29 C
Medan
Sunday, January 11, 2026
Home Blog Page 3076

Aksi Penyiraman kepada Ketua DPRD Humbahas, Ramses Ambil Langkah Hukum

Keterangan Pers : Ketua DPRD Ramses Lumbangaol didampingi Jamanat Sihite, Daniel Banjarnahor, Tingkos Silaban, Sekdakab Tonny Sihombing, Kepala BPKPAD Jhon Harry Marbun saat memberikan keterangan pers atas insiden penyiraman dan penolakkan beberapa anggota Banggar menyangkut KUA PPAS APBD Perubahaan TA 2021.

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Aksi penyiraman yang dilakukan oleh anggota dewan dari Politisi Golkar (Bantu Tambunan) pada Senin (20/9) lalu kepada Ketua DPRD Kabupaten Humbang Hasundutan Ramses Lumbangaol, dinilai sebagai upaya menghalangi tugas Ramses sebagai pimpinan rapat.

Keterangan Pers : Ketua DPRD Ramses Lumbangaol didampingi Jamanat Sihite, Daniel Banjarnahor, Tingkos Silaban, Sekdakab Tonny Sihombing, Kepala BPKPAD Jhon Harry Marbun saat memberikan keterangan pers atas insiden penyiraman dan penolakkan beberapa anggota Banggar menyangkut KUA PPAS APBD Perubahaan TA 2021.

Hal itu disampaikan Ramses didampingi Jamanat Sihite, Daniel Banjarnahor, Tingkos Silaban, Sekdakab Tonny Sihombing, Kepala BPKPAD Jhon Harry Marbun, Plt Sekwan Makden Sihombing, Asisten III Janter Sinaga saat memberikan keterangan pers atas insiden penyiraman dan penolakkan beberapa anggota Banggar menyangkut KUA PPAS APBD Perubahaan TA 2021 kepada sejumlah wartawan, Senin (20/9).

“Oknum peserta rapat sudah mencoba menghalangi tugas pimpinan rapat agar tidak dilanjutkan pembahasan APBD Perubahaan tahun anggaran 2021 untuk dibawa ke paripurna,” katanya.

Ramses juga mengatakan, penyiraman itu juga sudah termasuk unsur tindak pidana, dan mengancam keselamatannya.

“Jadi, disini sudah ada unsur tindak pidana, selain menghalangi tugas pimpinan rapat, juga sudah mengancam keselamatan pimpinan rapat,” pungkasnya.

Menurut Ramses, seiring dengan kejadian itu, dirinya akan menyerahkan persoalan tersebut ke hukum.

“Atas dasar itu, kita mengambil langkah hukum. Biarlah hukum yang memberi keadilan. Kita tunggulah, kita negara hukum dan kita taat dengan hukum,” katanya.

Dikatakan Ramses, sah-sah saja adanya penolakkan beberapa anggota dewan untuk tidak melanjutkan KUPA PPAS di paripurnakan lantaran tidak lagi sesuai aturan sehingga terjadi argumentasi.

Namun, sebagai pimpinan rapat, dirinya harus melanjutkan dikarenakan proses pembahasan KUPA PPAS sudah dilaksanakan, mulai rapat unsur pimpinan hingga menjadi tahapan yang dijadwalkan oleh Badan Musyarawah (Banmus) terlebih dahulu.

“Proses dari pada pembahasan KUPA dan PPAS sudah kita laksanakan, mulai dari pada rapat unsur pimpinan dan setelah unsur pimpinan menyapakati maka dilaksanakanlah ke Banmus. Banmus gunanya untuk menjadwalkan seluruh tahapan yang akan dilakukan Dalam rangka penandatanganan nota kesepakatan KUA PPAS papbd 2021,” jelasnya.

“Kalaupun ada hak anggota DPRD menolak hasil rapat, saya sebagai pimpinan tidak berhak melarang. Namun, tahapan yang sudah dijadwal oleh Banmus harus dilaksanakan dulu,” tambah Ramses.

Dia menambahkan, sebagai pimpinan rapat, dirinya sudah menyarankan agar KUA-PPAS diterima, dibahas dan dibedah dalam paripurna. Kalaupun harus ditolak, setidaknya dilakukan pembahasan pada paripurna.

“Tapi, peserta rapat ada yang setuju dan tidak setuju saat usai pengambilan keputusan. Sehingga, anggota dewan, (Bantu Tambunan, Guntur Simamora) menyampaikan bahwa rapat tidak bisa dilanjut ke paripurna,” katanya.

Dikatakannya lagi, dalam rapat tersebut ia dinilai memaksakan kehendak dengan untuk melanjutkan ke paripurna.

“Katanya, saya memaksakan kehendak untuk melanjutkan ke paripurna. Mereka juga memaksa saya mencabut keputusan rapat. Selanjutnya saya jawab, Kalaupun saudara tidak mau hasil rapat ini dibawa ke paripurna, masih ada anggota dewan lain yang mau melaksanakan tugasnya. Soal sikap dalam rapat itu, menolak atau menerima itu keputusan akhir. Mendengar penjelasan saya, Bantu Tambunan mengambil gelas berisi air minum dan menyiramkan ke wajah saya,” katanya.

Ditambahkannya, untuk meluruskan ditengah masyarakat atas insiden tersebut, ia menilai bahwa ada sebagian anggota DPRD yang sengaja menggagalkan pembahasan PAPBD tersebut.

