Home Blog Page 14853

Jangan Terjebak PTS tak Berizin

Calon mahasiswa harus lebih teliti memilih Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk melanjutkan jenjang pendidikannya. Pasalnya, banyak PTS yang memiliki program studi (prodi) belum berizin. Lantas, apa yang harus dilakukan untuk menghindari hal tersebut? Berikut hasil wawancara wartawan koran ini Rahmat Sazaly Munthe dengan Koordinator Kopertis Wilayah I Sumut-NAD Prof M Nawawiy Loebis, Minggu (11/9).

Sepengetahuan Anda, apa modus yang dilakukan PTS dengan prodi tak berizin ini dalam memikat calon mahasiswa?
Pasti kita sudah sering melihat ada PTS yang menawarkan promosi besar-besaran dengan iming-iming pemberian hadiah. Nah, di sini, masyarakat harus tetap jeli menyikapi hal tersebut, jangan karena ada iming-iming langsung mau masuk. Harus tetap diteliti.

Jadi, upaya apa yang bisa dilakukan untuk tak tertipu dengan tawaran itu?
Di Kopertis Wilayah I Sumut-NAD yang beralamat di Jalan Setia Budi Medan, kita memiliki data base seluruh PTS di Sumut dan NAD. Jadi masyarakat secara bebas dan terbuka bisa mengumpulkan informasi dari sini.
Tak hanya dilakukan dengan mendatangi kantor, masyarakat juga bisa melihat status atau izin PTS melalui website resmi kami, yakni di www.kopertis1.org.

Jadi, jika PTS menerima mahasiswa baru sementara PTS tersebut tak termasuk dalam data base itu, maka PTS tersebut belum memiliki ijin alias liar.

Apakah Kopertis tak bisa langsung saja menutup PTS yang diketahui liar tersebut?
Kopertis merupakan perpanjangan tangan Mendiknas, dalam hal ini Dirjen Dikti Kemendiknas. Kopertis hanya bertugas sebagai pengawas, pengendali dan pembina (wasdalbin). Kita juga sedikit mengalami kesulitan tentang data status PTS di Sumut-NAD ini. Karena, saat ini PTS banyak yang mengajukan permohonan izin langsung ke pusat tanpa melalui Kopertis.

Adakah permasalahan terkini mengenai PTS bermasalah ini?
Ada sejumlah PTS yang memiliki prodi dengan mahasiswa minim. Sehingga kita terpaksa mengusulkan untuk PTS itu menutup prodi tersebut. Tahun ini, kita sudah ada menerima surat dari sejumlah PTS yang menyatakan menutup prodinya akibat kekurangan mahasiswa.

Dalam hal ini, kita mengapresiasi dan mendukung upaya bijak dari PTS tersebut. Karena jika tak ditutup, artinya melakukan pemborosan pembiayaan prodi.

Permasalahan lain, banyak PTS di Sumut-NAD yang belum dapat mencapai standar mutu dan kredibilitas yang diinginkan baik oleh masyarakat maupun stakeholder.

Jadi, apa saran dan solusi untuk masalah ini?
Sebaiknya PTS menerapkan sistem penjaminan mutu. Sebab paradigma perguruan tinggi yakni daya saing bangsa. Karena itu, otonomi perguruan tinggi yang sehat memerlukan kegiatan terpogram, berkesinambungan, sinergis dan terintgrasi.

Selain itu, akreditasi perguruan tinggi melalui Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) juga sangat penting. Dalam akreditasi terdapat penataan dan perbaikan menuju penyempurnaan sesuai petunjuk dan pedoman PP dan Kepmendiknas sehingga bisa merangsang untuk memperbaiki diri agar lebih cepat terwujud. (*)

Warga Mulai Terserang ISPA

Truk Proyek Perumahan Contempo Regency Picu Debu

MEDAN- Masyarakat di sekitar lahan proyek pembangunan Perumahan Contempo Ragency Jalan Brigjen Zein Hamid Km 6,2, Kelurahan Titi Kuning, Medan Johor, menahan truk pengangkut galian C yang masuk ke proyek, Senin (12/9). Hal tersebut dilakukan warga, karena developer belum merealisasikan tuntutan warga.

“Kita meminta kepada developer untuk membersihkan seluruh tumpahan tanah yang ada di badan jalan, karena masih banyak yang berserakan. Sebelum dibersihakan jalan ini, kami tak akan mengizinkan truk masuk ke areal proyek,” kata Endang, warga setempat.

