Home Blog Page 15638

Bangga Dicemburui

Duta Besar Republik Rakyat Tiongkok untuk Indonesia Zhang Qiyue menyatakan sedang dicemburui orang. Tetapi, diplomat kelahiran 1959 itu justru bangga. Lho?

“Negara-negara lain cemburu dan iri pada hubungan harmonis Indonesia dan Tiongkok, ini membanggakan,” kata Zhang dalam acara Diplomatic Meeting di Hotel Sultan, Jakarta, kemarin (12/4). Perempuan yang kemarin memakai baju merah itu menyebut bahwa negara lain cemburu karena kerja sama antara Tiongkok dan Indonesia berlangsung mesra, dinamis, dan saling menguntungkan. “Apalagi sejarah hubungan kita sejak ribuan tahun lalu. Kita lebih dari sekadar teman, tetapi saudara,” ujar Zang.

“Saya ke Jogja, Bali, banyak sekali turis dari Tiongkok. Mereka asyik membeli batik dan menikmati pantai-pantai yang indah,” tambahnya.  Mantan Dubes Tiongkok untuk Belgia (2005-2008) itu optimistis tahun ini semakin banyak warga Tiongkok yang berwisata ke Indonesia. “Sebab, sudah seperti rumah sendiri,” jelas penggemar rendang dan makanan pedas tersebut.

Kemarin Zhang juga bertelepon langsung dengan Dubes RI untuk Tiongkok Imron Cotan di depan peserta seminar. Mereka saling menyapa dengan akrab. “Senang dengar suara Anda, Pak Imron,” katanya. (rdl/c7/nw/jpnn)

Awas Rasis

Tottenham vs Real Madrid

FANS tuan rumah Tottenham Hotspur harus lebih menjaga diri pada second leg perempat final Liga Champions, dini hari nanti. Tindak-tanduk mereka bakal mendapatkan perhatian khusus dari anggota komisi disiplin UEFA.
Tidak tanggung-tanggung, UEFA mengutus Jacques Antenen, wakil presiden komisi disiplin UEFA untuk mengawasi laga di White Hart Lane, markas Tottenham.

Itu terjadi setelah laporan striker Real Madrid Emmanuel Adebayor bahwa dia menjadi korban rasisme pada first leg.
Adebayor mengemukakan, fans Tottenham meneriakkan kata-kata rasis kepada pemain timnas Togo itu setelah mencetak dua gol bagi Real saat menang 4-0 di Santiago Bernabeu. Adebayor ogah tinggal dia atas aksi rasis itu.
Hanya, UEFA tidak bisa bertindak dan melakukan investigasi lantaran tidak ada sama sekali laporan dari pengawas pertandingan atau delegasi UEFA pada first leg lalu. Nah, mereka tidak mau kecolongan lagi pada laga kali ini.
Sama halnya dengan Tottenham. Mereka ogah mendapatkan sanksi akibat ulah fansnya. Makanya, mereka langsung memberikan peringatan keras kepada fans agar tidak melakukan tindakan rasis. Sebab, klub yang bakal dirugikan.
“Kami tidak akan mentoleransi tindakan diskriminasi yang dilakukan siapapun di klub ini, di lapangan ataupun di tribun. Bila anda mendapatkan perlakuan diskriminatif, bantu kami dengan melaporkannya kepada kami,” tulis situs resmi Tottenham, seperti dikutip AFP.

“Di White Hart Lane selama ini selalu menghadirkan atmosfer yang hebat dan dengan bekerja sama, mari kita menjaga agar tidak terjadi aksi rasis. Anda tidak boleh membiarkan segelintir orang merusak tatanan yang sudah baik,” lanjut situs resmi klub.

Adebayor menjadi target bagi fans Tottenham, bukan hanya karena dia menjadi pencetak dua gol. Namun, lebih dari itu, striker berusia 27 tahun itu pernah menjadi bagian dari klub rival Tottenham, Arsenal selama 3,5 tahun.
Selain itu, dia juga hanyalah pemain pinjaman dari rival Tottenham lainnya Manchester City. Yang lebih membuat fans Spurs (julukan Tottenham) geram, lantaran Adebayor merupakan pemain yang memiliki rekor hebat melawan mereka.

