Home Blog Page 2961

PCC Singapore Hadirkan Perawatan Kanker Paru, Multidisiplin Holistik dan Terapi Terbaru

Para narasumber virtual media briefing.(ist).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pada tahun 2020, terdapat 34.783 kasus kanker paru, dengan angka kematian yang meningkat hingga 18% dibandingkan tahun 2018. Melihat hal itu, Global Burden of Cancer Study memaparkan bahwa kasus dan kematian karena kanker di Indonesia meningkat hingga 8,8%.

Para narasumber virtual media briefing.(ist).

Dimana, kanker paru sebagai salah satu dari tiga jenis kanker yang paling umum diderita oleh pasien di Indonesia, selain dari kanker payudara dan serviks. COVID-19 pun turut menambah risiko bagi pasien kanker paru karena virus tersebut dapat memperburuk kondisi pasien, dan sel kanker yang berkembang dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh yang berfungsi untuk melawan infeksi virus.

Secara umum, kanker merupakan penyakit yang dapat tumbuh, bermutasi dan menyebar, serta memberikan respon yang beragam terhadap perawatan yang dilakukan. Oleh karena itu, hingga saat ini pun belum ada satu obat tunggal untuk mengobati kanker. Namun, upaya keras para peneliti dalam beberapa dekade terakhir telah menghasilkan metode-metode pencegahan, diagnosis dan perawatan yang lebih baik.

“Mulanya, kemoterapi merupakan solusi pengobatan bagi pasien kanker stadium lanjut. Tetapi dalam tiga dekade terakhir, berbagai perawatan baru yang dilengkapi dengan pendekatan holistik telah berkembang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik, dengan efek samping seminimal mungkin,” jelas Dr. Chin Tan Min, Medical Oncologist di Parkway Cancer Centre, Singapore, dalam pemaparannya secara virtual, Rabu (8/12).

“Namun, bukan berarti kemoterapi sudah ketinggalan jaman. Kemoterapi dapat digunakan secara tunggal maupun dikombinasikan dengan terapi target atau imunoterapi, untuk mendapatkan hasil klinis yang optimal,” jelasnya.

Mengingat pentingnya pendekatan holistik dalam perawatan kanker, Parkway Cancer Centre (PCC) Singapura menghadirkan perawatan kanker komprehensif, yang ditangani oleh tim medis multidisiplin berpengalaman, dilengkapi dengan teknologi modern dan terapi inovatif yang sudah terbukti efektivitasnya mulai dari skrining kanker, diagnosis, pengobatan hingga perawatan paliatif.

Meskipun sudah banyak yang mengetahui apa itu kanker paru, namun hanya sedikit orang yang mengerti bahwa terdapat dua tipe kanker paru, yakni kanker paru sel kecil (SCLC) dan kanker paru non-sel kecil (NSCLC).

Indonesia Cancer Care Community (ICCC) mencatat bahwa 10-15 persen kasus kanker paru merupakan tipe SCLC, yang diketahui lebih agresif serta dapat berkembang dan menyebar secara cepat ke bagian tubuh lainnya. Tipe kanker paru ini erat kaitannya dengan efek samping dari merokok. Sedangkan, sebagian besar kasus kanker paru di Indonesia merupakan tipe NSCLC, yang terbukti tidak seagresif SCLC serta cenderung berkembang dan menyebar secara lebih lambat.

“Merokok tentunya menjadi faktor risiko terbesar timbulnya kanker paru, yang bertanggung jawab atas lebih dari 80% kasus kanker paru di dunia. Kandungan berbahaya pada rokok dapat merusak sel paru-paru dan seiring berjalannya waktu bisa berkembang menjadi kanker. Perokok pasif juga berisiko terjangkit kanker paru. Ini sangat memprihatinkan mengingat tingginya jumlah perokok di Indonesia dan banyak pula orang yang terpapar asap rokok setiap harinya,” Dr. Chin menambahkan.

COVID-19 juga dapat meningkatkan risiko bagi pasien kanker paru karena virus tersebut berdampak pada organ pernapasan, sehingga dapat memperburuk kondisi pasien. Perkembangan sel kanker pun dapat menurunkan sistem kekebalan tubuh yang melawan infeksi virus. Selain itu, perawatan kanker yang tertunda atau terhenti selama masa pandemi juga dapat menyebabkan risiko yang lebih tinggi bagi pasien.

Berbagai studi dan uji klinis kanker terus dikembangkan selama 15 tahun terakhir. Saat ini, terapi target terbukti sebagai salah satu terobosan besar. Terapi target memanfaatkan obat-obatan untuk menargetkan gen dan protein tertentu yang berpengaruh pada pertumbuhan sel kanker. Terapi target sangat efektif untuk membunuh sel kanker dan memiliki efek samping yang lebih sedikit.

“Obat-obatan tertentu yang digunakan dalam pengobatan yang berfokus di pembuluh darah juga dapat mempengaruhi lingkungan jaringan yang memungkinkan sel kanker tumbuh dan bertahan hidup.,” ungkap Dr. Chin.

Selain terapi target, PCC pun menghadirkan metode perawatan lainnya kepada pasien kanker paru, seperti imunoterapi. Imunoterapi dikatakan mampu meningkatkan kesempatan hidup pasien kanker melalui manajemen perawatan jangka panjang.

“Imunoterapi bekerja dengan cara meningkatkan sistem kekebalan tubuh pasien, yang memungkinkan sistem kekebalan tubuhnya mengenali sel kanker dan menghancurkannya dari dalam. Saat ini, imunoterapi semakin banyak digunakan untuk mengobati pasien kanker stadium tiga dan empat,” tambah Dr. Chin.

Kasus-kasus imunoterapi sebelumnya pun membuktikan bahwa pasien tidak lagi mengalami kerontokan rambut maupun sakit kepala atau mual sebanyak terapi yang ada sebelumnya. Imunoterapi memiliki efek samping yang lebih rendah dan mudah ditoleransi oleh pasien. Sehingga, mampu meningkatkan tingkat kesembuhan pasien dan memberikan lebih banyak kesempatan bagi pasien untuk mendapatkan kualitas hidup yang lebih baik.

Kanker tentu dapat mempengaruhi kondisi fisik dan mental pasien. Ditambah lagi dengan tantangan secara sosial dan finansial yang harus mereka hadapi, yang juga bisa berdampak pada keluarga dan orang-orang terdekat.

“Merawat pasien kanker juga berarti memahami segala kesulitan yang tengah mereka alami. Sehingga, seorang onkologi tidak dapat bekerja sendiri. Oleh karena itu, kami selalu dibantu oleh tim multidisiplin PCC yang terdiri dari para ahli dan profesional di bidangnya masing-masing, agar dapat memastikan perawatan yang lebih holistik bagi para pasien kami,” kata Dr. Chin.

Salah satu bagian yang tidak kalah penting dari sebuah perawatan holistik adalah memastikan asupan nutrisi dan kalori yang cukup bagi pasien, untuk membantu proses pemulihan mereka. Itulah mengapa para dokter di PCC pun merujuk pasien-pasiennya ke ahli gizi yang dapat membantu perencanaan program diet mereka.

“Perawatan kanker dapat mempengaruhi pola makan, minum dan pencernaan pasien. Rekomendasi asupan nutrisi yang diberikan akan tergantung kepada efek samping yang dialami, Sebagian pasien mungkin kehilangan nafsu makan, mual, mengalami perubahan rasa atau timbulnya luka di mulut,” jelas Fahma Sunarja, Senior Principal Dietitian and Senior Manager, Parkway Cancer Centre, Singapore.

