25 C
Medan
Monday, January 26, 2026
Home Blog Page 2895

Pembunuh Sopir Taksi Online Ditembak Mati

PAPARKAN:Polrestabes memaparkan pengungkapan kasus pembunuhan sopir taksi online di Mapolrestabes Medan, Kamis (2/12).m idris/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Satreskrim Polrestabes Medan terpaksa menembak hingga tewas tersangka perampokan dan pembunuhan terhadap sopir taksi online bernama M Idris (42), warga Jalan Pinang Baris/TB Simatupang, Medan Sunggal. Tersangka yang diketahui bernama Indra Gunawan Lubis (IGL), warga Jalan Persamaan, Sitirejo II, Medan Amplas, ini ditembak polisi karena melakukan perlawanan saat dibawa untuk pengembangan kasus.

PAPARKAN:Polrestabes memaparkan pengungkapan kasus pembunuhan sopir taksi online di Mapolrestabes Medan, Kamis (2/12).m idris/sumut pos.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, tersangka IGL ditangkap di sekitar Jalan HM Jhoni tanpa perlawanan. Penangkapan tersangka IGL berdasarkan pengembangan setelah meringkus R alias Gembul di Jalan Jermal Rabu (1/12) dini hari.

R merupakan rekan tersangka IGL yang diajak untuk menemaninya mengambil mobil korban, Daihatsu Sigra warna silver BK 1193 GY, yang disembunyikan di kawasan Jalan Pertahanan, Patumbak. “R diamankan tim gabungan dari Satreskrim Polrestabes Medan bersama Direktorat Reskrimum Polda Sumut saat mengambil mancis yang tertinggal di dalam mobil korban. Sedangkan tersangka IGL berhasil melarikan diri setelah mengetahui R ditangkap,” kata Riko saat memaparkan kasus tersebut, Kamis (2/12) petang.

Riko menjelaskan, tim lalu menginterogasi R dan melakukan pengejaran terhadap tersangka IGL hingga akhirnya berhasil ditangkap di sekitar Jalan HM Jhoni hari itu juga. Namun, saat melakukan pengembangan kasus ke Jalan TB Simatupang untuk meminta keterangan S karena yang memesankan taksi online tersebut, tersangka IGL beralasan kebelet mau buang air kecil. Petugas lalu berhenti di pinggir jalan dan menurunkan tersangka dengan pengawalan.

“Ketika diturunkan, tersangka melawan dan berusaha merampas senjata api milik anggota. Anggota berupaya meringkusnya tetapi terus melawan, sehingga diberikan tembakan peringatan ke udara. Akan tetapi, tersangka tidak perduli hingga akhirnya terkapar usai diberi tindakan tegas. Setelah itu, anggota membawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan untuk diberikan pertolongan. Namun, sesampai di rumah sakit ternyata tersangka sudah dinyatakan meninggal dunia,” terang Riko.

Menurut Riko, tersangka IGL yang sempat diinterogasi mengaku tidak ada niat untuk merampok dan membunuh korban. Korban tewas karena mereka berkelahi, dan muncul niat tersangka ingin menguasai barang berharga korban. “Tersangka IGL merupakan residivis kasus narkoba,” ujarnya.

Dipaparkannya, awalnya tersangka IGL sekira pukul 18.30 WIB menghubungi rekannya, SK, untuk bertemu membicarakan adanya proyek. Selanjutnya, mereka bertemu di tempat usaha SK di kawasan Jalan TB Simatupang, Medan Sunggal. Saat bertemu, tersangka IGL membicarakan adanya proyek di Aceh yang akan dikerjakan. Setelah selesai, sekira pukul 23.00 WIB tersangka meminta tolong kepada SK untuk memesankan taksi online dengan tujuan ke Hotel Soechi guna bertemu pemborong.

“Korban merespon orderan tersebut dan menjemput tersangka lalu membawanya sampai tujuan sesuai aplikasi. Setibanya di depan hotel, tersangka tidak mau membayar ongkos taksi online (sebesar Rp51 ribu). Tersangka beralasan tidak punya uang. Akibatnya, terjadi cekcok antara korban dan tersangka hingga berujung perkelahian. Tersangka memukul korban dan mencekiknya hingga meregang nyawa. Setelah itu, tersangka membawa mayat korban dan membuang ke pinggir jalan Kanal Titi Kuning. Kemudian, tersangka langsung menuju Jalan Pertahanan untuk menyembunyikan mobil milik korban,” papar Riko.

Selanjutnya, tersangka menemui rekannya, S, untuk menemaninya membeli dan mengomsumsi narkoba di kawasan Jermal. Setelah selesai, keduanya kembali ke Jalan Pertahanan. Tersangka IGL lalu meminta tolong kepada S untuk memanggil R alias Gembul untuk bertemu. Tersangka IGL meminta R untuk menemaninya mengambil mobil korban yang disembunyikan di kawasan Jalan Pertahanan. Selanjutnya, mereka berdua pergi ke Deli Tua untuk bertemu temannya. Setelah selesai, tersangka IGL lalu menuju ke Jalan Jermal dan berhenti di pinggir jalan saat sepi. Tersangka IGL lalu membuka kap depan dan merusak batere lalu meninggalkan mobil korban di pinggir Jalan Jermal. “Tersangka IGL lalu mengajak R untuk bertemu temannya di warung. Namun, karena mancis ketinggalan di dalam mobil maka meminta R untuk mengambilnya,” pungkasnya.

