BINCANG: Wali Kota Binjai Amir Hamzah, saat berbincang dengan Pimpinan BSI Regional 2 Medan Kemas Erwan Husainy di Rumah Dinas Wali Kota Binjai, Rabu (27/10).TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
BINJAI, SUMUTPOS.CO – Wali Kota Binjai H Amir Hamzah, menerima audiensi dari PT Bank Syariah Indonesia (BSI) di Rumah Dinas Wali Kota Binjai, Jalan Veteran Binjai, Rabu (27/10).
BINCANG: Wali Kota Binjai Amir Hamzah, saat berbincang dengan Pimpinan BSI Regional 2 Medan Kemas Erwan Husainy di Rumah Dinas Wali Kota Binjai, Rabu (27/10).TEDDY AKBARI/SUMUT POS.
Pimpinan BSI Regional 2 Medan, Kemas Erwan Husainy, mengucapkan terima kasih atas penyambutan yang hangat guna menjalin komunikasi dan keja sama dengan Pemko Binjai. Dia juga membahas produk-produk BSI, yakni BSI Smart Cash Managenent, Edupay, BPI Host to Host, dan Katalis.
“Kunjungan silaturahim ini, semoga menjadi harapan kami ke Pemko Binjai di bawah kepemimpinan Pak Amir Hamzah, agar bisa mendukung kami, sehingga perbankan syariah di Binjai bisa meningkat,” ungkap Kemas.
Sementara itu, Wali Kota Binjai menyambut baik kunjungan ini, dan mendukung segala bentuk kegiatan ataupun produk dari BSI. Amir berharap, ke depan keberadaan BSI bisa membantu masyarakat dan mendukung upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Saya harap dengan makin banyaknya pilihan produk syariah yang ditawarkan BSI, dapat mempermudah masyarakat dalam mengelola pendapatan sesuai dengan syariat Islam,” harapnya.
Amir menyampaikan, agar menyisihkan tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) untuk membangun Kota Binjai.
“Insya Allah, PAD Binjai diharapkan meningkat,” pungkasnya. (ted/saz)
MEDAN, SUMUTPOS.CO- Mendukung pemerintah dalam program percepatan vaksin pelajar, Yayasan Nurul Islam Indonesia Baru bekerja sama dengan UPT Puskesmas Sukaramai menggelar vaksinasi Covid-19 untuk siswa di lokasi sekolah, Jalan Megawati/Halat Ujung Nomor 20B, Medan Area, Kamis (28/10/2021). Sebelum menerima vaksin, para siswa terlebih dahulu memberikan dokumen, surat pernyataan orangtua, dan mengikuti screening awal.
“Selain mendukung program pemerintah, vaksinasi ini juga dimaksudkan untuk mensukseskan pembelajaran tatap muka terbatas (PTMT) sebagaimana instruksi Wali Kota Medan Bobby Nasution, hanya pelajar yang sudah divaksin yang boleh ikut PTMT,” kata Taufik P Pasaribu, Sekretaris Yayasan Nurul Islam Indonesia Baru, kepada SumutPos.co di lokasi kegiatan.
Taufik juga mengatakan, selama vaksinasi, protokol kesehatan tetap diterapkan dengan sangat baik. “Saya senang sekali para siswa sangat antusias mengikuti vaksin ini. Dengan banyaknya siswa di Yayasan Nurul Islam Indonesia ini yang sudah divaksin, maka proses belajar mengajar secara tatap muka dapat dilaksanakan,” ujarnya.
Taufik pun bersyukur, kegiatan tersebut dapat terselenggara dengan baik dan berjalan dengan lancar. “Kami juga lega, karena para guru dan semua pegawai di yayasan ini juga sudah divaksin,” katanya.
Bagi siswa yang belum divaksin, Taufik pun berharap pada gelombang berikutnya dapat mengikuti kegiatan vaksinasi yang dilaksanakan, baik oleh Yayasan NII maupun di Puskesmas terdekat di tempat tinggal masing-masing siswa. “Karena vaksinasi ini sangat penting untuk menciptakan herd Immunity sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya. (adz)
LAUNCHING: Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin saat melaunching Langkat Siaga 112 dari kediaman pribadinya di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Kamis (27/10).
LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Langkat Siaga 112 sudah bisa diakses masyarakat Kabupaten Langkat, beroperasi 24 jam, dan bebas pulsa. Layanan ini diresmikan (launching) Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin dari kediaman pribadinya di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Kamis (27/10).
LAUNCHING: Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin-angin saat melaunching Langkat Siaga 112 dari kediaman pribadinya di Desa Raja Tengah, Kecamatan Kuala, Kabupaten Langkat, Kamis (27/10).
Saat melaunching layanan ini, Rencana didampingi Kepala Dinas Kominfo Syahmadi. Diikuti Asisten 2 Ekbang Hermasyah, jajaran Dinas Kominfo, serta instansi terkait lainnya secara virtual, dari LCC Kantor Bupati Langkat, Stabat. Termasuk Koordinator Infrastruktur Keperluan Khusus Pitalebar Ditjen PPI Kementerian Kominfo Harapan Takaryawan, dan Jasa Penyediaan Layanan Call Center 112 (Jasnita) Welly Kosasih, mengikutinya secara virtual.
Dalam kesempatan itu, Rencana mengatakan, Langkat Siaga 112 adalah inovasi untuk mengoptimalkan layanan masyarakat dalam menangani situasi keadaan gawat darurat.
“Langkat Siaga 112 ini semoga dapat dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” harap Rencana.
