31 C
Medan
Saturday, February 7, 2026
Home Blog Page 2681

Emak-emak Geruduk Barak Narkoba, Bukti Penegak Hukum Tutup Mata

BERSIHKAN: Dua warga sedang membersihkan lokasi yang diduga dijadikan barak narkoba di Kelurahan Payaroba, Binjai Barat, baru-baru ini.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Persoalan puluhan emak-emak yang menggeruduk sendiri barak narkoba di Jalan Pakis, Kelurahan Payaroba, Binjai Barat, merupakan persoalan serius. Menurut Sekretaris Gerakan Anti Narkoba Sumut, Muhammad Effendi, hal tersebut menunjukan aparat penegak hukum tidak peka.

Effendi pun menilai, aparat penegak hukum seolah tutup mata. Jika dibiarkan keberadaan barak narkoba tumbuh subur, menurutnya, generasi penerus dari Kota Binjai bakal tak dapat terselamatkan. “Pemerintah dan penegak hukum harus serius dalam rangka upaya menyelamatkan generasi muda,” ungkap Effendi, Rabu (16/3) lalu.

Sejatinya, kepolisian punya personel yang bertugas di unit maupun satuan intelijen dan keamanan. Karena adanya puluhan emak-emak menggeruduk barak narkoba tanpa dikomandoi, Effendi merasa, aparat penegak hukum kebobolan.

“Mengingat peristiwa emak-emak geruduk barak-barak yang diduga disalahgunakan sebagai tempat pakai narkoba, pemerintah dan penegak hukum harusnya lebih dulu menertibkan lapak tersebut,” katanya.

“Tertibkanlah, pemerintah dan penegak hukum harus tegas. Siapa lagi yang peduli kalau bukan kita semua?” tegas Effendi lagi.

Diketahui, barak narkoba tersebut diduga milik oknum Ketua Organisasi Kepemudaan berinisial MN. Emak-emak yang resah terhadap keberadaan barak ini, langsung beraksi ke lokasi. Mereka datang menggeruduk tanpa ada yang memerintahkan.

Sesampai di lokasi, suasana memanas. Seorang laki-laki yang diduga menjaga atau pengawas barak tersebut, coba menghalangi. Alhasil, terlibat adu mulut antara mereka. Bahkan ada juga yang menyebutkan laki-laki tersebut merupakan pemilik narkoba. Dia datang lantaran takut lapak narkoba miliknya dibakar oleh massa yang emosinya sudah memuncak.

“Bakar saja ini. Suami awak, anak awak, sudah datang kemari. Ayo kita bakar,” seru seorang emak di antara kerumunan massa. (ted/saz)

Satgas Kamtib Sidak Rutan Kabanjahe

PERIKSA: Petugas saat memeriksa dan merazia blok yang dihuni warga binaan pemasyarakatan.

KARO, SUMUTPOS.CO – Satgas Kamtib Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkumham Sumut, kembali mengadakan inspeksi mendadak (sidak) ke UPT Pemasyarakatan Rutan Kelas IIB Kabanjahe. Hal ini dalam rangka meningkatkan pelayanan masyarakat dan menciptakan kondisi rutan yang terbebas dari handphone dan penyalahgunaan narkoba.

Sebagai upaya terus meningkatkan Zero Halinar (handphone, pungli, narkoba) di Rutan Kabanjahe, Personel Satgas Kamtib Kanwil Kemenkumham Sumut, bersama Petugas Pengamanan melaksanakan giat razia insidentil ke seluruh kamar blok hunian warga binaan pemasyarakatan (WBP).

Dari razia yang turut dihadiri Plh Kepala Rutan Kabanjahe Jonson Bangun, dan Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan Dicky Yehezkiel Hasibuan, tidak ditemukan satupun benda yang berpotensi menimbulkan gangguan Kamtib, baik itu handphone maupun narkoba.

“Kami bersyukur, karena dalam situasi razia insidentil yang melibatkan tim dari Kanwil, tidak ditemukan satupun barang terlarang. Hal ini menunjukkan, Rutan Kabanjahe semakin pasti dalam menciptakan Zero Halinar. Tidak lupa juga saya mengapresiasi jajaran pengamanan yang semakin berkomitmen dan konsisten dalam menciptakan suasana aman dan tertib di Rutan Kabanjahe,” ungkap Kepala Kesatuan Rutan Dicky Yehezkiel Hasibuan.

