27 C
Medan
Friday, January 30, 2026
Home Blog Page 2812

Ikut Pilkades, Aktivis Lingkungan Sumut “Turun Gunung” Bangun Kampung Halaman

DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Tahapan pencalonan Kepala Desa Lalang, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deliserdang, telah dimulai. Sebanyak 6 bakal calon telah mendaftarkan diri ke Panitia Pemilihan Kepala Desa (P2K) yang dibuka sejak 27 Desember 2021 hingga 6 Januari 2022 lalu. Keenamnya yakni, M Zul Efrin, Aladdin Sianturi SH MSi, Indrayani Nasution SH, M Yusuf Harahap, Sinar Sitepu, dan Khairul Bukhari.

Dari keenam bakal calon yang telah mendaftar itu, nama Khairul Bukhari cukup menarik perhatian masyarakat Desa Lalang. Pasalnya, dia merupakan bakal calon termuda, masih berusia 35 tahun.

Dilihat dari track record-nya, Khairul Bukhari telah berkiprah sebagai aktivis lingkungan yang bergabung di Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Sumut sejak tahun 2008. Diapun telah banyak memperjuangkan hak-hak masyarakat di sejumlah daerah di Sumut, khususnya di bidang lingkungan hidup.

Kini, anak muda yang akrab disapa Ari ini, merasa terpanggil untuk membangun kampung halamannya, Desa Lalang. Hal itu pun tak terlepas dari permintaan dan dorongan para tokoh masyarakat, tokoh agama, kaum perempuan, dan kaum melenial, untuk maju sebagai Kepala Desa Lalang, periode 2022–2028.

Menurut Armansyah, tokoh masyarakat Desa Lalang, Ari merupakan sosok anak muda yang berintegritas dan gesit. Dia yakin, Ari mampu membawa Desa Lalang menuju perubahan yang lebih baik. Alasannya, lanjut Arman, visinya mengedepankan musyawarah mufakat, tanpa membedakan suku dan agama serta memiliki misi sejalan dengan program pembangunan melalui Sustainable Development Goals (SDGs) yang bertujuan dan mengupayakan Desa tanpa kemiskinan.

“Menurut saya perubahan yang akan dilakukannya di Desa Lalang bukan hanya wacana, karena gerakan nyata sudah dilakukan di luar Desa Lalang. Makanya, saya bersama beberapa tokoh masyarakat lainnya memintanya untuk ‘pulang’ membenahi kampung halamannya Desa Lalang ini menjadi desa yang produktif, kreatif, edukatif dan sejahtera. Maka Desa Lalang, akan bisa maju dan berdaya saing,” ungkapnya.

Diketahui, dalam pencalonanya sebagai Kepala Desa Lalang, Ari mengusung tagline, Desa Lalang Prokes (Produktif, Kreatif, Edukatif, dan Sejahtera). Sebagai bukti nyata dan komitmennya kepada masyarakat di Desa Lalang, Ari siap menjalankan dan mewujudkan semua pemaparan program yang dicanangkan dengan masyarakat, dan berani mengikat komitmen secara langsung yang dituangkan dalam kesepakatan bersama dalam keseriusan untuk memperjuangkan hak-hak kepentingan masyarakat jika dirinya terpilih.

Kepada Sumut Pos, Ari mengaku siap dan akan berjuang demi kepentingan masyarakat, dan ini akan terwujud jika masyarakat mendukung penuh dan diizinkan Tuhan yang Maha Esa dalam setiap langkahnya. “Karena, tanpa keinginan dari masyarakat untuk membuat perubahan, tentunya tidak akan bisa terwujud dengan apa yang kita inginkan, Desa Lalang menjadi desa yang berdaya saing dan memberikan perubahan akan lebih baik ke depannya,” pungkas Ari. (adz)

Gencarkan Vaksinasi & Pisahkan Level Asesmen Kasus PPLN dengan Tularan Lokal

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) pada wilayah Jawa-Bali dan Luar Jawa-Bali terus dilakukan evaluasi oleh Pemerintah, apalagi dengan adanya kenaikan kasus aktif di beberapa wilayah yang terjadi minggu ini.

Kasus Aktif per 09 Januari 2022 sebesar 6.108 kasus atau 0,14% dari total kasus, meningkat dari seminggu yang lalu sebesar 4.530 kasus. Proporsi Kasus Aktif dari Luar Jawa-Bali sebesar 36,87% (2.252 kasus dari 6.108 kasus nasional). Sedangkan, Kasus Konfirmasi Harian per 9 Januari 2022 adalah 529 kasus dan rata-rata 7 hari (7DMA) sebesar 432 kasus, meningkat dibanding 7DMA per 3 Januari 2022 sebesar 222 kasus.

