Home Blog Page 1573

Terkait Ditutupnya Aliran Air PDAM, Kapolda Mediasi Pemkab dan Warga Karo

KUNKER: Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, saat kunker ke Kabanjahe, Kabupaten Karo.

KARO, SUMUTPOS.CO – Kapolda Sumut Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Kabanjahe, Kabupaten Karo. Kunker yang dilaksanakan ini, dalam rangka untuk bertemu dengan Pemkab Karo dan jajaran, terkait keluhan penutupan pipa air PDAM Tirtanadi oleh warga Desa Merdeka.

Hal itu terjadi karena belum adanya kesepakatan besaran Dana CSR dari PDAM Tirtanadi, yang diberikan kepada masyarakat Desa Merdeka.

“Kunjungan kerja ini untuk menjawab keluhan masyarakat, terkait penutupan aliran air PDAM Tirtanadi. Dan mendorong pemerintah mempercepat penanganan masalah air di Karo,” ungkap Panca, Kamis (27/4).

Panca juga mengatakan, Kepala Desa Merdeka bersedia memenuhi permintaan untuk membuka kembali pipa air PDAM Tirtanadi yang ditutup oleh masyarakat, setelah digelarnya pertemuan mediasi.

“Saya sudah memerintahkan personel Polres Karo untuk memberikan bantuan air bersih dengan mengunakan mobil AWC kepada masyarakat yang terdampak,” tutur Panca lagi.

Usai menggelar pertemuan, Panca mengecek lokasi bocoran pipa saluran air milik PDAM Tirta Malem di Puncak Siosar, Kabupaten Karo, yang menyebabkan pasokan air ke wilayah Kecamatan Kabanjahe menjadi berkurang. Pada kesempatan itu, warga menyampaikan rasa terima kasih kepada Kapolda Sumut, yang telah membantu menyelesaikan masalah persoalan air PDAM. (dwi/saz)

APBDesa Tidak Selesai, Banyak Desa di Dairi Belum Bisa Cairkan Dana Desa

JELASKAN: Sekretaris Dispemdes Kabupaten Dairi, Agel Siregar, saat menjelaskan terkait keterlambatan pencairan DD dan ADD TA 2023.Rudy Sitanggang/Sumut Pos.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Hingga akhir April 2023 ini, masih banyak desa di 15 kecamatan, Kabupaten Dairi, belum bisa mencairkan Dana Desa (DD), karena tidak menyelesaikan penyusunan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDesa) Tahun Anggaran (TA) 2023.

Dari 161 desa di 15 kecamatan, baru 98 desa bisa mencairkan DD, yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Begitu juga untuk anggaran Alokasi Dana Desa (ADD) bersumber dari APBD Kabupaten Dairi, baru 80 desa bisa mencairkan.

Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispemdes) Kabupaten Dairi, Agel Siregar membenarkan, masih 98 desa yang bisa mencairkan DD. Menurutnya, keterlambatan pencairan karena kepala desa belum menyelesaikan penyusunan APBDesa.

“Akibatnya, mereka (kepala desa) serta perangkatnya, sampai sekarang masih ada yang belum gajian,” ungkap Agel, Kamis (27/4).

Agel juga menjelaskan, adapun kecamatan yang sudah bisa mencairkan DD dan ADD, yakni Sidikalang, Sumbul, Tigalingga, Siempat Nempu Hilir, dan Tanah Pinem. Sementara Silima Pungga-Pungga dan Siempat Nempu, sudah 100 persen desanya bisa mencairkan DD maupun ADD.

Sementara itu, kecamatan yang belum ada mencairkan sama sekali, yakni Parbuluan, Sitinjo, Silahisabungan, Berampu, Siempat Nempu Hulu, Gunung Sitember, Pegagan Hilir, serta Lae Parira.

Agel mengatakan, keterlambatan pencairan DD dan ADD mempengaruhi penyerapan APBD. Kelemahan ini ada di pemerintahan desa.

