Home Blog Page 15142

Replanting Kebun Karet Salahi Aturan

SERGAI- Replanting kebun karet di Afdeling 7 seluas 150 Ha Kebun Silau Dunia PTPN 3, yang berlokasi di Dusun VI Pondok Roti Desa Bandar Negeri berbatasan dengan Dusun I dan II Desa Panombean Kecamatan Bintang Bayu, Kabupaten Serdang Bedagai (Kab Sergai) menyalahi aturan. Pasalnya, mereka melanggar Undang-Undang Nomor 18 tahun 2004, dengan melakukan pembakaran batang bawah (tunggul), akar dan ranting kayu karet (rambung).

Amatan wartawan koran ini di lokasi pembakaran, Jumat (3/6) sedikitnya enam unit alat berat (buldozer) melakukan pembersihan tanaman karet yang akan di replanting (peremajaan tanaman). Selanjutnya akar ataupun tunggul pohon rambung dikumpulkan dan dibakar sehingga menimbulkan sekitar 15 titik api (spot) serta asap disekitar lokasi.

Tentu saja pembakaran itu  berdampak kepada pemanasan global.  Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai melalui Dinas Kehutanan dan Perkebunan harus tegas dalam menegakkan Undang-Undang RI nomor 18 tahun 2004 tentang Perkebunan. Dimana dalam pasal 26 disebutkan, setiap pelaku usaha perkebunan dilarang membuat dan atau mengolah lahan dengan cara pembakaran yang berakibat terjadinya pencemaran dan kerusakan fungsi lingkungan hidup.
“Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud pasal 48 ayat 1 diancam dengan pidana paling lama 10 tahun dan denda paling banyak 10 miliar,” bilang PPNS Dishutbun, CK Panggabean. (mag-15)

Bukan Liburan

Ukraina vs Prancis

KIEV-Timnas Prancis cenderung aman di kualifikasi Euro 2012. Berada di Grup D, Prancis memiliki poin tertinggi (13) selisih empat poin dari peringkat kedua, Belarusia. Karena itu, dini hari nanti mereka pun melakoni laga persahabatan melawan Ukraina. Namun, Pelatih timnas Prancis, Laurent Blanc, tegas-tegas mengatakan laga ini bukanlah liburan.

Ya, setelah hanya mampu bermain imbang melawan Belarusia, 3 Juni lalu, mereka akan melakoni dua laga persahabatan tanggal 6 dan 9 Juni menghadapi dua tim tuan rumah, masing-masing Ukraina dan Polandia.
Dan Blanc menginginkan para pemainnya untuk tetap fokus meski sudah melalui musim kompetisi yang panjang.
“Kita berada di akhir musim. Suasananya menyenangkan, hangat, dengan gadis-gadis yang cantik. Tapi akan ada laga penting. Kita harus mereset mesin. Kita tidak sedang berlibur,” katanya.

Terkait laga melawan Ukraina, Blanc tampaknya bersiap kehilangan Bacary Sagna dan gelandang Samir Nasri. Seperti dirilis L’Equipe, Minggu (5/6), kedua pemain tersebut mendapat sedikit masalah di lutut, dan berlatih terpisah kemarin. “Saya akan mengubah formasi agar permainan berjalan segar. Bacary dan Samir kecil kemungkinan untuk bermain lagi, saya tak ingin mengambil resiko. Soal pengganti, semuanya sudah ada. Partai ini sangat bermanfaat, karena kami bisa mengetahui apa yang terjadi setahun ke depan, terutama soal cuaca,” beber Blanc.
Dari kubu tuan rumah, seperti halnya Polandia, tuan rumah Euro 2012 Ukraina juga tengah mendapat masalah serius dengan penampilan. Satu catatan penting, pasukan Oleg Blokhin selalu kesulitan saat berhadapan dengan tim-tim besar Eropa. Mereka hanya mampu menang atas Uzbekistan, Kazakhstan, Siprus dan beberapa tim yang tak terbilang lemah, Rumania.

Tak heran kalau publik Ukraina khawatir dengan performa tim kesayangan mereka. Tak pelak laga persahabatan kontra Prancis, di stadion Olimpiade Kiev, Selasa (7/6) dinihari WIB, menjadi tes paling krusial untuk melihat kepantasan sekaligus kepatutan kualitas Andrii Shevchenko dkk. “Saya tahu apa yang sedang terjadi di belakang kami. Mereka berhak meragukan timku, tapi ini  baru fase persiapan, dan saya yakin kami akan kuat di saat yang tepat. Menjamu Prancis, saya ingin memantapkan sebuah pilihan,” jelas Oleg Blokhin, di www.unian.net.

