23 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 3048

Harapkan Dukungan Perkuat UMKM, Ketua IPEMI Medan Tunjukkan Produk Unggulan Kepada Kahiyang Ayu

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Medan, Sri Wahyuni, SH, melakukan audiensi kepada Ketua TP PKK Kota Medan sekaligus Ketua Dekranasda Kota Medan Kahiyang Ayu ST,P, MM. Hal itu, bertujuan membuka ruang kerja sama yang lebih luas.

Ketua IPEMI, Sri Wahyuni saat foto bersama dengan Kahiyang Ayu.(ist).

Pertemuan tersebut, berlangsung di rumah dinas Wali Kota Medan, Senin (25/10) kemarin. Dimana, Ketua IPEMI Medan memperkenalkan produk-produk UMKM yang dihasilkan para anggota organisasi yang dipimpinnya.

Dalam kesempatan itu, Ketua IPEMI Medan menyampaikan ucapan terima kasih atas penerimaan yang hangat dari istri Wali Kota Medan yang sekaligus menjadi pembina IPEMI Medan tersebut.

Dengan membawa katalog market IPEMI Medan, Sri Wahyuni berharap produk-produk yang dihasilkan UMKM anggota IPEMI Medan bisa dijadikan sebagai alternatif ragam pilihan oleh-oleh khas Medan bagi para wisatawan domestik maupun mancanegara yang berkunjung ke kota ini.

Ia menjelaskan, bahwa ragam produk kuliner dan cenderamata yang diproduksi oleh para anggota IPEMI Medan merupakan produk-produk yang dibuat dengan kreativitas tinggi dari para pelaku UMKM binaannya.

“Melalui pertemuan ini akan terbuka pintu yang lebih lebar bagi para anggota IPEMI Medan untuk mengembangkan usaha mereka ataupun memperluas pemasaran produknya, dengan dibantu oleh Ketua Dekranasda Kota Medan,” sebut Sri Wahyuni dalam keterangan tertulis, Kamis (28/10).

Ia juga menginginkan agar kolaborasi yang terjalin nantinya antara IPEMI Medan dengan TP PKK Kota Medan, Dekranasda Kota Medan dan Pemko Medan dapat lebih mempertajam program-program peningkatan ekonomi umat dan pemberdayaan kaum perempuan.

“Banyak peluang yang terbuka dari pertemuan dengan Ibu Ketua TP PKK Kota Medan. Kita akan bersinergi dalam berbagai program yang sejalan dengan visi dan misi IPEMI Medan, serta turut serta mendukung dan mempercepat laju pembangunan yang tengah berjalan di Kota Medan melalui berbagai upaya nyata,” tandas Sri Wahyuni.

Dalam kesempatan itu juga hadir, Sri Wahyuni juga mengharapkan saran dan bimbingan dari Ketua TP PKK Kota Medan terkait pengembangan UMKM, penguatan program-program edukatif yang langsung menyentuh masyarakat menengah ke bawah serta menghidupkan kembali sektor-sektor perekonomian yang melemah bahkan terpuruk dihantam badai pandemi Covid-19. Ia menunjuk sejumlah UMKM yang tidak kuat bertahan menghadapi perlambatan ekonomi disebabkan pandemi.

“IPEMI Medan sampai saat ini masih memegang teguh komitmennya untuk menguatkan perekonomian umat melalui sektor industri skala kecil menengah. Untuk itu kami berharap dukungan sepenuhnya dari Pemko Medan beserta Dekranasda Kota Medan, terutama bimbingan teknis dan support untuk memperluas jejaring pemasaran produk,” terang Sri Wahyuni.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Kota Medan Kahiyang Ayu, menyambut baik tujuan audiensi tersebut sembari menegaskan bahwa saat ini peningkatan sektor UMKM menjadi salah satu fokus kerja Pemko Medan, termasuk TP PKK Kota Medan dan Dekranasda Kota Medan.

Terutama dalam mewujudkan program satu kelurahan satu sentra kewirausahaan (Sakasanwira) yang menjadi program Wali Kota Medan Bobby Nasution. Untuk mewujudkannya, diperlukan dukungan dan kolaborasi semua pihak, termasuk organisasi yang mewadahi para pengusaha seperti IPEMI Medan.

