Home Blog Page 2499

Lakalantas Maut di Binjai, Traffic Light Sering Padam

PERBAIKAN: Traffic light di pertigaan Jalan T Amir Hamzah-Jalan Trob Binjai yang akan segera diperbaiki Dishub Binjai.Teddy Akbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Senin (18/7) kemarin, terjadi kecelakaan yang merenggut dua nyawa di pertigaan Jalan T Amir Hamzah- Jalan Trob Kelurahan Jati Karya Kecamatan Binjai Utara. Kecelakaan ini terjadi diduga karena traffic light tidak berfungsi atau padam.

Pantauan wartawan, Selasa (19/7), traffic light tersebut masih padam. Alhasil, seorang yang mengatur arus lalin bersiaga di lokasi kecelakaan lalu lintas maut tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan, Chairin Simanjuntak menjelaskan, traffic light tersebut padam karena arus listrik yang tidak stabil. “Sebelum saya bertugas (di Binjai), memang sudah padam. Cuma sudah menjadi komitmen saya itu akan kita perbaiki, apalagi saat kejadian itu saya lewat di situ datang ke situ juga sama kawan-kawan Satlantas,” ujar Chairin ketika dikonfirmasi, Selasa (19/7) siang.

Dia menambahkan, komitmen perbaikan terhadap traffic light tersebut terkendala anggaran. “Saya komitmen memperbaiki itu walaupun dengan anggaran yang mohon maaf terbatas,” bebernya.

Namun demikian, dia menegaskan, perbaikan terhadap traffic light tidak hanya dilakukan pada satu titik saja dan bukan karena kecelakaan yang merenggut dua nyawa.

“Setelah saya bertugas, komitmen saya itu untuk memperbaikinya. Bukan hanya di situ, di tempat lain juga Insya Allah kita perbaiki,” kata dia.

Disebut-sebut lokasi ini juga acap kali terjadi kecelakaan. Selain karena traffic light yang padam, diduga juga karena pengendara yang ingin cepat atau buru-buru saat melintas di jalan tersebut.

Sebelumnya, terjadi kecelakaan lalu lintas antara mobil pikap Suzuki Carry BK 8066 MR kontra Colt Diesel Isuzu BL 8305 RC di pertigaan Jalan T Amir Hamzah, Kelurahan Jati Karya, Binjai Utara, Senin (18/7) sore. Akibat kejadian ini, 2 orang dilaporkan meninggal dunia usai dilarikan ke Rumah Sakit Bidadari Binjai.

Adapun identitas dua orang yang meninggal dunia yakni, Muhammad Ridho (26) warga Jalan Manggis, Desa Tumpatan, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deliserdang dan Muhammad Juanda Affandi Rangkuti (27) warga Dusun XVI, Gang Tawon, Desa Sampali, Kecamatan Percut Seituan. Pasca kecelakaan, Ridho mengalami luka robek di wajah dan di bibir, kaki kiri diduga patah dan memar di perut.

Sedangkan Juanda mengalami luka robek di wajah, memar di dada dan tulang tengkorak retak. “Setelah di rumah sakit, sopirnya (Ridho) lebih dulu yang meninggal, kemudian penumpangnya (Juanda),” kata Kasi Humas Polres Binjai, Iptu Junaidi ketika dikonfirmasi.

Iptu Junaidi menjelaskan, kecelakaan tersebut bermula dari mobil pikap yang berjalan dari arah Stabat menuju Binjai melaju diduga dengan kecepatan tinggi. Tak jauh sebelum tiba di lokasi kejadian, mobil pikap tersebut hendak mendahului mobil di depannya dari lajur kiri.

Setibanya di lokasi kejadian, mobil pikap tersebut menabrak Colt Diesel Isuzu yang dikemudikan Kamko Mungkur (26) warga Desa Saragih, Kecamatan Manduamas, Kabupaten Tapteng. Bahkan Kamko Mungkur juga mengalami luka lecet di tangan kanan dan telinganya, akibat peristiwa nahas tersebut.

“Di mobil Colt Diesel Isuzu, juga ada penumpang atas nama Ricardo Tumanggor. Mereka berjalan dari arah Jalan TRORB (Megawati) hendak belok kanan menuju Stabat,” kata Junaidi.

Usai kecelakaan, kemacetan panjang pun tak terhindarkan. Sejumlah masyarakat yang melintas berhenti melihat tabrakan maut yang mengakibatkan dua nyawa melayang.

“Kendaraan yang terlibat mengalami kerusakan dan telah diamankan di Unit Gakkum Lantas Polres Binjai,” pungkasnya. (ted/ram)

Polres Dairi Tangkap Pelaku Pencuri Uang Kepala Desa Tualang

PAPARAN: Kapolres Dairi, AKBP Wahyudi Rahman dan jajaran memberikan paparan serta menunjukkan para tersangka serta barang bukti yang diamankan dari pelaku pencuri uang kepala desa saat keterangan pers di Mapolres Dairi, Senin (18/7).

