Home Blog Page 2596

Intip Cerita di Balik Pembuatan Film Galaxy Movie Studio 2022 “Seperti Sediakala”

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Samsung Electronics Indonesia melalui Galaxy Movie Studio 2022 telah merilis film pendek berjudul “Seperti Sediakala” hasil kolaborasi Serangkai Films sebagai pemenang dari kompetisi film yang telah diselenggarakan sebelumnya. Direkam sepenuhnya pakai Galaxy S22 Ultra 5G, film pendek yang sudah bisa ditonton versi lengkap di YouTube dan versi pendek di bioskop ini pun benar-benar membuktikan kemampuan Galaxy S22 Ultra dalam menciptakan video sekelas film profesional yang epic.

Samsung bersama Serangkai Films pun membagikan cerita menarik di balik proses pembuatan film tersebut. Head of MX Marketing Samsung Mobile Experience, Samsung Electronics Indonesia, Andi Airin mengatakan,Samsung telah membenamkan inovasi terbaik di Galaxy S22 Ultra 5G sedemikian rupa hingga mampu menjadi smartphone yang dapat menghasilkan movie-like video dengan kualitas beyond the standard. Kemampuan flagship terbaik Samsung ini juga dapat membuka lebih banyak kemungkinan bagi anak-anak muda untuk berkreasi menciptakan karya profesional.

 

“Hal ini yang ingin kami tunjukkan melalui kolaborasi kami bersama Serangkai Films dalam membuat Seperti Sediakala. Semangat ini juga yang akan mendorong kami untuk terus berkontribusi terhadap kemajuan industri kreatif, khususnya perfilman, melalui lebih banyak inisiatif dari Galaxy Movie Studio ke depannya,” ujar Andi Airin.

Menurut Sutradara “Seperti Sediakala” Anggita Puri, Galaxy S22 Ultra 5G benar-benar punya segala fitur dan kemampuan untuk menciptakan video dengan kualitas profesional. Bahkan, dengan memakai smartphone, dirinya bisa lebih clear dalam mengulik angle dan pergerakan kamera, karena smartphone itu sendiri compact, ringan, dan juga fleksibel. “Hal ini juga yang membuat kami bisa lebih agile dalam merekam tiap scene, sehingga kami bisa memaksimalkan tiap menit dalam proses shooting dengan maksimal. Kami pun bangga bisa menjadi bagian dari program Galaxy Movie Studio tahun ini dan semoga karya kami bisa menginspirasi teman-teman komunitas film lainnya dalam berkarya,” tutur Anggita Puri.

Sementara, Angga Dwimas Sasongko yang menjadi mentor dalam pembuatan film pendek “Seperti Sediakala” mengungkapkan, Smartphone is an active point of view, so it is a matter of how the filmmaker bisa memaksimalkan dan menempatkan smartphone tersebut, mulai dari pemilihan angle sampai penentuan mode kamera, to serve the story. Dalam hal ini, Anggita bersama teman-teman dari Serangkai Films lainnya mampu menciptakan film pendek yang epic dengan memaksimalkan berbagai fitur dan kemampuan yang dimiliki oleh Galaxy S22 Ultra 5G. “Hasil dari “Seperti Sediakala” pun menjadi semakin spesial, karena ini merupakan pertama kalinya kami shooting dengan smartphone, di mana ini semua bisa diselesaikan dengan waktu yang singkat dan proses shooting yang efisien,” kata Angga.

Rekam Video Epic di Kondisi Low Light Bukan Lagi Halangan dengan Nightography
“Seperti Sediakala” merupakan film pendek dengan low light ambience yang kuat. Hal ini tampak dari pengambilan gambar di malam hari hingga penggunaan cahaya yang lembut saat di dalam set. Hal ini dapat menjadi tantangan karena cahaya lampu di malam hari bisa menimbulkan noise, ditambah perekaman di dalam ruangan dengan cahaya yang lembut bisa membuat video jadi under exposure. Dalam hal ini, Nightography mampu mengakomodasi kebutuhan Puri dan tim dalam mewujudkan treatment visual yang telah ditetapkan karena cahaya bisa ditangkap secara maksimal walaupun shooting di kondisi low light, jadi hasilnya bisa lebih vivid dan tajam.

Atur Pengambilan Gambar Layaknya Pakai Kamera Profesional dengan Pro Mode
Dengan latar tempat yang cukup tricky, Puri dan tim membutuhkan pengaturan pengambilan gambar yang lebih advance agar hasil video yang direkam benar-benar sesuai keinginan. Dalam hal ini, Pro Mode di Galaxy S22 Ultra 5G yang bisa mengatur ISO, focus, hingga white balance memberikan Puri beserta tim keleluasaan dalam merekam layaknya menggunakan kamera profesional. Selain itu, Pro Mode pada foto yang hasilnya tak kalah epic pun banyak digunakan untuk mengambil still image yang dapat memberikan inspirasi akan angle-angle menarik yang bisa digunakan pada saat shooting.

