Home Blog Page 14970

Kemendiknas Masuk Reshuffle

JAKARTA- Kinerja kementerian pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono tengah mendapat sorotan. Meski menampik kabar adanya perombakan kabinet (reshuffle), namun pemantauan terhadap kerja para pembantu presiden itu terus dilakukan.

“Itu kan tools-nya ada di UKP4 (Unit Kerja Presiden bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan). Mereka yang melaksanakan dan laporan ke presiden,” kata Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha. Selain rencana yang sudah ditetapkan, ada juga arahan dan instruksi presiden yang diberikan kepada para menteri.
Dia membantah jika ada reshuffle terhadap menteri-menteri yang kinerjanya dinilai kurang. “Justru (kabar reshuffle) itu yang baru kami dengar,” elaknya.

Sebelumnya, Ketua UKP4 Kuntoro Mangkusubroto mengatakan, penilaian kinerja kabinet didasarkan pada 356 rencana aksi yang sudah ditetapkan untuk dipantau sejak Januari 2011. Setiap tiga bulan sekali dilakukan pemantauan melalui laporan dari kementerian dan lembaga.  Dalam catatan Sekretariat Kabinet, jumlah arahan presiden sejak Januari hingga Juni 2011 mencapai 761. Antara lain 561 arahan spesifik kepada salah satu menteri, 144 arahan kepada beberapa menteri, dan 56 arahan kepada seluruh menteri.
Menurut Seskab Dipo Alam, berdasarkan laporan yang sudah masuk, prosentase yang sudah ditindaklanjuti mencapai 70 persen.

Di tempat terpisah, Kementeraian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) laporan keuangannya jelek. 2009 saja opini Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Wajar Dengan Pengecualian (WDP), dan 2010 berujung keputusan disclaimer. Kondisi ini menghembuskan kabar  Mendiknas  Mohammad Nuh masuk dalam gerbong reshuffle.

Staf Khusus Mendiknas Bidang Komunikasi Media Sukemi menuturkan, kabar tersebut masih sebatas isu. Belum terbukti kebenarannya. “Pada intinya pak menteri (Nuh, red) tetap bekerja optimal,” kata dia.(wan/fal/jpnn)

Dua ABG Nyaris Dijual

LUBUKBAJA- Dua pekan menghilang dari rumah, dua remaja berinisial JA (14), dan SP (15), akhirnya kembali ke pelukan orang tuanya. Mereka mengaku disekap di salah satu rumah penampungan korban trafiking dan hendak dijual ke pria hidung belang di Singapura Kamis (14/7) lalu.

Tak terima anaknya hendak dijadikan pelacur di negeri singa itu, orang tua JA dan SP langsung melaporkan tiga anggota sindikat trafiking yang menyekap mereka ke pihak berwajib.
Jajaran Polsekta Batuaji bersama keluarga korban akhirnya mengamankan pelaku bernama Robi Andre Saputra (23), Yuliansa Putri alias Bunda (28) dan Rara Aprilia (19), di kawasan Dapur 12 Batuaji pada pukul 01.00 dinihari kemarin (16/7).

Kepada wartawan di Maporesta Barelang kemarin, kedua korban mengaku awalnya diiming-imingi jalan-jalan ke Singapura oleh para pelaku setelah mereka bertemu di kawasan Jodoh Square.
“Siapa yang tak mau diajak jalan ke Singapura. Kami lalu diantar ke rumah pak Robi (tersangka,red) di Jodoh Square,” ujar JA.

Di rumah itu kata dia, mereka lalu diminta untuk menulis nama lengkap, nama orang tua serta alamat untuk pengurusan KTP dan paspor. Dua pekan menunggu, mereka tidak diperkenankan untuk keluar dari rumah atau berkomunikasi dengan orang lain.

Kalaupun keluar, mereka dikawal para pelaku. “Kami pernah diajak beli baju di mall. Mereka yang bayar,” tukas keduanya. Setelah paspor kedua selesai dibuat, mereka lalu diminta untuk mempersiapkan diri untuk meninggalkan Batam. Singapura adalah tujuan keduanya.