Ke depannya, Rutan Kabanjahe akan tetap meningkatkan kualitas pengamanan dengan penguatan pemeriksaan di P2U, serta mengadakan razia insidentil susulan. (deo/saz)

Intensitas Hujan Tinggi, Drainase Buruk Berastagi Dilanda Banjir

MELUAP: Air meluap bak sungai ke ruas jalan dan rumah-rumah warga di Kelurahan Gundaling 1 Berastagi, Kamis (17/3).

KARO, SUMUTPOS.CO – Hujan deras yang mengguyur Kota Berastagi pada Kamis (17/3) siang, menyebabkan banjir di sejumlah titik Kelurahan Gundaling 1, Kecamatan Berastagi.

Beberapa titik terparah terjadi di Jalan Perwira, tepat depan SMP Negeri 1 Berastagi, dan kawasan Listrik Atas Berastagi. Bak sungai, air meluber ke ruas jalan. Tak cuma itu, air bercampur bebatuan juga masuk ke rumah-rumah warga.

Selain belakangan ini intensitas hujan yang tinggi, buruknya saluran-saluran drainase dipastikan jadi penyebab terjadinya banjir. Warga yang rumahnya terendam banjir sontak kalang kabut menguras dan menyelamatkan barang-barang yang berada di rumah.

Ketua Karang Taruna Kecamatan Berastagi, Premi Sembiring, melalui Bendahara Yoga Surbakti, mengaku sangat prihatin dengan kondisi ini. Karena itu, dia dan warga meminta Pemkab Karo dan dinas terkait segera meninjau dan melakukan perbaikan serta pembangunan saluran drainase.

“Jangan nanti setelah ada korban baru dicari solusi. Kondisi ini sudah sangat mencemaskan,” ungkap Yoga.

Seorang warga Lingkungan 3, Listrik Atas, Kelurahan Gundaling 1, Raniwati Br Situkkir mengatakan, di kawasan tempat dia tinggal juga kebanjiran dan bebatuan serta lumpur memasuki rumah-rumah warga, sehingga harus bergotong-royong untuk membersihkannya.

Sementara Plt Lurah Gundaling 1, Kartama Pratama Tarigan mengatakan, banjir terjadi karena peningkatan volume air dan beberapa titik juga terlihat banjir akibat hujan deras melanda Kecamatan Berastagi dan sekitarnya.

“Dengan ini kami menghimbau masyarakat Gundaling 1, Berastagi, agar berhati-hati di musim penghujan ini. Karena banjir serta longsor bisa kerap terjadi. Begitu juga dengan rumah-rumah yang rawan longsor, agar tetap awas. Kalau bisa, tinggakan dulu atau mengungsi ke rumah famili terdekat,” saran Kartama.

Kartama juga berharap kepada dinas terkait, agar dapat segera menangani masalah banjir ini, terlebih karena sistem drainase yang sudah banyak tidak berfungsi dan tersumbat di Kelurahan Gundaling 1, sehingga tidak mampu menampung debit air saat hujan deras turun. (deo/saz)

Bipih Masih Bisa Kurang

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Usulan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (Bipih) tahun 1443 Hijriah dari Kementerian Agama, mengalami penurunan, yang semula Rp45 juta menjadi Rp 42 juta. Meski begitu, usulan tersebut menuai protes dari sejumlah anggota DPR yang menilai biaya ibadah haji tersebut kemahalan.

ANGGOTA Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Samsu Niang menyebut, estimasi biaya Rp42 juta masih terlalu tinggi. Menurutnya, besaran ongkos haji di atas Rp40 juta masih memberatkan masyarakat.

“Anggararan Bipih estimasi Rp45 juta dan Rp42 juta tanpa prokes masih terlalu tinggi, kalau bisa dikurangi karena tidak ada PCR. Perlu pendalaman yang khusus, karena kondisi Covid-19 saat ini, ekonomi sangat tidak bagus. Kalau biaya haji atas Rp40 juta saya kira sangat berat,” ujar Samsu Niang, kemarin.

Dia berharap, besaran biaya haji paling tidak sama dengan tahun sebelumnya. “Saya harapkan minimal sama dengan periode lalu,” katanya.

Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi Gerindra Subarna juga menilai, usulan ongkos haji oleh Kemenag sebesar Rp42 juta masih tinggi dibanding ongkos haji pada periode sebelumnya. Dia meminta Kemenag kembali menyisir komponen biaya haji agar angka tersebut bisa ditekan. “Kita berkewajiban tekan biaya haji seefesien mungkin. Ini jomplang sekali antara 2020 dengan 2022, hampir Rp 7 juta lebih,” kata Subarna.

