Home Blog Page 14880

Berkas Tersangka Illegal Logging Sudah Lengkap

MEDAN- Mantan Plt Kadis Kehutanan (Kadishut) Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Onggung Silaban yang berstatus tersangka dalam kasus ilegal logging atau pembalakan liar di Desa Parsingguran I, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbahas, akan kembali dipanggil penyidik Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Direktorat Reskrimsus (Ditreskrimsus) Polda Sumut.

Pemanggilan Onggung Silaban oleh penyidik Tipiter Polda Sumut, dalam rangka penyerahan berkas bersangkutan, menyusul berita acara pemeriksaan (BAP) terhadap tersangka telah dinyatakan lengkap atau P-21.
“Kita tengah menyiapkan pemanggilan terhadap tersangka Onggung Silaban untuk kehadiran Kamis (8/9) pekan ini, yang kemudian akan diserahkan ke jaksa penuntut umum, karena BAP yang bersangkutan sudah P-21,” kata Direktur Reskrimsus Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho melalui Kasubbid PID Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Senin (5/9).

Dikatakannya, sejauh ini pihaknya masih melakukan koordinasi dengan jaksa dalam kaitan penyerahan tersangka Onggung Silaban. “Kita sudah siap untuk menyerahkan tersangka pasca BAP yang bersangkutan dinyatakan lengkap, tapi waktunya tergantung jaksa,” imbuh Nainggolan.

Sebelumnya, BAP tersangka Onggung Silaban sempat berulang kali dikembalikan jaksa ke penyidik kepolisian, karena berkas bersangkutan belum lengkap. BAP tersangka terkait penerbitan Izin Pemanfaatan Kayu Tanah Milik (IPKTM) dinyatakan lengkap pada akhir Mei 2011 lalu.

Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan beberapa warga pemilik IPKTM sebagai tersangka. Namun Bupati Humbahas Maddin Sihombing tak pernah dipanggil apalagi diperiksa penyidik. Padahal, IPKTM tersebut diterbitkan menggunakan tanda tangan Maddin Sihombing.

Berdasarkan keterangan ahli dari BPKH wilayah I Medan yang mengambil titik koordinat dan kemudian memploting ke dalam peta Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : SK.44/Kpts-II/ 2005, tanggal 16 Februari 2005, maka ahli berkesimpulan telah terjadi pembukaan jalan, pembangunan jembatan dan lokasi tumpukan kayu bulat dan lokasi penebangan kayu pinus berada dalam kawasan Hutan Lindung (HL).

Kesimpulan tersebut juga berkaitan dengan temuan petugas Tipiter di lokasi ilegal logging Humbahas, yakni adanya pembukaan jalan dan pembuatan jembatan. Ditemukan juga penebangan kayu di lereng bukit/gunung dan beberapa titik tempat tumpukan kayu jenis pinus yang telah dipotong-potong.(ari)

Berlibur, Rumah Disatroni Maling

TEBING TINGGI- Rumah Rizki Suradi (31) pedagang mie kuah di Pasar Gambir, Kota Tebing Tinggi, disatroni maling, Minggu (4/9) sekira pukul 22.30 WIB.

Kejadian itu menimbulkan kerugian sebesar Rp10 juta dari beberapa perhiasan emas, diantaranya satu buah kalung dan mainannya seberat 5 gram, dua buah cincin emas seberat 7 gram, cincin emas seberat 1 gram serta uang tunai yang disimpan didalam kotak uang sebesar Rp7 juta.

Rizki Suradi ketika ditemui di rumahnya, di Jalan SM Raja, Gang Rukun, Lingkungan IV, Kota Tebing Tinggi, Senin (5/9) mengatakan, saat itu rumah sedang sepi tidak berpenghuni, karena mereka sedang pergi berekreasi ke Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang.

“Tak ada orang di rumah, saat pulang isi lemari sudah berantakan diacak-acak maling. Kami berangkat pukul 06.00 WIB dan kembali pukul 22.30 WIB malam. Rupanya maling berhasil mengambil emas dan uang kami,” jelas Rizki.
Kapolsek Padang Hulu melalui Kanit Reskrim Aipda Yasen Hutagalung mengatakan, pelaku diduga lebih dari dua orang, sementara itu pelaku masuk lewat pintu belakang. (mag-3)

Di Al Haram Tak Ada Yang Tersinggung

Kembali Berlebaran di Makkah (3)
DI sini bukan hanya simbol-simbol ibadah agama yang harus kalah oleh kepentingan umum, bahkan ibadah itu sendiri. Di sini terjadi, ibadah bisa ditafsirkan sebagai kepentingan pribadi yang di atas itu berarti masih ada kepentingan umum yang harus diutamakan, apa pun arti kepentingan umum itu.

Di sini, di dalam masjid yang teragung ini, tak terbayangkan sembahyang ada kalanya harus kalah oleh kepentingan umum. Di dalam Masjid Al Haram Makkah Al Mukarramah ini, sembahyang bisa tiba-tiba dihentikan: ketika sembahyang itu menghalangi berfungsinya fasilitas umum.

