Home Blog Page 2467

Pencapaian PAD Deliserdang Masih 30,2 Persen, Sekda Ancam Evaluasi Para Camat

RAKOR: Sekdakab Deliserdang, Darwin Zein ketika memimpin Rakor evaluasi penerimaan PAD bersama para camat dan KUPT Dinas Pendapatan Kabupaten Deliserdang yang digelar di Aula Cendana Pemkab Deliserdang, Kamis (28/7).BATARA/SUMUT POS.

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Masih rendahnya pencapaian PAD Deliserdang sebesar 30,2 persen, membuat Sekda Kabupaten Deliserdang Darwin Zein, kesal. Dan mengeluarkan ancaman akan melakukan evaluasi kepada para Camat yang berkinerja rendah.

Ancaman itu disampaikan, Darwin Zein ketika memimpin Rakor evaluasi penerimaan PAD bersama para camat dan KUPT Dinas Pendapatan Kabupaten Deliserdang yang digelar di Aula Cendana Pemkab Deliserdang, Kamis (28/7)

Kekesalan itu dipertunjukan, Darwin karena banyak camat kinerjanya rendah untuk mendulang PAD. Bahkan dia menilai para camat tidak mempunyai rasa kepedulian untuk mengejar target PAD yang masih jauh dari harapan.

“Saya ingatkan akan ada evaluasi terhadap camat yang tidak mampu. Serta memiliki dedikasi rendah mengejar pencapaian PAD. Kalian harus pakai akal, target baru dapat 30,22 persen, sementara target kita tahun ini itu 70 persen, dan batas akhir itu tinggal bulan Agustus akhir,”ujar Darwin Zein dengan nada tinggi.

Kemarahan Darwin dihadapan para bawahannya, sempat membuat khawatir Kaban Penda, Timur Tumanggor. Timur mencoba menenangkan Sekda, agar istigfar serta mengingatkan Sekda sedang puasa.”Istigfar Pak. Bapak sedang puasa hari ini,” ucap Timur.

Masih Darwin Zein, disebutkanya dari data pencapaian PAD terhitung dari 01 Januari sampai dengan 27 Juli 2022 penerimaan Pajak Bumi dan Bangunan Pedesaan dan Perkotaan Rp15.282.344.610 atau 26 persen. Sementara target penerimaan PBB-P2 adalah Rp 59.523.390.915,-

Karena itu, Darwin Zein meminta semua pegawai Bapenda segera turun ke kecamatan. Untuk menagih PBB, bahkan agar membuat spanduk di depan perumahannya agar yang belum bayar PBB segera dibayar.

Dari data yang diperoleh pendapatan PBB Kecamatan tertinggi realisasi penyerapan PBB dari masyarakat adalah Kecamatan Gunung Meriah sebanyak 70 persen target sebanyak 55. 452.766. Meski pendapatannya tidak banyak, namun realisasi penyerapan PBB di Kecamatan Gunung Meriah cukup maximal menandakan Camat di daerah itu kerja.

Sementara penyerapan PBB- P2 terendah itu adalah Kecamatan Tanjung Morawa 17 persen dari target nilai 6.696.744.549 baru tercapai Rp 1.142.285.281 ini menunjukkan bahwa Camat dan Sekcam itu tidak punya kemauan yang kuat untuk bekerja memenuhi tanggung jawabnya dalam menyerap PAD Kabupaten Deliserdang.

Untuk pendapatan PBB yang rendah lainnya Kecamatan Pantailabu sebesar 21 persen dari target 1.828.405.360, Kecamatan Batang Kuis baru 20 persen dari target Rp 1.800.829.013. Kecamatan Lubukpakam yang nota benenya ibu kota Kabupaten Deliserdang baru mencapai 26 persen dari target Rp 3.596.300.396. Kecamatan Sunggal baru mencapai 22 persen dari target Rp 9.729.194.108, Labuhan Deli baru mencapai 25 persen dari target Rp 2.100.376.938, Percut Seituan baru mendapat 24 persen dari target Rp 13.765.463.740, Patumbak baru mencapai 22 persen dari target Rp 2.103.423.180, Galang baru mencapai 39 persen dari target Rp 1.680.790.986 dan untuk Kecamatan Bangun purba baru mendapat 52 persen dari target 398.701.831.

