Home Blog Page 15183

Dugaan Korupsi di Dinas Tarukim Diributi

AMPP Minta Kejatisu Seriusi Pungli Jembatan Timbang

MEDAN- Puluhan massa mengatasnamakan Aksi Bersama LSM dan Mahasiswa mendesak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) mengusut dugaan korupsi di Dinas Penataan Ruang dan Pemukiman (Tarukim) Sumut. Desakan ini mereka sampaikan dalam aksi yang digelar di depan gerbang Kantor Kajatisu Jalan AH Nasution, Senin (30/5). Selain massa dari Aksi Bersama LSM dan Mahasiswa, dua elemen mahasiswa dan masyarakat lainnya juga menggelar aksi serupa di tempat yang sama. Di antaranya massa yang mengatasnamakan Kesatuan Aksi Mahasiswa Medan (KAMMED). Kemudian disusul massa dari Aliansi Masyarakat Peduli Pembaharuan (AMPP)n yang mendesak Kejatisu mengusut dugaan korupsi yang terjadi di Sumut, termasuk pungli jembatan timbang yang diduga melibatkan Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Sumut Razali.

Kehadiran para pengunjuk rasa ini disambut puluhan aparat kepolisian yang sudah siaga di gedung Kejatisu, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Aksi massa itu juga mendapat perhatian dari masyarakat sekitar dan yang melintas. Apalagi ketika mereka melakukan penyembelihan ayam di depan pintu gerbang gedung Kejatisu, sebagai lambang keperihatinan atas matinya supremasi hukum di Sumut. “Apa yang kami lakukan ini sebagai ilustrasi telah matinya penegakan hukum di daerah ini,” teriak massa.

Dalam orasinya, massa dari Aksi Bersama LSM dan Mahasiswa meminta Kejatisu mengusut dugaan korupsi di Dinas Penataan Ruang dan Pemukiman (Tarukim) Sumut, terkait pengadaan pembangunan pipa, pemasangan jaringan dengan pagu anggaran Rp1,3 miliar.

Kemudian pembuatan sumur bor dan bangunan pendukung dengan pagu anggaran senilai Rp700 juta. Terakhir, pengadaan dan pemasangan jaringan dan ac di Kabupaten Asahan senilai Rp3,3 miliar. Semua dana proyek bersumber dari APBN 2010.

Kehadiran ketiga aksi massa itu diterima Kasi Penerangan Hukum Kejatisu, Edi Irsan Kurniawan Tarigan. “Semua yang rekan-rekan mahasiswa sampaikan, akan kami sikapi,” tegasnya.
Prosesnya, laporan ini akan disampaikan ke bidang intelijen, kemudian kalau ada bukti permulaan yang cukup, berkas diteruskan ke Pidsus. Puas dengan penjelasan itu, massa berangsur-angsur meninggalkan gedung Kejatisu dengan tertib.(rud)

Warga Ancam Tidur di Polonia

Sengketa Tanah Sari Rejo

MEDAN- Komisi A DPRD Sumut telah berkomitmen untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat Sari Rejo, bukan kepentingan pengusaha. Karenanya, jika persoalan sengketa tanah Sari Rejo dapat dipercepat penyelesaiannya, mengapa harus diperlambat.

Demikian dikatakan Sekretaris Komisi A DPRD Sumut Isma Fadly Ardhya Pulungan yang menerima audiensi 30 masyarakat Sari Rejo yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) di Aula Kantor DPRD Sumut, Senin (30/5).

Pada kesempatan itu, politisi asal Fraksi Golkar DPRD Sumut juga menuturkan, Komisi A DPRD Sumut akan kembali mengagendakan pertemuan dengan Lanud Medan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Medan dan Sumut serta Pemko Medan dan tanpa terkecuali pihak masyarakat Sari Rejo, dalam jangka waktu dekat, untuk menindaklanjuti pertemuan Komisi A DPRD Sumut dengan Kementerian Keuangan dan Markas Besar (Mabes) TNI AU di Jakarta beberapa waktu lalu.

“Nanti, kita akan meminta Pemko Medan untuk menstanvaskan semua pembangunan properti di area Polonia, sebelum persoalan Sari Rejo selesai. Kita akan mempertanyakan, siapa sebenarnya yang bermain di belakang ini. Kenapa ada pembangunan di area Polonia, sementara masyarakat di sekitar situ tidak diberikan sertifikatnya,” tegasnya.

