Home Blog Page 2681

Bertemu Menteri Kamboja dan Malaysia, Mendag Bahas Ekonomi ASEAN

Menteri Perdagangan RI, Muhammad Lutfi melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Kamboja, Pan Sorasak di Washington D.C, Amerika Serikat, Kamis (12 Mei).

WASHINGTON DC, SUMUTPOS.CO – Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Kamboja Pan Sorasak dan Menteri Perdagangan Internasional dan Industri Malaysia Dato’ Seri Mohamed Azmin Ali. Pertemuan ini membahas penguatan ASEAN dalam aspek pertumbuhan ekonomi.

Pertemuan bilateral juga membahas persiapan pelaksanaan rangkaian Pertemuan Spesial ASEAN Economic Ministers (AEM) yang akan dilaksanakan pada 17—18 Mei 2022 di Bali, Indonesia.Mendag Lutfi juga menyampaikan pembahasan kondisi ekonomi global, antara lain terkait peningkatan proteksionisme era modern, peningkatan inflasi pascakonflik Rusia-Ukraina yang memicu krisis energi dan inflasi harga dunia, serta peningkatan ketidakpercayaan dunia terhadap sistem perdagangan multilateral yang telah memberikan dampak negatif bagi pertumbuhan ekonomi di kawasan.

Disamping itu, dibahas juga berbagai agenda yang ditawarkan oleh negara-negara ekonomi besar seperti Indo-Pacific Economic Forum (IPEF) oleh Amerika Serikat, European Union Indo-Pacific Strategy oleh Uni Eropa, Belt Road Initiatives (BRI) oleh Tiongkok, serta kebijakan seperti EU Green Deal dan UK Environmental Act (Due Diligence on Forest Risk Commodities).

Mendag Lutfi menekankan, rantai pasok di ASEAN akan sangat terganggu di masa mendatang apabila ASEAN tidak segera merespon berbagai perkembangan situasi ekonomi dunia yang terjadi dewasa ini.

“ASEAN perlu segera mengambil aksi nyata untuk memperkuat posisi sentralitas ASEAN melalui berbagai inisiatif berbasis proyek dan merevitalisasi ASEAN sebagai basis produksi dalam penguatan rantai pasok ekonomi di kawasan,”tegas Mendag Lutfi.

Mendag Lutfi memandang penguatan ekonomi harus berasal dari dalam ASEAN. ASEAN memiliki berbagai inisiatif bersama yang perlu direvitalisasi seperti proyek pupuk Aceh ASEAN, proyek Urea ASEAN di Malaysia, proyek fabrikasi tembaga ASEAN di Filipina, proyek abu soda garam batu di Thailand, serta proyek vaksin ASEAN di Singapura.

“Untuk itu, ASEAN perlu meningkatkan proyek-proyek serupa di masa mendatang sehingga dapat memperkuat ketangguhan ASEAN terhadap berbagai agenda atau kebijakan negara lain yang dapat mengganggu rantai pasok di kawasan,”ungkap Mendag Lutfi

Pandangan singkat Mendag Lutfi mendapattanggapan positif dari Menteri Sorasak dan Menteri Azmin yang juga berpandangan sama. Menteri Sorasak, selaku ketua AEM tahun ini akan mendukung penuh pelaksanaan AEM Special Meeting yang akan dilaksanakan di Bali dan akan mengupayakan terbentuknya kesepakatan yang lebih konkrit dari seluruh Menteri Ekonomi ASEAN dalam merespon perkembangan ekonomi global saat ini.Pada hari yang sama, Mendag Lutfi juga menghadiri kegiatan Indonesia Ministers Meeting with United States Business Leaders yang diinisiasi Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Pertemuan ini menghadirkan 12 pimpinan perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat antara lain Microsoft, Cargill, P&G, Johnson&Johnson, Chevron, Exxonmobil, dan C4V.Pada pertemuan ini, Mendag Lutfi menyampaikan, Indonesia menargetkan untuk keluar dari jebakan pendapatan kelas menengah melalui pelipattigaan produk domestik bruto (GDP) per kapita dari USD 4,000 menjadi sekitar USD 12,500 pada periode 2038—2040.

Dalam mencapai target ini, peningkatan investasi infrastruktur secara masif menjadi kunci utama Pemerintah Indonesia. Untuk menunjang pencapaian tersebut, Indonesia mendukung keterbukaan akses pasar perdagangan internasional.

“Peningkatan investasi diharapkan dapat mendukung tujuan besar Pemerintah Indonesia untuk keluar dari status negara dengan pendapatan menengah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia secara umum,” tutup Mendag Lutfi.(*/rel)

Selama April 2022, Penjualan Tenaga Listrik di Sumut Naik 3,5 persen

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN UIW Sumatera Utara mencatat konsumsi pemakaian tenaga listrik masyarakat di Wilayah Sumatera Utara meningkat. Hal ini terbukti pada Bulan April 2022, konsumsi listrik di Sumatera Utara tumbuh 3,5 persen atau sebesar 34 MWh (berdasarkan laporan penjualan tenaga listrik Bulan April 2022) bila dibandingkan Bulan Januari 2022. Beban puncak tertinggi sepanjang Januari hingga April 2022, terjadi pada Bulan Maret 2022 yakni 1.950 MW.

General Manager PLN UIW Sumatera Utara, Pandapotan Manurung, mengatakan kenaikan konsumsi listrik ini menjadi sinyal positif pemulihan ekonomi nasional khususnya di Sumatera Utara. Pertumbuhan itu merupakan total dari rata – rata pertumbuhan per segmen tarif. Seperti segmen tarif rumah tangga yang tumbuh 4,4 persen, segmen tarif industri naik 2,38 persen dan segmen tarif bisnis naik 1,96 persen.