“Angka Reproduksi Kasus Efektif (Rt) Covid-19 nasional sedikit meningkat dari minggu sebelumnya menjadi 0,99, namun masih di bawah 1 (laju penularan terkendali). Angka Rt untuk setiap pulau masih tetap, kecuali di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara yang sedikit naik,” ungkap Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dalam Keterangan Pers usai Ratas Evaluasi PPKM, di Istana Merdeka Jakarta, Senin (10/01).

Update Pelaksanaan Vaksinasi

Secara nasional, capaian Vaksinasi Dosis-1 sebesar 81,7%, dengan sejumlah 256 Kabupaten/Kota yang telah mencapai di atas 70% untuk cakupan Dosis-1 Umum dan 60% cakupan Dosis-1 Lansia. Sementara, laju rata-rata vaksinasi dalam seminggu terakhir adalah 766.830 Dosis/hari. Vaksinasi Dosis Primer Lengkap ditargetkan selesai pada Kuartal II – 2022, dengan target vaksinasi harian sebesar 1,2 Juta/hari. Mengenai pelaksanaan Vaksinasi Dosis Lanjutan (Booster) direncanakan akan dimulai pada 12 Januari 2022.

Menko Airlangga menjelaskan, “Vaksin Booster yang sudah mendapatkan EUA dari BPOM yaitu vaksin Sinovac/CoronaVac, Pfizer, AstraZeneca, Moderna, dan Zifivax. Berdasarkan hasil kajian, booster itu akan diberikan pada sasaran usia 18 tahun ke atas.”

Menko Airlangga juga menambahkan bahwa untuk Vaksin Merah Putih, sudah ada beberapa yang masuk pada tahap uji coba, seperti vaksin Unair-Biotis, serta vaksin BUMN-Baylor. Lalu, terkait perkembangan Vaksin Nusantara tentunya akan terus didorong, dan ini diterapkan di RS, tetapi implementasinya agak berbeda karena berbasis pelayanan dalam bentuk imunoterapi untuk meningkatkan imunitas.

Pemisahan Level Asesmen untuk Daerah Pintu Masuk PPLN

Menko Airlangga mengatakan bahwa tambahan kasus aktif yang terjadi belakangan ini sebagai besar berasal dari Pelaku Perjalananan Luar Negeri (PPLN) atau imported cases. Sebanyak 5%-10% PPLN sejak akhir Desember 2021 terkonfirmasi positif, sekitar 70% kasus baru berasal dari Jawa-Bali, dan sekarang masih ada sekitar 29% PPLN karantina di hotel.

Penambahan kasus dari PPLN sangat signifikan di daerah pintu masuk PPLN, antara lain di Provinsi DKI Jakarta dan Kepulauan Riau, sehingga hal ini mempengaruhi penilaian level PPKM di Provinsi/Kabupaten/Kota yang menjadi Entry Point. Beberapa daerah yang menjadi Entry Point antara lain untuk Bandar Udara di Bandara Soekarno Hatta, Juanda dan Sam Ratulangi. Sedangkan untuk Pelabuhan Laut di Batam, Tanjung Pinang dan Nunukan, serta untuk Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di Aruk, Entikong dan Motaain NTT.

“Akan dilakukan pemisahan data antara kasus PPLN (imported cases) dengan kasus penularan di dalam negeri (transmisi lokal), sebagai dasar dalam penetapan Level PPKM. Ada treatment khusus, misalnya di pintu masuk bandara dan pelabuhan. Catatan kasus PPLN akan dipisahkan dengan kenaikan kasus lokal/ wilayah. Jadi misalnya yang terjadi di Bandara Soetta dan RSPI Sulianto Saroso (untuk PPLN), secara khusus akan berbeda dengan kenaikan kasus di Jakarta pada umumnya,” jelas Menko Airlangga.

Selanjutnya, akan dilakukan juga pengintegrasian Sistem Monitoring PPLN, sejak informasi awal kedatangan dari Imigrasi (Kemenkumham), Karantina (Aplikasi Monitoring Karantina Presisi POLRI), hingga selesai atau keluar dari tempat karantina.

Persiapan MotoGP 2022 Mandalika

MotoGP 2022 Seri-1 akan dimulai pada 4 Maret 2022 di Qatar, dan dilanjutkan MotoGP Seri-2 pada 18 – 20 Maret 2022 di Sirkuit Mandalika, Lombok NTB. Selain itu, juga akan diadakan Pre-Season Test pada 11 – 13 Februari 2022 di Sirkuit Mandalika. Tiket yang ditargetkan terjual, sesuai kapasitas yang ada per hari sebanyak 63.534 pax. Penjualan secara online telah dibuka sejak 6 januari dan secara offlineakan dibuka pada 11 Januari 2022.