Di sini begitu sering terjadi: ketika salat baru saja dimulai, petugas sudah datang menyuruhnya berhenti. Bahkan menyuruhnya pergi. Menyuruh pindah lokasi (menyuruhnya kadang dengan mendorong-dorong orang yang lagi khusyuk sembahyang itu) agar tugas membersihkan lantai itu tidak terhalangi.

Bagaimana bisa terjadi di sini, di dalam masjid yang paling dimuliakan di bumi ini, orang yang lagi sembayang bisa mengalah: mengalah dengan kepentingan dibersihkannya lantai. Mengalah demi  kelancaran arus orang yang berlalu-lalang.

Hanya di sinilah, di dalam masjid ini, petugas berlaku sangat tegas. Mulai petugas ketertiban hingga petugas pengepel lantai. Mereka begitu tidak peduli terhadap kepentingan pribadi. Kalau lantai itu sudah waktunya disiram cairan kimia sebelum dipel, petugas cukup berteriak: pergi! pergi! Dan bagi yang tidak pergi, dengan alasan lagi sembahyang sekalipun, tak terhindarkan: kakinya bakal disiram.

Kalaupun basah itu belum membuatnya beranjak, alat pengepel yang besar akan menyingkirkan orang yang lagi sembahyang itu. Kebersihan bukan saja sebagian dari iman sebagaimana doktrin Islam, tapi juga menjaga kebersihan masjid yang tidak pernah kosong itu adalah bagian dari kepentingan umum yang harus diutamakan, mengalahkan orang sembahyang yang jelas-jelas hanya untuk kepentingan pribadi orang itu.

Demikian juga petugas ketertiban masjid itu. Tidak kalah tegasnya. Kalaupun ada yang ngotot sembahyang di dalam masjid, tapi menempati jalur jamaah yang digunakan lalu-lalang (entah jalur ke Kakbah atau ke Sofa/Marwa, atau juga ke pintu-pintunya, jangan harap bisa tenang. Di tengah Anda sedang sembahyang pun badan Anda bisa ditarik-tarik atau disorong agar hengkang.

Tidak ada yang tersinggung. Misalnya dengan alasan telah melecehkan orang yang lagi bersembahyang. Tidak ada yang marah. Misalnya dengan alasan menghina orang yang lagi beribadah. Tidak ada yang protes. Misalnya dengan alasan praktik keagamaan telah dihinakan.

Di sini, hanya di sini, terjadi peraturan ditegakkan mengalahkan peribadatan. Di sini, hanya di sini, terjadi orang tidak bisa memaksakan kepentingan pribadi dengan dibungkus alasan keagamaan sekalipun.

Saya pun tertegun: mengapa di sini orang tidak mudah tersinggung? Mengapa di sini orang tidak mudah marah?

Di sini, lagi-lagi hanya di sini, tidak ada jamaah yang tersinggung oleh sandal dan tidak marah oleh sepatu. Biarpun sandal itu dan sepatu itu ditaruh begitu saja di belakang tumit kakinya yang berarti juga tempat wajah bersujud bagi barisan jamaah di belakangnya.

Di sini tidak ada yang memperdebatkan membawa najiskah sandal itu? Tidak ada yang tersinggung mengapa sandal masuk masjid.

Ataukah citra sandal dan sepatu yang identik dengan najis memang sudah waktunya harus berubah? Dulu, di masa yang lalu, ketika di sekitar masjid masih berkeliaran ayam dan kambing, ketika masyarakat sekitar masjid masih sangat agraris, barangkali sandal dan sepatu memang sering bernajis.

Tapi, kini? Ketika dari rumah langsung masuk mobil dan dari mobil masuk ke masjid, masih adakah potensi najis itu? Atau dalam kasus Makkah, sandal itu hanya mondar-mandir dari hotel ke masjid? Tidakkah sudah lebih kecil jika dibandingkan dengan potensi najis dari kencing cicak dan coro dan tikus (eh, kencing jugakah cicak?) yang berkeliaran di dalam masjid?

Di sini, di Masjid Al Haram yang sangat agung ini, bermula perubahan sikap akan sandal dan sepatu. Juga pengutamaan kepentingan umum atas kepentingan pribadi “biarpun kepentingan pribadi itu terbungkus keagamaan dan peribadatan. (lk)

Dahlan Iskan
CEO PLN

Masih Ada yang Absen Meskipun Sedikit

Sidak Hari Pertama Masuk Kerja Pasca Lebaran

Hasil inspeksi mendadak (sidak) hari pertama masuk kerja pasca libur panjang Lebaran masih ada saja pegawai yang bolos, namun sudah lebih baik dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Seperti di Pemko Medan, Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang langsung memimpin sidak dengan menurunkan tujuh tim untuk melihat kehadiran PNS. Hasilnya, tingkat kehadiran cukup baik dibanding tahun sebelumnya.
“Kehadiran pegawai cukup baik dibanding tahun lalu,” kata Rahudman.

