Home Blog Page 1900

Usbat Ganjar Serahkan Bantuan dan Gelar Silaturahmi Bersama Warga Medan Area

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Relawan Ustadz Sahabat (Usbat) Ganjar serahkan bantuan pengeras suara untuk para warga Medan Area. Bantuan tersebut diberikan agar masyarakat mampu meningkatkan produktivitasnya dengan menggelar kegiatan positif di lingkungan sekitar.

“Hari ini kita memberikan bantuan untuk masyarakat Medan Area, Kota Medan. Kita memberikan pengeras suara dan bantuan pangan bagi para warga, semoga bantuan ini bermanfaat,” buka Ahmad Dairobi, Koordinator Wilayah Sumatera Utara Usbat Ganjar, Selasa (24/1/2023).

Menurut Dairobi, warga sangat antusias dengan adanya relawan Usbat Ganjar tersebut. Sebab, menurut dia, warga sangat terbantu dengan adanya bantuan tersebut.

“Alhamdullilah respon mereka (warga) sangat bagus kepada kami. Pengeras suara tersebut akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menunjang kegiatan mereka, seperti wiridan, pengajian dan lain sebagainya,” lanjut Dairobi.

Jawa Tengah, lanjut Dairobi, kerap memberikan bantuan terhadap lembaga keagamaan di wilayahnya. Dairobi merespon baik, melalui Usbat Ganjar siap berkomitmen sebagai kepanjangan tangan dari program bantuan kepada lembaga tersebut.

“Kita akan coba meneruskan programnya beliau dalam memberikan bantuan terhadap lembaga agama, terutama di tingkat lembaga yang lebih kecil, seperti di tingkat kecamatan maupun kelurahan seperti yang saat ini kita lakukan,” jelasnya.

Sebagai informasi, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kembali memberikan hibah kepada 2.201 lembaga agama di Jawa Tengah dengan total bantuan Rp 107 miliar. Bantuan hibah tersebut diberikan untuk mendorong dan membantu pendidikan keagamaan agar pendidikan keagamaan maju dan berkarakter.

“Ini jadi harapan buat kami, apabila Pak Ganjar bisa terpilih menkadi Presiden 2024 mendatang, beliau bisa memprioritaskan program tersebut secara merata di seluruh Indonesia,” terangnya.

Selain bantuan pengeras suara dan pangan, kegiatan tersebut ditutup dengan Istigosah dan Doa Bersama untuk Negeri. Masyarakat terlihat khidmat mengikuti acara di tengah hujan yang melanda wilayah tersebut. (rel/tri)

Edarkan 24 Kg Sabu, Dua Terdakwa Dituntut Mati

TUNTUTAN: JPU membacakan tuntutan terhadap ketiga terdakwa kasus sabu secara virtual, Selasa (24/1). (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua warga Aceh masing-masing Alimuddin Alias Muddin (34), Muhdi Affan Alias Mahdi (52) dituntut pidana mati. Keduanya dinilai terbukti atas kasus peredaran sabu seberat 24 kilogram, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 6 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (24/1).

Sementara seorang terdakwa lainnya, Jumi Afandi Alias Mandor (27) warga asal Langkat lolos dari tuntutan mati. Dia dituntut 17 tahun penjara, denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara.

“Meminta kepada majelis hakim yang menyidangkan, menuntut terdakwa Alimuddin Alias Muddin dan Muhdi Affan Alias Mahdi dengan pidana mati. Dan terdakwa Afandi Alias Mandor selama 17 tahun penjara, denda Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara,” ujarnya.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) M Rizqi Darmawan berkeyakinan, ketiga terdakwa terbukti melanggar Pasal 114 ayat (2) jo Pasal 132 ayat (1) jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Adapun hal memberatkan, perbuatan ketiga terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas tindak pidana narkotika. “Hal meringankan tidak ditemukan,” katanya.

Usai mendengarkan tuntutan, hakim Ketua Sulhanuddin memberikan kesempatan kepada penasihat hukum terdakwa untuk menyampaikan nota pembelaan (pledoi) pada sidang pekan depan.