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Dairi, menangkap tiga pelaku pencuri uang Kepala Desa Tualang, Kecamatan Siempat Nempu Hulu, Dairi, Japetri Sianturi. Uang sebanyak Rp77,4 juta dicuri pelaku dari mobil, saat Kepala Desa sedang makan di warung.

Kapolres Dairi, AKBP Wahyudi Rahman didampingi Kasat Reskrim, AKP Rismanto Purba, Kasi Humas, Iptu Donni Saleh, Senin (18/7) di Mapolres Dairi mengatakan, ketiga tersangka yaitu LP warga Medan, AHS warga Tembung Kecamatan Percutsei Tuan Kabupaten Deliserdang dan HP alias HAG warga Jalan Damar Laut No. 1 Kecamatan Siantar Utara Kota Pematangsiantar.

Ketiga tersangka diringkus di Jalan Lintas Sumatera Tebing Tinggi – Siantar Kabupaten Simalungun setelah dilakukan pengejaran dari Medan. Penangkapan pelaku, Satreskrim Polres Dairi dibantu Subdit III Jahtanras Polda Sumut.

Polisi langsung melakukan penyekatan, dimana ketiga tersangka menggunakan mobil BK 1847 HT. Setelah diintrogasi, ketiga pelaku mengakui perbuatannya. Tim mengamankan tiga tersangka, dan mengamankan barang bukti uang sekitar Rp10 juta.

Dijelaskannya, peristiwa pencurian itu terjadi, 29 Juni lalu di Jalan Tembakau Sidikalang. Dimana Kepala Desa Tualang, Japetri Sianturi makan siang, usai mengambil uang dari Bank Sumut.

Para pelaku terlebih dahulu memantau korban, pada saat mengambil uang di Bank Sumut. Setelah korban mengambil uang, bergerak dari bank menggunakan mobil. Satu pelaku mengikuti korban dengan menggunakan sepeda motor dan pelaku lainnya mengikuti dengan menggunakan mobil.

Japetri berhenti di warung makan. Pelaku yang mengendarai sepeda motor, melihat korban meninggalkan uang di dalam mobil dan langsung menghubungi rekannya yang naik mobil.

Salah satu pelaku turun dari mobil dan mendekati mobil korban. Pelaku membuka pintu mobil menggunakan kunci leter T, kemudian mengambil uang Rp 77,4 juta yang disimpan korban.

“Para pelaku menghabiskan sebagian uang tersebut di Medan. Sehingga sisa yang diamankan polisi sekitar Rp10 juta,” ungkap Doni Saleh. (rud/ram)

Permasalahan Karyawan PT MJ tak Kunjung Tuntas, Misnan Interupsi di Depan Wabup Deliserdang

INTERUPSI: Detik detik Misnan Aljawi saat melakukan interupsi di depan Bupati Deliserdang. BATARA/SUMUT POS.

LUBUKPAKAM, SUMUTPOS.CO – Kesal permasalahan perburuhan di PT Mara Jaya (MJ) tak kunjung tuntas, Ketua Fraksi Gabungan Persatuan Pembangunan Indonesia (PPI), Misnan Al Jawi interupsi di hadapan Wakil Bupati Deliserdang M Yusuf Siregar, saat siding paripurna DPRD digelar.

Interupsi keras yang dilontarkan Politisi muda PPP itu, saat digelarnya sidang paripurna DPRD Deliserdang dengan agenda mendengarkan Jawaban Bupati terhadap Pemandangan Umum Fraksi tentang Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Deliserdang tahun 2021, di Ruang Paripurna DPRD Deliserdang, Lubukpakam, Selasa, (19/7).

Diterangkan, masalah ketenagakerjaan yang terjadi di PT Mara Jaya (MJ) Kebun Batu Rata yang berlokasi di Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Deliserdang. Ratusan pekerja di sana sudah beberapa kali melakukan aksi unjukrasa ke kantor Bupati dan DPRD Deliserdang. Kini nasib ratusan pekerja masih terkatung-katung.

Selain ada ratusan pensiunan yang sudah tidak lagi mendapatkan pencairan pesangon perbulannya, ratusan pekerja lain juga terancam mendapat Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).

Dalam interupsinya, Misnan Al Jawi meminta dengan tegas agar Pemkab Deliserdang dapat sesegera mungkin menyelesaikan masalah ini. Karena ada ratusan pekerja yang dirugikan karena sikap perusahaan yang semenang-menang.

“ Saya meminta agar masalah di PT Mara Jaya ini segera diselesaikan. Kasian pensiunan sudah tiga bulan nggak dibayarkan lagi haknya (pesangon yang dicicil). Saya sudah ketemu langsung dengan karyawan dan pensiunan,”kata Misnan.

