Home Blog Page 15325

Ahsana Nadya Sering Jadi Juara

Siapa sangka, selain memiliki paras cantik dan menawan,  wanita yang kesehariannya mengenakan jilbab ini , ternyata memiliki segudang prestasi yang telah diraihnya.

Tak hanya mampu berprestasi di bidang akademik saja, namun wanita yang memiliki nama lengkap Ahsana Nadya ini juga sering menjuarai berbagai even perlombaan yang pernah diikutinya.

Di MTS Miftahussalam, tempat dia menempa ilmu, anak semata wayang pasangan Ir Bahrul Jamil dan Cut Ruhama ini,tak jarang mengharumkan nama sekolah melalui hasil juara di beberapa kesempatan perlombaan, seperti  tari kreasi daerah maupun pidato Bahasa Arab yang pernah diraihnya.

Nadya yang juga memilki kemampuan di bidang musik,  khususnya vocal dan piano ini mengaku, memiliki talenta seni sejak masih kecil.

“Sejak saya kecil  kedua orangtua selalu mendukung segala kegiatan yang saya lakukan, selama itu masih dalam koridor positif. Bahkan mereka juga sering mengajarkan beberapa hal yang saya tidak pahami,” ungkap Nadya.

Di usianya yang masih terbilang muda (13 tahun), Nadya bertekad untuk tetap mempertahankan prestasi akademiknya yang selalu menjadi juara kelas sejak kelas VII hingga kini.

Prestasi itu tak lain untuk menunjang cita-cita Nadya yang ingin menjadi seorang dokter  agar dapat menolong orang yang kesulitan.

Kini, Nadya yang memiliki hobi menyanyi dan membaca itu tak lantas merasa puas atas semua prestasi dan keberhasilan yang telah diraihnya, baginya meraih cita-cta adalah hal terpenting dalam hidupnya. (uma)

Ubah Permainan jadi Penghasilan

Jhoni (Chen Hai Lung)

Dengan kreativitas, keyakinan, dan semangat untuk sukses, Jhoni (Chen Hai Lung) mengubah permainan menjadi sumber penghasilan menjanjikan. Keberhasilan melewati masa-masa sulit memberi kepuasan tersendiri
dan pelajaran yang berarti untuk di masa yang akan datang.

Sesuai kesepakatan, Sumut Pos pun meluncur ke tempat yang dijanjikan yaitu Toko Thomb Rider Games Jalan Brigjen Hamid Medan. Tampak Jhoni dengan mengenakan kemeja hitam dan celana hitam terlihat segar menyambut dan mengundang untuk masuk.

Di gedung berbentuk rumah toko tiga lantai itu terlihat beberapa permainan digital yaitu Playstation dari serie I dan II, Nintendo, sampai X-Box. Tampak pula aksesoris masing-masing jenis permainan tadi. Dari joystick hingga permainan yang terbaru. Selain itu ada juga permainan untuk anak-anak yang dikenal ‘mini kids’ dengan bentuknya yang lucu-lucu. Permainan yang banyak di temui di Time Zone seperti ‘Street Basket’ pun melengkapi koleksi usaha permainan Jhoni.

Dari penuturan Jhoni, Thomb Rider Games Jalan Brigjend Hamid ini merupakan toko yang dibuka 2007 silam. Sebelumnya suami dari Ernawati ini sudah membuka beberapa gerai tidak hanya di Kota Medan. Dimulai 2004 di Marelan dilanjutkan di Jalan HM Joni 2005, Jalan Gunung Krakatau (2006) dan di KM 12 Binjai 2007 silam. Dirinya bahkan buat ancang-ancang untuk membuka cabang di Tanjung Morawa dan Tebing Tinggi.

Inisiatif membuka usaha sendiri terinspirasi dari kegemaran sang adik Lukman bermain game. Permainan digital yang dikenal dengan Playstation. Diawali dengan usaha rental yang dibuka di kediamannya, Jhoni berhasil mengumpulkan sedikit keuntungan. Perlahan tapi pasti, dirinya melengkapi dagangannya untuk memenuhi keinginan konsumen. Dengan menjaga kepercayaan konsumen tadi, Jhoni pun berhasil mengembangkan usahanya.