Mengutip dakwaan, pada bulan Mei 2022, terdakwa Jumi Afandi Alias Mandor bertemu dengan saksi Alimuddin Alias Muddin (dilakukan penuntutan secara terpisah).

Terdakwa Jumi Afandi bertemu dengan terdakwa Alimuddin disalah satu tempat hiburan malam, yaitu Diskotik Sky Garden tepatnya dibarak-barak Wong Fe Hung.

Kedatangan terdakwa Alimuddin Diskotik Sky Garden tepatnya dibarak-barak Wong Fe Hung untuk mengkonsumsi sabu. Kemudian terdakwa Jumi Afandi berkenalan dengan saksi Alimuddin.

Seiring berjalan waktu, terdakwa Jumi Afandi menjadi dekat dan sering berkomunikasi dengan terdakwa Alimuddin. Selanjutnya pada bulan yang sama, terdakwa Jumi Afandi meminta tolong kepada terdakwa Alimuddin untuk meminjam uang sebesar Rp20 juta.

Namun terdakwa Alimuddin mengatakan, tidak mempunyai uang, namun terdakwa Alimuddin, menawarkan terdakwa untuk menjualkan sabu milik terdakwa Alimuddin. Terdakwa Alimuddin mengatakan, apabila sabunya telah laku terjual maka uangnya bisa dipakai dulu oleh terdakwa Yumi Afandi.

Lalu keesokan harinya saksi Alimuddin membawakan 1 bungkus plastik teh cina berwarna hijau berisi narkotika jenis sabu seberat 875 gram ke daerah Perladangan dekat dengan barak-barak Diskotik Sky Garden.

Berikutnya terdakwa Alimuddin menyerahkan sabu tersebut kepada terdakwa Jumi Afandi, untuk dijual dengan harga Rp150 juta dan apabila sabu tersebut sudah laku terjual maka terdakwa Jumi Afandi diberi uang Rp50 Juta oleh Alimuddin.

Singkat cerita, pada 23 Juni 2022 sekira pukul 15.30 wib, empat anggota dari Polrestabes Medan mendapat informasi terdakwa Yumi Afandi akan menjual narkoba jenis sabu seberat 875 gram seharga Rp150 juta.

Mendapat informasi itu polisi lalu
melakukan penyamaran sebagai pembeli sabu kepada terdakwa Yumi Afandi, dan sepakat bertemu di Jalan Kangkung Kelurahan Payarobah Kecamatan Binjai Barat.

Naas, saat uang ditunjukkan oleh polisi dan terdakwa Yumi juga menunjukkan sabunya, kemudian polisi yang melakukan penyamar langsung menangkap terhadap terdakwa Jumi Afandi, bersama barang bukti sabu seberat 875 gram yang diletakkan terdakwa Yumi di jok sepeda motor miliknya.

Selanjunya, setelah itu polisi melakukan pengembangan, dengan petunjuk terdakwa Jumi Afandi akhir polisi berhasil menangkap terdakwa Alimuddin di Royal Kost Kamar 103 di Jalan Sei Batanghari, Medan. Dari terdakwa Alimuddin polisi kembali medapatkkan petunjuk dan polisi kembali berhasil menangkap Mahdi Affan.

Hasil pengembangan yang bermula dari terdakwa Yumi Afandi, polisi berhasil menangkap Alimuddin dan Muhdi Affan dari ketiga terdakwa ini, dan mengamankan barang bukti sebanyak 24 kg. (man)

Kemenag Sumut Dukung Usulan Kenaikan Ongkos Haji

PAPARKAN: Kabag TU Kemenag Sumut, H Ahmad Qosbi didampingi Kabid Haji dan Ketua FKBIHU Sumut, memaparkan usulan kenaikan ongkos haji tahun 2023, Selasa (24/1). (Gusman/Sumut Pos)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Kemenag Sumut) mendukung sepenuhnya kenaikan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BIPIH), yang diusulkan Kementerian Agama RI sebesar Rp69 juta. Namun, usulan tersebut menunggu pembahasan ditingkat panitia kerja (panja) Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH) yang dibentuk Komisi VIII DPR RI.

