Home Blog Page 2519

Lakukan Penertiban, Dilarang Main Skuter di Jalan Raya

AKBP Sonny Siregar.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Marak kegiatan warga di jalanan raya kota Medan bermain skuter mulai ditertibkan Satlantas Polrestabes Medan. Satlantas melarang keras warga yang bermain skuter atau sejenisnya di jalan raya di Kota Medan. Diketahui, hal tersebut melanggar aturan dan juga meresahkan masyarakat.

“Kami mau menyampaikan tentang keluhan warga yaitu maraknya penggunaan skuter dan otoped dan lain sebagainya di Jalan raya seputaran Lapangan Merdeka,” kata Kasat Lantas Polrestabes Medan, AKBP Sonny Siregar di akun Instagram, Selasa (12/7).

Dijelaskannya, pada dasarnya larangan untuk bermain skuter di jalan raya tidak diatur di dalam UU No 22 Tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan raya. Namun, perlu diingat bahwa hal itu diatur dalam Permenhub No. 45 Tahun 2020 yaitu keterangan tertentu.

Adapun kendaraan tertentu yang dimaksud yaitu skuter listrik, sepeda listrik, sepeda roda satu, hoverboard, dan otoped. Kendaraan ini hanya bisa dioperasionalkan pada kawasan tertentu dan atau lajur khusus.

Ditegaskannya, bagi menggunakan skuter dan lainnya dapat dikenakan sanksi dengan menggunakan pasal 282 atau tidak mematuhi perintah atau imbauan kepolisian. Untuk itu kami imbau agar warga Medan jangan salah menggunakan jalan raya. Ini sangat berbahaya bagi pengungguna skuter atau otopet itu sendiri, maupun terhadap penggunaan jalan raya lainnya,” kata Kasatlantas.

Sonny menambahkan, untuk itu ke depan pihaknya telah melarang penggunaan skuter listrik di jalan raya, untuk menghindari insiden ataupun kecelakaan.

Untuk mendudukkan masalah itu Kasatlantas Polrestabes Medan telah bertemu dengan asosiasi skuter Medan untuk diberikan pemahaman pada Selasa, (12/7). Adapun bagi pelaku yang melanggar peraturan yang diberlakukan akan dikenakan pasal 282 atau tidak mematuhi perintah atau pun imbauan dari kepolisian.

Sedangkan warga yang menikmati permainan Skuter merasa kesal atas peraturan tersebut. “Tidak masuk akal aja gitu, semua-semua dilarang. Sebelum ada larangan kami sudah bermain, sekarang ketika ada larangan kenapa ada larangan itu? Ikut main aja kenapa sih, biar polisi itu tahu kalau main skuter itu asyik,” kata Diah Ayu seorang warga yang sempat menikmati penyewaan skuter di sekitaran Jalan Balai Kota, Rabu (13/7).

Diah juga tak memungkiri bahwa memang bermain skuter di jalan raya cukup berbahaya, akan tetapi pemain skuter berjalan di jalanan yang sepi dan tertib lalu lintas. “Ya, kami perlu tempat untuk bermain skuter. Mungkin kemarin Lapangan Merdeka juga lagi direvitalisasi, kalau nggak ya mungkin kami bisa bermain di situ. Kalau misal dilarang ya kasih solusilah, kasih kami tempat bermain,” kata mahasiswi salah satu perguruan tinggi itu.

Sama halnya dengan Sri Julia, kalaupun tidak diperbolehkan bermain skuter di jalan raya, seharusnya disediakan tempat khusus. “Skuter hanya boleh dioperasikan di lajur khusus, gitu ya, bukan di jalan raya. Nah, jadi harapannya ya tentu untuk pihak yang berwenang dalam hal ini bolehlah dibuatkan lajur khusus untuk bermain skuter ini. Karena seperti yang kita tahu kaum muda ini sangat excited dengan adanya skuter ini,” kata Sri Julia.

Sri Julia pun tak menampik bahwa secara hukum memang bermain skuter di jalan raya tak diperbolehkan. Namun, ia juga meminta agar pemerintah setempat menyediakan tempat bermain khusus itu.

Adapun komunitas penyedia jasa sewa skuter sebelumnya telah dipanggil pihak Satlantas Polrestabes Medan. Ketika itu, mereka diberikan pemahaman bahwa tidak dibenarkan bermain skuter di jalan raya. Namun, setelah pemanggilan itu, mereka pun merasa tak diberikan solusi.