Sejak masih membela Arsenal dan City, terhitung sudah 13 kali dia tampil dalam bentrok melawan Tottenham. Hasilnya, pengagum Nwankwo Kanu tersebut telah sepuluh kali menjebol gawang klub asal London Utara itu. (ham/jpnn)

Tubuh Ditikami dengan Sangkur

Anak Angkat Habisi Ayah-Ibu

JAKARTA- Pelaku penembak Kho Wie To alias alia A Wie alias Wito alias Suwito dan istrinya Dora Halim belum semuanya terungkap. Kini, pasangan suami istri (pasutri) ditemukan tak bernyawa di rumahnya di Jalan Mandala Selatan 2, Nomor 27 RT 8/RW 4, Tomang, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Selasa (12/4). Pasangan suami-istri, Lo Tirta Karya (54) dan So Indah Rani (51) dihabisi  anak angkat dan temannya, Simon Law (SL) dan Deni Sumarsono (DS), Selasa pukul 16.30 WIB.

Pantauan wartawan di tempat kejadian perkara (TKP), Selasa (12/4), Tirta ditemukan di garasi rumah dengan posisi menyamping hampir tengkurap. Tirta tampak mengenakan sepatu pantofel hitam, celana kain cokelat dan jaket cokelat. Ada genangan darah terlihat keluar di sekitar kepala Tirta.

Sementara jasad istrinya Sho, berdasar informasi ditemukan di ruang tamu. Kedua jasad itu ditemukan pertama kali oleh anak mereka, Simon (19).

Saksi mata yang juga warga sekitar, Rahman, melihat beberapa orang menaiki pagar rumah pasutri itu. “Diketahui ada kejadian pembunuhan ini tadi pukul 17.30 WIB. Sebelum ada kejadian pembunuhan sempat ada yang melihat beberapa orang menaiki pagar,” ujar Rahman. Sebelumnya, 2 minggu lalu, imbuh Rahman, juga sempat terjadi perampokan di rumah pasutri itu. “Sebuah mobil Innova diambil dari dalam garasi,” jelas Rahman.

Sementara itu, Ketua RT O8, Rahman menjelaskan, ia baru mengetahui adanya kejadian ini sekitar pukul 17.00 WIB. Ia mendengar adanya keributan di dalam rumah pasutri tersebut. “Anaknya (pasutri) Simon bilang, orangtuanya tewas,” jelas Rahman yang langsung menghubungi polisi. Rahman menjelaskan, saat kejadian, di dalam rumah itu cukup ramai. Selain pasutri yang sudah tewas, ia melihat ada dua anak pasutri, Simon dan Deni Sumarso.

Diduga, keduanya dihabisi pelaku yang masih misterius saat sang suami istri pulang dari kerja. “Informasinya, suami istri ini dibunuh pada waktu baru pulang kerja. Baru saja parkir mobil, pelaku masuk,” ujar tetangga korban, Richard. Pasutri malang itu dikenal tertutup oleh para tetangga. Sebab mereka sangat jarang bersosialisasi dengan warga sekitar.

“Bahkan Ketua RT setempat juga tidak terlalu kenal,” imbuh Richard.

Dia menambahkan, pada saat kejadian, di rumah itu juga ada keponakan korban. Keponakan itu sempat dipukul oleh pelaku hingga pingsan. Polisian langsung melakukan olah TKP, sementara ratusan warga memadati depan rumah pasutri itu. Rumah itu berlantai dua dan cukup luas dengan pagar setinggi 3 meter dan dilapisi fiber. Kedua jenazah kemudian dibawa ke RSCM untuk diotopsi. Hasil penyelidikan pelaku ternyata anak angkat korban, SL dan ponakan Tirta, DS. Saat ini keduanya sudah diamankan di Polsek Tanjung Duren. “Iya pelakunya sudah ditangkap. Sebentar ya saya lagi interogasi dulu,” kata Kanit Reskrim Polsek Tanjung Duren, AKP Johari Bule kepada wartawan via telepon, Selasa (12/4) malam.

Sebelumnya, SL dan DS juga sudah diamankan karena berada di dalam rumah saat kejadian. Polisi memastikan jika pelaku memang sudah menunggu di dalam rumah.  (net/bbs/jpnn)

Pintu Gorong-gorong Sungai Deli Raib

082168485xxx

Ada gorong-gorong terletak di Kelurahan Kota Bangun, Kecamatan Medan Deli Jalan Yos Sudarso Km 11 (kampung sentul) persisnya di belakang komplek Perumahan Bea dan Cukai yang menyalurkan air ke sungai deli. Posisi gorong-gorong letaknya lebih tinggi dari drainase tertier. Masalahnya saat ini, debet air sungai deli sangat tinggi makanya air sungai mengalir masuk ke kawasan pemukiman penduduk. Anehnya pintu gorong-gorong yang di bibir sungai tidak ada. Mohon kepada  bapak Wali Kota supaya melakukan investigasi. Saat ini antisipasi masyarakat melakukan penutupan gorong-gorong tersebut dengan cor beton dari Purba.

