Home Blog Page 2969

Cory Berjanji Terus Bina Putri Pariwisata Karo

SAMBUTAN: Bupati Karo Cory br Sebayang saat menyampaikan sambutan pada Grand Final Putri Pariwisata Karo 2021 di Gedung Kesenian, Berastagi, 27 November.

KARO, SUMUTPOS.CO – Bupati Karo Cory br Sebayang, berjanji akan terus melakukan pembinaan dan pelatihan bagi Putri Pariwisata Karo, agar dapat juga mengikuti ajang ke tingkat yang lebih tinggi.

SAMBUTAN: Bupati Karo Cory br Sebayang saat menyampaikan sambutan pada Grand Final Putri Pariwisata Karo 2021 di Gedung Kesenian, Berastagi, 27 November.

Karena ketika Putri Pariwisata Karo menjadi pemenang di event nasional bahkan internasional, dan menjadi tokoh inspirasi, tidak tertutup kemungkinan event berskala nasional dapat digelar di Kabupaten Karo.

“Itu juga akan meningkatkan ekonomi masyarakat Karo,” ungkap Cory.

Menurut Cory, seluruh peserta pemilihan Putri Pariwisata Karo 2021, bisa diberikan pembinaan sebagai peningkatan pengetahuan. Para peserta merupakan talenta muda yang potensial untuk promosi sektor pariwisata.

“Selain promosi, juga bisa menjadi penggerak masyarakat sadar wisata,” tuturnya.

Hal ini disampaikan Cory pada Grand Final Putri Pariwisata Karo 2021, yang berlangsung di Gedung Kesenian, Berastagi, 27 November lalu. Kompetisi ini bertujuan mencari tokoh muda perempuan yang dapat menjadi duta, dalam mempromosikan potensi dan kekayaan wisata dan kebudayaan Kabupaten Karo.

Adapun daftar lengkap pemenang Putri Pariwisata Karo 2021, yakni Nadia Hagana br Bangun sebagai Putri Pariwisata Karo 2021. Jessykapna Randaline br Kaban (runner up 1), Yuni Kartika br Barus (runner up 2). Sementara peraih 5 gelar penghargaan, diberikan kepada Susiko Loipebina br Ginting, sebagai Putri Pariwisata Media Sosial Karo 2021. Cintia Clara br Ginting, Putri Pariwisata Intelegensia Karo 2021. Helenita Margareth br Tarigan, sebagai Putri Pariwisata Berbakat Karo 2021. Rebecca br Ketaren, Putri Pariwisata Persahabatan Karo 2021. Dan Dilvani Agnesta br Ginting, sebagai Putri Pariwisata Favorite Karo 2021. (deo/saz)

Gelar Rapat Penanganan Konflik Sosial, Pemkab Langkat Tingkatkan Kewaspadaan Dini Daerah

BERSAMA: Plt Asisten 1, Basrah Pardomuan, pada pembukaan Rapat Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Langkat di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Kamis (2/12).

STABAT, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin, melalui Plt Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Basrah Pardomuan, membuka Rapat Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Langkat di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Kamis (2/12) lalu.

BERSAMA: Plt Asisten 1, Basrah Pardomuan, pada pembukaan Rapat Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial Kabupaten Langkat di Ruang Pola Kantor Bupati Langkat, Stabat, Kamis (2/12).

Selaku panita, Kepala Kantor Kesbangpol Kabupaten Langkat, Faisal Badawi mengatakan, rapat ini dalam rangka evaluasi penanganan konflik sosial 2021, serta penyusunan rencana aksi terpadu penanganan konflik sosial 2022.

Badawi mengatakan, hal tersebut sebagai rangka mendukung penanganan konflik sosial, sehingga perlu adanya peningkatan efektivitas keterpaduan, dan sinergi dalam pencegahan konflik, penghentian konflik, dan pemulihan pasca konflik, melalui sistem koordinasi terpadu di Kabupaten Langkat.

Bupati Langkat dalam arahan tertulisnya, yang disampaikan Basrah, menyambut baik pelaksanaan rapat ini, yang disebut sebagai langkah strategis dalam peningkatan kewaspadaan dini daerah, terhadap munculnya potensi konflik yang dapat menggangu Kamtibmas dan kondusivitas daerah yang telah terpelihara dengan baik.

“Kondusivitas daerah sangat aman dan terkendali, berkat sinergitas semua pihak, baik TNI, Polri, pemerintah daerah, instansi vertikal, serta dukungan dan partisipasi masyarakat” jelasnya.

Basrah pun mengingatkan semua elemen, untuk tidak lengah, dan terus melakukan upaya kewaspadaan dini terhadap kemungkinan munculnya potensi yang dapat menimbulkan ancaman, tantangan, gannguan, serta hambatan terhadap situasi dan kondisi keamanan, juga ketertiban di tengah-tengah masyarakat.

Dia berharap, ada sinergitas anggota Tim Terpadu Pengangan Konflik Sosial dalam menyiapkan data untuk mendukung hal tersebut dengan raung lingkup dan tugas serta fungsi masing-masing.

“Pemkab Langkat juga mengharapkan, anggota tim terpadu ini, dapat saling memberi dan berbagi informasi, sehingga tujuan utama mencegah terjadinya berbagai konflik sosial di Langkat dapat terlaksana,” beber Basrah.