“Karena penyusunan APBDesa yang dilakukan kepala desa, harus dievaluasi lagi oleh camat. Keterlambatan, tidak terlepas dari kurangnya pemahaman kepala desa,” jelasnya.

Dia juga mengatakan, pihaknya telah menyosialisasikan terkait penyusunan APBDesa kepada kepala desa.

“Jumlah DD Dairi TA 2023, mencapai Rp131,668 miliar. Dan ADD sebesar Rp62 miliar lebih,” pungkas Agel. (rud/saz)

Petani Dairi Peringati Hari Bumi, Lawan Pertambangan Timah Hitam

PERINGATI: Ratusan petani Kabupaten Dairi dari berbagai desa sekitar tambang PT DPM, memperingati Hari Bumi di Desa Lae Markelang, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kamis (27/4).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Ratusan petani Kabupaten Dairi dari beberapa desa sekitar pertambangan timah hitam dan seng yang dilakukan PT Dairi Prima Mineral (PT DPM), merayakan peringatan Hari Bumi, yang dipusatkan di Desa Lae Markelang, Kecamatan Siempat Nempu Hilir, Kamis (27/4).

Para petani mempersembahkan tarian tradisional dari suku Pakpak, Simalungun. Grup Sanggar Seni Nabasa dari Kabupaten Tobasa, pun turut menampilkan pencak silat tradisional, dalam memeriahkan perayaan Hari Bumi tahun ini.

Peringatan juga dihadiri dari berbagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), seperti Petrasa, YDPK, KSPPM, Bakumsu, dan Aman Tano Batak, sebagai dukungan kepada warga Kabupaten Dairi dalam mempertahankan ruang hidup mereka.

Koordinator Pengorganisasian dari Yayasan Diakonia Pelangi Kasih (YDPK), Monika Siregar menyampaikan, perayaan Hari Bumi diawali ibadah singkat dipimpin Pendeta Dikkar Sihotang.

Dalam kotbahnya, sebut Monika, Pendeta Dikar Sihotang menyampaikan, bagaimana cara Allah menjadikan bumi. Lalu tugas manusia menjaga hasil ciptaan-Nya.

“Kita harus menjadi saksi Allah untuk menjaga dan merawat bumi sebagai karya penyelamatan atas ciptaan Tuhan, sehingga kita layak untuk menerima berkat,” ungkap Monika.

Monika juga mengatakan, adapun tema perayaan Hari Bumi kali ini, yakni ‘Masa Depan Pertanian Menghadapi Pertambangan Timah Hitam’. Dia juga menjelaskan, petani dari berbagai desa yang hadir, membawa hasil pertanian mereka, seperti buah jeruk purut, gambir, sayur mayur, kelapa, nenas, pisang, jahe, kacang tanah, rempah-rempah, dan berbagai hasil bumi lainnya.

Buah tangan hasil bumi ini, sebagai ungkapan syukur mereka atas hasil tanah dan alam yang diberikan Tuhan. Tapi, kata Monika, menurut para petani, beberapa tahun terakhir, pertanian mereka banyak gagal panen serta harga jual anjlok.

“Sehingga, buah tangan yang dibawa petani tidak banyak,” ujarnya.

Monika lebih lanjut mengatakan, dalam acara talkshow bersama petani, Direktur Petrasa, Ridwan Samosir menyampaikan, sektor pertanian menyumbangkan 42 persen PDRB (Produk Domestik Regional Bruto). Artinya, sektor pertanian dalam menggerakan aktivitas ekonomi sangat tinggi. Menurutnya, Pemkab Dairi, harus memberikan perhatian dan kebijakan yang pro terhadap sektor pertanian.

“Selain itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) 2022, 83 persen masyarakat Dairi mayoritas petani,” beber Ridwan.

