SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan dari Fraksi PKS, Syaiful Ramadhan, saat menggelar Sosperda Nomor 5/2015, tentang Penanggulangan Kemiskinan, Minggu (5/12).
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Anggota DPRD Medan dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Syaiful Ramadhan, mendorong Pemko Medan untuk mengimplementasikan ketentuan minimal 10 persen dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), sebagai anggaran untuk penanggulangan kemiskinan di Kota Medan.
SOSIALISASI: Anggota DPRD Medan dari Fraksi PKS, Syaiful Ramadhan, saat menggelar Sosperda Nomor 5/2015, tentang Penanggulangan Kemiskinan, Minggu (5/12).
Kali ini, penanggulangan kemiskinan itu diharapkan turun dalam bentuk bantuan modal usaha. Pasalnya, bantuan dalam bentuk bantuan modal usaha itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat Kota Medan saat ini.
Harapan ini disampaikan Syaiful saat melaksanakan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosperda) Nomor 5 Tahun 2015, tentang Penanggulangan Kemiskinan, yang digelar di 2 lokasi, yakni Jalan Sunggal No 238, Kelurahan Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, dan Jalan AH Nasution, Kelurahan Titikuning, Kecamatan Medan Johor, Minggu (5/12) lalu.
“Pemko Medan diwajibkan untuk menyisihkan 10 persen dari total Pendapatan Asli Daerah (PAD), untuk mengentaskan kemiskinan, sesuai yang diamanatkan dalam Peraturan Daerah (Perda) No 5 Tahun 2015, tentang Penanggulangan Kemiskinan,” ungkap Syaiful.
Syaiful pun menyampaikan, pengalokasian anggaran tersebut akan sangat efektif jika Pemko Medan benar-benar melihat dengan cermat kondisi masyarakat di lapangan.
“Saat ini, apa yang menjadi harapan masyarakat yang kondisinya masih terpuruk akibat pandemi? Tentunya mereka sangat berharap, pemulihan ekonomi bisa menjadi prioritas,” jelasnya.
Untuk itu, dia pun mendorong agar anggaran 10 persen dari PAD tersebut, bisa benar-benar dialokasikan untuk program modal usaha di masyarakat.
“Kami mendorong Pemko agar anggaran yang tersedia diprioritaskan dalam bentuk bantuan modal usaha, dalam rangka menumbuhkan kembali kemampuan ekonomi masyarakat,” tegas Syaiful.
Dalam kesempatan itu, Syaiful pun menyarankan, agar Pemko Medan benar-benar menetapkan kriteria warga miskin di Kota Medan.
“Yang sangat penting adalah data warga miskin, kemudian menetapkan kriteria warga miskin berdasarkan skala prioritas. Agar bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran. Pelaksanaan Perda ini harus dapat memberdayakan warga miskin, agar memiliki daya saing dan ke depan mampu mengatasi persoalannya sendiri. Dengan demikian, harkat dan martabat merka pun otomatis meningkat,” pungkasnya. (map/saz)
Vaksinasi: Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19, beberapa waktu lalu. Saat ini, capaian vaksinasi di Kota Medan nyaris 80 Persen.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut kembali mengimbau agar masyarakat tidak bepergian pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2022. Tujuannya supaya kasus Covid-19 tidak terjadi lonjakan lagi. “Ya, jika tidak mendesak lebih baik di rumah aja saat Nataru nanti,” kata Kepala Dinas Perhubungan Sumut, Alfi Syahriza menjawab Sumut Pos, Senin (6/12).
Vaksinasi: Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19, beberapa waktu lalu. Saat ini, capaian vaksinasi di Kota Medan nyaris 80 Persen.
Secara persiapan sesuai tugas pokok dan fungsi Dishub Sumut, kata Alfi, lebih menyesuaikan dengan program Dirlantas Polda Sumut selama Nataru berlangsung. “Dishub provinsi bersinergi penuh dengan pihak kepolisian dan instansi terkait lainnya dalam Nataru ini,” ujarnya.
Diakuinya, tidak ada penyekatan ruas jalan saat Nataru nanti. Hanya saja ada sejumlah ketentuan yang bakal diterapkan pada check point atau titik pemeriksaan. Dirlantas Polda Sumut, menurut dia, menjadi leading sector dalam operasional Nataru ini. “Seperti antigen dan peduli lindungi (aplikasi vaksin), itu mesti ditunjukkan pengendara di check point,” katanya.
Jika tidak mampu menunjukkan persyaratan dimaksud, Alfi menyebut, masyarakat bakal dites antigen dan vaksin di titik-titik pemeriksaan yang ada. “Hal itu tentu akan dilakukan pihak Dinas Kesehatan, sementara kami menyesuaikan personil pada titik-titik pemeriksaan yang dibangun Polda Sumut,” terangnya.
Masih Alfi, aturan main dalam Nataru 2022 telah pihaknya bahas bersama Polda Sumut baru-baru ini. Hasilnya antara lain, tidak ada penyekatan ruas lalulintas. Masyarakat juga wajib menunjukkan surat keterangan ihwal alasannya melakukan perjalanan. Minimal surat keterangan dari kepala lingkungan maupun lurah. Adapun untuk pegawai negeri sipil ataupun swasta, mesti ada keterangan dari pimpinan tempatnya bekerja. “Jika tidak tentu akan diputar balik oleh petugas,” katanya.