“Kenaikan pemakaian listrik ini menjadi sinyal bahwa perekonomian Sumatera Utara telah pulih kembali. Aktivitas masyarakat telah kembali normal, sehingga mendorong konsumsi listrik terutama di sektor industri dan sektor bisnis,” kata Pandapotan.

Sejumlah upaya dilakukan PLN UIW Sumatera Utara demi meningkatkan pemanfaatan listrik khususnya pada sektor industri, salah satunya melalui captive power acquisition yaitu mengakuisisi pembangkit berbahan bakar fosil milik pelanggan dengan beralih ke listrik yang dihasilkan PLN. Hal ini bertujuan agar mengurangi konsumsi bahan bakar fosil sehingga pelanggan (industri dan bisnis) dapat menghemat biaya produksi.

PLN UIW Sumatera Utara berupaya meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Sektor-sektor yang mendukung perekonomian seperti pertanian, perkebunan dan perikanan, serta kelautan menjadi sasaran utama dalam meningkatkan penjualan tenaga listrik di Sumatera Utara yaitu melalui program electrifying agriculture dan electrifying marine.

Dengan meningkatnya konsumsi pemakaian tenaga listrik ini, perekonomian di Sumatera Utara tumbuh 3,90 persen secara year on year pada kuartal pertama tahun 2022 sejalan dengan membaiknya ekonomi nasional (sumber : BPS Sumatera Utara). Hal ini menjadikan Sumatera Utara berkontribusi sebesar 22,92 persen dalam pertumbuhan perekonimian di Pulau Sumatera.

Tak hanya itu, PLN UIW Sumatera Utara juga mengkampanyekan gaya hidup baru berupa electrifying lifestyle melalui penggunaan kompor induksi dan kendaraan listrik yang rendah emisi dan ramah lingkungan. Selain itu, PLN UIW Sumatera Utara terus mensosialisasikan program diskon biaya tambah daya dan kemudahan mengakses layanan PLN melalui aplikasi PLN Mobile.

Menurut Pandapotan, pelanggan bisa menikmati berbagai fasilitas layanan melalui aplikasi PLN Mobile. Setelah diluncurkan pada 18 Desember 2020 lalu, terdapat 1.872.921 pelanggan yang sudah terdaftar di aplikasi PLN Mobile dengan tingkat kepuasan mencapai 4,8 dari skala 5. (ila)

Jadi Guru Tamu, Mendikbudristek Masuk Kelas Bersama Desta

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Di tengah suasana gembira para siswa menikmati pembelajaran tatap muka (PTM), Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim tiba-tiba masuk kelas VIII SMP Negeri 5 Jakarta. Bersama Desta yang sudah masuk terlebih dahulu, Mendikbudristek yang sering disapa Mas Menteri ini hadir menjadi guru tamu menemani Ladi Diana Tarigan dalam segmen #masukkelas tayangan Puncak Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2022 yang ditayangkan di kanal YouTube Kemendikbud RI, TV Edukasi, dan Indonesiana.TV, pada Jumat (13/5).

“Apa kabar adik-adik? Waduh cerah sekali ini muka-mukanya. Senang banget ya bisa kembali ke sekolah. Saya ingin tahu nih dari adik-adik pengalaman tatap mukanya?,” sapa Nadiem.

Menanggapi pertanyaan Mas Menteri, salah satu siswa dengan semangat menceritakan pengalaman PTM nya. “Pengalaman PTM saya, menurut saya itu sangat menyenangkan. Karena waktu saya lulus SD saya belum pernah ketemu teman-teman saya sama sekali di SMP, jadi waktu kelas 7 sangat sedih tidak bisa ketemu teman-teman baru. Tapi sekarang sudah senang,” urai Diandra.

Menteri Nadiem megutarakan semangat gotong royong dan kemampuan berkolaborasi dari semua pemangku kepentingan pendidikan menjadi prinsip utama dalam melaksanakan PTM hingga 100 persen. Kepada Desta dan para siswa, Menteri Nadiem menuturkan semangat gotong royong ini adalah salah satu nilai terpenting dalam dalam mewujudkan profil Pelajar Pancasila.

“Profil Pelajar Pancasila itu adalah tujuan besar Merdeka Belajar. Kurikulum Merdeka, Guru Penggerak, Sekolah Penggerak, muaranya adalah menciptakan profil Pelajar Pancasila,” kata Mas Menteri.

Enam profil Pelajar Pancasila ini adalah beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berkebinekaan global, gotong royong, kreativitas, kemampuan bernalar kritis, dan kemandirian. “Ini adalah enam profil Pelajar Pancasila yang nanti adik-adik di masa depan, waktu cari kerjaan, atau jadi wirausaha, atau jadi apa pun, ini akan menjadi skill-skill, kompetensi-kompetensi yang terpenting. Profil-profil terpenting,” ucap Menteri Nadiem.

Menteri Nadiem juga menceritakan upayanya dalam menciptakan profil Pelajar Pancasila dengan mengikuti teater sebagai kegiatan ekstra kurikuler (ekskul) saat sekolah. Dengan mengikuti teater, ia belajar kepemimpinan, belajar berani berbicara di depan orang lain, dan juga gotong royong. “Mas Desta juga tahu, kalau di dalam dunia pertunjukan itu, jika salah satu pihak tidak sesuai maka semuanya akan kacau. Di sinilah perlunya gotong royong,” tuturnya.

Untuk itu, Desta bertanya kepada Mas Menteri terkait manfaat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. “Luar biasa manfaatnya. Kegiatan ekskul itu bukan cuma aktivitas bersenang-senang. Ekskul itu melatih jiwa kepemimpinan kita, keberanian kita, kemampuan gotong royong, belajar _teamwork_. Itu namanya pembelajar sepanjang hayat,” jawab Mas Menteri.

