Home Blog Page 2797

Pupuk Langka dan Cuaca Ekstrim Ancam Petani Dairi, Karo, dan Pakpak Barat

DAIRI, SUMUTPOS.CO– Anggota DPRD Sumut Fraksi PDI Perjuangan Anwar Sani Tarigan menjumpai beberapa masalah yang sangat serius di Kabupaten Dairi, Karo, dan Pakpak Barat saat melakukan Reses, yakni kelangkaan pupuk dan cuaca ekstrim.

“Saat ini masyarakat di Karo, Dairi dan Pakpak Barat sedang dalam ancaman yang sangat serius, yaitu terjadinya kelangkaan pupuk baik subsidi maupun nonsubsidi dan cuaca ekstrim yang dapat berakibat pada kegagalan panen,” kata Anwar Sani Tarigan melalui siaran persnya, Selasa (8/3/2022).

Anwar Sani Tarigan yang terpilih dengan suara 56.000 dari Dapil tersebut juga menyatakan, dari berbagai laporan masyarakat, kedua peristiwa itu sangat mengganggu stabilitas masyarakat Karo, Dairi, dan Pakpak Barat dalam melakukan kegiatan bercocok-tanam.

“Ketiga kabupaten ini, masyarakatnya mayoritas adalah berladang, sangat tergantung pada ketersediaan pupuk dan cuaca yang mendukung, bila pupuk langka dan cuaca yang ekstrim dapat menciptakan gagal panen dan hal ini sangat berbahaya bagi kelangsungan ketersediaan pangan terutama sayur-mayur dan kebutuhan panganan lainnya,” lanjut Anwar Sani.

Selanjutnya, Anwar Sani meminta kepada pemerintah provinsi dan kabupaten untuk serius dalam menangani persolan distribusi pupuk ini. Kalau pemerintah mengabaikan persoalan ini, pasti akan ada korban, terutama petani yang akan kehilangan mata pencahariannya.

“Pemerintah tidak boleh tutup mata terhadap persoalan ini, karena ini terkait hajat hidup manusia dan kami meminta kepada pemerintah untuk memperhatikan dan mengawasi secara serius. Karena ada dugaan distribusi pupuk ini telah terjadi penyelewengan, ada pupuk yang seharusnya untuk daerah ini tetapi didistribusikan ke daerah lain,” pungkasnya. (adz)

Transaksi e-Parking, Dishub Medan Siapkan Hadiah Sepeda Motor dalam Kegiatan Gebyar Ramadhan

Pemko Medan melalui Dishub menyediakan hadiah sepeda motor untuk transaksi e-parking.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan melalui Dinas Perhubungan (Dishub), meminta masyarakat yang beraktivitas di Kota Medan untuk mensukseskan penerapan parkir non tunai atau parkir elektronik (e-Parking) dengan meningkatkan transaksi pembayaran retribusi e-Parking di Kota Medan.

Pasalnya, Dishub Kota Medan memiliki program berhadiah bertajuk Gebyar Ramadhan kepada masyarakat pengguna jasa e-Parking di Kota Medan. Sebagai hadiah utama, Dishub Medan telah menyediakan satu unit sepeda motor kepada masyarakat pengguna jasa e-Parking yang beruntung.

“Tahun ini Dishub Medan memiliki program Gebyar Ramadhan. Kita mengajak masyarakat untuk menyukseskan program e-Parking di Kota Medan dengan meningkatkan transaksi pembayaran parkir non tunai. Sebagai hadiah utama, satu unit sepeda motor telah kita siapkan untuk pengguna jasa e-Parking yang beruntung,” ucap Kepala Dinas Perhubungan Kota Medan, Iswar Lubis S.SiT MT, Selasa (8/3/2022).

Dikatakan Iswar, nantinya dalam setiap transaksi pembayaran parkir non tunai pada setiap titik e-Parking di Kota Medan, para pengguna jasa e-Parking akan mendapatkan bukti struk pembayaran dari juru parkir (jukir). Pada bukti pembayaran tersebut, terdapat nomor pembayaran yang akan menjadi nomor undian.

“Setiap struk bukti pembayaran harap disimpan, karena nomor bukti pembayaran akan menjadi nomor undian. Bila beruntung, pemenang utama akan mendapatkan satu unit sepeda motor,” ujarnya.

Sesuai tema Gebyar Ramadhan, kata Iswar, pengundian akan dilakukan tepat di bulan Ramadhan. Program ini telah dimulai sejak Senin (7/3/2022) kemarin dan akan berlangsung sampai hari pengundian.

“Pengundiannya akan dilakukan pada pertengahan bulan Ramadhan nanti,” katanya.

Untuk itu, Iswar meminta masyarakat untuk turut mensukseskan program e-Parking di Kota Medan dengan tidak melakukan pembayaran parkir secara tunai pada titik-titik parkir di Kota Medan yang telah menerapkan sistem e-Parking.

