Home Blog Page 2979

Depeko Diminta Segera Rampungkan Rapat Pembahasan UMK

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara telah menetapkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Sumut Tahun 2022 sebesar 0,93 persen atau Rp23.185. Dengan demikian, UMP Sumatera Utara Tahun 2022 naik menjadi Rp.2.522.609 dari UMP tahun 2021 sebesar Rp2.499.424.

Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Gubernur Sumatera Utara No.188.44/746/KPTS/2021 Tentang Penetapan Upah Minimum Provinsi Sumatera Utara Tahun 2022.

Namun demikian, hingga saat ini Pemerintah Kota (Pemko) Medan bersama Dewan Pengupahan Kota (Depeko) Medan belum juga mengumumkan berapa kenaikan nilai Upah Minumum Kota (UMK) Medan Tahun 2022.

Ditanya Sumut Pos mengenai sudah sejauh mana pembahasan UMK Medan Tahun 2022, Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Medan, Hannalore Simanjuntak enggan memberikan jawaban.

Dihubungi via seluler, Hannalore tidak berkenan mengangkat sambungan telepon. Begitu juga saat dihubungi via WhatsApp, Hannalore hanya membaca pesan yang dikirim Sumut Pos tanpa membalasnya.

Padahal pekan lalu, kepada Sumut Pos, Hannalore masih memberikan komentar bahwa pihaknya sedang mempersiapkan diri untuk melakukan pembahasan UMK Medan Tahun 2022.

Terpisah, disela-sela pembahasan R-APBD 2022 di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Medan, Anggota Banggar sekaligus Anggota Komisi II DPRD Medan, Afif Abdillah juga mengaku belum mendapatkan informasi tentang sudah sejauh mana pembahasan UMK Medan Tahun 2022.

“Saya juga nggak tahu itu sudah sampai dimana pembahasan mereka. Padahal sudah lebih seminggu yang lalu Provinsi menetapkan UMP 2022, tapi sampai saat ini kami di Komisi II belum juga dapat informasi sudah sejauh mana pembahasannya,” kata Afif kepada Sumut Pos, Senin (29/11).

Untuk itu, Afif pun meminta agar Depeko Medan dapat segera merampungkan pembahasan UMK Medan 2022 dan mengumumkannya.”Lebih cepat diselesaikan pembahasannya dan lebih cepat diumumkan, itu akan lebih baik. Ini kita minta jangan dilama-lamakan lagi, cepat umumkan berapa kenaikan UMK Medan Tahun 2022,” tegasnya.

Afif meminta, Depeko Medan dapat mengambil keputusan yang tepat dalam menentukan kenaikan UMK Medan Tahun 2022. Hal yang paling utama untuk dipertimbangkan adalah kesejahteraan para buruh.”Bukan berarti tidak mempertimbangkan dari sisi pengusahanya, harus win-win solution lah,” pintanya.

Sejatinya, sebut Afif, di masa ekonomi saat ini yang sedang dalam masa pemulihan, sudah sewajarnya terjadi kenaikan UMK. Akan tetapi, kenaikannya memang harus menyesuaikan dengan kondisi ekonomi saat ini.

“Kalau UMP naik 0,93 persen. Saya rasa wajar lah kalau UMK Medan naik setidaknya di angka 2 persen. Intinya kita minta ada kesejahteraan yang lebih baik untuk para buruh,” pungkasnya. (map/ila)

Puluhan Calon Kasek Mengadu ke DPRD Medan, Desak Pemko Umumkan Hasil Tes Calon Kepsek

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemko) Medan didesak untuk segera mengumumkan hasil tes terbuka Calon Kepala Sekolah di Kota Medan. Desakan ini disampaikan Pimpinan DPRD Medan, H. Rajudin Sagala saat menerima puluhan Calon Kepala Sekolah yang mengadukan nasibnya ke Gedung DPRD Medan, Senin (29/11).

“Kedatangan mereka dalam rangka mengadukan nasibnya karena sampai dengan hari ini, Dinas Pendidikan belum mengumumkan hasil tes yang sudah diadakan sejak awal September yang lalu,” ucap Rajuddin.

