26 C
Medan
Saturday, January 17, 2026
Home Blog Page 3028

Cegah Penyebaran Covid-19, PT Gunung Melayu dan PT Saudara Sejati Luhur Sosialisasi Prokes ke Sekolah

Siswa SMPN 1 Atap melakukan praktek cuci tangan yang baik dan benar.

ASAHAN, SUMUTPOS.CO – Asian Agri sebagai perusahaan perkebunan yang merupakan bagian dari grup Royal Golden Eagle (RGE), mengelola  group perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan sumber daya alam dan beroperasi secara global, melalui PT Gunung Melayu dan PT Saudara Sejati Luhur melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan kepada siswa SMPN 1 Atap Desa Batu Anam, Kecamatan Rahuning, Kabupaten Asahan (08/10).

Hal ini dilaksanakan untuk mengingatkan kembali siswa untuk tetap menjaga protokol kesehatan. Selain itu juga diserahkan bantuan CSR (Corporate Social Responsibility) berupa peralatan pencegahan Covid 19 yaitu 2 unit tempat cuci tangan komplit, 3 unit thermometer infrared dan 210 lembar masker kain untuk guru dan siswa di SMPN 1 Atap Rahuning.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Manajemen dari PT Gunung Melayu dan PT Saudara Sejati Luhur yang diwakilkan oleh Manager Frank SE Nadeak, Koordinator CSR Aris Yuneidi, dan KTU Mahady Arazaq harahap.

“Tahun ini merupakan tahun ke dua pandemi Covid-19 di Indonesia. Sekolah sudah mulai melakukan belajar tatap muka. Penerapan protokol kesehatan ketat merupakan upaya dalam mencegah kluster baru Covid-19 di sekolah-sekolah. Dengan menerapkan 5 M yakni memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan membatasi mobilitas kita dapat membantu pemerintah, diri sendiri dan orang lain agar terbebas dari covid-19. Siswa nantinya juga harus membantu mengingatkan orang tua mereka pentingnya menjaga prokes,” ujar Frank SE Nadeak pada saat sosialisasi ke siswa SMPN 1 Atap.

Sosialisasi penerapan protokol kesehatan kepada siswa oleh salah satu PT Gunung Melayu dan Saudara Sejati Luhur, Frank SE Nadeak.

Kegiatan ini juga dilanjutkan dengan pembagian masker kepada siswa, dan mempraktekkan cara cuci tangan yang baik dan benar.

Rini, salah satu siswi di SMPN 1 Atap mengaku senang dengan sosialisasi dari PT Gunung Melayu dan PT Saudara Sejati Luhur ini.

“Kami senang dengan cara penyampaian dari perusahaan, penyampaian materinya menarik dan interaktif. Mengingatkan kembali pentingnya protokol kesehatan, kami pun dapat masker kain gratis dengan motif yang cantik. Selain itu juga diajarkan cara mencuci tangan yang baik dan benar. Terima kasih Asian Agri,” ujar Rini.

Kepala Sekolah SMPN 1 Atap, Andaruli Simangunsong SPd MSi, mengucapkan terima kasih atas bantuan dari perusahaan kepada sekolah.

“Sekolah sudah mulai melaksanakan pembelajaran tatap muka di bulan Agustus, dengan sistim shift, sehingga penerapan menjaga jarak dapat dilakukan. Kami sangat  berterima kasih kepada PT Gunung Melayu dan PT Saudara Sejati Luhur, semoga bantuan ini dapat kami manfaatkan semaksimal mungkin untuk penerapan protokol kesehatan terutama di lingkungan sekolah. Para siswa juga perlu untuk saling mengingatkan antar siswa dan saat di rumah mengingatkan ke orang tua mereka pentingnya menjaga kesehatan,” ujar Andaruli.

Foto bersama management PT Gunung Melayu dan PT Saudara Sejati Luhur bersama Kepala sekolah dan siswa SMP N 1 Atap kecamatan Rahuning.

Pada bulan sebelumnya, PT Gunung Melayu dan PT Saudara Sejati Luhur juga telah menyerahkan bantuan CSR dalam peningkatan ekonomi untuk Desa Gonting Malaha berupa peralatan pendukung usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) yang dikelola oleh tim Pemberdayaan Kesehatan Keluarga (PKK )dan pemerintah Desa Gonting Malaha. Bantuan diserahkan berupa  1 unit Oven Hook, 1 unit Mixer Philips, 1 unit gilingan/mixer tepung HMJ dan beberapa cetakan kue. (rel)

MUI Protes Libur Maulid Digeser

PROTES: Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis memprotes langkah pemerintah yang menggeser hari libur keagamaan meski pandemi mulai mereda.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah memutuskan menggeser hari libur Maulid Nabi 1443 Hijriyah dan menghapus cuti bersama Natal 2021. Terkait hal itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyampaikan keberatan libur Maulid Nabi digeser menjadi 20 Oktober 2021.

PROTES: Ketua MUI Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis memprotes langkah pemerintah yang menggeser hari libur keagamaan meski pandemi mulai mereda.

Kebijakan tersebut diambil guna mengantisipasi munculnya kasus baru Covid-19. Padahal, sejak Covid-19 mulai mereda, pemerintah sudah mulai memberikan izin penyelenggaraan acara besar, seperti pesta pernikahan, konser musik, tempat hiburan dibuka, hingga digelarnya Pekan Olahraga Nasional (PON).

Menanggapi kebijakan pemerintah tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Dakwah dan Ukhuwah, Cholil Nafis memprotes langkah pemerintah yang menggeser hari libur keagamaan. Ia menilai, seharusnya kegiatan sudah dapat kembali normal karena penularan sudah melandai.

Melansir dari akun Instagram @cholilnafis, Cholil Nafis membagikan cuplikan video wawancaranya dengan TvOne. Dalam cuplikan tersebut, Cholil Nafis menyampaikan kritik tentang langkah pemerintah yang menggeser hari libur keagamaan.

“Ketika daruratnya sudah tidak ada, kondisinya sudah berubah tentu hukumnya sudah berubah kembali ke asalnya. Libur bukan bagian dari hukum halal haram dan bagi masyarakat tentu menunda itu malah liburnya nambah, yang tanggal 19 libur, 20 libur lagi,” ujarnya.

“Saat WFH n Covid-19 mulai reda bahkan hajatan nasional mulai normal sepertinya menggeser hari libur keagamaan dengan alasan agar tak banyak mobilitas liburan warga dan tidak berkerumun sudah tak relevan. Keputusan lama yang tak diadaptasikan dengan berlibur pada waktunya untuk merayakan acara keagamaan,” tulisnya lagi dalam keterangan unggahan.

Merespon hal itu, Staf Khusus Menteri Agama (Stafsus Menag) Wibowo Prasetyo mengatakan, kebijakan menggeser libur Maulid tersebut tentunya sangat relevan sebagai langkah antisipasi munculnya kasus baru Covid-19. Wibowo mengakui, pandemi di Indonesia memang mengalami tren penurunan.

Namun, hal itu tidak boleh mengendorkan kewaspadaan, utamanya dalam disiplin penerapan protokol kesehatan. “Meski pandemi menurun, harus tetap waspada. Disiplin protokol kesehatan harus tetap dijalankan,” tegas Wibowo merespons di Jakarta, Rabu (13/10).

Ditegaskan, Indonesia sejauh ini telah berhasil melakukan penanganan pandemi dengan baik. Hal itu tidak terlepas dari upaya serius pemerintah dan dukungan kedisiplinan umat beragama di Indonesia dalam menerapkan protokol kesehatan.