Keraguan sang pelatih terletak pada formasi tim yang belum baku seratus persen. Ia masih memilih antara 4-3-3 ataupun 4-4-2. Selama ini eks pelatih FC Moscow, AEK Athens dan Olympiakos selalu memberi kesempatan pada triangle offense. Di sana ada kapten Andrii Shevchenko, Marko Devich dan Artem Milevskyi. Kombinasi tiga pemain asal Metalist Kharkiv- Dinami Kiev lebih sering tampil dibanding Sheva-Andriy Voronin-Yevhen Seleznyov.
“Saya pikir pelatih sudah tahu dengan apa yang harus kami lakukan saat menjamu Prancis. Ini tes terbaik bagi kami untuk melihat pola serangan segitiga yang selama ini menjadi andalan. Jika tak mampu, kami harus tampil realistis dengan pola standar, kalau memang lebih nyaman kenapa tidak,” tutur Sheva.

Trio lini depan armada Zhovto-Blakytni bakal menghadapi ujian bersua lini pertahanan Les Bleus, yang memiliki individu tangguh. “Mereka punya kelemahan, terbukti Belarusia bisa menjebol jala mereka. Dan, kami pernah mengalahkan Belarusia,” ancam  Blokhin. (bbs/jpnn)

Bangunan Tanpa SIMB di Pasar VII

081361219xxx

Ada apa dengan PTPN II Pasar VII Tembung siapa yang membangun tanpa SIMB di tanah PTPN itu, tak ada yang larang padahal dekat dengan kantor camat, kantor Koramil, kantor PTPN II. Apa negara kita sudah jadi negara preman dan aparat kita takut pada preman atau yang bangun oknum PTPN tolong pak diperjelas biar warga tahu untuk ambil jatah lahan tersebut, jangan lupa di depan kantor Koramil bangunan sedang dimulai. Terima Kasih Sumut Pos dan sukses selalu.

Kami Koordinasikan

Terima kasih informasinya, kami akan berkoordinasi dengan camat setempat untuk menindak lanjuti laporan via SMS ini. Kemudian, kami juga teruskan ke intansi terkait yang mengurusi bangunan di Deli Serdang. Karena setiap membangun bangunan di wilayah Deli Serdang, tetap dikenakan retribusi izin membangun.

Umar Sitorus
Kabag Humas Pemkab Deli Serdang

Beruntung tak Kalah

Inggris vs Swiss

LONDON-Para punggawa timnas Inggris dipaksa gigit jari. Bermain di kandang sendiri, The Three Lions “ julukan Inggris “ hanya mampu bermain imbang 2-2 dengan Swiss dalam kualifikasi Euro 2012 grup G di Stadion Wembley kemarin dini hari.

Inggris bahkan bisa dikatakan beruntung tidak kalah. Betapa tidak, mereka sudah ketinggalan dua gol ketika free kick Transquillo Barnetta menaklukkan kiper Joe Hart pada menit ke-32 dan 35. Beruntung, dua menit berselang tuan rumah memperkecil ketinggalan lewat eksekusi penalti Frank Lampard setelah Jack Wilshere dilanggar Johan Djourou.

Setelah turun minum, Inggris langsung menekan. Strategi itu membuahkan hasil. Pemain pengganti Ashley Young mencetak gol kedua Inggris pada menit ke-51.

Meski gagal menang, Inggris tetap berkuasa di puncak klasemen dengan 11 poin. Inggris ditempel ketat oleh Montenegro yang mengoleksi poin sama setelah bermain imbang 1-1 dengan Bulgaria.
“Kami masih menyisakan tiga laga berat lagi. Tapi, saya yakin kami akan lolos. Berikutnya kami akan bertanding untuk merebut sembilan poin,” koar Ashley Young, pencetak gol kedua Inggris, seperti dilansir Goal.
Laga terdekat Inggris adalah melawat ke Bulgaria pada 2 September nanti. Setelah itu, The Three Lions akan bersua Wales (6/9). Sedangkan laga pemungkas yang harus dilakoni John Terry dkk adalah melawan Montenegro pada 7 Oktober nanti.

