Home Blog Page 15138

Mantan Menkeu Mesir Dihukum 30 Tahun

KAIRO – Mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Mesir, Youssef Boutros Ghali dihukuman 30 tahun penjara. Boutros Ghali diputus bersalah atas korupsi dan memperkaya diri sendiri selama menjabat sebagai menteri di era pemerintahan presiden Husni Mubarak.

Ghali menjabat menteri keuangan dari 2004 sampai Januari 2011, selain itu dia juga menduduki jabatan tinggi selama bertahun-tahun di IMF. Dia sama sekali tidak hadir selama proses persidangan. Karena sejak dipecat telah menghilang. Selain hukuman itu, Ghali harus membayar denda 3,5 juta euro.

Hal lainnya, Jaksa penuntut di Kairo ingin menuntut 48 orang yang diduga terlibat aksi kekerasan antara muslim dan nasrani awal Mei lalu. Para tersangka tersebut terdiri dari muslim dan nasrani, Sabtu (4/6). (bbs/jpnn)

 

Mesin Kanada, Baling-baling Buatan Amerika

Kontroversi pesawat Ma-60 buatan China

JAKARTA- Kabar bahwa MA-60 tidak disertifikasi FAA (Federal Aviation Administration) juga menjadi pembahasan dalam kesempatan audiensi antara Xian Aircraft International Corporation (XAIC) dan rombongan dari Indonesia.
XAIC membenarkan bahwa pesawat produk mereka yang lebih banyak dimanfaatkan maskapai lokal Tiongkok itu tidak disertifikasi oleh lembaga otoritas penerbangan Amerika tersebut.

Menurut Presiden Direktur XAIC Gang Shao Hua Gang, pihaknya merasa tidak perlu melakukannya. “Kami (Tiongkok) mempunyai standardisasi keselamatan penerbangan dan otoritas sertifikasi sendiri (CCAR). MA-60 juga telah didaftarkan untuk diuji oleh otoritas Indonesia (DKU PPU) sebelum meneken kontrak dengan Merpati.

Hasilnya, pesawat tersebut layak terbang dan” beroperasi sesuai dengan standar keamanan Indonesia,” tegasnya.
Menurut Gang, sebuah pesawat perlu disertifikasi oleh FAA”hanya ketika akan memasuki pasar Amerika. Sedangkan MA-60 belum memasuki pasar negeri adidaya itu. Selain konsumen dalam negeri, peminat pesawat yang diproduksi sejak 1997 tersebut kebanyakan negara berkembang, seperti Indonesia, Laos, Filipina, Bolivia, dan Zimbabwe.
“Kami belum menjual produk tersebut (MA-60) ke Eropa dan Amerika. Ketika masuk pasar di sana, pasti kami menyertifikasikannya ke FAA. Ini karena mereka otoritasnya,” tegasnya.

XAIC juga menjelaskan, sebagian besar komponen MA-60 diimpor dari Barat, yang notabene perusahaan-perusahaan tersebut telah mengantongi sertifikat FAA. Misalnya, mesin MA-60 menggunakan PW-127 J turbo propeller buatan Pratt & Whitney, Kanada.

Baling-balingnya menggunakan 247F-3 buatan Hamilton Sundstrand, Amerika. Tugas pabrikan XAIC “hanya” membuat badan pesawat yang diadaptasi dari pesawat tempur Antonov buatan Rusia.
Pernyataan tersebut diamini Dirut Merpati Sardjono Jhony Tjitrokusumo. Menurut dia, yang perlu disertifikasi FAA adalah pesawat yang akan digunakan di Amerika. “Coba saya tanya, apa ada pesawat Rusia yang disertifikasi FAA,” katanya.

Meski demikian, mantan Presiden B.J. Jusuf Habibie kukuh menilai bahwa pesawat MA-60 yang jatuh di Teluk Kaimana tidak layak terbang dan tetap mengimbau agar mendapatkan sertifikasi FAA.

Pesawat yang digunakan Merpati Nusantara itu diyakini tidak lolos uji sertifikasi yang mensyaratkan bebas retak struktural setelah digunakan 100 ribu kali penerbangan. “Pesawat (MA-60) itu ada yang baru beberapa kali terbang sudah retak. Anda sendiri bisa menyimpulkan layak terbang atau tidak,” ujar pakar keretakan pesawat yang dijuluki Mr Crack itu ketika mengunjungi pabrik tekstil PT Sritex di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat lalu (27/5).
Satu kali penerbangan diukur dari pesawat lepas landas hingga mendarat. Dengan asumsi pesawat terbang empat kali sehari, pesawat harus terbang dengan selamat tanpa keretakan selama 25 ribu hari. “Jika seribu hari dihitung sama dengan tiga tahun, pesawat tersebut harus terbang setara dengan 75 tahun tanpa keretakan,” papar Habibie.
seperti dilansir Jawa Pos (28/5).