Meski begitu, pandemi Covid-19 masih belum usai dan semua pihak masih harus terus waspada. “MUI sebagai salah satu ormas Islam semestinya turut serta membantu upaya pemerintah dalam penanganan pandemi dan bukan malah mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang potensial mengendorkan kedisiplinan umat sehingga kontraproduktif terhadap upaya kita bersama dalam memerangi Covid-19,” jelasnya.

“Di tengah masa pandemi ini, marilah kita menjalankan ibadah dan merayakan hari besar agama dengan khusyuk seraya bertanggung jawab dalam melindungi kesehatan keluarga tercinta, kerabat, sahabat, masyarakat, dan bangsa ini,” tandasnya.

Sebelumnya, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB) telah melarang aparatur sipil negara (ASN) bepergian ke luar daerah dan mengambil cuti selama libur Hari Maulid Nabi Muhammad SAW mulai 18 hingga 22 Oktober 2021. Kebijakan itu telah tertuang dalam Surat Edaran (SE) Menteri PANRB Nomor 13 tahun 2021.

“ASN dilarang cuti dan keluar daerah selama 18-22 Oktober 2021. Dikecualikan bagi cuti melahirkan/cuti sakit/cuti alasan penting,” tulis keterangan Kementerian PANRB yang dikutip di akun Twitter resmi Kemenpan-RB @Kemenpanrb Selasa (12/10).

Kemenpan-RB mengancam akan menjatuhkan sanksi disiplin bagi ASN yang melanggar aturan tersebut. Pejabat pembina kepegawaian (PPK) pun telah diinstruksikan untuk melaksanakan hal tersebut. Selain itu, Kemenpan-RB juga menginstruksikan PPK untuk melaporkan pelaksanaan Surat Edaran kepada Menteri PANRB. Laporan itu bisa dilakukan melalui lamans.id/laranganbepergianASN.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Tjahjo Kumolo pada 19 Juni 2021 lalu sempat mengatakan, ASN dilarang mengambil hak cuti di hari kejepit. Ia menegaskan, larangan cuti bagi ASN di hari kejepit ini merupakan wujud penindaklanjutan arahan Presiden Joko Widodo yang menginginkan semua pihak fokus dengan penanganan pandemi Covid-19. “Jangan sampai Sabtu libur, Minggu libur, hari besar keagamaan Selasa libur. Terus nanti semua ASN minta cutinya hari Senin. Nah ini dilarang. Cari cuti hari lain saja,” tutur Tjahjo. (jpc/mdc)

Banyak Orangtua Siswa tak Izinkan Anaknya Ikut PTM, Jadi Bahan Evaluasi Kemendikbudristek

PERIKSA SUHU TUBUH: Seorang guru memeriksa suhu tubuh seorang siswi SMA saat dimulai pembelajaran tatap muka (PTM), baru-baru ini.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Masih banyak orangtua di Kota Medan yang tak izinkan anaknya ikut pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di sekolah, harus menjadi bahan evaluasi bagi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) termasuk Disdik Kota Medan. Diharapkan, ada formulasi yang dapat meyakinkan orangtua untuk melepas anaknya belajar di sekolah.

Ilustrasi.

Ketua Fraksi Partai NasDem sekaligus Anggota Komisi II DPRD Medan, Afif Abdillah mengatakan, keberatan orangtua memberi izin anaknya ikut PTM terbatas harus menjadi masukkan tambahan serta bahan evaluasi bagi Kemendikbudristek agar bisa diterapkan di daerah-daerah di Indonesia, termasuk Kota Medan.

“Memang pembukaan PTMT yang sekarang masih bersifat ujicoba. Maka dari itu, harus tetap menyerap permintaan dan masukkan dari para orangtua murid dan pihak sekolah, tentang bagaimana penerapan yang terbaik mengenai PTMT ini,” kata Afif kepada Sumut Pos, Rabu (13/10).

Dikatakan Afif, setiap Dinas Pendidikan, termasuk Dinas Pendidikan Kota Medan juga harus bisa memberikan masukan kepada pihak Kementerian dari masukan yang didapatkan dari orangtua/wali dan pantauan mereka di sekolah-sekolah yang ada untuk dapat dicarilan formulasi yang paling tepat dan bisa diterima berbagai pihak.

“Pelaksanaan PTM terbatas ini, koordinasi yang perlu. Kementerian melalui dinas pendidikan harus benar-benar mempertimbangkan PTM ini. Harus siapkan sarana dan prasarana, termasuk antar jemput anak-anak jika diperlukan. Karena harus diakui, PTM inikan belum sekolah normal. Siswa belum bisa mendapatkan pembelajaran secara normal,” ujarnya.

Afif juga meminta, agar Disdik Kota Medan tidak hanya sekadar memberikan imbauan kepada sekolah tingkat SD ke bawah yang saat ini menggelar PTM. Pasalnya hingga saat ini, Pemko Medan belum memberikan izin dibukanya PTM untuk siswa SD ke bawah atau siswa di bawah usia 12 tahun dan belum divaksin Covid-19.

“Jadi Disdik ini juga harus bisa menjaga marwah Wali Kota Medan. Jangan pula wali kota belum mengizinkan tapi sekolah-sekolah SD tetap menggelar PTM, fungsi pengawasan Disdik ini jangan seremonial saja, tapi betul-betul harus dilakukan secara maksimal,” tutupnya.

Disisi lain, Ketua Fraksi PAN DPRD Medan Sudari menyatakan, pembelajaran tatap muka memang telah lama diharapkan agar segera terlaksana, karena pembentukan mental anak tidak bisa dilakukan secara daring. Namun ternyata Sudari mengaku cukup terkejut, saat ada banyak orangtua yang belum menginginkan anaknya PTM. “Tapi kembali lagi ya, itu hak orangtua. Makanya kita minta pengawasan orangtua dalam PTMT ini. Pihak selolah juga harus bisa meyakinkan orangtua kalau di sekolah itu aman dan ketat secara prokes,” katanya.

Apalagi terang Sudari, turunnya status Kota Medan ke PPKM level 2 sudah melalui kajian-kajian epidemiologi. “Jadi tinggal pemahaman dan pengarahan kepada orangtua,” terangnya.

Menurut Sudari, langkah PTM memang salah satu upaya yang pemerintah lakukan untuk pembelajaran tatap muka. Karena tak bisa kita pungkiri babwa anak-anak tak cuma membutuhkan materi pendidikan tetapi juga butuh bersosialisasi di sekolah. “Perlu juga disampaikan ke orangtua, bahwa dalam rangka pembentukan mental anak. memang harus luring. Teknologi tidak bisa menggantikan profesi seorang guru untuk membentuk mental anak,” pungkasnya. (map)

Perketat Mobilitas Warga Jelang Nataru untuk Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19 di Akhir Tahun

SUMUTPOS.CO – Libur Natal dan tahun baru (Nataru) memang masih dua bulan lagi. Namun, pemerintah diminta secepatnya menyusun aturan pergerakan masyarakat. Jika terlambat, ancaman gelombang ketiga Covid-19 bisa benar-benar terjadi.

Peringatan itu disampaikan epidemiolog dari Universitas Griffith Australia Dicky Budiman. Dia mengungkapkan, pemerintah harus memformulasikan pengaturan aktivitas dan mobilitas masyarakat pada periode November–Desember 2021. Dia mengusulkan, kegiatan pariwisata, kalaupun harus ada, bisa diatur dalam bentuk zonasi dan bubble (gelembung).

