25 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 15023

Tersangka Dipamerkan

Polresta Medan Gelar Kasus Kejahatan

MEDAN-Satreskrim Polresta Medan menggelar kasus kejahatan yang berhasil diungkap selama sepekan terakhir di halaman parkir Mapolresta Medan, Kamis (30/6).

Dalam paparan tersebut, Satreskrim Polresta Medan memamerkan para tersangka lengkap dengan pakaian tahanan. Polresta Medan berhasil mengamankan 37 kasus judi dengan 54 jumlah tersangka, 15 kasus pencurian kendaraan bermotor, dengan 14 tersangka, kejahatan jalanan dua kasus dengan 7 tersangka.

Untuk kasus judi barang buktin yang disita 32 unit handphone, 51 lembar catatan togel, 4 tafsir mimpi, 19 buah blok, delapan set kartu, satu rekap kartu domino , dua buah buku tulis dan satu unit kalkulator. Kesemua tersangka diamankan dalam tempat kejadian yang berbeda. Sedangkan untuk curanmor, sendiri diamankan satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja warna hitam dengan nomor plat polisi BK 3121.

Kemudian, untuk tindak kejahatan jalanan diamankan barang bukti satu unit mobil Toyota Avanza warna hitam dengan nomor plat polisi BK 1898 KF, satu unit sepeda motor Kawasaki Ninja dengan no plat polisi BK 6245 HF, uang sebesar Rp4,6 juta dan satu lembar surat pembelian emas.

Sementara itu, selama bulan Juni Satnarkoba Polresta Medan menangkap 82 tersangka dalam kasus peredaran narkoba.  Untuk barang bukti diamankan 937.43 gram ganja kering, 61, 6 gram sabu-sabu, 12 butir ekstasi dan 10 butir pil erimin.

Kapoltabes Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga kepada wartawan mengatakan akan terus meningkatkan operasi untuk menidak pelaku kejahatan dan narkoba maupun judi sesuai dengan arahan Kapolri.
Tagam mengimbau kepada masyarakat Kota Medan segera melapor ke Mapolresta kalau ada melihat bandar togel, bandar sabu dan kejahatana jalanan.

Tagam mengatakan akan menindak semua oknum yang kedapatan membackingi bandar togel di Kota Medan. “Kalau terbukti akan kita proses dengan hukum yang ada, kemudian oknum tersebut akan kita perlakukan seperti para tersangka,” katanya. (mag-7)

Berkedok MLM Tipu Pencari Kerja

MEDAN-Korban penipuan berkedok Multi Level Marketing (MLM) yang dilakukan oleh PT M di Jalan Zein Hamid No 8 B melapor ke Malporesta Medan, Kamis (30/6) sekitar pukul 14.00 WIB.

Korban, Winda Handayani (19) kepada Sumut Pos mengatakan, perusahaan tersebut pertamanya menawarkann
pekerjaan dalam bidang biro informasi dengan membuat iklan lowongan pekerjaan yang dimuat melalui surat kabar.
Dalam lowongan itu perusahaan itu menjanjikan gaji per bulannya sebesar Rp1,8 juta.

Kebetulan dia lagi mencari kerja. Winda pun mengatarkan surat lamaran ke perusahaan tersebut.
“Saya memang mencari pekerjaan, melihat ada lowongan saya mencoba melampirkan surat lamaran ke perusahaan tersebut. Keesokan harinya saya disuruh datang kemudian saya datang pihak perusahaan meminta uang administrasi sebesar Rp650 ribu saya pun menyanggupinya,” kata Winda.

Selanjutnya, katanya, korban disuruh datang untuk melakukan interview.
“Saya pun datang ke perusahaan tersebut, pihak perusahaan bukan menginterview malah menyuruh saya untuk mencari anggota yang lain untuk ikut bergabung di dalam perusahaan tersebut. Melihat hal itu saya curiga dengan yang dilakukan perusahaan tersebut,” ungkapnya.

Winda kemudian meminta kembali uangnya, namun perusahaan tidak mau mengembalikan dengan alasan uang tersebut sudah digunakan sebagai biaya administrasi.

