30 C
Medan
Thursday, January 29, 2026
Home Blog Page 2834

Waspadai Omicron Masuk di Kota Tebingtinggi, Wali Kota Minta Perketat PPKM

PEMAPARAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Kapolres AKBP M Kunto Wibisono memberikan pemaparan terkait perketat PPKM di Gedung Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Selasa (28/12).

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan meminta memperketat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan menyesuaikan jam operasional dan perketat penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19 untuk cafe, restoran, tempat hiburan, hotel, atau tempat keramaian lainnya. Penegasan ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 varian Omicron menjelang Tahun Baru 2022.

PEMAPARAN: Wali Kota Tebingtinggi Umar Zunaidi Hasibuan didampingi Kapolres AKBP M Kunto Wibisono memberikan pemaparan terkait perketat PPKM di Gedung Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Selasa (28/12).

Hal itu diungkapkan Wali Kota Tebing Tinggi Umar Zunaidi Hasibuan usai memimpin rapat koordinasi (rakor) bersama organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah dan forkum koordinasi pimpinan daerah (Forkompinda) di Gedung Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Selasa (28/12).

“Di malam pergantian tahun baru kita batasi kapasitas hanya 75 persen dan jam operasionalnya sampai pukul 22.00 WIB, terkecuali untuk take away, silahkan, kami perintahkan juga agar tempat usahanya dilengkapi barcode scan aplikasi PeduliLindungi,” pinta Umar Zunaidi.

Menurut Umar, teknisnya diperjelas dalam Instruksi Wali Kota Nomor: 188.45/9413 tahun 2021, isinya mengikuti sesuai isi dari Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor: 69 Tahun 2021 dan Instruksi Gubernur Nomor: 188.54/53/INST/2021,.

Umar juga, Polres Tebingtinggi dalam hal ini Satuan Lalulintas merancang sejumlah penyekatan jalan terutama saat malam pergantian tahun di sejumlah ruas jalan di pusat kota dan pusat keramaian berkumpul warga.

“Penyekatan jalan secara teknis di lapangan silahkan untuk berkoordinasi dengan jajaran Polres bersama Dishub, dibantu dari Satpol PP dan mungkin akan dibantu aparat dari Kodim, Koramil juga,” beber Umar.

Umar menjelaskan bahwa Instruksi Wali Kota yang dibuat ini bukan semata-mata diambil oleh Wali Kota sendiri, namun merupakan penerapan pemerintah pusat yang ditindaklanjuti pemerintah provinsi dan harus dikerjakan oleh Kabupaten Kota se Indonesia.

“Instruksi ini diterapkan pemerintah pusat, ditindaklanjuti Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan harus dikerjakan oleh kabupaten, kota se Indonesia,” tegas Umar.

Di akhir, untuk mengatasi dan menekan penyebaran varian Omicron, Wali Kota Tebingtinggi berharap agar warga tetap menerapkan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan melakukan vaksinasi Covid-19.

“Untuk mengatasi varian Omicron, protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan vaksin adalah kata kunci untuk itu, virus ini belum berakhir,” tandas Umar.

Sementara itu, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tebingtinggi Akhyar Nasution menyampaikan dalam rangka menyelamatkan dari masyarakat Covid-19, perlu memperketat prekes terutama juga memakai masker. “Kalau kita belum kena Covid-19, kita anggap enteng. Saya bersama Kemenag, terus mengimbau dengan mengedarkan surat peringatan kepada unsur terkait agar betul-betul memperketat prokes,” tegas Akhyar. (ian/azw)

Waka Polres Asahan Tinjau Pos Pengamanan

KUNJUNGI POS: Waka Polres Asahan Kompol Sri Juliani Siregar SH melakukan kunjungan sekaligus pengecekan kesiapan personil POS PAM I Meranti.ist/SUMUT POS.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Waka Polres Asahan Kompol Sri Juliani Siregar SH melakukan kunjungan sekaligus pengecekan kesiapan personel di Pos Pengamanan (Pos Pam) I Meranti Asahan, Selasa (28/12). Pengecekan ini guna melihat kesiapan pelaksanaan piket serta meninjau kebersihan Pos Pam.

KUNJUNGI POS: Waka Polres Asahan Kompol Sri Juliani Siregar SH melakukan kunjungan sekaligus pengecekan kesiapan personil POS PAM I Meranti.ist/SUMUT POS.

Kehadiran Waka Polres Asahan disambut Kapos Pam I dari Kanit Idik 2 Sat Reskrim Ipda Chandra R SH MH dengan personel gabungan dari TNI Polri serta petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Pramuka.