“Untuk sekarang kita belum ada dapat lapak untuk mainnya di mana, mungkin nanti kita infokan, ya. Sampai sekarang dari pihak kepolisian belum ada solusinya,” kata penyedia jasa sewa skuter yang sebelumnya bertempat di sekitar Jalan Balai Kota itu. (mag-3/ila)

Gebyar Expo Pendidikan, Kadishub Medan Turun Langsung Tertibkan Lalu Lintas di Jalan Karya Wisata

IKUT: Kadishub Medan Iswar Lubis S.SiT MT tampak ikut mengatur lalulintas di Jalan Karya Wisata, Kamis (14/7). (IST)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jelang pembukaan Gebyar Expo Pendidikan Kota Medan di Taman Cadika, kondisi Jalan Karya Wisata, Kecamatan Medan Johor tampak mengalami kemacetan pada Kamis (14/7) pagi.

Tak cuma dipadati kendaraan roda empat dan roda dua, Jalan Karya Wisata juga tampak dipadati oleh pawai yang dilakukan ribuan siswa dari seluruh penjuru Kota Medan. Pawai tersebut rata-rata dilakukan dari depan komplek J-City yang merupakan titik terparah kemacetan hingga ke Taman Cadika.

Amatan Sumut Pos di lapangan sekitar Pukul 08.00 WIB, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT tampak telah turun langsung ke lapangan guna mengkoordinir semua petugas pengaman lalu lintas yang bertugas, mulai dari personel Dishub Medan hingga pihak kepolisian.

Tak lama berselang, iringan-iringan mobil dinas Wali Kota Medan Bobby Nasution tampak melintas di ruas jalan tersebut dan memasuki kawasan Taman Cadika.

Amatan Sumut Pos pukul 09.00 WIB, kondisi kemacetan di depan Karya Wisata tampak telah terurai. Kondisi jalan di depan komplek J-City tampak mulai lengang, kondisi kemacetan tinggal di kawasan pintu masuk Taman Cadika.

Meskipun begitu, hingga berita ini diturunkan, Iswar Lubis dan para personelnya tampak masih terus mengamankan kondisi lalu lintas di ruas jalan Karya Wisata Medan.

Seperti diketahui, kegiatan Gebyar Expo Pendidikan Kota Medan digelar selama 3 hari, yakni mulai Kamis (14/7) hingga Sabtu (16/7).

Dalam acara Gebyar & Expo Pendidikan 2022 ini, sejumlah acara telah disiapkan panitia penyelenggara. Salah satu yang paling menarik adalah Pemecahan Rekor MURI (Museum Rekor Indonesia) dengan tiga kegiatan, yaitu Permainan Musik Angklung, Tarian Multi Etnis, dan Parade Marching Band yang melibatkan 2022 siswa dari sekolah-sekolah SD dan SMP di Kota Medan.

Tak kalah menarik, juga diisi dengan pertunjukan Drama Musikal Kolaborasi generasi Medan untuk Indonesia, Malam Award Dinas Pendidikan Kota Medan, Pameran Kolaborasi Kedinasan dan Kompetisi Cerdas Cermat SD/SMP se-Kota Medan.

Selain itu, sekolah juga berkesempatan menggelar pameran di masing-masing stand. Sejumlah tenant produk makanan minuman dan operator juga ikut meramaikan stand-stand dalam acara tersebut. (map)

Pemkab Dairi Komit Turunkan Stunting, Eddy KA Berutu: Kerja Harus Terukur & Sistematis

SAMBUTAN: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu sampaikan sambutan pada kegiatan rembuk stunting di gedung Balai Budaya Sidikalang. (IST)

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, terus berkomitmen menurunkan angka stunting. Komitmen disampaikan Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu saat menyampaikan sambutan pada kegiatan rembuk aksi percepatan penurunan stunting di Balai Budaya Sidikalang, Rabu (13/7/2022).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Aryanto Tinambunan melalui Kepala Bidang Informasi Komunikasi Publik, Iswan Togatorop menyampaikan, dalam kesempatan itu, Eddy KA Berutu menegaskan, stunting adalah masalah utama kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia.

Jika anak Indonesia banyak stunting, maka ambisi, aspirasi bangsa dalam membangun bangsa jangka panjang akan terhambat. Menurut Eddy, stunting tidak bisa diselesaikan satu sektor saja.

“Harus sistematis dan terukur oleh setiap sektor, agar kemampuan kualitas hidup pencegahan stunting dapat dilakukan. Tanggung jawab ini wajib dilakukan untuk menjaga generasi dimasa depan agar tumbuh kembangnya dapat berjalan dengan baik,” ujarnya.

Semua itu dimulai dari keluarga sebagai bagian terkecil, kata Bupati. Secara normatif, aksi pencegahan stunting merupakan program strategis nasional. Jajaran pemerintah mulai dari pusat sampai ke tingkat bawah wajib melaksanakan rembuk stunting, dan Kabupaten Dairi mendapat perhatian khusus akan hal tersebut.