Merasa dibohongi oleh perusahaan tersebut bersama teman-temannya melaporkan hal tersebut ke Mapolresta Medan.
“Saya meminta kembali uang saya. Perusahaan tersebut sudah merugikan kami,” tandas.
Hingga tadi malam, wartawan koran ini belum berhasil menghubungi pemilik perusahaan di Jalan Zein Hamid Medan. Menurut keterangan, kantor tersebut sudah tak beroperasi lagi dan pemiliknya sudah melarikan diri. (mag-7)

Dinsos Siap Tampung PSK Penderita HIV/AIDS

MEDAN-Dinas Kesejahteraan Sosial Sumut berencana melakukan pembinaan kepada pekerja seks komersial (PSK) di Sumut yang terjangkit HIV/AIDS. Caranya dengan sistem panti dan nonpanti.

“Ini kita lakukan agar PSK yang positif HIV/AIDS tidak menularkan virus yang dideritanya kepada pelanggan meskipun data itu memang belum ada sama kita,” kata Kadis Kesejahteraan Sosial Sumut, Robetson.

Dikatakannya, persoalan penyakit HIV/AIDS merupakan tugas Dinas Kesehatan, pihaknya hanya melakukan pembinaan mental dan pemberian keterampilan.

“Untuk sisitem panti, mereka akan kita tampung di UPT tetapi tidak banyak karena daya tampung di UPT sangat terbatas yakni berkapasitas 80 orang saja,” tuturnya.

Sedangkan nonpanti, kata Robetson, pelayanan sosial dilakukan ditengah masyarakat. “Selain itu, tugas kita bersifat preventif yaitu penyuluhan kepada masyarakat agar masyarakat yang rentan mendapat informasi yang jelas akan bahaya penyakit meamtikan itu,” terangnya.

Sebelumnya, Project Officer Global Funs Dinkes Sumut, Andi Ilham Lubis menjelaskan, hasil survei yang dilakukannya ditemukan 20 persen PSK terjangkit HIV/AIDS. Hal ini bisa menular kepada pelanggan.
“Angka ini akan terus naik jika tidak diantisipasi dengan cepat,” ungkapnya. (jon)

Cuma Rp100 Ribu, Bisa Pilih Film Sesuka Hati

Cinema Club, Nonton Film Tiga Dimensi

Menonton film merupakan salah satu cara yang kerap dilakukan untuk menghilangkan rasa jenuh setelah menjalani rutinitas sehari-hari. Namun, skedul yang padat sering sekali membuat kita menunda menyaksikan film Favorit
Jadwal pemutaran film di teater sudah ditentukan terkadang tidak sesuai dengan waktu luang yang ada. Mau tak mau pengaturan skedul harus dilakukan. Namun trik itu tidak selamanya berhasil mengingat skedul tak terduga yang membuat keinginan tadi kembali tertunda. Jadinya, acara menonton baru terealisasi beberapa hari dari penanyangan perdana dilakukan. Tentunya dalam suasana yang tidak seheboh saat keinginan tadi pertama muncul.

Begitu juga dengan pilihan film yang sudah ditentukan dan terbatas tidak memberikan banyak pilihan. Pengunjung pun datang, membeli tiket sesuai film yang diputar, menyerahkan tiket, kemudian memilih tempat sesuai dengan nomor di tiket. Dengan ramainya penonton, tak banyak bisa dilakukan selama menyaksikan film yang diputar di layar lebar. Seperti saat masuk, pengunjung pun meninggalkan teater tanpa sapaan yang bersahabat.

Berbagai kekurangan tadi lalu ditawarkan Cinema Club, Mini Theatre, DVD Original/Blue Ray di Jalan Setia Budi no 190/8 Medan. Sapaan bersahabat pasti didapat dari pegawai Cinema Club yang beroperasi sejak 1 Juni lalu ini. Diikuti pula dengan kenyamanan yang tak kalah dengan suasana di teater-teater ternama Kota Medan sekalipun.
“Selamat siang, Pak. Silakan,” sapa salah seorang pegawai Cinema Club sembari mempersilakan Sumut Pos memilih koleksi film dalam format DVD Original maupun Blue Ray. Terpajang demikian apik pada rak yang didekor ala Clapboard dan roll film. Untuk memudahkan pengunjung, ribuan koleksi tadi dibagi menurut kategori film, action, drama, horor, hingga animasi atau kartun. Dari film Hollywood, Asia, hingga Indonesia.