Malam hari sebelum berangkat kata mereka, Yuliana alias Bunda lalu mengemukakan kepada keduanya kalau setelah tiba di negeri jiran itu, mereka akan bekerja sebagai pendamping ape-ape di Singapura.
“Katanya nanti kerja kami temani ape-ape. Tapi tidak disebutkan berapa gaji yang kami terima,” ujar JA.

Takut dijadikan budak nafsu pria hidung belang di Singapura, keduanya memilih kabur dari penampungan dengan cara berpura-pura hendak membeli baju.
Para pelaku memberi izin untuk keluar tanpa curiga para korban trafiking ini hendak kabur.(spt/jpnn)
Tiba di jalan raya, keduanya menemui warga yang kebetulan mereka kenal. “Saya lalu pinjam HP orang itu untuk menghubungi mama,” kata JA.

Az (35), ibu kandung JA lalu bergegas menemui anaknya itu kemudian membawanya ke rumah.
Menurut Az, ia telah berhari-hari mencari putri tunggalnya tersebut baik ke rumah temannya maupun kerabat tapi tak dijumpainya.

Robi sendiri kata warga Batuaji ini pernah ia temui di kawasan Jodoh dan menanyakan keberadaan anaknya. “Tapi dia bilang tidak tahu dimana Putri (panggilan akrab JA,red),” ujarnya kepada wartawan di Mapolresta kemarin.

Ironisnya kata dia, setelah mengetahui anaknya telah disekap dan nyaris dijual ke Singapura, para pelaku malah menakut-nakuti para korban dan keluarganya kalau JA dan SP punya utang ke mereka sebanyak Rp7 juta. “Utang itu katanya untuk membayar biaya pembuatan KTP dan paspor,” tukasnya.

Para pelaku ketika dikonfirmasi membantah telah menyekap kedua korban. Mereka menuding para korban sendiri yang mendatangi mereka untuk mencari pekerjaan.(spt/jpnn)

Ditipu Rp15 Juta, Oknum TNI Ngadu ke Polres

TEBING TINGGI- Kesal karena uangnya tak dikembalikan temannya, Syandi Syahputra (28), yang bertugas di Asmil Yonif 132, Jalan Bangkinang, Kecamatan Salo, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau, membuat pengaduan di Polres Tebing Tinggi, Sabtu (16/7).

Menurut Syandi, penipuan ini terjadi pada 26 April 2011 lalu di rumah pelaku, Titat warga Jalan Badak, Kelurahan Bandar Utama, Kota Tebing Tinggi. Waktu itu, Syandi dan istrinya bertamu ke rumah Titat bersama seorang temannya Midin (41), warga Jalan Badak, Kota Tebing Tinggi, yang juga anggota TNI.

Saat itu, Titat ingin meminjam uang kepada Syandi dan berjanji dalam waktu 3 hari akan dikembalikan. Namun, karena kasihan, Syandi memberi tempo satu bulan untuk memulangkan uang tersebut. Namun hingga kini, Titat tak kunjung memulangkan uang tersebut. Akhirnya Syandi membuat pengaduan ke Polres Tebing Tinggi.(mag-3)

Jelang Ramadan, BBPOM Gelar Razia

MEDAN- Seperti tahun-tahun sebelumnya, menjelang Bulan Suci Ramadan tahun ini, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Sumatera Utara kembali menggelar razia makanan dan minuman serta alat kosmetik di pasaran. Namun kali ini, BBPOM bakal merazia para distributor produk-produk tersebut.

“Kalau kita hanya merazia di pasar tradisional dan supermarket sementara distributornya tidak, kan produknya bisa kesana kemari. Makanya, kita akan fokuskan ke distributornya,” kata Kepala BPOM Sumut Drs Agus Prabowo, Sabtu (16/7).

Menurutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan pemkab dan pemko untuk melakukan pengawasan dan penertiban obat, makanan dan alat kosmetik yang beredar di pasaran. “Selama ini, kita bekerja sendiri. Sekarang kita akan berkoordinasi dengan pemkab dan pemko masing-masing daerah,” katanya lagi.(jon)

Pendidikan Karakter Ciptakan Anak Unggul

MEDAN- Keberhasilan dalam tumbuh kembang anak dipengaruhi faktor kesejahteraan keluarga. Sehingga perkembangan anak yang memiliki kualitas kesejahteraan dari sisi keluarga akan menciptakan lingkungan aman, nyaman dan sehat untuk perkembangannya.