Dengan sistem bubble, perjalanan hanya bisa dilakukan di dua daerah atau lebih yang sama-sama bisa mengendalikan Covid-19. Pengaturan itu bisa berbentuk kerja sama antara daerah asal wisatawan dan daerah destinasi. Kondisinya bisa diformat seperti travel corridor. “Misalnya, diatur wisatawan dari Jakarta ke Bali dengan asumsi bahwa Jakarta (kasus Covidnya, Red) sudah terkendali. Tapi, beneran orang Jakarta ya. Dan, tentunya sudah divaksin lengkap,” jelasnya.

Kemudian, yang perlu diperhatikan adalah penguatan syarat-syarat perjalanan dan sistem skrining berupa tes dan sebagainya. Dicky memprediksi, mobilitas akan meningkat pada akhir tahun karena pemerintah sudah kadung mengeluarkan berbagai izin kegiatan masyarakat. “Makanya, yang bisa saya imbau saat ini adalah memperkuat atau melakukan pengetatan. Memperkuat skriningnya dan memperkuat kriterianya gitu,” kata Dicky.

Dengan demikian, ada win-win solution karena kegiatan masyarakat bisa tetap berjalan tanpa menimbulkan lonjakan kasus yang tidak terkendali. Ketua Pelaksana Harian Tim Mitigasi IDI Mahesa Paranadipa Maikel menuturkan, ada beberapa hal yang bisa dilakukan pemerintah untuk mengantisipasi Covid-19 gelombang ketiga. Salah satunya, meningkatkan cakupan vaksinasi Covid-19. “Para ahli menyebutkan bahwa gelombang ketiga ini bisa tidak parah karena ada vaksinasi,” tuturnya.

Menurut data Kementerian Kesehatan per Selasa (12/10) sore pukul 18.00, vaksinasi dosis pertama sudah mencapai 101.673.077 dosis atau 48,82 persen. Artinya, 49 di antara 100 penduduk sudah mendapatkan vaksin. Mahesa mengingatkan, jumlah itu harus ditingkatkan. Sebab, vaksin yang selama ini disuntikkan mengharuskan ada pengulangan. Artinya, herd immunity bisa terbentuk setelah minimal 75 persen populasi disuntik vaksin dosis kedua.

Herd immunity atau kekebalan kelompok tersebut diperlukan untuk menekan penularan. Meski demikian, dia mengingatkan bahwa vaksinasi tak membuat orang menjadi kebal. Dia juga meminta dilakukan whole genome sequencing (WGS) yang masif.

Tujuannya, menemukan varian virus yang baru. Itu bisa dimulai dengan penerapan testing, tracing, dan treatment (3T) yang sesuai standar Badan Kesehatan Dunia (WHO). Soal testing, WHO mengharuskan perbandingan 1:1.000 penduduk dalam satu minggu. “Seharusnya pada setiap yang positif, dilakukan genome sequencing,” saran Mahesa.

Dia mengatakan, para epidemiolog memprediksi gelombang ketiga terjadi pada akhir tahun. Jika sudah ada peringatan seperti itu, seharusnya dilakukan antisipasi. Mahesa meminta edukasi terkait penerapan protokol kesehatan juga dilakukan.

Pada kesempatan lain, Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Lia G Partakusuma menyatakan, pihaknya selalu menginstruksi rumah sakit untuk tetap siaga. RS harus menyiapkan tempat tidur untuk pasien Covid-19 serta memisah pasien yang terinfeksi. “Mulai September dan awal Oktober, kami membuka layanan untuk pasien non-Covid-19 yang sudah cukup lama menunggu,” ujarnya.

Lia menuturkan, perkembangan virus Corona masih sangat dinamis. Karena itu, upaya menemukan varian mutasi virus terus dilakukan, terutama ketika ditemukan gejala klinis yang berbeda. ’’Jangan euforia karena merasa sudah divaksin dan Covid-19 di Indonesia terkendali,” tegasnya.

Sementara, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksi jajarannya untuk mengantisipasi lonjakan persebaran Covid-19 seiring dengan pelonggaran aktivitas masyarakat. “Polda perlu menyiapkan langkah-langkah agar tidak terjadi lonjakan kasus,” tegasnya saat pengarahan via video conference dalam acara evaluasi PPKM kemarin.

Jajaran polda juga diminta memaksimalkan pemantauan dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Fokus pengawasan adalah mobilitas masyarakat di daerah kategori kuning dan merah. “Untuk daerah kuning dan merah, sediakan gerai vaksin,” tegasnya.

Dia juga menyebutkan soal kemungkinan persebaran varian baru. Sebab, pintu untuk wisatawan asing dan WNI yang pulang dari luar negeri akan dibuka. “Masih ada permasalahan pengelolaan karantina,” tuturnya. Karena itu, polda harus mengecek sistem pengamanan karantina. Setelah wisatawan luar negeri boleh masuk, SOP harus benar-benar diterapkan. “Jangan sampai abai dan lengah,” tegasnya.

Yang juga perlu diperhatikan adalah penyelenggaraan ajang internasional. Misalnya, World Superbike Championship (WSBK) di Nusa Tenggara Barat. Ajang internasional itu akan berdampak positif terhadap perekonomian bila pengendalian Covid-19 berhasil. “Indonesia akan harum namanya karena berhasil menyelenggarakan ajang internasional dan memperhatikan faktor kesehatan di tengah pandemi,” paparnya.

Genjot Vaksinasi, Percepat Herd Immunity

Mengantisipasi gelombang ketiga Covid-19 yang diprediksi bisa terjadi pada akhir tahun, Pemprov Sumut telah menyiapkan segala upaya termasuk pelayanan kesehatan hingga tracing. Vaksinasi juga terus digenjot dengan melibatkan berbagai pihak terkait, guna mempercepat tercapainya herd immunity.

“Penurunan kasus yang sedang terjadi memang bukan berarti pandemi telah berakhir. Namun kita berharap untuk gelombang ketiga tidak sampai terjadi, terutama di Provinsi Sumut,” kata Wakil Gubernur Sumut (Wagubsu) Musa Rajekshah saat meninjau vaksinasi di Lapangan Benteng, Jalan Pengadilan, Medan, Rabu (13/10).

Wagubsu yang karib disapa Ijeck ini mengaku bersyukur, karena di Provinsi Sumut kini sudah tidak ada lagi kabupaten/kota yang berada pada Level III dalam pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Kendati begitu, dia tetap mengingatkan kepada masyarakat agar terus disiplin menjalankan protokol kesehatan, karena virus Covid-19 hingga kini masih ada. “Mudah-mudahan kondisi ini bisa terus bertahan agar ekonomi bisa kembali bangkit dan masyarakat bisa beraktivitas dengan keadaan sehat,” ujarnya.

Diakuinya, sejauh ini pemerintah memang telah menyiapkan segala kebutuhan dalam mengantisipasinya. , termasuk pelayanan kesehatan hingga tracing. Vaksinasi juga terus digalakkan dengan melibatkan berbagai pihak terkait, guna mempercepat tercapainya herd immunity.

Ijeck pun mengapresiasi vaksinasi yang digelar BPJamsostek yang bekerja sama dengan Kodim 0201/Medan tersebut dan berharap kegiatan serupa terus dilakukan di daerah ini. Karena, melalui vaksinasi massal, diharapkan dapat mendorong percepatan terwujudnya herd immunity di daerah ini.