Kepala Bagian (Kabag) Tata Usaha Kemenag Sumut, H Ahmad Qosbi mengatakan, alasan kenaikan ongkos Haji tersebut mengingat biaya haji tahun ini melonjak hampir dua kali lipat dari tahun lalu, yang hanya sebesar Rp39,8 juta.

Jumlah (Rp69 juta) ini, kata Qosbi, adalah 70 persen dari usulan rata-rata BPIH yang mencapai Rp98.893.909,11. Sementara 30 persen sisanya ditanggung oleh dana nilai manfaat sebesar Rp5,9 triliun.

“Ini naik sekitar Rp514 ribu dengan komposisi BIPIH Rp69,193.733 dan nilai manfaat sebesar Rp29.700.175 atau 30 persen,” ujarnya kepada wartawan, Selasa (24/1).

“Biaya ini juga lebih tinggi dibandingkan tahun 2018 sampai 2020, yang ditetapkan hanya Rp35 juta,” jelasnya, didampingi Kabid Haji Kemenag Sumut, Zulfan Effendi.

Jika komposisi BIPIH hanya 41 persen dan nilai manfaat 59 persen tetap dipertahankan, lanjut Qosbi, maka diperkirakan nilai manfaat akan habis sampai tahun 2027.

“Sehingga jamaah haji tahun 2028 harus membayar full 100 persen, pada hal mereka juga berhak atas nilai manfaat simpanan setoran awalnya yang lebih 10 tahun,” terangnya.

Terkait dengan usulan itu, lanjutnya, ada beberapa alasan pemerintah. Pertama kata Qosbi, untuk memenuhi prinsip keadilan dan keberlangsungan dana haji. Kedua, menyeimbangkan antara besaran beban jamaah dengan keberlangsungan nilai manfaat BPIH dimasa mendatang.

Ketiga, dengan perhitungan sekarang mana akan terjadi pembalikan antara beban jamaah dengan nilai manfaat dimana nilai manfaat dikurangi 30 persen sementara sisanya 70 persen menjadi tanggungjawab jamaah.

“Keempat, menjaga agar nilai manfaat yang menjadi hak seluruh jamaah haji Indonesia, termasuk yang masih mengantri tidak terus tergerus habis. Nilai manfaat berasal dari pengelolaan dana haji yang dilakukan PBKH. Nilai manfaat adalah hak seluruh jamaah haji Indonesia,” urainya.

Oleh karena itu, Kanwil Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara mendukung sepenuhnya kenaikan BIPIH oleh Gus Men (Menag) atas nama pemerintah untuk kemaslahatan bersama.

“Namun kami tetap menunggu pembahasan ditingkat Panitia Kerja BPIH yang dibentuk Komisi VIII DPR RI. Sebab ini baru sebatas usulan,” tukasnya.

Sementara itu, Ketua Forum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Sumut, Ilyas Halim mengharapkan pemerintah dan Komisi VIII DPR RI agar memberikan keringanan kepada jamaah haji tahun 2022 yang sudah melunasi BIPIH.

“Kami meminta Kanwil Kemenagsu mengundang KBIH se Sumut guna mensosialisasikan kepada calon jamaah haji yang akan berangkat tahun ini, sehingga mereka memahami alasan kenaikan BIPIH itu,” katanya. (man)

Pangdam Mayjen Daniel Pimpin Patroli Skala Besar Malam Imlek di Medan

MEDAN, SUMUPOS.CO – Pangdam I/Bukit Barisan Mayjen TNI A Daniel Chardin SE MSi memimpin patroli gabungan TNI-Polri bersama Pemerintah Kota (Pemko) Medan, memantau keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) pada perayaan malam Tahun baru Imlek 2574 di wilayah Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (21/1/2023) malam.

Saat di lokasi, Pangdam Daniel Chardin turut didampingi Gubsu Edy Rahmayadi, Plh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Armia Fahmi bersama unsur Forkopimda Sumut menyempatkan meninjau sejumlah Vihara atau Klenteng dan pusat keramaian. Pangdam mengimbau masyarakat agar tidak berlebihan dalam merayakan Imlek, dan sebaliknya untuk ikut berpartisipasi menjaga keamanan di lingkungan sekitarnya. “Selamat Tahun Baru Imlek 2023. Mari kita sama-sama menjaga kerukunan, persatuan dan keamanan diantara sesama anak bangsa,” kata Pangdam.