Kami Koordinasikan

Terimakasih sarannya, kami dari Pemko Medan menerima sarannya dan melalui Dinas Bina Marga Kota Medan akan berkoordinasi dengan Dinas Pengairan Sumut serta Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II. Sebab, sungai menjadi bagian kewenangan pemerintah propinsi.

Begitupun, kami berharap kepada warga bila nantinya sudah dipasang pintu di  gorong-gorong tersebut, sebaiknya sama-sama dijaga untuk kepentingan bersama. Sebab, bila kita tidak menjaganya ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab akan mencurinya. Selanjutnya, warga juga diingatkan agar tidak membuang sampah ke drainase. Sehingga drainase tetap terjaga.

Khairul Buchari
Plt Kabag Humas Pemko Medan

Pembangunan Drainase Belum Maksimal

Masalah utama ini adalah masalah drainase, sampai sekarang ini kami melihat secara makro tentang drainase di Kota Medan. Hasilnya, di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap belum bekerja maksimal untuk pengerjaan drainase di Kota Medan.

Persoalan drainase bukan dilihat dari sepengal-sepanggal, sebab drainase ini merupakan satu kesatuan yang utuh. Selanjutnya, pembangunan drainase ini juga harus ada perubahan, drainase tidak lagi dari arah barat, melainkan harus dari arah timur. Sehingga, sungai deli tidak terbebani dengan vpolume air drainase.

Berkaitan dengan penutupan itu harusnya dibuat dengan pembuatan drainase, jadi jangan dibiarkan tertutup. Sebab, bila terus tertutup dampaknya akan merugikan masyarakat sendiri. Wali Kota dan Dinas Bina Marga harus segera bertindak segera mungkin.

Muslim Maksum
Sekretaris Komisi D DPRD Medan

Yakin Tiket Bakal Ludes

JAKARTA- Pertarungan demi memperebutkan gelar super champion kelas bulu (57, 1 kg) versi WBA antara Chris John dan Daud Yordan tinggal empat hari lagi (17/4). Tapi, sampai saat ini, sudah 60 persen tiket terjual dari jumlah seluruhnya 3.040 lembar tiket yang tersedia.

Promotor pertandingan, Raja Sapta Oktohari, menjelaskan bahwa pihaknya belum bisa mendapatkan jumlah tiket terjual secara rinci. Dia hanya mengetahui dari sisi prosentase saja.

“Kami sudah siap, tiket sudah terjual kami optimistis semua tiket akan ludes karena peminat tiket cukup tinggi,” kata founder Mahkota Promotion tersebut.

Tiket sendiri terbagi dalam dua kategori. Pertama adalah tiket tribun yang disiapkan sebanyak 2.800 lembar tiket.
Harga tiket tersebut dipatok di kisaran Rp 250 ribu. Sedangkan, untuk tiket VVIP yang berupa round table dipasang dengan harga lumayan tinggi antara Rp 5-8 juta dengan tiket berjumlah 240 lembar .
“Animo sangat tinggi. Dari 240 tiket itu laku banyak. Karena itu, sisanya kami pasang dengan harga yang tinggi, sekitar Rp 8 juta-an lah,”ucap pria yang akarab dipanggil dengan Okto tersebut.

Nah, yang membuat dia tersenyum  adalah dari 60 persen tiket yang telah terjual, 40 persen pembelinya adalah anak-anak usia muda. Hal itu diketahui setelah pihaknya melakukan pemantauan kepada setiap pembeli tiket.
Menurut Okto, kondisi itu tidak bisa dilepaskan dari kemasann pertarungan yang bernuansa entertainment lewat celebrity fight dan menghadirkan DJ (disc jockey) dari luar negeri.
“Konsep memadukan sport dan entertainment yang ingin kami sampaikan, mulai dipahami. (aam/diq/jpnn)

Banjir Rendam Puluhan Rumah

TEBING TINGGI-  Banjir kiriman akibat hujan di Kabupaten Simalungun (hilir Sungai Padang) membuat air tidak bisa tertampung Sungai Padang yang membelah Kota Tebing Tinggi, Selasa (12/4). Akibatnya, ratusan rumah warga dan sekolah direndam banjir, sekira pukul 04.00 WIB.