Bikin Video Jadi Lebih Dramatis dengan Cinematic Camera Movement
Sisi emosional karakter menjadi elemen yang sangat ditonjolkan dalam Seperti Sediakala. Maka dari itu, film ini banyak menggunakan pergerakan kamera yang shaky supaya scene yang diambil menjadi lebih dramatis sekaligus menguatkan emosi yang ditampilkan karakter. Teknik pengambilan gambar seperti itu pun dapat dieksekusi dengan baik berkat teknologi Cinematic Camera Movement di Galaxy S22 Ultra 5G. “Footage yang diambil akan otomatis terstabilisasi sehingga gambar yang dihasilkan jadi lebih minim getaran, jadi kami bisa mendapatkan efek shaky yang diinginkan untuk membuat scene menjadi lebih hidup dan dinamis,” ucap Puri.

Proses Shooting Jadi Lancar dengan All-Day Battery
Puri dihadapkan dengan tantangan akan waktu shooting yang singkat, apalagi film ini banyak mengambil scene di malam hari. Dalam hal ini, Puri benar-benar terbantu dengan All-day Battery dari Galaxy S22 Ultra 5G untuk merekam dan review gambar seharian tanpa khawatir baterai akan cepat habis. Hal tersebut membuatnya bisa lebih fokus untuk mendapatkan gambar yang diinginkan sekaligus membuat proses shooting bisa terus berjalan tanpa hambatan akan keperluan untuk mengecas.

Tonton “Seperti Sediakala” di Channel Youtube Samsung dan Bioskop Terdekat
“Suatu malam, Intan berkunjung ke Toko Perhiasan Sekala untuk membuat cincin pernikahannya. Di sana, Intan bertemu dengan Kala, sang pengrajin perhiasan misterius yang sangat mengenal Intan. Intan merasa sangat familiar dengan wajah Kala, juga dengan toko perhiasan itu. Apa hubungan di antara Intan, Kala, dan Toko Perhiasan Sekala?” Begitulah sinopsis dari film pendek Seperti Sediakala. Penasaran dengan cerita selengkapnya? Seperti Sediakala sudah tayang pada 13 Juni 2022 di YouTube Channel Samsung Indonesia. Menariknya, versi pendek film ini juga tayang di bioskop XXI Summarecon Serpong, Aeon Mall Sentul City, Kota Kasablanka, Ambarukmo Yogya, Plaza Senayan, dan Lenmarc sampai 13 Juli 2022. (rel/adz)

Airlangga: KIB Kompak Kawal Program Pemerintahan Jokowi di Kabinet

JAKARTA, SUMUTPOS.CO — Seluruh ketua umum partai politik anggota Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) masuk dalam jajaran Kabinet Indonesia Maju Pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Dilantiknya Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan sebagai Menteri Perdagangan, melengkapi dua ketum lain, Airlangga Hartarto (ketum Golkar) dan Suharso Monoarfa (ketum PPP) yang sudah lebih ada di dalam pemerintahan.

Zulkifli Hasan dilantik menjadi Menteri Perdagangan menggantikan Muhammad Lutfi pada Rabu (15/6/2022). Selain melantik Zulkifli Hasan, Presiden Jokowi juga melantik Marsekal (purn) Hadi Tjahjanto sebagai Menteri ATR/BPN.

Bila Zulkifli Hasan menjabat Menteri Perdagangan, dua ketum partai KIB lain, Airlangga Hartarto menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, sedangkan Suharso menjabat sebagai Menteri PPN/Kepala Bappenas.

Masuknya Zulkifli Hasan ini membuat KIB kokoh di kabinet untuk mengawal program pemerintahan Jokowi. Sebab, salah satu misi digagasnya KIB oleh ketiga parpol adalah mengawal suksesnya pemerintahan Jokowi hingga 2024.

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menuturkan, sejak awal KIB berkomitmen untuk mendukung dan mengawal suksesnya pemerintahan Presiden Jokowi. Ia mengaku, KIB bakal kompak di dalam kabinet agar pemerintahan Jokowi sukses meninggalkan legacy setelah 2024.

“Koalisi Indonesia bersatu memiliki komitmen untuk mendukung, mengawal, dan menyukseskan pemerintahan Bapak Presiden Joko Widodo,” tutur Airlangga dalam keterangan, Kamis (16/6/2022).

Airlangga menambahkan, selain kompak di kabinet, KIB juga tetap menjaga soliditas dengan parpol pendukung pemerintah lainnya di dalam kabinet. Selain Golkar, PPP, dan PAN, masih ada tiga parpol lain di dalam Kabinet Indonesia Maju, yakni, PDIP, Gerindra, dan Nasdem.

“Ketiga partai tetap merupakan sahabat perjuangan untuk kesuksesan dan keberhasilan Presiden Joko Widodo,” tegas Airlangga.

Menko Perekonomian ini menuturkan, selain mengawal suksesnya pemerintahan Jokowi, KIB juga berkomitmen melanjutkan capaian keberhasilan yang sudah dicatatkan Jokowi.