“Sebagai bentuk keseriusan pemerintah, baru-baru ini Kepala BKKBN Pusat, Hasto Wardoyo, sudah berkunjung ke Dairi, artinya kita masuk dalam perhatian. Jadi, upaya penurunan stunting ini harus mendapat dukungan dari kita semua sebagai timbal baliknya,” tegas Eddy.

Masih menurut Eddy, penanggulangan stunting membutuhkan intervensi gizi sensitif mulai dari 1000 hari kelahiran anak. Stimulan yang diberikan dimasa ini, akan sangat berpengaruh pada tumbuh kembangnya anak di masa depan.

Ia berharap, melalui rembuk stunting ini, akan menurunkan angka stunting di Dairi karena menghasilkan keputusan bersama agar target yang telah ditentukan dapat tercapai.

“Saya minta pihak terkait agar melakukan setiap rencana aksi secara terintegrasi sesuai dengan peran masing masing,”, jelasnya.

Hadir sebagai narasumber, Hery Valona Ambarita yang merupakan Kabid Kesmas Dinkes Propinsi Sumatera Utara, Rizal Effendi sebagai ahli LGCB ASR Regional I Ditjen Bina Bangda Kemendagri, Syamsu Rizal Lubis sebagai Koordinator Bidang Dalduk, dan Ika Hardina Lubis sebagai Kepala Bidang Perencanaan Sumber Daya Manusia Bappeda Sumut.

Di akhir acara, dilakukan penandatanganan komitmen bersama aksi percepatan penurunan stunting di Dairi oleh Bupati Dairi, para pimpinan OPD serta unsur Forkopimda. (rud).

Rencana Pembangunan Tanggul Rob Belawan, DPRD Minta Pemko Medan Transparan

BANJIR: Wali Kota Medan Bobby Nasution saat meninjau banjir.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi IV DPRD Medan, meminta Pemerintah Kota (Pemko) Medan untuk transparan terkait rencana pembangunan tanggul Rob di sepanjang bibir pantai Belawan. Tak cuma transparan soal rencana pembangunan tanggul rob, Pemko Medan juga diminta untuk melakukan sosialisasi soal detail gambar kerja.

Sebab dengan begitu, Pemko Medan akan mampu menjawab keresahan warga yang terimbas efek pembangunan. “Sebab sampai saat ini, cukup banyak masyarakat Belawan yang mengaku resah hingga menolak pembangunan tanggul rob Belawan,” ucap Ketua Komisi IV DPRD Kota Medan, Haris Kelana Damanik, Kamis (14/7).

Dikatakan Haris, selaku wakil rakyat dari Dapil Medan Utara, dirinya terus mendapatkan pengaduan dan keluhan dari warga Belawan untuk difasilitasi ke Pemko Medan. Warga mengaku resah dan khawatir akan dirugikan dari dampak pembanguman tanggul.

Untuk itu, Haris berharap agar Pemko Medan mau mengakomodir keresahan warga dan dilakukan lagi sosialisasi kepada warga sehingga warga dapat memahami dan mendukung rencana Pemko Medan tersebut.

“Kita berharap warga dapat memahami konsep pembangunan Pemko Medan dalam membangun tanggul demi kepentingan warga secara keseluruhan, bukan sepihak. Namun kita pun sangat berkeinginan agar pembangunan tanggul jangan sampai menimbulkan pro kontra di tengah masyarakat,” ujar Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan itu.

Dijelaskan Haris, sebagian warga mengeluhkan relokasi warga yang belum jelas dan menemui solusi terkait dampak pembangunan. Tak cuma itu, Detail Engineering Design (DED) berupa perencanaan gambar bangunan juga belum disosialisasikan.

“Untuk mempermulus pembangunan seharusnya kan dibicarakan dari awal,” katanya.

Sementara itu, salah satu warga Jalan Gulama Lingkungan 15, Kelelurahan Belawan Bahagia, Kecamatan Medan Belawan, Adli Azhari yang juga Ketua Umum Yayasan Amal Zariah Nasional (YAASIN) mengatakan, saat ini warga mengaku resah akan rencana pembangunan tanggul rob Belawan. Sebab hingga saat ini, belum ada sosialisasi terkait DED pembangunan.

Bahkan, kata Adli Azhari, terkait relokasi rumah warga yang terimbas pembangunan tanggul belum juga ada pembicaraan.”Kami mendukung pembangunan tanggul, tapi adalah sosialisasi terkait pembangunannya seperti apa. Kami sangat resah dan khawatir, nantinya berdampak rugi bagi sebagian warga,” tuturnya.

Ditambahkan Adli, pihaknya sudah menyurati Wali Kota Medan Bobby Afif Nasution agar keluhan mereka dapat diakomodir.”Ribuan tandatangan warga meminta wali kota untuk mengakomodir keresahan kami. Kami berharap, ada tindaklanjut sebelum pembangunan dilakukan,” pungkasnya. (rel)