Home Blog Page 2682

Menko Airlangga Dukung Penyandang Disabilitas untuk Terus Produktif dan Berkreasi

SUMUTPOS.CO – Pemerintah berkomitmen untuk terus mendukung penyandang disabilitas agar menjadi produktif serta mewujudkan kesamaan hak dan kesempatan menuju kehidupan yang sejahtera, mandiri, dan tanpa diskriminasi. Dari segi regulasi, Pemerintah juga telah mengatur hal tersebut dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.

Momentum Presidensi G20 tahun ini juga dimanfaatkan Indonesia untuk mendorong isu disabilitas sebagai isu lintas sektor dan mengajak dunia memikirkan serta membangun ekosistem disabilitas yang membuat para penyandang disabilitas menjadi lebih produktif.

Dalam berbagai kesempatan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa penyandang disabilitas adalah kelompok yang dapat menjadi mesin penggerak produktif secara ekonomi apabila diberikan kesempatan yang sama dan ruang ekspresi yang luas.

Sebagai bentuk dukungan, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menerima kunjungan Komunitas Teman MotreT (Tim Fotografi Disabilitas Banten) di Gedung Ali Wardhana, Jakarta, Kamis (12/05).

Pada kesempatan tersebut Komunitas Teman MotreT mempraktikkan skill fotografi mereka dengan melakukan sesi pemotretan bagi Menko Airlangga di salah satu ruangan kerja. Selanjutnya, Menko Airlangga juga mengajak Komunitas Teman MotreT untuk mempraktikkan kemampuan mereka dengan mengambil foto di lingkungan sekitar Gedung Ali Wardhana.

“Pemerintah dalam semua kebijakan ekonominya inklusif terhadap difabel, sehingga tentu dari sektor perekonomian melalui UMKM diberi fasilitas khusus dan spesial kepada kaum difabel. Untuk di sektor pendidikan dan sektor pelatihan vokasi, ini yang sedang didorong juga dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Kementerian Perindustrian,” tegas Menko Airlangga usai menerima kunjungan.

Sebagai informasi, Komunitas Teman MotreT (Tim Fotografi Disabilitas Banten) merupakan komunitas  fotografer yang diinisiasi para pendirinya untuk membuktikan bahwa kreativitas masyarakat dengan disabilitas juga mengikuti perkembangan dan kemajuan era teknologi saat ini. (ltg/fsr/adv/*)

Bedah Rumah Pesisir Belawan Harus Jadi Prioritas

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Guna mengatasi masalah kawasan kumuh dan rumah tak layak huni, Pemko Medan melalui Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan, diminta untuk memprioritaskan program bedah rumah di wilayah Medan bagian utara, khususnya pesisir Belawan.

Diketahui, Kecamatan Medan Belawan merupakan kawasan dengan jumlah warga paling banyak memiliki rumah tak layak huni dengan kondisi lingkungan yang kumuh.

“Kami minta Dinas PKPPR Medan dapat memprioritaskan bedah rumah di daerah pesisir Belawan,” ungkap Ketua Komisi 4 DPRD Medan, Haris Kelana Damanik, Jumat (13/5).

Haris yang juga Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Medan itu, mengaku, sangat prihatin melihat pemukiman kumuh di kawasan Medan bagian utara, khususnya pesisir Belawan yang terkesan terabaikan, dan masih jauh dari perkem- bangan pembangunan. n

Padahal, menurutnya, pengentasan lingkungan kumuh merupakan satu upaya pemerintah dalam penanganan jumlah penderita stunting.

“Bila pemukiman tak dibenahi, kasus stunting akan tetap berkelanjutan. Karena itu, masalah kebersihan dan penataan lingkungan harus dilakukan sejalan,” tutur Haris.

Haris berharap, Dinas PKPPR Kota Medan dapat merevisi persyaratan guna mempermudah masyarakat miskin dalam mendapatkan program bedah rumah tersebut.

“Sepanjang dia warga Medan, kami berharap ada solusi untuk mereka bisa mendapatkan program bedah rumah secara lebih mudah. Apalagi kalau anak pemilik rumah ternyata adalah penderita stunting,” jelasnya.

Selain itu, dia juga meminta kepada Dinas PU Kota Medan, agar lebih serius dalam membenahi infrastruktur lingkungan kumuh di Medan bagian utara, khususnya untuk pembangunan jalan dan drainase.