Dalam kunjungannya, Waka Polres Asahan memberi arahan kepada semua personel agar menjaga kesehatan dan istirahat secara bergantian pada saat melaksanakan tugas di Pos Pam.

“Kepada personel yang bertugas di Pos Pam diimbau untuk tetap humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, namun tetap dalam situasi sigap, sesuai dengan arahan dari Bapak Kapolres Asahan AKBP Putu Yudha Prawira SIK MH,”ujar Sri Juliani Siregar SH.

Bilamana ada pemudik yang di temukan terpapar Covid 19, Waka Polres Asahan mengingatkan kepada personel agar segera berkoordinasi dengan pihak Puskesmas untuk segera di laksanakan isolasi.

“Jaga kebersihan di Pos Pam sehingga menjadi nyaman saat melaksanakan tugas di pos,” ucap perwira pangkat satu melati ini.(dat/azw)

Polres Asahan Ikuti Apel Tiga Pilar Plus Melalui Zoom Meeting dari Polda Sumut

TIGA PILAR: Satuan Binmas Polres Asahan mengikuti apel tiga pilar dengan seluruh Polres jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) melalui zoom meeting di Gedung Wirasatya Lantai 2 Polres Asahan, Selasa (28/12).

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Satuan Binmas Polres Asahan mengikuti apel tiga pilar dengan seluruh Polres jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) melalui zoom meeting di Gedung Wirasatya Lantai 2 Polres Asahan, Selasa (28/12). Apel tiga pilar dengan tema ‘Sinergitas Tiga Pilar dalam Mensukseskan Vaksinasi Nasional dan Mewujudkan Stabilitas Kamtibmas yang Kondusif,’ ini dipimpin Direktur Binmas Polda Sumut Kombes Pol Safwan Hidayat SIK MM, Wamil Sterdam I/BB Mayor INF Puguh Prasetya Pabandya, Kabid Ketahanan Sosial Budaya dan Ormas Kesbangpol Prov Sumut Zulham Siregar.

TIGA PILAR: Satuan Binmas Polres Asahan mengikuti apel tiga pilar dengan seluruh Polres jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) melalui zoom meeting di Gedung Wirasatya Lantai 2 Polres Asahan, Selasa (28/12).

Dalam arahan Direktur Binmas Polda Sumut Kombes Pol Safwan Hidayat SIK MM menyampaikan data vaksinasi Polda Sumut sudah mencapai 74 persen. Untuk itu tiga pilar harus terus berupaya memaksimalkan vaksinasi 100 persen. “Varian Omicron harus diupayakan tidak ada terjadi di Wilkum Polda Sumut dan jika ada agar diupayakan tidak melonjak penyebarannya di wilkum Polda Sumut,”kata Kombes Pol Safwan Hidayat SIK MM.

Kombes Pol Safwan Hidayat juga menyampaikan agar tiga pilar terus melakukan imbauan prokes kepada masyarakat agar laju covid 19 bisa ditekan. Di mana hasil anilisa dan evaluasi, tiga pilar diharapkan dapat melakukan pencegahan dan penangkalan agar masyarakat yang melaksanakan natal dan tahun baru (Nataru) merasa aman dan nyaman. “Menjaga sinergitas 3 pilar, serta selalu melaksanakan koordinasi dan pencegahan Covid 19 serta memberikan bantuan dan obat obatan terhadap yang terkonfirmasi Covid 19. Kemudian mendorong masyarakat agar melakukan vaksinasi,”ucapnya.

Sementara Wamil Sterdam I/BB Mayor Inf Puguh Prasetya Pabandya, dalam sambutannya menyampaikan kota kabupaten yang belum mencapai vaksinasi 70 persen agar segera memaksimalkan sesuai dengan target yang telah diberikan.

“Capaian vaksinasi harus ditingkatkan, agar levelling kota kabupaten di Provinsi Sumut untuk ditingkatkan semua ke level 1,” urai Mayor Inf Puguh Prasetya Pabandya.

Wamil Sterdam I/BB juga menyampaikan agar tiga pilar pada saat Nataru untuk mengimbau masyarakat agar di rumah saja. “Saya memberikan apresiasi kepada Babinsa dan Bhabinkamtibmas yang merupakan ujung tombak pelaksanaan pencegahan covid 19 di wilayah-wilayah,”ujarnya.

Sedangkan Kabid Ketahanan Sosial Budaya dan Ormas Kesbangpol Prov Sumut Zulham Siregar menyampaikan sinergitas 3 pilar harus terus ditingkatkan dengan meminta kepada masyarakat menghindari keramaian agar terhindar dari Covid 19.