Meski bukan duduk sebagai anggota Komisi II yang membidangi ketenagakerjaan. Misnan tampak yang lebih berani ngomong blak-blakan di paripurna. Bahkan Misnan berani menyebutkan, kalau ada oknum di Dinas Ketenagakerjaan Deliserdang yang diduga membekingi perusahaan itu, sehingga masalahnya tidak kunjung selesai. Disebut terlalu banyak pekerja dan pensiunan yang dizolimi, sehingga perlu ada langkah cepat untuk menyelesaikan masalah ini.

“ Ternyata kenapa tidak terbayarkan sampai sekarang ini oleh perusahaan karena ada terindikasi oknum di dinas yang membidangi buruh ini membackup atau membela perusahaan. Kita lihat saja 14 hari ini kalau nggak terselesaikan saya kasih tau kalian siapa orangnya,”kata Misnan ketika diwawancarai.

Ketua DPC PPP Deliserdang ini menyebut perlu kiranya Pemkab memberikan perhatian lebih kepada para pekerja dan pensiunan. Karena sudah tua dan jumlahnya juga cukup banyak mengingat ada ratusan harus bisa dibantu untuk mendapatkan hak-haknya. Disebut kasus ini perlu jadi perhatian bersama karena perusahaan juga membandel ketika diundang ke DPRD tidak bersedia hadir.

Ratusan pekerja dan pensiunan PT Mara Jaya sudah beberapa kali mengadakan aksi unjukrasa ke kantor Bupati. Ketika melakukan aksi banyak pensiunan yang menangis karena pesangon yang dulu disepakti perusahaan untuk dibayarkan dicicil kepada mereka kini sudah tidak dibayarkan lagi. Karena dianggap hak , mereka akan tetap terus memperjuangkannya. Besar harapan mereka agar Bupati juga bisa turun tangan dalam masalah yang mereka hadapi ini.

Sudah tiga bulan terakhir uang pensiunan tidak lagi dibayar perusahaan. Dianggap uang pesangon sangat berarti karena tinggal itulah yang diharapkan saat ini. Banyak juga mereka yang mengaku sudah berhutang di kedai karena kondisi ini. (btr/han)

400 Ekor Hewan Ternak Divaksin PMK

VAKSINASI: Bupati Asahan H. Surya BSc melakukan penyuntikan vaksin terhadap hewan ternak milik warga.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Dalam rangka pencegahan dan penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Asahan melaksanakan vaksinasi PMK secara massal tahap I selama 2 hari terhitung sejak tanggal 18-19 Juli 2022.

Lokasi penyuntikan vaksinasi PMK ini dilakukan di lima desa yang berada di Kecamatan Air Batu, yakni Desa Air Teluk Kiri, Desa Air Genting, Desa Hessa Air Genting, Desa Danau Sijabut dan Desa Hessa Perlompongan.

Pelaksanaan penyuntikan vaksin terhadap hewan ternak tersebut, Bupati Asahan H. Surya, BSc berterimakasih dan bersyukur, karena Kabupaten Asahan mendapat kuota vaksin PMK sebanyak 400 dosis.

Adapun kriteria ternak sapi yang layak divaksin adalah sapi sehat pada daerah yang masih rendah tingkat infeksinya, dan setelah dilakukan screening maka Kecamatan Air Batu memenuhi syarat untuk pelaksanaan vaksinasi tahap I sesuai dosis yang tersedia.

Bupati mengatakan, untuk vaksinasi tahap selanjutnya akan menunggu distribusi vaksin dari Kementerian Pertanian melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumatera Utara. “Bagi masyarakat peternak yang belum mendapat jatah vaksin pada tahap I ini, diharap bersabar dan kami akan terus berusaha untuk mendapatkan kuota sesuai kebutuhan daerah kita,”ujar Bupati H. Surya BSc

Sementara Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Asahan Drh. Yusnani saat menyampaikan, jumlah ternak yang akan divaksin aftopor sebanyak 400 ekor sesuai dengan jumlah vaksin yang diterima sebanyak 400 dosis.

“Untuk petugas yang akan melaksanakan kegiatan adalah medik dan paramedik veteriner Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan sebanyak 27 orang yang terdiri dari 5 orang medik veteriner dan 22 orang paramedik veteriner yang dibagi dalam dua tim”, ucap Yusnani di hadapan Bupati Asahan di Halaman Rumah Warga Desa Air Teluk Kiri, Senin (18/7).

Dikesempatan ini, Bupati Asahan bersama dengan Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kadis Kominfo Kabupaten Asahan, Kasat Pol PP Kabupaten Asahan, Kadis Perhubungan Kabupaten Asahan, Kadis Pertanian Kabupaten Asahan, Kepala Kesbangpol Kabupaten Asahan, Unsur Forkopimcam Air Batu dan tamu undangan lainnya melihat proses penyuntikan vaksin kepada hewan ternak. (dat/han)

Sosialisasi Organisasi Masyarakat, Plt Sekdako: Tingkatkan Potensi & Pengabdian Diri

SOSIALISASI: Plt Sekdako Bambang Sudaryono diabadikan usai membuka sosialisasi organisasi kemasyarakatan oleh Kesbangpol Tebingtinggi.SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Organisasi masyarakat (Ormas) berperan penting dalam mewujudkan tujuan negara. Untuk itu, orgnaisasi masyarakat harus mengoptimalkan potensi diri dan mengabdikan diri untuk kesejahteraan masyarakat, dan meningkatkan sinergitas dengan pemerintah kota dalam mendukung pembangunan yang memberikan manfaat terbaik kepada masyarakat Kota Tebingtinggi.