Wakil Ketua DPRD Medan asal Fraksi PKS ini mengatakan, dari laporan yang disampaikan para calon kepala sekolah yang datang ke gedung DPRD Medan kemarin, ada 125 calon kepala sekolah SD dan 1 orang Calon Kepala Sekolah SMP yang sudah mengikuti pendidikan dan pelatihan (diklat) substansi dan wawancaran

Namun sampai dengan kemarin, Dinas Pendidikan Medan belum juga mengumumkan nama-nama tersebut. Padahal, para calon kepala sekolah tersebut sangat mengharapkan kejelasan dari Pemko Medan untuk.

“Mereka sangat mengharapkan kejelasan dari Pemerintah Kota Medan, karena rata-rata usia para guru sudah mendekati 50 tahun yang bisa membatalkan syarat karena sudah melewati batas usia. Mereka berharap segera mendapat kepastian tentang kelulusan mereka dan tidak ditunda oleh Pemko Medan,” ujarnya.

Tak hanya ingin diumumkan secepatnya, para guru di Kota Medan juga berharap agar hasil tes kelulusan dapat diumumkan secara terbuka dan transparan. “Selain secepatnya, Pemko Medan juga harus mengumumkan hasil tes secara transparan,” kata Rajuddin.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut, salah satu Calon Kepala Sekolah Muhammad Yusri, mengatakan bahwa dari informasi yang didapatkannya, Pemko Medan akan segera mengumumkan hasil tes tersebut. Namun sampai saat ini, pihaknya belum juga menerima hasil tes tersebut. Ia pun meminta, agar Rajuddin dapat memfasilitasi harapan mereka kepada Pemko Medan.

“Kami sangat mengharapkan kepada Bapak Rajudin agar bisa mengkomunikasikan hal ini kepada Pemko Medan agar hasil tes tersebut segera diumumkan,” pungkasnya. (map/ila)

Tembus Pasar Digital di Indonesia, Pemko Medan Dorong Pelaku UKM Naik Kelas

Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan, H.Dammikrot,S,Sos, MSi mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk menguasai pasar dan naik kelas.(ist)

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kota (Pemkot) Medan terus berinovasi dengan misi mendorong pelaku Usaha Kecil Mikro (UKM) di Kota Medan untuk menguasai pasar dan naik kelas. Sehingga memberikan dampak ekonomi yang baik dan UMKM terus berkembang.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan, H.Dammikrot,S,Sos, MSi mendorong para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk menguasai pasar dan naik kelas.(ist)

Kepala Dinas Perdagangan Kota Medan, H.Dammikrot,S,Sos, MSi mengungkapkan pihaknya mempunyai misi bagaimana produk UKM bisa masuk pasar, baik itu pasar tradisional, modern ataupun internasional.

Caranya, Dammikrot menejelaskan memasarkan produk secara online dengan menggandeng market place yang ada seperti Tokopedia, Shopee dan sebagainya. Kemudian, offline atau dengan cara langsung memasarkan produknya di pasar mulai tradisional ataupun internasional.

“Kita akan bantu pelaku UKM untuk melengkapi segala persyaratan yang dibutuhkan baik sertifikasi halal ataupun izin edarnya,” ucap Dammikrot, Selasa (30/11).

Dia menambahkan, Dinas Perdagangan Kota Medan juga akan berkolaborasi dengan semua pihak seperti dinas-dinas Kota Medan ataupun asosiasi yang ada. Selain itu pihaknya juga akan melakukan pendampingan kepada pelaku usaha agar bisa menguasai pasar.

Sehingga, sambungnya, apa yang dicita-citakan Wali Kota Medan, Bobby Nasution dan juga Ketua Dekranasda Kota Medan, Kahiyang Ayu agar UKM bisa naik kelas dengan konsep kolaborasi pasti bisa tercapai.

“Jadilah pelaku usaha yang maju dan pantang menyerah sehingga bisa menguasai pasar mulai dari pasar tradisional, modern dan internasional. Kita yakin UKM Kota Medan bisa naik kelas sesuai yang dicita-citakan Bapak Wali Kota Medan,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan, masih banyak pelaku usaha UKM di Kota Medan yang kesulitan memasarkan produk akibat keterbatasan pengetahuan, terutama teknologi.

Selain keterbatasan pengetahuan, pelaku UKM juga masih kurang kreatif dalam mengemas produk, sehingga kurang menarik pembeli meskipun produk yang ditawarkan berkualitas.

