Home Blog Page 2474

Barang Perusahaan Disegel Pemko Medan Hilang

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Keinginan Pemerintah Kota (Pemko) Medan menjadikan Kota Medan sebagai kota ramah Investasi dinilai belum bisa terwujud. Seperti yang dialami salah satu investor Kota Medan, pihaknya mengaku rugi besar lantaran ketidakpastian soal aturan yang diterapkan Pemko Medan dan pengelola kawasan PT.Kawasan Industri Medan (KIM).

 Hal ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Medan antara PT. Anugerah Prima Indonesia (APINDO), Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kecamatan Medan Deli. Rapat tersebut dipimpin Ketua Komisi II Sudari ST, Sekretaris Komisi Wong Cun Sen Tarigan dan anggota komisi Netty Siregar.

 Dalam rapat tersebut, So Huan sebagai salah satu investor di PT APINDO mengakui adanya pencemaran bau saat beroperasinya pabrik pengolahan bulu ayam tersebut, namun pihaknya mengaku menerima penyegelan itu dengan syarat memperbaiki persyaratan yang diminta Pemko Medan.

“Awalnya kami disegel pihak DLH karena ada pencemaran bau yang dikeluhkan warga. Ketika pabrik kami disegel, kami bisa menerima dan kami kemudian berupaya memenuhi izin yang disyaratkan Pemko Medan,” ucap So Huan.

So Huan pun mengaku jika kedatangannya ke DPRD Medan hanya untuk meminta keadilan.”Beberapa kali kami disegel kemudian diminta melakukan perbaikan, tapi pabri tetap disegel sehingga tidak bisa membuat perbaikan. Padahal hasil labolatorium terkait pencemaran udara yang dikeluhkan sudah ditak ada masalah karena berada dibawah ambang batas,” ujarnya.

Yang membuat pihak perusahaan kecewa, lanjut So Huan, penyegelan yang dilakukan DLH untuk yang terakhir kalinya dilakukan tanpa adanya dokumen penyegelan.”Penyegelan terakhir kalinya dilakukan tanpa adanya dokumen, kami diusir berikut security,” katanya.

Ditambah lagi, investor yang mengaku rugi hingga Rp6 miliar ini menyebutkan jika dirinya banyak mengalami kerugian. Terutama saat penyegelan dibuka tanpa kunci, ditemukan banyak barang yang hilang.”Mereka (DLH) yang segel, mereka yang memegang kunci, saat dibuka kunci tidak ada dan kami mendapati barang-barang sudah hilang. maka dari itu kami melaporkan ke Polda terkait masalah ini,” tegasnya.

Sampai dengan saat ini, sambungnya, pabriknya yang bergerak di bidang pengolahan bulu ayam tidak bisa lagi beroperasi bahkan terancam tutup selamanya.

“Kami merasa dirampok, sampai saat ini kami tidak bisa lagi beroperasi padahal seluruh ketentuan yang diminta sudah kami penuhi,” ucapnya.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Komisi II DPRD Medan Wong Cun Sen Tarigan mengaku sangat kecewa dengan kinerja DLH yang melakukan penyegelan tanpa berita acara. “Kita pertanyakan apa yang dilakukan DLH, kasihan mereka yang berinvestasi di Medan. Padahal mereka mau memenuhi regulasi yang ditentukan,” katanya.

Politisi PDI Perjuangan ini mengatakan, Pemerintah Kota Medan perlu memberikan kepastian hukum guna menjamin keberlangsungan invetor di Kota Medan.

“Jika melihat ini, banyak hal yang harus diperbaiki. Pemerintah harus bijaksana, jangan sampai merugikan investor,” jelasnya.

 Sementara itu, Camat Medan Deli, Ferry Suheri, mengatakan bahwa selama ini warga masyarakat sangat terganggu dengan keberadaan sejumlah perusahaan yang beroperasi di PT KIM.”Memang warga ini sangat terganggu dengan pencemaran udara, selama ini memang warga ada yang tidak masalah dengan bau yang masih bisa ditolelir, tapi ada juga perusahaan yang menimbulkan bau sangat mengganggu,” katanya.

 Ferry menyarankan, pihak PT KIM bisa menempatkan perusahaan yang berpotensi menimbulkan bau di tempat yang tidak berbatasan langsung dengan kawasan padat penduduk.”Kami menyarankan kepada PT KIM agar juga bisa menempatkan pabrik yang berpotensi menimbulkan bau ke lokasi yang jauh dari pemukiman,” sarannya.

