30 C
Medan
Friday, April 17, 2026
Home Blog Page 15121

RE Siahaan Ditahan KPK

Diduga Korupsi Dana Bansos dan APBD 2007 Rp9,088 M

JAKARTA-Setelah berstatus tersangka sejak 6 Februari 2011, mantan Wali Kota Pematangsiantar RE Siahaan kemarin petang (8/6) ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ketua DPC Partai Demokrat Pematangsiantar itu ditahan di LP Cipinang, Jakarta Timur.

“KPK menahan tersangka RES, mantan wali  kota Pematangsiantar untuk 20 hari ke depan di rumah tahanan Cipinang,” ujar Juru Bicara KPK, Johan Budi kepada wartawan, sesaat setelah RE Siahaan dibawa mobil tahanan menuju Cipinang.

Dijelaskan Johan, penahanan ini untuk kepentingan penyidikan perkara dugaan korupsi pengelolaan dana bantuan sosial (bansos) sekretariat daerah dan dana rehabilitasi/pemeliharaan dinas pekerjaan uumum pada APBD Kota Pematangsiantar tahun anggaran 2007 itu.

Berdasarkan hasil penyidikan, lanjut Johan, ditemukan bahwa saat menjabat wali kota, RE Siahaan pada sekitar Maret 2007 memerintahkan untuk memotong anggaran pemeliharaan rutin Dinas PU sebesar 40 persen dari setiap proyek. “Yang kemudian diserahkan kepada tersangka dalam beberapa tahap,” ujar Johan.
Selanjutnya, lanjut Johan, sekitar Desember 2007, RE Siahaan juga memerintahkan untuk mengambil anggaran bansos yang digunakan untuk memperkaya diri sendiri dan orang lain. Kerugian negara akibat perbuatan ini diduga sebesar Rp9,088 miliar.

RE Siahaan disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 dan atau pasal 5 dan atau pasal 9 dan atau pasal 11 Undang-undang Nomor 31 tahun 1999 Tentang Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU Nomor 31 tahun 199 tentang Tindak Pidana Korupsi.
RE Siahaan sendiri tampak santai dan tenang. Pria yang kemarin mengenakan baju biru muda motif garis-garis itu tersenyum kepada para wartawan yang menunggunya di pintu keluar gedung KPK.

Dengan enak, dia masih mau melayani pertanyaan wartawan. “Saya tidak tahu salah saya apa,” ujarnya. Lantas, siapa yang salah? Dia menjelaskan, sesuai dengan Permendagri, pengelola keuangan daerah meliputi sekda dan kepala SKPD. “Mestinya, pengguna dan pengelola keuangan itu,” cetusnya.

RE Siahaan tiba ke gedung KPK kemarin pagi menjelang pukul 09.00 WIB.  Dia datang ditemani dua pria. Informasi yang dihimpun Sumut Pos ini, sebenarnya pemeriksaan RE Siahaan sudah selesai siang hari. Setelah itu, RE Siahaan menjalani pemeriksaan oleh tim dokter KPK. Karena ada pengecekan kesehatan itulah, tanda-tanda dia bakal ditahan, sudah bocor ke wartawan sejak siang.

Usai menjalani pemeriksaan kesehatan, di gedung KPK RE Siahaan hanya diam, karena sudah tidak ada pemeriksaan lagi oleh penyidik.  Proses  administrasi untuk penahanan, seperti penandatangan surat penahanan oleh ketua KPK dan koordinasi dengan LP Cipinang, memerlukan waktu hingga petang. Begitu kelar, RE Siahaan langsung diboyong ke Cipinang. (sam)

Nazaruddin dan Istri Dipanggil KPK

Tapi, Bukan Karena Dugaan Suap Sesmenpora

JAKARTA-Mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin akhirnya resmi dipanggil Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jumat (10/6), besok. Tapi, pemanggilan itu bukan terkait kasus dugaan suap sesmenpora ataupun dugaan pemberian sejumlah uang terhadap sekjen Mahkamah Konstitusi yang menyeret nama Nazaruddin, beberapa waktu terakhir.

Pimpinan KPK Chandra Hamzah mengungkapkan, politisi muda Demokrat itu justru akan dipanggil terkait dugaan korupsi di kementrian pendidikan nasional (kemendiknas). “Kami butuh keterangan yang bersangkutan tentang kasus di diknas, dia (Nazaruddin, Red) termasuk pihak terkait,” ujar Chandra, usai rapat dengan Tim Pengawas Kasus Bank Century, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin (8/6).

Dia menolak pemanggilan tersebut mendadak. Menurut Chandra, proses penyelidikan terkait kasus di kemendiknas itu sebenarnya sudah dimulai sejak Maret 2011. “Itu kan sebelum sesmenpora bahkan,” ujarnya. Mantan pengacara itu juga menolak kalau pemanggilan tersebut dianggap melompat.

Mengingat, selama ini, Nazaruddin lebih banyak dikaitkan dengan kasus dugaan suap sesmenpora yang telah menempatkan sejumlah tersangka. “Kenapa? Memang nggak boleh manggil ke penyelidikan? Kan sah-sah saja. Nggak ada itu lompatan, nggak ada juga upaya membidik orang tertentu,” bantahnya.