Basrah menjelaskan, pelaksanaan evaluasi pelaporan penanganan konflik sosial, terkait rencana kegiatan yang akan dilaksanakan pada 2022, mencakup kegiatan pencegahan, penghentian, dan pemulihan pasca konflik. (mag-6/saz)

Hadiri Peringatan 100 Hari Almarhum H Anif, Bupati Langkat: Bisa Jadi Contoh bagi Kita Semua

HADIR: Bupati Langkat saat diabadikan bersama Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin menghadiri peringatan 100 hari Almarhum H Musanif Shah, atau yang dikenal sebagai H Anif, ayahanda dari Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah, Kamis (2/12) malam.

HADIR: Bupati Langkat saat diabadikan bersama Wakil Gubernur Sumut Musa Rajekshah.

Kehadiran Rencana beserta rombongan, untuk bersama-sama keluarga Almarhum H Anif dan jamaah lainnya, dalam mengirimkan doa. Serta mengirimkan fadhilah tahtim, tahlil, yang dibacakan bersama untuk ruh Almarhum H Anif. Kegiatan ini bertempat di Masjid Al Musanif Kota Medan.

Doa bersama ini, dipimpin Tuan Guru Besilam Zikmal Fuad, didampingi Gubernur Sumut Edy Rahmayadi. Turut mendoakan melalui Zoom, Wakil Presiden Ma’aruf Amin, Ketua Partai Golkar/Mentri Kordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Ustad Abdul Somad.

Usai doa bersama, Rencana mengaku, mengagumi sosok Almarhum H Anif, atas kedermawanannya, serta keinginannya yang mulia dengan membangun 99 masjid.

“Meski belum tercapai, tapi rencana ini bisa menjadi contoh bagi kita semua. Untuk membangun rumah Allah dan membesarkan agama Allah,” ungkap Rencana.

Rencana pun mengajak seluruh masyarakat Sumut, khususnya Kabupaten Langkat, untuk mengirimkan bacaan Surat Al Fatihah kepada ruh Almarhum H Anif.

“Mari bersama kita hadiahkan fadhilah Fatihah untuk H Anif,” ajaknya.

Seperti diketahui, Almarhum H Anif meninggal dunia pada 25 Agustus 2021 lalu.

Turut mendampingi Bupati Langkat, Sekdakab Langkat Indra Salahudin, Kepala Dishub Mulyono, Kalakhar BPBD Irwan Syahri, dan Direktur PDAM Tirta Wampu Herman Sukendar Harahap. (mag-6/saz)

Satlantas Polres Binjai Pasang Spanduk Imbauan di Jalur Alternatif Langkat-Karo, Pengendara Diimbau Berhati-hati

PASANG: Kanit Laka Polres Binjai, Ipda Abdul Sani (kiri), saat memasang spanduk imbauan di sejumlah titik jalur alternatif Langkat-Karo.TEDDY AKBARI/SUMUT POS.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Binjai melakukan pemasangan spanduk imbauan di sejumlah titik Jalan Binjai-Telagah, atau ruas jalur alternatif Langkat-Karo, baru-baru ini. Hal tersebut dilakukan Unit Kecelakaan Satlantas Polres Binjai, sebagai bentuk antisipasi dini atau mengingatkan kepada pengendara yang melintasi jalur tersebut.

PASANG: Kanit Laka Polres Binjai, Ipda Abdul Sani (kiri), saat memasang spanduk imbauan di sejumlah titik jalur alternatif Langkat-Karo.TEDDY AKBARI/SUMUT POS.

Terlebih, kecelakaan pada ruas jalur alternatif itu, sudah sering terjadi. Umumnya pengendara mengalami kecelakaan tunggal, berupa hilang kendali atau rem blong.

“Sudah 3 kali kejadian kecelakaan karena rem blong di Jalan Binjai-Telagah. Karena itu, kami pasang spanduk imbauan ini, agar pengendara lebih berhati-hati dalam berkendara,” ungkap Kanit Laka Polres Binjai, Ipda Abdul Sani, Jumat (3/12).

Sani juga mengingatkan kepada kelompok motor ataupun pribadi, untuk lebih dulu melihat kesiapan kendaraannya sebelum melintas di jalur alternatif Langkat-Karo.

“Semoga dengan adanya spanduk imbauan ini, pengguna jalan dapat lebih berhati-hati lagi saat melewati daerah tersebut,” harapnya.

Sebelumnya, ibu berinisial SD dan anaknya, AMS, warga Jalan Pertahanan, Gang Garuda, Kelurahan Timbangdeli, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, tergelincir ke jurang saat mengendarai sepeda motor jenis matic dengan pelat polisi BK 3350 AJS di Jalan Binjai-Telagah, Dusun Pamah Semelir, Desa Telagah, Sei Bingai, Langkat, 20 Novermber 2021 lalu. Peristiwa nahas yang terjadi di jalur alternatif Langkat-Karo melalui Kota Binjai ini, diduga akibat rem blong.

Korban yang tergelincir ke jurang, diketahui oleh warga beberapa saat setelah kejadian, dan akhirnya dievakuasi. Si anak yang mengemudi sepeda motor mengalami luka robek dan pendarahan di hidung, luka robek pergelangan kaki kiri, memar di kepala, hingga patah tulang kaki kiri, yang dilarikan ke Puskesmas Namu Ukur.

