Home Blog Page 15479

Identitas Korban Belum Diketahui

Pembunuhan di Kutalimbaru

MEDAN- Pihak kepolisian hingga kemarin belum mengetahui identitas korban pembunuhan yang ditemukan di lahan sawit milik warga di Desa Sukarende, Dusun I, Kutalimbaru, Minggu (1/5) kemarin. Namun begitu, polisi terus melakukan penyelidikan di sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara, Red) untuk mengungkap identitas pelaku dan motif pembunuhan tersebut.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Kutalimbaru, Ipda Manis Sembiring, dari hasil penyelidikan sementara dari keterangan saksi yang berada di sekitar lokasi, tidak ada yang mengenal identitas korban. “Korban bukan warga sekitar sini, jadi kita masih terus melakukan penyelidikan untuk bisa mengungkap kasus pembunuhan tersebut,” ucapnya kepada wartawan, Senin (2/5).

Namun menurut keterangan warga, mereka melihat pelaku dan korban masuk ke areal lahan sawit tersebut. Menurut Manis Sembiring, warga mengetahui kalau pelaku dan korban baru pulang dari pemandian alam di wilayah Kutalimbaru. “Diketahui, pelaku dan korban masuk ke areal ladang. Tidak berapa lama keluar lagi usai menghabisi nyawa korban menggunakan pisau dapur dengan 9 luka tikaman di seluruh tubuhnya. Korban sempat curiga terhadap pelaku yang di bawah korban ke areal yang jauh dari pemukiman warga,” kata Sembiring yang mendapat keterangan dari beberapa warga yang dimintai keterangannya.

Sebelumnya, warga Desa Sukarende, Dusun I, Kutalimbaru menemukan mayat tanpa identitas diareal ladang sawit yang diduga dibunuh oleh temannya sendiri, kemarin (1/5) sekitar pukul 16.00 WIB.

Untuk menuju lokasi kejadian, jalan yang hanya setapak dan hanya dapat dilalui sepeda motor itu terdapat jurang dan tanaman warga di sisi kanan dan kiri yang dipenuhi lumpur. Mayat ditemukan dengan kondisi telentang serta hidung, mulut dan tubuh mengeluarkan darah. Lelaki yang diperkirakan berumur 24 tahun itu tewas dengan sembilan tusukan yaitu di dada dua liang, rusuk kiri satu liang, rusuk kanan satu liang, bahu kiri dua liang, punggung satu liang, lengan kiri satu liang, leher satu liang serta luka memar pada punggungnya dan didalam saku celananya terdapat pingset, dan uang senilai dua ribu. (adl)

Game Online Resahkan Masyarakat

LANGKAT- Nasyarakat Kabupaten Langkat meminta kepolisian merazia warung internet (warnet) . Pasalnya banyak sekali lokasi warnet disulap dan dimanfaatkan sebagai tempat berjudi berkedok game online. Tidak tanggung-tanggung omzetnya bisa puluhan juta rupiah.

”Ini cukup meresahkan kami karena, karena korbannya ada yang dari pelajar,” beber Edi, warga Langkat kepada wartawan, Senin (2/5). Masyarakat khawatir kondisi akan berlarut-larut dan membuat malas para pemuda di Langkat. Karena Keasikan permainan game online disusupi dengan judi. Di sisi lain dimanfaatkan para bandar judi untuk meraup keuntungan dari para pengunjung warnet.

Sementara Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Aldi kepada wartawan mengatakan, akan menyikat habis praktik perjudian di wilayah hukumnya. Mantan Kanit Resum Polresta Medan inipun telah menjanjikan akan memberikan hadiah kepada siapa saja yang mau memberikan informasi tentang penyakit masyarakat tersebut, seperti judi dan lainnya. (omi)

Meutya Hafid Desak Percepatan Kuala Namu

MEDAN- Anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Meutya Hafid meminta kepada pemerintah untuk serius menyelesaikan pembangunan Bandara Kuala Namu yang dibangun sejak 2007 lalu. Pasalnya, ada banyak catatan permasalahan yang dinilai lambat direspon oleh pemerintah.