“Kekurangan inilah yang kami sikapi. Kami akan bantu dan bimbing mereka agar bisa memanfaatkan teknologi untuk memaksimalkan pengemasan maupun penjualan produk mereka,” tutur Bobby, dalam keterangan tertulisnya.(gus)

Khadijah Sharaswaty Indonesia & PLN Peduli, Tanam 6.000 Pohon Mangrove

TANAM POHON: Pelajar Kota Medan dan relawan peduli lingkungan saat menanam pohon mangrove.istimewa/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – KSI dan PLN Peduli bersama ratusan pelajar Kota Medan dan relawan peduli lingkungan bersama-sama melakukan penanaman 6000 pohon mangrove. Ikut serta dalam tanam pohon ini yakni penerima Kalpataru Nasional Sumatera Utara yang di komandoi Paris Sembiring (2003), mereka adalah Alimuriati (2012), A.Klaras (2015), Anwar Tambuse (2017) dan Rudy Irwansyah (2021).

TANAM POHON: Pelajar Kota Medan dan relawan peduli lingkungan saat menanam pohon mangrove.istimewa/sumutpos.

Hadir juga Kiky Zulfikar, Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Medan dan Camat Medan Labuhan, Indra Utama sebagai perwakilan Pemerintah Daerah. Kegiatan ini dilakukan di pinggiran paloh Kelurahan Sei Mati Kecamatan Medan Labuhan.Selain itu KSI & PLN Peduli juga menyerahkan bantuan 200 pohon asuh endemik kepada SLTP, SLTA dan SLB di wilayah Medan dan sekitarnya. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka peringatan Hari Menanam Pohon Indonesia 2021 yang jatuh pada setiap tanggal 28 Nopember.

“Dalam momen ini, KSI juga meluncurkan program gerakan One Man One Tree ‘Ayo Tanam dan Tumbuhkan!’ Dengan maksud “agar masyarakat tidak hanya menanam namun juga dapat menumbuhkan pohon dengan merawatnya, sehingga pohon-pohon dapat tumbuh dan dapat memberikan banyak manfaat bagi makhluk hidup di bumi,” kata Dewi Natadiningrat (founder KSI).

Bersamaan dengan kegiatan tersebut, lokasi penanaman diresmikan menjadi Taman Mangrove Munawar dimana taman ini menjadi taman edukasi sekaligus tempat pembibitan mangrove. (rel)

Tangani Banjir Kota Medan, Bobby Minta Bantuan Investor

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Medan Bobby Nasution meminta para investor untuk membantu penanganan banjir di Kota Medan. Hal ini dikatakan Bobby saat membuka Medan Business & Investment Forum yang diselenggarakan IJBNet (Indonesia-Japan Business Network) di Universitas Sari Mutiara, Senin (29/11).

GENANGAN BANJIR: Kendaraan melintasi genangan banjir di pintu keluar tol Amplas, Medan, beberapa waktu lalu.

Forum yang membahas masalah peluang investasi di Kota Medan ini, turut dihadiri Konjen Jepang di Medan Takonai Susumu, Ketua DPD IJBNet Sumut Parlindungan Purba, serta turut mengikuti secara virtual Ketua Umum IJBNet Suyoto Rais dan Ketua Dewan Penasehat IJBNet Sanny Iskandar.

Dikatakan Bobby, terdapat 14 potensi investasi yang bisa dilakukan di Kota Medan, termasuk di antaranya merevitalisasi Danau Siombak di Kecamatan Medan Marelan.”Saya berharap peluang investasi di Medan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh investor yang berminat. Terkhusus untuk penyelesaian masalah banjir, investor bisa masuk ke Danau Siombak,” ucap Bobby.

Dijelaskan Bobby, adapun 14 peluang investasi yang ditawarkan Pemko Medan yakni Convention centre, Waterfront City, Pusat Kampung Ekonomi Kreatif, Kawasan Industri Belawan dan Seruai, Kebun Binatang Medan, Pengelolaan Sampah, Transportasi Ramah Lingkungan, Mal Pelayanan Publik, Rumah Sakit Pirngadi, Warenhuis dan Jalan Hindu, Revitalisasi Taman Lili Suheri, Gedung Parkir Modern, Smart City, Utility.