Pemerintah Arab Saudi mulai longgarkan prokes COVID-19 berupa jaga jarak. Kini jamaah di Masjidil Haram Makkah bisa melaksanakan salat dengan barisan yang rapat (Foto: Dok. Haramain Sharifain)

“Perlu dibahas detail untuk menyisir dan per item. Dengan Rp 42 juta bisa ditekan,” ujar dia.

Anggota Komisi VIII DPR dari Fraksi PKS, Bukhori Yusuf juga menilai biaya tersebut masih cukup tinggi. “Cara kita melihatnya tentang gaya kemampuan masyarakat jemaah haji itu dengan angka Rp42 juta sebenarnya masih cukup tinggi,” ujar Bukhori Yusuf.

Bukhori melihat peluang biaya haji masih bisa dikurangi. Pasalnya, ada kebijakan baru dari pemerintah Arab Saudi terkait pelonggaran protokol kesehatan. “Kami dari panja, saya pribadi melihat ada peluang-peluang yang masih bisa dikurangkan sehingga nanti bisa dikurangkan dari biaya itu (Rp 42 juta),” kata Ketua DPP PKS itu.

Untuk itu, dia meminta pemerintah RI melihat secara langsung realitas di lapangan, dalam hal ini Arab Saudi. Jika sudah mendapat gambaran, perumusan biaya haji bisa dibahas kembali. “Setelah kita lihat itu, kita baru akan bisa melakukan pembahasan secara lebih riil, secara lebih nyata. Jangan sampai kita hanya membahas biaya semua ngawang-ngawang. Itu berbahaya,” jelas Bukhori.

Sementara, Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Ace Hasan Syadzily lewat pesan singkatnya kepada wartawan mengatakan, Komisi VIII bakal mengundang sejumlah kementerian untuk duduk bareng membahas biaya haji ini. “Kami akan mengundang Kementerian Kesehatan dan Kementerian Perhubungan serta pihak maskapai penerbangan untuk didalami kemungkinan adanya biaya yang diperlukan, apakah ada penurunan kembali atau sebaliknya,” ujar Ace.

Biaya tersebut perlu dipastikan, karena komponen biaya penerbangan merupakan komponen biaya haji yang besar. Apalagi tengah terjadi kenaikan harga minyak dunia. “Kita tahu bahwa saat ini harga minyak dunia juga sedang mengalami kenaikan. Apakah kenaikan tersebut berdampak terhadap biaya penerbangan haji?,” jelas Ace.

Ia berharap Bipih atau biaya yang ditanggung jamaah bisa lebih rendah dari yang diusulkan Pemerintah (Rp42 juta). Hal tersebut, jelas Ace, perlu dipastikan dengan melihat kondisi obyektif kebutuhan Haji tahun ini dan sustainabilitas keuangan. “Memang perlu penyesuaian biaya penyelenggaraan Haji tahun 2022 ini dengan adanya kebijakan Pemerintah Arab Saudi tidak menerapkan karantina dan kewajiban PCR bagi calon jemaah Haji,” pungkasnya.

Sebelumnya, dalam rapat kerja bersama Komisi VIII DPR pada Rabu (16/3), Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kementerian Agama Hilman Latief mengumumkan usulan Bipih Rp42 juta. “Kami siapkan alternatif usulan BPIH 2022 dengan asumsi tidak ada prokes. Dengan ringkasan total BPIH per jemaah adalah untuk 2020 adalah Rp 69 juta, maka untuk 2022 sekitar Rp83 juta. Dan untuk Bipih dibayarkan jamaah Rp45 juta menjadi Rp42 juta,” kata Hilman Latief.

Hilman mengatakan Kemenag belum mendapat kepastian jumlah kuota haji bagi WNI dari Pemerintah Arab Saudi. Meski begitu, dia menyebut pihaknya optimis WNI mendapat kuota haji pada tahun ini walaupun jumlahnya terbatas.

Arab Saudi melonggarkan sejumlah pembatasan Covid-19 di Masjidil Haram-Masjid Nabawi. Dua masjid itu kini boleh berkapasitas penuh bagi warga yang sudah vaksin. Foto: AP Photo/Amr Nabil

“Sampai saat ini kepastian ada atau tidaknya ibadah haji pada 2022 belum dapat diperoleh. Meskipun demikian, jika lihat perkembangan ini, kami optimis pada 2022 pemerintah Saudi akan selenggarakan ibadah haji walaupun dengan kuota terbatas,” ujarnya.