Menurutnya, hal tersebut merupakan hasil kesepakatan dalam pertemuan yang digelar pihak developer dengan warga. “Warga tak menghambat proyek, tapi masyarakat jangan dirugikan. Dengan begitu, setelah tanah yang berserakan dibersihkan, silahkan truk-truk tersebut masuk. Dari tadi pagi, kita sudah menahan puluhan truk yang mau masuk,” beber Endang lagi.

Sementara Buyung, warga lainnya mengungkapkan, akibat tanah timbun yang berserakan di jalan, warga sekitar mengalami gangguan pada saluran pernafasan (ISPA). “Saya atas nama pribadi, meminta kepada pihak pengembang untuk menerima keluahan masyarakat. Dimana, warga sudah mulai terserang penyakit pernafasan, anak-anak dan istri saya mulai batuk-batuk di rumah,” kata Buyung, pemilik warung di sebelah proyek pembangunan saat dilakukan pertemuan dengan pimpinan developer perumahan tersebut.

Karenanya, Buyung meminta developer untuk membersihkan tumpahan tanah timbun tersebut secepatnya. “Kami tak meminta banyak dan tak mau mengganggu lama. Selama ini material yang masuk distop, tapi kami terus makan debu,” kata Buyung yang mengaku, setiap hari harus menyiram badan jalan agar tak menghirup debu.

Menyikapi keluhan warga, DR Ray Raja Rimba selaku pengembang mengatakan, seluruh tuntutan warga sudah mereka dikerjakan. “Langsung dikerjakan dengan membersihkan seluruh tumpahan tanah,” ungkapnya.
Dikatakannya, pelaksanaan pemadatan atau penimbunan lahan tersebut sudah diurus rekomendasi dari Dinas Bina Marga Kota Medan, namun hingga kini belum keluar. “Rekomendasi dari Dinas Bina Marga sedang dalam proses,” katanya.
Sementara Camat Medan Johor Azwarlin yang dikonfirmasi wartawan koran ini mengatakan, pihaknya sudah memerintahkan Lurah Titi Kuning untuk mengawasi penimbunan di wilayah tersebut dan tidak memberi izin masuk kepada truk-truk galian c ke lokasi proyek. “Untuk penimbunannya tak bisa berlanjut, jika tuntutan warga tak dipenuhi,” bebernya.(adl)

Ribut dengan Pacar, Janda Minum Racun

Kesal karena ribut dengan kekasihnya, Wiji Utami (20) warga Prumahan Nelayan Indah Blok FF, Medan Labuhan, menenggak racun serangga di rumahnya, Senin (12/9) sore pukul 16.00 WIB. Akibatnya, dia lemas dan kejang. Dia pun langsung dilarikan ke RSU Ameta Sejahtera.

Selama ini Wiji telah berpacaran dengan kekasihnya Adi setahun lebih. Entah kenapa, janda beranak satu tersebut menginginkan hubungan yang sekian lama mereka bina sampai kejenjang pernikahan.

Ketika keinginan itu dituntut Wiji, ternyata pacarnya Adi belum siap dan menolak sambil mengatakan sabar. Mendengar itu, sepesang kekasih ini pun sempat terjadi perang mulut. Akibatnya, Wiji pun merasa kesal langsung pulang ke rumah menuju kamar tidurnya mengambil sebuah obat anti nyamuk langsung ditenggaknya.

Perbuatan ibu satu anak ini diketahui ibu kandungnya. Melihat kondisi Wiji sudah lemas dengan tubuh kejang, ibunya langsung menjerit dan membawa Wiji ke RSU Ameta Sejahtera. Perbuatan janda anak satu yang mencoba bunuh diri itu akhirnya gagal setelah pihak medis memberikan pertolongan dengan memaksakan Wiji untuk minum susu kental ke mulutnya.

Setelah meminum susu tersebut, janda anak satu itu akhirnya muntah-muntan dan tubuhnya yang sempat lemas sudah kembali normal. (ril/smg)

Besok, Pejabat IAIN Diperiksa

MEDAN- Bagian Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut, kembali akan melakukan pemeriksaan terhadap orang-orang yang diduga mengetahui atau terlibat dalam kasus dugaan korupsi di Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara (IAIN-SU). Pemeriksaan tersebut, direncanakan akan digelar pada Rabu (14/9) ini.