Hal ini disampaikan Wali Kota Medan Rahudman Harahap, melalaui Sekretaris Daerah Syaiful Bahri dalam sambutannnya pada seminar sehari bertajuk Anakku Mutiaraku, di Garuda Plaza Hotel, Sabtu (16/7).

“Kita sangat memberikan apresiasi yang cukup tinggi dalam acara kegiatan seminar yang diadakan oleh Blessing Community ini. Mengingat kegiatan ini sangat mendukung Kota Medan, sebagai kota metropolis dalam mewujudkan lingkungan yang ramah terhadap anak. Hal ini juga sejalan dengan Kota Medan yang telah mendapatkan pengakuan sebagai kota layak anak,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dr Seto Mulyadi Psi MPsi yang akrab disapa Kak Seto, dalam materinya menyampaikan, pendidikan karakter sejak dini dianggap sebagai langkah efektif dalam menciptakan seorang anak yang tidak hanya pintar namun juga memiliki berbagai potensi yang ada di dalam dirinya sehingga berguna bagi nusa dan bangsa sesuai harapan orang tua.

Namun, untuk memulai pendidikan karakter itu sendiri menurutnya, harus dimulai dari dalam lingkungan terkecil yakni rumah tangga melalui peranan orang tua, dan selanjutnya lembaga pendidikan melalui peran guru.

“Anak-anak sebagai generasi yang unggul tidak akan tumbuh dengan sendirinya. Anak membutuhkan lingkungan subur yang sengaja diciptakan yang memungkinkan karakter anak bisa berkembang dengan baik dan lebih optimal, dan semuanya ini bisa dimulai sejak bayi,” ungkap Kak Seto.

Disi lain keberhasilan suatu pendidikan lanjut Kak Seto, sering dikaitkan dengan kemampuan orangtua dan guru dalam hal memahami anak sebagai individu yang unik. Dimana setiap anak memiliki potensi yang saling berbeda satu sama lain, namun saling melengkapi dan berharga.

Selain itu menurut Kak Seto, orangtua juga harus perhatikan dalam kaitan memahami anak, yakni anak bukanlah sebagai orang dewasa mini. “Anak adalah tetap anak-anak, bukan orang dewasa berukuran mini. Anak memiliki keterbatasan bila harus dibandingkan dengan orang dewasa. Selain itu, mereka juga memiliki dunia sendiri yang khas dan harus dilihat dengan kaca mata anak-anak,” ungkapnya.(uma)

Spiral KB Tersangkut di Usus

Polresta Diminta Usut Dugaan Malpraktik

MEDAN- Polresta Medan diminta segera memproses kasus dugaan malpraktik yang dialami Eli Dayani Chaniago (35), warga Jalan Bromo, Lorong Azizah, yang dilakukan Klinik Hj Khaifah I, Jalan Menteng II simpang Gang Seto. Desakan ini disampaikan Ketua DPD Hanura Sumatera Utara, Zulkifli Effendi Siregar saat menjenguk Eli Dayani Chaniago di Lantai II RSU dr Pirngadi Medan, Sabtu (16/7).
“Permasalahan ini sudah diadukan korban, jadi kita minta Polresta dan Kejari untuk menindaklanjutinya, jangan didiamkan,” kata Zulkifli, didampingi Sekjen DPD Hanura Sumut, Darwin Lubis di RSU dr Pirngadi Medan.

Ditegaskannya, pihaknya akan tetap konsern terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat termasuk persoalan dugaan malapraktik tersebut. “Kita akan mendampingi kasus ini hingga selesai dan akan memberikan lawyer (pengacara) untuk mendampingi korban. Kita akan mencari informasi lebih lanjut terhadap korban, agar bisa mencari solusi.