Sementara si ibu yang dibonceng, mengalami patah tulang pada kaki kanan dan kiri, memar di wajah, hingga tak sadarkan diri. yang akhirnya meninggal dunia setelah sempat mendapat perawatan di rumah sakit. Kedua korban awalnya dibawa ke Puskesmas Namu Ukur, yang kemudian dirujuk ke RSUD Djoelham Binjai.

Peristiwa nahas ini dialami oleh korban ketika dalam perjalanan pulang dari Pamah Semelir. Saat di TKP, sepeda motor Honda Scoopy mereka hilang kendali, hingga masuk ke dalam jurang. Akibatnya, pengendara dan penumpang mengalami luka hingga sepeda motor rusak berat. Kendaraan yang mengalami kecelakaan kemudian dibawa ke Kantor Unit Laka Polres Binjai. (ted/saz)

Jalan Fodo Tak Selesai, Kendaraan Jadi Korban

MELINTAS: Sejumlah kendaran melintas di Jalan Nasional di Km 7 Desa Fodo Kecamatan Gunungsitoli Selatan Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara, Rabu, (1/12).

GUNUNGSITOLI, SUMUTPOS.CO – Pekerjaan proyek pemeliharaan (preservasi) jalan Nasional di kilo meter 7 di Desa Fodo, Kecamatan Gunungsitoli Selatan Kota Gunungsitoli tak kunjung selesai. Lambannya proses pekerjaan proyek itu, tidak sedikit pengendara sepeda motor jatuh, akibat material kerikil yang berserak di badan jalan. Bahkan beberapa mobil mengalami kecelakaan akibat menabrak material batu kerikil yang ditumpuk di badan jalan.

MELINTAS: Sejumlah kendaran melintas di Jalan Nasional di Km 7 Desa Fodo Kecamatan Gunungsitoli Selatan Kota Gunungsitoli Provinsi Sumatera Utara, Rabu, (1/12).

Tidak jelas nomenklatur proyek Balai Besar Pemeliharaan Jalan Nasional (B2PJN) Perwakilan Nias itu, sebab di lokasi papan informasi proyek tidak terlihat. Begitu juga rambu-rambu ada perbaikan jalan juga tidak tampak.

Pantauan Sumut Pos Rabu, (1/12) di lokasi, proyek itu terlihat gorong-gorong serta bangunan lainnya sudah terpasang, namun sudah tidak ada lagi aktivitas pengerjaan para pekerja.

Material kerikil dan tanah bekas galian ditumpuk menutupi separuh badan jalan, sehingga para pengendara harus ekstra hati-hati ketika melintas.

Padahal Jalan yang menghubungkan Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias dan Nias Selatan itu volume kendaraan yang melintas cukup padat. Apalagi menjelang Natal dan Tahun Baru.

Ama Gisel warga setempat di jumpai Sumut Pos (Rabu, 1/12) yang rumahnya hanya puluhan meter dari lokasi proyek mengaku kecewa terhadap pekerjaan B2PJN Perwakilan Nias yang terkesan amburadul serta tidak perduli dengan keselamatan lalulintas.

“Proyek ini seperti ditelantarkan pak, sudah dua minggu lebih tidak ada aktivitas. Pengendara sudah banyak yang celaka disini, beberapa mobil menabrak material. Pengendara sepeda motor juga sudah banyak jatuh sampai luka-luka. Apa harus menunggu korban yang lebih parah lagi,”cetusnya bernada kesal.

Sementara, koordinator PPK 3.5 B2PJN Perwakilan Nias Firman Hutauruk yang diterima Sumut Pos Kamis, (2/12) menjelaskan bahww pekerjaan proyek itu akan terus dilakukan perbaikan. “Mengenai gorong-gorong di Fodo km 7, kita memang terus melakukan perbaikan di lokasi, tadi malam material kita geser sehingga lancar, tidak benar kalai kita meninggalkan lokasi,” katanya.

Mengenai rambu-rambu jalan, Firman mengaku sudah mengingatkan kontraktor. Namun menurutnya, sering hilang.

“Tidak benar fondasi boxafter tidak terpasang, semua laporan pelaksanaan disampaikan secara foto visual, ada konsultan dan staf PPK 3.5 di lapangan,” pungkasnya. (adl/azw)

Minta Kapolda Sumut Atensi Pengaduan Masyarakat, Pengacara Minta BPN Batalkan SHM Overlap

Law Office Nainggolan & Partners, Marimon Nainggolan SH.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kuasa Hukum Caroline dan Helen dari Law Office Nainggolan & Partners, Marimon Nainggolan SH MH meminta Kepala Badan Pertanahan (BPN) Kota Medan untuk membatalkan sertifikat hak milik (SHM) tanah No557. Marimon menilai, adanya tumpang tindih tanah yang dimiliki kliennya, Caroline dan Helen di Jalan Amplas Kelurahan Sei Rengas II (sekarang dimekarkan menjadi Sei Rengaspermata sesuai dengan Sertifikat Hak Milik Nomor: 17/Sei Rengas II (sekarang Kelurahan Rengaspermata) seluas 1.262 meter kubik (M2) yang diperoleh berdasarkan akta jual beli (AJB) Nomor: 108/2013 tertanggal 18 April 2013.

Law Office Nainggolan & Partners, Marimon Nainggolan SH.