Demikian disampaikan Plt Sekdako Tebingtinggi Drs Bambang Sudaryono saat membuka sosialisasi organisasi kemasyarakatan Kota Tebingtinggi tahun 2022 di Gedung Hj Sawiyah, Jalan Sutomo, Selasa (19/7).

Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber yakni Kabid Ketahanan Ekonomi, Sosial Budaya dan organisasi Masyarakat Kesbangpol Provsu Zulham Efendi Siregar dan Dadang Darmawan Pasaribu Dosen Fisip UMA.

“Ormas telah menjalankan tujuannya dalam meningkatkan partisipasi dan keberdayaan masyarakat serta memberikan pelayanan kepada masyarakat,” jelasnya.

Menanggapi perkembangan teknologi informasi yang semakin cepat, khususnya dalam penyebarluasan informasi hoax ataupun konten-konten negatif, Bambang Sudaryono berharap agar ormas dapat memberikan pemahaman wawasan kebangsaan kepada masyarakat, sehingga tidak terjadi perpecahan di tengah masyarakat.

“Salah satu yang menjadi musuh besar kita adalah menyebarluasnya konten-konten negatif dan disinformasi yang menyesatkan di media sosial yang sangat potensial membuat perpecahan ditengah masyarakat. Untuk itu dibutuhkan peran serta organisasi kemasyarakatan untuk menggiatkan Wawasan Kebangsaan dengan berpedoman kepada falsafah Pancasila dan UUD 1945,” jelasnya.

“Saya berharap kegiatan Sosialisasi Organisasi Kemasyarakatan Kota Tebinggtinggi Tahun 2022 ini semakin meneguhkan peran serta organisasi masyarakat dan semakin mengokohkan sinergitas dengan Pemko Tebingtinggi dalam memberikan yang terbaik untuk masyarakat,”sambungnya mengakhiri.

Sebelumnya, Kepala Badan Kesbangpol Zubir Husni Harahap dalam laporannya menjelasakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada peserta terkait peraturan pengawasan ormas, sistem informasi organisasi kemasyarakatan dan memahami peran ormas dalam lingkungan pembangunan. (ian/han)

Labusel sebagai Daerah ’Petro Dollar’ Jangan Cuma Selogan

ISTIMEWA PIAGAM: Rivai Nasution menyerahkan piagam penghargaan kepada Bupati Labusel H Edimin dalam acara sarasehan yang digelar Iklab Raya, tahun lalu.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Terbentuknya Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel), Provinsi Sumatera Utara, telah berjalan selama 14 tahun. Namun, cita-cita awal pemekaran tersebut hingga kini dirasakan belum terlaksana secara maksimal. Diharapkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labusel di bawah kepemimpinan Bupati H Edimin dan Wakil Bupati H Ahmad Padli Pulungan, mampu menggali dan memberdayakan potensi sumber daya yang ada, untuk kesejahteraan masyarakat Labusel pada umumnya.

PEMKAB Labusel akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-14 pada Kamis (21/7) besok. Menurut Ketua Pengurus Besar Ikatan Keluarga Labuhanbatu Selatan (PB Iklas), Drs Rivai Nasution MM, masih banyak ‘PR’ atau pekerjaan rumah yang harus diselesaikan Bupati H Edimin dan Wakil Bupati H Ahmad Padli Tanjung. Antara lain, masalah infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik yang perlu ditingkatkan, terutama menyangkut kepentingan orang banyak.

“Setidaknya, ada beberapa harapan yang dinantikan masyarakat Labusel dari kepemimpinan Edimin-Padli saat ini, sebagai wujud visi misi serta program dan janji politik mereka ketika Pilkada 2020 lalu. Duet Edimin dan Ahmad yang berlatar belakang pebisnis dan ulama, saya rasa sudah cukup memadai dalam merancang pembangunan di Labusel,” kata Rivai Nasution, mantan Sekretaris Panitia Pendukung Proses Pemekaran Kabupaten Labuhanbatu (P5KLB) kepada Sumut Pos, Selasa (19/7).

Menurutnya, hadirnya sosok Edimin yang dikenal sebagai pengusaha sukses ternama di sektor perkebunan, diyakininya berani mengambil kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat. “Terlebih beliau tergolong pengusaha yang peduli terhadap dunia pendidikan terutama mengayomi  masyarakat yang kurang mampu,” sebutnya.

