Home Blog Page 2820

Fraksi Demokrat DPRD Sumut Tolak Permenaker, Tondi: Jangan Persulit Pekerja

MEDAN, SUMUTPOS.CO- Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumut menolak Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Tata Cara dan Persyaratan Pembayaran Manfaat Jaminan Hari Tua (JHT). Salah satu poin aturan yang ditolak adalah pencairan JHT yang syaratnya harus saat usia 56 tahun.

“Kami minta jangan persulit pekerja dalam pencairan JHT,” kata Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Sumut, Tondi Roni Tua menjawab wartawan di Medan, Selasa (22/2/2022).

Dikatakannya, Partai Demokrat adalah salah satu partai yang melakukan penolakan terhadap Permenaker Nomor 2 Tahun 2022, karena Partai Demokrat melihat Permenaker tersebut tidak berpihak kepada buruh atau pekerja. Apalagi kata Tondi, Ketua Umum DPP Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) telah menerima banyak aspirasi dan keluhan terhadap aturan baru JHT tersebut. “Ketua umum kami sudah memberikan instruksi ke Fraksi Demokrat di DPR untuk menolak aturan baru tersebut,” tegasnya.

Tondi yang juga Plt Ketua DPC Partai Demokrat Padang Lawas (Palas) tersebut mengatakan, pemerintah dalam membuat aturan semestinya para pekerja harus dilibatkan dalam pengambilan keputusan. “Ini nasib pekerja. Jadi pekerja atau buruh harus dilibatkan,” sebutnya.

Ditambahkannya, dana JHT itu bukan pemberian pemerintah, melainkan iuran bersama antara buruh dan pengusaha. Di mana buruh memberi 2 persen dan pengusaha 3,7 persen hingga totalnya 5,7 persen. Menurut Tondi, Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 sangat jelas kehilangan rasa dan prinsip berkeadilan, mempersulit kaum buruh mendapatkan perlindungan ekonomi.

“Jadi aturan pencairan dana JHT dapat dicairkan pada usia 56 tahun, sesuai Permenaker Nomor 2 Tahun 2022, menurut kami itu tidak masuk akal dan tidak mencerminkan rasa keadilan. Apalagi ini masih di masa Pandemi. Itukan uang pekerja yang dia tabung melalui BPJS KetenagaKerjaan. Masa uang pekerja itu sendiri tidak bisa mereka manfaatkan untuk kebutuhan hidupnya. Di mana lagi letak keadilan untuk pekerja,” katanya.

Oleh karena itu, tegasnya, Fraksi Demokrat Sumut meminta pemerintah mencabut Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 itu. (adz)

Menko Airlangga dan Menteri Perdagangan Korsel Sepakati Berbagai Kerja Sama

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Guna makin mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan (Korsel), khususnya dalam bidang ekonomi dan bisnis, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengadakan pertemuan dengan Menteri Perdagangan, Industri dan Energi (MOTIE) Korea Selatan Moon Sung Wook. Pertemuan tersebut merupakan pertemuan pertama tingkat Menteri dalam Joint Committee Meeting on Economic Cooperation (JCEC) Indonesia – Korsel.

Sebagai informasi, JCEC Indonesia – Korsel yang dilaksanakan pada Selasa (22/02) ini, merupakan implementasi dari Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) yang ditandatangani pada 2018 saat kunjungan Presiden RI Joko Widodo ke Korsel.

Pada forum JCEC, kedua Menteri membahas dan menyepakati kerja sama dalam berbagai bidang yang terefleksikan dalam empat Working Group yaitu Investasi dan Perdagangan, Industri, Energi dan Sumber Daya Mineral, serta e-commerce.

Di samping pertemuan JCEC tersebut, juga dilaksanakan pertemuan bisnis dalam acara Indonesia – Korea Business Forum antara pengusaha Indonesia dan Korea Selatan yang diorganisir bersama oleh KADIN Indonesia dan Korcham. Pertemuan ini merupakan implementasi riil dari hasil-hasil kerja sama yang dirumuskan dalam forum JCEC.

Hasil-hasil konkret forum JCEC ini sangat beragam, di antaranya pembentukan Indonesia Business Cooperation Center, kerja sama pengembangan stasiun pengisian kendaraan listrik, kerja sama investasi bio-nano, kerja sama restorasi wilayah tambang di Indonesia, kerja sama industri kapal dengan kerumitan tinggi seperti kapal tanker dan kapal crane, dan pengembangan pusat transfer teknologi Machine Tools Technical Center di ITB Bandung.

Selanjutnya juga diungkapkan adanya dukungan investasi Hyundai, Posco, Lotte Chemical dan LX Energy Solution di Indonesia, pengembangan start-up industri, industri semi-konduktor dan mobil listrik mini, akses produk buah terutama mangga masuk ke Korsel, kerja sama fasilitasi ekspor UMKM melalui e-commerce, pembentukan Indonesia – Korea Center of Excellence untuk kolaborasi start-up serta kerja sama sektor telemedicine, kerja sama proyek demonstrasi EV charging, sharing kebijakan pada pengembangan infrastruktur smart grid dan EV charging, pengembangan hydrogen dan pembangkit listrik hydropower, serta kerja sama pengembangan teknologi shale gas-CO2 EGR.

Menko Airlangga dan Menteri Moon juga telah menandatangani dan menyaksikan penandatanganan MoU Government to Government (G2G) sebagai bentuk deliverables pada pertemuan Tingkat Menteri JCEC yaitu MOU on Special Economic Zone yang ditandatangani oleh Menko Perekonomian dan MOTIE Korea dan MOU regarding Cooperation on Pilot Projects of Charging System for E-Vehicle yang ditandatangani oleh Dirjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM dengan Presiden Korea Institute for Advancement of Technology (KIAT).

Terkait dengan Presidensi G20 Indonesia, Pemerintah Korsel juga mendukung inisiatif Indonesia dan bersama-sama akan menyukseskan agenda-agenda G20 di 2022 ini. “Presidensi Indonesia mendukung tema transisi energi untuk masuk dalam kelompok kerja perdagangan, investasi, dan industri. Saya berharap Pemerintah Korsel dapat mendukung hal ini. Selanjutnya, karena G20, Indonesia juga ingin mengajak Pemerintah Korsel membangun kemitraan kuat di bidang perdagangan, investasi, industri, dan yang sekarang penting yaitu bidang digital atau e-commerce,” ungkap Menko Airlangga.