“Cakupan vaksinasi di sumut rata rata sudah mencapai 70 persen untuk itu terus diupayakan dalam memaksimalkan vaksinasi 100 persen,”katanya.

Di tempat berbeda, Ketua Satgas Covid-19 Asahan, Surya BSc melalui Juru Bicara Satgas Covid-19, Rahmad Hidayat Siregar kepada awak media mengatakan tak bosan-bosannya terus menyampaikan imbauan kepada masyarakat asahan agar tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

“Mari kita jaga dan tetap mempertahankan prokes dengan tetap memakai masker, mencuci tangan menggunakan sabun, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas,” pungkasnya. (dat/azw)

Praja IPDN Kunjungi Pemkab Asahan, Wabup: Hargai Senior dan Nama Baik

KUNJUNGAN: Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar SSos MSi menerima kunjungan Praja IPDN di Aula Kenanga Kantor Bupati Asahan, Selasa (27/12). ist/sumut pos.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri  (IPDN) angkatan 29, 30, 31, dan 32 yang berasal dari Kabupaten Asahan mengunjungi Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan, Selasa (27/12). Dalam kunjungan itu mereka diterima Wakil Bupati (Wabup) Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar SSos MSi di Aula Kenanga Kantor Bupati Asahan.

KUNJUNGAN: Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar SSos MSi menerima kunjungan Praja IPDN di Aula Kenanga Kantor Bupati Asahan, Selasa (27/12). ist/sumut pos.

Dalam nasihatnya Wakil Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin Siregar SSos MSi mengatakan kepada para Praja untuk menghargai para senior dan menjaga nama baik almamater serta nama Kabupaten Asahan.

“Hargai para senior, jaga nama baik almamater dan Kabupaten Asahan, jangan bikin malu Kabupaten Asahan,” tegas Wakil Bupati Asahan yang juga alumni APDN dan STPDN didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Asahan Drs John Hardi Nasution MSi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Buwono Prawana SIP MSi, dan Kadis Kominfo Kabupaten Asahan H Rahmat Hidayat Siregar SSos MSi.

Selain itu Wakil Bupati Asahan menekankan kepada para Praja untuk menjaga solidaritas dan menjalin komunikasi sesama korps, karena itu dapat menunjang kalian didunia pekerjaan nantinya.

Wakil Bupati Asahan juga mengingatkan kepada para praja untuk selalu patuh dan meyanyangi kedua orangtua, karena kalian dapat seperti ini, berkat doa dari kedua orangtua kalian.

Hal senada juga disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan Drs John Hardi Nasution MSi, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Buwono Prawana SIP MSi, dan Kadis Kominfo Kabupaten Asahan H Rahmat Hidayat Siregar SSos MSi kepada para Praja IPDN.

Mereka meminta kepada praja dalam melaksanakan pendidikan di kampus, ikuti apa yang menjadi aturan dan jangan melanggar aturan kampus tersebut, karena dapat membuat jelek nama Kabupaten Asahan.

Menutup pembicaraan mereka berpesan kepada para praja, seteleh selesai menempuh pendidikan, diminta jangan pernah untuk berhenti belajar dan berjuang, karena awal dari perjalanan kalian sebagai Abdi Negera baru saja dimulai. (dat/azw)

Partai Buruh Sumut Gelar Road Show di 31 Kabupaten/Kota

Bersama: Ketua Partai Buruh Sumut Willy Agus Utomo bersama pengurus lainnya, foto bersama di sela-sela kegiatan konsolidasi. Akbar Exco Partai Buruh Provinsi Sumut, di Parapat, Kabupaten Tobasa, Selasa (28/12). Sumut Pos/ist .

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Excutive Komite (Exco) Partai Buruh Provinsi Sumatera Utara (Sumut) kembali menggelar konsolidasi akbarnya ke 12 kabupaten/kota di Sumut, Selasa (28/12), yang dipusatkan di Parapat, Kabupaten Tobasa tepatnya di Danau Toba.

Bersama: Ketua Partai Buruh Sumut Willy Agus Utomo bersama pengurus lainnya, foto bersama di sela-sela kegiatan konsolidasi. Akbar Exco Partai Buruh Provinsi Sumut, di Parapat, Kabupaten Tobasa, Selasa (28/12). Sumut Pos/ist .

Sebelumnya, konsolidasi akbar dilaksanakan di Kota Kisaran, Kabupaten Asahan, pada Senin (27/12) Konsolidasi Exco Partai Buruh Sumut tersebut dilakukan kapada 6 Kabupaten/ Kota Exco, yakni Tanjungbalai, Asahan, Batubara, Labuhanbatu Utara, Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan.

