Home Blog Page 15140

Bongkar Bangunan Nanyang

Rekomendasi Komisi D DPRD Kota Medan

MEDAN- Tidak ada kata lain selain dibongkar. Itulah rekomendasi Komisi D DPRD Medan terhadap keberadaan bangunan Nanyang Internasinal School di Kelurahan Darat, Kecamatan Medan Baru.

Rekomendasi itu bukan tanpa dasar. Menurut Ketua Komisi D DPRD Medan Parlaungan Simangunsong, ada beberapa hal yang melandasi keluarnya rekomendasi itu, antara lain, Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB) pembangunan Nanyang Internasional School tidak sesuai dengan gambar yang seharusnya.

“Ada yang tidak sesuai antara IMB dan gambar bangunannya. Selain itu, seharusnya pembangunannya yang berdekatan dengan rumah warga, mesti ada jaraknya sekitar satu setengah meter. Tapi nyatanya, spasi atau jaraknya tidak sesuai,” ungkap Parlaungan Simangunsong kepada wartawan Sumut Pos, Minggu (5/6).

Selain itu, sambung Parlaungan, persoalan banjir dan kemacetan yang terjadi dan sangat meresahkan warga juga menjadi sorotan. Maka dari itu, DPRD Medan juga mempertanyakan masalah Analisis Dampak Lingkungan Lalulintas (Amdal Lalin).

“Komisi D akan mengagendakan kembali, melakukan kunjungan ke sekolah itu bersama tim dari Dinas Tata Ruang dan Tata Bangunan (TRTB). Nah, untuk rekomendasi rapat Komisi D yang digelar Senin (30/5) lalu, Komisi D merekomendasikan agar Nanyang Internasional School dibongkar,” tegasnya.

Terkait bangunan tersebut, Ketua Fraksi PKS DPRD Medan Salman Al Farisi menyatakan, khusus untuk masalah kemacetan, pihak yayasan Nanyang Internasional School harus bertanggungjawab sepenuhnya.
“Mengenai kemacetan, yayasan harus bertanggungjawab agar aktivitas lalulintas di kawasan tersebut tidak terganggu. Caranya, menyediakan lahan parkir. Kalau tidak ada, harus dibongkar,” tandasnya.
Lebih lanjut Salman juga menuturkan, dalam hal ini Pemerintah Kota (Pemko) Medan juga harus tegas. Khususnya untuk melakukan peninjauan ulang terhadap SIMB yang telah dikeluarkan.

“Kalau IMB nya tidak sesuai prosedur, harus ditinjau ulang. Kenapa kalau memang sudah ada masalah, IMB nya malah dikeluarkan. Ini harus dipertanyakan ke Pemko Medan,” tukasnya lagi.
Sementara itu, sebelumnya, seorang warga setempat Ryan Kacaribu menyatakan, warga akan berkunjung ke Fraksi PKS DPRD Medan pada Rabu (8/6), untuk membahas mengenai hal ini.(ari)

Wahana Edutainment Bagi Balita

Dunia Presinutri di Plaza Medan Fair

Ribuan balita didampingi orangtuanya menikmati sederetan permainan edukatif yang dipersembahkan SGM Eksplor dan SGM Aktif dari PT Sari Husada di Atrium Plaza Medan Fair, Sabtu (4/6) dan
Minggu (5/6).

Selain wahana edutainment, kegiatan itu juga mengetengahkan pengetahuan mengenai nutrisi yang presis (presinutri) dan juga stimulus yang tepat untuk memaksimalkan prestasi di setiap proses kembang anak.

Ass Manager Consumer Proximity PT Sari Husada, Andhika Soendoro mengatakan, Kota Medan merupakan kota kedua, setelah Jakarta dalam penyelenggaraan acara ini. Diungkapkannya, setiap membeli susu SGM Explor dan Aktif, ibu dan anak dapat memasuki wilayah penyelenggaraan acara ini. Dan setiap anak dapat menikmati fasilitas yang disediakan seperti permainan Flying Fox, Puzzle, dan lainnya. “Kita menyediakan wahana edutainment (edukasi dan entertaiment), jadi anak dapat bermain dan belajar sekalian,” sebut Andhika. Untuk para ibu, SGM juga akan memberikan pengetahuan mengenai tumbuh kembang anak, karena setiap anak memiliki perbedaan, jadi dibutuhkan nutrisi yang tepat untuk setiap anak. Dan SGM memenuhi hal tersebut dengan menghadirkan psikolog anakn
Novita Tantry dan ahli nutrisi PT Sari Husada.