Di sisi lain, lanjut Rivai, sosok Ahmad Padli Tanjung yang merupakan seorang ulama, diharapkan mampu memberikan pencerahan nilai- nilai agama dan akhlakul karimah di tengah-tengah  masyarakat, sehingga dapat memberikan suri tauladan dalam kehidupan sehari-hari.

Lebih lanjut dikatakannya, melalui program pembangunan yang telah disetujui melalui tahapan Musrembang, baik di tingkat kecamatan hingga kabupaten dan telah mendapat dukungan penuh dari legislatif, setidaknya dapat mendorong laju pertumbuhan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat.

“Sebagai putra daerah, kita harus merasa terpanggil untuk mengambil peranan dalam mengawal pembangunan agar sesuai harapan. Labusel yang cukup dikenal sebagai daerah petro dollar, janganlah hanya selogan semata. Akan tetapi, melalui potensi daerah yang andal, mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya,” tegas Sekretaris Umum Iklab Raya ini.

Ditegaskannya, pemberdayaan potensi daerah adalah salah satu ide cemerlang yang harus terus disuarakan. Apalagi, Labusel merupakan salah satu daerah perkebunan kelapa sawit dan karet yang menjadi sumber penghasilan utama penduduknya. “Namun harga sawit dan karet yang terus berfluktuasi sangat meresahkan masyarakat. Ketika harga naik, masyarakat merasa senang dan berleha-leha, ketika harga turun masyarakat resah menjerit tak ketulungan,” ujarnya.

Untuk itu, Rivai mendesak Pemkab Labusel memberikan pencerahan kepada masyarakat dengan menciptakan usaha-usaha pendampingan tanpa harus terfokus kepada sawit dan karet semata. Untuk itu, Rivai menyampaikan beberapa saran yang mungkin perlu dipertimbangkan oleh Pemkab Labusel.

Pertama, pembangunan Infrastruktur jalan yang rusak maupun yang belum selesai harus segera

dituntaskan untuk memudahkan akses penghubung ke dunia usaha, sektor kesehatan dan sektor pendidikan. Kedua, mendudukkan aparatur yang andal, berkualitas, serta memiliki kompetensi di bidang tugasnya, sehingga mampu menyusun program prioritas yang lebih diutamakan pada pelaksanaannya dan menguasai wilayah serta wawasan yang luas. Ketiga, melakukan kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota di dalam negeri yang bertujuan untuk saling tukar informasi, ilmu dan tekhnologi.

Keempat, lanjut Rivai, melakukan kerjasama dengan kota di luar negeri yang sepadan dengan potensi daerahnya masing-masing dan dapat saling menguntungkan kedua belah pihak. “Kelima, mendirikan badan-badan usaha milik daerah yang mampu mendatangkan PAD seperti peningkatan Usaha UKM, sektor pariwisata  seperti revitalisasi Istana Bahran Kotapinang yang paling potensi dijadikan sebagai icon labusel, PDAM serta sektor industri lainnya,” sebutnya.

Keenam, sambung Rivai, memprioritaskan pemberdayaan putra-putri daerah dalam struktur jabatan dan pekerjaan jika masih ada kompetensi untuk itu. Dan ketujuh, mengadakan koordinasi dan konsultasi bagi para senior, putra daerah yang telah berpengalaman di pemerintahan, akademisi, praktisi, dan politisi, serta tim pemekaran yang berjuang dalam mewujudkan pemekaran. “Akhirnya, selamat HUT Pemkab Labusel yang ke-14 dan selamat kepada Bupati H Edimin dan Wakil Bupati H Ahmad Fadli Tanjung, semoga tetap semangat dan solid melakukan perubahan yang berkemajuan di Labusel,” pungkasnya. (adz)

Politeknik AMI Medan Hasilkan Calon Perwira Pelayaran Niaga Profesional

DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS POLITEKNIK AMI: Ketua Dewan Pembina Yayasan Pendidikan Maritim Yuris Danilwan SE MSi PhD (2 kiri) dan Direktur Politeknik AMI Medan Capt Dafid Ginting MMar MSi (3 kiri) mengikuti acara di kampus.

INGIN jadi calon perwira pelayaran niaga yang profesional? Ayo kuliah di Politeknik Adiguna Maritim Indonesia (AMI) Medan di Jalan Brigjen Bejo d/h Jalan Pertempuran Nomor 125 Pulobrayan Medan.

Politeknik AMI Medan merupakan politeknik swasta terbaik di Sumut pada tahun 2021. Hal ini berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi (monev) pemetaan mutu perguruan tinggi swasta.

Penilainya adalah Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Sumut. Prestasi ini memacu Politeknik AMI Medan untuk memantapkan eksistensi mewujudkan visi dan misi.

”Menjadikan Politeknik AMI Medan sebagai pusat pendidikan dan pelatihan calon perwira pelayaran niaga yang profesional tahun 2025. Itulah visi dari Politeknik AMI Medan,” kata Capt Dafid Ginting MMar MSi di Medan, kemarin.

