Home Blog Page 15396

Polisi Gelar Operasi Rutin

TEBING TINGGI- Razia gabungan Satuan Lalu Lintas, Sat Intel, Samaptha dan Pawas di Jalan Tebing Tinggi Dolok Masihul, Selasa (19/4) berhasil menilang beberapa sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat.
Para pengendara yang tidak memakai helm dan kaca spion juga turut diberhentikan.

Kapolsek Tebing Tinggi, AKP HE Harahap mengaku, razia ini digelar dalam menjalankan operasi rutin yang digelar Polres Tebing Tinggi setiap hari.

“Kita menjalankan perintah atasan, dalam razia ini sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan seperti STNK, SIM akan kita tilang,” jelas Harahap.

Lanjutnya, razia kali ini kita berhasil menjaring sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat penting. Ada tiga kejadian yang sempat menjadi perhatiaan.

Diantaranya, pihaknya melakukan pengejaran terhadap mobil APV BK 1838 XN yang tancap gas saat hendak disetop. Mobil itu berisi 22 bal getah yang diduga curian, serta mobil yang tidak disertai surat-surat.(mag-3)

Sabar, RE Siahaan Pasti Ditahan

Pemeriksaan Saksi Terus Dilakukan

JAKARTA- Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Haryono Umar meminta agar masyarakat bersabar menyikapi proses pengusutan perkara dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) pada APBD Kota Pematangsiantar tahun anggaran 2007.

Haryono mengatakan, pengusutan sebuah perkara memerlukan waktu. “Sabar saja, kasus itu (dana bansos Pematangsiantar, Red), masih proses,” ujar Haryono Umar kepada koran ini di Jakarta, kemarin (19/4).
Terkait nasib mantan Wali Kota Pematangsiantar RE Siahaan yang sudah ditetapkan sebagai tersangka pada 6 Februari 2011, Haryono menegaskan, suatu saat nanti pasti ditahan. “Karena toh sudah tersangka,” ujarnya.
Seperti diberitakan, sebanyak 5 orang anggota tim penyidik KPK berada di Siantar sejak Senin (18/4). Tujuannya, mencari data kemana saja aliran dana bansos tahun 2007.

Tim penyidik meminjam ruang data Mapolresta Jalan Patuan Nagori Kelurahan Sukadame Kecamatan Siantar Utara. Senin itu,  tim penyidik KPK memeriksa 6 orang penerima bansos. Dijadwalkan, pemeriksaan dilakukan selama 2 minggu di tempat yang sama terhadap 200-an penerima dana bansos.

Seperti diberitakan, dalam perkara dengan tersangka  mantan Wali Kota Pematangsiantar RE Siahaan ini, dalam beberapa hari terakhir, tim penyidik memanggil saksi-saksi yang dianggap mengetahui masalah ini.
Pada 14 April 2011, ada tiga saksi yang dipanggil untuk dikorek keteranganya. Mereka adalah Holder Siahaan, Erwin Simanjuntak, dan Bonatua Lubis. Berdasarkan keterangan resmi Bagian Humas KPK, ketiganya merupakan PNS di lingkungan Pemko Pematangsiantar.

Sebelumnya, Rabu (13/4) ada tiga saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangan yakni Maruli Silitonga dan Mangatas Silalahi, keduanya mantan anggota DPRD Siantar. Satu lagi adalah seorang PNS di Pemko Siantar, Candra.
Dengan serangkaian pemanggilan saksi itulah, lantas Juru Bicara KPK Johan Budi SP membantah jika disebut KPK lamban. “Buktinya, ada pemanggilan saksi-saksi,” kata Johan.

Dari Pematangsiantar, hari pertama kedatangan 5 anggota Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), telah memeriksa 6 orang penerima Dana Bansos tahun anggaran 2007. Selasa (19/4) di tempat yang sama di ruang data Polresta Siantar, Jalan Patuan Nagari, Kecamatan Siantar Utara, tim KPK memeriksa belasan orang penerima dana Bansos. Orang-orang yang diperiksa, membuat surat pernyataan yang isinya benar menerima uang, diduga untuk menguatkan data-data tim KPK.

