28 C
Medan
Monday, February 2, 2026
Home Blog Page 2768

Labour20 Didorong untuk Membahas Penuntasan Kemiskinan

JAKARTA, SUMUTPOS.JAWAPOS.COM – Presidensi G20 tahun 2022 menjadi momen penting bagi Indonesia untuk memimpin perubahan dunia. Dalam momen penting ini, salah satu transformasi yang diusung Indonesia yakni transformasi digital, termasuk di dalamnya adalah transformasi industri menuju industri 4.0 serta transformasi Labour20 (L20) menuju digitalisasi yang menjadi bagian utama dari pesan Indonesia untuk dunia.

“Oleh karena itu sangat diharapkan bahwa L20 bisa membuat semacam piloting, contoh soal, ataupun lighthouse agar bisa didorong keberhasilan dari transformasi ini dan dari segi retraining reskilling, serta ditambah lagi dari segi kesejahteraan. Tentu ini bisa direplikasi oleh negara lain,” kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan dalam acara Kick-Off Meeting Labour20 di Jakarta, Senin (31/01)

Sebagai informasi, pertemuan serikat pekerja mendapatkan pengakuan kelembagaan sebagai L20 pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 Prancis tahun 2011. Pengakuan tersebut membuat L20 sejajar dengan B20. Kemudian, pada KTT G20 di Los Cabos tahun 2012, pemimpin L20 dan B20 diundang Presiden Calderon dan sejak saat itu L20 dan B20 kembali bertemu dan berkolaborasi dalam G20.

“Delegasi serikat pekerja akan bertemu dengan pemimpin negara G20 yang menghadiri KTT, dan gagasan-gagasan ini tentu bisa untuk diusulkan dalam lingkup stabilisasi lapangan kerja, perlindungan sosial bagi pekerja yang terdampak krisis maupun terdampak pandemi Covid-19,” ungkap Menko Airlangga.

Sebagaimana diketahui, Pemerintah pada tahun 2021 juga memberikan Bantuan Subsidi Upah dengan anggaran 8,8 triliun rupiah untuk 8,8 juta buruh atau pekerja. Selain itu, untuk meningkatkan keterampilan, Pemerintah meluncurkan Program Kartu Prakerja yang selama tahun 2020 hingga 2021 telah menjangkau 11,4 juta orang.

“Ini adalah program pertama Pemerintah secara full digital dari hulu ke hilir. Sekarang program ini juga telah memasukkan unsur face recognition. Jadi, sudah fully AI dan pembayarannya dari bendahara negara langsung ke e-wallet peserta,” lanjut Menko Airlangga.

Intervensi Pemerintah yang efektif serta structural reform dilakukan Pemerintah agar para pekerja mudah mendapat akses lapangan pekerjaan dan juga lapangan pekerjaan yang inklusif terutama bagi para penyandang disabilitas.

“Kita harus juga mendorong agar seluruh kegiatan berbasis usaha memberikan tempat yang ramah bagi para penyandang disabilitas, sehingga ini menjadi tantangan inclusiveness ke depan,” kata Menko Airlangga.

Dalam kesempatan tersebut Menko Airlangga berharap melalui L20 Indonesia dapat memimpin organisasi serikat pekerja kelompok negara-negara G20 dan juga undangan dari berbagai lembaga internasional agar dapat menyepakati terobosan aksi nyata untuk pemulihan dan perlindungan para tenaga kerja.

“Yang saat ini tentunya diharapkan adalah kita bisa tuntaskan dari kemiskinan maupun dari pengangguran. Pertemuan L20 dalam Presidensi G20 Indonesia juga perlu memberikan hasil nyata bagi negara-negara berkembang lainya dan juga negara-negara tertinggal lainnya. L20 tentunya juga harus memperjuangkan manfaat bagi kelompok pekerja rentan seperti kaum perempuan dan penyandang disabilitas. Seluruh dunia tahun ini akan memperhatikan Indonesia. Saya berharap L20 juga mengikuti protokol kesehatan secara disiplin,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Chair dan Co-Chair L20, Co-Sherpa G20, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Ketua Umum KADIN Indonesia, Ketua Umum APINDO, serta Working Group W20 dan B20. (ltg/fsr/*).