Diketahui, mayat korban ditemukan di pinggir Jalan Inspeksi Kanal, depan SMA Negeri 13 Medan, Titi Kuning, Medan Johor. Mayat sopir taksi online tersebut pertama kali ditemukan pengendara sepeda motor yang kebetulan melintas sekira pukul 01.20 WIB. Saat ditemukan, korban dalam posisi terlentang di pinggir jalan.

Sementara, aksi perampokan dan pembunuhan sopir taksi online di Medan, Rabu (1/12) kemarin, mendapat sorotan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Medan. Apalagi, peristiwa ini pun seketika viral dan membuat geger warga Kota Medan.

Anggota Komisi I DPRD Medan, Robi Barus menilai bahwa peristiwa tersebut dapat dijadikan bukti sekaligus barometer meningkatnya tindak kriminalitas di Kota Medan. “Sungguh kita sangat prihatin atas kejadian itu. Tewasnya sopir taksi online itu adalah bukti dan barometer meningkatnya tindak kriminalitas di Kota Medan,” ucap anggota dewan ini kepada Sumut Pos, Kamis (2/12).

Dikatakan Robi, hal itu juga sangat berpengaruh terhadap tingkat keamanan dan kenyamanan masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari.

“Padahal korban ini sedang bekerja, cari makan. Kalau begini kejadiannya, runtuhlah rasa aman dan nyaman masyarakat,” ujarnya. Disisi lain, terang Robi, menjaga keamanan dan ketertiban ditengah-tengah masyarakat merupakan tanggungjawab pihak kepolisian. Untuk itu, Robi pun meminta kepada Polrestabes Kota Medan untuk lebih fokus dan serius dalam menjaga dan meningkatkan keamanan serta kondusifitas masyarakat.

“Dan sudah menjadi tanggungjawab kepolisian dalam memberikan rasa aman kepada masyarakat. Saya minta kepada Polrestabes Medan, tolong lebih serius dalam menjaga keamanan dan ketertiban,” terangnya.

Ketua Fraksi PDIP DPRD Medan itu pun meminta, agar Polrestabes Kota Medan kembali meningkatkan patroli keamanan, khususnya pada malam hari. Mengingat, potensi tindak kriminalitas lebih besar dilakukan pada malam hari.

“Selain itu, yang namanya narkoba juga harus diberantas sampai ke akar-akarnya. Tak bisa kita pungkiri lagi, bahwa narkoba ini penyebab terbesar meningkatnya tingkat kriminalitas. Sekali lagi saya minta, tolong Polrestabes Medan selaku counterpart kami di Komisi I untuk meningkatkan kinerjanya dalam menjaga keamanan dan kondusifitas,” pungkasnya. (ris/map/azw)

Akselerasi Transformasi Industri 4.0 Sekaligus Menjadi Showcase Digitalisasi dalam Making Indonesia 4.0

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah telah menginisiasi kegiatan pembangunan Pusat Industri Digital Indonesia 4.0 (PIDI 4.0) sebagai implementasi salah satu prioritas nasional Making Indonesia 4.0. Pembangunan PIDI 4.0 merupakan bukti nyata upaya Indonesia dalam bertansformasi menuju Industri 4.0 dengan memperhatikan peningkatan nilai tambah dan kapasitas dalam global value chain.

Melihat peran strategis tersebut, diharapkan PIDI 4.0 dapat menjadi bagian untuk menunjukkan upaya nyata yang telah dilakukan sehingga mendukung tema besar Presidensi G20 Indonesia yang diimplementasikan secara inklusif, adaptif, dan implementatif.

“Saya sangat mengapresiasi pembangunan PIDI 4.0 yang merupakan solusi satu atap dalam percepatan transformasi industri 4.0 di Indonesia, sekaligus menjadi showcase Making Indonesia 4.0 untuk dunia terutama dalam hal digitalisasi,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya di acara Peluncuran PIDI 4.0, Kamis (2/12).

Presidensi G20 Indonesia tahun 2022 secara resmi telah di mulai pada 1 Desember 2021. Menko Airlangga menyebutkan tema besar Presidensi G20 Indonesia yaitu “Recover Together, Recover Stronger”, dengan 3 pilar utama yang meliputi Arsitektur Kesehatan Global, Transformasi Digital, dan Transisi Energi menuju keberlanjutan.

“Tentu di pilar yang kedua ini agar tidak sebatas narasi, tetapi juga ada showcasing dalam bentuk yang lebih nyata, sesuai pidato Presiden Joko Widodo kemarin dimana arahannya agar pelaksanaan forum G20 tidak berfokus kepada seremoni-seremoni namun kepada hal yang lebih praktikal, dan lebih terutama lagi yaitu apa yang akan didapatkan oleh Indonesia dalam Presidensi G20 nanti,” jelas Menko Airlangga.

Selain soft launching PIDI 4.0, akan digelar juga Start-Up for Industry Award yang merupakan pemberian penghargaan kepada lima startup terbaik di Indonesia. Diharapkan dengan adanya Start-Up for Industry Award tersebut, dapat memotivasi pelaku start-up untuk memunculkan solusi-solusi terbaiknya dalam hal teknologi dan mengembangkan ekonomi inklusif.

PIDI 4.0 merupakan sebuah lembaga Pemerintah, khususnya bagian dari Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri untuk membantu industri di Indonesia dalam bertransformasi menuju industri 4.0.

Adapun PIDI 4.0 menawarkan 5 layanan utama dalam membantu industri bertransformasi ke industri 4.0 yaitu Showcase Center, Delivery Center, Capability Center, Ecosystem for Industry 4.0, dan Engineering and AI Center.

