28 C
Medan
Monday, April 6, 2026
Home Blog Page 3115

Napoli vs S.Moskow: Kedelai Kecil Siap Tempur

SIAP TEMPUR: Duo striker Napoli Lorenzo Insigne dan Osimhen siap tempur menghadapi Spartak Moskow dalam lanjutan Liga Eropa di Estadio Diego Armando Maradona, Kamis (30/9) dini hari WIB.

SUMUTPOS.CO – NAPOLI dalam kondisi siap tempur jelang lawan Spartak Moscow pada laga lanjutan Liga Eropa di Estadio Diego Armando Maradona, Kamis (30/9) dini hari nanti. Mereka berhasil menunjukkan performa meyakinkan saat menaklukkan Cagliari 2-0, akhir pekan lalu.

SIAP TEMPUR: Duo striker Napoli Lorenzo Insigne dan Osimhen siap tempur menghadapi Spartak Moskow dalam lanjutan Liga Eropa di Estadio Diego Armando Maradona, Kamis (30/9) dini hari WIB.

Kemenangan I Ciucciarelli alias si Keledai Kecil lewat performa apik dari strategi racikan sang pelatih Luciano Spalletti. Lini serang dan penguasaan bola yang mumpuni bahkan telah membawa tim asuhannya memuncaki klasemen Serie A dengan 18 poin.

Mereka unggul dua angka dari AC Milan di posisi kedua. Padahal, Spalletti baru awal musim ini melatih Insigne dan kawan-kawan. Tapi mampu menyajikan permainan serang dan penguasaan bola yang andal.

Dikutip dari WhoScored, Napoli menjadi tim dengan rataan penguasaan bola tertinggi di Serie A musim ini dengan 61,4 persen. Persentase akurasi umpan mereka juga begitu luar biasa dengan 90 persen.

Napoli sudah mampu mengemas 16 gol dari enam laga dan hanya kebobolan dua kali. Keberhasilan Spalletti membawa Napoli meraih hasil sempurna di enam laga awal Serie A musim ini, membuatnya menyamai torehan Maurizio Sarri pada musim 2017/2018.

Di awal laga nanti, kedua kubu ditengarai masih akan menerka permainan masing-masing lawannya. Pasalnya, ini merupakan pertemuan perdana antara Napoli dengan Spartak Moskow sepanjang sejarah.

Jika melihat statistik sejumlah laga terakhir, Napoli terbilang tim yang punya kekuatan mumpuni. Tidak hanya dalam hal serangan, Napoli juga menjelma sebagai tim kukuh dalam hal bertahan musim ini. Hal itu terbukti dari sejumlah laga di Serie A musim ini, mereka baru kebobolan 2 gol. Luciano Spaletti ingin mempertahankan tren positif timnya selama mungkin, termasuk di laga nanti.

“Masih banyak yang harus berkembang. Ada margin yang lebar tetapi kami harus melangkah jauh. Tim sadar akan potensi, tetapi ada lawan yang kompetitif di sekitar kami. Saya ulangi bahwa kami harus bekerja dan bertahan di jalur,” terang sang pelatih Napoli, dilansir laman resmi klub.

Namun, Spartak Moscow bukan tim yang mudah dikalahkan. Skuad asuhan Rui Vitoria bangkit dari 2 kekalahan beruntunnya melawan Legia Warszawa dan CSKA Moscow, dengan meraih kemenangan kontra FC Ufa, Sabtu (25/9) kemarin, dalam lanjutan Liga Primer Rusia 2021/2022.

Namun di Liga Eropa 2021/2022 musim ini, Spartak Moskow berada di posisi terbawah tanpa poin. Sedangkan Partenopei berada di urutan 2 dengan poin 1. Karenanya dalam laga ini, Spartak Moscow ingin mendulang poin perdana di gelaran Liga Eropa musim ini setelah kalah dari wakil Polandia, Legia Warsawa, di laga sebelumnya dengan skor 0-1 di kandang sendiri.

Spartak Moskow amat antusias menyambangi stadion yang kini dinamakan dengan nama legenda Napoli dan sepak bola Argentina, Diego Armanda Maradona, untuk tampil semaksimal mungkin demi membawa pulang poin dari Naples. “Sangat menarik untuk mengunjungi stadion seperti itu dan menguji diri Anda pada level yang begitu tinggi,” kata salah satu gelandang Spartak Moscow, Ruslan Litvinov.

Dalam laga ini, Luciano Spaletti diprediksi bakal tetap menggunakan formasi 4-3-3. Victor Osimhen sebagai ujung tombak Napoli akan didukung 2 penyerang sayap yakni Matteo Politano dan Lorenzo Insigne. Tidak ada cedera berarti yang mendera skuad Gli Azzurri jelang lanjutan jadwal UEL nanti.

Di lain pihak, Spartak Moscow diragukan bisa menurunkan Jordan Larsson dan Jorrit Hendrix. Kedua pemain masih dibekuk cedera di pekan ke-7 Liga Primer Rusia. Untuk menggantikan posisi 2 gelandang tersebut, pelatih Rui Vitoria ditengarai bakal menurunkan Ruslan Litvinov dan Ayrton Lucas. Formasi yang akan dipakainya ditengarai bakal sama seperti di laga kontra FC Ufa, Sabtu (25/9) kemarin, yakni 3-4-3. (bbs)

PTM Jaga Kesehatan Jiwa Anak-anak

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Potensi memudarnya capaian belajar (learning loss) dan memburuknya kesehatan psikis anak-anak Indonesia akan semakin besar, jika pembelajaran jarak jauh (PJJ) terus berlangsung. Karenanya, pemerintah terus mendorong terselenggaranya pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dengan protokol kesehatan yang ketat dan strategi pengendalian Covid-19 di sekolah.

“Anak-anak kita kemungkinan besar kehilangan antara 0,8 sampai 1,2 tahun pembelajaran. Jadi seolah-olah satu generasi kehilangan hampir setahun pembelajaran di masa ini,” ungkap Nadiem, dikutip dari laman Kemendikbudristek, Rabu (29/9).

Nadiem menambahkan, banyak anak-anak yang terdampak kesehatan jiwanya akibat pandemi. “Banyak anak-anak kita yang kesepian dan trauma dengan situasi ini. Begitu juga dengan orang tuanya,” katanya.

Mendikbudristek memaparkan, sejak tahun 2020 pihaknya terus melakukan advokasi ke berbagai daerah yang telah dapat menggelar PTM terbatas untuk segera menyelenggarakan dengan persiapan yang matang dan sistem pengendalian yang baik. “Sudah 40 persen sekolah mulai tatap muka terbatas, tapi ini angkanya masih kecil. Kalau tidak mau makin ketinggalan, kita harus tatap muka dengan protokol kesehatan teraman yang bisa dilakukan,” terangnya.