Dengan semua itu, Jhoni pun berhasil membantu menciptakan lapangan pekerjaan untuk 13 pegawainya. Begitu juga melalui terobosan yang dilakukannya tak jarang memberikan keceriaan bagi masyarakat sekitar lokasi usaha yang dibangun. Seperti boneka lucu yang disiapkan untuk dibagi sebagai hadiah. “Ya, seperti Imlek baru-baru ini, kita buat acara hiburan. Paling tidak masyarakat turut merasakan kehadiran Thomb Rider Games ini,” ucap Jhoni tenang.
Selain sebagai hiburan, Jhoni pun mengaku bila kegiatan hiburan seperti itu merupakan teknik promosi yang baik. Pengalaman sebagai sales mengajarkan bagaimana promosi yang baik sangat menunjang usaha yang dijalankan. Hal itu membuat Jhoni terus melakukan terobosan. Seperti membagikan kantung plastik dengan logo Thomb Rider Games kepada masyarakat secara cuma-cuma. “Rencananya kantungan plastik ini kita bagi-bagi kepada pedagang-pedagang. Karena bagaimana pun penyebarannya pasti lebih cepat dan luas,” paparnya.

Begitu pun, semua keberhasilan ini tidak diraih dengan mudah. Namun dengan keyakinan semua usaha tidak ada yang sia-sia, Jhoni berhasil bertahan dari masa-masa sulit. Seperti saat permainan online hadir sebagai primadona di tengah-tengah pecinta game 2009-2010 lalu. Hal itu berdampak pada ditutupnya beberapa gerai yang ada. Tidak cukup di situ, belakangan ini cabang di Jalan Brigjen Hamid Medan ini dibobol maling yang membuatnya menderita kerugian tidak sedikit.

“Prinsip saya walaupun sulit kita harus tetap bertahan. Tidak ada usaha yang sia-sia. Memang saya terpaksa menutup beberapa toko untuk bisa bertahan sampai sekarang kondisi sudah mulai normal. Dari kehilangan ini saya mendapat pelajaran untuk tidak menyimpan stok banyak-banyak,” pungkasnya. (jul)

Motor Berteknologi RTR

TVS Apache

Motor dengan teknologi Racing Trotol atau perpaduan antara teknologi 4 tak, tetapi sangat responsif sebagai motor balap, bahkan berbagai keunggulannya, dimiliki TVS Apache, pabrikan dari India.

GM Dealer PT Harapan Sumatera Motor, Sulaiman Thalib SE mengatakan, dengan mesin 160 cc, motor sport ini teruji sangat cepat, bahkan dalam skala 0-60 km dapat ditempuh dalam waktu 4,8 detik.

“Belum ada yang menandingi kecepatan motor Apache ini,” ujar pria yang berkantor dijalan AH Nasution ini.
Dikatakannya, motor tersebut dilengkapi dengan Disk Break setebal 270 mm dengan cakram depan lebih besar yang akan menghasilkan pengereman lebih pakem. “Dalam hal ini keamanan menjadi salah satu hal yang paling diperhatikan untuk keselamatan pengendara,” tambahnya.

Fitur lainnya, lanjutnya, memuat tangki Digital Speedo yang mengingatkan pemakai Apache tentang kondisi bahan bakar motor. Ketika bahan bakar motor sudah sedikit atau minyak simpanan dalam tangki sudah terserap, maka lampu yang terletak di dekat speedo meter motor akan bernyala “Untuk saat ini hanya motor sporty TVS Apache yang ada, bahkan para kompetitor tidak memiliki,” kata Sulaiman meyakini. Dengan garansi mesin 3 tahun, motor dengan body besar ini hargtanya dipasarkan Rp16,970 juta hingga Rp18,640 juta. Untuk kelas motor sport yang memiliki teknologi tangguh, harga yang ditawarkan relatif terjangkau.

“Untuk semua teknologi yang ada, tidak semua motor dari berbagai merk yang memilikinya, bahkan bisa dikatakan hanya TVS Apache saja,” ujar Sulaiman.

Dikatakannya, walaupun memiliki body sport yang tinggi dan besar, tetapi motor ini sangat nyaman digunakan, bahkan ketika perjalanan jauh dan keadaan jalan yang bergelombang. “Karena dudukan motor yang dilengkapi pada motor ini disesuaikan dengan bentuk tulang belakang manusia, bahkan untuk yang dibonceng akan tetap berada dalam kondisi yang nyaman karena dudukan yang telah disesuaikan,” paparnya.