Sedangkan sanksi yang akan dijatuhkan terhadap pegawai yang tidak masuk kerja tanpa keterangan, Rahudman menyerahkannya kepada Sekda selaku kepala staf yang mengatur masalah kepegawaian.
“Jadi terkait masalah sanksi kita serahkan kepada Sekda,”jelasnya.

Masing-masing tim yang di pimpin oleh para asisten dan Kepala BKD melakukan sidak sesuai dengan daftar di seluruh SKPD jajaran Pemko Medan. Tim II yang dipimpin Kepala BKD Kota Medan, Parluhutan Hasibuan melakukan sidak ke dinas pendapatan, badan perizinan satu atap, dinas perindag, dinas perkim, dinas TRTB, dan badan penanaman modal. Semua absensi yang ada di SKPD pada hari pertama masuk kerja disita untuk dilakukan rekap oleh BKD.
“Kita ambil semua absen yang ada di SKPD maupun kecamatan untuk dilakukan rekap, siapa yang tidak mengisi absen dianggap mangkir, dan kita menunggu surat bagi yang tidak hadir karena sakit atau cuti agar diantar langsung ke BKD pada hari ini juga,”ujar Parluhutan.

Kadis Dukcapil Kota Medan, Darussalam Pohan ketika ditanya wali kota terkait kehadiran pegawai menjelaskan, presentase kahadiran pegawai mencapai 98 persen. Dari 103 pegawai di disdukcapil, hanya dua orang saja yang tidak masuk.

“Jumlah pegawai yang hadir  101 orang. satu orang cuti resmi, sedangkan yang satu lagi tidak masuk tanpa keterangan,” jelas Darussalam.

Hasil presentase kehadiran PNS belum bisa diketahuai dengan pasti karena menunggu hasil rekapitulasi dari BKD. “Kita belum bisa informasikan presentasi kehadiran PNS karena semua absen yang ada di SKPD maupun camat sedang direkap, jadi kita menunggu hasil rekapnya,”kata Parluhutan.

Dijelaskan Parluhutan, hasil presentase secara keseluruhan terhadap PNS Pemko Medan yang hadir sangat baik dengan jumlah 92,44 persen. Sedangkan yang tidak hadir dengan jumlah 7,56 persen. “Yang tidak hadir ada yang masih cuti, sakit dan tanpa keterangan. Jadi yang tidak hadir tanpa keterangan akan kita beri sanksi dengan teguran tertulis dikarenakan masih suasana Lebaran,”cetusnya tanpa merinci jumlah dari keseluruhan PNS jajaran Pemko Medan.
Parluhutan menjelaskan, peningkatan kehadiran PNS karena BKD sudah memberikan imbauan jauh hari sebelum libur Lebaran.

“Kita terus memberikan imbauan dengan cara sosialisasi terhadap PNS,” bebernya. Kepala Dinkes Kota Medan, Edwin Effendi mengaku, di Dinkes Kota Medan sendiri dari 229 PNS, 12 orang tidak hadir tanpa alasan jelas dengan perhitungan 7 orang pegawai izin, 2 orang pegawai cuti hamil.

“Mengenai tindakan, kita tunggu intruksi dari BKD Provinsi apa yang akan diberikan,” ujarnya.
Kepala Sub Bagian Tata Usaha BBPOM Sumut, Nina Refida menyebutkan, dari 130 pegawai BBPOM 116 orang hadir atau 89.23 persen dengan rincian yang tidak hadir karena cuti 7 orang, sakit 4 orang dan izin 3 orang.
Sedangkan PNS yang mengikuti apel pagi di Setda Provsu mencapai 98,16 persen. Plt Sekda Provsu Rahmatsyah menyatakan tingkat kehadiran PNS cukup baik. “Ini cukup baik mengingat memang libur sudah cukup panjang selama Idul Fitri 1432 Hijriyah lalu,” ujarnya.

Rahmatsyah menjabarkan, 98,16 persen sama dengan 7.025 orang dari jumlah keseluruhan PNS yakni 7.157 orang.
“Sementara sisanya yakni 132 orang ada yang tugas luar, sakit dan izin. Namun, PNS yang mengemukakan alasan sakit dan izin ini akan kita tinjau lagi. Jika memang bisa mempertanggungjawabkan alasannya maka sanksi yang kita sampaikan masih dalam kategori ringan dalam bentuk lisan atau tulisan,” jelasnya.

Namun, jika dalam waktu yang ditolerir masih belum masuk juga dan tak bisa mempertanggungjawabkan alasan, maka kata Rahmatsyah, kepada PNS tersebut akan diberlakukan sanksi kategori ringan hingga berat. “Sesuai dengan PP No 53/2010 itu, kita akan berlakukan kepada PNS yang bandel,” kata Rahmatsyah.