Karena saya juga baru tahu hari ini,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPC Hanura Medan, Ir Dasril Piliang MM meminta dengan tegas kepada pihak kepolisian dalam hal ini Polresta Medan untuk lebih proaktif dalam menyikapi kasus dugaan malpraktek yang dilakukan Klinik Hj Khaifah I tersebut.

kejadian yang dialami Eli Dayani Chaniago ini berawal pada 25 September 2008 lalu. Kala itu, Eli Dayani melahirkan anak ketiganya di Klinik Hj Khaifah I, Jalan Menteng II, simpang Gang Seto. Eli ditangani langsung oleh bidan Hj Khaizar Dewi. “Pada proses melahirkan, istri saya baik dan sehat. Selesai melahirkan, saya bersama istri ke rumah bidan lagi karena ditawari pasang KB spiral,” kata Elly Muslim Gulo, suami Eli.

Setelah sehari dipasang spiral, lanjut Muslim, pinggang istrinya terasa nyeri-nyeri dan terus menerus kesakitan. “Lalu pada 6 November 2008, istri saya kembali kontrol. Saat itu bidan bilang, hal itu biasa karena masih baru. Saat dilihat di komputer letak spiral katanya sudah bagus tapi ternyata isteri saya tetap kesakitan,” ucapnya.

Keesokan harinya, sambung Muslim, mereka meminta agar spiral tersebut dibuka. Selanjutnya, bidan menuruti permintaan tersebut. Namun anehnya, hingga kini istrinya tetap mengalami kesakitan. “Karena istri saya terus kesakitan, lalu istri saya dibawa ke RS Pirngadi untuk mengecek. Saat dicek, ternyata alat spiral masih ada dan sudah lengket diususnya, sehingga istri saya mengalami operasi besar di Pirngadi untuk mengambil spiral,” jelasnya.

Sementara itu, Hj Khaizar Dewi (53), yang dikonfirmasi membantah tuduhan Elly Muslim Gulo, karena dirinya sudah melakukannya dengan benar. Dia juga mengaku heran, karena kejadiannya pada 2008 lalu, tapi baru sekarang diributkan. “Memang saya yang pasang spiral dan sudah dibuka pada 2008 lalu. Kenapa sekarang diributkannya? Nama baik saya dicemarkannya dan saya akan melaporkannya balik setelah semua cukup bukti terkait dengan pencemaran nama baik, pemerasan dan penipuan,” katanya.(jon)

Dian AP Salib Taufix Harahap

Medan Rally North Sumatera Championship 2011

MEDAN-Pereli Net Motorsport Sriwijaya Air Dian AP Harahap/Edwin Nasution mengambil alih pimpinan pada hari ketiga Medan Rally North Sumatera  Championship 2011 yang kembali digelar di Sirkuit Cemara Abadi, Minggu (17/7) hari ini. Tampil dengan performa terbaiknya, Dian AP Harahap/Edwin Nasution bahkan berhasil leading di dua Special Stages (SS) awal pada lomba yang digelar di Perkebunan Rambung Sialang dengan menyalip pasangan Taufik Harahap/Adi Wibowo. Sekalipun sempat terjadi pergantian posisi di SS 4 dan SS 5, catatan waktu keduanya masih terlalu jauh. Dari total empat SS yang digelar, Dian AP Harahap/Edwin Nasution masih mencatat waktu tercepat yaitu 1.22.49 detik.

“Karena leading di dua SS awal, kita pun bermain aman. Di situ memang kita dihajar habis lah. Tapi jarak waktu kita juga cukup jauh. Jadi besok (hri ini) coba jaga jarak saja dengan perhitungan yang matang lah. Jangan sampai terjadi kesalahan yang memakan waktu kita,” ucap Dian AP Harahap yang dihubungi melalui selulernya.

Sementara itu persaingan ketat bakal terjadi di peringkat II dan III overall antara pereli grup N-4 lainnya Taufik Harahap/Adi Wibowo dari MMRT dengan Marzuki Desky/Fakhri Siddik dari BlaBlaBla Motorsport. Dari lomba kemarin, keduanya yang mengandalkan mobil Mitsubishi Evolution IX hanya terpisah 11 detik.

Di grup GR 2, satu-satunya pereli asal Pulau Jawa Andry Tanudjaya/Hervian Soejono yang mengandalkan mobil Proton Neo berhasil menggeser posisi pimpinan grup dari Eddy WS/Syariful Adil dari tim Suzuki Spectra Indocafe. Keduanya mengakhiri lomba dengan total waktu 1.39.59 detik. Meninggalkan lima pesaing yang sempat memimpin di SS 5.