“Bila ada jukir e-Parking yang mengarahkan untuk membayar retribusi secara tunai, jangan mau, langsung tolak saja. Dengan membayar secara tunai, pengguna jasa e-Parking tidak akan mendapatkan struk pembayaran. Artinya, pengguna jasa e-Parking kehilangan satu nomor undian,” tuturnya.

Dan yang paling penting, sambung Iswar, dengan membayar parkir secara non tunai, pengguna jasa e-Parking telah membantu pemerintah dalam mencegah terjadinya praktik pungutan liar (pungli) dan membantu pemerintah dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi parkir tepi jalan.

“Untuk itu, mari kita tingkatkan transaksi e-Parking di Kota Medan,” ajaknya.

Untuk program berhadiah Gebyar Ramadhan ini, Iswar juga mengaku telah melaporkannya kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution dan telah mendapatkan persetujuan.

“InsyaAllah, nanti pak Wali yang akan langsung mengundinya. Terkait kapan tanggal pengundiannya, itu nanti akan kita sesuaikan dengan jadwal pak wali. Tapi yang pasti, pengundian akan dilakukan di pertengahan bulan Ramadhan,” tuturnya.

Tak cuma sepeda motor, Iswar juga memastikan akan ada hadiah hiburan lainnya bagi para pengguna jasa e-Parking yang beruntung.

“Sepeda motor itu hadiah utamanya. Nantinya kita masih punya banyak hadiah hiburan lainnya,” ungkapnya.

Hadiah Sepeda Motor untuk Jukir Terbaik

Tak cuma untuk pengguna jasa e-Parking, Dishub Medan juga mengaku telah menyiapkan hadiah utama yang sama, yakni satu unit sepeda motor bagi jukir e-Parking terbaik.

“Jadi nanti hadiah sepeda motornya ada dua. Satu untuk pengguna jasa parkir, dan satunya lagi untuk jukir e-Parking terbaik. Nantinya kita akan melakukan penilaian untuk jukir terbaik ini,” jelasnya.

Untuk itu, Iswar juga menginstruksikan kepada setiap jukir e-Parking di Kota Medan untuk bekerja sesuai SOP yang berlaku. Utamanya, seorang jukir e-Parking dilarang menerima retribusi parkir secara tunai. Bila itu masih terjadi, maka Dishub Medan akan menindak tegas para jukir dengan menyerahkan jukir nakal yang dimaksud kepada pihak kepolisian untuk diproses secara hukum.

“Namun sekali lagi, Pemko Medan tidak hanya memberikan sanksi bagi jukir yang melanggar aturan, tetapi juga akan memberikan hadiah bagi jukir terbaik. Maka bekerja lah sesuai SOP dan jadilah yang terbaik,” pungkasnya. (rel)

Airlangga: Membayar dan Melaporkan Pajak Merupakan Bentuk Kecintaan ke Negara

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pembayaran pajak merupakan perwujudan dari kewajiban kenegaraan dan peran serta warga negara sebagai Wajib Pajak (WP) untuk secara langsung dan bersama-sama melaksanakan kewajiban perpajakan bagi pembiayaan negara dan pembangunan nasional.

Tanggung jawab atas pemenuhan kewajiban pembayaran pajak, sebagai cerminan kewajiban kenegaran di bidang perpajakan berada pada anggota masyarakat sendiri. Hal tersebut sesuai dengan sistem self assessment yang dianut dalam sistem perpajakan di Indonesia.

“Saya telah lapor Surat Pemberitahuan (SPT) Tahunan secara online dengan menggunakan e-filing. Terima kasih kepada Dirjen Pajak yang telah memberi kemudahan untuk memenuhi kewajiban perpajakan. Dengan e-filing kita dapat lapor pajak kapan saja tanpa datang ke kantor pajak, dan tentunya ini memberi kenyamanan bagi para Wajib Pajak,” ucap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam acara Pelaporan SPT Tahunan oleh Pejabat Negara yang berlangsung di Aula Cakti Budhhi Bhakti, Gedung Marie Muhammad, Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Selasa (8/03).

Penyampaian SPT Tahunan Pajak Penghasilan (PPh) WP Orang Pribadi saat ini telah difasilitasi secara online melalui aplikasi e-filing. Secara umum, e-filing dapat diakses melalui situs DJP dengan alamat www.pajak.go.id dan merupakan sistem pelaporan SPT dengan menggunakan sarana internet tanpa melalui pihak lain dan tanpa dipungut biaya, yang dibuat oleh DJP untuk memberikan kemudahan bagi WP dalam pembuatan dan penyerahan laporan SPT kepada DJP sehingga menjadi lebih cepat dan lebih murah.

Dengan aplikasi e-filing, WP tidak perlu lagi menunggu antrian panjang di lokasi drop box maupun Kantor Pelayanan Pajak. Hal ini merupakan salah satu terobosan pelaporan SPT yang digulirkan DJP untuk membuat WP semakin mudah dan nyaman dalam melaksanakan kewajiban perpajakannya.