“Medan sebagai kota ketiga terbesar di Indonesia, sangat membutuhkan bandara internasional. Terwujudnya Bandara Kuala Namu akan meningkatkan denyut nadi pariwisata dan sektor lain di Sumatera Utara ini,” ujar Meutya, anggota Komisi XI ini saat berkunjung ke Bandara Kuala Namu, Senin (2/5).

Menurut Meutya, berdasarkan informasi yang diperoleh saat bertemu pihak Kementerian Perhubungan, PT Angkasa Pura II dan Bappeda Provinsi Sumatera Utara diketahui, masalah yang paling menghambat adalah pembebasan lahan. Salah satu contoh, untuk jalan tol Medan-Kuala Namu-Tebingtinggi, hampir seluruh lahan belum bebas. (adl)
Dari total lahan proyek 197,94 hektar di seksi 1 (Deli Serdang) seluas 185,85 hektar belum bebas. Masalah lain adalah kekurangan anggaran Rp1,2 triliun, kemudian pembangunan landas pacu pesawat (runway) yang belum bisa terlaksana karena harus proses lelang ulang sesuai hasil audit BPKP.

Terkait pembebasan lahan, lanjut Meutya, dia sangat berharap kepada pemerintah untuk mengedepankan pendekatan kultural dengan memperbanyak dialog dengan masyarakat. “Dengan itu, pendekatan kultural terhadap masyarakat dengan perbanyak dialog. Semua itu untuk kelancaran pembangunan Bandara Kuala Namu setingkat internasional,” ucapnya.

Dijelaskan Meutya, Bandara Polonia Medan saat ini sudah tidak memadai dan sulit dikembangkan. Letaknya juga di tengah kota, menyebabkan dampak kebisingan yang serius dan masalah keselamatan penerbangan. “Dalam rangka kunjungan masa reses ini, saya memang sangat menaruh perhatian penting pada percepatan pembangunan bandara Kuala Namu. Bandara yang dibangun dengan pendanaan dari APBN ini,” cetusnya.

Pelaksanaan pembangunannya telah dimulai sejak 2007. Progress total pelaksanaan pembangunan hingga April 2011 baru mencapai 73,43 persen. Sedangkan Nilai anggaran diestimasi akan mencapai Rp3,3 triliun. Awalnya bandara ini direncanakan dapat beroperasi 2010, namun dalam proses pembangunannya, terus mengalami berbagai keterlambatan.(adl)

Tak Lupa Peringati Hari Bumi

Hari Bumi yang jatuh 22 April setiap tahunnya diperingati ISTP dengan mengadakan seminar di dalam kampus ISTP Lantai II, Kamis (28/4) pagi lalu. Dekan Fakultas Teknologi & Mineral ISTP, Analiser Halawa ST MT mengatakan dengan adanya Hari Bumi ini, kita sama-sama menjaga lingkungan agar tidak terjadi kerusakan lingkungan.
“Seminar ini kita lakukan agar seluruh elemen masyarakat sama-sama menjaga lingkungan dan bumi ini agar bisa dinikmati anak cucu kita ke depannya,” katanya.

Turut hadir dalam seminar itu, Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia, Sumut, Ir Gargarin Sembiring. Kepada wartawan koran ini Ir Gargarin Sembiring mengatakan, bahwa dia mengacungi jempol buat adik-adik mahasiswa ISTP karena melakukan acara ini sehubungan dengan Hari Bumi. Ditegaskannya, dengan seminar ini, dimintakan kepada seluruh elemen masyarakat termasuk adik-adik mahasiswa menjaga bumi ini agar bisa berkesinambungan. “Seminar ini juga bertujuan meminimalisasi dampak banjir dengan pemanfaatan sumur biopari. Di sini adik-adik mahasiswa menciptakan sesuatu yang baru agar tidak terjadi lagi yang namanya banjir dan cara penanggulangannya ke depan,” ucapnya.