Mekanisme Seleksi KPID Sumut Dinilai Amburadul, Komisi A Dilapor ke Ombudsman

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sejumlah calon Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sumut periode 2021-2024 mendatangi kantor Ombudsman Provinsi Sumatera Utara di Jalan Sei Besitang Nomor 3 Medan. Hal ini dilakukan sebagai langkah mencari keadilan atas hasil fit and proper test yang dianggap menciptakan mekanisme seleksi yang amburadul.

Koordinator Gerakan Penolakan 7 Nama Komisioner KPID Sumut Periode 2021-2024, Valdesz Junianto Nainggolan SSos MSP mengatakan, mekanisme yang amburadul tampak sudah tampak pada awal uji kelayakan digelar. Seperti adanya peserta yang lolos tanpa memenuhi syarat wajib fit and proper test.

Sistem penilaian yang diberikan oleh para anggota dewan juga tidak jelas dan membingungkan internal mereka. Pasalnya, penilaian huruf yang diberikan oleh anggota dewan tiba-tiba berubah menjadi angka, setelah diolah oleh tenaga ahli. Skoring ini menimbulkan protes dan viral di media sosial karena dianggap dilakukan tanpa adanya mufakat.

“Sejak awal sudah amburadul mekanismenya. Lihat saja, dari awal mekanisme penilaian tidak memiliki landasan tertulis. Harusnya tertuang di Tatib Pemilihan. Untuk itulah makanya kami menyurati komisi A untuk menjelaskan hal ini, tapi tidak direspon,” kata Valdesz kepada wartawan, Senin (31/1/2022) siang.

Bahkan, ketidakhadiran seluruh anggota Komisi A DPRD Sumut saat melakukan uji kelayakan memicu tanda tanya besar bagi seluruh peserta dan publik akan penilaian yang diberikan. “Jika benar ini bersifat politis, lalu buat apa ada penilaian,” cecarnya.

Aksi penolakan ini juga ditegaskan Valdesz, bahwa mereka menginginkan agar publik mengetahui bobroknya sistem pemilihan lembaga independen di Sumatera Utara. Buktinya, kekacauan seleksi KPID Sumut menggerakkan Fraksi PDIP untuk melayangkan surat penolakan hasil penetapan 7 nama komisioner KPID Sumut.

“Fraksi PDIP juga sudah menolak keputusan ini. Suratnya diteken langsung oleh Mangapul Purba SE dan Drs. H. Syahrul Ependi Siregar, M.Ei tanggal 27 Januari 2022. Jadi yang kami lakukan bukan mengada-ada. Kalau salah, kita katakan salah,” tegas Valdesz.

Atas dasar itulah, para calon Komisioner KPID Sumut mendesak Ombudsman untuk melakukan investigasi terkait mekanisme pemilihan anggota KPID Sumut, khususnya saat fit and proper test yang berlangsung Kamis (20/1/2022) dan Jumat (21/1/2022) lalu. Jika dibiarkan, maka akan sistem yang salah akan dimanfaatkan oleh oknum ke depannya.

Para calon komisioner KPID Sumut yang ikut melaporkan dugaan pelanggaran tata tertib dan maladministrasi ke Ombudsman bersama Valdesz adalah T Prasetiyo MIKom, Dr Topan Bilardo Marpaung, dan Muhammad Lutfan, SSos. Laporan mereka diterima perwakilan Ombudsman Sumut, Ricky Hutahean. (adz)

Telkomsel Hadirkan Pilihan Voucher Andalan Untuk Internet

Dengan hadirnya Voucher Fisik Internet tersebut, sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan untuk menikmati layanan internet tercepat di jaringan 4G LTE Telkomsel .

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Untuk terus mengukuhkan komitmennya dalam memberikan layanan, Telkomsel terus meningkatkan kenyamanan dan pengalaman pelanggan dalam memenuhi kebutuhan akses telekomunikasi. Mewujudkan hal tersebut, Telkomsel kembali berinovasi dalam menghadirkan produk dan layanan yang semakin customer centric. Salah satunya dengan menghadirkan ragam Voucher Fisik Internet denominasi terbaru yang semakin mempermudah pelanggan untuk selalu terkoneksi dengan layanan internet.

Executive Vice President West Area Sales Telkomsel Gilang Prasetya mengatakan, “paket terbaru Voucher Fisik Internet ini bentuk apresiasi bagi pelanggan prabayar. Sekaligus memberikan kemudahan bagi pelanggan dalam menikmati jaringan internet tercepat di jaringan 4G LTE terbaik dari Telkomsel dengan pilihan paket dan benefit kuota yang lebih menarik. Hadirnya Voucher Fisik Internet ini merupakan komitmen kami untuk semakin customer centric dan kami yakin ini sangat menguntungkan bagi lebih dari 52 juta pelanggan prabayar di Area Sumatera,” ungkap Gilang Prasetya.