Bobby berharap, forum seminar business dapat diperbanyak untuk mengembangkan potensi ekonomi. Hal ini menurutnya sangat baik, sebab investasi di masa pandemi sangat penting untuk membangkitkan perekonomian.”Ini juga yang menjadi fokus kami dalam memperbaiki perekonomian di kota Medan bagaimana kita dapat mengundang investor ke Kota Medan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Bobby juga menyampaikan gambaran secara umum profil Kota Medan yang dapat menjadi peluang investasi bagi perusahaan Jepang.”Oleh sebab itu melalui forum ini diharapkan dapat dilanjutkan dengan kegiatan investasi di kota Medan sehingga tidak hanya menjadi forum dibelakang meja saja,” tandasnya.

Sementara itu, Konjen Jepang di Medan Takonai Susumu, juga turut mengapresiasi forum bisnis ini. Dikatakanya, perusahaan Jepang bertahun-tahun menggelar bisnis di Indonesia dengan nilai investasi yang cukup besar dan menyerap banyak tenaga kerja di Indonesia. Dengan demikian, perusahaan jepang telah berkontribusi mendukung perekonomian maupun pemberdayaan masyarakat di Indonesia.”Saya berharap hubungan ekonomi yang telah terjalin selama ini cukup erat dapat terus dikembangkan,” sebutnya.

Sebelumnya, Ketua DPD IJBNet, Parlindungan Purba menjelaskan forum bisnis ini digelar untuk menindaklanjuti dari dukungan IJBNet terhadap Wali Kota Medan yang ingin memajukan ekonomi di Kota Medan. Oleh sebab itu, diharapkan kegiatan ini dapat digelar secara berkesinambungan.”Kami berharap, forum ini dapat bermanfaat untuk mendorong perekonomian di Kota Medan melalui investasi,” pungkasnya. (map/ila)

Buntut Ucapan Junimart Girsang, MPW PP Sumut Gelar Unjuk Rasa

KETERANGAN: Perwakilan MPW PP Sumut saat memberikan keterangan pers di DPRD Sumut di sela-sela unjukrasa di depan Gedung DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol, Senin (29/11) siang.BAGUS/Sumut Pos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Puluhan massa dari MPW PP Sumatera Utara menggelar unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut di jalan Imam Bonjol, Kota Medan, Senin (29/11) siang. Unjuk rasa ini, buntut dari ucapan anggota DPR RI, Junimart Girsang meminta Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) PP dibubarkan.

KETERANGAN: Perwakilan MPW PP Sumut saat memberikan keterangan pers di DPRD Sumut di sela-sela unjukrasa di depan Gedung DPRD Sumut di Jalan Imam Bonjol, Senin (29/11) siang.BAGUS/Sumut Pos.

Tiba beberapa di gedung DPRD Sumut, puluhan anggota MPW PP Sumut langsung disambut dan diterima oleh Wakil Ketua DPRD Sumut, Irham Buawan Nasution dan Arun Mustafa. Puluhan anggota PP itu, langsung diterima di ruangan Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Sumut. Dalam pertemuan perwakilan pendemo menyampaikan tuntutan mereka agar kasus Wakil Ketua Komisi II DPR RI Junimart Girsang ditindaklanjuti dan disampaikan kepada DPR RI.

“Kami datang kesini meminta agar kasus Junimart ditindak lanjuti oleh DPRD Sumut,” kata Sekertaris MPW PP Sumut, Alim Madhy SH kepada wartawan di gedung DPRD Sumut, kemarin siang.

Massa menilai apa diucapkan oleh Politisi Partai PDIP itu, melukai hati seluruh kader PP beberapa waktu lalu dengan mengatakan agar organisasi berbaju orange tersebut di bubarkan.

Alim mengungakapkan aksi mereka lakukan lebih Arif dan kondusif. Sehingga pendemo menyampaikan tuntutan secara tertulis untuk ditindaklanjuti oleh DPR RI. “Bahkan kami telah menyerahkan surat resmi agar surat ini kami harapkan bisa sampai ke DPR RI,” sebut Alim.

Dengan alasan pandemi COVID-19, Alim menjelaskan hanya mengerahkan massa dengan jumlah puluhan. Dengan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.”Jadi kami hanya melakukan aksi damai seperti ini. Kami dari Majelis Pimpinan Wilayah (MPW) PP Sumut meminta agar Junimart segera meminta maaf baik di media cetak, elektronik dan online secara terbuka. Kalau tidak ada permintaan maaf akan kita kaji ulang,” kata Alim.