Saat dihubungi, Eddy WS pun mengaku kecewa dengan pencapaian Sabtu (16/7). Pasalnya target finish di III overall nyaris terwujud. “Ada trouble pada system komputerisasi mobil. Padahal di SS 2 dan SS 3 kita tembus IV overall. Perbedaan dengan Taufik pun tidak sampai satu menit,” ketus Eddy WS.

Di kelas N-15, M Agha Novrian/Apin masih tak tergoyahkan. Mengandalkan mobil Suzuki Swift, keduanya bahkan menyodok di peringkat tujuh overall dengan total waktu 1.34.38 detik. Diikuti Anca Lubis/Arjuna dan Asmansyah Harahap/Welly Armaya yang siap memanfaatkan kesempatan untuk menggeser posisi Agha. Pasalnya perbedaan waktu ketiganya terbilang tipis.

Sekalipun gagal menoreh waktu terbaik pereli BlaBlaBla Motorpsort Ijeck/Uche tetap meramaikan balapan di hari terakhir ini. Begitu juga Dodi/Prihatin K yang harus melorot di posisi enam overall akan menjadi teror di Sirkuit Cemara Abadi. Seperti yang diberitakan sebelumnya, pada balap malam hari, Jumat (15/7) Singa Gurun, julukan Dodi, menjadi yang tercepat.

Sengitnya persaingan di hari kedua Medan Rally North Sumatera Rally Championship 2011 ini pun mendapat antusias dari warga Rambung Sialang. Mereka terlihat berkumpul di empat SS yang dilewati para pereli. Tidak sedikit pula yang mengabadikan pereli yang tengah beraksi. Begitu juga di Head Quarter (HQ) yang disuguhi hiburan musik keyboard dari panitia menjadi ajang rekreasi warga sekitar. Pihak manajemen perkebunan Rambung Sialang bahkan sengaja meliburkan karyawannya, Sabtu (16/7) itu.

Berharahap Hujan
Lomba di hari ketiga ini kemungkinan besar mengalami perubahan. Seperti yang disampaikan Ketua Pelaksana I Medan Rally North Sumatera Rally Championship 2011, Kisharyanto Pasaribu kepada Sumut Pos, Sabtu (16/7) malam.

“Memang ada rencana dari panitia untuk menggelar lomba hanya dalam satu SS di Sirkuit Cemara Abadi besok (hari ini, Red). Mengingat pengalaman di hari pertama terlalu banyak waktu terbuang, sampai 3,5 jam untuk satu SS,” ucap Kisharyanto.

Molornya waktu tersebut lanjutnya sehubungan dengan tebalnya debu yang dikarenakan kondisi lintasan kering. Karena itu pelepasan start peserta pun molor menunggu debu yang ada berkurang. Bahkan hampir menghabiskan satu setengah lintasan. Padahal lintasan sendiri dibuat sedemikian rupa untuk melepas dua starter bersamaan.

Perubahan itu sendiri menurutnya tidak akan mempengaruhi persaingan di antara peserta. Selain karena sudah melakoni SS 1 yang dilaksanakan Jumat (15/7) malam, juga perbedaan waktu yang sedikit di antara seluruh peserta. Begitu pun lomba bias tetap dilaksanakan dalam dua SS bila kondisi lintasan basah. “Kita berharap malam ini turun hujan jadi lintasan tidak lagi berdebu. Dan kalau begitu lomba tetap kita laksanakan dalam dua SS,” tambahnya.

Namun dengan penerapan re-start, perubahan itu tentunya menutup peluang bagi peserta yang gagal finish pada lomba hari kedua, Sabtu (16/7). Sistem itu sendiri menambahkan waktu 2,5 time control ditambah lima menit waktu tempuh dari waktu tercepat di grup. Sirkuit Cemara Abadi sendiri memiliki llintasan yang singkat. (jul)

Sebelum Tewas Korban Terbakar dan Hanyut

Kapal Bea Cukai Meledak di Laut, Bukan Sabotase Murni Kecelakaan

LUBUK PAKAM-Kapal Motor (KM) patroli milik Bea dan Cukai Belawan dengan seri BC-15001, yang meledak sekira 3 mil dari bibir Pantai Ancol, Pantai Labu, Kabupaten Deliserdang, Jumat (15/7) petang, yang menewaskan 7 orang dan 2 luka-luka murni kecelakaan.

