26 C
Medan
Monday, February 2, 2026
Home Blog Page 2781

Gedung DPRD Binjai Masih Kosong, Pengadaan Mebel Capai Rp2,5 Miliar

KOSONG: Gedung DPRD Binjai yang baru, masih tampak kosong karena belum ada mebelnya.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Gedung DPRD Binjai yang baru telah rampung dibangun. Namun, sejumlah ruangan di gedung wakil rakyat ini, masih tampak kosong. Sekretaris DPRD Binjai, Putri Syawal Sembiring menjelaskan, pihaknya sudah membentuk tim kepanitian untuk pengadaan mebel.

Menurut dia, proses tender semula sudah tuntas dilakukan. Namun belakangan, pengadaan mebel batal dilakukan. “Karena ada dokumen yang belum lengkap,” ungkap Putri di Balai Kota Binjai, Senin (24/1).

Putri mengatakan, pengadaan mebel dianggarkan senilai Rp2,5 miliar. Dia pun mengakui, pihaknya sudah setuju dengan perusahaan awal yang melakukan pengadaan mebel tersebut. Namun belakangan batal, karena ada satu dokumen tidak lengkap. Bahkan, Sekretariat DDPRD Binjai, sudah datang ke Kota Bogor, Jawa Barat, untuk melihat kantor perusahaan yang bakal melakukan pengadaan tersebut. “Ke Bogor untuk memeriksa perusahaannya,” tutur Putri.

Dari informasi yang diperoleh, Putri selaku panitia, akan mengadakan lelang ulang secara terbuka untuk pengadaan mebel tersebut. Soal nilai anggarannya, kemungkinan akan muncul dalam pengesahan Perubahan APBD 2022.

Sejauh ini, mebel yang ada diletakkan di Sekretariat DPRD Binjai. Sementara mebel yang baru, nanti akan mengisi sejumlah ruang alat kelengkapan dewan. Mulai dari ruang komisi, fraksi, paripurna, Badan Musyawarah, Badan Anggaran, dan unsur pimpinan di DPRD Binjai. (ted/saz)

Pemprovsu Buka Seleksi PPPK Guru SMA/SMK, 900 Formasi, 300 Guru Agama

KETERANGAN: Kadis Pendidikan Sumut Prof Wan Syaifuddin memberi keterangan kepada wartawan di rumah Dinas Gubsu, beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumatera Utara tahun ini berencana membuka seleksi Calon Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) bagi guru honorer tingkat SMA dan SMK. Kepala Dinas Pendidikan Sumut, Prof Wan Syaifuddin mengatakan, rencana formasi yang akan dibuka adalah untuk 900 Calon Guru PPPK SMA/SMK dan sederajat, di mana sekitar 300 formasi di antaranya untuk guru agama.

“Tahun ini, formasinya 900, itulah yang yang tadi sekitar 300 untuk porsi guru agama,” kata Prof Syaifuddin menjawab wartawan di Rumah Dinas Gubernur, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Selasa (25/1).

Lebih lanjut Prof Syaifuddin mengatakan, rencana pendaftaran dibuka pada Februari 2022. Karena itu, kepada para guru honorer diminta untuk mempersiapkan diri mulai dari saat ini.

Mengapa hanya membuka 900 formasi? Prof Syaifuddin mengatakan, karena keterbatasan anggaran Pemprov Sumut. “Kita yang mengusulkan, kemampuan segitu. Kalau kita usulkan 11.000, tapi 900 itu yang dapat ditampung sesuai anggaran yang tersedia,” jelasnya.

Ditambahkannya teknis pelaksanaannya seleksi nantinya menggunakan sistem komputerisasi (CAT) yang bekerjasama dengan Badan Kepegawaian Negara (BKN). Namun, syarat dan ketentuan pendaftaran serta teknis ujian akan disampaikan nanti.

Sebelumnya, Pemerintah memastikan tidak akan ada perekrutan atau pembukaan CPNS 2022. Namun akan tetap membuka PPPK Guru. Pengumuman peniadaan seleksi CPNS 2022 dan kelanjutan PPPK Guru di 2022 ini disampaikan melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB). “Untuk seleksi CASN Tahun 2022, Pemerintah fokus melakukan rekrutmen PPPK dan formasi untuk CPNS tidak tersedia,” kata Menpan RB Tjahjo Kumolo dalam keterangannya di Jakarta, baru-baru ini.