“Kami minta kesiapan Dinas PU terkait perbaikan infrastruktur jalan setapak dan drainase di Belawan. Kami akan komitmen dalam menyuarakan dan memfasilitasi perbaikan infrastruktur lingkungan di Belawan. Sama halnya dengan melakukan pengawasan yang maksimal terhadap kinerja OPD,” pungkas Haris. (map/saz)

Buka Seleksi Petugas Haji Daerah, Pj Sekdaprov Berharap para Petugas Jadi Duta Sumut

KETERANGAN: Pj Sekdaprov Sumut Afifi Lubis, menyampaikan keterangan usai membuka Seleksi Calon PHD Sumut 1443 Hijriah/2022 di Saka Hotel, Jalan Gagak Hitam Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sekdaprov Sumut) Afifi Lubis, membuka Seleksi Calon Petugas Haji Daerah (PHD) Provinsi Sumut 1443 Hijriah/2022 di Saka Hotel, Jalan Gagak Hitam Medan, Kamis (12/5) lalu. Ada sebanyak 36 peserta mengikuti seleksi, dan nantinya akan dipilih 20 orang yang lolos sebagai PHD Sumut.

Afifi mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menyiapkan PHD andal, profesional, berilmu, terampil, penuh dedikasi, dan mandiri, untuk dapat melayani jamaah haji 1443 Hijriah/2022 ini. Para PHD juga diharapkan menjadi duta Sumut, untuk membawa nama baik daerah ini, serta memiliki tanggung jawab moral, agar seluruh jamaah dapat melaksanakan hajinya n secara baik dan benar.

“Patut juga saya sampaikan, tahun ini pemerintah daerah hanya mengutus 2 layanan, yakni layanan umum dan kesehatan. Itu artinya, tugas saudara sangat serius dan berat, apalagi kita baru melewati masa-masa sulit dengan wabah yang menerpa, yakni Covid-19,” ungkap Afifi.

Afifi juga mengingatkan para PHD, untuk tetap semangat dan terus berdoa agar jangan ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi pada jamaah haji Sumut. Kesuksesan kegiatan haji pada tahun ini, menurutnya, sangat ditentukan dengan kondisi kesehatan jamaah. Jangan sampai terjadi klaster baru baik di Arab Saudi nantinya, maupun setelah kepulangan ke Tanah Air.

“Karena itu adalah hal yang sangat penting sebagai pertimbangan bagi Pemerintah Arab Saudi, sehingga tahun depan kuota Indonesia bisa normal kembali,” tutur Afifi.

Peserta mengikuti tahapan seleksi dimulai dari administrasi, ujian CAT, dan terakhir seleksi wawancara, yang dilakukan oleh Tim Seleksi Pemprov, Kemenag, dan MUI Sumut. (gus/saz)

Curi Besi di Rupbasan Medan, Oknum ASN Kemenkumham Sumut Dituntut 3 Tahun

SIDANG: Oknum ASN Kemenkumham Sumut, Lamhot Parasian Hutarabat, terdakwa kasus pencurian besi saat menjalani sidang tuntutan secara virtual, Jumat (13/5).Agusman/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Oknum ASN Kemenkumham Sumut Lamhot Parasian Hutarabat, dituntut 3 tahun penjara. Dia dinilai terbukti melakukan pencurian besi di area Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Kota Medan. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syryanta Desy, dalam nota tuntutannya, menjelaskan, perbuatan terdakwa melanggar Pasal 363 ayat (2) Jo Pasal 64 KUHPidana.

“Meminta supaya majelis hakim menjatuhkan terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun, dikurangi selama terdakwa berada di dalam tahanan,” ungkap Desy, dalam sidang virtual di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (13/5).

Usai mendengar tuntutan jaksa, terdakwa Lamhot yang mengikuti sidang secara daring, lantas memohon keringanan hukuman kepada ma-jelis hakim yang diketuai Immanuel Tarigan.

“Mohon keringanan hukuman Pak Hakim, saya rindu anak istri,” ungkap Lamhot.

Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim menunda n sidang hingga pekan depan.

Mengutip surat dakwaan, kasus pencurian besi yang dilakukan ASN Kemenkumham Sumut ini, bermula pada 9 Oktober 2021 lalu. Saat itu, Lamhot berjalan kaki dari Jalan Klambir 5 menuju Kantor Rupbasan Kota Medan. Sebelum mencuri besi, terdakwa menyiapkan alat berupa obeng dan tang.