Airlangga menegaskan, KIB ada di pemerintahan untuk bertekad membawa Indonesia keluar dari jebakan kelas menengah atau middle income trap.

“Kita berharap di tahun 2045 kita akan menjadi negara maju dengan pendapatan diatas 23 ribu dolar. Tentunya koalisi ini baru mau mulai kerjanya di pemerintahan,” ujar Airlangga.

Airlangga : Terimakasih Dukungan Kuat Komunitas Intelektual Semoga Menjadi Warisan Presidensi G20

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Tema “Recover Together, Recover Stronger” yang diusung dalam Presidensi G20 Indonesia menjadi kompas moral untuk menyatukan negara maju dan berkembang dalam menghadapi berbagai tantangan global dewasa ini.  Kolaborasi yang konkret antara Pemerintah sebagai pembuat kebijakan dan stakeholder lainnya, termasuk para akademisi dan peneliti, menjadi penting untuk menghasilkan kebijakan yang sesuai dan bisa diterapkan serta memberikan manfaat yang nyata.

Dalam acara yang bertajuk International Conference on G20 yang diselenggarakan oleh Universitas Indonesia, Kamis (16/06), Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang hadir mewakili Presiden Joko Widodo menyambut baik upaya universitas dan think tank yang diselenggarakan melalui Engagement Group Think 20 (T20) dan Science 20 (S20).  Menko Airlangga mendorong agar T20 dan S20 dapat memberikan masukan berupa konsep akademik dan penelitian dengan implementasi kebijakan di sektor riil.

“Atas nama Presiden Joko Widodo, saya berterima kasih atas dukungan kuat dari komunitas intelektual. Dukungan ini penting agar pencapaian dalam Presidensi G20 Indonesia tahun ini tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga dunia,” kata Menko Airlangga.

Pada kesempatan tersebut Menko Airlangga menjelaskan tentang kondisi global saat ini dan peran Indonesia di kancah internasional sebagai Presidensi G20,di mana pada saat yang bersamaan Presiden Joko Widodo juga terpilih sebagai salah satu anggota Global Crisis Response Group yang dibentuk oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa.

“Indonesia terpilih karena memiliki pengalaman dengan kebijakan fiskal Indonesia yang diakui oleh dunia dalam mengatasi krisis tahun 1998 dan tahun 2008, serta dalam menghadapi krisis selama pandemi Covid-19,” ujar Menko Airlangga.

Lebih lanjut, Menko Airlangga mengatakan bahwa Presidensi G20 Indonesia menekankan pentingnya kolaborasi secara inklusif. Setiap negara, setiap warga negara, termasuk kelompok rentan, harus mendapat manfaat dari tindakan, kebijakan, dan rekomendasi G20. Selain itu, Presidensi G20 Indonesia juga fokus pada percepatan upaya pemulihan pascapandemi dengan meningkatkan efisiensi perekonomian, meningkatkan inklusi ekonomi, memastikan pertumbuhan yang berkelanjutan, dan mempersiapkan ketahanan menghadapi pandemi di masa mendatang.

“Untuk mencapai pemulihan yang lebih kuat, perlu dibuat sumber-sumber ekonomi yang dapat diakses dan perlu meningkatkan pendapatan masyarakat yang terdampak akibat pandemi Covid-19. Pemerintah optimis pertumbuhan ekonomi pada Q2 diperkirakan bisa mencapai 4,7% hingga 5,2%. Diharapkan kebijakan Indonesia berada pada jalur yang benar, sehingga negara lainnya juga akan willing to learn ke Indonesia,” jelas Menko Airlangga.

Terkait dengan transisi energi untuk pembangunan berkelanjutan, Menko Airlangga mengatakan bahwa melalui Forum G20 mendatang di Bali, Indonesia mengajak negara-negara G20 dan sekitarnya untuk bergabung dengan Indonesia untuk lebih memperkuat komitmen global menuju pemulihan yang inklusif, hijau, dan berkelanjutan.

“Dalam beberapa pertemuan, termasuk di Davos dan Singapura beberapa waktu lalu, Indonesia mengangkat isu transisi energi yang tidak hanya dengan melakukan transisi tetapi juga menyeimbangkan antara transisi energi, energy security, dan keterjangkauan energi bagi masyarakat,” jelas Menko Airlangga.

Menutup sambutannya, Menko Airlangga kembali menekankan bahwa tahun ini adalah momentum emas bagi Indonesia untuk memberikan warisan internasional karena Indonesia sedang menjalankan Presidensi G20. Arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi berbasis digital, dan transisi energi menjadi pilar yang mencerminkan cara berpikir tentang reformasi untuk melakukan pemulihan ekonomi global pascapandemi dan kemakmuran global.

“Izinkan saya menyampaikan harapan yang tinggi kepada para akademisi dan peneliti yang terhormat. Saya berharap momentum ini bisa mengubah penelitian dan proyek ilmiah menjadi hasil yang nyata dan dapat ditindaklanjuti sehingga menjadi warisan Presidensi G20 Indonesia untuk dunia,” pungkas Menko Airlangga.