Keputusan terkait rekrutmen PPPK tersebut telah diatur dalam Surat Menpan RB Nomor B/1161/M.SM.01.00/2021 tanggal 27 Juli 2021 terkait Pengadaan ASN Tahun 2022. Seleksi CASN Tahun 2022 tersebut akan fokuskan untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik, kesehatan dan penyuluh. “Berbagai kebijakan tengah disusun sebagai dasar kebijakan dalam pelaksanaan Seleksi CASN Tahun 2022 ini,” sambungnya.

Tjahjo mengatakan, kebijakan peniadaan rekrutmen CPNS dan mengutamakan pengisian formasi PPPK ini mengambil dari pengalaman sejumlah negara maju, dimana jumlah PNS lebih sedikit dan jumlah PPPK lebih banyak. “Mengacu pada hal contoh baik tersebut, maka Pemerintah Indonesia perlu mengikuti langkah yang telah dilakukan oleh berbagai negara maju, sebagai langkah memodernisasi birokrasi secara cepat,” katanya.

Kemudian, terkait tenaga honorer yang ada di instansi pemerintahan, Tjahjo mengatakan status tenaga honorer tersebut akan selesai di 2023, sehingga nantinya akan tidak ada lagi pegawai berstatus honorer di instansi pemerintahan. “Terkait tenaga honorer, melalui PP (peraturan pemerintah), diberikan kesempatan untuk diselesaikan sampai dengan tahun 2023,” tegasnya. (mbc/bbs)

Presiden Joko Widodo Lepas Ekspor Perdana Tahun 2022 Smelter Grade Alumina

BINTAN, SUMUTPOS.CO – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo melepas peluncuran ekspor perdana tahun 2022 Smelter Grade Alumina (SGA) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Bintan, Kepulauan Riau pada Selasa (25/01). Nilai dari ekspor perdana pada tahun 2022 ini mencapai Rp104 Miliar dengan volume 21.001 ton.  Dalam peluncuran ini, Presiden Jokowi didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto dan sejumlah Menteri Kabinet lain.

KEK Galang Batang ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo melalui PP Nomor 42 Tahun 2017 pada tanggal 11 Oktober 2017 dan beroperasi pada 8 Desember 2018. KEK Galang Batang mulai melakukan ekspor Smelter Grade Alumina (SGA) pada 2 Juli 2021 dengan jumlah ekspor pada tahun 2021 sebanyak 530 ribu ton senilai Rp2,6 Triliun.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya mengatakan, ”Industri utama dalam KEK Galang Batang adalah smelter untuk pengolahan bauksit yang dilakukan oleh PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) yang akan melepaskan ekspor perdana Smelter Grade Alumina (SGA) tahun 2022 dengan tujuan Tiongkok.  Selanjutnya, telah juga dijadwalkan untuk ekspor dengan tujuan Tiongkok dan Malaysia.”

KEK Galang Batang merupakan sentra choke point Selat Malaka, berdekatan dengan Batam Free Trade Zone dan Selat Philip. Lokasi KEK Galang Batang mempunyai akses langsung dengan Selat Malaka dan Laut China Selatan. Lokasi strategis ini menjadi keuntungan dalam menciptakan peluang bisnis, sehingga ke depannya KEK Galang Batang diharapkan mampu memberikan dampak bagi perekonomian nasional melalui hilirisasi bauksit, industri ringan, dan logistik modern yang ramah lingkungan.  Hal ini sejalan dengan program hilirisasi industri.

PT Bintan Alumina Indonesia (BAI) mengekspor produk Smelter Grade Alumina (SGA) yang merupakan pengolahan dari bauksit, dan di masa yang akan datang PT BAI akan mengembangkan hilirisasi sampai aluminium ingot.  Untuk tahun ini, PT BAI akan memproduksi Smelter Grade Alumina sebesar 1 juta ton. Selanjutnya, tahun ini akan diselesaikan pengembangan untuk mencapai produksi sebanyak 2 juta ton. Sementara untuk produksi aluminium ingot direncanakan dapat berproduksi pada tahun 2025 dengan produksi sebanyak 400 ribu ton per tahun.

