Home Blog Page 21

Ryacudu

Oleh: Ilham Mendrofa

Satu Juni ini, pada Hari Lahir Pancasila, saya berada di Kotabumi, Lampung Utara, untuk sebuah agenda yang belum bisa saya ceritakan. Menjelang siang, kendaraan yang saya tumpangi melintas di depan RSUD Lampung Utara. Namun orang-orang lebih mengenalnya sebagai Rumah Sakit Ryacudu.

Nama itu terpampang jelas di plang rumah sakit. Bagi saya, ia bukan sekadar rangkaian huruf. Ia seperti aliran kecil di Way Kanan: mengalir dari masa perjuangan, melewati dusun, jembatan tua, hutan, hingga tanah HGU Inhutani, lalu bermuara pada seorang jenderal bernama Ryamizard Ryacudu. Seorang prajurit yang oleh sebagian orang dikenang keras, tetapi oleh banyak lainnya dihormati sebagai penjaga Merah Putih.

Saya memandang bangunan rumah sakit itu cukup lama. Setiap rumah sakit selalu menyimpan dua wajah: derita dan harapan. Orang datang dengan kecemasan, menunggu dalam kegelisahan, lalu pulang membawa doa—entah doa kesembuhan, entah doa keikhlasan. Di hadapan bangunan itu, saya merasa tidak hanya berdiri di depan fasilitas kesehatan, tetapi juga di depan warisan nama dan sejarah.

Nama Ryacudu pertama yang layak dikenang bukanlah Ryamizard, melainkan ayahnya, Mayjen TNI Musannif Ryacudu. Dari sosok inilah garis sejarah itu bermula. Ia seorang pejuang, gerilyawan, dan perwira tinggi Angkatan Darat. Namanya kemudian diwariskan, tidak hanya kepada anak cucunya, tetapi juga melekat pada tanah Lampung, _Sai Bumi Ruwa Jurai_.

Saya pernah menyentuh jejak sejarah itu secara langsung. Dua puluh delapan tahun lalu, saat mengikuti kuliah kerja nyata, saya ikut dalam napak tilas perjuangan Ryacudu. Kami menyusuri rute gerilya dari Dusun Mesir menuju Blambangan Umpu, melewati batas hutan, jalan tanah, serta ingatan warga tentang perjuangan mempertahankan kemerdekaan. Di tempat seperti itu, sejarah terasa lebih jujur. Ia tidak hadir sebagai teks yang rapi, tetapi sebagai jalan berlumpur yang hanya bisa dipahami jika kita sendiri ikut melangkah. Dari pengalaman itu, saya belajar bahwa nama Ryacudu tidak melayang di udara. Ia hidup dalam ingatan masyarakat dan disebut dengan rasa hormat.

Dalam atmosfer keluarga prajurit seperti itulah Ryamizard tumbuh. Seragam loreng, suara komando, disiplin barak, dan percakapan tentang republik membentuk watak dan karakternya. Ia dikenal singkat dalam berbicara, keras dalam sikap, dan tegas dalam keputusan. Kadang membuat orang tertawa, kadang menyinggung, tetapi jarang membuat orang ragu akan keberpihakannya pada negara.

Ryamizard kemudian memasuki Akademi Militer dan menjadi bagian dari generasi tentara yang dibesarkan dalam bayang-bayang Orde Baru. Pada masa itu, militer tidak hanya berfungsi sebagai alat pertahanan, tetapi juga menjadi salah satu pilar kekuasaan negara. Pendidikan taruna tidak hanya melatih fisik dan keberanian, tetapi juga membentuk cara pandang: negara harus utuh, komando harus jelas, dan ancaman harus dihadapi.

Dari masa taruna, ada kisah yang sering diceritakan: *Ryamizard dan Prabowo Subianto* pernah membolos dari Akabri ke Jakarta. Kisah ini terasa ringan, bahkan lucu, karena dua sosok yang kelak menjadi figur besar ternyata pernah menjalani masa muda yang nakal. Bayangkan dua taruna yang ditempa disiplin Lembah Tidar, memilih kabur ke Jakarta. Tentu saja ketahuan. Tentu saja dimarahi. Namun justru di situlah sisi manusiawi mereka terlihat. Cerita seperti ini mengingatkan bahwa di balik institusi besar selalu ada manusia muda yang pernah melawan aturan, sebelum akhirnya kembali pada jalannya masing-masing.

Saya teringat satu jawaban yang sangat mencerminkan dirinya. Sesaat setelah diangkat menjadi Kepala Staf Angkatan Darat, ia ditanya tentang politik. Ia menjawab singkat, *“Politik tentara adalah politik negara”*. Kalimat itu sederhana, tetapi kuat. Ia seperti jangkar yang menahan institusi TNI dari godaan politik praktis dan pragmatisme kekuasaan. Dalam sejarah Indonesia yang panjang dan kompleks, prinsip ini menjadi penting. Tentara boleh memiliki pandangan, tetapi tidak boleh menjadi alat kepentingan kelompok. Senjata harus tunduk kepada negara, bukan kepada kepentingan politik sesaat. Kalimat itu menjadi garis tegas antara kesetiaan kepada republik dan keterlibatan dalam perebutan kekuasaan.