Tapi, Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho terlihat kecewa saat melakukan sidak di disdiksu. Pasalnya, instansi yang seharusnya menjadi pionir dalam pembangunan karakter bangsa tidak mencerminkan bagaimana pembentukan karakter dari segi pendidikan yang baik melihat ruangan kerja yang penuh debu, sehingga Plt Gubsu menginstruksikan dilaksanakan Jumat bersih.

“Awal dari pembentukan karakter anak bangsa sebagai penerus harusnya tercermin pada dinas ini, mengingat pendidikan menjadi kunci utama dalam melaksanakan hal tersebut. Namun, dari kondisi ruangan yang berdebu dan minimnya kehadiran jelas tidak menggambarkan hal itu,” katanya di sela-sela sidak yang dilaksanakan setelah apel pagi tersebut.

Pada sidak itu, Plt Gubsu menemukan debu yang masih tertempel di ruangan-ruangan. Begitupula dengan banyaknya tumpukan sampah di beberapa sudut gedung yang terletak di Jalan Cik Ditiro Medan tersebut. Plt Gubsu menginstruksikan agar setiap SKPD melaksanakan gotong royong sebagai Jumat bersih, usai senam pagi bersama di SKPD masing-masing. “Disdik harus menjadi yang terdepan, mengingat sumber dan akar pengembangan karakter dan pendidikan tersebut berada di instansi ini. Karenanya, saya tidak ingin dikecewakan lagi dengan menemukan hal-hal seperti ini di masa-masa yang akan datang,” tegasnya dalam sidak yang dihadiri Kepala Disdiksu Syaiful Safri dan sejumlah staf di Disdiksu.

Kekecawaan Plt Gubsu semakin memuncak saat meninjau pengerjaan renovasi gedung Disdiksu di lokasi tersebut. Pasalnya, ketika dirinya menanyakan siapa kontraktor dan progres renovasi tersebut, Kepala Disdiksu tidak bisa menjelaskan. Melihat bahasa diam Kadisdiksu tersebut, Plt Gubsu hanya menggeleng sembari tersenyum.
Kepala Disdiksu Syaiful Safri yang dimintai komentarnya terkait sidak tersebut tidak bersedia memberi komentar banyak. Diapun lebih memilih berlalu tanpa menjawab pertanyaan wartawan.

Sebelumnya Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho mengingatkan agar segenap unit kerja Pemprovsu untuk merumuskan langkah-langkah peningkatan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan setiap kegiatan sesuai tupoksi masing-masing.
“Adapun langkah-langkah peningkatan efisiensi dan efektivitas harus diwujudkan dalam bentuk standar prosedur pelaksanaan kegiatan yang menjamin mutu proses pelaksanaan dan hasil pelaksanaan kegiatan secara prima,” ungkapnya saat memimpin pelaksanaan apel pagi PNS lingkungan Setda Provsu.

Plt Gubsu juga mengatakan dengan libur Idul Fitri 1432 Hijriyah lebih kurang sembilan hari, diharapkan para PNS memperoleh energi baru dan motivasi baru untuk memperbaiki citra aparatur pemerintah secara berkelanjutan dan meningkatkan pelayanan publik. “Kita harus menyadari, partisipasi dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat pemerintah dalam memacu kegiatan pembangunan dan penyelenggaraan pemerintah, adalah berbanding lurus dengan kualitas pelayanan umum yang diberikan oleh aparatur terhadap masyarakat,” katanya.

Ia juga menegaskan, pemerintah pusat telah memberlakukan moratorium penerimaan CPNS hingga 2012 mendatang. Menyikapi hal ini Pemprovsu akan melakukan evaluasi dan penataan terhadap kinerja PNS. “Karena itu, seluruh jajaran PNS Pemprovsu harus berusaha semaksimal mungkin untuk meningkatkan mutu pelayanan guna merebut simpati masyarakat,” tutur Plt Gubsu.

Di Dinas Kesehatan jumlah pegawai yang hadir 99,8 persen. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, dr Chandra Syafei SpOG mengaku, dari 459 jumlah PNS yang ada di lingkungan Dinkes Sumut, sebanyak 99,8 persen hadir mengikuti apel pagi. Hanya 6 orang pegawai yang tidak hadir di antaranya 1 absen, 1 sakit, 2 izin, 1 cuti melahirkan dan 1 tugas belajar.
“Untuk pegawai yang tidak hadir akan kita berikan teguran. Semua pegawai harus hadir dan tidak ada yang tidak masuk tanpa alasan yang jelas,” katanya.

Di BKKBN Sumut sendiri, sekitar 20 persen pegawai yang tidak hadir. “Pegawai yang tidak hadir itu sekitar 20 persen. Mengenai alasannya ada yang izin dan lain-lainnya. Untuk sanksi itu diserahkan kepada kepala saja,” ujar Humas BKKBN Sumut, Antoni.