Pada hari kedua pemeriksaan, KPK sepertinya kebanyakan melakukan pemeriksaan terhadap Organisasi Kemasyarakatan (Ormas), Organisasi Kepemudaan (OKP), Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Organisasi Keagamaan.

Ketika jarum jam menunjukkan pukul 09.00 WIB, Mapolresta kembali terlihat ramai. Sejumlah mobil pribadi dan sepedamotor memadati tempat parkir Mapolresta. Satu diantara mobil pribadi yang parkir adalah mobil yang ditumpangi KPK.

Penjagaan serupa seperti yang diberitakan kemarin, pintu ruang pemeriksaan di jaga polisi. Dua orang personel provos di tangga masuk dan dua orang polisi di depan ruang data tempat KPK melakukan pemeriksaan. Tetapi, dia hari kedua ini ada perbedaannya. Kalau semalam, setiap orang yang membawa undangan pemeriksaan, disuruh petugas langsung naik ke lantai dua Polresta. Sekarang, orang yang ingin diperiksa, ditemani anggota Provos sampai kedepan pintu ruang data, prosesnya mirip kurir.

Pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIB, yang pertama turun tangga adalah seorang laki-laki pakai baju kemeja putih lengan pendek, rambu hitam pendek, celana jeans biru, dan berkulit hitam manis. Dia keluar dari Mapolresta dan wajahnya terlihat lesu.

“Saya tidak ada apa-apa, kalau muka saya terlihat lesu, mungkin karena begadang semalam. Kedatangan saya kesini, hanya karena ada urusan. Dari mana bapak, tahu-tahuan saya diperiksa KPK, saya hanya urusan saja,”terannya.
Tepatnya sekitar pukul 11.07 WIB, seorang pria pakai baju hitam, celana jeans, rambut sebahu, keluar dari Mapolresta Siantar. Terakhir diketahui pria itu bernama M Purba (25). Purba mengaku kedatangannya ke Mapolresta berdasarkan undangan, untuk menghadiri pemeriksaan sekarang. (sam/osi)

Importir Aktif Ambil SNI

Untuk Bersaing Industri Domestik

JAKARTA- Banjirnya produk asal Tiongkok tak terbendung lagi. Standar Nasional Indonesia (SNI) yang diharapkan mampu meningkatkan daya saing industri domestik malah dimanfaatkan produsen importir untuk menaikkan daya saing mereka di tanah air.

Untuk itulah Badan Standardisasi Nasional (BSN) terus melakukan edukasi dan sosialisasi penerapan SNI bagi industri tanah air.

Deputi Bidang Informasi dan Pemasyarakatan Standardisasi BSN Dewi Odjar Ratna Komala mengungkapkan, saat ini penerapan SNI di Indonesia masih bersifat sukarela. Padahal, SNI tersebut bertujuan untuk meningkatkan standar mutu produk sekaligus mendongkrak efisiensi dari perusahaan untuk bersaing di perdagangan global saat ini.
Gerakan nasional penerapan SNI adalah salah satu komponen untuk meningkatkan daya saing barang dan jasa yang dikumandangkan pada 9 November 2010. “Awalnya dijadikan salah satu komponen meningkatkan daya saing barang dan jasa domestik. Namun sejak adanya deklarasi, sudah ada perwakilan dagang dari Tiongkok yang memborong dokumen SNI,” ungkapnya, kemarin.

Besarnya potensi Indonesia menjadikan pasar domestik menjadi sasaran empuk para eksporter. Tercatat ada sekitar 670 dokumen SNI yang sudah dibeli oleh industri Tiongkok untuk disematkan pada produk mereka. “Mereka masuk ke Indonesia sudah dengan SNI. Jenis produk mulai dari elektronika, bohlam lampu, kipas angin, hingga sepatu pengaman,” kata dia.

Tak hanya produk dari Tiongkok, namun sudah banyak produk impor lainnya yang menggunakan SNI. Misalnya produk bola lampu dari Swiss, korek api dari Filipina dan pupuk organik dari Amerika Serikat.  “Sementara itu di Indonesia sendiri masih banyak industri dan usaha kecil menengah (UKM) yang bahkan belum tahu manfaat dari SNI. Sehingga diperlukan keterlibatan semua stake holder mulai dari pemerintah, Kamar Dagang dan Industri, asosiasi industri, akademisi, maupun LSM untuk mendorong sosialisasi SNI ini.