Selain Konsolidasi Exco Partai Buruh Sumut menyerahan SK Exco kabupaten/ kota, dan memberikan pembekalan kepada pengurus yang hadir guna menyongsong kelengkapan administrasi dan faktual verifikasi peserta Pemilu 2024.

“Semoga kawan-kawan pengurus Exco kabupaten/ kota yang hadir dapat membesarkan Partai Buruh di daerah masing-masing dan dapat bersosialisasi di tengah masyarakat untuk berjuang mengangkat derajat dan kesejahteraan rakyat kecil melalui partai kita,” kata Ketua Partai Buruh Sumut Willy Agus Utomo didampingi Wakil Ketua Partai Buruh Sumut Jhonson Pardosi dan Sekretaris Ijon Tuah Hamonagan Purba, di hadapan puluhan pengurus Exco Kab/Kota yang hadir.

Willy juga menyampaikan, rangkaian program kerja Partai Buruh secara Nasional, yang tinggal hanya menunggu kelengkapan adminstrasi dan pemenuhan persyaratan sebagai peserta Pemilu 2024 mendatang yang ditargetkan rampung akhir Desember 2021 ini.

“Khusus untuk Partai Buruh Sumut kita sudah siap kepengurusan 31 Kab/Kota dari 33 Kab/Kota yang ada, begitupun akhir Desember ini kita penuhi 100 persen pengurus di seluruh kab/kota Sumut untuk dapat ikut pemilu 2024 mendatang,” ujar Willy.

Willy berharap, pengurus dan kader Partai Buruh didaerahnya dapat berjuang bersama rakyat kecil baik buruh,petani,nelayan, miskin kota dan miskin desa serta rakayat kecil didaerah masing masing.”Partai kita memang sudah diamanahkan untuk mengurusi rakyat kecil kelak, karena orang menengah keatas itu sudah ada yang ngurusi, semoga kita membawa harapan bagi rakyat kecil untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat,” ucap Willy.

Usai memberikan arahan dan pembekalan pengurus Exco Partai Buruh Sumut menyerahkan SK Kepengurusan Exco kabupaten/kota yang hadir.

Willy menjelaskan, konsolidasi akbar dilanjutkan pada 29 Desember 2021, dengan empat Kabupaten/ kota dipusatkan di Kabupaten Karo.

Terakhir Konsolidasi juga akan digelar di daerah kab/kota se Pulau Nias, sebanyak 5 kab/ kota akan dikumpulkan di Kota Gunungsitoli pada awal Januari 2022 mendatang.”Total 31 kab/ kota kita akan kita kunjungi dan kita beri semangat untuk berjuang bersama dalam satu wadah Partai Buruh,” pungkasnya. (dwi/ila)

Proyek Fisik APBD Murni 2021, Pemprovsu Klaim Sudah Selesai di November 2021

SAMBUTAN: Pj Sekda Provsu H Afifi Lubis memberikan kata sambutan saat membuka kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2021 BPKAD Provinsi Sumut, Selasa (28/12). istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Setdaprovsu, Ismael Sinaga memastikan bahwa proyek pengerjaan fisik yang bersumber dari APBD 2021 paling lama telah selesai November 2021.

SAMBUTAN: Pj Sekda Provsu H Afifi Lubis memberikan kata sambutan saat membuka kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2021 BPKAD Provinsi Sumut, Selasa (28/12). istimewa/sumutpos.

“Kalau ada saat ini melihat proyek pengerjaan katakanlah dari Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi, maka kegiatan itu sudah bisa dipastikan di PAPBD. Kalau dari APBD murni itu paling lama selesainya sudah di November,” katanya dalam Refleksi Akhir Tahun 2021 di Medan, Selasa (28/12).

Ia menambahkan hal tersebut sesuai arahan Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi bahwa semua pengerjaan fisik harus selesai pada November. “Ini saya garansi. Semua proyek APBD sudah selesai di November,” ucapnya.

Ismael menerangkan hal yang wajar misalnya hingga sampai Desember masih ada dana kas daerah yang tersisa di bank. Hal ini sebagai cadangan daerah. “APBD Sumut misalnya Rp13,7 triliun. Kalau dirata-ratakan paling satu bulannya itu keluar Rp1 triliun lebih. Hal yang wajar misalnya di Desember ini tersisa Rp1 triliun lagi. Bukan berarti ini tidak bisa digunakan,” katanya.

Jadi menurutnya hal yang normal jika saat ini masih ada uang negara di daerah. “Bukan uang itu tak produktif. Uang itu masih ada di bank dan akan kita gunakan,” ucapnya.