Novita mengatakan, prestasi setiap anak itu berbeda tahapannya sesuai tumbuh kembang anak. Contohnya, prestasi anak usia dua tahun mungkin sesederhana prestasi yang dilakukannya seperti mengancing baju sendiri, atau anak pada usia 5 tahun prestasinya saat ini sudah bisa melakukan sosialisasi diri pada sekitarnya.

Dan dalam talk show ini, Mira Lesmana yang merupakan Brand Ambassador yang juga mengkonsumsi susu ini ketika balita, menghibur dan berbagi pengalaman terkait perkembangan dan merawat serta menjaga anak balita.
Dunia Presinutrisi ini juga mengadakan berbagai perlombaan untuk anak, mulai dari lomba mewarnai, lomba tari, stage performance, dan lomba foto. “Awalnya kita sosialisasi ke sekolah-sekolah untuk memberikan tahukan kepada sekolah dan anak akan adanya acara ini,” lanjut Andhika.

Selain dapat bermain dan belajar, dalam Dunia Presinutrisi ini setiap pembelian susu SGM varian bebas ukuran 600 dan 900 gr mendapatkan potongan harga mulai dari Rp2 ribu hingga Rp4 ribu.(mag-9/mag-7)

Warga Sari Rejo Didatangi Intel Poldasu

MEDAN- Masyarakat Sari Rejo didatangi dua orang yang mengaku personel Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) pada Rabu (1/6), lalu. Kehadiran dua oknum polisi yang diketahui dari Direktorat Intelkam Poldasu Unit I Subdit III Poldasu tersebut, bernama Asrin Peranginangin dan J Damanik.

Kehadiran dua personel Poldasu tersebut diterima Lurah Sari Rejo Syahri Sholin di Kantor Lurah Sari Rejo Jalan Sejati, serta hadir pula Ketua Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) Riwayat Pakpahan dan beberapa anggotanya, antara lain Usman Jauhari, Ustad Sobirin, Mahyudin dan Oscar Sinaga dalam rangka mempertanyakan perkembangan penyelesaian sengketa Tanah Sari Rejo.

Selain itu, kedua personel polisi tersebut juga mempertanyakan kepada Formas, apakah benar akan menggelar aksi besar-besaran yang akan dilakukan di Bandara Polonia serta beberapa lokasi lainnya.
Bukan hanya itu, kedua personel polisi tersebut juga mempertanyakan kepada masyarakat Sari Rejo, apakah selama ini mengalami intimidasi dari pihak-pihak tertentu.

“Petugas dari Poldasu itu menanyakan, rencana demonstrasi kepada kami. Jadi saya jelaskan, Formas akan menggelar roadshow ke beberapa instansi yakni, BPN Medan dan Sumut, DPRD Medan serta Wali Kota Medan. Kalau dari roadshow ini tidak ada penyelesaian, maka mau tidak mau aksi demo akan digelar,” jelas Ketua Formas Riwayat Pakpahan kepada wartawan Sumut Pos, Minggu (5/6).

Lebih lanjut Riwayat juga menuturkan, kehadiran dua personel Poldasu tersebut, masyarakat Sari Rejo juga meminta agar ada bantuan dari Poldasu atau Kapoldasu dalam upaya penyelesaian masalah ini. “Kami juga minta, kalau bisa ada bantuan dari Kapoldasu agar masalah ini bisa dibantu dan segera terselesaikan,” cetusnya.
Sementara itu, Kabid Humas Poldasu AKBP Raden Heru Prakoso saat dikonfirmasi terkait kedatangan dua personel Poldasu, mengaku belum mengetahuinya. “Saya belum dapat laporannya, coba tanya Dir Intel. Apakah mengenai rencana demo (Formas, Red), kalau itu saya kurang tahu. Coba hubungi Dir Intel saja,” katanya. Wartawan koran ini kemudian menghubungi Dir Intelkam Poldasu, Kombes Pol Jannes Sinurat, namun baik telepon atau SMS hingga tadi malam tidak dibalas. (ari/adl)

Gara-gara Minyak Babi, Warung BPK Terbakar

MEDAN- Warung Babi Panggang Karo (BPK) Teselonika di Jalan Jamin Ginting, Kecamatan Medan Tuntungan, tepatnya di simpang selayang hampir ludes dilalap sijago merah, Minggu (5/6) sore pukul 15.30 WIB. Beruntung, enam unit mobil pemadam kebakaran milik Pemko Medan dibantu kepolisian Polsek Delitua berhasil memadamkan api yang sudah membakar sebahagian dapur dan cerobong asap pemanggangan.