Ditambahkannya, semua elemen masyarakat tidak terkecuali adik-adik mahasiswa untuk sadar lingkungan. “Jagalah lingkungan dan jangan dirusak lagi. Diimbau kepada pengusaha agar saar lingkungan dan kepada pemerintah agar melakukan reboisasi, atur tata ruang/ahli fungsi lahan dan ciptakan UU tentang tata ruang dan lingkungan,” tukasnya.
Disela-sela seminar, aksi tanya jawab antara mahasiswa dan moderator serta pembicara terjadi dengan seru. Tidak hanya itu, pembicara, Ir Gargarin Sembiring, Dekan Fakultas Teknologi & Mineral ISTP, Analiser Halawa ST MT, dosen dan mahasiswa usai seminar turun ke bawah sekaligus memperkenalkan produk buatan mahasiswa yaitu sumur bor biopari.(jon)

PP Siap Dukung Pembangunan Karo

KARO- Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Karo bertekad lebih aktif menjaga keamanan dan ketertiban serta melakukan pengawasan sistem administrasi pemerintahan dan pembangunan di Kabupaten Karo.
Hal ini diungkapkan Ketua Panitia Musyawarah MPC PP Karo Drs Joy Harlim Sinuhaji didampingi Ketua Karateker MPC PP Karo Dermawan Purba, Sekretaris Panitia Torison Ginting, Imanuel Ginting, Erbun Ginting, Makmur Sembiring dan Irfan saat beraudensi dengan Kodim 0205, Kejaksaan Negeri Kabanjahe, Pemkab Karo dan Pengadilan Negeri Kabanjahe, Senin (2/5).

Dalam pertemuan dengan Dandim 0205 Letkol Inf Mayor, ketua panitia musyawarah MPC Kabupaten Karo, Joy Harlim Sinuhaji mengharapkan, ke depan hubungan Pemuda Pancasila dengan jajaran Kodim 0205 akan lebih harmonis untuk memajukan Kabupaten Karo yang dikenal dengan keragaman budaya dan alamnya.
Selain itu, Joy Harlim yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Karo ini menyatakan kesiapan Pemuda Pancasila ikut serta menjaga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Karo dari gangguan dari dalam maupun luar daerah.(wan)
Sementara itu, saat bertemu Sekda Pemkab Karo Makmur Ginting, Joy Harlim Sinuhaji meminta kepada pemerintah Kabupaten Karo agar lebih memperhatikan dan melibatkan pemuda dalam melakukan pembangunan berbagai sektor di Tanah Karo.

Selain itu , Joy juga menegaskan, pihaknya  akan  ikut serta melakukan pemantaun terhadap kinerja jajaran Pemkab Karo dalam melakukan pembagunan dan memajukan kesejahteraan masyarakat Karo yang sekitar 70 persen menggantungkan hidupnya dari sektor pertanian. (wan)

Usai Minum Miras Digilas Kereta Api

TEBING TINGGI- Faisal (35) penduduk Desa Paya Pinang,Dusun I,Kecamatan Tebing Tinggi,Kabupaten Serdang Bedagai tewas digilas kereta api (KA) di lintasan Jalan Gunung Arjuna Lingkungan III Kelurahan Mekar Sentosa, Kota Tebing Tinggi, Minggu (1/5) malam. Korban diduga dalam kondisi mabuk usai meminum minuman keras (miras) sehingga menerobos lintasan kereta api tak berpalang itu.

Peristiwa berawal saat korban hendak menyebrang rel KA di Jalan Gunung Arjuna menuju Jalan KL Yos Sudarso dengan mengendari sepeda motor Yamaha Jupiter BK 4347 NW. Secara bersamaan muncul KA jurusan Medan-Tebing Tinggi,dengan nomor lokomotip U-8 dengan masinis yang bernama Rusli warga Medan.