Sebelumnya, segenap masyarakat Sari Rejo dengan tegas menyatakan, tanah yang telah mereka diami puluhan tahun itu adalah tanah mereka yang juga berhak untuk dimiliki secara penuh dengan harus dikeluarkannya sertifikat tanah bagi mereka.

“Masyarakat bukan untuk mencari kekayaan, tapi hanya untuk tempat berlindung. Kami meminta anggota Komisi A DPRD Sumut bersedia untuk melihat langsung tempat tinggal kami,” pinta seorang warga yang juga anggota Formas Oscar Sinaga pada acara audiensi itu.

Warga lainnya, Ustad Sobirin Lubis mengandaikan, perjuangan masyarakat Sari Rejo seperti kendaraan yang tercebur di lubang berlumpur yang tak kunjung bergerak. Artinya, sudah beragam pertemuan baik di Medan bahkan hingga ke Jakarta tetap saja sampai saat ini, belum ada penyelesaian.

“Mungkin kami akan mengadu ke pesawat, dan tidur di lapangan terbang Polonia. Dan apa perlu terjadinya pertumpahan darah,” tegasnya. Penegasan itu juga diungkapkan seorang warga Sari Rejo lainnya dari lingkungan IX yakni, Sudarto. Dikatakannya, menerobos landasan pacu Polonia merupakan harga mati yang akan dilakukan warga. (ari)

Melati Nilai Bertabur ‘A’

Bagi Melati, belajar bukan harus seintensif mungkin, tapi biarkan pikiran serileks mungkin. Dengan begitu setiap materi belajar mampu diterima dan diserap otak dengan baik.

Gadis kelahiran Jakarta 6 Februari 1991 ini awalnya menerapkan cara belajar yang diatur oleh orangtuanya. Yakni dengan melakukan belajar tambahan di bimbingan belajar dan harus belajar keras. Namun, hal tersebut malah menjadikan nilai dan prestasinya anjlok. “Setelah saya memberikan pengertian kepada orangtua saya, akhirnya mereka memberikan kebebasan kepada saya untuk menerapkan cara belajar yang saya inginkan. Dan hasilnya, banyak prestasi yang saya raih seperti menjadi pemilik indeks prestasi (IP) tertinggi di Jurusan Sistem Informasi STMIK ITMI,” katanya, Rabu (25/5).

Bahkan, pada semester lima lalu, Melati sempat meraih IP sempurna, yakni 4. “Pada semester empat saya juga meraih indeks prestasi yang lumayan bagus, yakni 3,8. Dan mudah-mudahan pada semester enam ini nilai saya tetap bertahan. Karena dengan prestasi ini pihak kampus memberikan beasiswa hingga 50 persen dan ini sangat membantu perekonomian keluarga saya,” tuturnya.

Anak sulung dari dua bersaudara pasangan Murdan (alm) dan Mawar ini juga menceritakan bagaimana cara belajarnya hingga bisa mencapai nilai sempurna tersebut. “Tak ada cara yang istimewa dalam cara belajar saya. Maksimal saya membaca hanya dua jam dan itu saya lakukan pada siang hari. Karena pada pukul 08.00-11.00 WIB dan 17.30-20.30 WIB saya menjalani perkuliahan,” jelas Melati.

Tapi tak hanya siang hari, lanjut Melati, Ia mengaku belajar setiap moodnya sedang datang. “Tidak tak bisa dipaksa, malah sia-sia jadinya,” kata gadis yang hobi menonton ini.

Prestasi yang paling membanggakan bagi Melati adalah saat ia mendapatkan IP sempurna tadi. “Saya juga terkejut saat mendapat nilai itu, A semua. Saya memberitahukan kepada mama. Ia tetap memotivasi saya untuk jangan cepat puas terhadap prestasi yang diraih,” katanya. (saz)

Jadikan Siswa Terampil Berbahasa Inggris

MAN Tanjung Morawa

Tanjung Morawa-Untuk menghasilkan generasi yang mumpuni, banyak kemampuan yang harus dibekali kepada para siswa saat ini. Baik kemampuan akademik maupun kemampuan interaksi sosial.