Nadiem menyampaikan, sekolah wajib memahami dan menaati panduan PTM terbatas yang tertuang di dalam Keputusan Bersama (SKB) Mendikbud, Menteri Agama, Menteri Kesehatan, dan Menteri Dalam Negeri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Coronavirus Disease 2019. “Kita harus terus waspada akan penyebaran Covid-19 dan memastikan protokol kesehatan tetap terjaga. Namun, kita juga harus memerhatikan dampak permanen PJJ yang mengkhawatirkan. Kebutuhan PTM sangat besar dan ini harus dimengerti. Sebanyak 80-85% murid-murid ingin kembali ke sekolah kembali tatap muka,” ujarnya

Random Sampling saat PTM

Menurut Nadiem, Kemendikbudristek bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan melakukan pengendalian dan pengawasan lebih ketat dalam PTM terbatas. Salah satunya adalah dengan melakukan random sampling. “Kedepannya untuk menambahkan level kontrol kita untuk memastikan ini tidak meningkatkan risiko penularan lebih tinggi, ada berbagai macam inisiatif yang sedang dilaksanakan oleh Kemekes, oleh kita,” kata Nadiem.

Salah satunya adalah dengan melakukan random sampling. Dengan hal ini, Nadiem meyakini bisa mencehah adanya klaster penularan Covid-19 di satuan pendidikan Tanah Air. “Contohnya rencana baru untuk melakukan sampling dari secara regular kepada sekolah-sekolah. Jadi kita proaktif akan mengetahui,” tambah dia.

Jadi publik, terutama orang tua tidak perlu khawatir akan hal tersebut. Apalagi jika mendengar berita miring soal PTM, sebab pihaknya akan segera menindaklanjuti hal tersebut. “Kita tak perlu stres dengan mendengar berita-berita yang terus lumayan heboh ternyata waktu dicari-cari, digali-gali lagi, oh ternyata ada 1 heboh ternyata asrama, bukan sekolah. Gak ada hubungannya sama PTM. Penyebarannya di asrama,” imbuhnya.

Ia juga turut memberikan penjelasan apabila terjadi klaster Covid-19 di satuan pendidikan, sekolah yang bersangkutan yang ditutup, bukan daerahnya. Sebab jika daerah hal itu akan mengganggu sekolah lain mengejar ketertinggalan akibat pandemi. “Kalau misalnya ada klaster ketemu atau ada yang terkena infeksi, ada SOP-nya. Sekolahnya saja, sekarang sudah bukan jaman lagi menutup daerah sekolah,” pungkas Nadiem.

Nadiem menuturkan, terkait penularan hal itu bisa diminimalisasi apabila mematuhi protokol kesehatan. “Semua SOP dan peraturan sudah sangat jelas, nggak pernah berubah. Prokes untuk sekolah yang melakukan PTM itu sudah sangat jelas, sekarang tinggal diikutin aja di SKB 4 Menteri-nya,” terangnya.

“SKB 4 Menteri sudah sangat jelas mengatur standarnya pakai masker, nggak boleh ada makan-makan, kumpul di kantin, dan lain-lain,” sambungnya.

Nadiem pun menyadari bahwa munculnya klaster Covid-19 sekolah mungkin saja terjadi, khususnya di PPKM level 4 yang penyebarannya masih tinggi. Ditegaskan lagi, jika ada klaster di sekolah, bukan daerah yang ditutup. “Tentunya kalau kita masuk level 4 masih ada kemungkinan (klaster), tapi saat ini kemungkinannya lumayan kecil dan kita harus menyadari kedepannya, kalau mau tutup, tutup sekolah ya, hanya individu sekolah mulai sekaeang, udah ga bisa lagi (tutup daerah),” tandas dia.

Dorong Perguruan Tinggi Gelar PTM Terbatas

Terpisah, Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menegaskan, pemerintah mendorong agar perguruan tinggi di wilayah penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 1 hingga 3 juga bisa segera menggelar PTM terbatas. Hal ini sesuai dengan Surat Edaran Dirjen Dikti Kemendikbudristek Nomor 4/2021 tentang Penyelenggaraan Pembelajaran Tatap Muka Tahun Akademik 2021/2022 yang terbit pada tanggal 13 September lalu.

Wiku menuturkan alasan pemerintah mendorong agar perguruan tinggi segera melaksanakan PTM terbatas adalah demi menekan risiko learning loss atau menurunnya kemampuan belajar mahasiswa, serta menjaga kualitas pembelajaran mahasiswa. Namun, ia juga menekankan apabila ditemukan kasus positif Covid-19, maka harus menghentikan sementara aktivitas PTM di area terkonfirmasi.

Wiku pun lantas memberikan 4 aturan teknis kepada perguruan tinggi yang akan melaksanakan PTM terbatas. Adapun aturan itu adalah kampus diharapkan menyediakan sarana sanitasi, mengurangi tempat berkumpul tertutup dan menimbulkan kerumunan.

Kedua, seluruh pihak terlibat, baik pengajar maupun peserta didik dan individual lainnya yang berada di lingkungan kampus, wajib menggunakan masker dan menjaga jarak. Ketiga, kapasitas maksimal per kelas adalah 50 persen. Keempat, Satgas mendorong agar kampus juga membentuk Satgas Covid-19 tingkat kampus demi menjaga kelancaran dan keamanan poses belajar mengajar.

Wiku memaparkan tugas Satgas Covid-19 tingkatan kampus adalah mendisiplinkan penerapan protokol kesehatan, menerbitkan pedoman aktivitas kampus menyediakan ruang isolasi sementara dan dukungan tindakan kedaruratan bagi civitas akademika kampus. Selain itu juga memastikan kondisi kesehatan mahasiswa. “Serta memastikan mahasiswa dari luar daerah dalam keadaan sehat dan telah melakukan karantina mandiri 14 hari atau tes swab,” papar Wiku. (bbs)

Kematian Disebabkan Serangan Jantung Meningkat Selama Pandemi, 16,3% Pasien Covid-19 Punya Komorbid Penyakit Jantung

dr Andi Khairul SpJp.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Angka kematian disebabkan serangan jantung koroner, diklaim meningkat selama pandemi Covid-19. Sebelum pandemi, angka kematian di rumah sakit akibat serangan jantung sekitar 8 persen. Namun, kini laju angka kematian tersebut di masa pandemi meningkat hingga 22-23 persen.

dr Andi Khairul SpJp.

Menurut dr Andi Khairul SpJp dari Rumah Sakit Universitas Sumatera Utara (RS USU), pandemi Covid-19 yang berlangsung sejak akhir 2019 menjadi kekhawatiran tersendiri bagi orang dengan penyakit jantung. Ini mengingat paparan infeksi apapun termasuk infeksi Covid-19, dapat mencetuskan perburukan dari penyakit jantung, seperti terjadinya kekambuhan penyakit jantung koroner atau gagal jantung menahun.

