Home Blog Page 15173

BAP Ilegal Logging P21

MEDAN- Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus illegal logging di Desa Parsingguran I, Kecamatan Pollung, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dengan tersangka mantan Plt Kepala Dinas Kehutanan Pemkab Humbahas Onggung Silaban (OS) dinyatakan lengkap (P-21).

Kasubbid Dok Liput Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan mengatakan, dengan dinyatakan lengkap BAP kasus illegal logging dengan modus menerbitkan Izin Pengusahaan Hutan di atas Tanah Milik (IPHTM) tersebut, Satuan Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) Ditreskrimsus Polda Sumut akan melimpahkan Onggung Silaban kepada Kejaksaan.  “Segera akan kita limpahkan tersangka bersama barang bukti lainnya. Mungkin pecan depan sudah kita limpahkan,” ujar Nainggolan diruang kerjanya, Selasa (31/5).

Diungkapkannya, penerbitan IPHTM oleh OS tersebut dinilai salah dan dikategorikan dalam tindakan illegal logging. Sebab, berdasarkan keterangan saksi ahli BPKH wilayah I Medan, titik koordinat dan kemudian memploting ke dalam peta Keputusan Menteri Kehutanan RI Nomor : SK.44/Kpts-II/ 2005, tanggal 16 Februari 2005, diterbitkannya IPHTM tersebut mengakibatkan terjadinya pembukaan jalan, pembangunan jembatan dan lokasi tumpukan kayu bulat dan lokasi penebangan kayu pinus berada dalam kawasan Hutan Lindung (HL).

Kesimpulan tersebut, sambungnya, juga berkaitan dengan temuan petugas Tipiter di lokasi illegal logging Humbahas, yakni adanya pembukaan jalan dan pembuatan jembatan. Ditemukan juga penebangan kayu di lereng bukit/gunung dan beberapa titik tempat tumpukan kayu jenis pinus yang telah dipotong-potong.

IPHTM yang diterbitkan tersebut kepada sekitar 12 pengusaha. “IPHTM yang diterbitkan tersebut luas lahannya mencapai 5 sampai 10 hektare,” ungkap Nainggolan.

Nainggolan menambahkan, hingga kini Sat IV/Tipiter masih mendalami kasus tersebut. Sebab, tidak tertutup kemungkinan adanya oknum lain yang juga terlibat dalam penerbitan IPHTM tersebut. “Kita masih mengembangkan penyidikan untuk menyelidiki adanya kemungkinan keterlibatan oknum lainnya dalam kasus illegal logging di Humbahas,” tuturnya. (adl)

Ratusan Warga Blokir Jalan

BINJAI- Ratusan Warga Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat, melakukan pemblokiran jalan, sebagai bentuk protes terhadap pemerintah yang tidak kunjung mengaspal ruas jalan di daerah mereka,Selasa (31/5).

Pemblokiran jalan dilakukan dengan membakar ban bekas, menanami pohon pisang dan melintangkan kursi kayu di tengah jalan, agar truk dan kendaraan lainnya tak dapat melintas di ruas jalan penghubung Binjai-Langkat itu.
Menurut Rohul Kabir (27) pemilik warung kopi, kepada wartawan Koran ini mengatakan, warungnya dapat dikatakan hidup segan mati tak mau. Pasalnya, akibat jalan rusak ini, warung kopinya dipenuhi debu dari kendaraan yang melintas.

Abang lihat sendiri warung saya ini, mana ada orang yang mau minum, kalau debu terus beterbangan,” ujarnya berang.Rohul juga mengatakan, sudah berbulan-bulan warga menghirup debu dan mereka khawatir terkena penyakit sesak nafas.

“Apa pemerintah menunggu warganya sakit baru mau memperbaiki jalan ini. Untuk apa pemerintah selalu mengucapkan, lebih baik mencegah daripada mengobati,” amuknya.

Karena usahanya sepi, dia merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan ekonominya sehari-hari. “Kalau begini, makan pun terancam. Kayak mana mau beli beras, kalau usaha kita  mau tutup,” pungkasnya.