“Produksi smelter grade alumina dan aluminium ingot di masa yang akan datang, akan mempercepat hilirisasi bauksit ke aluminium ingot yang diperlukan industri dalam negeri untuk berbagai jenis produk, seperti pelat, billet, scrap, dan bentuk profil yang akan diperlukan dalam banyak proses industri seperti pesawat terbang, kapal, otomotif, dan konstruksi,” ujar Menko Airlangga.

Pemerintah mendorong hilirisasi industri agar dapat menciptakan nilai tambah yang jauh lebih besar dan berkontribusi positif pada perekonomian nasional. Sebagai contoh, peningkatan nilai tambah dari bauksit sampai dengan aluminium ingot sebagai berikut: setiap 6 ton bauksit yang diolah akan menghasilkan 2 ton Smelter Grade Alumina dan setiap 2 ton SGA yang diolah akan menghasilkan 1 ton aluminium ingot. Sehingga, setiap ton aluminium ingot membutuhkan 6 ton bauksit. Apalagi dihitung secara nilai, gambarannya adalah sebagai berikut: Harga per ton bauksit saat ini adalah US$31,37 maka untuk setiap 6 ton bauksit seharga US$188,22.

Hal ini sesuai dengan arahan Presiden Joko Widodo untuk mempercepat hilirisasi bahan tambang untuk menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Selain itu, Indonesia akan mendapatkan manfaat dari hilirisasi berupa pajak dari perusahaan, penerimaan negara dan memperluas lapangan kerja.

Untuk setiap 2 ton SGA yang dihasilkan akan bernilai US$770, maka terjadi kenaikan nilai tambah dari 6 ton bauksit menjadi 2 ton SGA sebesar 4 kali. Untuk setiap ton alumunium ingot yang dihasilkan dari 2 ton SGA bernilai US$3.174, atau terjadi kenaikan sebesar 4 kali.  Sehingga, dapat disederhanakan pengolahan 6 ton bauksit menjadi 1 ton aluminium ingot akan memberikan kenaikan nilai tambah sebesar 16 kali.

KEK Galang Batang merupakan salah satu contoh atau role model dalam pengembangan kawasan dan industri yang dapat menyerap tenaga kerja dan meningkatkan ekspor. Hingga akhir tahun 2021, jumlah investasi yang telah direalisasikan sebesar Rp15,7 triliun dari rencana total investasi sebesar Rp36,25 triliun yang akan direalisasikan sepenuhnya pada tahun 2025.

Saat ini, jumlah tenaga kerja yang telah terserap sebanyak 3.480 orang dan diharapkan pada tahun 2025 jumlah tenaga kerja yang terserap sebanyak 13 ribu orang. Pengembangan KEK Galang Batang sejalan dengan pengembangan terintegrasi Kawasan Batam Bintan Karimun yang telah disusun dalam bentuk Rencana Induk Kawasan Batam, Bintan, dan Karimun yang akan mensinergikan pengembangan kawasan utama agar wilayah ini semakin kompetitif, berdaya saing, dan semakin berkembang. (ekon)

33 Ribu UMKM di Medan Ditargetkan Masuk Pasar Modern Tahun Ini

TINJAU: Wali Kota Medan Bobby Nasution didampingi Ketua TP PKK Kota Medan Kahiyang Ayu, saat meninjau stand UMKM pada satu pameran di Kota Medan, belum lama ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan mengaku akan terus berupaya untuk membuat Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) di Kota Medan bisa ‘naik kelas’. Salah satu upaya yang dilakukan di tahun 2022 ini, Pemko Medan melalui Dinas Koperasi dan UMKM telah menargetkan agar 33 ribu UMKM di Kota Medan bisa masuk pasar modern dalam memasarkan dan produk-produknya.

“Salah satu cara untuk bisa merealisasikannya, kita akan permudah persyaratan untuk pelaku UMKM agar bisa menjadi pelaku UMKM binaan kita (Dinas Koperasi dan UMKM?” ucap Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan, Benny Iskandar Nasution.

Dikatakan Benny, salah satu upaya untuk mempermudah para pelaku UMKM di Medan agar bisa menjadi binaan pihaknya, adalah dengan memberikan keringanan persyaratan.