Ia menambahkan, pada prinsipnya ketentuan ini sekadar mengendalikan mobilitas masyarakat saja serta pengecekan bagi yang sudah vaksin atau belum. “Artinya tidak seketat tahun-tahun sebelumnya juga,” pungkasnya.
KNIA Mulai Ramai
Sementara, suasana di Kualanamu International Airport (KNIA) mulai ramai. Bahkan, jumlah penumpang tujuan Cengkareng, Jakarta, paling mendominasi jika dibandingkan Batam, Halim Perdana Kusuma, Banda Aceh, dan Gunungsitoli, Nias. “Benar, jumlah penumpang tujuan Cengkareng masih mendominasi,” kata Asisten Manager Humas PT Angkasa Pura II (Persero) Kualanamu Novita Maria Sari, kepada sejumlah wartawan, Senin (6/12).
Dijelaskannya, jumlah penumpang tersebut, sesuai data penumpang pada Minggu (5/12), yakni sebanyak 13.511 orang baik di Kedatangan dan Keberangkatan. “Dari data itu, rute Cengkareng, Jakarta mendominasi sebanyak 63 persen, sedangkan Batam 12 persen, Halim Perdana Kusuma 6 persen, Banda Aceh 5 persen dan Gunungsitoli, Nias 4 persen,” ungkapnya.
Menurutnya, mulai meningkatnya arus penumpang, membuat pihak PT Angkasa Pura (AP) II Kualanamu selaku pengelola bandara terus berbenah. “Ini dalam rangka meningkatkan pelayanan, dan tetap menerapkan protokol kesehatan (Prokes) Covid-19,” imbuh Novita yang kerap disapa Ovi.
Namun, lanjutnya, untuk penerbangan internasional, belum beroperasi di Bandara Kualanamu. “Untuk penerbangan internasional sampai menunggu arahan dan aturan Pemerintah lebih lanjut. Saat ini masih penerbangan domestik saja,” tukasnya. (prn/dwi)
EVAKUASI:
Sejumlah warga mengevakuasi perabotan rumah tangga yang dapat diselamatkan sebelum terjadi erupsi lanjutan dari Gunung Semeru di Kampung Renteng Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, kemarin.
KARO, SUMUTPOS.CO – Meski Gunung Sinabung telah berstatus siaga, namun masyarakat dan wisatawan diimbau tetap waspada. Karena Gunung Sinabung masih berpotensi erupsi.
EVAKUASI: Sejumlah warga mengevakuasi perabotan rumah tangga yang dapat diselamatkan sebelum terjadi erupsi lanjutan dari Gunung Semeru di Kampung Renteng Sumber Wuluh, Lumajang, Jawa Timur, kemarin.
Imbauan ini dikatakan Kepala Pos Pemantau Gunung Sinabung, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Armen Putra. Dipaparkan Armen, Gunung Api Sinabung masih berada pada Status Level III (Siaga).
Karena itu, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan, masyarakat dan pengunjung/wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi, serta lokasi di dalam radius radial 3 km n
dari puncak Gunung Sinabung, serta radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.
Jika terjadi hujan abu, masyarakat diimbau memakai masker bila keluar rumah untuk mengurangi dampak kesehatan dari abu vulkanik. Mengamankan sarana air bersih serta membersihkan atap rumah dari abu vulkanik yang lebat agar tidak roboh.
Masyarakat yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar tetap waspada terhadap potensi bahaya lahar. Armen Putra, meminta masyarakat untuk menjauhi zona merah dari Gunung Sinabung. Mereka juga diimbau untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 7 kilometer dari puncak Gunung Sinabung.
“Walau kondisi Gunung Sinabung beberapa waktu belakangan agak tenang, tapi yang namanya bencana alam, tidak bisa diprediksi. Untuk itu, waspadalah selalu dan mengikuti imbauan pemerintah,” ucapnya.
Karena saat ini musim penghujan, masyarakat yang bermukim disekitar kaki gunung waspada terhadap banjir lahar dingin. Seperti diketahui, gunung Sinabung terakhir mengalami erups disertai luncuran awan panas pada, Rabu (28/7) lalu. Erupsi dengan tinggi kolom abu teramati ± 4.500 m di atas puncak (± 6.960 m di atas permukaan laut).
Korban Tewas Erupsi Semeru 22 Orang
Sementara, update terbaru paska-erupsi Gunung Semeru, korban meninggal bertambah 6 orang. Dengan begitu, hingga Senin (6/12) sore, total sudah ada 22 korban meninggal yang dievakuasi. “Sampai sore ini info dari teman-teman total 22 korban meninggal yang sudah dievakuasi. Hari ini saja yang sudah ditemukan di lokasi ada 6,” terang Kabid Kedaruratan BPBD Lumajang Joko Sambang, Senin (6/12).
Menurut Joko, dari total korban meninggal itu, sebagian besar sudah berhasil diidentifikasi. Sedangkan yang belum teridentifikasi ada 5 korban. Joko menambahkan, bagi korban yang telah teridentifikasi langsung diserahkan ke keluarga dan telah dimakamkan. Sedangkan yang belum teridentifikasi masih di RSUD Haryoto Lumajang. “Yang belum teridentifikasi ada 5. Sehingga saat ini masih di kamar mayat RS Haryoto Lumajang,” kata Joko.
“Yang sudah teridentifikasi langsung dijemput keluarga dan telah dimakamkan,” imbuhnya lagi.