Dengan hadirnya denominasi baru Voucher Fisik Internet yang diluncurkan ini, menambahkan ragam pilihan Voucher Fisik Internet yang sebelumnya telah tersedia, yang tentunya dapat menyesuaikan kebutuhan pelanggan di masing-masing wilayah.

Untuk mendapatkan Voucher Fisik Internet tersebut, pelanggan dapat mengunjungi outlet-outlet mitra terdekat agar mendapat ragam penawaran terbaik yang tersedia. Lebih dari 92% mitra outlet diseluruh Sumatera sudah menjual produk ini, yang tentunya akan memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk mendapatkan Voucher Fisik Internet di manapun. pelanggan cukup menggosok pelindung kode voucher yang berada di bagian belakang Voucher Fisik Internet. Kemudian, mengaktifkan paket yang dipilih dengan memasukkan kode voucher tersebut melalui akses UMB *133#.

Pelanggan dapat memilih Voucher Fisik Internet dengan validitas paket yakni untuk 3, 5, 7, hingga 30 hari, Dalam Voucher Fisik tersebut terdapat ragam pilihan kuota mulai dari 1.5GB sampai dengan 5.5GB untuk validitas harian dan 4GB sampai dengan 12GB untuk validitas 30 hari dan harga yang terjangkau sesuai kebutuhan. Informasi lebih lanjut mengenai paket ini bisa diakses melalui tsel.me/voucherfisik.

GMKI Medan Minta Kapolrestabes Ungkap Aktor Intelektual Penikaman

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Medan menyayangkan belum adanya titik terang kasus dugaan penganiayaan dan penikaman terhadap dua direksi anak usaha BUMN Properti PT Propernas Nusa Dua, yakni Parlindungan Siallagan sebagai Direktur Operasional, dan Direktur Keuangan Daniel Tarigan, di Kebun Bekala PTPN II Deliserdang. Kasus itu sudah di laporkan ke Polsek Pancurbatu dengan No : STPL/279/VIII/2021/Restabes Medan Sek. Pancur Batu tanggal 1 Oktober 2021.

Ketua GMKI Cabang Medan, Irwan Maranata Siregar SPd meminta Kapolrestabes Medan yang baru Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda mengungkap aktor intelektual penikaman itu, sehingga investasi bisa berjalan secara optimal. “Kapolrestabes Medan yang baru harus siap dan mampu menyelesaikan setumpuk persoalan yang belum selesai di masa Kapolrestabes sebelumnya. Khususnya, yang menjadi perhatian publik dan perlu upaya tegas dari kepolisian dalam hal pengambil alihan kasus,” tegas Irwan kepada wartawan, Senin (31/1/2022).

Menurutnya, hal ini penting. Selain tindakan itu adalah bagian dari pelanggaran hak asasi dengan tindakan sewenang-wenang, Kepolisian juga harus memberi efek jera terhadap pelaku maupun aktor intelektualnya. “Mengingat juga instruksi Presiden bahwa kita harus mendukung Iklim investasi agar dapat berjalan dengan baik dan itu harus di kawal betul oleh kepolisian dan diharapkan kepada Kapolrestabes Medan yang baru nantinya untuk segera mengungkap aktor intelektual dari kasus penikaman kedua direksi PT Propernas Nusa Dua,” lanjutnya.

Apabila ini tidak dengan segera diselesaikan, Irwan khawatir ini akan menjadi preseden buruk buat pihak yang ingin investasi di Sumatera Utara khususnya Kota Medan dan sekitarnya.

Diketahui, saat memberi pengarahan kepada Kepala Kesatuan Wilayah (Kasatwil) Tahun 2021 di Bali, Jumat, 3 Desember 2021, Presiden Jokowi menyampaikan peringatan kepada Kapolda yang tidak bisa mengawal investasi di daerah, bakal dicopot. “Kunci penggerak ekonomi kita ada di situ (investasi) dan sekarang, jadi saya minta di daerah itu dikawal agar setiap investasi itu betul-betul bisa direalisasikan,” ujar Jokowi.