Dalam rapat tersebut, perwakilan DLH Medan H.Gultom menyampaikan bahwa awal mula persoalan PT.APINDO karena adanya keberatan dari warga perihal bau yang ditimbulkan. Persoalan berlanjut ke penyegelan.”Penyegelan harus dilakukan untuk kondusifitas warga,” pungkasnya. (rel)

Perkuliahan Tatap Muka USU Dijadwalkan September Nanti

BINCANG: Rektor USU Muryanto Amin (tengah) saat berbincang.Bagus Syahputra/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Universitas Sumatera Utara (USU) menjadwalkan gelaran perkuliahan tatap muka dimulai pada September 2022 nanti. Kini, pihak universitas tengah mempersiapkan seluruh sarana dan prasarana protokol kesehatan (prokes) dalam memfasilitasi perkuliahan tersebut.

“Kami (USU) kuliah September 2022. Kami akan membicarakan persiapan kuliah tatap muka ini awal Agustus nanti,” ungkap Rektor USU, Muryanto Amin, Rabu (27/7).

Muryanto mengungkapkan, sebelum perkuliahan tatap muka dilakukan, pihak USU akan menggelar Pengenalan Kehidupan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (PKKMB), yang dijadwalkan secara luring di kampus tersebut.

“Sebelumnya ada PKKMB, rencana (dilaksanakan) luring atau langsung. Kemudian, kuliah tatap muka sudah dibuat langsung, September nanti,” tutur Muryanto.

Muryanto mengatakan, untuk perkuliahan tatap muka ini, diberlakukan kepada seluruh mahasiswa USU di masing-masing fakultas.

“Semua semester disiapkan tatap muka. Tapi disiapkan juga metode hybrid, ada juga daring,” katanya lagi.

Disinggung soal peningkatan jumlah kasus aktif Covid-19 di Sumut beberapa waktu belakangan, dia mengaku, kuliah tatap muka yang akan digelar USU bakal disesuaikan dari arahan pemerintah. Namun, persiapan perkuliahan tatap muka tetap dilakukan.

“Akan dilihat perkembangannya. Kalau sampai saat ini, tetap dilakukan, termasuk hybrid,” pungkas Muryanto.(gus/saz)

Pemkab Dairi-Polbangtan Medan Jalin Kerja Sama Pengabdian Masyarakat

DIABADIKAN: Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu diabadikan bersama para mahasiswa Polbangtan Medan, saat berkunjung ke kampus tersebut, Selasa (26/7).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemkab Dairi, menjalin kerja sama terkait pengabdian mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Kota Medan kepada masyarakat.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepakatan antara Bupati Dairi Eddy Keleng Ate Berutu dengan Direktur Polbangtan Yuliana Kansrini di kampus Polbangtan, Selasa (26/7) lalu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kavupaten Dairi Aryanto Tinambunan, melalui Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik, Iswan Togatorop mengatakan, kerja sama pengabdian dimaksud akan dilakukan mahasiswa Polbangtan Kota Medan kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu, Eddy menjadi narasumber pada kuliah umum yang digelar kampus itu.

Eddy didampingi Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan, Robot Simanullang. Eddy membawakan materi tentang upaya Pemkab Dairi mengembalikan kejayaan kopi Sidikalang.

Dalam paparannya, Eddy mengatakan, nilai tambah ekonomi masyarakat Kabupaten Dairi, berasal dari pertanian. Dan 60 persen masyarakatnya adala petani.
Untuk mendukung itu, sebut Eddy, maka diluncurkan program Agri Unggul untuk pengembangan komoditas kopi dan jagung.

“Kami berkomitmen ingin mengembalikan kejayaan kopi Sidikalang yang sudah lama terkenal itu. Kami targetkan, sampai 2024 ada penanaman lahan baru seluas 5 ribu hektare. Untuk 2022 ini, akan kami lakukan penanaman 2 juta batang kopi baru,” tutur Eddy.

Program lain, sambungnya, Pemkab Dairi juga menggulirkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) klaster. Program itu kerja sama Pemkab Dairi dengan PT Bank Sumut Cabang Sidikalang. San programnya sudah berjalan.

Sementara itu, Direktur Polbangtan Kota Medan, Yuliana Kansrini menyampaikan, ada 24 anak Kabupaten Dairi yang kuliah di Polbangtan Kota Medan. Dan 21 di antaranya, memperoleh beasiswa penuh dari kementerian.

Sedangkan alumni Polbangtan Kota Medan yang berasal dari Kabupaten Dairi tahun akademik 2020-2021, ada 21 orang.

Yuliana berharap, Pemkab Dairi bisa memberdayakan para alumni, sebagai bentuk pengabdian mereka kepada masyarakat Kabupaten Dairi. (rud/saz)

Menko Airlangga: Toyota Komitmen akan Tambah Investasi di Indonesia Menuju Era Elektrifikasi di Indonesia

TOKYO, SUMUTPOS.CO – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyambut baik rencana tambahan investasi pembangunan kendaraan listrik oleh Toyota Motor Company di Indonesia. Komitmen ini disampaikan oleh Shigeru Hayakawa, Vice Chairman of the Board of Directors of Toyota Motor Corporation dalam pertemuan dengan Menko Airlangga di Tokyo, Jepang (26/07).