Menurut Joko, pada proses identifikasi, pihaknya melihat pada ciri visual fisik yang melekat pada korban. Tak hanya itu, proses identifikasi juga melibatkan tim disaster victim investigation (DVI). “Jadi kami menyampaikan awal ciri-ciri fisik visual misal pakai baju apa atau misal ada ciri-ciri seperti laki-laki pakai anting atau tanda apa di tubuhnya. Itu harus disampaikan. Ada juga tim DVI,” tandas Joko.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari melaporkan, jumlah pengungsi akibat erupsi Gunung Semeru terus bertambah. Hingga kemarin, sebanyak 2.004 jiwa mengungsi tersebar di 19 titik pengungsian.
“Untuk pengungsi saat ini jumlah masyarakat yang mengungsi di 19 titik pengungsian itu total 2.004 jiwa dengan rincian 359 di 9 titik Kecamatan Pronojiwo, kemudian 1.136 jiwa di 6 titik Kecamatan Candipuro dan 563 jiwa di 4 titik Kecamatan Pasirian,” katanya.
Sementara itu, dia mengatakan, total warga terdampak yakni sejumlah 5.025 orang di 8 Kecamatan. “Dan total masyarakat terdampak baik itu di 2 kecamatan yang terdampak langsung guguran awan panas maupun di 8 kecamatan yang terdampak debu vulkanik sejumlah 5.205 orang,” katanya.
Dia memastikan saat ini kebutuhan logistik dasar seperti makanan, selimut, matras, dan lain-lainnya juga sudah terpenuhi. “Meskipun jika ada nanti penambahan kebutuhan segenap perwakilan Kementerian Lembaga sudah sangat siap untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” pungkasnya.
Jokowi Tinjau Dampak Erupsi
Presiden Joko Widodo akan mengunjungi daerah terdampak bencana erupsi Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur hari ini, Selasa (7/12). “Besok (hari ini) ke Lumajang,” kata Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, Senin (6/12).
Diberitakan sebelumnya, Gunung Semeru mengalami peningkatan aktivitas vulkanik yang memicu terjadinya guguran awan panas pada Sabtu (4/12). Forkopimda Jawa Timur bersama Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, didampingi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pusat Letjen TNI Suharyanto mengecek dampak erupsi Gunung Semeru di Lumajang, Jawa Timur, melalui pantauan udara.
Kepala BNPB, Letjen TNI Suharyanto mengatakan, Tim Penanganan Tanggap Bencana akan membentuk posko secara terpadu sebagai induk informasi terkait penanganan bencana alam.
Dengan begitu kondisi di Lumajang dapat tergambar. “Logistik yang disiapkan adalah logistik yang siap pakai, agar panglima TNI mengirimkan bantuan pasukan serta personel instansi terkait dalam mendukung pencarian korban serta Prioritas utama adalah evakuasi korban masyarakat,” kata Suharyanto.
“BNPB siapkan dana untuk penanganan erupsi, merumuskan kebutuhan kebutuhan lanjutan serta perlu dilakukan peninjauan kembali untuk fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan dan obat-obatan,” tambahnya.
BNPB menyatakan siap melaksanakan tugas yang diberikan oleh panglima TNI dalam rangka penanganan bencana alam di wilayah Lumajang. Tanggap darurat akan dilaksanakan selama 14 hari, dukungan sarana prasara dari semua pihak guna memperlancar penanganan evakuasi. “Pengungsi yang rumahnya hancur diberikan dana tunggu selama 6 bulan sambil menunggu rumah yang dibangunkan oleh pemerintah,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Afinta menanbahkan, personel Polri siap mendukung BNPB dengan menurunkan personel pendukung guna membantu mengevakuasi korban bencana alam. “Posko pengungsian harus ditambah untuk menampung korban terdampak. Pengamanan terkait jalur yang aman untuk digunakan, lalu lintas dan polsek telah membuat spanduk peringatan di mana lokasi yang aman dan tidak,” kata Nico.
Ahli Geologi ITS Surabaya Amien Widodo menyatakan, apa yang terjadi pada Gunung Semeru bukan erupsi. Sebab tidak ada magma atau letusan. “Jadi istilahnya itu material yang lama, yang sebelumnya ngumpul di atas selanjutnya terkena hujan akhirnya turun ke bawah,” ujarnya, Senin (6/12).
Dari situlah, awan panas atau wedus gembel kemudian masuk ke sungai menjadi lahar. “Jadi kejadian di Gunung Semeru kali ini bukan erupsi melainkan Awan Panas Guguran (APG) atau Lava Guguran,” kata dia.
Dia mengatakan, kejadian di Gunung Semeru ini tidak ada kaitannya dengan gempa yang terjadi di Surabaya, beberapa jam sebelum terjadi di Gunung Semeru. “Jauh, gak ada kaitannya. Gempa Surabaya kejadiannya subuh dan Gunung Semeru sore,” sambungnya.
Terkait potensi selanjutnya Gunung Semeru, Amien menyampaikan, Semeru dari dulu meletus kecil-kecil seperti itu. “Letusan kecil-kecil itu ngumpul di atas. Dan kalau ada pemicu seperti hujan maka bisa turun menjadi wedus gembel. Tidak sampai berpotensi gempa setelah kejadian ini di Gunung Semeru,” ujarnya.
