25 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 1485

Minta Diangkat PPPK, Puluhan Tendik Datangi DPRD Dairi

DATANGI: Puluhan tenaga kependidikan perwakilan 15 kecamatan, saat mendatangi Kantor DPRD Dairi untuk menyampaikan aspirasi agar mereka diangkat jadi PPPK, Senin (22/5).Rudy Sitanggang/Sumut Pos.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 20 orang, yang mewakili sekitar 200-an tenaga kependidikan (tendik) dan staf administrasi sekolah dari 15 kecamatan di Kabupaten Dairi, datangi Kantor DPRD Dairi, Senin (22/5). Kedatangan mereka untuk menyampaikan aspirasi ratusan tendik tersebut kepada para anggota dewan, terkait nasib mereka. Mereka berharap dapat diangkat menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), seperti pengangkatan yang dilakukan kepada para guru honorer.

Adapun tendik yang hadir, di antaranya Mariati Sidebang (SMPN 1 Silahisabungan), Herbet Purba (SMPN 3 Siempat Nempu), Demota Siburian (SMPN 2 Parbuluan), Lelita Efiana Sipahutar (SMPN 1 Sumbul), Hotmaida Sitanggang (SMPN 3 Sumbul), dan Reviana Tarihoran (SDN 930280), serta lainnya.

Pada kesempatan itu, Mariati Sidebang mengaku, sudah mengabdi 19 tahun. Sementara Demota Siburian 20 tahun, dan Reviana 10 tahun. Mereka pun menyebutkan, keinginan mememui para anggota DPRD, meminta agar pemerintah didesak untuk mengangkat mereka menjadi PPPK.

“Tugas kami tak kalah penting dari guru. Kami satu atap dengan guru, tapi kenapa guru honorer sudah 3 kali diangkat menjadi PPPK, sementara tendik tidak pernah (diangkat)?” tanya mereka.

Lebih lanjut bertanya, mereka sudah terdata di BKN, namun kenapa hingga saat ini belum ada kejelasan, kapan mereka diangkat jadi PPPK? Mereka pun meminta Pemkab Dairi, mendengar aspirasi mereka.

Setelah menunggu sejak pagi, para tendik ini akhirnya diterima Komisi 3 DPRD Dairi, sekira pukul 12.00 WIB. (rud/saz)

Pangdam I/BB Kirim Atlet IPSI Sumut Bersaing di Piala Kasad I 2023

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Panglima Kodam (Pangdam) I/Bukit Barisan Mayjen TNI A Daniel Chardin SE MSi melepas 22 atlet pencak silat gabungan dalam kontingen Sumut untuk bersaing pada Open Tournament Pencak Silat Piala Kasad I Tahun 2023 di Cimahi, Jawa Barat.

“Dari 22 orang kontingen Sumut, diantaranya sembilan dari prajurit jajaran Kodam I/BB, serta para atlet profesional tergabung dalam Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sumatera Utara,” kata Pangdam Mayjen TNI A. Daniel Chardin pada acara pelepasan di Makodam I/BB, Medan, Selasa (23/5/2023).

Menurut Pangdam, Open Tournament Pencak Silat Piala Kasad I Tahun 2023 ini, selain upaya untuk pembinaan para atlet, juga mencari pengalaman dalam mempersiapkan atlet menghadapi PON XXI Aceh-Sumut pada Tahun 2024 mendatang. Pangdam pun berharap, melalui berbagai olahraga yang gencar digelar Kodam I/BB bekerjasama dengan KONI dan pihak terkait lainnya, diharapkan bisa melahirkan generasi muda yang tangguh, unggul, cerdas serta dapat mencegah dari bahaya narkoba maupun pergaulan bebas.

“Harapan kita, dengan banyaknya pertandingan yang digelar, anak-anak muda kita, atlet-atlet muda kita di semua cabang olahraga bisa bergairah kembali untuk mengasah kemampuan dan mengukir prestasi,” kata Pangdam.