“Akan ada pemeriksaan lanjutan untuk klarifikasi dalam kasus ini. Rencananya Rabu ini,” ungkap Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho melalui Kasubbid PID Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan yang dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (12/9).
Sayangnya, saat ditanya nama dan siapa yang akan diperiksa nanti, AKBP MP Nainggolan enggan merincinya. “Lihat Rabu nanti saja,” jawabnya.

Mengenai pihak-pihak yang telah diperiksa dalam kasus ini, MP Nainggolan menerangkan, sudah enam orang yang dipanggil dan diperiksa dalam rangka klarifikasi. Ke enam orang tersebut, dua dari rekanan dan empat dari IAIN-SU.
Saat ditanya, dari empat orang pihak IAIN Sumut yang diperiksa, apakah Kepala Biro Rektor IAIN Sumut Dra Salmawah Hasibuan termasuk salah satunya? “Ya, termasuk yang bersangkutan,” katanya.
Kapan Salmawah Hasibuan hadir? Mengenai pertanyaan ini, AKBP MP Nainggolan mengaku, lupa. “Wah, saya lupa kapan waktu pastinya,” jawabnya.

Lantas, kapan Rektor IAIN Sumut Prof Dr Nur Ahmad Fadil Lubis MA dan Pembantu Rektor (PR) II IAIN Sumut Prof Djafar Sidik MA diperiksa? Menyangkut hal tersebut, MP Nainggolan menyatakan, rencana pemanggilan kedua pejabat IAIN Sumut tersebut sudah ada. “Ada rencananya, namun kita lakukan secara bertahap. Saat ini yang kita periksa, dalam rangka klarifikasi. Setelah semuanya selesai, baru akan melibatkan pihak auditor dari BPKP untuk mengetahui kerugian negaranya,” jawabnya.

Dari pemeriksaan yang telah dilakukan, apakah sudah menjurus telah ditemukan indikasi kuat adanya penyelewengan, penyalahgunaan atau korupsi di IAIN Sumut?
Terkait hal itu, MP Nainggolan kembali menuturkan, proses hokum dan pemeriksaan dalam kasus ini masih berjalan. Jadi, tidak serta merta bisa langsung disimpulkan.
“Kan, saat ini kita terus mendalami dan melakukan upaya klarifikasi kepada pihak-pihak yang diduga mengetahui atau terlibat. Setelah itu, baru dilanjutkan dengan pemeriksaan atas indikasi kerugian negara oleh pihak yang berkompeten. Setelah itu, barulah kita ketahui apakah ada kerugian negara atau tidak. Jadi, kita tunggu proses ini berjalan terus,” bebernya.(ari)

Poldasu Segera Gelar Perkara

Dugaan Korupsi di Politeknik Negeri Medan

MEDAN- Bagian Tipikor Polda Sumut akan melakukan gelar perkara terhadap kasus dugaan korupsi Politenik Medan (Polmed), pekan ini. Rencana itu dikemukakan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho melalui Kasubbid PID Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan kepada Sumut Pos, Senin (12/9).

“Dalam kasus ini, kita akan melakukan gelar perkara pada ming gu-minggu ini. Waktunya nanti diberitahukan,” ungkapnya.

Bagaimana dengan calon tersangka yang disebut-sebut berinisial DK yang merupakan Direktur CV Medika Karya, kapan akan dipanggil dan kapan akan ditetapkan sebagai tersangka? Terkait hal itu, MP Nainggolan menyatakan, DK sudah pernah dipanggil oleh Tipikor Polda Sumut beberapa waktu lalu.

“Dari keterangan yang bersangkutan, semuanya menjurus pada pemenang tender pengadaan alat laboratorium, pendidikan bengkel jurusan Elektro Polmed pada 1 Oktober 2010 Herman Taher dari PT Astasari Sartika. Yang bersangkutan ini, mengaku menjadi boneka dari Herman Taher. Kendati demikian, DK tetap akan kita lakukan pemeriksaan dalam kasus ini,” tegasnya.

Bagaimana dengan pimpinan Polmed, baik itu Direktur dan Pembantu Direkturnya, kapan akan dipanggil dan diperiksa? Untuk pertanyaan itu, MP Naing golan mengatakan, rencana pemanggilan tersebut sudah diagendakan. Namun, terlebih dulu akan dilakukan gelar perkara dalam kasus ini.

Dalam kasus ini, Tipikor Polda Sumut telah melakukan penyitaan barang bukti berupa satu paket alat peraga masing-masing, tiga item robot, mikrowelle, network analyzer (untuk menangkap sinyal) serta sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kasus itu.