Untuk mendukung pelaksanaan MotoGP 2022 ini, perlu dilakukan percepatan untuk mencapai target vaksinasi Dosis-2 sebesar 70% di seluruh daerah di Lombok. “Percepatan vaksinasi dilakukan pada daerah Kabupaten/Kota di NTB yang belum memenuhi target minimal untuk syarat pelaksanaan MotoGP. Terutama untuk Vaksinasi Dosis-2, saat ini  masih ada Kabupaten yang belum mencapai 70%,” tutur Menko Airlangga.

Persiapan Pelaksanaan Agenda Lanjutan Pertemuan G20

Pertemuan Sherpa G20 Pertama di Jakarta (1st G20 Sherpa Meeting) telah dilaksanakan pada tanggal 6 – 8 Desember 2021 yang lalu dan dihadiri oleh 39 Negara/Organisasi Internasional (N/OI), dengan 22 N/OI di antaranya hadir secara fisik, dan 14 N/OI lainnya mengikuti secara virtual, serta 3 N/OI mengikuti secara hybrid. Jumlah Delegasi Asing meliputi 57 Delegasi yang hadir secara fisik dan 38 Delegasi yang hadir secara virtual. Disusul Pertemuan FCBD G20 Pertama di Bali (1st G20 FCBD Meeting) yang telah dilakukan tanggal 8 – 10 Desember 2021 yang lalu dan juga dihadiri Delegasi dari 39 N/OI. Pelaksanaan kedua acara yang mengawali seluruh rangkaian Acara G20 tersebut berjalan dengan baik dan lancar, dengan menerapkan sistem bubble dan protokol kesehatan secara ketat, dan hasilnya sampai dengan saat ini tidak ada kasus penularan Covid-19, pada saat dan paska pelaksanaan kedua event tersebut.

Adapun beberapa pertemuan yang terjadwal di Januari 2022 ini akan diselenggarakan secara hybrid, dan tetap dengan menerapkan sistem bubble, antara lain: Pertemuan Civil-20 (minggu ke-4 Januari), Youth-20 (minggu ke-2 Januari), 2nd CEO Forum Empower (27 Januari 2022), dan SAI-20 Technical Meeting (27 Januari 2022), serta Joint Event EWG-C20-W20-U20 Penggiat Disabilitas G20 pada minggu ke-3 Januari 2022. Sedangkan untuk pertemuan dalam Finance Track, seluruhnya akan dijalankan secara virtual, seperti 1st FWG (13-14 Januari), 1st IWG (20-21 Januari), dan 1st IFAWG (27-28 Januari).

“Pemerintah akan menyiapkan pengaturan tersendiri berupa Surat Edaran dari Kepala Satgas Penanganan Covid-19 untuk mengatur berbagai kegiatan dan eventG20. Jadi ini diharapkan bisa dilaksanakan sesuai protokol kesehatan. Untuk Pertemuan Sherpa Track dan Finance Track Desember lalu, seluruh Delegasi dan Peserta menyatakan sangat puas dan memberikan apresiasi yang tinggi, terkait dengan sistem bubble yang diterapkan oleh Indonesia,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam Konferensi Pers tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (rep/fsr/hls/*

MAXstream Rilis “Merindu Cahaya de Amstel”, Film Mengenai Cinta dan Religi 

Telkomsel melalui MAXstream rilis film berjudul "Merindu Cahaya de Amstel" yang akan tayang perdana di bioskop pada 20 Januari 2022. Film bergenre drama romansa yang berkisah tentang cinta segitiga terwujud berkat kolaborasi yang terjalin antara MAXstream dengan rumah produksi Unlimited Production.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel melalui platform marketplace konten video on-demand (VoD) terdepan dan berkualitas MAXstream menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan konten hiburan digital yang berkualitas dan inspiratif bagi seluruh kalangan di setiap fase kehidupan. Komitmen tersebut diwujudkan MAXstream yang mengawali tahun 2022 dengan merilis film orisinal berjudul “Merindu Cahaya de Amstel”. Film orisinal tersebut akan tayang perdana di bioskop Tanah Air pada 20 Januari 2022.

Vice President Digital Lifestyle Telkomsel Nirwan Lesmana mengatakan, “Dalam mengawali tahun 2022, Telkomsel menjadi perusahaan telekomunikasi digital terdepan yang berupaya menemani setiap aktivitas digital masyarakat, termasuk dalam mengakses hiburan digital berkualitas. Hadirnya film orisinal “Merindu Cahaya de Amstel” di platform VoD terdepan MAXstream maupun di bioskop ini juga menjadi bagian dari upaya Telkomsel dalam mendukung seluruh sektor industri kreatif di Indonesia karena film tersebut diadaptasi dari novel romansa populer karya Arumi E. yang terinspirasi dari kisah nyata seorang mualaf. Mengangkat isu mengenai cinta dan religi yang tak ada habis-habisnya untuk diulas, film ini diharapkan dapat memberikan pandangan berbeda dalam memaknai kedua isu tersebut dan mampu menyentuh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.”