Diketahui, Open Tournament Pencak Silat Piala Kasad I 2023 digelar di Kompleks Dinas Jasmani TNI Angkatan Darat, Cimahi Jawa Barat, mulai tanggal 26 sampai dengan 28 Mei 2023. Kejuaraan ini adalah dari upaya TNI AD dalam melestarikan tradisi dan budaya bangsa Indonesia. Hadir pada acara pelepasan tersebut, antara lain, para PJU Kodam I/BB, Ketua KONI Sumut serta para tamu undangan dari pihak terkait yang hadir. (adz)

173 Kg Ganja dan Tiga Tersangka Diamankan

PAPARKAN: Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Irsan Sinuhaji SIK bersama jajaran memaparkan penangkapan 3 tersangka kepemilikan 173 Kg ganja kering - BATARA/Sumut Pos

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse Narkoba Polresta Deliserdang berhasil mengamankan sebanyak 173 kilogram narkotika jenis daun ganja kering siap edar bersama tiga orang tersangka.

Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Irsan Sinuhaji SIK, dalam paparannya di Aula terbuka Polresta Deliserdang, Senin (22/5), mengatakan penangkapan ketiga tersangka dilakukan dengan cara petugas menyaru sebagai pembeli (Under Cover Buy) di Jalan Tangkul II, Kelurahan Indrakasih, Kecamatan Medan Tembung, dan Pasar V Gang Mentimun, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deliserdang, Jumat (19/3).

Pengungkapan berawal diterimanya informasi dari masyarakat tentang adanya peredaran ganja di Kecamatan Batang Kuis. Kemudian, petugas melakukan penyelidikan dengan cara Undercover buy, Jumat (19/5) sekitar pukul 09.00 WIB. Saat bertransaksi di Jalan Balai Desa Sena, Kecamatan Batang Kuis.

Petugas diarahkan pemilik ganja atau bandar untuk bergeser ke arah Pasar VII Tembung, dan diarahkan lagi bergeser ke Pancing Medan.

Selanjutnya, pada pukul 11.00 WIB, petugas yang menyamar bergerak ke Jalan Tangkul 1, Kelurahan Indra Kasih, Kecamatan Medan Tembung. Di lokasi itu, petugas berhasil menangkap seorang laki laki bernama Bambang Fransiska alias Tolet dengan barang bukti tiga bungkus daun ganja kering terbungkus lakban dan sepeda motor pelaku.

Dari pengembangan, tersangka mengaku barang tersebut diperolehnya dari Farhan dan Dedek yang saat ini belum tertangkap. Petugas bergerak ke rumah Farhan di Pasar V Gang Mentimun V, Desa Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, mengamankan dua orang wanita yaitu Sri Wantiniya merupakan istri siri tersangka Dedek, dan ibu tersangka Farhan berikut barang bukti 170 bungkus daun ganja kering dari rumah Farhan, yang tersimpan dalam koper dan satu tas ransel.

Kedua wanita ini turut diamankan ke Mapolresta Deliserdang untuk penyidikan karena diduga menjadi bagian dari kegiatan tersebut.(btr/han)

” Dari pengungkapan diamankan 173 kilogram narkotika jenis daun ganja kering siap edar berikut tiga orang yang terlibat dalam kegiatan itu. Untuk tersangka kita jerat pasal KUHP tentang Narkotika,” ujar Kapolresta.

Hingga kini kasus ini masih dalam pengembangan dan tersangka yang belum tertangkap masih dalam pengejaran petugas. Sedangkan tersangka yang diamankan dijebloskan ke ruang tahanan.

Hadir dalam paparan pengungkapan Wakapolresta Deliserdang AKBP Agus, Kasat Narkoba Polresta Deliserdang Kompol Zulkarnain SH MH, Kasubag Humas Krisman Karo Sekali dan sejumlah personel Polresta Deliserdang.(btr/han)

Bobby Nasution Sampaikan Perda Tentang Pajak & Retribusi Daerah

RAPAT: Wali Kota Medan Bobby Nasution menyerahkan hasil rapat kepada Ketua DPRD Medan Hasyim, S.E  yang membahas tentang Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Medan tentang Pajak Daerah dan Retribusi di Gedung DPRD Medan, Selasa (23/5/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bobby Nasution menghadiri Rapat Paripurna DPRD Medan Dalam Rangka Penjelasan Kepala Daerah Terhadap Rancangan Peraturan Daerah  (Ranperda) Kota Medan tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah di Gedung DPRD Medan, Selasa (23/5).