Tak hanya itu, kemampuan di bidang entrepreneurship dan kemampuan berbahasa asing juga sangat diperlukan untuk mempersiapkan siswa mampu bersaing di dunia pendidikan tingkat internasional. Karena itu, MAN Tanjung Morawa baru-baru ini mengundang Hana Van yang merupakan English Teacher Assistance di MAN 1 Medan. “Kegiatan ini merupakan satu program dari American-Indonesian Exchange Foundation (AMINEF) sebagai ajang pertukaran guru antara Amerika dengan Indonesia,” terang M Asrul, Senin (30/5).

Menurut Asrul, Hana diundang dalam rangka peningkatan keterampilan berbahasa Inggris siswa MAN Tanjung Morawa. “Hal ini dalam rangka menunjang pembentukan klub Bahasa Inggris bagi siswa di sini. Ini juga merupakan program kerja MAN Tanjung Morawa,” tutur Asrul seraya menjelaskan ia juga merupakan seorang guru Bahasa Inggris.

Asrul menjelaskan, di MAN Tanjung Morawa setiap program yang membangun peningkatan pembelajaran sepenuhnya didukung olehnya. Pada umumnya, lanjut Asrul, siswa MAN Tanjung Morawa sudah mampu dan menguasai Bahasa Inggris. “Setelah Hana diundang ke sini, Hana mengungkapkan hal itu. Yang menjadi kendala terbesar adalah para siswa belum memiliki keberanian untuk saling berinteraksi menggunakan bahasa internasional tersebut,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Hana yang berkewarganegaraan Amerika, juga memberikan tips sukses untuk proses pembelajaran Bahasa Inggris bagi guru MAN Tanjung Morawa. “Satu di antaranya yakni dengan mengkombinasikan mata pelajaran yang akan diajarkan dengan games,” jelas Hana.

Pada saat itu, Hana juga memperagakan beberapa games di depan siswa MAN Tanjung Morawa. Asrul berharap anak didiknya suskes dalam berbahasa Inggris. (saz)

Gara-gara Futsal, Mahasiswa UHN Bentrok

MEDAN- Mahasiswa Fakultas Hukum dan Fakultas Teknik Sipil Universitas HKBP Nommensen saling betrok di depan kampus mereka di Jalan Sutomo Ujung, Senin (30/5) siang. Akibatnya, jalan dari arah Jalan Sutomo dan Jalan Perintis Kemerdekaan ditutup.

Dari informasi yang dihimpun wartawan koran ini di lokasi kejadian, pemicu saling serang dan saling lempar itu berawal dari permainan futsal antara Jurusan Teknik Sipil Fakultas Teknik dengan Fakultas Hukum beberapa waktu lalu. Usai pertandingan, dua orang mahasiswa dari Fakultas Hukum ditampari oleh mahasiswa Fakultas Teknik.
Namun, aksi penamparan itu berbuntut panjang. Mahasiswa Fakultas Hukum yang tidak terima balik menyerang. Aksi saling serang ini berawal dari dalam kampus, kemudian melebar hingga ke luar kampus dan memacetkan arus lalulintas di Jalan Sutomo dan Jalan Perintis Kemerdekaan.

“Mereka (mahasiswa Fakultas Teknik, Red) yang menampar kawan kami duluan. Itu tidak hanya dilakukan sekali, bahkan ada sampai dua kali. Jelas kami tidak terima. Lantas, inilah akibatnya,” ujar mahasiswa dari Fakultas Hukum yang meminta namanya tidak dikorankan.

Kapolsekta Medan Timur Kompol Patar Silalahi dan Kasat Shabara Kompol Benny Saragih yang ditemui wartawan koran ini di lokasi kejadian membenarkan peristiwa tersebut berawal dari permainan futsal.
“Ya, mungkin karena kalah atau bagaimana, katanya dua mahasiswa Fakultas Hukum ditampar oleh mahasiswa Fakultas Teknik dan berkembang hingga terjadi bentrok,” jelas Patar. (mag-8/jon)

PT Tirta Investama Komit Beri Layanan Prima

MEDAN– PT Tirta Investama, produsen air minum dalam kemasan (AMDK) Aqua, hari ini menegaskan komitmennya dalam memberikan produk dan layanan prima pada para pelanggannya di Indonesia, termasuk di Sumatera Utara.
Sehubungan dengan adanya pemberitaan di harian Sumut Pos edisi 26 Mei 2011 mengenai keluhan atas satu kemasan Aqua gelas 240 ml, perusahaan telah melakukan penelusuran lebih lanjut terhadap konsumen yang bersangkutan dan memberikan penjelasan yang diperlukan.