Selanjutnya, Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Langkat, Syahmadi menjelaskan, Langkat Siaga 112 dapat diakses masyarakat selama 24 jam. Hanya dengan menelepon, maka aduan masyarakat akan direspon dan ditangani secara cepat oleh instansi terkait. Maka dari itu, masyarakat diharapkan dapat menggunakan layanan ini secara bijak dan sesuai peruntukannya.
“Jangan menggunakan layanan ini hanya untuk iseng, karena ada sanksi hukum yang berlaku, bagi pengguna yang dengan sengaja membuat laporan palsu. Kami akan tindak tegas pelaku tersebut, bekerja sama dengan pihak Kepolisian,” tegasnya.
Dia juga menjelaskan, layanan ini terintegrasi melalui aplikasi dengan instansi terkait, demi memudahkan koordinasi dalam penanganan setiap kejadian yang bersifat darurat.
“Langkat Siaga 112 aktif 24 jam penuh. Masyarakat dapat melaporkan kejadian kebakaran atau lainnya, secara mudah dan cepat, dan biayanya gratis,” jelas Syahmadi lagi.
Sementara itu, Harapan dan Welly menyampaikan hal senada. Mereka memberikan apresiasi serta mengakui layanan tersebut merupakan sebuah terobosan yang baik untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.
Launching ini juga ditandai dengan penyerahan secara simbolis Sertifikat Penyelenggaraan Layanan Nomor Tunggal Panggilan Darurat (NTPD) Call Center 112 di wilayah Kabupaten Langkat kepada Pemkab Langkat di Langkat Command Center. (rel/saz)
SUMUTPOS.CO – PSMS Medan akan mengakhiri putaran pertama penyisihan Grup A Liga 2 musim ini dengan menghadapi Sriwijaya FC di Stadion Jakabaring, Palembang, Kamis (28/10) malam. Ayam Kinantan harus menang untuk menjaga peluang lolos.
Saat ini PSMS berada di posisi ketiga klasemen sementara Grup A. Mereka mengoleksi lima angka dari empat laga. Ayam Kinantan tertinggal tujuh angka dari pemuncak klasemen Sriwijaya FC. Dan, hanya unggul selisih gol dari Semen Padang di posisi kelima.
Dengan posisi tersebut PSMS bakal tergusur jika gagal mengalahkan Sriwijaya FC. Semen Padang bakal melakukan kudeta, yang pada laga terakhir akan menghadapi Tiga Naga.
Pelatih PSMS, Ansyari Lubis sadar dengan posisi tersebut. Untuk itu, dia membidik kemenangan dari Sriwijaya FC. “Besok (hari ini, red), kita akan menghadapi tim pemuncak klasemen, Sriwijaya FC. Yang pasti kita semuanya sudah siap untuk menghadapi Sriwijaya. Dan pemain semuanya sudah punya satu tekad untuk bisa bermain baik dan mudah-mudahan mendapatkan hasil yang terbaik,” ungkap Ansyari Lubis dalam konfrensi pers virtual, Rabu (27/10).
Pelatih yang akrab dipanggil Uwak ini mengakui, laga melawan Sriwijaya tidak akan mudah. Apalagi Laskar Wong Kito, julukan Sriwijaya FC mencatatkan rekor sempurna dalam empat pertandingan yang sudah dilalui. “Sriwijaya adalah tim bagus. Mereka memiliki pemain dan pelatih bagus. Mereka juga akan bermain di kandang sendiri. Tetapi dalam sepakbola segala sesuatu bisa saja terjadi. Pemain sudah tahu apa yang akan dilakukan besok (hari ini, red),” ungkap Uwak.
Uwak mengaku telah melakukan evaluasi dari kekalahan melawan PSPS Riau. Keseimbangan tim menjadi skala prioritas yang akan dilakukan pada laga penting menghadapi Sriwijaya FC.
“Kita sudah mengevaluasi hasil pertandingan lawan PSPS. Kita kebobolan dari counter attack lawan. Ini harus diperbaiki pada pertandingan ini. Permainan dalam sepak bola bukan hanya menyerang, tapi juga bertahan. Keseimbangan tim itu adalah hal yang utama,” tegas Uwak.
PSMS juga bakal melakukan rotasi pemain pada laga ini. Namun, Uwak enggan mengungkapkan pemain yang akan dicadangkan. “Kita lihat bagaimana kondisi terakhir pemain, siapa yang paling siap, maka dia akan turun,” tegasnya.
Sementara Sriwijaya FC tidak mau mengalah. Mereka tetap membidik kemenangan dari laga ini, sekaligus sapu bersih putaran pertama. “Ini merupakan pertandingan seru. Kita juga membidik kemenangan sebelum melakoni putaran kedua,” ujar pelatih Sriwijaya FC, Nil Maizar pada konfrensi pers virtual.
Nil Maizar mengaku mengantisipasi kebangkitan PSMS setelah dikalahkan PSPS. Untuk itu, dia akan menginstruksikan pemainnya agar bermain ngotot dari awal laga. “Sepak bola tidak bisa diprediksi. Meski kita berada di puncak klasemen, tapi bukan jaminan untuk menang. Kita mengantisipasi kebangkitan PSMS,” tegas pelatih asal Padang itu. (dek)
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) Covid-19 di rumah sakit kawasan Sumatera Utara (Sumut) turun drastis selama bulan Oktober 2021 (tanggal 1-26, red). Berdasarkan data Dinas Kesehatan Sumut, saat ini angka BOR Isolasi 1,82 persen dan BOR ICU 3,64 persen.
Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dr Nelly Fitriani menyebutkan, grafik penurunan angka BOR Covid-19 Sumut sangat signifikann
Bahkan, setiap hari grafiknya terus turun. “BOR Isolasi pada 1 Oktober di angka 6,13, selanjutnya terus turun hingga tanggal 26 Oktober tercatat 1,82 persen. Begitu juga BOR ICU, pada 1 Oktober di angka 11,78 persen. Kemudian turun hingga ke angka 3,64 persen,” sebut Nelly, Rabu (27/10).
Nelly melanjutkan, penurunan grafik BOR Covid-19 juga terjadi di Kota Medan. Saat ini, angkanya terdata 2,76 persen untuk BOR Isolasi dan 5,63 persen BOR ICU. “Kalau Kota Medan, BOR Isolasi turun dari 8,05 persen menjadi 2,76 persen. Sedangkan BOR ICU turun dari 15,3 persen menjadi 5,63 persen,” bebernya.
Menurut dia, menurunnya angka BOR Covid-19 baik Sumut maupun Medan salah satunya karena tingkat kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes). Masyarakat mulai disiplin menerapkannya dalam setiap aktivitas kehidupan sehari-hari.
“Memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan sudah menjadi budaya di masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Ini harus terus dijaga dan pemerintah pun juga terus mengingatkan serta mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mematuhi prokes,” tandasnya.
Sementara itu, berdasarkan update data dari Kemenkes, Provinsi Sumut memperoleh penambahan 12 kasus positif baru menjadi 105.783 orang. Kemudian untuk kasus sembuh, bertambah 57 kasus menjadi 102.423 orang.
Sedangkan untuk kasus kematian, masih tetap bertahan di angka 2.882 orang. Oleh karena itu, berdasarkan dara tersebut maka kasus aktif atau jumlah penderita Covid-19 Sumut turun menjadi 478 dari hari sebelumnya 523 orang. (ris)
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Cuti bersama Natal dan tahun baru pada tahun ini telah resmi ditiadakan. Dengan demikian, tidak ada libur pada tanggal 24 Desember seperti tahun-tahun sebelumnya.
Muhadjir Effendy.
Dihapusnya cuti bersama Natal tertuang Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi yakni SKB Tiga Menteri Nomor 712 Tahun 2021, Nomor 1 Tahun 2021, serta Nomor 3 Tahun 2021 tentang Hari libur Nasional dan Cuti Bersama 2021.
Pada 18 Juni 2021, Menko PMK Muhadjir Effendy pernah menjelaskan isi dari SKB 3 Menteri yang isinya cuti bersama Natal dihapus. Sejalan dengan itu, pemerintah menggeser dua hari libur nasional. “Pemerintah memutuskan mengubah dua hari libur nasional dan meniadakan satu hari libur cuti bersama,” ucapnya dalam keterangan resmi, Rabu (27/10).
Muhadjir juga mengatakan, pada libur akhir tahun, pengetatan dan pengawasan protokol kesehatan di sejumlah destinasi mutlak dilakukan. Utamanya ada tiga tempat, yakni di gereja pada saat perayaan Natal, di tempat perbelanjaan dan destinasi wisata lokal. “Disamping membatasi jumlah, juga pengawasan terhadap kepatuhan terhadap protokol kesehatan dalam rangka pencegahan Covid-19,” ucap dia.
Menko PMK juga meminta agar pemanfaatan aplikasi PeduliLindungi lebih dimaksimalkan di tempat-tempat umum. Hal itu penting untuk melakukan pengawasan dan tracing pada masyarakat. Dengan sejumlah kebijakan itu, dia berharap berputarnya roda perekonomian tidak terganggu, serta aktivitas masyarakat tetap bisa berjalan sebagaimana mestinya.
“Yang harus kita pertimbangkan betul, bagaimanapun ketatnya, konservatifnya kita menerapkan berbagai macam ketentuan dalam rangka menghambat dan mencegah penularan Covid-19, tetapi ekonomi kita harus tetap bergerak,” tuturnya.
Kementerian Pariwisata dan Eknomi Kreatif (Kemenparekraf) pun diminta untuk memastikan destinasi wisata lokal tetap berjalan. Lalu, kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag), ia meminta agar supply bahan pokok tetap terjaga pada akhir tahun. “Masyarakat kita juga harus terjamin keleluasaan. Tidak menciptakan kepanikan, juga tidak menimbulkan energi negatif yang kemudian punya dampak tidak baik dalam kehidupan ekonomi sosial dan masyarakat,” pungkas Menko PMK.
Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Informatika, Johnny G Plate menegaskan, pemerintah akan melakukan tindakan tegas terhadap para pelanggar protokol kesehatan (prokes). Di antaranya pelanggaran dalam implementasi penggunaan Peduli Lindungi. Pelanggaran seperti ini acap kali ditemukan di tempat wisata dan restoran.
“Kami melakukan identifikasi di lapangan dan ditemukan hanya satu orang atau perwakilan dari kelompok yang diharuskan untuk melakukan scanning QR Code agar kapasitas tempat wisata tidak cepat penuh,” ujarnya.
Johnny mengatakan, penggunaan aplikasi PeduliLindungi menjadi aplikasi penting untuk mengendalikan pandemi di tengah peningkatan mobilitas masyarakat. Pemerintah, ujarnya, mendorong agar masyarakat terus menggunakan dan mempromosikan PeduliLindungi. Johnny mengatakan, aplikasi PeduliLindungi telah digunakan sebanyak 121,3 Juta kali.