Selain itu, Chandra juga memastikan, kalau proses penyidikan terkait kasus dugaan suap sesmenporan
juga masih akan berjalan. Meski, belum ada rencana pemanggilan terhadap Nazaruddin hingga saat ini. “Yang pasti masih jalan, diantaranya sudah ada penggeledahan di beberapa tempat di Jakarta Timur,” bebernya.

Terpisah, Juru Bicara KPK Johan Budi S.P menjelaskan, kasus dugaan korupsi di kemendiknas adalah terkait pengadaan barang di Ditjen PMPTK Kemendiknas. Yaitu, pada 2007, dengan nilai proyek dalam kasus tersebut mencapai Rp142 miliar.

Johan menegaskan, pihak KPK memeriksa Nazaruddin dalam kapasitasnya sebagai terperiksa. Bukan sebagai saksi atau tersangka. Hal itu mengingat kasus tersebut masih dalam tahap penyelidikan. Lembaga superbodi tersebut juga masih menyelidiki dugaan kerugian negara dalam kasus tersebut. “Jumat ini, yang bersangkutan diperiksa sebagai terperiksa,” tandas Johan.

Kasus dugaan korupsi Revitalisasi Saranan dan Prasarana Pendidikan di Ditjen Peningkatan Mutu Pendidikan dan Tenaga Kependidikan (PMPTK), bisa menyeret Wakil Menteri Pendidikan Nasional (Wamendiknas) Fasli Jalal. Pasalnya, ketika terjadi korupsi tersebut, Fasli menjabat sebagai Dirjen PMPTK.

Ditemui usai acara pertemuan rektor di Kemendiknas kemarin (8/7), Fasli menjelaskan dirinya masih menunggu apakah ada permintaan pemanggilan dari KPK. “Jika nanti masalah ini mengharuskan saya diperiksa, tentunya saya akan bersedia memberikan keterangan,” tutur Fasli.

Selanjutnya, jika memang terbukti bersalah, Fasli siap bertanggung jawab atas kesalahan tersebut. Dia menuturkan, pada saat proses pengadaan dan revitaslisasi saranan dan prasarana di Ditjen PMPTK 2007 itu, dia mengaku memang menjabat sebagai dirjen. Fasli masih enggan berkomentar lebih jauh. Dia berharap public menunggu pengumuman resmi dari KPK. Dia berjanji akan mengikuti semua aturan main yang bakal dijalankan KPK. Fasli menambahkan, saat terjadi proses pengadaan tersebut, dirinya akan segera pindah menjadi Dirjen Pendidikan Tinggi (Dikti).

Sementara itu, pada saat Nazaruddin dipanggil KPK pada Jumat mendatang, istrinya Neneng Sriwahyuni rencananya juga akan dimintai keterangan untuk dugaan kasus korupsi yang lain. Yaitu, terkait kasus pengadaan listrik tenaga surya di kementrian tenaga kerja dan transmigrasi, sekitar 2008.

Menurut Ketua KPK Muhammad Busyro Muqoddas istri Nazaruddin berposisi sebagai orang luar atau rekanan dalam proyek tersebut. “Dia diduga menerima suap namun nilainya belum jelas,” kata Busyro.

Di sisi lain, menindaklanjuti kasus suap Sesmenpora, KPK juga telah meminta data terkait aliran dana ke rekening Muhammad Nazaruddin dari Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK). Diduga aliran dana tersebut terkait suap pembangunan Wisma Atlet di Palembang.
“Sudah diminta tapi belum final,” kata Busyro.

Menurut Busyro, setelah PPATK merilis adanya aliran dana ke rekening Nazaruddin terkait dugaan suap pembangunan wisma atlet, PPATK belum menyerahkan laporan tersebut ke KPK. Karena itu, KPK berinisiatif untuk meminta ‘laporan PPATK tersebut’. “Kami sudah tugaskan orang ke sana (PPATK),” kata Busyro.

Seperti diberitakan, PPATK mengidentifikasi adanya transaksi mencurigakan dalam rekening atas nama Mantan Bendum Partai Demokrat tersebut Senin lalu. Menurut Direktur pengawasan dan kepatuhan PPATK, Subintoro, transaksi atas nama Nazaruddin itu terkait kasus dugaan suap Sesmenpora. Selain transaksi mencurigakan atas nama Nazaruddin, PPATK juga menemukan 12 transaksi mencurigakan lainnya terkait dugaan suap Wisma Atlet.

Seperti diketahui, nama Nazaruddin disebut-sebut memerintahkan salah satu tersangka Mindo Rosa Manulang untuk menyerahkan cek senilai Rp3,2 miliar ke Sesmenpora Wafid Muharram. Cek tersebut? diduga merupakan duit suap terkait pembangunan Wisma Atlet di Palembang. ingapura pada 23 Mei malam lalu, 24 jam sebelum KPK mengirim surat pencegahan ke Direktorat Jenderal Imigrasi.

Hingga saat ini, posisi Nazaruddin masih berada di Singapura. Oleh partainya, Nazaruddin dinyatakan sedang menjalani perawatan kesehatan terkait penyakit jantung yang diderita. Dia berangkat ke Singapura, sehari sebelum surat cekal dari kemenkum HAM keluar.

Akhir pekan lalu, tim dari Demokrat sebenarnya sudah berkunjung ke sana. Namun, mereka hanya menemui yang bersangkutan di sana. Ketika kembali ke tanah air, tim tersebut tanpa keikutsertaan Nazaruddin.