“Laporan rumah sakit di masa pandemi menunjukkan, 16,3 persen pasien yang dirawat dari ruang isolasi Covid-19 ternyata mempunyai komorbid atau koinsiden penyakit jantung,” ungkap Andi di sela-sela kegiatan Hari Jantung Sedunia yang digelar di Poli Jantung RS USU, Rabu (29/9).

Andi juga mengungkapkan, berdasarkan data kematian akibat penyakit jantung di Indonesia, sekitar 14,4 persen disebabkan penyakit jantung koroner. Selain itu, akibat stroke 19,4 persen, hipertensi 3 persen, kardiomiopati 0,44 persen, aorta 2,7 persen, atrial fibrilasi 0,29 persen, dan congenital 1,9 persen.

Disebutkan Andi, data Riskedas tahun 2018 menunjukkan, prevalensi penyakit jantung di Indonesia 15 dari 1.000 orang penduduk. Dengan kata lain, saat ini terdapat 4,2 juta orang yang menderita penyakit jantung.

Dia melanjutkan, Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME) melaporkan, 14,4 persen sebab kematian di Indonesia adalah penyakit jantung koroner. Gaya hidup, merokok dan pola makan merupakan kontributor utama terjadinya penyakit jantung koroner. Dilaporkan juga, 50 persen penderita penyakit jantung koroner berpotensi mengalami henti jantung mendadak. “Makin tingginya penyakit jantung dan pembuluh darah, meningkatkan risiko kematian akibat serangan jantung,” ujarnya.

Andi menuturkan, meski sudah banyak masyarakat terlatih Bantuan Hidup Dasar oleh berbagai organisasi/institusi. Akan tetapi, belum ada wadah organisasi pembinanya dan belum ada aplikasi yang dapat menghubungkan antara relawan dan korban. “Kecepatan dan ketepatan pemberian pertolongan gawat darurat kepada korban oleh masyarakat, juga sangat diperlukan. Artinya, diperlukan sistem dan pengorganisasian yang mengintegrasikan antara keberadaan masyarakat yang membutuhkan pertolongan/korban dengan relawan yang minimal sudah tersertifikasi Bantuan Hidup Dasar (BHD) untuk memberikan pertolongan gawat darurat dengan cepat dan tepat,” paparnya.

Ia menambahkan, saat ini yang dilakukan untuk penanggulangan penyakit jantung di Indonesia yaitu komitmen, kerjasama antar organisasi dan lembaga, pemeriksaan kesehatan, data-data pasien, mapping, program pencegahan di masyarakat (stop rokok, ruang publik untuk aktivitas fisik, akses makanan sehat, polusi udara, pencegahan infeksi dan vaksinasi). Selain itu, skrining, hindari hoaks, dan memperkuat rujukan. (ris)

Ingin Terus Pacu Produksi Jagung Sumut, Gubsu Targetkan 10 Ton per Hektare

PANEN: Gubsu Edy Rahmayadi dan Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin memanen jagung bersama Menteri Pertaniansecara virtual di Desa Namukur Utara, Kecamatan Sei Bingei, Langkat, Rabu (29/9).

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi akan terus memacu produksi jagung Sumut. Menurutnya, jagung memiliki potensi besar untuk meningkatkan perekonomian Sumut dan mensejahterakan petani.

PANEN: Gubsu Edy Rahmayadi dan Bupati Langkat Terbit Rencana Peranginangin memanen jagung bersama Menteri Pertaniansecara virtual di Desa Namukur Utara, Kecamatan Sei Bingei, Langkat, Rabu (29/9).

Sumut diprediksikan mampu memproduksi jagung sekitar 1,7 juta ton dalam satu tahun dengan luas lahan 284.549 Ha. Sampai saat ini, kata Edy, produksi jagung di Sumut kurang lebih mencapai 1 juta ton dan masih surplus 35.986 ton.

“Indonesia masih butuh jagung dalam jumlah yang besar, kita upayakan sebagian dipenuhi Sumut. Tahun depan kita juga rencanakan pembangunan pabrik pakan ternak sehingga kebutuhan jagung akan meningkat. Kita perlu pacu produksi jagung kita,” kata Edy Rahmayadi usai acara Penen Jagung Nusantara di Desa Namukur Utara, Kecamatan Sei Bingei, Kabupaten Langkat, Rabu (29/9)

Saat ini rata-rata petani di Sumut mampu memproduksi 7-8 ton jagung per Ha. Ke depannya Edy Rahmayadi berharap produksi jagung Sumut mampu mencapai 10 ton per Ha.

“Kalau di desa ini (Namoukur) itu luas lahannya sekitar 540 Ha, jadi bisa memproduksi kurang lebih 4.300 ton. Kita upayakan ke depan bisa 10 ton per Ha karena itu kita perlu support petani, mengetahui kesulitan mereka. Tanah kita ini subur, saya rata itu bisa kita capai,” terang Edy.

Panen Jagung Nusantara sendiri merupakan kegiatan memperingati Hari Tani Nasional. Kegiatan ini dilakukan serentak secara virtual dari berbagai daerah penghasil jagung di Indonesia. Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menghadiri kegiatan ini dari desa sentra jagung nasional Banjarsari, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

 Limpo mengatakan Indonesia harus mampu mengekspor jagung karena saat ini masih surplus dan dengan kualitas yang baik. Dia juga berharap tidak ada produksi jagung di bawah 6 ton per Ha karena itu akan sangat merugikan petani.

 ”Komoditi ini harus kita perlihara, dia bisa mendongkrak perekonomian kita. Jangan ada yang di bawah 6 ton produksinya, kalau ada berarti ada masalah di sana, Bupati, Gubernur lapor saya apa masalahnya, kalau anak buah saya yang main-main kita tindak,” terang Limpo dari desa Banjarsari melalui video teleconference.

 Sementara itu, salah satu petani Desa Namoukur, Jasanoto Sembiring saat dialog langsung dengan Gubernur menyampaikan keluh-kesah petani di desanya. Dia dan teman-teman sempat kesulitan bertani karena ketersediaan pupuk yang tidak konsisten. Ada juga permasalahan benih yang kualitasnya tidak merata dan alat sistem pertanian (alsintan) yang kurang jumlahnya.

 Kurangnya alsintan di daerah ini mengganggu sistem irigasi yang sudah di susun masyarakat karena keterlambatan masa tanam. Bila ada satu desa yang terlambat melakukan penanaman benih maka akan tumpang tindih dengan desa yang lain sehingga jatah air irigasi untuk satu desa harus di bagi untuk dua desa.

 ”Ada teman kita yang sewa lahan, katanya pupuk aman, nyatanya pas dia mulai tanam pupuk sulit. Ada juga bantuan bibit yang kualitasnya tidak merata, ada bagus ada tidak dan satu lagi alsintan kita yang kurang jumlahnya. Tetapi syukur, Pak Gubernur mau mendengarkan kita dan sudah dijawab. Mudah-mudahan segera terlaksana,” kata Jasanton kepada Edy Rahmayadi.