Turut mendampingi Ketua IPEMI Medan sejumlah pengurus organisasi tersebut, yakni bendahara Dewi Zaharaini, divisi UKM Dessy Sunita, divisi UKM II Dina Anggriani dan divisi sosial Yuyun Ramadani, SE.(gus)

Kasus Korupsi di KPU Sergai, Kejari Tetapkan Tiga Tersangka

PAPARKAN : Kajari Sergai, Donny Haryono Setiawan didampingi Kasi Intel Agus Adi Admaja dan Kasi Pidsus Elon Unedo Pinondang Pasaribu ketika memberikan keterangan.

SERGAI, SUMUTPOS.CO – Kejaksaan Negeri Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) menetapkan tiga tersangka atas temuan kerugian negera sebesar Rp1,2 miliar terkait anggaran hibah kepada KPU Sergai terkait pelaksanaan Pilkada Sergai Tahun 2019-2020 dengan anggaran sebesar Rp36,5 miliar.

PAPARKAN : Kajari Sergai, Donny Haryono Setiawan didampingi Kasi Intel Agus Adi Admaja dan Kasi Pidsus Elon Unedo Pinondang Pasaribu ketika memberikan keterangan.

Ketiga tersangka yakni, DES (56) warga Kecamatan Perbaungan, Sergai, mantan Sekretaris KPU Sergai selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) Darma Eka Surbakti saat ini sebagai staf di Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Disporabudpar) Kabupaten Sergai.

Kemudian, tersangka Khairul Mifta Nasution (37) warga Medan, sebagai staf KPU Sergai selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) dan Rahman (38) warga Kecamatan Binjai Barat Kota Binjai staf KPU Sergai, selaku bendahara pengeluaran pembantu saat menjabat di KPU Sergai.

Kajari Sergai, Donny Haryono Setiawan didampingi Kasi Intel Agus Adi Admaja dan Kasi Pidsus Elon Unedo Pinondang Pasaribu, setelah memberangkatkan ketiga tersangka untuk dibawa ke Lapas kelas II B Tebingtinggi mengungkapkan, sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi dan melakukan ekspos, tim penyidik Kejari Sergai akhirnya menetapkan 3 tersangka kasus dugaan korupsi di KPU Serdangbedagai.

“Ketiganya tersangka DES yang saat itu sebagai sekretaris KPU Sergai, CMN selaku PPK dan R selaku bendahara pengeluaran pembantu,” kata Donny Haryono, Rabu (27/10)sore.

Dijelaskan Donny, ketika tersangka pelaku korupsi anggaran hibah kepada KPU Sergai, kini dititipkan di Lapas Kelas II B Kota Tebingtinggi sebelum menjalani sidang di Medan. (ian/han)

Acungkan Kapak ke Teman, Warga Tamora Dituntut 4 Tahun Penjara

Ilustrasi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Hanya gara-gara mengacungkan kapak kepada teman sendiri, terdakwa Jono alias Opong (46) dituntut jaksa selama 4 tahun penjara. Dia dinilai terbukti melanggar Pasal 2 ayat (1) UU Darurat RI No 12 Tahun 1951.

Ilustrasi.

“Meminta majelis hakim yang menyidangkan, menjatuhkan vonis terhadap terdakwa Joni alias Opong dengan pidana penjara selama 4 tahun,” ujarnya Jaksa Penuntut Umum (JPU) Teorida Hutagaol, di Ruang Cakra 8 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (27/10).

Usai mendengar tuntutan JPU, majelis Hakim yang diketuai Hendra Utama Sutardodo memberikan kesempatan kepada terdakwa untuk menyampaikan pembelaan (pledoi) pada sidang pekan depan.

Mengutip surat dakwaan, berawal pada 4 Juli 2021, saksi Djoni, saksi Agus Zein bersama dengan saksi Erryzal sedang nongkrong di depan rumah orangtua Djoni di Perumahan Cemara Asri Jalan Katalia Sampali, Deliserdang. Tiba-tiba, terdakwa berjalan mendatangi Djoni di Perumahan Cemara Asri tepatnya di halaman rumah kosong.