Hadir pula dalam kesempatan tersebut diantaranya Menteri Keuangan Sri Mulyani, Rektor Universitas Indonesia Prof. Ari Kuncoro, G20 Study Center University of Toronto Prof. John Kirton, dan para akademisi lainnya. (ltg/fsr/*)

Pastikan Berjalan Baik, Bupati Dairi Monitoring Akses Pelayanan KB

PANTAU: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu didampingi Ketua TP PKK, Ny Romy Mariani Simarmata memantau pelaksanaan KB di Puskesmas Batangberuh, kecamatan Sidikalang, Rabu (15/6/2022).SUMUTPOS.CO/Komimfo Dairi.

DAIRI,SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu bersama Ketua TP-PKK, Ny Romy Mariani Simarmata, monitoring pelayanan keluarga berencana (KB) di Puskesmas Batangberuh, Sidikalang, Rabu (15/6/2022).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Aryanto Tinambunan melalui Kepala Bidang Komunikasi Informasi Publik, Iswan Togatorop memgatakan, pada monitoring itu, Bupati menemui serta menyapa warga yang sedang mendapatkan pelayanan di Puskesmas dimaksud.

Kepada petugas Puskesmas, Eddy meminta pelayanan kesehatan harus cepat. Petugas harus melayani pasien dengan penuh keramahan dan lembut, sehingga membuat pasien merasa nyaman.

Eddy mengatakan, hari ini pelayanan KB serentak sejuta aseptor tahun 2022, serentak dilakukan di seluruh Puskesmas dan RSUD Sidikalang.

“Ini bertujuan untuk memastikan pelayanan KB yang berkualitas bagi pasangan usia subur (PUS) dan untuk meningkatkan capaian peserta KB baru,”‘terangnya.

Disampaikan Eddy, target KB sejuta akseptor di Dairi sebanyak 800 orang yang dilayani secara gratis. “Saya berharap kegiatan ini bisa terlaksana dengan baik dan manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat,” ujar Eddy KA Berutu.

Hadir Kepala Dinas Kesehatan, Henry Manik, Kadis Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Nitawati Sitohang serta Kepala Bappeda, Carles Bancin.(rud).

DPRD Medan Minta BKD Segera Terbitkan SK Petugas Medis di RS Tipe C Medan Labuhan

Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi II DPRD Medan, Sudari ST meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemko) Medan agar berkolaborasi dalam percepatan pengoperasian Rumas Sakit Umum Daerah (RSUD) Tipe C Medan Labuhan.

 Pasalnya, warga Kota Medan, khususnya warga Medan Utara, sangat menanti-nanti beroperasinya RS tipe C tersebut. Diharapkan dengan beroperasinya RS tipe C tersebut, warga Medan Utara bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang lebih baik tanpa harus pergu jauh ke RS Pirngadi Medan.

 “Seluruh OPD terkait kita harapkan bisa saling bekerjasama perihal apa saja yang dibutuhan agar RS tipe C Medan Labuhan bisa secepatnya beroperasi. Jangan ada kesan pembiaran, harus saling bantu membantu karena ini demi kebutuhan seluruh masyarakat,” ucap Sudari, Kamis (16/6).

 Dikatakan Sudari, terkhusus untuk penempatan pegawai tenaga medis di RS, Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan juga harus segera menerbitkan SK pegawai tenaga medis. Sehingga, pegawai yang diyunjuk dapat segera melakukan persiapan menuju launching RS yang terletak di Jalan Kol Yos Sudarso tersebut.

 “Kita harapkan, petugas medis yang mendapat SK di Rumah Sakit merupakan pegawai teladan dan terlatih di bidangnya masing-masing serta memiliki SDM yang handal. Sehingga, RS Medan Labuhan benar-benar bisa menjadi RS yang membawa harapan baru,” ujarnya.

 Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Medan itu juga meminta kepada Dinas Kesehatan Kota Medan dan kepada 13 orang pejabat struktual yang dilantik pada 30 Mei lalu agar bekerja ekstra dalam melengkapi segala kekurangan seiring rencana pengoperasian RS tipe C di bulan Juli mendatang.”Kepada 13 orang pejabat itu kita harapkan terus melakukan koordinasi dengan OPD lain dalam melengkapi segala kekurangan,” katanya.

 Sudari juga meminta agar izin operasional RS dipastikan lengkap terlebih dahulu, termasuk SK penempatan pegawai yang merupakan salah satu syarat dalam pengurusan izin operasional.”Kita harapkan BKD supaya mempertimbangkan itu. OPD terkait yang menerbitkan izin diharapkan dapat saling membantu dan berkoordinasi,” harapnya.

 Kepada ke-13 pejabat struktural di RSUD Medan Labuhan, Sudari juga berharap agar para pejabat mampu mewujudkan program Wali Kota Medan Bobby Nasution, yakni menerapkan Medan Medical Tourism (MMT). Sebab dalam program itu, Kota Medan akan menjadi tujuan wisatawan, yakni mendapatkan pelayanan dan perawatan kesehatan yang maksimal sambil berwisata.