Alasan lainnya mengapa industri dalam negeri belum menggunakan SNI adalah masalah investasi. Saat ini dengan kondisi infrastruktur Indonesia yang masih dan krisis bahan baku menjadikan biaya operasional produksi tinggi. Belum lagi masalah tak tersedianya bahan baku produksi di pasaran domestik, pajak, serta upah karyawan.
“Sehingga untuk menerapkan SNI mereka harus mau mengeluarkan investasi lagi. Sebab mereka harus mematuhi SNI, perlu pelatihan karyawan belum lagi bahan baku yang harus sesuai standar.”

Namun secara jangka panjang, penerapan SNI akan menguntungkan industri tersebut. Sebab dengan adanya standar, maka efisiensi produksi bisa terwujud. BSN mencatat untuk industri minyak goreng yang menerapkan SNI bisa menghemat Rp18,5 triliun, air minum dalam kemasan mencapai Rp3,4 triliun, pupuk sebesar Rp1,4 trilun, sementara garam beryodium Rp547 miliar.

“UKM yang tradisional pun sebenarnya juga bisa menerapkan SNI. Mulai dengan membuat standar prosedur operasional (SOP) secara tertulis muali dari pemilihan bahan baku hingga proses produks, hingga mengahasilan produk jadi,” saran Dewi.

Dengan demikian diharapkan SNI bisa menaikkan daya saing produk. BSN mengakui bahwa penetrasi produksi domestik yang menggunakan SNI masih kecil.  Selain itu, BSN mendorong agar pemerintah memberikan insentif bagi industri nasional terutama UKM yang sudah menerapkan SNI. Misal melalui keringanan pajak maupun keringanan bunga kredit bank.  Saat ini BSN baru merilis sekitar 6.680 SNI. Sementara di negara tetangga, jumlahnya mencapai puluhan ribu standar. (aan/jpnn)

300 Batang Kakao Mati Dimakan Ulat Bulu

RAYA BOSI- Sekitar 300 batang kakao di Nagori Raya Bosi Kecamatan Raya Simalungun mati meranggas dimakan ulat bulu. Diperkirakan ulat bulu ini sudah berkembang di sana selama tiga Minggu belakangan ini. Tidak saja kakao, ulat bulu juga mulai menyerang tanaman lain di sekitarnya.

J Purba (32) pemilik kebun menyebutkan, ulat bulu ini terdeteksi berada di kebunnya sekitar tiga Minggu lalu. Saat pertama muncul ulat bulu ini langsung banyak, dimana setiap daun kakao miliknya terdapat puluhan ulat bulu.
“Selama empat hari ulat bulu ini muncul di pohon, tanaman kakao saya langsung mati meranggas. Puncaknya sekitar seminggu yang lalu, disitulah yang paling banyak jumlah ulat bulu, ulat ini memakan semua daun-daun tanaman saya,” ungkap Purba.

Disebutkannya, sesudah kejadian munculnya ulat bulu ini, dia sudah berusaha mengatasinya dengan menyemprotkan insektisida merk Porea 500 cc seminggu sesudah ulat bulu ini muncul di kebunnya. Namun usaha ini sia-sia saja, tidak berpengaruh terhadap perkembangan ulat bulu ini.

“Banyak kali ulat bulunya, terakhir saya biarkan saja seperti itu tidak ada saya urus lagi. Sekitar 300 batang kakao yang ditanam di lahan seluas 5 rante ini sudah habis dimakan ulat bulu. Kalau istilah kami di sini bukan ulat bulu namanya, tapi ulat api-api. Kalau kena tangan dia gatal dan langsung panas,” terangnya.