Suriadi (49) warga sekitar, kepada wartawan koran ini mengatakan, jika jalan ini tidak segera diperbaiki. Maka warga akan tetap melakukan aksi. “Kalau tidak secepatnya diperbaiki, kami terpaksa tetap memblokir jalan ini. Sebab, kami sudah muak menghirup debu dan takut menimbulkan penyakit,” ancam Suriadi.

Pantawan wartawan koran ini di lokasi, ratusan warga dengan yel-yelnya terus membakari ban bekas dan melintangkan kayu di tengah Jalan Gatot Subroto. Sehingga, truk yang ingin melintas dari Langkat ke Binjai atau sebaliknya terjebak pemblokiran mencapai 2 kilo meter.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Binjai Alfi, saat dikonfirmasi terkait perbaikan jalan tersebut mengatakan, jalan itu merupakan proyek Dinas PU Provinsi.

“Itu jalan provinsi dan kita sudah berkoordinasi dengan PU Provinsi, kalau jalan itu akan diperbaiki di bulan Juni 2011 ini, dengan panjang 2 kilo meter,” ungkap Alfi. (dan)

Berbenah Menuju yang Terbaik

Akademik  Akuntasi  Yayasan Pendidikan Keluarga (YPK) Medan terus berbenah untuk kemajuan akademik.
Awal berdiri tahun 1970, kampus ini hanya memiliki satu jurusan yakni Akuntansi program Diploma III.
Namun tingginya minat peserta didik di dunia akuntansi yang ditawarkan, selanjutnya Yayasan berinisiatif menambah tiga konsentrasi lagi yakni  Komputerisasi Akuntansi, Akuntansi Perpajakan, dan Akuntansi Perkantoran dengan pendidikan akhir Diploma III.

“Ketiga konsentrasi mulai berjalan sejak tahun 2008, dan ini merupakan program pengambangan yang telah dilakukan pihak Yayasan sejak beberapa tahun belakangan,” ujar Direktur Akademik Akuntansi Yayasan Pendidikan Keluarga (YPK), Dra Hj Nurul Izzah.

Dikatakannya, tiga tahun berjalan, peningkatan jumlah peserta didik yang menimba ilmu di Akademik Akuntansi Yayasan Pendidikan Keluarga, juga semakin terlihat.

Terbukti Perguruan Tinggi yang berlokasi di Jalan Sakti Lubis Gang Perguruan No 25 Medan ini terus mengalami peningkatan jumlah rata-rata mahasiswa yang mencapai dua kali lipat setiap tahunnya.

“Jumlah mahasiswa yang mendaftar tiap tahun terus mengalami peningkatan hingga 100 persen, dan ini membuktikan jika minat dan kepercayaan masayarakat terhadap akademik ini masih cukup tinggi,” ungkapnya.
Pencapaian itu tidak berhenti sampai disitu saja, bahkan kini Yayasan memiliki target untuk terus mengembangkan akademik ke jenjang sekolah tinggi yang menawarkan program pendidikan S-I.

Namun taget itu pencapaian lanjut Nurul membutuhkan proses dan rencana yang cukup matang, yakni salah satunya dengan terus melakukan pembenahan dibidang sarana dan prasarana, baik fasilitas maupun staf pengajar yang kompeten.

Dimana untuk staf pengajar yang memberikan pengarahan dan pendidikan di akademik yang berlokasi di Jalan Sakti lubis Gang Perguruan No 25 Medan ini, memiliki gelar dan kemampaun yang telah memenuhi standar.
“Dari 26 jumlah dosen pengajar, 50 persen diantaranya memiliki gelar S2, selebihnya merupakan S1 dan praktisi yang profesional di bidangnya,” terang Nurul.

