mampu melesakkan hat-trick ke gawang Bolton pada laga yang berlangsung di Stadion Anfield.

Empat pemain yang dimaksud adalah Jack Parkinson (1913), Henry Ras (1929), Jimmy Case (1978) dan Robbie Fowler (1995).

Catatan lain yang membuat Fowler sangat fenomenal saat Liverpool menghadapi Bolton adalah kemampuannya mencetak empat gol saat The Reds menang 5-2 pada September 1995 atas tim asal Kota London itu .

“Saya tahu mereka (Bolton, Red) memiliki kiper yang hebat. Tapi saya siap membobol gawang Jussi (Jaaskelainen, Red). Saya tak peduli meskipun besok (hari ini, Red) dia menorehkan rekor penampilan mengawal gawangn Bolton (363 pertandingan di ajang EPL),” tegas Suarez. (jun)

Oegroseno: Polisi Tidak Boleh Arogan

MEDAN- Guyonannya tak lekang. Tetap mem baur dan ramah kepada siapa pun tanpa menghilangkan kewibawaannya. Itu lah sosok Kepala Lembaga Pendidikan Polisi (Kalemdikpol) Komjen Pol Drs Oegroseno, yang Jumat (26/8) kemarin berkunjung ke Sekolah Polisi Negara (SPN) Sampali Medan.

Dikerubuti sejumlah wartawan, Komjen Pol Drs Oegroseno tetap hangat menjawab sejumlah pertanyaan. Terutama ketika ditanya mengenai banyaknya oknum polisi yang melakukan tindak pidana.

Mantan Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapoldasu) ini dengan ringan menjawab, sejatinya polisi itu adalah pelayan rakyat, bukannya membuat takut rakyat. Oegroseno menganalogikan, bila ada seorang polisi bertindak kasar kepada masyarakat, misalnya melakukan pemukulan atau sebagainya, itu berarti oknum polisi tersebut tidak paham akan jati dirinya.
“Lah wong kita digaji dari uang rakyat, kenapa kita harus memukuli rakyat dan lainnya. Berarti polisi itu tidak paham terhadap status yang disandangnya,” ungkapnya seusai meninjau Barak Peserta Sosialisasi SPN Sampali.

Ditambahkannya lagi, seorang personel polisi tidak semestinya arogann
Sesuai tugas polisi sebagai pengayom dan pelayan masyarakat. “Polisi itu tidak boleh arogan. Polisi itu harus baik, hormat kepada siapa pun,” lanjutnya.

Oegroseno bahkan mengisahkan, dulu polisi harus mengangkat tangannya sebagai tanda hormat, manakala di hadapannya tengah melintas rombongan warga yang membawa jenazah ke pemakaman. “Namun, hal seperti itu telah luntur. Sekarang, itu tidak ada lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut Oegroseno mengatakan, polisi itu harus siap sedia di mana pun ia berada. Kembali Oegroseno mencontohkan, ketika seorang polisi sedang tidak berpakaian dinas dan di tengah masyarakat tiba-tiba terjadi tindak kejahatan dan pelaku kejahatan itu memiliki senjata. Polisi itu harus sigap, dan mesti mampu mengendalikan suasana serta mengalahkan pelaku tindak pidana.
“Polisi itu harus siap. Dulu ada latihan bela diri, sebagai upaya untuk melakukan perlindungan bukan hanya bagi dirinya sendiri terlebih lagi bagi orang yang ada di sekitar kita,” tuturnya.

Terkait kehadiran jenderal bintang tiga tersebut di SPN Sampali, pada intinya adalah untuk memberikan arahan kepada pengurus sekolah calon polisi. Pengurus diharapkan mampu menciptakan polisi yang humanis dan professional, juga agar lembaga pendidikan kepolisian di Sumut itu mempersiapkan diri jika pendidikan jarah jauh diberlakukan.