Amatan wartawan koran ini di ladang kakao yang berjarak sekitar 1 km dari pemukiman penduduk ini, sekitar 300 batang kakao terlihat meranggas dan hanya menyisakan sedikit daun-daun yang berwarna hijau. Dalam satu pohon terdapat puluhan ulat bulu yang terkonsentrasi pada daun dan sebagian juga terlihat merayap di batang.(ral/smg)
Kaspar Simbolon Koordinator Pengendalian Hama dan Penyakit Dinas Pertanian Simalungun,  menyebutkan masalah ini harus segera diselesaikan, bisa dilakukan dengan penggunaan insektisida yang berbahan metrin atau meta metrin. “Apakah ini ulat bulu atau ulat api-api belum bisa saya pastikan, belum bisa kita pastikan spesiesnya. Ulat nya akan kita bawa ke laboratorium kita di Pamatang Kerasaan. Ulat ini memakan semua jenis daun-daunan,” jelasnya.(ral/smg)

PSMS Mendadak Batal Latihan

MEDAN – Di tengah optimisme dan tekanan mesti menang di dua laga sisa, PSMS malah mendadak batal melakukan latihan rutin Selasa (19/4) lalu. Konon pembatalan itu dikarenakan aksi mogok skuad yang belum dibayar gajinya.
Sesuai jadwal yang telah disampaikan arsitek tim, Suharto, seyogianya PSMS kemarin menggelar latihan sore di Stadion Teladan Medan. Tapi entah kenapa, latihan persiapan jelang pertarungan final menghadapi Persitara Jakarta Utara dibatalkan tiba-tiba.

Hal itu diketahui ketika sejumlah wartawan bermaksud untuk meliput kegiatan latihan PSMS di Stadion Teladan kemarin sore. Tapi ketika tiba di tempat sekitar Pukul 16.30 WIB, tidak ada satupun pemain PSMS yang datang begitu pula dengan bus yang biasa ditumpangi pemain dan ofisial PSMS.

Hal itu juga menjadi pertanyaan dari beberapa pemain, salah satunya Vagner Luis yang pada saat bersamaan sedang dalam perjalanan menuju Stadion Teladan untuk latihan. “Saya sebelumnya disuruh latihan bersama tim di Stadion Teladan Medan tadi sore. Tapi saat hampir sampai di Stadion Teladan Medan, saya ditelepon bahwa tidak jadi latihan,” kata bek asal Brasil itu.

Begitu juga dengan Almiro Valadares yang pergi ke Stadion Teladan Medan bersama Vagner Luis. “Saya datang dari rumah ke Teladan bersama Luis, tapi sebelum sampai di Teladan, Luis dihubungi lagi karena latihan dibatalkan,” ungkapnya.

Dihubungi terpisah, Idris mengaku hal itu hanya masalah koordinasi teknis. Di saat bersamaan, bus yang biasa dipakai mengangkut skuad mogok.
“Saya juga bingung bus mogok pas sore begitu tim mau beranjak latihan,” kata Idris. “Tidak ada alasan lain. Semua murni kesalahan teknis,” sambungnya. (ful)

UN Hari Pertama, 74 Peserta Absen

SERGAI- Sedikitnya 74 pelajar tidak mengikuti ujian nasional (UN) tingkat SMA sederajat yang digelar secara serentak kemarin. Ketidakhadiran peserta disebabkan sakit, tidak melanjutkan sekolah, dan sebagian pelajar tidak memberi keterangan yang jelas ataupun konfirmasi. Peserta yang absen dari SMA sebanyak 27 orang, SMK 36 orang dan MA 12 orang.

Menurut Kepala Bidang Pendidikan Menengah dan Kejuruan (Dikmenjur) Dinas Pendidikan Nasional Kabupaten Serdang Bedagai (Diknas Sergai) Drs Janter Siregar pada hari pertama UN, ada enam lembar jawaban komputer (LJK) yang sampulnya rusak. “Ada enam LJK yang rusak, tetapi kemarin juga sudah diganti setelah kita laporkan ke panitia propinsi,” bilang Janter.

Pelaksanaan UN disejumlah sekolah relatif berjalan aman dan lancar, sedangkan pengembalian LJK dilakukan dengan teliti melalui beberapa tahap. “Tahap penelitian akurasi LJK mulai dari sekolah, kemudian sub rayon barulah sampai di dinas,” terang Janter.

Dari Deli Serdang, untuk menghadapi UN diminta agar seluruh sekolah menyediakan tape recorder saat berlangsungnya ujian matapelajaran Bahasa Inggris dengan materi listening.