Pada 10 Oktober sekira pukul 01.00 WIB, Lamhot lantas memanjat pagar Kantor Rupbasan Kota Medan. Selanjutnya, ASN Kemenkumham Sumut ini, mengambil kabel telepon dari dalam kotak besi yang ada di dalam kantor tersebut. Lalu kabel itu diikat dengan menggunakan tali plastik. Selanjutnya terdakwa membawa pergi kabel tersebut melalui tembok sisi belakang Kantor Rupbasan Kota Medan, sehingga kabel tersebut tergantung di tembok luar kantor.

Kemudian, tak lama setelah pelaku beraksi, saksi Rudi Purba yang tengah bertugas, mendapat telepon dari saksi Josua Ginting, untuk mengecek kondisi belakang kantor. Saat itu, saksi mengirim foto melalui WhatsApp, tentang adanya seseorang yang mencurigakan di belakang Kantor Rupbasan Kota Medan. Lalu saksi Rudi menghubungi saksi Jasa Sinaga.

Setelah saksi Jasa datang, saksi Rudi bersama dengan saksi Jasa mengecek ke belakang Kantor Rubasan Kota Medan, saksi melihat terdakwa sudah berjalan di dalam Kantor Rupbasan Kota Medan dan mengarah ke tembok saat terdakwa masuk.

Kemudian saksi Rudi langsung memeriksa kabel telepon di Kantor Rupbasan Medan, dan ternyata kabel telepon sudah dipotong terdakwa, dan digantung di luar tembok kantor. Mengetahui hal tersebut, saksi melakukan pengejaran dan berhasil menangkap terdakwa.

Sebelumnya, pada Juni 2021, terdakwa juga pernah mengambil besi padu milik Kantor Rupbasan Kota Medan, dan terdakwa menjualnya ke penampung barang bekas. Selanjutnya pada Agustus 2021, terdakwa kembali mengambil besi padu milik Kantor Rubasan Kota Medan, dan menjualnya ke tempat yang sama.

Akibat perbuatan terdakwa, Josua yang merupakan pimpinan di Kemenkumham Sumut, merasa keberatan dan membuat laporan ke Polsek Helvetia, guna diproses lebih lanjut. Dan dari perbuatan terdakwa, saksi korban Josua mengalami kerugian sebesar Rp3 juta. (man/saz)

BMKG: Waspadai Hujan Deras Disertai Angin Kencang

BANJIR: Sejumlah pengendara saat melintasi banjir akibat kondisi drainase yang buruk di Jalan STM Ujung Medan, beberapa waktu lalu.triadi Wibowo/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) kembali mengeluarkan peringatan dini, terkait cuaca ekstrem yang terjadi di Kota Medan, Kabupaten Deliserdang, dan sekitarnya, Jumat (13/5). Hal ini disampaikan Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Utami Al Khairiyah.

“Peringatan dini cuaca di Sumatera Utara (Sumut), terutama Medan dan n sekitarnya, berpotensi terjadi hujan sedang hingga deras, yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang,” ungkap Utami.

Pihaknya mengimbau, agar warga selalu awas, terutama dampak dari cuaca buruk tersebut, yakni banjir, longsor, serta angin puting beliung.

“Sebaiknya hindari dulu tempat-tempat paling tinggi, di tanah lapang terbuka yang kosong, bawah pohon, dan dataran rendah, tepatnya pesisir pantai serta di tempat-tempat yang banjir serta longsor,” imbau Utami lagi.

Utami menjelaskan, wilayah-wilayah yang terjadi cuaca ekstrem, yakni Kabupaten Deliserdang, seperti Tanjungmorawa, Namorambe, Patumbak, dan Delitua. Sedangkan Kota Medan, yakni Medan Tuntungan, Medan Amplas, Medan Johor, Medan Kota, Medan Sunggal, Medan Helvetia, Medan Denai, Medan Barat, Medan Deli, Medan Area, Medan Tembung, Medan Maimun, Medan Polonia, Medan Baru, Medan Perjuangan, Medan Petisah, Medan Timur, dan Medan Selayang.

Cuaca ekstrem ini, lanjutnya, juga dapat meluas ke Kota Binjai, yakni Binjai Utara, Binjai Barat, dan Binjai Timur. Kabupaten Langkat, seperti Bahorok, Salapian, Kuala, Seibingei, Selesai, Wampu, Padangtualang, Besitang, Seilepan, Batangserangan, Sawitseberang, Sirapit, dan Kutambaru.