Satu hal yang jadi kelebihan motor ini, yakni dilengkapi dengan lampu service berkala. Teknologi ini menjadi pengingat bagi pengendara motor melalui lampu yang menyala sebagai tanda motor tersebut sudah harus diservice. “Jadi, walaupun motor ini pabrikan India, tetapi teknologi yang didukung berkualitas, terutama inovasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya. (mag-9)

Ketangguhannya Teruji
Produsen kendaraan bermotor roda 2 asal India, TVS sudah memasuki pasar Indonesia sejak 16 Juli 2007 kemarin, sekaligus peresmian pabrik motor ini di Indonesia, atau tepatnya di Karawang.  Sementara itu, TVS Group sendiri berdiri pada tahun 1911, yang terdiri dari 37 anak perusahaan dengan 2,7 M USD serta lebih dari 45.000 karyawan diseluruh dunia.

GM PT Hrapan Sumatera Motor, Sulaiman Thalib mengatakan, untuk Sumut, PT Harapan Sumatera Motor yang bertempat dijalan AH Nasution ini merupakan distributor PT TVS Motor Company Indonesia. “Untuk penjualanan nya, motor ini cukup diminati masyarakat. Penjualanan di Medan sendiri mencapai angka 200 hingga 300 unit per bulannya. Sedangkan untuk Sumut dapat mencapai 400 hingga 500 unit per bulan,” kata dia.

Dengan 11 dealer motor yang terletak didaerah strategis di kota Medan, TVS Motor masuk sebagai 10 besar perusahaan sepeda motor dunia. Bahkan pabrik-pabriknya telah memproduksi jutaan motor berstandar internasional yang tersebar di lebih dari 40 negara.

Untuk saat ini, ada 4 type motor TVS yang ada di PT Harapan Sumatera Motor ini, yaitu TVS Neo Tromol, Neo X3i, TVS Rockz New dan TVS Apache. Dimana semua type ini dilengkapi dengan teknologi pendukung keluaran motor dari India ini.

Berbagai fitur, seperti I Start, dimana fitur ini berupa lampu sebagai pertanda bahwa motor telah panas dan siap dibawa jalan. Teknologi I Space, fitur ini untuk bagasi, dimana luas bagasi dapat mencapai 8 Liter. Fitur Center Stand lock untuk mencegah maling, dimana fitur ini akan mengunci cagak tengah motor. Lalu, Duralife Engine, fitur untuk mesin tahan lama, bahkan mesin pada motor bebek mendapatkan garansi hingga 5 tahun.

Kata dia, berbagai kelengkapi fitur ini disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat tentang kendaraan bermotor. Karena selain dilengkapi dengan fitur keamanan juga dilengkapi dengan fitur hiburan dan juga fitur kenyamanan. Hal ini untuk membuat pengendara motor untuk tetap merasa nyaman ketika diatas kendaraan. “Kepuasaan konsumen merupakan fokus utama kami,” ucap Sulaiman.

Lewat pelayanan yang bersahabat, cepat, terpercaya dan terjamin kualitasnya, di TVS memaksimalkan layanan dengan 3S. Yaitu Service, Sales dan Spare part, dimana layanan jual beli, servis penjualan spare part original TVS yang lengkap dan komprehensif menjamin kemudahan servis motor dan purna jual kapanpun dibutuhkan. (mag-9)

Cari Kesempatan dalam Kegelapan

Pemadaman listrik yang terjadi di kawasan Jalan Jalan Sutrisno, Medan Area, dimanfaatkan pencuri untuk menyikat sepeda motor Mio Soul BK 2298 ABC milik Elly (35) warga Jalan Sampalin
Kelurahan Pandau Hulu, Kecamatan Medan Area. Saat itu, sepeda motor tersebut diparkir di depan tokonya di Jalan Sutrisno.

Namun, tiba-tiba listrik padam, sehingga suasana menjadi gelap gulita. Nah, kesempatan itu dimanfaatkan pencuri untuk melarikan sepeda motor milik Elly. Elly mengetahui sepeda motornya hilang ketika dia hendak keluar rumah. Saat dilihatnya, ternyata sepeda motornya telah raib. Lantas, dia menanyakan kepada karyawannya Arianto (27), warga Jalan Rahmadsyah. Ternyata, Aryanto juga tak mengetahui kalau sepeda motor tersebut telah hilang.
“Memang saat itu mati lampu. Saat saya keluar, sepeda motor itu sudah hilang. Mungkin saat mati listik tadilah kawanan maling membawa sepeda motor saya,” jelas Elly didamping Arianto saat membuat laporan di Mapolsekta Medan Area, Rabu (4/5) siang.