“Di Lembaga Pendidikan inilah kepribadian anggota Polri ditempah. Mau jadi apa Polri kedepan, semua ditentukan di lembaga pendidikan. Karena itu, kita berharap, lembaga pendidikan Polri harus mampu menciptakan polisi handal, humanis dan professional,” katanya.

Untuk mencapai kearah itu, sambung Oegroseno, lembaga pendidikan Polri di seluruh Indonesia dituntut mengikuti perkembangan teknologi dan informatika. Menurutnya, SPN Sampali yang selama ini khusus untuk pendidikan Bintara Polri, akan lebih dikembangkan dan ke depan diharapkan menjadi lembaga pendidikan calon-calon pemimpin Polri.

“Pemberlakuan pendidikan jarak jauh sedang diusulkan ke Kapolri. Jadi, calon pemimpin Polri yang akan mengikuti pendidikan, seperti PTIK, Suslapa, Sespim, Sespati dan lainnya tidak lagi harus ke Jakarta, tapi cukup mengikuti pendidikan di SPN Sampali,” cetusnya.

Pendidikan jarah jauh itu diyakini sangat menghemat biaya dan tergolong praktis. “Bagi anggota Polri yang bertugas di jajaran Poldasu, tidak lagi harus meninggalkan keluarga dan tugas untuk menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi, cukup di SPN Sampali. Sama dengan pendidikan yang selama ini dilakukan di Mabes Polri, cuma bedanya tempat pendidikannya jarak jauh,” terangnya.

Sementara untuk tenaga pengajar dan kurikulum serta fasilitas belajar mengajar lainnya, selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Mabes Polri.

Kapan pendidikan jarah jauh bagi calon pemimpin Polri itu mulai diberlakukan? Mantan Kepala Divisi (Kadiv) Propam Mabes Polri itu mengatakan, sedang diusulkan ke Kapolri. “Mudah-mudahan segera terlaksana. Karena itulah, saya datang melihat kesiapan SPN Sampali menjadi lembaga pendidikan jarak jauh,” jelasnya.

Oegroseno juga mengaku, tengah mengupayakan agar Sekolah Pembentukan Perwira (Setukpa) Polri tetap dilaksanakan di SPN masing-masing daerah. Hal itu bertujuan, untuk menghemat biaya pengeluaran calon peserta Setukpa. Sebab, selama ini Setukpa Polri dilaksakan di Sukabumi, Jawa Barat sehingga peserta harus mengeluarkan biaya karena harus mendatangi provinsi tersebut, padahal berasal dari daerah lain. Sementara kalau di daerahnya sendiri, bisa lebih efektif dan menghemat pengeluaran dana.

Lanjutnya, Polri terlebih lagi Lemdikpol saat ini tengah melakukan penyusunan grand design pendidikan Polri.
“Saat ini sedang mencari rumusan perubahan mainset untuk pembangunan Polri. Konsep pendidikan Polri berlandaskan kemanusiaan yang adil dan beradab,” tegasnya.

Oegroseno juga menegaskan, untuk menghemat pengeluaran, SPN Sampali akan tetap dimanfaatkan sebagai tempat pendidikan. Sementara SPN yang di Langkat, akan lebih diprioritaskan sebagai tempat pendidikan yang lebih bersifat outbound seperti, latihan menembak dan sebagainya. “Di sana, masyarakat pun bisa memanfaatkan lokasi itu. Kalau untuk ruang pendidikan, tetap di sini (SPN Sampali, Red),” katanya.