Dia menambahkan, pos pantau hanya waspada dan tidak ada aktivitas apa-apa. “Tidak ada pengaruh yang lainnya kecuali debu Gunung Semeru saja yang terbawa angin ke mana-mana. Karena kemarin ada hujan maka awan panasnya atau debunya tidak ke mana-mana,” sambungnya.
Pakar Geofisika Universitas Gadjah Mada (UGM) Dr Wahyudi MS menyebut, ada peningkatan aktivitas gempa letusan sebelum Gunung Semeru erupsi. Ia mengatakan, Semeru adalah gunung api stratovulcano yang paling tinggi di Pulau Jawa dengan ketinggian 3.676 meter. “Sejarah mencatat letusan Semeru sejak 1818 hingga 2021, sudah cukup lama juga sebenarnya,” ujar Wahyudi dalam jumpa pers di Auditorium FMIPA UGM, Senin (6/12).
Wahyudi menyampaikan, sejak tahun 2012 status aktivitas Gunung Semeru ditetapkan pada level II (Waspada). Pada September 2020, mulai teramati aktivitas berupa kepulan asap putih dan abu-abu setinggi 200-700 meter di puncak Semeru.
Di Oktober 2020 setinggi 200-1000 meter. Kemudian, pada 1 Desember 2020, lanjut Wahyudi, terjadi awan panas sepanjang 2-11 kilometer ke arah Kobokan di lereng tenggara. Wahyudi menuturkan, sejak 90 hari terakhir sebelum erupsi, sudah ada peningkatan aktivitas gempa letusan di Gunung Semeru. “Kegempaan itu kurang lebih rata-rata di atas 50 kali/hari, bahkan ada yang mencapai 100 kali/sehari,” ucap dia.
Data kegempaan tersebut, kata Wahyudi, sudah bisa menjadi tanda-tanda akan terjadinya erupsi Gunung Semeru. “Ini sebenarnya sudah bisa dijadikan prekursor akan terjadinya erupsi yang lebih besar,” kata dia.
Seismologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Ade Anggraini menambahkan gempa letusan menandakan matrial sudah naik kepermukaan. “Jadi material dipermukaan itu sudah kelihatan 90 hari terakhir sebelum 4 Desember kemarin. Jadi kalau kami menganalisis lebih detail maka kami melihat sudah ada penumpukan material di permukaan banyak,” tutur dia.
Ade mengungkapkan, dari laporan PVMBG tidak mendapati adanya gempa volkano tektonik dalam (VTA) dan volkano tektonik dangkal (VTB). Artinya tidak ada kecenderungan suplai material baru dari bawah. “Kalau kemudian terjadi awan panas, dari data tersebut, tidak ada VTA, VTB tetapi dominasi gempa letusan. Jadi benar-benar penumpukan-penumpukan material di permukaan kalau terjadi awan panas maka analisisnya mengarah pada awan panas disebabkan oleh runtuhnya kubah lava,” ujar dia.
Pakar Sistem Informasi Geografi Sandy Budi Wibowo menuturkan, berdasarkan hasil pengamatan citra radar tidak terlihat adanya perubahan pada tubuh Gunung Semeru. “Citra radar karena gelombang radarnya bisa menembus awan bisa kita lihat sampai yang terbaru. Secara umum kami tidak menemukan adanya perubahan tubuh gunung artinya tidak ada deformasi,” ungkap dia.
Budi menuturkan, tidak adanya perubahan di tubuh Gunung Semeru karena tidak ada suplai magma dari dalam. Sehingga menguatkan analisis bahwa erupsi Gunung Semeru pada 4 Desember 2021 kemarin tidak berhubungan dengan suplai magma dari bawah. “Ini menguatkan steatmen sebelumnya tampaknya erupsinya tidak berhubungan dengan suplai magma dari dalam perut bumi. Kalau tidak ada suplai magma, gunungnya tidak mengembang,” tandasnya. (deo/bbs)
Vaksinasi: Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19, beberapa waktu lalu. Saat ini, capaian vaksinasi di Kota Medan nyaris 80 Persen.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Dinkes Sumut) menargetkan capaian vaksinasi Covid-19 terhadap pelajar tingkat SMA/SMK 100 persen sebelum tahun 2022. Vaksinasi pelajar di Sumut sejauh ini sudah mencapai 70 persen lebih.
Vaksinasi: Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19, beberapa waktu lalu. Saat ini, capaian vaksinasi di Kota Medan nyaris 80 Persen.
“Vaksinasi pelajar sudah mencapai 70 persen berdasarkan data dari Satgas Sumut hingga awal Desember ini. Mudah-mudahan sebelum awal tahun baru sudah 100 persen,” kata Kepala Dinkes Sumut drg Ismail Lubis kepada wartawan, Senin (6/12). Ismail mengaku, capaian vaksinasi pelajar tertinggi ada di tiga kabupaten, yaitu Batubara, Langkat dan Asahan. “Ada tiga kabupaten, Batubara, Langkat, dan Asahan, yang sudah lewat dari 60 persen pelajar dilakukan vaksinasi,” akunya.
Menurut dia, kendala dalam memberikan vaksinasi kepada pelajar hanya stok vaksin yang kurang. “Saat ini mungkin hanya 1 persen pelajar yang tidak diizinkan untuk vaksin atau pelajar itu sendiri yang tidak mau. Artinya, semua sudah pada mau vaksin hanya saja keterbatasan stok vaksin membuat mereka harus menunggu,” ungkapnya.