Kanit Reskrim Polsekta Medan Area, AKP Jonser Banjarnahor SH mengatakan, dia belum mengetahui pasti karena belum mendapatkan laporan tersebut. “Belum ada saya terima laporannnya. Kalau pun benar, akan kita suruh anggota untuk melakukan olah TKP dan mencek lokasi TKP,” ungkapnya.(jon)

Kecewa Plt Gubsu, Formas Ancam Demo

Sengketa Sari Rejo

MEDAN- Masyarakat Sari Rejo melalui Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) kecewa dengan Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho yang belum merespon tuntutan mereka. Bahkan, masyarakat Sari Rejo berniat turun ke jalan melakukan demonstrasi, baik itu ke Kantor Gubernur Sumut di Jalan Diponegoro Medan, Balai Kota Medan, DPRD Medan dan DPRD Sumut serta Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Medan dan Sumut.

“Kami sangat kecewa, sampai saat ini belum ada respon positif dari Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu. Sebagai orang kecil, kami ingin mendapat perhatian. Karena selama ini, kami terombang-ambing. Belum ada kejelasan penyelesaian sengketa tanah kami. Kami mohon, untuk ditegakkan keadilan. Apa perlu, kami unjuk rasa ke Kantor Gubsu dengan massa sebanyak 30 ribu orang. Tapi, kalau memang tidak ada respon juga, mau tidak mau itu kami lakukan,” ungkap Ketua Formas Riwayat Pakpahan kepada Sumut Pos, Selasa (3/5).

Penegasan itu, didukung Sekretaris Formas Os Sumantri yang menyatakan, sejauh ini Pemprovsu belum memiliki komitmen untuk menyelesaikan persoalan ini. “Nyatanya, Gubsu tidak pernah membantu walau sudah tahu dan data juga telah ada. Maka dari itu, kami akan segera menggelar rapat besar. Mungkin dalam rapat nanti, kita akan membahas mengenai rencana menggelar aksi,” ungkapnya.

Kapan masyarakat akan melakukan demonstrasi? Untuk yang satu ini, Os Sumantri belum bisa memastikan. Karena untuk melakukan itu diperlukan perencanaan yang matang dan dukungan semua masyarakat. “Kita akan bicarakan dengan semua elemen masyarakat. Mungkin akan kita kerahkan sebanyak 30 ribu massa, plus mahasiswa dan pelajar. Secepatnya akan kita upayakan menggelar rapat. Untuk target lokasi, yang jelas kantor Wali Kota Medan, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Medan dan Sumut, Bandara Polonia dan tidak ketinggalan lokasi Central Bussines District (CBD),” tegasnya.(ari)

Pelaku Anarkis Ditindak Tegas

Dalam menjaga suasana kondusif di Sumatera Utara (Sumut), Poldasu dan jajarannya akan menindak tegas setiap pelaku anarkis. Hal ini mengaplikasi Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 1/2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian, Prosedur Tetap (Protap) Nomor 1/2010 tentang penanggulangan anarkis dan Perkap No 8/2010 tentang tata cara lintas ganti dan cara bertindak dalam penanggulangan huru-hara.

Demikian dikatakan Kasubbid Dok Liput Humas Poldasu AKBP MP Nainggolan kepada wartawan Sumut Pos Adlansyah Nasution, kemarin. Berikut petikan wawancaranya.

Seperti apa aksi buruh dalam memperingati May Day kemarin? Apa ada tindakan anarkis?
Aksi memperingati Hari Buruh se-Dunia (May Day, Red) kemarin, berlangsung aman-aman saja, tak ada gangguan yang berarti. Polisi yang berjaga-jaga terus melakukan pengamanan yang dilakukan dengan sistem terbuka (menggunakan pakaian dinas, Red) dan tertutup (memakai pakaian sipil, Red). Masa yang berdatangan secara bergelombang menjalankan prosedur yang berlaku yang kemudian massa  membubarkan diri dengan tertib tanpa ada gangguan Kamtibmas.