Sementara para camat yang mendapat teguran dari atasnya itu merasa pening. Terutama para camat yang masih dibawah 40 persen pencampainnya.

Alasan klasik yang disampaikan para camat karen tak dapat meningkatkan pendapatan restribusi PBB adalah mereka sudah berkordinasi dengan Kepala Desa, dan pada saat pengutipan sering ditemukan pemilik tanah dan bangunan tidak bisa ditemui.(btr/han)

Optimalisasi Inisiatif RCEP Didorong Bantu Pulihkan Ekonomi Global dan Tingkatkan Ketahanan Ekonomi Pasca Pandemi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Inisiatif Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) pertama kali diperkenalkan oleh Indonesia pada 2011 saat menjadi Ketua ASEAN. Saat itu, Indonesia berhasil meyakinkan negara-negara Anggota ASEAN untuk mengembangkan kemitraan ekonomi regional komprehensif yang selanjutnya diberi nama RCEP.

“Perjanjian RCEP merupakan kesempatan untuk terus memperkuat ikatan ekonomi di antara kedua negara, terutama di masa yang penuh tantangan ini. Hal ini dibentuk berdasarkan kesadaran bersama bahwa kerja sama yang lebih kuat merupakan sesuatu yang penting menuju pemulihan ekonomi. Pasalnya, di masa seperti ini kita membutuhkan tindakan yang luar biasa,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ketika menyampaikan keynote speech secara virtual dalam 2022 High-level Forum for RCEP Economic and Trade Cooperation, yang diadakan China Council for the Promotion of International Trade (CCPIT) dan China Chamber of International Commerce (CCOIC), Rabu (28/07).

RCEP memiliki signifikansi lebih besar daripada sebelumnya dan dunia memandangnya sebagai yang menawarkan tindakan nyata guna menciptakan lingkungan perdagangan dan investasi global yang bebas, adil, dan tidak diskriminatif. Selain itu, juga untuk mempromosikan penguatan rantai pasok regional, serta mempercepat pengembangan sumber daya manusia dan ekonomi digital. Semua hal tersebut sangat penting dalam pemulihan ekonomi global dan ketahanan ekonomi di masa depan.

“Semua negara anggota RCEP perlu saling bantu memastikan bahwa perjanjian tersebut dapat berperan besar dalam memajukan hubungan ekonomi dan perdagangan antar negara peserta, termasuk antara Indonesia dan Tiongkok. Saya berharap penerapan RCEP akan menarik lebih banyak investor dari Tiongkok untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya pada industri baru dan ekonomi digital,” ungkap Menko Airlangga.

Tahun ini menandai peringatan 72 tahun terjalinnya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Tiongkok. Dalam beberapa tahun terakhir, di bawah bimbingan strategis kedua Kepala Negara, hubungan Indonesia dan Tiongkok telah berkembang menjadi model kerja sama yang saling menguntungkan antar negara di kawasan dan juga bagi negara-negara berkembang.

Indonesia menghargai kolaborasi erat yang berkelanjutan dengan CCPIT dan CCOIC dalam mempromosikan peningkatan kerja sama dengan komunitas bisnis di berbagai kota dan provinsi utama di Tiongkok untuk membangun masa depan pasca pandemi. Hal tersebut juga dilakukan melalui pembukaan lapangan kerja yang lebih besar, karena didorong semakin banyaknya bisnis dan investasi.

“Kami juga menantikan kerja sama lebih kuat dengan Kota Qingdao dan Provinsi Shandong, serta komunitas bisnisnya, sejalan dengan pengembangan bisnis mereka di Indonesia dan di wilayah RCEP,” tutup Menko Airlangga.