Di sisi lain, sejumlah bar dan klub malam juga masih beroperasi tanpa memperhatikan protokol kesehatan. Bahkan, di beberapa bar, para pengunjung tidak diperbolehkan untuk mengambil gambar dan video untuk menutupi potensi pelanggaran yang terjadi.
Lebih lanjut dikatakan, pemerintah juga melakukan pengawasan lebih lanjut perlu dilakukan di setiap tempat transit/transportasi. Masih terdapat beberapa rest area dan tempat lain yang tidak memaksa pengunjung untuk melakukan scanning melalui PeduliLindungi. “Pemerintah tidak akan ragu menindak tempat hiburan yang melakukan pelanggaran,” tegasnya.
Disisi lain, Johnny menyampaikan apresiasi terhadap para anggota Asosiasi Pelatih Kebugaran Indonesia (APKI) yang telah menerapkan protokol kesehatan ketat dalam pembukaan kembali area pusat kebugaran, sesuai dengan SE Kemenparekraf.
“Hal ini bisa jadi contoh, bahwa pembukaan ruang publik bisa dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Agar semua pihak bisa terlindungi dari penyebaran COVID-19 secara bersamaan perekonomian dan aktivitas masyarakat tetap bisa berjalan,” ujar Johnny. (jpc/dtc)
Pembersihan: Petugas gabungan melakukan pembersihan material longsor di tikungan PDAM Tirtanadi Sibolangit.istimewa/sumutpos.
MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemprov Sumut dalam waktu dekat membahas kelanjutan rencana pembangunan jalan tol/jalan layang Medan-Berastagi. Menurut Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi, instansi vertikal bakal datang ke Sumut guna menindaklanjuti langkah-langkah strategis untuk mencari solusi atas banyaknya korban yang telah jatuh ketika melintasi ruas dimaksud.
Pembersihan: Petugas gabungan melakukan pembersihan material longsor di tikungan PDAM Tirtanadi Sibolangit.istimewa/sumutpos.
“Besok atau lusa datang ini orangnya. Jadi saya akan rapat mengkaji itu,” katanya menjawab wartawan, di Halaman Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Medan, Rabu (27/10).
Kata Edy, perlu perhitungan matang dan rinci terkait pengembangan jalur Medan-Berastagi yang sudah kian padat serta rawan kecelakaan tersebut. “Ini dalam proses ya. Karena (nanti) dihitung dia jumlah kendaraan yang masuk dengan harga yang dikeluarkan. Inikan harus sinkron,” pungkasnya.
Di tempat yang sama, Bupati Karo Cory S Sebayang mengatakan hal senada. Menurut dia, sedang dilakukan pembahasan intens bersama pemangku kepentingan terkait. Baik rencana pembangunan jalan tol/layang Medan-Berastagi maupun jalur-jalur alternatif menuju objek wisata Kabupaten Karo.
Seperti jalur alternatif via Kabupaten Langkat, sebut dia, itu sudah berjalan selama tahun. “Itu sudah (berjalan). Nanti keluarnya di Binjai,” katanya.
Jalur alternatif lain yakni Seribudolok-Sripadang-Lubukpakam, juga sudah ada namun jalannya cukup jelek. Kemudian jalur via Namorambe, Kecamatan Deli Serdang menuju Kecamatan Barus Jahe. “Untuk jalur itu dua kilometer lagi kita masih menunggu izin Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, karena berada di kawasan hutan lindung,” pungkasnya.
Jalur Medan-Berastagi Sudah Dibuka
Sempat ditutup sementara, jalur Medan-Berastagi kini sudah dibuka kembali. Para pengendara diperbolehkan melintas setelah pembersihan material longsor di tikungan PDAM Tirtanadi Sibolangit telah selesai dilakukan petugas gabungan.
Dirlantas Poldasu, Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda mengatakan, meski sempat ditutup selama 5 jam, mulai pukul 09.00 hingga pukul 13.00 WIB, jalur lalulintas tersebut sudah dibuka kembali untuk umum. “Pembersihan sementara sudah selesai,” ujarnya, Rabu (27/10).
Sementara itu, Satuan Lalulintas (Satlantas) Polrestabes Medan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Deliserdang mulai melakukan penebangan pohon di lokasi bencana longsor di wilayah tersebut, sejak kemarin pagi. Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Sonny W Siregar mengatakan, pohon besar yang sudah berusia ratusan tahun itu ditebang guna menghindari terjadinya longsor susulan yang bisa membahayakan pengguna jalan, agar bisa dilalui kendaraan dari Kabupaten Karo menuju Kota Medan, atau sebaliknya.
“Ternyata bagian bawah pohon yang kita tebang ini sudah lapuk atau keropos dan tinggal menunggu waktu saja. Jika tak ditebang, maka pohonnya pasti akan tumbang dan akan kembali mengenai pengendara yang melintas di lokasi ini,” ungkapnya.
Namun, lanjutnya, yang menjadi kendala saat ini adalah batu yang berada di tebing di sekitar pohon yang sudah tumbang itu, tapi batunya tidak ikut jatuh. “Jadi, batu yang belum jatuh atau tumbang itu akan kita jatuhkan secara manual. Ini masih kita bahas lebih lanjut dengan BPBD Deliserdang dan tim lainnya. Mohon doa dan dukungannya, agar pengerjaan ini cepat selesai dan bisa normal kembali dilalui kendaraan,” ujarnya.
Menurut Sonny, pengerjaan pembersihan material selesai sekitar pukul 13.00 WIB. “Sampai saat ini situasi aman, lancar, terkendali, dan tidak ada permasalahan apapun terkait pembersihan material longsor,” kata Sonny.