Dalam menghadapi May Day kemarin, sebenarnya berapa personel yang dikerahkan?
Jumlah personel yang dikerahkan 4.950 orang dari seluruh jajaran Polda Sumut, baik dari Sabhara, Reserse, Brimob dan lainnya. Jumlah tersebut, termasuk dari Polda Sumut, Polresta Medan, Polres se-jajaran termasuk juga Polres persiapan. Sebelumnya, pihak Kepolisian juga sudah mengimbau agar massa pengunjukrasa tetap dalam koridor dan jangan sampai bertindak anarkis. Dimana, massa tetap bisa menyampaikan aspirasinya dan Polisi melayani serta mengawalnya agar jangan sampai terjadi tindakan anarkis.

Mengapa Poldasu menetapkan siaga satu dalam peringatan Hari Buruh se-Dunia kemarin?
Ya, diperkirakan massa yang melakukan aksi pada May Day kemarin berkisar 750 orang. Jadi demi menjaga situasi kondusif, Poldasu menetapkan status siaga satu. Para pengunjuk rasa juga telah kita imbau agar jangan berbuat anarkis. Dimana, seluruh hak mereka dijamin, jadi jangan melakukan anarkis. Polisi juga sudah memberikan imbauan terhadap masing-masing korlap untuk tidak melakukan anarkis. Jadi, silakan aspirasikan hak-hak mereka, tapi bila melakukan anarkis akan kita tindak.

Jika ada aksi anarkis, tindakan tegas bagaimana yang diberikan?
Pertama kita akan memberikan peringatan dengan teguran terhadap pelaku anarkis. Bila mereka tidak mengindahkan, akan diberikan tembakan peringatan ke udara. Dan bila juga tidak menghiraukan teguran satuan petugas huru-hara (PHH), petugas akan menembakkan peluru karet ke bagian kaki untuk dilumpuhkan. Petugas juga memberikan tembakan gas air mata untuk membubarkan sekelompok pelaku anarkis. Tidak hannya itu, satuan PHH juga dipersiapkan dengan mobil water canon dan petugas Brimob berpatroli trail lengkap senjata laras panjang. Gunanya untuk memecah-mecah para pengunjukrasa yang bertindak anarkis.(*)

Kadishub Sumut Terancam Dicopot

Kasus Dugaan Pungli Jembatan Timbang Sibolangit

MEDAN- Dampak pungutan liar (pungli) yang dilakukan tiga oknum Dinas Perhubungan Sumut (Dishubsu), sepertinya bakal berujung pada pencopotan Kadishub Sumut Razali S Sos. Hal ini dilatarbelakangi, adanya indikasi Razali menerima setoran pungutan liar (pungli) jembatan timbang sebesar Rp300 juta.

“Kemungkinan akan ada mutasi,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Provsu Rahmatsyah kepada Sumut Pos, Rabu (4/5). Saat ditegaskan, apakah mutasi itu bermaksud akan mencopot jabatan Kadishubsu dari Razali dan digantikan orang lain? Menanggapi hal itu, Rahmatsyah berkilah, itu merupakan wewenang Plt Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

“Mungkin ada mutasi. Tapi itukan menunggu instruksi dari Plt Gubsu,” jawab pria yang menjadi Plt Sekda Provsu menggantikan Hasiholan Silaen ini.

Namun, seperti diketahui Sekda Provsu adalah Ketua Badan Pertimbangan Jabatan dan Kepangkatan (Baperjakat). Artinya, usulan mutasi itu tidak lepas dari rekomendasi Sekda.

Mengenai hal itu, Rahmatsyah kembali menegaskan, pergantian pejabat struktural di lingkungan Pemprovsu saat ini masih menunggu instruksi atau keputusan Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho.

Bagaimana dengan indikasi Kadishubsu menerima setoran Rp300 juta dari pungutan liar jembatan timbang, apakah tidak ada upaya dari Pemprovsu untuk mengusut persoalan itu dan apa sikap serta tindakannya? Terkait hal itu, pria berkacamata tersebut menjelaskan, indikasi adanya penerimaan setoran dari pungutan liar jembatan timbang diserahkan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum, dalam hal ini Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).
“Kalau masalah pidananya kita serahkan sepenuhnya kepada Kejatisu. Setelah nantinya ada putusan incraht dari pengadilan, baru bisa diberikan sanksi dan disesuaikan dengan Peraturan Pemerintah (PP) No 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS,” ungkap Rahmatsyah.