Keterangan yang diperoleh, api yang diketahui berasal dari minyak babi yang sudah panas menguap sehingga menimbulkan percikan api yang akhirnya membakar benda yang mudah terbakar dari cerobong asap hingga api membesar di dapur belakang warung tersebut.

“Minyak babi itu kan panas, kalau semakin banyak diletak saat babi dipanggang bisa menimbulkan api dan akibat itulah makanya terbakar,” kata seorang karyawan BPK Tesalonika yang sibuk menyelamatkan peralatan yang berada di dapur.
Akibatnya, warung BPK yang sudah berdiri selama 10 tahun tersebut mengalami kerugian sekitar puluhan juta rupiah, sedangkan untuk ke-30 karyawannya tidak bekerja untuk sementara waktu.

Pemilik BPK Tesalonika, Hendrik Sembiring terlihat sangat stres atas kejadian yang menimpanya. “Jangan ditanya dululah Bang, stres aku. Mengertilah Bang keadaanku,” ujarnya di sela-sela seluruh karyawannya memanjatkan doa saat api telah berhasil dipadamkan.

Kanit Reskrim Polsek Delitua, AKP Semion Sembiring yang berada di lokasi kejadian menuturkan, api berasal dari panggangan. “Karena kebanyakan diletak minyak babi makanya mengeluarkan percikan api yang langsung menyambar benda yang mudah terbakar. Sampai saat ini, polisian masih melakukan olah TKP,” beber Semion.(adl)

Sinerjikan Potensi Alumni dan Sekolah

MEDAN- Setelah 20 tahun berpisah, sekitar 100-an Alumni SMA Joshua angkatan 1991 berkumpul di halaman SMA Joshua, Jalan Kolonel GB Josua Medan, beberapa waktu lalu. Tak hanya alumni, guru dan mantan guru yang pernah mengajar mereka juga ikut diundang.

“Pokoknya hari ini kami bernostalgia dengan sesama teman SMA dan guru yang mengajar kami dulu,” ungkap Syaiful Nasution, Ketua Panitia bersama Fanda Wirliana, Bendahara dan Anshari Nasution, Wakil Ketua di sela-sela acara.
Ide menggelar reuni ini, berawal dari komunikasi lewat facebook. Dengan teknologi komunikasi dunia maya inilah antara alumni yang satu dengan yang bisa saling kontak lagi. “Ya, di facebook, kami saling tukar nomor telepon. Hingga akhirnya tercetus ide berkumpul  di rumah Fanda untuk membuat acara reuni,” ungkap Syaiful.

Dia menjelaskan, berkat kerja keras panitia, akhirnya reuni dapat terwujud. “Soal sifat tidak jauh berbeda sejak SMA 20 tahun, dengan saat sekarang ini. Cuman yang membedakannya, sekarang rata-rata alumni yang datang sudah membawa anak dan istri, kalau dulu belum,” ungkap Syaiful sambil tertawa kecil.

Namun, mereka bangga dengan acara ini, apalagi Marapimpin Harahap, Kepala SMA Josua Medan mengharapkan bantuan alumni untuk memajukan sekolah itu kelak. Hal ini tentunya disambut baik oleh Syaiful. Dia bilang seluruh alumni khususnya angkatan 91 akan mendukung program sekolah dalam memajukan sekolah tersebut. Apalagi hal ini akan berdampak pada peningkatan kwalitas adik kelas mereka nantinya. “Kami bersama pihak sekolah akan membangun sekolah ini ke depan,”katanya.(dra)

Tingkatkan Kunjungan Wisman ke Sumut

Sumatera International Travel Fair 2011 Digelar

MEDAN- Sumatera International Travel Fair (SITF) telah dibuka secara resmi di Tiara Convention Center Medan, Sabtu (4/6). Even ini diharapkan bisa meningkatkan pariwisata regional Sumatera dan meningkatkan kerjasama pertumbuhan Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle (IMTGT).