Berbagai aksesoris yang terpasang di ruangan ini, seperti hiasan dinding dengan motif buble, lampu hias berwarna silver, dan satu set kursi berwarna hitam-putih. Kontras dengan warna orange dan hijau yang melapis seluruh ruangan. Memberi kenyamanan kepada pengunjung dalam memilih film yang ingin ditonton. Pegawai yang ada juga siap memberi informasi tentang film yang akan diputar. Untuk film tiga dimensi, Cinema Club juga menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan yaitu kacamata 3D. Jadi pengunjung tinggal terima tenang.

Namun ada yang menarik disaksikan saat pengunjung memilih film. Tidak seperti di teater dimana calon penonton tidak banyak pilihan, pengunjung Cinema Club justru memiliki banyak pilihan. Karena itu tak jarang pengunjung yang didominasi berkelompok ini saling berdiskusi terlebih dahulu. Berdasarkan kesepakatan bersama pula film diserahkan kepada pegawai untuk disaksikan dalam mini teater yang terdapat di lantai dua.

“Situasi seperti itu yang ingin kita cari sebenarnya. Bagaimana hiburan yang ada tetap mempertahankan semangat kebersamaan. Saling menghargai pendapat orang lain sebelum membuat keputusan secara bersama. Khususnya anak-anak sekolah dan keluarga. Ada juga yang berpasangan tapi beberapa pasang. Dari datang dan saat pulang kita selalu mengucapkan terimakasih kepada pengunjung,” ucap Manager Cinema Club, Amirullah Harahap, Kamis (30/6).
Seperti halnya di teater, pengunjung menyusuri jalan lembut menuju mini teater di lantai dua. Dimana tiga mini teater menawarkan suasana yang berbeda dalam kenyamanan. Seperti di satu ruang mini teater yang kebetulan siang itu belum digunakan. Tiga sofa dimana masing-masing untuk dua orang berjejer tiga baris ke belakang mengarah pada layar 55 inch HD TV yang menggunakan teknologi film 3D. Dekorasi ruangan yang unik dan dilengkapi peredam suara dan pendingin ruangan memastikan suara yang dikeluarkan dari power 71 channel siap memacu jantung.

Dengan kapasitas maksimal enam orang per ruangan, kemewahan itu pun menjadi tidak terlalu mahal. Pasalnya untuk setiap pemutaran film, pengunjung hanya membayar Rp100 ribu. Jadi per orang hanya mengeluarkan uang sekitar Rp20 ribuan. Melengkapi, terdapat pula mini bar yang memberi pengunjung kebebasan untuk memilih cemilan. Bahkan santapan ala kuliner pun dapat dinikmati di sini. Seperti nasi goreng dan kentang goreng dengan citarasa yang khas pula menemani acara menonton film yang disukai. Begitu pula usai menonton, beberapa set kursi disiapkan di depan bagi pengunjung untuk bersantai sejenak sebelum bubar. Selama masa promosi ini, Cinema Club juga menyambut pengunjung dengan Free Welcome Drink.

Semua kemewahan dengan kesederhanaan yang ditawarkan mendapat antusias masyarakat. Sejak beroperasi, ketiga mini teater yang ada selalu penuh. Selain pelajar, remaja, dan keluarga menjadi pengunjung yang paling banyak. Cinema Club juga menerima pemesanan untuk waktu pemutaran. Seperti Adit yang datang bersama ibu dan saudaranya Satria. Usai menonton film Twilight, mereka memesan untuk kembali menonton pukul 20.00 WIB.
“Lebih asyik di sini dari di teater. Nanti malam mau nonton 3 Hornet dan Rumah Darah,” ucapnya.

Adalah William Atapary menghadirkan Cinema Club untuk memberikan hiburan dengan suasana berbeda. Melihat antusias masyarakat, Willi pun menambah mini teater di lantai tiga. Satu ruangan bahkan dibuat eksklusif. “Saya masih memikirkan konsep sehingga pengunjung betul-betul merasakan kemewahan tersendiri namun terjangkau,” pungkasnya. (*)

Khitanan Massal Warnai HUT Bhayangkara

SERGAI- Polres Serdang Bedagai menggelar khitanan massal Kamis (30/6) di rumah dinas Kapolres Serdang Bedagai di Sei Rampah.  Dalam kesempatan itu, 62 anak usia baliqh dikhitankan.