Direktur Politeknik AMI Medan ini juga mengutarakan ada tiga misi yang diamanahkan. Yakni menyelenggarakan pendidikan dan latihan yang mengacu kepada konvensi internasional IMO STCW’78 dengan amandemen-amandemennya dan regulasi nasional.

Misi berikutnya adalah melaksanakan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang bermutu dan relevan dengan tantangan nasional dan Internasional. Kemudian menciptakan kualitas lulusan yang berintelektualitas dan mampu bersaing secara global dalam dunia kemaritiman.

Untuk mewujudkan itu, Politeknik AMI Medan didukung staf pengajar profesional, praktisi dan akademisi yang berpengalaman lulusan strata-2 dan strata-3. Demikian pula dukungan fasilitas pendidikan seperti full mission ship maneuvering simulator 240º dan full mission engine room simulator.

Ada juga fasilitas computer based training, perpustakaan lengkap, laboratorium (bahasa, komputer, dokumen, navigasi dan bahari). Kemudian perbengkelan, permesinan kapal, perawatan dan perbaikan mesin, listrik, elektronik dan sistem kontrol serta ruang kuliah full AC dan hotspot wifi.

Direktur merinci program studi di Politeknik AMI Medan terdiri dari Prodi Ketatalaksaan Pelayaran Niaga dan Kepelabuhan (KPNK), Prodi Teknika serta Prodi Nautika.

Lapangan pekerjaan bagi lulusan KPNK dapat bekerja pada perusahaan pelayaran BUMN, nasional dan internasional. Juga dapat bekerja di perusahaan bongkar muat, Ekspedisi Muatan Kapal Laut (EMKL) dan pergudangan.

Sedangkan lapangan pekerjaan bagi lulusan teknika yakni Ahli Teknika Tingkat III sebagai perwira mesin (engineer officer) di kapal-kapal niaga nasional maupun internasional. Untuk lapangan kerja lulusan nautika yakni Ahli Nautika Tingkat III sebagai perwira deck (deck officer) di kapal-kapal niaga nasional maupun internasional.

”Lulusan dari ketiga prodi ini juga bisa bekerja di instansi pemerintah sipil, polisi dan militer. Lulusan Teknika dan Nautika juga mendapatkan ijazah internasional,” ujar direktur.

Capt Dafid Ginting MMar MSi menambahkan bahwa politeknik ini didirikan pada 24 November 1960. Politeknik AMI Medan memiliki reputasi dibidang pendidikan dan pelatihan pelayaran dalam membangun kejayaan sumber daya manusia pelayaran nasional.

Politeknik ini mendapatkan pengesahan atau pengakuan internasional dari International Maritime Organization (IMO). Pengesahan atau pengakuan secara nasional juga diterima melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Laut pada Kemterian Perhubungan Republik Indonesia.

Politeknik AMI Medan didirikan oleh Yayasan Pendidikan Maritim yang saat ini dipimpin Yuris Danilwan SE MSi PhD sebagai ketua dewan pembina. Sebelum menjadi politeknik, perguruan tinggi ini dulunya bernama Akademi Perdagangan Pelayaran (1960-1982), Akademi Pelayaran Niaga (1982-1984) dan Akademi Maritim Indonesia (1984-2020).

Mengapa memilih kuliah di Politeknik AMI Medan? Direktur menegaskan tiga alasan utama. ”Pertama, Politeknik AMI Medan lebih 60 tahun telah menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan pelayaran,” tegasnya.

Politeknik AMI Medan mempunyai fasilitas sesuai persyaratan dan ketentuan IMO. ”Ketiga, karena Politeknik AMI Medan dipercaya masyarakat dunia pelayaran. Hal ini diwujudkan dengan mendapatkan approval dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi dan MQA-UKAS,” kata Capt Dafid Ginting MMar MSi. (dmp)

Inkanas Siantar Raih Prestasi Membanggakan di Piala Kapolda Sumut

BERSAMA: Pengurus Inkanas Pematangsiantar bersama atlet yang telah meraih medali pada Kejurda Inkanas Piala Kapolda Sumut 2022. (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kontingen Inkanas Pematangsiantar berhasil meraih prestasi membanggakan pada Kejuaraan Daerah (Kejurda) Inkanas Piala Kapolda Sumatera Utara 2021 di GOR Jalan Pancing, Medan, 16-17 Juli 2022. Inkanas Siantar meraih enam emas, lima perak, dan satu perunggu.

Enam medali emas diraih oleh Rizieq dari kelas kumita usia dini -25 kg putra, Davin dari kelas kumite pra pemula -30 kg putra, dan Aldo dari kelas kumite cadet +70 kg putra. Kemudian Sultan dari kumite SD kelas 1-3 putra, Faatir dari kumite SD kelas 4-6 putra, dan Raja dari kumite SD kelas 1-3 putra.