Ia memisalkan di DKI Jakarta bahwa sampai Desember ini masih ada uang sisa di kas daerahnya Rp16 triliun, dan itu masih wajar. “Malah kalau sisa Rp8 triliun pemprov-nya was-was. Bisa jadi ada beberapa proyek yang gagal bayar,” katanya.

Kemudian untuk proyek-proyek di Sumut, pihaknya telah berkoordinasi dengan pengadaan barang dan jasa agar Januari mendatang sudah bisa dilakukan tender. “Semoga bisa selaras dengan kabupaten/kota,” katanya. (prn/ila)

Sekda Minta BPKAD Provsu Jangan Tahan Anggaran ke OPD

DISKUSI: Kepala BPKAD Provsu Ismael Sinaga, Ketua PWI Sumut H Farianda Sinik, serta Akademisi Dr Joharis Lubis dan Dr Fitri Rahmadana, saat diskusi Refleksi Akhir Tahun 2021 BPKAD Provinsi Sumut.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, H Afifi Lubis SH meminta Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) agar tidak menahan anggaran untuk dialirkan ke setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprovsu.

DISKUSI: Kepala BPKAD Provsu Ismael Sinaga, Ketua PWI Sumut H Farianda Sinik, serta Akademisi Dr Joharis Lubis dan Dr Fitri Rahmadana, saat diskusi Refleksi Akhir Tahun 2021 BPKAD Provinsi Sumut. istimewa/sumutpos.

Afifi berharap, untuk tahun-tahun ke depannya, setiap OPD di Pemprovsu dapat menerima anggaran secara tepat waktu bila semua persyaratan administrasi telah terpenuhi agar setiap OPD dapat bekerja secara maksimal.

Hal itu disampaikan Pj Sekda Pemrovsu H Afifi Lubis SH saat membuka kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2021 BPKAD Provinsi Sumut di Aula Bank Sumut pada gedung Bank Sumut, Jalan T Imam Bonjol Medan, Selasa (28/12). “BPKAD jangan tahan anggaran. Kalau syarat administrasinya telah lengkapn

langsung berikan anggarannya ke OPD-OPD. Anggaran harus bisa terserap secara maksimal dan cepat. Dengan begitu, kita tidak mau lagi mendengar ada OPD yang belum merealisasikan program kerjanya karena belum turunnya anggaran dari BPKAD,” ucap Afifi.

Dalam kegiatan Refleksi Akhir Tahun 2021 BPKAD Provinsi Sumut itu, Afifi juga meminta agar setiap ASN di Pemprovsu, termasuk di BPKAD untuk dapat berubah secara mental dalam bekerja. Ia berharap, BPKAD tidak lagi meminta ‘jatah’ dengan memotong anggaran OPD.

“Saya tegaskan, tidak ada lagi potongan anggaran sekian persen, itu zaman dulu. Sekarang sudah jelas, bagaimana aturan keluarnya uang dari BPKAD ke OPD-OPD,” tegasnya.

Namun dalam kesempatan itu, Afifi juga memuji kinerja Kepala BPKAD Provsu Dr Drs Ismael P Sinaga MSi yang disebut telah merubah sistem kerja di BPKAD Provsu. Pasalnya Afifi menilai, saat ini BPKAD telah bekerja secara maksimal dalam mengelola keuangan. Dalam beberapa waktu terakhir, BPKAD juga dinilai cukup cepat dalam mengalirkan anggaran ke setiap OPD.

“Saat ini, inflasi di Sumut juga terkendali. Upaya yang dilakukan TPID (Tim Pengendalian Inflasi Daerah) Sumut juga memberi manfaat besar bagi prestasi Sumut. Atas prestasi itu, akhirnya Sumut bisa mendapatkan reward hingga puluhan miliar sebagai dana insentif. Saya minta ini juga harus dipertahankan,” ujarnya.

Afifi juga menekankan, BPKAD Provsu harus memiliki format yang jelas dalam bekerja. Selain itu, Pemprovsu harus dapat mempertahankan penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang telah diperoleh selama 7 Tahun berturut-turut dari Pemerintah Pusat. “Saya ingin mengingatkan, pemerintah sudah memberikan kesejahteraan kepada para ASN yang jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Untuk itu, ASN harus terus meningkatkan kinerjanya,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Afifi Lubis dan Kepala BPKAD Provsu Ismael Sinaga juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pegawai BPKAD yang berprestasi. Kegiatan tersebut juga di isi dengan diskusi bersama sejumlah narasumber seperti Kepala BPKAD Provsu Ismael Sinaga, Ketua PWI Sumut H Farianda Sinik, serta Akademisi Dr Joharis Lubis dan Dr Fitri Rahmadana.