 “Saya ucapkan selamat kepada Menteri Perindustrian dan seluruh jajaran atas peluncuran PIDI 4.0. Semoga dengan hadirnya PIDI 4.0 dapat mendukung transformasi industri 4.0 di Indonesia,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam acara peluncuran PIDI 4.0 diantaranya Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Wakil Gubernur DKI Jakarta Riza Patria, Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah  M. Rudy Salahuddin, Plt. Deputi Bidang Koordinasi Kerja Sama Ekonomi Internasional Edi Prio Pambudi, para eselon I dari K/L terkait, perwakilan para negara sahabat, dan perwakilan asosiasi pelaku industri. (ag/fsr/*)

Permintaan Domestik Membaik, Inflasi Masih Terkendali pada Level yang Rendah dan Stabil

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Penurunan level PPKM di seluruh daerah sepanjang November mendorong pemintaan domestik semakin meningkat yang tercermin dari realisasi inflasi November 2021. Pada November, inflasi Indonesia masih terjaga stabil sebesar 0,37% (mtm) dan 1,75% (yoy) dan merupakan inflasi tertinggi sepanjang tahun 2021.

Meskipun demikian, secara tahunan realisasi inflasi November masih berada di bawah kisaran sasaran inflasi tahun 2021 sebesar 3±1%. Inflasi pada level konsumen yang masih terkendali juga ditopang oleh Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB) yang rata-rata bergerak stabil di sekitar 2,5% (yoy) sepanjang tahun 2021.

“Di tengah peningkatan inflasi sejumlah negara lain, inflasi Indonesia masih terkendali pada level yang rendah dan stabil,” ungkap Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto, Rabu (01/12). Sebagaimana diketahui, berbagai negara dunia sedang mengalami disrupsi rantai pasok dan kenaikan harga energi karena keterbatasan suplai. Hal tersebut mendorong Indeks harga produsen di sejumlah negara meningkat tajam dan berdampak terhadap peningkatan harga di level konsumen (inflasi). Sebagai contoh Jerman dengan indeks harga produsen yang naik dari 0,85% di Januari 2021 menjadi 18,4% di Oktober 2021, mendorong inflasi meningkat diatas level 5% (yoy).

Inflasi November terutama disumbang oleh komponen inflasi harga bergejolak (Volatile Food/VF) yang mengalami inflasi 1,19% (mtm), 3,05% (yoy) dengan andil 0,20%. Beberapa komoditas VF yang menyumbang terhadap inflasi November antara lain minyak goreng, telur ayam ras, cabai merah, dan daging ayam ras.

Komponen inti mengalami inflasi sebesar 0,17% (mtm), 1,44% (yoy) dengan andil 0,11% terhadap inflasi November terutama didorong adanya kenaikan harga emas perhiasan, sewa rumah, dan kontrak rumah. Lebih lanjut inflasi inti November juga lebih tinggi dibanding inflasi bulan Oktober yang sebesar 0,07% (mtm), 1,33% (yoy).

“Pelonggaran level PPKM juga mendorong mobilitas masyarakat terus meningkat meskipun masih dibatasi dengan syarat perjalanan yang cukup ketat. Pada November, Kelompok Tranportasi meningkat dari bulan sebelumnya mengalami inflasi sebesar 0,33% (mtm) menjadi sebesar 0,51% (mtm) pada November dengan andil 0,06% dan menjadi kelompok penyumbang andil tertinggi kedua setelah kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau. Inflasi Kelompok Transportasi utamanya disumbang oleh kenaikan tarif angkutan udara dengan andil 0,05%”, ujar Menko Airlangga.

Sepanjang Desember 2021, inflasi dari kelompok Transportasi diperkirakan tetap meningkat meski akan terbatas. Hal ini karena Pemerintah kembali mengambil kebijakan untuk melakukan pengetatan aktivitas masyarakat untuk mitigasi penyebaran COVID-19 selama libur Natal tahun 2021 dan tahun baru 2022.

Perbaikan permintaan domestik tersebut juga terlihat dari Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia November 2021 yang tercatat di posisi 53,9. Level tersebut menunjukkan kondisi ekspansi yang terus bertahan selama tiga bulan berturut-turut. Lebih lanjut, level PMI Indonesia merupakan yang tertinggi dibandingkan dengan seluruh negara konstituen ASEAN yang disurvei oleh PMI IHS Markit, yakni Malaysia (52,3), Vietnam (52,2), Singapura (52,2), Filipina (51,7), Thailand (50,6), dan Myanmar (46,7).

Pemulihan ekonomi yang terus berlanjut pasca meredanya gangguan dari gelombang Covid-19 Varian Delta berhasil mendorong sektor manufaktur untuk meningkatkan kapasitas produksinya. Kondisi ini sekaligus menjadi katalis output total, disamping juga peningkatan mobilitas masyarakat turut menaikkan level aggregate demand. Dengan pengendalian Covid-19 yang semakin efektif, penurunan kasus harian diharapkan terus terjadi sehingga momentum pemulihan ekonomi tetap terjaga.

“Menjelang libur Natal tahun 2021 dan Tahun Baru 2022, Pemerintah akan terus memastikan ketersediaan pasokan serta kelancaran distribusi tetap aman, ditengah pengetatan mobilitas masyarakat untuk mengantisipasi penyebaran COVID-19. Koordinasi dan sinergi yang solid dari Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah, dan Bank Indonesia dalam wadah TPIP-TPID terus diperkuat untuk menjaga pencapaian inflasi tahun 2021,” pungkas Menko Airlangga.(*)

DPD Pepabri Sumut Gelar Sosialisasi Program Kerja

SUMUTPOS.CO – DEWAN Pimpinan Daerah Persatuan Purnawirawan Warakawuri TNI-Polri (DPD Pepabri) Sumut menggelar sosialisasi program kerja tahun 2021 di Hotel Saka Medan, Selasa (30/11).