“Saya meyakini bahwa permintaan kendaraan listrik baik roda empat maupun roda dua di Indonesia maupun di kawasan ASEAN kedepan akan terus meningkat. Indonesia dapat dijadikan industrial base produksi Electric Vehicle (EV) untuk dipasarkan di kawasan ASEAN maupun di Indonesia sendiri,” ujar Airlangga.

Selain itu, Toyota juga dapat berkontribusi dalam penurunan emisi serta penurunan impor bahan bakar fosil dengan mempopulerkan penggunaan Electric Vehicle (EV) di Indonesia. Pihak Toyota menyampaikan bahwa rencana untuk menambah beberapa jenis kendaraan Hybrid Electric Vehicle (HEV) sudah masuk dalam pipeline waktu 4 tahun ke depan.

Akio Toyoda yang merupakan President Toyota Motor Corporation, pertama kali menjanjikan komitmen investasi di Indonesia kepada Presiden Joko Widodo dalam pertemuan KTT Osaka di 2019 lalu. Dalam waktu 3 tahun setelahnya, investasi Toyota telah mencapai Rp14 triliun. Dalam pertemuan dengan Menko Airlangga, Shigeru Hayakawa menyatakan akan menambah investasi sebesar Rp27,1 triliun selama 5 tahun ke depan. Hayakawa mengatakan, “kami berharap dengan penambahan jumlah investasi ini di Indonesia, Pemerintah Indonesia memahami keseriusan kami terhadap elektrifikasi kendaraan bermotor.”

Selain memberikan komitmen investasi, dalam pertemuan ini juga dibahas terkait upskilling kemampuan engineer di Indonesia, Toyota telah membangun xEV Center pada Mei 2022 untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian sumber daya manusia lokal terkait elektrifikasi dan kesiapan di era digitalitasi. Bekerjasama dengan Pertamina dan Inalum, Toyota telah berupaya membangun industri baterai di Indonesia melalui peningkatan keahlian engineer lokal.

Toyota Indonesia berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan SDM lokal, termasuk generasi berikutnya dari teknologi untuk mobilitas, yang direpresentasikan oleh elektrifikasi. Untuk mempersiapkan keterampilan masa depan masyarakat Indonesia menuju era elektrifikasi dan digitalisasi, Toyota Indonesia juga mengembangkan xEV Center sebagai “Fasilitas Pembelajaran Elektrifikasi” dan untuk mendukung Indonesia Digital Industry Center 4.0 (PIDI 4.0) yang digagas oleh Kementerian Perindustrian menuju IR4.0

Toyota Indonesia bersama dengan para Teknisi dari Indonesia, juga mengembangkan konsep Kijang Innova BEV untuk mempelajari teknologi dan kondisi guna menyiapkan penggunaan yang lebih nyata oleh masyarakat di Indonesia. Menutup pertemuan tersebut, Menko Airlangga menyampaikan bahwa akan melibatkan kendaraan listrik produksi Toyota dalam perhelatan G20 November mendatang untuk para delegasi.

Pada pertemuan ini Menko Airlangga didampingi oleh Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Duta Besar RI di Tokyo Heri Ahmadi, Sesmenko Perekonomian dan Dirjen KPAII Kemenperin. Sedangkan dari TMC dihadiri oleh Shigeru Hayakawa, Vice Chairman of the Board of Directors of Toyota Motor Corporation (TMC), Warih Andang Tjahjono, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), beserta jajaran Direksi TMC dan TMMIN. (ekon/ltg/fsr/hls/adv/*)

Fenomena Kesawan Fashion Week, Kadishub: Silakan, Asal Tak Langgar Aturan Lalu Lintas

Kepala Dishub Kota Medan, Iswar Lubis.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Fenomena Kesawan Fashion Week di Kota Medan sebagai imbas dari ‘demam’ Citayam Fashion Week, mendapatkan berbagai respons dari masyarakat, baik pro maupun kontra.

Kepada Sumut Pos, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan Iswar Lubis, mencoba memandang kegiatan yang dilakukan di zebra cross simpang Kesawan, tepatnya di depan gedung London Sumatera (Lonsum) tersebut dari sisi positif, yakni untuk memberikan ruang bagi muda-mudi di Kota Medan dalam meluapkan kreativitasnya.

“Pada dasarnya kami (Pemko Medan) memberikan ruang untuk mereka berekspresi. Silakan saja, selama tak melanggar aturan berlalu lintas,” ungkap Iswar, Rabu (27/7).