Sementara, Kejatisu masih terus berusaha membongkar dugaan pungutan liar di Dinas Perhubungan Sumut. Sejauh ini, selain terus berupaya mengusut keterlibatan Kadishub Sumut Razali, kejaksaan juga akan menyelidikan beberapa jembatan timbangan milik Dinas Perhubungan Sumut lainnya.

“Sejauh ini penyidik masih terus bekerja untuk menyelidikan keterliatan oknum pejabat itu. Kita juga akan melakukan penyelidikan terhadap sejumlah jembatan timbangan lainnya di Sumut,” tegas Kasi Penkum Kejatisu Edi Irsan Tarigan SH pada wartawan, Rabu (4/5).

Ketika disinggung soal status Kadishub Sumut Razali, Edi Irsan mengatakan, statusnya masih saksi. “Statusnya masih saksi belum ada peningkatan status. Saat ini kita masih bekerja untuk memintai keterangan dari sejumlah saksi. Baik dari saksi ahli, ataupun dari para tersangka,” tegas Irsan.

Edi Irsan juga belum bisa mengatakan hasil pemeriksaan yang dilakukan Pidsus Kejatisu terhadap Razali selaku Kadisahub Sumut. “Hasil pemeriksaan terhadap pejabat ini, belum diketahui yang pasti yang bersangkutan diperiksa dalam rangka klarifikasi soal keterlibatannya. Dia sendiri dipanggil sebagai saksi,” tegas Tarigan.
Tarigan juga mengatakan, Razali bisa saja dipanggil kembali untuk dimintai keterangan tambahan. “Kalau memang dibutuhkan lagi keterangan yang bersangkutan, maka kita akan panggil lagi dia untuk dimintai keterangan.Dan masalah status bisa saja berubah,” tegas Tarigan.(ari/rud)

Gatot Tolak Komentari Kasus Syaiful Syafri

MEDAN- Plt Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho menegaskan, jika pendidikan di Sumut ingin maju, pejabatnya (Kadis pendidikan, Red) jangan memakan yang bukan haknya (korupsi, Red). Gatot juga meminta Kadis Pendidikan Sumut untuk bekerja keras dalam membangun pendidikan berkualitas di Sumut demi mencerdaskan anak bangsa.

“Kalau mau pendidikan di Sumut ini maju, pejabatnya harus bekerja keras dalam membangun pendidikan, juga jangan memakan yang bukan menjadi haknya,” kata Gatot di depan ratusan murid Yayasan Sultan Iskandar Muda Medan saat menghadiri peringatan 100 Tahun Tengku Amir Hamzah, Rabu (4/5). Dalam kesempatan tersebut, n
Gatot juga mengungkapkan kekagumannya terhadap sosok Tengku Amir Hamzah yang merupakan sosok dermawan. Hal ini terlihat dengan kebesaran hati Tengku Amir Hamzah yang memberikan gajinya untuk pembangunan-pemabangunan masjid dan orang-orang yang sangat membutuhkan kepedulian dari pejabat ketika itu.

“Ini tentu harus kita jadikan sebagai pemicu dan renungan terhadap apa yang sedang kita nikmati sekarang ini. Apakah sebagai pejabat kita sudah melakukan itu, dengan memberikan sebagian gaji kepada orang yang lebih membutuhkan, dalam hal ini pihak-pihak yang berpenghasilan rendah. Apakah kita, masih sanggup melakukan korupsi, yang dalam artian sesungguhnya adalah mengambil hak-hak dari orang yang sesungguhnya harus merima hak tersebut,” kata Gatot.

Usai acara, saat ditanya tentang dugaan korupsi yang menyeret Kadis Pendidikan Sumut Syaiful Syafri, Gatot terlihat enggan menjawabnya. “Mudah-mudahan pejabat itu terbuka pintu hatinya,” kata Gatot sambil berlalu meninggalkan wartawan. Diduga, Gatot sungkan menjawab pertanyaan itu karena Syaiful Syafri tak jauh dari posisinya.
Sementara itu, pengamat pendidikan Sumatera Utara Dr Sofyan Tan mengaku sangat menyesalkan lambannya penanganan hukum dari kejaksaan. “Banyak kali pelaku korupsi yang sudah dijadikan tersangka oleh Kejarisu, namun belum juga diambil tindakan. Apalagi soal dugaan korupsi di Disdik Sumut,” tegas Sofyan Tan.