Sementara, sesuai data BPS, sejak 2018 sampai sekarang, sumbangan Pendapatan Asli Daerah (PAD) diperoleh Pemkab Dairi dari usaha tambang hanya 0,07 persen. Tentu, pertanian dan tambang tidak akan dapat hidup harmonis. Karena tambang butuh air, tanah, hutan, sungai, dan sumber daya alam lainnya.

“Pada 2015, diinisiasi 159 negara, bersepakat dalam komitmen yang disebut Perjanjian Paris (Paris Aggrement), termasuk Indonesia, terkait perubahan iklim dan upaya yang dapat dilakukan bersama,” jelas Ridwan.

Namun, lanjut RIdwan, perjanjian ini belum semua negara, termasuk Indonesia, melakukannya secara konsisten.

“Petani dan kita didorong menjaga lingkungan, menanam pohon. Namun penguasa dan pemodal, jutru merusak lingkungan dengan berbagai kebijakan yang mempermudah mereka mengeruk perut bumi, merusak lingkungan, dan menebang pohon,” tegasnya.

Maradu Sihombing, petani dan pembudiaya gambir di Desa Bongkaras, mengatakan, gambir mereka olah menjadi bubuk teh dan katekin.

“Kami menolak aktivitas pertambangan, karena hanya akan merusak kampung kami. Mari kita terus berjuang dan melawan para penguasa dan pengusaha yang akan merusak lingkungan dan masa depan kita,” ajaknya.

Petani lainnya, Marolop Banurea, petani asal Pakpak Bharat, memberikan testimoni, alam Kabupaten Dairi kaya potensi dan dapat diproduksi dengan berbagai produk turunan.

“Kampung kita, hasil bumi kita, pertanian kita adalah masa depan kita,” pungkasnya. (rud/saz)

PPATK Blokir Rekening Achiruddin

AKBP Achiruddin menjelang diperiksa

SUMUTPOS.CO – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) memblokir rekening milik mantan Kabag Bin Ops Ditnarkoba AKBP Achiruddin Hasibuan dan anaknya Aditya Hasibuan. Hal ini dilakukan, karena PPATK menemukan indikasi tindak pidana pencucian uang (TPPU) senilai puluhan miliar rupiah

HUMAS PPATK M Natsir Kongah mengatakan, dua rekening yang diblokir tercatat memiliki catatan transaksi mutasi debit/kredit sebesar puluhan miliar rupiah. “Nilai mutasi atau perputaran d/k (debit/kredit) yang diblokir senilai puluhan miliar,” kata Natsir.

Kepala PPATK Ivan Yustiavandana juga membenarkan pemblokiran rekening milik AKBP Achiruddin ini. Menurut Ivan, pihak menemukan indikasi transaksi mencurigakan dari rekening milik AKBP Achiruddin. Pemblokiran ini sejatinya dilakukan PPATK berdasarkan koordinasi dengan pihak kepolisian. “Demikian memang dugaan transaksi mencurigakan,” kata Ivan kepada JawaPos.com (grup Sumut Pos), Kamis (27/4).

Ivan menjelaskan, pemblokiran tersebut sudah dilakukan sejak sebelum viral kasus penganiayaan yang dilakukan sang anak dari AKBP Achiruddin Hasibuan. Ia menyebut, PPATK sudah mencium indikasi mencurigakan tersebut sudah sejak lama. “Proses sudah kami lakukan sejak beberapa bulan lalu, karena transaksi yang bersangkutan atau keluarga tidak sesuai profil. Kebetulan saat ini muncul berita terkait penganiayaan” ujarnya.

Selanjutnya, Ivan mengatakan, PPATK sudah mengambil berbagai langkah menindaklanjuti temuan tersebut. Ia menyebut salah satunya adalah mengkomunikasikan temuan tersebut kepada berbagai pihak terkait. “Koordinasi akan kami intensifkan dengan aparat penegak hukum terkait,” kata Ivan lagi.