Turut hadir dalam acara bertema “New Opportunities, New Pattern, and New Start” tersebut diantaranya yakni Pemimpin Kota Qingdao dan Provinsi Shandong, Pemimpin CCPIT dan CCOIC, Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Perdagangan Thailand, Menteri Negara Singapura, dan Utusan Khusus Perdana Menteri Malaysia untuk Tiongkok sekaligus Ketua Dewan Bisnis Malaysia-Tiongkok. (rep/fsr/adv/*)

Tekan Angka Perceraian dan Pernikahan Dini, Pemko Tebingtinggi-Pengadilan Agama Jalin Kerja Sama

MoU: Plt Sekdako Tebingtinggi Bambang Sudaryono ketika menyaksikan MoU antara Dinas PPKB dan Dinas Kesehatan dengan Pengadilan Agama Tebingtinggi.SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota Tebingtinggi melalui Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) melakukan Penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Pengadilan Agama Negeri Kota Tebingtinggi di Gedung Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Kamis (28/7).

Perjanjian kerja sama tersebut ditandatangani oleh Ketua Pengadilan Agama Devi Oktari dengan Kadis Kesehatan dr Muhammad Iqbal dan Kadis PPKB Nina Zahara dan disaksikan langsung oleh Plt Sekretaris Daerah Kota Tebingtinggi Drs Bambang Sudaryono.

MoU ini terkait dengan pemberian pencegahan pernikahan dini dan perceraian, serta pelayanan kesehatan kepada anak. Hal ini perlu dilakukan, karena saat ini kasus perceraian sangat tinggi dan banyaknya melaksanakan kawin pada usia belum matang untuk menjalani sebuah rumah tangga.

Plt Sekdako Tebingtinggi Bambang Sudaryono, menyatakan bahwa MoU ini akan memberikan efek positif, karena nantinya angka perceraian dan pencegahan pernikanan dan kasus perceraian bisa ditekan.

“Kami berharap dengan adanya kerjasama Pemko Tebingtinggi Dengan Pengadilan Agama, angka kasus penceraian akan turun dan pernikahan usia dini juga. Karena dengan adanya pendampingan semua sesuatu bisa di diskusikan bersama keluarga,” jelasnya.

Samsung Bambang Sudaryono, pelayanan kesehatan kepada anakpun saat ini sangat perlu dilakukan, kerana selain untuk menjamin kesehatan anak, kita juga perlu menekan angka stanting kepada anak di Kota Tebingtinggi, begitu juga peranan orang tua sangat diharapkan agar anaknya tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima.

Sedangkan Kepala Pengadilan Agama Kota Tebingtinggi Devi Oktari sangat mendukung kerja sama yang baik ini, diharapkannya semua elemen yang tergabung dengan MoU ini mampu bekerja dengan baik. (ian/han)

Pemkab Labusel Hibahkan Tanah untuk Bangun Kantor KPU

Pemkab Labusel Hibahkan Tanah untuk Bangun Kantor KPU.

LABUSEL, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu Selatan (Labusel) menyerahkan tanah hibah untuk pembangunan Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

Proses serah terima ditandai dengan penyerahan sertifikat tanah oleh Bupati Labuhanbatu Selatan, H. Edimin kepada Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol Jakarta Pusat, Selasa (26/7).

Ketua KPU RI Hasyim Asy’ari beserta anggota KPU RI, Yulianto Sudrajat, Betty Epsilon Idroos, didampingi Deputi Bidang Dukungan Teknis, Eberta Kawima menerima dengan hangat kunjungan Bupati Labuhanbatu Selatan H Edimin.

Hasyim mengapresiasi penyerahan hibah tanah tersebut, menurut dia pembangunan kantor merupakan salah satu penunjang kinerja KPU dalam menyelenggarakan Pemilu dan pemilihan baik di pusat maupun di daerah.