Menko Airlangga menuturkan bahwa dengan rutin melaporkan SPT Tahunan juga merupakan bentuk kecintaan kepada negara karena Pajak merupakan salah satu sumber penerimaan terbesar dalam APBN.

“Kontribusi dalam membayar dan melaporkan pajak akan sangat berarti, terutama di saat pandemi Covid-19 ini Pemerintah mengeluarkan banyak program, baik dalam penanganan Covid-19 maupun pemulihan ekonomi. Sehingga penerimaan pajak menjadi sangat penting, dan ini bisa kita capai dengan mendorong kesadaran dan kepatuhan masyarakat,” imbuh Menko Airlangga.

Sesuai falsafah Undang-Undang Perpajakan, membayar pajak bukan hanya merupakan kewajiban tetapi juga merupakan hak dari setiap warga negara untuk ikut berpartisipasi dalam bentuk peran serta terhadap pembiayaan negara dan pembangunan nasional.

“Mari kita tingkatkan kepatuhan pajak negara kita, pajak kuat Indonesia maju,” tutup Menko Airlangga setelah selesai melaporkan SPT Tahunan.

Turut hadir dalam acara Pelaporan SPT Tahunan oleh Pejabat Negara diantaranya Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia, Menteri Keuangan, Wakil Menteri Keuangan, Kapolri, Panglima TNI yang diwakili oleh Inspektur Jenderal TNI, dan Direktur Jenderal Pajak. (ag/fsr/adv/*)

Ajak Pemuda Muhammadiyah Berwirausaha, Menko Airlangga: Ada Fasilitas KUR

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Perubahan perilaku masyarakat ke arah contactless economy diperkirakan akan berlanjut dan berkontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi di masa depan, ini turut mengakselerasi terjadinya transformasi digital di banyak lini bisnis dan ekonomi.

Indonesia memiliki potensi ekonomi digital yang masih terbuka lebar, bahkan nilainya diperkirakan akan berada di kisaran US$146 miliar pada 2025 mendatang dan akan menjadi yang tertinggi di wilayah ASEAN.

Potensi ekonomi digital Indonesia tentunya didukung sejumlah faktor, seperti total penduduk yang terbesar ke-4 di dunia dengan jumlah penduduk usia produktif mencapai 191 juta atau 70%.

Dari sisi pengguna digital di Indonesia, hingga Januari 2022, jumlah mobile connection mencapai 370 juta atau 133,3% dari total populasi, dengan rata-rata waktu yang dihabiskan satu orang untuk berselancar di internet adalah 8 jam setiap harinya.

“Dalam jangka waktu 2021-2022, pengguna internet di Indonesia juga meningkat 2,1 juta dari sebelumnya. Hal-hal tersebut tentunya akan menjadi modal bagus untuk kita membangun perekonomian di era digital ini,” ujar Menko Airlangga dalam Seminar Nasional Pimpinan Pusat (PP) Pemuda Muhammadiyah bertema “Gerakan Kemandirian Pemuda, Prospek, dan Tantangan di Era Digital”, secara virtual di Jakarta, Sabtu (5/03).

Indonesia saat ini juga tengah mengalami bonus demografi yang didominasi generasi muda usia 16 s.d. 30 tahun yang biasa disebut generasi milenial dan Gen-Z. Berdasarkan Sensus Penduduk BPS (2020), Indonesia memiliki 64,5 juta pemuda dari 270,2 juta penduduk.

“Ini berarti kader Pemuda Muhammadiyah sebagai generasi masa kini akan terlibat di dalamnya dan memainkan peranan penting. Kemampuan dan keunggulan digital natives yang dimiliki generasi muda harus terus diasah. Selain itu, generasi ini juga harus berjiwa mandiri, kreatif, adaptif, kolaboratif, inovatif, dan memahami iptek, agar dapat berdaya saing memasuki era Society 5.0,” jelas Menko Airlangga.

Dalam 15 tahun ke depan Indonesia akan membutuhkan setidaknya 9 juta orang atau 600 ribu orang per tahun, SDM yang bertalenta digital dan mampu menjadi technopreneur yang berdaya saing.

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini juga mengatakan kader-kader Pemuda Muhammadiyah diharapkan dapat mengambil bagian untuk membuka kesempatan kerja bagi masyarakat dengan berwirausaha. Pemerintah mendorong tumbuhnya wirausaha dengan memberikan dukungan pembiayaan bagi UMKM melalui program KUR.

“Segmentasi KUR yang telah terbagi menjadi KUR super mikro, mikro, dan kecil dapat dimanfaatkan bagi kader Pemuda Muhammadiyah yang ingin membangun usahanya sejak dini. Sepanjang 2021, pembiayaan KUR telah disalurkan sebesar Rp280,17 triliun dan diberikan kepada 7,38 juta debitur,” ucap Menko Airlangga.