Usai berbincang dengan para wartawan, Komjen Pol Oegroseno yang selalu didampingi Kepala SPN Kombes Pol Marolop Manik, berhimpun di Gedung Tribrata SPN Sampali untuk memberikan pengarahan kepada tenaga pendidik (Gadik) SPN Sampali.(ari)

Buka Bersama Duafa di Perumahan Grand Algeria

CEO PT Araban Makmur Semesta, H Arief Makmur Nasution, SE

Chief Executive Officer (CEO) PT Araban Makmur Semesta, H Arief Makmur Nasution bersama keluarga menggelar buka puasa bersama 90 kaum duafa dan anak yatim piatu, bertempat di Perumahan Grand Algeria Jalan Pasar VIII Gambir Deli Serdang, Jumat (26/8) lalu.

eski dikemas sederhana, acara itu berlangsung khidmat. Hujan yang turun disertai padamnya listrik tak membuat acara buka puasa bersama terganggu. Acara tausiyah sebelum berbuka pun tetap dilakukan meski dalam suasana temaram. Ratusan tamu yang hadir tetap khusuk mendengar tausiyah yang dibawakan Ustadz H Hasanuddin, SH.

Dalam tausiyahnya, Hasanuddin mempertegas soal rasa syukur nikmat. Adalah benar jika kita bersyukur atas nikmat Allah SWT, maka Allah SWT akan melipat gandakan nikmatnya. Dan jika kita kufur, maka azab Allah SWT sangatlah pedih.

“Alhamdulillah, kegiatan seperti ini wajib disyukuri. Jika kita bersyukur, maka rezeki akan digandakan Allah,” terang Hasanuddin disertai ajakan agar kita senantiasa menjaga salat sejak masih kecil.

Sementara Arief Makmur Nasution menjelaskan, kegiatan buka bersama ini adalah keharusan baginya untuk saling berbagi. “Silaturahmi antara umat Islam adalah intinya. Inilah yang saya harapkan. Soal berbagi, ini juga kewajiban saya untuk menzakatkan zakat mal saya dan keluarga,” kata Arief.

“Alhamdulillah, kita sejauh ini baru bisa memanggil 50 anak yatim piatu dan 40 ibu-ibu renta yang duafa. Semoga bermanfaat bagi kita semua,” sambung pria yang juga CEO PT Rivegamora dan Mossec Motor itu.

Didampingi istri tercinta dr. Vera Adelina Sitompul dan anak sulung Abrar Makmur, Arief membagikan bingkisan kepada para yatim piatu dan duafa. Acara itu digelar pamungkas, setelah sebelumnya salat magrib berjamaah dan makan malam bersama. Satu persatu duafa dan anak yatim tertib menerima bingkisan.

“Alhamdulillah masih ada yang mau peduli sama orang kecil kayak kita,” celetuk ibu-ibu penerima zakat sembari tersenyum simpul.

Tampak hadir pula undangan dari mitra kerja seperti perwakilan Bank Sumut, warga sekitar hingga pekerja pembangunan Perumahan Algeria yang juga bisa disebut Alam Gambir Indah.
Soal perumahan tersebut, Arief juga sempat membawa sejumlah undangan untuk berkeliling mengitari perumahan yang akan dibangun 160 unit rumah dengan tipe 37 dan 46 dan 56 itu. Di areal kurang lebih 2,5 hektar tersebut kini sudah berdiri 80 unit rumah siap huni. Sisanya masih dalam tahap pembangunan.

“Soal konsep perumahan ini menggunakan konsep modern minimalis. Suasana nyaman, bebas polusi dan mewah kami tonjolkan sedemikian rupa dengan rencana pembangunan kolam renang hingga rumah ibadah. Pepohonan juga akan ditanamkan sehingga kesan hijau masih akan  sangat terasa. Dan yang paling penting, perumahan ini dibandrol sangat terjangkau jika melihat lokasinya yang sangat strategis,” terang Arief.

Seberapa terjangkau? Untuk lebih jelasnya silahkan menghubungi bagian marketing di nomor 061-7360695, jika Anda memang sedang mencari rumah idaman. Kabarnya sedang ada berbagai diskon menarik plus hadiah menarik jika Anda membeli selama bulan Ramadan. (*)

Mendagri Dinilai tak Bijak

MEDAN-Penegasan Menteri Dalam Negeri, Gamawan Fauzi, agar Plt Gubernur Gatot Pujo Nugroho menganulir pemutasian sejumlah pejabat eselon II dan III di Pemprov Sumut, memunculkan reaksi di kalangan pengamat dan anggota dewan.