Dikatakan Pangdam, personel TNI-Polri jajaran Kodam I/Bukit Barisan dan Poldasu akan berpatroli skala besar saat masa libur imlek. “Dengan adanya pengamanan ini diharapkan dapat memberikan kenyamanan kepada peserta atau umat yang melaksanakan ibadah dapat berjalan dengan aman dan lancar,” harapnya.

Selain Pangdam I/BB, pelaksanaan patroli turut dihadiri Gubsu Edy Rahmayadi, para PJU Kodam I/BB dan Poldasu, Dandim 0201/Medan, Kapolrestabes Medan, serta Forkopimda Sumut dan Tokoh Masyarakat. Patroli pengamanan situasi Kamtibmas malam Tahun Baru Imlek 2574 di ibu kota Provinsi Sumatera Utara itu dimulai dari titik kumpul Rumah Dinas Gubsu, Jln Sudirman No.41 Medan menuju ke sejumlah vihara dan pusat keramaian. (adz)

Silaturahmi ke PWI Sumut, Forwakum Dukung Penuh HPN di Kota Medan

SILATURAHMI: Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik foto bersama usai menerima silaturahmi Forwakum Sumut, Selasa (24/1). (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Forum Wartawan Hukum Sumatera Utara (Forwakum Sumut) menggelar silaturahmi ke Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumut, di Jalan Adinegoro Medan, Selasa (24/1).

Ketua Forwakum Sumut Aris Rinaldi Nasution menerangkan, kedatangan jajarannya ke kantor PWI, untuk memperkuat talisiturahmi sekaligus untuk memperkenalkan keanggotaan.

“Kedatangan kami juga untuk memberikan informasi, bahwasanya anggota Forwakum ingin masuk ke PWI. Kami melihat, PWI merupakan wadah atau payung wartawan yang sangat baik dan banyak mendorong kemajuan kuantitas wartawan,” ucapnya.

Selain itu, Aris bilang pihaknya juga mendukung penuh kegiatan Hari Pers Nasional (HPN) di Kota Medan pada 7-12 Februari mendatang.

“Kami mendukung penuh adanya program-program kerja yang dibuat PWI dalam rangka memeriahkan HPN tersebut,” sebutnya.

“Kami juga menyampaikan bahwasanya Forwakum Sumut juga aktif mengadakan bakti sosial (Baksos) untuk memberikan kepada warga yang membutuhkan,” tambahnya.

Ketua PWI Sumut Farianda Putra Sinik menyambut baik atas kedatangan Forkum bersilaturahmi ke kantor PWI Sumut ini. Menurutnya, ini sangat bagus untuk kedepannya dan mendukung kegiatan Forwakum.

“Kami terbuka untuk Forwakum untuk menjadi anggota PWI. Jadikan PWI menjadi naungan atau wadah wartawan,” ucapnya, yang didampingi jajaran PWI Sumut. (man)

Kejurda Balap Motor IMI Sumut 2023 Siap Digelar

SIAP: Pengprov IMI Sumut siap menggelar Kejurda Balap Motor di Sirkuit Jalan Pancing, 28-29 Januari 2023. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengurus Provinsi (Pengprov) Ikatan Motor Indonesia (IMI) Sumatera Utara (Sumut) akan melaksanakan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Balap Motor di Sirkuit Multifungsi Jalan Pancing, 28-29 Januari 2023.

Ketua Pengprov IMI Sumut, H Harun Mustafa Nasution menerangkan, Kejurda ini akan dirangkai dengan penjaringan calon atlet atau seleksi daerah (Selekda) balap motor Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang digelar di Sumut/Aceh 2024.