”Dan klien kami telah melakukan proses balik nama di BPN Kota Medan pada tanggal 10 Mei 2013, sehingga SHM tersebut telah terdaftar atas nama Caroline dan Helen secara bersama-sama dan telah dikuasainya dengan cara membuat pagar seng,” ujarnya, Rabu (1/12) dalam press rilisnya.  

Menurut dia, adapun tanah tersebut diperoleh Caroline dan Helen dengan jual beli dari Solita Lumongga Simanjuntak, Rumintar Libertiene Br Simanjuntak, Ir Untung Deana Simanjuntak Siagian, Drs Edward Pesta Simanjuntak MM, Alexander Johannes Marsudung Simanjuntak, Daniel Haposan Simanjuntak, sehingga proses jual-beli, proses balik nama serta  Sertipikat Hak Milik No. 17/Sei Rengas II menjadi atas nama klien Caroline dan Helen tanggal 10 Mei 2013 telah sesuai dengan peraturan hukum yang berlaku.

“Perlu kami sampaikan, sebelumnya SHM No. 17/Sei Rengas II diterbitkan pada tanggal 29 Juli 1964 atas nama IJ Simandjoentak, dan kemudian pada tanggal 27 April 2012, tanah tersebut terdaftar atas nama, Solita Lumongga Simanjuntak, Rumintar Libertiene Br Simanjuntak, Ir Untung Deana Simanjuntak Siagian, Drs Edward Pesta Simanjuntak, MM, Alexander Johannes Marsudung Simanjuntak, Daniel Haposan Simanjuntak dengan dasar pewarisan,” ujarnya. 

Anehnya, 25 September 2013, di atas sebagian tanah milik klient kami terbit lagi Sertipikat Hak Milik No. 557 yang terdaftar atas nama dokter T Nancy Saragih dengan luas 887 M2, dan dasar hak kepemilikan serta terkait cara perolehan dari dr T Nancy Saragih diduga tidak dapat dipastikan kebenarannya dan mengakibatkan terjadinya overlap sertifikat di atas tanah yang dimiliki oleh Caroline dan Helen. “Bahkan BPN Kota Medan dan BPN Sumut telah menyurati Kepala BPN RI supaya SHM No 557 yang terdaftar atas nama dr T Nancy Saragih dibatalkan dikarenakan SHM overlap dengan sertifikat hak milik Caroline dan Helen dan SHM atas nama Suidjuli, namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut yang pasti,” katanya. 

Dengan adanya dugaan tumpang tindih tersebut, Caroline dan Helen telah mengadukan hal tersebut di Polda Sumut melalui.

“Maka kita berharap Kapolda Sumut memberi atensi atas pengaduan masyarakat tersebut, apalagi saat ini pemerintah sedang menggelorakan berantas mafia tanah di setiap wilayah, dan hal ini juga sudah menjadi perhatian dari satgas mafia tanah dan sudah kita ikuti RDP di Komisi II DPR RI beberapa waktu yang lalu dan dengan tegas kita minta supaya SHM No.557 tersebut dibatalkan,” terangnya. (rel/azw)

Gelar Safari Pengajian Dambaan di Kecamatan Sei Bambam, Bupati Sergai Tegaskan Prioritas Pembangunan Infrastruktur

PENGAJIAN: Bupati Sergai Darma Wijaya (kanan) bersama OPD melakukan safari pengajian Dambaan di Desa Penggalangan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Sergai, Kamis (2/12).

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) menggelar Safari Pengajian Dambaan yang dilaksanakan di Dusun 3 Desa Penggalangan, Kecamatan Sei Bamban, Kamis (2/12).

PENGAJIAN: Bupati Sergai Darma Wijaya (kanan) bersama OPD melakukan safari pengajian Dambaan di Desa Penggalangan Kecamatan Perbaungan Kabupaten Sergai, Kamis (2/12).

Bupati Sergai Darma Wijaya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah mendukung program Sapta Dambaan (SAPDA). Salah satu poin dari SAPDA adalah masyarakat sehat dan religius.

“Saya dan Pak Wakil Bupati, tentunya dengan dukungan pihak-pihak terkait, berencana menjalankan program ekskul mengaji bagi para siswa. Jadi sepulang sekolah, anak-anak kita ini diarahkan agar belajar mengaji. Tahun depan, Insya Allah, program ini akan dianggarkan,” tuturnya.

Darma juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) Pemkab Sergai yang telah memberikan sumbangsih berupa zakat sebesar 2.5 persen dari penghasilan sudah disalurkan ke bilal mayit dan guru ngaji.

“Di Sergai ada sebanyak 1.260 guru mengaji dan 1.300 lebih bilal mayit. Zakat akan disalurkan kepada seluruhnya secara bertahap lewat koordinasi dengan Baznas Sergai. Hal yang sama juga diberlakukan kepada ASN Sergai yang Kristiani. Sasarannya adalah para guru minggu,” ucap Darma.

“Saya sudah menjalin komunikasi dengan pihak perkebunan untuk menggalakkan program zakat dari pekerja ini. Kita bayangkan saja, jumlah pekerja perkebunan di Sergai hampir seratus ribu. Kalau dihitung dari jumlah pendapatan dikalikan 2.5 persen, zakat yang diperoleh bisa sampai miliaran rupiah. Kalau ini berjalan secara konsisten, persentase kemiskinan di Sergai yang ada di angka 7.9 persen bisa diturunkan,” urainya.