Pengamat Otda dari USU Ridwan Rangkuti mengatakan, penegasan Mendagri itu dipandang tidak bijak. “Bukan hal mudah untuk menganulir kebijakan itu. Alhasil, masyarakat juga akhirnya akan berpikir pemerintah pusat dan daerah seperti bermain-main dalam mengurus negara ini,” tegas Ridwan, Jumat (26/8).

Ridwan berpendapat, akan lebih bijaksana jika mendagri  tetap dengan kuputusan awal yakni Plt Gubsu diharapkan bisa melakukan peninjauan ulang terhadap kebijakan yang telah diambil. “Plt Gubsu tentunya akan melakukan peninjauan terhadap kebijakannya itu dengan melakukan evaluasi. Namun, untuk mengubah kembali (kebijakan mutasi, Red) itu nantinya akan kembali menimbulkan masalah yang lebih besar di daerah ini,” kata Ridwan lagi.

Ridwan juga berkeras, mendagri mengeluarkan keputusan tidak benar dengan menganulir kebijakan Plt Gubsu tersebut hanya karena alasan tak berkoordinasi.

“Itu bisa dilakukan jika memang ada kesalahan yang tak sesuai syarat jabatan. Seperti ada jabatan yang diisi dengan pejabat yang tak sesuai golongan. Atau latar belakang pendidikan tak sesuai jabatan yang diemban, itu baru bisa dijadikan alasan tepat,” katanya.

Ia menegaskan, Indonesia merupakan negara demokratis terstruktur. “Jadi satu kebijakan itu tak serta merta hanya koordinasi atau konsultasi yang diutamakan, namun yang terpenting adalah syarat-syarat pendukungnya,” ujar Ridwan.


Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut, Hidayatullah menjelaskan, semua hal yang dilakukan pasti ada konsekuensinya. “Namun, keputusan Mendagri untuk menganulir kebijakan Plt Gubsu itu belum pernah terjadi sebelumnya,” jelasnya.

Ia berharap semua keputusan dipertimbangkan matang-matang. “Saya berharap dari keputusan yang dipikirkan dengan matang nantinya akan memberikan banyak manfaat kepada masyarakat Sumut, termasuk dari segi politisnya,” ujar Hidayatullah.

Sebelum ‘perintah’ anulir mutasi tersebut dituangkan dalam surat keputusan resmi, Hidayatullah meminta mendagri mengundang Plt gubsu untuk berkonsultasi. “Kan bisa dicari solusi dulu, hal ini bisa dilakukan dengan mengundang Plt Gubsu untuk berkoordinasi,” ujar Hidayatullah.

Hidayatullah mengingatkan, jika nantinya ada masalah dalam pemerintahan di Sumut, yang menjadi sorotan publik adalah Plt gubsu, bukan mendagri. “Jadi biarkan Plt gubsu sebagai orang nomor satu di Sumut melaksanakan kewewenangan mengatur pemerintahan di Sumut,” terangnya.


Lain lagi tanggapan dari Politisi Fraksi Demokrat, Sopar Siburian. Sebagai seorang pengusung hak interpelasi yang telah gagal belum lama ini, ia mengatakan sikap mendagri sudah tepat. “Plt gubsu adalah perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah. Sementara mendagri adalah pembantu presiden yang notabene juga merupakan pimpinan dari masing-masing daerah dalam struktur jabatan mengenai pengangkatan atau pemutasian pejabat di daerah. Jadi, sudah tentu yang disarankan mendagri melalui surat teguran waktu itu menjadi kewajiban dan harus dipatuhi oleh Plt gubsu,” tegasnya.