Ryamizard berdiri pada posisi yang jelas: negara tidak boleh terpecah. NKRI bukan sesuatu yang bisa ditawar. Separatisme harus dilawan. Sebagian orang mengapresiasi ketegasan ini, sebagian lainnya menganggapnya terlalu keras. Namun begitulah dirinya. Ia tidak dibentuk untuk menyenangkan semua orang. Dalam dunia politik sipil yang sering dipenuhi basa-basi, sosok seperti ini bisa terasa asing, bahkan mengganggu, tetapi dalam situasi tertentu justru dirindukan.

Pertemuan terakhir saya dengannya terjadi di sebuah outlet golf di Plaza Senayan, beberapa bulan setelah ia menyelesaikan masa jabatan sebagai Menteri Pertahanan. Kami berbincang tentang isu kapal selam. Gaya bicaranya tetap sama: langsung, teknis, tanpa banyak ornamen. Tidak ada kesan bahwa ia sedang membangun citra sebagai mantan pejabat. Yang saya temui tetap seorang prajurit, dengan aura lapangan yang kuat.

Saya kemudian teringat pada nilai budaya Lampung: _piil pesenggiri_—harga diri, kehormatan, dan martabat yang dijaga. Pada diri Ryamizard, nilai itu hadir bukan sebagai simbol adat, melainkan sebagai sikap hidup seorang tentara. Almarhum Bambang Ekalaya pernah berkelakar bahwa Ryamizard, meskipun sudah menjadi jenderal penuh, tetap tampak seperti kolonel di medan perang: tegap, siap, berwibawa, dan sedikit mengintimidasi. Candaan itu terasa mengandung kebenaran.

Namun keluarga Ryacudu tidak hanya melahirkan tokoh militer. Dari garis yang sama lahir *Syamsurya Ryacudu*, adik Ryamizard, yang saya kenal cukup dekat. Kami memanggilnya Bang Sam. Ia pernah menjabat sebagai Wakil Gubernur Lampung, lalu menjadi Gubernur pada 2008. Berbeda dengan kakaknya, Bang Sam lebih cair, lebih sipil, dan terasa lebih dekat dengan keseharian masyarakat Lampung.

Dalam sebuah percakapan santai bersama almarhum Bambang Ekalaya dan Hendamin, saya pernah bertanya kepadanya, setengah bercanda, “Bang, apa enaknya jadi gubernur?” Ia tersenyum dan menjawab singkat, “Kalau kondangan, tidak perlu antre.”

Kami tertawa. Jawaban itu sederhana, tetapi menyentuh sisi manusiawi kekuasaan. Dari jauh, kekuasaan terlihat megah dan serius. Namun dari dekat, ia bisa hadir dalam bentuk hal-hal kecil: didahulukan, disalami lebih dulu, atau duduk di barisan depan. Dalam kelugasannya, Bang Sam seolah mengingatkan bahwa kekuasaan juga bisa ditertawakan—dan ketika masih bisa ditertawakan, ia menjadi lebih jinak. Kini, jejaknya diteruskan oleh putranya, Yasser Syamsurya Ryacudu, yang aktif sebagai politisi Partai Demokrat dan anggota DPRD Pesawaran.

Saya kembali pada pemandangan awal: RSUD Ryacudu. Nama itu kini terasa lebih luas maknanya. Ia bukan hanya bagian dari sejarah atau biografi seorang tokoh. Ia juga milik masyarakat Lampung Utara, yang mungkin tidak pernah membaca kisah hidup Ryamizard, tetapi hidup berdampingan dengan plang nama itu hari-hari.

_Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un_. Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu telah berpulang. Kekuasaan telah usai, jabatan telah berganti, dan pangkat telah lama ditanggalkan. Namun nama Ryacudu akan terus diuji oleh waktu: apakah ia sekadar nama, atau menjadi ingatan yang hidup.

Di depan rumah sakit itu, pada Hari Lahir Pancasila, saya merasakan bahwa nama Ryacudu tidak hanya berbicara tentang satu keluarga. Ia berbicara tentang negara, kehormatan, batas, dan republik yang harus dijaga—dengan senjata, juga dengan ingatan yang terus dirawat.

Penulis adalah Kepala Badan Saksi Nasional DPP Partai Demokrat.

PLN UIP SBU Gelar Upacara Harkitnas 2026, Teguhkan Semangat Insan PLN untuk Kemajuan Negeri

UPACARA: PLN UIP SBU saat upacara bendera dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 di halaman Kantor PLN UIP SBU, Selasa (20/5/2026).
UPACARA: PLN UIP SBU saat upacara bendera dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2026 di halaman Kantor PLN UIP SBU, Selasa (20/5/2026).

MEDAN- Dalam rangka memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) Tahun 2026, PLN Unit Induk Pembangunan Sumatera Bagian Utara (UIP SBU) melaksanakan upacara bendera yang berlangsung di halaman Kantor PLN UIP SBU pada Selasa 20 Mei 2026.

Kegiatan tersebut diikuti oleh General Manager PLN UIP SBU Dewanto, jajaran manajemen, karyawan-karyawati, serta tenaga alih daya di lingkungan PLN UIP SBU. Peringatan Hari Kebangkitan Nasional tahun ini mengusung tema “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Negara”.