Dikatakan Iswar, pada dasarnya zebra cross memang merupakan sarana yang disiapkan untuk pejalan kaki, terlepas pejalan kaki tersebut berjalan di atasnya dengan cara yang biasa ataupun berlenggak-lenggok layaknya seorang model profesional.

“Intinya selama mengikuti aturan yang ada, yakni menggunakan zebra cross saat lampu rambu-rambu lalu lintas memang menunjukkan lampu merah. Artinya, mereka berjalan di zebra cross saat pengendara memang sedang berhenti,” ujarnya.

Untuk itu, Iswar mengimbau kepada masyarakat yang saat ini sedang melakukan aksi fashion show di zebra cross depan bangunan Lonsum, agar tetap mematuhi peraturan yang ada.

“Namun diimbau juga agar tetap mematuhi aturan lalu lintas. Kalau sudah lampu hijau, jangan lagi ada yang berdiri di atas zebra cross, karena itu akan mengganggu pengendara yang melintas, dan akan membahayakan bagi yang masih berdiri di atas zebra cross tersebut,” pungkasnya. (map/saz)

Menko Airlangga: Mitsubishi Janjikan Tambah Investasi Rp10 T dan Segera Luncurkan Kendaraan Listrik Baru

TOKYO, SUMUTPOS.CO – Kunjungan kerja Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ke Jepang membuahkan hasil konkret bagi industri otomotif tanah air. Dalam pertemuan dengan CEO Mitsubishi Motors Corporation (MMC) Takao Kato, di Tokyo Jepang, Selasa (26/07), Menko Airlangga menanyakan komitmen investasi dari MMC pada Indonesia.

“Sampai saat ini, MMC telah menginvestasikan Rp11,3 triliun hingga akhir 2021 untuk seluruh pabrik MMC di Indonesia. Targetnya, MMC akan menginvestasikan sekitar Rp10 triliun mulai 2022 hingga 2025,” ujar Menko Airlangga.

Indonesia merupakan pangsa pasar besar bagi Mitsubishi, bahkan dibandingkan dengan pasar Jepang sendiri, penjualan Mitsubishi di tanah air lebih besar. MMC pun akan mendiversifikasi produk mereka. Setelah 2023, MMC akan fokus memproduksi model mobil jenis xEV yang terdiri dari model Xpander dan Pajero Sport. Selain itu, MMC juga akan memproduksi dua model kendaraan baru Electric Vehicle (EV) mulai 2024.

Dalam pertemuan tersebut, CEO MMC meminta Pemerintah Indonesia untuk memberikan insentif terkait ekspor produk mereka. Menko Airlangga menjawab permintaan tersebut, “Sebenarnya dari sisi besaran pajak, Indonesia tidak kalah bersaing dengan negara lain, contohnya Thailand. Namun, karena ada besaran perbedaan pajak daerah, maka terkesan pajak di Indonesia lebih tinggi. Ini yang sedang kita kaji di Pemerintah Pusat.”

MMC sejak mendirikan Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) pada 2018 terus meningkat jumlah ekspornya, dan menjadikan Indonesia sebagai basis ekspor sangat penting bagi Mitsubishi. Saat ini, sedang disiapkan ekspor produk MMKI ke Australia.

MMC juga merencanakan untuk menambah negara tujuan ekspornya, sehingga pada 2022 menjadi 40 negara tujuan ekspor bagi produk Mitsubishi buatan Indonesia ini. Sedangkan, jumlah ekspornya diperkirakan akan mampu mencapai 72 ribu unit pada 2022, atau meningkat dari 42 ribu unit di 2021, dan ditargetkan 98 ribu unit pada 2024.

MMC telah menginvestasikan Rp11,3 triliun hingga 2021 untuk pabrik MMC di Indonesia, dan akan menginvestasikan Rp10 triliun lagi dari 2022 hingga 2025. Mitsubishi pun berencana mengeluarkan sejumlah model kendaraan baru, dengan berbagai macam jenis yang ramah lingkungan.

Takao mengatakan, “Mitsubishi akan mendiversifikasi produknya dengan mengeluarkan kendaraan dengan jenis Hybrid Electric Vehicle (HEV) atau Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV), serta Battery Electric Vehicle (BEV) untuk mendukung program Pemerintah Indonesia mencapai carbon neutral di 2060 mendatang.”

Selain itu, MMC sedang mengadakan pilot project untuk menggunakan BEV secara komersial dengan empat perusahaan. “Pemerintah menyambut baik rencana MMC berkolaborasi dengan PT Pos Indonesia, PT Haleyora Power, Gojek dan DHL Supply Chain Indonesia untuk menggunakan kendaraan jenis Mini Cab MiEV secara komersial,” kata Menko Airlangga.