Menko Airlangga menuturkan juga bahwa Indonesia sedang fokus dalam pemulihan ekonomi, terutama dalam transformasi ekonomi, agar nanti dapat keluar dari middle income trap. “Saya rasa Korsel sudah keluar dari middle income trap, dan kita bisa belajar dari mereka. Selain itu, saya juga mengapresiasi peran Pemerintah dan perusahaan-perusahaan Korsel di Indonesia dalam membantu transformasi ekonomi negara ini,” tutur Menko Airlangga.

Menko Airlangga dan Menteri Moon juga mengikuti acara forum bisnis Indonesia-Korsel, serta menyaksikan penandatanganan MoU Business to Business (B2B) di antaranya terkait kerja sama di bidang Electric Motorcycle, Electric Vehicle, dan Human Resources Development.

“Pemerintah Korea Selatan selalu mempererat kerja sama dengan negara-negara di ASEAN, termasuk Indonesia. Kerja sama dengan Indonesia adalah sesuatu yang spesial, yaitu sejak awal terjadinya hubungan diplomatik antara Indonesia dan Korsel pada 1973, kedua negara menjadi mitra kerja sama yang selalu mendampingi dalam berbagai proyek pembangunan ekonomi,” ujar Menteri Moon.

Turut hadir dalam pertemuan ini antara lain adalah Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Park Tae Sung, Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Kemenko Perekonomian Edi Prio Pambudi, dan para Ketua Working Group. (dep7/rep/fsr/adv/*)

Temukan Pungli di Sekolah, WA atau Telepon ke 085371093888

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Praktik pungutan liar (pungli) masih saja terjadi di sejumlah sekolah Kota Medan. Untuk itu, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan membuka kanal aduan untuk siswa dan wali siswa yang ingin mengadukan praktik-praktik pungli tersebut.

Kepala Disdik Kota Medan, Laksamana Putra Siregar mengatakan, dibukanya kanal aduan itu bertujuan agar tidak ada lagi penyelewangan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) tenaga pendidik dan kependidikan dalam proses belajar mengajar.

“Kami sudah membuka kanal aduan yang beberapa hari ini sudah disosialisasikan kepada orangtua dan siswa, melalui sosial media,” ungkap Putra, Senin (21/2).

Selain memudahkan orangtua dan siswa, lanjut Putra, dibukanya kanal aduan ini agar pihaknya bisa dengan cepat melakukan tindakan atas laporan tersebut.

“Karena ada ratusan sekolah yang harus dipantau, maka kami butuh juga bantuan dari orangtua dan siswa, agar pelaksanaan proses belajar mengajar terasa aman, nyaman, dan tentram. Pungli harus dihempangkan dari dunia pendidikan,” tegasnya.

Dia juga mengatakan, adapun kanal aduan tersebut, dapat melalui sosial media, seperti Instagram, WhatsApp, ataupun dengan menghubungi langsung via sambung telepon seluler.

“Untuk Instagram, bisa di-direct message (DM) Disdik Medan. Jika melalui WhatsApp atau menghubungi secara langsung, bisa ke nomor 085371093888,” beber Putra.

Putra juga berharap, wali siswa maupun siswa sendiri, tidak takut untuk melaporkan setiap praktik pungli yang terjadi di sekolah.

“Kami memohon kepada orangtua siswa agar tidak segan dan takut untuk melapor. Karena laporan ini yang banyak membantu kami untuk sama-sama memperbaiki kualitas pendidikan,” pungkasnya.

Seperti diketahui, beberapa waktu lalu, Wali Kota Medan Muhammad Bobby Adid Nasution, menemukan adanya pungli terhadap bantuan Dana Program Indonesia Pintar (PIP) di SD Negeri 060898, Jalan Katamso, Gang Balai Desa, Kecamatan Medan Maimun. Penerima bantuan Dana PIP ini, merupakan siswa terdaftar pada Kartu Indonesia Pintar (KIP). (map/saz)

All New Aerox 155 Connected ABS Bikin Pengguna Motor Sport Beralih ke Matik

KONSUMEN: Damar Nugraha (27), seorang konsumen All New Aerox 155 Connected ABS. (IST).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Saat ini sepeda motor tidak lagi dipandang hanya sebagai alat transportasi bagi masyarakat. Lebih dari itu, sepeda motor juga kerap dinilai sebagai penunjang gaya hidup dari penggunanya. Maka tidak heran jika banyak konsumen yang memilih sepeda motor bukan dari segi aspek fungsionalitasnya saja, namun juga berdasarkan karakteristik dan hobi mereka guna mempertegas identitas diri.

Bagi mereka yang berjiwa muda, All New Aerox 155 Connected ABS yang merupakan Sport Scooter dari keluarga Maxi Yamaha kerap menjadi pilihan utama sebagai teman bermobilitas sehari-hari. Pasalnya, selain memiliki desain super sporty yang agresif dan digemari oleh anak muda, motor ini juga dibekali dengan berbagai fitur modern yang mendukung aktivitas berkendara penggunanya.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Damar Nugraha (27), seorang konsumen All New Aerox 155 Connected ABS yang juga member dari komunitas Aerox Club Indonesia Chapter Bandung. Damar yang sebelumnya merupakan pengguna motor berjenis sport fairing, sejak tahun 2020 memilih menjadi pengguna setia All New Aerox 155 Connected karena desainnya yang agresif dan maskulin.

“Sebelum naik motor ini (All New Aerox 155 Connected ABS), saya merupakan pengguna sport fairing. Namun karena kondisi jalan di Bandung ini macet, jadi saya berfikir untuk berlaih ke motor matik yang lebih praktis digunakan sehari-hari, Kebetulan, Yamaha baru meluncurkan generasi baru Aerox yang desainnya sporty banget, terutama dengan adanya cover full fairing yang membuat siluet motor terlihat aerodinamis. Karena saya memang suka denga motor berjenis sport, tanpa pikir panjang saya langsung beli motor ini,” ungkapnya.