Pantauan Sumut Pos di beberapa lokasi, banjir merendam sekolah di Jalan Kaften Tandean yaitu Sekolah Dipanegara. 19 ruangan kelas tidak bisa digunakan. Murid dipulangkan cepat, karena air masuk ke dalam ruangan kelas.
Ismail Muarif, guru di sekolah itu mengatakan, air datangnya pagi sekitar pukul 04.00 WIB. Aktivitas belajar siswa terganggu dan diliburkan yayasan.

Bukan di situ saja, banjir juga merendam ratusan rumah warga di lima kelurahan. Diantaranya Kelurahan Lubuk Baru, Kelurahan Tanjung Marulak Hilir, Kelurahan Sri Padang, Kelurahan Bulian dan paling parah terendam banjir yang mencapai ke dalaman satu meter lebih di Kelurahan Bandar Utama Lingkungan I, II dan III.

Camat Rambutan, Muhammad Wahyudi menjelaskan banjir yang merendam rumah rumah warga tidak begitu parah. Setelah mendapatkan informasi dari pihak kepolisian, dia langsung memberi kabar kepada seluruh lurah untuk bersiap-siap menerima banjir kiriman.

“Banjir kali ini tidak begitu parah. Ada puluhan rumah warga yang terendam air, tapi setelah kita lihat siang ini air mulai surut,” jelas Wahyudi.(mag-15)

Putusan MK Multitafsir

KPU Sumut Pertanyakan Posisi Armand-Hotben

JAKARTA-  Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumut, Irham Buana Nasution, menilai, putusan sela yang dikeluarkan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait perkara sengketa pemilukada Tapanuli Tengah (Tapteng), masih memiliki celah bagi munculnya multitafsir. Terutama menyangkut posisi pasangan Muhamad Armand Effendy Pohan- Hotben Bonar Gultom, yang menurut putusan MK, termasuk yang harus diverifikasi dan klarifikasi persyaratan dukungan partainya.

Perdebatan bisa muncul lantaran Armand-Hotben tidak termasuk pasangan yang mengajukan gugatan ke MK. Ini berbeda dengan pasangan yang juga dicoret KPU Tapteng, yakni Albiner Sitompul-Steven Simanungkalit, yang memang mengajukan gugatan.

“Pasangan Effendy Pohan- Hotben Bonar Gultom kan tidak menggugat ke MK. Tapi pasangan ini yang direkomendasikan Bawaslu agar diikutsertakan,” ujar Irham Buana Nasution saat dihubungi koran ini, kemarin (12/4).

Karenanya, agar ada pemahaman yang sama terhadap seluruh institusi penyelenggara pemilukada terhadap putusan MK ini, Irham mengatakan, pihaknya akan segera berkonsultasi ke MK. “Agar tak ada lagi penafsiran,” cetusnya. Selain ke MK, KPU Sumut juga akan membicarakan masalah ini dengan KPU Pusat dan Bawaslu.

Pemahaman yang sama penting, lanjut Irham, lantaran putusan MK ini punya implikasi yang tidak enteng. Jika hasil verifikasi dan klarifikasi nantinya memunculkan pasangan calon baru, maka tahapan pemilukada akan diulang mulai dari tahapan penetapan pasangan calon yang berhak mengikuti pemilukada.

“Kalau nanti ada calon baru, ya harus kampanye lagi, harus cetak kertas suara lagi, dan berbagai logistik lainnya,” ujar Irham. Sudah tentu, konsekuensi juga pada aspek pembiayaan.

“Kalau hasil verifikasi dan klarifikasi sama (Albiner-Steven dan Armand-Hotben dinyatakan tetap tidak memenuhi syarat dukungan partai Red), tak akan berpengaruh apa-apa,” ujar Irham.

Seperti diberitakan, MK mengeluarkan putusan sela terkait perkara sengketa pemilukada Tapteng yang dibacakan Senin (11/4). MK memerintahkan KPU Tapteng untuk melakukan verifikasi dan klarifikasi syarat dukungan partai pengusung empat pasangan  calon. Yakni pasangan Dina Riana Samosir -Drs Hikmal Batubara, pasangan Albiner Sitompul- dr Steven PB Simanungkalit, Ir Muhammad Armand Effendy Pohan-Ir Hotbaen Bonar Gultom, MMA, dan Raja Bonaran Situmeang SH MHum -H Sukran Jamilan Tanjung SE.