SOSIALISASI: DPD Pepabri Sumut menggelar sosialisasi program kerja di Hotel Saka Medan, Selasa (30/11).DEDDI MULIA PURBA/SUMUT POS.

Sosialisasi diawali ceramah bertema kesejahteraan para purnawirawan yang disampaikan Kacab Asabri Mukti Hariyanto. Ceramah tentang kesehatan disampaikan Kinanti Destasia dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Medan.

Sedangkan ceramah tentang toleransi kerukunan beragama dalam kebhinnekaan bangsa dipaparkan Palit Muda Harahap dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut.

Ketua Panitia Sosialisasi Program Kerja DPD Pepabri Sumut HRM Djuandi Mansur mengatakan bahwa ceramah tentang kesejahteraan, kesehatan dan toleransi kerukunan beragama diikuti 80 peserta.

Peserta sosialisasi tersebut berasal dari Pepabri, purnawirawan angkatan darat, angkatan laut, angkatan udara dan Polri, veteran, Perip, FKPPI serta PPM di Sumut.

Sosialisasi program kerja dengan tema berbeda juga akan dilakukan pada tanggal 7 dan 14 Desember 2021. ”Kita berharap purnawirawan TNI/Polri dapat lebih sejahtera, sehat dan menjadi teladan dalam toleransi kerukunan beragama di Sumut,” kata ketua panitia.

Mukti Hariyanto dari Asabri Medan mengemukakan bahwa dengan menjadi peserta 18 produk Asabri diantaranya jaminan hari tua, jaminan kematian, kecelakaan kerja dan program pensiun akan mendapatkan banyak manfaat.

Hal ini, menurut kepala cabang Asabri Medan, selaras dengan tujuan perusahaan tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan 66 ribu peserta Asabri di Sumut.

Untuk memudahkan peserta antara lain menghitung estimasi pensiun, update data diri, jelas Mukti Hariyanto, peserta Asabri juga dapat dilakukan melalui aplikasi digital Asabri.

Kinanti Destasia dari BPJS Kesehatan Medan memaparkan pentingnya setiap penduduk memiliki jaminan kesehatan. Sebab tarif pelayanan kesehatan terus mengalami kenaikan.

Disamping itu terjadi pergeseran pola penyakit dari infeksi ringan ke penyakit degeneratif kronis. Kemudian pasien tidak memiliki pilihan. Memiliki posisi tawar yang lemah.

Kinanti Destasia menambahkan pentingnya jaminan kesehatan karena perkembangan teknologi kedokteran semakin maju. ”Sakit juga berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi. Saat ini ada 3.305.605 peserta BPJS Kesehatan di Medan” sebutnya.

Sedangkan Palit Muda Harahap dari Kabid Kerukunan Umat Beragama MUI Sumut mengutarakan pentingnya toleransi kerukunan beragama dalam kebhinnekaan bangsa. ”Kita saatnya menempati dan menikmati hasil perjuangan para pahlawan kesuma bangsa,” sebutnya.

Toleransi umat beragama ditengah-tengah masyarakat, kata Palit Muda Harahap, untuk terwujud kerunanan nasional. Tanpa kerukunan maka pembangunan tidak akan jalan sehingga perlu dijaga dan dipelihara. (dmp)

Pemerintah Pusat Dukung Peningkatan Ekspor Sumut

MARVEST: Apindo Sumut dan IJB Net Bertemu Deputi Kemenko Marvest di Jakarta.

SUMUTPOS.CO – ASOSIASI Pengusaha Indonesia (Apindo) Sumut dan IJB Net bertemu dengan Plt Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marvest), Jodi Mahardi di Jakarta, Rabu (1/12). Pertemuan ini dalam rangka mendukung peningkatan ekspor dari Sumut.

MARVEST: Apindo Sumut dan IJB Net Bertemu Deputi Kemenko Marvest di Jakarta.

Para pengusaha asal Sumut ini menyampaikan beberapa kendala di kegiatan ekspor selama dua tahun terakhir.

Peserta pertemuan ini diantaranya Ketua Asosiasi Produsen Oleochemical Indonesia yang juga Manager Corporate Affairs Musim Mas, Rapolo Hutabarat, Direktur PT Pacific Indomas, Mohammed Hamid Al-Sarari, Exim Manager PT Growth Java Industry, Ridwan Kusuma dan Ketua Apindo Sumut Dr Parlindungan Purba MM.

Parlindungan Purba di Medan, Kamis (2/12) mengutarakan bahwa dari masukan pengusaha diketahui jumlah kontainer kosong sangat terbatas dan kapal feeder dari Belawan ke Port Klang dan Singapura juga kurang. Connecting vessel juga kurang space.

Guna mengatasi kendala ini maka perlu segera inventarisasi kontainer (produksi dalam dan luar negeri) maupun forecast kontainer pada 10-20 tahun yang mendatang.

Seyogianya, investasi (produksi) kontainer harus di lndonesia sehingga terwujud kemandirian kontainer. Karenanya perlu diberikan insentif.

”Jika produk ekspor dari KIM dilakukan dari Kuala Tanjung akan mengakibatkan extra cost (trucking),” kata Parlindungan Purba yang pernah menjadi Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari daerah pemilihan Sumut tersebut.