Hadir pada acara Panen Jagung Nusantara di Desa Namukur Utara, di antaranya, Bupati Langkat Terbit Rencana Perangin Angin dan Ketua DPRD Kabupaten Langkat Sribana Perangin Angin. Hadir juga Plt Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Pemprov Sumut Bahruddin Siregar, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Irman Oemar, Kepala Dinas Perkebunan Lies Handayani Siregar serta OPD terkait Kabupaten Langkat. (prn)

Sertifikat Vaksin Jadi Syarat Urus Administrasi Kependudukan, Ombudsman Minta Bupati Labura tak Pesulit Warga

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumut mengkritik kebijakan sertifikat vaksin Covid-19 menjadi syarat mengurus administrasi kependudukan (adminduk). Kebijakan tersebut diterapkan Pemkab Labuhanbatu Utara (Labura), Provinsi Sumatera Utara.

Kepala Ombudsman Sumut, Abyadi Siregar, meminta Pemkab Labura tidak gegabah membuat sertifikat vaksin sebagai syarat mendapatkan pelayanan publik seperti berkas adminduk. “Banyak faktor yang menyebabkan pelaksanaan vaksin corona belum bisa dilakukan. Ingat, jangan sampai kebijakan yang diambil pemerintah justru semakin menyusahkan masyarakat. Kasihan itu rakyat,” ujar Abyadi saat diminta tanggapannya, Rabu (29/9).

Abyadi menuturkan, pihaknya memahami keinginan Pemkab Labura untuk melindungi warga lewat mempercepat vaksinasi Covid-19. Namun demikian, perlu diingat bahwa ketersediaan vaksin di Indonesia belum mencukupi untuk kebutuhan seluruh penduduk. “Tak mungkin dijadikan syarat mengurus dokumen yang wajib dimiliki penduduk. Karena itu, Pemkab Labura diminta untuk tidak membuat aturan yang malah mempersulit warga. Sebab, warga saat ini sedang dalam kondisi sulit,” kata dia.

Menurut Abyadi, banyak faktor yang menyebabkan masyarakat belum divaksin. Selain faktor ketersediaan vaksin, bisa jadi karena alasan kesehatan atau alasan lain. “Saya kira ini semua harus dipahami. Jadi, kurang tepat bila pemerintah, khususnya Pemkab Labura memberlakukan kebijakan tersebut kepada masyarakat. Kebijakan itu justru semakin menyusahkan warga,” sebutnya

Dia menambahkan, disarankan agar Pemkab Labura meningkatkan sosialisasi pentingnya vaksinasi corona kepada warganya. “Daripada membuat sertifikat vaksin menjadi syarat tambahan mengurus berkas adminduk,” pungkas Abyadi.

Diketahui, Bupati Labura Hendri Yanto Sitorus menerbitkan surat edaran percepatan vaksinasi corona. Hendri memerintahkan jajarannya meminta warga menunjukkan sertifikat vaksinasi Covid-19 jika ingin mendapat layanan administrasi kependudukan.

Surat edaran tersebut dibuat pada 23 September 2021 dan ditujukan kepada Kepala Dinas (Kadis) Catatan Sipil, Kadis Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPPTSP) serta para Camat dan Lurah di Labura. Surat edaran tersebut bernomor 440/1574/TAPEM/2021 tentang Percepatan Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19, yang diteken Hendri Yanto Sitorus.

“Dengan ini disampaikan kepada Saudara bahwa dalam hal Pemberian Pelayanan Administrasi Kependudukan, dan Pelayanan Perizinan, kepada Masyarakat/Pemohon agar menunjukkan Sertifikat Vaksinasi (minimal Sertifikat Vaksinasi Dosis Pertama). Bagi masyarakat/pemohon yang belum memiliki sertifikat vaksinasi, selanjutnya diminta kepada saudara agar menyarankan untuk mengikuti vaksinasi di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) terdekat dari domisili masing-masing,” demikian isi surat tersebut.

Sekda Labura, Muhammad Suib membenarkan surat yang mengatur sertifikat vaksinasi Covid-19 menjadi syarat untuk mengurus sejumlah dokumen di Labura. Suib mengatakan, surat itu ditujukan untuk melindungi warga. “Berlaku sejak saat ini mulai dikeluarkannya surat tersebut. Tujuannya untuk melindungi warga di masa pandemi ini,” kata Suib kepada wartawan ketika dikonfirmasi.

Meski begitu, Suib tak menjelaskan detail syarat tersebut berlaku untuk jenis layanan apa saja. Dia hanya mengatakan pihaknya siap melayani warga jika ada kendala saat hendak mendapatkan vaksin corona. Ia berharap warga bersedia divaksin demi mencegah penyebaran corona. “Kalau ada kendala kita akan siap melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya,” katanya. (ris)

Ingat! Berikan Anak Gawai di Usia 13 Tahun

PALUTA, SUMUTPOS.CO—Menjaga keamanan digital pada anak-anak wajib hukumnya dewasa ini. Termasuk memberikan gawai atau handphone kepada mereka, disarankan ketika anak menginjak usia 13 tahun.

WEBINAR: Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital yang diinisiasi Kementerian Kominfo RI diselenggarakan di Kabupaten Paluta, Sumut, membahas tentang menjaga keamanan digital anak-anak pada 28 Agustus 2021. IST

Hal ini terungkap dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia di Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara pada 28 Agustus lalu.

Webinar kali ini bertajuk “Menjaga Keamanan Digital Anak-anak”, yang dikupas oleh para narasumber yang mempunyai kompetensi di bidang masing masing serta seorang key opinion leader yang memberikan sharing session.

Dr Desi Rahmawati, Dosen Universitas Negeri Jakarta, misalnya, menjabarkan soal mengaktifkan fitur pengamanan digital untuk anak-anak, yakni antara lain membaca panduan orang tua di google play, pengaturan “restricted mode” di YouTube, dan mengaktifkan safe search di Google.

“Contoh situs untuk belajar internet dan keluarga, mencakup literasidigital.id, sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id, dan internetsehat.id,” sebutnya.

Sedangkan faktor-faktor untuk melindungi privasi dan keamanan data, kata dia meliputi pengguna, tanggungjawab penyelenggara, dan penegakan hukum dan sanksi di Indonesia,

“Pada prinsipnya, semua delik pidana baik yang diatur dalam KUHP, peraturan perundang-undangan di mana kejahatan dilakukan melalui komputer, sistem elektronik dan jaringan internet. Terkhusus, diatur dalam UU 11 Tahun 2008 tentang ITE,” terangnya.

Adapun untuk literasi digital di sekolah, dijelaskan antara lain mencari bahan ajar dari sumber terpercaya di internet, komunikasi dengan guru atau teman menggunakan media sosial, mengirim tugas sekolah lewat e-Mail, pembelajaran dengan cara online, serta pengarsipan digital.