Tak Cuma PPATK, KPK juga mulai turun tangan untuk menelusuri kekayaan dari mantan Kabag Bin Ops Ditnarkoba Polda Sumut AKBP Achiruddin Hasibuan. AKBP Achiruddin telah dijadwalkan untuk menjalani klarifikasi mengenai harta kekayaan yang dimilikinya. “Iya. Sudah bikin tim dan surat tugas untuk klarifikasi,” kata Deputi Pencegahan dan Monitoring KPK Pahala Nainggolan, Kamis (27/4).

Pahala belum memerinci kapan AKBP Achiruddin bakal diklarifikasi. Dia menyebutkan, tim KPK saat ini tengah mengumpulkan data perihal kekayaan Achiruddin. “Sedang pengumpulan data,” katanya.

Gerak cepat PPATK ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni . Ia menilai, langkah pemblokiran rekening tersebut sudah sangat tepat. “Apresiasi langkah PPATK yang dengan cepat melakukan pemblokiran rekening kepada tersangka kasus seusai menemukan adanya indikasi mencurigakan. Saya harap setelah ini PPATK bisa segera follow up temuan tersebut kepada aparat penegak hukum, baik ke institusi kepolisian maupun KPK. Agar temuan ini bisa ditindaklanjuti lebih jauh. KPK dan Polri harus segera bersiap dari sekarang,” kata Sahroni kepada wartawan, Kamis (27/4).

Sahroni menegaskan, terkait status hukum para pelaku yang berada di tempat kejadian perkara (TKP). Dirinya menilai aparat penegak hukum harus dengan cepat ambil langkah tegas untuk memproses semua pihak yang diduga membantu atau terlibat dalam tragedi penganiayaan tersebut. “Sekali lagi saya meminta pihak-pihak yang berada di TKP, baik itu yang terlibat membantu pelaku secara langsung ataupun yang berusaha menutup-nutupi kasus ini, untuk segera diproses. Karena kuat indikasi bahwa lambatnya proses kasus ini karena ada campur tangan oknum,” papar Sahroni.

Ia merasa heran, kasus penganiayaan yang dilakukan oleh anak AKBP Achiruddin tertahan selama empat bulan, sejak Desember 2022. Karena itu, ia mendesak Polri segera lakukan pengusutan terkait sempat mandegnya penanganan kasus penganiayaan itu. “Tidak masuk akal proses kasus sadis seperti ini tertahan selama empat bulan. Jadi saya minta tidak ada lagi permainan-permainan seperti itu, bongkar semua,” pungkas Sahroni.

Apresiasi juga disampaikan Ketua DPRD Sumut, Baskami Ginting. Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, penanganan perkara penganiayaan yang cepat dilakukan kepolisian disambut baik masyarakat. ”Kami mengapresiasi atas kinerja kepolisian yang proaktif terkait perkara Aditya Hasibuan. Selain itu, AKBP Achiruddin Hasibuan telah dinonaktifkan dan saat ini diperiksa Propam Polda Sumut,” kata Baskami Ginting.

Dia berharap, perkara ini dapat segera dituntaskan karena saat ini zaman sudah berubah. “Tidak seperti dahulu, pihak berwenang sering sesuka hati,” ucapnya.

Baskami juga menyoroti harta AKBP Achiruddin Hasibuan yang tidak wajar sebagai aparat penegak hukum, seperti memiliki rumah mewah, mobil mewah, motor gede Harley Davidson, dan harta lainnya. “Kalau bisa hartanya dicari (usut), kenapa begitu banyak? Dia harus menanggung risiko itu,” tegas Baskami.

Ia mengingatkan, pejabat maupun penegak hukum sekarang ini bukan lagi dilayani melainkan harus melayani. “Apalagi zaman sekarang sudah era keterbukaan, seperti sosial media dan lainnya,” ucapnya.