“Waktu tabrakan kita enggak tahu, tapi setelah ada kerumunan orang, baru tahu ada orang ditabrak kereta api.Beberapa menit kemudian polisi datang kelokasi kejadiaan,” kata Chairil (39, warga setempat yang menjadi saksi mata dalam kasus tabrakan ini kepada wartawan,Senin (2/5).

Korban sempat dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Sri Pamela Kota Tebing Tinggi untuk menjalani perawatan medis. Namun, akibat luka berat di bagian kepala, nyawa Faisal tidak tertolong lagi. Faisal meninggal dunia, Senin (2/5) sekira pukul 08.00 WIB.

“Kita sudah berupaya untuk merawatnya,sayang nyawa korban tidak bisa tertolong lagi karena mengalami luka berat di bagian kepala,” kata Perawat RS Sri Pamela, yang enggan menyebut namanya.

Pagi itu juga,keluarga korban mengambil jenazah korban untuk dimakamkan.
Kasat Lantas Polres Tebing Tinggi,AKP Juliani Prihatini mengatakan korban tertabrak karena saat melintas rel KA dalam kondisi tidak stabil.”Berdasarkan laporan petugas lapangan, saat mengevakuasi korban dari mulutnya tercium bau minuman alkohol,” beber Juliani. (mag-3)

Bau Limbah Ganggu Konsentrasi Siswa Saat Belajar

Siswa SMP Negeri 10 Binjai Demo Pabrik Tahu

BINJAI- Pabrik tahu milik Ayen, di Jalan Sawo, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat, didemo 400-an pelajar SMP Negeri 10, Senin (2/4) pukul 11.30 WIB. Pasalnya, bau limbah pabrik tahu yang telah berdiri puluhan tahun itu, membuat para pelajar tidak konsentrasi saat belajar.

Dalam aksi itu, ratusan pelajar yang juga didampingi sejumlah guru mereka, meminta agar pabrik tahu tersebut ditutup. Bahkan, dalam aksi yang dilakukan itu, para pelajar juga membawa poster berupa gambar mantan Presiden Soekarno, yang biasanya ditempel di mading sekolah mereka.

Menyikapi aksi para pelajar dan guru tersebut, Asisten II Pemko Binjai Wahyudi dan sejumlah intansi terkait lainnya turun ke lokasi, guna menjaga hal-hal yang tak diinginkan atas aksi tersebut. Selanjutnya, diadakan pertemuan di lokasi pabrik tahu itu.

Dalam pertemuan itu, Ayen selaku pemilik pabrik tahu itu bersikeras bahwa pabrik tahunya memiliki izin untuk membuang limbah. “Kami sudah punya izin usaha dan kami juga sudah dibenarkan untuk membuang limbah itu,” kata Ayen dengan suara tinggi sambil menangis.

Selain itu, Ayen juga mengaku, kalau pabrik tahunya sudah berdiri 50 tahun yang lalu. Bahkan, sebelum sekolah itu ada, pabrik tahunya sudah berdiri. “Jangan salahkan kami. Sebab, pabrik kami ini sudah ada sebelum sekolah itu ada, ngapain sekolah itu dibangun di situ,” ujar Ayen.

Menanggapi hal itu, M Taufik, Wakil Kepala sekolah SMP Negeri 10 langsung berang. Dia tidak terima pernytaan Ayen. “Dulu limbahnya tak dibuang ke arah sekolah. Lagian, apa pula sekolah yang disalahkan, kalau tidak bau tak masalah, baunya ini yang membuat orang tak betah mengajar dan belajar,” cetus Taufik.

Melihat situasi sudah tegang, akhirnya Wahyudi, selaku Asisten II Pemko Binjai, mencoba untuk menenangkan kedua belah pihak. Namun, Ayen tetap bersikeras untuk tetap menjalankan usahanya tersebut. “Kami tak mau tahu, selama puluhan tahun belum ada masyarakat yang keberatan,” cetus Ayen.