Dikatakan Sofyan Tan lagi, korupsi yang paling banyak terjadi di dunia pendidikan, mengingat anggaran yang dikucurkan pemerintah cukup besar kepada dinas pendidikan. “Dana BOS contohnya, banyak yang diduga diendapkan dulu di rekening pejabat untuk dibungakan. Nah, dari bunga itu pejabat mengambil untung, sementara pendistribusian dana BIS menjadi kacau dan terlambat,” tegas Sofyan Tan.

Sebelumnya, ratusan mahasiswa yang berasal dari sejumlah universitas di Kota Medan, melempari telur busuk ke Kantor Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Disdiksu) yang dipimpin Syaiful Syafri. Tak hanya telur busuk, kantor Syaiful Syafri juga diludahi dan dilempari dengan sampah, Senin (2/5) lalu.

Menurut para pengunjuk rasa, aksi ini sebenarnya sebagai simbol gagalnya pemerintah memberikan pendidikan layak bagi masyarakat. “Kita sedih melihat dunia pendidikan saat ini. Pemerintah tidak mampu mewujudkan cita-cita bangsa untuk mencerdaskan dunia pendidikan nasional. Dinas Pendidikan Sumut juga gagal untuk mewujudkan cita-cita yang luhur itu,” tegas Ronal, Koordinator Aksi dalam orasinya.

Sejalan dengan itu, para pengunjuk rasa juga menilai Dinas Pendidikan Sumut tidak mampu merealisasikan cita-cita pendidikan nasional. Bahkan, alokasi dana dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) sebesar 20 persen.

Sebelumya, para pengunjuk rasa melakukan aksi di bundaran Air Pancur Jalan Gatot Subroto. Pada aksi tersebut, para pengunjukrasa menggelar aksi treatrikal mummi, sebagai pertanda matinya pemerintahan dalam memajukan dunia pendidikan di Indonesia.

“Inilah bentuk matinya pemerintah, dalam meningkatkan derajat bangsa ini dalam dunia pendidikan,” tegas Ronal lagi.(rud/ari)

Tak Punya KTP, Ibu dan Bayi Tertahan di RS

MEDAN- Gara-gara tak punya KTP dan KK, Tiamsi Manalu (41), warga Jalan Perbatasan Krakatau Medan tertahan selama 10 hari di RSU Imelda, Jalan Bilal Ujung Medan. Tiamsi Manalu baru saja melahirkan anak keempatnya melalui operasi caecar di rumah sakit tersebut pada Minggu (24/4) lalu.

Rencananya, Tiamsi dirawat sebagai pasien Jampersal (Jaminan Persalinan). Namun, karena dia tidak memiliki KTP dan KK yang menjadi syarat utama dalam program dari Menkes RI itu, akhirnya dia dianggap sebagai pasien umum. Namun, dia tak sanggup untuk membayar biaya persalinan tersebut, karena tak memiliki uang.

Kepada wartawan koran ini, Tiamsi mengungkapkan, sebelumnya dia berserta keluarga tinggal di Sibolga kemudian merantau ke Medan. Kini Tiamsi bersama suami dan anaknya tinggal di sebuah rumah kontrakkan seharga Rp1,5 juta per tahun. Mereka sudah 4 tahun mengontrak di rumah tersebut. Namun yang mengherankan, selama 4 tahun ini mereka tidak pernah melaporkan keberadaan mereka kepada kepala lingkungan setempat untuk pendataan penduduk. Begitu juga kepala lingkungan setempat juga tidak melakukan pendataan atas warganya tersebut. Itu pula yang membuat mereka tidak memiliki KTP dan KK selama tinggal di Medan.

“Saya ini orang kurang mampu. Suami saya hanya bekerja sebagai penarik becak barang di pasar dan saya penjual bumbu masakkan di pasar. Penghasilan kami hanya cukup untuk makan sehari-hari,” kata Tiamsi saat ditemui di Lantai IV Ruang Persalinan RSU Imelda, Rabu, (4/5).