Kemudian, terdakwa memperlihatkan amplop berisi surat perjanjian sewa menyewa rumah dari Dewi Sartika, sambil mengeluarkan satu kampak terbungkus koran dari pinggang belakang terdakwa.

Kemudian, terdakwa mengangkat bungkusan dengan tangan kanannya yang berisi kampak tersebut, dan setelah berjarak sekitar 3 meter terdakwa kembali cek cok dengan Djoni, sembari mengangkat benda yang dipegangnya.

Setelah para saksi berhasil menangkap terdakwa, akhirnya Agus mengambil benda tersebut dari tangan terdakwa Djono, kemudian saksi Agus langsung merobek koran pembungkus benda tersebut yang ternyata adalah sebuah kampak bergagang kayu. Merasa terancam keselamatannya, saksi Djoni melaporkan kejadian tersebut Ke Polda Sumut. (man/han)

Kasus Dugaan Korupsi Bank Sumut KCP Galang, Ketiga Terdakwa akan Jalani Sidang

DILIMPAHKAN: Tiga tersangka dugaan korupsi Bank Sumut KCP Galang, dilimpahkan ke Kejari Medan, Rabu (27/10).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejati Sumut melimpahkan berkas perkara 3 tersangka kasus dugaan korupsi di PT Bank Sumut KCP Galang Deliserdang ke Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi Medan.

DILIMPAHKAN: Tiga tersangka dugaan korupsi Bank Sumut KCP Galang, dilimpahkan ke Kejari Medan, Rabu (27/10).

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut Yos A Tarigan mengatakan, ketiga tersangka dalam kasus itu di antaranya, LRT yang merupakan mantan pimpinan Bank Sumut KCP Galang, RAM mantan wakil pimpinan Bank Sumut KCP Galang dan SKN selaku debitur Bank Sumut KCP Galang.

“Koordinator Tim JPU yang akan mengawal proses hukum kasus ini adalah dari Kejati Sumut berkolaborasi dengan Kejari Deliserdang,” ujarnya kepada wartawan, Rabu (27/10).

Selain itu kata dia, dalam pusaran kasus korupsi Bank Sumut itu aset negara mencapai Rp25.859.547.421 dari kerugian sesuai perhitungan BPKP Perwakilan Sumut dengan nominal sebesar Rp35.153.000.000.

“Dalam pemulihan kerugian negara itu penyidik melakukan penyitaan obyek berupa tanah/bangunan dan tanah/kebun sawit dalam kasus dugaan korupsi di PT Bank Sumut KCP Galang Delisersang yang menjerat 3 orang tersangka,” sebutnya.

Penyitaan obyek itu lanjutnya, dilakukan pada tingkat penyidikan perkara dugaan korupsi di PT Bank Sumut KCP Galang. “Terkait aset negara itu tim penyidik menyita 118 obyek berupa tanah/bangunan dan tanah/kebun sawit di beberapa tempat di Sumut,” terangnya.

Ditambahkannya, kasus dugaan korupsi di PT Bank Sumut KCP Galang diduga dilakukan tersangka LRT selaku pimpinan Bank Sumut KCP Galang bersama-sama dengan tersangka RAM selaku wakil pimpinan Bank Sumut KCP Galang dan tersangka SKN selaku debitur Bank Sumut KCP Galang, sejak 2013-2015.

Hal itu diduga dilakukan para tersangka dengan cara memanfaatkan sarana perkreditan yang berlaku pada PT Bank Sumut. Sarana perkreditan tersebut diantaranya kredit usaha rakyat (KUR), kredit pemilikan property Sumut sejahtera (KPP SS) dan kredit angsuran lainnya (KAL) untuk digunakan dalam mencairkan dana 125 perjanjian kredit kepada tersangka SKN selaku debitur yang menggunakan nama orang lain.

Perbuatan itu mengakibatkan kerugian keuangan negara Rp35.153.000.000 sebagaimana perhitungan BPKP Perwakilan Provinsi Sumut.