Di RSUD dr Pirngadi Medan dari 1.500-an pegawai termasuk dokter, hanya 8 orang tidak hadir tanpa alasan yang jelas. “Yang tidak hadir apel pertama hari ini (Senin) hanya 8 orang saja,” kata, Edison Perangin-angin, Humas RSUD dr Pirngadi Medan. (adl/jon/saz)

Apel Hadir Tapi Langsung Menghilang

Di Pemkab Simalungun hanya 80 persen PNS yang masuk kerja alias ada 20 persen yang absen. Bupati Simalungun Jopinus Ramli Saragih dalam inspeksi mendadak menegaskan PNS yang mangkir tanpa izin akan diberi sanksi.
Salah satu dinas yang dikunjungi Jopinus adalah Dinas Kehutanan. Dalam kunjungannya, Senin (5/9) Jopinus memeriksa ke sejumlah ruangan, berinteraksi dengan pegawai dan meminta daftar hadir pegawai.

Dari daftar PNS yang ada, sejumlah pegawai di dinas kehutanan masih mangkir di hari pertama kerja. Sedangkan secara keseluruhan, diperkirakan jumlah PNS yang tidak masuk kerja diperkirakan sekitar 20 persen. Saragih menegaskan, pegawai yang tidak hadir pada hari pertama masuk kerja akan mendapat sanksi. Jika satu hari, akan mendapat sanksi teguran.

Jika lebih dari tiga hari, tidak tertutup kemungkinan PNS bersangkutan mendapat sanksi berupa penundaan kenaikan pangkat atau bahkan usulan pemecatan.

“Bagi PNS yang meninggalkan tugasnya akan mendapat sanksi, tergantung tingkat kesalahannya. Nanti akan ditetapkan Badan Kepegawaian Daerah,” kata Saragih.

Begitu juga di Pemko Binjai masih ada juga PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan yang jelas. Untuk melakukan pendataan terhadap PNS yang tidak hadir, Wali Kota Binjai HM Idaham membentuk tiga tim inspeksi mendadak (sidak) yang terdiri dari 6 orang. Tim yang sudah dibentuk diberikan tugas untuk melakukan sidak di sejumlah dinas yang masing-masing sudah ditetapkan.

“Dari hasil sidak yang kami lakukan, kehadiran PNS sekitar 98 persen. Kalau kita lihat, kehadiran ini sudah cukup baik. Sebab, cuaca untuk apel pagi tidak memungkinkan karena hujan,” ujar Tim 3 yang diketuai Wahyudi, selaku Asisten II Pemko Binjai kepada wartawan.

Wahyudi mengatakan, sejumlah PNS yang tidak hadir tentunya akan dikenakan sanksi sesuai PP No 53 tahun 2010 tentang disiplin pegawai. “Paling tidak PNS yang tidak hadir tanpa alasan akan diberikan surat peringatan. Bahkan, tidak tertutup kemungkinan akan dipanggil langsung oleh Wali Kota,” kata Wahyudi.
Kebanyakan PNS yang tidak hadir pagi hari ternyata jadwal tugasnya sore hari. “Seperti dokter dan perawat di RSU dr Djoelham,” jelasnya.

Di Pemko Tebing Tinggi 98 persen PNS mengikuti apel gabungan di halaman kantor Wali Kota Tebing Tinggi, Senin (5/9) pagi.

Apel dipimpin Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Tebing Tinggi Drs Agus Salim Purba, karena Wali Kota Tebing Tinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuhan telat datang karena terjebak macet di Sei Rampah.

Wali Kota Tebing Tinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan usai melakukan halal bi halal di dinas kesehatan mengatakan tingkat kehadiran PNS sudah baik, bagi PNS yang tidak masuk dengan alasan tidak jelas akan diberikan sanksi tegas.
“Kita akan melakukan evaluasi, seperti melakukan teguran secara tertulis, penundaan kenaikan pangkat serta akan memotong uang kinerja bagi PNS yang bolos di hari pertama kerja,” tegas Umar. “Untuk dinas yang kehadirannya seratus persen adalah Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Badan Pemberdayaan Masyarakat Kota (BPMK),” jelasnya.
Namun usai apel gabungan, sejumlah PNS yang bertugas di wilayah kantor wali kota langsung menghilang dan baru kembali saat apel sore. (mag-3/dan)

Sidang Pidana Ditunda Jaksa Banyak yang Bolos

Pengadilan Negeri Medan tidak menggelar persidangan pidana karena masih ada jaksa penuntut umum (JPU) yang bolos. Sementara hakim sudah stand by untuk melaksanakan persidangan seperti hari-hari biasa.

Humas Pengadilan Negeri Medan Achmad Guntur mengaku bahwa hari pertama kerja sudah menggelar persidangan perdata.

“Kita (hakim) seluruhnya sudah masuk untuk berdinas kembali, setelah habis cuti bersama Lebaran. Hari ini kita sudah menggelar sidang perdata. Sedangkan sidang pidana tidak digelar,” ujar Achmad Guntur.
Menurutnya, tidak digelarnya persidangan pidana disebabkan karena JPU ada yang masuk kerja untuk menggelar persidangan.