“Saya garis bawahi kembali kenapa, etika persidangan setelah menyampaikan dokumen atau pendapat, kalau mereka tidak setuju paling tidak, pertama walk out meninggalkan rapat. Tapi ini mereka tidak mau tetap ngotot tida bisa dibahas, dan ini juga menghalangi teman-teman anggota dewan yang mau membahas,” pungkasnya. (des)

Akper Pemkab Taput Wisuda D3 Keperawatan

DIABADIKAN : Ketua Tim Penggerak PKK Tapanuli Utara Ny. Satika Nikson Nababan, Kepala Lembaga Layanan Dikti Sumut Prof. Ibnu Hajar Damanik dan Ketua Yayasan Akper Pemkab Taput Sabungan Parapat diabadikan bersama 78 wisudawan- wisudawati Lulusan Diploma III Keperawatan Akademi Keperawatan Pemkab Tapanuli Utara bertempat di Gedung Kesenian Sopo Partungkoan, Tarutung.

TAPUT, SUMUTPOS.CO – Akademi Keperawatan Pemkab Tapanuli Utara menggelar wisuda Pelantikan dan Angkat Sumpah sebanyak 78 wisudawan Lulusan Diploma III Keperawatan di Gedung Kesenian Sopo Partungkoan, Tarutung, Selasa (21/9). Acara wisuda ini dihadiri Asisten Administrasi dan Umum Binhot Aritonang bersama Ketua Tim Penggerak PKK Tapanuli Utara Ny. Satika Nikson Nababan, Kepala Lembaga Layanan Dikti Sumut Prof. Ibnu Hajar Damanik dan Ketua Yayasan Akper Pemkab Taput Sabungan Parapat.

DIABADIKAN : Ketua Tim Penggerak PKK Tapanuli Utara Ny. Satika Nikson Nababan, Kepala Lembaga Layanan Dikti Sumut Prof. Ibnu Hajar Damanik dan Ketua Yayasan Akper Pemkab Taput Sabungan Parapat diabadikan bersama 78 wisudawan- wisudawati Lulusan Diploma III Keperawatan Akademi Keperawatan Pemkab Tapanuli Utara bertempat di Gedung Kesenian Sopo Partungkoan, Tarutung.

Sidang Senat Terbuka dipimpin oleh Direktur Akper Pemkab Taput Nurlela M. Nababan, diisi dengan pelaksanaan pelantikan dan pengambilan sumpah para wisudawan serta dilanjutkan pemberian kepada Wisudawan terbaik antara lain Melisa Nainggolan IPK 3,65 Juniati Sianturi IPK 3,63, Jernih Silitonga IPK 3.61 dan Dianty Manalu IPK 3,61.

Arahan Bupati Tapanuli Utara yang disampaikan oleh Asisten Administrasi dan Umum Binhot Aritonang mengharapkan integritas para alumni terutama mewujudkan visi Pemerintah.

“Selamat dan sukses kepada adek-adek yang baru diwisuda. Anak kami sekalian harus memiliki integritas tinggi termasuk dukungan dalam mewujudkan visi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara. Bapak Bupati Tapanuli Utara sangat serius dalam peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas. Ini sebagai salah satu wujud saling mendukung pihak Akper dan Pemkab Tapanuli Utara dalam peningkatan mutu dan kualitas pendidikan,” ucap Asisten Binhot Aritonang.

Dalam sambutan Ketua Yayasan Akper Pemkab Taput Sabungan Parapat ungkapkan bagaimana perjuangan dalam mendukung perwujudan penciptaan SDM berkualitas di Tapanuli Utara serta menjelaskan dukungan nyata dari Pemkab Tapanuli Utara.

“Kami betul-betul merasakan dukungan dari Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara terutama Bapak Bupati Nikson Nababan dan Ibu Satika Simamora sehingga kita dapat melaksanakan proses pendidikan termasuk pelaksanaan wisuda saat ini. Semoga kedepannya Akper Pemkab ini mampu menciptakan tenaga-tenaga terampil yang siap pakai dalam peningkatan kesehatan dimanapun berada,” jelas Sabungan Parapat.

Pada kesempatan sebelumnya, arahan Kepala Lembaga Layanan Dikti Sumut Prof. Ibnu Hajar Damanik membekali agar wisudawan mampu memiliki nilai saing tinggi sehingga tidak menjadi pengangguran.

“Saya menilai bahwa kampus ini telah dikelola dengan baik hingga terlaksananya wisuda saat ini. Kampus juga harus mampu mengikuti perubahan sesuai kondisi saat ini terutama bagaimana mempersiapkan kompetensi SDM yang mampu bersaing sehingga tidak menjadi pengangguran. Era globalisasi memungkinkan masuknya tenaga kerja darimana saja, kampus mampu mempersiapkan keahlian teknikal dan kemampuan adaptasi termasuk penguasaan teknologi,” ucap Prof Ibnu Hajar Damanik dalam sambutannya.

Ketua TP PKK Taput, Satika Simamora mengharapkan para wisudawan dapat memberikan pelayannan yang mengasihi.