“Bukan menjadi halangan bagi siswa untuk mengikuti UN, karena tidak ada tape recorder disediakan sekolah,” bilangnya.

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olah Raga (Ka Disdikpora) Deli Serdang Saadah Lubis mengimbau agar setiap sekolah yang mengelar UN diminta agar menyediakan alat pengeras suara atau tape recorder. Ada sekolah yang tidak memiliki alat tersebut dan meminta siswa agar membawakan tape recorder. “Lagi pula, dalam rapat koordinasi sebelum UN, pihak sekolah sudah menyatakan bersedia mengadakan tape recorder itu,” sebutnya.
Dari Pematangsiantar pelaksanaan UN di SMA N 1 Siantar tidak berjalan fair. Pasalnya, pihak sekolah diduga telah memberikan kunci jawaban kepada siswa melalui SMS.

Informasi yang dihimpun, Senin (19/4), ada siswa SMA N 1 Siantar mengaku siswa di sekolah itu men dapatkan kunci jawaban UN melalui SMS, dari nomor tak dikenal. Pengakuan itu disampaikan kepada E Simamora, warga Siantar yang ingin mengetahui jalan-nya UN di sekolah itu.
E Simamora mengatakan kunci jawaban UN di SMA N 1 yang itu diduga datang dari pihak sekolah, melalui SMS.
“Menurut adik saya, kunci jawaban itu tidak benar,” ujar Simamora. (mag-01/mag-15/btr/smg)

Diserang Tetelo, 90 Ayam Mati Mendadak

PAHAE AEK SAGALA- Sedikitnya 90 ekor ayam di Dusun Tanjung Medan dan Tangjung Tua, Desa Pahae Aek Sagala, Kecamatan Sipirok, Tapsel, mati mendadak sejak sepekan terakhir. Dugaan sementara puluhan ayam yang mati itu karena terserang tetelo.

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Tapsel H Bakhrian Lubis melalui Kasi Kesehatan Hewan Ali Maksum Gultom, usai melakukan rapid test terhadap seekor ayam yang mati.

“Kita menduga penyakit yang menyerang ayam di sini hanya tetelo. Namun, kita tetap melakukan tes. Selanjutnya seekor ayam yang mati akan dikirim ke Medan sebagai sampel. Setelahnya baru dapat dipastikan apakah akibat flu burung atau tidak. Tapi kita yakin hanya tetelo. Perlu diingat, sebelum ada kepastian terhadap jenis penyakit itu, kita harap warga tidak kontak langsung dengan ayam mati,” terangnya.

Ditambahkannya, untuk mengantisipasi hal di luar dugaan maka warga setempat diimbau agar tidak membuang bangkai ayam sembarangan. “Kita meminta agar setiap bangkai dikubur lalu dibakar dari atasnya. Hal ini untuk mengantisipasi saja,” pesannya. (ran/ann)

Gerbong Belakang KA Barang Anjlok

TEBING TINGGI- Kecelakaan kereta api (KA) kembali terjadi. Kali ini, KA barang jurusan Medan-Kisaran terperosok di Km 8,5 Desa Laut Tador, Kabupaten Batubara, Selasa (19/4) sekira pukul 16.00 WIB.

Hingga pukul 23.00 WIB, gerbong KA yang anjlok belum bisa dievakuasi. Hal ini disebabkan, medan lokasi kejadian jauh dari pemukiman penduduk. Sejumlah alat dari Medan juga sudah diturunkan, tetapi belum juga bisa dievakuasi.
Kepala Stasiun KA Tebing Tinggi H Tarigan menuturkan, gerbong yang anjlok ada gerbong terakhir (gerbong 13). Sejauh ini, lanjut Tarigan belum diketahui penyebab anjoknya gerbong KA tersebut. Hanya, keberangkatan KA ini dari Medan menuju Kisaran untuk mengangkat CPO menuju Medan.

Dalam insiden itu tidak ada korban jiwa, tetapi sambung Tarigan sejauh ini menurut informasi, ada satu kernet KA tersebut mengalami luka ringan dan kini dirawat di Rumah Sakit Indra Pura.  Akibat insiden ini, sambung Tarigan arus lalu lintas KA menjadi terhambat. Bahkan, kereta api penumpang Sri Bilah dari Medan menuju Rantau Prapat tertahan di Stasiun KA Tebing Tinggi sekitar 7 jam. Dampaknya para penumpang merasa gelisah dan tidak sabar menunggu.