Kendaraan jenis ini mirip dengan Mitsubishi L300 yang sudah lebih dulu terkenal di Indonesia. Mitsubishi telah mulai melakukan pilot study untuk penggunaan BEV secara komersial dengan keempat perusahaan tersebut, dan saat ini sedang mencari penggunaan yang cocok dari Mini Cab MiEV ini.

Pada pertemuan tersebut, Menko Airlangga didampingi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, sementara CEO Mitsubishi Motor Company (MMC) Takao Kato didampingi Executive Vice President MMC Yoichiro Yatabe, Division General Manager MMC Hiroyuki Egami, dan Indonesia Desk MMC Hideki Miya. (ekon/adv/*)

Sidang Dugaan Pengemplangan Pajak Rp5,3 Miliar, Terdakwa Bantah Keterangan Saksi

KETERANGAN: Saksi Yuli Yanthi Harahap memberikan keterangan dalam kasus dugaan pengemplangan pajak dengan terdakwa Jhon Jerry, Selasa (26/7).Agusman/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Majelis hakim Immanuel Tarigan mencecar saksi Yuli Yanthi Harahap, selaku karyawan PT Mitra Kencana Mandiri saat memberikan keterangan, terkait kasus dugaan pengemplangan pajak senilai Rp5,3 miliar di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri Medan, Selasa (26/7) lalu.

Sidang lanjutan perkara perpajakan dengan terdakwa Jhon Jerry, Direktur Utama (Dirut) PT Mitra Kencana Mandiri (MKM) itu, pun sempat memanas saat hakim mempertanyakan email saksi yang selalu berganti dan kerap bertukar.

“Saudari selalu mengganti email dalam pembayaran faktur pajak fiktif selama saudari menjadi karyawan dan dari 2017 hingga 2018 sudah berapa kali saudari menganti email?” tanya Immanuel.

Mendapat pertanyaaan majelis hakim, awalnya saksi Yuli sempat terdiam dan kemudian menjawab dengan terbata-bata.

“Ada 2 kali pak hakim,” jawab saksi dengan gugup.

Sementara menjawab terkait uang Rp150 juta, saksi Yuli mengaku menerimanya, sedangkan Rp50 juta dikembalikan.

Namun saat ditanya hakim bagaimana prosedur membayar pajak, Yuli tampak kembali gugup dan menjawab berbelit.

“Aneh ini. Saudari membuat faktur pajak fiktif, ada orang yang memerintahkannya?” cecar Immanuel.

Majelis hakim pun dengan nada tinggi menduga, ada aroma tidak sedap di balik perkara menukangi faktur pajak bodong yang didakwakan kepada Jhon Jerry tersebut.

“Bukan hanya soal berapa uang pajak tidak masuk ke kas negara. Jangan-jangan di sini ada sindikat? Terdakwa yang menjual faktur pajak fiktif, ada yang menyuruhnya,” duga Immanuel.

Sementara, terdakwa Jhon Jerry yang dikonfrontasi, membantah keterangan saksi. Menurutnya keterangan saksi tidak benar dan mengada-ngada serta berbelit-belit.

“Satu di antaranya, tentang uang Rp150 juta dan email saksi yang kerap berganti-ganti terkait masalah faktur pajak fiktif hingga Rp5,3 miliar ini,” tutur Jerry secara daring.

Sementara itu, penasehat hukum terdakwa Neril Abdi, membantah keterangan saksi.

“Kami akan membuktikan, keterangan saksi tadi tidak benar. Karena ada saksi kunci yang menyatakan, dialah yang bermain, menawarkan faktur pajak ini tanpa sepengetahuan terdakwa,” ujarnya.

Usai mendengarkan keterangan saksi, majelis hakim melanjutkan persidangan pada pekan depan.

Sebelumnya JPU Hendri Edison Sipahutar, dalam dakwaan menguraikan, terdakwa Jhon Jerry bersama Yuli Yanthi Harahap selaku pegawai/staf pada PT MKM, dan Edysa Widjja Halimko baik sebagai diri sendiri atau selaku Direktur atau pemilik CV SSM, dijerat tindak pidana dengan sengaja menerbitkan dan/atau menggunakan faktur pajak tidak berdasarkan transaksi sebenarnya dan dipandang sebagai satu perbuatan berlanjut.

Terdakwa Jhon Jerry telah bekerja sama dengan pegawai atau stafnya, yuli Yantho Harahap dan Edysa Widjaja Halimko alias Edi Susanto pada 2017 sampai dengan 2018 dan telah menerbitkan faktur pajak untuk dan atas nama PT MKM terhadap lawan transaksi, yakni PT APJA dan CV SEP. Padahal transaksi tersebut tidak ada. Tapi dibuat seolah-olah ada.

Awalnya Edysa Widjaja Halimko dan Yuli Yanthi Harahap mengajak kerja sama menerbitkan faktur pajak untuk dan atas nama PT MKM di mana faktur pajak yang tidak ada transaksi penyerahan barang tersebut akan dijual kepada lawan transaksi yang akan dicari oleh Edysada.