“Selekda ini merupakan bagian dari program Sumut Emas sebagai persiapan untuk meraih hasil maksimal pada PON XXI. Apalagi Sumatera Utara sebagai tuan rumah cabang bermotor. Diharapkan Selekda ini menghasilkan atlet terbaik yang dapat meraih medali emas saat PON mendatang,” ucap Harun Nasution yang juga Wakil Ketua DPRD Sumut ini saat rapat persiapan Kejurda Balap Motor di Sekretariat IMI Sumut, Senin (23/1).

Harun Nasution didampingi Sekum, Ahmad Syauki, Ketua Panitia Kejurda Balap Motor IMI Sumut 2023, H Syabra Buana dan Pimpinan Lomba, Yuserdy Sugiarto SH juga menyampaikan terimakasih kepada KONI Sumut dan pihak sponsor yang mendukung pelaksanaan Selekda tersebut.

Ketua Panitia Kejurda Balap Motor IMI Sumut 2023, H Syabra Buana menambahkan, Selekda ini merupakan tahapan yang harus dilalui para atlet balap motor PON 2024. “Ini juga sebagai event perdana setelah Sirkuit Multifungsi Disporasu diperbaiki. Di mana sirkuit akan menggunakan layout track yang baru dan searah jarum jam (clockwise),” beber Ketua Bidang (Kabid) Roda 2 Pengprov IMI Sumut ini.

Sementara itu, Pimpinan Lomba Selekda Balap Motor IMI Sumut 2022, Yuserdy Sugiarto SH menerangkan, pada Selekda ini, peserta akan dibagi dalam dua kelompok usia. “Yaitu Under 18 dan Up 18 – 25 tahun (maximal saat pelaksanaan PON XXI mendatang) yang dibuktikan dengan kartu tanda pengenal (KTP). Dan tentunya merupakan warga Sumatera Utara,” ucapnya.

Lanjut Kabiro On Road (Komisi Roda 2) Pengprov IMI Sumut, untuk Kelas Selekda; menggunakan sepedamotor Bebek Standar 150 CC (type Honda GTR dan Yamaha MX King). “Pada Selekda ini lomba akan mengadopsi simulasi PON. Yaitu free practice, qualifiying practice, warm up dan race serta sepeda motor akan dikarantina setelah pemeriksaan teknik. Panitia juga menggunakan timing system atau transponder sebagai acuan pemenang,” tukas pria yang akrab disapa Aket ini.

Sementara untuk kelas Sporting akan diperlombakan Bebek 2 Tak Standard-Tune Up s/d 125 CC Open, Bebek 4 Tak Standard-Tune Up s/d 130 CC Ex MP4 Non Kategori dan Matic Standard s/d 131 CC Ex MP7 Non Kategori.

Panitia mengimbau seluruh atlet balap motor Sumut agar melakukan persiapan dengan baik untuk dapat mengikuti Kejurda Balap Motor IMI Sumut 2023. Pendaftaran dapat dilakukan langsung di Sekretariat Pengprov IMI Sumut, Jalan Taruma, Kelurahan Petisah Tengah, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan. (dek)

Terkait Guru Agama Islam, Gubsu Berbeda Pendapat dengan Kadisdik Sumut

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi berbeda pendapat dengan Kepala Dinas (Kadisdik) Sumut, Asren Nasution terkait dengan 1.289 sekolah di Sumut, baik tingkat SD, SMP hingga SMA/SMK tidak memilik guru agama Islam.

“Sebenarnya bukan tidak punya guru agama islam. Hanya dia masih berada dalam posisi honor,” ungkap Gubernur Edy kepada wartawan di depan Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jendral Sudirman, Kota Medan, Selasa (24/1) siang.

Mantan Pangkostrad itu mengatakan, apa disampaikan oleh anak buahnya tersebut, Asren dinilai ada kekeliruan. Karena, cuma menerima data guru agama Islam berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN), tidak melihat guru agama Islam yang masih honorer.

“Yang dimaksud itu adalah dia guru berstatus ASN, banyak lulusan-lulusan kita yang bisa mengajar, inilah sedang kita urus. Karena yang menentukan itu adalah pusat, harus menjadi punya NIP (Nomor Induk Pegawai),” sebut Gubernur Edy.