Pelabuhan Kuala Tanjung sebagai hub lnternasional, menurut Parlindungan Purba, harus ditopang oleh kawasan industri dan pemerintah daerah yang mengitari kawasan Pelabuhan Kuala Tanjung.

Demikian pula dengan sistem perbankan, fasilitas laboratorium dan pelayanan kepabeanan di Kuala Tanjung harus 24 jam setiap hari.

Disebutkan Parlindungan Purba, connectivity Tol Trans Sumatera dan infrastruktur lain di Sumut seyogianya dapat mempercepat dan memperbesar investasi dan industrialisasi serta pariwisata sehingga akan memberi multiflier effect bagi perekonomian.

Pembenahan atas kendala tersebut harus segera dilakukan. ”Sebab pelabuhan laut adalah pintu masuk utama barang dan jasa di Sumut,” tegas Parlindungan Purba.

Plt Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marvest Jodi Mahardi menyambut baik usulan dari pengusaha asal Sumut. Pemerintah pusat pun mendukung peningkatan ekspor Sumut.

Ia pun merencanakan dalam waktu dekat akan mengadakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) di Sumut untuk membahas permasalahan tersebut dengan mengundang instansi terkait. (dmp)

Kunjungi Langkat, Rapidin Lantik Satgas dan Bagikan Tali Asih

LANGKAT, SUMUTPOS.CO– Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon, didampingi Sekretaris Dr Sutarto, Komandan Satgas PDI Perjuangan Sumut Darmawansah Sembiring, dan Ketua DPC PDI Perjuangan Langkat Ralin Sinulingga, membagikan 50 unit lampu Solar Cell dan 200 paket tali asih untuk lansia dan orang miskin di Kelurahan Kuala Bingai, Kecamatan Stabat, dan Desa Partumbukan, Kecamatan Wampu, Kamis (2/12/2021).

“Tali asih ini wujud kepedulian partai terhadap masyarakat yang sedang dalam kesusahan akibat dampak Pandemi Covid-19. Dan sebagai partainya wong cilik, PDI Perjuangan akan terus hadir untuk membantu masyarakat,” kata Rapididn di sela-sela pelantikan Satgas DPC PDI Perjuangan Langkat.

Rapidin Simbolon juga mengintruksi kepada seluruh petugas partai dan kader PDI Perjuangan untuk selalu hadir di tengah-tengah rakyat dan mencari solusi terhadap masalah yang dialami rakyat. “Kader partai harus menangis dan tertawa bersama rakyat, karena kita sejatinya adalah milik rakyat sesuai dengan amanah Ibu Ketua Umum Hj Megawati Sukarnoputri,” ungkap Rapidin.

Sebelumnya, Rapidin juga melantik Satuan Tugas Cakra Buana DPC PDI Perjuangan Langkat dalam Apel Satgas yang dilaksanakan di kantor DPC PDI Perjuangan Langkat. Turut hadir dalam apel tersebut jajaran pengurus DPD, di antaranya Djumiran Abdi, Meinarty Bangun, Samulya Surya Indra, Aswan Jaya, Syarifah Khairiyah Alatas dan Ahmad Bima Nusa, serta jajaran pengurus DPC lainnya.

Dalam amanat upacara, Rapidin mengingatkan kepada Satgas untuk bertindak secara profesional dan proporsional dalam menegakkan aturan dan kewibawaan partai. “Saudara-saudara adalah Satgas Partai. Sebagai penegak disiplin, saudara-saudara harus siap menghadapi tantangan dan ancaman baik yang datang dari luar maupun dari dalam,” ujarnya.

Rapidin juga meminta kepada Satgas untuk ikut bahu-membahu dalam mencapai target partai untuk hattrick kemenangan dalam Pemilu 2024. “Target partai jelas, yaitu hattrick. Maka dari itu, Satgas tidak boleh loyo apalagi lemah mental. Semua harus tegas dan siap serta waspada setiap saat, dan setelah apel seluruh personel Satgas harus mengikuti pendidikan politik agar memiliki pondasi idelogi yang kokoh yaitu ideologi Bung Karno,” pungkasnya. (adz)

Pemilihan KIP Diklaim Sesuai Aturan

KETERANGAN PERS: Komisi A DPRD Sumut saat memberikan keterangan pers terkait Pemilihan Komisioner Informasi Publik (KIP) Sumut 2021-2025.bagus/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi A DPRD Sumatra Utara menegaskan, Pemilihan Komisioner Informasi Publik (KIP) Sumut 2021-2025 dilaksanakan profesional dan transparan berdasarkan peraturan yang ada.

KETERANGAN PERS: Komisi A DPRD Sumut saat memberikan keterangan pers terkait Pemilihan Komisioner Informasi Publik (KIP) Sumut 2021-2025.bagus/sumut pos.

Hal itu diungkapkap oleh Ketua Komisi A DPRD Sumut, Hendro Susanto di gedung DPRD Sumut, dalam jumpa pers digelar di Gedung DPRD Sumut, Rabu (1/12) pagi.

Ia mengatakan bahwa pemilihan berlangsung dengan prosedur yang ditetapkan.

“Proses pemilihan KIP Sumut telah memenuhi ketentuan, yakni Peraturan Komisi (Perkip) No 4 tahun 2016. Prosesnya sangat terbuka, jika ada yang mengatakan tidak terbuka, itu tidak benar. Bahkan kawan-kawan media juga mengikutinya secara langsung,” kata Hendro.

Hendro menyebutkan, memang proses pemilihan 5 anggota KIP Sumut berlangsung sampai malam, karena dinamika yang ada. Bahkan rapat sampai harus diskor 4 kali. “Dan hal itu juga mengakomodir usulan pimpinan, yang ingin pemilihan dibahas di Badan Musyawarah (Banmus),” ucap Hendro merupakan anggota Fraksi PKS itu.