Lalu Kabupaten Karo, yakni di Kabanjahe, Berastagi, Barusjahe, Tigapanah, Merek, Munte, Juhar, Tigabinanga, Laubaleng, Mardingding, Payung, Simpangempat, Kutabuluh, Dolat Rayat, Merdeka, Namanteran, dan Tiganderket.

“Di Deliserdang, seperti Gunungmeriah, Sibolangit, Kutalimbaru, Pancur Batu, Sibiru-biru, STM Hilir, Bangunpurba, Galang, STM Hulu, Sunggal, Percut Seituan, Batangkuis, Lubukpakam, Pagarmerbau, Pantailabu, dan Beringin, juga akan mengalami cuaca ekstrem tersebut,” tutur Utami.

Kemudian, juga bakal terjadi di Kabupaten Simalungun, Dairi, Serdangbedagai (Sergai), Kota Pematangsiantar dan sekitarnya, Toba Samosir, Asahan, Tapanuliutara (Taput), Labuhanbatu Utara (Labura), Nias Selatan (Nisel), serta Nias.

“Kondisi ini bisa terjadi hingga beberapa hari ke depan. Masyarakat juga diimbau agar selalu update terhadap informasi terbaru dari laman BMKG,” pungkas Utami. (dwi/saz)

Terlibat Jual-beli Jabatan, Zain Noval Resmi Dipecat

ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Resmi, Zain Noval dipecat dari jabatan yang sebelumnya dia emban, Kepala Badan Kepegawaian Daerah dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKDPSDM) Kota Medan. Pemecatan ini berdasar hasil pemeriksaan terhadap Noval terkait dugaan jual-beli jabatan di instansi dimaksud.

Inspektur Pemko Medan, Sulaiman Harahap mengatakan, Noval telah resmi diberhentikan dari jabatannya sebagai Kepala BKDPSDM Kota Medan. Hal itu dilakukan, setelah Noval menjalani rangkaian pemeriksaan di Inspektorat Pemko Medan.

“Pemeriksaannya sudah selesai, kemarin kan sudah diperiksa. Dan setelah diperiksa, dia diberhentikan dari jabatannya,” ungkap Sulaiman, Jumat (13/5).

Ditanya mengenai alasan Noval dipecat, Sulaiman tak menjawabnya secara gamblang. Namun, saat ditanya apakah terkait dugaan jual-beli jabatan, dia tak menampik hal tersebut.

“Dia sudah diperiksa, dan ditengarai (jual-beli jabatan) seperti itu,” tuturnya.

Dia pun menjelaskan, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Afif Nasution sudah memberikan tindakan tegas terkait hal ini. Untuk itu, Bobby meminta agar hal serupa n tidak pernah terjadi lagi di lingkup Pemko Medan.

“Seperti kata Pak Wali, harus ciptakan birokrasi yang bersih, jangan ada lagi kasus-kasus seperti ini. Jadi, Pak Wali tidak main-main dengan hal itu,” jelas Sulaiman.

Namun saat disinggung mengenai ke mana Noval ditugaskan saat ini, dan jabatan apa yang diberikan kepadanya? Sulaiman enggan menjawab.

“Kalau mengenai hal itu, bisa tanya langsung ke BKD,” imbaunya.

Sementara itu, Plh Kepala BKDPSDM Kota Medan Sutan Tolang Lubis, tak kunjung kooperatif dengan awak media. Berkali-kali ditanya tentang di mana Noval ditugaskan saat ini dan jabatan apa yang diberikan kepadanya, dia tak kunjung menjawab. Sutan enggan menjawab sambungan telepon wartawan. Begitu juga saat dikirimkan pesan lewat WhatsApp, dia hanya membaca pesan dan tak mau membalas.

Seperti diketahui, Noval sudah diberhentkan dari jabatannya sebagai Kepala BKDPSDM Kota Medan sejak 21 April 2022. Sebelumnya, dia telah dinonaktifkan sementara untuk pemeriksaan di Inspektorat Pemko Medan, sejak 31 Maret lalu. (map/saz)

Rindukan Kepemimpinan SBY, Masyarakat Minta AHY Jadi Capres

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Kerinduan masyarakat akan era kepemimpinan Presiden RI Keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlihat jelas saat Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menghadiri Dialog Kerakyatan di Jalan Bustamam, Tembung, Percut Seituan, Deliserdang, Jumat (13/5) sore. Kehadiran putra sulung SBY tersebut, disambut antusias sekitar 5 ribuan masyarakat dari Deliserdang, Kota Medan, Serdang Bedagai, hingga Asahan yang memadati lokasi kegiatan.