 “Dalam program MMT itu, kita harapkan dapat menciptakan pelayanan kesehatan yang berkualitas sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi di Kota Medan,” pungkasnya. (rel)

Warga Ambai Menggugat: Ketika Kekhawatiran Itu Terbukti…

PETUGAS Satpol PP Kota Medan bersama Dishub dan aparat kelurahan merazia pelajar yang terjaring dalam operasi di Pos Ambai Kafe, Jalan Ambai Medan, baru-baru ini. Kalangan pelajar dari berbagai sekolah kerap nongkrong di kafe tersebut, bahkan di saat jam pelajaran.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Februari 2021, warga Jalan Ambai, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, tak menyangka sebidang tanah kosong, diapit dua rumah permanen, yang awalnya penuh semak belukar, berubah menjadi bangunan kafe. Jalan tersebut berjarak 200 meter dari Jalan Tempuling dan Jalan Tuasan yang dipenuhi deretan kafe-kafe yang menjadi lokasi tongkrongan. Kafe belakangan menjadi fenomena gaya hidup masyarakat Medan saat ini.

Semula, warga setempat mengira tanah kosong tersebut akan dibangun rumah toko atau hunian perumahan. Warga Ambai pun tenang-tenang saja. Ketika seorang warga iseng-iseng mendatangi lokasi dan menemui beberapa pekerja yang tengah menimbun permukaan tanah dengan sirtu, didapat info lahan tersebut akan dibangun sebuah kafe.

Info itu pun cepat menyebar dari mulut ke mulut dan menjadi pergunjingan warga Ambai. Lebih satu tahun sudah, kenyamanan warga Jalan Ambai Medan dalam menjalani aktivitas kehidupan “terusik” oleh ulah usil pemilik sebuah kafe.

Kafe yang bernama Pos Ambai Coffee dinilai telah menciderai norma-norma kepatutan hidup bermasyarakat. Warga Jalan Ambai tak mau menjadi penonton. Warga Ambai tak mau tinggal diam, warga Ambai pun menggugat.

Cerita panjang keluhan warga terkait aktivitas keramaian di kafe tersebut, telah beredar luas di kalangan masyarakat melalui pesan berantai lewat WhatsApp. Kasusnya pun viral di media sosial.

Pemberitaan di media atas perseteruan warga dengan pemilik kafe menjadi sorotan dari warganet. Umumnya warganet mengecam ulah pemilik kafe yang membuka usahanya nyaris 24 jam hingga mengganggu ketenangan warga.

Namun tak sedikit warga berkomentar lain, “Namanya orang membuka usaha..sabar aja..”
Akan tetapi, warga Jalan Ambai tetap tidak memberi toleransi terhadap pemilik usaha makan dan minum itu. Selain bising dan mengundang kegaduhan serta berdiri di tengah permukiman padat penduduk, kehadiran kafe tersebut juga tanpa seizin warga setempat.

Kini warga meneruskan masalah tersebut ke “meja hijau”. Farid Wajdi dan Diurna Wantana, warga terdampak langsung dari suara bising kafe itu tergerak melakukan perlawanan hukum. Melalui kuasa hukum dari Pengurus Besar Perkumpulan Advokat Sumatera Utara (PB-PASU), keduanya ingin memberi efek jera bagi pemilik kafe bahwa usahanya tersebut merusak tatanan hidup bermasyarakat.

Ketua tim kuasa hukum kedua warga, Indra Buana Tanjung menyatakan, gugatan warga Jalan Ambai telah didaftarkan ke Pengadilan Negeri Medan dengan Noreg. 443/Pdt.G/2022 PN Medan. Pihaknya akan mengawal kasus itu hingga tuntas.

Kekhawatiran Warga Terbukti
Rivai Lubis, warga yang rumahnya bersebelahan persis dengan kafe tersebut pernah mengungkap kekhawatirannya sebelum kafe itu berdiri di sebelah kiri rumahnya. Menurut ayah tiga anak ini, kawasan Jalan Ambai adalah kawasan yang tenang dan damai. Area tersebut lebih mirip komplek perumahan yang hanya sesekali dilintasi kendaraan.

Dia khawatir jalan Ambai akan berubah seperti pasar malam. Namun, sejak setahun belakangan, ketenangan pria 47 tahun ini terusik dengan suara hiruk pikuk yang bersumber dari kafe itu.

Senada dialami Rivai, Farid Wajdi yang seorang advokat senior, rumahnya berhadapan langsung dengan Pos Ambai Kafe, juga merasakan hal yang sama. Kekhawatiran Rivai dan warga lainnya akhirnya terbukti. Baru beberapa hari saja kafe itu berdiri, warga sudah merasa terganggu.