Terkait soal sosialisasi KIP Sumut yang terpilih, Hendro mengatakan, hal itu sudah dilakukan lewat pemberitaan media. Ia menambahkan, ada 5 besar yang terpilih sedangkan urutan 6-15 adalah cadangan, jika salah satu di antara kelimanya ada yang berhalangan tetap. “Adapun yang masuk dalam urutan cadangan itu, di antaranya Galumbang Hutagalung, Chairul Huda, Amrizal,” kata Hendro.

Seperti diketahui Komisi A telah menetapkan lima nama calon anggota KIP Sumut periode 2021-2025 terpilih yakni Cut Alma, Abdul Haris, Dedy Ardiansyah, Edy Syahputra, Muhammad Syafii Sitorus.(gus/ila)

Teks foto : Komisi A DPRD Sumut saat memberikan keterangan pers.(ist)

Politisi PKS Apresiasi Program Bedah Rumah Pemko Medan

BEDAH RUMAH: Anggota Komisi IV DPRD Medan, Syaiful Ramadhan saat meninjau program bedah rumah Pemko Medan di Kawasan Kampung Baru.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota Komisi IV DPRD Medan, Syaiful Ramadhan memberikan apresiasi kepada Pemko Medan, dalam hal ini Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Penataan Ruang (PKPPR) Kota Medan yang berkenan menerima usulannya untuk membantu warga miskin dalam program perbaikan atau program bedah rumah warga.

BEDAH RUMAH: Anggota Komisi IV DPRD Medan, Syaiful Ramadhan saat meninjau program bedah rumah Pemko Medan di Kawasan Kampung Baru.istimewa/sumutpos.

Apresiasi ini disampaikannya saat meninjau pengerjaan program bedah rumah Pemko Medan di Kawasan Kampung Baru. “Program ini sangat kita apresiasi karena sangat memberikan manfaat bagi masyarakat di bawah,” ucap Syaiful Ramadhan.

Politisi muda PKS ini, mendorong agar anggaran untuk program perbaikan rumah bisa bertambah di tahun anggaran selanjutnya. “Ke depan kiranya Dinas PKPPR dapat menambah alokasi anggaran untuk program perbaikan rumah warga tidak mampu ini. Masih banyak yg ingin mendapatkan program ini,” harapnya.

Diakui anggota DPRD Medan dari Dapil 5 ini, banyak program yang disampaikan warga melalui reses dan pertemuan-pertemuan lainnya. Saat itu banyak warga yang mengharapkan agar program perbaikan rumah dapat dimaksimalkan.

“Ini merupakan realisasi dari aspirasi yang disampaikan warga kepada saya dalam reses dan dan beberapa kesempatan lainnya. Jadi masyarakat sangat mendukung sekali program ini dan sangat layak agar program ini bisa ditingkatkan,” ujarnya.

Kata dia, dari warga yang menyampaikan aspirasinya, sudah ada 4 unit rumah yang menerima program tersebut.”Kita harapkan ada lebih banyak lagi rumah-rumah warga yang tidak mampu di Kota Medan bisa mendapatkan bantuan program bedah rumah di tahun mendatang,” pungkasnya. (map/ila)

Tanoto Foundation dan SDGs HUB UI Lahirkan 15 SDGs Champions untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan

Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang memberikan Sambutan secara online mewakili Kepala Pemerintah daerah se-Indonesia pada acara Gradution Event Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. (Ist/Sumut Pos)

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Tanoto Foundation berkolaborasi dengan Sustainable Development Goals (SDGs) HUB dan LPEM FEB Universitas Indonesia menyelesaikan rangkaian Program Peningkatan Kapasitas Pemangku Kebijakan Pendidikan Berkualitas yang berbasis SDGs atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB). 

Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang memberikan Sambutan secara online mewakili Kepala Pemerintah daerah se-Indonesia pada acara Gradution Event Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) merupakan suatu rencana aksi global yang disepakati oleh para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, guna mengakhiri kemiskinan, mengurangi kesenjangan dan melindungi lingkungan. (Ist/Sumut Pos)

Program yang berjalan sejak Juli hingga November 2021 ini, melahirkan 15 kabupaten/kota sebagai SDGs Champions dalam menyusun peta jalan pendidikan berkualitas yang berkelanjutan di daerahnya masing-masing.

“Program ini diharapkan membantu pemangku kepentingan di daerah dalam menyusun perencanaan dan penyelenggaraan pendidikan berkualitas yang relevan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan,” jelas M. Ari Widowati, Direktur Pendidikan Dasar Tanoto Foundation ketika membuka graduation event SDGs Champion, Rabu (1/12).

Menurut Ari, para peserta difasilitasi untuk memperdalam pengetahuan perencanaan pembangunan berkelanjutan pada konteks pendidikan melalui rangkaian lokakarya dan mini-project. Mereka juga didampingi menulis dokumen rencana aksi peningkatan kualitas pendidikan untuk diterapkan di daerahnya masing-masing.

Permasalahan pendidikan masih seragam.

Sementara itu Bupati Kab. Karo, Cory Sriwaty Sebayang, Perwakilan Kepala Daerah wilayah Mitra dalam sambutannya menyampaikan bahwa kemitraan bersama Tanoto Foundation dapat membantu Pemerintah Daerah dalam menentukan acuan kebijakan Pendidikan di daerah.