“Setiap pasien tentunya memiliki kondisi yang berbeda-beda. Maka dari itu, pendekatan dan program diet yang dibuat harus disesuaikan dengan kondisi mereka masing-masing. Salah satu contoh yang cukup efektif bagi pasien yaitu dengan menjadikan waktu makan sebagai sebuah kegiatan sosial yang dapat dinikmati bersama keluarga dan teman. Apabila pasien merasakan pahit atau seperti ada rasa logam di mulutnya, kami menyarankan untuk memakai sendok dan garpu dari plastik atau kayu. Kemudian, memasak dengan peralatan dari bahan gelas tahan panas daripada panci dan wajan logam pun disarankan,” ungkap Fahma.

Kondisi pasien yang berbeda-beda ini semakin membuktikan pentingnya perawatan kanker yang terpersonalisasi dan komprehensif. Oleh karena itu, penting bagi pasien dan keluarga untuk memahami bahwa mereka tidak bisa hanya mengandalkan satu pendekatan atau perawatan saja.

“Di CanHOPE, sudah menjadi misi kami untuk terus mengedukasi pasien dan masyarakat agar mereka memiliki pemahaman yang tepat dan mendalam tentang kanker serta perawatan klinis yang tersedia,” kata Risma Yanti, Manager CanHOPE Indonesia.

Sebagai bagian dari pelayanan komprehensif PCC, CanHOPE berperan sebagai layanan konseling dan dukungan kanker nirlaba, yang menyediakan akses informasi, edukasi dan bimbingan seputar perawatan kanker. CanHOPE saat ini mencakup tujuh kota di Indonesia, dengan kegiatan konseling, saran gizi, rehabilitasi, edukasi, koordinasi perawatan dan kelompok pendukung sebagai inti dari kegiatan organisasinya.

“Kami mendorong para penderita kanker untuk tidak ragu mencari pendapat dan perawatan profesional. Kami bekerja dengan para ahli medis untuk membantu pasien dan pendampingnya dalam membuat keputusan perawatan yang paling efektif. Kami memahami beban yang dipikul oleh pasien kanker dan kami hadir untuk membantu,” tandas Risma.(gus)

Pembangunan Kepariwisataan Melalui Pengembangan Desa Wisata Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Ekonomi

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Sejalan dengan tujuan pembangunan kepariwisataan, Pemerintah mengembangkan desa wisata yang bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan rakyat, menghapus kemiskinan, mengatasi pengangguran, melestarikan alam, lingkungan dan sumber daya, serta memajukan kebudayaan.

Pengembangan desa wisata juga merupakan salah satu bentuk percepatan pembangunan desa secara terpadu untuk mendorong transformasi sosial, budaya, dan ekonomi desa. Karena itu, tiap daerah dan desa perlu mencermati potensi yang dimilikinya untuk diangkat dan dikembangkan agar memberikan nilai tambah manfaat serta menghasilkan produktivitas yang tinggi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.

“Atas nama Bapak Presiden, saya mengapresiasi penyelenggaraan Malam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 sebagai momentum mendorong geliat pengembangan desa wisata khususnya dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam sambutannya mewakili Presiden RI pada acara “Malam Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021“ yang diselenggarakan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, pada Selasa (7/12).

Acara ADWI diharapkan dapat menjadi wahana promosi potensi desa wisata di Indonesia bagi wisatawan domestik dan mancangera, serta dapat memotivasi Pemerintah Desa dan Pemerintah Daerah di seluruh Indonesia untuk dapat mengembangkan desa-desa wisata baru sebagai pengungkit perekonomian desa dan daerah, yang pada akhirnya akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

Sebanyak 1.831 desa wisata dari 34 provinsi di seluruh Indonesia yang telah berpartisipasi mendaftar dan menjadi peserta pada ajang ADWI 2021. Dari jumlah tersebut, tersaring 50 besar desa wisata terbaik yang meraih penghargaan pada malam Anugerah Desa Wisata Indonesia 2021 dalam mewujudkan desa wisata berkelas dunia, berdaya saing, dan berkelanjutan.

Sektor pariwisata sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Indonesia diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara, perjalanan wisatawan nusantara, peningkatan penerimaan devisa dari sektor pariwisata, penyerapan tenaga kerja pariwisata, dan kenaikan indeks daya saing pariwisata indonesia di ranah global.

”Saya juga mendorong agar pengembangan desa wisata untuk terus disinergikan dengan upaya pengembangan 10 Destinasi Pariwisata Prioritas termasuk 5 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) sehingga dapat semakin memperluas manfaat ekonomi pengembangan destinasi pariwisata bagi masyarakat lokal,” pungkas Menko Airlangga.

Turut hadir dalam perhelatan Malam ADWI 2021 diantaranya Menteri Pariwisata Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno, Wakil Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Budie Arie Setiadi, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, para Bupati dan Wakil Bupati, serta para Kepala Desa dan Pejabat Setempat dari 50 Desa Wisata. (ag/fsr/*)

F-PKS DPRD Sumut Ditawarkan Buat Program Magang Staf Humas

MEDAN, SUMUTPOS.CO—Hubungan masyarakat (humas) menjadi salah satu komponen penting di era digitalisasi yang berperan sebagai mediator komunikasi kepada khalayak luas.  

NARASUMBER: Hj Ledia Hanifah Amalia, Sekretaris F-PKS DPR RI, menjadi narasumber utama dalam kegiatan Public Relations Clinic yang diinisiasi F-PKS DPRD Sumut, di Sulthan Kuphi & Roastery, Jalan Ahmad Yani Medan, Senin (6/12/2021) sore. PRAN HASIBUAN/SUMUT POS.

Humas dalam mengelola informasi dan berita terutama dalam instansi pemerintahan seperti DPRD memiliki peran penting untuk menjalin suatu hubungan dengan masyarakat agar menimbulkan sentimen yang baik di mata publik.

Atas dasar ini, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (F-PKS) DPRD Sumut mengadakan Public Relations Clinic untuk mengoptimalisasi tim humas dalam meningkatkan kinerja fraksi dan wakil rakyat asal PKS.

Adapun sebagai narasumber utama kegiatan ini, Hj Ledia Hanifah Amalia, Sekretaris F-PKS DPR RI. Sebagai audiens, hadir anggota humas F-PKS DPRD Sumut serta para pendamping anggota dewan di Sulthan Kuphi & Roastery, Jalan Ahmad Yani Medan, Senin (6/12/2021) sore.

“Masyarakat pastinya perlu mengetahui apa saja yang dilakukan anggota dewan, apa yang terjadi di gedung DPRD, apa saja yang dibahas serta diputuskan anggota dewan, maka di sinilah peran humas sangat penting,” ujar Ledia. 

Karena humas berperan penting dalam menciptakan opini publik dan sentimen yang positif dalam masyarakat, divisi humas tentu perlu bekerjasama dengan staf-staf pendamping dewan untuk membantu mendokumentasi kegiatan-kegiatan wakil rakyat yang tidak terjangkau oleh humas. 

Ia kemudian menawarkan, agar F-PKS DPRD Sumut membuka Program Internship atau magang agar dapat membantu peran humas seperti membuat konten-konten yang terhubung dengan masyarakat.

“F-PKS DPRD Sumut dapat membuka program magang bagi anak-anak muda untuk berkolaborasi dengan humas dan mengoptimalkan peran humas untuk fraksi,” ujarnya.