Sementara, Menko Polhukam Mahfud MD memastikan pemerintah memberi perhatian terhadap kasus penganiayaan yang melibatkan anak eks Kabag Ops Ditnarkoba AKBP Achiruddin Hasibuan, Aditya Hasibuan. “Saya hanya ingin mengatakan, pemerintah dan Mabes Polri tidak diam. Karena itu sudah ditindak,” kata Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Kamis (27/4).

Dia juga mengirimkan tim untuk mengawasi kasus Achiruddin. Dia terus mengikuti perkembangan kasus penganiayaan itu. “Nah, bagaimana bentuk akhir dari tindakan itu, kita ikuti perkembangannya karena sekarang kita tidak bisa bersembunyi,” ujar Mahfud.

Dia pun mengapresiasi langkah cepat Kapolda Sumut Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak. Kasus penganiayaan tersebut tengah diproses Polda Sumut. “Polda Sumut itu sudah ditangani, Achiruddin ya Hasibuan dan anaknya, Aditya Hasibuan, itu sudah ditindak dan untuk ini saya apresiasi kepada Pak Panca Kapolda Sumatera Utara, sudah mengambil langkah-langkah dan saya juga sudah ngirim tim ke sana,” pungkas Mahfud.

Sebelumnya, muncul desakan agar harta kekayaan AKBP Achiruddin Hasibuan ditelisik setelah harta kekayaannya yang tercatat pada Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tidak sesuai dengan kenyataan. Berdasarkan LHKPN, AKBP Achiruddin tercatat memiliki harta kekayaan senilai Rp467.548.644.

Harta kekayaan itu terakhir dilaporkan pada 24 Maret 2021 untuk tahun periodik 2020. Dalam laman elhkpn.kpk.go.id, AKBP Achiruddin tercatat memiliki harta berupa tanah dan bangunan seluas 566 m2 di Kota Medan senilai Rp46.330.000.

Ia juga tercatat memiliki harta berupa alar transportasi yakni Toyota Fortuner tahun 2006 senilai Rp370 juta. Selain itu, AKBP Achiruddin juga tercatat memiliki harta berupa kas dan setara kas yang jumlahnya sebesar Rp51.218.644 serta tidak memiliki utang.

Tetapi, motor gede (Moge) yang diduga bermerk Harley Davidson yang kerap dipamerkannya di Medsos tidak ada dicantumkan. Bahkan, Achiruddin juga memosting foto berseragam Harley Davidson. Menyikapi hal tersebut, pihak Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) memberikan klarifikasi melalui surat resmi, bahwa Achiruddin bukan anggota dari klub tersebut.

Selain itu, Medsos Instagram (Ig) milik Achiruddin juga dibanjiri komentar miring dari netizen. Dalam akun Ig nya tersebut, Achiruddin terlihat kerap memosting rumah dan kendaraan mewah miliknya. Dalam postingan yang terkesan pamer itu, sontak dibanjiri komentar pedas dari netizen. Bahkan ada yang men-tag Ditjen Pajak RI, PPATK Indonesia dan Official KPK.

Kini, Polda Sumut juga tengah menelusuri harta kekayaan Achiruddin Hasibuan usai hobi mogenya juga ikut disorot. “Kita cek (harta kekayaan). Kita dalami (terkait Harley serta lainnya),” kata Irwasda Polda Sumut Kombes Armia Fahmi, Kamis (27/4).

Hal itu pun disampaikan Kabid Humas Polda Sumut Kombes Hadi Wahyudi bahwa saat ini informasi soal Achiruddin sering memamerkan barang mewah akan didalami Inspektorat. “Saat ini informasi terkait itu didalami oleh Inspektorat dan Propam. Kita tunggu hasil pendalamannya,” kata Hadi.