“Seorang perawat harus hati-hati dalam melaksanakan pengabdiannya karena penentuannya adalah saat pelayanan terhadap pasien bukan hanya sebatas penguasaan teori. Seberapa tulus anda dalam memberikan pelayanan sehingga memberikan kesehatan dan kesembuhan? Lakukan semuanya berdasarkan kasih dan ketulusan. Apabila kita memberikan pelayanan yang tulus, semoga suatu saat kelak akan menghasilkan buah yang manis,” ujarnya.

Acara ini juga dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Alex Gultom, Direktur RSU D Tarutung Nanti Nababan, para pengurus DPD PPNI Taput dan seluruh civitas akademika Akper Pemkab Taput serta para orang tua wisudawan. (rel/des)

Serapan Anggaran Pemkab Toba Masih 45,95 Persen, Gubsu Minta Bupati Ganti Kepala OPD tak Maksimal

Dinas Kominfo Provinsi Sumut for sumut pos BERSAMA: Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumut Nawal Lubis, berfoto bersama memberikan pengarahan dan motivasi kepada jajaran Pemkab Toba, camat, kepala desa hingga kepala SMA/SMK se-Kabupaten Toba, dalam rangka kunjungan kerja di Aula DEL, Laguboti, Kabupaten Toba, Rabu (22/9). Gubernur juga menyerahkan bantuan pendidikan, alat pertanian, bantuan usaha bagi UMKM dan alat kesehatan untuk penanganan Covid-19.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi menyinggung penyerapan anggaran Kabupaten Toba yang masih berada di 45,95 persen. Seluruh jajaran Pemkab Toba diharap lakukan percepatan, mengingat pelaksanaan APBD segera masuk triwulan keempat.

BERSAMA: Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumut Nawal Lubis, berfoto bersama memberikan pengarahan dan motivasi kepada jajaran Pemkab Toba, camat, kepala desa hingga kepala SMA/SMK se-Kabupaten Toba, dalam rangka kunjungan kerja di Aula DEL, Laguboti, Kabupaten Toba, Rabu (22/9). Gubernur juga menyerahkan bantuan pendidikan, alat pertanian, bantuan usaha bagi UMKM dan alat kesehatan untuk penanganan Covid-19.Dinas Kominfo Provinsi Sumut for sumut pos.

“Mana kepala OPD (organisasi perangkat daerah) kabupaten ini? Tolong berdiri. Ini sudah tanggal 22 September. Waktu setahun lebih kurang tinggal (tiga) bulan lagi. Penyerapan anggaran kalian ini kapan mau selesai,” kata Edy dalam pertemuan dengan lurah, camat, kepala desa dan perangkat daerah kabupaten itu di Del, Toba, Rabu (22/9).

Penyerapan anggaran ini kata Gubsu, bukan kerjaan bupati untuk menyelesaikannya melainkan ada tanggungjawab kepala OPD dan jajarannya. Menurutnya, hal itu juga menjadi tanggungjawab bupati untuk mengawasi kinerja jajaran OPD-nya. Karenanya bupati dapat melakukan evaluasi jika perangkat daerahnya tak maksimal bekerja.

“Kalian tolong buka telinga. Sisanya kalian letak uang itu di bank? Undang-undang memerintahkan uang itu diserahkan kepada rakyat dalam bentuk program,” tegas mantan Pangkostrad itu.

Selain itu ia mengimbau agar pengerjaan fisik juga dilakukan secepatnya.

“Kalau pekerjaan fisik itu harusnya kalian buat Januari tender. Provinsi juga begitu. Penyerapannya kalian lihat masih 55,7 persen,” katanya.

Di Pemprovsu, ungkap Edy, setiap Jumat dirinya memanggil masing-masing kepala OPD untuk mengejar capaian dimaksud.

“Tiap Jumat saya kumpuli mereka. Saya panggil Kapolda, saya panggil Kajati. Jadi tidak ada lagi alasan mereka (Kepala OPD, red),” ujarnya seraya menyebut kalau masalah tersebut selesai maka Sumut akan bermartabat.

Selain itu, Edy juga menyampaikan, Toba juga harus mempersiapkan diri menyambut kedatangan para turis apabila pandemi sudah reda. Sehingga apabila turis datang akan merasa nyaman, dengan harapan mereka akan kembali atau paling tidak menghabiskan waktu yang lama di tempat yang dikunjungi. “Kalau tak nyaman orang, tak mau dia datang lagi, “ katanya.

Selain itu, Edy meminta agar para kepala desa kreatif. Kepala desa, kata Gubernur bisa memanfaatkan dana desa untuk berbagai keperluan terutama yang inovatif. Mulai dari peternakan, pertanian hingga pariwisata.

“Potensi yang ada di desa itu diangkat, kalau cocok peternakan kembangkan peternakan, kalau cocok pertanian kembangkan pertanian, kalau wisata ya wisata, ayo kepala desa berbuat, “ ujarnya.

Sementara kepada para kepala sekolah, Edy mengharapkan agar mereka memberikan yang terbaik pada profesinya, khususnya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Sumut. “Kepala sekolah terus lakukan yang terbaik untuk memajukan anak-anak Sumut,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyerahkan bantuan kepada Pemkab Toba untuk selanjutnya disalurkan kepada masyarakat. Di antaranya Bantuan Operasional Pendidikan senilai Rp194 juta, alat pertanian, bantuan usaha bagi UMKM dan alat kesehatan untuk penanganan Covid-19.