Hilman menyebut optimisme itu lantaran Pemerintah Arab Saudi telah menghapuskan sejumlah aturan protokol kesehatan (prokes), seperti tes swab PCR dan karantina. “Optimisme adanya haji tahun ini dengan mengundang negara lain semakin kuat. Ada beberapa indikasi, dicabutnya aturan prokes, ketentuan social distancing di masjid dengan syaratkan masker di lokasi aktivitas, tidak disyaratkan penggunaan masker di kondisi terbuka, tidak disyaratkan hasil tes PCR, karantina,” katanya.

Pemerintah Arab Saudi sebelumnya diberitakan membuka pintu untuk ibadah haji bagi semua negara. Kabar tersebut diberitakan oleh The Guardian Nigeria atau guardian.ng seperti dilihat, Selasa (8/3). Dalam artikelnya, media tersebut menyatakan Arab Saudi mengkonfirmasi keikusertaan oleh jemaah haji dari seluruh dunia untuk masa haji tahun ini. Kementerian Haji dan Umrah Saudi disebut bakal merilis revisi kuota haji 2022 bagi masing-masing negara peserta.

Diberitakan Saudi Press Agency, aturan jaga jarak di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi serta masjid lainnya di Arab Saudi kini telah dicabut. Namun jamaah masih harus menggunakan masker saat beribadah di masjid. Arab Saudi juga tidak lagi mewajibkan para pelancong untuk menjalani karantina Covid-19 saat tiba di negara tersebut. Mereka tidak perlu lagi menyertakan hasil tes PCR pada saat kedatangan. (dtc)

Lima dari Tujuh Lapangan Olahraga yang Ditargetkan Bobby Nasution Akan Dibangun

Lapangan olahraga di Medan akan dibenahi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komitmen Wali Kota Medan Medan Bobby Nasution untuk membenahi lapangan olahraga khususnya yang ada di tujuh Kecamatan ternyata mendapat dukungan dari pihak ketiga. Dari tujuh lapangan yang akan dibenahi lima lapangan akan dibangun oleh pihak ketiga atau donatur. Dengan begitu semula biaya pembangunan yang akan menggunakan APBD Kota Medan, maka untuk lima lapangan olahraga tersebut biaya pembangunannya akan ditanggung pihak ketiga.

Hal ini terungkap saat rapat rencana pembangunan lapangan olahraga yang dipimpin Wali Kota Medan diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Muhammad Sofyan di ruang rapat III, Kantor Wali Kota, Kamis (17/3/2022). Lapangan yang dibenahi merupakan dibawah kewenangan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Medan.

Rencana awal pembenahan lapangan olahraga sesuai instruksi Bobby Nasution adalah Lapangan Pertiwi di Medan Barat, Lapangan Balai Desa di Medan Helvetia, Lapangan Martubung/ Ladon di Medan Labuhan, Lapangan Sejati di Medan Johor, Lapangan Gajah Mada Krakatau di Medan Timur dan Lapangan Rengas Pulau di Medan Marelan dan Lapangan Tuntungan di Medan Tuntungan.

Dalam rapat yang dihadiri Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan Muslim, Kabag Tapem Andi Mario Siregar dan segenap Perwakilan Kecamatan tersebut terungkap lapangan yang akan dibangun pihak ketiga adalah lapangan Pertiwi di Kecamatan Medan Barat, lapangan Martubung di Medan Labuhan, lapangan Balai Desa di Medan Helvetia, kemudian lapangan Gajah Mada Krakatau di Medan Timur dan Lapangan Sejati di Medan Johor.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Muhammad Sofyan menjelaskan bahwa sesuai arahan Pak Wali Kota, hadirnya pihak ketiga atau donatur merupakan keberkahan bagi Kota Medan. Sebab disaat Pemko Medan akan melakukan pembenahan di tujuh lapangan, ternyata pihak donatur bersedia membangun lima lapangan.

“Keinginan Pak Wali dan kesediaan Donatur untuk membantu ini harus kita sambut dengan baik. Lapangan olahraga ini akan segera dibangun sesuai arahan pak Wali. Hadirnya Donatur ini juga berkat keseriusan Pak Wali dalam membenahi lapangan olahraga dan kolaborasi yang terjalin baik dengan stakeholder,” Kata Aspem.

Menurut Aspem, konsep yang telah ada di Dispora diharapkan dapat langsung disegerakan pembuatan DED dan RAB sehingga dapat diberikan kepada pemborong untuk segera dibangun. Kemudian bagi Kecamatan diharapkan dapat memberikan informasi kepada masyarakat terkait dengan rencana pembangunan lapangan di tujuh kecamatan tersebut.