“Ada banyak hasil penting yang dicapai program pintar dan menunjukkan dampak positif serta keberhasilan pelaksanaan program tanoto foundation di daerah dan dengan adanya workshop yang telah diikuti para peserta kami berharap bisa di implementasikan di wilayah kerja masing-masing”, jelas Cory.

Cory juga menyampaikan bahwa Hasil dari kegiatan ini dapat menjadi instrumen bagi para Aparatur Sipil Negara (ANS) dan institusi birokrasi di pemerintahan daerah untuk meningkatkan kinerja dan kualitas perencanaan pembangunan berkelanjutan di masa depan.

Selama kegiatan lokakarya, peserta telah mengidentifikasi berbagai permasalahan pendidikan di daerahnya masing-masing yang dilanjutkan dengan penyusunan rencana aksi untuk mengatasinya.

Seperti di Kabupaten Karo, menurut Hisyam Siregar perwakilan Bappedda Kabupaten Karo, permasalahan yang dihadapi adalah guru yang berstatus sarjana masih belum memadai.

“Guru-guru seniornya sudah terlalu nyaman dengan status yang ada sehingga enggan meneruskan ke tingkat sarjana. Persentase kepala sekolah yang bersertifikat masih rendah,” tambah Hasyim.

15 SDGs Champions untuk Pendidikan Berkualitas

Kegiatan ini diikuti perwakilan 25 kabupaten dan kota mitra Tanoto Foundation, dan terpilih 15 daerah sebagai SDGs Champions dalam menyusun peta jalan peningkatan kualitas pendidikan. Kabupaten/kota tersebut yaitu Cilacap, Kendal, Banyumas, Semarang, dan Tegal (Jawa Tengah), Karo dan Pematang Siantar (Sumatera Utara), Sarolangun, Tebo, dan Tanjung Jabung Timur (Jambi), Bengkalis, Dumai dan Siak (Riau), serta Kutai Kartanegara dan Balikpapan (Kalimantan Timur).  

Drs. Nyoto Suwignyo, MM, dari Direktorat Jendral Pembangunan Daerah Kemendagri menyampaikan kolaborasi adalah wajib untuk mencapai SDGs. 

“Dinas Pendidikan tidak dapat bekerja sendiri, Kepala Daerah pun harus dibantu oleh swasta, masyarakat dan mitra pembangunan,” tambah Direktur Perencanaan, Evaluasi dan Informasi Pembangunan Daerah ini, 

Khoironurrofik PhD, Wakil Kepala LPEM UI Bidang Pendidikan dan Pelatihan berharap program peningkatan kapasitas berbasis SDGs menjadi suatu bentuk investasi di bidang pendidikan. 
Dengan membangun sumber daya manusia maka pembangunan lainnya akan mengikuti.

“Investasi yang tidak akan pernah rugi adalah investasi di bidang pendidikan sumber daya manusia,” kata Khoironurrofik (rel)

‘Yok’! Rakyat Samosir Majukan Kaldera Toba

CINDERAMATA: Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Sumut, Harvina Zuhra (tengah) berikan cinderamata kepada Bupati Samosir, Vandiko Gultom dalam memulai kunjungan jurnalistik bersama Forum Wartawan Unit Pemprov Sumut, di kantor Bupati Samosir, Senin (29/11/2021).

SAMOSIR, SUMUTPOS.CO – Kaldera Toba memiliki 16 titik geosite. Enam di antaranya berada di Pulau Samosir. Terdiri dari Tele-Pangururan; Pusuk Buhit; Situmurun-Blok Uluan; Hutatinggi-Sidihoni; Simanindo-Batu Hoda; Ambarita-Tuktuk; Hutatinggi-Sidihoni.

CINDERAMATA: Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Diskominfo Sumut, Harvina Zuhra (tengah) berikan cinderamata kepada Bupati Samosir, Vandiko Gultom dalam memulai kunjungan jurnalistik bersama Forum Wartawan Unit Pemprov Sumut, di kantor Bupati Samosir, Senin (29/11/2021).

Tepat 7 Juli 2020, Kaldera Toba ditetapkan sebagai UNESCO Global Geopark (UGG). Bahwa Danau Toba telah diakui masyarakat internasional sebagai salah satu keajaiban dunia. Yang selama rentang waktu 2024 berhak memegang sertifikat ‘pengakuan paling bersejarah’.

Ternyata pekerjaan rumah guna mempertahankan penghargaan tertinggi untuk Danau Toba itu, tidaklah mudah. Tantangannya pun begitu komprehensif. Baik soal anggaran hingga kesadaran segala aspek masyarakat di sekitaran kawasan Danau Toba.

Karenanya dibutuhkan kerjasama yang harmoni dari seluruh pemangku kewajiban termasuk masyarakat. Jangan sampai predikat berkelas untuk danau terbesar kedua di dunia itu lepas dari genggaman. Alias ditarik lagi pengakuannya oleh UNESCO. Lantas yang rugi siapa? Tentu tidak hanya rakyat Sumut, bahkan dunia.

Sederet fakta ihwal beratnya tantangan atas amanah besar ini, diungkap oleh Mangindar Simbolon. Ia merupakan ketua harian Badan Pengelola Toba Caldera UNESCO Global Geopark.

Dalam kunjungan jurnalistik Forum Wartawan Unit Pemprov Sumut, Senin (29/11/2021) di Panguruan, Kabupaten Samosir, ia menyatakan meski berbagai upaya tetap terus dilakukan pihaknya demi mempertahankan sertifikat UNESCO, faktanya sejauh ini belum memberikan progres yang signifikan. Adapun penyebab utamanya karena keterbatasan anggaran. “Mudah-mudahan tahun depan mulai bertambah (pendanaan),” ungkapnya.