Acara itu tersendiri telaksana berkat kerjasama Polres Serdang Bedagai dengan Lasykar Cinta Sergai. Khitanan itu dipimpin tim medis dr  Jon Yi.

Menurut Kapolres Sergai AKBP Arif Budiman SH MH kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan sosial berkaitan dengan HUT Bhayangkara ke- 65 di wilayah hokum Polres Serdang Bedagai.

“Polisi merupakan pelayan dan pengayom masyarakat, sehingga aktivitasnya harus selalu menyentuh dengan masyarakat itu sendiri,” bilangnya.

Sementara itu, keluarga peserta yang mengikuti sunat massal mengaku gembira dan bersyukur karena tertolong dari segi pembiayaan.

Apalagi dari sisi ajaran agama Islam, dimana khitan sangat dianjurkan bagi setiap umat Islam yang sudah baligh. Secara terminologis arti sunat rasul ini adalah memotong kulit yang menutupi alat kelamin lelaki. Dalam bahasa Arab khitan juga digunakan sebagai nama lain alat kelamin lelaki.(mag-15)

Terdakwa-Saksi Tawar Menawar

Sidang Lanjutan Pungli di Jembatan Timbang Sibolangit

MEDAN-Sidang lanjutan pungutan liar (pungli) terhadap sejumlah truk yang melintas di Jembatan Timbang Sibolangit, yang dilakukan tiga pegawai Dishub Sumut, kembali digelar Pengadilan Negeri Medan, Kamis (30/6).
Jaksa penuntut umum (JPU) menghadirkan saksi dari bidang Intel Kejatisu dan ketiga terdakwa yang melakukan pengutan liar di Unit Pelaksana Penimbangan Kendaraan Bermotor (UPPKB) Sibolangit, Kabupaten Deli Serdang, Panal Simamora (54), Ahmad Sofyan Batubara (42), dan Marlon Sinaga (51).

Sidang dipimpin Ketua Majelis Hakim Acmad Guntur SH dengan agenda mendengarkan keterangan saksi Frangki Manurung, yang bertugas di bidang Intel Kejati Sumut, yang ditugaskan untuk meringkus dan memantau ketiga terdakwa.

Di depan persidangan saksi mengatakan, saat ia melakukan penyamaran dan penyelidikan, dirinya  menyamar dam berpura-pura sebagai kernet truk pengangkut jagung.

“Di jembatan timbang Sibolangit, saya melihat lebih kurang 150 mobil truk yang mengantre, untuk menyetor pada petugas jembatan timbangan itu,” ujar Frangki Manurung.

Manurung juga mengatakan kalau dirinya melihat salah seorang terdakwa yakni, Panal Simamora menerima uang dari kernet truk dan memberikannya pada kedua terdakwa lainnya.

Saksi juga membeberkan kalau terdakwa  langsung dimintai uang Rp150 ribu. “Apa bila kami tidak memberikan uang sebesar Rp150 ribu, kami dipaksa menurunkan muatan separuh di pinggir jalan.Yang membuat kami heran, mereka kok tahu kalau truk kami melebihi tonase, sementara monitor timbangan itu mati,” tegas saksi.
Lebih lanjut dikatakan Frangki, untuk menjebak ketiga terdakwa dirinya mencoba melakukan negosiasi dengan tawar menawar harga.

“Saya juga mencoba memberikan uang sebesar Rp50 ribu, pada terdakwa. Terdakwa Panal Simamora menolak dan berusaha meminta tambahan dari uang yang saya kasih. Setelah uang saya kasih, terdakwa  memberikan uang tersebut ke terdakwa lainnya yakni Sofyan,” ucap Manurung lagi. (rud)

Langgar Kode Etik, 3 Polisi Gagal Dilantik

MEDAN- Tiga personel polisi di jajaran Poldasu gagal dilantik karena masalah kode etik. Ketiga personel polisi tersebut berasal dari Polres Tobasa dan Sekolah Polisi Negara (SPN) Sampali.