Selain tertarik dengan desain, kelengkapan fitur berkendara yang moderen juga menjadi salah satu alasan bagi Damar semakin mantap untuk memboyong All New Aerox 155 Connected ABS. Terlebih, ketika dirinya mengetahui bahwa generasi terbaru Aerox telah disematkan fitur konektivitas Y-Connect yang dapat memudahkan dirinya dalam mendapatkan informasi terkait kondisi sepeda motor dan data berkendara.

“Jujur selain desain, fitur Y-Connect ini juga menjadi salah satu alasan kenapa saya membeli All New Aerox. Dan benar saja, fitur ini sangat bermanfaat ketika saya melakukan touring ke Lampung bersama rekan-rekan komunitas di akhir tahun 2021 lalu. Jadi selama perjalanan hand phone sudah saya sambungkan ke Y-Connect, dan ketika ada pesan atau telfon masuk selama perjalanan saya bisa pantau di speedometer. Tidak hanya itu, konsumsi bahan bakar selama perjalanan juga bisa saya monitor via aplikasi, dan yang lebih menariknya adalah jika terjadi kerusakan kita akan mendapatkan notifikasi. Canggih lah fitur ini, seperti Moge,” tambahnya.

Selain dibekali dengan fitur Y-Connect, All New Aerox 155 Connected ABS juga dijejali dengan fitur unggulan lainnya seperti sistem pengereman Anti-Lock Braking System (ABS) untuk mencegah kedua roda ban terkunci saat pengendara melakukan rem secara mendadak, Electric Power Socket untuk mengisi daya smartphone, Smart Key System (SKS) yang praktis, serta rear subtank suspension yang memberikan peredaman lebih optimal saat berkendara. (rel/dek)

Gemar Trabasan, Pengguna Yamaha WR 155 R Dapat Pengalaman Baru

PENGALAMAN: Bogie Apriyanto, mendapat pengalaman baru sebagai Yamaha bLU cRU rider. (IST).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pengguna WR 155 R semakin giat beraktivitas dalam event yang mengangkat implementasi bLU cRU Indonesia. Seperti yang diselenggarakan dalam training edukasi bLU cRU Offroad baru-baru ini, diikuti 10 orang konsumen WR 155 R berpartisipasi di Kejuaraan Nasional Indonesia Enduro Rally Championship (IERC) 2022.

Bogie Apriyanto merupakan salah seorang biker WR 155 R yang aktif terlibat dalam berbagai kegiatan off road yang diadakan Yamaha, berkesempatan merasakan beragam karakter trek menantang di ajang IERC tahun ini.

Tercatat sebagai konsumen pertama WR 155 R di wilayah Yogya, Bogie pun makin bangga kini dapat menjadi bLU cRU Rider yang merupakan bagian dari struktur bLU cRU Indonesia. Dirinya kian bersemangat melakoni hobi trabasan dengan bekal ilmu teknik berkendara WR 155 R yang tepat, sehingga semakin merasakan keunggulan motor adventure Yamaha itu.

”Sebagai penghobi trabasan saya langsung memilih WR 155 R tak lama setelah diluncurkan di akhir tahun 2019 lalu. Dan di tahun ini bisa menjadi bagian dari bLU cRU Indonesia merupakan hal baru bagi saya dan memberikan kebanggaan tersendiri apalagi jadi bLU cRU Rider. Menurut saya ini merupakan kesempatan agar lebih dekat dengan Yamaha dan merasakan pengalaman-pengalaman baru khususnya terkait dunia off road,” ungkap Bogie Apriyanto dalam pers rilisnya, Selasa (22/02/2022).

Bogie menyebutkan, dirinya rajin mengikuti pelatihan off road dari Yamaha Riding Academy (YRA) baik itu yang diadakan di Jawa Tengah maupun Yogya. Dengan edukasi yang diperolehnya itu, Bogie makin menikmati kegemarannya trabasan.

“Kualitas WR 155 R sangat mendukung saat saya trabasan. Suspensi depan dan belakang memberikan kenyamanan, tidak mentok. Handling motor ini juga enak banget. Tenaganya juga powerful dengan mesin 155cc dilengkapi teknologi VVA (Variable Valve Actuation). Selain itu terlihat gagah juga dengan style YZ Series,” papar Bogie Apriyanto.

Menjajal bermacam karakter trek off road dengan WR 155 R, dia kerap melakukan adventure di seputaran Jawa Tengah dan Jogja. Area Merapi yang dipenuhi karakter jalur bebatuan, tanjakan, sungai kering, dan savanna menjadi jalur favoritnya. Bogie pun giat latihan fisik lewat hobi terabasannya di area Merapi bersama teman-temannya di komunitas.

Sebagai motor dual purpose yang dirancang untuk dapat mendukung mobilitas konsumen di berbagai kondisi jalan, WR 155 R dibekali dengan beragam keunggulan terutama dari segi performa mesin, suspensi dan juga rangka atau frame yang kokoh. Pada sektor dapur pacu, motor ini didukung dengan mesin berkubikasi 155cc berpendingin cairan yang telah dilengkapi dengan teknologi Variable Valve Actuation (VVA) yang dapat membuat torsi merata pada setiap putaran mesin.

Mesin tersebut mampu menghasilkan tenaga maksimum 12,3 KW/10.000 rpm dan torsi maksimum 14,3 Nm/ 6.500 rpm. Sementara pada bagian kaki-kaki, motor ini mengaplikasikan suspensi berjenis Telescopic dengan panjang (899.1 mm) dan diameter yang lebar (41 mm) di bagian depan, guna menghadirkan rasa berkendara yang lebih nyaman ketika melibas jalanan bergelombang serta berbatu.