Warga Kecam Camat dan Lurah
Indra Buana Tanjung kembali menjelaskan, berdirinya Pos Ambai Kafe di lokasi itu tidak lepas dari peran aparat terkait di daerah tersebut. Pihak kecamatan, kelurahan dan perangkat di bawahnya dituding telah memberi kemudahan bagi pemilik kafe membuka usahanya.

Kepentingan warga pun diabaikan. “Karena itulah, Camat Medan Tembung, Lurah Sidorejo Hilir dan Kepling, menjadi tergugat dalam gugatan warga,” ujar Indra.

Materi gugatan, kata Indra, adalah meminta pihak terkait dalam hal ini BKPM, Wali Kota Medan, Kadis Pariwisata Medan, menindak Pos Ambai Kafe dan menghentikan segala aktivitas di dalamnya,” kata Indra Buana.

Sebelumnya, dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi III DPRD Medan, warga Jalan Ambai tersebut menyampaikan keluhannya. Pihak Kelurahan Sidorejo Hilir yang diwakili Kasie Tramtib dalam RDP itu mengaku telah berulang kali menegur pemilik kafe agar mengurangi jam operasionalnya, namun pemilik kafe tak mengindahkan teguran itu alias bandal. Operasional tetap hingga menjelang Subuh.

Anggota Komisi III DPRD Medan Hendri Duin menyatakan, keberadaan suatu usaha bisnis di suatu lokasi sangat penting untuk meningkatkan perekonomian, namun juga harus memperhatikan komunikasi dengan warga agar terjalin dengan baik.

Kini warga Ambai tidak sendirian dalam menghadapi masalah itu. Tak sedikit warga tetangga, yakni warga Jalan Tombak, Jalan Tuamang dan sekitarnya, memberi dukungan moral atas apa yang dialami warga jirannya itu. Mereka memberi apresiasi dan dukungan dengan beragam cara. Dukungan moral dituangkan dalam pesan berantai di grup WhatsApp, SMD hingga kelompok jamaah masjid di daerah itu. Apalagi, kafe tersebut berjarak 200 meter saja dari masjid. (rel/adz)

Bupati Dairi Minta Segera Turunkan Stunting

GENDONG: Bupati Dairi, Eddy KA Berutu dan Ketua TP-PKK, Ny Romy Mariani Simarmata menggendong anak pada peringatan hari keluarga nasional ke-29 di desa Sileuleu, kecamatan Sumbul, Rabu (15/6/2022).SUMUTPOS.CO/Komimfo Dairi.

DAIRI,SUMUTPOS.CO – Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu meminta Dinas Kesehatan segera menurunkan angka stunting di kabupaten itu. Hal itu disampaikan Eddy KA Berutu saat membuka kegiatan pelayanan KB serentak sejuta akseptor (PSSA) pada peringatan hari keluarga nasional ke-29 tahun 2022 di Desa Sileuleu Parsaoran, Kecamatan Sumbul, Rabu (15/6/2022).

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika, Aryanto Tinambunan melalui Kepala Bidang Komunikasi Informasi Publik, Iswan Togatorop mengatakan, dalam kesempatan itu, Eddy menegaskan, penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin menghindari dampak jangka panjang menghambat tumbuh kembang anak.

“Kita ingin anak-anak Dairi memiliki pertumbuhan dan kecerdasan otak yang baik sesuai usianya. Bila anak mengalami tumbuh kembang terhambat/stunting, akan mempengaruhi otak sehingga kecerdasan anak tidak maksimal dan beresiko sampai dewasa”, kata Eddy.

Menurutnya, anak stunting rentan terhadap penyakit. Anak stunting berisiko lebih tinggi menderita penyakit kronis di masa dewasanya.

“Saya berharap para orang tua rutin memeriksakan kesehatan, dan pertumbuhan anak lewat fasilitas kesehatan yang ada termasuk berusaha untuk pemenuhan gizi bagi anak”, pungkasnya.

Senada dengan Bupati, Ketua TP-PKK, Ny Romy Mariani Simarmata saat pencanangan bulan imunisasi anak nasional (BIAN) menyebutkan, selama pencanangan BIAN hingga satu bulan kedepan diharapkan orang tua segera membawa anak ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat atau pos pelayanan imunisasi untuk mendapatkan imunisasi rutin.

“Penyuntikan imunisasi untuk anak sangat penting dilakukan, agar kesehatan anak dapat terjaga”, kata Romy. Selain sehat, kata Romy, imunisasi di usia dini terbilang lebih murah, dibandingkan pengobatan bila terkena penyakit diwaktu dewasa nanti, ungkapnya.

Hadir Kadis Kesehatan, Henry Manik, Kadis P3AP2KB, Nitawaty Sitohang, Kepala Bappeda, Charles Bancin, Camat Sumbul, Tetap Lingga, Kepala desa Sileu-leu, Agustina Silaban dan lainya.(rud).

Banyak Pekerjaan Tak Dikerjakan Masyarakat, Lurah Diminta Selektif Memilih Pokmas

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi I DPRD Medan, Habiburrahman Sinuraya, meminta setiap lurah di Kota Medan agar lebih selektif dalam memilih kelompok masyarakat (Pokmas) yang akan mengerjakan pekerjaan fisik maupun non fisik di masing-masing kelurahan dengan menggunakan Dana Kelurahan.