Hingga saat ini, Alim menjelaskan bahwa Junimart sampai saat ini, belum ada memiliki etika baik untuk meminta maaf secara terbuka di publik.”Tidak ada, belum ada permohonan maaf itu. Maka kita meminta maaf secara khusus meminta maafnya kepada organisasi PP. Jadi bukan hanya meminta begitu saja,” tandas Alim.

Diberitakan sebelumnya, perseteruan Pemuda Pancasila dengan Junimart berawal dari insiden bentrokan pada Jumat, 19 November 2021. Ketika itu, Pemuda Pancasila terlibat bentrokan dengan Forum Betawi Rempug (FBR), yang berakibat terhadap kerusakan sejumlah posko. Puncaknya, Pemuda Pancasila menggelar demo di depan Gedung MPR/DPR pada Kamis 25 November 2021.(gus/ila)

Kanker Paru Intai Perokok, Sering Datang ke Dokter saat Sudah Stadium Lanjut

ILUSTRASI: Seorang dokter menunjukkan hasil rontgen paru-parunya yang terkena kanker paru.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Bagi perokok harap berhati-hati karena bisa terkena penyakit kanker paru. Kebiasaan buruk merokok paling banyak yang menimbulkan kanker paru. Menurut dokter spesialis paru yang bertugas di RSUP H Adam Malik, dr Ade Rahmaini MKed(Paru) SpP(K), secara definisi kanker paru adalah kanker yang berasal dari jaringan epitel bronkus (saluran napas) yang tidak normal akibat sel tumbuh tidak terkontrol dan akhirnya menyebar ke tempat lain.

ILUSTRASI: Seorang dokter menunjukkan hasil rontgen paru-parunya yang terkena kanker paru.

“Faktor risiko terjadinya kanker paru disebabkan kebiasaan merokok, baik perokok aktif atau first hand smoker, second hand smoker (perokok pasif). Kemudian third hand smoker (yang kena dari ruangan yang terpapar asap rokok), fourth hand smoker (paparan dari ibu hamil perokok ke janinnya),” ungkap Ade baru-baru ini.

Dikatakannya, kebiasaan buruk merokok paling banyak yang menimbulkan kanker paru. Namun, selain itu bisa juga dari faktor genetik Misalnya, ada riwayat keluarga yang terkena kanker, dan paling sering ditemukan pada kanker paru usia muda. “Tanda gejala kanker paru itu hampir sama dengan gejala respirasi pada penyakit paru lainnya. Gejalanya bisa ada batuk ataupun batuk darah, sesak napas maupun nyeri dada,” jelas Ade.

Dia menyebutkan, ada juga gejala lain dari penyakit paru seperti keluhan sakit menelan, ataupun sampai ke nyeri kepala (jika sampai ke otak). “Terkadang gejala seperti batuk saja untuk para perokok, maka akan menganggap batuknya adalah batuk biasa karena merokok. Padahal, mungkin itu adalah gejala awalnya namun tidak ada yang mau memeriksakan detail kesehatannya hanya dengan keluhan batuk ringan,” sebutnya.

Karena itu, lanjut Ade, pasien kanker paru dengan gejala yang sudah berat seringkali datang ke rumah sakit. Bahkan, kanker paru yang ditemukan seringnya sudah stadium lanjut. Artinya, sudah ada penyebaran ke organ lain. “Tingginya penyakit kanker paru di Indonesia membuat negeri ini berada di nomor 3 untuk kasus kanker paru di seluruh negara. Bahkan Indonesia peringkat ke 3 pada seluruh jenis kelamin,” ujarnya.

Ade menuturkan, kanker paru tidak hanya diderita kaum pria tetapi wanita juga bisa. “Wanita yang terkena paparan asap rokok bisa terkena kanker paru. Makanya, pria yang merokok harus tahu ini dan sadar diri,” tuturnya.

Untuk mengantisipasi agar terhindar dari kanker paru, Ade menyarankan agar berperilaku hidup sehat, berhenti merokok, olahraga teratur, dan nutrisi makanan yang cukup gizinya. “Itu semua bisa mencegah terjadinya kanker paru. Selain itu, ada baiknya pemeriksaan kesehatan minimal setahun sekali untuk screening kanker paru,” sarannya.