Lima medali perak disumbangkan Azka di kelas kumite cadet -47 kg putri, Aye di kelas kumite pra pemula +35 kg putri, Yowel di kumite SD kelas 1-3 putra, Rafa di kumite SD kelas 5-6 putra, dan Azam di kelas kumite SD kelas 4-6 putra. Satu medali perunggu disumbangkan Lova di kelas kumite SD 1-3 putra.

Raihan ini sangat membanggakan. Apalagi Inkanas Siantar hanya mengirimkan 15 atlet ke Kejurda ini. Artinya, hanya tiga atlet yang gagal meraih medali.

“Raihan ini sangat membanggakan. Sebab dari 15 atlet yang dibawa, 12 berhasil meraih medali untuk mengharumkan nama Kota Pematangsiantar,” ujar Ketua Harian Inkanas Pematangsiantar, Muhammad Efendi Harahap, kemarin.

Efendi Harahap memberikan apresiasi kepada semua atlet dan pelatih Irham Taufik Hasibuan. “Atlet telah berjuang maksimal. Dan, pelatih Irham Taufik Hasibuan mampu mempersiapkan atlet dengan baik,” tambahnya.

Raihan ini juga mendapat apresiasi dari Ketua Umum Inkanas Pematangsiantar, Boy Iskandar Warongan SSos, MSP. Dia memuji atlet, pelatih, dan pengurus Inkanas Siantar yang telah berjuang untuk meraih prestasi membanggakan.

“Terima kasih kepada atlet dan pelatih yang telah bertanding maksimal di arena. Kemudian, pengurus Inkanas Siantar juga turun langsung memberikan motivasi dengan datang langsung ke arena pertandingan,” ujarnya.

Boy Iskandar menegaskan, dengan prestasi ini Inkanas Siantar akan terus berusaha melahirkan karateka-karateka berbakat di masa mendatang. Apalagi Kota Pematangsiantar cukup dikenal sebagai gudangnya atlet.

“Untuk itu, kita berpesan kepada atlet agar jangan cepat berpuas diri. Tapi semakin termotivasi untuk meraih prestasi lebih banyak, karena masih banyak even-even di masa mendatang,” paparnya.

Boy Iskandar juga mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Pematangsiantar, dr Susanti Dewayani yang dari awal telah memberikan dukungan dan motivasi kepada atlet serta pengurus Inkanas Siantar.

“Terima kasih kepada Ibu Wali Kota Pematangsiantar yang telah memberikan dukungan. Kita berharap agar Ibu Wali Kota terus mendukung atlet-atlet asal Pematangsiantar,” pungkasnya. (dek)

Bupati Taput Buka Acara Verifikasi dan Validasi Data KRS

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Bupati Tapanuli Utara (Taput) Nikson Nababan dalam hal ini Wakil Bupati Sarlandy Hutabarat membuka acara orientasi verifikasi dan validasi data keluarga beresiko stunting (KRS) bagi kader Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kabupaten Tapanuli Utara, bertempat di Gedung Sopo Partungkoan Tarutung, Selasa (19/7).

Kegiatan ini dihadiri, Kepala BKKBN Provinsi Sumatera Utara yang diwakilkan oleh Dra Rabiatun Adawiyah MPHR Koordinator bidang Advokasi Penggekan dan Informasi BKKBN Provinsi Sumatera Utara, Didampingi Kadis PPKB3A Donna Situmeang dan Kadis Kesehatan Sudirman Manurung dan beberapa pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Nikson dalam sambutannya yang dibacakan Sarlandy menjelaskan, bahwa sesuai Perpres 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting yang merupakan komitmen nasional dan pengejawatahan komitmen bersama dalam menyelesaikan masalah stunting, Pemerintah Indonesia telah menetapkan stunting sebagai isu prioritas nasional.

“Komitmen ini terwujud dengan masuknya stunting ke dalam rencana pembangunan jangka menengah nasional (RPJMN) 2020 – 2024 dengan target penurunan yang cukup signifikan dari kondisi 24,4 % pada tahun 2021 diharapkan menjadi 14% pada tahun 2024. Untuk Tapanuli Utara sesuai data SSGI tahun 2021 saat ini berapa pada angka 26,7% dan ditargetkan menurun secara signifikan di Tahun 2024 dibawah target nasional,” paparnya.

Lebih lanjut Sarlandy mengatakan, bahwa menurut Kepala BKKBN, Dr (HC) DR. Hasto Wardoyo SP OG (K) bahwa stunting disebabkan oleh beberapa faktor dan menjadi penting untuk kita tangani bersama sebagai penentu keberhasilannya.

Katanya, BKKBN harus menyiapkan strategi dan rencana aksi yang tepat, dimulai dari pengawalan calon pengantin, ibu hamil dan pascapersalinam serta 1000 HPK (Hari Pertama Kehidupan).