Pada bagian belakang, motor ini ditopang dengan suspensi Linked Type Mono-cross yang dapat disetel sesuai kebutuhan pengendara. Untuk menunjang daya tahan motor, WR 155 R juga menggunakan rangka semi double cradle yang kokoh dan kuat. (rel/dek)

Pagelaran Seni Budaya Menambah Semarak Pameran Foto PFI Medan Di Rock Island

Pagelaran seni budaya di sela sela Pameran Foto PFI Medan di Rock Island, Bukit Lawang, Minggu (20/2).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Kesenian tradisional budaya sudah mulai ditinggalkan seiring berkembangnya teknologi. Untuk kembali membudayakan tradisi tersebut, masyarakat Jawa, Bukit Lawang bersama PFI Medan mengadakan pagelaran seni budaya di Rock Island, Bukit Lawang pada Minggu (20/2).

Selain meningkatkan kecintaan terhadap kesenian daerah kepada generasi muda, hal ini juga diharapkan mampu mengedukasi masyarakat dalam mengembangkan kearifan lokal dan menjadi magnet para wisatawan untuk berkunjung di daerah pariwisata yang saat ini sedang lesu.

Pagelaran seni budaya tersebut dilakukan untuk menyemarakkan pameran foto yang sedang berlangsung di Rock Island, Bukit Lawang. Acara tersebut juga mendapat antusias dari para wisatawan yang berkunjung di Bukit Lawang.Kegiatan seni budaya tersebut juga diwarnai atraksi pahat patung orangutan oleh pemahat Bukit Lawang, Manca.

Ketua PFI Medan, Rahmad Suryadi menuturkan dengan adanya pagelaran seni dan pameran foto ini diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi kemajuan pariwisata di Bukit Lawang yang saat ini masih lesu akibat pandemi Covid19. Selain itu, kita berupaya untuk mengedukasi generasi muda akan pentingnya seni budaya daerah dalam mendongkrak ekonomi kreatif di daerah Bukit Lawang. Dengan memperhatikan kearifan lokal akan menjadi nilai tambah sebuah pariwisata.

Sementara, Alex Alzuhri selaku Pengelola Rock Island sangat bangga dengan semangat para sepuh Jawa Bukit Lawang yang antusias dalam menyemarakkan acara pagelaran seni tradisional Jawa. Dia berharap agar pemerintah juga memperhatikan kesejahteraan dan bantuan alat untuk pelaku seni tradisional sebagai penunjang pariwisata. Diharapkan dengan peranan pelaku dalam menggerakkan seni dan budaya, dapat mengedukasi masyarakat sekitar Bukit Lawang untuk berkecimpung dan memelihara seni budaya lokal. Kegiatan ini sebagai motivasi untuk menggelar pagelaran seni budaya tradisional dan seni kontemporer berikutnya dengan dengan melibatkan berbagai pihak, sehingga mengedukasi dan mengembangkan kearifan lokal dan kebencanaan di Taman Nasional Gunung Leuser, Bukit Lawang.

Sebagai pelaku seni tradisional, Mbah Sastro ada banyak kesenian yang ada di Bukit Lawang seperti budaya jawa, karo, dan melayu. Beberapa diantaranya Jaran kepang, reog, wayang orang, ludruk, kesenian karo, kesenian melayu namun tidak ada pembinaan dan keterlibatan generasi muda untuk meneruskan budaya tradisional. Dia menyayangkan tidak ada regenerasi untuk melanjutkan kesenian daerah Indonesia, diharapkan dengan adanya pagelaran ini, seni budaya semakin diperhatikan. Seperti terbentuknya sekolah sanggar seni atau pendidikan teater budaya di Bukit Lawang, sehingga lahir generasi penerus kesenian budaya lokal.(rel/tri)

Pentingnya Akselerasi Vaksinasi dan Kedisiplinan Penerapan Prokes

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Evaluasi mingguan perkembangan pengendalian pandemi Covid-19, termasuk evaluasi level asesmen dan pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), secara konsisten terus dilakukan oleh Pemerintah, terutama dengan mulai adanya pergeseran kenaikan kasus harian dan kasus aktif dari Jawa-Bali ke Luar Jawa-Bali, sesuai dengan prediksi dan antisipasi yang sudah disiapkan Pemerintah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kasus di luar Jawa-Bali memang proporsinya masih lebih rendah, namun terjadi peningkatan sehingga proporsi kasus aktif menjadi sebesar 24,1% dari kasus aktif nasional (128.536 dari 533.898 kasus aktif nasional).

“Pada sepekan terakhir ini, angka Reproduksi Efektif (Rt) nasional naik lebih tinggi menjadi 1,18 dan juga terjadi kenaikan di seluruh Pulau, kecuali Kepulauan Maluku. Pemerintah akan terus memantau dan menyiapkan langkah-langkah mitigasi agar hal ini dapat diantisipasi lebih lanjut,” tuturnya dalam Keterangan Pers usai Ratas Evaluasi PPKM, secara virtual, Senin (21/02).

Terdapat tiga Provinsi di luar Jawa-Bali dengan Kasus Aktif tertinggi di atas 10 ribu, namun rasio keterisian tempat tidur RS (Bed Occupancy Ratio/BOR) masih terkendali, dan konversi TT Covid-19 di RS juga masih relatif rendah. Ketiga Provinsi tersebut adalah Sumatera Utara (BOR 31%, Konversi 19%), Sulawesi Selatan (BOR 30%, Konversi 16%), dan Kalimantan Timur (BOR 29%, Konversi 23%).

Update BOR dan Isoter di Luar Jawa-Bali

Meskipun kasus harian dan kasus aktif terus meningkat, namun tingkat BOR di Luar Jawa-Bali masih terkendali, yaitu sebesar 26%, sedangkan BOR Nasional sebesar 38%. Untuk BOR seluruh Provinsi di Luar Jawa-Bali adalah < 30%, kecuali di Sumatera Selatan (46%), Sulawesi Utara (35%), Sulawesi Tengah (35%), Bengkulu (34%), Lampung (33%), Kalimantan Selatan (31%), dan Sumatera Utara (31%). Di tingkat Kabupaten/Kota di luar Jawa Bali, tren perawatan pasien di RS mulai meningkat. BOR yang perlu mendapat perhatian yaitu di Kota Jayapura dengan BOR RS sebesar 55,24% dan BOR ICU Jayapura sebesar 59,46%, serta di Kota Palembang dengan BOR RS sebesar 55,72%.