Film “Merindu Cahaya de Amstel” yang semula merupakan sebuah karya novel mampu dihadirkan ke dalam bentuk karya audio visual berkat kolaborasi yang terjalin antara MAXstream dengan rumah produksi Unlimited Production. Disutradarai oleh Hadrah Daeng Ratu, film bergenre drama romansa ini berkisah tentang cinta segitiga yang dialami oleh Khadijah Venhoveen (Amanda Rawles), seorang mualaf yang tinggal di Amsterdam dengan Mala (Rachel Amanda) dan Nicolaas Van Dijk (Bryan Domani). Tak hanya mengisahkan sisi romansa Khadijah, film ini juga mengisahkan cerita perjuangan Khadijah sebelum menemukan Islam.

Turut dibintangi oleh Maudy Koesnaedi, Ridwan Remin, Oki Setiana Dewi, dan Rita Nurmaliza, film “Merindu Cahaya de Amstel” ini merupakan kisah nyata yang dikemas secara menarik dan menjadi tontonan yang layak untuk ditunggu baik di bioskop maupun aplikasi MAXstream. Kehadiran film ini turut memperkaya daftar pilihan konten hiburan orisinal berkualitas di aplikasi MAXstream, yang dapat dinikmati kapan pun dan di mana pun oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia, terutama pelanggan Telkomsel.

“Kami berharap penayangan “Merindu Cahaya de Amstel” ini dapat memberikan tontonan yang tidak hanya menghibur, tapi juga mampu memberikan pandangan-pandangan baru hingga nilai-nilai positif bagi siapa pun yang menontonnya. Ke depan, sebagai upaya mempertegas komitmen sebagai ‘The Home of Entertainment’, Telkomsel akan terus mengoptimalkan peran MAXstream dalam menjalin kolaborasi dengan lebih banyak lagi sineas lokal sehingga mampu menghadirkan konten orisinal yang lebih variatif bagi seluruh masyarakat sekaligus untuk memajukan industri perfilman Tanah Air,” tutup Nirwan.

Polres Asahan Sikat Bandar Sabu

BARBUT: Dian Busuk saat diamankan bersama barang bukti narkoba jenis sabu di Polres Asahan. DERMAWAN/SUMUT POS.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Petugas Satres Narkoba Polres Asahan mengamankan seorang Bandar narkoba jenis sabu dari sebuah rumah di Jalan Anwar Lk V, Kelurahan Kisaran Baru, Kecamatan Kisaran Barat, Kabupaten Asahan.

Tersangka berinisial NS alias Dian Busuk (39). Dari tangannya, petugas mengamankan barang bukti berupa 41 paket plastik klip kecil yang berisikan sabu dengan berat 6,40 gram bruto, 1 (satu) buah dompet tas warna merah, 1 (satu) hp nokia warna putih, 2 (satu) hp android samsung wrn hitam, 3 (tiga) buah pipet sekop.

Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH mengungkapkan, pelaku diamankan pada Minggu (2/1) sekira pukul 17.30 WIB. “Tersangka diamankan setelah mendapat informasi dari masyarakat,” kata Kapolres, Jumat (7/1).

Dari informasi tersebut, lanjut Kapolres Asahan, personel yang dipimpin Kanit Idik II Sat Narkoba Polres Asahan Ipda Wanter Simanungkalit melakukan pengintaian hingga menangkap pelaku.

“Didampingi Kepala Lingkungan, petugas langsung penggerebekan yang ditemukan 1 (satu) orang pelaku bersama barang bukti 41 paket plasti klip kecil yang berisikan diduga narkotika jenis sabu dengan berat 6,40 gram bruto yang di bungkus tas warna merah,”ungkap Kapolres.

Kepada petugas, pelaku Dian Busuk mengaku narkotika jenis sabu tersebut adalah miliknya yang didapat dari seseorang berinisial P, warga kota kisaran.

“Saat ini pelaku bersama barang bukti telah diamankan petugas. Sedangkan terhadap pelaku P masih dilakukan pengejaran oleh petugas Satnarkoba Polres Asahan,” pungkasnya. (dat/han)

Pendeta IRC Laporkan Mantan Jemaat ke Poldasu

MELAPOR: Pdt DR Asaf Marpaung datang ke Polda Sumut didampingi Kuasa Hukumnya, Tribrata Hutauruk, perwakilan jemaat, Sekretaris Bina Kerjasama Antar Generasi (BKAG) Kota Medan, Pdt Damaskus Napitupulu, dan Ketua Umum DPP Forum Kebhinekaan Indonesia Bersatu (FKIB) Ustadz Martono.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemimpin dan pendiri Gereja Indonesia Revival Church (IRC), Bishop Pdt DR Asaf Marpaung, melaporkan mantan jemaatnya berinisial GTM, ke Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut). Pelaporan itu, terkait dugaan pembohongan publik yang dilakukan GTM dalam sebuah video di akun youtube Abdul Channel.