Dalam diskusi, Kepala BPKAD Sumut Ismael Sinaga, mengaku sepakat dan siap menjalankan instruksi Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut yang disampaikan Pj Sekda Pemprovsu untuk dapat mengalirkan anggaran ke setiap OPD dengan tepat waktu. Diungkapkan Ismael, tahun 2021 ini, BPKAD Provsu telah mengelola APBD Pemprov Sumut sebesar Rp12 Triliun lebih.

“BPKAD Provsu telah banyak berbenah, kita selalu mencairkan anggaran ke setiap OPD dengan tepat waktu. Apabila semua syarat administrasinya telah terpenuhi, pasti langsung kita cairkan, tidak ada ditahan-tahan. Dengan begitu, setiap OPd dapat bekerja dengan cepat,” ungkapnya. (map/ila)

KAI Divre I Sumut Sosialisasikan Keselamatan di Perlintasan Sebidang

SOSIALISASI: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumut saat menggelar kegiatan sosialisasi di Pelintasan Sebidang.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kedisiplinan masyarakat dalam berlalu lintas di pelintasan sebidang yang dapat mengakibatkan kecelakaan masih rendah. Karena itu, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumut kembali menggelar kegiatan sosialisasi di Pelintasan Sebidang, yakni Jalan H Adam Malik JPL No.03 KM 01+850 dan Jalan Sekip JPL No.04 KM 02+695.

SOSIALISASI: PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divre I Sumut saat menggelar kegiatan sosialisasi di Pelintasan Sebidang.istimewa/sumutpos.

PT KAI Divre I Sumut mencatat, sejak Januari hingga Desember 2021 telah terjadi 19 kecelakaan di pelintasan sebidang kereta api, dengan data korban meninggal sebanyak 8 orang, dan luka ringan sebanyak 13 orang. “PT KAI Divre I Sumut mengajak seluruh pengguna jalan untuk bersama-sama menaati rambu-rambu yang ada serta lebih waspada saat akan melintasi pelintasan sebidang kereta api,” kata Deputy Vice President PT KAI Divre I Sumut, Zuhril Alim, Selasa (28/12).

Sesuai UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian Pasal 124 menyatakan pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pemakai jalan wajib mendahulukan perjalanan kereta api. Adapun dalam UU 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 114 menyebutkan bahwa pada pelintasan sebidang antara jalur kereta api dan jalan, pengemudi kendaraan wajib berhenti ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai di tutup, dan/atau ada isyarat lain.”Kemudian mendahulukan kereta api dan emberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel,” kata Zuhril Alim.

Sebagai bentuk upaya meningkatkan faktor keselamatan, PT KAI juga terus melakukan kordinasi bersama Ditjen Perkeretaapian Kemenhub dan Pemda setempat terkait penutupan sejumlah pelintasan sebidang. Tidak hanya itu, kecelakaan di pelintasan sebidang tidak hanya merugikan pengguna jalan tapi juga dapat merugikan PT KAI. Tidak jarang perjalanan KA lain terhambat, kerusakan sarana atau prasarana perkeretaapian, hingga petugas KAI yang terluka akibat kecelakaan di pelintasan sebidang.

Untuk menekan angka kecelakaan dan korban, maka masyarakat diharapkan dapat lebih disiplin berlalu lintas, menyadari dan memahami juga fungsi pintu pelintasan. Pintu pelintasan kereta api berfungsi untuk mengamankan perjalanan kereta api agar tidak terganggu pengguna jalan lain seperti kendaraan bermotor maupun manusia. Hal tersebut tertuang dalam Peraturan Pemerintah No 72 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Kereta pasal 110 ayat 4. “Perjalanan kereta api lebih diutamakan karena jika terjadi kecelakaan dampak dan kerugian yang ditimbulkan dapat lebih besar. Maka dari itu pintu pelintasan utamanya difungsikan untuk mengamankan perjalanan KA,” kata Alim. (mbc/ila)

Serahkan Hadiah Program Livin’ To The Max, Bank Mandiri Ajak Nasabah Tingkatkan Transaksi

SERAHKAN : Regional CEO Bank Mandiri Region I/ Sumatera 1 Lourentius Aris Budi Yanto saat menyerahkan hadiah mobil dan motor program undian Livin' To The Max.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bank Mandiri terus berupaya meningkatkan aktivasi dan penggunaan digital super app Livin’ by Mandiri (berlogo kuning) oleh nasabah perorangan, termasuk nasabah baru. Untuk itu, Bank Mandiri mulai membagikan hadiah undian program promo Livin’ to the Max kepada nasabah yang di seluruh Indonesia.