Bupati Toba Poltak Sitorus menyampaikan apresiasinya atas kedatangan Gubernur Edy Rahmayadi bersama Ketua TP PKK Sumut Nawal Lubis, dan memberikan arahan kepada jajaran Pemkab Toba, camat, kepala desa hingga kepala SMA/SMK se-Kabupaten Toba. “Terima kasih atas perhatian dan dukungan Bapak kepada Toba, semoga kedatangan dapat bermanfaat bagi kami, “ ujar Poltak.

Turut mendampingi Gubernur, Staf Ahli Bidang Hukum, Politik dan Pemerintahan Binsar Situmorang, Kepala Biro Umum Mahfullah Pratama Daulay, Kepala Dinas Kehutanan Herianto, Kepala Dinas BMBK Bambang Pardede, serta pejabat lainnya

Khusus kepada kepala desa di Toba, Edy mengingatkan agar mempergunakan dana desa sebaiknya. Buat rakyat di desa sejahtera dari dana desa tersebut.

“Kalau tidak, maka ketika gedung ini runtuh dan kita semua mati, maka kalian dulu (kepala desa) yang masuk neraka ya,” pungkasnya. (prn)

Pegawai Jarang Masuk Kerja Sejak Ditetapkan Status Tersangka, Dishub Binjai Surati BKD dan Inspektorat

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Juanda Prastowo, tersangka dugaan korupsi pengadaan CCTV sudah lama tak masuk kerja. Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Binjai selaku instansi yang mengurusi oknum Aparatur Sipil Negara (ASN) bermasalah ini menyurati Badan Kepegawaian Daerah (BKD) dan Inspektorat Binjai. “Sudah, sudah kami surati ke BKD dan Inspektorat,” kata Kadishub Binjai, Syahrial di Balai Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman, Binjai Kota, Rabu (22/9).

Informasi dirangkum, Juanda santer kabarnya masih sering nampak di Kota Binjai. Meski sudah ditetapkan dalam daftar pencarian orang, Juanda hingga kini masih menghirup udara segar. “Aku enggak tahu di mana dia. Sejak bermasalah itulah, enggak pernah masuk lagi,” ujar Syahrial.

Hanya saja, Syahrial tidak ingat kapan Dishub menyurati BKD dan Inspektorat terkait indisipliner Juanda. “Coba tanya lagi ke BKD, pasti sudah ada kami surati karena ketidakhadirannya,” beber dia.

Sementara, Pelaksana Tugas Kepala BKD Binjai, Rahmad Fauzi mengaku belum mengetahui hal tersebut. “Coba saya cek lagi ya, nanti saya kabari,” tukasnya.

Diketahui, Kejari Binjai sudah menetapkan tersangka kepada Juanda dalam kasus dugaan korupsi pengadaan CCTV. Bahkan, Juanda sudah ditetapkan sebagai DPO dan saat ini penyidik tengah memburunya.

Penetapan tersangka setelah penyidik mengantongi hasil penghitungan kerugian negara dan mendapati temuan yang sudah disita menjadi barang bukti. Akibat ulah tersangka, negara dirugikan senilai Rp388 juta.

Sumut Pos yang mengawal penyelidikan Korps Adhyaksa pernah memberitakan bahwa tersangka yang diduga melakukan sendiri pengadaan CCTV tersebut. Kabar ini berembus kencang dan bukan sekadar isapan jempol belaka.

Pasalnya, Direktur CV AIM berinisial MS selalu rekanan memberikan keterangan berbelit soal proyek pengadaan tersebut. Semula sebut enggak tahu kalau perusahaannya dipakai untuk pengadaan, namun belakangan keterangan berubah menjadi tahu dan berdalih yang mengerjakannya berinisial D, yang sudah meninggal dunia.

Pengadaan CCTV dilakukan oleh Dishub Binjai dengan menelan anggaran hampir Rp800 juta pada tahun 2018. (ted/azw)

Anak Ngogesa akan Jabat Wakil Wali Kota Binjai, Pelantikan Tinggal Menunggu Waktu

ACARA: Anggota DPRD Sumut Rizky Yunanda Sitepu (kiri), saat berada di acara, Safari Ramadan Partai Golkar Sumut, di Kota Binjai, beberapa waktu lalu.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) sudah menandatangani berkas Rizky Yunanda Sitepu menjadi Wakil Wali Kota Binjai. Namun, tanggal pasti pelantikan anak mantan Bupati Langkat Ngogesa Sitepu ini dilakukan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara masih menunggu pengembalian berkas dari Kemendagri. 

ACARA: Anggota DPRD Sumut Rizky Yunanda Sitepu (kiri), saat berada di acara, Safari Ramadan Partai Golkar Sumut, di Kota Binjai, beberapa waktu lalu.

“Sudah ditandatangani oleh Menteri Dalam Negeri dan menunggu proses selanjutnya,” kata Kepala OTDA Pemprov Sumut Zubaidi, melalui sambungan telepon genggam, Rabu (22/9). 

Ia mengatakan, saat ini berkas sedang berada di Ditjen Otonomi Daerah Kemendagri, untuk kemudian dibuatkan surat keputusan.

“Berkas tersebut sudah berada di Ditjen OTDA dan menunggu petikan SK,” ucapnya. 

Zubaidi mengatakan, setelah surat keputusan selesai, kemungkinan pelantikan Wakil Wali Kota Binjai akan segera dilakukan. 