Dalam kesempatan ini Bupati Sergai Darma Wijaya dan seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, memprioritaskan program pembangunan infrastruktur, seperti jalan, jembatan dan irigasi. Meskipun begitu, saat ini fokus tersebut terbagi dengan adanya bencana banjir yang menerjang beberapa wilayah di Sergai, seperti Sei Rampah dan Tanjungberingin.

“Hari ini tepat satu bulan sejak banjir pertama kali terjadi di Sergai November lalu. Seperti yang kita ketahui bersama, banjir kali ini disebabkan oleh akumulasi beberapa faktor seperti banjir rob, kiriman air dari dataran tinggi akibat curah hujan yang tinggi, dan daya serap yang rendah karena sedimentasi sungai,” ucap Darma.

Dirinya prihatin melihat warga yang mesti mengungsi akibat kediamannya digenangi air.

Darma berkomitmen akan berusaha semaksimal mungkin mencari solusi terbaik untuk menanggulangi permasalah ini. “Kami sudah menjalin sinergitas dengan berbagai pihak dan semoga secepat mungkin masalah ini bisa kita tuntaskan,” pungkasnya. (ian/azw)

Longsor di Sipispis, 13 Dusun di 3 Desa Terisolasi

LOKASI LONGSOR: Personel Polsek Sipispis melakukan pengecekan kondisi jalan longsor dan jembatan ambruk di Desa Damakurat Kecamatan Sipispis Kabupaten Sergai, Jumat (3/12).SOPIAN/SUMUT POS.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Hujan yang terus mengguyur wilayah perbukitan di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) di Desa Damakurat, Manako dan Desa Simalas Kecamatan Sipispis Kabupaten Sergai memutus 13 akses jalan menuju 13 dusun di Kecamatan Sipispis, Jumat (3/12).

LOKASI LONGSOR: Personel Polsek Sipispis melakukan pengecekan kondisi jalan longsor dan jembatan ambruk di Desa Damakurat Kecamatan Sipispis Kabupaten Sergai, Jumat (3/12).SOPIAN/SUMUT POS.

Ditambah lagi, tebing longsor menutup badan jalan di Desa Damakurat dan jembatan putus mengakibatkan jalan penghubung dari Gunungpamela menuju Desa Manako, Simalas dan Damakurat putus total.

Terisolirnya 13 dusun yang berada di tiga desa tersebut kini masih dalam pembersihan oleh masyarakat dan Polsek Sipispis Resor Tebingtinggi. Untuk memudahkan warga menyeberangi jembatan terputus, warga di sana berencana akan membuat jembatan sementara.

“Kita bersama masyarakat akan melakukan gotong royong menyikingkirkan longsornya batu bercampur tanah yang menutup badan jalan. Sedangkan jembatan yang ambruk menghubungkan tiga desa dan 13 dusun, rencananya akan dibangun jembatan sementara untul bisa dilalui warga,” kata Kapolsek Sipispis AKP Syaipullah.

Kapolsek Sipispis, AKP Syaipullah mengaku mendapat kabar kejadian tersebut dari Kepala Desa (Kades) Monako bahwa telah terjadi peristiwa tanah longsor dan jembatan ambruk dan putus di Dusun XIII Desa Damakurat akibat curah hujan yang tinggi pada malam hari, dan mengakibatkan jalan penghubung putus total dan tidak dapat di lalaui kenderaan.

“Tidak ada laporan Korean jiwa, untuk mempercepat membuka akses akibat longsor, selanjutnya kami meminta kepada pihak Kecamatan Sipispis agar berkoordinasi dengan pihak Pemkab Sergai untuk menurunkan alat berat untuk menyingkirkan material yang menutupi badan jalan,” terangnya.

AKP Syaipullah mengimbau kepada masayarakat agar tidak melintasi jembatan yang ambruk. Menjaga keselamatan warga di sana, personel Polsek Sipispis memasang police line. “Kita berharap kejadian bencana longsor dan jembatan ambruk ini agar segera ditangani secepatnya,” harapnya.

Seorang warga Desa Damakurat, Rudi Damanik (49) mengatakan hujan deras mengguyur wilayah Damakurat dan sekitarnya terjadi malam hari. Karena curuh hujan sangat tinggi, maka sungai sungai kecil tidak dapat menampung debit air hujan yang tinggi, sehingga akibatnya menimbulkan longsor dan jembatan ambruk.

“Kejadian longsor dan jembatan ambruk baru diketahuinya pagi hari ketika akan melakukan aktivitas sehari hari di ladang. Karena jembatan putus dan longsor, askes jalan keluar tidak ada, walaupun ada jalan alternatif, harus menempuh dengan waktu yang cukup lama melintasi wilayah perkebunan dan kondisi jalan rusak berat,” pungkasnya. (ian/azw)

Cegah Omicron, Pendatang dari Luar Negeri Dikarantian 10 Hari, Jokowi Minta Awasi Bule dan TKI

tinjau: Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo meninjau Mangrove Conservation Forest, di Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, Kamis (2/12).