Ade menambahkan, pengobatan untuk kanker paru tergantung jenis kankernya. Pilihannya bisa kemoterapi dengan obatan yang masuk dari infus, target terapi (makan obat tablet saja sepanjang hidupnya), operasi (tindakan bedah) masih bisa jikalau stadium masih di awal (I atau II). Di samping itu, pengobatan dengan imunoterapi juga mulai dikembangkan untuk kanker paru. (ris/ila)

Omicron Belum Ada di Sumut

MEDAN, SUMUTPOS.CO – KEPALA Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Dinkas Sumut) drg Ismail Lubis melalui Sekretaris Dinkes Sumut dr Aris Yudhariansyah menyatakan, sejauh ini varian Omicron belum ada ditemukan di Sumut. “Sampai sejauh ini virus corona jenis itu (Omicron) belum ada kita temukan,” ujarnya, Senin (29/11).

Menurut Aris, varian baru virus corona terus bermunculan. Diantaranya, varian Delta Plus AY.4.2, varian Mu, varian Covid-19 India atau B.1.617 dan sebagainya. “Varian baru Covid-19 ada terus, virus corona ini terus bermutasi. Seingat saya, ada varian baru ditemukan di Afrika Selatan (Omicron), dan beberapa negara lain. Jadi, yang namanya virus itu tetap bermutasi,” katanya.

Aris mengimbau, kepada masyarakat agar terus mewaspadai penularan Covid-19 dengan tetap konsisten menerapkan protokol kesehatan (prokes) dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Selalu gunakan masker, rajin mencuci tangan pakai sabun atau hand sanitizer, menjaga jarak, hindari kerumunan dan kurangi mobilitas. Di samping itu, juga mengikuti vaksinasi Covid-19. “Walau angka kasus aktif Covid-19 di Sumut telah jauh menurun, disiplin menjalankan prokes harus tetap dilakukan dan juga mengikuti vaksinasi bagi yang belum. Jangan sedikitpun lengah dengan prokes,” tegasnya.

Terpisah, berdasarkan data yang disampaikan Kemenkes RI pada Senin ini, Sumut kembali disebutkan menambah 6 kasus konfirmasi positif baru, sehingga akumulasinya menjadi 106.032 orang dari sebelumnya 106.026 orang. Sedangkan kasus sembuh bertambah 5 kasus menjadi 103.032 orang dari sebelumnya 103.027 orang. Kemudian, untuk kasus kematian tetap bertahan di angka 2.889 orang. Karena itu, dari data tersebut, maka kasus aktif Covid-19 Sumut kini menjadi 111 orang.

Untuk diketahui, dikonfirmasi jumlah kasus baru Covid-19 meningkat drastis di Afrika Selatan dalam beberapa pekan terakhir, dan ini bersamaan dengan penemuan varian Omicron. Selain itu, WHO mengatakan, varian baru tersebut memiliki jumlah besar mutasi. Bukti menunjukkan, varian Omicron meningkatkan risiko reinfeksi jika dibandingkan dengan varian lain. Varian baru ini ditemukan di sejumlah negara, mulai dari Afrika Selatan hingga Prancis.

“Varian baru ini memang sudah dideteksi dalam beberapa minggu ke belakang. Dari laporan yang sudah ada itu ditemukan pertama kali di Botswana,” ungkap Guru Besar Ilmu Mikrobiologi Klinik Prof Amin Soebandrio.

“Kalau kita lihat, di Botswana itu kasusnya sedang menurun. Sedangkan di Afrika Selatan sedang naik. Karena biasanya, varian baru itu muncul pada awal timbulnya puncak, mulai dari pertama, kedua dan ketiga. Tapi di Botswana ini justru munculnya di akhir,” lanjutnya.

Meski demikian, Prof Amin mengatakan varian baru ini dilaporkan belum masuk dan terdeteksi di Indonesia. “Saya sudah cek belum ada varian baru ini yang masuk ke Indonesia,” tegasnya.