Menurut Jokowi, investasi merupakan kunci penggerak ekonomi. Ia menyebutkan, mulai tahun 2021, investasi di Indonesia tidak hanya di Pulau Jawa, bahkan di luar Pulau Jawa lebih besar. Ia menyebut, angka investasi di Pulau Jawa saat ini mencapai 48 persen, sementara luar Jawa 51,7 persen. Padahal sebelumnya, lebih dari 60 persen investasi berada di Pulau Jawa. Oleh sebab itu, Jokowi meminta seluruh pihak untuk bisa menjaga keberlangsungan investasi, baik yang sudah, yang sedang berproses, maupun yang baru datang. (adz)

BMKG Memprediksi: 3 Hari ke Depan Sumut Diguyur Hujan

MENDUNG: Suasana langit mendung terlihat dari atas langit sekitar Istana Maimun Medan. BMKG memperkirakan, dalam tiga hari ke depan Sumut akan diguyur hujan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan, kondisi cuaca hingga tiga hari ke depan di wilayah Sumatera Utara (Sumut), secara umumnya, yakni arah angin dilapisan 850 mb bergerak dari Barat Laut-Timur Laut dengan kecepatan 2-10 kt. Dengan kelembaban berkisar antara 67-98 persen.

Hal itu dikatakan Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Budi Prasetyo kepada Sumut Pos di Medan, Minggu (30/1). “Diperkirakan potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang dapat terjadi di wilayah pegunungan, lereng barat dan pantai barat di Sumut,” ujarnya. Sedangkan suhu udara di wilayah Medan berkisar antara 24-32 C.

“Untuk di wilayah Medan khususnya, kondisi cuaca diperkirakan berawan dan berpotensi hujan yang bersifat lokal dengan intensitas ringan,” paparnya.

Sementara, kata Budi, wilayah Sumut yang berpotensi hujan, yakni di Samosir, Toba, Simalungun, Kepulauan Nias, Tapanulitengah (Tapteng), Tapanuliutara (Taput), Mandailingnatal (Madina), Tapanuliselatan (Tapsel), Humbanghasundutan (Humbahas), dan sekitarnya. “Potensi hujan umumnya terjadi pada sore hingga malam hari. “Kita mengimbau kepada masyarakat tetap waspada karena hujan masih akan berpeluang terjadi,” pungkasnya. (dwi/ila)

Epson Resmikan Peluncuran Monna Lisa Evo Tre 16 di Bajukertas

BANDUNG, SUMUTPOS.CO – Epson Indonesia mengundang rekan-rekan Media dalam acara Soft Launching Monna Lisa Evo Tre 16 yang diselenggarakan pada Senin, 31 Januari 2022 di Bajukertas & Co, Bandung. Bajukertas & Co merupakan salah satu pengusaha tekstil digital di Indonesia yang memperkuat strategi bisnisnya menggunakan Epson Monna Lisa Evo Tre 16 dan customer pertama di Indonesia pada Epson Monna Lisa Series.

Soft Launching Epson Monna Lisa Evo Tre 16 dihadiri oleh Muto Yusuke selaku Managing Director of Epson Indonesia, juga Yoga Dwi Nugroho Adjie selaku pemilik PT Baju Kertas. Tidak hanya meluncurkan Product terbaru, Acara ini juga diisi dengan Talk Show dengan
beberapa Narasumber mengenai Tren dan perkembangan dunia tekstil digital di Indonesia.

Epson Monna Lisa Evo Tre 16 sebagai printer tekstil digital Direct-to-Fabric dengan 16- printhead pertama di Indonesia untuk mendukung bisnis percetakan tekstil digital dan fashion. Epson Monna Lisa dapat memberikan hasil cetak yang luar biasa dengan komposisi warna dan juga kecepatan mencetak yang menakjubkan. Metode pencetakan tekstil digital juga memberikan keuntungan pada lingkungan seperti, dampak lingkungan yang lebih sedikit, penggunaan energi dan air yang sangat minim sehingga lebih ramah lingkungan.

“Monna Lisa Evo Tre 16 dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar tekstil industri, didukung dengam 16 printhead PrecisionCore untuk mencapai produktivitas tertinggi dalam seri printer direct-to-fabric revolusioner Epson. Ini adalah pilihan ideal untuk bisnis percetakan tekstil karena Monna Lisa Evo Tre 16 memenuhi tuntutan fleksibel pesanan kecil hingga besar pada berbagai macam kain sambil melayani spektrum kompleksitas desain yang luas. Kami percaya tambahan baru untuk jajaran printer tekstil digital Epson ini akan menguntungkan bisnis dengan kualitas dan produktivitas cetak yang tinggi.” ujar Muto Yusuke – Managing Director of Epson Indonesia.