Ismail menyatakan, pihaknya akan terus menggenjot vaksinasi corona baik kepada masyarakat, pelajar ataupun lansia. “Kita akan kejar dan genjot terus pelajar yang belum vaksin. Kita juga akan terus beri imbauan tentang pentingnya vaksinasi dalam menjaga kekebalan tubuh di masa pandemi Covid-19,” pungkasnya.
Vaksinasi Kota Medan Nyaris 80 Persen
Secara keseluruhan, Pemko Medan telah melampaui target vaksinasi sebesar 70 persen dari jumlah penduduk yang layak divaksin. Menurut Plt Kadis Kesehatan Kota Medan, dr Mardohar Tambunan Mkes, saat ini Pemko Medan telah melakukan vaksinasi hampir 80 persen dari total 1,9 juta warga.
“Vaksinasi kita per hari ini nyaris 80 persen. Tadi data terakhir yang saya lihat, sudah 79 persen lebih. Target minimumnya kan 70 persen, jadi sudah lebih dari target sebenarnya. Tapi begitu pun kita kejar terus ini vaksinasinya, kita tak akan berhenti di angka 80 persen, lanjut terus sampai semaksimal mungkin,” kata dr Mardohar Tambunan MKes kepada Sumut Pos saat ditemui di Balai Kota Medan, Senin (6/12).
Apalagi, kata Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Medan itu, saat ini angka vaksinasi untuk masyarakat Lanjut Usia (Lansia) belum juga mencapai target. Sebab khusus Lansia, ditargetkan sudah harus divaksin sebanyak 60 persen, namun hingga kini masih terealisasi 50 persen. “Kalau umum kan minimal 70 persen, kalau lansia minimal 60 persen, sedikit lebih rendah targetnya. Tapi Alhamdulillah realisasi vaksinasi lansia kita sudah 50 persen, akan kita kejar terus supaya minimal 60 persen bahkan lebih,” ujarnya.
Mardohar menjelaskan, pihaknya terus mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat Kota Medan khususnya lansia untuk mengikuti vaksinasi dan menegaskan bahwa vaksin tersebut aman bagi mereka. Namun hal lain yang menjadi kendala adalah ketika masyarakat lansia dan pihak keluarga tidak mengizinkan untuk dilakukan vaksinasi. “Kami terus memberikan informasi baik itu fungsi maupun manfaat dari vaksinasi. Alhamdulillah masih ada masyarakat lansia yang mau mendapatkan vaksinasi. Saat ini jumlah lansia yang sudah divaksin 50 persen, tentunya kita akan terus berupaya agar persentase lansia terus meningkat,” katanya.
Diterangkan Mardohar, salah satu upaya lainnya adalah memastikan seluruh instansi, khususnya layanan publik dan layanan umum untuk menggunakan aplikasi Peduli Lindungi sesuai dengan arahan Wali Kota Medan, Bobby Nasution. “Melalui upaya ini dapat diketahui dan dipastikan seluruh masyarakat sudah mendapatkan suntikan vaksin. Artinya dengan aplikasi Peduli Lindungi, kita berharap dapat menjaring seluruh Lansia di Kota Medan yang belum divaksin,” terang Mardohar.
Ia juga menuturkan, bahwa pihaknya juga terus berkolaborasi dengan Kecamatan, Kelurahan dan Kepala lingkungan dengan cara door to door untuk mengajak masyarakat lansia agar mau divaksin.
Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Medan Bobby Nasution terus melakukan percepatan capaian vaksinasi khususnya kepada warga lansia, sebab target vaksinasi terhadap lansia di Kota Medan belum tercapai. Vaksinasi yang terus masif dilakukan ini dilakukan, sebagai upaya untuk mempercepat terwujudnya Herd Immunity (kekebalan massal) agar dapat melindungi warganya dari virus Covid-19.
Guna meningkatkan persentase vaksinasi lansia, Bobby mengaku terus berupaya dan melakukan langkah percepatan vaksinasi dengan berkolaborasi antara Pemko Medan, TNI/POLRI dan stakeholder lainnya. Selain itu, Pemko Medan juga telah melakukan vaksinasi sampai ke tingkat paling rendah di masyarakat.
“Saya sudah minta Dinas Kesehatan dan Kecamatan, Kelurahan serta Kepala Lingkungan untuk menjadikan vaksinasi lansia sebagai catatan yang harus segera dilaksanakan. Turun langsung ke tingkat yang paling rendah di masyarakat guna memastikan warga lansia mendapatkan suntikan vaksin,” kata Bobby.
Selain itu, Bobby juga meminta setiap instansi layanan publik untuk menerapkan dan menggunakan aplikasi Peduli Lindungi guna memastikan seluruh warga Lota Medan termasuk lansia sudah di vaksin. “Artinya, kita dorong terus instansi pelayanan publik agar benar-benar penggunaan aplikasi Peduli Lindungi ini diterapkan. Jika benar diterapkan, maka ini akan menjadi upaya untuk meningkatkan capaian vaksinasi lansia. Sebab melalui aplikasi Peduli Lindungi, nantinya akan diketahui warga lansia yang belum mendapatkan suntikan vaksin,” pungkasnya.
Vaksinasi Booster Mulai Januari 2022
Sementara, Pemerintah Indonesia saat ini terus mendorong percepatan vaksinasi terhadap masyarakat. Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun juga meminta agar vaksin booster atau vaksin ketiga untuk dilaksanakan.