Terakhir, kata dia, humas memiliki posisi penting dalam memperkuat peran fraksi sebagai etalase partai demi menampilkan gagasan yang substantif, inovatif dan kreatif dalam membela dan melayani rakyat, sebagaimana tagline PKS saat ini. (prn)

Catatan PT KAI Kurun Waktu 3 Tahun, 104 Kasus Lakalantas KA di Sumut

KERETA API MELINTAS: Pengendara menunggu kereta api melintas di Jalan Batangkuis, Deliserdang.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Angka kecelakaan lalulintas di perlintasan sebidang Kereta Api di Sumatera Utara (Sumut) masih tinggi. Hal in dinilai kurangnya kesadaran, patuh dan tertib berlalulintas dilakukan pengguna kendaraan bermotor.

KERETA API MELINTAS: Pengendara menunggu kereta api melintas di Jalan Batangkuis, Deliserdang.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional I Sumut mencatat hingga awal bulan Desember 2021, tercatat 18 kasus kecelakaan lalu di perlintasan sebidang Kereta Api. Terakhir, kasus angkot maut yang menewaskan 4 orang penumpang di jalur kereta api di Jalan Skip, Kecamatan Medan Barat, Kota Medan, Sabtu (4/12) sore.

Pada tahun 2020, terdapat 30 kasus kecelakaan lalulintas di perlintasan kereta api dan di tahun 2019, sebanyak 56 kasus di jalur kereta api di Sumut ini. “Diperlukan kesadaran dari setiap pengguna jalan untuk mematuhi seluruh rambu-rambu dan isyarat yang ada saat melalui perlintasan sebidang. Hal ini dikarenakan keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab setiap individu,” ucap Vice President PT KAI Divisi Regional I Sumatera Utara, Yuskal Setiawan, Selasa (6/12).

Untuk menghindari terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang, Yuskal mengungkapkan pengguna jalan diwajibkan menaati aturan dengan berhenti Ketika sinyal sudah berbunyi, palang pintu kereta api sudah mulai ditutup atau ada isyarat lain.

“Pengguna jalan juga wajib mendahulukan perjalanan kereta api dan memberikan hak utama kepada kendaraan yang lebih dahulu melintas rel. Aturan tersebut telah tertuang dalam Pasal 114 UU Nomor 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan,” jelas Yuskal.

Yuskal menjelaskan bahwa mendahulukan perjalanan kereta api di perlintasan sebidang juga secara tegas diatur pada UU Nomor 23 Tahun 2007 Tentang Perkeretaapian. Hal ini penting karena kereta api sudah berjalan pada jalurnya.”Sehingga apabila pengguna jalan melanggar jalur tersebut dengan tidak mengindahkan/memperhatikan rambu yang ada akan mengakibatkan kecelakaan,” kata Yuskal.

Selain itu, Yuskal mengatakan diperlukan juga penindakan bagi setiap pelanggar agar menimbulkan efek jera dan meningkatkan kedisiplinan para pengguna jalan. Ia berharap pihak kepolisian harus lebih agresif lagi untuk menindak pelanggar di perlintasan sebidang.

“Evaluasi perlintasan sebidang juga harus dilakukan oleh pemerintah dengan melibatkan pihak terkait lainnya secara berkala. Berdasarkan hasil evaluasi tesebut, perlintasan sebidang dapat dibuat tidak sebidang, ditutup, ataupun ditingkatkan keselamatannya. Hal tersebut, sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan,” jelas Yuskal.

Menurut Yuskal, perlintasan sebidang pada prinsipnya harus dibuat tidak sebidang yaitu menjadi untuk meningkatkan keselamatan perjalanan KA dan pengguna jalan. Langkah lain, yakni dengan menutup perlintasan sebidang yang tidak berizin atau liar. “Yang terakhir peningkatan keselamatan dengan pemasangan peralatan keselamatan perlintasan sebidang dan disertai dengan pemasangan perlengkapan (fasilitas) jalan,” kata Yuskal.

Peningkatan dan pengelolaan perlintasan sebidang tersebut dilakukan oleh penanggung jawab jalan sesuai klasifikasinya yakni Menteri untuk jalan nasional, Gubernur untuk jalan provinsi, dan Bupati/Walikota untuk jalan kabupaten/kota dan jalan desa. Hal ini sesuai dengan PM Perhubungan No 94 Tahun 2018 pasal 2 dan 37.

“Keselamatan di perlintasan sebidang akan tercipta jika didukung oleh pemerintah dan seluruh unsur masyarakat. Dibutuhkan kepedulian dari seluruh stakeholder guna menciptakan keselamatan di perlintasan sebidang,” pungkas Yuskal.(gus/ila)

Atasi Masalah Sampah, Warga Medan Diminta Dukung Pemerintah

SOSIALISASI: M Rizki Nugraha saat Sosialisasi Perda No.6 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Persampahan di Jl Sempurna, Kecamatan Medan Kota, Senin (6/12).markus/sumut pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Medan, M Rizki Nugraha SE mengajak Warga Kota Medan untuk mendukung langkah Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam mengatasi masalah persampahan di Kota Medan, Salah satu cara yang paling mudah, adalah dengan berhenti membuang sampah di sembarang tempat.

SOSIALISASI: M Rizki Nugraha saat Sosialisasi Perda No.6 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Persampahan di Jl Sempurna, Kecamatan Medan Kota, Senin (6/12).markus/sumut pos.

“Sebab apapun alasannya, Pemko Medan tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya bantuan dan kerjasama yang baik dari masyarakat dalam menciptakan Medan bebas sampah dan bebas banjir,” ucap Rizki saat menggelar Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) No.6 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Persampahan di Jl Sempurna, Kecamatan Medan Kota, Senin (6/12).

Legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) IV yang meliputi Kecamatan Medan Denai, Medan Area, Medan Kota dan Medan Amplas itu juga mengingatkan kepada masyarakat, agar tetap menjaga kebersihan dan kesehatan, khususnya di musim pancaroba seperti saat ini.

“Karena sampah yang dibuang sembarangan akan menimbulkan penyakit, menyebabkan terjadinya banjir. Masyarakat juga punya peran penting untuk membantu pemerintah dalam Pengelolaan Persampahan ini,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Rizki Nugraha juga berpesan kepada masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. “Covid masih ada ibu-ibu dan bapak bapak sekalian. Untuk itu, jaga kesehatan dan terapkan 5 M dan protokol kesehatan,” katanya.

Kepada warga, Rikzi juga mengajak untuk berdiskusi terkait persoalan sampah.

“Kalau ada saran yang bisa menjadi masukan mari kita berdiskusi bersama demi terciptanya Kota Medan bebas sampah,” tuturnya.

Warga yang pada kesempatan itu hadir berharap, apa yang menjadi kebutuhan warga terkait persoalan sampah bisa segera teratasi. Selama Sosper berlangsung, seluruh warga yang hadir tetap mematuhi prokes yang ketat dan memakai masker. (map/ila)

Sudah Over Kapasitas, 306 Tahanan Dipindah ke Lapas

PINDAHKAN: Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak saat memindahkan tahanan dari Rutan Polrestabes Medan ke Lapas Tanjunggusta, Senin (6/12) malam. dewi/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebanyak 306 tahanan berstatus inkrah yang berada di Rumah Tahanan (Rutan) Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Medan dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Tanjung Gusta Medan, pada Senin (6/12) malam.

PINDAHKAN: Kapoldasu Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak saat memindahkan tahanan dari Rutan Polrestabes Medan ke Lapas Tanjunggusta, Senin (6/12) malam. dewi/sumutpos.