Selain itu fasilitas yang disediakan Akademi Akuntansi YPK, juga disediakan sesuai dengan perkembangan zaman.
Diantaranya yakni  laboratorium komputer untuk ketiga konsentrasi, laboratorium Bahasa, Perpustakaan serta sarana pendukung seperti masjid dan sarana pendukung lainnya.
“Fasilitas kita sediakan sesuai kebutuhan terkini mahasiswa sebagai bentuk peningkatan mutu peserta didik serta perguruan tinggi. Sehingga target kita menjadi sekolah tinggi dengan jenjang pendidikan S1 bisa terealisasi nantinya,” sebutnya. (uma)

Bocah 14 Tahun Gantung Diri di Samping KUA

PARAPAT- Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Girsang Sipangan Bolon mendadak ramai dan heboh. Bukan karena kasus perceraian atau akad nikah, tapi karena anak penjaga kantor, Rikky (14) ditemukan gantung diri dipohon mahoni disamping KUA, Selasa (31/5).

Menurut informasi, Rikky anak ke 3 (tiga) dari 4 (empat) bersaudara dari pasangan Selamat dan Fatimah Br Sihombing, sudah lama putus sekolah dan memilih membantu orangtuanya menyuci piring dan sesekali menawarkan jasanya kepada para tamu di Pantai Parapat.

Diungkapkan Fatima br Sihombing, sehari sebelum kejadian, Rikky meminta sebuah handphon (HP) kepada ibunya. Namun, permintaan korban tidak dapat dipenuhi orangtuanya karena ketiadaan biaya.

“Semalam, dia minta HP.  Saya bilang, mohon bersabar karena belum terlalu penting. Rikky pun sepertinya tidak berontak karena dia tahu situasi dan kondisi orangtuanya. Namun hingga larut malam, Senin (30/5), Rikky tidak pulang kerumah. Saya pikir dia tidur ditempat kawannya atau ditempat oppungnya (nenek, Red),” terang Fatimah.
Keesokan harinya, Selasa (31/5) sekira pukul 07.00 WIB, ketika menjemur kain di samping KUA, alangkah terkejutnya Fatimah melihat anaknya sudah tergantung di pohon mahoni sekitar 10 meter dari tempat tinggalnya.
“Saya terkejut dan gemetaran setelah melihat anak ku yang baik hati ini, sudah tergantung disebuah pohon sekitar 10 meter disamping rumah, saya langsung menjerit,” ujarnya sembari memanggil-manggil nama Rikky.

Mendengar jeritan istrinya, Selamat (42) dan anaknya Hery (17) terperanjat mencari tahu permasalahan. Setelah mereka sama-sama menyaksikan korban sedang tergantung dengan seutas tali nilon warna kuning dipohon mahoni, mereka pun berlari kearah pebukitan untuk menurunkan jasad korban.

“Saya sudah gemetaran dan berharap anak ku masih bernafas, rupanya setelah kami turunkan, Rikky sudah tidak bernyawa lagi dan kami bawa kerumah untuk disemayamkan,” tambah Selamat.

Kapolsek Parapat AKP Jhony Andreas SH saat dimintai komentarnya di tempat kejadian perkara (TKP) membenarkan terjadinya peristiwa dimaksud. “Benar, setelah anggota mendengar dan menerima laporan dari pihak keluarga, kami langsung melakukan identifikasi. Jasad korban sudah terlebih dulu diturunkan pihak keluarga. Sedangkan barang bukti yang diperoleh dilokasi ditemukan seutas tali nilon warna kuning bercak darah korban,” Jhony. (jst/smg)

Sampah Menumpuk di Kota Berastagi

KARO-Tumpukan sampah mulai memadati sejumlah titik di Kota Berastagi. Tumpukan sampah terlihat di jalan Dagang, Penghasilan, Perniagaan dan kawasan Pusat Pasar sekitar terminal pedesaan, termasuk di jalan Udara dan jalan Kolam Renang.

Pantauan Sumut Pos, Senin (31/5) pagi, tumpukan sampah mengganggu arus lalu lintas dan pejalan kaki. Aroma tak sedap dari sisa limbah sampah, sangat mengganggu indra penciuman warga yang melintas dan bermukim di kawasan tersebut.

Penumpukan sampah itu, disebut-sebut akibat belum disahkannya APBD Kabupaten Karo yang berkaitan erat dengan kinerja sejumlah pasukan melati (petugas kebersihan, Red), yang mayoritas merupakan tenaga harian lepas.(wan)
Rinald Tarigan, pengusaha rumah makan kepada wartawan koran ini mengatakan, selain mengganggu pandangan mata, bau  busuk juga sangat menganggu saluran pernafasan mereka. Bahkan, akibat tumpukan sampah itu, dipastikan  mengurangi omzet penjualan mereka.