“Saat ini, dari sekitar 15 juta penduduk Sumut dengan jumlah 11 juta orang penerima vaksin, sebanyak 38 persen telah mendapatkan vaksin pertama dan 22,8 persen telah mendapatkan vaksin kedua. Karenanya, kami harap kegiatan seperti ini bisa terus dilanjutkan, untuk meningkatkan angka pencapaian vaksinasi,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Deputi Direktur Kanwil BPJamsostek Sumbagut Panji Wibisana menyampaikan, kegiatan vaksinasi ini merupakan bentuk dukungan kepada pemerintah. Kegiatan ini rencananya dilakukan selama tiga hari, 13-15 Oktober, dengan jumlah 5.000 dosis untuk tahap pertama dan 5.000 dosis untuk tahap kedua pada November nanti. “Harapan kami, semoga kegiatan vaksinasi ini bisa berkelanjutan terhadap instansi lainnya. Karena kita memang harus bersama-sama agar wabah ini bisa hilang,” ujarnya.

Direktur Utama BPJamsostek Anggoro Eko Cahyo menambahkan, target 10.000 dosis vaksin ini akan diberikan kepada pekerja dari serikat buruh, driver ojek online, masyarakat, lansia dan difabel. Dia berharap, melalui kegiatan vaksinasi yang dilakukan akan dapat membuat masyarakat dan pekerja bisa kembali produktif. “Kami mengapresiasi kolaborasi hari ini untuk kita cepat mencapai herd immunity,” ungkapnya.

Mewakili Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, Kapok Sahli Kodam I/BB Brigjen TNI Junaidi mengingatkan kepada penerima vaksin untuk merasa tidak kebal meski telah divaksin. Karenanya, dia meminta agar protokol kesehatan tetap ditegakkan. “Kita semua berharap pandemi bisa segera berakhir, oleh karena itu melalui vaksinasi yang dilakukan kali ini, BPJamsostek bekerja sama dengan Kodim 0201/Medan berupaya menurunkan angka Covid-19,” ucapnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto, Wakil Ketua DPRD Sumut Harun Mustafa Nasution, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko, Dandim 0201/Medan Kolonel Inf Agus Setiandar dan lainnya.

Varian Mu Belum Ditemukan di Medan

Dinas Kesehatan Kota Medan mengklaim, belum ditemukan varian Covid-19 terbaru yang bernama Mu. Varian baru virus corona ini disebut tujuh kali lebih kuat dalam mengatasi antibodi tubuh yang dihasilkan dari vaksinasi.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, dr Mardohar Tambunan mengaku, di Kota Medan belum ditemukan varian Mu. “Sampai sekarang Covid-19 varian MU itu belum bisa kita pastikan. Saya sudah koordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, mereka bilang tidak ada,” kata Mardohar, Rabu (13/10).

Menurut dia, saat ini varian Covid-19 yang sudah ditemukan adalah varian Delta. Varian ini, ujarnya, lebih berbahaya dibandingkan dengan varian Mu jika ada di Kota Medan. “Yang ada Delta, kalaupun ada varian Mu tapi tidak lebih bahaya dari Delta,” ucap Mardohar.

Disinggung kabar adanya warga Medan yang wafat diduga disebabkan Covid-19 varian Mu karena mengalami gejala yang bercirikan varian tersebut, Mardohar menyatakan, pihaknya belum bisa memastikan. “Sejauh ini memang belum ada temuan kasus untuk varian itu,” akunya.

Lebih lanjut dia mengatakan, situasi perkembangan kasus Covid-19 di Medan masih terkendali. Status Kota Medan masuk pada PPKM level 2. “Sekarang kita sedang melakukan percepatan ke level 1. Apa yang kita kejar? Kita sekarang mengejar vaksinasi, karena vaksinasi merupakan salah satu capaian untuk menuju level 1,” sebut Mardohar.

Dia mengakui kepatuhan protokol kesehatan saat ini memang tidak sempurna, tapi tetap berjalan. Tim Satgas Penanganan Covid-19 terus bekerja semaksimal mungkin. “Angka BOR Covid-19 terus turun, bahkan angka kematian nol. Untuk mencapai (PPKM) level 1 kami terus menggencarkan testing, tracing dan treatment, karena ada salah satu ketentuannya (level 1) yaitu capaian vaksinasi lansia. Untuk mengejar itu perlu stok vaksin, ini kita sekarang kita jaga stoknya karena sempat terjadi kekurangan. Tapi, kita terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat,” tandasnya.

Untuk diketahui, varian Mu pertama kali diidentifikasi di Kolombia pada bulan Januari. Lalu mewabah di Amerika Selatan, Eropa, dan Amerika Serikat. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mendaftarkan dan menjadikan varian ini perhatian, karena dikhawatirkan varian tersebut bisa membuat vaksin dan perawatan menjadi tidak efektif. Namun, untuk membuktikan kekhawatiran ini masih diperlukan banyak bukti.

Para ilmuwan memantau varian baru Covid-19 yang muncul berdasarkan perubahan secara genetik yang mencurigakan. Kemudian mencari bukti untuk menentukan apakah versi baru lebih menular atau menyebabkan penyakit yang lebih parah.

Negara Kolombia yang pertama mengidentifikasi varian baru corona tersebut. Setidaknya virus corona yang menyerang 39%-nya dari varian Mu. Pejabat telah melacak varian Mu di Eropa, dan menemukan di sekitar selusin negara.

Kementerian Kesehatan Prancis baru-baru ini mengatakan varian Mu nampaknya tidak meningkat di seluruh Eropa. Sebuah laporan dari badan kesehatan masyarakat Inggris bulan lalu menyarankan varian Mu mungkin sama resistensinya terhadap vaksin, seperti varian Beta yang mengkhawatirkan yang pertama kali terlihat di Afrika Selatan.

Akan tetapi, untuk membuktikan hal tersebut juga masih diperlukan banyak bukti lagi. Salah satu pejabat WHO menyebutkan varian Mu ini meningkat di beberapa negara di Amerika Selatan, namun penyebarannya masih jauh lebih mudah varian Delta.

Varian Mu disebut tujuh kali lebih resisten terhadap antibodi yang dihasilkan vaksinasi. Sedangkan varian delta kekuatannya 2,6 kali mengatasi resistensi antibodi dari vaksinasi. Dengan kemampuan seperti ini, orang yang sudah divaksinasi dan pernah terinfeksi bisa terinfeksi kembali dan bisa memburuk.

Pun demikian, memang sampai saat ini belum terkonfirmasi adanya kasus varian Mu di Indonesia. Namun, situasi dan kondisi di Indonesia sangat kompleks. Secara geografis Indonesia merupakan negara yang sangat luas, dengan banyak pintu masuk baik melalui darat, laut, maupun udara. (jpc/prn/ris)

Mengaku Sebagai Staf Bank BTPN, Petani dan Kuli Bobol Rekening Rp2 M

BUKTI: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menunjukkan foto barang-barang bukti yang diamankan dari para pelaku pembobol rekening 14 nasabah Bank BTPN di Mapolda Metro Jaya, Rabu (13/10). Para pelaku yang merupakan petani dan kuli bangunan menjalankan aksinya dengan mengaku sebagai staf bank.istimewa/sumutpos.

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Subdit Siber Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya megungkap kasus ilegal akses terhadap 14 rekening milik nasabah Bank BTPN. Dalam kasus ini, polisi menangkap petani dan kuli bangunan berinisial D dan O. Dalam melakukan aksinya, kedua pelaku mengaku sebagai karyawan bank.