Salah satu anggota tim sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat Jafar Hafsah yakin, Nazaruddin nantinya akan segera pulang ke tanah air. Termasuk, memenuhi panggilan KPK.

“Saya tidak katakana, dia akan pulang Jumat, tapi yang pasti dia akan datang,” ujar Jafar Hafsah, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, kemarin.

Terkait kasus kemendiknas yang dipakai alat KPK untuk memanggil Nazaruddin bukannya kasus sesmenpora, Jafar enggan menanggapi. Dia mengaku, belum mengetahui surat resmi pemanggilan tersebut. “Tapi, ya silahkan saja, itu kan kewenangan mereka (KPK, Red),” tandasnya. (dyn/ken/wan/jpnn)

Petinggi Polda Curiga Kasus Amplop Rekayasa Bandar

Judi Togel di Binjai

MEDAN-Dit Propam Poldasu Saat masih terus melakukan penyelidikan dugaan keterlibatan 22 perwira utama di Polres Binjai dalam praktik pembekingan judi toto gelap (Togel) di Binjai.

Di lain pihak, tim khusus bentukan Kapolres Binjai AKBP Dra Rina Sari Ginting terus berupaya mengungkap jaringan judi togel yang dioperasikan bandar berinisial A.

Setelah hampir sepekan polisi menangani kasus judi togel di Binjai ini, Kabid Humas Poldasu AKBP Raden Heru Prakoso, menegaskan kepolisian membutuhkan waktu.

“Tidak bisa buru-buru, agar tidak salah. Karena menyangkut anggota Polri, kasih kesempatan tim untuk mendalaminya agar bisa diungkap sampai ke akarnya,” pintanya.

Saat ini, penyelidikan mendalam Dit Propam Poldasu sudah pada tahap meminta keterangan ketiga tersangka judi yang diamankan tim khusus Polres Binjai. Propam melengkapi bukti yang sudah didapat, seperti menyita 22 amplop yang bertuliskan nama-nama pejabat Polres Binjai. “Propam Poldasu sudah meminta keterangan tersangka 303 (judi) sambil mencari bukti kuat agar yang bersangkutan (22 perwiran diduga pembeking judi) dipanggil untuk diperiksa,” ujar Kabid Humas Poldasu AKBP Raden Heru Prakoso, Rabu (8/6).

Penyelidikan mendalam diperlukan agar pejabat utama Polres Binjai yang menerima setoran tidak bisa mengelak lagi. “Kalau sudah punya bukti yang kuat, bila terbukti anggota itu tidak bisa mengelak lagi,” ucapnya.
Petinggi Polda Sumut, menurut Heru, curiga ada peran bandar dalam merekayasa kasus ini. “Selain dugaan ada (perwira) menerima, bisa jadi ini semua ulah para bandar judi besar di Sumut merekayasa keterlibatan polri dalam pembiaran praktik judi,” cetus Heru Prakoso.

Rekayasa menuliskan nama-nama anggota Polri di amplop karena para bandar meras tidak senang diganggu dan ditangkap. “Mungkin mereka sengaja membuatnya untuk melibatkan oknum Polri, “ cetus Heru.

Heru membantah kalau empat Kapolsek dan sejumlah Kanit Reskrim sudah diperiksa di Propam Poldasu. “Belum ada, kalau ada pasti kita sampaikan. Propam masih mendalami penyelidikannya,” bebernya menjawab pertanyaan.
Mengenai temuan amplop bertuliskan nama-nama pejabat utama Polres Binjai, masih tetap didalami tim khusus. Dimana, penyelidikannya yang mendalam oleh tim khusus dari Polres Binjai masih sulit untuk mengungkap keterlibatan anggota Polri.

“Biarkan tim bekerja,  amplop yang ada daftar namanya merupakan bahan masukan untuk Polri. Bila memang terbukti akan secepatnya di kabarkan, “ cetus Heru.

Sejumlah wilayah di Belawan dan Kabupaten Langkat diduga masih dijadikan lokasi penjualan judi togel. Pantauan Sumut Pos di lapangan, hingga Rabu (8/6) kemarin, beberapa warung kopi dan lokasi pemukiman padat penduduk di Belawan, banyak dijadikan tempat penjualan togel. Bahkan di sejumlah lokasi, keberadaan judi jenis tebakan angka ini beroperasi terang-terangan. Beberapa lokasi itu antara lain di kawasan Sicanang, Kampung Kurnia,  Uni Kampung, Kampung Salam dan beberapa tempat sarana umum.

“Di sini orang gak takut jual togel, sejak dulu selalu aman,” kata pria berkulit sawo matang yang tak minta namanya tidak dipublikasikan.

Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Endro Kiswanto dan juga Kasat Reskrim, AKP Hamam W tidak dapat dikonfirmasi terkait hal tersebut.

Sementara di Langkat, sejumlah lokasi yang sering dijadikan tempat transaksi judi togel berada di warung atau kedai kopi. Seperti di warung di Simpang Empat Pelantaran di Desa Kubuan, Dusun VIII di Desa Kubuan, warung di Simpang IV di Kelurahan Pekan Tanjung Pura, kedai kopi di Kelurahan Pekan Tanjung Pura, Jalan T Amir Hamzah di Kelurahan Pekan Tanjung Pura, Jalan Sudirman di Depan Gedung Nasional di Kelurahan Pekan Tanjung Pura, Jalan Bambu Runcing, Desa Lalang, Desa Teluk Bakung, Desa Paya Perupuk.