SERAHKAN : Regional CEO Bank Mandiri Region I/ Sumatera 1 Lourentius Aris Budi Yanto saat menyerahkan hadiah mobil dan motor program undian Livin’ To The Max.

Di Region I/ Sumatera 1, Bank Mandiri menyerahkan hadiah 3 unit BMW X1, 5 unit Vespa Sprint, dan 4 unit Yamaha NMax kepada nasabah yang telah terverifikasi menjadi pemenang Program Livin’ to the Max yang berasal dari Kota Medan. Adapun total hadiah yang dibagikan dalam program ini adalah sebanyak 100 unit BMW X1 serta 1.000 unit motor jenis Vespa Sprint dan Yamaha NMAX.

Regional CEO Bank Mandiri Region I/ Sumatera 1 Lourentius Aris Budiyanto mengemukakan bahwa Program Livin’ to the Max bertujuan memberikan apresiasi kepada nasabah yang sudah memberikan kepercayaan kepada Bank Mandiri khususnya dalam melakukan transaksi digital. Program ini juga diharapkan dapat meningkatkan transaksi nasabah pada aplikasi Livin’ by Mandiri. Penyerahan hadiah mobil dan motor program undian Livin’ To The Max Region 1 / Sumatera 1 bertempat di Menara Mandiri Convention Hall Lantai 5 Jalan Pulau Pinang Medan, Rabu (29/12/2021).

“Kami juga mengucapkan selamat dan turut berbahagia kepada Nasabah yang menjadi Pemenang Livin’ to the Max. Program ini akan terus berjalan hingga 3 Juni 2022, dimana akan dilakukan pengundian setiap minggunya. Semakin banyak transaksi menggunakan Livin’ by Mandiri, maka semakin besar kesempatan untuk memenangkan hadiah,” kata Lourentius Aris Budiyanto.

Dia menjelaskan, Livin’ to the Max adalah program undian berdasarkan poin undian yang dikumpulkan nasabah atas setiap transaksi yang dilakukan. Adapun transaksi yang dihitung antara lain, transfer antar bank, bayar, top up, dan penambahan saldo, masing masing aktivitas transaksi tersebut akan mendapatkan poin yang akan diundi setiap minggunya. Jika nasabah ingin mendapatkan poin lebih, nasabah juga dapat menukarkan 230 Livin’ Poin untuk menjadi poin undian

“Livin’ by Mandiri hadir untuk mendorong transaksi digital dan memudahkan nasabah untuk melakukan transaksi dimana saja dan kapan saja. Livin’ by Mandiri merupakan bentuk penyempurnaan terkini digital banking dengan fitur teranyarnya antara lain pembukaan rekening baru, verifikasi wajah, quick access, tarik tunai tanpa kartu, top up dan update saldo e- money dengan satu klik hingga transfer dan bayar tagihan favorit di satu tempat,” jelas Lourentius Aris Budiyanto.

Lourentius Aris Budiyanto menambahkan, hingga akhir November 2021, super app Livin’ By Mandiri telah mencatatkan lebih dari 9,2 juta pengguna, meningkat 46 persen secara tahunan (year on year/yoy). Di Region I/ Sumatera 1 (Sumatera Utara, Riau, dan Kepulauan Riau) sendiri sampai dengan akhir November 2021, sudah tercatat 1,09 juta pengguna meningkat 48% secara year on year.

Bank Mandiri berharap melalui program ini, masyarakat tertarik untuk dapat menikmati setiap fitur baru yang ada pada Livin’ by Mandiri dan dapat turut merasakan kenyamanan serta kemudahan bertransaksi secara online dengan Livin’ by Mandiri.

“Melalui pembaharuan Financial Super App Livin’ by Mandiri, telah mampu mendigitalisasi hampir seluruh layanan transaksi nasabah Bank Mandiri. Tercatat, hingga kuartal III 2021 lebih dari 95 persen transaksi perbankan Bank Mandiri sudah dapat dilakukan secara digital tanpa harus ke cabang” ucap Lourentius Aris Budiyanto.

Ditemui saat acara, Jonathan Junus yang merupakan salah satu Nasabah pemenang BMW menuturkan sangat terjekut dan bahagia ketika pihak Bank Mandiri menginformasikan sebagai pemenang pada Oktober lalu. Jonathan Junus sendiri baru saja membuka rekening awal Oktober 2021.