“Kita usaha rumah makan. Bagaimana orang selera  makan jika bau sampah terus menganggu penciuaman mereka, padahal kita rutin bayar retribusi sampah Rp1.000 setiap hari,” ujar Rinaldi.
Kabid Humas Pemkab Karo Jonson Tarigan mengatakan,  pihaknya akan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan. (wan)

Digerebek, Bandar Togel Tinggalkan Senpi

KARO- Dikejar polisi, AG (45) warga Desa Cinta Rayat, Kecamatan Merdeka, lari dan meninggalkan kenderaan serta senjata genggam jenis air soft gun miliknya, Selasa (31/5).

Saat ini polisi masih melakukan pengejaran terhadap pria yang diduga bandar togel.
Tersangka AG diburu polisi setelah sebelumnya menciduk HAS (38), juru tulis togel di Desa Cinta rakyat. Dari keterangan HAS, langsung mengarah ke AG. Penggerebekan pun dilakukan di areal perladangan Desa Kuta Rakyat, Kecamatan Naman Teran, Karo.

sayangnya, dalam penggerebekan itu, AG berhasil lolos.Tersangka diduga melarikan diri ke areal perladangan yang dipenuhi semak belukar, sehingga sulit untuk melakukan pengejaran.

Kasat Reskrim AKP Harry Azhar mengatakan, petugas hanya berhasil mengamankan 1 (satu) unit mobil pribadi jenis Toyota Kijang BK 1143 LS, berikut 1 buah tas hitam berisi 1 buah senjata tajam, 1 buah senjata genggam (Airsoft gun,Red) beserta 1 bungkus peluru jenis mimis, 1 buah KTP atas nama AG dan 5 lima lembar kertas rekapan togel. (wan)

Bocah Hanyut di Sungai Tongguran

TANAH  JAWA- Sio Simangunsong (8) warga Huta Parkampungan Nagori Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, hanyut terbawa arus sungai Tongguran Tanah Jawa, Selasa (31/5) sekira pukul 12.00 WIB.

Berbagai upaya telah dilakukan warga dan aparat Polsekta Tanah Jawa, namun hingga berita ini diturunkan, tubuh korban belum ditemukan.

Informasi dihimpun dari lokasi kejadian menyebutkan, siang itu korban bersama 10 temannya, sedang asyik mandi-mandi di sungai Tongguran yang tak jauh dari rumahnya. Melihat teman-temanya asyik bermain kain selendang di sungai, korban yang tak pandai berenang ini, ikut bergabung.

Setelah membuka seluruh pakaiannya, korban langsung melompat ke dalam air. Namun apes, tangan korban yang ingin meraih kain selendang tak berhasil meraihnya. Malah tubuh korban terbawa arus.

Menyadari korban dalam bahaya, teman-teman korban berusaha menolong. Elia Tambunan menyodorakan tangannya kepada korban. Namun korban tak berhasil meraih tangan temannya. Doni Sianturi (12) yang berada di bawah berusaha menangkap tubuh korban. Setelah berhasil menangkap tubuh korban, Doni berusaha menarik ke pinggir. Namun  akibat derasnya arus sungai, keduanya hanyut. Sewaktu hanyut kepala kedua bocah tersebut sempat saling bersenggolan didalam air. Beruntung Doni Sianturi berhasil  ke pinggir. (iwa/smg)

Trailer Muatan Karet Dibajak OTK

SERGAI- Mobil trailer nopol BM 8279 U bermuatan karet dibajak lima orang tak dikenal (OTK), di jalan lintas Sumatera (Jalinsum) KM 73-74, persisnya di Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Selasa (31/5) sekitar pukul 04.30 WIB.
Menurut Casmo (43) supir truk, warga Desa Huta III, Jalan Keramat Kubah, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun saat membuat pengaduan di Mapolres Sergai mengatakan, dia bersama dua kernetnya membawa pallet atau karet dari PT Wipolimex, Kisaran untuk dibawa ke Belawan.