Menurut Yuspen Hendri, Ketua MGMP TIK dan Koordinator Tim Teknis Anbk, manfaat literasi digital meliputi berpikir kritis, kreatif, dan inovatif, memecahkan masalah, berkomunikasi dengan lebih lancar, serta berkolaborasi dengan lebih banyak orang.

“Layanan penunjang literasi digital dalam pembelajaran antara lain rumah belajar, TV edukasi, belajar.id, dan website kemendikbud,” katanya.

Ia menambahkan, pentingnya menjaga keamanan digital bagi anak seperti mengetahui hal yang boleh diunggah di media sosial dan tidak.

“Berikan anak gawai saat sudah berumur 13 tahun, karena bahaya sekali jika anak menggunakan gawai di bawah 13 tahun. Jangan sampai data pribadi bocor dan digunakan oleh orang yang tidak bertanggungjawab,” pesan dia.

Sebagai keynote speaker, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi sebelumnya memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing-masing oleh putra putri daerah melalui digital platform.

Diketahui, kegiatan ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo tentang pentingnya SDM yang memiliki talenta digital. Berkenaan dengan itu, Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera pada 77 kabupaten/kota dari Aceh hingga Lampung.

Ditjen Aptika memiliki target hingga 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital, yakni secara spesifik dimulai pada 2021. Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi di bidang digital.

Hal ini menjadi sangat penting untuk dilakukan mengingat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta internet yang semakin masif oleh masyarakat, sehingga implementasi program literasi digital di daerah perlu terus digalakkan. (rel/dek)

Yamaha FreeGo Warna Baru Diluncurkan, Semakin Modern dan Elegan

MEDAN, SUMUTPOS.CO – PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (PT YIMM) kembali memberikan penyegaran warna baru pada motor Yamaha FreeGo S ABS Version, serta penambahan aksen warna grafik yang lebih modern pada Yamaha FreeGo Standard Version.

METALLIC: Yamaha FreeGo Metallic Red. (Ist)

Yamaha FreeGo sebagai Amazing Matic memiliki prestasi sebagai Best Buy Matic (dalam Motor Plus Award, 2019) karena terbukti dengan utilitas fitur yang diperuntukkan bagi keluarga modern masa kini, baik pria maupun wanita yang mengedepankan sisi praktis saat berkendara dan tetap dapat tampil bergaya.

“Dengan konsep Amazing Matic, Yamaha Freego kaya akan fitur canggih dengan mengedepankan kenyamanan dan kepraktisan konsumen yang membutukan motor fungsional, seperti bagasi luas (25 L), smart front fuel untuk pengisian bahan bakar di bagian depan, electric power socket untuk pengisian daya ponsel, tempat duduk yang lebih lebar, dan ruang pijakan kaki yang lebih luas,” ungkap Antonius Widiantoro, Manager Public Relation, YRA, & Community PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) dalam pers rilisnya, Kamis (30/09/2021).

Yamaha menyempurnakan Yamaha FreeGo ini dengan memberikan tampilan warna baru yang lebih fresh serta aksen grafik yang lebih modern. Penyegaran warna baru ini mengikuti perkembangan trend dan selera keluarga modern masa kini. YIMM berharap, langkah ini dapat membuat Yamaha FreeGo tetap menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia serta melengkapi kebutuhan keluarga modern yang mengedepankan kualitas bersama keluarga.

Mayoritas keluarga modern saat ini memiliki rutinitas kegiatan yang aktif sehingga dapat menunjang semangat dan kualitas hidup yang tinggi. Maka, Yamaha menghadirkan produk paket lengkap yang telah disesuaikan dengan kebutuhan keluarga modern saat ini, seperti utilitas keandalan fitur yang ada di Yamaha FreeGo.

Yamaha FreeGo memiliki 3 varian, mulai dari Yamaha FreeGo S ABS Version, Yamaha FreeGo S Version, dan Yamaha FreeGo Standard Version. Tahun ini, Yamaha FreeGo S ABS Version mendapat sentuhan warna baru yang lebih modern dan elegan, yaitu warna baru Prestige Silver yang menggambarkan kemewahan dan kualitas waktu bersama para keluarga modern masa kini.

Pilihan warna yang serupa juga telah disematkan pada Yamaha FreeGo S Version, yaitu Prestige Silver dipadukan warna matte black pada handle seat dan warna Matte Red dipadukan warna hitam pada Emblem FreeGo dan Yamaha.

Selain penyegaran warna baru, penambahan aksen grafik modern juga disematkan pada 4 (empat) pilihan warna Yamaha FreeGo Standard Version, diantaranya warna Mettalic red dengan aksen grafik Hitam dan Abu-abu, Mettalic black dengan aksen grafik Gold dan Abu-abu, Mettalic white dengan aksen grafik Deep Red dan Hitam, dan Mettalic blue dengan aksen grafik Gold dan Hitam yang dikombinasikan warna hitam pada bagian bawah.

Yamaha FreeGo S ABS Version dengan tampilan warna baru ini sudah dapat dibeli pada seluruh jaringan dealer resmi Yamaha Indonesia dengan harga Rp 24,763,000 OTR Medan. Sedangkan untuk Yamaha FreeGo S Version dengan harga Rp 22,408,000 OTR Medan, dan untuk Yamaha FreeGo Standard Version dengan harga Rp 20,898,000 OTR Medan.

Untuk informasi produk selengkapnya dapat langsung kunjungi website resmi Yamaha Indonesia www.yamaha-motor.co.id atau dealer resmi Yamaha Indonesia. (rel/dek)


Jaga Diri Tetap Sehat di Dunia Maya

TOBA, SUMUTPOS.CO—Terdapat sejumlah kiat penting bagi masyarakat atau netizen selama berselancar di dunia maya maupun memanfaatkan media sosial. Hal itu perlu dipahami secara seksama agar masyarakat semakin cakap dalam era digital dewasa ini.

WEBINAR: Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital yang diinisiasi Kementerian Kominfo RI diselenggarakan di Kabupaten Toba, Sumut, membahas kiat-kiat melawan hoaks pada 28 Agustus 2021. IST

Kecakapan di dunia digital ini dibahas dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diinisiasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia di Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara pada 28 Agustus lalu.

Terdapat empat kerangka digital yang diberikan dalam kegiatan bertajuk “Kiat-kiat Melawan Hoaks” tersebut, antara lain; kecakapan digital; keamanan digital; etika digital; budaya digital.

Adapun sebagai pembicara yakni; Chika Audhika (Co-Founder dan CMO of Bicara Project); Awan Albana (CEO Ruang Ide Komunikasi); Dr Dimpos Manalu (Dosen Fisipol dan Pascasarjana serta Magister Administrasi Publik); Rinto Tampubolon (Wakil Kepala SMA Unggul Del Bidang Akademik); serta Key Opinion Leader oleh Febi Mettasari sebagai IT Spesialist.