Adapun rincian tahanan yang dipindahkan itu, yakni Rutan Tanjung Gusta 269 orang, Lapas Anak 11 orang Lapas Perempuan 26 orang, tahanan titipan jaksa 29 orang.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi mengatakan, Rumah Tahanan Polrestabes Medan dihuni lebih dari 700 orang yang terlibat berbagai kasus kejahatan. Dari jumlah tahanan yang ada saat ini, sudah over kapasitas. “Sehingga sebanyak 306 tahanan yang sudah divonis dan statusnya inkrah kita pindahkan ke Lapas Tanjung Gusta dan beberapa lapas lain di Medan,” katanya, Selasa (7/12).

Hadi mengungkapkan, dalam pemindahan tahanan tersebut, Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut) Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, didampingi Wakapolda Sumut Brigen Pol Dadang Hartanto langsung memantau proses pemindahan dan sekaligus memastikan tahanan mendapat pelayanan yang baik.

Sebelum memindahkan para tahanan ke Rutan, kata Hadi, ratusan tahanan menjalani swab tes Covid-19. Hal itu untuk mencegah terjadinya penyebaran Covid-19. “Setelah itu barulah para tahanan diberangkatkan menggunakan mobil angkutan Polda Sumut dan beberapa mobil tahanan lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, langkah yang dilakukan Kapolda Sumut tidak lepas dari hasil anev kejadian beberapa waktu yang lalu, ada tahanan yang meninggal dianiaya sesama tahanan sendiri.”Jadi kita tidak ingin hal itu terulang kembali, Bapak Kapolda melihat, mengalisa dan mengevaluasi yang dilakukan dengan memindahkan kurang lebih 300 tahanan sudah memiliki ketetapan hukum,” pungkasnya.

Sementara itu, Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumatera Utara (Sumut) menilai polisi lamban melakukan pemindahan tahanan dari Rumah Tahanan Polisi (RTP). Meski terlambat, Ombudsman Sumut tetap memberi apresiasi. Padahal, kesimpulan rapat koordinasi (rakor) bersama Kanwil Kemenkumham Sumut, Kejaksaan Tinggi Sumut, Polda Sumut dan Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Sumut pada hari Kamis (12/11/2020) tahun lalu, Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Provinsi Sumut bersedia menanggung biaya swab para tahanan di RTP yang sudah berstatus inkrah.

Ditambah lagi adanya Surat Dirjen Pemasyarakatan pada 25 Agustus 2020 lalu yang pada intinya memerintahkan bahwa tahanan sudah inkrah (A3) boleh diterima. “Tetapi setahun lebih itu baru terlaksana. Itu pun karena sudah ada korban meninggal dunia karena dianiaya oleh sesama tahanan beberapa waktu lalu,” ujar Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumut Abyadi Siregar menjawab sejumlah wartawan perihal pemindahan tahanan dari RTP Polrestabes Medan ke Rumah Tahanan Negara (Rutan) dan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas), Selasa, (7/12).

Sebelumnya, lanjut Abyadi menjelaskan, saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) pada 3 November 2020 lalu di RTP Polrestabes Medan, Ombudsman sendiri telah menemukan sejumlah tahanan yang sudah divonis tetapi belum dikirim ke Rutan atau Lapas. Hal itu berdasarkan Surat Menteri Hukum dan HAM nomor surat Menkumham RI No M.HH.PK.01.01.01.04 tentang penghentian pengiriman tahanan ke Rutan dan Lapas karena alasan Covid-19.

“Nah, waktu itu, dampak dari surat tersebut, terjadi pembeludakan di rumah tahanan polisi. Kami, Ombudsman sejak Mei 2020 sudah melakukan kajian tentang ini. Di mana kondisi di lapangan sama-sama dilihat sudah memprihatinkan. Saat itu, kami menemukan beberapa tahanan yang telah berstatus inkrah belum dikirim ke Rutan dan Lapas,” jelas Abyadi.

Kemudian, kata Abyadi, berdasarkan hasil kajian Ombudsman tersebut, diadakanlah rapat bersama para pihak terkait di Rumah Dinas Gubernur yang menyepakati Satgas Penanganan Covid-19 bersedia membiayai Swab para tahanan di RTP yang sudah berstatus inkrah.

Selanjutnya, waktu itu, pihak Kemenkumham menyatakan siap menerima apabila seorang tahanan inkrah dan dinyatakan bebas Covid-19.”Apalagi pada 25 Agustus 2020 lalu, mereka, Kemenkumham Sumut menerima Surat Dirjen Pemasyarakatan yang pada intinya memerintahkan bahwa tahanan yang sudah inkrah (A3) boleh diterima. Tetapi, mengapa baru sekarang itu direalisasikan setelah jatuh korban,” jelas Abyadi.

Padahal waktu itu, tercatat bahwa ada sekitar 1.600 tahanan di Sumut yang sudah memiliki putusan inkrah namun belum diterima di Lapas atau tertahan di RTP. Oleh sebab itu, kata Abyadi, ia menilai pihak terkait lamban memindahkan para tahanan yang sudah berstatus inkrah itu ke Lapas atau Rutan. “Kendati demikian, kita tetap mengapresiasi langkah yang diambil Kapolda Sumut terkait pemindahan tahanan yang telah berstatus inkrah itu ke Lapas dan Rutan. Ke depan, ini harus jadi perhatian serius,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak meninjau langsung pemindahan tahanan RTP Polrestabes Medan yang sudah berstatus inkrah ke Lapas dan Rutan, Senin (6/12) malam.

Pemindahan tahanan itu dilakukan berdasarkan hasil Analisa dan Evaluasi (Anev) Kapolda Sumut tentang tewasnya seorang tahanan kasus pencabulan yang dianiaya sesama penghuni RTP Polrestabes Medan. “Langkah yang dilakukan Kapolda Sumut tidak lepas dari hasil Analisa den Evaluasi Anev kejadian beberapa waktu yang lalu ada tahanan yang meninggal dianiaya sesama tahanan sendiri,” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi.

Agar hal tersebut tidak terulang lagi, kata Hadi, dilakukan Anev dan diputuskan lah untuk memindahkan para tahanan yang sudah berstatus inkrah. “Jadi, kita tidak ingin hal itu terulang kembali. Bapak Kapolda melihat, menganalisa dan evaluasi yang dilakukan malam ini dengan memindahkan kurang lebih 300 tahanan yang sudah memiliki ketetapan hukum,” pungkas Hadi. (dwi/ris/ila)

Munchen vs Barcelona: Habis Habisan

ALL OUT: Striker Barcelona Memphis Depay siap tampil all out saat menghadapi Bayern Munchen untuk memperebutkan satu tiket lolos ke babak 16 besar Liga Champions, Kamis (9/12) dini hari WIB.

SUMUTPOS.CO – XAVI Hernandez bakal menghadapi tantangan terbesarnya sebagai pelatih baru Barcelona. Ia dituntut harus menang untuk lolos ke fase gugur saat bertandang ke Allianz Arena, menantang Bayern Munchen di matchday ke-6 Liga Champions, Kamis (9/12/2021) dini hari WIB.

ALL OUT: Striker Barcelona Memphis Depay siap tampil all out saat menghadapi Bayern Munchen untuk memperebutkan satu tiket lolos ke babak 16 besar Liga Champions, Kamis (9/12) dini hari WIB.

Satu-satunya jalan agar tim asuhan Xavi bisa lolos ke 16 besar UCL tanpa bantuan tim lain adalah dengan mengalahkan Die Roten di Allianz Arena. Ini tidak terlepas dari poin Barca yang cuma 7, hanya unggul 2 angka dari pesaing terdekat Benfica.