Desain yang Presisi dan Berkualitas Tinggi pada Kain

Monna Lisa Evo Tre 16 dikendalikan dengan rangkaian printhead baru, menampilkan teknologi PrecisionCore Epson yang canggih. Didukung dengan 16 printhead PrecisionCore baru, Monna Lisa Evo Tre 16 dapat mencapai kecepatan cetak produksi maksimum 417 meter persegi/jam (300×600 dpi, 1 pass). Rangkaian printhead baru ini menggabungkan kualitas, presisi, kecepatan, dan keandalan untuk hasil yang sangat baik.

Selain sangat tahan lama, printer ini juga dirancang untuk perawatan yang mudah guna meminimalkan waktu henti. Perekat termoplastik konveyor yang menahan kain dengan kuat dan aman sebagai upaya menghindari kerutan dan ketidakrataan, sehingga mengurangi masalah operasional dan berkontribusi pada penghematan biaya. Perataan warna simetris memastikan urutan tumpang
tindih warna yang konsisten dipertahankan selama pencetakan dua arah, dengan hasil reproduksi warna dan pola sangat seragam, memberikan hasil yang berkualitas baik dan tinggi.

Mencetak dengan tinta GENESTA

Tinta Epson GENESTA untuk Monna Lisa Evo Tre 16 tersedia dalam formulasi asam, reaktif, disperse, dan pigmen dalam kemasan vacuum degas. Tinta GENESTA telah dikembangkan oleh Epson bekerja sama dengan For.Tex khusus untuk seri Monna Lisa, yang memungkinkan presisi, keandalan, dan daya tahan cetakan pada kain. Sistem manajemen tinta degassed vakum yang eksklusif dirancang untuk mencapai efisiensi maksimum sambil mengurangi limbah tinta.

Untuk kegunaan maksimal, fungsi ‘Hot Swap’ dari Monna Lisa Evo Tre 16 memungkinkan pengguna untuk mengganti kantong tinta 10 liter yang habis dengan yang baru bahkan saat operasi pencetakan sedang berlangsung. Tinta Epson GENESTA bersertifikat ECO PASSPORT untuk memenuhi standar yang diakui secara global untuk pencetakan tekstil ramah lingkungan. Selain itu, Acid Ink disetujui oleh bluesign®, dan tinta reaktif dan pigmen adalah GOTS (Global Organic Textile Standard) yang disetujui oleh ECOCERT.

Produktivitas tinggi dengan Epson Edge Print Textile

Perangkat lunak Epson Edge Print Textile RIP dikembangkan sendiri sebagai bagian dari Total Textile Solution, sebagai dukungan holistik bagi pelanggan untuk pra-perawatan, printer, tinta, peralatan insidental, instalasi, dan layanan Epson sendiri. Dirancang untuk memaksimalkan kinerja printhead PrecisionCore dan tinta GENESTA, Epson Edge Print Textile memiliki intuitive interface untuk pengaturan pekerjaan cetak yang mudah dengan 3 langkah, dari kiri ke kanan. Pengguna hanya perlu memilih file yang ingin mereka cetak, melihat pratinjau gambar, dan memilih pengaturan cetak mereka. Ini dapat dijalankan pada printer Monna Lisa apa pun dan versi tertentu tersedia berdasarkan model yang berbeda. Monna Lisa Evo Tre 16 sudah tersedia untuk dipasarkan sejak Oktober 2021. (rel)

Penambahan BPJS PBI, Kepling Diminta Data Warga Tak Punya BPJS Kesehatan

SOSIALISASI: Mulia Syahputra Nasution saat sosialisasi Perda Tentang Penanggulangan Kemiskinan di Jalan Flamboyan Raya, Medan Tuntungan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Gerindra, Mulia Syahputra Nasution SH MH, meminta Kepala Lingkungan (Kepling) di Kelurahan Tanjung Selamat untuk mendata warga yang belum memiliki BPJS Kesehatan. Sebab di tahun 2022 ini, Pemko Medan berencana untuk menambah kuota 100 ribu peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Hal itu ditegaskan Mulia Syahputra Nasution saat menyelengarakan Sosialisasi Produk Hukum Daerah Perda Kota Medan Nomor 5 tahun 2015 Tentang Penanggulangan Kemiskinan pada Tahun Anggaran 2022 yang digelar di Jalan Flamboyan Raya, Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Sabtu (29/1) sore.