Dua unit pesawat MA-60 yang didatangkan Merpati pada 8 Mei dan 12 Agustus 2009 diketahui mengalami keretakan di bagian rudder atau ekor vertikal pesawat. Merpati mengklaim keretakan tersebut sebagai baby sickness atau sekadar rewel, bukan kerusakan yang membahayakan. Material dua unit pesawat tersebut juga telah diganti oleh pabrikan.

Sebenarnya, pentingnya sertifikasi FAA tidak hanya terkait dengan kelaikan pesawat. Sertifikasi oleh lembaga Amerika Serikat tersebut juga terkait dengan asuransi terhadap semua penumpang dan awak pesawat jika terjadi kecelakaan.

Untuk pesawat yang disertifikasi FAA, korbannya mendapat santunan sampai Rp 6 miliar. Misalnya, ketika terjadi kecelakaan Silk Air di Palembang pada 19 Desember 1997. Kapten pilot setidaknya akan menerima USD 200 ribu, kopilot USD 150.000, sedangkan pramugari USD 100 ribu atau lebih. Jumlah yang diterima penumpang sama dengan pramugari.

Karena tekanan kuat dari berbagai pihak tentang pentingnya sertifikasi itulah, Merpati akhirnya mengupayakan agar MA-60 mendapatkannya dari otoritas penerbangan Eropa, IOSA. Sardjono menjelaskan, Merpati dalam proses mengurus IATA Operational Safety Audit (IOSA) untuk MA-60 agar mendapatkan sertifikasi layak terbang.
“IOSA pada saat ini baru sekitar 80 persen prosesnya dan diperkirakan Desember tahun ini selesai,” jelasnya kepada wartawan Kamis (1/6).

Sardjono merencanakan, setelah MA-60 mendapatkan sertifikasi dari IOSA, Merpati akan mengurus sertifikasi dari FAA. “IOSA dulu karena dia yang paling dekat di Eropa, baru setelah itu FAA dari Amerika,” rencananya. (cak/c2/ttg)

Pengadaannya pun Sudah Bermasalah

BUKAN hanya laik-tidaknya MA-60 yang menjadi sorotan luas menyusul kecelakaan di Kaimana. Tapi, juga pengadaannya yang terbilang berbelit dan kontroversial.

Pengadaan 15 unit MA-60 dari Tiongkok itu berawal dari kebutuhan PT Merpati Nusantara menggantikan armada Fokker F-27 yang sudah uzur. Beberapa jenis pesawat pengganti sudah”dijajaki. Termasuk, ATR 42, Bombardier, dan pesawat lokal produksi PT Dirgantara Indonesia (PT DI).

Sayang, kesulitan keuangan membuat Merpati tak mempunyai banyak pilihan. Selain itu, tidak ada perbankan dari dalam dan luar negeri yang mau mendanai pengadaan pesawat tersebut. Kemudian, muncul penawaran menarik dari XAIC, yaitu MA-60 yang cocok dengan kebutuhan Merpati menerbangi banyak rute perintis di Indonesia Timur.
Burung besi berkapasitas 60 orang itu bisa dimodifikasi menjadi 52, 54, atau 56 seater (penumpang).  Sistem pembayarannya pun ringan. Bank Exim Tiongkok menawarkan bunga ringan  3 persen per tahun, selama 15 tahun.(cak/jpnn)g)

Srikandi Hanura Deklarasi, Wiranto Berlibur ke LN

JAKARTA- Ada yang terasa kurang dalam deklarasi Srikandi Hanura, organisasi sayap di internal Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura), kemarin (5/6). Acara meriah itu tidak dihadiri Ketua Umum Partai Hanura Wiranto. Padahal sayap baru tersebut diberi target tinggi. Yakni, menggaet suara pemilih perempuan muda dalam rentang umur 17 sampai 40 tahun.

Lantas, kemana perginya Wiranto? “Sedang ke luar negeri, liburan bareng keluarga,” kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Hanura Yuddy Chrisnandi di Balai Kartini, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat, kemarin.
Menurut dia, ketidakhadiran Wiranto tidak menjadi masalah serius. Dia menyatakan banyak pengurus DPP yang datang dan sudah mewakili.