Hingga sebelum penggerebekan judi di Brahrang, Binjai, praktek perjudian dengan omset mencapai puluhan juta rupiah di lokasi itu bebas beraksi. Para cukong judi sengaja memanfaatkan remaja pengangguran setempat sebagai juru tulis. Selain itu, sebagian oknum petugas disebut-sebut juga ikut menerima setoran dari bandar judi. Namun, belum diketahui kebenarannya terkait isu tersebut.

Sedangkan, tentang siapa nama bandar yang berani dan nekat menjalankan bisnis haram tersebut, sejumlah warga sekitar banyak yang buka mulut dan mengaku kalau A (35), adalah bandar judi terbesar di Tanjung Pura. “Kalau togel hadir setiap hari Senin, Rabu, Kamis, Sabtu dan Minggu mulai pagi sampai sore hari. Togas Hongkong hadir setiap hari dan buka pada malam hari sekitar jam 11 malam,” ujar seorang warga yang identitasnya minta dirahasiakan.
Di Kecamatan Stabat, aktivitas judi mulai berkurang. Bahkan, sarang judi Bangsal jenis Samkwan yang terletak di Jalan Sudirman, Kelurahan Perdamaian, Kecamatan Stabat, Langkat milik bandar besar berinisial KW, kabarnya sudah berhenti beroperasi. Sedangkan, judi togel dan togas praktis sudah tidak ada lagi.

Kapolres Langkat, AKBP Mardiyono SIK saat dikonfirmasi menjelaskan pihaknya tidak memberikan toleransi terhadap kasus perjudian di Langkat. Pihaknya mengajak peran serta dari masyarakat luas untuk secara bersama-sama memberantas segala bentuk perjudian. “Judi tidak bisa diberantas hanya dengan mengandalkan polisi. Peran masyarakat dan ulama sangat penting. Kalau masyarakat tidak mau berjudi, pasti tidak akan ada judi serta kolusi dengan aparat tidak akan pernah terjadi,” kata Kapolres Langkat.(adl/mag-1/mag-11)

Prangko Gambar Gus Dur Diluncurkan

JOMBANG-Peringatan 100 tahun tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang juga mantan Menteri Agama KH Abdul Wahid Hasyim kemarin (8/6) dihelat di Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng Jombang. Selain diadakan seminar internasional, pada hari itu juga di-launching prangko bergambar ayahanda almarhum Gus Dur (KH Abdurrahman Wahid) tersebut.

Prangko seri khusus itu diberikan langsung Kepala Divisi Regional PT Pos Indonesia Jawa Timur Junaedy. Berturut-turut yang menerima adalah Ny Sinta Nuriyah, Aisyah Baidlowi Hamid, Salahudin Wahid, Umar Wahid, dan Lily Wahid.

Sedangkan seminar internasional bertajuk The Future of Islam in the Changing World itu mendatangkan beberapa pembicara. Di antaranya Gokhan Bacik, profesor hubungan internasional dari Universitas Fatih Turki dan pengajar di sejumlah universitas top di Eropa. Juga ada Umar Anggara Jenie (profesor farmasi dari UGM) dan Ary Mochtar Pedju, anggota Asosiasi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI). Sayang, dua nama tenar internasional lagi gagal datang dalam seminar yang dimoderatori Inayah Wahid (putri Gus Dur) itu.

“Kami sudah mengundang Tun Mahathir Mohamad. Tapi, karena alasan kesehatan, beliau tak bisa datang. Kami juga mengundang Anwar Ibrahim,” kata Gus Solah, sapaan akrab Salahudin Wahid, pengasuh Ponpes Tebuireng, di acara kemarin. “Tapi, hari ini (kemarin, Red) beliau (Anwar) harus menghadiri mahkamah di Kuala Lumpur, jadi belum bisa datang,” tambahnya. Selain nama-nama tersebut, hadir pula Ketua Umum DPP Partai Demokrat Anas Urbaningrum, Ketua Mahkamah Konstitusi M. Mahfud M.D., Ny Sinta Nuriyah Wahid (janda Gus Dur), dan sejumlah tokoh lainnya.

Dalam seminar itu Gokhan mengatakan, setidaknya ada tiga parameter masa depan Islam yang harus diperhatikan. Yang pertama adalah soal kondisi material-non material (seperti ekonomi dan teknologi). “Yang kedua adalah soal menginterpretasikan kembali syariat Islam,” ucapnya. Dan yang ketiga adalah memperkuat komunitas-komunitas Islam di seluruh dunia dengan cara membuat standar pendidikan yang sama sehingga gampang menyambungnya dengan Islam di kawasan lain.

Yang menarik adalah pembahasan Gokhan untuk parameter yang kedua. Sebab, Gokhan menyinggung konsep Islam untuk negara. “Sejauh yang saya pelajari, tak ada satu pun ayat di Alquran dan hadis yang menyebut bagaimana seharusnya bentuk pemerintahan. Apakah itu presidensial, apakah parlementer, sama sekali tak dibahas,” ucapnya.
Namun, Gokhan mengatakan bahwa Islam sangat menentang bentuk-bentuk pemerintahan yang otoritarian dan menindas rakyatnya. “Dari poin ini sebenarnya bisa dipetik, Islam adalah agama anti penjajahan, namun tak berhasrat menjadikan dirinya sebagai sebuah negara. Bentuk negara apa pun dipersilakan,” tuturnya.