Tak dapat dipungkiri, kata Mulia, Pandemi Covid-19, membuat warga miskin di Kota Medan terus bertambah, sehingga banyak warga Kota Medan yang tidak lagi mampu membayar iuran BPJS Kesehatannya secara mandirin

“Dulu banyak masyarakat terdaftar sebagai peserta BPJS mandiri, tapi akibat Covid-19 terpaksa harus menunggak karena tidak mampu lagi membayar. Penambahan kuota itu sebagai bukti pemerintah hadir dalam memberikan jaminan kesehatan kepada masyarakat. Jadi kepada para kepling, ini tolong di data warganya yang tidak punya BPJS Kesehatan supaya bisa mendapatkan BPJS PBI,” ucap Mulia.

Selain bidang kesehatan, kata Mulia, Pemko Medan juga telah menyiapkan penambahan 25 ribu kuota untuk anak warga tidak mampu agar bisa mendapatkan pendidikan gratis. “Klasifikasinya untuk tingkatan SD dan SMP,” ujar anggota Komisi I itu.

Lahirnya Perda No. 5 tahun 2015 ini, sambung Mulia, menjadi proteksi bagi Pemko Medan untuk membantu warganya yang tidak mampu, sehingga ke depan Pemko Medan mampu menekan angka kemiskinan.

“Di dalam Perda, Pemko Medan diwajibkan untuk merealisasikan anggarannya dalam APBD bagi penanggulangan kemiskinan. Di dalam Perda juga diatur, sebesar 10 persen PAD harus dianggarkan untuk program penanggulangan kemiskinan,” sambungnya.

Hal yang paling mendasar dalam persoalan kemiskinan ini, lanjut Mulia, adalah menyangkut masalah pangan, sanitasi, pelayanan kesehatan, pendidikan, hak atas pekerjaan, modal usaha, hak atas perumahan, hak atas air bersih, lingkungan bersih dan sehat serta rasa aman.

“Itu standar utama untuk memulihkan ekonomi saat ini. Selain sebagai payung hukum bagi Pemko Medan dalam menyusun program penanggulangan kemiskinan, Perda ini juga menjadi dukungan bagi Pemkot Medan untuk menampung anggarannya,” lanjutnya.

Untuk itu, legislator asal Dapil V meliputi Kecamatan Medan Johor, Medan Maimun, Medan Polonia, Medan Selayang, Medan Tuntungan dan Medan Sunggal itu meminta masyarakat untuk segera mendaftarkan diri ke Kelurahan melalui Kepling untuk di data dan masuk sebagai warga penerima bantuan sosial dari pemerintah.

“Pendataan ini sangat perlu agar masyarakat yang belum masuk ke dalam daftar bisa tercover dan dapat menerima berbagai bantuan pemerintah, seperti Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), BPJS Kesehatan dan bantuan pendidikan. Masyarakat harus pro aktif, jangan menunggu dan harus jemput bola,” pungkasnya.

Sementara itu, koordinator PKH Kota Medan, Rinaldi Sitorus, menyampaikan inti dari Perda No. 5 tahun 2015 ada 3 secara garis besar, yakni pada Bab 3 tentang identifikasi warga miskin, Bab 4 tentang hak warga miskin dan Bab 5 tentang kewajiban warga miskin. (map/ila)

Sebelum SIMB Keluar, Pasar Tradisional Wajib Kantongi Izin Amdal Lalin

RUANG KERJA: Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis saat diwawancarai wartawan di ruang kerjanya.

MEDAN, SUMUTPOS.Co – Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis S.SiT MT, menegaskan bahwa setiap pembangunan atau kegiatan usaha yang ada di pinggir jalan seperti pasar tradisional, wajib mengantongi izin Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) Lalulintas (Lalin) sebelum dikeluarkannya Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB).

Ketetapan itu, kata Iswar, tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) dan diperkuat lagi dengan Perda Kota Medan Nomor 9/2016 tentang Penyelenggaraan Lalulintas dan Angkutan Jalan Pasal 1 poin 16 yang harus dimiliki masyarakat apabila ingin mengurus Surat Izin Mendirikan Bangunan (SIMB).