Sementara itu, untuk mitigasi risiko peningkatan kasus di luar Jawa Bali, perlu dilakukan aktivasi fasilitas Isolasi Terpusat (Isoter), yang pada saat lonjakan varian Delta yang lalu kapasitasnya mencapai 48.799 TT. Saat ini kapasitas Isoter di luar Jawa-Bali sebesar 29.723 TT, dan yang terisi sebanyak 1.751 TT atau BOR-nya masih di level 5,89%.

“Sesuai arahan Bapak Presiden, untuk daerah yang kasusnya tinggi dan meningkat cepat, mereka harus memastikan kesiapan fasilitas Isolasi Terpusat (Isoter), dan pemanfaatan Telemedicine. Selain itu, juga harus memastikan ketersediaan obat yang cukup, baik di Pemda maupun di Apotek di daerah,” jelas Menko Airlangga.

Untuk itu, Pemerintah akan terus mendorong penyiapan fasilitas Isoter di Luar Jawa-Bali. Terutama untuk daerah yang saat ini keterisian Isoternya cukup tinggi, yaitu Sulawesi Utara dari kapasitas 508 TT sudah terisi 324 TT atau BOR sudah mencapai 63,78%, sehingga akan terus dimonitor dan diperhatikan secara khusus. “Pemerintah akan menyiapkan Isoter 2-3 kali lipat dibandingkan saat lonjakan Delta sebagai rencana kontijensi,” imbuh Menko Airlangga.

Penerapan PPKM Luar Jawa-Bali

PPKM di luar Jawa-Bali masih akan berlangsung hingga 28 Februari 2022, dan berdasarkan hasil evaluasi dalam dua minggu terakhir ini, Level Asesmen Situasi Pandemi mengalami peningkatan risiko. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan jumlah Kabupaten/Kota yang masuk dalam Level Asesmen 4 dan 3, dan menurunnya jumlah Kabupaten/Kota di Level Asesmen 2 dan 1. Dengan rincian sebagai berikut (per 18 Februari 2022):

Level Asesmen 4 sejumlah 35 Kabupaten/Kota (naik dari minggu sebelumnya sebanyak 10 Kabupaten/Kota).

Level Asesmen 3 sejumlah 160 Kabupaten/Kota (naik dari minggu sebelumnya sebanyak 81 Kabupaten/Kota).

Level Asesmen 2 sejumlah 183 Kabupaten/Kota (turun dari minggu sebelumnya sebanyak 270 Kabupaten/Kota).

Level Asesmen 1 sejumlah 8 Kabupaten/Kota (turun dari minggu sebelumnya sebanyak 25 Kabupaten/Kota).

Progres Vaksinasi

Vaksinasi Dosis-1 telah mencapai 189,6 juta dosis (91,06%), dan Vaksinasi Dosis-2 telah mencapai 140,3 juta dosis (67,37%). Sementara itu, capaian Vaksinasi Dosis-3 (Booster) telah mencapai 8,5 juta dosis (4,06%).

Untuk Vaksinasi Dosis-1, masih ada 3 Provinsi di luar Jawa-Bali dengan capaian di bawah 70%, yaitu Provinsi Maluku, Papua Barat, dan Papua. Kemudian, untuk Vaksinasi Dosis-2, terdapat 9 Provinsi dengan capaian di bawah 50% yakni Provinsi Kalimantan Selatan, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Maluku Utara, Aceh, Papua Barat, Maluku, dan Papua.

Kemudian, untuk Vaksinasi Dosis-3 (Booster), seluruh Provinsi di luar Jawa-Bali masih di bawah 10%, sehingga masih perlu terus diakselerasi. Mengenasi Vaksinasi Lansia, masih terdapat 7 Provinsi yang capaian Dosis-1 < 60%, dan untuk capaian Dosis-2 masih terdapat 25 Provinsi yang capaiannya < 60%.

“Bapak Presiden memberikan arahan bahwa harus diantisipasi risiko kematian, terutama bagi mereka yang Lansia, belum divaksin dan mempunyai komorbid, lalu juga harus dilakukan screening awal di IGD, agar penangangannya lebih baik. Vaksinasi Dosis-2 untuk Lansia harus diprioritaskan agar minimal mencapai 70% dari target. Seluruh pihak terkait harus turun membantu percepatan vaksinasi,” ujar Menko Airlangga.

Presiden Joko Widodo juga terus mengarahkan agar masyarakat makin meningkatkan disiplin penerapan protokol kesehatan (prokes), dan perlu terus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk segera mendapatkan vaksinasi lengkap dan booster.

Pelaksanaan Event MotoGP dan G20 Indonesia

MotoGP 2022 Seri-1 akan dimulai pada 4 Maret di Qatar, dan dilanjutkan Seri-2 tanggal 18-20 Maret di Mandalika. Tes Pra-musim telah terselenggara pada 11-13 Februari 2022 lalu di Sirkuit Mandalika, yang dihadiri 24 pembalap, 12 tim, ±600 orang officials, sedangkan perkiraan Official Crew dan Pembalap untuk MotoGP pada Maret 2022 di Mandalika sebanyak 2.500 orang.

Official Test terselenggara dengan mengedepankan penerapan prokes yang ketat, sesuai Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 5 Tahun 2022, serta mendasarkan pada Instruksi Mendagri Nomor 8 Tahun 2022 tentang Pencegahan dan Penanggulan Covid-19 dalam Penyelenggaraan MotoGP.

Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid selama pra-musim telah melayani 2 chartered flight Airbus A330-200 dan 2 pesawat kargo Boeing 777-200 dan 747-400F. Kapasitas penonton pada MotoGP 18-20 Maret 2022 mendatang berjumlah 100 ribu pax per hari dengan jumlah penonton kelas festival paling banyak 10% dari jumlah penonton.

“Walaupun kemarin kasus aktif di Provinsi NTB sempat telah melampaui Delta, namun sekarang trennya sudah mulai menurun. Pemerintah juga akan terus mengakselerasi Vaksinasi Dosis-2 dan Booster di sana, sebagai langkah mitigasi dan persiapan sebelum event MotoGP,” ungkap Menko Airlangga.