Gokhan juga mengatakan bahwa obsesi untuk menjadikan Islam sebagai sebuah negara adalah masalah besar. “Karena juga kadang tercampur dengan nasionalisme. Karena setiap muslim di negara mana pun rata-rata cenderung nasionalis.” Begitu analisis akademisi yang pernah melakukan riset sosial di Afghanistan berdasar order dari NATO tersebut.

Sementara itu, Umar Anggara Jenie dari UGM mengatakan, ada pandangan berbeda tentang ilmu antara pandangan Barat dan Islam. “Pandangan Barat menyatakan bahwa ilmu itu bebas nilai. Namun, tidak demikian halnya dengan Islam. Pengetahuan itu adalah sesuatu yang diberikan oleh Allah kepada umat manusia untuk menjalankan fungsinya,” tandasnya.

Pembicara yang terakhir, Ary Mochtar Pedju, menguraikan panjang lebar peranan Islam dalam pembentukan dunia ilmu modern. Bahwa Islam-lah yang mengembangkan, menginovasi, dan meletakkan dasar ilmu pengetahuan modern.

Sebelum seminar dibuka, acara tersebut ditandai dengan pemberian prangko seri khusus bergambar Wahid Hasyim kepada keluarga besar Wahid Hasyim. Yang diberikan langsung oleh Kepala Divisi Regional PT Pos Indonesia Jawa Timur Junaedy. Berturut-turut yang menerima adalah Ny Sinta Nuriyah, Aisyah Baidlowi Hamid, Salahudin Wahid, Umar Wahid, dan Lily Wahid. (ano/c9/kum)

Ada Cerita Bu Tien yang Tiba-tiba Cemburu

Dibukukan, Sisi Pelik Kehidupan Pribadi Pak Harto di Mata Orang-orang Dekatnya

Sebuah buku seputar kisah kehidupan pribadi mantan Presiden Soeharto yang selama ini tak pernah terekspos kemarin di-launching. Judulnya: Pak Harto, The Untold Stories. Tak tanggung-tanggung, ada 133 orang yang bersaksi dalam buku itu. Termasuk lawan-lawan politik Soeharto.

IBNU YUNIANTO, Jakarta

Maret 1981 pukul 03.00. Telepon di kediaman Presiden Soeharto di Jalan Cendana berdering dan diterima ajudan presiden, Letkol Soerjadi. Kala itu Kepala Pusat Intelijen Strategis Letjen TNI Benny Moerdani menelepon dari Bangkok. Dia meminta petunjuk soal operasi pembebasan pesawat DC-9 Woyla milik Garuda Indonesia yang tengah dibajak di Bandara Don Muang.

Soerjadi bergegas menuju kamar tidur presiden hendak membangunkannya. Ternyata, pintu kamar sudah terbuka dan Pak Harto (panggilan akrab Soeharto) sudah di depan pintu. Laporan singkat diberikan dan permohonan petunjuk diminta.

“Namun, Pak Harto hanya menjawab singkat, Benny wis ngerti kudu piye (sudah mengerti harus bagaimana),” ungkap Soerjadi yang kini menjadi ketua umum Pengurus Pusat Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat itu menirukan Soeharto.

Cerita tersebut dimaknai Soerjadi bahwa Pak Harto adalah sosok pemimpin yang memberikan kepercayaan penuh kepada anak buahnya yang tengah bertugas. Di mata Soerjadi, Pak Harto adalah tipe pemimpin yang bekerja tanpa mengenal waktu.

“Selama lima tahun menjadi ajudan, saya tak pernah tahu kapan Pak Harto tidur. Pagi, siang, sore, tengah malam, subuh, setiap kali hendak lapor, beliau selalu ada,” kata pensiunan jenderal berbintang tiga tersebut.
Selama lima tahun menjadi ajudan Pak Harto, Soerjadi mengaku belajar banyak dari bosnya itu. Salah satunya adalah kebiasaan untuk terus belajar dan banyak membaca. “Setiap saat selalu ada kertas di tangan beliau. Entah itu buku, koran, laporan, atau catatan. Ketika sedang ganti baju pun selalu ada buku atau kertas yang terbuka di dekatnya. Entah di lantai, di meja, atau di tempat tidur,” tuturnya.

Penggalan kesaksian itu merupakan salah satu cuplikan isi buku berjudul Pak Harto, The Untold Stories. Bertempat di Museum Purnabakti Pertiwi di kompleks TMII, Jakarta, buku tersebut di-launching sekitar pukul 09.00 kemarin.
Peluncuran buku tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional. Di antaranya, Ketua MPR Taufik Kiemas, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, mantan Menperin Fahmi Idris, mantan Menkeu J.B. Sumarlin, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta, Mayjen TNI (pur) Sutoyo N.K., serta Sukardi Rinakit.

Hadir pula mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainudin Maidin yang menggantikan eks PM Malaysia Mahathir Mohamad.