Wali Kota Medan Bobby Nasution berharap Ranperda Kota Medan tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dapat dibahas dengan sebaik-baiknya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku bersama dengan DPRD Medan. Dengan demikian  dapat melahirkan Peraturan Daerah (Perda) yang baik dan tidak bertentangan dengan peraturan perundang-undangan.

“Selain itu juga mempunyai kepastian hukum, dapat dilaksanakan sebagaimana mestinya dan memberi manfaat bagi kita semua,” kata Bobby Nasution

Didampingi Wakil Wali Kota H Aulia Rahman dan Sekda Wiriya Alrahman, Bobby Nasution dalam penjelasannya menyampaikan, Undang-Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah bertujuan memberikan kewenangan yang lebih besar kepada daerah dalam perpajakan dan retribusi sejalan dengan semakin besarnya tanggung jawab daerah dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.

Di samping itu, kata Bobby Nasution, meningkatkan akuntabilitas daerah dalam penyediaan layanan dan penyelenggaraan pemerintahan sekaligus memperkuat otonomi daerah, serta memberikan kepastian bagi dunia usaha mengenai jenis pungutan daerah dan memperkuat dasar hukum pemungutan pajak daerah dan retribusi daerah.

“Dengan diberlakukannya Undang – Undang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah diharapkan kemampuan daerah untuk membiayai kebutuhan pengeluarannya semakin besar, karena daerah dapat dengan mudah menyesesuaikan pendapatannya sejalan dengan adanya restrukturisasi pajak,” ungkapnya.

Bobby Nasution menambahkan, hal ini akan mengurangi ketergantungan daerah terhadap dana perimbangan. Di sisi lain, imbuhnya, penyederhanaan retribusi dimaksud akan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat dan dunia usaha. Dimana pada gilirannya, jelasnya, akan memberikan dampak positif berupa peningkatan  kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajiban membayar retribusi daerah.

Lebih jauh Bobby Nasution memaparkan, dalam pasal 94 UU No.1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah menyatakan untuk seluruh jenis pajak dan retribusi daerah ditetapkan dalam satu Perda dan menjadi dasar pemungutan pajak dan retribusi daerah.

Selanjutnya, kata Bobby Nasution, pasal 187 huruf B UU No.1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah dinyatakan  Peraturan Daerah mengenai pajak dan retribusi yang disusun berdasarkan UU No.28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan retribusi daerah masih tetap berlaku paling lama dua tahun terhitung sejak tanggal diundangkannya UU no.1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan antara pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.

“Dengan memperhatikan ketentuan sebagaimana dimaksud, diharapkan paling lama pada tanggal 5 Januari 2024, Pemko Medan telah mengundangkan Perda Kota Medan tentang Pajak dan Retribusi Daerah,” ujar Bobby Nasution dalam rapat paripurna yang sebelumnya dibuka Ketua DPRD Medan Hasyim SE didampingi tiga Wakil Ketua DPRD Medan. (rel)

Agen BRILink di Kota Kisaran Bagikan Tips dan Trik Bertahan dari Pandemi

Kedai eceran kelontong milik Rahmad yang juga menyediakan jasa BRILink

Banyak orang yang belakangan mencoba peruntungan dengan menjadi Agen BRILink. Pasalnya, menjadi agen BRILink bisa menjadi alternatif untuk menambah penghasilan tambahan. Bicara tentang jasa layanan, tentunya ada sesuatu layanan ekstra sehingga pelanggan lama memilih untuk bertahan.

Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), Rahmad Supomo (47) membuka kedai yang menjajakan kebutuhan masyarakat sehari-hari pada tahun 2018. Untuk memperoleh tambahan penghasilan, ia juga membuka jasa agen BRILink.

Dua tahun berselang, tepatnya saat pandemi melanda, Rahmad Supomo bersama keluarganya memutuskan untuk pindah lokasi usaha ke Jalan Cokroaminoto Kota Kisaran Kabupaten Asahan, tepat di depan Sekolah Yayasan Taman Siswa. “Penjualan seperti minuman dan makanan tambah ramai. Transaksi BRILink yang dulunya dapat lima, disini bisa menyentuh puluhan transaksi,” ujar Rahmad saat diwawancara awak media di tempat usahanya (21/5).