Atas ajakan tersebut Yuli tidak berani bertindak sendiri dan meminta kepada Edysa membicarakan hal itu kepada terdakwa selaku Dirut PT MKM.

“Tawaran itu pun diterima terdakwa dan selanjutnya memerintahkan stafnya Yuli membuat atau menerbitkan faktur pajak untuk dan atas nama PT MKM dengan cara bekerja sama dengan Edysa,” jelas JPU.

Edysa kemudian menemui saksi Adi Saputra selaku Direktur PT APJA dan stafnya bernama Khadijah Siddatun Niswah. Setelah terjadi negosiasi dan kesepakatan, maka disepakati PT APJA mau membeli faktur pajak yang diterbitkan oleh PT MKM Rp300 juta untuk faktur pajak dengan nilai PPN sebesar Rp2.340.000.000.

“Yuli dan Edysa kemudian mengajak saksi Sri Wahyuni selaku Direktur CV CEP untuk bekerja sama dengan melakukan kesepakatan, CV CEP akan membeli faktur pajak dari PT MKM kendati tanpa ada penyerahan barang atau disebut sebagai faktur pajak yang tidak berdasarkan transaksi sebenarnya,” kata JPU.

Saksi Sri Wahyuni akan membeli faktur pajak tersebut seharga Rp50 juta terhadap faktur pajak dengan PPN sebesar Rp320.400.000. Perbuatan serupa berlanjut ke perusahaan lainnya. Akibatnya, pajak untuk negara tidak masuk sebesar Rp5.375.517.860.

Terdakwa Jhon Jerry dijerat dengan dakwaan ke satu, Pasal 39A huruf a Jo Pasal 43 ayat (1) UU No 6 Tahun 1983 sebagaimana telah diubah dengan UU No 16 Tahun 2009, tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Atau Pasal 39 huruf d Jo Pasal 43 ayat (1) UU Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan jo. Pasal 64 ayat (1) KUHPidana. (man/saz)

Citayam Fashion Week Menular di Medan, Polisi Larang Kesawan Fashion Week

TIRU MODEL: Warga Kota Medan bak model berlenggak lenggok di zebra cross di kawasan Jalan Kesawan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Citayam Fashion Week tampaknya menjadi pusat perhatian kaum muda Indonesia termasuk di daerah seperti Kota Medan. Kawasan kota tua Kesawan kini menjadi ajang unjuk diri menampilkan kebolehan masyarakat dalam ala-ala model di ‘Kesawan Fashion Week’. Melalui Kesawan Fashion Week, mereka tampil dengan gaya modis dan berjalan di atas zebra cross layaknya para model.

Namun, keramaian model ala-ala Citayam Fashion Week itu dinilai mengganggu lalu lintas hingga aparat pun mulai membuat larangan. Kasat Lantas Polrestabes Medan AKBP Sonny W Siregar kepada media mengatakan, aksi anak-anak muda tersebut telah mengganggu lalu lintas sama halnya bermain skuter. “Kegiatan itu mengganggu lalu lintas, kemudian tidak ada izin. Yang bertanggungjawab siapa, kegiatannya bagaimana. Tentu kita larang,” tegas Sonny, Selasa (26/7).

Dikatakan Sonny, pihaknya juga telah mengeluarkan imbauan terkait pelarangan tersebut melalui media elektronik. “Sudah ada beberapa imbauan, tetapi imbauan melalui media elektronik, belum cetak, belum berupa spanduk, nanti kita buatkan,” ujarnya.

Adapun alasan dikeluarkan larangan itu karena kegiatan dilakukan di tempat umum dan pada saat lalu lintas sedang padat. “Itukan fasilitas umum, seperti kita ketahui mereka melakukan kegiatan itu pada saat aktivitas jalan raya sedang padat. Coba saat sepi apa mungkin dilakukan fashion show, kan nggak mungkin. Karena arus lalu lintas padat, kemudian mereka menyempatkan di momen itu. Kalau tiba-tiba ada yang ngebut dan tertabrak, inikan menjadi persoalan,” tandas Sonny.

Adanya larangan dari aparat terkait kegiatan anak-anak muda di kota tua Kesawan tersebut, Disty Khanaya, Putri Wisata Indonesia 2022 menyayangkan sikap polisi. Ia menilai, kawasan kota tua Kesawan tentu memiliki nilai pariwisata yang besar, terlebih melalui Kesawan Fashion Week yang banyak dipublikasi di media.

“Sangat disayangkan mendengar berita polisi melarang anak millenial turut memviralkan Kesawan Fashion Week, karena melalui itu kita bisa membuat kegiatan yang positif bagi para millenial dan dapat menyalurkan kreativitas. Serta bisa membuat tempat tersebut lebih dapat dikenal oleh banyak orang,” kata Disty yang juga merupakan Putri Wisata Sumut 2021 itu.