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) bagi pelaku UMKM. Dengan begitu, para pelaku UMKM bisa mendapatkan akses yang lebih luas dalam memasarkan produknya.”Jadi kita permudah dengan persyaratannya dan kita kesampingkan dulu NPWP nya. Karena rata-rata, pelaku UMKM modalnya masih kecil, sulit bagi mereka membuat NPWP,” ujarnya.

Menurut Benny, untuk program UMKM ‘Naik Kelas’, pihaknya juga telah membantu pembuatan website khusus pendaftaran pelaku UMKM yang menjadi binaan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Medan. Melalui website ini, para pelaku UMKM dipermudah dalam hal pendataan jumlah UMKM dan pembinaannya.

“Jadi syaratnya sudah mudah, hanya dengan NIK saja dan bisa daftar di kelurahan. Mereka juga nggak harus jauh-jauh untuk pengurusan izin. Hal ini lah yang membuat kita optimistis UMKM bisa masuk pasar modern,” katanya.

Dijelaskan Benny, hingga saat ini telah terjadi peningkatan yang cukup pesat terkait jumlah pelaku UMKM yang ada di Kota Medan dan menjadi binaan Dinas Koperasi dan UMKM. Berdasarkan data yang ada pada mereka, pada tahun 2021 lalu, total jumlah pelaku UMKM yang menjadi binaannya berjumlah 27.763. Namun saat ini, jumlah itu telah bertambah hampir 6.000 UMKM.

Alhasil di awal tahun 2022 ini, jumlah pelaku UMKM yang masuk atau terdata sebagai binaan Dinas Koperasi dan UMKM berjumlah sekitar 33 ribu UMKM. “Bagi pelaku UMKM yang terdaftar, tentu kita lakukan pembinaan. Bisa masuk ke pasar modern, tahu tujuannya dan jangan cuma ikut-ikut aja,” jelasnya.

Selain meningkatkan jumlah UMKM yang masuk ke pasar modern, Benny juga mengatakan bahwa tahun ini, pihaknya juga memiliki program pengembangan koperasi pada seluruh rumah ibadah di Kota Medan. Hingga saat ini saja, sudah ada 378 koperasi yang beroperasi di berbagai rumah ibadah di Kota Medan.

“Program kita tahun (2022) ini, harus ada koperasi di seluruh rumah ibadah. Kita harapkan, hal ini menjadikan rumah ibadah bisa bangkit dan menghasilkan keuangan sendiri,” tuturnya.

Koperasi di rumah ibadah ini, kata Benny, akan berkolaborasi dengan beberapa perusahaan swasta dalam pemberian modalnya. Sementara itu, lanjut Benny, Pemko Medan juga tengah melangsungkan program pengembangan UMKM bagi istri juru parkir, nelayan, dan juga sopir becak motor (betor) di Kota Medan.

“Tahun ini juga harus dibuat koperasi untuk juru parkir dan dibuat UMKM untuk istrinya, juru parkir udah 70 orang, betor, dan nelayan juga ikut. Jadi ada banyal program untuk kemasyarakatan,” pungkasnya.

Anggota Komisi III DPRD Medan, T Edriansyah Rendy mengaku mendukung langkah dan program-program yang tengah dikembangkan Pemko Medan melalui Dinas Koperasi dan UMKM. Khususnya, mengenai target Pemko Medan yang ingin membuat UMKM naik kelas dengan memasukkan UMKM di Kota Medan ke dalam pasar modern. “Masalah yang paling krusial memang masalah pembinaan dalam pemasaran. Menurut saya, sangat tepat apabila Dinas Koperasi membantu dan membina para pelaku UMKM kita dalam hal pemasaran,” kata Rendy.

Dikatakan Rendy, saat ini pemasaran melalui sistem digital merupakan salah satu cara paling cerdas dalam memasarkan produk UMKM kepada para calon pelanggan. “Dan Alhamdulillah, cara itu sudah mulai dilakukan Pemko Medan. Harapan kita, pembinaan seperti ini bisa terus berlanjut dan konsisten dilakukan kepada para pelaku UMKM sehingga para pelaku UMKM bosa banyak belajar dan menerapkannya dalam mengembangkan usahanya,” pungkasnya. (map/ila)

Polsek Patumbak Ikuti Vaksin Booster

Vaksinasi: Kapolsek Patumbak Kompol Faidir Chaniago saat disuntik vaksin tahap ketiga Booster, di Mapolsek Patumbak, Senin (24/1).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Patumbak Kompol Faidir Chaniago bersama Kanit Reskrim, AKP Ridwan dan seluruh personelnya mengikuti vaksinasi tahap ketiga Booster, di halaman Mapolsek Patumbak, Senin (24/1), setelah melaksanan apel pagi, sekira Pukul 10.00 WIB.