Kelima narasumber tersebut masing-masing memaparkan antara lain tentang hal yang tidak boleh dilakukan di media sosial, meliputi menyebarkan pemikiran buruk, hoaks, konspirasi, bully, komentar kasar, data pribadi yang dapat digunakan oleh orang lain, serta link pornografi dapat digunakan hacker memeras.

Selanjutnya soal jenis ancaman di internet meliputi penipuan, pencurian data pribadi, cyberbully, pishing, dan pencemaran nama baik. Sedangkan guna menjaga diri tetap sehat di dunia maya dengan cara mengonsumsi konten baik untuk dikonsumsi, berlatih digital, serta menjadi warganet yang ramah. Di sisi manfaat internet sehat, dengan cara menciptakan branding, menambah koneksi, dan memperkuat bisnis.

Sementara adapun cara menjaga data keamanan PIN, password, dan OTP, disebutkan meliputi gunakan PIN dan password yang unik-sulit, jangan membagikan informasi data pribadi, pastikan membagikan data pribadi ke sumber yang jelas, pastikan unduh aplikasi dari sumber yang aman, serta jangan asal klik link. “Sama seperti virus, konten digital akan menggandakan diri sebanyak-banyaknya. Peran masyarakat adalah memastikan yang disebarluaskan adalah konten digital yang baik, bermanfaat dan menginspirasi,” ujar Febi merangkum pembahasan dalam webinar.

Sebagai keynote speaker, Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi sebelumnya memberikan sambutan tujuan Literasi Digital agar masyarakat cakap dalam menggunakan teknologi digital, bermanfaat dalam membangun daerahnya masing-masing oleh putra putri daerah melalui digital platform.

Diketahui, kegiatan ini sesuai arahan Presiden Joko Widodo tentang pentingnya SDM yang memiliki talenta digital. Berkenaan dengan itu, Kemkominfo melalui Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika menyelenggarakan kegiatan Webinar Indonesia Makin Cakap Digital di Wilayah Sumatera pada 77 kabupaten/kota dari Aceh hingga Lampung.

Ditjen Aptika memiliki target hingga 2024 untuk menjangkau 50 juta masyarakat agar mendapatkan literasi di bidang digital, yakni secara spesifik dimulai pada 2021.
Target yang telah dicanangkan adalah 12,5 juta masyarakat dari berbagai kalangan untuk mendapatkan literasi di bidang digital.

Hal ini menjadi sangat penting untuk dilakukan mengingat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) serta internet yang semakin masif oleh masyarakat, sehingga implementasi program literasi digital di daerah perlu terus digalakkan. (

Uji kamera POCO X3 GT, juara di kelasnya!

SUMUTPOS.CO- Meski memiliki harga yang terjangkau, ternyata hasil jepretan dari POCO X3 GT juara di kelasnya. Pengalaman fotografi terbaik di sebuah smartphone sudah menjadi satu hal yang dicari mereka yang ingin membeli smartphone baru. Maka tak heran, para vendor berlomba untuk menyematkan kamera terbaik di smartphone buatannya.

POCO X3 GT, misalnya, menyematkan tiga kamera sekaligus. Dengan banderol harga Rp4 juta-an, performa kamera POCO X3 GT sangat memuaskan. Simak penjelasannya berikut ini.

Hardware tak Tanggung-tanggung

POCO X3 GT hadir dengan tiga kamera. Kamera utamanya sudah menggunakan kamera beresolusi 64 MP dengan aperture f/1.8 yang dapat menghasilkan gambar yang sangat baik.

Bagi yang suka mengambil gambar dalam sudut pandang lebar, ada kamera ultrawide 8 MP dengan aperture f/2.2. Untuk yang suka foto close-up, hadir juga kamera macro 2 MP dengan aperture f/2.4.

Sementara di depan terdapat kamera 16 MP yang memiliki aperture f/2.5 yang dapat menampilkan hasil foto yang baik.

Kemampuan mengambil gambar terbaik di kelasnya

Selama melakukan pengujian kamera, POCO X3 GT berhasil memberikan hasil gambar yang sangat baik. Soalnya, bukan hanya hardware-nya saja yang patut diacungi jempol, namun juga softwarenya dapat mengimbangi dengan baik.

Fitur kecerdasan buatan (AI) di smartphone ini dapat membedakan objek dengan baik. Jadi, POCO X3 GT dapat memberikan hasil terbaik dalam kondisi apa pun, baik saat kita memotret makanan, alam, maupun hewan.

Hasil reproduksi warna yang dihasilkan kamera POCO X3 GT pun terbilang sangat baik. Sebagian besar foto yang diambil dapat menunjukkan warna yang natural, mendekati apa yang sedang dilihat mata kita.

Kontras antara satu warna dan warna lain pun terlihat jelas. Hasil foto saat pencahayaan redup pun terbilang sangat baik. Jadi, kalian akan dapat menggunakan smartphone ini di berbagai kondisi tanpa harus mengorbankan banyak hal.

Selain itu, fitur yang paling menarik adalah fitur pengambilan gambar dengan mode 64MP. Keunggulan mode ini adalah kita dapat melakukan zoom saat mengambil gambar dalam jarak yang cukup jauh.

Zoom yang dimaksud adalah zoom saat setelah mengambil gambar. Kalian dengan dapat mudah melakukan zoom ke titik tertentu hingga 3x zoom tanpa kehilangan detail. Tentu saja, hal ini akan memberikan kalian fleksibilitas pada saat ingin mengambil gambar terbaik.

Selain itu, dengan resolusi tinggi berarti pengguna akan dapat melakukan pencetakan gambar dengan ukuran yang sangat besar tanpa harus mengorbankan kualitas dan detail sama sekali.

Beberapa hal lain yang sangat menarik dari kamera POCO X3 GT ini adalah hasil foto bokeh yang sangat rapi. Soalnya, saat ini semakin banyak orang yang ingin memposting gambar estetik.

Kecerdasan buatan (AI) di POCO X3 GT juga dapat membedakan objek utama dengan background. Kita dapat melihat bahwa di bagian ujung objek utama terlihat sangat jelas, sementara background-nya dapat di blur dengan baik.

Lalu, ada juga kemampuan untuk memotret objek dari dekat menggunakan kamera 2MP. Hasilnya sangat menakjubkan, dengan jarak foto maksimum antara 2 hingga 4 cm.

Saat memfoto bunga, misalnya, hasil tangkapan kamera di putik bunga terlihat sangat jelas. Jadi, kalian tidak perlu takut untuk mengambil foto dalam jarak yang sangat dekat.

Sementara bagi kalian yang doyan mengambil gambar di malam hari, POCO X3 GT juga dapat mengambil foto di malam hari dengan cukup baik. Dari hasil yang diambil, sangat jarang noise, sehingga kita dapat memiliki hasil foto yang ciamik.