Sebelumnya, Kadisdik Sumut, Asren Nasution mengaku terkejut melihat kondisi dunia pendidikan di Sumut ini. Karena, tercatat sebanyak 1.289 sekolah tidak memilik guru agama Islam.

Asren mengungkapkan ribuan sekolah tidak memiliki guru agama islam, berdasarkan data dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumut. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut mendorong seluruh ribuan sekolah tersebut, harus melakukan rekrutmen tenaga pengajar dalam bidang agama atau guru agama Islam.

“Mengejutkan, ternyata ada sekolah yang tidak punya guru pendidikan agama islam,” sebut pada acara rapat koordinasi Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Sumatera Utara, bersama LPTQ Kabupaten/kota dan Kafilah khusus di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Medan, Minggu (22/1) kemarin.

Asren mengatakan berdasarkan dimiliki Disdik Sumut. Saat ini, total ada 1,8 juta pelajar di Sumut yang beragama muslim. Namun, ia menjelaskan dari jumlah tersebut, tidak semua sekolah memiliki guru pendidikan agama islam.

“SD ada 1.049 unit tidak punya guru agama islam. SMP ada 161 dan SMA/SMK tidak punya guru ngaji atau agama islam sebanyak 79 sekolah,” tutur Asren.

Asren mengaku miris melihat dunia pendidikan di Sumut ini. Hal ini, masih satu bidang pelajaran, yakni agama Islam. Belum lagi, mata pelajaran yang lain. Atas kondisi ini, ia menyindir Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) dan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU).

“Mau kita apakan UIN itu? Di mana UIN sekarang? Masihkan ada UIN kita? Ini persoalannya. Tamatan UMSU begitu banyak. Tamatan UINSU begitu banyak. Tamatan pondok pesantren begitu banyak. Kemana mereka semuanya,” jelas Asren. (gus)

Pemprov Sumut Rencana Tertibkan Tambang Emas Ilegal di Madina

Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi.(BAGUS SYAHPUTRA/SUMUT POS)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara akan tegas melakukan upaya penertiban aktivitas tambang emas di Kabupaten Mandailing Natal (Madina). Pasalnya tambang itu dinilai sudah mencemari lingkungan hingga menewaskan penambang yang tertimbun tanah longsor.

Hal itu disampaikan oleh Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi kepada wartawan di depan Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jendral Sudirman, Kota Medan, Selasa (24/1) siang. Ia mengatakan pihaknya akan mempelajari terkait langkah kedepan, bila nanti seluruh tambang ilegal ditutup semua.

“Kedepan saya akan paksa (tutup tambang emas ilegal) itu. Karena itu, tak cocok untuk dilakukan rakyat, yang tidak punya kemampuan untuk itu,” ucap Gubernur Edy.

Selain melakukan penertiban tambang ilegal di Kabupaten Madina, mantan Pangkostrad itu, mengungkapkan pihak Pemprov Sumut akan melakukan pembinaan masyarakat, agar mengubah pekerjaannya dari menambang emas ilegal ke UMKM atau pekerjaan yang lainnya.

“Kalau kita tutup itu, orang-orang yang bekerja harus dialihkan ke pekerjaan lainnya,” sebut Gubernur Edy.

Mantan Pangdam I Bukit Barisan itu, menjelaskan jangan sampai Pemerintah tahunya menutup atau menertibkan tambang ilegal itu saja tanpa, ada memberikan solusi kepada masyarakat, agar tidak melakukan penambangan emas ilegal kembali.

“Jangan gara-gara itu kita tutup, terus anak, saudaranya semua tak bisa makan. Walaupun kita tau itu tak benar,” ungkap Gubernur Edy.

Gubernur Edy mengatakan bahwa Pemprov Sumut, memberikan atensi khusus terhadap keberadaan tambang ilegal di Kabupaten Madina itu. Secara langkah tengah diproses, agar memberikan dampak baik masyarakat dan lingkungan kedepannya.

“Untuk mengiyakan ini, ini perlu proses,” sebut mantan Ketua Umum PSSI itu.