Pelatih Inggris Fabio Capello menilai pemainnya tampil tidak maksimal. Namun, dia punya alasan terkait dengan kondisi tersebut. Yakni musim kompetisi yang begitu panjang dan melelahkan di Inggris.
“Anda bisa lihat para pemain Swiss lebih fresh ketimbang kami. Mereka berlari lebih sering,” kata Capello seperti dikutip Reuters. “Wajar, mereka menghadapi musim yang berbeda dengan pemain kami,” sambungnya.
Lain lagi dengan John Terry. Kapten Inggris itu punya pandangan berbeda dengan Capello. “Seharusnya tidak dijadikan alasan. Saya pikir kami kebobolan oleh dua gol yang buruk,” kata pemain Chelsea itu kepada ITV. (ham/ca/jpnn)

Amuk Pavlyuchenko Bikin Panas

Luzhniki-Tiga gol berhasil disarangkan Roman Pavlyuchenko saat membela negaranya, Rusia, dalam kualifikasi Euro 2012 melawan Armenia. Kemenangan Rusia itu pun semakin memanaskan Grup B, pasalnya selain Pavlyuchenko dkk, Slovakia dan Rep Irlandia juga memiliki poin 13.

Tampil di kandang sendiri tak berarti membuat Rusia mudah mengalahkan Armenia. Sang tamu mampu mengimbangi dalam penguasaan bola dan unggul dalam jumlah tembakan ke gawang, tujuh dari 15 upaya, sementara Rusia hanya lima yang tepat mengarah ke gawang dari delapan percobaan.

Armenia bahkan unggul lebih dulu lewat Marcos Pizelli saat pertandingan berjalan 25 menit. Namun perbedaan kelas ditunjukkan Roman Pavlyuchenko di lini depan. Bomber Tottenham Hotspur tampil lebih efektif memanfaatkan peluang dan memborong ketiga gol Rusia, satu dari titik putih.

Beberapa saat kemudian, Irlandia juga meraih kemenangan di Stadion Skopje, Makedonia, lewat dua gol yang diborong Robbie Keane. Pada pertandingan Grup B lainnya, Slovakia juga meraih tiga poin dari tamunya, Andorra, lewat gol tunggal Miroslav Karhan.

Irlandia bertahan di puncak klasemen dengan 13 poin dari enam laga, unggul selisih gol dari peringkat kedua yang ditempati Rusia dan Slovakia di peringkat ketiga. Armenia berada di peringkat keempat dengan delapan poin, disusul Makedonia dengan empat poin.

Andorra, yang belum mendapatkan satu poin pun dari enam laga menghuni dasar klasemen dan tak punya peluang lagi tampil di EURO 2012 yang akan digelar di Polandia dan Ukraina.(bbs/jpnn)

Tak Sangka dapat Mahkota

Astrid Ellena I.Y

Rasa senang dan bahagia tentu masih menyelimuti finalis asal Jawa Timur yang dinyatakan dewan juri yang diketuai Liliana Tanoesoedibyo sebagai Miss Indonesia 2011 di Central Park Ballroom, Jakarta Barat, Jumat (3/6) malam.

Lalu, seperti apa tanggapan Ellena setelah dirinya meraih penghargaan tertinggi di ajang kontes kecantikan itu dan akankah mewakili Indnesaia pada ajang Miss World di London, November mendatang?

Menurut mahasiswi jurusan Hubungan Internasional Universitas Pelita Harapan itu, dia tak menyangka akan merasakan mahkota bertahtakan berlian 18 karat di kepalanya. Namun begitu, Ellena yakin dirinya memiliki potensi untuk mendapatkan gelar Miss Indonesia tahun ini.

“Saat ikut audisi, saya nggak sempat berpikir sampai berada di sini dan menjadi Miss Indonesia. Ini anugerah Tuhan dan berkat-Nya. Saya bisa dan punya potensi,” katanya, Sabtu (4/6).
Lebih lanjut dikatakannya, dengan gelar yang diperolehnya ini, Ellena akan membawanya ke luar negeri guna memperbaiki citra Indonesia lebih baik. “Saya bawa citra ke dunia dan meningkatkan Indonesia jadi lebih baik,” lanjutnya.