“Tidak semua kegiatan partai harus dihadiri Ketum. Dalam suatu organisasi modern, kegiatan harus bisa berjalan tanpa selalu bergantung pada Ketum,” ujar Yuddy yang hijrah dari Golkar ke Hanura pada Pemilu 2009 tersebut.
Selain Yuddy, memang tampak para ketua DPP. Di antaranya, Fuad Bawazier (bidang fiskal dan moneter), Elza Syarief (bidang hukum), Jafar Badjeber (bidang politik), dan Wisnu Dewanto (bidang pemuda). Ada pula Sekjen Partai Hanura Dosi Iskandar. Yuddy memastikan, para deklarator dan pengurus Srikandi Hanura yang baru dikukuhkan tidak berkecil hati atas absennya Wiranto. Kehadiran Srikandi harapkan bisa mendongkrak popularitas partai. (pri/c5/jpnn)

Niat Pelaku Balas Dendam

PALU – Motif penembakan sadis terhadap polisi di pos penjagaan BCA Cabang Palu, 25 Mei 2011 lalu, terungkap. Salah satu penyebab aksi nekat tersebut adalah dendam lama. Seorang pelaku, Harianto, mengaku pernah menjadi korban pelakuan kasar oknum polisi.

Pengakuan itu terungkap dalam video amatir sesaat setelah Harianto ditangkap di Palolo, Kabupaten Sigi. Dalam video berdurasi sekitar tujuh menit itu terlihat pelaku berada di tahanan dan hanya mengenakan celana dalam. Harianto mengaku menjadi korban tabrakan oknum polisi pada 20 Januari 2007 di Jalan Kebun Kopi. Saat dimintai pertanggungjawaban, oknum polisi tersebut menolak.  “Saya dendam sama polisi Pak karena saya pernah ditabrak sampai patah tulang. Bapak lihat sendiri ini bekas patah,” ujarnya dalam video tersebut.  Harianto juga pernah melihat tetangganya ditabrak oknum polisi.(ron/jpnn)

Polisi Tembak Oknum Tentara

MAKASSAR- Oknum anggota TNI mengalami penembakan di bagian dada, Minggu dini hari, 5 Juni. Pelaku penembakan merupakan anggota polisi yang bertugas di Kepolisian Sektor (Polsek) Pangkajene.

Salah seorang saksi yang juga warga Pangkajene bernama Adnan, mengungkapkan, kronologis kejadian bermula saat salah seorang anak anggota DPRD Pangkep Rezky bersama rekan-rekannya melintas di Pasar Sentral Pangkep menggunakan mobil Nissan Terano DD 99 HG. Saat pulang, ungkap Adnan, Rezky melintas di sekumpulan pemuda yang diduga sedang menenggak minuman keras (miras). Mobil yang ditumpangi lantas ditahan.   Tak terima melaporkannya ke Polsek Pangkajene. Lalu polisi datang, dan bertemu dengan seseorang yang mengaku tentara. Terjadi aksi perkelahian hingga akhirnya polisi tersebut menembak oknum tentara.(zak/jpnn)

Jenderal Tanpa Angkatan

Eddie Nalapraya

Kisah hidup mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta Eddie M Nalapraya dibukukan dalam sebuah otobiografi. Buku berjudul “Jendral Tanpa Angkatan” setebal 268 halaman yang diluncurkan di Balaikota DKI, Minggu (5/6) itu mengisahkan perjalanan tokoh Betawi tersebut.

Sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta periode 1984-1987, Eddie dikenal sebagai sosok yang tidak mudah dilupakan. Ia merupakan salah satu tokoh Betawi yang juga ikut melestarikan kebudayaan Betawi, yakni pencak silat.
“Kisah hidup yang saya sajikan dalam sebuah buku ini saya persembahkan kepada seluruh rakyat Indonesia, untuk memberi semangat juang, spirit, motivasi, dan inspirasi,” kata Eddie.

Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo,  menilai sosok Eddie banyak membuat teladan dan inspirasi bagi banyak orang. (net/jpnn)

Konser Band Geisha Ricuh

BINJAI- Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru tumpah di tengah lapangan merdeka Kota Binjai. Kemeriahan masyarakat itu, guna menyaksikan konser grub band Geisha, Sabtu (4/6) malam.

Sayangnya, saat konser  suasana tak kondisif. Dimana, sesama penonton saling lempar botol minuman mineral yang diisi pasir.  Bahkan, Geisha sendiri nyaris terkena lemparan dari penonton.