KPU Tapteng diberi waktu 30 hari untuk melakukan verifikasi dan klarifikasi. Hasilnya harus diserahkan ke MK. “Memerintahkan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sumatera Utara dan Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Tapanuli Tengah, serta Badan Pengawas Pemilihan Umum untuk mengawasi verifikasi dan klarifikasi tersebut sesuai dengan kewenangannya,” ujar Ketua MK Mahfud MD saat membacakan putusan di gedung MK. Irham mengaku saat ini pihaknya sedang menganalisis putusan yang menurutnya cukup ‘unik’ itu.

Sebelumnya, saat memberikan keterangan di persidangan sengketa pemilukada Tapteng di gedung MK, Rabu (30/3), Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bambang Eka Cahya Widada yang dihadirkan untuk memberikan keterangan, membeberkan hasil pengecekannya terhadap pelaksanaan pemilukada Tapteng. Bambang, yang belum lama menjadi ketua Bawaslu menggantikan Nur Hidayat Sardini itu, dengan tegas menyebut adanya dugaan pelanggaran kode etik oleh KPU Tapteng.

Bawaslu, sebut Bambang, juga telah merekomendasikan ke KPU Pusat agar dibentuk Dewan Kehormatan untuk mengadili ketua dan anggota KPU Tapteng. Bawaslu juga merekomendasikan agar hak pencalonan pasangan Muhamad Armand Effendy Pohan- Hotben Bonar Gultom dikembalikan. (sam)

Eksekusi Rumah Ricuh

HUTA TONGATONGA-Upaya Pengadilan Negeri (PN) Sibolga mengeksekusi lahan dan rumah yang diakui milik (Alm) Nurmalia boru Hutabarat, warga Lingkungan III, Kelurahan Huta Tonga-tonga, Selasa (12/4) kemarin terpaksa ditunda.

Pasalnya, pelaksanaan eksekusi tersebut berlangsung ricuh.  Dimana anak keempat dari Almarhumah, Nursetia boru Simanjuntak nekad melakukan aksi telanjang badan (bugil) untuk menghalau petugas yang akan melakukan eksekusi.
Kericuhan berlangsung dramatis, dimana Nursetia bersama adiknya Elida boru Sianjuntak tak hentinya menjerit-jerit sehingga mengundang perhatian warga setempat.

Mereka menjerit dan menangis meminta panitera pengadilan untuk tidak menggusur atau mengeksekusi rumah milik mendiang ibunya itu.

“Kami akan terus berjuang mempertahankan rumah ini, sebab rumah ini bukan milik Parenta Simanjuntak, namun milik ibu kami. Dan Parenta telah menjual rumah ini tanpa sepengetahuan kami seluruhnya,” pekik keduanya secara bergantian.

Nursetia dan Elida mengatakan, kejadian ini berawal tahun 2004 tepatnya saat menjelang lebaran .  Dimana Parenta Simanjuntak selaku anak ke-2 Almarhumah mengambil semua surat-surat maupun prona milik mendiang ibu mereka.

“Kami ada 6 bersaudara yakni Morita Simanjuntak sebagai anak I, kemudian Parenta Simanjuntak, Nazlan Simanjuntak, Nursetia boru Simanjuntak, Aguslin, dan saya sendiri,” tutur Elida Simanjuntak.

Menurut Elida, setelah mengambil surat-surat rumah dan tanah milik mendiang ibunya, Parenta kemudian mengubah seluruh surat tanah tersebut dan menggantinya dengan namanya sendiri sebagai pemilik rumah dan tanah tersebut.

“Kemudian rumah dan tanah ini dijual oleh Parenta Simanjuntak kepada orang lain tanpa sepengetahuan kami dengan surat tanah yang tiba-tiba sudah menjadi atas namanya sendiri,” tukasnya.

Masih menurutnya, dalam mengubah surat tanah dan rumah milik mendiang ibu mereka, Parenta tidak berkomunikasi dengan saudaranya yang lain dan juga memalsukan tanda tangan seluruh keturunan atau anak dari mendiang Nurmalia boru Hutabarat.