“Pelantikan hari ini (kemarin) terlambat, bukan salah saya. Tapi karena masalah lain yaitu tiga polisi ditunda kenaikan pangkatnya, karena menjalani sidang kode etik tanggal 28 Juni 2011 ini,” ungkap Kapoldasu, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, saat memberikan pengarahan usai melantik 1.540 personel polisi yang naik pangkat di Aula Kamtibmas Mapoldasu, Kamis (30/6).

Dijelaskannya, karena persoalan itu makanya pelantikan yang seyogianya digelar pukul 14.00 WIB akhirnya baru dimulai pukul 14.30 WIB. Lebih lanjut jenderal bintang dua ini menjelaskan, bagi para pimpinan di jajaran Poldasu untuk tidak ragu, ketika ada anggotanya yang melakukan kesalahan dan tidak bisa dinaikkan pangkat serta sebaliknya. Tapi, ketika memang personel itu berprestasi dan layak maka layaklah dia untuk dinaikkan pangkat.
“Pimpinan jangan ragu untuk menindak anak buahnya. Kalau memang salah, katakan salah dan jelaskan dimana salahnya. Jangan seperti mengapik di ketiak harimau. Dari pada ditanya-tanya bawahan, makanya diusulkan naik pangkat,” tegasnya.

Dijabarkannya, kenaikan pangkat terhadap personel polisi tersebut bukan merupakan hak pribadi bagi para polisi, melainkan karena prestasi yang telah diraihnya. Sesaat sebelum Wisjnu Amat Sastro naik ke lantai II Mapoldasu menuju ruang kerjanya, Wisjnu sempat menuturkan, persoalan yang dihadapi oleh ketiga personel polisi yang gagal naik pangkat tersebut, salah satunya karena masalah perselingkuhan.

Saat memberikan pengarahan, Wisjnu sempat berang dengan salah satu personel polisi dari Polisi Perairan (Polair) yang mendapat kenaikan pangkat. Keberangan itu dikarenakan, baret yang digunakan anggotanya itu kucel.(ari)

Ibu Beranak 4 Gantung Diri

MEDAN LABUHAN-Salmi (50), warga Tangkahan, Medan Labuhan ditemukan tewas gantung diri dengan menggunakan tali nilon di WC rumah keponakannya Sudiarti (49), di Jalan Rawe III, Lorong Rubino, Tangkahan, Medan Labuhan, Kamis (30/6) sekitar pukul 14.30 WIB.

Aksi nekat yang dilakukan ibu beranak 4 itu diduga karena penyakit yang dideritanya bertahun-tahun tak kunjung sembuh. Jenazah Salmi pertama kali ditemukan keponakannya, Sudiarti. Salmi yang baru seminggu menginap di rumah keponakannya itu ditemukan telah gantung di ruang WC dengan menggunakan tali nilon dengan posisi kaki cecah ke tanah dan kepala menengada ke arah belakang lehernya.(ril/smg)

Tiga Kapal Nelayan Dirompak

BELAWAN- Tiga kapal nelayan masing-masing milik Gudang SBU dan Gudang JHL Belawan menjadi korban perompakan penjahat di Perairan Selat Malaka, Kamis (30/6) dini hari. Awak kapal juga disandera para perompak. Informasi yang diperoleh, para perompak dilengkapi dengan senjata api meminta kepada pemilik kapal untuk menebus kapal.

Ketua HNSI Kota Medan, Zulfahri Siagian meminta kepada polisi agar bisa lebih meningkatkan patroli agar keamanan nelayan di laut agar lebih terjamin. “Perompakan terhadap sudah sering terjadi namun sangat disayangkan kepada instansi terkait yang kurang melakukan pengawasan terhadap keselamatan para nelayan sehingga kejadian seperti ini terulang lagi,” ujarnya. (mag-11)

SPBU-Pertamina Main Mata

BBM Bersubsidi Langka, Diduga Dijual ke Pengusaha

MEDAN-Langkanya bahan bakar bersubsidi, khususnya solar, di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di berbagai daerah di Sumut diduga sarat permainan antara oknum di Pertamina dan pemilik SPBU nakal. Keduanya pihak ditengarai terlibat jaringan mafia penjual BBM bersubsidi ke pengusaha, memanfaatkan disparitas harga.
Hasil penelusuran wartawan koran ini dalam beberapa hari terakhir menunjukkan indikasi permainan para mafia tersebut. Seperti yang terjadi di SPBU Nomor 14.205.1139 di Kecamatan Firdaus, di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Di stasiun BBM di Km 58 itu, ribuan liter BBM jenis solar bersubsidi dijual kepada pengusaha tiap harinya.
Beruntung, polisi berhasil mengamankan ratusan derigen di lokasi SPBU. Polisi juga mengamankan sebuah truk BK 9169 YM untuk mengangkut puluhan derigen tersebut. Rencananya, BBM solar dalam derigen berbagai ukuran itu akan dijual kepada sejumlah pengusaha di Sergai.