“Saat buang air kecil disamping ban depan, tiba-tiba saya mendengar jeritan minta tolong dari kernet saya Absor (43) yang sudah ditodong clurit (sejenis arit),” terang Casmo kepada wartawan koran ini.
Melihat itu, Casmo melakukan perlawanan, hingga sempat terjadi baku hantam diantara mereka. Dari balik rimbunan pohon, muncul tiga orang kawanan OTK, salah satu dari mereka menghantamkan benda tumpul kewajah  Casmo hingga gigi depan bagian atas supir itu copot.

Beruntung, meski mobil trailer tersebut dibawa lari perampok, tapi mereka bisa melepaskan diri dan mengadu ke kantor polisi setempat. Kasat Reskrim Polres Sergai AKP TML Tobing membenarkan pengaduan korban.(mag-15)

Jangan Sampai Luntur

Hari Ini, 66 Tahun Lahirnya Pancasila

Hari ini, Indonesia kembali memperingati Hari Lahir Pancasila. Namun, meskipun Pancasila hebat dalam teori,
tapi masih saja kemiskinan dan kepincangan masih terjadi. Perkembangan politik semakin memalukan, lembaga keamanan dan peradilan kotor, konflik antaragama dan terorisme terus menghantui.

Ya, tampaknya ada yang salah dalam praktik pengelolaan berbangsa dan bernegara. Kesalahan itu, jika diamati, akibat lemahnya pemahaman dan praktik nilai-nilai dasar negara yang menjadi identitas bangsa, yakni Pancasila. Kesalahan yang mulai terjadi sejak bergulirnya reformasi kemudian mengakibatkan munculnya berbagai gerakan yang radikal yang mengatasnamakan agama maupun politik beberapa tahun terakhir.

Nah, sebagai renungan, aktivis Ratna Sarumpaet menggagas acara Pancasila Rumah Kita. Kata Ratna, sangat menyedihkan, saat ini Indonesia rapuh, seperti tidak punya pijakan, padahal Indonesia punya Pancasila. “Acara ini merupakan ajakan untuk terus sharing mengenai hilangnya semangat Pancasila,” ujar Ratna di Graha Bakti Budaya Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Sabtu (28/5) lalu.

Soal Pancasila memang semakin hangat menjelang hari jadinya ke-66, Rabu (1/6) ini. Semua ini bermula dari Ketua MPR, Taufiq Kiemas yang menyatakan Pendidikan Pancasila akan dimasukkan lagi ke kurikulum pelajaran sekolah. Pancasila dahulu diajarkan di sekolah-sekolah dengan nama mata pelajaran Pendidikan Moral Pancasila (PMP). Mata pelajaran ini kemudian dihapus dan diganti dengan Pendidikan Kewarganegaraan, tanpa embel-embel Pancasila.
Namun, krisis toleransi yang belakangan makin marak terjadi di tanah air, membuat pemerintah sepakat untuk menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila di tengah masyarakat, sebagai bagian dari revitalisasi peran Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. “Pemerintah 1.000 persen setuju untuk mengembalikan Pendidikan Pancasila ke kurikulum sekolah. Untuk itu MPR akan melakukan dengar pendapat dengan ahli pendidikan dan ahli tata negara selama tiga hari,” kata Taufiq di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (26/1) lalu.

Kesepakatan untuk memasukkan kembali Pendidikan Pancasila ke dalam kurikulum sekolah, dicapai dalam pertemuan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) dengan lembaga-lembaga tinggi negara yang digelar di Gedung Mahkamah Konstitusi, Selasa (24/5) lalu.

Sementara itu di tempat terpisah, sejarawan Asvi Warman Adam menilai pemerintah selama ini sangat sembrono menghilangkan mata kuliah pendidikan dasar Pancasila dan Kewarganegaraan di kurikulum sekolah dan perguruan tinggi. Akibatnya ancaman disintegrasi bangsa semakin terbuka. “Saya rasa itu blunder besar yang dilakukan Menteri Pendidikan Nasional,” kata Asvi di Jakarta.