Walaupun begitu, jika pun adanya larangan tersebut, tentu Pemerintah terkait diminta harus berupaya menyediakan tempat publik yang dapat menampung berbagai kreativitas warganya. Adapun Pemko Medan tak terlepas dari hal ini, diketahui sedang merevitalisasi Lapangan Merdeka. Diharapkan lapangan bersejarah tersebut dapat cepat kembali dimanfaatkan warga dalam berbagai aktivitas. (mag-3/ila)

Per Semester Pertama 2022, Bank Sumut Berlaba Rp345 Miliar

SESI TANYA JAWAB: Seorang wartawan saat bertanya kepada jajaran Direksi PT Bank Sumut pada Public Expose Kinerja Keuangan PT Bank Sumut Semester Pertama 2022 di Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (26/7).Sazaly/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hingga semester pertama 2022 ini, PT Bank Sumut sudah berlaba sebesar Rp345 miliar. Jumlah tersebut tumbuh 12,4 persen dibanding semester pertama tahun lalu, yang hanya Rp307 miliar.

Merujuk pada kinerja yang positif ini, Bank Sumut pun optimis bisa membukukan laba sebesar Rp700 miliar, atau mendekati angka tersebut pada akhir Desember 2022 nanti. Jika itu tercapai, maka akan jauh di atas capaian total laba 2021 yang saat itu hingga Rp614 miliar. Dan juga bakal melampaui target di Rencana Bisnis Bank (RBB) yang sebesar Rp665 miliar.“

Direktur Utama (Dirut) PT Bank Sumut, Rahmat Fadilah Pohan mengatakan, jika dibandingkan dengan BPD lain, Bank Sumut memang kalah secara aset, yang baru mencapai Rp40,992 triliun, dan berada di posisi 5 besar. Untuk aset tertinggi, masih diraih Bank BJB yang mencapai Rp161,030 triliun.“

“Namun jika melihat pada perolehan laba Bank Sumut yang tidak telalu jauh dengan 4 BPD di atasnya, maka produktivitas kami jauh lebih baik dari yang di atas. Untuk angka ini juga, sudah pasti dan cerminan neraca publikasi. Jadi Bank Sumut memang mencatatkan produktivitas yang sangat baik pada semester pertama 2022 ini,” ungkap Rahmat pada Public Expose Kinerja Keuangan PT Bank Sumut Semester Peratma 2022 di Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (26/7).

Sementara itu, penyaluran kredit Bank Sumut pada semester pertama ini, mencapai Rp26,362 triliun, atau tumbuh 8,5 persen dibanding periode yang sama 2021 lalu, yakni sebesar Rp24,295 triliun.

Porsi kredit konsumsi masih yang terbesar, yakni Rp15,388 triliun atau tumbuh 4,6 persen dari semester pertama 2021, yang hanya Rp14,707 triliun. Lalu kredit modal kerja di possisi kedua, dan mampu menyerap Rp8,447 triliun atau tumbuh 21,4 persen dari semester pertama tahun lalu, sebesar Rp6,958 triliun.

“Sementara penyaluran kredit investasi hanya Rp2,527 triliun atau turun 3,9 persen, dibandingkan periode sama tahun lalu, sebesar Rp2,629 triliun,” tutur Rahmat.

Untuk himpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Sumut pada semester pertama 2022, mencapai Rp34,425 triliun, atau tumbuh 7,1 persen dibandingkan semester pertama 2021, yang hanya Rp32,157 triliun. Untuk DPK di Bank Sumut masih didominasi deposito, yang mencapai Rp13,004 triliun. Diikuti tabungan sebesar Rp11,025 triliun dan giro Rp10,396 triliun.

Selain mampu membukukan laba yang positif, Bank Sumut juga mampu menjaga rasio kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) gross di level 2,90 persen. Ini merupakan capaian tertinggi Bank Sumut dalam satu dekade terakhir.

“Ini yang terbaik, karena tidak pernah NPL gross Bank Sumut di bawah 3 persen. Di semester pertama tahun lalu, pun masih berada di level 3,70 persen. Sementara NPL nett saat ini 1,62 persen, dan sudah turun juga dibandingkan semester pertama 2021, yang sebesar 2,12 persen,” sebut Rahmat.

Sementara itu, LDR Bank Sumut saat ini sebesar 76,58 persen, BOPO 73,47 persen, CAR 19,73 persen dan ROE 17,47 persen. Sedangkan NIM Bank Sumut 6,71 persen, dan ROA sebesar 2,24 persen.