Pdt DR Asaf Marpaung datang ke Polda Sumut didampingi Kuasa Hukumnya, Tribrata Hutauruk SH MH, perwakilan jemaat, Sekretaris Bina Kerjasama Antar Generasi (BKAG) Kota Medan, Pdt Damaskus Napitupulu, STh dan Ketua Umum DPP Forum Kebhinekaan Indonesia Bersatu (FKIB) Ustadz Martono, S.Pd, SH.

Laporan Asaf Marpaung diterima petugas SPKT Polda Sumut, Kamis sore (7/1/2022) dengan Surat Tanda Laporan Polisi Nomor: STTPL/23/I/2022/SPKT/Polda Sumatera Utara dengan tuduhan GTM melakukan tindak pidana UU Nomor 19 tahun 2016 tentang perubahan Undang-Undang Nomor: 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, Pasal 27 ayat 3.

GTM dituding telah melakukan pelecehan, penghinaan dan pembohongan publik terkait perkataannya dalam sebuah video yang diunggah youtube dengan akun Abdul Channel. “Kami meminta kepada penyidik Polda Sumut untuk melakukan tindakan hukum kepada Guntur Togap Marbun karena telah melakukan pelecehan, penghinaan, penistaan dan pembohongan publik, ” ungkap Tribrata Hutauruk, kepada wartawan, Jumat (7/1).

Adapun salah satu tuduhan pelecehan, penghinaan, penistaan dan pembohongan publik dilakukan GTM terhadap Bishop Pdt DR Asaf Marpaung, kata Tribrata Hutauruk, GTM menyebutkan tidak benar Pdt Asaf Marpaung memiliki gelar doktor.

Pembohongan publik lain yang dilakukan oleh GTM lanjut Tribrata Hutauruk, GTM masih mengaku jemaat IRC. “Pada hal, Guntur Marbun telah keluar dan tidak terdaftar lagi sejak tahun 2015 di Gereja IRC,” papar Tribrata.

Menanggapi hal tersebut, Bishop Pdt DR Asaf Marpaung, mengaku heran atas pernyataan GTM bahwa gelar doktornya tidak benar. “Padahal isterinya sendiri (Melva Siregar) ikut menyaksikan saya diwisuda,” tutur Asaf Marpaung.

Terpisah, menanggapi laporan tersebut, Guntur T Marbun yang dikonfirmasi mengaku belum mengetahui dirinya dilaporkan ke Polda Sumut. “Tidak ada masalah, kalau dia (Pdt Asaf) melapor kita siap hadapi,” tegasnya. (man/han)

Tim Siluman Poldasu Ringkus 39 Begal

DIAMANKAN: Sebanyak 35 dari 39 tersangka begal, curat, curas dan curanmor yang berhasil diamankan, Minggu (9/1). istimewa/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Diteskrimum Polda Sumut) berhasil mengungkap 30 kasus tindak kriminal begal, pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian berat (curat) dan pencuriam kendaraan bermotor (curanmor). Dari 39 tersangka yang diamankan, sebanyak lima orang ditembak.

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi kepada sejumlah wartawan di Medan, Minggu (9/1).

“Yang menangkap adalah Tim Siluman Ditreskrimum Polda Sumut, dalam kurun waktu seminggu, yakni 3-9 Januari 2022,” ujarnya.

Lima orang tersangka yang diberikan tindakan tegas terukur (ditembak, red), lanjut Hadi, karena berusaha melawan petugas. Para pelaku berasal dari beberapa wilayah di Sumut, yakni Tebingtinggi, Binjai, Belawan, Deliserdang, langkat dan beberapa kota lainnya.

“Puluhan pelaku kejahatan yang ditangkap ini di antaranya terbukti melakukan aksi pembegalan terhadap petugas Kebersihan Kota Medan di Jalan Pinus Raya, Kompleks DPRD, Kecamatan Medan Timur beberapa hari lalu,” ungkapnya.

Hadi menjelaskan, dibentuknya Tim Siluman Ditreskrimum Polda Sumut tersebut, untuk memburu kawanan begal yang telah membuat resah masyarakat.

Menurutnya, tim siluman ini akan merespon dengan cepat, bekerja tanpa kenal waktu memburu kawanan begal ataupun aksi-aksi premanisme yang ada di Kota Medan dan Sumut pada umumnya.

“Tim juga akan memberikan tindakan tegas terukur, jika para pelaku melawan dan membahayakan petugas serta membahayakan keselamatan masyarakat,” ungkapnya.