BUKTI: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menunjukkan foto barang-barang bukti yang diamankan dari para pelaku pembobol rekening 14 nasabah Bank BTPN di Mapolda Metro Jaya, Rabu (13/10). Para pelaku yang merupakan petani dan kuli bangunan menjalankan aksinya dengan mengaku sebagai staf bank.istimewa/sumutpos.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus mengungkapkan, sindikat itu beraksi sejak empat bulan lalu atau pada Juni 2021. Para tersangka menawarkan sejumlah penawaran produk Jenius melalui telepon ke para nasabah Bank BTPN. “Modus pengambilalihan beberapa akun nasabah dengan cara melakukan panggilan melalui telepon kepada korban. Tersangka mengaku staf bank,” kata Kombes Yusri Yunus di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (13/10).

Pelaku kemudian mulai mengarahkan korban yang telah terpengaruh. Pelaku lalu mengirimkan tautan yang nantinya diisi korban dengan mencantumkan data diri korban. “Korban yang terpengaruh mengikuti petunjuk pelaku dengan mengirimkan login atau daftar di bank tersebut. Dalam link tersebut harus diisi data nasabah dan kode OTP (one time password),” ungkap Yusri.

Usai data korban dikantongi, pelaku kemudian menguras rekening korban. Uang yang telah dikuras pelaku kemudian dikirim ke rekening penampung yang telah disiapkan pelaku. “Pelaku transfer ke rekening dirinya sehingga menjadi nol rekening orang (korban),” ujar Yusri.

Polisi kini masih mendalami kemungkinan ada nasabah lain yang diduga menjadi korban pelaku. Namun, dari 14 nasabah yang telah menjadi korban, total kerugian ditaksir hingga Rp2 miliar.

Saat ini penyidik masih memburu dua pelaku lainnya yang berstatus Daftar Pencarian Orang (DPO). “Dua tersangka yang diamankan pekerjaanya ada petani dan serabutan, tapi mereka punya keahlian di bidang IT. Masih ada dua DPO, mereka tukang bangunan,” ujar Yusri. Dikatakan Yusri, terduga pelaku dapat melakukan aksi kejahatannya itu dengan cara belajar secara otodidak. Hal ini diketahui berdasarkan pengakuannya. “Kalau pengakuan dia otodidak saja. Sama biasanya kita bisa pengungkapan skiming,” sambungnya.

Untuk terduga pelaku ini disebutnya ditangkap sekitar sepekan yang lalu di kediamannya di daerah Sumatera Selatan. Meski begitu, pihaknya masih melakukan pengejaran terhadap dua orang lainnya. “(Ditangkap) di daerah Sumatera sana. Saya katakan tadi memang orang ahli ini seperti skimming jago skimming dan jago IT. Karena ini lulusannya lulusan SD, tukang bangunan kerja petani. Tapi di daerahnya itu spesialis memang, di daerah Sumatera Selatan atau perbatasan Lampung,” jelasnya.

Selain itu, saat Polisi melakukan penggeledahan terhadap rumah salah satu terduga pelaku, ditemukannya senjata api (senpi). “Pada saat kita melakukan penggeledahan di kediamannya yang bersangkutan, kita temukan senjata api ini. Makanya saya katakan tadi kita proses dengan kasus yang lain di Undang-Undang Darurat 12 tahun 51 ancaman 12 tahun penjara. Kami masih mendalami dari mana senjata api ini ditemukan atau dia dapat,” tegasnya.

Para pelaku dijerat Pasal 30 Juncto Pasal 46 Juncto Pasal 32 Juncto Pasal 48 dan Pasal 35 Juncto Pasal 52 UU ITE. Selain itu pelaku pun dijerat dengan Pasal 1 ayat 1 UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 karena kepemilikan senjata api dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara.

Sementara itu, perwakilan Direksi Bank BTPN, Argo Wibowo, memastikan dua pelaku yang telah ditangkap polisi bukan karyawannya. Dia menyebut, pihaknya tidak pernah meminta data pribadi dari nasabah. “Kami sampaikan bahwa BTPN tidak pernah karyawannya meminta data pribadi apalagi OTP. Kami tidak pernah melakukan karena itu adalah data pribadi,” ujar Argo.

Selain berjanji meningkatkan sistem keamanan, Argo pun mengimbau kepada masyarakat untuk tidak pernah memberikan data pribadi kepada orang lain. “Jadi sebaiknya terkait informasi rahasia tersebut simpan sendiri. Risiko take over itu besar sekali,” ujar Argo.

Sementara, Wakil Direktur Utama Bank BTPN Darmadi Sutanto mengungkapkan, penangkapan dua tersangka pembobolan 14 rekening nasabah ini adalah tindak lanjut dari laporan manajemen pada Juni 2021 lalu. Perusahaan mendukung kepolisian menjalani proses hukum hingga tuntas.

Darmadi mengungkapkan, peristiwa pembobolan ini menjadi pelajaran dan peringatan bagi tersangka. Dia memastikan manajemen akan selalu secara serius menindaklanjuti setiap kasus yang terjadi dan merugikan nasabah.

“Keamanan data dan dana nasabah merupakan prioritas utama kami. Kami memastikan bahwa bertransaksi di Jenius Bank BTPN aman selama nasabah selalu menjaga kerahasiaan data pribadi mereka,” ungkap Darmadi dalam keterangan resmi, Rabu (13/10).

Ia mengatakan, data pribadi yang dimaksud, seperti one-time password (OTP), personal identification number (PIN), dan kata sandi atau password. “Kami juga berterima kasih kepada nasabah yang semakin sadar akan pentingnya menjaga kerahasiaan dan keamanan data pribadi mereka, sehingga tidak terjadi lagi kasus penipuan di Jenius Bank BTPN,” kata Darmadi.

Ia menyebut manajemen siap memenuhi panggilan kepolisian jika dibutuhkan untuk memberikan keterangan lebih lanjut terkait kasus pembobolan ini. Sementara, Darmadi menjelaskan pihaknya terus melakukan sejumlah langkah untuk menambah keamanan perbankan digital. Hal ini dilakukan dengan teknologi berlapis. “Bank BTPN telah memenuhi standar keamanan perbankan dan senantiasa menambah sistem keamanan Jenius sebagai perbankan digital kami dengan keamanan kelas dunia,” jelas Darmadi.

Selain itu, Bank BTPN juga melakukan edukasi kepada nasabah dan masyarakat umum terkait pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Lalu, manajemen juga telah menonaktifkan akses Jenius melalui situs untuk meminimalisir risiko rekayasa sosial oleh pelaku tindak kejahatan siber. (dtc/jpc/cnn)

Kapoldasu Janji Tuntaskan Kasus Keributan di RSU HKBP Balige

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Kapolda Sumut), Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak menegaskan, akan menuntaskan kasus keributan yang terjadi di Rumah Sakit Umum (RSU) HKBP Balige, yang terjadi pada Minggu (10/10) lalu.

Panca mengungkapkan, peristiwa itu berawal saat Taren Sing dan Jasprit Sing menjeguk keponakannya, bernama Sanjay di RSU HKBP Balige karena mengalami kecelakaan lalu lintas pada Minggu (10/7) lalu.

“Mereka bermohon kepada pihak rumah sakit yaitu dokter untuk segera dilakukan penanganan. Dan oleh tim dokter telah melakukan penanganan berupa pembersihan terhadap luka dan sudah jahit,” kata Panca didampingi Wakapolda Sumut Brigjen Pol Dadang Hartanto dan Dirreskrimum Poldasu Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, kepada sejumlah wartawan di Mapolda Sumut, Rabu (13/10).