Sonny menyebutkan, meski masyarakat sudah boleh melintas, namun pengendara diimbau untuk tetap berhati-hati. Sebab kondisi kontur tanah bekas longsoran masih labil, dan juga masih ada batu yang menggantung. “Masalah batu menggantung sedang dilakukan pengkajian ulang untuk mengatasinya ,” tandas Sonny.
Jembatan Sei Ular Diperbaiki
Sementara, Jembatan Sei Ular atau titi besi yang terletak di Kecamatan Serba Jadi, Kabupaten Serdang Bedagai, yang menghubungkan dengan Kabupaten Deliserdang, akhirnya mulai diperbaiki Pemprov Sumut melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi (BMBK). KUPT Jalan dan Jembatan Medan Dinas BMBK Sumut, Heri Indra Siregar, mengamini perbaikan jembatan menuju Jalan Besar Dolok Masihul tersebut.
Perbaikan jembatan tersebut akan dimulai dari 27 Oktober 2021 sampai 10 November 2021. Selama pengerjaan infrastruktur hampir dua pekan itu pula, jalan pada titik tersebut akan ditutup sementara. “Benar. Untuk perbaikan Jembatan Sei Ular perlu ditutup lalu lintas melintasi jembatan tersebut,” katanya menjawab Sumut Pos, Rabu (27/10).
Ekses perbaikan jembatan, diakuinya membuat lalu lintas akan dialihkan ke jalur alternatif yang telah disepakati dalam rapat sebelumnya. “Jalur alternatif melalui kota Galang tembus nanti lewat (keluar) kantor Camat Serba Jadi, Sergai,” katanya.
Agar pelaksanaan pekerjaan dapat berjalan dengan baik dan lancar, pihaknya telah mohonkan agar aparatur setempat dapat membantu menyosialisasikan kepada masyarakat. Heri menambahkan, perbaikan Jembatan Ular mereka lakukan atas dasar permintaan dari Camat Serbajadi, Sergai tertanggal 28 Juni 2021, perihal laporan kerusakan jembatan dan jalan di wilayah tersebut. “Kami sampaikan bahwa kegiatan perbaikan kerusakan jembatan tersebut telah diusulkan dan ditampung melalui dana PAPBD 2021,” pungkasnya.
Informasi yang diperoleh Sumut Pos, kerusakan Jembatan Ular telah berlangsung sekitar empat bulan. Selama kondisi jembatan dan jalan yang rusak, masyarakat turut membantu kelancaran arus lalulintas pada titik tersebut. Bahkan dengan keterbatasan yang ada, masyarakat coba menambal badan jalan yang sudah berlubang di jembatan tersebut. (prn/dwi/ris)
TES PCR: Petugas medis melakukan tes Covid-19 dengan metode RT-PCR. Mulai kemarin, pemerintah resmi menurunkan harga tes PCR Rp275 ribu untuk Pulau Jawa-Bali, dan Rp300 ribu untuk luar Pulau Jawa-Bali.
JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Instruksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar harga tes Covid-19 dengan Real Time Polymerase Chain Reaction atau RT-PCR diturunkan menjadi Rp300 ribu, akhirnya berlaku. Sejak kemarin, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menetapkan harga tes RT-PCR turun menjadi Rp275 ribu untuk Pulau Jawa-Bali, dan Rp300 ribu untuk luar pulau Jawa-Bali. Selain harga, Kemenkes juga mewajibkan agar semua hasil PCR di fasilitas kesehatan bisa keluar dalam waktu maksimal 1×24 jam.
TES PCR: Petugas medis melakukan tes Covid-19 dengan metode RT-PCR. Mulai kemarin, pemerintah resmi menurunkan harga tes PCR Rp275 ribu untuk Pulau Jawa-Bali, dan Rp300 ribu untuk luar Pulau Jawa-Bali.
DIRJEN Pelayanan Kesehatan, Kemenkes Abdul Kadir mengatakan, hasil pemeriksaan PCR dengan menggunakan besaran tarif tertinggi tersebut harus dikeluarkan dengan durasi maksimal 1×24 jam dari pengambilan swab pada pemeriksaan real time PCR. Menurutnya turunnya harga PCR mempertimbangkan komponen yang dibutuhkan untuk tes PCR seperti reagen hingga alat habis pakai.
“Sudah melakukan audit secara transparan dan akuntabel, sekarang sudah terjadi penurunan harga alat bahan habis pakai, hazmat, dan sebagainya ini yang menyebabkan harga bisa diturunkan menjadi Rp 275 ribu,” kata Abdul Kadir dalam konferensi pers virtual, Rabu (27/10).
Selain itu, bagi fasilitas kesehatan di kabupaten atau kota yang tidak mengikuti surat edaran terbaru tes PCR, akan dikenakan sanksi bila tak ada perbaikan. Peringatan pertama berupa pembinaan. Sanksi bisa diberikan seperti pencabutan izin dan visit operasional. “Sanksi bagi mereka yang tidak menerapkan ketentuan harga PCR terbaru dengan maksimal hasil 1×24 jam,” katanya.
Kadir juga memastikan, turunnya harga Reverse Transcription Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) tidak memengaruhi kualitas PCR. Karena penyedia fasilitas sudah berkomitmen menyanggupi melakukan pemeriksaan. “Ada 1000 laboratorium yang memiliki mesin PCR, Kemenkes sedang mengidentifikasi daerah mana yang belum ada mesin PCR dan kami dorong mesin reagen di daerah yang belum, “ tegasnya.