Harapan itu disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian Kebudayaan Pariwisata Wardiyatmo saat pers confrence dengan para wartawan di sela-sela pembukaan SITF. Menurutnya even ini menjadi momen meningkatkan kepariwisataan Indonesia pada umumnya dan Sumatera khususnya serta meningkatkan kerjasama antar berbagai negara dengan konsep MICE.

Wardiyatmo menambahkan, even ini juga diharapkan bisa menjadikan Sumatera menjadi destinasi wisata selain Bali dan daerah wisata lainnya, dengan melakukan promosi wisata atau tourism gathering. Untuk kerjasama dilakukan bisnis contact antara buyer dan seller sehingga tercipta kerjasama antar berbagai negara.

Sementara Ketua SITF, Hendri Hutabarat mengatakan, dengan mengedepankan konsep MICE akan disampaikan kepada seluruh peserta dan pengunjung bahwa daerah ini sangat tepat menjadi tujuan wisata. Dengan konsep ini, Sumatera dapat digambarkan sebagai destinasi wisata yang aman selain Bali.

“Sejak dulu, pemerintah  mengunggulkan Bali sebagai tujuan wisata. Belakangan baru mulai mempromosikan daerah lain khususnya Sumut. Kami ingin memanfaatkan program pemerintah yang mulai mengedepankan daerah lain selain Bali,” katanya.

Diharapkan, SITF bisa menggalang kerjasama internasional dan forum investasi serta temu bisnis pada sector pariwisata oleh pelaku bisnis dan investor pariwisata.

Target peningkatan jumlah wisatawan mancanegara (wisman) tahun ini sebanyak 7,7 juta orang wisman. Dari target itu, realisasi hingga April 2011 sebanyak 2,32 juta orang. Jika dibandingkan dengan periode sama tahun lalu, jumlah wisman yang masuk ke Indonesia sebanyak 2,167 juta orang atau naik 7,20 persen.

Dari total itu, jumlah wisman yang masuk melalui Bandara Polonia Medan hingga April 2011 sebanyak 57.040 orang atau naik 13,36 persen dari periode sama tahun lalu sebanyak 50.316 orang. “Secara persentase, rata-rata kenaikan wisman yang masuk ke Sumut lebih tinggi dibandingkan nasional,” ucapnya. (ful)

Alumni Diserap Pasar Kerja

Usia Akademi Kebidanan Budi Mulia masih enam tahun. Tapi siapa sangka alumninya sudah terserap di pasar kerja.
Dra Mei Yati Simatupang, SSiT, MKes, mengatakan, tingginya kebutuhan bidan di berbagai daerah tak hanya di Medan, menjadi faktor penentu keberhasilan Akbid  Budi Mulia menyediakan lapangan pekerjaan.
Keilmuwan yang telah didapatnya, para peserta didik juga memiliki kesempatan untuk membuka praktek sendiri ataupun biasa disebut praktek mandiri.

Hal ini lanjut Mei Yati, sesuai misi akademi yakni menyelenggarakan pendidikan bidan profesional yang bertanggung jawab. Yang mana menurutnya, para tamatan harus menanggung resiko seperti bentuk gugatan jika terbukti melakukan pelanggaran kode etik kesehatan sesuai profesi yang ditekuni.
Untuk menunjang kualitas pendidikan kebidanan, Akbid Budi Mulia mengikuti kurikulum yang terbaru dari Pusdiknakes Depkes RI, dengan beban studi 120 SKS.

“Bahkan di tengah maupun akhir semester kita lakukan evaluasi kepada seluruh mahasiswi untuk menyelesaikan kurikulum sebelum mengikuti jenjang berikutnya. Penanaman sikap disiplin ini dilakukan untuk membentuk sikap tanggung jawab terhadap peserta didik kita,” ucapnya.(uma)

Sediakan Klinik Desa Binaan

Akademi Kebidanan Budi Mulia

MEDAN- Yayasan Winda Nauli mengelola Akademi Kebidanan Budi Mulia. Kampus yang berlokasi di Jalan Jamin Ginting Medan ini, khusus mencetak tenaga kebidanan yang andal di bidangnya.

“Dengan menyelenggarakan program studi ilmu kebidanan jenjang Diploma 3, peserta didik mendapatkan pembelajaran selama tiga tahun untuk ditempa menjadi ahli madya siap pakai,” ungkap Ketua Yayasan Winda Nauli, Dra Mei Yati Simatupang SSiT, MKes, saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.
Untuk menciptakan tamatan yang profesional, lanjut Mei Yati, harus didukung prasarana dan staf pengajar yang ahli sesuai bidang keilmuwannya.