Dalam pidatonya, Taufik Kiemas menyatakan memiliki kenangan indah dengan Soeharto menjelang ajalnya. Meski Soeharto berseberangan dengan keluarga Soekarno, Kiemas tak menemukan dendam itu dalam pertemuannya di kediaman Tutut dua minggu sebelum meninggalnya Pak Harto.

“Saya menjenguk Pak Harto yang tengah sakit. Dalam pertemuan itu, Pak Harto menyapa saya dengan sebutan Mas Taufik. Saya merasa ada kesan kekeluargaan yang dalam dengan sebutan itu,” ujarnya.
Dalam pembicaraan singkatnya, Soeharto pun menitip salam untuk mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. “Terima kasih ya, Bu Mega telah berjuang mempertahankan NKRI dan Pancasila. Sampaikan salam saya kepada Ibu Mega,” kata Kiemas menirukan pesan Soeharto.

Kenangan indah tentang Soeharto juga datang dari luar negeri. Mantan Menteri Penerangan Malaysia Tun Sri Zainudin Mahidin menyatakan, negaranya berutang budi kepada Soeharto yang mengakhiri konflik Indonesia-Malaysia pada akhir periode kepemimpinan Soekarno.

“Karena itu, terpatri di benak masyarakat Malaysia untuk mengabadikan nama Soeharto. Kini ada nama Kampong Soeharto, Masjid Soeharto, Rumah Sakit Soeharto, dan Sekolah Kebangsaan Soeharto,” jelasnya.
Zainudin juga menyitir pidato Mahathir saat pemakaman Soeharto yang membela Pak Harto dari tuduhan orang-orang yang telah melupakan jasa-jasanya.

Pak Harto, The Untold Stories adalah buku yang diluncurkan sebagai perayaan ulang tahun ke-90 almarhum Soeharto. Buku 600 halaman itu berisi kisah 133 orang yang pernah bekerja pada Soeharto. Mulai para pejabat tinggi negara, sahabat, hingga orang-orang yang pernah menjadi lawan politiknya.

Eks ajudan Soeharto lainnya, mantan Wakil Presiden Try Soetrisno, mengungkapkan, hal yang paling berkesan dari Soeharto adalah kegemarannya menyamar ketika melakukan kunjungan dadakan (incognito). Pada awal-awal menjabat presiden, dia memang kerap melakukan perjalanan ke berbagai daerah tanpa pemberitahuan kepada pimpinan daerah setempat. Rombongan berangkat dengan tiga mobil kecil yang terdiri atas ajudan, pengawal pribadi, serta dokter kepresidenan.

“Biasanya kami disangoni Bu Tien kering tempe dan ikan teri. Kalau sudah jam makan, biasanya ajudan dan pengawal disuruh makan dulu, beliau meneruskan diskusi dengan petani soal harga pupuk dan beras. Kami sering makan bersama karena kata Pak Harto makan bersama pengawal itu mengingatkannya pada zaman perjuangan,” tuturnya.
Rombongan kecil tersebut sengaja mblusuk ke pedalaman, berhenti di persawahan, bertemu langsung dengan petani, atau ke tempat pelelangan ikan saat subuh. “Kami biasa tidur di mana saja. Pak Harto juga pernah tidur di pinggir jalan, di atas selokan, duduk tanpa alas, dan kepalanya disandarkan ke pagar. Foto yang dijadikan sampul buku ini adalah asli, tidak ada rekayasa,” tegas Try.

Lain lagi cerita mantan Menteri Penerangan Harmoko yang disampaikan dalam buku itu. Mantan wartawan yang ketika menjabat pada era Soeharto terkenal dengan kalimat “atas petunjuk Bapak Presiden” itu menyatakan pernah dinasihati Soeharto. Dia dinasehati agar menjaga kesehatan dengan sering-sering mengonsumsi tiwul dan tempe goreng. “Katanya bisa menurunkan kolesterol. Saya jawab saja, susah mencari tiwul di Jakarta,” ujarnya.
Soeharto terkenal dengan kebiasaannya memancing. Dengan kapal kecil, dia kerap mengajak pengawal dan ajudannya memancing ikan di Teluk Jakarta, Selat Sunda, hingga ke Pangandaran. Soeharto sering difoto media ketika tengah memamerkan ikan besar di ujung tali pancingnya. Nah, suatu ketika berembus isu bahwa Soeharto sebenarnya hebat memancing karena ada Marinir yang menyelam di bawah kapalnya dan memasangkan ikan besar di kail yang dia pegang.

Harmoko pun tergelitik untuk menanyakan kebenaran kabar itu kepada Soeharto. Namun, Soeharto hanya tertawa dan mengajaknya mancing ke Teluk Jakarta. “Ternyata, Pak Harto sering mendapat ikan besar karena mancingnya di atas rumpon dari becak yang sengaja dibuang ke laut untuk menjadi rumah ikan,” tuturnya lantas tergelak.

Karena kegemarannya memancing itu, Soeharto pernah dicemburui Bu Tien. Brigjen TNI (pur) Eddie Marzuki Nalapraya dalam buku tersebut bercerita, suatu ketika dirinya diajak Soeharto memancing ke Pelabuhan Ratu bersama sejumlah pengawal. Ketika hendak berangkat, Bu Tien tiba-tiba menghentikan mobil dan mengetuk kaca.
“Saya segera menurunkan kaca mobil. Sambil tersenyum, Bu Tien berkata, jangan memancing ikan yang rambutnya panjang ya,” ungkapnya.