Tema tersebut mengandung pesan penting mengenai perlunya menjaga dan membina generasi muda sebagai aset strategis bangsa guna memperkuat kedaulatan Indonesia di berbagai bidang, mulai dari pendidikan, teknologi, sosial, budaya, hingga pembangunan nasional.

General Manager PLN UIP SBU Dewanto, menyampaikan bahwa semangat kebangkitan nasional harus menjadi energi positif bagi seluruh insan PLN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab menghadirkan infrastruktur ketenagalistrikan yang andal bagi masyarakat.

“Momentum Hari Kebangkitan Nasional bukan hanya sekadar seremonial tahunan, tetapi menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menjaga semangat persatuan, meningkatkan integritas dan membangun optimisme dalam berkarya. Sejalan dengan tema tahun ini, PLN UIP SBU berkomitmen untuk terus mendukung lahirnya generasi unggul melalui pembangunan infrastruktur kelistrikan yang merata dan berkelanjutan demi kemajuan bangsa,” ujar Dewanto.

Dewanto menekankan bahwa tantangan global dan perkembangan era digital menuntut seluruh insan PLN untuk terus beradaptasi, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat kolaborasi dalam mendukung transformasi perusahaan.

Menurutnya, semangat gotong royong dan sinergi yang menjadi budaya kerja PLN harus terus dijaga agar PLN mampu menghadirkan layanan kelistrikan yang andal, berkelanjutan dan menjadi penggerak kemajuan pembangunan nasional.

Melalui peringatan Hari Kebangkitan Nasional Tahun 2026, PLN UIP SBU berharap seluruh pegawai dapat terus menanamkan nilai-nilai nasionalisme, meningkatkan semangat kerja, serta memperkuat kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan ketenagalistrikan dan pertumbuhan ekonomi nasional, khususnya di wilayah Provinsi Sumatera Utara hingga Aceh. (ila)

Sekolah Islam Terpadu dan Pesantren Jabal Noor Gelar Wisuda Akbar Tahfidz Al-Quran ke-X

JABAL NOOR: Wisuda akbar tahfidz Al-Quran ke-X Sekolah Islam Terpadu Jabal Noor dan Pondok Pesantren Jabal Noor di Griya Benn Convention Hall Medan, Sabtu (30/5). (Istimewa/Sumut Pos)
JABAL NOOR: Wisuda akbar tahfidz Al-Quran ke-X Sekolah Islam Terpadu Jabal Noor dan Pondok Pesantren Jabal Noor di Griya Benn Convention Hall Medan, Sabtu (30/5). (Istimewa/Sumut Pos)

Sekolah Islam Terpadu Jabal Noor bersama Pondok Pesantren Quran Jabal Noor menggelar Wisuda Akbar Tahfidz Al-Quran yang ke-X di Griya Benn Convention Hall Jalan Tengku Amir Hamzah Medan, Sabtu (30/5). Wisuda akbar diikuti 260 santri dan santriwati dari berbagai jenjang pendidikan yang telah menyelesaikan hafalan Al-Quran.

Hadir dalam kegiatan ini 1.100 undangan termasuk Wali Kota Medan diwakili Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan Saiful Riza, S.E, M.M, Kapolrestabes Medan dan Ketua LDII Sumut Ir. H. Hasoloan Simanjuntak.

Hadir juga Prof. Dr. H. Mohammad Hatta, Prof. Dr. H. Amiruddin MS, Dr. H. Amhar Nasution, Ketua Pembangunan Pesantren Jabal Noor Ir. H. Erwin Afrizal MM dan istri Hj. Rossy Pasaribu SE, Ir. Hj. Nong Safitri dan undangan lainnya.

Melalui papan bunga, ucapan selamat atas pelaksanaan wisuda akbar juga disampaikan Sultan Deli XIV Tuanku Mahmud Lamantjiji Perkasa Alam, Ketua DPRD Sumut Erni Ariyanti Sitorus, S.H, M.Kn, Kasdam I/BB Brigjen TNI Deki Santoso Pattinaya,l dan Bupati Aceh Tamiang Irjen. Pol. (Purn.) Drs. Armia Pahmi, M.H,

Ucapan selamat juga disampaikan Direktur LPH LPPOM MUI Sumut Prof. Dr. Ir. H. Basyaruddin, M.S, Ketua DPRD Medan Drs. Wong Chun Sen Tarigan M.Pd.B, GM PT. Waruna Ir. H. Erwin Afrizal, Ketua DPD Partai Hanura Sumut El Adrian Shah, S.E., M.IP, pimpinan Perguruan Islam An-Nizam dan pimpinan Penerbit Tiga Serangkai.

Pimpinan Pondok Pesantren Jabal Noor KH. Zulfiqar Hajar, Lc hadir beserta keluarga. Diantaranya Ustadz Hasanul Arifin, Ustadz Amar Zulfiqar serta Ustadz Khalid Zulfiqar yang hadir bersama istri dan anak.