Sebab berdasarkan temuan di lapangan, banyak pekerjaan yang bersumber dari Dana Kelurahan dikerjakan oleh pihak ketiga. Padahal semestinya pekerjaan yang bersumber dari Dana Kelurahan wajib dikerjakan oleh masyarakat setempat secara swadaya.

“Kita sudah tahu mengenai informasi ini, maka yang salah itu bukan pihak ketiganya, tapi pokmasnya. Banyak Pokmas yang ditunjuk oleh lurah untuk mengerjakan sesuatu tapi nggak punya modal, akhirnya pihak ketiga lah yang ambil alih. Makanya kedepan, kita minta lurahnya selektif memilih pokmas,” ucap Habib, Rabu (15/6).

Ketua Garda Pemuda Nasdem Kota ini mengatakan, protes yang disampaikan para mahasiswa maupun masyarakat terkait pelaksanaan Dana Kelurahan selama ini sudah cukup baik. Namun akan lebih baik lagi, jika protes itu ditujukan kepada orang tepat. Misalnya dalam hal ini, Pokmas selaku lembaga yang bertanggungjawab dalam mengelola Dana Kelurahan merupakan orang-orang pilihan.

“Ketika ditunjuk untuk mengelola Dana Kelurahan tapi nyatanya Pokmas gak mampu, kan yang rugi Pokmas itu sendiri. Padahal tujuan adanya Dana Kelurahan ini adalah untuk mensejahterakan masyarakat sesuai dengan Permen 130 tahun 2018,” ujarnya.

Habib menambahkan, pihaknya tidak sepakat apabila Dana Kelurahan dikerjakan oleh pihak ketiga. Sebab hal itu dianggap melanggar Permen 30 tahun 2018 yang mana salah satu isinya adalah keterlibatan masyarakat dalam sebuah pembangunan sangat dibutuhkan.

“Dana Kelurahan ini kan sama dengan Dana Desa, cuma beda penyebutan saja. Makanya kita minta lurah jangan tutup mata soal ini. Pokmas harus benar-benar terlibat penuh mengelola anggarannya. Kan tujuan program ini baik, untuk meningkatkan taraf ekonomi masyarakat,” pungkasnya. (map/ila)

Dinas PKPPR Fokuskan Kurangi Kawasan Kumuh di Kota Medan

KUMUH: Salah satu kawasan kumuh di Sumut. Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengklaim berhasil menekan angka pengangguran dan kemiskinan di tengah pandemi Covid-19.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas PKPPR Kota Medan, Endar Sutan Lubis menyatakan, pihaknya akan berfokus terhadap masalah yang terjadi di hulu, yakni pengurangan jumlah permukiman kumuh di Kota Medan dengan program bedah rumah yang dimiliki Dinas PKPPR Kota Medan. Pasalnya, kebersihan lingkungan tempat tinggal termasuk salah satu penyebab tingginya stunting di suatu daerah.

Selain masalah permukiman kumuh, Dinas PKPPR juga akan menyediakan air bersih dan pembuatan septic yang sesuai standar kesehatan. “Program kami dalam upaya penanganan stunting adalah bedah rumah, penyediaan air bersih dan pembuatan septic tank, baik itu yang individu maupun komunal,” ucap Endar, Rabu (15/6).

Dikatakan Endar, saat ini kawasan kumuh yang akan dilakukan pembenahan terhadap lingkungan tempat tinggalnya adalah yang sesuai dengan lokasi fokus (lokus) yang telah ditetapkan Bobby Nasution melalui Surat Keputusan Wali Kota Medan. Selain itu juga, pihaknya akan mengacu dari data-data yang diperoleh.

Targetnya dalam satu tahun, Dinas PKPPR dapat mengurangi 160 hektare kawasan kumuh di Kota Medan. “Kita punya target dalam setahun ini harus dapat mengurangi atau menghilangkan kawasan kumuh rata-rata seluas 160 hektar. Salah satu lokasi yang telah kita lakukan program bedah rumah adalah di Kelurahan Bagan Deli, Medan Belawan. Setelah kita bedah lingkungan, tempat tinggalnya tersebut menjadi lebih sehat dan layak,” ujarnya.

Dijelaskan Endar, ke depannya Dinas PKPPR akan mengejar pilot project dengan membedah sebanyak 300 unit rumah. Selain itu, pihaknya juga akan membuat konsep rumah panggung, khususnya di Kelurahan Belawan Bahagia. Apalagi di kawasan itu, angka stunting yanh terdata cukup tinggi.

“Intinya bedah rumah akan dilakukan di tempat-tempat yang konsentrasi angka stuntingnya tinggi. Agar penanganan Stunting lebih maksimal sesuai arahan Pak Bobby Nasution, kebijakan dalam program bedah rumah kita rubah. Artinya rumah yang dibedah tidak lagi sebagian, namun pembenahan rumah akan dilakukan mulai dari dasar atau keseluruhan rumahnya,” katanya.