“Insiden itu memang murni kecelakaan. Kejadian bermula saat petugas ingin menghidupkan mesin genset namun tiba-tiba meledak dan mengenai para petugas Bea dan Cukai yang berada di atas kapal,” kata Dirjen Bea dan Cukai, Agung Kuswandono kepada wartawan, saat melihat jenazah korban di instalasi jenazah RSU dr Pirngadi, Sabtu (16/7) siang.

Menurut Agung, dari hasil penyelidikan sementara di lapangan, sampai saat ini tidak ditemukan ada unsur sobatase ataupun unsur yang lain dalam kejadian itu. Agung mengatakan, kapal sedang berlayar dan berpatroli dan belum jauh dari lepas pantai. Diterangkannya, yang sedang bertugas saat itu sembilan orang dan tujuh orang meninggal sementara dua orang luka-luka.

Menurutnya, bagi korban yang meninggal dunia akan mendapatkan santunan dan kenaikan pangkat satu tingkat. “Mereka secara administasi layak mendapatkan penghargaan dan santunan,”pungkasnya Disinggung kondisi dua korban yang selamat, Agung menyebutkan, walaupun tidak diberi keterangan detail secara medis, namun keduanya sudah bisa diajak berkomunikasi.

“Sudah bisa diajak komunikasi. Lukanya masih dalam perawatan, soal operasi belum tahu kapan karena katanya luka pada keduanya luka eksternal. Mungkin mereka hanya syok karena teman-temannya menjadi korban,” terangnya.

Rencananya, dua korban yang selamat yakni Zulbasri, warga Jalan Hiling I Simpang Kantor, Medan Marelan dan Susanto akan menjali operasi di Rumah Sakit Colombia Asia Jalan Listrik Medan. Kedua korban yang selamat saat ini masih menjalai perawatan di ruang 625 rumah sakit milik swasta tersebut.

Susanto mengalami luka bakar yang cukup serius di tubuhnya. Terlihat pada bagian kepala dan tangan korban dibalut perban akibat luka bakar. Sementara Zulbasri hanya mengalami luka ringan di tubuhnya.

Sementara itu, Kepala Instalasi Jenazah RSU dr Pirngadi Medan, dr Surjit Singh, SPFN DFM menjelaskan, berdasarkan pemeriksaan timnya sementara ditemukan tanda-tanda luka bakar yang menyebabkan mati total.

“Ada yang terbakar hingga 30 persen namun menyebabkan korban mati total,” terangnya dengan tidak merinci satu per satu luka yang dialami korban. Ditambahkan Surjit, di antara korban memang ada yang mengalami luka bakar berat yang langsung mengakibatkan kematian. Tapi ada juga mengalami kematian akibat hanyut. “Jadi selain terbakar ada yang megalami kematian karena hanyut,” terangnya.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Raden Heru Prakoso mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan. “Dugaan sementara ledakan terjadi akibat mesin genset kapal meledak saat akan dihidupkan,” katanya.

Sementara itu Kepala Basarnas Pusat Letjend Marinir Nono Sampono, saat tiba di VIP Bandara Polonia Medan, Sabtu (16/7) siang mengaku, Tim SAR mendapatkan informasi kejadian Sabtu (16/7) dini hari pukul 02.00 WIB. Sementara kejadian Jumat (15/7) malam pukul 18.00 WIB.

Ditambahkannya, begitu mendapatkan informasi tersebut pihaknya langsung turun dari Jakarta untuk melakukan cek dan ricek. “Kita hanya melakukan cek dan ricek. Namun untuk penyelidikan itu ditangan kepolisian. Pihak yang terlibat dalam pencarian ketujuh jenazah ini TNI AL, Polairud Polda Sumut dan Tim SAR,” tambahnya. (jon/mag-7/rud/uma/btr)

Katanya Pergi Sebentar Malah Pergi Selama-lamanya

Tujuh Jenazah Diserahkan Untuk Dimakamkan

Isak tangis mengiringi penyerahan jenazah korban kapal patroli Bea dan Cukai yang meledak di halaman kantor Bea dan Cukai Polonia Medan, Sabtu (16/7) siang. Sejumlah keluarga korban tak kuasa menahan tangis ketika peti jenazah tiba. Dirjen Bea dan Cukai, Agung Kuswandono memimpin langsung acara serah terima jenazah kepada keluarga.