“Kami menghargai setiap informasi yang disampaikan kepada perusahaan untuk dapat ditindaklanjuti dan direspon dengan tepat sesuai ketentuan pelayanan konsumen yang berlaku,” kata Michael Limena, mewakili Manajemen Aqua, Senin (30/5).

Disebutkannya, Aqua sangat berkomitmen pada kualitas produk dan lingkungan yang tercermin dari berbagai sertifikasi yang dimiliki yaitu ISO 9001 untuk sistem jaminan mutu, ISO 22000 untuk sistem keamanan pangan dan ISO 14001 untuk sistem lingkungan. “Semua proses produksi kami juga sesuai dengan Standard Nasional Indonesia,” ungkapnya.
Bagi konsumen yang ingin menyampaikan keluhan, saran, perbaikan atau masukan lainnya, kata Michael, dapat menghubungi Aqua Menyapa di nomor 0807-15-888888.

Seperti diberitakan, Basrin (40), warga Jalan Bunga Cempaka, Medan Selayang, menemukan benda seperti lumut berwarna hitam di dalam kemasan air mineral merek Aqua cup 240 ml. Padahal, masa kedaluarsa air minuman tersebut berlaku hingga 10-11-12 (10 November 2012, Red). (azw)

Penggelap Cukai Miras Divonis Tiga Bulan

MEDAN- Pemilik PT Fherparin Philips Jongs divonis 3 bulan dan membayar denda Rp650 juta oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Medan, Senin (30/5). Vonis yang dijatuhkan hakim yang diketuai Erwin Malau, lebih ringan dari Jaksa Penunutut Umum (JPU), karena terbukti bersalah karena memperoduksi dan mengedarkan minuman berakohol merek Vigour dan Vodka tanpa pita cukai.

Hakim memvonis terdakwa bersalah atas dasar alat bukti yang dihadirkan dalam persidangan merupakan alat bukti yang sah. Perbuatan Phillipas Jong dengan mengedarkan produk minuman berakohol tanpa pita cukai itu terbukti merugikan negara ratusan juta rupiah lebih, sesuai Pasal 54 UU No 11 Tahun 1995 tentang mengedarkan, membuat produk tanpa cukai.

Atas putusan hakim yang ringan tersebut, usai sidang, Phillips Jong tersenyum ceria. Phillip yang saat itu mengenakan jaket dan topi, langsung kabur dan berlari meninggalkan kejaran wartawan, untuk dikonfirmasi. (rud)

Penyelidikan Gula Selundupan Ditutupi

MEDAN- Penyelidikan kasus dugaan penyelundupan ribuan ton gula pasir dari sebuah gudang di kawasan Mabar, Kecamatan Medan Labuhan, oleh Bidang Ekonomi Direktorat Reskrimsus Polda Sumut terkesan ditutup-tutupi. Pasalnya, setiap ditanyai soal hasil penyelidikan tersebut, Poldasu melalui Kabid Humas Poldasu AKBP Heru Prakoso selalu berdalih kasusnya dalam penyelidikan.

“Belum, masih dalam penyelidikan. Saya belum punya datanya, nanti kalau sudah ada pasti saya jelaskan,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Heru Prakoso, Senin (30/5).

Menanggapi hal itu, Direktur Keluarga Besar Putra Polri Polri (KBPPP), Hilmar Robinson Silalahi menyesalkan sikap Poldasu. Hilmar mengatakan, seharusnya Poldasu menjunjung tinggi Keterbukaan Informasi Publik (KIP) dengan tranparan mengungkapkan hasil penyelidikan ke masyarakat melalui media.