“Para tersangka dikenakan pasal 2 UU RI No 31 tahun 1999 jo pasal 3 UU RI No 31 taHUN 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI No 20 tahun 20021 tentang pembrentasan tindak pidana korusp jo pasal 55 ayat 1 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP,” pungkasnya. (man)

Polres Tebingtinggi Tangkap Bandar Sabu

DIAMANKAN: Kedua pelaku kepemilikan narkotika jenis sabu Jul Hakim dan Suryanto diamankan Satnarkoba Polres Tebingtinggi.SOPIAN/SUMUT POS.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Satnarkoba Polres Tebingtinggi meringkus dua pelaku pengedar dan bandar narkotika jnis sabu di dua tempat berbeda. Kini keduanya sedang menjalani pemeriksaan intensif untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

DIAMANKAN: Kedua pelaku kepemilikan narkotika jenis sabu Jul Hakim dan Suryanto diamankan Satnarkoba Polres Tebingtinggi.SOPIAN/SUMUT POS.

Pengedar sekaligus pemakai yang tertangkap, Jul Hakim (36) warga Desa Banten Kecamatan Dolok Masihul Kabupaten Sergai di ringkus, Minggu (24/10) malam, ketika melintas di Jalan Bukit Kubu Kelurahan Rantau Laban Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi.

“Barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku Jul Hakim, 2 bungkus plastik transparan yang berisi serbuk kristal diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor 1,18 gram dan berat bersih 0,52 gram,” jelas Kasat Narkoba AKP M Yunus Tarigan didampangi Kasi Humas Polres Tebingtinggi Aiptu Agus Arianto, Rabu (27/10).

Jelas AKP M Yunus kembali, dari hasil pengembangan pelaku Jul, Satnarkoba berhasil mendapatkan dari mana barang haram tersebut. Personil kemudian melakukan penyelidikan kepada seseorang dan berhasil menangkap Suryanto (45) dirumahnya di Jalan Gunung Sorek Merapi Kelurahan Mekar Sentosa Kecamatan Rambutan Kota Tebingtinggi, Senin (25/6) malam.

Dari tangan Suryanto, personil berhasil mengamankan barang bukti sebanyak 5 bungkus plastik transparan yang berisi serbuk kristal diduga narkotika jenis sabu dengan berat kotor 14,60 gram dan berat bersih 12,24 gram, 1 unit handphone merk Oppo warna biru, 4 buah plastik klip transparan kosong.

“Pelaku Jul mendapat narkotika jenis sabu dari Suryanto. Kedua pelaku selanjutnya diamankan ke Satnarkoba Polres Tebingtinggi untuk menjalani penyedikan lebih lanjut dan diproses secara hukum. Pasal 114 ayat (2), subs Pasal 112 ayat (2) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika,” jelasnya. (ian/han)

Pensiunan PNS jadi Pengedar Sabu

DIAMANKAN: Oknum PNS dan rekannya diamankan.teddy akbari/SUMUT POS.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Pensiunan pegawai negeri sipil (PNS) berinisial SH (59) diciduk Satuan Reserse Narkoba Polres Binjai, Kamis (21/10) lalu. Selain SH, polisi juga mengamankan seorang pria lain berinisial PG (29).

DIAMANKAN: Oknum PNS dan rekannya diamankan.teddy akbari/SUMUT POS.

Keduanya ditangkap polisi atas kepemilikan narkotika jenis sabu. Kasubbag Humas Polres Binjai, AKP Siswanto Ginting menjelaskan, pengungkapan ini atas informasi dari masyarakat.

“Informasi dimaksud menyebutkan bahwa ada dua orang yang mau melakukan transaksi narkotika di dalam rumah Jalan Pandega, Gang Mushola, Kelurahan Tanah Merah, Binjai Selatan. Atas informasi ini, anggota Satresnarkoba Polres Binjai melakukan penyelidikan,” ujar dia, Rabu (27/10).

Penyelidikan yang dilakukan polisi mendapat petunjuk. Saat di TKP, ujar Siswanto, anggota Satresnarkoba Polres Binjai melihat seorang pria dengan ciri-ciri yang sesuai informasi tengah berdiri di depan pintu rumah.