Modus penyelewengan solar bersubsidi seperti ini dibenarkan pemilik salah satu SPBU di Kota Tebing Tinggi. Pria yang namanya minta dirahasiakan mengatakan, kelangkaan solar karena ada permainan pengusaha baik pabrik maupun transportasi dengan SPBU. Salah satu dampaknya, pasokan solar di SPBU-nya berkurang. Biasanya dalam sepekan truk tangki pengangkut solar empat kali masuk, sekarang dibatasi cuma dua kali masuk. Dan itu berlaku bagi seluruh SPBU di Sumut.

“SPBU kami sekarang dalam sebulannya hanya dipasok 144 ton solar dari Pertamina, sementara dulunya 188 ton per bulan,” jelasnya.

Menurutnya, spekulan atau agen pengusaha yang bermain biasanya terlebih dahulu melobi pihak pemilik SPBU. Nah, setelah terjadi kesepakatan, pengelola SPBU melobi supir tangki yang selalu membawa BBM dari depo Pertamina ke SPBU. Untuk mengelabui masyarakat, mobil tangki yang biasanya memuat 18 ton menurunkan BBM di SPBU sebanyak 10 ton saja. Sedangkan 8 ton akan dijual pengelola SPBU ke pengusaha.

“Ciri-ciri pengelola SPBU yang melakukan kegiatan tersebut, biasanya mobil tangki pembawa solar sengaja datang malam hari, saat sepi. Biasanya lampu listrik SPBU akan dipadamkan supaya jangan terpantau. Bahkan biasanya sang supir diberi uang untuk membawa minyak tersebut menuju pabrik. Rata-rata supir tangki menerima Rp400.000 sekali membawa dari pihak pengelola SPBU,” jelas sumber itu.

Untuk permainan pengusaha dengan pembelian menggunakan derigen dengan cara datang pada malam hari menggunakan truk pengangkutan seperti colt disel yang di dalamnya telah disusun derigen kosong. Lampu SPBU akan dimatikan semua dan hanya di bagian depan yang menyala, langsung pekerja SPBU mengisi derigen tersebut.
“Biasanya pihak pengelola  akan mendapat rata-rata Rp2.000 per derigen, model permainan ini sengaja dilakukan malam hari menjelang pagi sekitar pukul 03.00 WIB,” kata sumber itu.

Sementara permainan di tingkat Pertamina Region I Sumut dengan pihak pengelola SPBU adalah dengan pekerja yang membukakan kran saat mengisi tangki mobil. Menurut sumber pihak SPBU akan membayar Rp300.000 per mobil tangki dengan muatan 18 ton. Hal tersebut untuk melebihkan kadar susut dalam perjalanan.
“Untuk mendapatkan jatah terlebih dahulu pihak Pertamina bagian kran pengisiaan rata-rata diminta Rp300.000 per mobil tangki,” jelasnya.

Madus yang sama juga terjadi di daerah Medan Utara. Tapi, di kawasan ini BBM ditimbun dulu di gudang sebelum dijual ke pengusaha pabrik. Gudang-gudang penimbunan itu ada di Jalan Pelabuhan Raya Kelurahan Belawan Dua, Jalan Platina 1 sebelum pintu masuk pintu tol Belmera Medan Deli, Jalan Kapten Rahmad Buddin, Jalan Andan Sari kawasan lahan perkebunan PTPN II Kelurahan Terjun, kawasan Siombak Jalan Nippon Kelurahan Paya Pasir Medan Marelan, Jalan KL Yos Sudarso Martubung dan di samping Kelurahan Besar Kecamatan Medan Labuhan.
Modus yang dilakukan para pelaku adalah mendirikan gudang untuk melakukan aktivitas penimbunan. Hampir rata-rata gudang tersebut hanya berdindingkan tepas untuk mengelabui petugas.