Untuk tempat dan lokasi pelantikan, lanjutnya masih menunggu keputusan dari Kementrian Dalam Negeri dan Gubernur Sumatera Utara. 

Rizky Yunanda Sitepu menjabat sebagai Wakil Wali Kota Binjai, masa kerja periode 2021-2024. 

Pemilihan ini diberlangsungkan, dengan mengumpulkan suara dari masing-masing anggota dewan.  

Hampir seluruh anggota DPRD Kota Binjai, memberikan suaranya kepada Rizky Yunanda Sitepu. 

“Rizky Yunanda Sitepu mendapatkan 26 suara, sedangkan Hamdani Syahputra mendapatkan 2 suara, dan satunya dinyatakan tidak sah,” kata Ketua Panitia Pemilihan Calon Wakil Wali Kota Binjai, Boniran, melalui pelantang suara, Rabu (21/7). 

Ia mengatakan, usai pemilihan berkas akan diberikan kepada Ketua DPRD Noor Sri Syah Alam Putra.

Setelah penetapan ini, kata dia surat suara akan langsung dimusnahkan, dengan menggunakan alat penghancur kertas. 

“Setelah pemilihan panitia akan menyerahkan berkas kepada pimpinan DPRD yang kemudian dimusnahkan,” katanya. 

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Binjai, Noor Sri Syah Alam Putra mengucapkan terima kasih kepada Panitia Pemilihan, yang sudah menyukseskan acara ini. 

“Bahwa yang mempunyai surat terbanyak adalah Rizky yang akan mengisi kursi Wakil Wali Kota,” ungkapnya. (ted/azw)

BKKBN Sumut Sosialisasi Pendataan Keluarga di Salapian

DIABADIKAN:Anggota Komisi IX DPR RI, Delia Pratiwi br Sitepu, SH dan perwakilan BKKN Sumut, Dedi Iswandi diabadikan bersama tim penyuluh.

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Stunting adalah kondisi yang ditandai ketika panjang atau tinggi badan anak kurang, jika dibandingkan dengan umurnya. Untuk mencegah dan menurunkan Stunting, BKKBN Sumut melakukan sosialiasi pendataan keluarga di Kecamatan Salapian, Kabupaten Langkat, beberapa waktu lalu.

DIABADIKAN:Anggota Komisi IX DPR RI, Delia Pratiwi br Sitepu, SH dan perwakilan BKKN Sumut, Dedi Iswandi diabadikan bersama tim penyuluh.

Kegiatan sosialisasi inipun mendapat perhatian khusus dari Anggota Komisi IX DPR RI, Delia Pratiwi br Sitepu, SH. Kehadirannya untuk memastikan apakah sosialisasi berjalan dengan lancar sesuai dengan program.

Sementara perwakilan BKKBN Sumut, Dedi Iswandi S.sos Mip menjelaskan pelaksanaan Pendataan Keluarga di Sumatera Utara sudah mencapai 98% (posisi 8 Nasional), dan masih diperpanjang sampai beberapa waktu ke depannya.

“Kami melakukan pendataan dengan dua cara, yakni menggunakan formulir F/I/PK/21 dan aplikasi berbasis smartphone. Selain itu, kami juga memanfaatkan Balai Penyuluhan untuk melakukan pengumpulan data,”ujarnya.(rel/han)

Tolak Tagihan Pajak Restoran dan Rumah Makan, PKL Binjai Buat Petisi

PETISI: PKL Kota Binjai membuat petisi yang digagas Komunitas Bikoku atas kebijakan Pemko menagih pajak restoran dan rumah makan di Kota Binjai.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Kebijakan Pemerintah Kota (Pemko) Binjai terkait penagihan pajak restoran dan rumah makan kepada pedagang kaki lima (PKL), masih jadi masalah. Soalnya, penagihan pajak yang ditekankan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Binjai dilakukan saat pandemi.

PETISI: PKL Kota Binjai membuat petisi yang digagas Komunitas Bikoku atas kebijakan Pemko menagih pajak restoran dan rumah makan di Kota Binjai.

Karenanya, PKL di Kota Binjai menggalang kekuatan dengan petisi untuk menggagalkan penagihan pajak restoran dan rumah makan tersebut. Mereka yang menyatakan setuju agar Pemko Binjai membatalkan penagihan pajak menandatangani spanduk sepanjang lima meter.

“Kami dari Komunitas Binjai Kotaku (Bikoku), mewakili teman-teman PKL memohon kepada Wali Kota Binjai, jangan dikutip pajak restoran kepada pedagang,” ujar Koordinator Komunitas Bikoku, Maya Susanti di Jalan Raimin, Binjai Timur, Rabu (22/9).

Spanduk berisi tulisan menolak penagihan pajak restoran dan rumah makan kepada PKL serta ditandatangani oleh mereka yang rencananya akan diserahkan kepada Wali Kota Binjai, Amir Hamzah. Dia menceritakan, awalnya secara pribadi menolak dengan tegas kebijakan pajak kepada PKL melalui media sosial.

Seiring berjalannya waktu, dia mendapat banyak pengaduan dari PKL atas keresahan pajak restoran tersebut. Bahkan, keresahan tersebut mendorong teman-teman PKL untuk turun ke jalan menyuarakan aspirasi mereka di depan Balai Kota Binjai.