Mendengar ucapan Ayen, Lurah Bandar Senemebah Normaja, langsung dipanggil Wahyudi, dimana untuk memperjelas apakah memang tidak ada warga yang keberatan. Namun, hal tersebut langsung dibantah Normaja. “Apa pula tak ada warga yang keberatan, kalau tidak saya tahan, sekitar 100 orang warga juga ingin melakukan aksi serupa,” ungkap Normaja.

Selanjutnya, Wahyudi memanggil Kepala Lingkungan III, Ramli, untuk membuat surat keberatan dari warga atas berdirinya pabrik tahu tersebut. Ramli, kepada wartawan koran ini mengaku, ia sudah muak memberitahukan hal ini ke intansi terkait. “Memang pemberitahuan yang saya lakukan tidak secara tertulis hanya secara lisan. Baru inilah saya mau buat secara tertulis, tetapi yang membuatnya dari pihak SMP Negeri 10, sebab saya tidak bisa membuat surat seperti itu,” ujar Ramli.

Secara terpisah, K Hasibuan selaku Sekretaris Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapeddalda) Kota Binjai, kepada wartawan koran ini mengaku, sudah berulang kali pemilik pabrik tahu ini disurati untuk hadir, tetapi tetap tidak mengindahkan panggilan. “Kami sudah muak juga memanggil pemiliknya, tetapi tetap membandal. Bahkan, kami sudah pernah turun langsung, tetapi kami tidak ditanggapi. Yang jelas, hal ini akan kita sikapi dengan tegas,” kata K Hasibuan.

Kepala Seksi (Kasi) Palayanan Terpadu Satu Atap Kota Binjai, Firdaus Nasution, juga membenarkan kalau izin usaha mereka sudah ada. “Iya, izin usaha mereka ada. Sekarang ini masalah limbah, yang dibuang masih berbau,” kata Firdaus.

Sementara itu, usai mendapat arahan, akhirnya puluhan guru dan ratusan anak didik mereka meninggal lokasi. Untuk selanjutnya, persoaan ini tinggal menunggu surat keberatan dari warga, guna diperoses lebih lanjut. (dan)

Idealnya Adil dan Netral

PN Medan Resmi Miliki 4 Hakim Ad Hoc Tipikor

Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri (PN) Kota Medan, Sumatera Utara telah diresmikan sejak Sejak 28 April 2011 lalu oleh Ketua Mahkamah Agung (MA) RI Harifin A Tumpak bertempat di Banjarmasin. Selang beberapa pekan, PN Medan resmi memiliki hakim ad hoc Tipikor.

Ya, Ketua PN Medan Panusunan Harahap melantik 4 hakim adhoc Tipikor yang akan menyidangkan kasus-kasus korupsi di Sumut dan NAD. Pelantikan tersebut berlangsung di ruang sidang utama PN Medan, Senin (2/4) Sekitar Pukul 11.00 WIB. Keempat Hakim ad hoc Tipikor yang dilantik adalah Rodslowny L Tobing SH MT, Tirta Winata SH, Mery Purba SH, dan Denny Iskandar SH.

Di sela-sela acara pelantikan tersebut, Panusunan Harahap meminta pada keempat hakim ad hoc Tipikor yang baru dilantik agar dapat mengemban amanah dengan menjalankan fungsi jabatan secara baik, jujur dan adil. “Hakim banyak mendapatkan tantangan dalam menjalankan tugasnya. Untuk itu diharapkan agar hakim bertindak seadil-adilnya dalam mengambil keputusan dalam peradilan,” tegas Panusunan.

Pengadilan tipikor merupakan mata rantai dalam penegakan hukum dan harapan masyarakat sebagai tumpuan terakhir dalam penanganan perkara korupsi. Oleh karena itu, hakim harus mampu untuk menangani perkara korupsi dengan berbekal ilmu dan pengalaman serta integritas moral yang tinggi pasti akan mampu menangani perkara tersebut. Dan, para tersangka tentu saja dengan berbagai dalih atau cara untuk membentengi dirinya dari jeratan hukum, dengan cara mempengaruhi hakim seperti penyuapan dan kekuasaan yang akan digunakan untuk menekan para hakim. “Sebagai hakim agar tetap netral dan adil dalam mengambil keputusan di peradilan. Apalagi saat ini PN Medan, banyak memperadilkan kasus-kasus korupsi,” tegas Panusunan Harahap.