Tak ketinggalan, terdapat juga beberapa fitur menarik, seperti Long Exposure dimana kita dapat menghasilkan foto seperti trail maker di kamera profesional, tanpa harus menggunakan kamera profesional.

POCO X3 GT tak hanya unggul di pengambilan gambar saja, namun juga di pengambilan video. Soalnya, smartphone ini sudah sanggup merekam gambar hingga di resolusi 4K 30fps.

Pengguna juga akan dapat mengambil video di mode macro, serta dapat mengaktifkan fitur AI untuk mendapatkan video terbaik. Menariknya, pengguna dapat merekam video di zoom 1x dan 2x di resolusi 720p 30fps, 1080p 30fps, 1080p 60fps, serta 4K 30fps.

Bagi yang ingin merekam video sambil bergerak juga tak perlu khawatir. Soalnya POCO X3 GT hadir dengan penstabilan video yang sangat baik. Kalian akan dapat melihat perbedaan stabilisasi yang sangat kentara saat membandingkan video tanpa fitur stabilisasi dan dengan fitur stabilisasi.

Hasilnya pun sangat memuaskan. Tapi perlu Diingat, saat menggunakan mode stabilisasi, kalian hanya akan dapat merekam di 1080p 30fps saja.

Dan bagi yang ingin memiliki video estetik, hadir juga fitur bernama Vlog. Fitur ini menyediakan beberapa preset yang populer digunakan vlogger atau YouTuber tanpa harus melibatkan editing sama sekali.

Kalian akan mendapatkan total 16 preset, yang juga sudah hadir dengan musik serta panduan yang sangat mudah untuk diikuti. Kalian juga dapat membuat video antara 10 hingga 16 detik yang memang cocok untuk diposting di media sosial.

Terakhir, pengguna juga akan mendapatkan dukungan video slow motion. Kita dapat merekam video 120 fps di resolusi 1080p, dan untuk di resolusi 720p terdapat beberapa pilihan, yakni 120 fps, 240 fps, atau 960 fps.

Itulah fitur kamera yang terdapat di POCO X3 GT. Jadi, kalau kalian sedang mencari smartphone Rp4 juta-an dengan kamera terbaik, mungkin smartphone ini dapat menjadi pilihan kalian ya! (rel)

Agincourt Resources Raih Empat Penghargaan di Tingkat Nasional & Internasional

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – PT Agincourt Resources (PTAR) meraih penghargaan bergengsi di ajang nasional yakni Penghargaan Subroto 2021 Bidang Kepatuhan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Mineral dan Batubara. PTAR meraih juara pertama dari kategori Wajib Bayar dengan tingkat kepatuhan pembayaran tertinggi di sub kategori perusahaan Pemegang Kontrak Karya (KK).

Penganugerahan penghargaan dilakukan daring oleh Menteri ESDM, Arifin Tasrif yang diterima oleh Direktur Hubungan Eksternal PTAR, Sanny Tjan, Selasa 28 September 2021.  Penghargaan yang sama diraih PTAR dalam penyelenggaraan Subroto Award pada 2019 lalu.

Direktur Hubungan Eksternal PTAR Sanny Tjan menyatakan terima kasih atas apresiasi yang diberikan oleh Kementerian ESDM tersebut. Sanny Tjan menambahkan penghargaan ini merupakan buah komitmen PTAR untuk terus berkontribusi dan menunaikan kewajiban dalam hal Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yakni mulai dari pembayaran royalti, jaminan reklamasi, hingga jaminan penutup tambang.

“Kami bangga menjadi bagian dari pemangku kepentingan di sektor ESDM yang dianggap telah melakukan kinerja yang sangat baik khususnya dari sisi kepatuhan dalam pelaporan, pembayaran royalti, jaminan reklamasi, dan jaminan tutup tambang yang sesuai nilai dan tepat waktu,” kata Sanny.

PTAR, lanjut Sanny, tidak hanya berkontribusi untuk PNBP, selama tahun 2020, PTAR mampu mendistribusikan sebesar USD 1,9 juta untuk program pengembangan masyarakat di mana sebagian besar difokuskan pada pencegahan dan penanggulangan dampak pandemi COVID-19, seperti peningkatan fasilitas,peralatan kesehatan dan paket sembako, tetapi juga pada inisiatif untuk melaksanakan Rencana Pengelolaan Masyarakat PTAR,seperti dukungan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hubungan masyarakat dan kegiatan pemberdayaan usaha lokal.

Sementara itu Menteri ESDM Arifin Tasrif menyatakan Penghargaan Subroto ini merupakan penghargaan tertinggi sektor energi dan sumber daya mineral yang diberikan kepada pemangku kepentingan yang telah melakukan kinerja terbaik dalam memajukan sektor energi dan sumber daya mineral di Indonesia sebagai refleksi semangat Bapak Profesor Subroto dalam memajukan sektor ESDM di Indonesia.

Menurut Arifin, dari tahun ke tahun sektor ESDM memiliki peran penting dalam perekonomian nasional dan meningkatkan kesejahteraan rakyat di tengah kondisi pandemi yang mulai terkendali kinerja ESDM mulai bangkit dan menunjukkan peningkatan dengan kebijakan dan capaian strategis antara lain, hingga juli tahun ini kontribusi sektor ESDM dalam penerimaan negara telah mencapai RP 141 triliun atau lebih tinggi 103 % dibanding periode yang sama tahun lalu. di sektor investasi ESDM telah mencapai Rp 12,3 miliar dolar.

Pelaksanaan Penghargaan Subroto 2021 berlangsung pada Selasa, (28/9) secara daring merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-76 yang mengangkat tema “Energi Tumbuh Energi Tangguh”.  Dalam penyelenggaraan ke-empat di tahun ini, 104 pemenang dari 11 Bidang Penghargaan telah menerima Penghargaan Subroto 2021.

Selain meraih Penghargaan Subroto Award 2021 di tingkat nasional, PTAR juga meraih penghargaan dalam ajang Penghargaan Prestasi Penerapan Kaidah Teknik Pertambangan Mineral dan Batubara yang Baik tahun 2021 yang digelar oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Mineral dan Batubara Kementerian ESDM (KESDM),Rabu (29/9). PTAR dianugerahi Piagam Penghargaan Utama untuk Aspek Pengelolaan Lingkungan Hidup Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Pemberian penghargaan ini merupakan bentuk tanggung jawab dan rasa terima kasih dari Pemerintah kepada insan pertambangan yang telah melakukan kegiatan usahanya dengan usaha terbaik, khususnya dalam menerapkan kaidah pertambangan yang baik. Selama ini, perlindungan lingkungan dari dampak kegiatan operasional Tambang Emas Martabe adalah salah satu prioritas tertinggi perusahaan.