Ia pun menyampaikan pihaknya akan memeriksa apakah kekayaan Achiruddin tersebut ada di luar batas kewajaran atau tidak. “Tentunya kita melihat itu,” tandasnya. (jpc/bbs/adz)

 

Terdakwa Bawa Sabu 15 Kg Dituntut Mati

TUNTUTAN: JPU membacakan tuntutan terhadap kedua terdakwa kasus sabu secara virtual di PN Medan, Rabu (26/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua warga asal Riau, Musa Ardian (46) dan Syafrizal alias Icap (46) dituntut masing-masing dengan pidana mati. Keduanya dinilai terbukti atas kasus kurir sabu seberat 15 kilogram (kg), dalam sidang virtual di Ruang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (26/4).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Maria FR Tarigan dalam nota tuntutannya menyatakan, perbuatan kedua terdakwa diyakini melanggar Pasal 114 ayat (2) Undang Undang No 35 Tahun 2009 tentang Narkotika junto (Jo) Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUH Pidana.

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara ini, menuntut kedua terdakwa masing-masing dengan pidana mati,” tegasnya.

Menurut JPU, perbuatan kedua terdakwa bertentangan dengan program pemerintah dalam pemberantasan tindak pidana narkotika.

“Hal meringankan tidak ditemukan,” katanya.

Usai mendengarkan tuntutan, hakim ketua Denny Lumbantobing memberikan kesempatan kepada penasehat hukum terdakwa untuk menyampaikan nota pembelaan (pledoi) pada sidang pekan depan.

Mengutip dakwaan, pada 1 Desember 2022 lalu, tim Polda Sumut lebih dulu mengamankan Rahmatdani Nasution alias Wira (juga berkas penuntutan terpisah) dengan barang bukti 2 kg sabu dibungkus plastik teh Cina yang bertuliskan Guanyinwang.

Hasil interogasi, tim Ditresnarkoba menduga kasus Rahmatdani Nasution alias Wira masuk dalam jaringan (sindikat) antar-provinsi yakni Aceh-Sumut-Riau. Disebut-sebut dikendalikan seseorang bernama Allabis alias Aguan.

Allabis menurut rencana, pada 6 Januari 2023 akan memasok sabu dari Perairan Malaysia ke Tanjungbalai, dengan menggunakan kapal.

Tim melakukan pengejaran dan mendapatkan informasi perahu ikan sewaan orang suruhan Allabis berubah haluan menuju Bagan Siapi-api.

Diketahui, pada 9 Januari 2023 mendapatkan informasi bahwa narkotika jenis sabu dari Allabis sudah diterima terdakwa Musa Ardian dan dalam perjalanan menuju Kota Pekanbaru, Riau. Selanjutnya petugas langsung melakukan pengejaran. (man/azw)

Anak Bacok Ibu Kandung Ditangkap

TERSANGKA: Tersangka anak pembacok ibu kandung saat diamankan Polsek Pantai Cermin.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Sarmida (56) warga Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai (Segai), dibacok anaknya sendiri yakni Ikhsanul (22). Pembacokan dilakukan lantaran pelaku kesal tak diberi warisan berupa satu hektare lahan sawit oleh ibunya.

Kapolsek Pantai Cermin, AKP M Tambunan mengatakan, peristiwa itu terjadi Senin (24/4) sekitar pukul 11.00 WIB di rumah korban di Desa Ujung Rambung, Pantai Cermin. Saat itu pelaku menagih janji kepada korban soal harta warisan. Namun keduanya terlibat cekcok mulut.

“Persoalannya tentang pembagian warisan berupa lahan sawit seluas satu hektare yang berada di Duri, Provinsi Riau. Awalnya pelaku menagih kepada korban,” kata Tambunan, Rabu (26/4).

Korban menjelaskan jika lahan sawit itu akan terlebih dahulu dikelola oleh kakak pelaku. Mendengar perkataan korban, pelaku langsung berang dan berniat membacok ibunya. “Kemudian pelaku pergi ke dapur rumah mengambil satu bilah parang. Lalu, diasah di dekat sumur ruang dapur,” ungkap Tambunan.