Ditanya langkah konkrit pertama yang diperbuat, Ellena mengaku dirinya tengah mempersiapkan diri guna mengikuti event Miss World di ibukota Inggris, London, November.
“Saya akan persiapkan diri untuk menghadapi ajang Miss World,untuk mempresentasikan Indonesia di Miss World. Saya berharap dapat membawa nama Indonesia ke dunia internasional,” imbuhnya. (net/jpnn)

Berawal Dari Miss UPH

Pernah tinggal di Maryland, Amerikat Serikat, membuat gadis yang memiliki tinggi badan 169 cm ini menjadi seseorang yang open minded dan dapat menerima perubahan untuk meraih cita-cita dan kehidupan yang lebih baik.
Berawal dari Miss UPH (Universitas Pelita Harapan) dan Miss Photogenic UPH 2009, Mahasiswi Hubungan Internasional UPH kelahiran 8 Juni 1990 ini, lantas melangkahkan kaki menuju impian terbesarnya menjadi duta budaya Indonesia di mata dunia. Hal itulah yang menjadi alasan kuat bagi Ellen sapaan akrab Astrid Ellena untuk mengikuti pemilihan Miss Indonesia 2011.(net/jpnn)

Padangsidimpuan Tertinggi, Kota Medan Kedua

Hasil UN SMP Diumumkan Serentak

MEDAN-Hasil Ujian Nasional (UN) SMP diumumkan serentak di Sumut, Sabtu (5/6). Salwa Nadhira meraih ranking pertama se-Kota Medan dengan nilai kelulusan 38,60. Atau dengan rincian mata ujian Bahasa Indonesia dengan nilai 9,50, Bahasa Inggris 9,80, Matematika 9,50 dan IPA 9,50. Dan jika dirata-ratakan di tingkat Sumut, Salwa Nadhira meraih ranking kedua setelah Harry Handoko Halim siswa SMP Swasta Kesuma Indah Padang sidimpuan dengan nilai kelulusan 38,90. Dengan rincian mata ujian Bahasa Indonesia dengan nilai 9,50, Bahasa Inggris 9,90, Matematika 9,80 dan IPA 9,70.

Masih sama dengan tahun sebelumnya, SMP Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah (YPSA) berhasil meluluskan seluruh muridnya pada UN 2011 dengan jumlah murid yang ikur ujian tahun ini 119 orang. Selain itu, nilai rata-rata kelulusan siswanya meningkat 0,21 poin.

“Pada 2010 lalu nilai rata-rata kelulusan siswa hanya 8,84. Tapi pada 2011 ini meningkat menjadi 9,05,” ungkap Kepala SMP YPSA, Rudi Sumarto, kemarin (4/6).

Dengan peningkatan ini, lanjutnya, sekolah yang saat ini bertaraf Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) diharapkan bisa meningkat menjadi Sekolah Bertaraf Internasional (SBI).

“Satu kriteria untuk bisa meningkatkan predikat sekolah dari RSBI ke SBI adalah memiliki nilai rata-rata kelulusan 9,0. Sedangkan kita sudah mencapai 9,05,” jelasnya bangga.

Menurutnya, dengan prestasi yang diraih, bisa meningkatkan predikat satuan pendidikan yang dipimpinnya tersebut. “Kita berharap ke depan prestasi yang diraih ini bisa terus berlanjut dan jadi lebih baik lagi. Dan kita juga sangat berharap para siswa bisa melanjutkan ke sekolah-sekolah favorit di Medan. Tentunya, SMA YPSA juga menjadi satu tujuan yang banyak diminati alumni SMP di Kota Medan,” kata Rudi.

Sementara itu, Ketua Harian YPSA, Nunuk Priani menerangkan, prestasi yang diraih Salwa merupakan satu motivasi kepada adik-adik kelasnya. “Dengan mengetahui kakak kelasnya mampu meraih prestasi di tingkat Sumut dan Kota Medan, tentunya mereka akan lebih percaya diri dan akan menunjukkan kemampuan terbaiknya pada tahun berikutnya,” katanya.

Atas prestasinya, sambung Nunuk, Salwa akan dipertimbangkan untuk mendapatkan beasiswa atau penghargaan lain jika melanjutkan pendidikannya di YPSA.