Diberitakan sebelumnya, sudah beberapa kali kasus penambangan emas ilegal merenggut nyawa masyarakat. Terakhir, dua penambang emas ilegal tewas tertimbun tanah longsor, di Desa Tapus, Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Madina, Sumatera Utara.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis sore, 19 Januari 2023, sekitar pukul 15.00 WIB. Kedua korban tewas itu, adalah Darus (35) dan Kating (20). Mereka merupakan warga Simpang Durian Kecamatan Lingga Bayu, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Kedua korban berhasil dievakuasi dari timbunan tanah longsor itu, pada Jumat dini hari, 20 Januari 2023, sekitar pukul 03.00 WIB dalam keadaan meninggal dunia. (gus)

bjb PESATkan UMKM di Medan Berlangsung Sukses dan Meriah

bank bjb kembali menggelar bjb PESATkan UMKM sebagai sarana talkshow edukasi bisnis mendukung para pelaku usaha agar dapat naik kelas maupun yang bagi masyarakat yang baru mau memulai usaha.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – bank bjb kembali menggelar bjb PESATkan UMKM sebagai sarana talkshow edukasi bisnis mendukung para pelaku usaha agar dapat naik kelas maupun yang bagi masyarakat yang baru mau memulai usaha.

Peserta mengikuti bjb PESATkan UMKM yang pertama digelar tahun ini di Ballroom LePolonia Hotel & Convention, Kota Medan, Selasa 24 Januari 2023. Acara tersebut dibuka secara langsung oleh Pemimpin Divisi Kredit UMKM bank bjb Denny Mulyadi. Turut hadir Pemimpin Kantor Cabang bank bjb Medan Risto Livian Surbakti dan Executive Business Officer bank bjb Jadi Kusmaryadi sekaligus sebagai moderator.

Pada sesi 1, para peserta mengikuti Talkshow kredit bjb Mesra (Masyarakat Ekonomi Sejahtera) dengan moderator Executive Business Officer bank bjb Jadi Kusmayadi. Hadir dalam sesi tersebut sejumlah narasumber yakni Komisaris Independen bank bjb Diding Sakri, Elpi Nazmuzzaman dari akademisi, serta Komisaris Independen bank bjb syariah Rio Febrian Wilantara.

Kredit bjb Mesra merupakan pembiayaan bagi jemaah di sekitar rumah ibadah (masjid, klenteng, vihara, gereja atau pura) tanpa bunga dan agunan untuk usaha mikro perorangan yang belum bankable dengan plafon maksimal Rp5 juta. Tujuannya untuk menjauhkan masyarakat dari jerat rentenir.

Adapun total penyaluran kredit bjb Mesra sejak November 2018 hingga Desember 2022 mencapai Rp52,5 miliar kepada 12.475 NoA di 4 provinsi (DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat dan Bali) dengan kualitas kredit yang terjaga dengan baik di angka 1,34%

Sedangkan para sesi 2 diisi dengan edukasi perbankan, pengenalan, pembiayaan dan pemberdayaan UMKM oleh Apsoro sebagai Manajer Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Terpadu (PESAT) bank bjb, yang menjelaskan tentang proses bank menyalurkan dana, jenis kredit, langkah menjadi debitur, usaha harus layak (feasible), usaha harus sesuai ketentuan bank, produk kredit, serta program kredit bjb Mesra dan PESAT.

Kemudian pada sesi 3 berlangsung materi tentang Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) bank bjb oleh Fanny Atika sebagai Pemasaran dan Customer Relationship yang menjelaskan akan pentingnya bagi pelaku usaha untuk mempersiapkan masa depan yang lebih sejahtera sejak dini.

Sedangkan pada sesi 4 dijelaskan mengenai Produk Digital Banking (DIGI dan DigiCash) dan Agen bjb BiSA! oleh Hilmi Zulfikri Wijaya sebagai Staff Digital Banking Sales & Merchant Acquisition dan Arrie Wahyu Noerprapto sebagai Officer Financial Inclusion.

Acara bjb PESATkan UMKM di Medan lantas ditutup dengan hiburan games dan pemberian hadiah doorprize bagi peserta yang beruntung. Terdapat free setoran awal DPLK untuk 15 orang pertama, tambahan modal usaha bagi 5 orang, dan lainnya.