Dia berharap, dengan adanya tim ini masyarakat dapat menjalankan aktivitasnya saat di luar rumah dengan aman tanpa ada gangguan terhadap aksi-aksi kejahatan.

“Bagi masyarakat Sumut, jika melihat ada tindak kejahatan begal, curat, curanmor dan curas segera melaporkan kepada kami, agar segera kami tindak,” pesan Hadi. (dwi/han)

Banding Kandas, Aipda Roni Syahputra Tetap Dihukum Mati

JALANI SIDANG: Aipda Roni Syahputra terdakwa kasus pembunuhan saat menjalani sidang di PN Medan beberapa waktu lalu.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Harapan Aipda Roni Syahputra (Aipda RS), terdakwa kasus pembunuhan dua orang wanita untuk lolos dari hukuman mati, kandas. Pasalnya, upaya banding ditolak majelis hakim Pengadilan Tinggi (PT) Medan, dengan menguatkan putusan Pengadilan Negeri Medan yang sebelumnya menghukum Aipda RS dengan pidana mati.

Putusan No 1977/Pid/2021/PT MDN itu, dibacakan majelis hakim banding yang diketuai Wayan Karya menyatakan Aipda RS terbukti melakukan pembunuhan berencana, sebagaimana Pasal 340 KUHPidana jo Pasal 65 KUHPidana.

“Mengadili, menerima permintaan banding dari penasihat hukum terdakwa dan penuntut umum tersebut. Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Medan tanggal 11 Oktober 2021 Nomor 1554/Pid.B/2021/PN Mdn yang dimintakan banding tersebut,” bunyi putusan yang dikutip dari website PN Medan, Minggu (9/1).

Sebelumnya, Aipda RS terdakwa pembunuhan berencana dua gadis dihukum mati oleh hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan, pada 11 Oktober 2021.

Diketahui, pada 20 Februari 2021 sekira pukul 14.00 WIB, terdakwa yang tertarik dengan korban Riska Fitria (21) warga Lorong VI, Veteran Bagan Deli, Medan Belawan yang merupakan tenaga honorer di Polres Pelabuhan Belawan menghubungi Riska untuk bertemu dengan alasan untuk membicarakan masalah titipan.

Terdakwa dan korban Riska lalu janjian bertemu di Polres Pelabuhan Belawan. Dari rumahnya, terdakwa mengendarai mobil Xenia miliknya. Sedangkan korban Riska, ditemani oleh tetangganya Aprila Cinta (13) yang juga menjadi korban dalam perkara ini.

Sesampainya di Polres Pelabuhan Belawan, terdakwa kemudian menyuruh korban Riska dan Aprila naik ke dalam mobilnya. Korban Riska sempat curiga dan bertanya kepada terdakwa. Terdakwa selanjutnya mengemudikan mobil ke arah Jalan Haji Anif, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang.

Dikarenakan terdakwa sangat bernafsu dan sangat tertarik dengan tubuh Riska, maka terdakwa menarik tangan sebelah kiri Riska. Karena kaget, Riska lalu menolaknya. Sementara terdakwa tetap memaksa korban dan memeluk serta meremas buah dada Riska. Saat itu, Riska kembali berontak dan temannya Aprila langsung berteriak namun terdakwa melakukan penganiayaan terhadap kedua korban.

Kepala kedua korban dipukul. Tangan diborgol, mulut dilakban. Selanjutnya terdakwa membawa kedua korban ke Hotel Alam Indah di Jalan Jamin Ginting, Kelurahan Simpang Selayang, Kecamatan Medan Tuntungan dan memesan kamar seharga Rp80 ribu.

Kemudian tanpa sepengetahuan room boy, terdakwa memasukkan kedua korban ke dalam kamar. Di dalam kamar, terdakwa mencoba untuk memperkosa korban Riska terlebih dahulu.

Namun, karena saat itu Riska sedang datang bulan sehingga dengan kesal terdakwa kembali memakaikan celana Riska. Dikarenakan nafsu birahi terdakwa belum tersalurkan, maka terdakwa melampiaskannya kepada korban Aprila.

Puas melakukan perkosaan, terdakwa lalu membawa kedua korban ke rumah terdakwa masih dengan posisi tangan diborgol dan mulut dilakban. Sebelum tiba di rumah, terdakwa menghubungi istrinya yakni saksi Elvrina Makmur Caniago alias Pipit. Sesampainya di rumah, terdakwa kemudian memasukkan kedua korban ke kamar. Terdakwa menyekap keduanya.

Istri terdakwa sempat bertanya kenapa kedua korban dibawa ke kamar. Namun terdakwa langsung mengancam akan membunuh istrinya jika banyak tanya. Keesokan harinya karena pikiran terdakwa semakin tidak menentu takut aksinya diketahui orang, timbul niat terdakwa untuk menghabisi nyawa kedua korban.