Namun, Maya menolaknya atas sejumlah pertimbangan. Atas hal ini, terbentuklah sebuah petisi untuk menolak pajak kepada PKL.

“Masa pandemi, kita juga berpikir untuk membuat demo. Banyak pedagang yang mau unjuk rasa kepada pemerintah karena kesal atas penagihan pajak,” kata Maya.

Pandemi menjadi alasan utama penolakan penagihan pajak. Sebab, pendapatan mereka anjlok. Buntutnya, kebijakan penagihan pajak dinilai PKL Binjai membebani mereka.

“Semua yang mengadu adalah yang berjualan dipinggir jalan. Saat ini omzet berkurang, dan mereka cerita kepada saya, sangat terdampak karena pandemi,” ujarnya.

Ditambah lagi, PKL baru yang banting setir karena dipecat perusahaan lantaran pandemi pun resah atas kebijakan Pemko Binjai. “Ada juga yang baru berjualan karena terdampak PHK dari perusahaan, dan baru mau berjualan tapi sudah dikutip pajak,” ungkapnya.

Melalui petisi ini, Maya mengajak agar PKL lain untuk menandatanganinya. Dia berharap, Pemko Binjai lebih bijak lagi mendongkrak pendapatan asli daerah.

Bukan melalui pajak restoran kepada PKL. Jika kebijakan pajak PKL terus berjalan, Maya menilai, masyarakat tambah sengsara.

“Kami mohon mempertimbangkan pengutipan pajak restoran yang mencapai 10 persen kepada PKL,” terangnya.

Pandangan senada juga disampaikan Rian, penjual burger di Jalan Juanda, Binjai Timur. Pria muda ini bingung untuk membayarnya setelah mendapat surat penagihan pajak.

Dia berjualan dengan menggunakan gerobak di bahu jalan. “Saya berjualan di pinggir jalan dengan menggunakan gerobak, kenapa harus mendapatkan tagihan pajak restoran juga,” kata dia.

Dirinya yang sudah setahun berjualan belum pernah mendengar sosialisasi atau pemberitahuan dari Pemerintah Kota Binjai, terkait pajak ini. Namun tiba-tiba, sambung dia, Pemko Binjai menagih pajak kepada PKL. “Sudah setahun saya berjualan. Belum ada pajak yang ditagihkan kepada saya,” jelasnya.

Rian harus bayar pajak Rp30 ribu setiap harinya. Bagi dia, hal tersebut cukup memberatkan karena masih dalam kondisi pandemi.

“Pendapatan berkurang, kalau untuk membayar pajak tidak mungkin bisa. Karena saya harus bayar sewa lagi, dan belanja barang jualan lagi,” jelasnya.

Ia berharap, melalui petisi penolakan pajak restoran oleh pedagang kaki lima, Wali Kota Binjai Amir Hamzah membatalkan pengutipan tersebut. “Saya minta kepada pemerintah pajak dihilangkan kepada PKL. Kalah retribusi kami tidak keberatan membayarnya kepada pemerintah,” tandasnya.

PKL yang mendantangani petisi rupanya memilih pasangan Almarhum Juliadi-Amir Hamzah saat pemilihan kepala daerah tahun 2020 lalu. Tak ayal, mereka mengungkapkan rasa penyesalannya atas kebijakan yang dibuat Amir Hamzah setelah terpilih memimpin Kota Binjai dan dilantik sebagai orang nomor satu.

PKL pun juga menyesalkan sikap Anggota DPRD Kota Binjai yang tenang seperti air mengalir menyikapi persoalan pajak. Ternyata, intensif wakil rakyat berpengaruh dengan besaran pajak yang diraih Pemko Binjai.

“Sampai dengan saat ini, tidak ada satupun anggota dewan dan datang yang mendukung para pedagang. Apalagi Wali Kota Amir Hamzah,” kata Wanda, penjual Burger di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Binjai.

Wanda adalah pedagang baru yang banting setir usai terdampak PHK karena pengurangan jumlah karya akibat pandemi. Berjalan pun baru tiga bulan, dia susah dapat surat cinta dari BPKAD Binjai.

“Baru tiga bulan jualan sudah dapat tagihan pajak yang harus dibayarkan. Seharinya Rp30 ribu,” ujar dia.

Wanda juga harus bayar uang sewa tempat lantaran berjualan di pinggir jalan. “Dapat sehari misalnya Rp100 ribu, belum lagi harus bayar uang lampu, sewa tempat juga dan sampah. Mana mungkin cukup untuk bayar pajak itu,” ungkapnya.

Dirinya bersama dengan pedagang kaki lima lainnya, tak habis pikir melihat kebijakan Amir Hamzah yang baru menjabat sebagai Wali Kota. “Heran kami dengan pemerintah saat ini, gak tahu lagi harus ngomong apa,” ujar dia.

Wanda berharap melalui petisi penolakan penagihan pajak kepada pedagang kaki lima, Amir Hamzah dapat terbuka hatinya. “Kita mohon kepada pemerintah agar tidak memberatkan masyarakat,” pungkasnya. (ted/azw)

AS Roma vs Udinese: MOVE ON!

SUMUTPOS.CO – Tren kemenangan AS Roma pada awal musim ini, akhirnya terhenti pada akhir pekan kemarin. Mereka secara mengejutkan ditumbangkan Hellas Verona.