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sumut pada kasus dugaan korupsi ini menyatakan, proyek itu mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp2,1 miliar dari total anggaran Rp4,5 miliar dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2010.

Untuk diketahui, pemenang tender pengadaan alat laboratorium, pendidikan bengkel jurusan Elektro Polmed pada 1 Oktober 2010 Herman Taher dari PT Astasari Sartika, kemudian membuat surat kerjasama dengan Thomas Sembiring dari PT Get untuk pembelian dua set sistem kontrol mistor dan sensor robot, dua set robot sistem empat roda dan urasonic serta dua set factory pneumetic robot trainner.(ari)

Sejumlah Polsek Gelar Razia di Sekolah

Antisipasi Geng Motor

MEDAN- Polresta Medan dengan jajarannya terus melakukan razia sepeda motor yag dikendari para siswa Sekolah Menengah Atas (SMA). Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi aksi geng motor yang dinilai sudah meresahkan warga Kota Medan.

Kemarin (12/9), Unit Reskrim Polsekta Medan Barat marazia sepeda motor di SMA Martadinata Jalan Perhubungan, Medan Barat, yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Medan Barat, AKP Nasrun Pasaribu. Sedikitnya 20 sepeda motor yang tak dilengkapi surat-surat dan perlengkapan lainnya seperti kaca sepion dan helm, langsung ditilang.
“Pagi tadi kita sudah memberitahu kepada pihak sekolah, razia dilakukan siang ini. Kita menerima perintah dari Kapolresta Medan dan menetapkan SMA Martadinata sebagai lokasi razia,” ujar Kapolsek Medan Barat AKP Nasrun Pasaribu saat ditemui di lokasi razia.

Nasrun menegaskan, pihaknya sudah melakukan penyelidikan di sekolah-sekolah dan menetapkan beberapa sekolah yang siswanya diduga terlibat geng motor. “Kita lakukan razia tidak hanya di sekolah ini, dalam waktu dekat kita akan melakukan razia ke sekolah lain guna memberikan rasa aman kepada masyarakat yang resah dengan kebrutalan geng motor,” jelasnya.

Nasrun juga mengatakan, ke-20 unit sepeda motor yang diamankan tersebut masing-masing telah diberikan surat tilang kepada pengendaranya.

Secara terpisah, Polsekta Percut Sei tuan dan Polsekta Medan area juga melakukan razia kendaraan bermotor guna mengantisipasi geng motor. Mapolsekta Percut Sei Tuan melakukan razia di seputaran Jalan Pertiwi, dipimpin langsung Kapolsek Percut Seituan Kompol Maringan Simanjuntak dan berhasil mengamankan 16 unit sepeda motor. Semenatara itu Polsek Medan Area hanya mengamankan 5 unit sepadamotor tanpa dokumen lengkap.(mag-7)

Tim Pengawas Disiplin Jaring 8 PNS Bolos

MEDAN- Tim Pengawasan Disiplin Pegawai Negeri Sipil Pemerintah Kota (Pemko) Medan melakukan razia di beberapa plaza dan pasar tradisional, Senin (12/9) siang. Hasilnya, delapan PNS dan honorer terjaring dalam razia tersebut.
Tim yang terdiri dari Plt Asisten Adimistrasi Umum Ceko Wakhda Ritonga, Asisten Pemerintahan Daudta P Sinurat, Kepala Inspektorat Kota Medan Farid Wajedi, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Parluhutan Hasibuan dibantu Satpol PP.

Saat melakukan sidak di Plaza Paladium, tim menemukan dua orang guru honorer di sekolah SD Center 78 Jalan Krakatau. Alasan Guru honorer tersebut telah selesai mengajar, kemudian mereka ingin pulang dan singgah ke Paladium.

Selanjutnya, Tim Pengawas Disipilin PNS menemukan lima orang berkeliaran saat jam kerja di Pasar Petisah, dua orang di antaranya Pegawai Dinas Kesehatan, dua orang Pegawai Puskesmas Kecamatan Medan Amplas dan satu orang pegawai Badan Keluarga Berencana Kota Medan. Sementara di Plaza Carrefour ditemukan satu orang guru SD di Asam Kumbang, Kecamatan Medan Sunggal.