Pada 28 April lalu, tak hanya Medan, pada peresmian tersebut sekaligus diresmikan 13 Pengadilan Tipikor lainnya berdasarkan Surat Keputusan Ketua Mahkamah Agung RI no 022/KMA/SK/II/2011. Yakni Pengadilan Tipikor pada PN Padang, Pekanbaru, Palembang, Tanjungkarang, Serang, Jogjakarta, Banjarmasin, Pontianak, Samarinda, Makassar, Mataram, Kupang dan Jayapura.

Sehingga dengan demikian di Indonesia saat ini telah terdapat Pengadilan Tipikor sebanyak 18 pengadilan. Ditambah Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang merupakan (Pengadilan Tipikor pertama), Semarang, Bandung dan Surabaya yang telah beroperasi terlebih dahulu.

Usai Pengadilan Tipikor pada PN Medan diresmikan, maka semua perkara korupsi di seluruh Kabupaten/Kota se-Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) akan dilimpahkan ke pengadilan Tipikor pada PN Medan. Namun bagi kasus Tipikor yang sebelumnya sudah berjalan di PN Kabupaten/kota lain, maka akan tetap ditangani oleh PN setempat.

“Dengan diresmikannya (pengadilan Tipikor) di 14 provinsi kemarin, berarti sudah ada 18 pengadilan. Jadi masih perlu lagi sekitar 12 atau 14 lagi,” kata Ketua Mahkamah Agung, Harifin A Tumpa, saat itu.(bbs/Rud)

Bagaimana ketika Pensiun?

Dibentuknya 18 peradilan tindak pidana korupsi (tipikor) di Indonesia belum menjamin korupsi di daerah, bakal berkurang. Pasalnya, masih terbatasnya jangkauan pengawasan dan akses informasi di daerah akan berdampak pada rawannya penyuapan terhadap para penegak hukum. Karena itu dibutuhkan, hakim yang berintegritas tinggi dan loyalitas baik.

M Nur Sholikin, peneliti Pusat Studi Hukum dan Kebijakan Indonesia (PSHK) mengatakan hal itu belum lama ini. Menurutnya, untuk mendapatkan hakim yang mempunyai qualifikasi tersebut, akan sangat tergantung pada rekrutmen para hakimnya. “Kalau bisa mendapatkan hakim yang berintegritas tinggi dan loyalitas baik, Tipikor daerah bisa menang lawan koruptor,” ujarnya.

Nah, terkait dengan itu, masalah hakim ad hoc Tipikor yang ideal ini memang menarik. Pasalnya, MA telah 3 kali melakukan seleksi hakim adhoc tindak pidana korupsi (tipikor). Namun, dari 3 kali seleksi peminatnya selalu kurang dari target UU. Mengapa?

“Ada 3 alasan yang pertama karena hakim adhoc tipikor tidak boleh mempunyai profesi lain baik sebagai dosen, pengacara, atau lainnya,” jelas ahli pidana UII, Yogyakarta, Mudzakir.

Alasan pertama ini menjadikan orang yang berpengalaman dalam bidang hukum enggan melepaskan profesi utamanya. Apalagi, jika pendapatan hakim ad hoc per bulan lebih rendah. “Ada teman saya seorang advokat. Lolos seleksi jadi hakim adhoc. Tapi mengundurkan diri karena penghasilannya jauh dari profesi semula,” ujar tim perumus RUU KUHP/KUHAP ini.