Kekalahan itu sangat menyakitkan, karena sebelumnya Serigala Ibu Kota ini selalu mencatatkan kemenangan dalam tiga laga beruntun. Kekalahan itu juga membuat pasukan Jose Mourinho tersebut tertahan di peringkat kelima klasemen sementara Serie A. Mereka mengoleksi sembilan angka dari empat pertandingan.

Tidak ingin terlalu lama dalam kesedihan, AS Roma bertekad bangkit kembali ke jalur kemenangan saat menjamu Udinese di Stadio Olimpico, Jumat (24/9) dini hari WIB. Pelatih AS Roma, Jose Mourinho meminta agar pemainnya melupakan kekalahan dari Verona. Kemudian tidak mengulangi kesalahan yang sama.

“Saya merasa takut sebelum pertandingan, begitulah caranya hidup. Saya tahu mereka memiliki kualitas. Sebuah tim yang telah menciptakan masalah nyata bagi lawan mereka di pertandingan sebelumnya,” ujar Mourinho.

Mourinho optimis timnya bisa kembali meraih kemenangan. Sebab, merek unggul segalanya atas lawan. Dalam rekor pertemuan, AS Roma baru sekali kalah dalam lima pertemuan terakhir dengan Udinese. Begitu juga pertemuan secara keseluruhan. Berdasarkan statistic di Worldfootball, Roma berhasil meraih 49 kemenangan dalam 94 pertemuan dengan Udinese di Serie A. Sisanya 23 kali imbang dan Udinese menang 22 kali.

Statistik ini bakal menambah motivasi Serigala Ibu Kota. Apalagi Udinese juga sedang dalam tren buruk. Mereka baru saja dipermak Napoli dengan empat gol tanpa balas. Kekalahan itu memutus rekor tidak terkalahkan dalam tiga laga sebelumnya. Jika dilihat dari komposisi tim dan gaya bermain, kedua tim dalam kondisi fit dan hanya akan ditinggal masing-masing dua pemainnya akibat cedera. Hanya saja, AS Roma akan diunggulkan mengingat statusnya sebagai tuan rumah dan komposisi pemain serta adanya sosok Jose Mourinho di belakang layar. (bbs/dek)

Pemerintah Tetapkan Libur Nasional 2022, Jumlah Libur 16 Hari, Cuti Bersama Menyusul

Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK)

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Pemerintah telah menyepakati dan menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2022. Kesepakatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Bersama (SKB) Tiga Menteri, yakni Menteri Agama, Menteri Ketenagakerjaan dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

Muhadjir Effendy, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) .

Adapun, tahun 2022 mendatang telah ditetapkan untuk libur nasional berjumlah 16 hari. Sementara itu untuk cuti bersama 2022 masih belum ditetapkan dan akan diumumkan kemudian hari sambil melihat perkembangan pandemi Covid-19.”Ya mungkin saja (ada revisi). Makanya cuti bersama Idul Fitri belum ditetapkan sekarang,” jelas Sekretaris KemenPAN-RB Dwi Wahyu Atmaji kepada JawaPos.com (Grup Sumut Pos), Rabu (22/9).

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy menyampaikan, untuk aturan terkait pelaksanaan libur dan cuti bersama pada sektor swasta akan diatur oleh Kementerian Ketenagakerjaan. Sementara KemenPAN-RB akan menyiapkan peraturan mengenai cuti bersama untuk Aparatur Sipil Negara (ASN).”Semoga tahun depan pandemi Covid-19 sudah bisa diatasi dengan baik sehingga penetapan cuti bersama betul-betul bisa direalisasikan di tahun 2022,” terangnya.

Untuk diketahui, penetapan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2022 di maksudkan sebagai pedoman bagi masyarakat, sektor ekonomi, dan sektor swasta dalam beraktivitas, serta sebagai rujukan bagi kementerian dan lembaga pemerintahan dalam menentukan perencanaan program-program kerja.

Ditegaskan bahwa pemerintah Indonesia memperhatikan perkembangan pandemi Covid-19 di Indonesia dalam penetapan SKB tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2022.”Penetapan libur nasional dan cuti bersama juga berdasarkan hasil evaluasi selama dua tahun terakhir sejak pandemi Covid-19,” pungkasnya. (jpg)

Zonasi Covid-19 Daerah Sumut, Hanya Tebingtinggi Oranye

Gubsu, Edy Rahmayadi.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Peta zonasi Covid-19 di daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) terus membaik, seiring kian meningkatnya angka kesembuhan dan berkurangnya kasus baru terkonfirmasi positif serta angka kematian.

Gubsu, Edy Rahmayadi.

Berdasarkan data hasil pembobotan skor dan zonasi risiko daerah seluruh Indonesia yang disampaikan pada website https://covid19.go.id/peta-risiko per 19 September 2021, tercatat hanya 1 kabupaten/kota di Sumut masuk dalam zona oranye (risiko sedang) yaitu Tebingtinggi. Sedangkan 32 kabupaten/kota lainnya berada dalam zona kuning (risiko rendah). Sementara zona merah (risiko tinggi) dan dan zona hijau (tidak ada kasus) nihil.

Jumlah daerah di Sumut yang masuk zona oranye tersebut, tentunya menurun signifikan dibanding hasil zonasi pada minggu sebelumnya yang mencapai 5 daerah. Peta zonasi risiko daerah tersebut, dihitung berdasarkan indikator-indikator kesehatan masyarakat dengan menggunakan skoring dan pembobotan. Indikator yang digunakan adalah epidemiologi, yaitu penurunan jumlah kasus positif, suspek dan sebagainya.