Sementara di SMPN 14 Medan meluluskan 206 siswanya, hanya 6 siswa yang tidak lulus. Kepala Sekolah SMPN 14 Medan, Drs Supri mengatakan, keenam siswa yang tak lulus tersebut merupakan siswa yang baik. “Memang 6 siswa yang tak lulus tersebut sangat baik. Kemungkinan saat menghadapi ujian naisonal kemarin, siswa tak mampu untuk menyelesaikan soal dengan baik,” ujar Supri.

Lebih lanjut, Supri berharap keenam siswa yang tak lulus tersebut jangan sampai patah semangat dan menyerah. Pasalnya, siswa yang tak lulus bisa mengikuti Paket B. Sehingga, bisa melanjutkan sekolahnya ke tingkat SMA.
Ari Brata Atmaja, seorang siswa SMPN 14 Medan mengaku bangga melihat surat yang dibawa orangtuanya bertuliskan lulus. “Sebelum menerima surat kelulusan dari oarngtau saya, saya merasa takut dan cemas, kalau tidak lulus,” ujarnya.  Hal senada juga diungkapkan, Sania Ginting. Siswa SMP 14 Medan itu, sempat takut tak lulus. Namun, setelah orangtuanya menerima surat dari guru, ternyata lulus. “Alhamdullillah, akhirnya saya lulus. Kalau tak lulus, aduh bagaimana nasibku nantinya,” ungkapnya.

Di SMP Negeri 2 Pancur Batu sebanyak 743 siswayang mengikuti UN lulus 100 persen. Kepala Sekolah SMP Negeri 2 Pancur Batu, Dra Samsiah Siregar didampingi Wakil Kepsek, Damianus Barus MPd mengaku, salut dan bangga pada seluruh pelajar yang telah mencapai hasil memuaskan. Di SMP Negeri 1 Pancur Batu, dari 250 siswa yang mengikuti UN juga lulus 100 persen.

Di Kota Tebing Tinggi juga mencapai kelulusan 99,99 persen, satu orang yang tidak lulus berasal dari SMP Negeri 6 Kota Tebing Tinggi. Menurut keterangan Kepala Sekolah SMP Negeri 6 Kota Tebing Tinggi, Salamah menjelaskan, siswanya yang tak lulus langsung trauma. “Orangtuanya belum datang kemari mengambil surat karena kondisi anaknya trauma,” jelas Salamah.

Sedangkan Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Tebing Tinggi, Drs H Adrul mengatakan sebanyak 288 siswanya lulus 100 persen. Salah seorang siswa SMPN 1 Tebing Tinggi, Nurul Balqis mengaku sangat gembira. “Selanjutnya saya akan melanjutkan sekolah SMA dan rencana mendaftar ke SMA Negeri 1 Kota Tebing Tinggi, karena Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI),” katanya.  (mag-3/saz/omi/smg)

Buru Sejarah

Chavez Jr vs Sbastian Zbik

LOS ANGELES-Julio Cesar Chavez Jr akan menjalani pertarungan perebutan gelar juara dunia untuk kali pertama dalam karirnya. Putra petinju legendaris Meksiko Julio Cesar Chavez itu akan menantang juara bertahan kelas menengah versi WBC asal Jerman, Sbastian Zbik, di Staples Center, Los Angeles, Minggu (5/6) pagi WIB.

Bagi Julio Cesar Chavez Jr, pertarungan itu menjadi saat bersejarah. Pasalnya, jika dia memenangkan pertandingan maka gelar itu menjadi gelar dunia pertamanya. “Saya sangat antusias bertarung untuk gelar juara dunia pertama saya. Di kota yang sama, ayah saya memenangkan gelar juara dunianya yang pertama. Saya tahu betapa pentingnya gelar ini untuk saya dan karir saya,” ujar Chavez Jr.

“Ini menjadi kesempatan sempurna untuk menciptakan sejarah saya sendiri. Saya bangga menyandang nama saya, dan kini saya harus membuat sejarah dan kebanggan sendiri,” tegasnya.

Sejak Chavez Jr melangkah ke dunia profesional, dia kerap dibandingkan dengan sang ayah. Kini, dia ingin buktikan bahwa dia bisa menciptakan sejarahnya sendiri.