Selanjutnya, untuk pelaksanaan Presidensi G20 Indonesia 2022, telah diterbitkan Surat Edaran Kasatgas Penanganan Covid-19 melalui SE Nomor 6 Tahun 2022 tentang Protokol Kesehatan Sistem Bubble pada Rangkaian Kegiatan Pertemuan G20 di Indonesia dalam Masa Pandemi Covid-19.

Hasil monitoring dan evaluasi event G20 yang dilaksanakan sepanjang Februari 2022 ini, baik secara virtual maupun secara hybrid, khususnya untuk 17 agenda Sherpa Track dan Finance Track (Working Groups/ Engagement Groups) dan ada 1 event Ministerial Meeting di Finance Track, berjalan lancar dan tidak ada kasus Covid-19 yang menonjol.

Update Program PEN

Menko Airlangga menuturkan bahwa Presiden Joko Widodo meminta agar tagihan keuangan terkait klaim biaya perawatan RS di tahun 2021, agar segera diselesaikan oleh Menteri Keuangan secara bertahap, termasuk untuk persiapan DIPA-nya. Juga untuk tagihan Insentif Tenaga Kesehatan. Kemudian, untuk Program Bantuan Tunai untuk PKL, Warung dan Nelayan (BT-PKLWN), sudah diterbitkan aturan Pedoman Umumnya dan sedang finalisasi aturan Petunjuk Teknisnya, serta finalisasi penyelesaian proses administrasi penganggaran  di Kementerian Keuangan. “Semoga sebelum akhir bulan ini, program BT-PKLWN ini sudah bisa berjalan,” tutup Menko Airlangga.

Turut hadir dalam Konferensi Pers tersebut yakni Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin. (rep/fsr/hls/advt/*)

Dibantu TNI AU, Kemendag Pasok 52.800 Liter Minyak Goreng ke Papua

Kementerian Perdagangan dibantu TNI melakukan pengiriman stok minyak goreng ke Sorong, Jayapura dan Marauke untuk mendukung ketersediaan minyak goreng di Provinsi Papua dan Papua Barat. (Kemendag for JawaPos.com).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Kementerian Perdagangan terus aktif melakukan sidak ke pasar dan mengeluarkan stok minyak goreng di gudang-gudang distributor guna mengatasi kekosongan minyak goreng diberbagai daerah. Bahkan dengan menggandeng TNI AU, Kemendag memasok 52.800 liter minyak goreng ke sejumlah wilayah di Papua seperti Sorong, Merauke dan Jayapura. Demikian ditegaskan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi di Jakarta Senin (21/2).

Pada tahap awal, TNI AU akan mengirimkan 52.800 liter migor ke sejumlah wilayah di Papua seperti Sorong, Merauke dan Jayapura. Demikian ditegaskan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi di Jakarta Senin (21/2).

“Hari Senin dan Selasa akan ada pengiriman migor ke wilayah Indonesia Timur berkerjasama dengan TNI khususnya TNI AU menggunakan pesawat angkut Hercules C-130. Upaya terobosan ini dilakukan untuk memberi rasa tentram masyarakat agar mendapatkan minyak goreng sesuai harga yang ditetapkan pemerintah, “ tegas Mendag Lutfi.

Seperti diketahui, harga yang ditetapkan Pemerintah yaitu minyak goreng curah Rp11.500/liter, kemasan sederhana Rp13.500/liter dan kemasan premium Rp14.00/liter. Para pedagang baik di ritel modern maupun di pasar tradisional harus menjual minyak goreng kepada konsumen sesuai ketentuan.

Dijelaskan Mendag, Kemendag meminta sejumlah produsen minyak goreng membantu menyediakan stok minyak goreng kemasan sederhana dan premium. Selanjutnya migor akan dikirim oleh TNI AU ke berbagai wilayah sesuai sasaran di Indonesia Timur.

“Para produsen menyatakan sanggup menyediakan migor kemasan sederhana dan premium dari Surabaya dan Jakarta. Komitmen TNI AU membantu masyarakat dengan mengirimkan migor ke agen dan distributor di wilayah Indonesia Timur. Saya minta begitu minyak goreng sudah sampai, agen dan disrributor bisa cepat memasok ke pasar tradisional sehingga masyarakat langsung mendapatkan migor sesuai harga yang ditetapkan pemerintah,” ujar Mendag Lutfi.

Menurutnya, KPN Corporation telah menyediakan migor untuk tujuan ke Sorong sebanyak 1.100 karton atau 13.200 liter dari Surabaya dengan penerima CV. Papua Sejahtera Sorong. Dari produsen Wilmar disiapkan migor ke Jayapura sebanyak 1.100 karton atau 13.200 liter dari Surabaya dengan penerima CV. Momugu Jayapura, Jayapura Selatan – Jayapura. Dari produsen Musim Mas akan disediakan 1.100 karton atau 13.200 liter ke Merauke dari Surabaya dengan penerima CV Bamboo Retail, Jl. Raya Mandala, Merauke. Sementara dari Apical akan disiapkan migor ke Sorong sebanyak 1.100 karton atau 13.200 liter dari Jakarta dengan penerima PT Rajawali Nusindo Cabang Sorong, di Sorong Kota.

Sinergi dengan semua pihak dan terutama TNI AU merupakan langkah nyata pemerintah mengatasi berbagai masalah migor saat ini. Mendag Lutfi mengapresiasi pelaku usaha dan TNI AU yang telah bersama Kemendag, bahu membahu menyelesaikan persoalan ini . Ke depan, sinergi dengan berbagai lembaga akan terus dilakukan.

“Apresiasi khusus saya berikan kepada TNI AU dan produsen migor atas kesediaannya bersama pemerintah mengatasi kekosongan migor yang masih ada di beberapa daerah, khususnya di Indonesia Timur. Saya yakin masalah ini akan segera selesai. Diperlukan kepedulian kita semua untuk membantu rakyat agar mereka mudah mendapatkan bahan pokok dengan harga terjangkau, “ujar Mendag Lutfi.