“Kecamatan kita minta untuk dapat menginformasikan dan mensosialisasikan kepada masyarakat bahwa Pemko Medan akan melakukan pembenahan lapangan olahraga, terutama yang akan dibangun oleh pihak donatur,” Sebut Sofyan.

Sebelumnya Kadispora Pulungan Harahap mengungkapkan bahwa pertemuan ini dilakukan guna membahas pembenahan dan pembangunan tujuh lapangan olahraga di kecamatan, khususnya untuk lima lapangan yang akan dibangun pihak ketiga. Artinya melalui pihak kecamatan harus benar-benar siap mendukung dan membantu kelancaran pembangunan yang akan dilakukan nantinya.

“Pembenahan ketujuh lapangan olahraga yang ada di kecamatan itu termasuk lima lapangan yang akan dibangun donatur nantinya fokus utamanya adalah lapangan sepak bola mini ditambah dengan sarana olahraga lainnya seperti jogging track, panjat tebing, basket, sepak takraw, serta sarana alat- alat olahraga,” kata Kadispora.

Dijelaskannya, saat ini tahap pembenahan lapangan olahraga sudah pembuatan DED oleh Dinas PKP2R, dalam beberapa hari ini akan terbit RAB, selanjutnya akan diberikan kepada pemborong untuk segera dibangun.

“Lapangan Pertiwi di Medan Barat akan dibangun pertama oleh pihak ketiga. Kita targetkan setiap bulan ada satu lapangan yang dimulai pembangunannya,”ungkapnya.

Pulungan Harahap menambahkan pembenahan lapangan olahraga ini dilakukan sejak lapangan berada dibawah kewenangan Dispora di tahun 2021. Kemudian di tahun ini Pak Wali Kota meminta lapangan tersebut dibenahi untuk memasyarakatkan olahraga juga untuk menyokong bibit muda pemain PSMS Medan.(rel)

Pratama Arhan Jadi Duta LG di Indonesia

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – LG Electronics Indonesia (LG) resmi menunjuk pesepakbola muda, Pratama Arhan Alif Rifai, menjadi duta bagi merek LG di Indonesia. Penunjukan ini membuat pemuda yang juga menjadi salah satu andalan tim nasional sepakbola Indonesia tersebut bakal menjadi wajah yang mewakili bagi seluruh produk LG di Indonesia.

“Pribadinya mewakili semangat yang sama dengan yang diusung perusahaan, yaitu selalu berupaya menjadi yang terbaik dan menginspirasi lebih banyak orang di Indonesia untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik,” ujar Lee Taejin, President of LG Electronics Indonesia. Lebih lanjut ia menyatakan, peran sebagai duta merek ini akan berlangsung sepanjang 6 bulan sejak hari ini.

Memiliki nama lengkap Pratama Arhan Alif Rihai, pria kelahiran dua puluh tahun silam yang akrab dipanggil Arhan ini kini berkarir sebagai bek kiri klub sepakbola bergengsi di J2 Jepang. Memulai karir profesional di cabang olahraga sepakbola bersama Persatuan Sepakbola Indonesia Semarang, nama Arhan meraih popularitas tinggi di Indonesia sejak penampilan memukaunya di kejuaraan ASEAN Football Federation Championship (AFF) 2020 lalu.

Bermain bagi Indonesia, dalam kejuaraan tersebut, Arhan berhasil meraih penghargaan sebagai Pemain Muda Terbaik. Prestasi inilah yang kemudian menarik perhatian LG di Indonesia untuk mendapuknya sebagai duta bagi mereknya.

Sebagai duta merek LG di Indonesia, Arhan tak hanya bakal terlibat dalam mempromosikan berbagai produk LG. Namun lebih dari itu, pemain muda berbakat ini juga akan menyebarkan semangat perusahaan dalam menginspirasi generasi muda untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik melalui karya dan prestasi.

“Tak cuma talenta. Komitmen dan upaya keras yang konsisten untuk memberikan hal terbaik dalam diri hingga dapat menginspirasi lebih banyak orang untuk menciptakan hidup yang lebih baik. Semangat inilah yang selaras dengan semangat perusahaan dalam penciptaan setiap produk dan layanannya di Indonesia. Untuk kehidupan lebih baik yang layak didapatkan bagi siapapun,” tutup Lee Taejin. (rel/sih)