“Petugas langsung menyergap pria tersebut yang diketahui berinisial PG. Petugas pun kemudian membawanya ke dalam rumah dan ditemukan laki pensiunan PNS berinisial SH,” beber Siswanto.

Dia menambahkan, anggota Satresnarkoba Polres Binjai kemudian melakukan penggedalahan di tubuh dan dalam rumah tersebut. Hasilnya, ditemukan satu paket diduga sabu di atas tempat tidur.

“Lalu pelaku PG juga mengambil tiga paket lagi yang diduga sabu,” katanya.

Kepada polisi, sambung dia, keduanya mengakui empat paket sabu tersebut adalah milik mereka. Rencananya, menurut Siswanto, kristal putih ini akan dijual mereka di Binjai Selatan.

“Barang bukti yang diamankan ada empat paket sabu seberat 29,67 gram, 3 plastik klip kosong, 1 kertas karton pembungkus dan 1 plastik putih,” tukasnya. (ted/han)

UMSU Terima Bantuan Mobil Operasional dari BNI

MEDAN, SUMUTPOS.CO – UNIVERSITAS Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) menerima bantuan berupa mobil oprasional dari Bank Negara Indonesia di Pascasarjana UMSU Jalan Denai Kota Medan, Senin (25/10).

BANTUAN: Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP (tengah) menerima bantuan mobil operasional dari BNI.

Kegiatan penyerahan yang dilakukan usai pelantikan dekan sejajaran UMSU, didahului dengan penandatanganan kerja sama antara UMSU dan BNI oleh Rektor UMSU Prof Agussani MAP bersama Pimpinan Cabang BNI Henry Lindung Sibarani.

Bantuan mobil diserahkan secara simbolis oleh Pimpinan BNI Kantor Wilayah 1 Medan Martinus Matondang kepada Rektor UMSU Prof Agussani MAP.

“Kami berharap, apa yang diberikan hari ini. Dapat membantu oprasional Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara,” ujar Pimpinan Kantor Wilayah BNI 1 Medan, Martinus Matondang.

Prosesi penerimaan bantuan diakhir dengan foto bersama Rektor UMSU dan jajaran Bank Negara Indonesia (BNI) Kota Medan. (dmp)

Rektor UMSU Minta Dekan dan Direktur Pascasarjana jadi “Petarung”

MEDAN, SUMUTPOS.CO – REKTOR Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Prof Dr Agussani MAP melantik delapan dekan dan direktur pascasarjana periode 2021- 2025. Pelantikan berlangsung di Aula Pascasarjana UMSU Jalan Denai Medan, Senin (25/10).

PELANTIKAN: Rektor UMSU Prof Dr Agussani MAP melantik direktur pascasarjana dan dekan se-UMSU.ISTIMEWA.

Dalam pelantikan ini, beberapa dekan fakultas melanjutkan untuk periode kedua. Sedangkan beberapa dekan lain merupakan pejabat baru.

Ada empat dekan yang melanjutkan jabatan untuk periode kedua yakni Dr Arifin Saleh Siregar MSi (Dekan FISIP), Munawar Alfansuri Siregar ST MT (Dekan Fakultas Teknik), Januri SE MM MSi (Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis), Dr Muhammad Qorib MA (Dekan Fakultas Agama Islam).

Lima dekan lainnya dan Direktur Pascasarjana merupakan wajah baru. Yakni Dr Faisal SH MHum (Dekan Fakultas Hukum), Dra Syamsuyurnita M, (Dekan Fakultas FKIP), Dr Dafni Mawar Tarigan (Dekan Fakultas Pertanian), dr Siti Masliana Siregar (Dekan Fakultas Kedokteran) dan Al-Khowarizmi MKom (Dekan Fakultas Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi).

Sementara itu untuk Direktur Pascasarjana UMSU dipercayakan kepada Prof Triono Edy MHum menggantikan Dr Syaiful Bahri MAP.

Mengawali pelantikan itu, Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Sumber Daya Manusia Dr Akrim MPd membacakan SK Rektor UMSU untuk pengangkatan dan pemberhentian jabatan dekan dan direktur Pascasarjana.