Operasi Pasar Serentak
Kementerian Perdagangan terus berupaya menjaga ketersediaan dan kestabilan harga minyak goreng di Tanah Air dengan menggelar operasi pasar minyak goreng secara serentak di seluruh Indonesia. Stok minyak goreng diharapkan cepat normal kembali dengan harga stabil sesuai ketetapan pemerintah.

Di Jawa Barat, Kemendag bersama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Jawa Barat, Disperindag Kota Bandung, serta Wilmar Group menggelar operasi pasar minyak goreng curah sebanyak 23.000 liter yang disebar di beberapa pasar tradisional di Kota Bandung, yaitu Pasar Sederhana, Pasar Kosambi, Pasar Kiaracondong, dan Pasar Cicadas, Senin (21/2).

“Saya berharap kegiatan ini dapat segera mempercepat proses distribusi dan menurunkan harga minyak goreng di tengah masyarakat. Kemendag akan terus memastikan harga di setiap segmentasi terjamin dan pasokannya tersedia,” ujar Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi di tempat terpisah.

Dalam operasi pasar ini, sebanyak 23.000 liter minyak goreng curah dijual seharga Rp10.500/ liter kepada pedagang yang kemudian akan dijual ke masyarakat dengan harga Rp11.500/ liter sesuai harga eceran tertinggi (HET) yang sudah ditetapkan.

Ditegaskan Mendag Lutfi, kegiatan operasi pasar minyak goreng curah dan kemasan akan terus dilakukan Pemerintah di seluruh Provinsi di Indonesia hingga menjelang Idul Fitri 2022. Hal tersebut guna memastikan masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan pasokan minyak goreng dengan harga yang terjangkau.

Mendag menambahkan, bila ditemukan penimbunan minyak goreng oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab, Kemendag akan segera menindak sesuai ketentuan. “Kemendag secara tegas akan menindak keras para pelaku penimbunan yang melanggar ketentuan dan memprosesnya sesuai hukum yang berlaku,” pungkas Mendag. (*/rel)

Hari Kepanduan Sedunia, PKS Sumut Rajut Kebersamaan di Tengah Prahara Politik

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Hari Kepanduan Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Februari. Hari besar ini diperingati oleh seluruh asosiasi Pramuka di seluruh dunia.

Robert Baden Powel yang lahir di Inggris pada 22 Februari 1857, merupakan tokoh pencetus gerakan kepanduan untuk melatih keterampilan, cara bertahan hidup dan kebersamaan. Dicetuskan pada tahun 1907, kini gerakan kepanduan memiliki lebih dari 50 juta anggotanya di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

“Kalau di Partai Keadilan Sejahtera (PKS), gerakan kepanduan ini sudah tidak asing lagi. Seluruh kader PKS mulai tingkat pusat, hingga daerah, sejatinya adalah anggota kepanduan tanpa terkecuali,” kata Abdul Azis, selaku Instruktur Kepanduan DPW PKS Sumut kepada wartawan di Sekretariat DPW PKS Sumut, belum lama ini.

Menurut Azis, dari penjelasan Robert Baden Powel, kepanduan adalah ajang menempa dan melatih keterampilan, cara bertahan (survive) dan kebersamaan. “Sedangkn bagi PKS, kami memaknainya lebih, dengan arti yang sangat luas. Dalam tataran berbangsa dan bernegara, keterampilan yang mumpuni, survive di tengah badai dan prahara politik dalam merajut kebersamaan, ini sangat dibutuhkan kepiawaian,” bebernya.

Mengutip Pidato Presiden PKS, Ahmad Syaikhu pada Rakernas PKS belum lama ini, Azis menyebutkan, PKS tampil beda dengan kebanyakan parpol yang telah menjadi alat kekuasaan dan instrumen oligarki. “Bukan hanya sekadar mengambil peran oposisi terhadap pemerintah. PKS juga rajin hadir dalam setiap kesulitan rakyat, dan mengambil sikap tegas terhadap distorsi penyelenggaraan negara,” ungkapnya.

Untuk itu dalam memaknai Hari Kepanduan Sedunia ini, pada 27 hingga 30 Januari lalu, DPW PKS melaksanakan Latsar Pandu Keadilan V atau Kemah Kepanduan di Desa Pamah Semelir Telaga, Kabupaten Langkat. Kegiatan ini diikuti ratusan kader dari seluruh DPD PKS se-Sumatera Utara. Bahkan, di tengah kesibukan sebagai anggota DPR RI, Hidayatullah turut berbaur dengan para peserta kemah kepaduan beserta Pengurus DPW PKS Sumut lainnya untuk memberi semangat bahwa kerja-kerja dakwah tidak semakin ringan.

“Untuk itu, dituntut kebugaran tubuh yang prima, pengendalian emosi dan ruhiyah yang selalu terasah dan tersambung kepada sang khalik dalam setiap desahan nafas agar pertolongan-Nya datang kepada kapada hambanya yang memohon. Seperti lirik lagu “Jejak” yang menjadi lagu wajib bagi peserta kemah kepanduan dimana saja,” pungkas Azis.(adz)

Klaim Nasabah, Asuransi Generali Ogah Terima Tantangan Pengacara

DEMO: Massa Ampuh saat demo di kantor PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia di Jalan Multatuli Medan, Senin (21/2).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pihak PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia tidak berani melayani tantangan Kuasa Hukum nasabahnya (Ibu Anik), Darmawan Yusuf SH SE MPd MH dari Law Firm DYA, yang meminta membuka ke publik data yang mereka sebut ada ketidaksesuaian informasi yang diberikan Ibu Anik ke mereka.

“Itu ada privasi, kita tidak boleh membuka data nasabah ke publik,” kata Windra dari Asuransi Generali Pusat menjawab pertanyaan sejumlah massa Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (AMPUH) yang melakukan aksi demo kedua di kantor Generali Multatuli Medan/Galaxy Team Medan. Senin (21/2).

Bukan itu saja, pihak Asuransi Generali terkesan bungkam ditanya soal yang disebut (Ibu Anik), yang memiliki riwayat penyakit sebelum masuk menjadi nasabah asuransi mereka. “Tidak bisa kami ungkapkan di sini, di sidang itu,” jawab perwakilan asuransi Generali.