Kadir menuturkan, turunnya harga PCR sudah melalui audit dari Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang transparan dan akuntabilitas. Ia mengatakan, penurunan harga Swab RT PCR dipengaruhi beberapa faktor diantaranya, penurunan harga bahan habis pakai seperti Cover All (Alat Pelindung Diri), harga reagen PCR dan RNA serta biaya overhead. “Kami bersama teman-teman dari BPKP sudah lakukan investigasi tentang ketersediaan bahan baku kemudian ketersediaan barang habis pakai,” ucap Kadir.
Dengan turunnya harga PCR , ia meminta agar semua fasilitas kesehatan, rumah sakit dan fasilitas lainnya dapat mematuhi batasan tertinggi tarif PCR tersebut. Selain itu, hasil RT PCR dengan tarif tersebut harus dikeluarkan dengan durasi maksimal 1×24 jam dari pemeriksaan swab real time PCR.
“Kami juga meminta ke Dinas Kesehatan baik di Provinsi, Kabupaten dan Kota untuk melakukan pembinaan dan pengawasan dasar tarif tertinggi ini. Nantinya, evaluasi PCR akan ditinjau berkala,” tandasnya.
Deputi Bidang Pengawasan Instansi Pemerintah Bidang Polhukam, BPKP, Iwan Taufiq Purwanto mengatakan, penurunan harga tes PCR dilakukan setelah Kementerian Kesehatan meminta Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) meninjau ulang harga acuan tes Covid-19 ini. “Kami telah mengevaluasi harga acuan RT-PCR saat ini,” katanya.
Iwan menyebut, pihaknya langsung menerima surat dari Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan, Kemenkes, Abdul Kadir. Surat tersebut berisi permohonan peninjauan kembali atas tarif RT-PCR ini.
BPKP pun bergerak dan memperhatikan e-katalog sampai harga pasar saat ini. Ternyata, lembaga audit tersebut menemukan adanya potensi harga RT-PCR yang lebih rendah.
Lantaran, harga sejumlah bahan habis pakai pada pemeriksaan RT-PCR telah turun. “Penurunan harga misalnya seperti, Alat Pelindung Diri (APD), kemudian juga penurunan harga reagen PCR maupun RNA-nya, serta penurunan di biaya overhead,” kata Iwan.
Hasil telaah tersebut yang kemudian dilaporkan BPKP kepada Abdul Kadir. Sehingga pada konferensi pers yang sama, Abdul pun mengumumkan tarif tertinggi yang baru untuk pemeriksaan Covid-19 RT-PCR ini. “Evaluasi batas tertinggi pemeriksaan RT-PCR akan ditinjau ulang secara berkala, sesuai kebutuhan,” kata Abdul.
Masih Mahal
Meski telah diturunkan, namun Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menilai harga tes PCR tersebut masih mahal. Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Prof Zubairi Djoerban menilai, kebijakan penurunan harga tes PCR menjadi Rp300 ribu masih terlalu berat. Sebab bagi sebagian masyarakat yang harus melakukan perjalanan tentu cukup berat merogoh uang untuk tes PCR apalagi jika dilakukan lebih dari satu orang. “Harga tes PCR jadi Rp300 ribu sepertinya masih berat bagi sebagian besar kalangan,” kata Zubairi dalam kicauannya yang sudah dikonfirmasi JawaPos.com, Rabu (27/10).
Pemerintah menerapkan aturan PCR di semua moda transportasi. Dia membayangkan jika sekeluarga berisikan 4-5 orang dan biaya yang dikeluarkan pasti akan besar. “Apalagi jika diterapkan di seluruh moda transportasi. Bayangkan kalau sekeluarga 4-5 orang,” jelasnya.
Ia meminta harga tes PCR bisa ditekan lagi dengan kekuatan pasar dan juga subsidi dari pemerintah terhadap masyarakat. Sehingga tak akan memberatkan masyarakat. “Kekuatan pasar harus mendorong harga PCR terus turun, didukung pemerintah yang juga menerapkan subsidi,” jelas Prof Zubairi.
Dia pun mencontohkan ketika pada tahun 1987 lalu, yang di mana tarif pemeriksaan viral load untuk mengukur jumlah virus HIV di dalam darah amat mahal dengan harga kisaran Rp 1,7 juta.
Kemudian pemerintah mempunyai program subsidi tes tersebut, hingga akhirnya mengalami penurunan selama beberapa kali. Kemudian hal ini diyakininya bisa diterapkan terhadap tes PCR ini. “Saya masih ingat pada 1987. Ketika itu harga tes viral load (tes mengukur jumlah virus HIV dalam darah) amat mahal Rp1,7 juta. Kemudian turun beberapa kali, sampai akhirnya pemerintah punya program subsidi tes tersebut. Kalau tes viral load bisa, kemungkinan tes PCR juga bisa,” jelasnya.
Anggota Komisi IX DPR, Saleh Daulay menilai, penurunan harga PCR tak menyelesaikan masalah yang ada. Sebab, menurut Saleh, biaya PCR masih membebani masyarakat, khususnya bagi pengguna transportasi udara.
“Permintaan menurunkan harga PCR itu dinilai tidak menyelesaikan masalah. Belakangan ini, tuntutannya kan menghapus persyaratan test PCR bagi penumpang pesawat. Nah, kalau hanya diturunkan dan diperpanjang masa berlakunya, akar masalahnya belum tuntas. Orang-orang tetap masih harus merogoh kocek lebih dalam untuk membayar test PCR-nya” kata dia.