Dalam rangka merespon kebutuhan pembiayaan yang tinggi, Pemerintah telah meningkatkan plafon KUR menjadi sebesar Rp373,17 triliun di 2022. Pemerintah juga menyediakan KUR syariah bagi pelaku usaha yang ingin mendapatkan pembiayaan berbasis syariah.

“Saya berharap melalui kegiatan ini akan terlahir generasi muda Muhammadiyah yang berkarakter Islami, berdaya saing tinggi, dan berpengetahuan luas, dapat menjadi game changer di tengah situasi sulit apapun. Saya juga mengajak para Pemuda Muhammadiyah banyak terjun menjadi wirausaha di masa depan, meneladani Nabi Muhammad SAW yang juga merupakan wirausahawan sejati,” tutup Menko Airlangga.

Kinerja Manajemen Makin Membaik, PTPN-2 Salurkan Lagi SHT Sebesar Rp. 23 M

DELI SERDANG, SUMUTPOS.CO – Kinerja perusahaan PT. Perkebunan Nusantara-2 (PTPN-2) terus saja membaik, berbagai terobosan-terobosan dilakukan guna mempercepat penyelesaian pembayaran Santuan Hari Tua (SHT) kepada para karyawan pensiuan maupun ahliwarisnya. Tercatat, mengawali tahun 2022, periode bulan Januari dan Februari, PTPN-2 kembali menggelontorkan dana SHT sebesar lebih kurang Rp. 23 Miliar, setelah sebelumnya pada tahun 2021, PTPN-2 membayar Rp.145 Miliar SHT tersebut.

“Kita tentu berharap pembayaran SHT hingga pada akhir 2022 ini akan terus meningkat dari tahun sebelumnya, yang mana target pembayaran SHT tahun 2022 berkisar Rp. 150 miliar “kata Direktur PTPN-2, Irwan Perangin-angin, didampingi Kepala Bagian Sekretariat Perusahaan Henny Mailena Siregar dan Kasubbag Humas Rahmat Kurniawan di ruang kerjanya, Senin (7/3) kemarin.

Irwan Perangin-angin menyampaikan, bahwa peningkatan pembayaran SHT ini menunjukkan adanya pencapaian positif dari perusahaan setiap tahunnya, baik peningkatan kinerja karyawan PTPN-2, maupun semakin baiknya hasil produksi, ditambah lagi dari sektor bisnis non-core PTPN-2 yang semakin beragam.

Menurutnya, pembayaran SHT ini diharapkan dapat terselesaikan dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, dari tahun 2012 sampai 2020, selama kurun waktu sembilan tahun tersebut, PTPN-2 melakukan pembayaran SHT sebesar Rp. 164,8 miliar.

Alhamdulillah di tahun 2021 perusahaan mampu membayarkan SHT sebesar lebih kurang Rp. 145,8 miliar.” yang besarannya hampir sama dengan sembilan tahun pembayaran SHT dimasa yang lalu, ini angka yang luar biasa,” ungkap Irwan Perangin-Angin.

Perusahaan, menurut Irwan sangat menyadari kewajiban kepada para pensiunan, ” Kami akan berusaha sekuat tenaga untuk memberikan yang terbaik demi kesejahteraan para karyawan dan pensiunan,” tegasnya.

Sebelumnya, Pak Wagino pensiunan tahun 2009 kebun Gohor Lama mengatakan sangat berterimakasih kepada Direktur PTPN-2 yang sangat peduli kepada pensiunan PTPN-2, dimana SHT ini sudah lama diharapkan cair.

Nada yang sama juga disampaikan Warsio pensiunan tahun 2011 kebun Batang Serangan yang mengucapkan rasa berterimakasih kepada Direktur PTPN-2 yang sudah mengeluarkan SHT mereka, sehingga dananya bisa dimanfaatkan untuk kelangsungan hidup mereka.

“Kami mendoakan semoga SHT pensiunan PTPN-2 segera terselesaikan dan kedepannya PTPN-2 kembali jaya seperti dahulu sehingga karyawan sejahtera,” ungkap para mantan karyawan tersebut.

Sekretaris Pengurus Cabang P3RI PTPN-2, H AdyTaslim juga turut angkat bicara, ia sangat mengapresiasi kinerja Direktur PTPN-2 selama memimpin PTPN-2, dimana beliau sangat respek terhadap nasib pensiunan sehingga SHT yang menjadi penantian selama ini dapat dibayarkan.