Jika sampai Barcelona seri saja lawan Bayern, sedangkan Benfica bisa menumbangkan Dynamo Kyiv dalam laga kandang, maka yang menemani Die Roten ke fase knock-out adalah wakil Portugal. Sedangkan Barca, akan ditransfer ke 16 besar Liga Europa (UEL)n

Masalahnya, mengalahkan Bayern di kandangnya sendiri sangatlah sulit. Apalagi, Barca juga sedang tidak dalam kondisi bagus. Anak asuh Xavi Hernandez menelan kekalahan pertamanya dari Real Betis dengan skor tipis 0-1, Sabtu (4/12) lalu.

Kekalahan tersebut menyoroti masalah Barca. Namun, Xavi tahu bahwa timnya tidak punya waktu menyesali hasil akhir. Xavi kesal karena timnya lengah dalam menghadapi serangan balik lawan.

Mereka jelas tidak boleh mengulangi kesalahan yang sama saat melawan Munchen nanti. Karena, pertandingan bakal jauh lebih sulit.

“Rabu (Kamis dini hari WIB) mendatang ada pertandingan penting lainnya. Kami tidak boleh gagal lagi. Namun, saya rasa penampilan kami di babak kedua (kontra Betis) cukup bagus,” kata Xavi di Marca.

“Di Barcelona, Anda akan selalu bermain di laga ‘final’. Saya tidak suka kalah. Kami tidak layak kalah. Terkadang, Anda tidak layak menang dan Anda masih bisa mendapatkannya,” tagasnya.

Menurut Xavi, timnya tidak boleh kalah dari Munchen nanti. Dia merasa bangga dengan perjuangan para pemain dan kini mereka harus fokus. “Saya sudah berkata pada para pemain bahwa saya bangga. Sekarang, Anda harus bertarung habis-habisan untuk menang di Munchen,” sambung Xavi.

“Kami tidak punya pilihan selain pergi untuk menang. Setelahnya kita lihat saja apa yang terjadi,” tandas Xavi.

Optimisme juga diusung Memphis Depay, salah satu andalan Barcelona di lini depan musim ini. Ia menegaskan, timnya akan menganggap laga kontra Bayern sebagai final. “Ini adalah kesempatan terakhir kami untuk lolos ke ronde berikutnya, dan ini seperti final. Kami harus bermain dengan intensitas maksimum. Kami berupaya untuk memainkan high press dan unggul penguasaan bola. Kami ingin mengontrol laga dengan cara ini,” kata Depay kepada BarcaTV+.

Sementara, Bayern Munchen sudah tidak membutuhkan apa-apa lagi dari laga ini. Tim asuhan Julian Nagelsmann sudah resmi jadi juara Grup E, dan lolos ke 16 besar UCL. Hanya, kemenangan atas Barca bakal membuat Die Roten melanjutkan rekor 100 persen di fase grup musim ini.

Di samping itu, Die Roten sejauh ini masih memegang rekor sebagai tim dengan jumlah gol terbanyak di UCL musim ini dengan 19 gol, di atas Manchester City (17 gol), Ajax (16 gol), atau Liverpool (15 gol).

Munchen punya pengalaman manis menghajar Barcelona 0-3 di Camp Nou dalam putaran pertama lalu. Ketika itu, Die Roten unggul segalanya dari Blaugrana. Bukan cuma soal penguasaan bola yang mencapai 51,6 persen, tetapi juga jumlah tembakan yang sangat mencolok 17 percobaan berbanding cuma 5 milik tuan rumah. Robert Lewandowski mencetak brace, sedangkan satu gol lain dicetak spesialis pembobol Barca, Thomas Muller.

Dengan segala masalah yang menimpa Barcelona, ditambah motivasi lebih Thomas Muller dan bisa jadi Robert Lewandowski yang baru saja ditepikan dari persaingan Ballon d’Or, skor telak untuk keungggulan Bayenr mungkin saja tercipta. (bbs)

PPKM Level 3 Batal Diterapkan di Seluruh Indonesia

PENYEKATAN: Sejumlah Polisi lalu Lintas(Polantas) berjaga di lokasi penyekatan saat PPKM di Jalan Brigjend Katamso, persimpanagan Jalan Juanda Medan, Senin (3/8) lalu. Saat ini lima titik di perbatasan Kota Medan masih diberlakukan penyekatan .

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 serentak yang sedianya akan diberlakukan pada 20 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 batal dilaksanakan. Sebagai gantinya, pemerintah merilis aturan baru, diantaranya pembatasan kegiatan masyarakat sesuai dengan asesmen situasi pandemi di daerah masing-masing.

PENYEKATAN: Sejumlah Polisi lalu Lintas(Polantas) berjaga di lokasi penyekatan saat PPKM di Jalan Brigjend Katamso, persimpanagan Jalan Juanda Medan, Senin (3/8) lalu. Saat ini lima titik di perbatasan Kota Medan masih diberlakukan penyekatan .

KEPUTUSAN pembatalan penerapan PPKM Level 3 di semua wilayah Indonesia ini, dinilai sebagai bentuk tidak konsistennya pemerintah dengan kebijakan yang dibuatnya dan membuat masyarakat menjadi bingung. Apalagi, bukan kali ini saja pemerintah menganulir kebijakan sendiri. “Ya, kita melihat ini bentuk inkonsistensi pemerintah,” kata pakar sosial asal Universitas Sumatera Utara (USU), Agus Suriadi kepada Sumut Pos, Selasa (7/12).

Menurutnya, pemerintah adalah patron bagi pelayan masyarakat. Kalau patronnya sudah begitu, maka di level masyarakat pun akan punya pandangan yang miring. Terlebih atas sebuah kebijakan yang berkaitan dengan keselamatan masyarakat dalam konteks masih pandemi saat ini. “Pemerintah tidak harus punya bargaining dengan kebijakan yang diambil. Kultur masyarakat kita yang masih labil dalam menyikapi pandemi ini, seharusnya diberi edukasi yang bijak oleh pemerintah,” terangnya.

Saat ini kalau dilihat, imbuh Agus, seolah-olah pemerintah merasa euforia dengan kondisi pandemi di Indonesia yang mulai kondusif. Padahal, ancaman yang lebih besar dari pandemi ini masih begitu nyata dengan munculnya varian baru. “Kalau pemerintah merasa sudah euforia, ya tentu masyarakat pasti lebih parah lagi euforianya sehingga semua menjadi tak waspada akan ancaman baru dari virus ini,” tegasnya.

Pengamat Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah juga memiliki pandangan yang sama. Ia menilai, pemerintah tidak konsisten dengan kebijakan. “Ini semakin membuat masyarakat bingung. Biasakan membuat kebijakan berdasarkan kajian dan pengalaman tahun lalu. Jangan suka-suka saja. Dikhawatirkan batalnya PPKM level 3 membuat lonjakan penularan kasus Covid-19,” kata Trubus Rahardiansyah seperti dilansir Republika.co.id, Selasa (7/12).

Ia juga menilai, pemerintah mengganti kebijakan disebabkan karena ingin memulihkan ekonomi ketimbang kesehatan masyarakat. Pastinya, para pengusaha akan mengeluh jika pemerintah kembali menerapkan PPKM Level 3 pada libur Nataru. “Para pengusaha kan sudah redup dua tahun ini karena Covid-19. Mereka tidak mau lagi merugi, sehingga mengeluh untuk tidak menerapkan PPKM Level 3. Padahal, kondisinya varian dan virus masih menyebar,” kata dia.