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Dalam mendeteksi keberadaan Covid-19 varian Omicron, Satgas Covid-19 mengubah lagi aturan bagi pelaku perjalanan internasional. Kini seluruh pelaku perjalanan internasional, baik yang berstatus Warga Negara Indonesia (WNI) maupun Warga Negara Asing (WNA) harus mengikuti ketentuan atau persyaratan karantina 10 hari.

tinjau: Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo meninjau Mangrove Conservation Forest, di Pemogan, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, Kamis (2/12).

Bagi WNI dan WNA, dilakukan tes RT-PCR kedua dengan ketentuan pada hari ke-9 karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang melakukan karantina dengan durasi 10 x 24 jam; atau pada hari ke-13 karantina bagi pelaku perjalanan internasional yang melakukan karantina dengan durasi 14 x 24 jam.

Addendum surat Edaran ini berlaku efektif mulai 3 Desember 2021, sampai dengan waktu yang ditentukan kemudian dan akan dievaluasi lebih lanjut sesuai kebutuhan. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyatakan, hal ini telah dilakukan untuk spesimen pelaku perjalanan yang baru datang.

Beberapa spesimen yang telah diambil dari pelaku perjalanan internasional yang sudah masuk Indonesia sejak pertengahan Oktober 2021. “Selain itu, sebagai satu kesatuan, tracing juga akan dilakukan sesuai prosedur yang ada yaitu mendeteksi orang yang pernah berinteraksi dengan kasus positif yang datang dari luar negeri,” kata Prof Wiku secara daring, Kamis (2/12).

Di samping itu, dalam upaya mencegah meluasnya penularan kasus di dalam negeri, pemerintah melakukan upaya penanganan dini dengan penelusuran kontak pasien positif Covid-19. World Health Organization (WHO) sendiri mengkategorisasikan level transmisi virus Covid-19 menjadi 4 skenario epidemiologi.

Pertama, kondisi tidak ada kasus. Kedua, kasus sporadik atau kondisi kemunculan suatu penyakit yang jarang terjadi dan tidak teratur pada suatu daerah. Ketiga, klaster atau kondisi kemunculan kasus yang berkelompok pada tempat dan waktu tertentu yang dicurigai memiliki jumlah kasus yang lebih besar daripada yang teramati. Keempat, transmisi komunitas atau kondisi penularan antar penduduk dalam suatu wilayah yang sumber penularannya berasal dari dalam wilayah itu sendiri yang terdiri dari tingkat satu sampai empat.

Hati-hati, Omicron Sudah Masuk Singapura

Singapura telah mengumumkan temuan kasus Covid-19 varian Omicron. Karenanya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta masyarakat untuk mewaspadai Covid-19 dengan varian Omicron ini. Presiden Jokowi meminta untuk mengawasi benar-benar pintu masuk di setiap perbatasan, baik itu jalur darat, laut, dan udara. Pasalnya virus tersebut dibawa oleh orang-orang asing (bule) dan tenaga kerja Indonesia (TKI) yang kembali ke Tanah Air.

“Karena yang membawa bisa orang-orang asing, bule-bule. Tapi juga bisa WNI kita sendiri. Utamanya tenaga kerja kita dari luar waktu masuk kembali pulang kampung,” ujar Jokowi saat memberikan arahan kepada Kesatuan Wilayah Tahunan 2021 di Kabupaten Badung, Bali, Jumat(3/12).

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini menegaskan, varian Omicron lebih cepat menular dibandingkan dengan varian Delta. Sehingga dia meminta masyarakat untuk hati-hati. “Ingat, varian Delta itu menyebar di Indonesia dalam waktu 2-3 minggu semua langsung kena. Ini lebih cepat. Meskipun belum final, perkiraan lima kali lipat lebih cepat,” katanya.

Jokowi juga meminta kepada jajarannya untuk hati-hati terhadap varian Omicron ini. Pasalnya sudah ada laporan bahwa varian tersebut sudah ditemukan di 29 negara. ‘’Ingat Varian Delta itu lebih menular 2,3 minggu semua langsung ini lebih cepat, meskipun belum final tapi perkiraan 5 kali lebih cepat. Kemungkinan besar escape imunity, artinya bisa masuk kesela-sela imun dia bisa menerobos,” katanya.

Menurut Jokowi, adanya virus Corona ini bisa mengancam stabilitas ekonomi, kesehatan dan politik. Sehingga munculnya varian Omicron di banyak negara harus disikapi dengan sungguh-sungguh.

“Hati-hati ini. Karena efeknya ke mana-mana. Ke ekonomi. Hati-hati. Kalau kesehatan, sampaikan terus kepada masyarakat. Karena yang namanya pandemi ini bisa berefek ke beberapa negara itu ke ekonomi jatuh. Ekonomi jatuh itu bisa berimbas ke pada politik, hati-hati. Hati-hati,” ungkapnya.

Jokowi juga menjelaskan, kenapa pemerintah sering berubah-ubah kebijakannya dalam hal penganganan pandemi Covid-19 di tanah air. Menurut Jokowi, virus Corona selalu bermutasi, sehingga bila tidak berubah strategi penanganannya, maka akan kalah dengan si virus tersebut. Saat ini saja sudah muncul Covid-19 varian Omicron.

“Banyak yang bertanya, ini kok pemerintah ini seperti bingung berubah-ubah. La wong penyakitnya, virusnya juga berubah-ubah kok. Bermutasi, berubah-ubah kalau strategi kita tetap ya ditinggal sama virusnya,” jelas Jokowi.