“Seluruh Pegawai Negeri Sipil yang ditemukan di pusat-pusat perbelanjaan diberikan peringatan dan melapor ke BKD Pemko Medan dengan membuat surat pernyataan tidak akan melakukannya lagi,” ujar Plt Asisten Administrasi Umum Ceko. (adl)

Kadis Kominfo Diminta Perkuat Koordinasi ke SKPD

MEDAN- Mantan Sekda Provsu RE Naiggolan yang juga mantan Kepala Badan Informasi dan Komunikasi (Infokom) Sumut berpesan kepada Kepala Diskominfo Asren Nasution untuk terus berkoordinsi dengan melakukan pendekatan informal dengan jajaran SKPD lainnya. Hal ini dimaksudkan untuk kemajuan Pemprovsu, karena dalam mengambil keputusan sangat penting mendapatkan informasi seluas-luasnya untuk menghasilkan keputusan yang tepat.

“Saya menyampaikan apresiasi sepenuhnya. Selain sebagai sahabat, beliau juga satu sekolah ketika mengambil S3 dengan memiliki sifat sederhana, rendah hati dan tipe pekerja keras,” ujar RE, saat menerima kunjungan silaturrahmi Asren didampingi Kabid Pendapatan Umum dan Kelembagaan (PUHK) Denny Simamora, di kediaman RE Nainggolan di Jalan Beringin VII Helvetia Medan, Senin (12/9).

RE menyampaikan kebanggaannya, sebagai dinas yang sangat sentral dalam memberi sosialisasi dan informasi seluas-luasnya kepada publik, terkait visi misi Pemprovsu sangat tepat dijabat oleh Asren yang memilki latar belakang pengalaman yang baik. “Tentunya dengan harapan mampu menjalankan tugas-tugas pemerintahan khususnya di bidang Komunikasi dan Informatika,” tuturnya.

Sementara itu, Asren mengatakan, kunjungan silaturrahim ini merupakan komitmen sejak menjabat Kadis Kominfo Provsu untuk meminta dukungan pemikiran serta mendapatkan informasi terkini, untuk ditindaklanjuti dalam mempercepat pembangunan di Sumut.(saz)

Jangan Terlibat Geng Motor

Arahan Wali Kota Medan di SMAN 17

Wali Kota Medan, Rahudman Harahap, meminta kepada seluruh kepala sekolah untuk mengawasi siswanya agar tak terlibat geng motor yang meresahkan warga dan cenderung berbuat kriminal.

Ini dilakukan Rahudman karena terindikasi anggota geng motor yang belakangan sering bertindak anarkis adalah siswa sekolah. Jika memang ada ditemukan siswa yang terlibat geng motor, lanjutnya, kepala sekolah harus mengambil tindakan tegas.

“Saya minta kepada kepala sekolah untuk mengambil tindakan tegas terhadap siswanya yang terlibat geng motor dan siswa yang tidak mampu mengawasi dirinya sendiri. Siswa itu seharusnya belajar untuk menjalankan isi janji siswa dengan baik dan sungguh -sungguh,” ujar Rahudman ketika menghadiri apel pagi di SMA Negeri 17, Medan Tuntungan, Senin ( 12/9).

Dalam apel itu, Rahudman juga meminta para siswa agar tidak bergabung dengan geng motor yang meresahkan itu. Dia tidak mau ulah segelintir oknum siswa merusak nama baik sekolah.   “Jangan pernah menyuruh orang lain untuk mengawasi kita. Justru begitu masuk SMA, kitalah yang mengawasi dirinya sendiri. Untuk itu saya minta  kepada seluruh siswa untuk tidak pernah melakukan tindakan melanggar hukum dan terlibat dengan geng motor. Tugas siswa adalah belajar dan menjalankan isi janji siswa dengan baik,” katanya lagi.

Menurutnya, apa yang disampaikannya merupakan bentuk rasa kasih sayangnya kepada para siswa di Kota Medan. Dia berharap, para siswa belajar dengan baik sehingga dapat mengukir berpretasi. “Berprestasi tidaknya suatu sekolah tergantung dari komunikasi yang dibangun oleh kepala sekolah maupun guru dengan para siswa. Selain itu  kepala sekolah dan guru  harus memberikan pendidikan berkarakter. Kemudian ketika mendidik, tanamkan rasa perhatian dan kasih sayang. Jadikanlah siswa yang berdedikasi, berprestasi dan barkarakter,” imbaunya.