“Entahlah, kami dah lelah tertahan di stasiun ini,” ungkap salah seorang penumpang kepada wartawan koran ini.  Untuk menenangkan warga, KA Tebing Tinggi memberikan air mineral kepada penumpang secara gratis. (mag-15)

Kapolda tak Hadir, Warga Kecewa

BINJAI- Puluhan undangan Wali Kota Binjai, HM Idaham SH Msi, tampaknya kecewa berat. Pasalnya, Pemko Binjai tidak ada memberikan pemberitahuan atas tidak hadirnya Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, ke Pendopo Umar Baki, Jalan Veteran, Kecamatan Binjai Kota.  Soalnya sesuai jadwal ada pertemuan warga dan Kapolda guna mengadakan tetap muka dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan pemuda, Selasa (19/4).

Ketua Partai Kedaulatan, Rahmad Hidayat misalnya. Dia  mengaku kecewa atas sikap yang diberikan Wali Kota Binjai. “Bagaimana saya tidak kecewa, sampai waktu pertemuan tiba dan menunggu berjam-jam, kami tidak ada dapat pemberitahuan atas tidak hadirnya Kapoldasu,” ujar Rahmad.

Dia menerangkan, kedatangan Kapoldasu ke Kota Binjai hanya untuk tatap muka dengan tokoh agama, masyarakat dan pemuda. Seharusnya, jadwal pertemuan pukul 13.00 WIB. Namun, setelah ditunggu acara tak kunjung dimulai. Bahkan, Pemko sendiri tidak ada yang hadir. Wakil Wali Kota Binjai, Timbas Tarigan dan Kabag Humas, Rusli SH, saat dikonfirmasi via selulernya terkait persoalan ini, enggan untuk menjawab.(dan)

Interkuler Terperosok, Macet Satu Jam

KARO-Jalur lalu lintas, Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum),  tepatnya di kawasan Jembatan Lau Dah Kabanjahe,  mengalami macet  total  sekitar  1 jam,  dan buka-tutup sekitar 3 jam,  Selasa (19/4) mulai pukul 13.00 WIB.

Kemacetan disebabkan terperosoknya satu unit mobil tangki, BK 8091 BA, yang membawa muatan 25 ton minyak sawit, asal Subusalam, Aceh Singkil, Provinsi NAD tujuan Medan di tikungan kedua usai jembatan tersebut. Menurut pengemudi tangki, Simamora (53) warga Medan, kejadian naas terjadi, ketika truk interculer  yang di kemudikannya  berada di tikungan tajam kedua, berpapasan dengan angkutan pedesaan yang datang dari arah   Kabanjahe menuju Tiga Panah (berlawanan, red).

Untuk menghindari tabrakan, sesuai penuturan Simamora yang  akrab disapa, Opung Poling itu, setir truk yang sarat muatan serta memiliki panjang yang tidak sebanding dengan tajamnya tikungan , terpaksa dibanting ke arah kiri beram jalan.

Namun karena jarak antara beram jalan dan aspal cukup tinggi (lebih 30 cm), dan berlubang, membuat roda kiri belakang kenderaan spontan terperosok. Muatan yang berat membuat truk interculer tersebut nyaris terbalik dan menyebabkan arus lalu lintas macet.

Namun pengalaman kerja yang dimiliki Simamora, membuatnya tetap  tenang dan mencoba menstabilkan truk.
Akhirnya truk terhenti dan tidak mampu melaju, dengan  posisi bagian kaca depan mengarah ke badan jalan, dan menghentikan laju kendaraan lainnya yang hendak melintas. Akibat peristiwa kemarin, kemacetan panjang diperkirakan mencapai 5 km.

Kasat Lantas Polres Tanah Karo, AKP Anhar Rangkuti, SIk kepada wartawan mengatakan, usai mendapat  laporan, Satlantas segera ke  TKP. Untuk menghindari  kemacetan yang berkepanjangan, pihaknya terpaksa memberlakukan sistem buka-tutup.(wan)