Tujuan utama pengelolaan lingkungan di Tambang Emas Martabe tetap tidak berubah sejak dimulainya kegiatan operasi, meliputi: perlindungan perairan hilir, pengelolaan tailings dan batuan sisa secara aman, pengelolaan air sisa proses secara aman, pengelolaan dan pengurangan emisi Gas Rumah Kaca, manajemen energi, kepatuhan hukum dan lingkungan, perlindungan keanekaragaman hayati dan penutupan tambang secara aman dan stabil.

PTAR menerima penghargaan pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di tempat kerja dari Gubernur Sumatra Utara yang diberikan langsung oleh Kepada Dinas Tenaga Kerja Pemprov Sumut di Padangsidimpuan, Rabu (22/9).

Sementara itu, beberapa hari sebelumnya PTAR juga mendapatkan Penghargaan Program Pencegahan dan Penanggulangan (P2) Covid-19 di Tempat Kerja kategori Gold (emas) dari Pemerintah Provinsi Sumatra Utara (Sumut). Piagam penghargaan yang ditandatangani Gubernur Sumut Edy Rahmayadi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumatera Utara, H. Baharuddin Siagian, SH, M. Si. kepada Anny Nasution, tim Human Resources Department (HRD) PTAR yang hadir sebagai wakil perusahaan, di Padangsidempuan, pada Rabu 22 September 2021.

Baharudin Siagian menyatakan penghargaan ini diberikan kepada PTAR sebagai apresiasi atas berbagai langkah dalam pencegahan dan penangulangan Covid-19 di lingkungan kerja Tambang Emas Martabe. “Tujuan diberikannya Piagam Penghargaan ini untuk meningkatkan kepatuhan Perusahaan melaksanakan protokol kesehatan Covid-19 di tempat kerja dan memotivasi perusahaan-perusahaan untuk tetap konsisten dan disiplin dalam pelaksanaan protokol kesehatan Covid-19.

Penilaian penghargaan ini dilakukan oleh Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sumut dengan sangat ketat yakni memastikan dari data laporan sesuai dengan program yang sudah diterapkan dalam pencegahan dan penanggulangan Covid-19 di lingkungan kerjanya serta kepatuhan dalam mengikuti protokol kesehatan dari Kementerian Kesehatan maupun dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD),” kata Baharudin.

“Dari ratusan kandidat hanya ada 21 perusahaan yang mendapatkan penghargaan Gold, diantaranya adalah PTAR,” kata Baharudin.

Menurutnya PTAR dinilai sangat berkomitmen dalam hal penanggulangan Covid-19 di lingkungan kerja. “Apa yang dilakukan PTAR sangat luar biasa. Dan langkah-langkah yang telah dilakukan ini sudah selayaknya mendapat apresiasi,” kata dia. Pada penilaian atas penghargaan ini, ada 13 indikator yang masing-masing memiliki kriteria penilaian Pencegahan & Penanggulangan (P2) Covid-19 di tempat kerja.

Rangkaian indikator tersebut terdiri dari kebijakan, sosialisasi, pelaksanaan program P2 Covid-19 di tempat kerja, perencanaan keberlangsungan usaha, gerakan pekerja sehat, stigma dan diskriminasi, sosial dialog, penilaian risiko Covid-19 di tempat kerja, struktur organisasi dan tim P2 Covid-19, pengalokasikan dana khusus dalam pelaksanaan program P2 Covid-19 di tempat kerja, pencatatan dan pelaporan kasus Covid-19 di tempat kerja, penilaian evaluasi terhadap kinerja tim Covid-19 dan pengabdian masyarakat.

Penobatan PT Agincourt Resources sebagai salah satu penerima ARA Awards 2021.

Corporate Communications Senior Manager PTAR, Katarina Siburian Hardono menyatakan terima kasih atas apresiasi dan penghargaan Pemerintah Provinsi Sumut ini. Menurut Katarina, di tengah masa pandemi Covid-19 ini PTAR akan tetap berkomitmen mengupayakan kesehatan dan keselamatan karyawan sekaligus mempertahankan produksi emas yang aman serta bermanfaat bagi seluruh pemangku kepentingan.

 “Perusahaan dan akan terus menjalankan pengecekan rutin suhu tubuh, pengujian kesehatan melalui swab antigen dan tes polymerase chain reaction (PCR), pemeriksaan kesehatan fisik, menyediakan tempatisolasi/karantina dan menjalankan program komunikasi dan kampanye peningkatan kesadaran pandemi Covid-19 secara online serta bekerjasama dengan instasi kesehatan dan Dinas Kesehatan Pemkab Tapanuli Selatan, serta Satuan Tugas Penanganan dan Percepatan Covid-19 Tapanuli Selatan.

Seluruh prosedur tersebut dilakukan bagi seluruh karyawan dan kontraktor sebelum memulai bekerja di lokasi tambang. Perusahaan akan berupaya maksimal menjaga lokasi kerja di Tambang Emas Martabe terbebas dari penularan virus Covid-19,” kata Katarina. 

Katarina menambahkan, “PTAR, sebagai salah satu objek vital nasional akan berupaya mempertahankan operasional dan produksi untuk dapat memberikan kontribusi ekonomi yang maksimal tak hanya untuk para karyawan, tapi juga bagi pertumbuhan ekonomi Tapanuli Selatan, Sumatra Utara dan Indonesia.”

Beberapa waktu sebelumnya pula, sebuah prestasi membanggakan di tingkat internasional kembali diukir PTAR dengan dianugerahinya Silver Award atas laporan tahunan perusahaan 2020, dalam ajang Australasian Reporting Awards (ARA) 2021. Ini merupakan sebuah penganugerahan terhadap perusahaan di wilayah Asia Pasifik, baik swasta, pemerintah, maupun organisasi nirlaba, yang berhasil membuat annual report, sustainability report, dan integrated report yang berkualitas dan memuaskan.

Tahun ini merupakan tahun ke-71 penyelenggaraan ARA yang berbasis di Sidney, Australia itu. Seperti tahun-tahun sebelumnya, tahun ini ada tiga jenis penghargaan yang diberikan oleh ARA. General Award untuk perusahaan dengan standar pencapaian laporan umum yangbest-practice, Sustainability Award untuk laporan berkelanjutan, dan Special Awards yang dikompetisikan dari berbagai kategori. PTAR mendapatkan Silver Award untuk jenis penghargaan General Awards.

Katarina menambahkan bahwa seluruh penghargaan ini menjadi bukti pencapaian kinerja lingkungan dan sosial serta keseriusan PTAR menjalankan komitmen berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan di Indonesia. “Dan tentunya ini akan menjadi pemicu semangat bagi Perusahaan untuk terus meningkatkan performa dalam rangka memberikan kontribusi yang berarti bagi kesejahteraan lingkungan, sosial dan ekonomi juga kepada masayarakat luas,” tutup Katarina. (Rel)