Berawal dari tertarik karena grafik yang menarik di spanduk Livin’ by Mandiri yang icon warna kuning, Jonathan Junus akhirnya mendownload aplikasinya. Dan tidak menyangka, baru sebulan menjadi nasabah Bank Mandiri serta menikmati fitur aplikasi Livin’ by Mandiri yang menurutnya sangat praktis, cepat dan tanpa basa basi, Jonathan Junus dikabari menjadi pemenang di Program Undian Livin’ To The Max dan berhak mendapatkan mobil BMW X1.

Sempat curiga dan merasa kena prank namun setelah diberikan surat konfirmasi atas kemenangannya tersebut, Jonathan Junus akhirnya percaya dan sangat senang sekaligus bersyukur menjadi pemenang mobil BMW X1 di Program Undian Livin’ To The Max.

Pembangunan Drainase Dinilai Tak Punya Perencanaan, Komisi IV Segera Panggil Dinas PU Medan

BERANTAKKAN: Pekerjaan drainase tampak berantakan dan asal-asalan yang berlokasi di salah satu kawasan di Kota Medan. Sejumlah drainase dikerjakan asal-asalan membuat Komisi IV DPRD Medan akan segera memanggil Dinas PU Kota Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi IV DPRD Medan akan segera memanggil Dinas PU Kota Medan untuk memaparkan perencanaan pembangunan drainase di Kota Medan. Pasalnya, Komisi IV menginginkan agar setiap pekerjaan di Dinas PU dapat dikerjakan berdasarkan hasil analisa permasalahan di lapangan.

BERANTAKKAN: Pekerjaan drainase tampak berantakan dan asal-asalan yang berlokasi di salah satu kawasan di Kota Medan. Sejumlah drainase dikerjakan asal-asalan membuat Komisi IV DPRD Medan akan segera memanggil Dinas PU Kota Medan.

Hal itu diungkapkan Anggota Komisi IV DPRD Medan, Dedy Aksyari Nasution ST yang mengaku kesal terhadap hasil pekerjaan Dinas PU Medan terkesan asal-asalan. Akibatnya, banyak menerima pengaduan dari masyarakat terkait pembangunan drainase, termasuk di kawasan Jalan Air Bersih Ujung, Lingkungan 4 Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai.

“Ada banyak sekali warga yang mengadukan ke kami, bahwa pengerjaan drainase di lingkungan mereka asal jadi. Sebenarnya pembangunan drainase di Kota Medan sudah punya perencanaan atau tidak? Ini perlu kami tahu dan kami di Komisi IV akan memanggil Dinas PU untuk memaparkan hal ini,” ucap Dedy kepada Sumut Pos, Selasa (28/12).

Dikatakan Dedy, berdasarkan hasil pantauannya di lapangan, para pekerja proyek juga seolah tidak peduli dan membiarkan hasil pekerjaannya berantakan. Lebih parahnya lagi, banyak pekerjaan yang mangkrak bahkan ditinggal begitu saja.

“Ada yang sudah dikerjakan satu minggu, tapi belakangan malah berhenti dua minggu, padahal pekerjaannya belum selesai, diterlantarkan begitu saja. Ini sebenarnya bagaimana perencanaan pekerjaan di Dinas PU. Nantinya Dinas PU harus menjelaskannya kepada kami,” ujarnya.

Senada dengan Dedy, Anggota Komisi IV DPRD Medan lainnya, David Roni Ganda Sinaga, mengaku bahwa dalam mengawal pembangunan yang ada, DPRD Kota Medan khususnya Komisi IV akan meminta kepada Dinas PU kota Medan untuk memaparkan perencanaan pembangunan drainase yang harus berdasarkan analisa permasalahan ada.

“Saya juga berharap pembangunan drainase itu di utamakan pada titik-titik lokasi yang belum mempunyai drainase dan resiko terjadi genangan air tinggi. Jangan juga lokasi-lokasi yang sudah ada drainasenya dan tidak banjir, tapi tetap di bangun drainase. Padahal masih banyak tempat yang perlu penanganan khusus,” kata Roni.

Selanjutnya pembangunan drainase juga diharapkan harus saling terkoneksi dan bermuara di satu titik tertentu, sehingga dapat mengatasi masalah yang ada dan tidak membuang anggaran secara percuma dengan hasil tidak seperti yang diharapkan.

“Untuk itulah diperlukan pengawasan dari DPRD Kota Medan agar pembangunan ini dapat berjalan dengan baik, sehingga tidak sia-sia dan membuang anggaran percuma tanpa memecahkan masalah yang dihadapi. Kami akan terus berkolaborasi dengan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan dalam mewujudkan program prioritas yang dicanangkan agar dapat mencapai hasil yang maksimal,” pungkasnya. (map/ila)