“Seharusnya sidang pidana sudah harus digelar. Namun dikarenakan JPU yang menangani persidangan itu tidak datang, maka persidangan terpaksa tidak digelar. Bahkan para tahanan pun tidak ada yang datang,” tegasnya.

Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara AK Basuni Masyarif, hari pertama masuk kerja langsung melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah kejari di wilayah kerjanya, baik di Kejari Medan dan Kejari Belawan.

“Bapak Kajatisu tadi melakukan sidak ke Kejari Medan, Kejari Belawan, untuk melakukan pemantauan terhadap para pegawai dan jaksa masuk dinas pada hari pertama kerja. Berdasarkan hasil sidak ini kita mengetahui bahwa pegawai dan jaksa memenuhi target walaupun ada juga pegawai yang tidak datang. Mereka yang tidak masuk kerja ada yang izin namun ada juga yang tidak izin,” ujar Kasi Penkum Kejatisu Edi Irsan Tarigan SH, Senin (5/9).

Menurut Edi, bagi pegawai ataupun jaksa yang tidak izin mereka akan ditindak sesuai dengan peraturan yang berlaku. “Nah untuk masalah jaksa penuntut umum yang tidak datang ke Pengadilan Negeri Medan memenuhi persidangan, saya belum memonitor,” kata Edi. (rud)

Kepala Sekolah Harus Buat Terobosan

Wali Kota Medan Pimpin Upacara Bendera di SMA Negeri 3 Medan

Seluruh kepala sekolah harus mampu membuat terobosan dalam upaya meningkatkan mutu dan kualitas pendidikan di Kota Medan. Salah satunya dengan menggelar kompetisi akademik antar sekolah secara rutin, sehingga dapat menghasilkan anak didik yang berprestasi dan berkualitas.

Hal tersebut dikatakan langsung Wali Kota Medan Rahudman Harahap, ketika bertindak sebagai pembina upacara dalam apel bendera dihari pertama usai libur Hari Raya Idul Fitri 1432 H di SMA Negeri 3 Medan, Jalan Budi Kemasyarakatan, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat, Senin (5/8) pagi.

“Masalah pendidikan menjadi program prioritas utama Pemko Medan, itu kita lakukan agar pendidikan di Kota Medan bisa berdaya saing dan kompetitif. Untuk itu seluruh kepala sekolah harus mampu membuat terobosan-terobosan, salah satunya melaksanakan kompetisi akademik antar sekolah,” ujar Rahudman.

Dikatakannya, kompetisi akademik itu harus dilakukan secara rutin, minimal tiga bulan sekali meliputi bidang IT, Matematika, IPA dan IPS. Dengan begitu, akan memotivasi anak didik untuk bersaing menjadi yang terbaik.
“Pemko Medan akan terus melakukan apa saja yang bisa mendorong untuk meningkatkan prestasi sehingga menghasilkan siswa yang berprestasi dan berkualitas. Karenanya, tahun ini segera dilakukan pemerataan guru sehingga tidak ditemukan lagi sekolah-sekolah tertentu mendominasi guru-guru berkualitas. Pemko Medan sudah menyusunnya,” ucapnya sembari menambahkan kalau pihaknya tengah menjalin kerjasama dengan sejumlah institusi yang mau memberikan perhatian lebih kepada dunia pendidikan di Kota Medan.

Rahudman juga menyadari kalau upaya yang dilakukan itu, tidak akan berjalan dengan baik tanpa dukungan penuh dari seluruh guru. Untuk itulah kesejahteraan guru harus diperhatikan dan ditingkatkan sehingga bisa memberikan  waktu dan perhatian kepada muridnya lebih baik lagi. “Untuk itu kita akan mengupayakan peningkatan kesejahteraan guru,” janjinya.

Dalam kesempatan itu, Rahudman juga mengungkapkan keprihatinannya atas ulah segelintir oknum guru yang melakukan tindakan tidak mencerminkan sebagai seorang tenaga pendidik dengan melaksanakan unjukrasa.
Menurutnya, tindakan seperti itu seharusnya tidak dilakukan oleh oknum guru mengingat guru merupakan contoh teladan yang baik bagi para murid.

“Saya minta jadilah guru yang bisa menjadi contoh teladan bagi para muridnya, sebab unjuk rasa bukan contoh yang baik. Kemudian, tanamkan disiplin dan lakukanlah yang terbaik kepada anak didik,” pintanya.
Kepada para siswa, Rahudman mengajak untuk terus belajar dan meningkatkan disiplin dengan membentuk kelompok-kelompok belajar. Diharapkan, akan membuat para siswa lebih terlatih dan bisa menguasai mata pelajaran dengan baik.
“Jika kelompok belajar ini berjalan tentunya akan menghasilkan siswa berprestasi dan berkualitas,” cetusnya sembari melanjutkan peresmian pemakaian ruangan komputer yang telah dilengkapi dengan internet dengan pengguntingan pita. (adl)

Wajib Tiga Angka

LONDON-Pelatih kepala tim nasional Inggris Fabio Capello berharap bisa menjadikan stadion Wembley sebagai stadion angker bagi tim lawan yang bertandang ke sana.