Ia juga menyayangkan sikapnya yang tak bisa apa-apa saat rapat paripurna interpelasi lalu. “Dalam hati saya mengharapkan kebijakan itu memang harus dianulir. Namun, keputusan partai berbeda, karena suara partai lebih dominan, maka saya mau tak mau mengingkari hati saya,” jelas Sopar.
Anggota DPRD Sumut Fraksi Golkar Mulkan Ritonga berpendapat sama. “Mendagri merupakan atasan langsung yang membuat gawean. Jadi kita sudah pasti mendukung keputusan beliau,” ujarnya.

Mulkan juga membahas, kebijakan Plt Gubsu yang mengangkat 110 pejabat dan menonjobkan 26 pejabat eselon III di jajaran Pemprovsu menjadi satu alasan untuk mengajukan hak interpelasi. “Karena kita menilai dari kebijakan tersebut terindikasi adanya pelanggaran hukum. Nah, dengan adanya sikap Mendagri itu, kita secara blak-blakan mengapresiasi hal tersebut. Dan kita berharap Mendagri bisa melanjutkannya,” tegasnya.

Ia secara pribadi memohon maaf kepada masyarakat Sumut karena sebagai seorang penggagas hak interpelasi harus kandas di rapat paripurna belum lama ini. “Sebagai kader partai, saya harus loyal kepada pimpinan partai. Walau dengan berat hati karena memang saya sangat mendukung hak interpelasi tersebut,” kata Mulkan.

Sementara Wakil Ketua DPRD Sumut Chaidir Ritonga merasa senang, karena sikap Mendagri semakin menunjukkan interpelasi tak diperlukan. “Dari hal ini kita bisa mengindikasikan Mendagri berusaha menangani permasalahan ini, yang ternyata bukan hanya teguran. Ini juga menjadi satu alasan saya kenapa menolak interpelasi,” jelasnya.

Meurut Chaidir, dianulir atau tidak itu tergantung sejauh mana hubungan Plt gubsu dengan mendagri. “Meski diakui terlambat oleh mendagri, Plt gubsu tentunya harus bisa menerangkan dan mengakui adanya kekeliruan dan keterlambatan koordinasi. Karena itu, Plt gubsu bisa meminta kebijakan dan jalan keluar kepada mendagri,” jelasnya Politisi Fraksi Golkar DPRD Sumut ini.

Ia juga berharap Mendagri jangan atau tak perlu terpengaruh secara psikologis di eksternal Kemendagri. “Kalau memang tak ada jalan keluar ya harus dianulir. Tapi jangan ditutup pula kemungkinan adanya kewenangan dari Plt Gubsu sebagai kepala daerah. Kita sebaiknya jangan bersikap emosional. Kita juga berharap adanya solusi yang baik dari Mendagri agar masalah ini tak meluas,” kata Chaidir.


Seperti diberitakan kemarin, Jumat (26/8), Mendagri Gamawan Fauzi menganggap kedatangan Plt Gubenur Sumut Gatot Pujo Nugroho yang menemuinya di gedung Kemendagri beberapa hari lalu, sudah terlambat. Pasalnya, konsultasi masalah mutasi baru dilakukan setelah mutasi-mutasi dilakukan dan setelah mendapat surat teguran.

Gamawan menyatakan, mutasi yang sudah telanjur dilakukan Gatot tanpa konsultasi dengan dirinya, harus dibatalkan. “Karena itu sudah disampaikan tidak sesuai dengan PP, maka saya minta untuk dievaluasi kembali,” ujar Gamawan Fauzi melalui layanan pesan singkat (SMS) kepada Sumut Pos, Kamis (25/8).

Mantan gubernur Sumbar itu kukuh pada pendiriannya bahwa aturan main harus dipegang teguh. Tak ada kompromi bagi Gatot yang sudah menabrak Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2008 tentang perubahan ketiga atas PP Nomor 6 Tahun 2005 tentang pemilihan, pengesahan pengangkatan, dan pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala daerah.(saz)

Pemko Langgar Perda Sendiri

Renovasi Kantor Camat Tanpa IMB

MEDAN- Pemerintah Kota (Pemko) Medan tampaknya tak mampu memberikan contoh yang baik kepada warganya. Pasalnya, Pemko Medan melanggar peraturannya sendiri. Renovasi sejumlah kantor instansi di jajaran Pemko Medan yang sedang berlangsung ternyata tak memiliki Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB).