Ketika turun dari mobil hingga memasuki lokasi acara, masyarakat mengelu-elukan AHY sambil meneriakkan yel-yel, “AHY Presiden, AHY Presiden, AHY Presiden”. Mereka juga berebut untuk bersalaman dan tak sedikit yang mengabadikan momen kehadiran AHY tersebut dengan kamera handphone.

Dalam Dialog Kerakyatan yang digagas anggota DPRD Sumut Armyn Simatupang yang juga dipercaya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPD Partai Demokrat Sumut bersama Ketua DPD Muhammad Lokot Nasution dan empat Ketua DPC Partai Demokrat yakni Kota Medan, Deliserdang, Serdangbedagai, dan Asahan itu, masyarakat yang terdiri dari tokoh masyarakat, tokoh agama, pelaku UMKM, guru honorer dan lainnya itu, mengeluhkan permasalahan dalam kehidupan sehari-hari, utamanya akibat naiknya harga-harga barang kebutuhan pokok di tengah sulitnya perekonomian masyarakat saat ini.

“Rakyat merindukan masa-masa dulu ketika Pak SBY memimpin. Mereka merindukan program-program pro rakyat SBY,” kata Hj Anita Lubis, Ketua DPC Partai Demokrat Deliserdang yang juga ketua panitia kegiatan.

Menurut Anita, masyarakat sudah sangat mengharapkan adanya perubahan dan perbaikan, bukannya perpanjangan masa jabatan presiden. “Mereka meminta kepada Partai Demokrat untuk terus memperjuangkan nasib dan masa depan mereka. Ekspresi rakyat ini benar-benar harus kita dengarkan, terasa betul energi rakyat mengharapkan adanya perubahan dan perbaikan,” kata Anita.

Menyikapi curahan hati masyarakat terkait harga bahan pokok yang melonjak, AHY mengatakan, hal ini menjadi catatan bagi Partai Demokrat untuk memberikan solusi agar harga kembali normal. “Itulah yang kami lakukan. Partai Demokrat secara khusus, mendorong dan memberi masukan kepada pemerintah agar harga dapat terjangkau masyarakat. Kita ingin meyakinkan, pasokan itu mencukupi dan masyarkat juga bisa mendapat barang-barang itu dengan mudah jangan sampai terjadi kelangkaan,” ungkap AHY.

Diakuinya, dari kunjungannya ke beberapa daerah di Indonesia, dirinya banyak menerima keluhan soal minyak goreng, mulai dari harganya yang masih mahal hingga terjadinya kelangkaan di tengah masyarakat. “Harganya naik, susah dijangkau. Yang kita sesalkan, ada permainan mafia-mafia. Harus kita hadapi dan tidak boleh yang rugi masyarakat kita sendiri,” katanya.

AHY juga mengatakan, jika diizinkan Allah Swt memimpin bangsa ini ke depan, dirinya memastikan akan membuat program-program kerakyatan seperti yang pernah dilakukan Presiden RI keenam, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di era kepemimpinannya. “Program-program pro rakyat akan kita hidupkan lagi,” pungkasnya.

Di akhir acara, Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan Burhanuddin Sitepu, menyematkan ulos khas Karo, Uis Gara yang bermakna sebagai ucapan selamat datang kepada AHY dan istri Anisa Pohan. Untuk AHY disematkan Beka Buluh dan untuk Anisa Pohan disematkan Kadang-kadang. “Penyematan ulos khas Karo Ini bermakna selamat datang dan semoga dalam kunjungan ke Medan Pak AHY dan Ibu Anisa tetap dalam keadaan sehat hingga kembali ke Jakarta,” kata Burhanuddin Sitepu di sela kegiatan.

Ulos serupa juga pernah disematkan Burhanuddin kepada Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Almarhumah Ani Yudhoyono ketika konsolidasi partai dan deklarasi dukungan kepada pasangan Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah pada Pilgubsu 2018 lalu di Hotel JW Marriott. “Saat itu Pak AHY masih sebagai Ketua Komando Tugas Bersama (Kogasma),” pungkas Burhanuddin. (adz)

Kemensos Kunjungi Korban Kebakaran di Kabupaten Asahan

istimewa KEMENSOS: Tim Kemensos RI mengunjungi korban kebakaran di Aula Kantor Desa Seiapung Jaya Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan, Kamis (12/5).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Tim Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) mengunjungi Korban Kebakaran di Aula Kantor Desa Sei Apung Jaya Kecamatan Tanjungbalai Kabupaten Asahan Provinsi Sumatera Utara, Kamis (12/5).