Sehingga menurut Presiden, saat virus tersebut bermutasi dan semakin menular ke masyarakat. Maka harus ada cara lain yang dipakai pemerintah dalam hal penanganannya. “Kenapa kita berubah strategi, lapangan karena virusnya ini bermutasi, berubah-ubah. Pakai cara ini tidak bisa, pakai cara ini tidak bisa. Selalu berubah,” katanya.

Jokowi juga membeberkan kebijakan yang berubah-ubah pemerintah, seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), kemudian diubah menjadi Pembelakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), selanjutnya diubah lagi menjadi PPKM mikro, PPKM darurat, dan terakhir adalah PPKM berlevel. “Pengalaman kita selama 1,5 tahun ini dalam menggarap lapangan strategi berubah-ubah. Dulu awal masih daerah melaksanakan sendiri PSBB, berubah kita menjadi PPKM mikro, berubah PPKM darurat, berubah lg menjadi PPKM level 1 sampai level 4,” pungkasnya.

Terpisah, Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin meminta Badan Inteligen Negara (BIN) hingga Imigrasi menjaga ketat pintu masuk negara guna mencegah masuknya virus Corona varian Omicron. Ma’ruf menekankan, kehati-hatian harus dilakukan untuk mencegah terjadinya lonjakan kasus Corona.

Juru bicara Wapres, Masduki Baidlowi mengatakan, Wapres Ma’ruf Amin meminta agar pintu masuk negara dijaga ketat. Permintaan itu, sebut Masduki, telah disanggupi BIN hingga Imigrasi. “Wapres selalu mengingatkan menjaga dari setiap pintu masuk ke wilayah Indonesia, apakah pintu udara, pintu laut, itu yang dijaga ketat. Dan itu sudah disanggupi baik oleh BIN ataupun oleh kepolisian, ataupun oleh Imigrasi. Saya kira cukup sigaplah orang-orang dari pihak aparat keamanan,” sebutnya.

Mengenai vaksinasi, Ma’ruf juga mengarahkan agar dilakukan percepatan. Hal itu agar target kekebalan komunal atau herd immunity cepat tercapai. “Akan tetap intensif soal vaksinasi karena presiden selalu meminta itu kepada BIN, kepada polisi, kepada angkatan darat tetap jalan, kepada pemda-pemda juga tetap jalan,” katanya.

“Saya kira itu tetap saja kita tetap intensif karena target untuk mencapai herd immunity itu masih menjadi prioritas pemerintah,” pungkasnya.

Adapun, Organisasi kesehatan dunia atau WHO pada Jumat (26/11) mengumumkan bahwa varian baru Covid-19 yang ditemukan di Afrika Selatan dinamai Omicron. Varian ini, yang tadinya disebut B.1.1.529, digolongkan ke dalam kategori variant of concern karena ia menular lebih cepat ketimbang varian lain.

Omicron adalah varian Covid-19 kelima yang digolongkan sebagai variant of concern oleh WHO atau diwaspadai. Berdasarkan penelitian, varian ini menyebar lebih cepat ketimbang varian lain dan ini menunjukkan ia berkemungkinan memiliki kelebihan dalam hal penyebaran.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan Singapura mengumumkan telah menemukan kasus Covid-19 Omicron di negeri itu, Kamis (2/11). Kasus ini berasal dari penerbangan Singapore Airlines (SIA), SQ479, dari Afrika Selatan (Afsel).

Saat ini orang yang tertular varian Omicron telah ditempatkan di pusat karantina, National Center for Infectious Diseases (NCID). Keduanya sudah divaksin lengkap dan memiliki gejala sepeti batuk ringan dan tenggorokkan gatal.

Adapun, Organisasi kesehatan dunia atau WHO pada Jumat (26/11) mengumumkan bahwa varian baru Covid-19 yang ditemukan di Afrika Selatan dinamai Omicron. Varian ini, yang tadinya disebut B.1.1.529, digolongkan ke dalam kategori variant of concern karena ia menular lebih cepat ketimbang varian lain. Omicron adalah varian Covid-19 kelima yang digolongkan sebagai variant of concern oleh WHO atau diwaspadai. Berdasarkan penelitian, varian ini menyebar lebih cepat ketimbang varian lain dan ini menunjukkan ia berkemungkinan memiliki kelebihan dalam hal penyebaran. (jpc/dtc)

Menteri Airlangga dan UAS Turut Mendoakan di 100 Hari Wafatnya H Anif, Wapres Minta Keluarga Lanjutkan Cita-cita Bangun 99 Masjid

KIRIM DOA: Jamaah memenuhi Masjid Al Musannif, Jalan Cemara, saat acara mengirim doa 100 hari wafatnya Almarhum H Anif Bin H Gulrangshah yang ayah kandung Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, Kamis (2/12) malam.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Acara mengirim doa 100 hari wafatnya Almarhum H Anif bin H Gulrangshah berjalan khidmat. Hadir secara langsung di Masjid Al Musannif, Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi. Sedangkan Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, dan Ustaz Abdul Somad (UAS), hadir secara virtual.

KIRIM DOA: Jamaah memenuhi Masjid Al Musannif, Jalan Cemara, saat acara mengirim doa 100 hari wafatnya Almarhum H Anif Bin H Gulrangshah yang ayah kandung Wakil Gubernur Sumut, Musa Rajekshah, Kamis (2/12) malam.