Dijelaskannya, pihak RS kemudian meminta Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan surat vaksin sebagai syarat administrasi agar pasien dapat ditangani lebih lanjut. Namun kedua pemuda itu mendesak agar dilakukan pengobatan terhadap saudaranya tersebut.

Tiba-tiba, lanjutnya, keduanya melakukan pengerusakan di meja resepsionis RS. Kemudian terjadi aksi saling pukul saat petugas Satuan Pengamanan (Satpam) mencoba mengamankan kedua pelaku.

“Terhadap kedua pelaku tengah dirawat di RS Columbia Medan, sedangkan Sanjay yang sebelumnya dirawat di RS HKBP Balige telah dibawa keluarga dan dirawat di RS Mitra Sejati,” paparnya.

Kemudian, terang Panca lagi, dalam kasus keributan itu, dua orang sudah ditangkap, yakni Taren Sing dan Jasprit Sing. Sedangkan, Tim Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut bersama Kepolisian Resor (Polres) Toba akan menuntaskan kasus keributan di RSU HKBP Balige tersebut.

“Saat ini penyidik masih melakukan pemeriksaan untuk mendapatkan keterangan dari kedua pelaku yang tengah menjalani perawatan di RS Columbia,” imbuhnya.

Sementara itu, Winda, mewakili keluarga kedua pelaku menyampaikan permohonan maaf atas keributan yang terjadi di RSU HKBP Balige itu. “Saya mohon maaf. Kami keluarga menyerahkan semua penanganan kasusnya kepada pihak kepolisian,” ujarnya. (dwi)

Sabam Sibarani Ketua PDK Kosgoro 1957 Dairi Periode 2021-2026

PERNYATAAN SIKAP: Ketua PDK Kosgoro 1957 Dairi, Sabam Sibarani (tengah), Sekretaris, Robert Sianturi dan Bendahara,David PNSM Tambunan membacakan pernyataan sikap.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

DAIRI, SUMUTPOS.CO – Sabam Sibarani terpilih menjadi Ketua Pimpinan Daerah Kolektif (PDK) Kosgoro 1957 Kabupaten Dairi periode 2021-2026. Penetapan Sabam menjadi Ketua dalam musyawarah PDK Kosgoro 1957 Dairi di gedung Nasional Djauli Manik, Selasa (12/10).

PERNYATAAN SIKAP: Ketua PDK Kosgoro 1957 Dairi, Sabam Sibarani (tengah), Sekretaris, Robert Sianturi dan Bendahara,David PNSM Tambunan membacakan pernyataan sikap.RUDY SITANGGANG/SUMUT POS.

Pelantikan pengurus PDK Kosgoro 1957 Dairi dilakukan Ketua PDK Kosgoro 1957 Sumatera Utara, Reza Fahrumi Tahir. Adapun pengurus dilantik Ketua Sabam Sibarani, Sekretaris Robert Sianturi dan Bendahara David PNSM Tambunan.

Ketua PDK Kosgoro Sumut, Reza Fahrumi Tahir mengatakan, Musda ini sangat penting bukan hanya untuk Kasgoro tetapi untuk setiap organisasi dan Parpol. Untuk Kasgoro sendiri, ini merupakan musda yang kesekian kali, di mana sebelumnya sudah dilakukan di Samosir dan Pakpak Bharat.

“Bagi kita, musda ini bukan hanya mekanisme 5 tahun, tetapi musda ini mekanisme penyelesaian organisasi. Musda juga menyusun program tertunda seperti kebijakan yang belum terlaksana pada periode sebelumnya,” ujarnya.

Dijelaskannya, Musda ini mekanisme berdemokrasi internal, tempat belajar mengkritik dan menerima kritik. Output musda ini harus melahirkan koperasi yang bisa mengayomi ekonomi semua anggota Kosgoro Dairi. Karena cikalbakal Kosgoro berawal dari koperasi sebagai ekonomi rakyat. Dairi punya potensi ekonomi yang bisa dimamfaatkan.

Wakil Ketua Umum Kosgoro, Ir Lamhot Sinaga menegaskan, Sabam Sibarani merupakan kader tulen Kosgoro dan kader senior Golkar Dairi. Lamhot mengaku, Ketua DPD I Golkar Sumut, Musa Rajekshah dan Ketua PDK Kosgoro Sumut, Reza Fahrumi Tahir bertanya ke dia tentang Sabam.

“Saya sampaikan sama mereka, kalau Golkar mau besar di Dairi jangan diganti dari jabatan Sekretaris maupun Ketua DPRD. Begitu juga dengan PDK Kosgoro, kalau mau besar di Dairi, Sabam Sibarani jadi Ketua,” ucap Lamhot.

Legislator Senayan itu juga mengungkap, bila ada orang yang mencoba menggoyang posisi Sabam, kalau sabam disentuh, sama menyentuh Lamhot Sinaga, tandasnya.

Untuk membantu warga Dairi dalam menuntaskan vaksinasi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Lamhot berjanji kepada Kosgoro Dairi, pada bulan November 2021 mendatang, akan menggelar vaksinasi tahap 1 sebanyak 5000 vaksin. Dan bulan Desember 2021, vaksinasi tahap 2 juga sebanyak 5000 vaksin.

Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu menyambut baik musda dilakukan PDK Kosgoro Dairi. Ia mengaku, masih baru di Golkar dan mau banyak belajar dari kader senior. “Sebagai Ketua Golkar, wajib membesarkan Kosgoro,” terangnya.

Sabam Sibarani menyampaikan, pelaksanaan musda sudah lama tertunda. Tetapi, walaupun tertunda pihaknya tetap bertekad untuk melaksanakannya.

Ia menegaskan, Kosgoro Dairi bertekad sebagai terdepan mendukung partai Golkar di Kabupaten Dairi.  Sabam berjanji, dihadapan Wakil Ketua Umum Kosgoro dan Ketua Kosgoro Sumut, akan mencetak kader Kosgoro sebanyak 3 ribu orang, guna mendukung keinginanan Ketua DPD I Golkar Sumut, Musa Rajekshah mencetak 2 juta kader Golkar di Sumut.

“Guna mewujudkan target tersebut, kami akan melaksanaknakan konsolidasi ke15 kecamatan. Kosgoro Dairi bertekad mendukung Golkar Dairi memenangkan pemilihan calon anggota legislatif (Pilcaleg), pemilihan kepala daerah Bupati/ Wakil Bupati, Gubernur/Wakil Gubernur serta pemilihan Presiden/Wakil Presiden tahun 2024 mendatang,” ujarnya.

Pada keeempatan itu juga, PDK Kosgoro 1957 Dairi, membacakan pernyataan sikap siap mendukung/memenangkan kembali Ketua PDK Kosgoro 1957 Sumut, Reza Fahrumi Tahir pada Musda PDK Kosgoro Sumut, bulan Desember 2021 mendatang serta memenangkan Ketua DPD I Golkar Sumut, Musa Rajekshah menjadi Gubernur Sumatera Utara pada Pilgubsu tahun 2024 mendatang.

Dalam kesempatan tersebut, hadir Wakil Ketua Umum Kosgoro juga anggota DPR-RI, Ir Lamhot Sinaga, Bupati Dairi, Eddy Keleng Ate Berutu, pengurus Kosgoro 15 Kecamatan serta undangan lainya. (rud/ram)

Mendag: Potensinya Besar, Pemerintah Terus Pacu Perekonomian Digital

Kementerian Perdagangan menggelar webinar dialog kebijakan “Gambir Trade Talk ke-3” yang mengangkat tema “Transformasi Ekonomi Digital: Kesiapan Indonesia" pada Selasa (12 Okt). Acara ini menghadirkan sambutan kunci dari Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi.