Untuk itu kami Cabang P3RI PTPN-2 berharap kedepannya pembayaran SHT ini berjalan lebih lancar lagi sehingga tidak ada lagi SHT yang masih tertunda pembayarannya, dan PTPN-2 semakin maju dan jaya.(rel)

Pemkab Dairi Akan Perbaiki Jalan & Sekolah di Desa Pasir Mbelang

BERBINCANG. Bupati Dairi, Dr Eddy KA Berutu berbincang dengan tokoh masyarakat saat kunjungan kerja ke desa Pasir Mbelang, kecamatan Tanah Pinem.SUMUT POS.CO/Komimfo Dairi.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dairi, akan memperbaiki jalan dan sekolah di Desa Pasir Mbelang, Kecamatan Tanah Pinem. Hal itu disampaikan Bupati Dairi, Dr Eddy Keleng Ate Berutu saat kunjungan kerja di desa itu, Senin (7/3/2022).

Dalam kesempatan itu, Eddy KA Berutu menyampaikan, bahwa saat ini pemerintah memprioritaskan penanganan corona virus disiase 2019 (Covid-19), sehingga banyak anggaran di geser atau dipindah fungsikan untuk menangani kasus pencegahan virus ini.

Eddy menyebutkan, meski disituasi pandemi, Pemkab Dairi tetap berupaya melaksanakan pembangunan. Khusus di Kecamatan Tanah Pinem, tahun 2021 lalu telah realisasikan pembangunan gedung sekolah SD negeri Pamah, penambahan ruang kelas baru SMP negeri 1 Tanah Pinem dan rehabilitasi SD negeri Sinar Pagi.

Pemeliharaan periodik jalan Loren menuju Kempawa, pengaspalan jalan Kampung Jawa – Lau Lubuk – Gunung Meriah, penambahan benih jagung varitas P32, pengadaan sarana cold chain dan vocaine carier, pembangunan tembok penahan Incenerator Puskesmas Kutabuluh, rehabilitasi Pustu Pasir Tengah, dan rehabilitasi Pustu Kutagamber.

Lanjut Eddy, tahun 2022 ini, ada pembangunan infrastruktur di kecamatan ini antaralain, pengaspalan (Hotmix) jalan Simpang Pamah ke Lau Paske, Simpang Lau Paske menuju Simpang Mangan Molih, pemeliharaan periodik jalan Namo Sanggar – Liang Jering – Siudang udang.

Pemeliharaan periodik jalan Hutaimbaru menuju Lau Primbon dan pembukaan jalan di Desa Harapan melalui karya bakti TNI. Eddy menambahkan, pemerintah berupaya meningkatkan pelayanan melalui program kartu tani serta KUR claster bekerja sama dengan PT Bank Sumut Cabang Sidikalang, ungkapnya.

Sementara itu, masyarakat Desa Pasir Mbelang menyampaikan terimakasih kepada Bupati dan rombongan sudah mengunjungi desa mereka.
Masyarakat mengaku, telah merasakan kehadiran pemerintah di desa mereka melalui pembangunan telah dilakuka baik infrastruktur, pertanian, kesehatan dan lainnya.

Dalam kunjunganya, Bupati Dairi Eddy KA Berutu, juga memberikan bantuan sembako kepada masyarakat lansia yang kurang mampu.

Hadir mendampingi Bupati, Camat Tanah Pinem Sion Sembiring, Kadis Pemdes, Bahagia Ginting, Kadis PUTR, Hotmaida Butar Butar, Kadis Pertanian, Robot Simanullang, Kadis Pendidikan, Fatimah Boangmanalu, Kadis Kesehatan, Henry Manik dan Kadis P3AP2KB, Nitawati Sitohang. (rud).

Melebihi Target Persentasi, BPK Perwakilan Sumut Apresiasi Pemko Medan

PIMPIN: Wali Kota Medan Bobby Nasution memimpin rapat bersama Tim Pemeriksa BPK RI Perwakilan Sumut terkait Exit Meeting di Ruang Rapat I Balai Kota Medan, Jumat (4/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Sumut sangat mengapresiasi Pemko Medan yang berhasil memperoleh persentasi total pemantauan tindak lanjut rekomendasi hasil pemeriksaan sebelumnya dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Sumut sebesar 80,26% hingga 31 Desember 2021.

Persentasi tersebut meningkat dari hasil pemantauan pada Semester I TA 2021 sebesar 77,06%.

Hal ini terungkap saat Wali Kota Medan Bobby Nasution memimpin rapat bersama Tim Pemeriksa BPK RI Perwakilan Sumut terkait Exit Meeting di Ruang Rapat I Balai Kota Medan, Jumat (4/3). Dalam kesempatan tersebut, Bobby mengucapkan terima kasih kepada BPK RI Perwakilan Sumut yang telah melakukan pemeriksaan interim atas laporan keuangan Pemko Medan Tahun Anggaran (TA) 2021.

Kepala BPK RI Perwakilan Sumut, Eydu Oktain Panjaitan SE MM Ak CA CSFA mengatakan, persentasi Pemko Medan sudah melebihi target yang diberikan BPK RI Perwakilan Sumut sebesar 80%. “Jadi ini harus kita apresiasi meskipun lebihnya hanya sedikit. Saya berharap Pemko Medan dapat memperoleh capaian yang lebih tinggi lagi ke depannya,” kata Eydu.