Pemimpin Divisi Corporate Secretary bank bjb Widi Hartoto mengatakan, program bjb PESATkan UMKM di Medan berlangsung sukses dan meriah yang diselenggarakan guna mendukung perkembangan geliat bisnis UMKM. Pelatihan tersebut bertujuan membantu para pelaku UMKM maupun yang baru mau memulai usaha agar bisnis lebih optimal.

“Melalui bjb PESATkan UMKM di Medan, peserta akan mendapat edukasi cara mengelola dan mengembangkan usaha dengan optimal. Setelah mengikuti bjb PESATkan UMKM di Medan ini, diharapkan para pelaku UMKM dapat memanfaatkan produk dan jasa layanan perbankan dari bank bjb untuk dapat berkembang dan memilki prospek yang cerah ke depannya,” ungkap Widi.

Salah satu peserta PESATkan UMKM Medan Edy Saputra dengan usaha Panglima Cendol sangat mengapresiasi acara yang diselenggarakan oleh bank bjb.

“Acaranya sangat luar biasa dan sangat membantu bagi pelaku UMKM, sehingga bisa lebih mengedukasi pelaku UMKM terhadap produk-produk perbankan dan Saya juga tertarik dengan beberapa produk yang ditawarkan oleh bank bjb salah satunya Kredit bjb Mesra untuk dapat terus mengembangkan usaha ke depannya.” Ujar Edy.(rel/sih)

Ketua HKTI Taput Canangkan Kampung Kopi Terpadu di Kecamatan Pagaran

CANANGKAM; Ketua HKTI Taput Dr. Ir. Erikson Sianipar MM canangkan Kampung Kopi Terpadu di Lahan seluas 50 Hektar di Kecamatan Pagaran. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Dr. Ir. Erikson Sianipar MM melakukan pencanangan kampung kopi di Kecamatan Pagaran. Pencanangan itu dilakukan sebagai bentuk kepedulian memberdayakan petani kopi dalam meningkatkan perekonomian.

Menurut Erikson Sianipar, niatnya melakukan pencanangan itu adalah untuk mendorong petani kopi agar dapat mengoptimalkan budidaya pertanian di Taput. Sehingga kedepannya, perekonomian masyarakat Taput semakin meningkat dan kuat.

Dikatakan Erikson, adapun pencanangan kampung kopi di lahan seluas 50 Ha telah dilaksanakan pada Kamis (19/1/2023) lalu. Dengan harapan, pengelolaan pertanian kopi akan menjadi salah satu keunggulan Kabupeten Taput.

“Nantinya, daerah Pagaran akan terkenal dengan kawasan penghasil kopi, tumpang sari dan tanaman holtikultura. Dari kawasan itu akan kita kembangkan ke daerah lain,” ucap Erikson, Selasa (24/1/2023).

Ditambahkan Erikson, untuk tahap awal, daerah Pagaran akan dijadikan kawasan kampung kopi terpadu, budidaya secara organik, pengolahan, serta pemasarannya.

“Kawasan ini akan terintegrasi dengan agrowisata, pusat pendidikan serta benih center,” ujarnya.

Pengelolaan pertanian saat ini, tidak cukup lagi berbasis komoditas, tapi harus berbasis industri. Semua proses harus tersambung dengan rantai pasok, sehingga pengelolaan bisa efektif dan berkelanjutan.

Dengan melakukan pencanangan kampung kopi di Pagaran, Tapanuli Utara, harapannya agar bisa menjadi suatu keunggulan di daerah tersebut dan lebih optimal dalam pengelolaan kopi.

Selain penetapan kampung kopi, Erikson Sianipar juga telah menggagasi Koperasi Kopi yang segera diresmikan. Koperasi Kopi yang akan menjadi pengelola kawasan itu yang akan melibatkan anak-anak milenial.

“Pada bagian tertentu di Kecamatan Pagaran akan dikembangkan kawasan kebun koleksi benih, agrowisata berbasis hutan yang dilengkapi dengan cafe serta wahana wisata. Juga akan dikembangkan pusat pengolahan kopi premium yang sekaligus menjadi pusat pelatihan,” pungkasnya. (map)