Dengan begini, kata dia, masyarakat tidak akan terkendali dan akan pergi wisata liburan ke luar kota maupun luar negeri. Sehingga setelah Nataru, kasus Covid-19 akan mulai melonjak lagi. Ia berharap ini tidak terjadi, pemerintah harus bisa awasi secara ketat mobilitas masyarakat. “Sebaiknya, pemerintah belajar dari tahun lalu. Jangan diulangi lagi. Kalau memang ingin memulihkan ekonomi dengan solusi lain. Jangan lupakan kesehatan masyarakat,” kata dia.

Praktisi kesehatan dari Universitas Sumatera Utara (USU), dr Delyuzar mengatakan, jika memang pemerintah pusat membatalkan kebijakan PPKM Level 3, maka seharusnya ada kepastian melalui kebijakan lain untuk mengantisipasi kerumunan pada Natal dan Tahun Baru. “Saat ini, bagaimanapun harus hati-hati, mengingat kasus Covid-19 masih ada dan bahkan virus varian baru Omicron yang juga sudah masuk ke beberapa negara,” kata Delyuzar dihubungi wartawan, Selasa (7/12).

Memang, diakui dia, sejauh ini untuk varian baru Omicron belum banyak informasi, seperti apa dampak beratnya virus ini jika terpapar. Bahkan, belum ada penelitian juga, meski sudah tersebar bahwa Omicron lebih berat paparannya dibanding varian Delta.

Lebih lanjut Delyuzar mengatakan, diharapkan pemerintah pusat dapat segera mengeluarkan kebijakan pengganti untuk mengantisipasi lonjakan kasus Covid-19. “Intinya bagi saya, pemerintah bisa melakukan pencegahan, tidak tahu kita apa kebijakan berikutnya. Pencegahan biar tidak terjadi berkerumun di hari besar. Kemudian, orang tidak ke kampung halamannya dan bagaimana virus baru tidak masuk. Itu aja kita tunggu kebijakan lainnya meski tidak dengan PPKM Level 3. Intinya kita menunggu kebijakan searah dengan itu, kita tetap harus mewaspadai kondisi saat ini,” pungkas Delyuzar.

Anggota DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga juga berpendapat, pemerintah pusat ‘mencla-mencle’ dan tidak konsisten dengan kebiajaknnya dalam hal menyikapi mobilitas masyarakat di masa Nataru. Seharusnya, kata dia, melalui gempuran vaksinasi yang telah dilakukan dan masih berjalan saat ini, pemerintah tak perlu membuat rakyat semakin panik dengan kebijakan yang berubah-ubah.

Terlebih mengingat, seluruh kepala daerah telah berupaya sekuat tenaga bersama jajaran dan pemangku kepentingan terkait, agar daerah yang dipimpinnya dapat berstatus PPKM Level I. “Adanya ancaman varian baru dan gelombang ketiga, justru lebih baik kita waspadai bersama, serta pemerintah mengonsolidasikan ini segera sampai kepada lapisan terbawah,” tegas politisi PKB Sumut itu.

Anggota Komisi IX, Saleh Partaonan Daulay, dalam siaran persnya yang diterima Sumut Pos, Selasa (7/12), mengaku belum mengetahui alasan pemerintah membatalkan PPKM tersebut. “Saya belum tahu detail alasan pemerintah membatalkan aturan PPKM level 3 pada masa Nataru. Alasan yang saya tangkap, pemerintah ingin membuat kebijakan yang seimbang di seluruh wilayah di Indonesia. Sebab, tidak semua daerah memiliki kondisi yang sama. Apalagi, Indonesia saat ini dinilai jauh lebih siap dibandingkan tahun lalu,” jelas Ketua Fraksi PAN DPR RI, Dapil Sumut II ini.

Katanya, saat ini masyarakat Indonesia mayoritas sudah divaksin, testing dan tracing masih dilaksanakan dengan baik, vaksin untuk lansia diprioritaskan, dan lain-lain. Dari sisi ini, Indonesia lebih siap dibandingkan nataru tahun lalu. Namun demikian, perubahan kebijakan ini tetap mendapat sorotan dari masyarakat. Sebab, aturan itu belum berjalan, sudah dievaluasi dan diganti. Kelihatan bahwa pemerintah belum melakukan kajian dari seluruh aspek sebelum menetapkan kebijakan tersebut.

“Saya menduga ada beberapa hal yang menyebabkan pemerintah merubah kebijakan tersebut. Pertama, adanya penolakan dari sebagian anggota masyarakat. Penolakan ini banyak disampaikan terutama lewat media sosial. Tidak hanya menolak, masyarakat juga memberikan kritikan dan saran atas kebijakan tersebut,” urainya.

Kedua, ada sebagian ahli dan akademisi yang juga memberikan pandangan yang menyatakan tidak setuju dengan kebijakan tersebut. Pemerintah kelihatannya mendengarkan masukan ini. Terbukti, ada argumen yang disampaikan pemerintah yang didasarkan pada pandangan dan masukan para ahli tersebut.

Ketiga, pemerintah ingin menjaga agar roda perekonomian di tingkat bawah tetap berjalan baik. Dengan memberikan kelonggaran, masyarakat tetap dapat bekerja seperti biasa. Artinya, kehidupan perekonomian tetap stabil dan berjalan sebagaimana mestinya. Ini mungkin dinilai penting karena saat ini usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat sudah mulai menggeliat. Keempat, pemerintah tentu menyadari, kondisi antara daerah yang satu dengan yang lain berbeda. “Karena itu, ada yang perlu diketatin sampai level 3, ada yang level 2, dan mungkin ada yang hanya pada level 1. Data dan peta persebaran virus covid ini tentu sudah dimiliki pemerintah,” tandasnya.

Tunggu Aturan Terbaru

Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan, Pemko Medan masih menunggu aturan lebih lanjut dari Pemerintah Pusat menjelang libur Natal dan Tahun Baru. “Kita akan menunggu aturan lebih lanjut, dari pemerintah atasan akan kami tunggu pentunjuk berikutnya,” kata Bobby kepada wartawan, Selasa (7/12).

Meskipun PPKM Level 3 saat libur Nataru dibatalkan, Bobby tetap mengimbau seluruh pelaku usaha restoran, kafe, maupun tempat-tempat umum lainnya di Kota Medan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. “Namun yang selalu kami sampaikan pertama sekali adalah tempat-tempat umum seperti restoran, kafe-kafe, harus tetap terapkan protokol kesehatan,” ujarnya.

Menurut Bobby, ke depannya peraturan PPKM Level 2 akan diterapkan di Kota Medan dan disesuaikan dengan kondisi penularan Covid-19 di Kota Medan saat ini. “Aturan PPKM Level 2 tetap kita terapkan di sini l, sambil menunggu aturan selanjutnya dari Pemerintah Pusat. Apakah nanti ada aturan tambahan untuk menjelang Nataru ini, akan tetap kami ikuti, kami pedomani. Namun untuk saat ini aturan PPKM Level 2 aturan-aturannya ada di situ, ini masih kita ikuti,” katanya.

Dikatakan Bobby, Pemko Medan juga masih akan meninjau, apakah nantinya akan menerapkan pembatasan jalan menuju kota lainnnya di luar Kota Medan. “Namun nanti untuk aturan-aturan selanjutnya seperti pembatasan pintu-pintu masuk ke Kota Medan, ini nanti akan kita tinjau lebih lanjut,” pungkasnya.

Ganti Judul

Sementara, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memastikan, pemerintah tetap melakukan pembatasan kegiatan masyarakat, walaupun tidak menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 3 selama Natal 2021 dan Tahun Baru 2022 (Nataru). Tito menyampaikan, pemerintah hanya mengganti istilah dari PPKM level 3 menjadi Pembatasan Masyarakat saat Natal dan Tahun Baru 2022.