Lanjut ditanya soal, mengapa ada 5 asuransi lainnya milik nasabah Ibu Anik, dan klaim Ibu Anik semua dicairkan, di mana ke lima suransi tersebut sama di bawah naungan OJK, dan memiliki tim investigasi yang turun langsung ke lapangan, sehingga cuma Asuransi Jiwa Generali Indonesia yang sampai kini tidak mencairkan? Dijawab, “Asuransi Generali berbeda dengan asuransi lainnya, jadi jangan disamakan,” katanya berkilah.

Masih dicecar Koordinator Aksi Idham Sadani Rambe dan massa lainnya, mengapa pihak Asuransi Generali selalu mengalihkan ke persoalan Generali Syariah, sedangkan itu tidak ada kaitannya dengan tuntutan massa. Dibeberkan Rambe lagi, aksi unjuk rasa tersebut hanya terkait klaim Asuransi Ganerali Konvensional dengan premi dibayarkan nasabah sebesar Rp10 juta perbulan sejak awal Januari 2018 lalu?, pihak Generali mengatakan, “Dalam hukum persoalan itu tidak bisa dipisah-pisahkan,” katanya lagi.

Sementara itu, menanggapi pihak Generali mengatakan tak ingin data informasi yang mereka sebut tidak sesuai diberikan nasabah mereka Anik dibuka ke publik, Darmawan Yusuf SH SE MPd MH ketika dikonfirmasi mengatakan, saat ini justru nasabah yang meminta agar informasi yang mereka (Generali) sebut itu ditunjukkan ke publik, supaya semua masyarakat tahu. Jangan banyak alasan. Jadi saya kira tidak alasan Generali bilang seperti itu, gak mau buka, nasabah setuju dan sangat ingin itu dibuka,” tegas Darmawan.

Demo di OJK Sumut
Kepada pihak OJK Reginal 5 Wilayah Sumatera Utara, massa juga menggelar aksi yang sama, membentangkan spanduk dan meminta OJK bertanggungjawab, apalagi memiliki fungsi pengawasan dalam industry jasa keuangan.

Dalam aksi saat itu, OJK Sumut melalui Nur Hafid Kepala Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen juga Maria sebagai Kepala Bidang Pengawasan, berjanji akan segera mengakomodir tuntutan massa dengan berkoordinasi dahulu ke OJK Pusat di Jakarta, sebelumnya massa meminta agar OJK menutup kantor Asuransi Generali/Galaxy Team Medan di Komplek Multatuli Medan, dan agar klaim nasabah (Ibu Anik), segera dicairkan.

“Panggil Generali untuk membuktikan alasan mereka tidak mencairkan, OJK sebagai fungsi Pengawasan bisa memediasi ini agar para pihak berkumpul di kantor mereka, sebab persoalan ini sudah sangat marak beredar di masyarakat, bisa menjadi preseden buruk bila tidak segera diselesaikan OJK, kami AMPUH siap mengawalnya,” teriak koordinator.

Sebelumnya Pengacara kondang Darmawan Yusuf SH, SE, MPd, MH menjelaskan, terkait pernyataan pihak Asuransi Generali bahwa : Polis Konvensional Digugurkan, Syariah Tidak Dikabulkan.

“Jangan banyak alasan sampai memberikan kata-kata yang sulit dicerna masyarat, Polis Konvensional Digugurkan, itu berarti  belum masuk pembuktian saksi-saksi atau bukti apapun. Belum masuk tahap pemeriksaan formil dan materil, sehingga dianggap tidak pernah mengajukan dan setiap saat/kapan pun bisa mengajukan kembali.”

Sambungnya, “Supaya masyarakat paham, jangan banyak alasan mengalihkan ke lain-lain. Buka saja ke masyarakat, alasan yang berulang kali dilontarkan dari pihak Generali soal ketidaksesuaian informasi, buka saja, apa itu, biar masyarakat paham dan bisa menilai, jangan beralasan terus. Dan tidak ada hubungannya Generali Konvensional dengan Generali Syariah, sebab nomor polisnya pun berbeda ” kesal Darmawan.

Masih kata Darmawan, “Saya dikuasakan di bulan Februari 2022, makanya saya datangi langsung kantor Generali Multatuli tempat klien saya masuk asuransi, untuk mempertanyakan kepada pimpinan agency Generali tidak membayar klaim asuransi konvensional,”

Namun para agency seolah buang badan, selanjutnya para atasan agency yang hendak dipertanyakan, dari Suwandi, Susana hingga Tan Tjing Hua, seperti bersembunyi, enggan bertanggung jawab, dan dalam kasus ini Darmawan belum melakukan tindakan melalui jalur  persidangan.

Kilas Balik Sebelumnya
Sebelumnya terkait pemberitaan ini, pihak Asuransi Jiwa Generali Indonesia ada memberikan klarifikasi ke media ini, mereka menjawab, bahwa dalam kasus ini sudah dibawa nasabah ke Pengadilan Agama di Jakarta Selatan dan keputusan hakim tidak mengabulkan gugatan nasabah. Kemudian, pihak Asuransi Generali juga memberikan alasan bahwa ada data informasi tentang nasabah (Ibu Anik) yang diberikan tidak sesuai, dan itulah sehingga mereka tidak mecairkan klaim nasabahnya.

Agar diingat, bahwa kasus ini bermula dari Januari 2018, Ibu Anik masuk menjadi nasabah di Asuransi Jiwa Generali Indonesia melalui Generali di Multatuli/Galaxy Team Medan. Lima bulan berjalan, Ibu Anik divonis penyakit kritis kanker, sebagaimana perjanjian, seharunya Ibu Anik diberikan manfaat asuransi tersebut sebesar Rp 3 miliar yang wajib dicairkan dari dua jenis produk asuransi yang diambil nasabah Anik di Generali Konvensional. Ironinya sampai sekarang tahun 2022 klaim Ibu Anik tak kunjung dibayarkan dengan sejumlah alasan yang terkesan mengada-ada. (azw)