Begitu juga dengan sejumlah wartawan yang sedang melakukan liputan. Tak sampai di situ, ketika konser Geisha berlangsung, sejumlah kelompok Anak Baru Gede (ABG), juga saling kejar. Kejadian itu disebabkan, karena sejumlah ABG saling ejek satu sama lain.

Saling kejar sejumlah kelompok ABG ini, tak hayal membuat petugas keamanan dari Detasmen A Brimob Binjai, Polsek Binjai Kota, dan Polres Binjai, menjadi kewalahan menghalau ABG yang saling kejar. Apalagi, kelompok yang saling kejar terdapat di beberapa lokasi, ada yang di tengah Jalan Veteran, di Jalan Jenderal Sudirman, dan ada juga yang berkelahi di tengah lapangan merdeka Binjai.

Atas aksi dari kelompok ABG ini, petugas juga sempat mengamankan sejumlah ABG yang dianggap sebagai provokator.
Usai konser Geisha, kelompok ABG ini membubarkan diri masing-masing. Namun, sebelum bubar, sejumlah ABG tampak duduk-duduk di pinggiran jalan. Bahkan, petugas keamanan terpaksa meng halau ABG itu agar membubarkan diri.

Kapolsek Binjai Kota, AKP ZA Harahap mengatakan, pihaknya sempat mengamankan sejumlah ABG yang dianggap sebagai propokator. “Tapi anak-anak itu sudah kita bebaskan, setelah terlebih dahulu kita berikan arahan,” ujar ZA  Harahap.(dan)

Perampokan Gaji Pensiunan PNS

Keterlibatan Orang Dalam Dicurigai

KISARAN- Perampokan dana pensiunan PNS dari mobil milik PT Pos Indonesia Cabang Kisaran, Jumat (3/6) kemarin meninggalkan tanda tanya. Ada beberapa hal, yang terbilang janggal, hingga memunculkan dugaan keterlibatan orang dalam. Kepolisian sendiri, terus bekerja keras, untuk mengungkap kasus tersebut.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah sumber, Sabtu (4/6) kemarin, menjelang tengah hari pada hari naas itu, PT Pos Indonesia Cabang Kisaran, juga mendistribusikan uang pembayaran gaji pensiunan PNS ke daerah Bandar Pulau sebesar Rp2,5 miliar.

Dengan kata lain, pada hari itu, PT Pos Indonesia, menurunkan 2 tim pegawainya, untuk mendistribusikan gaji pensiunan PNS. Hal ini pun dibenarkan pihak kantor Pos. Sumber di Kantor Pos Cabang Kisaran kepada wartawan menuturkan, dalam melakukan distribusi uang, khususnya uang gaji pensiunan PNS, sejak 8 bulan silam memang dilakukan pegawai kantor pos, tanpa melibatkan aparat keamanan seperti polisi. Dan selama rentang waktu itu, katanya, tidak pernah ada masalah yang terjadi.

Proses distribusi, setiap bulannya dilakukan orang yang berbeda, dan dengan kendaraan yang berbeda, dan jam berangkat yang berbeda pula. Sehingga, terkesan aneh, jika ada pihak luar yang tahu mobil kijang Kapsul B 7637 PL berangkat dari kantor pos dengan membawa uang.  “Anehnya, kenapa ada orang luar yang tahu mobil itu bawa uang,” ujar sumber ini, lantas meminta namanya tak dikorankan dengan alasan menghindarkan munculnya polemik.
Sementara itu, kemarin petang, puluhan personel polisi dari Satreskrim Polres Asahan yang dipimpin Kasatreskrim AKP M Yoris Marzuki SIk, didampingi rekannya Pjs Kasatreskrim AKP H Tambunan ‘menggeledah’ kantor pos cabang Kisaran.

Polisi berada di kantor itu, untuk mencari keterangan dari pihak kantor, tentang sistem pendistribusian uang, berikut hal-hal lainnya, yang dianggap dapat membantu proses pengusutan. “Doakan saja. Kita akan berupaya sekuat tenaga, untuk mengungkap kasus ini,” ujar M Yoris, yang dikenal sebagai salah seorang perwira polisi yang memiliki keahlian khusus di bidang teknologi informasi (IT) ini.