“Buat saya bertinju sudah merupakan hal yang saya cintai karena saya tumbuh di dalamnya. Sepanjang hidup saya, saya melihat betapa hebatnya ayah saya dan kelak saya ingin seperti itu juga. Saya ingin membesarkan nama saya sendiri. Saya lapar untuk berbuat sesuatu di dunia ini, untuk menjadi seseorang dan saya pikir dunia tinju telah memberi saya kesempatan untuk melakukannya. Saya selapar semua petarung yang menginginkan gelar,” tambah petinju kelahiran Culiacan tersebut.

Dalam pertarungan nanti dia mengaku tak gugup, namun tekanan tetap ada pada dirinya. Tapi dia akan menjalani pertarungan dengan konsentrasi penuh karena tentu tidak akan mudah mengalahkan Zbik.
“Tentu ada tekanan di setiap pertarungan dan saya mengerti tekanan karena menginginkan gelar pertama, tapi saya percaya diri berkat kerja keras saya selama ini. Saya telah berlatih keras selama kamp pelatihan dan berkonsentrasi penuh dan saya rasa ini merupakan momen untuk saya terus maju dan saya siap untuk itu” ungkap petinju berusia 25 tahun itu.

“Zbik seorang petarung yang hebat dan tangguh. Dia belum terkalahkan dan hal tersebut tentu berarti sesuatu. Saya sudah tak sabar lagi. Saya telah melihatnya tapi Anda tak dapat mengatakan dia petarung yang hebat hanya dalam tayangan rekaman video. Anda harus masuk ke ring dan mencari tahu sendiri dan itu yang akan saya lakukan,” tambahnya.

Bukan hanya gelar juara yang menjadi perebutan duel tersebut. Kedua petinju juga berambisi memperpanjang rekor tak terkalahkan yang mereka miliki saat ini. Chavez Jr tak terkalahkan dalam 42 kali naik ring, sementara sang juara bertahan tak terkalahkan dalam 30 pertarungan.

“Ini juga peristiwa besar bagi saya dan penting bagi saya untuk untuk mempertahankan gelar,” kata Sbastian Zbik
“Dia (Chavez Jr, Red) sangat kuat. Dia tak terkalahkan sama seperti saya. Tapi dia tidak memiliki nama besar. Jadi, dia tidak pernah melawan orang seperti saya sebelumnya. Saya rasa saya memiliki banyak keunggulan dibandingkan dia, kecepatan saya, refleks saya, dan pertahanan saya,” pungkas Sebastian Zbik. (ady/fal/jpnn)

Korban Perampokan Masih Trauma

Enam Tim Buru Pelaku Perampokan

MEDAN-Enam tim dari Polda Sumut terpaksa dikerahkan untuk membantu Polres Asahan mengejar pelaku perampokan pegawai PT Pos Indonesia Kisaran, yang berhasil menggondol uang pensiun PNS Rp1,5 miliar di Jalan Lintas Sei Bejangkar, Kecamatan Sei Balai, Kabupaten Batubara, Jumat (3/6).

“Sampai saat ini, tim masih bekerja dan tim yang dibentuk sebanyak 6 tim dari Polres Asahan dan Polda Sumut,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Raden Heru Prakoso, Sabtu (4/6).

Dijelaskan Heru, langkah awal yang dilakukan tim memeriksa Kepala Kantor Pos Sei Bejangkar, serta tiga korban yang juga tercatat sebagai pegawai kantor tersebut.

“Sudah empat saksi yang diperiksa, besar kemungkinan bakal ada saksi lain yang dihadirkan,” ucap Heru. Apakah identitas pelaku sudah teridentifikasi? Heru belum mendapatkan perkembangan. “Mereka (korban) masih trauma, jadi keterangannya belum sampai ciri-ciri khusus,” ungkapnya.

Menurut Heru, kasus perampokan tersebut masih dalam proses penyelidikan. Tiga saksi yang sudah diperiksa masing-masing dua pegawai PT Pos Indonesia Kisaran, Erwan Mulyana (40), warga Jalan Arwana, Kelurahan Sidomukti, Kisaran Barat, Asahan, Bahrum Rangkuti (50), warga Jalan Ikan Sibaro, Kelurahan Sidomukti, Kisaran Barat, Asahan dan supir Daniel (45), warga Jalan Puyuh Lingkungan I, Kelurahan Karang Anyar, Kisaran, Asahan.
Mantan Wakil Direktur Lalulintas Polda Sumut menambahkan, barang bukti yang digunakan saat kawanan rampok beraksi juga sudah dikumpulkan. Dari keterangan dan barang bukti tersebut nanti akan didapat titik terang siapa pelaku perampokan.