Diketahui, kantor instansi yang sedang dibangun antara lain, Kantor Camat Medan Kota dengan anggaran senilai Rp700 juta lebih dan Kantor Dinas Sosial dan Tenaga Kerja Kota Medan dengan anggaran Rp283 juta dengan masa pengerjaan 120 hari kerja Meski tanpa IMB, namun Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB) Kota Medan tidak melakukan penindakan. Saat hal ini dikonfirmasi ke Kadis TRTB Syampurno Pohan, dia mengatakan, pihaknya tidak melakukan penindakan karena sudah mengajukan permohonan SIMB. “Sudah dimohonkan dan sedang proses. Jadi tidak ditindak lagilah,” ujar Sampurno Pohan, Kamis (25/8) sore.

Sampurno juga mengatakan, pihaknya juga tidak ada memberikan peringatan tertulis untuk permintaan pemberhentian sementara, pembongkaran sendiri dan bongkar paksa seperti selayaknya bangunan milik masyarakat umum atau perusahaan. Mereka hanya menghimbau sekadar saja. “Kami hanya himbau saja. Tidak ada peringatan diberikan,” tambahnya.

Sementara itu, Camat Medan Kota Parlindungan mengaku tidak tahu dan akan mencek apakah SIMB nya ada atau tidak. Dia menambahkan, biasanya sudah disiapkan. “Cek dulu, apakah izinnya ada atau tidak. Biasanya sudah disiapkan,” pungkasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi D DPRD Medan, Parlaungan Simangungsong mengatakan, kalau seluruh pelaksanaan pembangunan sebelum dibangun harus ada IMB nya tanpa terkecuali. “Instansi pemerintahan pun harus ada, itu tanggung jawab pelaksana. Karena IMB itu lebih diutamakan,” katanya.

Menurutnya, Pemko Medan harus bisa memberi contoh kepada masyarakat bila ada pelaksanaan pembangunan untuk mengurus IMB nya. Jangan malah membuat malu selaku abdi negara. “Kalau begitu, itu akan menjadi bahan masukkan bagi kami dan akan kami lakukan pemanggilan. Tanpa terkecuali,” bebernya mengakhiri.(adl)

Revisi Perda Tempat Hiburan

DPRD Kota Medan akan segera merevisi perda tentang hiburan yang dianggap belum maksimal dijalankan Pemerintah Kota Medan. Hal ini dimaksudkan untuk lebih memperketat pengawasan dan pemberian sanksi tegas terhadap lokasi hiburan yang dapat merusak moral anak bangsa.

Demikian disampaikan anggota DPRD Kota Medan Surianda Lubis SAg kepada masyarakat saat melakukan reses di Jalan Setia Luhur, Kecamatan Medan Helvetia, belum lama ini. Menurut Surianda, dalam revisi perda tersebut akan diatur sanksi tegas terhadap tempat hiburan yang melanggar aturan.

Sebelumnya, Ustad Iswanto Spdi selaku tokoh masyarakat mengungkapkan keresahannya terkait maraknya perjudian berkedok permainan biliar. Menurut Iswanto, di beberapa tempat di Jalan Setia Luhur tersebut telah beroperasi permainan biliar yang meresahkan masyarakat. Di samping itu, dia juga resah dengan menjamurnya warnet atau game online yang buka hingga 24 jam.

“Ini jelas pengeroposan potensi pemuda dan penjerumusan generasi muda pada dekadensi moral,” kata Iswanto. Selain persoalan tempat hiburan, warga Jalan Setia Luhur juga meminta kepada Surianda untuk menyampaikan aspirasi mereka terkait perbaikan jalan di sana.