Pelaku melihat korban pergi keluar rumah. Saat itu korban pergi ke rumah saudaranya di Desa Celawan. Kemudian sekitar pukul 19.00 WIB, pelaku langsung ke rumah saudaranya di mana ibunya berada.

“Pelaku membawa parang dengan cara menyelipkannya di pinggang sebelah kanan. Setelah bertemu korban dia langsung membacok kepala dan punggung ibunya. Pelaku membacok korban sebanyak dua kali. Saat pelaku mau membacok lagi namun dihalangi oleh saudaranya. Parang berhasil direbut oleh saudaranya bernama Armin,” jelas Tambunan.

Pelaku langsung ditangkap oleh warga sekitar yang mendengar adanya pembacokan tersebut. Pelaku pun langsung dibawa ke kantor polisi.

“Selanjutnya polisi membawa ke Polsek Pantai Cermin untuk proses hukum lebih lanjut. Sedangkan korban kini masih dirawat intensif di Rumah Sakit Grand Medistra Lubuk Pakam,” ucap Tambunan. (jpc/bbs/azw)

Remaja Hanyut Ditemukan Meninggal Dunia

PENCARIAN: Proses pencarian jenazah Budiono yang hilang di sungai Bedagai, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Tim gabungan berhasil menemukan Budiono (17), remaja kelas XI SMA yang menghilang di sungai Bedagai, Kecamatan Tanjung Beringin, Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), Kamis (27/4) pagi.

Korban ditemukan meninggal dunia sekitar 800 meter dari korban tenggelam saat mencari Kepah bersama keluarga yang sedang menikmati libur lebaran.

“Sudah ditemukan pada pagi tadi sekitar pukul 07.00 WIB di aliran sungai Bedagai atau sekitar 800 meter dari korban menghilang,” kata Kapolsek Tanjung Beringin, AKP Tobat Sihombing.

Penemuan jenazah korban bermula dari laporan warga yang melihat adanya seperti tangan yang mengambang.

Berbekal informasi warga, tim gabungan kemudian mengevakuasi jenazah Budiono yang terbawa arus pasang laut.

Kini jenazah korban pun telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan.

“Ditemukan di hulu sungai bukan pada hilir, mungkin terbawa ombak pasang sungai. Jenazah sudah kita serahkan ke pihak keluarga,” lanjut dia.

Insiden maut yang merenggut nyawa korban bermula ketika dia dan sejumlah keluarganya sedang menikmati libur lebaran di pinggir sungai Bedagai yang tak jauh dari pesisir Selat Malaka.

Seusai makan siang, korban dan sejumlah kerabatnya turun ke sungai Bedagai yang dalam kondisi surut untuk mencari Kepah.

Namun naas saat itu korban tenggelam dan akhirnya menghilang. Sekitar pukul 12.00 WIB keluarga dibantu warga pun kemudian mencari keberadaan korban.

Polisi bersama TNI AL yang menerima laporan kemudian membantu proses pencarian. (jpc/tri/azw)

Trafik Data Naik 25 % saat Puncak Lebaran 2023, Jaringan Indosat 100 % Terintegrasi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sebagai hasil dari jaringan yang telah 100% terintegrasi di 46 ribu sites di seluruh Indonesia, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) berhasil memberikan jangkauan yang lebih baik dan luas untuk melayani kebutuhan telekomunikasi digital pelanggannya di kampung halaman sampai level kecamatan pada periode libur Lebaran 2023 dengan. Peningkatan lalu lintas data pelanggan tertinggi terjadi pada malam takbiran yang melonjak 25% dibandingkan Lebaran tahun sebelumnya. Indosat telah mempersiapkan diri menghadapi periode libur Lebaran tahun ini dengan meningkatkan kapasitas, pengawasan intensif melalui command center fisik di kantor pusat dan regional, serta dukungan pelayanan pelanggan yang prima. Sebagai tambahan, kualitas layanan telekomunikasi dasar lainnya seperti telepon dan SMS tetap terjaga di level tertinggi.