Ayah dari satu anak yang masih duduk di Sekolah Dasar ini menjelaskan tips usaha dan jasanya bisa bertahan sampai sekarang. Yang pertama soal tempat tadi, berupaya cari tempat yang strategis dan mudah diakses. “Kemudian, lakukan promosi terhadap usaha atau jasa ini. Tentunya sebelum orang mengetahui kita berusaha di sini, kita kan harus promosi,” ujarnya.

Ia yang sudah menjalani usaha selama 5 tahun mengaku bahwa kegiatan promosi terus dilakukannya sampai sekarang dengan harapan calon pelanggan atau teman-teman di media sosial mengerti bahwa dirinya juga membuka Agen BRILink. Lalu ia berupaya membuat video menarik menjelaskan jasa apa saja yang bisa ia berikan.

“Baru-baru ini saya melakukan promo bagi pelanggan yang mengumpulkan 10 struk transaksi menggunakan jasa BRILink akan diberikan es krim,” jelasnya.

Tips lain, jangan berikan harga terlalu tinggi. Untuk jasa BRIlink misalnya, ia mematok per sekali transaksi cukup dengan harga 5 Ribu Rupiah. “Jangan minta lebih ketika pelanggan ingin transfer atau tarik tunai dalam jumlah besar,” ucapnya.

Dari sisi pendapatan, sehari rata-rata transaksi jasa BRILink miliknya berjumlah 40 transaksi. Ia juga menjelaskan bahwa usahanya buka dari jam 8 pagi sampai jam 10 malam. “Kemarin ada pernah terjadi, pelanggan lama sampai ketok-ketok pintu ruko buat transaksi transfer ke sesama Rekening BRI. Karena pelanggan lama saya layani, kalau orang yang baru kenal ya gak berani bang,” tutur Rahmad.

Lanjut tips terakhir, produk yang dijual harus dikuasai. “Kalau yang dijual barang jadi sih gampang bang, soal teknologi ini tantangannya. Kalau yang sudah tua seperti saya kan mesti belajar lagi. Nah soal bagaimana cara memahami menggunakan Mesin EDC (Electronic Data Capture), Ibu ini yang menuntun saya,” ujarnya sambil pandangannya mengarah ke petugas BRILink yang juga ikut pada sesi wawancara.

Petugas BRILink Kantor Cabang (Kanca) Kota Kisaran, Eka Dian (35) lalu menjelaskan bahwa ia rutin mengedukasi ke nasabah. Ia melakukannya dengan tujuan membantu memberi solusi terhadap keluhan mitra agen BRILink jika terjadi problem atau ingin mengembangkannya layanan pembayaran dari agen ke pelanggan. Seperti bayar tagihan listrik, beli pulsa, bayar belanja online dan lain sebagainya.

Ia juga melakukan maintenance agar agen mencapai target yang telah ditentukan berdasarkan pencapaian jumlah transaksi agen setiap bulannya menggunakan mesin EDC. Ada target yang diberikan kepada agen sesuai tingkatannya, ada tingkatan Pemula, Jawara dan Jurangan.

“Jika ada permasalahan, agen BRILink dan tim dari BRI juga bisa berinteraksi melalui Group WhatsApp bernama BRILinkers Kanca Kisaran,” ujar petugas Bank yang dikenal dengan slogan ‘Melayani Dengan Setulus Hati’.

Kemudian obrolan berlanjut ke Rahmad, ia lanjut menjelaskan bahwa selain tips ada juga trik dari pengalaman usaha yang telah dilaluinya. “Selalu inovasi supaya produk yang kita jajakan terlihat menarik, kemudian bersedekah jangan lupa,” ujar pria yang diketahui suka bersosialisasi ini.

Kembangkan Inovasi, Upaya Tarik Pelanggan Baru

Pindah lokasi usaha bermodal dari pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI sebesar 20 Juta, ia coba berinovasi dengan membeli steling, kamera CCTV, dan berbagai perlengkapan usaha lainnya demi menarik minat pelanggan baru.

“Setiap kesulitan pasti ada kemudahan, jika kita mau berusaha dan berani, kenapa kita mesti takut,” itulah yang disampaikan Rahmad ketika menjawab pertanyaan bagaimana dulunya usaha yang sedang dirintisnya bisa bertahan pada era pandemi silam.