Rektor UMSU Prof Dr Agussani berharap para dekan yang baru dilantik bisa menjadi ‘petarung’ guna memenangkan kompetisi dan mewujudkan UMSU sebagai perguruan tinggi berkelas internasional. Apa yang dicapai selama ini diharapkan bisa dipertahankan dan lebih ditingkatkan ke depannya.

Agussani menjelaskan bahwa strategi pencapaian visi dan misi universitas melalui peningkatan kualitas pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat dengan tata kelola dan pemenuhan darana dan prasarana. Pencapaian tujuan itu sejalan dengan pelaksanaan tugas dan tanggungjawab, direktur pascasarjana dan para dekan dalam menjalankan tatakelola dengan baik.

Ada tujuh strategi penting UMSU, mulai dari tata kelola, pengabdian masyarakat, sarana dan prasarana, pendidikan bermutu, penelitian berkualitas, jaringan dan kerja sama dan kualitas lulusan.

Rektor juga menjelaskan tentang sejumlah catatan prestasi yang telah diraih UMSU. Diantaranya, sebagai satu-satunya perguruan tinggi swasta di Pulau Sumatera yang terakreditasi A. UMSU juga merupakan perguruan tinggi swasta di luar Pulau Jawa yang mendapatkan akreditasi unggul yakni Prodi Agama Islam dan Prodi Ilmu Komunikasi.

Di ajang Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas) Tahun 2021, UMSU juga menjadi PTS terbanyak di lingkungan LLDIkti Sumut. Catatan prestasi lain yang cukup membanggakan, UMSU menjadi PTS terbaik LLDikti selama dua tahun berturut yakni 2019 dan 2020. Terbaru, UMSU masuk rangking 40 perguruan tinggi Islam terbaik dunia versi Lembaga Pemeringkatan 4ICU.

“Saya berharap capaian-capaian prestasi UMSU bisa dijadikan sebagai dasar sekaligus motivasi bagi para dekan,” jelas rektor.

Sementara Ketua Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sumatera Utara Prof Dr Hasyimsyah Nasution MA mengingatkan bahwa Muhammadiyah adalah Gerakan Islam, Da’wah Amar Ma’ruf Nahi Munkar dan Tajdid, bersumber pada Al-Qur‘an dan As-Sunnah, seperti yang termaktub dalam Anggaran Dasar Muhammadiyah Pasal 4 Ayat 1.

Karena itu, kata Prof Hasimsyah, maka pengertian pendidikan dalam Muhammadiyah tidak hanya sebagai learning society atau masyarakat pembelajaran saja, tapi juga sebagai lembaga dakwah yang dapat membawa lulusannya menjadi orang-orang yang beriman dan bertaqwa. (dmp)

PLN dan Kemendesa Kolaborasi Dongkrak Kesejahteraan Desa Lewat Listrik

BALI, SUMUTPOS.CO – Kehadiran listrik membawa banyak manfaat dalam kehidupan masyarakat, mulai dari menggerakkan roda perekonomian, meningkatkan kualitas pendidikan hingga kesejahteraan. Oleh karena itu PT PLN (Persero) menjalin kerja sama dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonesia (Kemendesa RI) dalam pemanfaatan tenaga listrik untuk peningkatan produktivitas mendukung pengembangan ekonomi dan menarik investasi.

MOU : Kemendesa Abdul Halim Iskandar dan Dirut PLN Zulkifli Ziani, foto bersama usai tandatangan MOU.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kemendesa dan PLN dilakukan oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar dan Direktur utama PLN Zulkifli Zaini di Bali, Senin (25/10/2021). Hadir menyaksikan penandatanganan Duta Besar Kanada untuk Indonesia H.E. Cameron MacKay, Gubernur Bali I Wayan Koster, serta Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar menyampaikan, dalam peningkatan ekonomi masyarakat serta produktivitas produk usaha kecil dan menengah (UKM) desa, maupun  Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Badan Usaha Milik Desa Bersama (BUMDesma), perlu infrastruktur ketenagalistrikan yang memadai.