Selanjutnya, Eydu menjelaskan, kegiatan exit meeting merupakan lanjutan dari pemeriksaan di awal terkait pemeriksaan interim keuangan Pemko Medan TA 2021. Dimana pemeriksaan tersebut, jelas Eydu, bertujuan untuk memantau tindak lanjut atas hasil pemeriksaan tahun sebelumnya yang berkaitan dengan TA 2022.

Ada 3 poin penting yang harus dilakukan hasil terkait pemeriksaan intern, kata Eydu, yakni pemantauan tindak lanjut hasil sebelumnya, hasil pengujian sistem pengendalian intern dan indikasi permasalahan pertanggungjawaban APBD TA 2021.

Sementara itu, menurut Bobby Nasution, review ini sangat penting bagi Pemko Medan untuk membuat laporan sesuai dengan standar pelaporan. Oleh karenanya Bobby menekankan kepada seluruh OPD di lingkungan Pemko Medan agar memperhatikan dan menindaklanjuti review ini sesuai dengan timeline yang telah ditetapkan BPK.

“Terima kasih kepada Bapak Ketua BPK RI Perwakilan Sumut yang sudah hadir dalam rapat terkait exit meeting ini dan menjelaskan secara terperinci dari hasil pemeriksaan interim yang telah dilakukan mulai akhir Januari hingga tanggal 1 Maret ini,” kata Bobby.

Dari pemaparan yang disampaikan Kepala BPK RI perwakilan Provinsi Sumut, Bobby mencatat ada 3 poin penting, di antaranya pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan selanjutnya, hasil pengujian sistem pengendalian intern dan indikasi permasalahan pertanggungjawaban APBD TA 2021.

“Sekali lagi, saya mengucapkan terima kasih atas pemeriksaan interim yang telah dilakukan BPK. Pemeriksaan ini sangat berarti, semoga informasi yang disampaikan manjadi bahan masukan bagi kami dalam menjalankan pemerintahan di Kota Medan,” ucapBobby.(map/ila)

Tagih Janji Kampanye Bobby, Mahasiswa Orasi dan Panjat Pagar Balai Kota Medan

DEMO: Mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Medan, menggelar demo ke kantor Wali Kota Medan di Jalan Kapten Maulana Lubis No.2 Medan, Senin (7/3) siang.istimewa/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kota Medan, menggeruduk kantor Wali Kota Medan di Jalan Kapten Maulana Lubis No.2 Medan, Senin (7/3) siang. Para pendemo kecewa karena aspirasi mereka tidak disahuti sehingga mereka teriak-teriak dan memanjat pagar Balai Kota.

Dengan menggunakan pengeras suara, massa menagih janji kampanye Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman terkait penanganan banjir, infrastruktur, pemberantasan aksi kriminalitas, hingga janji pemberian beasiswa untuk 1000 mahasiswa di Kota Medan.

“Assalamualikum Bapak Wali Kota yang terhormat, KAMMI datang, jumpain KAMMI. Hari ini kami turun ke sini untuk mengingatkan Wali Kota Medan yang dulu banyak mengeluarkan janji-janji politik saat menjadi calon, tapi tidak merealisasikannya sampai saat ini,” ucap Koordinator Aksi, M Amin Siregar.

Dikatakan Amin, selama setahun lebih bekerja sebagai Wali Kota Medan, Bobby Nasution belum juga menunjukkan progres yang signifikan dalam penanganan banjir di Kota Medan. “Saat ini ada 1.514 titik banjir di Kota Medan. Bahkan 26 Februari 2022 lalu, hampir semua titik di Kota Medan kembali tergenang banjir. Mana janji-janji kampanye saat Pilkada lalu? Segera lakukan normalisasi sungai,” teriaknya.

Untuk itu, pihaknya (KAMMI Medan) mendesak Wali Kota untuk mempercepat perbaikan drainase dan jalan di Kota Medan agar penyerapan anggaran senilai Rp1 Triliun dapat segera terserap dengan maksimal. “Selain itu, kami juga menuntut Wali Kota untuk segera memberantas narkoba, pelaku perjudian dan aksi kriminalitas seperti begal, premanisme dan pencurian yang sampai saat ini justru meskipun merajalela di Kota Medan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Umum KAMMI Medan Putra Rajanami, meminta Wali Kota Medan untuk segera merealisasikan janji-janji kampanyenya, terutama terkait isu lingkungan, korupsi, transportasi, ekonomi, kesenjangan sosial dan pendidikan.

“Kami juga menagih janji kampanye Bobby Nasution yang akan memberikan beasiswa pada seribu mahasiswa, tapi saat ini baru 300 mahasiswa yang mendapatkan beasiswa tersebut. Kami minta di dua tahun sisa masa kepemimpinan Bobby Nasution, janji tersebut harus segera terealisasi,” ujarnya.