Tim Medis Dokkes Polda Sumut yang dipimpin oleh Dr Wan Liana Barus mengatakan, untuk dapat melaksanakan Vaksin ketiga Booster harus ada tenggang waktu selama enam bulan setelah selesai melaksanakan vaksin kedua.

Menurut Kompol Faidir Chaniago, pihaknya setelah dinyatakan sehat, maka langsung mengikuti vaksinasi tahap ketiga Booster tersebut. Vaksinasi tahap ketiga Booster penting untuk diikuti, agar imun tubuh semakin kebal dalam mencegah penyebaran dan berkembangnya Virus Corona (Covid-19).

“Selain itu, vaksinasi tahap ketiga Booster ini kita lakukan untuk mendukung program Pemerintah guna pencapaian vaksinasi di negara kita,” paparnya.

Pihaknya mengucapkan terima kasih kepada tim Medis Dokkes Polda Sumut. “Kita juga mengucapkan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena sudah mendapatkan dan telah selesai melaksanakan vaksin ketiga Boster di Polsek Patumbak tanpa ada kendala apapun,” pungkasnya. (dwi/ila)

BNNK Sebut Panti Rehabilitasi Dikelola Adik Bupati Langkat Non Aktif

Plt Kepala BNNK Langkat, Rusmiati.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pasca terkuak ke permukaan terkait dugaan perbudakan dengan temuan kerangkeng jerjak besi di belakang rumah Bupati Langkat non aktif, Terbit Rencana Peranginangin, tim gabungan Polda Sumut melakukan penggerebekan, di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, kemarin (24/1). Namun, penggerebekan ini dikabarkan mendapat penghalangan dari masyarakat sekitar.

Namun kini, korban dugaan perbudakan tersebut sudah tidak ada lagi di bilik yang dipagar jeruji besi tersebut. Badan Narkotika Nasional Kabupaten Langkat sudah melakukan asesmen terhadap mereka di Kantor Camat Kuala, Jalan Binjai-Kuala, Kelurahan Bela Rakyat, Selasa (25/1).

Pelaksana Tugas Kepala BNNK Langkat, Rusmiati menjelaskan, pihaknya sudah melakukan survei ke panti rehabilitasi tersebut pada tahun 2017. Mereka melihat keadaan dua bilik tersebut yang dinyatakan tidak layak.

“Setelah melihat, tidak layaknya dalam arti kata mereka belum punya izin. Pada saat itu juga Kasi Rehabilitasi sudah menyarankan kepada adik Pak Bupati karena pada saat itu keterangan Pak Bupati bahwa panti rehabilitasi itu sudah dikelola oleh adiknya, Ibu Ketua DPRD sekarang, Ibu Sribana, dulu yang kelola pada saat itu, mungkin sampai saat ini ya,” kata Rusmiati di Kantor Camat Kuala.

Menurut dia, Kasi Rehabilitasi BNNK Langkat menyarankan untuk melengkapi sejumlah persyaratan tersebut agar panti rehabilitasi ini dinyatakan legal atau resmi. “Kasi Rehabilitasi juga meninggal kontak person,” tambah dia.

Disoal apa saja persyaratan mendirikan sebuah panti rehabilitasi, dia tak dapat menjelaskan secara rinci. Dia hanya bilang perlu izin yang sesuai standar operasional prosedur.

“Untuk proses itu, Kasi Rehab yang tau,” ujarnya.

Ditanya mengenai kedatangan tim dari Komisi Pemberantasan Korupsi yang berbuntut kerangkeng tersebut menguak ke permukaan, dia tidak tahu. “Tetapi pada hari Kamis semalam, kami sudah mendampingi orang Polres dan dari Dit Narkoba Polda. Di situ kami mendengar keterangan dari pengawas ada sekitar 48 orang,” ujar dia.

“Di situ hanya dua kamar. Yang satu kamar keterangan dia (pengawas) 21 orang, satu kamar lagi 27 orang,” ujar dia.