Walau belum terdeteksi di Indonesia, Prof Amin mengatakan pemerintah perlu lakukan antisipasi guna mencegah penularan varian baru tersebut. “Saya kira langkah yang diambil Pemerintah sudah tepat ya. Artinya kita mencegah jangan sampai ada virus tersebut yang terbawa dari orang luar negeri. Jadi, buat mereka yang datang ke sini harus dilakukan screening secara lebih ketat. Itu sebabnya masa karantina perlu diperpanjang, dan beberapa prosedur PCR juga diperkuat,” pungkasnya. (ris)

Pengelolaan Bandara Kualanamu Libatkan GMR, KPPU: Masih Wajar

DEPAN: Bandara Internasional Kualanamu tampak dari depan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) belum melihat persaingan usaha tidak sehat dalam kerja sama atau mitra strategis pengembangan Bandara Kualanamu Internasional (KNIA) yang dilakukan PT Angkasa Pura Aviasi dengan GMR Airport Consortium, perusahaan asal India.

DEPAN: Bandara Internasional Kualanamu tampak dari depan.

“KPPU melihatnya, kerjasama itu tidak ada kaitan dengan persaingan usaha Masih wajar kita melihatnya,” kata Kepala KPPU Kanwil I, Ridho Pamungkas kepada wartawan di Kantor KPPU Kanwil I di Kota Medan, Senin (29/11) sore.

Ridho melihat, kerjasama itu bertujuan untuk menarik investor, terutama investor membawa dana segar ke Indonesia dan juga pengembangan bandara pengganti Bandara Polonia Medan itu. “Namun, akan kita lihat. Pihak swasta diberikan kewenangan, inikan konsesi mengelola bandara itu. Kita tidak ada pilihan lain,” sebut Ridho.

Namun ia menegaskan, dalam pengelolaan bersama antara PT Angkasa Pura Aviasi dan GMR Airport Consortium, ke depannya tetap dalam pengawasan KPPU, jangan sampai terjadi monopoli dalam menjalani usahanya. “Memiliki potensi praktek monopoli. Ini yang coba kita awasi,” tegasnya.

Ridho mengingatkan, jangan sampai terjadi monopoli pihak GMR membawa anak perusahaan untuk mengelola Bandara Kualanamu di sisi lain, seperti di bagian cargo atau pelayanan yang lainnya. “Belum, bisa saja pengawasan kita lakukan, menaikkan harga cargo (Bandara Kualanamu) dan anak perusahaan yang akan menguasai gudang-gudangnya,” ucap Ridho.

Ridho mengatakan, hingga kini belum ada menerima laporan terhadap kerjasama tersebut. Ia mengungkapkan, KPPU melihat mitra strategis itu masih bisnis to bisnis.

Ridho menambahkan pihaknya juga akan mendalami proses perjanjian kerjasama pengelolaan Bandara Kualanamu tersebut. Sudah sesuai dengan prosedur atau tidak. “Akan kita dalami, apakah mereka sudah melakukan pemilihan atau tidak. (Tapi) belum ada mengarahkan (persaingan tidak sehat) ke pelaku usaha,” pungkas Ridho.

Sebelumnya, Direktur PT Angkasa Pura Aviasi, Haris menjelaskan, tidak ada penjualan aset Bandara Kualanamu kepada pihak asing. Melainkan kerjasama atau mitra strategis pengembangan dan operasi bandara tersebut bersama GMR Airport Consortium.

Dengan kerjasama ini, Haris mengatakan ada tujuan dan harapan yang akan dibangun. Yang mana, akan menjadi Bandara Kualanamu menjadi HUB Internasional di Asia Tenggara ini. “Makanya kita membutuhkan kerjasama dengan GMR Airport yang nanti bisa membawa traffic ke Bandara Kualanamu khususnya penerbangan internasional,” ucap Haris.

Dalam mitra strategis ini, Haris menyebutkan bahwa GMR akan masuk ke dalam kepemilikan saham PT Angkasa Pura Aviasi dengan kepemilikan saham 49 persen. “Jadi, bukan Bandara Kualanamu, Bandara Kualanamu merupakan aset PT Angkasa Pura II,” tutur Haris.

Haris menejelaskan dalam hal ini, PT Angkasa Pura tidak pernah melepas atau menjual aset Bandara Kualanamu. Karena, aset tersebut miliki negara dan harus dijaga. “Jadi bukan PT Angkasa Pura II-nya melepas saham. Tapi anak PT Angkasa Pura II-nya (PT Angkasa Pura Aviasi),” sebut Haris.