Panjat Pagar dan Berteriak

Pantauan Sumut Pos di lokasi, mahasiswa terus meminta Wali Kota Medan Bobby Nasution untuk keluar dan menemui mereka yang berpanas-panasan saat melakukan aksi di depan pagar kantor Wali Kota Medan. Saat itu, terlihat petugas dari Sat Sabhara Polrestabes Medan dan Polsek Medan Baru serta personel SatPol PP Kota Medan turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan.

Namun sayang, permintaan massa tak digubris, Bobby Nasution tak kunjung keluar untuk menemui massa. Alhasil, massa pun memanjat pagar sembari mengibarkan spanduk yang mereka bawa sembari terus berteriak agar Wali Kota Medan berkenan untuk menemui mereka secara langsung.”Kami ingin menagih janji bapak saat bapak belum terpilih sebagai Wali Kota Medan, kami bawa aspirasi masyarakat kepada bapak, keluar pak Bobby,” teriak mereka sembari memanjat pagar.

Massa pun mengaku kecewa, karena Wali Kota Medan tak kunjung berkenan untuk menemui mereka. Sikap Bobby yang tak berkenan menemui mereka dinilai Mahasiswa sebagai sikap seorang pemimpin yang tidak baik.

“Hari ini Pak Bobby tidak mau menemui kita, itu bukan pemimpin yang bagus kawan-kawan. Itu bukan sosok pemimpin yang bisa kita contoh,” sebutnya.

Dalam aksinya, massa tetap tidak ditemui Bobby Nasution, massa hanya ditemui Asisten Pemerintahan dan Sosial Kota Medan, Muhammad Sofyan. Massa pun dengan tegas menyatakan jika mereka hanya ingin bertemu dengan Wali Kota Medan Bobby Nasution atau Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman.

“Kami tunggu hampir dua jam, tapi tak ada keluar satu pun Bobby atau Aulia. Kami datang dengan baik-baik, akan tetapi tak ada iktikad baik dari Wali Kota Medan Bobby Nasution,” cetusnya.

Alhasil massa pun sempat berencana membakar sebuah ban bekas yang telah mereka bawa sebelumnya kedepan pagar kantor Wali Kota Medan, namun rencana itu dihalangi pihak kepolisian yang berjaga.

Akibatnya sempat ada ketegangan antara massa aksi dengan pihak keamanan, aksi saling dorong. Namun situasi ini dapat terkendali dan massa pun akhirnya membubarkan diri dengan tertib. (map/ila)

Terima Retribusi Parkir secara Tunai, Dishub Medan Amankan 11 Jukir e-Parking

AMANKAN: Petugas Dishub Kota Medan mengamankan jurir e-Parking yang kedapatan menerima uang parkir secara tunai.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Medan menjaring 11 juru parkir (jukir) nakal yang bertugas sebagai Jukir Non Tunai atau Parkir Elektronik (e-Parking) di sejumlah ruas jalan yang telah menerapkan sistem e-Parking, Senin (7/3). Saat melakukan razia ke lapangan bersama pihak kepolisian, Dishub Medan menemukan kesebelas jukir tersebut masih kedapatan menerima retribusi parkir secara tunai.

“Dari hasil kegiatan yang kami laksanakan bersama petugas kepolisian, khususnya Satuan Reskrim dan Intelijen Polrestabes Medan, kita telah mengamankan 11 jukir nakal yang masih mengutip parkir dengan uang tunai. Praktik ini kami tegaskan sebagai pungli (pungutan liar),” ucap Kepala Dinas (Kadis) Perhubungan Kota Medan Iswar Lubis didampingi Kepala Bidang (Kabid) Parkir Dishub Medan Nikmal Fauzi Lubis.

Dikatakan Iswar, para jukir nakal itu sementara hanya diberi peringatan dan pembinaan. Namun kedepannya, para jukir yang masih kedepatan melakukan pungli pada lokasi-lokasi e-Parking di Kota Medan akan diproses secara hukum.

“Yang kedapatan hari ini kita beri peringatan dan pembinaan. Tapi mulai besok (hari ini), jukir nakal akan kami bawa ke Polrestabes Medan untuk diproses secara hukum. Karena sekali lagi, ini jelas sebagai perbuatan pungli,” ujarnya.

Iswar juga memastikan, saat ini e-Parking yang diterapkan di 65 titik di Kota Medan telah berjalan secara maksimal.

“Namun tetap saja butuh pengawasan yang ketat, kita tidak mau ada kebocoran dari e-Parking ini, khususnya dari petugas yang ada di lapangan. Secanggih apapun alat (e-Parking), operator atau jukir itu tetap manusia. Manusia yang sudah lama berkecimpung di perparkiran dengan sistem manual. Operasi ini untuk memastikan para jukir mempunyai itikad baik dalam menjalankan tugasnya,” katanya.