Seorang sumber yang namanya tidak mau dikorankan mengatakan, setiap harinya mulai dari pagi hingga malam, puluhan mobil tangki secara bergantian masuk ke dalam gudang. Setelah sebagian muatannya dikeluarkan mobil tangki tersebut keluar lagi. Lebih lanjut sumber itu mengatakan, umumnnya jumlah minyak yang dikeluarkan dari setiap mobil tangki seperampat drum. Seluruh minyak tersebut ditampung dan setelah cukup dikirim ke pabrik untuk dijual.

Sumber itu menjelaskan diduga aksi penimbunan minyak tersebut berjalan mulus karena mendapat dukungan dari sejumlah oknum aparat dan supir mobil tangki itu sendiri. “Para supir tangki akan mendapatkan uang tambahan,” jelasnya.

Seorang karyawan SPBU yang namanya minta tak ditulis mengatakan kelangkahan BBM juga disebabkan karena penyaluran minyak oleh Pertamina tidak lancar.

“Mobil tangki Pertamina sering datang terlambat untuk mengantarkan pasokan minyak sehingga SPBU sering kehabisan stok,” ujarnya.

Menurutnya, selain penyaluran yang tidak lancar kelangkaan BBM juga karena banyak pengusaha  yang membeli minyak di setiap SPBU. Mereka membeli minyak dengan menggunakan jerigen bahkan ada juga yang sampai mengakutnya dengan mobil dan becak.

“Banyak juga yang mengambil minyak dengan jerigen, kalau tidak dikasih mereka mempunyai surat keterangan sebagai pengecer. Jadi kita serba salah juga kalau tidak memberikan,”jelasnya.
Belum lagi, truk-truk yang melintas yang melakukan pengisian hingga penuh.

External Relation Pertamina Region I Sumbagut, Fitri Erika, mengakui adanya permainan pengusaha SPBU. Menurutnya, ada 14 SPBU tak lagi mendapatkan pasokan BBM dari Pertamina karena melanggar aturan seperti yang diinstruksikan pemerintah. Seperti memberikan BBM bersubsidi jatah usaha-usaha kecil, nelayan dan pelayanan-pelayanan publik kepada kepada pengusaha pemilik pabrik besar.
“Jadi usaha-usaha atau masyarakat dengan taraf ekonomi menengah ke atas tak boleh memakai BBM bersubsidi. Hal ini tentunya sudah menjadi perhatian serius bagi kita. Kita juga telah melakukan pengawasan ketat terkait hal ini. Kita juga sudah memberikan imbauan keras kepada seluruh SPBU untuk tak lagi mengisi jerigen. Kita juga sudah mengawasi adanya pengisian BBM berulang-ulang oleh mobil dan pengisian BBM dengan mobil tangki besar. Mengenai hal ini kita akan mempertanyakan kegunaan BBM tersebut,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya juga telah mengimbau industri atau kapal kargo berbendera asing atau rute luar negeri, untuk membeli BBM non subsidi. “Kita juga mengajak masyarakat untuk hemat BBM bersubsidi dengan membeli Pertamax dengan promo hadiah,” kata Erika.

Lebih lanjut Erika mengatakan, pihaknya juga mengajak masyarakat untuk melaporkan jika menemukan kecurigaan adanya penyalahgunakan BBM bersubsidi di saluran informasi dengan nomor telepon 500000.

Adapun ke-14 SPBU yang diberikan sanksi penghentian suplai tersebut yakni dengan nomor 14.201.121 Medan, 14.202.149 Medan Johor, 14.203.163 Lubuk Pakam Deli Serdang, 14.203.1138 Hamparan Perak Deli Serdang, 14.207.182 Langkat, 14.211.237 Karo, 14.211.241 Karo, 14.212.261 Simalungun, 14.212.252 Sei Rengas Asahan, 14.213.264 Asahan, 14.214.246 Labuhan Batu, 14.214.230 Labuhan Batu, 14.214.280 Labuhan Batu, 14.225.311 Sibuluan Sibolga.

Dia mengatakan, sebenarnya tak ada kelangkaan BBM. Menurutnya Pertamina sudah memasok BBM sesuai kuota bahkan berlebih.