SVP – Head of Network Operations Indosat Ooredoo Hutchison, Agus Sulistio, mengatakan, “Keberhasilan ini merupakan hasil dari kolaborasi yang baik dengan para mitra kami dalam memberikan marvelous experience kepada seluruh pelanggan Indosat. Tingginya kenaikan trafik data membuktikan bahwa pelanggan menikmati jaringan terintegrasi Indosat yang memberikan jangkauan lebih luas, kualitas layanan indoor yang lebih baik, serta pengalaman internet yang lebih cepat.”

Dalam periode libur Lebaran tahun ini, pemakaian aplikasi media sosial mengalami kenaikan sebesar 45%, messaging dan video call naik 28%, mobile gaming naik 14%, serta streaming video dan musik naik 10% dibandingkan dengan lebaran tahun lalu. Tercatat pelanggan Indosat paling banyak mengakses aplikasi TikTok, WhatsApp, Youtube, Instagram, dan Facebook saat mengisi waktu mudik dan liburnya, termasuk penggunaan aplikasi permainan daring seperti Mobile Legend, Free Fire, dan PUBG.

Indosat turut mencatatkan kenaikan lalu lintas data sebesar 15% di masa libur Lebaran dibandingkan dengan hari normal tahun ini. Melalui analisa yang berdasarkan data statistik di masa libur Lebaran tahun-tahun sebelumnya, Indosat berhasil mengantisipasi lonjakan trafik data yang signifikan di berbagai kota tujuan dan rute mudik di Pulau Jawa seperti Tasikmalaya, Cirebon, Sukabumi, Tegal, Serang, Solo, Purwokerto, Purwakarta, Banjarnegara, Cianjur, Madura, Bandung, Pati, dan Tuban. Trafik data juga tercatat naik cukup tinggi di beberapa kota lainnya di luar Pulau Jawa, diantaranya di Metro-Kota Bumi, Baturaja, Bandar Lampung, Bone, Sampit, dan

Berbagai aktivitas peningkatan kualitas jaringan telah dilakukan secara terpusat dan di lapangan untuk memastikan pelanggan menikmati pengalaman digital terbaik. Untuk menjaga performa jaringan Indosat, tim internal dan mitra di command center dan di lapangan selalu siaga dalam mengantisipasi mobilitas dan kebutuhan pelanggan yang dinamis. Dengan peralatan dan dashboard khusus untuk pemantauan kualitas jaringan dan pengalaman digital pelanggan secara terus-menerus serta proaktif selama 24 jam 7 hari, 74% tiket pengaduan pelanggan berhasil diselesaikan kurang dari kurun waktu 24 jam sejak dilaporkan.

Pengguna aktif aplikasi self-service bima+ dan myIM3 di sepanjang bulan Ramadan tahun ini juga naik dibanding bulan sebelumnya, dan terus tinggi di masa libur Lebaran. Selain untuk memenuhi kebutuhan dasar telekomunikasi, pelanggan juga turut berpartisipasi dalam berbagai program dan promosi menarik yang ada di aplikasi tersebut. Trafik pengguna yang mengakses aplikasi tersebut juga menunjukkan tren kenaikan yang sama di bulan Ramadan dibandingkan hari normal tahun ini. Hal tersebut mengindikasikan tren pemanfaatan kanal layanan digital yang semakin luas oleh pelanggan Indosat dalam memenuhi kebutuhan telekomunikasinya.

“Dengan jaringan Indosat yang 100% terintegrasi, kami berkomitmen untuk terus meningkatkan pengalaman digital pelanggan yang menyesuaikan kebutuhan dan gaya hidup mereka. Hal ini sejalan dengan visi Indosat untuk menjadi perusahaan telekomunikasi digital yang paling dipilih di Indonesia,” tutup Agus. (rel/ram)