Alasan kedua, hakim ad hoc tidak boleh mempunyai pekerjaan lain selain mengadili di Pengadilan. Yang ketiga yaitu masa depan hakim ad hoc tidak jelas seperti jaminan hari tua dan sebagainya. Apalagi mengingat beberapa waktu lalu gaji hakim ad hoc tipikor tertunda beberapa minggu. “Bagaimana ketika pensiun dari hakim ad hoc?” tambahnya. (bbs/jpnn)

Bisa Cash, Bisa Kredit

Toko Berjaya Komputer & Elektronik

Medan- Toko Berjaya Komputer & Elektronik yang berlokasi di Jalan AR Hakim Medan, menawarkan kemudahan bagi konsumen yang ingin membeli produk elektronik di toko tersebut.

Aan, pengelola Toko Berjaya Komputer & Elektronik, konsumen yang ingin membeli produk elektronik di toko mereka yang memiliki cabang di Jalan Denai, Jalan Cemara, Marelan dan Jalan AR Hakim ini, bisa secara kredit maupun cash. “Kami juga berikan bonus kepada pembeli, yakni bila berbelanja lebih dari Rp1.250.000. Bonus yang kami berikan bermacam-macam. Pokoknya bonus kejutan untuk konsumen,” kata dia.

Nah, bila membeli produk secara kredit, Aan bilang, kredit yang diberikan dalam tenor waktu 24 bulan untuk pegawai swasta, sedangkan pegawai negeri diberikan tenor waktu pencicilan selama 18 bulan.

Dipaparkan Aan, Toko Berjaya Komputer & Elektronik, Jalan AR Hakim Medan ini menjual semua produk elektronik. Di antaranya lemari es (kulkas) semua tipe, AC, kipas angin, televisi, komputer, laptop, kamera dan yang lainnya. “Produk yang kami jual kami diambil langsung dari distributor toko,” akunya.

Tidak hanya itu, Aan mengatakan kalau harga produk yang mereka tawarkan lebih dan terjangkau dibanding toko elektronik lainnya. Sedangkan kualitasnya juga tak diragukan lagi. (jon)

Gratis Nonton Bagi Anggota simPATIzone

MEDAN – Telkomsel kembali mengadakan program simPATIzone Friday Movie Mania yang memberikan kesempatan bagi pelanggan simPATI untuk menyaksikan film favorit pilihannya sendiri secara GRATIS di bioskop 21.
Telkomsel menyediakan 1000 voucher untuk ditukarkan dengan tiket gratis nonton film box office pada hari Jumat (29/4).  “Nonton film gratis ini didedikasikan khusus bagi para pelanggan simPATI sebagai wujud apresiasi atas kesetiaan pelanggan serta mempercayakan layanan komunikasinya dengan menggunakan kartu simPATI,” ujar Manager Telkomsel Branch Medan-Heriberus Budi Ariyanto.

Pelanggan simPATI bisa mendapatkan satu voucher nonton film GRATIS dengan menukarkan 100  TELKOMSELpoin dan mengaktifkan NSP yang telah ditentukan di counter simPATI cukup mengiril SMS, ketik simPATIZONE, lalu kirim ke 777.

Selanjutnya tukarkan voucher tersebut dengan tiket nonton film favorit pilihan pelanggan yang sedang ditayangkan pada hari tersebut. Untuk satu pelanggan simPATI dapat menukarkan poinnya hingga dua kali penukaran Telkomselpoin.

“simPATIzone Friday Movie Mania akan terus hadir sepanjang tahun ini untuk menyajikan film-film terbaik spesial bagi pelanggan simPATI. Masyarakat masih berkesempatan untuk menikmati program nonton film gratis ini, serta berbagai program dan kegiatan berhadiah menarik lainnya hanya dengan membeli kartu perdana simPATI untuk bergabung dengan lebih dari 6 juta pelanggan simPATI di Sumbagut,” jelas Heribertus.

Selain menyediakan tiket gratis nonton film di 21 Sun Plaza Medan, Telkomsel juga melakukan penjualan perdana Telkomsel Flash Unlimited lebih murah dari biasanya, yaitu seharga Rp 50 ribu  + reedem 20 TELKOMSELpoin, yang hanya dapat diperoleh pada booth layanan dilokasi acara. (sih)