Kemudian, indikator surveilans kesehatan masyarakat, seperti jumlah pemeriksaan sampel diagnosis meningkat selama 2 minggu terakhir. Selanjutnya, indikator pelayanan kesehatan, yakni jumlah tempat tidur di ruang isolasi rumah sakit rujukan mampu menampung sampai dengan lebih dari 20% jumlah pasien positif Covid-19 yang dirawat.

Sementara itu, berdasarkan kasus harian Covid-19 yang dikeluarkan Kemenkes pada 22 September 2021, Sumut memperoleh angka kesembuhan sebanyak 385 orang. Dengan penambahan tersebut, otomatis akumulasinya meningkat menjadi 98.132 orang dari 97.747 orang.

Untuk angka terkonfirmasi positif, Sumut tercatat bertambah 182 kasus baru sehingga total sementara menjadi 103.904 kasus dari 103.719 kasus. Sedangkan angka kematian bertambah 6 orang, sehingga jumlahnya menjadi 2.785 orang dari 2.779 orang. Dengan demikian, angka kasus aktif atau orang yang terpapar Covid-19 di Sumut saat ini kembali berkurang yaitu 2.785 orang dibanding hari sebelumnya 3.193 orang.

Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah mengatakan, perkembangan kasus Covid-19 di kabupaten/kota yang terus menurun, salah satunya karena kedisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan (prokes). “Masyarakat mulai sadar dan disiplin pentingnya prokes dalam aktivitas kehidupan sehari-hari. Mulai dari menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan pakai sabun dan hindari kerumunan, semakin melekat dalam setiap aktivitas sehari-hari,” ujarnya.

Selain itu, kata Aris, menurunnya kasus Covid-19 di Sumut juga dipengaruhi oleh pembatasan aktivitas kegiatan masyarakat. Kemudian, juga 3T (Testing, Tracing, Treatment) yang terus gencar dilakukan. “Di sisi lain, vaksinasi Covid-19 juga terus masif dilakukan. Mudah-mudahan dengan berbagai upaya yang dilakukan tersebut dan dukungan masyarakat yang sadar prokes, maka kasus Covid-19 akan turun,” pungkasnya.

Gubsu Cek Kembali Status Level 1 Deliserdang

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi mengapresiasi capaian jajaran Pemerintah Kabupaten Deliserdang yang mampu membuat daerah itu masuk kategori Level I Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

“Saya terimakasih. Alhamdulillah, puji Tuhan. Bahwa Deliserdang satu satunya daerah di Sumut yang sudah Level 1,” katanya menjawab wartawan saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Toba, Rabu (22/9).

Begitupun, kata Edy, pihaknya tengah melakukan pengecekan kembali terkait status Level 1 yang dicapai kabupaten tersebut. Baik mengenai validasi data konfirmasi positif pasien Covidnya sampai data pasien yang meninggal dunia.

“Namun itu pun akan kita telusuri apakah salah data atau memang kondisinya benar. Karena perbandingan jumlah penduduk dengan yang meninggal dunia dan yang terkonfirmasi positif, ini yang nanti kita cek,” terangnya.

Sinkronisasi data pasien asal domisili Delisedang yang berobat pada rumah sakit di Kota Medan, menurut Gubsu, juga akan ditelusuri lebih cermat oleh tim dari Satgas Penanganan Covid-19 Sumut. “Inilah yang akan kita cek. Kita pastikan dan hari ini tim sedang melakukan itu,” pungkasnya.

Diketahui, berdasarkan asemen Kementerian Kesehatan pada 18 September 2021, Kabupaten Deliserdang menjadi satu-satunya daerah di Sumut yang berada di Level I PPKM. Hal itu dikatakan Bupati Deliserdang, Ashari Tambunan diwakili Sekdakab Darwin Zein, saat konferensi pers di Aula Cendana Kantor Bupati Deli Serdang, Jumat (17/9) lalu.

Kata Darwin, merujuk pada data asesmen situasi Covid-19 dari Kemenkes RI per 14 September 2021, Kabupaten Deliserdang dinyatakan menjadi satu-satunya daerah di Sumut yang ditetapkan berada pada PPKM Level 1.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Deliserdang, Citra Effendi Capah menambahkan, dari Satgas Covid-19 (Bersatu dalam Covid) menerbitkan Kabupaten Deliserdang masuk zona oranye. Banyak faktor yang membuat Kabupaten Deliserdang berhasil ditetapkan pada Level 1, di antaranya Aplikasi CAD (Covid-19 Analisis Deli Serdang), serta kegiatan-kegiatan penegakan prokes dimulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan, hingga kabupaten.

Hasil asesmen dilihat dari sejumlah indikator, yakni tingkat kasus terkonfirmasi, tingkat pasien rawat rumah sakit, tingkat kematian, tingkat testing, tingkat tracing, hingga tingkat treatment. Sementara untuk pasien rawat inap di rumah sakit, serta kasus kematian pada 19 September 2021, Deliserdang berada pada Level 2, dengan 1-2 kematian. Namun pada 13 September 2021, kasus kematian sudah di bawah 1. (ris/prn/mbc)