Ditengarai, hal ini dampak pandemi Covid-19. Bahkan untuk membuat logo UGG pada penunjuk geosite pun tidak bisa dilakukan. Padahal ada 16 titik geosite pada Kaldera Toba. Terdiri dari 16 manajer geosite pula.

“Mereka (para manajer) bekerja untuk mencukupi keluarga, namun di sisi lain harus tetap bekerja untuk Kaldera Toba. Mereka nyambilah istilahnya,” ujar dia.

Belum lagi soal hal teknis lainnya. “Sebenarnya ini berbicara ‘merah putih’, soal kewibaan Bangsa Indonesia juga. Maka sepatutnya semua pihak ikut berpartisipasi,” imbuh mantan bupati Samosir dua periode ini.

Revalidasi atau validasi atas indikator pengelolaan Kaldera Toba sebagai UGG, menurut dia, akan dilakukan pada 2023. Setahun kemudian, dilakukan asesmen yang akan melahirkan rekomendasi hijau (tetap berstatus UGG), rekomendasi kuning (peringatan) dan rekomendasi merah (tidak diperpanjang).

“Edukasi soal kaldera sangat minim, misalnya untuk konservasi budaya, sangat jarang kita temukan adanya belajar manortor. Yang ada itu kerap hanya mengandalkan naluri alamiah,” ungkapnya seraya akui kelemahan pihaknya terkait aplikasi ini di lapangan.

Padahal objek Kaldera Toba memiliki tiga fungsi yakni fungsi konservasi, edukasi dan ekonomi. Bahwa Kaldera Toba menjadi pusat konservasi untuk menjaga biodiversity dengan konsep pengelolaan yang terukur. Kemudian, fungsi edukasi karena menjadi tempat penelitian kelas dunia yang juga diharapkan dapat dikelola untuk kepentingan ekonomi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.

Hanya saja dalam memanfaatkan tiga fungsi tersebut masih kerap ada kendala. “Salah satunya yakni edukasi kepada masyarakat mengenai status dan fungsi dari Kaldera Toba itu sendiri,” pungkasnya.

Robintang Naibaho, Kepala Bidang Pengendalian Usaha Pariwisata pada Dinas Pariwisata Samosir, mengutarakan hal senada. Ia menekankan, sudah saatnya proses ‘bottom up’ dijalankan untuk tidak sekadar mempertahankan predikat itu, melainkan kemajuan bagi Danau Toba dan masyarakatnya.

“Artinya dari atas ke bawah sudah coba kita lakukan, tetapi dibutuhkan dukungan yang mengakar sehingga Kaldera Toba benar-benar besar dirasakan manfaatnya bagi masyarakat,” tuturnya menjawab wartawan usai berkunjung di Gedung Pusat Informasi Kaldera Toba, Desa Sigulatti, Kecamatan Sianjur Mulamula, Selasa (30/11/2021).

Kesadaran penuh akan hal ini, menurut dia, belum dimiliki oleh masyarakat Samosir. Padahal kehadiran Danau Toba sebagai anggota UNESCO, begitu besar sebenarnya berdampak terhadap perekonomian bahkan kesejahteraan rakyat.

“Melalui kehadiran rekan-rekan pers Medan ke sini, kami tentu berharap sosialisasi ini tersampaikan dan memberi dampak positif buat Danau Toba ke depan,” ujar koordinator geosite Tele-Pangururan ini.

Sisi lain, kunjungan wisatawan lokal dan mancanegara pasca Kaldera Toba ditetapkan sebagai UGG, sebenarnya cukup signifikan. Terlebih bagi kalangan akademisi dan masyarakat perguruan tinggi.

“Kita doakan pandemi ini segera berakhir sehingga ke depan kunjungan wisatawan ke Pulau Samosir khususnya, dapat kembali normal bahkan semakin bertambah,” sebut Robintang.

Sosialisasi Prokes
Tiga hari press tour di Samosir, jurnalis unit Pemprov Sumut turut menyosialisasikan disiplin protokol kesehatan (prokes). Dirangkai pula dengan bakti sosial; membagikan masker dan hand sanitizer. Baik ke sekolah-sekolah hingga sejumlah titik keramaian di kota Panguruan.

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Kominfo Sumut ini, membawa pesan Gubernur dan Wakil Gubernur, Edy Rahmayadi dan Musa Rajekshah, bahwa ‘Obat Covid’ paling mujarab adalah selalu mematuhi prokes. Yaitu memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas.

“Apalagi saat ini kita berada dalam ancaman gelombang ketiga seperti yang tengah dihadapi negara-negara di Eropa,” tutur Harvina Zuhra, Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik Dinas Kominfo Sumut, sekaligus pimpinan rombongan press tour. Pihaknya pun mengingatkan, jelang periode Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022, Indonesia masih berada dalam bayang-bayang virus Corona varian baru.

Menyambut kedatangan peserta press tour, Bupati Samosir, Vandiko Timoteus Gultom, sebelumnya sangat mengapresiasi kegiatan dimaksud.

“Kami merasa terhormat menjadi pilihan untuk pelaksanaan kegiatan ini. Selamat datang di Samosir, kami siap bersinergi dengan insan pers baik nasional, provinsi maupun kabupaten/kota,” katanya. Ia berharap kerjasama dengan insan pers dapat menjadi jembatan aspirasi masyarakat dan pemerintah. Terlebih semakin mempopulerkan Kaldera Toba ke seantero dunia.(PRAN HASIBUAN)