Rahudman juga mewanti-wanti kepada para guru maupun siswa SMA Negeri 17 agar tidak didatangi lagi petugas Polresta Medan, gara-gara ada siswa yang terlibat geng motor. “Mulai hari ini saya mengajak seluruh siswa untuk meninggalkan hal-hal yang tidak baik. Saya tidak mau siswa melakukan tindakan melanggar hukum,” tegasnya.
Usai apel, Wali Kota didampingi Kadis Pendidikan, Hasan Basri, Kepala SMA Negeri 17, Marnaek Nainggolan, dan Camat Medan Tuntungan, Gelora Ginting, menandantangi prasasti peresmian Musala Ar Rahman yang berada di halaman depan SMA Negeri 17.  (adl)

Potensi Seru

Barcelona vs AC Milan

BARCELONA – Big match langsung mewarnai matchday pertama fase grup Liga Champions musim ini. Juara bertahan Barcelona akan menjamu juara Italia AC Milan di Nou Camp, dini hari nanti (siaran langsung RCTI pukul 01.30 WIB).
Meski El Barca, sebutan Barcelona, tak bisa turun dengan kekuatan terbaiknya, tetap saja mereka lebih difavoritkan menang. Apalagi, mereka mendapatkan suntikan tenaga dan motivasi seiring pulihnya kapten Carles Puyol. Gerard Pique kabarnya juga sudah berlatih.

Kembalinya Puyol akan mengisi lubang di jantung pertahanan yang selama ini terpaksa diisi oleh gelandang bertahan seperti Sergio Busquets atau Javier Mascherano. Puyol kemungkinan bakal bertandem dengan Eric Abidal.
Bukan hanya itu, Barca juga memiliki sejumlah pemain yang fresh karena ketika ditahan imbang Real Sociedad 2-2 (10/9), sejumlah pemain utama tidak turun sebagai starter. Sebut saja, Lionel Messi, Andres Iniesta, dan David Villa.
Kehilangan Alexis Sanchez yang mengalami cedera hamstring dan harus absen dua bulan mampu ditutupi dengan keberadaan Pedro Rodriguez yang akan menemani Messi dan Villa di lini depan. Daya dobrak Barca tak banyak berkurang.

Situasi yang bertolak belakang dengan Milan. Setelah mengawali start lambat di Serie A Liga Italia dengan ditahan seri Lazio 2-2 (9/9), Rossoneri, julukan Milan, malah kehilangan dua pemain penting jelang bertamu ke Nou Camp.
Robinho lebih dulu absen karena cedera dan tak dibawa ke Barcelona. Kemudian, berita buruk berlanjut dengan cederanya Zlatan Ibrahimovic pada sesi latihan. Akibatnya, striker timnas Swedia itu diragukan bisa tampil saat melawan Barca.

Terlepas dari fakta itu, Busquets menilai, tetap saja tidak akan mudah bagi Barca untuk menang atas Milan. “Kualitas Milan patut diwaspadai dan mereka merupakan klub dengan sejarah serta sederet pemain hebat,” bilang Busquets kepada El Mundo Deportivo.

Hanya, Busquets tetap berambisi membawa Barca memimpin grup H. “Mereka rival terkuat di grup, tapi kami tidak ingin kehilangan tiga angka di kandang. Lagipula, sangatlah penting memulai dengan kemenangan,” terang gelandang timnas Spanyol itu.

Boleh saja bursa taruhan di Eropa umumnya menjagokan Barca akan menghabisi Milan, tapi mereka berjanji akan memberikan perlawanan sengit.

Catatan empat bentrok terakhir di Liga Champions menunjukkan Milan selalu memberikan perlawanan sengit.
Ya, dalam empat bentrok terakhir, Milan sekali menang, sekali seri, dan dua kali dimenangkan Barca. Kemenangan Barca pun hanya berselisih satu gol. Mereka kalah 0-1 pada Liga Champions 2006 dan kalah 1-2 pada Liga Champions 2004.

“Tidak ada tim yang tak terkalahkan. Kami hanya harus menghentikan otak permainan. Kalau kami mampu menghentikan Xavi Hernandez dan Andres Iniesta, maka pekerjaan kami akan lebih mudah,” kata Kevin Prince Boateng, gelandang Milan, seperti dikutip Football Italia.

Melawan Barca, allenatore Milan Massimiliano Allegri berencana melakukan beberapa perubahan. Mark van Bommel, Antonio Nocerino, dan Alberto Aquilani, akan turun sebagai starter untuk menopang Boateng, serta duet striker Antonio Cassano dan Alexandre Pato. (ham/jpnn)