Bentuk keseriusan ditunjukkan Akademi Kebidanan Budi Mulia dengan menyiapkan dosen dengan standar keilmuwan yang telah memiliki pengalaman mengajar di berbagai lembaga pendidikan kesehatan.
“Dosen kita sesuai bidang keilmuwannya, baik tamatan D-4, S-1, S-2 dan sebagian profesor.  Hal ini sesuai visi kampus yakni untuk menghasilkan bidan profesional yang berdayaguna,” ungkap Mei Yati.

Dengan menerapkan kurikulum berbasis kompetensi, Akademi Kebidanan Budi Mulia, mencoba memberikan peluang setiap mahasiswinya untuk menentukan masa depan yang menjanjikan.

Bahkan untuk menjaga mutu pendidikan, Mei Yati mengaku, kegiatan pembelajaran praktik dibangun melalui kerja sama dengan berbagai rumah sakit pemerintah, maupun swasta serta puskesmas dan klinik desa binaan. Khusus klinik desa binaan ini, mahasiswa bisa mengaplikasikan ilmu yang sudah didapatnya di kampus.(uma)

Wanita Asal Nias Disiram Air Keras

MEDAN- Septiana Telambanua (18), warga Jalan Teratai Nomor 37 Medan, menjadi korban penyiraman air keras oleh seorang wanita di tempatnya bekerja. Akibat penyiraman air keras tersebut, Septiana mengalami luka bakar di tubuhnya dan terpaksa mendapat perawatan intensif di RSU Dr Pirngadi Medan, Minggu (5/6).

Menurut N Telambanua (36), teman sekampung korban, Septiana disiram dengan air keras oleh perempuan yang ada di toko tempat korban bekerja. Padahal korban sudah lama bekerja di toko tersebut. Dan sekarang perempuan yang menyiram itu sudah lari. “Walaupun dia lari, tapi dia sudah kami laporkan ke kantor polisi,” ungkapnya.
Kini korban hanya seorang diri di ruang ICU RSU dr Pirngadi tanpa ditemani keluarganya. Namun dengan luka bakar yang dialaminya, teman satu kerjanya sudah menghubungi keluarga korban yang berada di Nias. Saat ini keluarga Septiana masih dalam perjalanan dari Nias menuju ke Medan.

“Sudah dihubungi keluarganya. Kata keluarganya, mereka segera ke Medan mau melihat kondisi Septiana. Mungkin ini lagi dalam perjalanan,” ujarnya.(mag-7)

13 Mahasiswa Akper Columbia Asia PKL

MEDAN- Mahasiswa Akademi Perawat (Akper) Columbia Asia Medan praktik kerja lapangan (PKL) di beberapa lingkungan Kelurahan Tanah Enam Ratus Kecamatan Medan Marelan, 16 Mei hingga 4 Juni mendatang. Mahasiswa yang PKL berjumlah 13 orang angkatan 2008.

Materi penyuluhan yang dibawakan adalah hypertensi. Baik dari pengetahuan tentang apa itu hypertensi, penyebabnya, resiko, pencegahan, hingga komplikasi penyakit yang mungkin bertambah akibat riwayat penyakit tersebut.

Direktur Akper Columbia Asia Medan Rostime Hermayerni Simanullang SST MKes menjelaskan, pihaknya melakukan kegiatan seperti ini sejak angkatan pertama Akper tersebut.

“Sejak angkatan pertama 2003 lalu, kita sudah menggelar kegitan ini sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat. Kegitan ini dimulai pada TA 2004/2005 sebagai kegiatan PKL pertama,” jelasnya, Rabu (1/6).
Lebih lanjut Rostime mengatakan, dengan adanya kegiatan ini, lokasi PKL menyambut positif dengan respon yang cukup baik. “Kenapa kami memilih daerah ini, alasannya karena daerah ini masyarakatnya belum begitu sadar secara mutlak tentang arti kebersihan dan kesehatan. Karena itu pula kami merasa perlu memberikan pengetahuan tentang pendidikan kebersihan serta kesehatan di sini,” katanya.

Dan setelah mengadakan kegiatan ini secara kontinu, akhirnya masyarakat juga berharap kegiatan ini diadakan tiap tahun. “Kegiatan ini juga pernah dilakukan dengan serangkaian acara pemeriksaan kesehatan secara gratis,” tutur Rostime.(saz)