Hal tersebut dikatakan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Vaksinasi tersebut diharapkan dapat dilaksanakan pada Januari 2022 mendatang. “Presiden minta agar kegiatan booster vaksinasi dipersiapkan pada bulan Januari,” ungkap dia dalam telekonferensi pers, Senin (6/12).
Sebab, saat ini banyak negara juga yang merekomendasikan untuk vaksinasi dilakukan hingga tiga kali dosis. Hal ini dilakukan guna menekan penyebaran Covid-19 di masyarakat. “Di berbagai negara sudah memberikan rekomendasi termasuk juga dari lembaga-lembaga internasional kesehatan untuk vaksinasi efektif, untuk varian-varian baru, termasuk omicron,” tutur dia.
Adapun dikatakan bahwa pemberian vaksin ketiga ini akan dibagi dalam dua kategori. Pertama adalah mereka yang merupakan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan dan non-PBI.
Saat ini, pemerintah pun tengah menyelesaikan Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) perihal pelaksanaan program vaksinasi tersebut. “Nanti akan diatur dalam Permenkes dalam waktu tidak terlalu lama,” tandas Airlangga. (ris/map/bbs)
TEMU PERS: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan kepada wartawan.istimewa/sumutpos.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah belum memutuskan kapan akan memberangkatkan jamaah umrah ke Tanah Suci. Menurut Menko Perekonomian, Airlangga Hartarto, keputusan tersebut akan dilakukan usai Natal dan Tahun Baru (Nataru) sambil memantau perkembangan varian Omicron yang sudah terdeteksi di Arab Saudi.
TEMU PERS: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat memberikan keterangan kepada wartawan.istimewa/sumutpos.
“Terkait umroh, pemerintah masih melihat dan menyambut baik bahwa Saudi sudah menerima Sinovac untuk melakukan umroh dan masih diberlakukan adanya quarantine,” kata Airlangga Hartarto dalam jumpa pers daring, Senin (6/12).
Airlangga, yang juga Koordinator PPKM Luar Jawa-Bali mengatakan, pemerintah akan melihat kondisi setelah Natal dan tahun barun
“Pemerintah saat sekarang konsentrasi pada Nataru dulu, mudah-mudahan Nataru bisa kita kendalikan lebih baik. Baru setelah itu kita bisa lihat kapan kita bisa buka untuk kegiatan umrah,” terang Airlangga.
Dia menjelaskan, pemerintah ingin ketika kebijakan umrah berjalan kondisi sudah benar-benar aman. Kemunculan varian Omicron membuat banyak negara lebih waspada.
“Namun karena di berbagai negara itu dikhawatirkan terkait kasus Omicron, maka tentu pemerintah kita akan melakukan quarantine yang 10 hari. Tentunya ini menjadi pertimbangan saat kita akan membuka varian Omicron,” ungkapnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan, kelancaran pelaksanaan ibadah umrah di masa pandemi Covid-19 bakal menjadi pertimbangan otoritas Arab Saudi dalam penyelenggaraan ibadah haji bagi calon jemaah asal Indonesia.
“Jadi kunci terbuka atau tidaknya haji pada 1443 Hijriah nanti itu tergantung bagaimana kita mampu melaksanakan umrah ini dengan baik,” ujar Menag Yaqut saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Selasa (30/11) lalu.
Yaqut mengatakan, rombongan Kementerian Agama bersama sejumlah anggota DPR RI telah bertemu dengan pejabat Arab Saudi untuk memastikan pelaksanaan haji dan umrah.
Dalam kunjungannya tersebut, Kemenag telah membicarakan penyelenggaraan haji 1443 Hijriah. Namun hingga saat ini belum ada keputusan serta penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Arab Saudi. “Memang belum ada jawaban yang pasti karena tergantung bagaimana kita mampu menyelenggarakan umrah ini dengan baik,” kata dia.
Menurut Yaqut, MoU ini sangat penting dalam rangka persiapan penyelenggaraan haji yang di dalamnya memuat besaran kuota, ketentuan-ketentuan teknis operasional haji, termasuk ketentuan manasik apabila pandemi COVID-19 masih berlangsung. (bbs)
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati (Wabup) Deliserdang HM. Ali Yusuf Siregar menghadiri HUT ke-91 Al Jam’iyatul Washliyah sekaligus pelantikan pengurus Cabang Al Jam’iyatul Washliyah Kecamatan Galang periode 2021-2026 di halaman Perguruan Al Jam’iyatul Washliyah Petumbukan Kecamatan Galang, Sabtu (4/12).
Wakil Bupati Deliserdang HM. Ali Yusuf Siregar atas nama pemerintah se-Kabupaten Deliserdang mengucapkan selamat ulang tahun kepada Al Jam’iyatul Washliyah ke 91 tahun.
“Semoga semakin sukses dan jaya selalu dan dapat menjadi stakeholder bagi pemerintah daerah demi kemajuan kabupaten Deli Serdang yang harmonis.”katanya.
Kebangkitkan pendidikan Islam di Indonesia ditandai dengan lahirnya beberapa organisasi Islam, salah satunya adalah Al Jam’iyatul Washliyah. Yang mana organisasi ini merupakan salah satu organisasi islam terbesar di Indonesia dan memiliki sejarah panjang.
Wakil Bupati Deliserdang juga berharap sinergitas yang baik dengan pemerintah dapat terus terjaga bahkan harus lebih ditingkatkan.