Kepada para siswa, Menteri Nadiem meminta jangan melihat kegiatan ekstra kurikuler hanya sebagai tambahan pelajaran. “Ini penting sekali mengasah _passion_ kita, mengasah profil Pelajar Pancasila. Jadi secara keseluruhan menurut saya, ini adalah hal yang sangat penting,” tegasnya.

Selanjutnya, dalam acara #MasukKelas, Desta memberikan tugas kelompok kepada para siswa untuk mengajukan ide proyek Kurikulum Merdeka berdasarkan empat tema yaitu kebinekaan, kewirausahaan, perubahan iklim, dan proyeksi sosial. “Waktunya sepuluh menit ya, boleh berdiri, kumpul, dan ngobrol-ngobrol,” kata Desta.

Menjawab tantangan Desta, Nisrina Alfa dari kelompok Climate Change mempresentasikan proyeknya terkait perubahan iklim. Kelompoknya akan mengajukan gerakan ‘Hari Kamis Pulang Naik Kendaraan Umum.

“Kita semua merasa bahwa suhu rata-rata di Jakarta itu semakin lama semakin meningkat. Bahkan tercatat di Jakarta suhu meningkat sebanyak 1,5 derajat celsius sebelum tahun 2030. Maka dari itu, kelompok saya akan mengajukan proyek,” urai Nisrina.

“Jadi nanti setiap hari Kamis, di SMP 5, kita akan mengajak seluruh siswa untuk pulang bersama dengan transportasi umum, seperti bus sekolah, Transjakarta. Selain itu, kita juga bisa mengurangi polusi dan sampah dengan menggunakan konsep 3R untuk mengusung sustainable living atau kehidupan berkelanjutan,” tambah Nisrina.

Selanjutnya, Diandra dari kelompok kebinekaan akan melaksanakan proyek tentang seni. Diandra dan kelompoknya akan mendata seluruh siswa SMP Negeri 5 berdasarkan latar belakangnya, misal dari Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi, dan lain-lain. Dari masing-masing pulau, Diandra dan kelompoknya akan menyelenggarakan pentas seni dengan meminta perwakilan dari setiap pulau untuk mementaskan seni pertunjukan.

“Tujuan dari pentas seni adalah mempertahankan budaya Indonesia, mempersatukan, mempererat, dan juga melestarikannya agar tetap terjaga sampai waktu yang lama. Lalu maknanya juga ada berbeda-beda tetapi tetap tetap satu jua, yaitu makna dari Bhinneka Tunggal Ika. Pentas kami akan menjadi meriah, karena kami melakukannya secara bersama-sama dalam sebuah pentas yang memiliki banyak perbedaan,” urai Diandra.

Melihat presentasi para siswa, Menteri Nadiem mengapresiasi kreativitas dan kemampuan memecahkan permasalahan yang ada saat ini. “Ini luar biasa. Ini yang namanya Merdeka Belajar, Mas Desta,” imbuh Mas Menteri.

Kepada para siswa, Menteri Nadiem berpesan untuk tidak pernah berhenti bermimpi dan tidak pernah berhenti mengambil tindakan nyata untuk meraih mimpi itu. “Mimpi tanpa ada langkah ke depan, tanpa mengambil tindakan yang nyata, akan menjadi mimpi seumur hidup. Jadi jangan pernah lupakan itu,” pesan Mas Menteri.

Sebelum mengakhiri dialog dengan para siswa, Menteri Nadiem berpesan agar para siswa dan para guru dapat memanfaatkan program-program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) yang dikenal dengan slogan Merdeka Belajar.

“Ini saatnya adik-adik mengambil berbagai macam kesempatan untuk memperkaya dirinya dari semua jenis bidang kompetensi profil Pelajar Pancasila. Tolong jangan sia-siakan kesempatan ini, baik di dalam sekolah maupun di luar sekolah. Selalu ajak guru-guru kalian untuk mengimplementasikan Merdeka Belajar,” tutur Menteri Nadiem.

Sementara itu, sebagai guru honorer yang lulus sebagai ASN PPPK pada gelombang pertama, Ibu Diana sapaannya, mengapresiasi program Kemendikbudristek yang telah memberikan kesempatan kepada ratusan ribu guru honorer untuk menjadi ASN melalui PPPK.

“Terima kasih Bapak sudah sangat peduli kepada kami guru-guru, terutama guru-guru honorer yang sudah berumur 35 tahun lebih ini. Melalui PPPK ini, secara pribadi, pastinya kehidupan saya ke depannya akan menjadi lebih baik, lebih sejahtera. Dengan adanya program ini, mudah-mudahan saya bisa menjadi guru yang lebih baik lagi ke depannya,” ujar guru IPA yang saat ini mengajar prakarya.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi

Laman: kemdikbud.go.id
Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id

#Hardiknas2022
#PimpinPemulihan
#MerdekaBelajar

PLN Hadirkan Anjungan Listrik Mandiri ke-7 di Pelabuhan Simanindo

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PLN Unit Induk Wilayah Sumatera Utara terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan sektor pariwisata dan sektor maritim. Salah satunya dengan memperbanyak jumlah Anjungan Listrik Mandiri (ALMA) di berbagai pelabuhan di Sumatera Utara.

PLN UIW Sumatera Utara telah membangun tujuh unit ALMA yang tersebar di beberapa lokasi berbeda di Sumatera Utara, diantaranya di Pelabuhan Simanindo – Samosir, Pelabuhan Balige, Pelabuhan Muara, Pelabuhan Tanjung Sarang Elang, Pelabuhan Ajibata – Parapat, Pelabuhan Tigaras – Parapat dan Pelabuhan Belawan.