Dijelaskan, penganggaran gedung untuk kantor KPU di daerah dengan mekanisme pengadaan tanah lokasi pembangunan yang berasal dari Hibah Pemd

Turut hadir, Sekretaris Daerah Labuhanbatu Selatan Heri Wahyudi M SSTP MAP, KPU Provinsi Sumatera Utara dan KPU Kabupaten Labuhanbatu Selatan. (kps/azw)

Sambut HUT Ke-74 Polwan, Polres Labuhanbatu Gelar Bhakti Kesehatan

BAKTI KESEHATAN: Menyambut Hari Jadi ke-74 Polisi Wanita (Polwan), Polres Labuhanbatu menggelar kegiatan Bakti Kesehatan, Kamis (28/7) di Puskesmas Kota Rantauprapat, Labuhanbatu, di Puskesmas Kota Rantauprapat, Labuhanbatu, Kamis (28/7).fajar dame/sumut pos.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Menyambut Hari Jadi ke-74 Polisi Wanita (Polwan), Polres Labuhanbatu menggelar kegiatan Bakti Kesehatan, di Puskesmas Kota Rantauprapat, Labuhanbatu, Kamis (28/7). Kapolres Labuhanbatu AKBP Anhar Arlia Rangkuti, mengatakan kegiatan tersebut merupakan salah satu rangkaian menyambut HUT ke-74 Polwan.

“Ini adalah salah satu bentuk pengabdian Polri. Khususnya Polwan pada masyarakat dalam bentuk bakti kesehatan,” ujar Kapolres.

Kegiatan itu, lanjutnya guna membantu masyarakat yang membutuhkan. Kegiatan diisi dengan sejumlah acara. Antara lain vaksin, pengobatan gratis, cek tensi, cek gula darah, cek kolesterol, cek asam urat, dan pemberian vitamin.

“Kegiatan dengan sasaran warga masyarakat Lahuhanbatu. Semoga bisa bermanfaat dan membantu warga yang sedang membutuhkan,” tutup Kapolres.

Kegiatan dilanjutkan dengan pemberian plakat ucapan terimakasih kepada tim dokter kesehatan (Dokes) Puskesmas Kota Rantauprapat. (fdh/azw)

Kapolres Dairi Lepas Personel Memasuki Purna Bhakti

CENDERAMATA: Kapolres Dairi Akbp Wahyudi Rahman SH SIk MM saat memberikan cenderamata kepada personel yang memasuki pension di Mapolres Dairi, Rabu (27/7).fajar dame/sumut pos.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman SH SIk MM memimpin pelaksanaan apel pelepasan Personel Polres Dairi yang memasuki purna bhakti (pensiun) Ipda Jonason. Pelepasan itu dipimpin oleh Kapolres Dairi, AKBP Wahyudi Rahman melalui apel pagi yang digelar di Mapolres Dairi, Rabu (27/7).

“Hari ini kita melaksanakan apel pagi berbeda dikarenakan kita melaksanakan Pelepasan Purna Bhakti terhadap rekan kita, Ipda Jonason, “ Ucap Kapolres dalam kata amanatnya.

Diketahui, Ipda Jonason yang saat ini berusia 58 tahun itu sebelumnya menjabat sebagai Kanit Patroli Samapta di Polres Dairi.

Ipda Jonason yang sebelumnya dinobatkan menjadi Anggota Polri tertua di Polres Dairi itu akhirnya melepas masa baktinya menjadi seorang purnawirawan.

Atas dedikasinya itu, Kapolres Dairi pun turut mengucapkan terima kasih kepada Ipda Jonason atas pengabdiannya selama ini menjadi anggota Polri.

“Diucapkan terima kasih kepada Pak Ipda Jonason selama ini telah melaksanakan tugas dan Dedikasi yang tinggi dalam melaksanakan tugas di Institusi Polri, “ Terangnya.

Terkait hal itu, Ipda Jonason juga turut merasa bersyukur dan bangga menjadi anggota Polri.

“Terima kasih semuanya kepada Kapolres Dairi yang menjadi komandan saya selama di Polres Dairi. Saya bersyukur dan baik atas selama ini dalam melaksanakan tugas sebagai anggota Polri Khususnya di Polres Dairi, “ ujar Ipda Jonason.

Selanjutnya, Ipda Jonason juga mendapat cenderamata yang diberikan Kapolres Dairi sebagai kenang-kenangan. (pel/azw)