“Saya juga berharap Al. Jam’iyatul Washliyah dapat terus menciptakan kader-kader yang potensial dan berkualitas serta mampu mengembangkan organisasi ini untuk dapat lebih diperhitungkan terutama dalam pembangunan kesejahteraan sosial di masa mendatang.”pungkasnya.
Ketua DPW Al Jam’iyatul Washliyah Sumatera Utara Dr.H.Dedi Iskandar Batubara MSP mengatakan, Deliserdang ini adalah rumah besarnya Al Jam’iyatul Washliyah karena umaro nya Al Jam’iyatul Washliyah, legislatifnya Al Jam’iyatul Washliyah dan ulamanya juga banyak yang hidup dan berdakwah di Al Jam’iyatul Washliyah lewat organisasi ini di Deliserdang.
Ketua DPW Al Jam’iyatul Washliyah Sumatera Utara, ulang tahun kali ini adalah momentum yang baik bagi semua untuk meneguhkan kebesaran dan kejayaan organisasi di tanah kelahirannya bumi Sumatera Utara. (mag-1/btr)
SAMBUTAN: Ketua PKK Langkat Tiorita Terbit Rencana memberi sambutan pada kegiatan evaluasi PKK.
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Langkat Tiorita Terbit Rencana mengajak kader untuk menyukseskan capain vaksinasi Covid-19 yang diprogramkan pemerintah hingga akhir 2021 mencapai 70 persen.
SAMBUTAN: Ketua PKK Langkat Tiorita Terbit Rencana memberi sambutan pada kegiatan evaluasi PKK.
Hal itu disampaikan Tiorita saat menghadiri kegiatan evaluasi PKK Langkat, di Desa Namotongan Kecamatan Kutambaru, Langkat, Senin (6/12).
“Mari kita sukseskan vaksinasi di masing-masing Kecamatan kita,” ajak Tiorita. Dikatakan Tiorita, seruannya guna meningkatkan persentase dari jumlah vaksinasi masyarakat hingga diatas 70 persen.
Ketua PKK Kabupaten Langkat ini juga berpesan, agar para kader mempersiapkan diri untuk ikut serta dalam perlombaan PKK di tingkat provinsi pada tahun mendatang.
Turut hadir pada kegiatan Camat Kutambaru Edi Suratman, Kades Namotongan Apriadi, pengurus dan para anggota PKK Langkat tingkat Kabupaten Kecamatan dan Desa/Kelurahan.(mag-6)
ANTUSIAS: Masyarakat Desa Saintis antusias mengunjungi pasar murah yang digelar
PT PHPO.
DELISERDANG, SUMUTPOS.CO – PT Permata Hijau Palm Oleo (PHPO) membuka pasar murah minyak goreng di Desa Saentis, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, Sumatera Utara, Senin (6/12).
ANTUSIAS: Masyarakat Desa Saintis antusias mengunjungi pasar murah yang digelar
PT PHPO.
Manager Umum PHG (Grup PT PHPO), Asep Tatang mengatakan, pihaknya sudah membuka pasar murah di beberapa titik di Kota Medan dan Deliserdang. Tujuannya, untuk membantu masyarakat mengatasi masih tingginya lonjakan harga sembako minyak goreng di pasaran, untuk mengatasinya PHPO menyalurkan minyak goreng dengan harga murah sebesar Rp14.000/liter.
“Dengan pelaksanaan pasar murah ini, semua masyarakat dapat terbantu bukan hanya masyarakat Kota Medan tapi kita juga masyarakat di Kabupaten Deliserdang Sumatera Utara,” katanya didampingi Humas PT PHPO, Martua Muda Daulay.
Pasar murah dibuka dengan berkolaborasi dengan pemerintah setempat, harapannya kami iringan doa dari masyarakat semoga perusahaan dapat semakin berkembang dan sukses.
Kepala Desa Saentis, Asmawito, S.sos mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan pemerintah. Karena, di tengah pandemi dapat mengatasi lonjakan harga bahan pokok, khususnya minyak goreng yang disalurkan perusahaan.
“Kami sangat berterima kasih, pasar murah ini telah dapat meringankan beban masyarakat khususnya di desa Saentis. Kami doakan juga agar perusahaan tetap berjalan baik dalam menjalankan usahanya,” pungkasnya. (ila)
TINJAU: Wabup Karo Theopilus Ginting dan pihak BPJN Sumut saat meninjau lokasi jalan ke Desa Liang Melas Datas.solideo/sumut pos.
KARO, SUMUTPOS.CO – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Utara (Sumut) bersama dengan Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting meninjau kondisi jalan Liang Melas Datas di Kabupaten Karo, Minggu (5/12).
TINJAU: Wabup Karo Theopilus Ginting dan pihak BPJN Sumut saat meninjau lokasi jalan ke Desa Liang Melas Datas.solideo/sumut pos.
Langkah tersebut untuk mensurvei kondisi jalan rusak di empat kecamatan tersebut. Peninjauan tersebut bermula setelah viral video masyarakat kawasan Liang Melas Datas mengirimkan 3 ton jeruk kepada Presiden Jokowi. Mereka berharap Presiden Jokowi mau datang ke kampung mereka untuk melihat kondisi jalan yang sudah rusak parah parah. Menanggapi video viral tersebut, Presiden Jokowi kemudian meminta Kementerian PUPR untuk meninjau langsung kondisi jalan Liang Melas Datas.