KH. Zulfiqar Hajar, Lc bersyukur atas kelancaran acara wisuda akbar yang diharapkan mampu melahirkan generasi Qurani yang tangguh dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Harapan kami, lulusan dari Sekolah Islam Terpadu Jabal Noor dan Pondok Pesantren Jabal Noor dapat menjadi generasi yang bermanfaat, saleh dan saleha, berbakti kepada orangtua. Mampu mengharumkan nama baik keluarga, masyarakat dan negara baik ditingkat nasional maupun internasional,” harapnya.

Melalui momentum wisuda akbar ke-X, kata KH. Zulfiqar Hajar, Lc, Jabal Noor menegaskan komitmen mencetak kader-kader bangsa. “Tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kedalaman akhlak dan spiritual yang bersumber dari Al-Quran,” tegas pimpinan pondok pesantren.

Direktur Sekolah Islam Terpadu Jabal Noor Ustadz Chandra Dhika Setiawan S.Pd Gr mengungkapkan kebanggaan atas pencapaian luar biasa para santri. Ia menekankan pentingnya menjaga hafalan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Kami sangat bersyukur dan bangga melihat kegigihan anak-anak kita hingga bisa berdiri di panggung wisuda. Wisuda ini bukanlah akhir, melainkan awal bagi mereka untuk menjadi agen perubahan yang membawa syiar Islam. Kami berharap nilai-nilai Al-Quran ini melekat dalam karakter mereka dan menjadi fondasi untuk meraih masa depan yang gemilang,” katanya.

Dalam kegiatan wisuda juga disemarakkan dengan penampilan seni Islami, lantunan salawat, lagu-lagu religi, musikalisasi puisi serta kesenian hadroh dan qosidah yang dibawakan siswa/siswi Sekolah Islam Terpadu Jabal Noor.

Dalam kesempatan ini juga dilaksanakan pemberian reward/apresiasi kepada guru terbaik dalam bidang Tahfidz Al-Quran dari tingkat TK hingga SMA. Apresiasi diberikan Ustadz Dr. Hasanul Arifin M.Ked SPS (pembina yayasan), Ustadz Ammar Zulfiqar MKn, Ustadz Khalid Zulfiqar S.Tp dan Direktur Sekolah Islam Terpadu Jabal Noor Ustadz Chandra Dhika Setiawan S.Pd Gr.

Penghargaan juga diberikan kepada 16 wisudawan terbaik untuk ketegori hafalan dan bacaan terbaik. Ada juga pembacaan mahlul qiyam oleh vokal santri hadroh pesantren Tahfidz Quran Jabal Noor. (dmp)

Perubahan Susunan Pengurus Perseroan Telkomsel

Komisaris Telkomsel_Muhammad Yusuf Ateh: Berdasarkan keputusan pemegang saham Telkomsel yakni Telkom Indonesia dan Singtel telah menetapkan Muhammad Yusuf Ateh sebagai Komisaris Telkomsel yang aktif menjabat terhitung pada 1 Juni 2026.
Komisaris Telkomsel_Muhammad Yusuf Ateh: Berdasarkan keputusan pemegang saham Telkomsel yakni Telkom Indonesia dan Singtel telah menetapkan Muhammad Yusuf Ateh sebagai Komisaris Telkomsel yang aktif menjabat terhitung pada 1 Juni 2026.

Dalam rangka menegaskan komitmen Telkomsel untuk memperkuat tata kelola dan kepemimpinan strategis dalam menjawab dinamika industri serta menjaga profitabilitas dan pertumbuhan berkelanjutan, maka PT Telekomunikasi Indonesia (Persero), Tbk. (Telkom Indonesia) dan Singapore Telecom Mobile Pte. Ltd. (Singtel) selaku pemegang saham PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) pada tanggal 29 Mei 2026 memutuskan untuk mengangkat Muhammad Yusuf Ateh sebagai Komisaris Telkomsel efektif terhitung sejak 1 Juni 2026. Adapun untuk kepengurusan Komisaris dan Direksi lainnya tidak mengalami perubahan.

Dengan demikian, susunan Komisaris Telkomsel saat ini adalah sebagai berikut:

Komisaris Utama
:

Diaz F.M. Hendropriyono

Komisaris
:

Muhammad Yusuf Ateh

Komisaris
:

Ahmad Riza Patria

Komisaris
:

Irfan Wahid

Komisaris
:

Chandra Arie Setiawan

Komisaris
:

Rico Rustombi

Komisaris
:

Yuen Kuan Moon

Komisaris
:

Yip Anna

Langkah ini sejalan dengan arah pemulihan sektor telekomunikasi pasca konsolidasi, di mana kompetisi bergeser ke pendekatan berbasis nilai, inovasi, dan pengalaman pelanggan.

Telkomsel akan terus mengakselerasi pertumbuhan dan kepemimpinannya di tengah industri dengan memperkuat core connectivity melalui investasi berkelanjutan di jaringan 5G, memperluas layanan konvergensi dan solusi digital untuk segmen consumer dan enterprise, serta mengoptimalkan kapabilitas berbasis teknologi dan AI untuk menciptakan pengalaman pelanggan yang lebih personal dan efisien.