Kunjungan tim ini untuk menindaklanjuti kondisi pengungsi korban kebakaran tersebut. Ini disampaikan oleh Koordinator Pemulihan dan Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial (PSKBS) Kementerian Sosial Kemensos RI Charles Purnama Siregar.

Charles juga mengapresiasi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan dan masyarakat Kabupaten Asahan yang telah melakukan gerak cepat dalam membantu korban kebakaran di Desa Seiapung Jaya.

Di tempat yang sama Bupati Asahan yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Pembangunan Buwono Prawana SIP MSi mengucapkan selamat datang kepada Tim Kemensos RI yang telah berkunjung ke Kabupaten Asahan untuk menindaklanjuti kondisi pengungsi korban kebakaran di Desa Seiapung Jaya. “Kedatangan tim ini merupakan wujud kepedulian Kemensos RI kepada masyarakat Kabupaten Asahan,” ucap Buwono.

Buwono juga mengatakan, saat ini korban kebakaran mulai membangun secara berlahan rumah mereka.

Menutup pembicaraannya Buwono mengucapkan terima kasih juga kepada masyarakat Kabupaten Asahan yang telah memberikan bantuannya untuk meringankan beban saudara kita yang terkena musibah.

Turut hadir Kadis Sosial Kabupaten Asahan, Forkopimcam Kecamatan Tanjung Balai, Kepala Desa Seiapung Jaya dan korban kebakaran Desa Seiapung Jaya. (dat/azw)

Wabah PMK Tidak Menular ke Manusia

KUNJUNGAN: Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan Kota Tebingtinggi Marimbun Marpaung ketika menerima kunjungan tim dari Polres Tebingtinggi, Jumat (13/5).sopian/sumut pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas (Kadis) Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan (Ketapang) Kota Tebingtinggi, Marimbun Marpaung menyatakan bahwa penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak sapi tidak menular kepada manusia.

“Akan dilakukan koordinasi dengan pihak Provinsi Sumatera Utara apabila ada ditemukan PMK hewan sapi di wilayah Kota Tebingtinggi. Penyakit ini tidak menular kepada manusia,” jelas Marimbun di kantornya Jalan Gunung Lauser Kota Tebingtinggi ketika menerima kunjungan dari pihak Polres Tebingtinggi, Jumat (13/5).

Marimbun kembali mengimbau kepada seluruh warga Kota Tebingtinggi yang memiliki ternak sapi agar melaporkan kepada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Peternakan Kota Tebingtinggi apabila mendapati hewan ternak sapi mengalami penyakit mulut dan kaki, karena dua bulan mendatang akan ada perayaan Hari Raya Idul Adha, akan banyak warga menyembeli hewan sapi.

Ciri-ciri penyakit penyakit mulut dan kaki hewan sapi adalah hewan tersebut mengalami demam tinggi, pembengkakan kelenjar di bawah rahang sekitar mulut dan muncung, gusi, kuku melepuh, mulut berbusa, sebagian muncul luka melepuh di lidah dan rongga mulut.

“Hewan ternak sapi akan mengalami pincang, luka pada kaki dan diakhiri lepasnya kuku. Tidak mau makan, gemetar dan sulit berdiri, bernafas dengan cepat, menular sangat cepat dan penurunan berat badan hewan ternak sapi,” papar Marimbun.

Marimbun kembali memaparkan, bahwa sampai saat ini sesuai dengan laporan dari petugas kesehatan Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Pertenarkan Kota Tebingtinggi belum ditemukan adanya wabah penyakit mulut dan kuku hewan sapi, domba, kambing, dan hewan ternak babi, tetapi menghadapi wabah penyakit hewan ini, pihaknya akan tetap melakukan koordinasi dengan pihak yang ada seperti pihak kepolisian Polres Tebingtinggi.

“Kita akan melakukan rapat koordinasi bersama dengan instansi terkait untuk mengambil langkah-langkah dalam mengantisipasi penyebaran penyakit mulut dan kaki hewan ternak sapi, serta akan melakukan sosialisasi untuk masyarakat peternak sapi di wilayah Kota Tebingtinggi, karena saat ini di wilayah Aceh sudah ditemukan wabah tersebut,” pungkasnya. (ian/azw)