Suasana semakin mengharukan ketika bendera Merah Putih yang menutupi peti jenazah diserah terimakan kepada pihak keluarga beserta empat jenazah korban maing-masing James Sipahutar (53), Iwanoto (52), Sukamto (58) serta Chandra Meksi (47), dengan iiringan lagu Padamu Negerin
Dalam kesempatan tersebut, Dirjen Bea Cukai, Agung Kuswandono mengucapkan duka cita kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi.

Singgih Alfino, anak Iwanoto mengaku, tak punya firasat buruk sehingga dia sempat tidak percaya mengenai kabar orangtuanya meninggal dunia saat ditayangkan di televisi. “Kami tidak ada firasat buruk tentang kematian ayah,” cetusnya.

Sementara tiga jenazah lainnya, Ahmad Yani (48), Djonhaidi Purba (53) dan Kurniawan (23) langsung dibawa keluarganya usai diotopsi di instalasi jenazah RSU dr Pirngadi Medan. Isak tangis keluarga ketiga korban pun pecah di rumah sakit milik Pemko Medan itu.

Helmizar (47), keluarga Ahmad Yani mengatakan, pihak Bea dan Cukai memberi kabar kepada keluarganya sekitar pukul 03.00 WIB dini hari. Namun, karena saat itu rumahnya masih tertutup akhirnya Bea dan Cukai datang kembali sekitar pukul 06.00 WIB. Mendengar kabar buruk tersebut, isteri dan keluarga yang lainnya langsung menuju ke Pantai Labu untuk memastikannya.

“Keberangkatan saudara ipar saya itu untuk 10 hari dalam rangka patroli rutin. Sebelum berangkat, Ahmad Yani sempat dilarang oleh isterinya Heni Arnila (46) dan anak semata wayangnya, Farid (24) karena Minggu (17/7) nanti bertepatan hari pernikahan mereka yang ke-25,” ujar Helmizar.

Tapi, katanya, Ahmad Yani tetap mau pergi juga bertugas. “Ahmad Yani tetap mau pergi karena takut dipindahkan lagi ke Palembang. Ahmad Yani pada saat mau berangkat menuturkan dia merupakan komanda tim yang mau berangkat. Jadi nggak mungkin dia nggak pergi. Sebelumnya dia sempat bertugas di Medan 3 tahun, lalu pindah ke Palembang, kemudian pindah lagi ke Medan sampai meninggal. Ahmad sendiri baru 1 tahun bertugas di Medan pasca kepindahannya dari Palembang,” tambah Helmizar.

Sementara, isteri isteri Djonhaidi Purba, Herna br Saragih dan anaknya Bram terus menangis meratapi kepergian Djonhaidi Purba. “Katanya hanya pergi sebentar, ternyata pergi untuk selama-lamanya. Dulu semangat sekali dia tinggal di Medan, ternyata hanya mengantarkan nyawa,” teriak Herna. Almarhum Djonhaidi Purba sendiri baru 6 bulan tinggal di Medan, meninggalkan seorang isteri, Herna br Saragih dan 3 orang anak, Sanggar Purba (26), bekerja di Kejaksaan Palembang, Riko Purba (24), kuliah semester VIII di Unsri dan Bram (18), pelajar kelas 3 SMU Santo Thomas I Medan.

Toni, salah seorang keluarga Djonhaidi Purba mengungkapkan, sebelum berangkat almarhum minta diantar dan sempat melambaikan tangannya kepada keluarganya. “Biasanya tidak pernah seperti itu, tapi waktu mau berangkat dia melambaikan tangannya dan minta diantarkan. Tidak ada pesan kepada keluarga saat almarhum pergi,” ujarnya. Rencananya, jenazah akan dibawa ke kampungnya di Pematang Siantar dan dimakamkan di dekat makam keluarganya.