Rangkaian peringatan 100 hari ini dimulai dari Salat Subuh berjamaah, dilanjutkan dengan kuliah subuh, hingga puncaknya Salat Magrib dan Isya berjamaah di Masjid Al Musannif Jalan Cemara, Kamis (2/12) malam. Acara ditutup dengan tausiyah dari H Muhammad Hussein Jaber serta doa bersama.

Sebelum mendengarkan tausiah, Wapres Ma’ruf Amin menyampaikan turut berduka citanya kepada keluarga yang ditinggal. Ia mengaku mengenal Almarhum H Anif yang merupakan ayah kandung Wakil Gubernur (Wagub) Musa Rajekshah, sebagai sosok yang dermawan dan telah banyak membantu berbagai kegiatan pendidikan.

“Saya kenal beliau orang yang baik dan dermawan. Oleh karena itu, saya yakin beliau akan mendapat balasan setimpal dari Allah. Saya tahu beliau banyak amalnya, banyak membantu kegiatan kegiatan pendidikan, pesantren, masjid dan saya baru tahu kalau beliau ternyata punya cita-cita membangun 99 masjid walaupun saat ini baru terbangun 24 masjid, untuk itu saya harap kepada keluarga agar cita-cita beliau diteruskan, karena itu cita-cita yang baik agar niat beliau terlaksana,” ujarnya.

Ma’ruf Amin mengingatkan, kebaikan bagi orang yang membangun masjid karena Allah, maka Allah akan bangunkan baginya rumah di surga. Cita-cita ini, lanjutnya, harus bisa jadi contoh untuk keluarga dan seluruh manusia yang masih hidup, khususnya jamaah yang hadir dalam acara doa bersama di Masjid Al Musannif juga secara virtual. “Kepada keluarga, ini harus dicontoh. Khususnya bagi kita yang masih hidup dan seluruh jamaah yang hadir,” ujarnya.

Hal sama juga disampaikan Menteri Airlangga Hartarto. Ketua Umum DPP Partai Golkar berharap, keluarga bisa melanjutkan cita-cita Almarhum H Anif dalam membangun 99 masjid agar dapat menjadi amal jariyah dan terus mengalir ke almarhum. “Pada 100 hari kepergian almarhum ini, saya memanjatkan doa yang tulus kepada Allah SWT agar senantiasa dilapangkan kubur beliau, diterima segala amal ibadahnya dan keluarga yang ditinggal diberi kesabaran,” ujarnya.

Sementara itu, UAS juga membagikan kenangan bersama Dadak (panggilan akrab Almarhum H Anif) semasa hidup. UAS bercerita, Dadak yang selalu memanggilnya Nak Ustaz meminta didoakan agar bisa membangun 99 masjid dan beberapa kenangan lain. “Beliau selalu panggil saya Nak Ustaz atau Nak Somad. Kenangan saya sama Dadak ini, pertama saat di meja makan saat cerita soal umat Islam harus tampil di depan baik di politik maupun ekonomi. Kalau kita puji orang masih hidup takut rusak hatinya, beliau sudah meninggal kebaikannya harus kita ceritakan agar jadi inspirasi kehidupan. Kedua dia selalu bilang doakan Dadak supaya bisa bangun 99 masjid, saya tidak pernah tanya sudah berapa masjid yang terbangun, kalau belum sampai 99 masjid maka ini harus diteruskan dan jadi inspirasi kita,” kata UAS.

Lanjut UAS, yang punya kekuasaan silahkan bangun masjid dengan kekuasaan, begitu juga yang punya harta bangun masjid dengan harta dan yang punya umat buat kesatuan umat bangun masjid. “Tapi jangan sekadar kita membangun, tapi juga memakmurkannya,” ujarnya.

Kenangan ketiga, kata UAS, setiap kali memperingati hari kelahirannya, Dadak melaksanakan Musabaqah Quran. “Beliau kumpulkan penghafal Alquran dari daerah-daerah, sebelum Covid-19 saya ikut waktu itu acara pembukaan. Tidak merayakan dengan mewah, tapi membangkitkan semangat para tahfiz Quran. Sebulan lalu saya ziarah ke makam, saya mendengar anak-anak tahfiz sudah banyak hafalannya, ini jadi amal jariyah untuk beliau,” ujarnya.

Gubernur Edy Rahmayadi juga menceritakan kenangan baik Almarhum H Anif semasa hidup, khususnya saat almarhum mendengar Masjid Agung akan direnovasi. “Begitu beliau mendengar renovasi Masjid Agung, beliau langsung menyerahkan bantuannya untuk membangun menara masjid dan dananya saat ini sudah diserahkan ke putranya, Wakil Gubernur kita Musa Rajekshah. Begitu besar jasa almarhum, semoga Allah balas semua kebaikkannya,” ujar Edy.

Mewakili pihak keluarga, adik kandung Almarhum H Anif, Rahmat Shah menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jemaah yang hadir baik secara langsung maupun virtual untuk memberikan doa kepada almarhum. “Kami ucapkan terima kasih dan hanya Allah yang mampu membalas kebaikan semua yang telah hadir dan mendokan, “ ujarnya, didampingi Musa Rajekshah dan keluarga besar.(gus)