SUMUTPOS.CO – Besarnya potensi ekonomi digital Indonesia mendorong pemerintah terus melakukan akselerasi pertumbuhan sektor ini di tengah Pandemi Covid-19. Dengan 197 juta penduduk yang memiliki akses internet dan akan tumbuh menjadi 250 juta orang pada tahun 2050, Indonesia jadi pasar yang menjadikan bagi ekonomi digital. Perniagaan elektronik ekonomi digital diprediksi akan menyumbang 33 persen atau sebesar Rp 1.908 triliun pada 2030.

Kementerian Perdagangan menggelar webinar dialog kebijakan “Gambir Trade Talk ke-3” yang mengangkat tema “Transformasi Ekonomi Digital: Kesiapan Indonesia” pada Selasa (12 Okt). Acara ini menghadirkan sambutan kunci dari Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam diskusi ekonomi virtual Gambir Trade Talk ke-3 yang mengambil tema ‘Transformasi Ekonomi Digital: Kesiapan Indonesia’, Selasa (12/10).

Menurutnya, jika diukur dari gross merchandise value (GMV), potensi ekonomi digital Indonesia jauh melebihi negara-negara lain di kawasan ASEAN. Pada 2020 lalu, ekonomi digital Indonesia baru berkontribusi sebesar empat persen terhadap produk domestik bruto (PDB) Indonesia. Pada 2030 mendatang, ekonomi digital Indonesia diyakini akan tumbuh setidaknya delapan kali lipat dan menjadi berkontribusi 18 persen terhadap PDB.

“Niaga elektronik (E-commerce) diperkirakan masih akan menguasai peta ekonomi digital Indonesia pada 2030 dengan kontribusi mencapai Rp 1.908 triliun atau sekitar 33 persen. Sementara itu, kontribusi besar lainnya bagi ekonomi digital Indonesia akan bersumber dari business to business, termasuk rantai nilai dan logistik, yang sebesar Rp763 triliun atau 13 persen; online travel sebesar Rp575 triliun atau 10 persen; dan corporate services sebesar Rp529 triliun atau 9 persen,” ungkap Mendag Lutfi.

Webinar dimoderatori oleh Ekonom World Bank Group Jakarta, Maria Monica Wihardja. Hadir sebagai narasumber yaitu Co-Founder & Managing Partner East Ventures, Wilson Cuaca; Wakil Kepala Badan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Digital Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), Pandu Adi Laras; Founder TaniHub, Pamitra Wineka; Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri, Oke Nurwan; serta President Commisioner A.T. Kearney Alessandro Gazzini.

Untuk mewujudkan transformasi dan akselerasi ekonomi digital Indonesia, Mendag Lutfi menyampaikan bahwa pemerintah sedang mempersiapkan cetak biru yang berfokus pada tiga hal.

Pertama, meningkatkan jumlah talenta digital baik di instansi pemerintah, pelaku usaha, dan kalangan akademisi. Kedua, mengakselerasi investasi infrastruktur hingga pelosok Nusantara agar tidak ada kesenjangan digital. Ketiga, memastikan regulasi dan kebijakan terkait ekonomi digital Indonesia bersifat adaptif, proaktif, dan kolaboratif, selain itu harus memfasilitasi inovasi dan memastikan adanya lingkungan bisnis yang adil dan inklusif.

Gambir Trade Talk ke-3 diadakan oleh Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) Kementerian Perdagangan. Diskusi kali ini bertujuan memperoleh gambaran serta memahami arah pengembangan transformasi digital Indonesia dari perspektif pemerintah, pelaku usaha, dan investor.

Gambir Trade Talk ke-3 menghadirkan narasumber Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag, Oke Nurwan; Wakil Kepala Badan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Digital, Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Pandu Adi Laras; anggota Komite Perdagangan Komoditi Digital Kadin dan Founder TaniHub, Pamitra Wineka; Co-Founder & Managing Partner East Ventures, Willson Cuaca; dan Partner, President Commissioner A.T. Kearney, Alessandro Gazzini. Diskusi dimoderatori oleh ekonom the World Bank Group, Maria Monica Wihardja.

Dalam sambutan pembukanya, Kepala BPPP Kemendag Kasan menyampaikan bahwa transformasi dan adaptasi teknologi digital adalah hal yang mutlak dan tidak dapat dihindari. Bahkan, transformasi ini harus segera diakselerasi dengan tetap menjunjung tinggi prinsip-prinsip kesetaraan dan inklusitivitas bagi seluruh warga negara Indonesia.

“Ekonomi digital telah meningkatan efisiensi sistem perekonomian global dan menawarkan solusi agar transaksi perekonomian tetap berjalan di tengah pandemi Covid-19. Saat ini ekonomi digital merupakan salah satu komponen penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Kasan.

Co-Founder & Managing Partner East Ventures Willson Cuaca menyampaikan, pandemi Covid-19 memberi tekanan yang luar biasa pada hampir seluruh aspek perekonomian, namun di saat yang bersamaan membuka peluang luar biasa bagi pelaku usaha yang dapat memanfaatkan fenomena digitalisasi. “Saat ini terdapat beberapa produk ekonomi digital yang berkembang pesat di masa pandemi Covid-19, antara lain perusahaan rintisan yang terdapat pada industri edutech, healthcare, smart retail, e-commerce, fintech, enabler, cloud kitchen, dan B-to-B,” ujar Willson.

Wakil Kepala Badan Pengembangan Ekosistem Ekonomi Digital Kadin Pandu Adi Laras menambahkan, Indonesia bukan hanya negara dengan pertumbuhan ekonomi digital terdepan di ASEAN, tetapi juga negara dengan nilai ekonomi digital terbesar di ASEAN. “Indonesia merupakan negara dengan penyumbang perusahaan startup terbanyak di ASEAN dengan jumlah perusahaan lebih dari 2.200 entitas. Laju penetrasi internet di Indonesia telah mendorong pertumbuhan ekonomi digital dan memicu lahirnya wirausahawan di bidang teknologi dan startup,” kata Pandu.

Sementara itu, anggota Komite Perdagangan Komoditi Digital Kadin dan Founder TaniHub Pamitra Wineka memaparkan, pengembangan ekonomi digital di Indonesia memberikan banyak multiplier effect seperti pembukaan lapangan kerja baru dan pemerataan kekayaan. “Seiring dengan pertumbuhan pesat di area infrastruktur, pemerataan kekayaan diprediksi akan terus terjadi dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan,” kata Pamitra.

President Commisioner A.T. Kearney Alessandro Gazzini menuturkan, saat ini terdapat beberapa hambatan dalam pengembangan ekonomi digital di Indonesia. Tingkat literasi teknologi yang masih rendah menjadi salah satu hambatan utama selain persepsi masyarakat bahwa belanja secara daring lebih mahal karena ongkos kirim serta masalah ketersediaan produk.

“Berdasarkan survei oleh A.T. Kearney, ‘tingkat kemudahan penggunaan’ merupakan hambatan yang paling sering dialami oleh para pelaku usaha dalam mengadopsi teknologi ke dalam usahanya, sebesar 53 persen; diikuti ‘harga dan promosi’ sebesar 44 persen; dan ‘ketersediaan produk’ sebesar 41 persen,” jelas Alessandro.