“Pasar tradisional ini sudah ada jauh sebelum aturan itu lahir. Tapi seyogiyanya, kalau mereka melakukan pengembangan tentu butuh IMB. Nah, salah satu persyaratannya itu adalah Amdal Lalin. pasar tradisional yang sekarang ini banyak yang tidak ada Amdal Lalin nya, kalau mereka mengajukan diri kita siap proses,” ucap Iswar, Sabtu (29/1).

Dikatakan Iswar, pihaknya di Dishub Medan memang tidak melakukan kajian Amdal Lalin tersebut, melainkan dilakukan pihak konsultan yang ditunjuk pihak pengembang. Nantinya, hasil kajian akan di ekspose ke Dinas Perhubungan Medan. “Kami di Perhubungan itu hanya menyetujui, menyempurnakan kajian itu. Setelah kami setuju, baru kami keluarkan Amdal Lalin yang benar,” katanya.

Dijelaskan Iswar, konsultan yang dipercayakan untuk menyusun Amdal Lalin harus lah orang yang memiliki sertifikat Amdal Lalin. Selain itu, pihak yang berhak menyidangkan hasil kajian Amdal Lalin adalah pajabat yang mengantongi sertifikat penilai.

“Kita harapkan sebaiknya di urus lah Amdal Lalin pasar-pasar tradisional ini. Dan yang paling penting sebenarnya bukan sekadar urus, tapi rekomendasi yang dikeluarkan tim harus dilaksanakan. Jadi rekomendasi itu jangan sebatas di atas kertas saja, gak akan ada artinya,” pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Medan D Edi Eka Suranta Sembiring menduga, hampir seluruh pasar tradisional yang ada di Kota Medan tidak mengantongi izin Amdal Lalin. Pasalnya, keberadaan pasar-pasar tradisional tersebut kerap kali mejadi penyumbang kemacatan di Kota Medan. (map/ila)

Kejari Medan dan Forwakum Salurkan Bansos di Dua Panti Asuhan

BANTUAN: Kejari Medan dan Forwakum memberikan bantuan sosial di dua panti asuhan, Sabtu (29/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan kembali menggandeng Forum Wartawan Hukum (Forwakum) Sumatera Utara (Sumut), menyalurkan bantuan sosial (bansos) di dua Panti Asuhan, Sabtu (29/1).

Sasaran kegiatan amal kali ini adalah di Yayasan Penyantunan Yatim Piatu Aceh Sepakat Darul Aitam Medan di Jalan Medan Area Selatan, Kelurahan Sukaramai I, Kecamatan Medan Area dan di Yayasan Panti Asuhan Karya Betzy beralamat di Jalan Menteng VII, Gang Ikhlas, Kelurahan Medan Tenggara, Kecamatan Medan Denai.

Adapun bansos yang diberikan berupa paket sembako 60 karung beras, 20 kotak Mie Instan dan 4 kotak susu (milo) serta sejumlah uang, yang diserahkan kepada dua Pengurus Panti Asuhan tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan Teuku Rahmatsyah melalui Kasi Intelijen Bondan Subrata mengatakan, kegiatan bakti sosial peduli anak yatim piatu ini terlaksana dari ide bersama antara Kejari Medan dan Forwakum Sumut yang disalurkan secara bersama langsung ke dua Panti Asuhan. “Harapan kami, bantuan ini dapat bermanfaat bagi anak-anak yatim piatu di Panti Asuhan serta dapat memberikan keberkahan dan keselamatan bagi kita semua,” ujar Bondan.

Sementara, Ketua Forwakum Sumut, Aris Rinaldi Nasution yang hadir bersama pengurus serta anggota Forwakum Sumut mengucapkan terimakasih kepada Kejari Medan.

“Kejari Medan dan Forwakum Sumut telah beberapa kali melaksanakan kegiatan serupa, yaitu bakti sosial yang dilakukan Kejari Medan dengan Forwakum Sumut yang bertepatan pada hari sumpah pemuda Oktober 2021 lalu, serta Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) pada Desember 2021 lalu, dan terakhir di awal Januari 2022 lalu,” ujarnya.

Sementara itu, Pengurus Yayasan Penyantunan Aceh Sepakat Darul Aitam Medan, Hasanuddin merasa senang adanya bantuan dari Kejari Medan bekerja sama Forwakum Sumut ini, dalam membantu anak-anak di panti asuhan ini.