Simbolis penyalaan ALMA ke-7 ditandai dengan melakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Manajer UP3 Bukit Barisan Bapak Grahaita Gumelar dan Koordinator Satuan Pelayanan Pelabuhan Simanindo Bapak Tengku Indra Kusuma dan disaksikan oleh General Manager PLN UIW Sumatera Utara Bapak Pandapotan Manurung di damping Bupati Samosir Bapak Vandiko Timotius Gultom. Setelah penandatanganan, acara dilanjutkan dengan melakukan penekanan tombol sirine di Pelabuhan Simanindo (11/5).

General Manager PLN UIW Sumatera Utara, Pandapotan Manurung, mengatakan dengan hadirnya ALMA di Pelabuhan Simanindo maka para pemilik kapal tidak perlu lagi menghidupkan mesin berbahan bakar minyak untuk penerangan dan pendingin ruangan selama sedang bersandar di pelabuhan tersebut. Namun dapat langsung memanfaatkan ALMA sebagai sumber listrik yang dihubungkan langsung ke kapal.

“Kapal – kapal yang bersandar tidak perlu lagi menggunakan bahan bakar minyak, karena sudah dapat menggunakan listrik pada saat bersandar di Pelabuhan Simanindo. Dengan menggunakan ALMA ini, para pemilik kapal dapat menghemat biaya bahan bakar hingga 60%. Hal ini dikarenakan biaya listrik dari PLN lebih murah bila dibandingkan dengan biaya bahan bakar minyak yang dikeluarkan apabila kapal bersandar di pelabuhan. Selain itu, pembangunan ALMA ini adalah merupakan komitmen PLN dalam mendukung perkembangan pariwisata di samosir. PLN juga telah membangun Gardu Induk Parbaba dengan kapasitas 60MVA dan tambahan supply listrik cadangannya dari Gardu Induk Tele untuk memenuhi kebutuhan listrik di kabupaten Samosir,” ungkap Pandapotan Manurung.

PLN juga akan merencanakan pembangunan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) untuk motor listrik pada sentra – sentra penginapan/hotel dan resto yang ada dikawasan wisata Desa Tuktuk Pulau Samosir. Hal ini bertujuan untuk mewujudkan kawasan wisata berbasis ramah lingkungan dan mendukung zero emisi di Indonesia.

“Kami berharap agar dapat di bangun ALMA di setiap pelabuhan penyeberangan di kawasan Danau Toba yang merupakan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Semoga dengan adanya ALMA ini, dapat memberikan manfaat kepada masyarakat di sekitar pelabuhan dengan tercukupi kebutuhan supply listrik sehingga dapat meningkatkan pariwisata di Kabupaten Samosir,” ujar Vandiko Timotius Gultom.

Pembangunan ALMA merupakan bentuk konkret pelaksanaan program Electrifying Marine PLN. Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan listrik pelanggan pada sektor pariwisata perairan dan kelautan guna memenuhi kebutuhan layanan listrik temporer seperti penerangan kapal, coldstorage, serta kebutuhan listrik lainnya di lokasi dermaga, pelabuhan hingga Tempat Pelelangan Ikan (TPI). (ila)

Qodari: Koalisi Golkar, PAN dan PPP Tinggal Tentukan Capres dan Cawapres

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pengamat politik sekaligus Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari, menilai koalisi Indonesia Bersatu bentuk koalisi yang paling konkret dan nyata. Koalisi yang diumumkan pada Kamis (12/5/2022) di Jakarta oleh Partai Golkar, PAN dan PPP dianggap sebagai komposisi yang sempurna.

“Dalam koalisi ini ada Golkar partai nasionalis lalu partai berbasis Islam tradisional PPP dan Islam modernis yakni PAN,” kata Qodari kepada media, di Jakarta, Sabtu (14/5).

Qodari melihat ini adalah koalisi yang paling nyata hari ini menuju 2024, karena gabungan ketiga parpol sudah memenuhi syarat pencalonan Pilpres 2024 mendatang.

Kursi parlemen koalisi ketiga partai tersebut telah jauh melebihi ambang batas Presidential Threshold yang hanya 115 kursi saja.

“Ini saya kira sudah sangat sempurna. Pekerjaan rumah koalisi Indonesia Bersatu ini tinggal mencari figur calon presiden dan calon wakil presiden saja,” ucap Qodari.

Qodari bahkan mengakui koalisi ini sebagai inisiatif awal yang sangat tepat. Apalagi jika berbicara peta politik menuju Pilpres 2024.

“Jika melihat Pilpres 2024, kita tidak lagi bicara soal popularitas individu tetapi yang lebih penting adalah syarat pengajuan dari partai politik,” ungkap Qodari.

Ia menyebut seorang tokoh atau figur yang memiliki popularitas setinggi apa pun tapi kalau tidak punya dukungan politik maka akan percuma saja.

“Jadi ini sudah sempurna koalisi yang mereka bentuk,” tambah Qodari.

Ketum Golkar Airlangga, ketum PAN dan PPP dalam konferensi pers mengatakan koalisi Indonesia Bersatu menegaskan akan fokus mendukung kerja Presiden Joko Widodo sampai purna tugas. Qodari menilai hal tersebut juga sebagai keputusan strategis.

“Dari tiga ketum partai tersebut dua diantaranya adalah pembantu presiden. Mereka menjalankan ini dalam konteks kepartaian. Ini tidak menjadi kendala, bahkan sebetulnya malah bisa membantu untuk lebih berkonsentrasi, karena PR besar koalisi itu sudah diselesaikan dari sekarang,” ucap Qodari.