Tekad itu terkait dengan hasil buruk yang diriah Inggris jika bertanding di Wembley sejak tahun lalu. Pasca mengalahkan Bulgaria 4-0 tahun lalu, Inggris hanya bisa bermain imbang melawan Montenegro, Ghana dan Swiss, serta kalah dari Prancis.

Nah, menghadapi Wales dini hari nanti tactician timnas Inggris Fabio  Capello berharap agar anak asuhnya bisa meraih kemenangan di kandang sendiri. “Kami memiliki rekor bagus di kandang sendiri awalnya dan kami bisa memenangi 11 pertandingan secara beruntun,” kata Capello, Senin (5/9).

“Tapi dalam sejumlah partai terakhir hasilnya tidak bagus. Kami imbang di tiga pertandingan dan kalah sekali. Saya harap, setelah momen ini, kami bisa kembali meraih kemenangan di kandang sendiri,” harap mantan pelatih AC Milan, AS Roma dan Real Madrid itu.

“Saya rasa kami harus bisa lebih baik. Pertama kami harus meningkatkan kapan kami harus mendapatkan kembali bola. Ketika kami memiliki bola, kami bisa berbahaya karena kami menciptakan lebih banyak kesempatan. Tapi kadang Anda harus bisa lebih kuat dan memenangi bola lebih cepat. Itulah masa depan sepakbola,” tandasnya.
Sayangnya, pada laga nanti Don Fabio (panggilan akrab Fabio Capello) tak bisa menurunkan dua pemain pilarnya Micah Richards dan Darren Bent. Kedua pemain ini dipulangkan ke klubnya, menyusul cedera yang mereka alami.
Bent tak bisa mengikuti latihan sejak persiapan menghadapi Bulgaria karena cedera pangkal paha. Alhasil, FA memutuskan untuk mengembalikannya ke Aston Villa.

Sementara Richards mengalami cedera hamstring saat mengikuti latihan untuk mempersiapkan diri menghadapi Wales besok. FA juga memulangkannya ke Manchester City.Lantas bagaimana dengan lini depan The Three Lions (julukan timnas Inggris, Red)? Don Fabio kini tak punya pilihan lain kecuali menempatkan Wayne Rooney yang sedang berada dalam kondisi puncak.

Catatan lima gol dari tiga pertandingan di ajang Premier League  adalah bukti ketajaman pria kelahiran Croxteth, Liverpool itu. Di timnas sendiri, penampilan Rooney juga tak kalah mengkilapnya. Buktinya, dia  baru saja menyumbang dua gol ke gawang Bulgaria, ketika The Three Lions menang 3-0 atas skuad arahan Lothar Matthaeus itu.
“Wayne luar biasa belakangan ini dan dia masih berada di barisan terdepan dari pemain-pemain Inggris. Meskipun semua orang terus membicarakan para pemain yang lebih muda atau lebih tua, Wayne masih punya banyak kelebihan untuk ditunjukkan pada 10 tahun ke depan. Saya yakin akan hal itu.,” ujar Jhon Terry, kapten tim Inggris.
“Dia tak pernah mau mendapatkan apa-apa kecuali kemenangan. Dia selalu menunjukkan karakter itu, bahkan ketika berada dalam latihan,” ungkap Terry.

Sejak melakoni debut pada 2003, Rooney sudah mengemas 71 caps untuk timnas Inggris. Dari 71 kali tampil tersebut, ia sudah mencetak 28 gol, yang mana menjadikan dirinya berada dalam 10 besar pencetak gol terbanyak dalam sejarah untuk Inggris. (bbs/jpnn)

Capello Tuntut Peningkatan Performa Carroll

HINGGA kini Andy Carroll belum menunjukkan penampilan yang memuaskan bersama Liverpool. Carroll dituntut untuk meningkatkan performanya jika masih ingin berada di skuad inti timnas Inggris.
Memang, setelah hijrah ke Anfield dari Newcastle United, Carroll baru tiga kali mencetak gol dari 13 kali tampil. Jumlah gol yang jauh di bawah ekspektasi mengingat nilai transfernya yang besar; transfer pemain Britania tertinggi sepanjang masa.

Penampilan Carroll yang di bawah standar turut mempengaruhi kehadirannya di skuad The Three Lions. Penyerang berambut gondrong ini tak dipilih Fabio Capello saat Inggris menggilas Bulgaria 3-0 di laga kualifikasi Piala Eropa, akhir pekan lalu.