Kemudian, Haris menegaskan tidak ada peralihan aset Bandara Kualanamu kepada GMR. Namun, dikelola bersama-sama untuk kedepannya dengan alasan demi kemajuan lebih baik lagi. “Saya bisa tegaskan dan jaminan bahwa tidak ada aset yang berpindah semua masih aset Milik PT AP II,” kata Haris.

Kemudian, PT AP II masih memperoleh pendapatan dari deviden. Haris mengungkapkan Inilah menjadi tujuan utama pihaknya karena sekarang kalau dilihat total dari bandara di Indonesia, marketnya masih kepada domestik. “Jadi sekarang bagaimana itu mentransfer Bandara Internasional dan domestiknya. Kami harap bapak-bapak semua untuk bisa meluruskan pemberitaan di media, bahwa tidak ada penjualan aset,” jelas Haris.(gus)

Sriwijaya FC vs PSMS: Demi Gengsi

GENGSI: Rahmad Hidayat cs siap mempertahankan gengsi saat menghadapi Sriwijaya FC, Selasa (30/11) sore ini.

MESKIPUN sudah memastikan lolos ke babak delapan besar, PSMS Medan bakal tetap serius saat melawan Sriwijaya FC pada pertandingan terakhir Grup A Liga 2 musim ini di Stadion Kaharuddin Nasution, Selasa (30/11) malam ini. Kedua tim berjuang untuk menjaga gengsi.

GENGSI: Rahmad Hidayat cs siap mempertahankan gengsi saat menghadapi Sriwijaya FC, Selasa (30/11) sore ini.

Sriwijaya FC saat ini memimpin klasemen Grup A dengan 20 angka dari sembilan laga. PSMS berada di posisi kedua dengan 16 angka dari sembilan laga. Dengan posisi tersebut, hasil pertandingan ini sebenarnya tidak berpengaruh lagi. PSMS dipastikan lolos sebagai runner-up Grup A. Meskipun meraih kemenangan di laga ini, Ayam Kinantan tidak mungkin lagi mengejar raihan poin Sriwijaya FC.

Pelatih PSMS Ansyari Lubis mengakui hasil pertandingan ini tidak berpengaruh lagi dengan posisi kedua tim. Namun, timnya tetap bermain serius dan membidik kemenangan demi gengsi.

“Yang pasti, Kita akan bermain dengan karakter PSMS. Kita sudah berbicara dengan pemain. Ini merupakan pertandingan terakhir di penyisihan grup dan kita ingin mengakhirinya dengan manis,” ujar Ansyari Lubis pada konferensi pers virtual, Senin (29/11).

Ansyari Lubis memberi sinyal akan melakukan rotasi pada pertandingan ini. Namun, dia tidak merinci siapa saja pemain yang akan diturunkan. “Siapapun pemain yang diturunkan, kita berharap mereka bisa berjuang bersama-sama,” ungkapnya. Pelatih yang disapa Uwak ini juga mengakui Sriwijaya merupakan tim kuat. Mereka memiliki pemain dan pelatih bagus. “Sriwijaya juga pasti akan membidik kemenangan. Pertandingan ini pasti akan berjalan menarik,” tegasnya.

Hal sama juga dikatakan kubu Sriwijaya FC. Meskipun laga ini sebatas formalitas, Wong Kito tetap memasang target menang. Pelatih Sriwijaya FC Nil Maizar ingin mengakhiri babak penyisihan grup ini dengan happy ending. “Kita tetap bermain sabar, tenang dan terus mengalirkan bola. Kita juga sudah tentukan taktikal dan strategi lawan PSMS Medan, semoga saja kita bisa mencapai hasil maksimal,” ujar Nil Maizar.

Nil Maizar juga diperkirakan melakukan rotasi. Pemain yang jarang tampil, kemungkinan bakal jadi starter. Tapi, itu tidak akan mempengaruhi kualitas pertandingan ini. Nil menegaskan, Sriwijaya FC siap meredam karakter permainan PSMS. “PSMS terkenal dengan ciri khasnya. Tapi kita juga memiliki ciri khas. Pertandingan ini pasti akan berjalan sengit,” pungkasnya. (dek)