Sebelumnya, di Mapolres Asahan, Kapolres Asahan AKBP Drs Marzuki MM, memimpin rapat tertutup dengan sejumlah jajarannya, untuk membahas kasus perampokan tersebut. Rapat yang dimulai sejak pukul 10.00 WIB itu, baru berakhir sekitar pukul 15.30 WIB petang kemarin. Akan tetapi, tak banyak bocoran yang berhasil diperoleh mengenai hasil rapat tersebut. Kasubag Humasy AKP R Berutu, yang ditemui di Mapolres kemarin petang, hanya bersedia membenarkan pihaknya menggelar rapat membahas persoalan perampokan itu, tanpa bersedia merinci materi yang menjadi pembahasan.(ing/smg)

Omset Rp200 Ribu jadi Target Mabes Polri

PONDOK SAYUR- ‘Hebat’ betul pria bernama Monang Sitorus (42) ini. Meski beromset Rp200 ribu, jurtul (juru tulis) togel yang beroperasi di kawasan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar ini, jadi target operasi Mabes Polri.

Tak pelak, berawal dari SMS (Short Message Service) yang diterima Kapolresta Siantar dari Mabes Polri, warga Jalan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar ini pun diciduk di rumahnya, Minggu (5/6) pukul 15.00 WIB. Dari tangan pelaku, polisi hanya menyita barang bukti 2 unit HP dan selembar kertas rekap.

Seperti diceritakan Kasat Reskrim Polresta Siantar, AKP Azaruddin, penangkapan berawal saat Kapolresta Siantar AKBP Alberd TB Sianipar SIk MH mendapat perintah dari Mabes Polri melalui pesan singkat (SMS). Dalam pesan itu Polresta Siantar diminta menangkap jurtul togel yang beroperasi di seputaran Jalan Tanjung Pinggir.
Berdasarkan pesan singkat yang dilengkapi identitas tersangka, personel Satreskrim Polresta Siantar pun langsung terjun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan.

“Tadi malam Kapolresta Siantar di SMS dari Mabes Polri meminta supaya pria bernama Monang Pasaribu ditangkap. Berdasarkan SMS tersebut anggota dengan pakaian sipil dikerahkan melakukan penyelidikan di seputaran rumah pelaku,” ujar Kasat Reskrim AKP Azaruddin.

Ketika polisi melakukan penyelidikan, Monang Sitorus keluar dari dalam warung tuak milik marga Gultom yang tak jauh dari rumahnya. Saat berjalan kaki menuju rumahnya, bapak lima orang anak ini langsung disergap. Setelah digeledah, dari saku celana tersangka ditemukan HP Nokia yang berisikan angka tebakan.

Sedangkan saat diinterogasi, tersangka mengaku nomor-nomor tebakan itu nantinya dikirimkan kepada Bandar warga Simpang II.

Kepada METRO SINTAR (grup Sumut Pos), Monang mengaku baru lima bulan menulis togel. Setiap putaran dirinya mendapatkan upah 20 persen dari hasil penjualan. “Omzetku hanya Rp200 ribu sampai Rp500 ribu. Dari situ aku dapat 20 persen,” bilang pria yang juga berprofesi sebagai petani ini. (osi/smg)

Dua Rumah Ludes Terbakar

LANGKAT- Dua rumah milik nelayan di Dusun Sekolah, Desa Pulau Banyak, Kecamatan Tanjung Pura, Langkat ludes terbakar, Minggu (5/6). Diduga sumber api berasal dari puntung rokok yang jatuh ke kasur di dalam rumah milik Amrun (44).

Kobaran api juga membakar habis rumah Udin (43), tetangga sebelah rumahnya. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun kerugian ditaksir ratusan juta rupiah.

Hingga kini, kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait kebakaran itu. Petugas pemadam kebakaran mengaku kesulitan menjinakkan api, karena letak rumah antara keduanya berdekatan.

Syamsul (15), anak kandung Amrun saat kejadian berada di dalam kamar sambil merokok. Tanpa disengaja, api rokoknya terjatuh ke kasur. Panik, Syamsul membawa kasur keluar dan segera memadamkan api. Merasa sudah aman, Syamsul kembali membawa kasur ke dalam kamar tidurnya dan keluar kamar. Sialnya, sisa-sisa sumber api masih menempel di kasur dan perlahan membakar habis kasur tersebut hingga membakar rumah.

Akibatnya, kobaran api langsung membakar habis seluruh isi rumah sampai ke atap. Kobaran api terus membesar dan menjalar ke seluruh isi rumah Udin (43), tetangga sebelah dekat rumah.

Leman (34), warga sekitar, menjelaskan api sulit dijinakkan, karena saat kejadian cuaca panas dan angin berhembus kencang. (mag-1)