Putri sulung Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut), mengaku paling terkesan dengan falsafah Jawa yang kerap diberikan bapaknya. Salah satunya adalah sa-sa-sa. Yakni, sabar atine, sabar pikolahe, sareh tumindake (selalu sabar, selalu saleh, dan selalu bijaksana).

“Setelah memutuskan berhenti dari jabatan sebagai presiden Republik Indonesia, Bapak tak pernah jemu mengingatkan kami untuk tetap sabar dan jangan dendam,” kenang Tutut.

Dia juga menunjuk satu lagi falsafah yang dituturkan Pak Harto yang kini menjadi pegangannya. Falsafah itu ditulis di bawah foto Pak Harto sepuh yang tengah tersenyum yang dipajang di tengah-tengah ruangan peluncuran buku. Falsafah tersebut berbunyi wong iku kudu ngudi kabecikan, jalaran kabecikan iku sanguning urip (orang itu harus mencari kebaikan, karena kebaikan itu bekal hidup).

Dengan falsafah tersebut, Tutut menyatakan tak memiliki motif politik dalam peluncuran buku itu, selain menguak sisi manusiawi Soeharto untuk mengenang budi baiknya. “Kami mencatat kenang-kenangan itu dalam sebuah buku secara jujur dan tanpa rekayasa. Semua apa adanya,” terangnya. (c5/kum/jpnn)

Pentingkan Azas Manfaat

Asmirandah

Asmirandah Zantman, 21, punya tip khusus dalam memilih barang. Entah itu yang berhubungan dengan penampilan sampai kebutuhan rumah. Perempuan yang akrab disapa Andah tersebut bilang bahwa setiap barang yang dibeli harus bermanfaat, tidak mementingkan gengsi dan merek ternama.

Di keluarga, Andah dibiasakan terlibat dalam pemilihan barang-barang kebutuhan rumah oleh orangtua. “Misalnya, saat papa dan mama mau beli sesuatu, mereka pasti minta pendapat saya. Kami diskusi supaya barang yang kebeli itu sesuai dengan selera kami bersama,” terangnya di sela acara peluncuran produk pendingin ruang di Intercontinental Jakarta Midplaza Hotel kemarin (8/6).

Begitu juga persoalan fashion. Item yang dipilih perempuan berdarah Belanda itu lebih kuat pada azas manfaatnya. “Kalau saya harus membayar lebih mahal, tapi dapat manfaat lebih banyak, kenapa tidak,” ujar kekasih Dude Herlino tersebut.

Untuk kosmetik wajah pun, pemeran Kamila dalam sinetron Kemilau Cinta Kamila itu tak canggung membeli kosmetik yang ada di warung. Untung, kulit mulusnya tidak terlalu sensitif terhadap produk kosmetik tertentu. Andah menyatakan selama ini tidak konsisten dengan satu merek kosmetik. Dia menggunakan produk berganti-ganti.

“Saya pakai kosmetik merek campur-campur. Bedaknya apa, lotion-nya apa. Standar saja sih. Tidak aneh-aneh. Kenapa harus susah-susah cari produk kosmetik sampai luar negeri. Kalau lagi liburan terus beli sih nggak apa-apa. Tapi, kalau lagi di sini, ya beli saja yang ada,” ucapnya. (jan/c11/ayi/jpnn)

Pesawat Tempur TNI AU Tergelincir

PEKAN BARU- Pesawat tempur milik TNI AU jenis Hawk 200 dengan nomor pesawat TT 0214 mengalami insiden tergelincir dari landasan pacu Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, karena ada masalah dengan pengereman saat melakukan pendaratan, Rabu (8/6) sekitar pukul 14.36 WIB. Akibat peristiwa ini, bandara sempat ditutup selama 30 menit.

Informasi yang dihimpun Riau Pos (grup Sumut Pos) di lapangan menyebutkan, saat itu TNI AU sedang mengadakan latihan rutin. Dua pesawat tempur itu melakukan manuver di udara dengan baik namun saat mendarat (landing) satu pesawat mengalami gangguan. Pesawat pertama mulus mendarat di landasan. Sementara pesawat kedua mengalami insiden, tepatnya di pertengahan run way atau berada di depan tower bandara. Pesawat ini mengalami masalah pada sistem pengereman hingga pesawat tergelincir sejauh dua sampai tiga meter dari landasan. Akibatnya, kedua ban pesawat pecah.

Danlanud Pekanbaru, Kolonel Pnb Bowo Budiarto SE, kepada wartawan menjelaskan bahwa insiden yang terjadi murni karena persoalan pengereman. ‘’Ini insiden kecil saat latihan. Pesawat mengalami masalah pada sistem breaking (pengereman). Namun tidak ada korban jiwa. Pesawat juga sudah ditarik lokasi. Bisa kalian lihat sendirikan, kerusakannya juga sedang diperbaiki,’’ jelas Bowo sambil menunjukkan pesawat. (gus/rpg)

Tersangka WN Vietnam Jaringan Internasional

MEDAN-Direktorat Narkoba Polda Sumut berkoordinasi dengan Mabes Polri terkait penyelundupan sabu 1,061 gram yang dibawa tersangka warga negara Vietnam, Nguyen Thi Tuyet dari Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (7/6). Koordinasi tersebut untuk mengungkap penyelundupan sabu-sabu senilai Rp1 miliar tersebut.