Karena Rusmiati sudah melihat lokasi tersebut, disoal apakah mirip seperti penjara atau kerangkeng, dia menjawab tidak tahu. “Saya tidak pernah melihat penjara yang selayaknya, cuma di situ kamar di luarnya ada pagar besi,” jawab Rusmiati.

“Pada saat kami ke situ, mereka di dalam.
Sekembalinya kami pulang, kami tidak tau dan sebelum kami hadir di situ, kami tidak tau bagaimana mereka,” ujar dia.

Lantas apa upaya yang akan dilakukan, Rusmiati bingung menjawabnya. Dia menyarankan untuk konfirmasi langkah lebih lanjut ke BNNP Sumut karena mereka sebagai pembina.

“Kami ke situ semalam sore tidak ada orang lagi di dalam. Dari Bapak Dir Polda bahwa kami harus melaksanakan asesmen hari ini di kantor ini (Kantor Camat Kuala) dikumpulkan oleh Camat sekitar 30 orang,” ujar dia.

Sementara, Pengawas Kerangkeng, Suparman Peranginangin menepis kalau dua bilik yang ada di belakang rumah Bupati Langkat non aktif adalah tempat penyiksaan dari para pekerja pabrik kelapa sawit milik tersangka dugaan suap fee proyek, Terbit Rencana Peranginangin. Menurut dia, kerangkeng tersebut dihuni oleh pecandu narkotika yang dititipkan oleh keluarga.

Bahkan, menurutnya, kerangkeng tersebut merupakan tempat isolasi pertama bagi warga binaan yang baru masuk. “Untuk sehari-harinya, mereka tekankan dulu olahraga dan kerohanian. Yang ahli bekerja di kebun, saya rasa tidak ada. Pembinaan kita, tempah skill mereka di tempat yang kita namakan itu pabrik,” ujar dia yang juga menjabat Kepala Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala ini.

Langkah dibuatnya panti rehabilitasi berbentuk bak penjara ini, kata dia, adalah keinginan Bupati Langkat non aktif memberantas narkoba. Usai terjerat narkoba, mantan pecandu memiliki keahlian atau skil.

“Skil yang sesuai dengan yang di pabrik. Contohnya sortasi buah sawit, milah-milah dari situ. Bisa juga langsung (diangkat) karyawan (di PKS milik Bupati Langkat non aktif),” ujar dia.

Namun demikian, sambungnya, jika pihak keluarga sesuai kesepakatan dipulangkan usai direhab, pihaknya akan mengembalikan. “Dan satu lagi, begitu mereka keluar dari sini, kita akan melihat bahwa keluar mereka dari sini sudah ada skil. Di mana mereka kerja, sudah ada skil,” tambah dia.

Suparman menambahkan, jam kerja warga binaan yang direhabilitasi dengan karyawan sama. Mulai pukul 7.30 WIB sampai 17.30 WIB.

Mengenai makan yang dua kali saja, dia menjawab tidak benar. “Yang benar makan orang ini cukup tiga kali sehari. Bahkan berlebih,” bebernya.

“Kalau masih tahap pembinaan, isolasi namanya. Bukan kerja, tapi dilatih skil. Dan makan di tempat kerja,” tambah dia.

Disoal ada warga binaan di kerangkeng yang mengalami luka lebam di wajah, dia menjawab tidak tahu. Menurutnya, kerangkeng yang beredar di media sosial itu adalah tempat isolasi.

“Enggak ada orang berantam. Di pabrik juga tidak ada. Pengawas pun saya, sehari-hari (saya) bukan di situ. Mengawasi keadaan dan kesehatannya (saja saya),” ujar dia.

Dia melanjutkan, tempat pembinaan tersebut gratis. Tidak ada keluarga warga binaan yang menitipkan sanak saudaranya dipungut biaya.

“Di mana sih ada tempat pembinaan yang bergaji, bahkan kalaupun rehab resmi bayar enggak? Di mana ada gajinya ada pembinaan? Tujuannya membentuk skil orang ini, dari tidak mampu bekerja, mampu bekerja. Karyawan kita banyak, mereka hanya diperbantukan dan sidampingi oleh karyawan. Pabrik kelapa sawit, memang di situ tempat pelatihan ini,” tukasnya. (ted)