“Kalau sudah keluar (koalisi) seperti ini maka PR besarnya, seperti kerja sama partai, juga sudah semestinya selesai pula dibicarakan,” tutup Qodari. (adv/*)

Merdeka Belajar Terus Bergerak Ciptakan Terobosan Pendidikan Indonesia

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Selama pandemi Covid-19, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikburistek) terus menghadirkan terobosan Merdeka Belajar dan memastikan masyarakat benar-benar merasakan manfaat dari program dan kebijakan kementerian. Berkat dukungan berbagai pihak, hingga saat ini ada sembilan belas episode Merdeka Belajar yang menyentuh berbagai aspek transformasi pendidikan. Hal ini semata untuk memastikan bahwa seluruh rakyat Indonesia merasakan kemerdekaan untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

“Semua dari kita mendapatkan hak akan pendidikan yang berkualitas. Itulah tujuan dari Merdeka Belajar yang sekarang menjadi gerakan kita bersama,” tegas Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim, pada Jumat (13/5), dalam acara Nadiem Anwar Makarim #masukkelas yang ditayangkan secara langsung di kanal YouTube Kemendikbud RI, TV Edukasi, dan Indonesiana.TV.

Sebagai terobosan pertama yang dinilai paling esensial karena berhubungan langsung dengan upaya peningkatan mutu pendidikan, yaitu Asesmen Nasional, Kurikulum Merdeka, Rapor Pendidikan. Selain itu, bantuan pembiayaan pendidikan seperti dana BOS juga turut menjadi perhatian.

“Dengan terobosan tersebut, pembelajaran di sekolah sekarang lebih terfokus pada hal-hal yang esensial, yaitu kemampuan literasi, numerasi dan penguatan karakter, sehingga jauh lebih relevan,” tekan Mendikbudristek.

Menteri Nadiem menjelaskan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka merupakan sebuah tawaran atau opsi. Jadi tidak memaksakan sama sekali kepada sekolah untuk menerapkannya. Namun, ia berharap para pendidik dan kepala sekolah melihat kurikulum ini dari keluasan manfaatnya untuk pemulihan pembelajaran.

“Kami percaya, gurulah yang paling mengerti kebutuhan dan potensi anak didiknya. Oleh karena itu, kami berikan keleluasaan yang jauh lebih besar kepada mereka untuk mengembangkan pembelajaran dengan mengedepankan pembelajaran berbasis proyek (project-based learning). Kurikulum Merdeka mengedepankan pembelajaran yang jauh lebih memerdekakan, menyenangkan, mendalam, dan relevan untuk para pelajar,” ungkap Nadiem.

Saat ini, ekosistem pendidikan di Indonesia tidak perlu mengkhawatirkan ujian akhir yang menentukan kelulusan murid. Sebab, Asesmen Nasional sebagai pengganti Ujian Nasional, yang pada tahun 2020 sudah diikuti oleh lebih dari 6,5 juta murid dan 3 juta guru, berfokus pada perkembangan dan perbaikan capaian belajar serta lingkungan sekolah. “Hasil Asesmen Nasional bisa diakses di platform Rapor Pendidikan oleh pemerintah daerah dan sekolah sebagai bahan refleksi dalam menentukan langkah lebih lanjut yang berbasis data,” tuturnya.

Berbicara tentang peningkatan kualitas pendidikan, guru sebagai garda terdepan yang paling menentukan arah dan masa depan pendidikan Indonesia, selalu mendapat perhatian serius dari pemerintah. Selain menghadirkan platform yang membantu guru dalam belajar, mengajar, dan berkarya, Kemendikbudristek juga memprioritaskan seleksi guru Aparatur Sipil Negara Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (ASN PPPK) guna mengatasi tantangan kesejahteraan yang dihadapi oleh para guru honorer selama ini.

“Sudah ada lebih dari 300,000 guru yang lolos seleksi guru ASN PPPK dan mendapatkan penghasilan yang jauh lebih layak. Kami akan terus melanjutkan program ini untuk memastikan guru-guru kita mendapatkan hak yang sepadan dengan pengabdiannya,” tekan Mendikbudristek.

Memperhatikan proses administrasi pengelolaan dana pendidikan yang belum efektif dan efisien, Kemendikbudristek melakukan transformasi kebijakan dana bantuan untuk sekolah, mulai dari PAUD sampai SMA dan sederajat. Sebelumnya, besaran dana untuk setiap murid di seluruh Indonesia adalah sama, namun sekarang disesuaikan dengan tingkat kemahalan daerah. Dengan perubahan kebijakan BOS Majemuk ini, banyak sekali sekolah di daerah terdepan, terpencil, dan tertinggal (3T) yang mengalami peningkatan dana bantuan operasional sampai lebih dari dua kali lipat.

“Dana bantuan operasional sekolah sekarang juga langsung dikirim ke rekening sekolah dan penggunaannya jauh lebih fleksibel, sehingga kebutuhan sekolah bisa segera terpenuhi. Ini merupakan upaya kami untuk memastikan peningkatan kualitas pendidikan terjadi di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke,” papar Nadiem.

Nadiem menambahkan, di setiap kunjungan kerjanya, selalu ada waktu untuk mengunjungi sekolah dan berbincang dengan para murid. Ia menyebut, semangat murid untuk belajar dan meraih cita-cita menjadi inspirasi terbesarnya. “Salah satu momentum kunjungan kerja yang paling berkesan bagi saya adalah ketika Bapak Presiden ikut masuk ke dalam kelas untuk berbincang dengan para murid, bahkan memberikan tantangan untuk mereka,” kata Nadiem berkisah seputar perjalanannya mengunjungi berbagai daerah guna mendapat umpan balik atas berbagai program Kemendikbudristek.

Semangat dari siswa maupun mahasiswa, kata Nadiem, mendorong lahirnya berbagai terobosan di kementerian. Salah satunya adalah program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) yang menyasar untuk mahasiswa agar terus belajar tidak hanya di dalam kampus namun juga di luar program studi (prodi) bahkan kampus asalnya. Mendikbudristek yakin, melalui terobosan ini, para lulusan dari perguruan tinggi akan jauh lebih siap dan terlatih untuk menghadapi tantangan masa depan.