Sedangkan abang ipar Kurniawan, Marwan (36) menuturkan, Kurniawan sebenarnya berat meninggalkan rumah, karena ada saja yang ketinggalan di rumah sebelum berangkat. “Bahkan, adik ipar saya itu sempat bilang sama ibunya dia nggak jadi berangkat. Tapi tidak tahu entah kenapa saat itu akhirnya dia pergi juga,” ungkapnya.

Isak tangis keluarga juga pecah saat mobil ambulans yang mengantar jenazah James Sipahutar (56) tiba di rumah duka di Jalan Tempirai Blok VI Perumnas Griya Martubung, Sabtu (16/7) sekitar Pukul 11.00 WIB. Sang istri,  Wati (38) yang mengiringi kedatangan almarhum harus dituntun keluarga masuk ke dalam rumah. Almarhum meninggalkan satu anak yang bernama Erwin Sipahutar (15) yang masih duduk dibangku sekolah kelas I SMA dan seorang istri.

Almarhum sendiri,  dimata keluarga sebagai seorang bapak yang mempunyai displin dan bekerja keras serta baik. Bukan itu saja James seorang yang ramah terhadap tetangga dan kerabatnya baik itu di kantor maupun di rumahnya. James Sipahutar baru satu minggu berdinas di Bea dan Cukai Belawan Wilayah I Sumut. Sebelum dia berdinas di Bea dan Cukai Bandara Polonia Medan. Keluarga tidak ada firasat apapun sebelum melakukan patroli runtin.

Almarhum sekitar dua minggu lalu baru saja melakukan operasi mata yakni pengangkatan katrak yang dialaminya. Saat itu almarhum melakukan operasi di Rumkit Medan.

Orliana Sipahutar, kakak kandung James Sipahutar mengatakan James suka membantu keluarga. Menurut Orliana, dia terakhir berjumpa dengan adiknya tiga hari yang lalu usai menjalani operasi katarak. Rencana korban akan dikebumikan Minggu (17/7) sore sekitar pukul 16.00 WIB di Pemakanan Umum Kristen yang diberada di Patumbak. (mag-7/jon/uma/btr/rud)

Banjir Hadiah di Hari Penutupan

Pameran Property Sumut Pos

MEDAN- Memasuki hari keempat pameran property Sumut Pos yang diadakan di Plaza Millenium, Sabtu (16/7), mulai dipadati pengunjung.  “Kita bersyukur, pameran yang kita buat ternyata diminati oleh masyarakat,” ujar Darwin Purba, manajer EO Sumut Pos.  Darwin menjelaskan bahwa sebagian property telah dibeli oleh para  pengunjung yang datang. Hal ini sesuai dengan konsep yang telah diatur oleh Sumut Pos, agar pameran ini dapat menjadi barometer bagi masyarakat dalam mencari rumah.

Salah satu peserta yang ikut dalam pameran ini, yaitu perumahan Bella Vista yang terletak di Jalan Tali Air Jamin Ginting simpang Simalingkar, perumahan dengan model bangunan bergaya klasik modern ini diutamakan untuk keluarga kecil.
Dan setiap pengunjung yang membeli rumah dalam pameran ini, akan mendapatkan hadiah menarik seperti handphone dan lainnya.

Untuk menarik minat masyarakat, Perumahan Bela Vista juga mengadakan pesta kuliner untuk dapat melihat secara langsung rumah yang disediakan untuk masyarakat. “Kita ingin menunjukkan ke masyarakat, rumah yang kita jual telah siap huni,” ujar Sherly, salah satu marketing Perumahan Bela Vista.

Pameran property yang diadakan oleh Sumut Pos ini akan berakhir Minggu (17/7) hari ini. Saat penutupan, panitia akan memberikan hadiah bagi para pengunjung. Berbagai hadiah menarik telah disiapkan, seperti handphone, voucher dan hadiah menarik lainnya.
“Pengunjung yang beruntung kita ambil melalui undian,” ujar Darwin.

Pengunjung hanya tinggal mengisi formulir dan dimasukkan ke dalam kotak yang telah disediakan oleh panitia. Untuk menghibur para pengunjung dan pengisi stand, panitia menyediakan hiburan keyboard untuk pengunjung. (mag-9)