Iswar menekankan, butuh peran serta dan kesadaran semua pihak, termasuk jukir dan masyarakat pengguna jasa parkir untuk menyukseskan program e-Parking di Kota Medan.

Dishub Medan pun terus menghina agar para petugas parkir atau jukir e-Parking wajib memberikan pemahaman kepada masyarakat yang hendak parkir akan sistem e-Parking itu sendiri. Utamanya, memberikan edukasi bahwa pembayaran parkir tidak lagi dibenarkan dengan menggunakan uang cash.

“Jika tidak memiliki aplikasi e-Money, kartu ATM, atau sistem pembayaran non tunai yang lain, maka pengendara tidak bisa memarkirkan kendaraannya di lokasi tersebut. Sebaliknya jika ada petugas yang beralasan alat e-Parkingnya rusak dan mengarahkan untuk pembayaran tunai, maka pengendara wajib menolaknya. Jangan mau bayar. Jika ada pemaksaan untuk membayar secara tunai, maka laporkan kepada kami,” tegasnya.

Dijelaskan Iswar, penerapan e-Parking pada 65 titik di Kota Medan telah menunjukkan perkembangan positif. Hingga saat ini, dari 65 titik tersebut, Pemko Medan telah menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar dua kali lipat dari retribusi parkir bila dibandingkan dengan pendapatan retribusi parkir saat masih menggunakan sistem manual.

Dalam kesempatan itu, Iswar juga menuturkan bahwa Pemko Medan akan segera menggelar Gebyar Ramadan bagi para pengguna parkir Non Tunai yang taat dengan sistem e-Parking di Kota Medan.

“Mulai hari ini, Senin (7/3), masyarakat yang menerapkan e-Parking akan berpeluang mendapat hadiah satu unit sepeda motor. Simpan struk atau bukti pembayaran e-Parking yang dimiliki, pertengahan Ramadan nanti akan kami undi untuk memperebutkan satu unit sepeda motor,” tutur Iswar.

Tak cuma memberikan hadiah kepada para pengendara, Iswar juga memastikan bahwa hadiah yang sama juga akan diberikan kepada satu orang jukir e-Parking yang dibilang punya kinerja terbaik dalam menerapkan dan menyosialisasikan sistem e-Parking kepada masyarakat pengguna jasa parkir.

“Hadiah yang sama juga akan disiapkan bagi petugas parkir atau jukir terbaik. Jadi bukan hanya bisa memberikan punishment kepada jukir yang nakal, tapi kita juga bisa memberikan reward bagi jukir yang baik,” sebutnya.

Terakhir, sambung Iswar, kegiatan Gebyar Ramadan tersebut sudah dilaporkan kepada Wali Kota Medan Bobby Nasution dan telah mendapatkan telah persetujuan.”Namun untuk waktu pasti pengudiannya belum dapat kita pastikan, kemungkinan besar dipertengahan Bulan Ramadan nanti,” pungkasnya. (map/ila)

 

 

Sumut Masih Diguyur Hujan, BMKG: Waspadai Cuaca Ekstrem

HUJAN: Pengendara menerobos hujan yang turun di Kota Medan. Hingga beberapa hari ke depan,Kota Medan diprediksi akan diguyur hujan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi untuk tiga hari ke depan, Sumatera Utara (Sumut) masih dilanda cuaca ekstrem. Hal itu dikatakan Prakirawan BBMKG Wilayah 1 Medan, Utami Al Khairiyah kepada Sumut Pos di Medan, Minggu (6/3).

“BMKG masih berikan peringatan dini, untuk wilayah Sumut masih terjadi hujan sedang-lebat yang dapat disertai kilat/ petir dan angin kencang,” ujarnya.

Adapun wilayah tersebut, yakni Kabupaten Tapanulitengah (Tapteng), Tapanuliutara (Taput), Tapanuliselatan (Tapsel), Nias, Langkat, Karo, Deliserdang, Simalungun, Asahan, Dairi, Toba Samosir, Mandailingnatal, Nias Selatan (Nisel), Pakpakbharat.

Kemudian, lanjut Utami, Humbanghasundutan (Humbahas), Samosir, Serdangbedagai (Sergai), Padanglawas Utara (Paluta), Padanglawas (Palas), Labuhanbatu Utara (Labura), Kota Pematangsiantar, Tanjungbalai, Gunungsitoli.

Cuaca ekstrem ini, lanjutnya, juga dapat meluas ke wilayah Kota Medan, Medan Kota, Medan Denai, Medan Barat, Medan Deli, Medan Tuntungan, Medan Belawan, Medan Amplas, Medan Area, Medan Johor, Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Tembung, Medan Maimun, Medan Polonia, Medan Baru, Medan Perjuangan, Medan Petisah, dan Medan Timur. “Selain itu, juga dapat meluas ke Kota Tanjungbalai, Binjai dan Tebingtinggi,” pungkasnya. (dwi)