Kasubid Idik II Dit Narkoba Polda Sumut, AKBP Andy Rian menjelaskan, dalam penyelidikan awal untuk menelusuri asal dan tujuan barang haram itu dilakukan dengan penelusuran ke Jakarta. Sedangkan pengakuan tersangka, lanjut Andy, merupakan titipan seseorang di Thailand yang diminta agar dibawa ke Indonesia, melalui Bandara Polonia Medan.

Andy menyakini, jika Nguyen Thi Tuyet termasuk dalam sindikat jaringan internasional. “Jelas ini sindikat jaringan narkoba internasional Golden Triangle,” ungkap Andy. (adl)

Nunun Buronan Interpol

KPK Kirim Red Notice

JAKARTA-Nunun Nurbaeti tak lama lagi akan berstatus buronan interpol. Kemarin (8/6), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah resmi mengirim red notice tersangka suap cek perjalanan pemilihan Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom itu kepada Mabes Polri yang kemudian akan diteruskan ke interpol.

“Kami harap setelah dikirim ke Mabes Polri secepatnya bisa disebar (ke negara-negara jaringan interpol),” kata Juru Bicara KPK Johan Budi di kantornya, kemarin (8/6). Lebih lanjut, dia berharap, setelah menerima red notice tersebut, interpol bisa dengan cepat menetapkan istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun itu masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buron.

Nah, apabila statusnya telah menjadi buron, maka Nunun dengan mudah ditangkap di persembunyiannya. Sebagai informasi, Kamboja, Thailand dan Singapura merupakan negara-negara yang memiliki perwakilan interpol. Jadi, Nunun pun bisa ditangkap apabila memang berada di tiga negara tersebut.

Seperti yang diketahui, Nunun yang sejak Februari lalu telah menyandang status tersangka dikabarkan sering bepergian ke Singapura dan Thailand. Namun beberapa waktu lalu Kemenkum HAM menyatakan bahwa sejak 23 Maret lalu Nunun telah terbang ke” Phnom Penh dan sejak saat itulah sosialita tersebut tinggal di ibukota Kamboja itu.

Sementara itu Menkum HAM Patrialis Akbar kemarin sedikit mengeluhkan tekanan publik yang menganggap pemerintah terutama Kemenkum HAM lambat menangani proses pemulangan Nunun. Patrialis pun mengatakan instansinya tidak bisa” mendeteksi keberadaan Nunun selama terus menerus. Apalagi mengetahui keberadaanya selama 24 jam.

“Kalau dia di luar negeri, mana mungkin kami bisa mengikuti Bu Nunun kemanapun,” kata Patrialis saat ditemui dalam acara Penetapan Wilayah Bebas Korupsi Kementerian Hukum dan HAM dikantornya kemarin. Politisi PAN itu lalu menjelaskan bahwa Kemenkum HAM bekerja hanya berdasarkan permintaan aparat penegak hukum. Kalau memang lembaga penegak hukum meminta agar pihaknya menelusuri keberadaan Nunun, maka pihaknya pun akan bergerak.

Bahkan menurutnya, data yang dipakai Kemenkum HAM untuk menelusuri keberadaan Nunun bukanlah data dari imigrasi di luar negeri. “Tapi selama ini kami dapatkan dari data penumpang pesawat,” imbuhnya.
Menurutnya, data terakhir yang didapat Kemenkum HAM terkait keberadaan Nunun adalah pada tanggal 23 Maret 2011 berdasarkan hasil manifest di Bangkok Airways, Nunun terbang ke Pnom Phen, Namanya, kata Patrialis, tercatat sebagai penumpang maskapai tersebut.

Untuk itulah mantan anggota Komisi III DPR ini menegaskan bahwa pihak yang paling berkompetensi untuk mendeteksi keberadaan Nunun adalah Kementerian Luar Negeri. Sebab, semua tercatat di data Kedutaan Besar Indonesia yang berada di negara-negara tersebut. (ken/kuh/iro/jpnn)

Idrus Marham Mendadak Mundur dari DPR

JAKARTA- Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham, mendadak mengundurkan diri sebagai anggota Komisi II DPR. Langkah ini diambil agar Idrus fokus pada pemenangan Partai Golkar di Pemilu 2014.

“Pak Ical (Aburizal Bakrie) mengizinkan, ini kami baru selesai rapat di Slipi,” kata Wakil Sekjen Golkar, Leo Nababan, di Jakarta, Rabu (8/6).

Leo menjelaskan, keputusan pengunduran diri Idrus Marham ini diputuskan dalam rapat di DPP Partai Golkar. Meski demikian, Leo membenarkan pengunduran diri ini terkesan mendadak. “Ini agar dia fokus di kesekjenan menjelang 2014,” ujarnya.

Leo menepis anggapan pengunduran diri ini karena adanya perpecahan di tubuh partai berlambang beringin itu. Leo menegaskan, pengunduran diri ini agar Idrus fokus memenangkan Golkar di 2014. “Golkar solid, tak ada perpecahan,” ujarnya.(net/bbs/jpnn)