Dengan strategi ini, Telkomsel bertekad menciptakan ekosistem yang sehat, mendukung transformasi digital nasional, dan memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan pemangku kepentingan. (rel)

Stok Beras Tembus 28 Juta Ton, Hadapi El Nino Wamentan Sudaryono Kebut Tanam 750 Hektar Padi di Lamongan

Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono kebut Gerakan Tanam (Gertam) padi seluas 750 hektar di Kabupaten Lamongan. (foto : Kementan)
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono kebut Gerakan Tanam (Gertam) padi seluas 750 hektar di Kabupaten Lamongan. (foto : Kementan)

LAMONGAN – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengakselerasi Gerakan Tanam (Gertam) padi seluas 750 hektar di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, sebagai upaya memperkuat produksi beras nasional dan menjaga momentum peningkatan luas tanam di salah satu lumbung pangan utama Indonesia.

Dalam upaya percepatan tersebut, Wamentan Sudaryono bersama Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy meninjau langsung pelaksanaan Gerakan Tanam di Desa Kebalankulon, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, Sabtu (30/5/2026). Pada kesempatan itu, rombongan menyaksikan penanaman padi varietas Inpari 32 di lahan seluas 12 hektar yang menjadi bagian dari capaian tanam harian 750 hektar.

Selain melakukan penanaman bersama, Wamentan Sudaryono didampingi Kepala Bappenas dan Bupati Lamongan menyerahkan bantuan stimulan pertanian secara simbolis kepada perwakilan petani setempat guna mendukung peningkatan produktivitas. Bantuan yang disalurkan meliputi benih padi, benih jagung, hand tractor, dan rotavator.

Wamentan Sudaryono yang akrab disapa Mas Dar menegaskan bahwa peningkatan produksi pangan hanya dapat dicapai melalui peningkatan luas tanam. Karena itu, pemerintah terus memastikan seluruh kebutuhan petani terpenuhi, mulai dari air irigasi, benih, pupuk, hingga alat dan mesin pertanian.

“Yang kita panen adalah hasil dari yang kita tanam. Kunci pertanian itu sederhana, kalau ingin panennya lebih banyak maka tanamnya harus lebih banyak. Karena itu pemerintah memastikan seluruh kebutuhan produksi dipenuhi agar petani bisa meningkatkan luas tanam dan produktivitasnya,” kata Wamentan Sudaryono.

Menurut Wamentan Sudaryono, Lamongan memiliki posisi penting dalam mendukung target produksi pangan nasional karena merupakan salah satu kabupaten dengan produktivitas pangan tertinggi di Jawa Timur. Berbagai indikator pertanian di wilayah tersebut juga menunjukkan tren positif, baik dari sisi produktivitas, luas panen, maupun hasil produksi.

Selain mendorong peningkatan produksi, Kementan juga memperkuat langkah antisipasi terhadap potensi El Nino yang diperkirakan mencapai puncaknya pada Agustus mendatang. Wamentan memastikan kondisi cadangan pangan nasional saat ini berada dalam posisi aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

“Cadangan beras kita, baik yang tersimpan di Bulog, yang masih standing crop dan segera dipanen, maupun yang beredar di masyarakat, totalnya sekitar 28 juta ton. Jumlah itu cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional selama kurang lebih 11 bulan. Katakanlah El Nino berlangsung sampai enam bulan sekalipun, cadangan pangan kita masih cukup untuk menghadapi skenario yang paling berat,” ujarnya.

Menurut Wamentan Sudaryono, berdasarkan berbagai proyeksi, dampak El Nino diperkirakan paling kuat terjadi pada periode Juli hingga September dengan puncak pada Agustus. Namun pemerintah telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi untuk memastikan produksi pertanian tetap terjaga.

Selain menjaga kecukupan cadangan pangan, Kementan terus memperkuat infrastruktur air melalui revitalisasi jaringan irigasi, pembangunan dan perbaikan sarana pengairan, pengeboran air tanah, serta program pompanisasi di berbagai sentra produksi pangan. Sejak 2024, Kementan telah menyalurkan hampir 100 ribu unit pompa air ke berbagai wilayah Indonesia sebagai bagian dari strategi menjaga produktivitas pertanian di tengah ancaman kekeringan dan perubahan iklim.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyampaikan bahwa berbagai program dan bantuan pemerintah telah memberikan dampak positif terhadap penguatan sektor pertanian di daerahnya. Salah satunya melalui kemudahan akses pupuk yang saat ini semakin mudah diperoleh petani.

“Alhamdulillah pupuk di Kabupaten Lamongan saat ini aman, tersedia dengan mudah dan harga yang terjangkau. Ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga produktivitas pertanian di Lamongan,” ujar Yuhronur.

Menurutnya, Pemerintah Kabupaten Lamongan juga terus memperkuat kesiapan menghadapi perubahan iklim melalui optimalisasi jaringan irigasi, pemanfaatan pompanisasi, serta normalisasi saluran air guna menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian.

“Kami akan memaksimalkan saluran irigasi yang ada, memanfaatkan bantuan pompa melalui irigasi perpompaan maupun perpipaan, serta terus melakukan perbaikan dan normalisasi jaringan irigasi. Di saat yang sama, kami juga terus mendorong penggunaan mekanisasi pertanian mulai dari penanaman, pemeliharaan hingga panen agar produktivitas semakin meningkat,” katanya.