“Alhamdulillah Panti Asuhan Aceh Sepakat Darul Aitam Medan yang telah berdiri sejak 1978 ini sangat terbantukan dengan adanya bantuan seperti ini, kami mendoakan bapak-bapak dari Kejari Medan dan Forwakum Sumut selalu diberikan kesehatan dan panjang umur, murah rejeki serta selalu dalam lindungan Allah SWT,” katanya.

Ucapan yang sama juga dikatakan Karnila Laia, pengurus Panti Asuhan Karya Betzy Indonesia. Dirinya mengungkapkan terimakasih atas bantuan dari Kejari Medan dan Forwakum Sumut.

“Terima kasih kepada Kejari Medan dan Forwakum Sumut atas bantuan paket sembako yang diberikan. Hanya tuhan yang bisa membalasnya. Sekali lagi kami ucapkan terimakasih banyak karna sudah berbagi kasih dengan kami,” katanya. (man/ila)

Warga Minta Pemko Medan Awasi Pelayanan Rumah Sakit

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masyarakat meminta agar Pemko Medan melakukan pengawasan terhadap pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit (RS), agar pasien mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima. Pasalnya, cukup banyak masyarakat khususnya peserta BPJS Kesehatan, yang mengeluhkan pelayanan yang diberikan pihak rumah sakit, khususnya kepada pasien peserta BPJS Kesehatan.

Hal itu disampaikan masyarakat saat menghadiri kegiatan Publikasi dan Dokumentasi Dewan dalam Penyelenggaraan Sosialisasi Produk Hukum Daerah Kota Medan, Perda Nomor 4 Tahun 2012 yang digelar Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Demokrat, Ishaq Abrar Mustafa Tarigan, di Jalan Pancing, Kelurahan Mabar Hilir, 29-30 Januari 2022.

Seperti yang disampaikan Ridwan, warga Kelurahan Mabar Hilir. Dikatakannya, hingga kini masih banyak pihak yang mengeluhkan maupun mengkritik pelayanan rumah sakit. “Bahkan, masih ditemukan sejumlah pasien BPJS Kesehatan yang diberi pelayanan berbeda dengan pasien umum. Untuk itu, kami minta kepada Pemko Medan melakukan pengawasan dari aspek pelayanan terhadap RS yang ada di Kota Medan,” katanya.

Hal senada disampaikan Sumiati, warga Jalan Pendidikan, Mabar Hilir. Dia berharap, Pemko Medan bisa dapat membuat komitmen kepada BPJS Kesehatan agar setiap warga Kota Medan bisa dengan mudah mendapatkan pelayanan dalam mengurus BPJS Kesehatan, baik secara mandiri maupun penerima bantuan subsidi (PBI). “Tak bs dipungkiri, masih banyak warga Medan yang merasa kesulitan untuk mengurus BPJS Kesehatan. Jadi, mohon ini menjadi perhatian bapak-bapak pemangku kebijakan di Pemko Medan,” ujarnya.

Menyahuti itu, Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Demokrat, Ishaq Abrar Mustafa Tarigan SIP mengaku akan menyampaikan aspirasi masyarakat ini kepada Pemko Medan. Politisi muda Partai Demokrat ini pun mendesak Pemko Medan untuk menerapkan Perda Nomor 4 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Kota Medan secara maksimal agar masyarakat mendapatkan hak pelayanan dan fasilitas kesehatan dengan baik.

Menurut Abrar, Pemko Medan harus mendukung program pusat lewat Perda Sistem Kesehatan ini, dimana Pemerintah Pusat telah memberlakukan Sistem Kesehatan Nasional bagi setiap warga negaranya. “Kita mendorong, Pemko Medan untuk dapat memastikan kepada jajarannya supaya amanat dari Perda Nomor 4 Tahun 2012 dapat dijalankan dan diterapkan dengan baik,” ujarnya.

Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Kota Medan ini juga berharap, Wali Kota Medan Bobby Nasution dapat segera merealisasikan janjinya menggratiskan kepesertaan BPJS Kesehatan kelas III untuk suluruh masyarakat kurang mampu di Kota Medan. Apalagi pelayanan kesehatan gratis tersebut juga sudah diatur dalam Perda Nomor 4 tahun 2012 ini.

“Dalam Perda tersebut, prinsipnya seluruh masyarakat di Kota Medan mendapat pelayanan kesehatan gratis dari Pemko Medan, khususnya untuk semua penyakit menular. Jadi tinggal datang ke rumah sakit maka pelayanan gratis tanpa perlu pakai BPJS Kesehatan,” ujarnya. (adz)