Ketua Fraksi PAN DPR ini mengatakan, saat ini banyak tuntutan agar kebijakan wajib PCR bagi penumpang pesawat dievaluasi karena dinilai tidak menjamin bahwa semua penumpang aman dan tidak tertular. Menurutnya, bisa saja, setelah dites di antara penumpang itu melakukan kontak erat dengan orang yang terpapar. Akibatnya, bisa terinfeksi dan menularkan di dalam pesawat.
“Orang yang dites itu aman pada saat dites dan keluar hasilnya. Setelah itu, belum ada jaminan. Bisa saja ada penularan pada masa 3×24 jam. Betul, test PCR ini bisa meningkatkan kehati-hatian. Tetapi, apakah itu bisa diandalkan secara total? Rasanya tidak. Apalagi, test yang sama tidak diberlakukan bagi penumpang angkutan lainnya,” ucapnya.
Sebagai alternatif, kata Saleh, terdapat beberapa kebijakan yang dapat diambil pemerintah yakni menghapus kewajiban test PCR bagi penumpang pesawat. Aturan ini diyakini akan sangat bermanfaat untuk menaikkan jumlah penumpang pesawat yang belakangan sempat terpuruk.
Kedua, jika test PCR tetap diberlakukan, maka biayanya diharapkan dapat ditanggulangi pemerintah. Dengan begitu, lanjut Saleh, kebijakan tersebut tidak memberatkan siapa pun. Tentu ini tidak mudah karena itu perlu perhitungan yang cermat sehingga tidak membebani anggaran pemerintah.
Ketiga, Saleh mengatakan, memperpanjang masa berlaku hasil test PCR, kalau perlu masa berlakunya adalah 7 x 24 jam. Meskipun ini tetap membebani para penumpang, tetapi tidak terlalu berat sebab hasil test tersebut dapat dipergunakan untuk beberapa kali penerbangan.
“Dulu masa berlakunya bisa lebih dari seminggu. Kenapa sekarang semakin diperketat? Kalau kasusnya mereda, semestinya masa berlaku hasil PCR pun diperpanjang. Nanti kalau ada kenaikan lagi, bisa dipikirkan untuk memperketat lagi,” kata Saleh.
Kebijakan lainnya, Saleh menambahkan, kebijakan test PCR dapat diganti dengan test antigen. Meski tingkat akurasinya lebih rendah dari PCR, namun biaya testingnya jauh lebih rendah. Para penumpang diyakini masih bisa menjangkaunya. “Tujuan testing kan untuk memastikan bahwa semua calon penumpang tidak terpapar. Nah, antigen ini juga bisa digunakan. Hanya saja, tingkat akurasinya sedikit lebih rendah. Banyak juga orang yang test antigen yang dinyatakan positif, lalu dikarantina dan diisolasi. Artinya, testing antigen tetap efektif untuk dipergunakan,” tutup Saleh. (jpc/cnn/bbs)
SUMUTPOS.CO – Lahir sebagai putra sulung dari keluarga TNI, H Armyn Simatupang sejak kecil telah ditanamkan ayahnya, Kol H Abdul Manan Simatupang untuk cinta Tanah Air, NKRI, dan Merah Putih. Ia dididik untuk berdisiplin, punya tanggung jawab dan berjiwa patriot, yang peka dengan keadaan sosial di sekelilingnya serta rela berkorban.
Armyn Simatupang (kiri) bersama Ketua DPC Partai Demokrat Kota Medan Burhanuddin Sitepu dan Ketua DPC Partai Demokrat Deliserdang Anita Lubis.
Ayahnya menanamkan nilai-nilai kehidupan itu kepada dirinya dan adik-adiknya, dalam praktik kehidupan sehari-hari yang ia saksikan sendiri dan dilakukan orangtuanya, baik semasa aktif sebagai perwira militer, maupun ketika mengabdi sebagai seorang birokrat di pemerintahan.
Kol H Abdul Manan Simatupang terakhir berkarir militer di Kodam I Bukit Barisan. Usai itu, ia menjadi Bupati Asahan selama 10 tahun dan kemudian dipercaya menjadi Sekwilda Provinsi Sumatera Utara di masa Gubernur EWP Tambunan.
Terlahir di tengah keluarga Muslim yang taat, ayahnya justru menyekolahkannya di sekolah Katolik semasa masih tugas di Aceh. Begitu juga saat bertugas di Medan, Armyn bersekolah di Perguruan Nasrani. Maka bicara pluralisme, Kebhinekaan dan Merah Putih, bagi Armyn Simatupang adalah harga mati.
Sebagai putra sulung, Armyn muda yang ditempa ayahnya untuk punya tanggung jawab terhadap adik-adiknya, kemudian memilih terjun di dunia bisnis. Di usia dua puluhan, Armyn sudah melanglang buana ke sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat. Usahanya kala itu sebagai eksportir dan distributor.
Maka sejak muda, meski orangtuanya berkecukupan untuk membiayai sekolah dan kebutuhan anak-anaknya, Armyn sudah mandiri secara ekonomi. Ia bukan saja tidak lagi disubsidi tetapi malah sudah bisa memberi uang saku kepada adik dan saudara lainnya.
Apa yang ditanamkan orangtuanya soal kemandirian, peka dengan lingkungan serta punya jiwa sosial yang tinggi tak pupus meski Armyn menggeluti dunia bisnis. Itu yang konsisten ia jalankan hingga saat ini.