Ratusan ribu mahasiswa dari ratusan kampus di seluruh Indonesia kata dia, sudah mendapatkan pengalaman yang berharga untuk belajar di luar program studi dan kampusnya guna mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan yang ada di dunia kerja maupun di masyarakat sekitar. Selain itu, adanya MBKM memperkuat ekosistem riset di perguruan tinggi sehingga kampus dapat terus melahirkan inovasi-inovasi yang bermanfaat dan solutif.

“Untuk itulah hadir Kedaireka sebagai platform perjodohan antara kampus dengan industri, di mana proposal projek bersama yang terpilih akan didukung dengan skema dana pemadanan atau matching fund. Satu rupiah yang diberikan industri untuk satu projek kolaborasi dengan kampus akan kami padankan satu rupiah,” jelasnya.

Semua upaya untuk mempersiapkan mahasiswa kita menjadi pemimpin di masa depan harus didukung dengan perwujudan kampus sebagai ruang belajar yang aman dan nyaman. Hal itulah yang mendorong Kemendikbudristek untuk menerbitkan Peraturan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Permendikbudristek) Nomor 31 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Lingkungan Perguruan Tinggi.

“Ini adalah sebuah langkah besar dan berani yang kami ambil untuk melindungi seluruh warga kampus dari kekerasan seksual dengan mengedepankan perspektif korban. Saya yakin bahwa dengan program-program Merdeka Belajar Kampus Merdeka, lulusan perguruan tinggi kita akan menjadi generasi penerus dengan karakter pembelajar sepanjang hayat yang siap memimpin kemajuan Indonesia di masa mendatang,” ucapnya optimistis.

Nadiem meyakini bahwa semua orang mempunyai mimpi yang sama yaitu bagaimana di masa depan semua pelajar, pendidik, dan setiap sekolah yang ada di Indonesia bisa merdeka untuk maju dan terus berkembang. Ia menambahkan, perjalanan mewujudkan cita-cita Merdeka Belajar masih sangat panjang dan membutuhkan gotong royong semua pihak. “Terobosan-terobosan yang kami hadirkan hanya akan terasa dampaknya jika kita semua terus bergerak serentak di jalan yang sama, menuju satu tujuan, yaitu pendidikan yang berkualitas untuk seluruh rakyat Indonesia,” pungkas Menteri Nadiem.

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
Sekretariat Jenderal
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi
Laman: kemdikbud.go.id

Twitter: twitter.com/Kemdikbud_RI
Instagram: instagram.com/kemdikbud.ri
Facebook: facebook.com/kemdikbud.ri
Youtube: KEMENDIKBUD RI
Pertanyaan dan Pengaduan: ult.kemdikbud.go.id
Dapatkan informasi lengkap tentang Merdeka Belajar melalui: http://merdekabelajar.kemdikbud.go.id

#MerdekaBelajar
#Hardiknas2022
#PulihBersama

PLTGU Riau Diresmikan, PLN, Listrik Andal dan Berkualitas, Siap Sambut Investor di Sumatera

PEKANBARU, SUMUTPOS.CO –  Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif meresmikan Pembangkit LIstrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) Riau berkapasitas 275 megawatt (MW) yang berlokasi di Kawasan Industri Tenayan, Pekanbaru, Riau pada Kamis (12/5). Pengoperasian pembangkit ini bakal memperkuat keandalan pasokan listrik di sistem Sumatera, khususnya sub-sistem Riau.

Dengan beroperasinya PLTGU Riau, daya mampu sistem kelistrikan Sumatera bakal meningkat menjadi 7.266 MW dengan beban puncak mencapai 6.823 MW, sehingga cadangan sistem kelistrikan Sumatera menjadi 443 MW. PLTGU Riau sendiri dikembangkan oleh PT Medco Ratch Power Riau, anak usaha patungan antara PT Medco Power Indonesia bersama RATCH Group Public Company Limited.

“Dengan listrik yang andal diharapkan dapat menarik investor sehingga bisa mendorong tumbuhnya industri menengah dan besar di Pulau Sumatera,” ungkap Arifin.

Dia menilai PLN telah menunjukkan kesiapannya dalam melayani kawasan-kawasan industri yang membutuhkan daya listrik besar sesuai lokasi yang ditetapkan oleh pemerintah daerah.

“Selain itu, dengan pasokan listrik yang cukup dan merata di Provinsi Riau, kami harapkan dapat meningkatkan pariwisata dan ekonomi kreatif di Provinsi ini,” ucapnya.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan pengoperasian pembangkit yang masuk dalam proyek 35 ribu MW ini menjadi bukti keberhasilan kolaborasi strategis antara PLN dengan produsen listrik swasta ( Independent Power Producer/IPP) dalam penyediaan listrik nasional.

“PLTGU Riau 275 MW ini jadi capaian kita bersama. Di tengah tantangan kenaikan harga gas internasional yang sudah sampai USD 30, sementara di dalam negeri untuk operasional pembangkit hanya USD 4 saja. Kemudian dengan berbagai inovasi, PLN bisa menekan Biaya Pokok Penyediaan listrik jadi lebih murah hingga 6 sen, dari rerata di subsistem Riau 8 sen,” ujar Darmawan.

Selain dapat melistriki 340 ribu pelanggan rumah tangga dengan daya 900 VA, hadirnya PLGTU ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat serta menjadi titik awal untuk mengoptimalkan potensi daerah.