Menurutnya, saat dia hamil, mereka sudah mempersiapkan uang sebesar Rp500 ribu untuk biaya persalinan di klinik. Namun takdir berkata lain, Tiamsi tak bisa melahirkan secara normal, melainkan harus melalui operasi ceacar.
“Rencananya, saya ingin melahirkan di Klinik Nirmala, namun karena fasilitasnya tidak memadai, akhirnya dirujuk ke RSU Imelda ini,” kata Tiamsi yang melahirkan bayi dengan berat 3,2 kg ini.

Saat ditanyai mengenai Program Jampersal, Tiamsi mengaku mengetahuinya dari pihak Rumah Sakit Umum Imelda. “Saya mengetahui Jampersal itu dari RSU Imelda. Namun karena saya dan suami tidak ada KTP dan KK Medan, kami tak bisa menggunakan program tersebut,” katanya.

Kenapa tidak diurus KTP dan KK-nya? Ditanya begitu, Tiamsi lagi-lagi mengaku tak punya uang. “Untuk mengurus KTP dan KK itu kan memerlukan biaya, kami tak punya uang makanya sampai saat ini kami belum mengurusnya. Jangankan untuk mengurus KTP dan KK, untuk makan sehari-hari saja sulit Bang,” katanya.

Saat dikonfirmasi, manajemen RSU Imelda melalui Humas Walman Ritonga membantah penahanan pasien tersebut. “RSU Imelda sudah melaksanakan Jampersal. syaratnya itu sangat mudah, cuma menunjukkan KTP dan KK saja, tetapi pasien tersebut tidak memilikinya. Sementara suaminya meminta waktu untuk proses pembuatan resi KTP guna melengkapi syarat Jampersal. Sehingga istrinya, untuk sementara tetap di rumah sakit. Saya juga mengetahui dari pasien. Suami Tiamsi sudah tiga hari ini tidak pernah kembali menjengguknya ke rumah sakit,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Camat Medan Perjuang Budi Hariono saat dikonfirmasi menyarankan suami pasien segera melaporkan hal ini mengenai mereka tidak memilki KTP dan KK kepada kepala lingkungan setempat dan selanjutnya akan diproses di kelurahan. “Secepatnya suami pasien melaporkan hal ini kepada kepala lingkungan setempat biar diproses sehingga pasien bisa dikeluarkan dari rumah sakit” ujar Budi Hariono. (mag-7)

Motor Bertenaga Monster

Aprilia Tuono V4 R

Produsen motor asal Italia, Aprilia, baru saja merilis video resmi dari produk terbarunya Tuono V4 R yang sangat powerful dengan mesin berkekuatan 167,3 hp yang dipadu dengan kerangka yang sempurna.
“Dengan kecepatan supernya, motor ini diciptakan untuk pengendara yang sangat dinamis. Aprilia telah menciptakan sepedamotor dengan semangat yang gigih. Dan RSV4 ini mengandung elemen percepatan dan pengereman yang tak terbayangkan, handal di tikungan maupun di trek lurus,” ujar Aprilia.

Sepeda motor bertenaga besar, tidak ada artinya tanpa sistem pengeraman yang mumpuni. Untuk itu Aprilia V4 Rdilengkapi dengan sistem pengeraman buatan Brembo dengan kaliper radial dan cakram berukuran 320mm di depan dan 220mm di bagian belakang. Agar lebih ringan dan meningkatkan kestabilan saat melaju kencang, Aprilia menggunakan roda aluminium dengandesain 3 spoke. Pelek ini diklaim lebih ringan 2kg dibanding versi 5 spoke.
Agar nyaman, digunakanlah suspensi fully- adjustable Sachs berukuran 43mm untuk bagian depan dan Sachs shock absorber dengan piggy back nitrogen canisterpada bagian belakang. Dengan suspensi ini, redaman suspensi, ketinggian, hingga tingkat kekerasan dapat diatur sesuai kebutuhan pengemudi.

”V4R yang baru ini juga secara langsung dapat dikenali dengan lampu triplepada fairing atas, sebagaimana ciri khas dari sepeda motor ini. Seperti pendahulunya yang menggunakan silinderkembar, motor ini pun memiliki tubuh dan jiwa yang sama dengan WSBK homologated,” imbuh Aprilia. Untuk harga Aprilia belum mau mengungkapnya. (net/jpnn)