“Bahkan kakak kami dan ito kami yang lain juga mengaku kaget atas pemalsuan tanda tangan yang ada dalam surat tanah ‘milik’ Parenta tersebut. Sebab mereka juga mengaku tidak ada pernah membubuhkan tanda tangan dalam surat tanah dan rumah itu, namun sudah dijual oleh Parenta kepada pihak lain,” bebernya.

Untuk itu, sambung Elida, sebagai anak mendiang Nurmalia atau ibu mereka tersebut akan tetap mempertahankan rumah dan tanah peninggalan tersebut.(tob/smg)

Tertibkan Main Kartu

081397334xxx

Buat Polsek Medan Sunggal, tolong pak diamankan di depan Mesjd Al Amin Jalan Setia Budi No 202 Tanjung Rejo. Selalu ada orang main kartu, sehingga mengganggu salat subuh. Terimakasih pak sebelumnya, semoga bapak sukses selalu. Amin.

Segera Kami Tindak

Terimakasih informasinya, kami segera melakukan tindakan terkait laporan SMS ini. Kami secepat mungkin untuk menertibkannya. Selanjutnya, kami imbau kepada warga untuk tetap menjaga ketentraman di wilayah masing-masing, karena dengan kita semua menjaga, maka akan semakin aman lingkungan rumah kita.

Kompol Sony M Nugroho
Kapolsek Sunggal

Sediakan Kelas Khusus

DI ERA tahun ajaran 2004/2005, kondisi SMA Negeri 2 Lubuk Pakam memprihatinkan. Dengan adanya  pergantian kepala sekolah Drs Mangadar Marpaung MAP kepada Drs Ramlan Lubis,  kondisi SMA Negeri 2 Lubuk Pakam mulai berubah secara berlahan.

Soalnya, lingkungan sekolah saat itu hampir 75 persen langsung perbatasan dengan pemukiman warga yang ada di sana. Bahkan belum memiliki pagar, hanya bagian depan sekolah ini saja yang sudah  dipagar dengan ketinggian  1,5 meter. Akibatnya para murid sering cabut serta dengan mudah  dimasuki orang yang tidak dikenal.

Kondisi sekolah yang belum terpagar ini memberikan efek  negatif bagi SMA Negeri 2, soalnya banyak warga membuka warung di sekitar sekolah, sehingga mempermudah siswa  merokok.  Selain itu, tidak jarang siswa terlibat narkoba, kemudian  banyak siswa datang terlambat dan tidak dapat ditegakkan disiplin.

Demikian segelumit pemaparan Kepala SMA Negeri 2 Lubuk  Pakam Drs Ramlan MPd didampingi Guru Teknologi Informasi  Komunikasi (TIK) Ewin Ramadansyah, ketika dijumpai Sumut Pos,  di ruang kerjanya, Selasa (12/4).
Lanjut pria berkumis tebal itu, perubahan pertama dibuatnya dengan  pembangunan pagar. Selanjutnya pembinaan siswa dengan  memberikan les tambahan belajar pada mata pelajaran tertentu.  Semua itu dilakukan dengan melibatkan orangtua .

Setelah sarana fisik dibangun, pembenahan terhadap siswa dilakukan.  Bahkan terkadang, dengan ketegasan yang dibuat Ramlan, membuat sebagian siswa yang tidak memiliki minat belajar hengkang, alias pindah sekolah.
Selanjutnya dibuat program kelas khusus untuk siswa kelas X melalui psikotest (seleksi tes kecerdasan) mereka yang terpilih dalam kelompok IQ yang tertinggi ditempatkan pada kelas khusus untuk dibina secara intensif menuju peningkatan mutu belajar.

Program itu idenya berawal dari Kepala Dinas Pendidikan dan Pengajaran Drs Bahrumsyah MM, tahun 2006. Beberapa SD, SMP dan SMA untuk mengadakan kelas khusus atau unggulan.  SMA  Negeri 2 Lubuk Pakam merupakan salah satu sekolah yang dihunjuk Dinas sebagai pilot proyek di Kabupaten  Deli Serdang. Untuk merekrut siswa yang akan ditempatkan di kelas  khusus /unggulan tersebut, maka setelah Penerimaan Siswa Baru,  sebelum ditentukan rombongan belajar, mereka lebih dahulu diadakan test potensi akademik.(btr)
dan test IQ bekerjasama dengan Biro Psihchology Marsha Puntadewa Medan.(btr)