Usai menggelar reses di Jalan Setia Luhur, Surianda Lubis juga menggelar kegiatan serupa di Jalan PWS Medan Petisah. Kegiatan yang dihadiri ratusan warga dan anak yatim ini dirangkai dengan penutupan pesantren kilat Remaja Masjid dan Musala.

Dalam reses ini, warga meminta perhatian DPRD dan Pemko Medan dalam membantu pembangunan rumah ibadah. “Masjid Al Yasmin yang berada di samping Plaza Medan Fair sampai saat ini belum rampung. Mengapa anggaran untuk taman bisa ditampung dalam APBD, sementara untuk rumah ibadah tidak? Pembangunan rumah ibadah jangan dianaktirikan,” ujar Muhar, warga yang hadir dalam acara itu.

Menyikapi aspirasi itu, Surianda dengan tegas mengatakan, sebagai perwujudan visi Kota Medan religius maka rumah ibadah harus mendapat prioritas penganggaran dari APBD Kota Medan. Karenanya, dia berupaya akan memperjuangkan anggaran untuk rumah ibadah tersebut agar dapat ditampung dalam APBD.(ade)

Kawanan Geng Motor Targetkan Aniaya Polisi

MEDAN-Aksi liar dan brutal geng motor nakal nampaknya makin menjadi. Selain merusak dua pos polisi beberapa waktu lalu, ada geng motor yang sudah memasang target menganiaya polisin
Hal ini terungkap ketika anggota Mapolsekta Sunggal menciduk dan memeriksa tujuh anggota Genk Motor Cekak Merah Generasi 1 (CKM G1), Jumat (26/8).

Penangkapan ketujuh anggota geng yang sering mangkal di kawasan Jalan Gagak Hitam sekitarnya itu atas laporan korban penganiayaan, Septian Adam (16). Warga  Jalan Tajung Anom Gang Keluarga, Desa Tajung Anom, Kecamatan Sunggal Deli Serdang tersebut dihajar anggota CKM G1, Kamis (17/8), pukul 23.00 WIB.

Polisi kemudian menciduk tujuh anggota geng motor bernama Riki Harvi Tarigan (17), Affan Firdaus Darmawan Als Affan (19), Muhammad Fauzi Als Ozi (18), Parlindungan Simanjuntak alias Lindung (18), Hendro Raymond Jhosua Als Hendro (20), Dodi Pranoto alias Dodi (19), dan Paskalius Boang Manalu alias Iyus (19).


Yang mengejutkan polisi, kepada petugas juru periksa, anggota geng motor ini mengungkapkan semboyannya: Berantas Polisi, Perbanyak Community. Para tersangka mengungkapkan, geng ini dicetuskan dan didirikan SL (20), yang masih diburu polisi delapan bulan lalu. SL menjadi pemimpin geng dan wakilnya PA (20), juga buron.

“Dia (SL) cerita pernah ditilang polisi, Bang. Makanya dia benci sama polisi. Mungkin itulah makanya dibuat slogan ini,” ujar Riki di Mapolsek Sungal, kemarin. Menurut Riki, anggota geng ini hampir 40 orang. “Masih sikitnya kami Bang. Gak nyampelah 40 orang,” ujarnya.

Hendro Raimon alias Hendro mengceritakan, proses perekrutan anggota geng cukup dengan mangkal di kawasan Ring Road. “Kita ngumpul-ngumpul aja di Ring Road Bang, gabung-gabung. Baru di situ kita bilang sama kawan-kawan, gak ada dipaksa kok,” ujar lelaki berbadan kurus berkulit legam ini.
Hendro mengaku pihaknya belum pernah menganiaya polisi. Namun, dengan nada pelan, Hendro mengatakan bahwa SL pernah mengatakan, geng motor itu sudah menargetkan akan menganiaya polisi. “Aku benci kali sama polisi. Tengok aja suatu saat pasti nanti kuembat polisi,” ujar SL seperti ditirukan Hendro.