Pemerintah sudah mencanangkan untuk memajukan ekonomi desa melalui pengembangan produk unggulan desa, serta kelembagaan ekonomi desa.

“Kami berharap, PLN berkomitmen meningkatkan dan mendukung ketersediaan listrik perdesaan terutama di daerah 3T, serta mampu bersinergi bersama dalam percepatan pelaksanaan penyediaan infrastruktur kelistrikan untuk BUMDes dan BUMDesma,” ujar Abdul pada acara Penandatanganan MoU Kemendesa dan PLN.

Abdul menegaskan banyak potensi ada di desa, mulai dari produk pangan, kerajinan, budaya, sampai potensi wisata. Namun, selama ini terkendala masalah klasik yang hampir dimiliki seluruh desa di Indonesia. Mulai dari keterbatasan kemampuan dalam pengelolaan pasca panen, kualitas produk, packaging, serta kesulitan menjangkau pasar di luar yang berkelanjutan.

“Semoga pertemuan ini, menjadi media promosi inovasi, media bertemunya petani dan produsen dari desa dengan investor, jalan bagi produk desa menemukan pasar potensial, untuk Kebangkitan Ekonomi Desa,” tegasnya.

Direktur utama PLN Zulkifli Zaini optimis perekonomian Indonesia akan bangkit dimulai dari desa pasca tatanan hidup baru bersama Covid-19 digalakkan. Adanya pendorong ekonomi di pedesaan, seperti adanya BUMDes dan BUMDesma, sangat berperan penting dalam mendorong peningkatan pendapatan desa, yang pada akhirnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pedesaan.

“Kami, PLN, menyadari bahwa ketersediaan infrastruktur listrik, menjadi salah satu faktor pendorong dalam mendukung hal ini. PLN sebagai perusahaan yang diberikan amanah di bidang kelistrikan di Indonesia, memiliki kewajiban untuk memenuhi kebutuhan listrik untuk seluruh masyarakat Indonesia dari Sabang-Merauke dari Miangas-Pulau Rote,” tuturnya.

Sinergi program yang telah direncanakan oleh Kemendesa beserta PLN, diharapkan dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam mengembangkan dan mempercepat pemulihan ekonomi masyarakat.

Zulkifli menegaskan, PLN siap mendukung program Kemendesa dengan meningkatkan ketersediaan infrastruktur kelistrikan dan melistriki BUMDes dan BUMDesma, sehingga dapat memberikan terang dan memberikan kehidupan yang lebih baik dengan meningkatkannya ekonomi masyarakat.

“PLN, berkomitmen penuh untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat dengan keandalan kelistrikan yang prima, serta harga yang sesuai dengan keekonomian di Indonesia,” kata Zulkifli.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menilai kehadiran PLN di desa bukan hanya sekedar untuk penerangan saja. PLN hadir untuk bisa menghadirkan listrik kepada masyarakat untuk mendongkrak perekonomian masyarakat.

“Kehadiran listrik lebih dari sekedar penerangan saja. Listrik hadir di tengah masyarakat untuk kehidupan lebih baik. Kita ingin mengoptimalkan listrik untuk pengembangan usaha masyarakat. Bahkan sampai ke Electrifying Agricultue, mendukung perikanan dan tambak masyarakat dan juga membantu UMKM naik kelas. Jadi, gak cuman penerangan saja. Itu yang kami harapkan,” ujar Bob.

Duta Besar Kanada untuk Republik Indonesia dan Timor Leste, Cameron MacKay mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan Kemendesa dan PLN. Ia menilai, ketersediaan listrik yang cukup di desa desa menjadi hal utama untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Kami senang melihat perusahaan listrik milik negara berpartisipasi dalam pertemuan hari ini. Peran PLN untuk memastikan ketersediaan listrik yang cukup untuk desa-desa dan daerah-daerah terpencil, memungkinkan daerah-daerah tersebut untuk lebih produktif dalam kegiatan sehari-hari mereka sangat penting,” ujar MacKay.