“Seharusnya mereka memberitahukan perkembangan penyelidikannya. Jangan terkean tertutup. Publik juga ingin tahu kinerja Polri dalam melakukan penyelidikan,” ujarnya. Dikatakannya, bila ada indikasi Polisi tertutup dengan penyelidikannya, bisa saja ada muncul kecurigaan, ada permainan anatara pemilik gudang dan Polisi. “Bisa saja ada indikasi permainan,” ucapnya.(adl)

Menawarkan Peluang Usaha

Perumahan Bilal City

MEDAN-Perumahan Bilal City yang berada di Jalan Bahayangkara, menawarkan peluang usaha bagi konsumennya jika memiliki perumahan yang mereka tawarkan. Pasalnya, perumahan satu ini berada di kawasan strategis yang mampu memberikan peluang usaha.

Revelino, Agency pemasaran Bintang Property mengatakan, perumahan yang mereka tawarkan turut menyediakan rumah toko atau ruko yang dapat dimanfaatkan sebagai peluang usaha. Sedangkan jumlah unit rumahnya terbatas. “Hunian yang dikonsep secara minimalis ini, juga dilengkapi ruko untuk memberikan kesempatan kepada konsumen untuk membuka usaha, apalagi lokasi tidak jauh dari pasar dan mudah terjangkau,” tuturnya.

Hunian Bilal city hanya menyediakan 3 unit rumah ukuran 6X13. Saat ini sedang melakukan pembangunan dua unit rumah yang telah dipesan konsumen. Sisanya, satu unit lagi untuk lokasi sebuah rumah. “Untuk rumah toko berlantai 3, dari 3 unit yang disediakan baru satu yang telah dipesan dan masih menyisakan dua unit lagi,” kata dia.

Selain itu, perumahan satu ini juga memberikan keamanan yang terjamin dengan tentunya melalui penyediaan pos keamanan di depan gerbang masuk Bilal City. “Unit rumah  yang kita sediakan memang lebih sedikit dibanding perumahan lain. Ini untuk kebih memudahkan menjangkau sisi pengamanan dan keamanannya,” tambahnya.
Perumahan Bilal City  ditawar ke pasar dengan harga murah. Untuk ukuran 6X13 hanya berkisar Rp235 juta, sedangkan untuk ruko berukuran 5X15 seharga Rp625 juta dan ruko ukuran 4X15 berkisar Rp565 uta.

Adapun untuk pembayarannya, kata dia, bisa dilakukan secara Tunai Keras, Tunai Bertahap, ataupun kredit melalui KPR bank. Bagi yang berminat, pihaknya tanpa memberikan batasan limit waktu, konsumen kapan saja bisa memesan ruko dan rumah yang tersedia. “Tapi dengan catatatan, jika rumah dan ruko tersebut belum dipesan oleh orang lain,” pungkasnya. (mag-21)

Inter Belum Lelah Juara

KEMENANGAN Inter Milan atas Palermo di final Copa Italia merupakan bukti tim asuhan Leonardo Araujo tak pernah lelah menyabet trofi kemenangan. Setidaknya inilah yang diakui kapten Javier Zanetti.
Inter akhirnya sukses mempertahankan trofi Copa Italia ke Giuseppe Meazza setelah menaklukkan Palermo 3-1 di partai puncak dini hari tadi. Zanetti mengklaim laga kontra Rosanero sebagai bukti bahwa La Beneamata masih memiliki mental juara.

“Kemenangan Copa adalah kebahagiaan untuk semua fans yang layak mendapatkan ini. Inter adalah keluarga saya, saya terlalu mencintai Inter dan kebanggaan ini tak akan terlupakan,” ujar Zanetti selepas laga.
Beberapa pekan sebelumnya, rival sekota Inter, AC Milan, mengangkat trofi Scudetto untuk kali pertama dalam tujuh tahun terakhir. Zanetti pun memperingati Milan bahwa I Nerazzurri akan kembali berjuang menyabet trofi tertinggi Serie A musim depan.

“Kami harap terus bermain dan menang. Malam ini kami membuktikan tim tak pernah lelah untuk menjadi juara, ini trofi ketiga musim ini, kami berharap selalu melakukannya dengan baik. Kami akan terus berjuang karena kami tim kuat. Milan juga tim kuat,” pungkas bek andalan Timnas Argentina itu.
Sebelum meraih tropi Copa Italia, Inter sudah membawa pulang SuperCopa Italia dan Piala Dunia Antarklub di awal musim lalu, di bawah asuhan Rafael Benitez. (net/jpnn)