Darmawan menjelaskan pertumbuhan kebutuhan listrik di Sumatera sebesar 6 persen, lebih tinggi dibandingkan dengan Pulau Jawa yang pertumbuhannya sekitar 4,5 persen. Menurutnya, memang untuk Sumatera dengan adanya tol dan berbagai pembangunan, muncul peningkatan kebutuhan listrik dari sektor perindustrian dan kegiatan ekonomi.

“Dengan PLTGU ini beroperasi, tentu listrik semakin andal dan berkualitas. Apalagi melihat pertumbuhan kebutuhan listrik di Sumatera, 11 persennya datang dari sektor industri. Artinya potensinya besar. Untuk itu PLN siap menyambut tantangan memenuhi kelistrikan investor ke depan,” terangnya.

Darmawan juga menyatakan kesiapan PLN untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Riau untuk mendukung kemajuan daerah. “Baik itu pembangunan kawasan ekonomi baru, industri baru, atau juga kawasan industri khusus yang ada dalam perencanaan Provinsi Riau,” tambah Darmawan.

Wakil Gubernur Riau H. Edi Natar Nasution menyambut baik pengoperasian PLTGU Riau. Peresmian pembangkit ini bisa meningkatkan keandalan pasokan listrik sehingga dapat mendongkrak rasio desa berlistrik dan rasio elektrifikasi Provinsi Riau.

“Pengoperasian PLTGU Riau ini dapat menjadi momen strategis bagi kita semua untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Pemprov Riau memastikan akan terus mendukung upaya peningkatan infrastruktur kelistrikan agar listrik tidak hanya mengaliri desa-desa, namun juga terhadap dusun-dusun yang nantinya menjadi prioritas pembangunan jaringan listrik.

“Kami memang memiliki target setiap tahunnya untuk membangun infrastruktur kelistrikan agar dapat menerangi seluruh desa di Riau. Tingginya animo masyarakat desa terhadap Program Riau Terang 2022 untuk menerangi desa-desa telah menjadi komitmen yang kuat bagi kita semua,” ungkapnya. (ila)

Pemko Kembali Gelar Beranda Kreatif Medan di Halaman Kantor Wali Kota Tiap Malam Minggu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Seiring melandasinya kasus Covid-19 di Medan, Pemko Medan kembali menggelar Beranda Kreatif Medan di halaman depan kantor wali kota, Sabtu (14/5/2022) sore hingga malam.

Penerapan protokol kesehatan yang ketat tidak mengurangi keceriaan dan kegembiraan perhelatan yang diisi berbagai stand UMKM yang menjajakan makanan, minuman, maupun fashion, handicraft khas Medan serta disemarakkan panggung kesenian modern maupun tradisional.

Perhelatan Beranda Kreatif Medan setiap malam minggu yang digagas Wali Kota Medan Bobby Nasution ini sempat terhenti akibat pandemi Covid-19 yang melanda. Digelarnya kembali perhelatan ini disambut antusias warga. Tidak sedikit warga Medan menikmati malam akhir pekan di halaman depan kantor wali kota yang tampak kian artistik di malam hari itu.

Perhelatan perdana Beranda Kreatif Medan pasca terhenti lama ini menampilkan atraksi kesenian yang memukau para pengunjung. Di lagu dan tari modern, panggung hiburan diisi dengan pertunjukan drum. Pertunjukan seni tradisional Debus juga cukup menimbulkan decak kekaguman sekaligus kengerian para pengunjung. Mereka seolah tidak berkedip menyaksikan pertunjukan para seniman tradisi tersebut.

Protokol kesehatan juga diterapkan secara ketat dalam perhelatan ini. Seluruh orang berada di lokasi acara wajib memakai masker. Dan sebelum melewati pintu masuk, setiap pengunjung diukur suhu tubuhnya dan memindai batang batang (barcode) melalui aplikasi peduli lindungi.

Kepala Dinas Pariwisata Medan, Agus Suriyono, mengatakan, perhelatan Beranda Kreatif Medan ini pertama kali diluncurkan Wali Kota Medan Bobby Nasution pada November 2021.

“Sampai memasuki Tahun Baru, level PPKM Medan meningkat, sehingga tertunda sampai bulan Ramadhan. Tetapi sekarang ini, walaupun PPKM di Level II, tapi tingkat konfirmasi semakin hari semakin menurun. Artinya, kondisi Medan sudah semakin membaik, sehingga program ini sudah layak kita gelar lagi,” ungkap Agus Suriyono.

Kata Agus, beranda Kreatif Medan ini merupakan dilaksanakan secara kolaboratif antar OPD dan lembaga, termasuk Dekranasda Kota Medan.

Wali Kota Medan Bobby Nasution sengaja menggelar program ini di halaman depan kantor walikota untuk menjadikan kantor wali kota sebagai destinasi wisata baru di Medan.

“Selama ini masyarakat Medan hanya menganggap kantor walikota sebagai pusat pemerintah dan kini Bapak Wali Kota kini ingin mengubah imej itu. Kantor walikota juga juga kini menjadi tempat rekreasi, tempat menikmati hiburan, sekaligus pengembangan ekonomi kreatif,” ucapnya. (rel)

Pedagang Keliling, Petani, dan Nelayan di Sumut Harapkan Pinjaman Lunak dari BRI

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Masyarakat Sumatera Utara (Sumut), khususnya di daerah pemilihan (Dapil) Sumut III yang meliputi 10 kabupaten Batubara, Langkat, Simalungun, Binjai, Pematang Siantar, Dairi, Pakpak Barat, Asahan dan Tanjungbalai, berharap Holding BRI Ultra Mikro memberikan pinjaman bunga rendah dan syarat yang mudah. Harapan tersebut disampaikan masyarakat kepada Anggota Komisi VI DPR RI, Rudi Hartono Bangun saat menggelar reses di Dapil-nya.