Terpisah, Kapolsek Sunggal AKP M Budi Hendrawan, Sik didampingi Kanit Reskrimnya AKP Victor Ziliu, Sik mengatakan, pihaknya masih terus memburu SL dan PA. “Masih kita kejar otaknya ini,” ujar M Budi Hendrawan.


Dipaparkan Budi Hendrawan, ke tujuh pemuda itu bersama teman-temannya memang pernah menganiaya Septian di Jalan Flamboyan Raya/Simpang Pemda Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang. Ketika itu, Septian menuju Jalan Ring Road Sunggal dan puluhan anak muda bersepeda motor tanpa mengenakan helm, memberhentikan Septian dan menggebukinya. Mereka diduga kuat dari geng  CKM G1.

Puas menganiaya, sejumlah pria itu meninggalkan Septian dengan wajah memar-memar dan tangan luka.  Kejadian ini pun langsung diberitahukan masyarakat setempat kepada polisi di Mapolsek Sunggal. Namun, saat polisi turun ke TKP, para penyerang sudah lari menuju arah Tanjung Anom, melewati Pantai Bokek, Tajung Selamat, Medan Selayang.

Malam itu juga, Septian langsung membuat Laporan Pengaduanya ke Mapolsek Sunggal, setelah terlebih dahulu melakukan Visum ke RSU Binakasih Sunggal.
Dalam keteranganya kepada juru periksa (juper) Mapolsek Sunggal, Septian mengaku mengenal seorang dari kawanan pengendara sepeda motor yang memukulinya bernama Riki Harvi Tarigan (17).

Mendengar perkataan Septian, polisi berpakaian sipil mencokok Riki, warga Jalan Tanjung Anom, Sabtu (23/8) malam pukul 23.00 WIB dikawasan Jalan Ring Road.
Kepada polisi, Riki menyebutkan nama-nama anggota geng motornya, yang menganiaya Septian kala itu. Pengejaran dan penangkapan pelaku lain pun dilakukan. Mereka diduga dikomandoi, SL (20) dan diduga sudah mengetahui diincar polisi. Markas mereka di Jalan Tanjong Anom, Gang Bahrum sudah sering kosong.

Kamis (25/8) pukul 21.00 WIB, polisi pun berhasil mengendus keberadaan para geng motor ini. Mereka diketahui memasuki sebuah warung kosong di Gang Bahrum, Tajung Anom. Polisi tanpa kesulitan mengamankan Affan Firdaus Darmawan Als Affan (19), warga Jalan Sei Mencirim, Komplek BTN Suka Maju, Blok-AD No 16, Sunggal. Kemudian, Muhammad Fauzi Als Ozi (18), warga Jalan Sawit Raya, Perumnas Simalingkar, Medan Tuntungan.

Parlindungan Simanjuntak alias Lindung (18), warga Jalan Tanjung Selamat, Gang Senakma, Medan Selayang. Hendro Raymond Jhosua Als Hendro (20), warga Jalan Karya VII, Desa Helvetia, Sunggal. Dodi Pranoto alias Dodi (19), warga Jalan Seroja Raya, Gang Seroja IV No 3, Kecamatan Medan Permai dan Paskalius Boang Manalu alias Iyus (19), warga Jalan Flamboyan Raya, Simpang Melati Gang Inpres No 17 Medan Selayang.

Di ruangan juper, Mapolsek Sunggal, Riki membenarkan bahwa mereka pernah memukuli Septian. “Rame kami bang. Bukan cuma kami ini aja,” ujar lelaki berbadan kecil ini.
Dengan raut muka lesu, tujuh ABG yang sudah digundulin itu mengaku menghajar Septian tanpa sebab. “Enak gitu bang. Apalagi rame-rame. Makanya asal ada orang disamping yang bukan anggota kita, enak kali mukulinya,” ujar Riki. (mag-7)