Melalui percepatan tanam, penguatan sarana produksi, modernisasi pertanian, serta langkah mitigasi perubahan iklim, pemerintah optimistis target peningkatan produksi pangan nasional dapat tercapai sekaligus menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat di tengah berbagai tantangan global dan iklim. (sih)

Momen Idul Adha, STIKes Mitra Husada Medan Gelar Kompetisi Karya Ilmiah

PEMENANG: Dr. Siti Nurmawan Sinaga, M.Kes (5 kanan) bersama pemenang kompetisi karya ilmiah dalam perayaan Idul Adha di STIKes Mitra Husada Medan. (Deddi Mulia Purba/Sumut Pos)
PEMENANG: Dr. Siti Nurmawan Sinaga, M.Kes (5 kanan) bersama pemenang kompetisi karya ilmiah dalam perayaan Idul Adha di STIKes Mitra Husada Medan. (Deddi Mulia Purba/Sumut Pos)

Keluarga besar Sekolah Tinggi Kesehatan (STIKes) Mitra Husada Medan menggelar kompetisi karya ilmiah dalam memeriahkan perayaan Idul Adha, Rabu (27/5). Kompetisi diadakan setelah pelaksanaan Salat Idul Adha dan penyembelihan seekor lembu dan dua ekor kambing.

Kompetisi berupa kuliah lima menit (Qulmi), pop songs dan musabaqah makalah ilmiah Al-Quran (MMIA). Rangkaian kegiatan mengambil tema ‘Transformasi Diri melalui Semangat Kurban: Mengukir Prestasi Excellent dengan Pondasi Budaya PACER di STIKes Mitra Husada Medan.

PACER merupakan nilai-nilai budaya dan karakter unggul yang ditanamkan kepada seluruh mahasiswa dan lulusan STIKes Mitra Husada Medan. Nilai-nilai ini menjadi landasan dasar dalam memberikan pelayanan kesehatan (service excellent) dan pengabdian masyarakat.

PACER terdiri P-Professional (profesional), A-Akuntabel (bertanggung jawab dan transparan), C-Collaborative (mampu bekerja sama dalam tim kesehatan), E-Empathy & Compassion (memiliki empati dan welas asih kepada pasien) serta R-Reliable (dapat diandalkan dalam menjalankan tugas).

Berikut para pemenang Qulmi untuk the best performance I yakni Andro Nabila (Belajar Ikhlas dan Taat kepada Allah SWT), Dodi Pana Losa Limbong (Kurban Bukan Sekedar Kurban, Melainkan Keikhlasan yang Diterima oleh Allah SWT) dan Ramadhani S Sitepu (Semangat Berkurban pada Hari Raya Idul Adha sebagai Bukti Nyata Cinta dan Ketaatan kepada Sang Pencipta).

The most inspiring I yakni Sabrina Sitorus (Ditengah Dunia yang Penuh Pamer, Idul Adha Mengajarkan k
Keikhlasan), Ferly Fazrin Haslim (Meneladani Sikap dan Prilaku Nabi Ismail AS dalam Kehidupan Sehari-hari) serta Salsiyah Natasyah (Idul Adha tidak Harus Tentang Menyembelih, Tetapi Tentang Melepas Rasa Kepemilikan).

Untuk pemenang kompetisi pop song pada perayaan Idul Adha di STIKes Mitra Husada Medan adalah Zafira Aqillah, Suci Ramadhani, Nazwa Norena, Elsa Ayuni dan Naila Asmaharani dkk.

Pemenang MMIA kategori the best scientific adalah Najwa Norena (Krisis Moral Generasi Muda dan Transformasi Diri melalui Semangat Kurban dalam Membentuk Perawat Excellent Berbudaya PACER di STIKes Mitra Husada Medan), Ade Rahmadhani Harahap (Internalisasi Nilai Etika Kebidanan Berwawasan QS Ali Imran ayat 159: Manifestasi Sikap Lemah Lembut (Layyin) Bidan dalam Menurunkan Angka Kematian Ibu).

Pemenang berikutnya adalah Sri Wahyuni Siahaan (Sentuhan Murottal Al-Quran dalam Menenangkan Jiwa Ibu Nifas: Pendekatan Kebidanan Islami untuk Pencegahan Depresi Postpartum), Nur Aisah (Pelayanan Keperawatan dalam Perspektif Al-Quran dan Hadist: Mewujudkan Pelayanan Kesehatan yang Islami, Profesional dan Berkemanusiaan) serta Nia Imaniar Banurea (Perawatan Pasien Berbasis Kelembutan dalam Perspektif QS Ali Imran ayat 159 terhadap Nilai Rahmah, Komunikasi Teraupetik dan Pelayanan Keperawatan Kholistik).