“Judulnya diganti dengan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Masa Nataru. (Berlaku) 24 Desember 2021 sampai dengan 2 Januari 2022,” kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/12).

Mantan Kapolri ini menuturkan, penggunaan istilah PPKM level 3 dinilai tidak tepat. Karena penerapan PPKM pastinya cukup ketat dan setiap daerah mempunyai tingkat yang berbeda-beda.

Tito menyatakan rincian pembatasan kegiatan masyarakat ini akan dirinci secara detail. Sekarang ini aturannya sedang disusun oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan ditargetkan selesai secepatnya. “Nanti kita akan keluarkan. Nanti saya akan mengeluarkan hasil rapat kemarin. Kami sedang menyusun draftnya,” ucap Tito.

Diketahui, ihwal perubahan kebijakan ini sebelumnya dipaparkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI, Luhut Binsar Pandjaitan. Ia mengatakan keputusan itu diambil karena Indonesia sudah lebih siap menghadapi musim libur akhir tahun. Hal itu tercermin dari jumlah tes dan telusur yang lebih tinggi dari tahun lalu. “Pemerintah memutuskan untuk tidak akan menerapkan PPKM Level 3 pada periode Nataru pada semua wilayah,” kata Luhut dalam keterangan tertulis di situs Kemenko Marves, Selasa (7/12).

Menurutnya, penerapan level PPKM selama Nataru akan tetap mengikuti asesmen situasi pandemi sesuai yang berlaku saat ini, tetapi dengan beberapa pengetatan. Luhut menyampaikan kebijakan itu didukung oleh vaksinasi Covid-19 dosis pertama di Jawa-Bali yang sudah mencapai 76 persen. Sementara itu, vaksinasi Covid-19 dosis kedua telah mendekati 56 persen.

Di sisi lain, pada periode Nataru 2020 belum ada masyarakat yang divaksin. Selain itu, survey-survey juga mencatat antibodi Covid-19 masyarakat Indonesia saat ini sudah tinggi. Meski begitu, pemerintah tetap menerapkan sejumlah pembatasan. Pemerintah melarang kegiatan perayaan tahun baru di seluruh pusat keramaian. Pusat perbelanjaaan, bioskop, restoran boleh buka maksimal 75 persen. (prn/fdh/map/ris/bbs)

Setelah Jalan Rusak di Desa Liang Melas Datas sampai ke Presiden, Bupati Karo Sebut Anggaran Sudah Ditampung APBD

JERUK UNTUK PRESIDEN: Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima perwakilan warga Desa Liang Melas Datas, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang membawa jeruk sebanyak 3 ton di halaman Istana Negara. Mereka berharap pemerintah segera membangun jalan mereka yang rusak selama bertahun-tahun.istimewa/sumu tpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo, Cory Sriwaty Sebayang terkesan ‘ngeles’ soal kerusakan jalan di Desa Liang Melas Datas (LMD) yang sudah berlangsung bertahun-tahun. Apalagi setelah infrastruktur jalan yang rusak di desa tersebut terungkap, tatkala sejumlah warga menemui langsung Presiden Joko Widodo di Istana Negara, Jakarta, dengan membawa tiga ton jeruk madu hasil pertanian dari kampung mereka.

JERUK UNTUK PRESIDEN: Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat menerima perwakilan warga Desa Liang Melas Datas, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang membawa jeruk sebanyak 3 ton di halaman Istana Negara. Mereka berharap pemerintah segera membangun jalan mereka yang rusak selama bertahun-tahun.istimewa/sumu tpos.

Peristiwa itu sontak menjadi isu nasional belakangan ini. Menyikapi itu, Cory terkesan ‘ngeles‘, dengan menyebut, kalaupun rakyatnya tak menemui presiden, Pemkab Karo bakal memperbaiki jalan di Desa LMD. Sebab, dananya sudah ditampung di APBD 2022 senilai Rp6 miliar.

“Kalaupun tidak dikomunikasikannya dengan kami, kami akan tetap memerhatikan daerah kami. Tiap tahun ada anggaran ke sana,” ujarnya menjawab wartawan usai bertemu dengan Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah di rumah dinas Wagub, Jalan Tengku Daud Medan, Selasa (7/12).

Menurutnya, terdapat empat kecamatan di daerah itu, namun lokasinya berjauhan. Begitupun, sebelum bertemu presiden, warga telah mengomunikasikan aspirasinya kepada Pemkab Karo. “Tapi inisiatif mereka sendiri, karena dia begitu cinta terhadap Bapak Presiden. Karena jeruknya di sana banyak diantarkannya ke Pak Presiden,” katanya didampingi Wakil Bupati, Theopilus Ginting.

Sisi lain Cory mengungkapkan, rusaknya jalan di daerah itu karena ulah warga yang enggan membuang genangan air ke kebun-kebun mereka. Mengingat di sana juga belum dibangun drainase. “Itu salah satunya (membuat jalan rusak). Masyarakat ini kan kadang-kadang kan ya punya hati macam-macamlah ya,” ujarnya.

Ia juga mengomentari soal rencana Jokowi yang akan datang ke Desa LMD ketika jalan sudah diperbaiki. “Dalam hal ini, kalau presiden sudah datang ke sana, tentu bukan hanya pemkab membangun itu, udah keroyokanlah (bersama-sama), provinsi ikut, pusat ikut,” pungkasnya.

Ihwal arahan Wagub Ijeck sebagai hasil pertemuan itu, menurut Theopilus, pihaknya diminta mengusulkan hal apa yang bisa dibantu Pemprov Sumut untuk pembangunan jalan itu. Ia menilai, Pemprov Sumut punya atensi khusus atas pembangunan di daerah tersebut. “Itu program diserahkan kepada kita karena kita yang tau daerah itu,” ujar dia.

Bahkan Pemprov Sumut, diakuinya, sudah menyiapkan anggaran penanganan jalan rusak Desa LMD. “Tinggal bagaimana koordinasi dengan Bappeda provinsi. Intinya pemprov siap membantu,” tutup politisi Golkar itu.

Dibangun Awal 2022

Sementara, Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting didamping Kepala Bapeda Karo Nasib Sianturi, mengikuti rapat kordinasi dengan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Utara, Ir Slamet Rasidi di kantor BBPJN Sumut, Jalan Sakti Lubis Medan. Dalam rapat itu, BBPJN Sumut menegaskan, pembangunan dan peningkatan jalan ke Desa Liang Melas Datas akan dibangun pada tahun 2022.

Langkah pertama yang harus diambil menyangkut pembebasan dan pembersihan lahan. Sedikitnya, lahan yang dibutuhkan atau dibebaskan dengan lebar 8 meter. Hal ini perlu dilakukan agar pembangunan jalan dilakukan setelah membuat saluran drainase.

Kepala BBPJN Sumut, Selamat Rosidi mengatakan, pihaknya masih meninjau kondisi ruas jalan di kawasan Liang Melas Datas. Diketahui, 32 km jalan di kawasan tersebut saat ini dalam kondisi rusak parah hingga membutuhkan pembangunan. “Proses pembangunan akan dilaksanakan di tahun 2022. Kami akan berkoordinasi dengan Pemkab Karo bersama empat kecamatan yang ada di kawasan tersebut untuk perbaikan jalan,” katanya.