“Kami pedagang keliling dan pedagang asongan, memohon diberikan pinjaman Rp2 juta sampai Rp6 juta untuk modal pembelian barang jualan. Jadi kalau bisa, pihak bank seperti BRI yang katanya mempunyai program baru untuk usaha Ultra Mikro bisa memberikan dana murah dan bunga yang rendah serta tanpa surat jaminan,” kata Ibu Mariani, Sabtu (14/5/2022).

“Karena kami ini hanya pedagang kecil, jadi kalau dibebani bunga tinggi, kami sangat berat, berapa untung kami dari jualan keliling,” sambungnya.

Sebagai perwakilan rakyat, Ibu Aminah juga meminta kepada Rudi Hartono Bangun bisa menjembatani dan memberikan sosialisasi tentang cara agar kami mendapat dana murah dari program BRI Ultra Mikro itu. Dia juga mempertanyakan bagaimana syarat mengajukan pinjaman ke BRI Ultra Mikro itu. “Dan berapa bunga pertahun yang harus kami bayar? Kami mohon penjelasan dari program BRI ini,” ujarnya.

Mereka juga mempertanyakan, apakah jika mereka meminjam Rp5 juta, harus pakai jaminan? “Sementara usaha kami jualan keliling, dan kami banyak yang belum punya jaminan. Kami mohon kepada bapak anggota DPR, Pak Rudi bisa membantu menjelaskan dan jika tidak punya jaminan, apakah kami bisa menggadai barang seperti di Pengadaian? Lalu uangnya langsung cair tanpa banyak syarat?” tanya Mariani selaku pedagang keliling.

Harapan dan pertanyaan serupa juga disampaikan masyarakat saat Rudi mengunjungi kabupaten Langkat. Konstituen perwakilan dari petani dan nelayan se-Kabupaten Langkat, Sugandi juga menanyakan, apakah mereka bisa mendapat pinjaman dana murah dari BRI Ultra Mikro itu? Dan apakah bisa kami bayar ketika masa panen?

Sugandi selaku kelompok petani meminta kepada Rudi dan perwakilan BRI bisa mengumpulkan mereka untuk memberikan arahan dan sosialisasi program BRI Ultra Mikro ini. “Jadi kami tidak simpang siur mengenai cara mendapatkan pinjaman ini,” ujarnya.

Pada kesempatan reses tersebut, Rudi menyampaikan, bawa aspirasi ini akan dibawa ke Jakarta dan akan disampaikan ke pihak Direksi BRI agar bisa menjawab berbagai permasalahan yang disampaikan para pelaku usaha Ultra Mikro. (adz)

Kunjungi Batubara, Rapidin Simbolon Minta Kader Fokus Hatrick Pemilu

BATUBARA, SUMUTPOS.CO – Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Utara Drs Rapidin Simbolon MM meminta seluruh kader untuk fokus dalam meraih hattrick Pemilu. Untuk itu, Rapidin mengingatkan, seluruh kader jangan sekali-kali meninggalkan rakyat.

“Untuk mencapai hattrick pada Pemilu 2024 bukanlah pekerjaan mudah, karena dibutuhkan militansi kader yang kuat serta ditopang oleh manajemen kepartaian yang baik. Apalagi di Kabupaten Batubara kita juga menargetkan kemenangan untuk Bupati Zahir pada periode keduanya.

Untuk itu saya berharap seluruh kader Banteng di Kabupaten Batu Bara fokus kepada target,” kata Rapidin dalam sambutannya di hadapan peserta Pendidikan Kader Pratama sekaligus menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu yang dilaksanakan di Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Batubara, Jumat (13/5/2022).

Hadir dalam kegiatan itu Ketua DPC PDI Perjuangan yang juga Bupati Batu Bara Zahir MAP dan jajaran pengurus DPD seperti Samulya Surya Indra, Aswan Jaya dan Tapiv Ginting serta jajaran pengurus DPC PDI Perjuangan Batubara.

Rapidin juga menegaskan, dalam meraih kemenangan harus dilakukan dengan cara yang benar dengan mengedepankan kerja-kerja politik di akar rumput. “Jangan sekali-kali meninggalkan rakyat. Hiduplah di tengah-tengah masyarakat karena partai kita selalu mengedepankan kerja-kerja politik bottom up ketimbang top down, sesuai dengan perintah Ketua Umum PDI Perjuangan Hj. Megawati Sukarnoputri,” ungkap Rapidin,

Selain itu disela-sela membagikan sembako kepada masyarakat kurang mampu, Rapidin kembali menegaskan tekadnya untuk memperjuangkan nasib Wong Cilik, dan akan sekuat tenaga mendorong kader-kader PDI Perjuangan baik yang di legislatif maupun eksekutif untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat. “Hari ini kami hadir untuk memberikan bantuan sebagai bentuk kepedulian kita kepada masyarakat meski tidak banyak semoga bisa sedikit meringankan beban masyarakat kurang mampu di Kabupaten Batu Bara” ujar Rapidin saat menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat kurang mampu.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Bupati Batubara Zahir menegaskan, DPC PDI Perjuangan Batubara akan mulai rekrutmen calon legislatif untuk mengukur kemampuan partai pada pemilu mendatang.

“Setiap caleg yang mendaftarkan diri akan terus kita pantau setiap perkembangannya, dan harus melakukan kerja-kerja politik yang terukur dan terstruktur dan tidak boleh saling jegal karena target utama adalah memenangkan partai bukan memenangkan orang per orang” ungkap Zahir.

Dari Pantauan di lapangan kegiatan berjalan lancar sebayak 75 peserta pendidikan Kader Pratama yang berasal dari Kabupaten Batu Bara, Asahan dan Tanjung balai tampak semangat mengikuti setiap materi yang di sampaikan oleh Pemateri yang di motori oleh Badiklat DPD Perjuangan Sumut. (adz)