Apa jenis senjata apinya? Heru belum bisa memastikannya. “Masih dalam penyelidikan,” bebernya.
Seperti diberitakan, Tiga pegawai  PT  Pos Indonesia Kisaran yang mengendarai mobil Toyota Kijang Kapsul bernomor plat polisi B 7637 PL dirampok 9 orang kawanan perampok di Jalan Lintas Desa Si Ajam, Kecamatan Sei Balai, Batubara. Akibatnya, uang tunai milik PT Pos Indonesia sebesar Rp1,5 miliar yang ada di dalam mobil dibawa kabur kawanan perampok.

Informasi yang dihimpun METRO ASAHAN (grup Sumut Pos), siang itu 3 orang pegawai PT Pos Indonesia masing-masing Daniel, supir dan dua pegawai, Erwan Mulyana dan Bahrum Rangkuti berrangkat dari Kisaran mengantar uang untuk gaji pensiunan PNS yang dibagikan ke setiap unit Kantor Pos di wilayah Asahan dan Batubara.
Saat melintas di Sei Bejangkar dengan tujuan Siajam, mobil warna biru itu dipepet oleh tiga mobil pribadi jenis Toyota Avanza masing-masing dua warna silver dan satu unit warna merah (plat polisi tidak diketahui). (adl)

Tindak Kriminal Sejak Wisjnu Jabat Kapoldasu

Jumat (3/6)
Tiga pegawai  PT  Pos Indonesia Kisaran yang mengendarai mobil Toyota Kijang Kapsul bernomor plat polisi B 7637 PL dirampok 9 orang kawanan perampok di Jalan Lintas Desa Si Ajam, Kecamatan Sei Balai, Batubara. Akibatnya, uang tunai milik PT Pos Indonesia sebesar Rp1,5 miliar yang ada di dalam mobil dibawa kabur kawanan perampok.

Selasa (31/5)
Bank Rakyat Indonesia (BRI) Unit Pinangsori di Jalan Sibolga-Padang Sidimpuan Km 33, Kecamatan Pinangsori, Tapteng dibobol kawanan maling. Brankas berisi uang Rp1,1 miliar dan receiver CCTV lenyap dibawa maling.

Minggu (1/5)
Lima kawanan perampok beraksi di rumah pengusaha showroom Ares Susanto di Jalan Hang Tuah Medan, Kelurahan Madras Hulu, Kecamatan Medan Polonia. Kerugian lebih kurang Rp1 miliar, dengan rincian 900 dolar Amerika Serikat, uang rupiah ratusan juta, emas batangan, perhiasan emas, lima handphone dan kamera digital.

Selasa (28/3)
Hadoi alias Iwan (39) dan Doni (19), keduanya warga Dusun I, Desa Aekloba Pekan, Kecamatan Aekuasan, Kabupaten Asahan dirampok delapan OTK di Kota Perbaungan, Sergai, persis di depan PTPN IV Adolina. Mobil truk Colt Diesel BK 8748 BJ berisikan barang kelontong dan harta benda ludes. Kerugian berkisar ratusan juta.

Sumber: Data Olahan Sumut Pos

Ingin Bertemu Presiden dan Menjadi Ilmuwan

Peraih Nilai Tertinggi UN Tingkat SMP se-Kota Medan

Meraih nilai tertinggi se-Kota Medan dan peringkat kedua se-Sumut pada Ujian Nasional (UN) 2011 tingkat SMP Sederajat tentunya sangat membanggakan.

Rahmat Sazaly, Medan

Tapi, bagi Salwa Nadhira hasil tersebut biasa saja dan hanya dijadikan satu motivasi untuk meraih keinginan menjadi seorang ilmuwan dan melanjutkan studi di luar negeri.

Salwa Nadhira namanya. Dilihat dari perawakannya, tak ada perbedaan yang terlalu mencolok antara remaja kelahiran Jakarta 25 Juni 1997 ini dengan teman-temannya yang lain di SMP Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amliyyah (YPSA). Sederhana dan sangat bersosialsisasi dengan guru maupun siswa yang lain.