Selamet juga meminta kerja sama pemerintah desa setempat dan masyarakat terkait badan jalan yang akan dibangun. Dia meminta seluruh lahan yang terkena pembangunan sudah dibebaskan hingga tidak menimbulkan persoalan baru ke depan. “Kami hanya bisa membangun jalan, sementara lahan disiapkan oleh masyarakat. Karena anggaran yang disediakan hanya di situ. Karena itu, kami berharap seluruh lahan yang terkena pembangunan jalan sudah dibebaskan agar tidak ada hambatan untuk proses pembangunan nantinya,” tandasnya.

Jokowi Perintahkan Menteri PU

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) takjub melihat kiriman jeruk seberat 3 ton yang dikirimkan warga Liang Melas Datas, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang tiba di Istana Negara Jakarta. Jokowi pun bergumam, bahwa betuk jeruk tersebut tak seperti jeruk pada umumnya.

“Wah ini jeruknya? Bentuknya besar sekali,” kata Jokowi kagum, seperti dilihat dari kanal Youtube Sekretariat Presiden, Senin (6/12).

Datangnya jeruk tiga ton ke Istana memang bukan dadakan. Sebab, jeruk datang beserta sebuah permintaan dari warga Liang Melas Datas yang mengeluhkan jalanan yang rusak. “Saya sudah dengar semua kok, sudah saya perintahkan ke Menteri PU, kemarin (5/12) sudah sampai sana. Tadi pagi katanya sudah mulai melihat lapangan, sudah mengukur, nanti sebentar lagi dikerjakan,” ujar Jokowi usai mendengar keluhan mereka.

Setia Sembiring, salah seorang perwakilan warga Desa Liang Melas Datas berharap, Presiden Jokowi bisa memberi perhatian. Menurutnya, jalan yang rusak tersebut juga berdampak pada warga di enam desa dan tiga dusun di Liang Melas Datas. “Bapak Presiden kita memperhatikan kami masyarakat Desa Liang Melas yang jumlahnya enam desa ditambah tiga dusun. Jadi kami harapkan benar bantuan Bapak itu agar desa kami bisa ada perubahan dari dulunya menjadi agak lebih baik,” kata Setia kepada Jokowi.

Sebagai tanda terima kasih, Setia dan para warga memberikan buah tangan berupa jeruk sebanyak 3 ton yang dibawa dengan satu unit truk. “Kami mengantarkan oleh-oleh ini, mudah-mudahan dan kami harapkan Bapak Presiden kita memperhatikan kami,” harap Setia.

Mendapat buah tangan itu, Jokowi berpesan dan menitip janji akan menyambangi lokasi mereka saat jalan sudah diperbaiki. “Ini nanti sampaikan ke petani. Oleh-oleh sudah saya terima, ini gantinya. Nanti sampaikan. Ini jalannya langsung dikerjakan. Nanti kalau jalannya jadi, saya ke sana. Sampaikan. Biar dikerjakan dulu, nanti (jalannya) jadi saya baru ke sana,” pungkas Jokowi. (prn/deo/lp6)

Jamaah Umrah Bakal Berangkat Awal Tahun 2022, Amphuri Sumbagut Tolak Pemberangkatan Satu Pintu

ANTRE: Jamaah umroh antre di loket tiket Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, sebelum berangkat ke Tanah Suci, tahun lalu.FEDRIK TARIGAN/JAWA POS.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Jamaah umrah asal Sumatera Utara yang ingin berangkat ke Tanah Suci, sepertinya harus lebih bersabar. Pasalnya, hingga akhir tahun ini dipastikan jamaah belum bisa berangkat dikarenakan kendala teknis kondisi masing-masing negara di masa pandemi.

ANTRE: Jamaah umroh antre di loket tiket Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, sebelum berangkat ke Tanah Suci, tahun lalu.FEDRIK TARIGAN/JAWA POS.

Kondisi itu digambarkan Ketua DPD Asosiasi Muslim Perjalanan Haji dan Umrah Republik Indonesia (Amphuri) Sumbagut, Mitha Hayati Tanjung saat dihubungi Sumut Pos, Selasa (7/12). “Kalau ada yang menyampaikan Desember ini berangkat, ada beberapa teman-teman menyampaikan tanggal sekian, itu sebenarnya masih prediksi saja. Karna kalau dari kami (Amphuri), memahami sekali kondisi di lapangan tidak sesederhana itu.

Masih banyak lagi dari pemerintah sendiri, mereka menyampaikan masih mau menyingkronkan aplikasi tawaqalna Saudi dengan peduli lindungi dan itu belum fix juga,” ungkap Mitha.

Kemudian, lanjutnya, ada rumah sakit yang ditunjuk langsung secara resmi oleh Pemerintah Kerajaan Arab Saudi untuk test PCR bagi jamaah umrah. “Alhamdulilah, Amphuri sebelum heboh-heboh tentang ini, kita telah bekerjasama dengan pihak rumah sakit di Jakarta, yang ditunjuk langsung oleh Saudi,” terangnya.

Atas kondisi ini, Mitha memprediksi, keberangkatan jamaah umrah bisa dilaksanakan di awal tahun 2022, dengan menerapkan protokol kesehatan yang amat ketat di Arab Saudi. “Untuk Desember sendiri, memang benar bahwa kementerian agama sendiri ada memberikan rilis penerbangan. Ada Garuda, Saudi di Bulan Desember. Tapi itupun sifatnya masih wacana. Kalau ada keberangkatan, itupun cukup penyelenggara haji dan umrah resmi, yang diambil dari berbagai asosiasi resmi di Indonesia,” jelasnya.

Namun, sambungnya, pihaknya menolak pemberangkatan satu pintu lewat Jakarta saja yang diusulkan Kemenag RI. Plus karantina satu hari di Asrama Haji Jakarta. “Kami dari Amphuri juga mengajukan nota keberatan dalam artian, Indonesia kan negara kepulauan yang jamaahnya nomor dua terbesar didunia setelah Pakistan. Jadi kita mengajukan keberatan yang hanya diberlakukan satu pintu. Airport internasional di Indonesia kan banyak, ada kualanamu, Surabaya, Makassar dan Cengkareng. Alhamdulilah itu menjadi salah satunya diterima oleh Kemenag, dan mereka berjanji akan lanjut khusus untuk pemberangkatan awal bagi penyelenggara saja,” bebernya.

Untuk normalnya, kata dia, bagi jamaah umum akan diberlakukan di empat bandara tersebut. Disinggung mengenai visa yang belum online, Mitha mengaku visa kini telah online. Hanya saja kata dia, masih terkunci di Arab Saudi. “Kita mengapresiasi lah pemerintah Saudi yang telah membuka peluang untuk beribadah warga Indonesia kembali. Mengapresiasi menteri agama yang sudah bernegosiasi, sangat berharap hasil bisa menjadi keinginan hasrat yang terpendam jamaah,” katanya.

Kendala lainnya menurut Mitha, diberlakukannya karantina selama 10 hari oleh pemerintah. Hal ini, kata dia, dirasa sangat memberatkan jamaah nantinya. “Awalnya itu tiga dua malam menjadi 10 hari, inikan menjadi faktor negatif lagi. Alasannya karena ada virus baru (omicron). Kalau 10 hari jelas sangat memberatkan. Pasti ada komponen kenaikan (biaya),” sebutnya.

Dia mencatat, setidaknya ada sekira 60 ribu jamaah Sumbagut yang akan berangkat jika kondisi normal. Namun yang diperioritaskan berangkat, adalah jamaah-jamaah yang tertunda tahun lalu. “Selanjutnya akan diberangkatkan jamaah-jamaah yang masih baru. Ini adalah satu indikasi yang akan stabilnya lagi perekonomian muslim terutama penyelenggara,” pungkasnya. (man)