“Ngga ada lagi kelangkaan, bahkan kita sudah menyalurkan BBM over kuota di Sumut. Hingga 31 Mei 2011 lalu untuk premium sudah over tujuh persen sedangkan solar lima persen,” ungkapnya.

Erika juga memaparkan, over kuota penyaluran BBM yang tertinggi di Sumut ada di Tebing Tinggi yang mencapai premium 19 persen dan solar 17 persen. Di bawahnya yakni Sibolga dengan premium 17 persen dan solar 16 persen.
“Nah, kemungkinan yang dimaksudkan langka ini karena adanya stop distribusi ke 14 SPBU dari 302 SPBU di Sumut. Kalau di daerah 14 SPBU tersebut tentunya BBM tak ada lagi, dan akan berlangsung seperti itu hingga ke-14 SPBU tersebut mampu memenuhi persyaratan untuk dapat beroperasi kembali,” katanya.

Polisi: Belum Ada Laporan

Sebenarnya dugaan permainan Pertamina dan pengusaha SPBU yang menjual BBM ke pengusaha sudah nyaring terdengar. Namun, polisi tetap tak berhasil membongkarnya. Polisi hanya menangkap pekerja di lapangan tak pernah berhasil menangkap pengusahanya. Alasan polisi belum menerima laporan.

Kasat Reskrim Polres Tebing Tinggi, AKP Lili Astono SiK ketika dikonfirmasi menyatakan begitu pasokan BBM menghilang dipasaran, polisi telah melakukan penyelidikan terhadap spekulan yang coba-coba bermain.
“Kita telah memantau dan melakukan penyelidikan kepada oknum-oknum yang memanfaatkan kesempatan ini, diakuinya pihak polisi belum menerima laporan atapun hasil penyelidikan bahwa ada pengusaha yang membeli solar banyak untuk ditimbun,” tegas Lili.

Kasat Reskrim Polres Serdang Bedagai, AKP TML Tobing juga mengaku belum ditemukan adanya penimbunan oleh oknum pengusaha SPBU. Tapi, katanya, SPBU yang menjual eceran melalui derigen sudah diambil tindakan. “Tindakan yang dilakukan hanya teguran, karena mengganggu konsumen kendaraan,” terangnya.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Hamam mengaku, menurut data kasus yang ditangani Polres Pelabuhan Belawan untuk tahun ini ada 10 kasus. Kasus yang ditangani itu, sambungnya, umumnya menyelewengkan BBM subsidi kepada pengusaha industri.

“Oknum-oknum itu sudah kami tindak tegas,”tandasnya.

Kapolres Tanah Karo AKBP Drs Ig Agung Prasetyoko menjelaskan, dari hasil penyelidikan polisi belum ditemukan adanya pengusaha SPBU yang menjual BBM ke pengusaha indistri. Meskipun demikian, katanya, polisi akan terus melakukan penyelidikan serta pantauan di lapangan. Dia juga meminta segenap lapisan masyarakat  agar saling  menjaga dan memonitoring perjalanan BBM. “Apabila melihat atau menemukan penyelewengan segera melapor kepada polisi terdekat,” katanya. (uma/mag-3/mag-11)

Modus Penyelewengan BBM Bersubsidi

  1. Pengusaha/pemilik pabrik melobi pengelola SPBU.
  2. Setelah terjadi kesepakatan, pengelola SPBU melobi mobil tangki untuk mengurangi pasokan ke tangki SPBU.
  3. Mobil tangki bermuatan 18 ton akan menurunkan 10 ton solarBBM di SPBU. Sedangkan 8 ton lainnya dijual ke pengusaha.
  4. Supir tangki yang membawa minyak menuju pabrik rata-rata menerima fee Rp400.000.
  5. Pengusaha langsung mebeli solar bersubsidi dengan cara datang pada malam hari menggunakan truk pengangkutan seperti colt disel bermuatan derigen kosong.
  6. Ada juga pengusaha SPBU menimbun solar bersubsidi di gudang sebelum dijual ke pengusaha pabrik. Umumnya gudang tersebut berdinding tepas untuk mengelabui petugas.

Sumber: Pengusaha SPBU dan Hasil Investigasi Sumut Pos