Korban pertama yang dibunuh oleh terdakwa adalah Riska. Terdakwa mengambil bantal dan duduk diatas perut Riska dengan menekan sekuat tenaganya sehingga Riska pun meninggal dunia.

Dengan cara yang sama, terdakwa juga membunuh Aprila. Mayat keduanya lalu dibuang di dua lokasi yang berbeda. Mayat Riska dibuang di kawasan Perbaungan, Kabupaten Sergai dan mayat Aprila dibuang di Jalan Budi Kemasyarakatan, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat. (man/han)

 

YBM PLN UIKSBU Salurkan Zakat dan Infaq

SALURKAN: Ketua YBM PLN UIKSBU Rakhmadsyah menyalurkan infaq dari pegawai PLN kepada Mulyadi.

MEDAN, SUMUTPO.CO – Yayasan Baitul Maal (YBM) PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangkitan Sumatera Bagian Utara kembali menyalurkan zakat/infaq/sadaqah Pegawai Muslim PLN UIK SBU yaitu berupa bantuan biaya renovasi rumah dan biaya pendidikan anak untuk Mulyadi di Jalan Bunga Kantil IV Padang Bulan Kota Medan.

Mulyadi bekerja sebagai buruh serabutan dan istrinya bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Mereka memiliki 3 orang anak, satu diantaranya masih bersekolah di salah satu sekolah swasta di sekitaran tempat tinggal mereka.

“Saat ini rumah yang mereka tinggali merupakan rumah warisan dari orangtua akan tetapi kondisi rumah sekarang ini masih jauh dari kata layak. Setiap hujan maka didalam rumah akan mengalami banjir karena atap yang sudah bocor hampir disetiap sudut atap rumah yang dimana saat ini hanya ditutupi dengan kain terpal seadanya,” ujar Ketua YBM PLN UIKSBU Rakhmadsyah.

Pekerjaan yang tidak menetap, lanjutnyam juga mengakibatkan pembayaran biaya sekolah salah satu anaknya juga belum bisa untuk dibayarkan sehingga tertunggak selama 6 bulan. Untuk itu YBM PLN UIKSBU memberikan bantuan biaya renovasi rumah dan biaya pendidikan anak untuk Mulyadi sebesar Rp5.200.000,- (Lima juta dua ratus ribu rupiah).

“Bantuan ini kita berikan sebagai bentuk kepedulian kita kepada para saudara kita yang dimana mereka sangat kesulitan untuk memenuhi kebutuhannya, bahkan untuk biaya kebutuhan sehari-hari saja mereka masih sangat kesulitan untuk memenuhinya,” pungkasnya.

Rakhmadsyah tak lupa mengucapkan terimakasih kepada seluruh muzakki yang dengan ikhlas dipotong sebesar 2,5% dari penghasilannya berupa zakat/infaq/sadaqah. “Mudah-mudahan di yaumil akhir nanti akan sebagai penambah amal ibadah bagi kita semua. Aamiin yaa rabbal ‘alamin,” pungkasnya. (ila)

Partai Buruh Sumut Menolak Presidential Threshold

dewi/sumut pos Bersama: Ketua Partai Buruh Sumut Willy Agus Utomo (kanan) bersama Presiden KSPI Said Iqbal (tengah) dan Sekretaris Ijon Tuah Purba (kiri), foto bersama.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Partai Buruh Sumatera Utara (Sumut) dengan tegas menyatakan,menolak Presidential Threshold. “Kami Partai Buruh menolak Presidential Threshold, karena kami anggap itu jauh dari arti demokrasi yang sesungguhnya yang diharapkan Bangsa Indonesia,” kata Ketua Partai Buruh Sumut, Willy Agus Utomo.

Dijelaskannya, bahwa hal itu sangat membahayakan negara, jika menggunakan cara-cara pemberlakuan Presidential Threshold dalam sistem pemilihan Presiden RI mendatang.

“Dua pemilu sebelumnya, yakni pada 2014 dan 2019 lalu yang hanya memunculkan dua pasangan calon, sehingga tidak ada saluran rakyat kecil dan elemen marginal untuk memilih di luar dua kandidat presiden,” tegasnya.

Akibatnya, lanjut Willy, harapan rakyat untuk merubah nasibnya melalui pangung politik dibelenggu oleh sekelompok birokrat politik dan oligarki politik guna mempertahankan kepentingannya yang dirasakan tidak menyejahterakan rakyat.

Menurutnya, cara-cara seperti itu, dikarenakan adanya Parlementary Threshold. Dan ini merupakan demokrasi yang tidak sehat di Indonesia. “Untuk itu kami juga akan menggugat Presiden threshold, ikut untuk melakukan Judicial Review dan meminta menjadi 0 persen,” tandasnya. (dwi/ila)

Tanggul di Pinggir Sungai Deli Dibangun Paling Lambat April 2022

Benny Iskandar ST MT, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution berkolaborasi dengan Badan Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) II, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk menangani banjir di Kota Medan. Salah satunya, program perbaikan pintu kanal Medan Johor dan pembuatan tanggul di pinggir Sungai Deli.