Sampai dengan September 2021, jumlah desa yang sudah teraliri listrik (Rasio Desa Berlistrik) telah mencapai 83.125 dari 83.441 total desa di seluruh Indonesia atau 99,62 persen. PLN terus berupaya hingga seluruh desa di Indonesia dapat menikmati terang dan mendapatkan kehidupan yang lebih baik atas hadirnya energi listrik. (ila)

Musda Demokrat Sumut Menunggu Waktu yang Tepat, Herri: Pesan Pak SBY, Awas Jangan Salah Pilih

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pelaksana tugas (Plt) Ketua DPD Partai Demokrat Sumut, Herri Zulkarnain Hutajulu betekad mengantarkan figur terbaik menjadi pemimpin Partai Demoktat di Sumut melalui musyawarah daerah (Musda) yang akan digelar dalam waktu dekat. Karenanya Herri berharap, para pemilik suara di Musda nanti, dapat benar-benar melihat sosok kandidat terbaik yang energik, punya masa depan yang cerah, dan memiliki rasa nasionalisme yang kokoh.

“Saya ingin mengantarkan sosok yang mampu membesarkan Partai Demokrat di Sumut. Apalagi, tantangan di tahun 2022 sangat berat, makanya harus punya fisik dan energi yang kuat untuk melalukan konsolidasi ke daerah-daerah hingga ke anak ranting. Kalau tidak, kesuksesan Partai Demokrat di 2024 sulit tercapai. Sebab, selain sebagai oposisi, Demokrat juga sedang menghadapi berbagai tantangan,” kata Herri kepada wartawan, Rabu (27/10/2021).

Herri yang saat itu didampingi Sekretaris DPD Partai Demokrat Sumut, Meilizar Latif dan Bakomstra DPD Partai Demokrat Sumut Maju Manalu, juga menyebutkan jika ia telah menerima pesan dari Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), agar kepemimpinan Partai Demokrat Sumut diserahkan kepada yang tepat. Karenanya, Herri akan melihat siapa nantinya figur yang tepat untuk disampaikan ke DPP Partai Demokrat dan ke Ketua Umum AHY serta ke Ketua Majelis Tinggi, SBY.

Ditanya kapan pelaksanaan Musda IV Partai Demokrat Sumut digelar, Herri mengaku masih menunggu waktu yang tepat untuk disampaikan ke Ketua Umum dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat. “Bisa saja akhir tahun ini, atau awal Januari 2022 mendatang. Yang pasti saya akan melihat waktu pelaksanaan yang tepat, karena saya sebagai penanggung jawab, ingin Musda IV Partai Demokrat Sumut nantinya berlangsung aman, lancar, dan tertib,” ujarnya.

Herri pun mengaku akan tetap mengingat pesan SBY dan Ketua Umum AHY agar pemimpin Partai Demokrat Sumut ke depan benar-benar orang yang mampu membesarkan partai. “Pesan pak SBY dan AHY, jangan salah pilih,” ujar Herri yang ikut menjadi formatur dalam menyusun kepengurusan DPP Partai Demokrat periode 2020-2025.

Menurutnya, siapa yang akan terpilih menjadi pemimpin Partai Demokrat Sumut nantinya, ada di tangan DPC sebagai pemilik hak suara. Tetapi, DPD yang juga sebagai pemilik suara sebagai perpanjangan tangan DPP akan menyampaikannya ke DPP. Namun, apa pun keputusan DPP harus diterima. ” Kita sudah sepakat dengan DPC, kita tetap patuh dan tunduk serta setia kepada DPP pimpinan AHY dan Ketua Majelis Tinggi bapak SBY. Makanya, apapun keputusan DPP nantinya harus dipatuhi,” kata Herri.

Selain itu, Herri juga berpesan, para kader yang akan maju sebagai kandidat agar saling menghormati perbedaan yang terjadi. “Karena Musda bukan segalanya, tapi awal dari pergerakan untuk membesarkan Partai Demokrat di tahun 2024 sekaligus menjalankan program partai yang prorakyat. “Silahkan para kandidat turun ke bawah, turun ke DPC, DPAC dan ranting. Rangkul mereka dan ketahuilah apa yang diinginkan. Kader juga menginginkan figur Ketua DPD mendatang yang mampu membesarkan partai,” pungkasnya. (adz)