Cederanya Darren Bent menjadi peluang buat Carroll untuk unjuk gigi. Inggris akan melawat ke Wales untuk melakoni laga kualifikasi ketujuh pada Rabu (7/9) dinihari WIB.

“Dia butuh menemukan kembali bentuk performanya. Melawan Bulgari, saya memili 25 pemain dan menentukan 11 starter yang menurut saya sedang dalam performa terbaiknya,” ungkap Capello di Mirror.
“Andy tidak memainkan pertandingan terbaiknya dengan Liverpool dan mungkin dia sedang tidak dalam puncak performa. Dia juga besar. Dia butuh memainkan pertandingan, pertandingan, pertandingan si awal musim ini,” tambahnya. (net/jpnn)

Waspadai Puting Beliung

September-Oktober Curah Hujan Diperkirakan Tinggi

MEDAN- Hujan masih akan terus terjadi hingga akhir September dan diprediksi akan terjadi hingga Oktober mendatang. Meskipun curah hujan relatif sedang berkisar 40 milimeter per hari, di beberapa daerah di Sumut terutama di Medan, tetap saja kondisi tersebut memberi peluang terjadinya banjir.

“Peluang banjir ada, tapi itu pun terjadi jika hujan yang turun secara terus menerus setiap hari. Kalau curah hujan di beberapa daerah berbeda-beda per harinya. Ada yang di bawah 40 milimeter per hari seperti di kawasan Belawan, Sampali dan sebagainya,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah Sumut Hendra Suwarta kepada Sumut Pos, Senin (5/9).

Dikatakannya lagi, peluang terjadinya hujan juga biasanya terjadi pada sore menjelang malam hari dan pagi dini hari. Berlangsungnya juga relatif tidak begitu lama, dalam hitungan satu sampai dua jam.

Untuk suhu udara saat hujan terjadi, diperkirakan antara 20 derajat sampai 28 derajat Celsius. “Kondisi yang ada, hujan selalu turun pada sore menjelang malam hari. Itu pun tidak berlangsung berjam-jam,” katanyan
Pada rentang waktu yang sama, antara September dan Oktober tahun ini, kondisi cuaca juga akan dibarengi dengan angin putting beliung serta petir.

Kecepatan angin yang berpotensi akan terjadi, akan mencapai ukuran 25 Knot, atau 50 kilometer per jam. Artinya, dengan kekuatan seperti itu akan menimbulkan kerusakan pada rumah-rumah, terlebih lagi yang masih dalam keadaan semi permanen.

“Seperti pada saat Lebaran, ada terjadi putting beliung. Puluhan rumah rusak, karena terjangan angin itu. Jadi, potensi angin kencang juga cukup signifikan terjadi selama September dan Oktober ini. Kisaran kekuatannya mencapai 25 Knot atau 50 kilometer per jam. Dengan kekuatan itu, biasanya bisa mengangkat atap-atap rumah, kemudian rumah-rumah yang terbuat dari kayu dan sebagainya,” ulasnya.

Lain hal nya suhu udara saat siang hari. Pada siang hari, suhu udara relatif sangat menyengat. Kisaran suhu udaranya mencapai 33 derajat Celsius. Dengan kondisi seperti ini, biasanya mengakibatkan banyak orang mengalami dehidrasi. “Siang memang panas kali. Suhunya tinggi,” ungkapnya.

Sementara, hujan deras yang mengguyur Kota Medan, Senin (5/9) pagi, mengakibatkan banjir di kawasan Medan Utara. Adapun, kawasan yang terendam banjir yakni Marelan, Labuhan dan Mabar. Hal tersebut karena kondisi saluran drainase yang buruk di kawasan Medan Utara, sehingga apabila hujan turun akan mengakibatkan banjir.
Adi (43), seorang warga di Medan Labuhan mengatakan, banjir di kawasan Medan Utara diakibatkan karena saluran drainase yang buruk. “Di sini paritnya tersumbat, sehingga air tidak jalan dengan lancar, sehingga kalau hujan turun kawasan Medan Utara akan banjir,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia mengatakan, kawasan yang selalu menjadi langganan banjir adalah di kawasan Simpang Kantor. Selain drainasenya buruk, kontruksi jalan yang tidak rata mengakibatkan air tergenang di jalan. “Kalau sudah banjir, pasti mengganggu arus lalulintas,” tambahnya.

Dia berharap agar Pemerintah Kota Medan dapat memperbaiki saluran drainase yang ada di Medan Utara, sehingga apabila hujan tidak terjadi banjir. “Pemko Medan harus segera turun ke lapangan melihat kondisi drainase yang ada di kawasan Medan Utara ini, apabila dibiarkan seperti ini terus, kawasan Medan Utara akan menjadi langganan banjir apabila hujan turun,” tandasnya.

Menurut pantauan wartawan koran ini, terlihat ruas jalan di Simpang Kantor, Marelan dan juga Mabar di genangi air sehingga arus lalulintas terganggu.(ari/saz/mag-11)