Bahkan dari sejumlah penuturan para aktivis di Kabupaten Asahan, Armyn dianggap sebagai seorang pengayom yang dituakan. Tempat orang bertanya, mengadu dan berdiskusi.
Tidak mengherankan jika ada kontestasi ingin menjadi ketua atau pengurus sebuah organisasi masyarakat, kepemudaan, keagamaan atau bahkan partai politik, tak jarang nama Armyn selalu dikait-kaitkan. Jika bertujuan untuk membangun sebuah kemajuan dan demi tegaknya Merah Putih, Armyn pun tanpa pamrih selalu berkenan berkontribusi.
Dituturkan sejumlah aktivis, ketika adik kandungnya H Taufan Gama Simatupang masih menjabat Bupati Asahan, tak jarang meminta bantuan kepadanya baik berupa advis, pemikiran bahkan materi.
Dan Armyn dengan senang hati selalu siap sedia membantu adiknya maupun orang yang membutuhkan pertolongannya, semampu yang bisa ia lakukan.
Namun ia selalu saja merasakan apa yang telah ia lakukan belumlah berarti apa-apa dibanding apa yang telah dilakukan ayahnya semasa hidup. Armyn sering merenungi, apa ia bisa meniru ayahnya yang telah mewakafkan tanah miliknya untuk menjadi lahan RS Haji di Jalan Willem Iskandar.
Cinta NKRI dan Merah Putih terus mengiringi perjalanan kehidupan Armyn Simatupang. Itu juga ia tanamkan di Sekolah Islamic Center Jalan Willem Iskandar Medan, Pondok Pesantren serta Institut Agama Islam Daar Uluum Kisaran.
NKRI dan Merah Putih, itu jugalah yang mendorong Armyn Simatupang terjun ke dalam politik praktis dan bergabung ke Partai Demokrat dan kini duduk sebagai anggota DPRD Sumut. “Saya ingin mengabdikan apa yang ada pada diri saya kepada masyarakat melalui keberadaan saya sebagai anggota DPRD. Dan Partai Demokrat saat ini merupakan partai yang sangat komit membantu rakyat kecil. Demokrat adalah partai Merah Putih yang tengah membangun koalisi bersama rakyat,” kata Armyn Simatupang dalam perbincangan di kediamannya, Jalan Hoky Medan, baru-baru ini.
Keberpihakan Partai Demokrat kepada rakyat, disebut Armyn saat ini menjadi salah satu tumpuan harapan rakyat Indonesia. “Saya bisa merasakan dan menangkap adanya harapan yang begitu besar dari elemen rakyat kepada Partai Demokrat untuk membawa perubahan yang lebih baik, bagi bangsa dan negara,” ucapnya.
Mengenai motivasi dan targetnya sehingga bersedia mencalonkan diri sebagai ketua DPD PD Sumut dalam Musda mendatang, Armyn mengaku tak punya target ingin menjadi anggota DPR RI atau menjadi kepala daerah seperti ayah dan adiknya. Tapi dia hanya Ingin membantu mewujudkan Nasionalisme dan Religiusnya Partai Demokrat di Sumatera Utara.
“Saya ingin umat dan rakyat Sumatera Utara itu bersatu dalam keberagamannya. Tidak terpecah belah karena perbedaan pandangan atau pilihan. Tetapi bisa hidup bersama secara damai demi Merah Putih dan itu ingin saya perlihatkan di Demokrat Sumatera Utara seperti yang telah ditunjukkan Ketum AHY,” pungkasnya. (adz)
SOSIALIASI: Ketua Komisi IX DPR RI, H. Ansory Siregar, Lc saat menghadiri sosialisasi pendataan keluarfa di Kecamatan Siantar Barat, Pematangsiantar.
SIANTAR, SUMUTPOS.CO – Stunting adalah masalah gizi yang terjadi pada anak usia dini, menyebabkan anak menggalami gangguan pertumbuhan sehingga menyebabkan tubuhnya lebih pendek ketimbang teman-teman seusianya.
SOSIALIASI: Ketua Komisi IX DPR RI, H. Ansory Siregar, Lc saat menghadiri sosialisasi pendataan keluarfa di Kecamatan Siantar Barat, Pematangsiantar.
Hal ini menjadi salah satu persoalan penting yang dihadapi bangsa Indonesia. Untuk menangani ini, BKKBN diberikan mandat oleh Presiden RI untuk memegang kendali terhadap percepatan penuran angka stunting.
Salah satu program BKKBN adalah dengan melakukan Sosialisasi Pendataan Keluarga di Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar. Di sini, BKKBN Sumut melakukan edukasi kepada masyarakat tentang masalah stunting.
“Kami melalukan metode pendataan Keluarga dengan cara metode Sensus.
Dengan melakukan kunjungan dari rumah ke rumah sekaligus mendata seluruh anggota keluarga”, Ujar Dra. Rabiatun Adawiyah, MPHR, perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Utara, baru baru ini saat melakukan sosialisasi.
Kegiatan sosialisasi inipun mendpat perhatian oleh Ketua Komisi IX DPR RI, H. Ansory Siregar, Lc. Sebagai mitra kerja BKKBN, wakil rakyat ini ingin memastikan apakah program telah sesuai dengan yang direncanakan.
Untuk diketahui, pendataan yang dilakukan BKKBN Provinsi Sumatera Utara sudah mencapai 98%, dan mendapat posisi ke-8 tingkat Nasional, target kelurga yang akan didata pada tahun ini adalah 3.671.967 keluarga terseber di 33 Kabupaten/Kota, 455 Kecamatan dan 6,108 Desa/Kelurahan. (rel/han)