“Tim pendamping keluarga merupakan ujung tombak percepatan penurunan stunting, dan merupakan tugas yang sangat mulia karena mempersiapkan generasi muda yang sehat, bebas stunting dan berkualitas mulai dari pendampingan calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui dan pasca salin serta keluarga yang memiliki anak balita. Saya harap tim dapat bersinergi dengan pemerintah desa/kelurahan karena penanganan stunting tidak dapat berjalan sendiri tetapi harus bekerja sama dengan lembaga lainnya.” tuturnya. (des/azw)

Sementara itu, Kepala BKKBN Provinsi Sumatera Utara yang diwakilkan oleh Dra Rabiatun Adawiyah MPHR mengatakan, berharap kegiatan ini bisa mendapat hal yang positif terkait kegiatan TPK. ” Kami ingin berinteraksi langsung d dengan TPK karena mereka inilah nanti yang paling berinteraksi langsung dengan keluarga-keluarga yang beresiko stunting, kami akan memberikan bahan-bahan seperti apa yang harus diperoleh dalam bekerja sebagai TPK dan atas izin Pak Wakil Bupati mungkin sewaktu-waktu bisa dipantau pekerjaan mereka. Dan kepada para OPD yang tupoksinya terkait dengan penurunan stunting mudah-mudahan pertemuan hari ini bisa menjadi tolak ukur seperti apa nanti berkontribusi bergotong royong menurunkan angka stuntin di Kabupaten Tapanuli Utara. Ini adalah tanggung jawab kita bersama.” tuturnya. (des/azw)

Antisipasi Penyakit Mulut dan Kuku, Pemkab Dairi Vaksinasi Hewan Ternak

CEK VAKSIN: Bupati Dairi Eddy KA Berutu (kiri) cek vaksin sebelum disuntikkan ke ternak sapi dan kerbau dalam vaksinasi perdana antisipasi PMK di areal peternakan di Kelurahan Sidiangkat, Kecamatan Sidikalang, Semim (18/7)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, melalui Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, melakukan vaksinasi perdana penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan.

Vaksinasi perdana pada hewan ternak tersebut dilaksanakan di Kelurahan Sidiangkat, Kecamatan Sidikalang dipimpin Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu didampingi Kadis Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Robot Simanullang, Senin (18/7).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Aryanto Tinambunan melalui Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik, Iswan Togatorop mengatakan, vaksinasi dilakukan mengantisipasi penularan virus PMK.

Iswan melanjutkan, dalam kesempatan itu, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu mengatakan, PMK terjadi di seluruh daerah. Karena itu, sebagai kesiap siagaan, Pemkab Dairi telah meminta Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Utara, melakukan pemeriksaan terhadap hewan yang suspek PMK.

Eddy menyebut, penyakit ini sangat mengganggu perekeonomian masyarakat. Distribusi antar ternak jadi terganggu.

“Percepatan vaksinasi terhadap hewan, harus dilakukan dengan sigap. Kecepatan sangat penting karena virus menyebar dengan cepat. Mari jadikan penyuntikan vaksinasi ini sebagai simbol membangkitkan peternakan di Dairi,” ujar bupati.

Eddy mengaku bangga, Kabupaten Dairi menjadi penyuplai daging kurban kepada beberapa daerah belum lama ini.

Padahal, kata Eddy, komsumsi daging daripada jumlah produksi/populasi ternak di Dairi lumayan tinggi. Karena itu, mari kita dukung para peternak supaya jumlah produksi daging bisa seimbang dengan konsumsi, ungkapnya.

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan, Robot Simanullang mengatakan, pihaknya menargetkan penyuntikan vaksinasi sebanyak 4.481 ekor hewan ternak yakni untuk sapi 1.526 ekor, kerbau 636 ekor serta kambing 292 ekor.

Sementara jumlah vaksin sudah diterima dari Dinas Pertanian Sumut sebanyak 200 dosis.

Dikatakan, ternak yang divaksin sudah berusia mulai 2 minggu sampai dewasa. Sedangkan hewan ternak yang tidak dapat di vaksin yaitu ternak hamil dan terinfeksi kena PMK.

Robot menambahkan, sampai saat ini ada kita kirim suspek sebanyak 16 ekor hewan ternak kita kirim ke Balai Veteriner Medan untuk diperiksa.

“Ke-16 ekor ternak itu yakni 8 ekor sapi di Sitinjo, 7 ekor sapi, dan 1 ekor kerbau di Desa Kabanjulu, Kecamatan Lae Parira,” ujar Robot.

Hadir dalam vaksinasi perdana Kapolres Dairi AKBP Wahyudi Rahman, Dandim 0206 Letkol Arh Ridwan Budi Sulistyawan, Camat Sidikalang Swanto Sitakar, Lurah Sidiangkat Mawardy Tumangger, Kepala Bidang Perikanan dan Peternakan Ermawati Berutu, Kepala Bidang Penyuluh Pertanian Lapangan Sukaedah Angkat serta para peternak. (rud/azw)