Akselerasi Adil dan Inklusif
Dalam diskusi, mengemuka pembahasan bahwa di masa pandemi Covid-19 ini investasi digital di Indonesia meningkat sangat tajam. Maka, ekonomi digital harus bermanfaat bagi semua lapisan masyarakat. Semangat yang diusung pemerintah adalah terciptanya perdagangan yang adil dan equal level of playing field.

Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Oke Nurwan yang menjadi salah satu narasumber diskusi menyampaikan peran pemerintah dalam akselerasi ekonomi digital Indonesia melalui regulasi. Ia mengatakan, di balik potensi luar biasa ekonomi digital, terdapat tantangan perdagangan yang memerlukan pengaturan pemerintah. Pemerintah telah menerbitkan beberapa landasan hukum untuk menciptakan iklim berusaha yang sehat, adil, dan bermanfaat.

“Peran nyata pemerintah dalam memaksimalkan potensi serta mengatasi permasalahan dan tantangan dalam pengembangan e-commerce hadir dalam Undang-Undang No. 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan, Peraturan Pemerintah No. 80 Tahun 2019 tentang Perdagangan Melalui Sistem Elektronik, dan Peraturan Menteri Perdagangan No. 50 Tahun 2020 tentang Ketentuan Perizinan Usaha, Periklanan, Pembinaan, dan Pengawasan Pelaku Usaha Dalam Perdagangan Melalui Sistem Elektronik,” kata Oke.

Diskusi Gambir Trade Talk dapat diikuti kembali di YouTube BPPP Kemendag lewat tautan: https://www.youtube.com/watch?v=OCsQsJxpggw (*)

PDI Perjuangan dan Projo Sumut Gelar Vaksinasi, Sasar 10.370 Warga Sumut hingga ke Pelosok Desa

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPD PDI Perjuangan dan Projo Sumut menggelar vaksinasi massal di 20 lokasi tersebar di 8 kabupaten/kota se-Sumut secara serentak, Sabtu (16/10/2021). Vaksinasi ini menyasar 10.350 warga Sumut hingga ke pelosok desa.

“Gelaran vaksinasi ini sebagai bukti pengabdian kepada masyarakat. Kami Kader PDI Perjuangan bersama pemerintah terus berkomitmen untuk memberikan yang terbaik kepada masyarakat terutama dalam memberikan kemudahan akses terhadap program vaksinasi Covid-19,” kata Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon kepada wartawan di Kantor DPD PDI Perjuangan Sumut, Jalan Jamin Ginting Medan, Rabu (13/10/2021).

Demi suksesnya program vaksinasi ini, Rapidin menginstruksikan kepada struktur partai untuk mendata anggota masyarakat yang belum divaksin agar didaftarkan kepada pelaksana vaksinasi di titik-titik yang sudah ditentukan.

Sementara Ketua DPD Projo Sumut, Ramses Simbolon menyatakan, kegiatan vaksinasi ini adalah gerakaan nasional percepatan vaksinasi Covid-19 di Sumut. “Masih banyak masyarakat yang belum mendapat kesempatan untuk vaksinasi, kegiatan ini juga dapat dimaknai sebagai gerakan politik untuk keselamatan dan kesehatan masyarakat” lanjut Ramses.

Adapun titik-titik pelaksanaan gerakan vaksinasi berkeadilan serentak pada tanggal 16 Oktober 2021 sebagai berikut:

  1. Kantor DPD PDI Perjuangan Sumut Jalan Jamin Ginting sebanyak 400 vaksin
  2. Medan Johor di SMA ST. Ignatius Jalan Karya Wisata No. 6 Kel. Gedung Johor sebanyak 970 vaksin
  3. Ex. RS. Sari Mutiara Jalan Kapten Muslim Medan sebanyak 1000 vaksin
  4. SMA Swasta Cahaya Jalan Hayam Wuruk No. 11 Kel Petisah Hulu Medan sebanyak 1000 vaksin
  5. Kabupaten Samosir di 4 titik yaitu Kantor Desa Sigaol, Kantor Desa Sipinggan, Kantor Polres Jalan Danau Toba Pengururuan dan Kantor Desa Rianiate total sebanyak 1000 vaksin
  6. Kabupaten Sergei di Perguruan Swasta Satria Darma Jalan Akasia no. 8 Jambur Pulau dan SMK Swasta Setia Karya Pegajahan Kecamatan Pegajahan sebanyak 1000 vaksin
  7. Kabupaten Simalungun di Klinik Permata Jalan Sudirman Seribudolok Kec. Silimakuta, SD Negeri 01 Dusun Simpang Pane Nagori Pematang Pane Kec. Panombean Pane, Gedung Siantar Harmony Land Dusun Batu VII Dolok Hataran Kec. Siantar. Sebanyak 1000 vaksin
  8. Kabupaten Dairi, Aula Paroki Gereja Katolik St. Maria Jalan Marga Silima Kota Sidikalang, Aula Paroki Gereja Katolik St. Viato Dionisus Kec. Sumbul, Aula Paroki St. Petrus dan Paulus Jalan SM Raja Prongil, Aula Paroki St Perawan Maria Gebung Karmel Kec Tigalingga sebanyak 1000 vaksin.
  9. Kabupaten Deli Serdang dilapangan Tengku Raja Muda Jalan Tengku Raja Muda, Petaoaham Lubuk Pakam, sebanyak 1000 vaksin
  10. Kabupaten Labusel di Yayasan Pendidikan SMA Tasik Raja Desa Bukit Tujug Kec. Torgamba, sebanyak 1000 vaksin
  11. Kabupaten Toba, di SD St. Plus dan SMP Kartini Jalan Lumban Rao Kec. Parsoburan, sebanyak 1000 vaksin.(adz)

Satreskrim Polres Tebingtinggi Amankan Mesin Judi Tembak Ikan

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO- Berkat laporan masyarakat, Satreskrim Polres Tebingtinggi mengamankan sejumlah mesin judi tembak ikan di Warung Kopi Tumpak Sitorus, di Dusun Pardomuan, Desa Gelam Sei Sarimah, Kecamatan Bandar Khalifah, Kabupaten Sergai, Selasa malam (12/10). Menurut Kasat Reskrim Polres Tebingtinggi, AKP Wirhan Arif, masyarakat sekitar warung kopi tersebut sudah sangat resah, sehingga mereka menginformasikan kepada Kepolisian.

AMANKAN : Satreskrim Polres Tebingtinggi berhasil mengamankan satu buah mesin judi tembak ikan di Kecamatan Bandar Khalifah. (Sopian/Sumut Pos).

“Kami turun langsung ke lapangan dan melakukan pengecekan atas informasi tersebut. Ternyata benar, di warung kopi milik Tumpak Sitorus itu ditemukan mesin judi tembak ikan. Pada saat ditemukan, mesin judi tersebut dalam keadaan tidak beroperasi dan tidak ada orang yang sedang bermain,” terang AKP Wirhan Arif.

Kemudian, lanjutnya, Tim Elang Sakti Satreskrim Polres Tebingtinggi melakukan pengamanan mesin judi tersebut dan membawanya ke Polres Tebingtinggi serta mendata identitas pemilik warung guna proses penyelidikan lebih lanjut. “Petugas mengamankan mesin judi jenis ikan ke Polres Tebingtinggi. Melakukan penyelidikan terhadap kepemilikan mesin judi tembak ikan tersebut,” tegas Wirhan Arif. (ian)