Pemenang MMIA kategori the most impactfull paper adalah Azro Nabila (Musabaqah Makalah Ilmiah Pelayanan Kebidanan dalam Perspektif Al-Quran dan Hadist: Stimulasi Al-Quran dengan Anemia Ringan pada Ibu Hamil) serta Dinna Olivia Nainggolan (Pelayanan Keperawatan dalam Perspektif Al-Quran dan Hadist: Kajian Terhadap Nilai-nilai Islami dalam Asuhan Keperawatan Profesional)

Selanjutnya, Susan Nur Azizah Tanjung (Pelayanan Kebidanan Perspektif Al-Quran dan Hadist: Pentingnya ASI Ekslusif pada Ibu Hamil), Abdul Mazid Bancin (Pelayanan Keperawatan dalam Perspektif Al-Quran dan Hadist: Terapi Dzikir Berbasis Al-Quran dalam Menurunkan Tingkat Stres Akut) serta Sawir Amra (Pelayanan Keperawatan dalam Perspektif Al-Quran dan Hadist: Stimulasi Al-Quran sebagai Terapi Komplementer Manajemen Nyeri Klonis).

Pemenang MMIA kategori the best substantive editing adalah Sindi Aulia Hafizah (Pelayanan Kebidanan Kesehatan Reproduksi Wanita dalam Perspektif Al-Quran), Nurlela Pasaribu (Pelayanan Antenatal Care dalam Perspektif Al-Quran), Deva (Persalinan dalam Perspektif Al-Quran Kajian Surah Maryam ayat 22-26) dan Nabila Sa’bania Tarigan (Hubungan Inisiasi Menyusu Dini dengan Nilai Islam dalam Surah Al-Baqarah ayat 233).

Ketua STIKes Mitra Husada Medan Dr. Siti Nurmawan Sinaga, M.Kes mengingatkan para mahasiswa, dosen dan tenaga kependidikan untuk terus meningkatkan keimanan atau spiritual. Sesuai dengan budaya PACER di STIKes Mitra Husada Medan, ia berharap semua program dan kegiatan dapat berdampak pada kehidupan bangsa dan masyarakat. (dmp)

Sosialisasi Wawasan Kebangsaan, Dodi Simangunsong Ajak Gen Z Bedah Historisitas Pancasila

Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Demokrat Dodi Robert Simangunsong foto bersama peserta sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Pulau Harapan, Medan Kota, Sabtu (30/5/2026).
Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Demokrat Dodi Robert Simangunsong foto bersama peserta sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Pulau Harapan, Medan Kota, Sabtu (30/5/2026).

MEDAN, SUMUT POS — Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan dari Fraksi Partai Demokrat, Dodi Robert Simangunsong, S.H., menggelar Sosialisasi Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Pulau Harapan, Kecamatan Medan Kota, Sabtu (30/5/2026). Kegiatan ini menyasar Generasi Z dan Post-Z guna memperkuat pemahaman ideologi negara di tengah derasnya arus digitalisasi dan globalisasi.

Dalam paparannya, Dodi Robert Simangunsong menekankan pentingnya generasi muda memahami historisitas Pancasila secara utuh. Menurutnya, pemahaman yang kuat mengenai proses kelahiran, perumusan, hingga penetapan Pancasila sebagai dasar negara merupakan fondasi utama dalam menangkal radikalisme serta degradasi moral di kalangan remaja.

“Generasi Z dan Post-Z adalah pemegang kemudi masa depan bangsa. Mereka harus tahu bahwa Pancasila tidak lahir begitu saja, melainkan melalui proses dialektika mendalam dari para pendiri bangsa yang menyatukan keberagaman,” ujar Dodi.

Menelusuri Historisitas Pancasila

Legislator Partai Demokrat Kota Medan ini membedah tiga fase krusial dalam sejarah Pancasila kepada para peserta. Pertama, Fase Kelahiran: Merujuk pada pidato Ir. Soekarno pada 1 Juni 1945 dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) yang pertama kali mencetuskan nama Pancasila.

Kedua, Fase Perumusan: Proses pematangan materi yang dilakukan oleh Panitia Sembilan hingga menghasilkan Piagam Jakarta (Jakarta Charter) pada 22 Juni 1945. Dan ketiga, Fase Penetapan yaitu pengesahan final Pancasila yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 oleh Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada 18 Agustus 1945.

Dodi menilai, visualisasi dan narasi sejarah ini sengaja diangkat kembali agar generasi muda tidak kehilangan obor sejarah. Sesi interaktif pun dibuka untuk memfasilitasi antusiasme peserta yang kritis.

Benteng di Era Digital

Acara yang berlangsung tertib ini juga menyoroti tantangan media sosial. Dodi mengajak peserta memanfaatkan teknologi untuk menyebarkan konten positif yang mencerminkan nilai-nilai gotong royong dan toleransi.

“Media sosial harus dibanjiri oleh narasi persatuan, bukan perpecahan. Pancasila adalah alat pemersatu yang membuat Indonesia tetap kokoh berdiri hingga hari ini,” tambahnya.

Acara ini turut dihadiri Lurah Sitirejo I Kecamatan Medan Kota, Daniel Parulian Sihombing, S.I.Kom., M.I.Kom., beserta jajaran kepala lingkungan, tokoh masyarakat, dan ratusan pemuda setempat. Kegiatan sosialisasi ini diakhiri dengan komitmen bersama dari aparatur kelurahan dan para tokoh pemuda setempat untuk mengawal implementasi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan Kecamatan Medan Kota. (adz)

Gandeng Pakar Jepang, Siloam Medan Perkuat Standar Penanganan Stroke dan Neurovaskular di Indonesia

MEDAN, SUMUTPOS – Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan secara resmi menyelenggarakan Siloam Medan Clinical Update (SMCU) 2026, sebuah forum ilmiah multidisiplin yang mempertemukan pakar nasional dan internasional. Forum ini fokus membahas perkembangan terkini dalam penanganan stroke dan penyakit neurovaskular.