Salwa, panggilan akrabnya, mengaku tak percaya saat mengetahui informasi dari teman-temannya kalau dia meraih prestasi tersebut. “Awalnya nggak yakin bisa meraih peringkat pertama di Kota Medan dan peringkat kedua se-Sumut. Saat ujian, saya hanya mengerahkan kemampuan maksimal saya dan berharap mendapatkan yang terbaik dari belajar keras yang saya lakukan,” ungkapnya, saat ditemui di acara pengumuman hasil UN 2011 tingkat SMP di YPSA, Sabtu (4/6).

Alhasil, sambungnya, dengan keinginan meraih nilai terbaik dan bersungguh-sungguh dalam belajar serta berdoa, ia dapat meraih keinginannya. “Kalau ditanya keinginan, saya berharap jadi yang terbaik di Sumut atau tingkat nasional. Tapi dengan prestasi yang sudah saya raih saat ini, saya sudah sangat bersyukur,” tutur Salwa.

Prestasi tentunya diraih dari belajar dan kerja keras. Nah, Salwa juga menceritakan bagaimana ia bisa meraih prestasi yang membanggakan bagi daerah, sekolah, orangtua dan dirinya sendiri tersebut. “Selain belajar di rumah, sekolah juga memiliki peran yang sangat penting dan vital bagi keberlangsungan ilmu pengetahuan yang saya terima. Karena, di YPSA ini siswa sangat diintensifkan untuk menerima ilmu pengetahuan sebaik mungkin. Tentunya dengan berbagai cara, seperti proses belajar mengajar, pemberian les dan bimbingan-bimbingan jelang berbagai even seperti olimpiade dan UN,” paparnya.

Harapan ke depan si bungsu dari dua bersaudara pasangan Erwin Alamsyah dan Erlina Panitri ini adalah bisa bertemu Presiden. “Kalau prestasi saya ini bisa membawa saya bertemu Pak SBY, saya sangat ingin sekali,” kata siswa berkerudung ini.

Saat wartawan bertanya, apakah hanya itu keinginannya? Salwa mejawab, selain bertemu SBY, ia ingin melanjutkan studi demi meraih cita-citanya. “Selain bertemu Pak SBY, saya tentunya ingin melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi. Yakni ke SMA dan perguruan tinggi untuk meraih cita-cita saya menjadi ilmuwan di bidang Bio Teknologi,” jelasnya.

Lantas, alumni SMP YPSA kelas IX A ini melanjutkan jika ia ditanya akan melanjutkan sekolah ke mana hanya dua pilihan yang dimilikinya. Yang pertama SMA YPSA dan yang kedua SMA Negeri 1 Medan.

Saat ditanya jika berkuliah nanti ingin melanjut kemana? Ia menjawab akan berusaha meraih beasiswa dan berkuliah di luar negeri. “Saat kelas X SMA nanti saya akan mencari informasi tentang program beasiswa dari IFS (International Foundation for Science) yang menawarkan beasiswa untuk melakukan penelitian di luar negeri. Jika bisa didapat, tentunya hal ini sangat menunjang cita-cita saya nanti. Dan jika berkuliah nanti, saya ingin berkuliah di luar negeri di universitas yang memiliki program studi (prodi) bio teknologi,” terang Salwa.

Dengan keinginan tersebut, Salwa juga menceritakan, telah membicarakan keinginannya dan kedua orangtuanya sangat mendukung. Di kesempatan sama, sang ibu Erlina Panitri mengatakan, senang sekaligus bangga atas prestasi yang diraih sang anak.

“Saya tak pernah memaksakan Salwa untuk belajar keras dan meraih prestasi yang sangat mengagumkan. Saya hanya membimbingnya agar memaksimalkan kemampuan yang dimilikinya untuk meraih yang terbaik baginya,” kata psikolog yang bekerja di Wilmar International ini.

Jadi, saat mengetahui sang anak ingin melanjutkan studi ke jenjang perguruan tinggi nantinya ke luar negeri. Erlina menyambut baik dan sangat mendukung penuh keinginan si bungsu itu.
Sebagai seorang psikolog, lanjutnya, Erlina juga selalu menekankan kepada Salwa untuk tidak tegang saat meghadapi segala sesuatu termasuk ujian. “Saya memotivasinya melalui hal ini. Dengan melakukan segala hal setenang mungkin, pasti akan memberikan hasil terbaik,” ujarnya. (*)