Kepala Balai BPJN Sumut Selamat Rosidi mengatakan, pihaknya masih meninjau kondisi ruas jalan di kawasan Liang Melas Datas. Diketahui, 32 km jalan di kawasan Liang Melas Datas tersebut saat ini dalam kondisi rusak parah hingga membutuhkan pembangunan.
Selamet mengatakan, proses pembangunan tersebut akan dilaksanakan di Tahun 2022 mendatang. Pihaknya kedepan akan berkoordinasi dengan Pemkab Karo bersama dengan empat kecamatan yang ada di kawasan tersebut untuk perbaikan jalan.
“Proses pembangunanan akan dimulai tahun 2022 mendatang,” kata Selamet. Selamet juga meminta kerja sama pemerintah desa setempat dan masyarakat terkait badan jalan yang akan dibangun. Dia meminta seluruh lahan yang terkena pembangunan sudah dibebaskan hingga tidak menimbulkan persoalan baru ke depan.
“Kami hanya bisa membangun jalan sementara lahan disiapkan oleh masyarakat. Karena anggaran yang disediakan hanya disitu. Karena itu kami berharap seluruh lahan yang terkena pembangunan jalan sudah dibebaskan agar tidak ada hambatan untuk proses pembangunan nantinya,” ucapnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Karo Theopilus Ginting meminta masyarakat untuk mendukung program pembangunan tersebut khususnya terkait lahan. Dia meminta seluruh perangkat desa dan tokoh masyarakat yang ada di kawasan Liang Melas Datas untuk memastikan kelancaran proses pembangunan.
“Mari sama-sama kita kawal proses pembangunan jalan ini. Kami berharap tidak ada lagi hambatan proses pembangunan khususnya terkait lahan,” ucapnya.
Sebelumnya, warga Liang Melas Datas, mengirimkan sebanyak 3 ton jeruk hasil panen mereka ke Presiden Joko Widodo. Jeruk-jeruk itu dikemas dalam 200 kotak dan telah diberangkatkan menuju Istana Negara Jakarta, Jumat (3/12).
Prosesi pengiriman jeruk itu cukup meriah. Sejumlah warga bahkan terlihat berpakaian adat dan menari melepas truk pengirim jeruk tersebut. Infrastruktur desa mereka sangat rusak parah, tak menyurutkan niat Masyarakat Liang Melas Datas untuk mengirim oleh-oleh kepada Presiden. Padahal beberapa kali truk yang mengantarkan oleh-oleh jeruk itu hampir terguling disebabkan akses jalan yang rusak parah.
Masyarakat Liang Melas Datas terdiri atas 6 Desa 2 Dusun, yakni warga Desa Suka Julu, Desa Kutambaru, Desa Batu Mamak, Desa Pola Tebu, Desa Kutambelin, Desa Kuta Pengkih, Dusun Barisan, Dusun Kuta Kendit, dan Dusun Cerumbu yang berada di tiga kecamatan yakni Kecamatan Mardinding, Kecamatan Lau Baleng, dan Kecamatan Tiga Binanga.
Turut serta dalam proses peninjau Jalan tersebut Japug Alihmadia BPJN Sumut Simon Ginting, PPK 42 Provinsi Sumatera Utara Jakup Sitepu, Kapolres Tanah Karo AKBP Yustinus Setyo, Camat Tigabinanga, dan sejumlah tokoh masyarakat Liang Melas Datas. (deo)
BERIKAN: Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah memberikan kunci Ambulas Binjai Sehat kepada Camat Binjai Utara, Sofyan Siregar usai apel gabungan di halaman apel Balai Kota, Senin (6/12).
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada masyarakat, Pemerintah Kota Binjai meluncurkan Ambulans Binjai Sehat.
BERIKAN: Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah memberikan kunci Ambulas Binjai Sehat kepada Camat Binjai Utara, Sofyan Siregar usai apel gabungan di halaman apel Balai Kota, Senin (6/12).
Peluncuran tersebut langsung dilakukan Wali Kota Binjai, H Amir Hamzah dan Wakil Wali Kota, H Rizky Yunanda Sitepu, Sekretaris Daerah, H Irwansyah Nasution beserta jajaran di sela sela apel gabungan, Senin (6/12).
Amir menjelaskan, peluncuran Ambulans Binjai Sehat ini merupakan bagian dari program kerja visi dan misi. Adalah, untuk memberikan pelayanan kesehatan gratis kepada warga masyarakat.
Dia menambabkan, ada lima mobil Ambulans Binjai Sehat yang diluncurkan dan diberikan ke setiap kecamatan. Tiap ambulans, kata Amir, terdiri dari seorang dokter, perawat dan sopirnya.
Selain itu, Ambulans Binjai Sehat ini dilengkapi dengan fasilitas obat-obatan dan tabung oksigen. “Mobil ambulans ini adalah milik bersama, jadi saya minta agar senantiasa dirawat dan dijaga,” serunya.
Mobil ambulans Binjai Sehat direncanakan akan turun ke masyarakat setiap hari dengan mengunjungi rumah warga yang memiliki riwayat penyakit yang sudah kronis. Apalagi yang tidak dapat hadir ke pelayanan kesehatan.
Ambulans Binjai Sehat juga mengantar masyarakat yang memerlukan pelayanan kesehatan lanjutan di fasilitas pelayanan kesehatan. “Fasilitas ini merupakan upaya kita bersama untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakati,” ujar Wali Kota. (ted/han)