“CAR Bank Sumut memang turun dari sebelumnya 19,66 persen, karena ada pembagian dividen. Tapi kami yakin, aksi IPO nanti akan meningkatkan CAR Bank Sumut. Makanya diharapkan itu bisa terealisasi sesuai rencana. Tentu dengan fundamental dan capaian kinerja yang baik, larinya Bank Sumut akan cepat lagi apalagi di-support dengan digitalisasi. Bank Sumut pasti siap naik kelas,” beber Direktur Keuangan dan Teknologi Informasi PT Bank Sumut, Arieta Aryanti.

Arieta juga menjelaskan, Bank Sumut sangat profitable, dan inilah yang membuatnya bisa menjadi penyumbang PAD tertinggi di Sumut. Tentu Bank Sumut juga memastikan, tata kelola dan good governance baik. (saz/ram)

Pemerintah Dorong APERSI Hadirkan Perumahan Vertikal di Perkotaan

KERJASAMA: Penandatanganan Kerjasama antara DPP Apersi dengan Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (IKAPPI) 

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dirjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, Herry Trisaputra Zuna mendorong Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman (APERSI) untuk menghadirkan perumahan vertikal di perkotaan. Perumahan vertikal menjadi solusi bagi masyarakat perkotaan untuk memperoleh rumah. Sehingga tidak lagi, masyarakat jauh-jauh untuk mencari rumah. Namun, untuk merealisasikan perumahan vertikal di perkotaan masih menemukan kendala.

“Masalah tanah atau lahan menjadi kendala untuk menghadirkan perumahan vertikal. Selain itu, semakin mahalnya harga lahan di perkotaan. Jika berharap dari pemerintah menghadirkan perumahan vertikal, maka akan menjadi beban pemerintah dalam memberikan subsidi rumah landed. Maka, pemerintah mendorong APERSI menghadirkan perumahan vertikal, agar masyarakat yang tinggal di perkotaan dapat terlayani memiliki rumah,” ujar Herry Trisaputra Zuna dalam Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pengembang Perumahan dan Pemukiman (Rakernas APERSI) di Hotel JW Marriot Medan, Selasa (26/7).

Rakernas APERSI ini juga dihadiri Wakil Direktur Utama Bank BTN Nixon LP Napitupulu, Ketua Umum DPP APERSI Junaidi Abdillah, Ketua DPD APERSI Sumut Irwansyah Putra, mewakili Gubernur Sumut dan para anggota APERSI se-Indonesia.

Herry Trisaputra Zuna mengatakan, pemerintah telah menghadirkan program subsidi kemudahan bantuan berupa KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) bagi masyarakat. ”Secara nasional, KPR FLPP hingga saat ini telah dirasakan sebanyak 220 ribu penerima manfaat. Pemerintah juga menyediakan bantuan pembiayaan berbasis tabungan. Selain itu, KPR Kapera yang diperuntukan bagi ASN (Aparatur Sipil Negara). Ada juga program LPP untuk non kapera,” kata Herry.

Herry juga mengungkapkan, untuk mendorong masyarakat berpenghasilan rendah segera memiliki rumah, pemerintah melakukan telah berbagai upaya dengan jemput bola, seperti menjumpai dan mendatangi langsung masyarakat. ”Seperti halnya yang telah dilakukan dalam program gebrak pasar, kita (pemerintah) datangi pedagang pasar yang belum memiliki rumah, untuk menawarkan fasilitas rumah subsidi yang bisa dimanfaatkan bagi masyarakat yang belum punya rumah,” bebernya.

Ia menambahkan, animo masyarakat terhadap rumah subsidi tetap tinggi. “Ketersediaan rumah murah telah menjadi kebutuhan bagi masyarakat. Melihat animo masyarakat terhadap rumah subsidi terus tumbuh, maka pada tahun 2023, rencananya FLPP ditingatkan menjadi 220 ribu penerima manfaat, namun realisasi itu tergantung terhadap harga rumahnya. Tahun lalu, FLPP yang telah tersalurkan sebanyak 200 ribu penerima manfaat secara nasional,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP APERS Junaidi Abdillah mengaku, APERSI siap menghadirkan perumahan vertikal di perkotaan. “APERSI siap, namun membutuhkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan BUMN. Kita tahu pemerintah daerah dan BUMN memiliki banyak aset di perkotaan yang dinilai menganggur. Dan itu dapat dikerjasamakan dengan APERSI untuk menghadirkan perumahan vertikal di perkotaan,” kata Junaidi.

Sedangkan soal realisasi KPR Subsidi, lanjutnya, secara keseluruhan realisasi KPR Subsidi yang telah APERSI lakukan sebanyak 130 ribu unit. Secara nasional partisipasi APERSI kepada MBR dan negara sebanyak 130 ribu unit. “Dan akan terus bertambah setiap tahunnya,” pungkas Junaidi. (ila/ram)