Ia juga menjelaskan, ketika Covid-19 santer didengar beritanya di Siaran Televisi. Malah disitu saya tergerak pindah berharap dapat tempat usaha yang lebih nyaman, lebih luas, pastinya lebih mudah ditemukan oleh calon pembeli atau pelanggan jasa. “Tempat ini peninggalan warisan dari orang tua, cukup terbantu sih bang,” ungkapnya.

Justru ketika pandemi tahun 2020, ia bercerita menjual berbagai variasi masker yang saat itu sulit didapat, hand sanitizer bentuk gel dan spray, jual ‘vitamin C’ juga bentuk pil isap. Ia juga sempat melakukan beberapa perubahan bentuk di kedainya, rubah posisi steling, kasih imbauan, tempah spanduk, beli asesoris, dan lain sebagainya. “Sekarang jadilah kedai saya seperti ini. Pertinggal masa covid kemaren lihatlah ini bang, masih ada pembatas plastik antara saya dan pembeli ketika pembayaran”, ujar Rahmad.

Sebagai langkah inovasi saya buatkan Standing Banner (jenis banner yang bisa berdiri tegak dengan bantuan tiang penyangga) di pinggir jalan bertuliskan Agen BRILink SRC Rahmat Jaya, Mini ATM, puluhan jenis transaksi yang bisa dilayani, bahkan bertuliskan melani penukaran uang kertas koyak atau rusak.

Selain itu terdapat Running Text atau tulisan digital berjalan, dimanfaatkan untuk sarana pemberitahuan elektronik yang sangat bermanfaat untuk dijadikan sebagai media iklan dan pemberitahuan informasi untuk Agen BRILink-nya.

Bicara transaksi BRILink, tansaksi yang paling sering digunakan yakni tarik tunai, pembayaran listrik, pembelian token listrik, Briva, transfer ke sesama BRI, hingga transfer ke bank lain. Di tambah dengan adanya e-commerce, warga yang senang belanja online sering bayar melalui BRILink.

Jika ada pelanggan yang menginginkan jasa yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Ia upayakan bisa melayani transaksi yang diminta pelanggan. Misalnya, bisa gak bayar tiket penerbangan ? “Walaupun butuh proses mempelajari, saya akan belajar,” tutur Rahmad.

Ketika hari libur weekend atau tanggal merah, transaksi lebih rame dari hari biasanya. “Kan bank tutup, makanya rame pelanggan bertransaksi . Meningkat bisa sampai 60 transaksi per harinya,” ucapnya.

Dibeberkannya, menjadi Agen BRILink tidak ada istilah modal tidak balik, apalagi mengalami kerugian. Pasalnya modal yang digunakan tidak akan rusak atau tidak terpakai, berbeda dengan usaha bahan jadi. Modal kalau tidak terpakai akan mengendap jadi tabungan.

Namun, memiliki usaha di kota terdapat banyak saingan, hal tersebut membuat para pelaku usaha terus inovasi supaya memikat minat calon pelanggan atau pembeli baru. Diketahui dekat lokasi usaha Rahmad berdekatan bahkan bersebelahan dengan beberapa usaha kompetitor dari agen pembayaran bank lain. “Namun peluang yang diberikan BRI cukup banyak bang. Seperti banyaknya transaksi yang bisa dilakukan menggunakan ATM Mini ini bang,” ucapnya.

Mengutip dari data di website resmi BRI, hingga akhir Desember 2022, sudah ada 627 ribu agen BRILink di Indonesia. Ditargetkan akhir 2023 menjadi 650 ribu hingga bisa menjangkau seluruh pelosok tanah air. Artinya, apabila dirata-ratakan dalam setahun, setiap harinya terdapat 63 orang yang tergabung menjadi Agen BRILink.

Dari data terbukti bahwa pihak perbankan berkomitmen mempermudah akses masyarakat yang belum memiliki layanan perbankan. Walaupun menghadirkan banyak pelaku jasa BRILink. Justru kesempatan itu dapat dimaknai sebagai upaya menggali peluang agar mampu bersaing dan memberikan layanan terbaik bagi pelanggan. (Dat)