Senada dengan Asvi, Guru Besar Universitas Airlangga (Unair) Puruhito, juga menyayangkan dengan penghapusan kurikulum Pancasila dalam Sistim Pendidikan Nasional (Sisdiknas).

Oleh karena itu, dia berharap kepada para dosen untuk menyelipkan sedikit nilai-nilai Pancasila sebelum memulai mata kuliah. Meski hal itu dinilai kurang efektif namun minimal berjuang agar nilai-nilai luhur Pancasila tidak terkikis oleh globalisasi. “Karena globalisasi telah mencabut akar kebangsaan ini,” ujarnya.

Tak hanya itu saja, pemerintah harus serius dalam menanamkan Nilai Pancasila di Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD). Sebab, 50 tahun ke depan mereka adalah para pengganti. “Jika tidak dimulai sejak dini maka nilai-nilai Pancasila akan luntur,” tambahnya.

Terlepas dari itu, Presiden SBY memastikan akan hadir dalam acara peringatan pidato Bung Karno pada 1 Juni 1945 yang mendasari lahirnya nilai-nilai Pancasila di gedung MPR hari ini. “Saya akan hadir dan memberikan pidato untuk memperingati pidato Bung Karno pada 1 Juni bersama Presiden ketiga Bapak Habibie dan Presiden kelima Ibu Megawati,” kata SBY di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (31/5).

Presiden menegaskan, semua warga negara harus tetap memegang teguh isi Pancasila yang merupakan dasar negara dan falsafah hidup bangsa. “Bahkan, sebagai jalan hidup yang harus terus kita jalankan,” katanya.

Soal pidatonya hari ini, SBY ditengarai akan memaparkan tentang survei tentang Pancasila di masyarakat kini. Pidato ini didasari oleh temuan Badan Pusat Statistik (BPS). Ya, survei ini digelar BPS dalam upaya revitalisasi nilai-nilai Pancasila yang mulai dilupakan sebagian masyarakat. “Kira-kira 80 persen positif melihat Pancasila sebagai sesuatu yang dibutuhkan,” kata Kepala BPS Rusman Heriawan, Selasa (31/5).

Survei dilakukan selama 3 hari sejak 27 Mei 2011, dengan melibatkan 12 ribu responden yang terdiri dari berbagai golongan di masyarakat. Seperti tentara, anggota dewan, elit politik hingga para petani. Survei dilakukan merata di wilayah Indonesia, dari Aceh hingga Papua. (bbs/rm/jpnn)

Tak Boleh Setengah Hati

Untuk diketahui, jelang peringatan hari lahirnya, pemerintah berniat merevitalisasi Pancasila. Salah satu caranya, Ketua MPR, Taufiq Kiemas menyatakan Pendidikan Pancasila akan dimasukkan lagi ke kurikulum pelajaran sekolah.
Menurut sejarawan Asvi Marwan Adam, pemerintah tak boleh setengah hati menyosialisasikan Pancasila. “Kenyataannya setengah hati, lembaga tinggi negara baru membentuk komisi,” kata dia, Selasa (31/5).

Harusnya, tambah dia, Pancasila ditangani oleh lembaga setingkat departemen. Namun, tak perlu sampai membentuk yang baru yang membutuhkan dana besar. “Melalui departemen yang ada yakni Departemen Agama dan Pancasila. Kelihatannya agama dan Pancasila dua hal yang berbeda, tapi saling melengkapi,” tambahnya.

Langkah kedua, Presiden diminta untuk menetapkan tanggal 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. “Harusnya ada Kepres yang memutuskan 1 Juni sebagai Hari Lahir Pancasila. Seperti halnya 18 Agustus yang ditetapkan jadi Hari Konstitusi,” jelas Asvi.

Menurut Asvi, ini aneh, pemerintah justru menetapkan hari lahir UUD 45, bukannya Pancasila yang menjiwainya. “Masih ada diskriminasi terhadap Pancasila, belum diakui, pemerintah masih setengah hati,” pungkasnya. (net/jpnn)