Kegiatan yang digelar bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia ini menjadi bagian dari upaya penguatan kompetensi tenaga kesehatan, sistem rujukan terintegrasi, serta kolaborasi multidisiplin. Langkah ini diambil guna meningkatkan kualitas penanganan pasien stroke di Indonesia.

Penyelenggaraan SMCU 2026 menjadi momentum penting bagi Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan. Rumah sakit ini baru saja berhasil meraih sertifikasi Advanced Stroke Centre dari World Stroke Organization (WSO).
Pencapaian tersebut menjadikannya rumah sakit swasta pertama di Indonesia yang memperoleh pengakuan internasional tersebut.

Sertifikasi ini menandai kesiapan rumah sakit dalam menghadirkan layanan stroke komprehensif berstandar global, mulai dari diagnosis cepat, layanan neurointervensi, hingga penanganan multidisiplin yang terintegrasi.

Sebagai salah satu pusat layanan stroke dan neurovaskular di Sumatera, Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan terus mengembangkan kapasitas layanan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap penanganan stroke yang cepat, tepat, dan komprehensif. Saat ini, rumah sakit tersebut aktif melayani rujukan kasus stroke dan neurovaskular dari berbagai kota di Sumatera.

Kehadiran layanan neurointervensi modern di rumah sakit ini memungkinkan semakin banyak kasus neurologi kompleks dan vaskular akut ditangani langsung di Medan. Dampak positifnya, pasien tidak harus dirujuk ke luar daerah maupun ke luar negeri.

“Dalam kasus stroke, setiap detik sangat berharga. Melalui forum ilmiah ini, kami membagikan standardisasi emas penanganan neurovaskular kepada jaringan tenaga kesehatan di Sumatera Utara, sehingga rantai penyelamatan pasien sejak dari diagnosis awal hingga tindakan intervensi dapat berjalan lebih cepat dan akurat,” ujar dr. Maria Christina Abiwiyanti, MARS, Hospital Director Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan, Sabtu (30/5/2026).

Menurut dr. Maria, keberhasilan penanganan stroke modern tidak hanya ditentukan oleh kompetensi individual tenaga medis. Faktor kecepatan diagnosis, efektivitas sistem rujukan, pemanfaatan teknologi medis, serta kolaborasi erat antarberbagai disiplin ilmu turut memegang peranan krusial.

Mengangkat tema “Advancing Clinical Excellence Through Integrated Referral and Multidisciplinary Care for Better Patient Outcomes”, forum ilmiah ini berlangsung di Hall Lantai 15 Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan.

Acara ini menghadirkan berbagai pembahasan berbasis evidence-based medicine yang relevan dengan tantangan layanan kesehatan saat ini.
SMCU 2026 menghadirkan pembicara kunci internasional, Naoto Kimura, M.D., Ph.D., yang merupakan Hospital Director Nansho Hospital, Jepang.

Naoto Kimura membawakan materi mengenai perkembangan terbaru terapi endovaskular dalam penanganan aneurisma otak melalui sesi Paradigm Shift of Endovascular Treatment of Aneurysm.

Forum ini juga menghadirkan sejumlah pakar nasional yang membahas berbagai topik strategis. Di antaranya Dr. dr. Steven Tandean, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS, FIS, DABRM – Current Comprehensive Management of Stroke. Kemudian dr. Michael Lumintang Loe, M.Si, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS, FTO, FINPS, IFAANS – Brain and Spinal Tumors: When to Suspect and When to Refer. Ada juga dr. Harley Septian, Sp.Rad., Subsp.RI(K) – Radiological Assessment of the Nervous System: Indications, Timing, and Clinical Rationale. Dan dr. Yasin Leonardi, Sp.B-KBD – Colorectal Cancer Update: From Screening & Early Detection to Modern Surgical Management.

Selain sesi ilmiah, SMCU 2026 juga menghadirkan demonstrasi neurointervensi sebagai bagian dari pengenalan teknologi dan teknik minimal invasif terkini dalam penanganan kasus neurologi dan vaskular kompleks. Demonstrasi ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk memahami secara langsung perkembangan teknologi yang berperan meningkatkan akurasi diagnosis, efektivitas terapi, serta keselamatan pasien.

Melalui penyelenggaraan SMCU 2026, Siloam Hospitals Dhirga Surya Medan berharap dapat memperkuat kolaborasi antar-tenaga kesehatan, mempercepat adopsi praktik klinis berbasis bukti, serta mendukung peningkatan kualitas penanganan stroke dan penyakit neurovaskular di Indonesia. Forum ini juga diharapkan dapat memperkuat jejaring rujukan dan memperluas akses masyarakat terhadap layanan stroke yang berkualitas, cepat, dan terintegrasi. (adz)