Pasalnya dalam beberapa tahun terakhir ini, pintu kanal tersebut dalam kondisi rusak. Kerusakan ini mengakibatkan volume air yang masuk ke Sungai Deli tidak terbendung dan tidak bisa dibatasi, sementara air yang masuk ke kanal sangat minim, sehingga mengakibatkan banjir.

Pemko Medan pun mengklaim, Kementerian PUPR melalui BWSS II telah sepakat untuk melakukan perbaikan pintu kanal Sungai Deli tersebut. BWSS II berjanji, pekerjaan itu akan dimulai paling lambat April 2022 ini.

“Tahun lalu sudah dianggarkan, tetapi karena proses pengadaannya makan waktu, dijanjikan Kementeriaan PUPR melalui BWSS II pada bulan April atau semester pertama di tahun ini pintunya bisa datang dan dibangun,” ucap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan, Benny Iskandar ST MT, Jumat (7/1).

Dikatakan Benny, nantinya tutup-buka pintu kanal akan dapat dikendalikan. Sebab, kerusakan juga menyebabkan pintu kanal sulit untuk dibuka maupun ditutup.”Dengan bisa dikendalikannya tutup-buka pintu kanal ini, maka air yang masuk ke Sungai Deli akan lebih terkendali. Kalau terjadi kelebihan debit air, maka akan dimasukkan ke kanal,” ujarnya.

Menurut Benny, tidak bisa dikendalikannya tutup-buka pintu kanal ini menyebabkan tidak diketahuinya kondisi normal Sungai Deli. Karena itu, diperlukan perbaikan sesegera mungkin.”Setelah pintu kanal itu diperbaiki, baru dapat diketahui kondisi normal Sungai Deli. Kalau masih ada yang tergenang setelah perbaikan, maka itu adalah wilayah bantaran sungai,” katanya.

Dijelaskan mantan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan itu, bantaran sungai merupakan daerah yang lebih rendah dari permukaan air normal. Apalagi sebenarnya, tidak boleh ada pemukiman di bantaran sungai.

“Untuk itu, maka akan dilakukan beberapa upaya lain yang anggarannya sudah dialokasikan BWSS II, tapi secara terbatas. Pendekatannya melalui pembuatan turap atau retaining wall atau tanggul di pinggir Sungai Deli,” jelasnya.

Saat ini, kata Benny, Pemko Medan dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Medan sedang mempersiapkan langkah-langkah sosialisasi untuk konsolidasi lahan. Hal ini dilakukan, agar warga di bantaran sungai bersedia pindah atau berubah dengan menggunakan pola pemukiman vertikal.

Terkait besaran anggaran untuk kedua program ini, Benny Iskandar mengatakan belum mengetahuinya secara pasti.”Anggaran ada di BWSS II. Kalau tidak salah, untuk pembuatan tanggul sekitar Rp18 miliar, sedang untuk pintu air kita belum ada informasi berapa anggarannya,” tambahnya.

Benny menerangkan, program-program pengendalian banjir Kementerian PUPR di Medan ini merupakan tindaklanjut dari usulan yang disampaikan Bobby Nasution selaku Wali Kota Medan.”Usulan ini disampaikan Pak Wali disertai analisis yang mendalam,” pungkasnya.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi IV DPRD Medan Dedy Aksyari Nasution mengaku menyambutnya dengan baik. Ia berharap, pembangunan tanggul di bantaran Sungai Deli dapat membantu penanganan banjir di Kota Medan.

“Kalau memang akan dibangun di Bulan April ini, tentu bagus sekali. Kita harapkan bisa segera terealisasi,” kata Dedy kepada Sumut Pos, Jumat (7/1).

Dikatakan politisi Partai Gerindra DPRD Medan itu, setiap penanganan banjir, khususnya normalisasi sungai dan bantarannya, wajib melalui analisis kajian yang mendalam. Dalam artian, Pemko Medan tidak hanya berkewajiban untuk menyelesaikan proyek pengerjaannya, tetapi juga harus bisa memastikan bahwa setiap proyek yang dikerjakan memang menjadi solusi yang tepat dalam menyelesaikan masalah yang ada, yakni masalah banjir.

“Jangan justru pekerjaannya selesai, tapi masalahnya tidak selesai. Makanya ketika kita mendengar bahwa pembangunan itu sudah melalui kajian analisis yang mendalam, kita sangat bersyukur dan berharap pembangunan itu segera terwujud. Kita dukung kinerja Wali Kota Medan dalam hal ini,” pungkasnya. (map/ila)