Endar pun berharap, pihaknya tidak menemukan kendala dalam program bedah rumah ini. Diharapkan, masyarakat yang rumahnya ingin dibedah dapat memastikan bahwa tanah dan rumah tersebut memang miliknya sendiri. Sebab permasalahan yang sering terjadi di lapangan, ketika salah satu rumah akan dibedah, ternyata rumah tersebut bukanlah milik penghuni itu sendiri, melainkan penghuni rumah hanya menyewa rumah tersebut.

“Kendala yang kita hadapi adalah jika terdapat suatu kawasan tinggi angka stuntingnya, namun ketika akan kita lakukan bedah rumah ternyata rata- rata rumah sewa sehingga tidak dapat kita lakukan bedah rumah,” jelasnya.

Sementara itu, Kadis Ketahanan Pangan (Ketapang) Emilia Lubis mengungkapkan, pihaknya juga melakukan upaya dalam penanganan stunting. Salah satunya dengan memastikan penguatan integrasi peningkatan ketahanan pangan dan gizi.

Menurut Emilia Lubis, program yang dilakukan Dinas Ketapang adalah Pemberian Makanan Tambahan (PMT), baik untuk Balita, Ibu hamil dan ibu menyusui.

Dengan makanan tambahan ini, diharapkan tidak terjadi rawan pangan dan dapat mencukupi gizi anak balita, ibu hamil dan ibu menyusui, sehingga akan berdampak baik bagi tumbuh kembangnya anak dan terhindar dari Stunting.

“Sebagai salah satu bentuk penanganan Stunting di Kota Medan, Dinas Ketapang memberikan makanan tambahan untuk Balita, ibu hamil dan ibu menyusui. PMT untuk balita kita berikan di Kecamatan Medan Belawan dan PMT terhadap Ibu hamil dan Ibu menyusui kita berikan di Kecamatan Medan Tuntungan. Program ini bertujuan untuk menghindari rawan pangan, jika tidak terjadi rawan pangan otomatis program pencegahan Stunting juga dapat teratasi,” sebutnya.

Seperti diketahui, dalam mempercepat penurunan angka stunting. Tahun 2022 ini, Pemko telah menyusun 15 program, 16 kegiatan dan 29 subkegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi yang dilaksanakan 10 OPD dan 30 Kelurahan dengan total pagu anggaran Rp 198.102.286.201, termasuk dana kelurahan Rp 1.905.246.381. Khusus untuk 550 balita penderita stunting yang saat ini terdapat pada 20 kecamatan telah pula ditetapkan anggaran penanganan sebesar Rp. 14.878.011.827. (map/ila)

Hari Ketiga Ops Patuh Toba 2022, Pelanggar Aturan Hanya Diberi Tindakan Simpatik

Tilang Teguran: Petugas Ditlantas Polda Sumut saat menilang warga yang melanggar peraturan lalu lintas di Medan, Rabu (15/6). Tilang tersebut berupa tilang teguran atau sanksi tindakan simpatik.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memasuki hari ketiga pelaksanaan Operasi (Ops) Patuh Toba 2022 yang dilaksanakan Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Ditlantas Polda Sumut), petugas masih menemukan banyaknya pelanggaran di jalan raya. Namun para pelanggar hanya diberikan Saksi tindakan simpatik.

Adapun, petugas lalu lintas hingga saat ini masih melakukan aksi preemtif kepada pengendara di jalan raya, berupa imbauan tata tertib berlalulintas, di sejumlah ruas jalan, di antaranya Jalan Gatot Subroto Medan, Simpang Bundaran SIB, dan di Jalan Jenderal Sudirman Medan, Rabu (15/6).

Kasubsatgas Turjagawali Ditlantas Polda Sumut, AKP MH Sitorus menjelaskan, pelanggaran yang paling sering ditemukan mulai dari tidak lengkapnya fasilitas kendaraannya, seperti kaca spion, pengendara tidak memakai helm, berboncengan lebih dari dua orang, tidak dapat menunjukkan surat kendaraannya, baik STNK maupun SIM.

“Setiap pelaksanaan penjagaan dan pengaturan lalu lintas (Gatur Lalin), personel memberikan tindakan simpatik dengan memberikan berupa tilang teguran kepada masyarakat yang melakukan pelanggaran,” ujarnya kepada sejumlah wartawan, Rabu (15/6).

Terpisah, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, di hari ketiga Ops Patuh Toba 2022, pelanggaran lalu lintas masih terlihat, nemun personel lalu lintas tetap melakukan penindakan dan menyosialisasikannya.

“Kita terus sosialisasikan kepada masyarakat, bahwa saat ini, sejak 13-26 Juni 2022, sedang digelar pelaksanan Ops Patuh Toba 2022. Jadi kita mengimbau kepada masyarakat untuk lebih patuh dan melengkapi surat kendaraannya saat hendak berpergian,” imbaunya. (dwi/ila)